Tuesday, February 11, 2014

George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia memutuskan berhenti dari pekerjaan yang penuh maksiat.


Pria ini lekat dengan kehidupan hura-hura selebritas Hollywood. George Green pernah menjadi manajer tur untuk artis-artis besar, seperti Jay-Z, Kanye West, 50 Cent, Snoop Dogg, dan banyak lagi selebritas kelas atas lainnya.


Selama bergulat dengan pekerjaanya, ia dihadapkan langsung dengan kehidupan para selebritas itu. “Setiap saat saya melihat gaya hidup glamor di hadapan saya,” ujarnya, dilansir dalam video acara The Deen Show, yang diperoleh dari laman Firstpost.


Setiap hari tugasnya adalah menyediakan semua fasilitas bagi para selebritas tersebut. Dari mobil mewah terbaru, perhiasan, juga perempuan untuk teman mereka.


“Tak hanya itu, setiap hari mereka mengadakan pesta yang dipenuhi alkohol dan narkoba, akulah yang bertugas untuk mencari obat-obat terlarang juga perempuan panggilan untuk mereka,” jelasnya.


Dihadapkan pada situasi seperti ini setiap hari, membuatnya muak. Ia mengaku hidupnya tidak bahagia, merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. “Aku seperti sedang mencari sesuatu, namun tak tahu apa itu, aku merasa hidupku kurang lengkap,” ujarnya.


Waktu demi waktu berjalan, lama-lama ia bosan dengan pekerjaannya. Kehidupan glamour dan pesta setiap hari tak cocok untuknya. Apalagi, di setiap gegap gempita pesta tersebut, dialah yang paling repot karena harus melayani para artis dan menyediakan apa saja yang mereka minta.


Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang menurutnya penuh dengan maksiat tersebut. “Saat itu dalam pikiranku adalah sekarang saatnya saya mencari sesuatu untuk diriku sendiri, bukan untuk melayani orang lain,” katanya.


Masa kecilnya jauh dari kisah bahagia. Ia lahir di Detroit, Michigan dari orang tua yang masih sangat muda dan tak siap punya anak. Ketika memasuki usia remaja, ia kemudian pindah ke New York dan tinggal bersama neneknya.


Di sinilah ia bergaul dengan geng jalanan dan selalu berhadapan dengan narkoba dan kekerasan serta masalah kriminal yang lain. “Aku tak pernah mengenal sosok ayah dan jauh dari kehidupan religius,” katanya.


Kesehariannya lekat dengan pesta dan hura-hura. Ia mengenal salah seorang yang bekerja di perusahaan rekaman dan memanfaatkannya agar bisa ikut pesta gratis setiap saat.


Setelah lulus kuliah dari Auburn University of Montgomery, ia direkrut perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records sebagai asisten direktur nasional untuk marketing, branding, promosi, dan manajemen tur. “Ini sesuai dengan kemampuanku untuk mengorbitkan dan mempromosikan artis,” katanya.


Menjalani pekerjaannya ini membuatnya bangga. Ia bisa meraih impian dari seorang pria kulit hitam, yaitu bisa kaya dan terkenal, punya banyak pacar, dihormati, dan punya kekuasaan. “Namun, di balik kepuasan itu jiwaku merasa kosong,” ujarnya.


Hingga suatu hari ia melakukan perjalanan kerja ke negara-negara di Timur Tengah, seperti Dubai, Kuwait, Irak, Bahrain, dan Abu Dhabi pada 2004.


Di sana ia kagum dengan keramahan penduduknya yang menyambutnya dengan penuh senyuman dan tangan terbuka, padahal ia bukan Muslim. Ini berbeda 180 derajat dengan sikap yang biasa orang-orang Amerika tunjukkan jika mereka bertemu dengan Muslim.


Kekagumannya kemudian berlanjut dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Ia pun semakin hormat dengan orang-orang Islam karena mereka mau menjawab pertanyaannya seputar dasar-dasar Islam.


“Aku ingin semakin tahu lebih dalam hingga saat Ramadhan 2010, aku memutuskan untuk tinggal di Irak dan Kuwait selama dua minggu,” ujarnya.


Pengalaman relijius ini menyentuh dasar kalbunya. Ia merasa telah menemukan jawaban atas kekosongan jiwanya selama ini yang dirasakannya. Sekembalinya ke Amerika, ia pun sudah siap untuk mengucapkan syahadat dan masuk islam.


Namun, ia masih khawatir bagaimana nanti lingkungannya, teman-teman, dan keluarganya bisa atau tidak menerimanya sebagai seorang Muslim di tengah mereka.


Sebuah mimpi di suatu malam membuatnya menepis ketakutan ini. Ia kemudian mantap masuk Islam secara resmi pada 30 April 2012.


Masa awal menjadi Muslim ia mengakui banyak menemui kesulitan. Orang-orang di sekitarnya yang dekat dengan banyak masalah kriminal mulai menghindarinya.


Saat ia ingin bergaul dengan komunitas Muslim, ia dipandang sebelah mata karena ia berkulit hitam dan penampilannya seperti anggota gangster.


“Namun, kesulitan yang aku hadapi tak pernah mematahkan niatku. Aku terus datang ke masjid dan banyak mendapatkan pencerahan dari para imam yang semakin memantapkan imanku,” katanya.


Ia menemukan sebuah kepuasaan yang tak tenilai saat ini. Ia masih ingat, saat jiwanya merasa kosong dulu, ia berkali-kali mencoba apa pun untuk mengisi relung jiwa yang kosong tersebut, namun ia tak pernah merasa puas. “Aku terus merasa kosong, hingga akhirnya aku bertemu Islam,” katanya.




George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

Sunday, February 9, 2014

'Kita perlu realisitik'


  • Aminuddin Omar


ALOR SETAR – Peraturan persembahan hiburan diselaraskan bagi memenuhi tuntutan rakyat berbilang agama dan bangsa supaya keharmonian terus terpelihara.



Exco Belia dan Sukan, Kesenian, Kebudayaan dan Warisan, Badan-badan Bukan Kerajaan, Aminuddin Omar berkata, permohonan yang dibuat mengikut prosedur serta mendapat kelulusan pihak berkuasa tempatan.



Beliau berkata, penganjuran konsert di Sungai Petani itu dilaksanakan oleh pihak persendirian tanpa melibatkan kerajaan negeri.



“Kita perlu lebih realistik dengan budaya hidup pelbagai bangsa di negara ini. Jadi apabila penganjur bukan Islam memohon mengadakan program hiburan kita kena hormati namun pada masa yang sama mereka juga perlu mematuhi syarat tambahan lain.



“Antaranya ialah artis yang membuat persembahan perlu tampil dengan berpakaian sopan, tidak menjolok mata, situasi terkawal serta tidak melampaui tata cara atau peraturan dikehendaki pihak berwajib,” katanya kepada Sinar Harian ketika dihubungi semalam.



Menurutnya, Konsert Festival Muzik Planet Eupe tidak boleh dianggap sebagai konsert hiburan melampau seperti didakwa beberapa pihak sebelum ini kerana beberapa syarat tambahan dikenakan terhadap penganjur selain wajib mematuhi garis panduan persembahan yang ditetapkan.



Kelmarin, Pertubuhan Setiakawan Ummah Malaysia (Setiakawan Malaysia) mendakwa wujud konspirasi tangan ghaib cuba menimbulkan provokasi menyentuh sensitiviti agama serta akidah umat Islam di sebalik keghairahan penganjur mengadakan konsert hiburan melampau dengan membawa masuk budaya K-pop ke negeri ini.



Pas Kedah turut menggesa kerajaan negeri menarik balik permit penganjuran konsert yang bakal diadakan di Taman Air Carnival Eupe, Sungai Petani pada 1 Mac ini anjuran sebuah syarikat pemaju hartanah.



Konsert berkenaan dijangka dihadiri lebih 20,000 peminat bakal menampilkan penyanyi dan penulis lagu Yuna, Najwa Latif dan penyanyi mandopop Wang Lee Horn.



Antara persembahan lain termasuk penyanyi elektro-pop dari Taiwan Jeannie Hsieh dan kumpulan K-Pop dari Korea Selatan U-Kiss.



Susulan itu, lebih 5,000 tanda tangan penduduk di kawasan berhampiran festival dikumpul menyatakan bantahan terhadap penganjurannya kerana agama Islam melarang hiburan yang keterlaluan, penganjuran dalam kawasan persendirian terbuka, menyentuh sensitiviti Islam dan gangguan terhadap ketenteraman dan kesejahteraan awam.


Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/12/25/1826336/Kisah.Cinta.Anis.Matta.di.Hungaria


'Kita perlu realisitik'

Saturday, February 8, 2014

Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Syabas Astro kerana memberikan ruang untuk mencungkil bakat para pelawak. Syabas juga kerana pelawak inilah yang bakal menjadi pelapis pelawak-pelawak yang ada. Kerana jika tidak, dunia lawak negara akan mati sebab mereka adalah hero yang tidak didendang, berbanding hero-hero lain dalam industri hiburan.


Dan tentunya yang saya maksudkan ialah Maharaja Lawak Mega yang baru saja berlalu dengan kemenangan Sepahtu. Ada yang suka ada yang tak puas rasa sebab kumpulan kegemaran gagal jadi juara. Tapi ini adalah adat, bukan semua keputusan itu boleh menepati kehendak semua.


Syabas Sepahtu kerana mempunyai gandingan yang mantap sekalipun ada minggu-minggu yang mereka sangat tidak kelakar. Dan, siapa sangka pendatang baru seperti Bocey boleh pukul kumpulan yang lebih senior.


Meskipun bukan setiap minggu saya berpeluang menyaksikan MLM ini namun saya percaya rancangan ini punya peminat tersendiri. Bahkan ramai yang boleh baca dan kenal pelawak yang naik pentas dengan tangan kosong (tak bersedia) bila merekamerepek meraban saja dari mula tunjuk muka sampai lah bila signal berbunyi.


Memang boleh kenal siapa yang naik dengan tak bersedia dan hanya merapu, tapi juri bagi empat bintang jugak!!


Apapun, seperti komen standard juri yang sangat apologetik, “Bukan senang melawak”, saya memahami bukan mudah mencari modal untuk buat orang ketawa setiap minggu. Mungkin ada sampai kena mental block, tak ada idea dan tak ada modal.


Ini bukan perkara mustahil. Untuk buat orang menangis memang senang tapi lebih sukar membuat orang ketawa. Sebab itu ada masa Sepahtu pun turun kedudukan kerana merapu entah apa-apa.


Ada juga cadangan agar akan datang MLM ini dibuat dua minggu sekali, agar memberikan lebih waktu untuk para peserta/pelawak menimba ilham dengan idea yang lebih mantap. Tapi itulah namanya bersaing siapa yang lebih mega dan terbaik.


Ramai yang menonton peringkat akhir Maharaja Lawak Mega Jumaat lepas memberikan pelbagai reaksi. Ada yang suka dengan keputusan yang menyaksikan kumpulan Sepahtu sebagai Juara MLM , Shiro tempat kedua dan kupulan baru, Boceytempat ketiga.


Seperti mana-mana pertandingan, tidak kurang juga yang kurang senang dengan kedudukan kerana calon kegemaran tidak mendapat tempat pertama. Begitulah, selalunya.


Namun, bagaimana berbeza pun pendapat dan pandangan, pada akhirnya masyarakatpenonton rancangan hiburan boleh terima setiap keputusan. Maksudnya tidaklah sampai nak baling kerusi atau baling botol ke pentas atau bertumbuk di belakang pentas atau di bilik solek, semata-mata kerana tidak puas hati.


Dalam bab ini, kita jauh lebih stabil emosi daripada penonton bolasepak, tak ada yang berkelahi sekalipun tak suka dengan juri atau tak suka dengan kemenangan Sepahtu. (Contoh).


Kerana kita ini kelompok yang bertamaddun, sudah semestinya apa yang disajikan juga haruslah seiring bahkan jauh lebih besar. Cerita dan isinya perlulah sejajar dengan kematangan penonton masakini. Maksudnya, orang yang masuk bersaing untuk melawak itu perlukan isi cerita yang mantap. Melawak pun harus ada ilmu.


Teknik dan cara mesti kena dan melawak pun mesti ada batas batas tertentu. Sebab itu apabila Nabil ‘mengenakan” Luna Maya, ramai orang tidak menyenanginya.


Malahan ia telah menjejaskan reputasi pelawak solo ini yang nampak macam ada gaya untuk berjaya dalam “stand-up comedy” seperti Harith Iskandar. Semuanya macam okay, sehinggalah beliau cuba kaitkan masa silam Luna Maya yang pada saya adalah satu cara yang bukan saja tidak manis, bahkan sangat tidak patut, tidak gentleman, apatah lagi yang dikenakan itu adalah seorang wanita.


Betul ia hanya lawak dan mungkin Nabil tidak berniat jahat, tapi ia telah dibuat dengan “bad taste” kata orang putih. Tak kena cara dan gaya.


Memang sindiran-sindiran begini adalah biasa dalam standup comedy terutama di Barat. Tetapi itu Barat yang jauh sekali berbeza dengan masyarakat kita yang penuh dengan adab dan kesopanan serta sikap saling hormat menghormati.


Kalau di Baratitu, berbogel atau separuh bogel pun sudah tak jadi apa. Tapi kita ini orang Malaysia dan lawak kita semestinya punya batas dan tidak mengguris hati orang lain.


Apatah lagi untuk membuat lawak tentang masa silam orang sedangkan hari ini orang itu sudah berubah, tentu sekali tidak kena. Dalam Islam pun, adalah tidak elok kita membuka aib orang, apatah lagi ianya benda yang sudah lama berlalu.


Ini bukan kerana saya membela Luna Maya, dan juga bukan kerana saya ini tidak suka Nabil kerana dalam satu rencana Nabil telah memberikan komen yang semua ini dilakukan oleh para haters beliau.


Lebih mengejutkan beliau hairan mengapa dibesar-besarkan isu beliau usik Luna Maya sedangkan artis kita sendiri lagi teruk dikutuk di Indonesia. Tidak tahulah sama ada itu komen sebenar Nabil, tapi yang jelas sebagai pelawak, bukan semua benda boleh jadi bahan. Kita ada akal, pandailah kita sendiri menapisnya.


Jadi, ia bukan soal Luna Maya atau mana-mana orang luar. Ini soal menghormati orang, apatah lagi wanita. Apakah kita suka jika kisah aib isteri atau ibu atau adik kita sendiri ditelanjangkan di khalayak ramai?


Sifirnya senang saja. Melawaklah macam mana sekalipun asal jangan aibkan orang lain. Ceritalah apa saja, tak perlulah sampai jatuhkan air muka orang. Melawak juga seperti seni lain dalam dunia hiburan – ia perlu ada imaginasi, kreativiti dan ilmu.


Sepatutnya Nabil hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesilapannya. Titik.


Tutup cerita. Kerana dalam dunia hiburan, itu adalah cara yang paling wajar dan lebih selamat. Tidak ada siapa yang tidak pernah buat silap, Jadi akuilah kesilapan dan buka lembaran baru.


Naik ke pentas dengan cerita baru – itu yang sepatutnya dilakukan bila Nabil naik pentas akhir malam itu. Dia seharusnya berbekal semangat baru dan mencabar diri untuk tebus kesilapan, dengan CERITA BARU. Bukan sambung cerita lama.


Tapi, sayangnya. Dia jadi emosional dengan melakukan perkara yang tak sepatutnya dilakukan, iaitu menyambung cerita lama dan mengait balik Luna Maya. Lalu ia menjadi seperti ucapan selamat tinggal seorang bekas penagih di depan madrasah kampungnya yang sebak dan penuh dramatik.


Maka jadilah malam itu sepertio dia tersalah pentas. Kalau dah cerita sebak dan sayu macam itu, macam mana penonton nak ketawa? Mana lawaknya?


Nabil sepatutnya, “move on” bukan “get carried away” dengan separuh menangis.


Ia telah membunuh mood penonton. Macam mana nak gelak kalau dah cerita sedih macam tu?


Saya harap apa yang ditulis ini tidak dianggap sebagai komen seorang pembenci,Tidak. Anggaplah ini sebagai komen ikhlas kerana Nabil seorang yang berbakat dan perlu lebih menghalusi lagi lawak jenakanya yang ada kalanya dianggap sedikit kesar.


Usah kecewa tapi bangkit dengan semangat yang teguh. Akui kesilapan dan kelemahan. Terima kritikan dengan lebih positif, bukan berburuk sangka dengan menganggap anda ramai pembenci. Sebaliknya, anggaplah ini sebagai satu titik permulaan untuk terus maju dalam dunia lawak.


Sindiran ke arah kebaikan bukan tidak boleh tapi mestilah kena cara dan gaya…alah Nabil, macam you selalu cakap tu, “Lu pikirlah sendiri!”-8/2/2014



IKLAN


Radioterapi Kimoterapi dah buat?Jom cuba ini pula!!.


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/10/mz5p58-ikut-jadi-mualaf-ibu-nina-meninggal-saat-belajar-shalat


Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Gesa tarik balik permit pesta muzik


  • Ketua Penerangan Pas Kedah, Muhammad Sanusi Md Noor


ALOR SETAR – Kerajaan negeri digesa menarik balik permit penganjuran “Konsert Festival Muzik Planet Eupe” di Taman Air Carnival Eupe, Sungai Petani pada 1 Mac ini anjuran sebuah syarikat pemaju hartanah.



Ketua Penerangan Pas Kedah, Muhammad Sanusi Md Noor berkata, sumber hiburan yang ada di negeri ini sudah lebih dari mencukupi untuk memenuhi kehendak masyarakat pelbagai bangsa.

     

Oleh itu, tidak perlu lagi membawa masuk hiburan dari luar seperti K-pop kerana boleh memberi kesan buruk kepada rakyat setempat.



Menurutnya, hiburan keterlaluan boleh menjejaskan keharmonian masyarakat kerana budaya hidup rakyat di negeri ini lebih mengutamakan kesederhanaan berbanding di bandar besar.



 

“Sepatutnya penganjur tidak buat festival muzik secara besar-besaran seperti itu di negeri ini kerana perlu menghormati sensitiviti agama, masyarakat dan budaya kita. Namun masih belum terlambat jika permit yang dikeluarkan ditarik semula,” katanya ketika dihubungi Sinar Harian.



Beliau turut mempersoalkan pendirian kerajaan negeri dalam memberi kebenaran terhadap pelbagai program hiburan termasuk keagamaan.



“Kita amat mengalu-alukan usaha kerajaan negeri mengadakan banyak program keagamaan namun dalam masa yang sama mereka turut meluluskan banyak program hiburan. Jadi terasnya apa? Cenderung ke arah hiburan atau bagaimana?



“Mereka dilihat seolah-olah terlalu menjurus kepada budaya komersil dalam memberi kebenaran terhadap sesuatu program mengikut kehendak pasaran yang mempunyai kepentingan perdagangan tanpa mengambil kira pandangan semua pihak,” katanya.



Antara artis yang bakal menghiburkan Pesta Muzik Planet Eupe itu ialah penyanyi dan penulis lagu Yuna, penyanyi terkenal Najwa Latif dan penyanyi mandopop Wang Lee Hom.



Antara persembahan lain termasuk penyanyi elektro-pop dari Taiwan Jeannie Hsieh dan kumpulan K-Pop dari Korea Selatan U-Kiss.



Semalam, lebih 5,000 tanda tangan penduduk di kawasan berhampiran lokasi festival dikumpul bertujuan menyatakan bantahan terhadap penganjurannya kerana agama Islam sendiri melarang  acara hiburan yang keterlaluan, penganjuran dalam kawasan persendirian terbuka, menyentuh sensitiviti Islam dan gangguan terhadap ketenteraman dan kesejahteraan awam.


Article source: http://news.detik.com/read/2013/11/15/151406/2414295/10/strategi-menangkap-pencuri-ikan-indonesia-harus-belajar-dari-australia?9922032


Gesa tarik balik permit pesta muzik

Friday, February 7, 2014

SMA Muslimah Preston, Sekolah Unggulan di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–Nilai sangat baik dalam sertifikasi sekolah menengah (GCSE) yang diraih SMA Muslimlah Preston menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga sekolah.


Kepala Sekolah SMA Muslimlah Preston Mufti Javid merasa sangat gembira dengan prestasi itu. ”Saya tercengang sendiri melihat transformasi yang terjadi. Masuk dalam daftar 100 sekolah favorit. Siapa sangka?” kata Javid yang dimuat surat kabar Lancashire Evening Post, Kamis (6/2), seperti dikutip Onislam.


Di luar itu semua, Javid sangat bangga atas semua siswa dan semua hal yang telah mereka usahakan. Ia juga senang kabar gembira ini bisa diketahui publik yang membuat para orangtua dan komunitas Muslim juga merasa bahagia dengan perkembangan sekolah Islam itu.


Apa yang diraih SMA Muslimah Preston, lanjut Javid, merupakan buah kerja keras bertahun-tahun sejak sekolah itu dibuka 25 tahun lalu.


”Sekolah ini telah melewati masa panjang dengan awal yang sangat sederhana. Pertama kali di buka 25 tahun lalu, sekolah ini merupakan sekolah swasta dan mulai menjadi sekolah negeri pada 2011 lalu,” tutur Javid.


Kala itu sekolah ini hanya memiliki dua kelas di bangunan bekas kincir angin. Hanya ada dua guru paruh waktu dan beberap murid yang membuat aktifitas belajar di sekolah itu hidup. Saat itu, uang dan sumber daya yang dimiliki pun masih terbatas.


Berdasarkan data Dewan Muslim Inggris (MBC), Muslim di Inggris diperkirakan berjumlah 2,7 juta orang dengan jumlah siswa Muslim sekitar 400 ribu orang. Sekitar 7.000 sekolah di Inggris merupakan sekolah berbasis agama yang mendidik sekitar 1,7 juta siswa.


Dari 590 sekolah menengah berbasis agama, terdapat lima sekolah Yahudi, tiga sekolah Islam, satu Sikh, dan sisanya sekolah gereja Inggris, Katolik Roma, dan kepercayaan Kristen lainnya.


Article source: http://www.solopos.com/2013/12/17/fpi-anggap-kabar-asmirandah-pindah-agama-hanya-isu-475149


SMA Muslimah Preston, Sekolah Unggulan di Inggris

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

Asabiyah melulu bakar jambatan ukhuwah

Asabiyah adalah istilah bahasa Arab daripada akar kata asabah yang bermaksud kerabat pihak bapa. Secara harfiah asabiyah bererti perpaduan atau fanatisme kesukuan atau kepuakan secara membuta tuli.


Fanatisme ini melahirkan sikap pembelaan secara mati-matian terhadap segala hal yang dianggap sebagai milik sukunya sendiri terutama berkaitan dengan nilai, tradisi, harta benda dan kekuasaan.


Dalam istilah sosiologi, ia turut dikenali dengan konsep etnocentrisme dan culturcentrisme. Istilah etnocentrisme membawa konsep bahawa suku kaum atau bangsa mereka sahajalah yang terbaik manakala bangsa atau kaum lain mestilah dipandang remeh, jijik dan penuh kelemahan.


Fahaman ini mengingatkan kita kepada konsep bangsa pilihan, yang kini menjadi amalan dan pegangan kuat kelompok Yahudi yang memperjuangkan faham zionisme, iaitu kelompok yang mendokong kelahiran negara Israel.


Fahaman etnik membawa kepada konsep rasis atau perkauman. Konsep ini telah diakui sebagai suatu bentuk yang boleh menyebabkan konflik, ketegangan dan seterusnya peperangan. Ini dapat dilihat pada zaman perluasan agama Kristian, kumpulan yang menggelarkan diri mereka sebagai Protestan tidak boleh menerima mereka dalam kelompok Katholik. Kedua-dua kumpulan pecahan ini sering bergaduh, berperang dan berbunuhan meskipun mereka daripada asas agama yang sama, iaitu yang diajarkan oleh Nabi Isa a.s dari Nazareth.


Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab pagan sering bertelagah sesama sendiri kerana kehidupan mereka adalah berasaskan keturunan dan nasab keluarga. Mereka hidup secara berkabilah dan setiap kabilah mempunyai norma kumpulannya yang tersendiri, yang wajib dipatuhi tanpa soal.


Keadaan ini turut dikembangkan dalam konteks politik moden apabila kita meneliti perilaku penyokong, pengikut dan pemimpin parti politik. Misalnya, dalam kes pengosongan jawatan Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Kajang, penyandangnya sanggup mengosongkan kerusi hanya kerana mahu memberikan laluan untuk Anwar Ibrahim bertanding.


Kita melihat pelbagai sebab telah dikemukakan bagi merasionalkan kewajaran mengosongkan tempat dan membawa masuk Anwar. Daripada sekecil-kecil alasan untuk mengawal selia kuasa wakil rakyat parti berkenaan hinggalah kepada menjaga kepentingan kuasa agar Selangor dapat dipertahankan daripada ancaman parti lawan.


Walaupun Anwar terlalu banyak kelemahan, beliau tetap dianggap `superhebat dan `superkuat.


Inilah yang dilihat sebagai politik jumud dan ketaksuban melulu, menyamai konsep asabiyah dalam kamus politik Islam.


Kepercayaan dan keyakinan itu membawa tafsiran tentang ketaksuban penyokong terhadap pemimpin sehingga orang lain tidak penting. Sikap itu menyebabkan nilai-nilai asabiyah semakin kental dan dipertahankan kerana sesiapa sahaja yang mungkin berbeza pandangan dan berseberangan pendapat, akan berhadapan kemungkinan disingkirkan.


Menurut pemahaman perkataan asabiyah, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis: Bukan termasuk umatku bagi sesiapa yang menyerukan kepada asabiyah” (Hadis riwayat Abu Daud).


Hadis ini menjelaskan, sesiapa sahaja yang mengajak berkumpul atau bersekongkol dalam kerangka asabiyah, maka sama ertinya menolong orang yang zalim. Rasulullah SAW memberikan pengertian dengan jelas apabila ditanya oleh Wathilah bin al-Asqa: Wahai Rasulullah! Apakah kecintaan kami kepada kaum itu dikatakan al-asabiyyah? Sabda baginda: Tidak, sebaliknya asabiyah itu ialah apabila kamu menolong kaummu atas kezaliman” (Hadis Hasan riwayat Abu Daud).


Budaya politik asabiyah seperti inilah yang seringkali menjerumus umat ke dalam kancah kesesatan dan persengketaan. Bahkan sokongan dan dukungan membuta-tuli kepada sesebuah parti politik jugalah yang mendorong gejala pelampau hingga tergamak membakar jambatan ukhuwah sesama umat Islam.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Asabiyah melulu bakar jambatan ukhuwah