Showing posts sorted by relevance for query Ketua. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Ketua. Sort by date Show all posts

Saturday, November 9, 2013

Kerukunan Umat di Indonesia Terbaik di Dunia

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG- Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku ingin terus mengumandangkan KUAB, karena tak sedikit oleh para pihak, KUAB yang merupakan modal besar untuk membangun bangsa, menjadi pintu masuk ketidakrukunan atau disharmonisasi sosial sesama umat WNI.


“Dengan mengesampingkan keberagaman, berarti kita telah mengabaikan yang diciptakan Tuhan atau sama juga tidak beriman dengan Tuhan karena Tuhan telah menciptakan keberagaman, “ ujar Suryadharma Ali saat memberikan sambutan pertemuan silaturrahmi tokoh lintas agama di Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, Jumat (8/11/2013) malam.


Surya menilai Kerukunan Umat Antar Beragama (KUAB) di negara Indonesia sangat baik. Sebagai Negara mayoritas muslim yang terdiri dari multi ras, multi agama, bahasa, budaya, adat istiadat dan sistem nilai, keberagaman tersebut tidak lagi menjadikan sebagai kelemahan, tetapi menjadi kekuatan dan keindahan.


“KUAB itu bersifat dinamis, sekarang rukun belum tentu bulan depan rukun. Tetapi Forum KUAB di Indonesia selalu dilakukan bukan karena ada masalah, tetapi karena sedang berada dalam puncak terbaik, harus dirawat agar bisa lebih baik dan lebih baik lagi. Bayangkan kalau semua sama, tak ada keberagaman, laki-laki semua, tak ada perempuan, tak ada keindahan tentunya, “ ujarnya.


Hadir dalam pertemuan silaturrahmi tokoh agama itu diantaranya Kakanwil Kemenag Jateng Khairudin, Ketua MUI Jateng Ahmad Rofiq, Ketua Bamus Antar Gereja Jateng Halowa, Ketua Keuskupan Agung Jateng Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Walubi Jateng Widiyanto Candra, Ketua Parisada Hindu Jateng I Nyoman Surahartta. Ketua Matakin Jateng Lucia Herawati, Ketua PW NU Jateng Abu Hafsin, Ketua PD Muhammadiyah Jateng Musman Tholib, Ketua Kemenang Kab/kota se-Jateng dan Ketua FKUB kab/kota se-Jateng.


Dalam pertemuan dengan pejabat asing yang berkunjung ke Indonesia, Suryadharma pun selalu mengatakan bahwa KUAB di Indonesia yang terbaik di dunia. Sebab dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Presiden dan Wapres pun selalu ikut merayakan peringatan hari raya Idul Fitri, Idul Adha, Waisyak, Natal maupun Nyepi dan dijadikan hari besar atau libur nasional. Bahkan Presiden dan Wapres pun ikut merayakan hari besar umat Kong Hu Cu yakni Imlek sebagai hari besar dan hari libur nasional.


“Bayangkan hari raya umat minoritas di rayakan sebagai hari libur nasional. Negara mana di dunia ini dengan mayoritas Islam atau Kristen, belum tentu memberi penghormatan terhadap agama lain yang minoritas di negaranya. Karena itulah, tak sedikit pimpinan dunia jika berkunjung ke Indonesia mempertanyakan KUAB yang terjadi tersebut, “ ujarnya.


Bahkan Rasyad Husein utusan khusus bidang agama, Presiden AS Barack Obama yang berkedudukan di negeri Paman Sam sangat iri dengan Indonesia. Umat Islam di AS yang hanya 4 persen, tak memperoleh penghormatan seperti Negara Indonesia menghormati agama minoritas.


Menjelang pemilu legislative dan Pilpres 2014, Suryadharma Ali pun meminta peranan para tokoh agama ikut menjaga kerukunan, karena bisa jadi saat kampanya nanti, dijadikan ajang adu domba antar umat beragama satu sama lain.


“Kami minta tokoh agama jalan bareng, bergandengan tangan, meningkatkan harmonisasi, jangan sampai diadu domba, “ ujarnya.


Suryadharma Ali berharap silaturrahmi tokoh agama di lain waktu bisa dilakukan di kabupaten/kota lain agar kebersamaan umat beragama dibangun lebih kokoh dan kuat lagi. Agama harus menjadi basis kekuatan dan kerukunan umat beragama dan basis persatuan Indonesia.


“Dengan demikian, keanekaragaman agama bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan umat, “ katanya.


Suryadharma Ali berharap jangan sampai pesta demokrasi yang diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan bangsa Indonesia untuk masa depan yang lebih baik, menjadi kompetisi tidak sehat. “Lebih tidak sehat lagi, jika melibatkan umat beragama dalam kompetisi tidak sehat, “ katanya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/06/28/mp232f-kpk-tak-sadar-dimainkan-kekuatan-besar


Kerukunan Umat di Indonesia Terbaik di Dunia

Tuesday, February 5, 2013

Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut dalam posisi  terancam. Sejumlah senior partai yang masuk dalam struktur kepengurusan Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai meminta Anas mundur untuk menyematkan partai yang kini berada di tubir kehancuran.

Namun Anas bergeming. Dia menolak mundur dari jabatannya. “Tidak ada saya, tidak mendengar apa-apa itu (meminta mundur). Siapa yang ngomong?” kata Anas

Bahkan barisan pendukung Anas di DPP Demokrat seperti Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa turun tangan membela Anas. “Kalau desakan mundur itu kan sudah ada dari bab awal, sementara kami sudah mau bab terakhir. Jadi enggak ada masalah,” ujar Pasek dikutip Kompas.com.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menyebut Gede Pasek dan Saan Mustofa sebagai barisan pendukung Anas. Selain Nurhayati Assegaf, Ahmad Mubarok, dan beberapa pengurus DPP Demokrat lainnya.

Anas Urbaningrum tampaknya percaya diri tetap akan bertahan di Demokrat.

Apalagi karena Anas yakin memiliki basis massa pendukung setia hingga ke tingkat DPC Demokrat (kabupaten/kota).

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, dua tahun menjabat ketua umum Demokrat tampaknya dimanfaatkan oleh Anas untuk memperkuat basis pendukungnya di berbagai daerah dengan rajin turun menemui pimpinan Demokrat di daerah.
Anas memasukkan sejumlah orang-orangnya menjabat ketua DPD 1 Demokrat tingkat provinsi dan DPD II Demokrat tingkat kabupaten/kota.

Jika mengemuka wacana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengganti ketua umum partai maka tentu saja bisa digelar dengan syarat yang diatur dalam AD/ART partai yakni  atas permintaan majelis tinggi partai atau permintaan sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota Dewan Pimpinan Daerah dan setengah jumlah anggota Dewan Pimpinan Cabang.

Pengamat Politik M Qodari mengakui upaya  sejumlah senior Demokrat  melengserkan Anas akan berhadapan dengan para pendukung Anas yang ada di pusat dan daerah.

“Ini bakal jadi ramai di tahun ini,” kata Qodari.

Menurut Qodari, pendukung Anas paling besar berada di daerah, termasuk sejumlah ketua DPD dan DPC Demokrat.

“Kalau pendukungnya dari daerah tidak besar  kan tidak menang Anas jadi Ketua Umum Demokrat,” kata Qodari.

Lanjut Qodari, sebelum menjadi ketua umum Demokrat saja Anas  sudah besar apalagi setelah 2 tahun konsolidasi.

“Problem Anas kan kesan bahwa dia terlibat kasus Nazar. Kalau secara jaringan dan kerja politik mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Dijelaskan, soal citra PD sebagai partai korup bukan karena Anas semata tapi karena kader PD yang lain yang sudah jadi tersangka atau terdakwa seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Hartati, Andi Mallarangeng, dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya 5 menteri dari Demokrat dan sejumlah gubernur dari Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan menyelamatkan Partai Demokrat.
Ini menyusul hasil survei Partai Demokrat yang terus merosot.Dalam survei SMRC yang dirilis kemarin menyebut perolehan suara Demokrat sekitar 8 persen kalau Pemilu dilakukan sekarang.

Diduga penyebab utama suara Demokrat anjlok karena partai tersandera oleh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Jero mengatakan akan lebih bagus kalau Anas mundur.

(aco)

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27092/04/02/2013/berani-berkata-dan-berani-berbuat,-ciri-beriman!.html


Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Wednesday, April 24, 2013

Berjuang di Dapil 'Neraka', Bertarung di Dapil 'Surga'

Berjuang di Dapil 'Neraka', Bertarung di Dapil 'Surga'


Liputan6.com, Jakarta : Komisi Pemilihan Umum telah menutup pintu. Periode pendaftaran bakal calon legislatif di Pemilu 2014 berakhir. Publik pun disodori ribuan nama.

Dari ribuan nama itu, ada beberapa temuan menarik. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas memutuskan kembali maju sebagai calon anggota legislatif dari daerah pemilihan saat Pemilu lalu. Ibas maju dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Pacitan, Ngawi, Trenggalek, dan Magetan di nomor urut 1.


Padahal, pada Februari lalu, ia menyatakan mundur dari Senayan. “Saya mundur dari anggota DPR, saya akan konsentrasi sebagai Sekjen Partai Demokrat,” kata Ibas dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2013).


Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie membela Ibas. Marzuki mengatakan keputusan yang diambil Ibas itu sebagai langkah yang wajar. “Mundur selangkah untuk melompat 10 langkah, bagus kan?” ujar Marzuki melalui pesan singkat, Rabu (24/4/2013).


Marzuki menambahkan, keputusan yang diambil oleh Ibas dengan mundur dari DPR dan kembali mencalonkan diri sebagai legislator bukan dimaksudkan untuk mempermainkan konstituen. “Tidak ada yang dipermainkan, penggantinya juga pilihan rakyat,” ujar Marzuki.


Kali ini, Ibas seperti berada di ‘dapil surga’. Sebagai peraih suara tertinggi se-Indonesia dengan jumlah 327.097 suara pada Pemilu 2009, lawan-lawan Ibas di dapil ini relatif bukan tokoh “kelas berat.”


Nama-nama yang sedikit dikenal di dapil ini antara lain caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mantan aktivis, Dita Indah Sari. Dita saat ini tercatat sebagai Staf Ahli Menakertrans Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum PKB.


Lawan Ibas yang lain adalah Heri Akhmadi (PDIP). Heri merupakan mantan Wakil Ketua Komisi X Bidang Pendidikan DPR.


Dari Golkar, lawan bungsu SBY itu adalah Binny Bintarti Buchori. Binny merupakan salah satu aktivis HAM dan demokrasi yang sudah cukup banyak berjuang melalui organisasi non-pemerintah seperti International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).


Selain Ibas, ada juga Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri. PDIP menempatkan Puan di Dapil Jawa Tengah V di urutan 1. Di sana, Puan akan menemui lawan cukup berat, yakni Angel Lelga. Artis itu diusung Partai Persatuan Pembangunan di urutan pertama.


Kaehadiran Angel sebagai caleg cukup mengagetkan. “Saya mualaf, jadi saya ingin menjaga keislaman saya, dengan menjadi caleg dari PPP,” ujar Angel di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2013).


Menurut Angel, keinginannya untuk terjun ke dunia politik muncul setelah melihat berbagai kesusahan rakyat Indonesia melalui berbagai media. “Saya ingin menjadi orang yang berguna untuk membantu rakyat kecil,” ujarnya.


Selain Angel, Puan juga akan menemui lawan tangguh dari ang diusung Partai Demokrat, yaitu GRAY Koes Moertiyah. Putri Susuhunan Pakubuwono XII ini masih menjadi anggota Komisi IX DPR.


Di luar nama itu, Puan juga akan bertarung sesama nomor urut 1 dengan Abdul Kharis Almasyhari (PKS), Yusuf wibisono, (PAN), Mohamad Toha (PKB), Sarwoto Atmosutarno (Partai Nasdem), Bambang Riyanto, (Gerindra), dan Eko Sarjono Putro (Golkar).


Para Mantan Kandidat Pilgub Jakarta


Selanjutnya, jika menyusuri daftar lebih teliti, kita memergoki sejumlah nama yang gagal dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 bakal kembali bertarung dalam Pemilihan Legislatif 2014. Para kandidat ini takluk oleh pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.


Persaingan ketat diprediksi terjadi di Daerah Pemilihan DKI Jakarta II. Di dapil itu, bertengger nama Hidayat Nur Wahid yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Biem Benyamin yang diusung Partai Gerindra. Nama Hidayat dan Biem bercokol di nomor urut 1.


Pada Pilgub DKI 2012, Hidayat disusung PKS dan berpasangan dengan Didik J. Rachbini sebagai cawagub. Sementara Biem Benjamin menjadi cawagub untuk ekonom Faisal Basri yang maju melalui jalur independen.


Sementara itu, Didik J. Rachbini juga maju sebagai caleg untuk Pemilu Legislatif 2014. Nama Didik berada di nomor urut 1 dari Partai Amanat nasional (PAN) dan akan maju di Dapil DKI Jakarta I.


Mantan kandidat lain yang juga maju dalam Pemilu 2014 adalah Riza Patria. Mantan pasangan Hendardji Soepandji ini maju sebagai caleg dari Partai Gerindra. Riza berada di nomor urut 1 dan akan bertarung di Dapil Jakarta III.


Hanya Dua Ketum Partai


Temuan menarik lain, dari 12 partai politik nasional yang bertarung dalam Pemilu 2014, hanya 2 partai yang mengusung ketua umumnya sebagai calon legislator, yaitu Partai Gerindra dan Partai Bulang Bintang (PBB).


Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi maju dari daerah pemilihan DI Yogyakarta (DIY). Di dapil ini seperti dapil “neraka.” Sebab, banyak nama populer yang akan berebut suara.


Di dapil ini, Suhardi akan bertemu ‘lawan tangguh’ dari Demokrat yang juga Menpora KRMT Roy Suryo Notodiprodjo atau Roy Suryo. Suhardi juga mesti menghadapi mantan Bupati Bantul Muhammad Idham Samawi. Idham merupakan caleg dari PDI Perjuangan nomor urut 1.


Tak berhenti di sana. Dapil ini juga menyimpan caleg nomor urut 1 dari Golkar yakni Siti Hediati Soeharto atau yang dikenal dengan Titiek Soeharto. Persaingan kian ketat karena juga terdapat Ahmad Hanafi Rais, putra tokoh reformasi Amien Rais, yang merupakan caleg nomor urut 1 dari PAN.


Ketua umum partai lain yang maju menjadi caleg adalah Ketua Umum PBB MS Kaban. Mantan Menteri Kehutanan ini maju menjadi caleg PBB dari daerah pemilihan Jawa Barat V yang meliputi Kabupaten Bogor. Dapil Jawa Barat V ini tidak kalah ‘menyeramkan’. Banyak nama yang telah akrab di telinga publik.


Di Jawa Barat V, MS Kaban harus menghadapi caleg yang juga Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua; dari PKB ada artis Ridho Roma; ada artis senior dari PDIP, Yessy Gusman; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, artis yang diusunng PAN, Primus Yustisio; ada pula mantan pendiri Partai Keadilan yang maju dari Hanura, Yusuf Supendi; serta mantan Menteri Pertanian yang juga caleg dari Partai Nasdem, Soleh Solahuddin.


Pertarungan segera dimulai. Rakyat akan menjadi juri. Semoga pilihan mereka tepat belaka. (Yus)


Article source: http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/05/11/m3t9ux-materi-kontroversi-militer-as-3habis-10-persen-muslim-membenci-anda


Berjuang di Dapil 'Neraka', Bertarung di Dapil 'Surga'

Thursday, May 30, 2013

Mendadak Doyan 'Manggung'

Anas Urbaningrum dan Wiranto


Jelang Pemilu 2014 beberapa tokoh mendadak mencari panggung di berbagai media, salah satunya televisi. Bukan memperbincangkan bidangnya, mereka ‘menyeleweng’ ke peran lain mulai komentator bola hingga hadiri konser musik.


Kehadiran seorang politikus, menteri dan anggota legislatif di televisi mungkin bukan hal yang aneh. Setiap hari mereka berbicara tentang berbagai persoalan, mulai politik, ekonomi, hingga kemanusiaan.


Namun apa jadinya, mereka muncul di televisi sebagai pembawa acara, komentator sepakbola, hingga tampil dalam sebuah ajang pencarian bakat. Bahkan, ada juga yang memberikan secara simbolis hadiah.


Tentu hal ini memunculkan berbagai spekulasi. Dan sah saja jika kemunculan mereka itu dikaitkan dengan Pemilu yang tidak lama lagi. Bisa saja itu upaya agar semakin dikenal oleh publik.


Salah satu yang membuat kejutan adalah Gita Wirjawan. Menteri Perdagangan ini dipercaya menjadi komentator saat final Liga Champions, Minggu dini hari kemarin. Partai puncak itu mempertemukan dua klub sepakbola Jerman, Borussia Dortmund dan Bayern Munich yang bertanding di Stadion Wembley.


Dalam acara yang dipandu oleh Darius Sinathrya tersebut, Gita lebih banyak menjawab pertanyaan seputar dampak Liga Champions terhadap perekonomian negara-negara Eropa. Gita yang pada dini hari mengenakan kemeja putih dengan jaket hitam, menjelaskan bagaimana Liga Champions berdampak positif bagi negara penyelenggara.


Gita yang menjagokan Borussia Dortmund mengatakan, dua klub Bundes Liga tersebut bisa melaju ke babak final karena memiliki penataan keuangan yang baik. Karena itu, menurutnya, negara-negara tersebut bisa menjadikan kedua klub tersebut sebagai panutan.


Sayang, klub yang dijagokan Gita Wirjawan harus menelan kekalahan setelah ditekuk oleh Bayern Munich dengan selisih skor tipis 2-1.


Sebelumnya, Gita juga memukau dengan memamerkan keahliannya berpiano pada sejumlah wartawan yang hadir di gedung Kementerian Perdagangan, pada Jum’at (17/5) sore.Di samping kiri Gita, tampak Tompi kenakan topi khas yang sering dikenakannya.


Gita secara khusus memainkan piano mengiringi alunan lagu yang dibawakan oleh Tompi. Lagu yang dinyanyikan Tompi adalah Juwita Malam.


Seperti diketahui Gita digadang-gadang menjadi salah satu calon presiden (Capres) dan mulai dilirik Partai Demokrat.


Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga mengungkapkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersiapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan sebagai calon presiden 2014. Menurutnya, SBY sudah merestui Gita bertarung sebagai capres, tetapi tetap mempertimbangkan tingkat elektabilitas.


“Gita masuk bursa Ketua Umum Partai Demokrat dan sasaran akhir untuk Gita sebenarnya capres 2014,” katanya.


Ia mengatakan, nama Gita kini telah masuk sebagai salah satu calon presiden dalam sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga. Dengan hasil sejumlah survei, menurutnya, SBY yakin memberikan restu kepada Gita. “Seperti yang dilakukan oleh LSI, SMRC, Politicalwave dan survei persepsi dri 100 opinion maker yang dilakukan LSI Burhan Muhtadi Desember tahun lalu untuk menjaring Capres 2014 dari sisi kualitas,” katanya.


Mengapa Gita? Kastorius mengatakan, Gita dianggap merepresentasikan figur pemimpin masa depan Indonesia pasca-SBY. Selama dua periode kepemimpinan SBY, ia dianggap salah satu tokoh di balik keberhasilan tim ekonomi SBY.


“Saat ini, sebagai Mendag berani dan berhasil melawan gempuran impor asing lewat kebijakan-kebijakan pro rakyat seperti penerapan HPP garam, pembatasan impor hortukultura dan penerapan sistem HPP Kedelai,” kata Kastorius.


Intinya, lanjut dia, narasi besar Indonesia ada di bidang ekonomi. “Untuk mengemban ini, Gita layak karena dia sangat disegani dan sekaligus disenangi stakeholder ekonomi dunia,” katanya. Alasan lain, kata Kastorius, Gita tergolong masih muda dan berasal dari generasi muda yang mewakili pemilih pemul yang akan menjadi mayoritas voters pada Pemilu 2014.


“Sebagai tokoh muda, dibanding dengan tokoh-tokoh lain, Gita relatif terbebas dari beban sejarah kelam masa lalu. Artinya, Gita menjadi sangat layak untuk membawa layar Indonesia semakin berkembang di domestik dan global,” kata Kastorius.


Meski demikian, menurut  Lingkaran Survei Indonesia elektabilitas Gita belum positif.”Ada sejumlah nama yang kita survei, seperti Chairul Tandjung, Gita Wiryawan dan lainnya. Tetapi perolehan dukungan hanya nol koma sekian %,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby Maret lalu.


Adjie mengungkapkan, ada lebih dari 10 nama yang disurvei termasuk Chairul Tanjung dan Gita. Dari nama-nama itu, lanjutnya, muncul empat nama yang menempati posisi teratas.”Empat nama teratas dikuasai oleh tokoh-tokoh partai nasionalis. Megawati Soekarnoputri 20,7 %, Aburizal Bakrie 20,3 %, Prabowo Subianto 19,2 % dan Wiranto 8,2 %,” tuturnya.


Adjie menambahkan, nama Gita pun kalah jika dibandingkan dengan tokoh dari partai Islam yang diantaranya berada di pemerintahan Presiden SBY seperti Hatta Rajasa, Suryadharma Alie dan Muhaimin Iskandar. Bahkan dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan istri Presiden SBY, Gita pun masih belum bisa bersaing.


“Ketum PAN Hatta Rajasa memperoleh dukungan 6,4 %, Ketum PPP Suryadharma Ali 1,9 %, Ketum PKB Muhaimin Iskandar 1,6, Presiden PKS Anis Matta 1,1 % dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh 2,1 %. Sedangkan Ani Yudhoyono 2,4 %,” ucapnya.ins


Wiranto-Anas Tak Mau Kalah
Ajang pencarian bakat X-Factor yang ditayangkan di RCTI, akhirnya dimenangkan Fathin Shidqia. Fathin berhasil mengalahkan pesaing terberatnya Novita Dewi. Di tengah meriahnya para pendukung Fathin, tiba-tiba nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto disebut MC sebagai pihak yang menyerahkan hadiah kepada pemenang.”Hadiah akan diberikan langsung oleh bapak haji Wiranto,” kata MC Robi Purba, Jakarta, Sabtu (25/5).


Saat naik ke atas panggung, Wiranto yang mengenakan pakaian hitam lengan panjang tersenyum sambil menyalami pemenang X-Factor. Saat memberikan hadiah secara simbolik kepada Fathin, Wiranto terlihat hanya tersenyum tanpa mengucapkan kata.


Kehadiran Wiranto tentu mendatangkan tanda tanya besar. Wiranto adalah seorang politikus, sedangkan X-Factor merupakan acara entertainment, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh. Kehadiran Wiranto diduga terkait strategi politik untuk Pemilu 2014?


Mengingat, sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura Yuddy Chrisnandi mengatakan persoalan pemanfaatan iklan di media MNC Group merupakan janji CEO MNC Group sekaligus Ketua Dewan Pakar Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT).


“Wah enggak ngerti, itukan janjinya HT untuk all out membesarkan Hanura dan mendukung Pak Wiranto jadi presiden. Jadi konsekuensinya ya harus munculkan iklan-iklan Hanura dan Pak Wiranto di media yang dimilikinya. Tentu jangan sampai melanggar aturan,” kata.


Anas Urbaningrum juga muncul meski statusnya kini tersangka. Pada pertandingan Liga Champions yang mempertemukan dua klub raksasa Liga Inggris, Chelsea menjamu Manchester United, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dipercaya menjadi komentator. Dalam pertandingan yang dihelat di Stamford Bridge, Anas menjagokan Setan Merah.


Kebetulan atau tidak, pada pertandingan tersebut, anak asuh Sir Alex Ferguson berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang tersebut diciptakan dari pemain penyerang Wayne Rooney setelah mendapat assist dari Ryan Giggs.


Selain menjadi komentator resmi di stasiun televisi, Sarjana ilmu politik Universitas Airlangga Surabaya ini kerap menuliskan prediksi pertandingan sepakbola di akun Twitter miliknya, @anasurbaningrum.


Anas mengatakan, kegemarannya terhadap sepakbola diturunkan dari ayahnya yang juga seorang pecinta bola.


Sementara pada final Piala Dunia 2010 yang dihelat di Afrika Selatan yang mempertemukan Belanda melawan Spanyol, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dipercaya sebagai komentator di televisi. Pada final yang diadakan Soccer City, Johannesburg tersebut, Irman menjagokan klub matador Spanyol.


Irman mengatakan, faktor yang mengantarkan tim besutan Luiz Aragones itu mampu melaju ke babak final adalah tingkat kreativitas, kecerdikan dan penguasaan bola di lini tengah yang menjadikan ciri khas mereka. Dengan ciri tersebut, lanjut Irman, Spanyol mampu membuat lawan kesulitan dalam menyerang maupun bertahan.


Pada final yang diselenggarakan pada Senin, 12 Juli 2010 tersebut berkesudahan dengan skor 1-0. Orang yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol adalah Andres Iniesta yang berhasil membobol gawang Maarten Stekelenburg pada menit ke-116 lewat perpanjangan waktu.


Irman menambahkan, dengan kesuksesan Afrika Selatan dalam menggelar Piala Dunia bisa dijadikan contoh bagi persepakbolaan Indonesia. Dia pun berharap, suatu saat nanti, tim merah putih juga bisa berlaga di Piala Dunia. Biar terkenal nih!ins


Pejabat Pun Eksis ‘Ngartis’, Etiskah?
Entah sekadar aji mumpung–mumpung terkenal — atau tidak, kini pejabat publik makin banyak yang dengan percaya diri action di depan kamera sebagai bintang iklan komersial. Etiskah?


Bila ditelisik dari segi aturan, beberapa nama menteri hingga walikota yang menjadi bintang iklan produk memang tak melanggar karena tidak ada Undang-Undang (UU) yang melarangnya. Padahal secara etika hal tersebut bermasalah.


Bukti terbaru adalah nongolnya foto Marzuki Alie, Ketua DPR di selebaran dan situs resmi PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dengan posisi sebagai penasihat. Meski menurut politisi Demokrat ini,  gambarnya bersama Direktur Utama Michael Ong–yang kini diduga melarikan diri ke luar negeri dengan membawa uang Rp 40 miliar—diambil saat launching produk dan tak pernah izin dirinya untuk dijadikan bahan promosi, tapi tetap saja nama Marzukie terseret dalam kasus investasi bodong tersebut.


“Iklan-iklan itu sebetulnya bermasalah karena memperlihatkan keberpihakan pejabat publik pada produk tertentu dan mencoreng jabatan yang mereka pangku,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens.


Berbeda dengan anggota DPR yang memiliki aturan tidak boleh berprofesi ganda, sehingga artis pun dilarang ‘ngamen’ lagi bila sudah duduk di parlemen. larangan tegas profesi ganda anggota dewan diatur dalam Undang-Undang Nomor 27/2009 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD. Meski kenyataan di lapangan masih ada beberapa politisi artis yang ‘diam-diam’ main sinetron dan menjadi host acara televisi.


Sebelumnya, Marzuki juga iklan komersial produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion. Marzuki kala itu menjelaskan, ia sudah lama kenal sang presiden direktur perusahaan dalam negeri itu sejak Pemilu 2004.


Menurut Boni, tak adanya aturan mengenai itu menjadi celah yang membenarkan para pejabat negara menjadi bintang iklan. Tidak salah memang secara hukum. Tapi salah secara moral politis. Ia pun berharap ke depan UU Pejabat Publik mengatur hal tersebut.


Boni pun menduga para pejabat yang menjadi bintang iklan saat ini melakukannya demi mendongkrak popularitas. Sebab dilakukan secara dadakan dan mengejutkan.


Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan juga pernah tampil pada iklan tentang menyambut ulang tahun perusahaan nasional, Astra Internasional.


Dengan memberikan sambutan atas ulang tahun Astra Internasional ke-55, Gita yang mantan bos Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini, mengapresiasi pencapaian Astra Internasional dalam mendukung perekonomian Indonesia. Iklan tersebut disiarkan di beberapa televisi swasta nasional.


Ada juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Saat menjadi walikota Solo secara aktif menjadi brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka karya putra-putri Indonesia. Berawal dari sini, nama Jokowi dan produk mobil Esemka menjadi dikenal.


Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam waktu dekat juga akan tampil sebagai bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul. Dahlan akan tampil sebagai bintang iklan tanpa dibayar.


Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, Dahlan dipilih karena merupakan sosok yang dicintai oleh masyarakat. Meskipun Dahlan adalah seorang menteri, tetapi Dahlan tidak melanggar peraturan dengan menjadi bintang iklan.


Selain itu, Dahlan juga aktif mempromosikan mobil listrik asli buatan Indonesia jenis city car, Ahmadi dan sejenis ‘Ferrari’ listrik, Tucuxi. Meskipun hal tersebut merupakan inisiatif Dahlan semata, namun mantan bos Jawa Pos Group ini aktif di media mempromosikan mobil listrik made in Indonesia tersebut.


Sebelumnya, KSAD Jenderal Pramono Edhie juga menjadi bintang iklan Kuku Bima dan Menteri BUMN Sofyan Djalil juga mempromosikan produk asuransi InHealth.


Etika memang tak berbuah penjara jika dilanggar. Tapi, pejabat beretika sangat dibutuhkan negeri ‘galau’ Indonesia.ins,dtc,mtv


Pejabat Eksis di Iklan Komersial


Marzuki Alie, Ketua DPR


  • Promosi PT Golden Traders Indonesia Syariah/GTIS (selebaran dan di situs resmi)

  • Promosi produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion (iklan televisi)

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan


  • Iklan menyambut ulang tahun Astra Internasional (iklan televisi).

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo


  • Brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka

Menteri BUMN Dahlan Iskan


  • Bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul.

  • Aktif mempromosikan mobil listrik ‘Ferrari’ Tucuxi

  • Menjadi ikon sepatu DI 19

KSAD Jenderal Pramono Edhie


  • Menjadi bintang iklan Kuku Bima (iklan televisi)

Menteri BUMN Sofyan Djalil


  • Mempromosikan produk asuransi InHealth.

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/21/menteri-agama-jika-garuda-diganti-perkutut-itu-bukan-lagi-lambang-negara


Mendadak Doyan 'Manggung'

Tuesday, June 25, 2013

Kerjasama dengan bukan Islam dalam pemerintahan

Soalan;
Saya ingin bertanya tentang hukum bekerjasama dengan orang bukan Islam dalam pemerintahan dan pentadbiran negara.


Jawapan;


1. Berkerjasama dengan orang bukan Islam untuk mencapai perkara yang menjadi maslahah bersama sesama manusia (kesejahteraan hidup duniawi, keadilan, membenteras kezaliman, penyelewengan, rasuah, menjamin kehidupan rakyat yang lebih baik dan sebagainya) tanpa melanggar mana-mana hukum-hakam Syariat, hukumnya adalah harus. Dalam al-Quran, Allah menjelaskan bahawa Nabi Muhammad diutuskan sebagai rahmat untuk sekelian alam.

“Dan tidak Kami utuskan engkau wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Surah al-Anbia : ayat 107)


Terdapat juga di dalam al-Quran ayat yang menegaskan tidak dilarang orang Islam untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang bukan Islam yang baik yang tidak memusuhi kaum muslimin sekalipun pada zahirnya sahaja.


“Allah tidak menegah kamu dari berbuat baik dan berlaku adil (kepada orang-orang bukan Islam) yang tidak memerangi kamu kerana agama kamu dan tidak mengusir kamu dari tanah air kamu. Allah mengasihi orang-orang yang berlalu adil.” (Surah al-Mumtahanah : ayat 8)

2. Dari segi praktik pula, Nabi Muhammad -sallalalhu ‘alaihi wasallam- telah mengadakan perjanjian Madinah (Sahifah Madinah/Piagam Madinah) yang membabitkan bukan sahaja golongan Islam tetapi juga kabilah Yahudi di Madinah. Jika berpakat dengan orang bukan Islam haram secara mutlaknya, nescaya Nabi tidak akan mengadakan perjanjian dengan mereka. Adapun ada kabilah Yahudi yang diusir dari Madinah oleh Nabi. Hal itu kerana mereka melanggar perjanjian dengan Nabi dan mengkhianati baginda. Jika mereka terus setia dengan Nabi, nescaya mereka akan terus hidup aman damai di Madinah sebagai Ahlul-Zimmah.


Rasulullah pernah memberitahu para sahabatnya bahawa beliau pernah menyaksikan persepakatan yang dibuat oleh beberapa pemimpin Quraisy di Makkah sebelum baginda dilantik menjadi Rasul (iaitu persepakatan yang dipanggil Halful-Fudhul. Ketika itu usia Nabi 25 tahun). Persepakatan itu mereka meterai bersama untuk mempertahankan sesiapa yang dizalimi di Makkah atau dirampas haknya. Nabi berkata; “Jika aku diajak untuk turut sama menyertai persepakatan serupa, nescaya aku akan menyertainya. Ia lebih aku suka daripada unta merah.” (al-Ahkam al-Sultaniyah, Imam al-Mawardi). Perhatikan, bagaimana Rasulullah berhasrat menyertai persepakatan yang baginda sendiri tahu bahawa mereka yang terlibat semuanya bukan Islam. Namun oleh sebab isi persepakatan itu sama dengan apa yang dituntut oleh Islam iaitu keadilan untuk manusia, maka baginda menyokongnya.


2. Kerjasama yang diharamkan ialah yang merugikan Islam dan kaum muslimin, antaranya untuk menegakkan mana-mana sistem pemerintahan yang bercanggah dengan Syariah Islam (sekular, sosialis, komunis dan sebagainya), membantu orang kafir untuk memerangi kaum muslimin (sebagaimana pemimpin-pemimpin Arab bersekongkol dengan Amerika untuk menyerang Iraq), menolak Syariat Allah atau mengambil pendekatan yang bercanggah dengan Syariat, menafikan hak kaum muslimin kerana lebih mengutamakan persepakatan dengan orang bukan Islam dan sebagainya lagi yang merugikan Islam dan umat Islam.  Dalam apa keadaan sekalipun, seorang muslim wajib mengutamakan Islam dan umat Islam. Jika suatu persepakatan boleh merugikan Islam dan umat Islam, haram orang Islam menyertai persepakatan sebegitu. Di dalam al-Quran Allah melarang orang beriman berteman rapat dengan orang-orang kafir dengan menyisihkan orang-orang beriman. Begitu juga, Allah melarang mengambil orang-orang yang memusuhi Islam dan umat Islam sebagai teman dan kawan.

“Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang-orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diri-Nya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali.” (Surah al-Imran : ayat 28)


“Sesungguhnya Allah hanyalah melarang kamu daripada menjadikan teman rapat orang-orang yang memerangi kamu kerana agama (kamu), dan mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu, serta membantu (orang lain) untuk mengusir kamu. Dan (ingatlah), sesiapa yang menjadikan mereka teman rapat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (surah al-Mumtahanah : ayat 9)


3. Dari segi pemerintahan negara, Ketua Negara (Khalifah/Sultan/Presiden) wajib dari kalangan orang Islam kerana kewajipan ketua negara dalam Islam bukan sahaja mentadbir negara, tetapi juga menegakkan agama. Imam al-Mawardi (salah seorang tokoh ulama silam dalam bidang politik Islam) tatkala mendefinisikan Khilafah (iaitu jawatan tertinggi dalam pemerintahan Islam), beliau menjelaskan; “Khilafah ialah pengganti kepada Rasulullah untuk melaksanakan tugas menegakkan agama dan mentadbir negara” (al-Ahkam as-Sultaniyah). Seorang bukan Islam sudah tentu tidak akan melaksanakan tugas menegakkan agama sekalipun mungkin mampu mentadbir negara dengan baik.


Selain itu, Allah berfirman (bermaksud); “Milik Allah lah kemuliaan, juga milik Rasul-Nya serta kaum muslimin”. Jika ketua negara bukan berada pada tangan orang Islam, pasti kemuliaan yang disebut Allah dalam ayat ini tidak akan berlaku. Oleh itu, wajib kaum muslimin memperjuangkan kepimpinan Islam atau mempertahankannya sebagaimana mereka wajib memperjuang dan mempertahan kedaulatan Syariah dalam perlembagaan dan undang-undang.


4. Adapun menteri (wazir), para ulama membahagikannua kepada dua kategori;
i. Wazir at-Tafwidh; iaitu menteri yang diserah mandat oleh ketua negara untuk membentuk kerajaan (termasuk melantik menteri dan penjawat jawatan penting negara/negeri seperti ketua hakim, ketua tentera dan sebagainya) dan mentadbir urusan negara berdasarkan ijtihad dan pertimbangannya. Pada hari ini, yang masuk dalam kategori ini ialah perdana menteri, menteri besar atau seumpama mereka. Menteri dalam kategori ini wajib dari orang Islam dengan sepakat para ulama. Tidak harus dilantik dari kalangan orang bukan Islam.
ii. Wazir at-Tanfidz; iaitu menteri-menteri pelaksana. Mereka adalah pelaksana dasar-dasar yang telah diputuskan oleh ketua negara atau majlis syura (Ahlul-Halli Wal-’Aqdi) dan tertakluk dengan arahan perdana menteri (atau orang yang memegang Wazir at-Tafwidh tadi). Menteri dalam kategori ini, menurut ulama – harus dilantik daripada kalangan orang bukan Islam mengikut kesesuaian jawatan dengan mereka.     


http://ilmudanulamak.blogspot.com/


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Kerjasama dengan bukan Islam dalam pemerintahan

Monday, December 24, 2012

Ketua MPU Aceh pun Terkena DBD

Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Aceh, Drs. Tgk. H. Gazali Mohd Syam terserang penyakit  Demam Berdarah (DBD) di Lhokseumawe. Saat ini ia sedang dirawat di rumah sakit Bunga Melati Kota Lhokseumawe.

Informasi Ketua MPU Aceh  sedang sakit diperoleh dari keluarganya saat The Globe Journal hendak mengkonfirmasi menyangkut dengan perayaan Tahun Baru 2013 dan hukum dalam Islam mengucapkan selamat Natal untuk umat Kristen.

“Bapak lagi sakit, terserang demam berdarah di Lhokseumawe,” ungkap istrinya Afnizar saat dihubungi oleh The Globe Journal Senin (24/12/2012).

Menurut penjelasan Afnizar istrinya Ketua MPU Aceh Drs. Tgk. H. Gazali Mohd Syam. Ia terserang sakit saat pulang ke Lhokseumawe bersama keluarganya. Sesampai di Lhokseumawe ketua MPU Aceh harus dilarikan ke rumah sakit akibat terserang penyakit DBD.

“Sudah dua hari ini Bapak masuk rumah sakit,” tukasnya kembali.

Istrinya Afnizar sempat meminta maaf, bukannya Drs. Tgk. H. Gazali Mohd Syam  tidak mau mengangkat telephon. Akan tetapi, ditangannya terpasang infus, sehingga tidak bisa menggerakkan tangannya.

“Bapak gak bisa angkat telphon, karena tangannya masih ada infus, jadi ini dengan istrinya,” jelas Afnizar kembali.

Article source: http://kabarcepat.com/2012/12/23/-cegah-remaja-masuk-tempat-hiburan-fpi-nyaris-bentrok-lawan-preman-


Ketua MPU Aceh pun Terkena DBD

Sunday, March 31, 2013

Berbagai Ormas Sepakat Tolak Pasal Santet




JAKARTA, suaramerdeka.com - Rencana Pasal Santet yang digulirkan pemerintah ke DPR untuk disahkan ke dalam Rancangan Undang Undang (RUU) KUHP terus menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Bahkan sejumlah ormas secara tegas menolaknya.

Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), Ki Kusumo menilai, Pasal Santet itu rawan fitnah.

“Masalah santet pembuktiannya sulit. Kalau masuk RUU KUHP, sama saja menyuburkan fitnah,” tegas Ki Kusumo di Jakarta Minggu (31/3).

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) juga angkat bicara soal Pasal Santet. “Karena Pasal santet itu DPR punya alasan keliling ke luar negeri. Padahal itu kan hanya menghamburkan uang rakyat,” ujar Ketua FPI Jakarta, Habib Selon.

Senada juga dilontarkan Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM).  Menurut Ketua FPMM Jakarta Timur, Ade M Nur Ngudu, Pasal Santet tak perlu dimasukkan ke RUU KUHP.

“Masalah ini terus jadi perdebatan, karena pembuktiannya kan sulit. Makanya Pasal Santet tak perlu diatur dalam RUU KUHP,” jelas pria yang juga Ketua Umum Lintas Ormas ini.

Bahkan Ketua Umum Relawan Beringin, Jamaludin justru menuding pemerintah dan DPR menyimpan sesuatu di balik Pasal Santet.

“Saya lihat soal Pasal Santet koq cuma akal-akalan aja. Ada semacam kepentingan dibalik semua masalah ini. Kalau ada Pasal Santet, setan-setan sekalian aja dibikinin KTP, biar sama-sama ngga masuk akal,” katanya.

Sementara itu, Paguyuban Minang Bersatu (PMB) tak kalah keras menyuarakan masalah Pasal Santet.

“Urus itu Century, urus korupsi. Jangan masalah-masalah ngga penting justru diperdebatkan,” tutup Ketua PMB Jakarta, Zuchli Imran.

(
Benny Benke / CN37 / JBSM
)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter
twitter
dan Facebook
Facebook

Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/03/31/078470281/Mangga-Muda-Cara-Soeharto-Redam-Demonstrasi-HMI


Berbagai Ormas Sepakat Tolak Pasal Santet

Friday, February 2, 2018

Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam


Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam


Jakarta
-
Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan seusai Salat Gerhana Bulan di Masjid Al-Azhar. Dia bicara soal kekuatan umat Islam hingga pentingnya anak muda dan pendidikan.
Awalnya, Zulkifli mengingatkan jemaah bahwa zaman saat ini telah berubah. Menurutnya, sistem yang ada sekarang adalah sistem liberal dan kapitalis.
"Saya mengingatkan saja bapak bapak suka, atau tidak suka, zaman kita ini sudah berubah, kita memasuki babak baru. Apa yang disebut liberalis kapitalis. Masuk pada persaingan bebas. Pertarungan bebas," kata Zulkifli di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (31/1/2018).
Karena itu, dia meminta umat Islam tidak hanya berlaku baik saja namun harus cerdas dalam menghadapi tantangan zaman. Dia juga berharap kekuatan umat Islam itu bisa dikonversi menjadi kekuatan di bidang ekonomi dan politik.
"Karena itu, baik tidak cukup, baik, pintar dan berani. Umat Islam yang berani harus mampu kita konversi menjadi kekuatan. Baik kekuatan ekonomi maupun politik. Tanpa itu kita akan selalu jadi pengikut," tutur Zulkifli yang juga Ketum PAN.
Dia lantas menyampaikan tiga pesan kepada jemaah yang hadir. Pertama, bangsa Indonesia dan umat Islam harus mampu menyadari karakter dirinya masing-masing.
"Karena itu menghadapi situasi sekarang ini pertarungan bebas. Apalagi ini masuk tahun politik. Bung Hatta sudah mengingatkan kita. Umat Islam yang besar akan akan berdaulat kalau umat Islam itu menyadari, kalau umat Islam itu sadar," imbuhnya.
"Apa maknanya? Maknanya tidak melakukan persaksian yang palsu dalam hal zaman ini tahun politik, pilpres, pilkada, pileg. Persaksian dalam memilih imamnya, pemimpinnya, wakilnya tidak karena hutang budi. Tidak karena iming-iming, tidak karena uang, sembako. Tapi sungguh-sungguh menyadari," sambungnya.
Selanjutnya, Zulkifli mengingatkan jemaah untuk senantiasa melakukan evaluasi diri. Menurutnya, fenomena alam yang terjadi hari ini harus dijadikan momentum untuk melihat kembali peran dari umat Islam.
"Mari kita peristiwa alam yang langka ini menjadi perenungan alam, kita berkontemplasi sejauh mana peram kita, peran umat Islam, kita kalau melihat dunia sedikit kita. Saudara-saudara kita di belahan dunia sana, kocar-kacir berkelahi satu sama lain, karena itu umat Islam bersatu, apapun ormasnya, sudahlah saling menghormati," imbuhnya.
Terakhir, Zulkifli meminta umat Islam untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Bagi Zulkifli, tanpa ilmu, generasi muda Indonesia akan kalah saing dengan bangsa lain.
"Anak muda kita persiapkan. Ilmu, ilmu, ilmu. Tanpa ilmu kita akan menjadi kuli di negeri sendiri dan negeri orang," ucapnya.

(knv/rvk)



Thanks for reading our article Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://news.detik.com/berita/3843873/salat-gerhana-di-al-azhar-ketua-mpr-bicara-kekuatan-umat-islam

powered by Blogger Image Poster

Monday, November 18, 2013

Langkah Asmirandah-Jonas Khawatir Ditiru

Jonas dan Asmirandah


FPI menuduh Jonas telah melakukan penistaan agama

JAKARTA- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya KH A Cholil Ridwan khawatir tindakan Asmirandah dan Jonas Rivanno akan ditiru banyak orang mengingat profesi keduanya sebagai publik figur.


Pernikahan Jonas dan Asmirandah menuai sorotan karena Jonas memeluk agama Islam atau mualaf sebelum menikah. Namun, setelah isu pernikahannya terkuak, Jonas membantah telah masuk Islam dan mengaku masih Kristen.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok dan Front Pembela Islam (FPI) Depok pun langsung mengecam bantahan Jonas. MUI Depok mengaku punya bukti kuat Jonas telah memeluk agama Islam seperti surat, foto dan saksi.  “Iya takutnya seperti itu (ditiru),” kata Cholil Ridwan dilansir okezone.


FPI pun melaporkan Jonas ke polisi karena dianggap melecehkan agama Islam. Mereka juga menganggap Jonas telah melecehkan lembaga negara seperti MUI dan KUA karena pura-pura masuk Islam agar bisa resmi menikahi Asmirandah. Setelah menikah, Jonas lantas kembali kepada agamanya semula.


Dalam hal ini Cholil Ridwan menilai status keislaman Jonas Rivanno gugur karena suami Asmirandah itu pernah membantah menjadi mualaf dan mengaku masih beragama Kristen.


“Berarti dia bukan Islam karena pernyataannya belakangan. Pernyataan itu menghapus kemualafannya. Masuk Islam itu menyatakan Islam dengan baca syahadat. Tapi dia tidak mengakui berarti kemualafannya gugur, keislamannya gugur,” tandasnya.


Menurut Cholil, Jonas harus membaca dua kalimat syahadat kembali jika untuk mendapatkan status keislamannya. Namun, Cholil mengatakan bahwa bintang sinetron itu akan dianggap telah mempermainkan agama.


“Dia harus baca syahadat lagi, tapi itu akan bisa dianggap mempermainkan agama. Secara syariat kalau baca syahadat lagi berarti dia Islam lagi,” terangnya.


Karena pernikahannya gugur, pasangan selebriti yang sering bermain sinetron bareng itupun bukan suami istri. Meski diwarnai kontroversi, Jonas dan Andah memang tetap merasa masih suami istri dan tinggal bersama.


“Masuk Islam itu menyatakan Islam dengan baca syahadat. Tapi dia tidak mengakui berarti kemualafannya gugur, keislamannya gugur. Karena dia tidak mengakui keislamannya, otomatis bukan suami istri lagi,” tegasnya.


Seperti diketahui, Jonas memeluk agama Islam dengan dipimpin Ketua MUI Depok pada bulan Agustus 2013 sebelum menikahi Asmirandah. Namun, setelah pernikahannya terkuak Jonas membantah telah masuk Islam dan mengaku masih beragama Kristen.


Sontak saja, MUI Depok mengecam bantahan Jonas itu karena mereka memiliki surat mualaf Jonas. Front Pembela Islam (FPI) Depok pun langsung melaporkan Jonas ke polisi karena dianggap mempermainkan agama.


Pada Sabtu kemarin, FPI kembali ke Polres Bogor untuk memberikan keterangan. “Kami baru menghadirkan saksi, yaitu keterangan MUI dan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Masjid (An Nur). Dan Ane baru di minta keterangannya sebagai pelapor,” kata Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri dilansir tempo.


FPI menuduh Jonas melakukan penistaan agama Islam karena membantah telah masuk Islam. Padahal, FPI memiliki bukti berupa pengakuan Ketua MUI Beji, Depok yang mengislamkan Jonas. Menurut Idrus, Jonas bisa kena pasal penghinaan dan penodaan terhadap agama. “Polisi akan mengembangkan kasus ini barang kali ada pasal (lain) yang berkaitan status Jonas,” kata dia. okz,tmp


Article source: http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/09/06/msod7e-hamas-serukan-semarakan-al-aqsha-untuk-melawan-aksi-ekstrimis-yahudi


Langkah Asmirandah-Jonas Khawatir Ditiru

Sunday, April 14, 2013

Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Perpolitikan nasional semakin mengkhawatirkan. Para pemimpin bangsa, dan daerah lahir dari proses politik yang semakin pragmatis dan transaksional yang ditandai dengan fenomena ongkos politik teramat mahal. Akibatnya para aktifis idealis tersingkir dari panggung politik, digantikan orang-orang berduit. Pengusaha makin dominan di partai politik.


Sejumlah senior dari organisasi ekstra universitas yang dikenal dengan sebutan Kelompok Cipayung hadir dan berbicara di forum Konferensi Nasional III Forkoma PMKRI di Denpasar, Bali, yang berakhir Minggu (14/4/2013).


Mereka tampil sebagai pembicara tentang kepemimpinan nasional. Mereka adalah Ketua Harian Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) M Alfan Alfian, Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, Sekjen Persatuan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)/mantan anggota DPR dari PKB Effendy Choirie, dan Sekjen Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Andaru Sanyoto.


Dari tuan rumah adalah Ketua Forkoma PMKRI Bali Yohanes Usfunan
dan Ketua Forum Komunikasi Alumni PMKRI Hermawi Fransiskus Taslim.


Forum Alumni Kelompok Cipayung di deklarasikan tanggal 25 Januari 2012, bertepatan memperingati 40 tahun dibentuknya Kelompok Cipayung, di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, 25 Januari 1972.


Saat itu forum bersama ini dibentuk lima organisasi kemahasiswaan, yakni Mahasiswa Islam (MI), Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


Para pembicara memetakan kekuatan dan kelemah, teladan atau contoh, dan mengkritisi kepemimpinan nasional sejak Indonesia merdeka, sampai saat ini. Menurut Alfan Alfian, saat pendiri bangsa, Soekarno-Hatta mempimpin negeri ini, Indonesia berada dalam kondisi pasang- surut untuk ukuran demokrasi.


Kebebasan demokrasi mengalami puncaknya saat diterapkan demokrasi liberal yang ditandai pemilu bebas tahun 1955. Era Soekarno berakhir, dan digantikan Soeharto. Pengganti baru ini kemudian dikenal dengan Orde Baru, ditandai dengan yang berkuasa adalah elite militer. Kemudian pada era reofrmasi, tampilnya presiden BJ Habibie, disusul Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kondisi terkini, pemimpin bangsa lahir dari situasi politik yang semakin pragmatis dan traksaksional. “Politik kita hari-hari ini, semakin pragmatisme-transaksional. Saya sekadar menguatkan elite politik dari kalangan pebisnis. Kalaupun ada aktifis, barangkali aktifis yang berbisnis,” ujar Alfan.


Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, senada memotret peta politik nasional. “Transaksional ini mewarisi Orde Baru terlalu prosedural administratif. Saat ini, situasi terbolak-balik. Pengusaha yang meng-engineer parpol sedemikian rupa, penguasa masuk ke parpol dan akan menjadi penguasa,” katanya.


Jika pada zaman Oder Baru, segala sesuatu dibatasi, karena pemimpin dari militer sangat kuat, sedangkan sekarang sebaliknya. “Seharusnya, pemimpin dengan postur militer yang sangat kuat, tetapi senyatanya lebih lembek dari sipil.”


Menurutnya, sektor politik, semakin ditandai transaksional. Biaya politik terlalu mahal. Prosedural pelaksanaan kongres satu parpol misalnya, untuk 459 cabang di 34 provinsi, peserta harus diongkosi dari daerah masing-masing ke lokasi kongres. Untuk pemilihan presiden satu kali putaran saja, seorang calon harus menyiapkan dana minimal 250 miliar.


“Ini persoalan bangsa. Belum lagi soal diskriminasi. Tujuh kata sudah dicabut dari pembukaan UUD 45, tetapi pemimpin masih tetap harus orang Jawa dan Muslim. Ini diskriminasi. Mestinya siapa pun boleh mencalonkan diri, tidak perlu dilarang, masalah terpilih atau nggak, itu urusan lain,” kata Riad.


Gurubesar Universitas Udayana yang menbajat Ketua Forkoma PMKRI Bali Drs Yohanes Usfunan mengatakan, dia dua kali mencoba maju sebagai calon bupati di NTT namun selalu gagal. “Mungkin karena saya terlalu idealis, tidak mau money politics,” ujarnya.


Ada pun Andaru Sanyoto mengatakan, republik ini lahir hanya dari satu pernyataan Sumpah Pemuda menjadi Sumpah bangsa. Kalau sudah perkataan tidak sama dengan perbuatan, entah masih adakah NKRI ke depan.


“Tuntutan zaman, meminta pemimpin yang mampu mendengar dan memutuskan. “Saya sudah memantau, saya sudah mengunjungi, tapi keberanian memutuskan tidak ada. Pemimpin ke depan, tidak hanya gagah perwira, tetapi harus juga berani memutuskan,” kata Andaru. (tribunnews.com/domu d ambarita)


Article source: http://www.solopos.com/2013/02/08/kover-sesuai-isi-376867


Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

Tuesday, May 14, 2013

Telepon yang Menggetarkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kamis, 17 Juni 2010, sekitar pukul 07.30. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (saat itu) Usman Hamid bersiap meninggalkan rumahnya di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Hari itu, dia berencana menjawab tawaran Ketua Umum Partai Demokrat (saat itu) Anas Urbaningrum untuk masuk ke partainya.


Saat di halaman rumah, tiba-tiba telepon seluler Usman berbunyi. ”Dari Pak Oetomo (Oetomo Rahardjo, ayah Petrus Bima, satu dari 13 aktivis korban penculikan 1997/1998 yang sampai sekarang belum diketahui nasibnya),” kenang Usman.


Dalam teleponnya, Oetomo menanyakan kebenaran berita di sejumlah media bahwa Usman akan bergabung dengan Partai Demokrat.


”Mas Usman, kita sudah sekitar 12 tahun berjuang bersama. Kami semua sebenarnya lelah karena sampai sekarang belum ada hasil. Namun, jika Mas Usman masuk partai, saya merasa ditinggalkan,” tutur Usman tentang pernyataan Oetomo di telepon tersebut.


Usman, salah satu pegiat gerakan hak asasi manusia, mengaku merasakan getaran berbeda dalam telepon itu. Pernyataan Oetomo di telepon yang dilakukan sambil menangis tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor yang membuatnya batal bergabung ke Partai Demokrat.


Sekitar dua minggu sebelumnya, Anas yang baru memenangi pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada Mei 2010 memang menawari Usman masuk Partai Demokrat.


”Kami memang mengajak aktivis, termasuk Usman, untuk bergabung agar Partai Demokrat lebih baik dan dinamis. Apalagi, sudah ada beberapa aktivis yang bergabung,” kenang Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, rekan dekat Anas.


Partai dan politik praktis pada umumnya, lanjut Saan, membutuhkan aktivis. Pasalnya, mereka punya pengalaman organisasi, jaringan, dan idealisme.


Saking seriusnya menawari Usman, Anas dan Saan menemui Usman dan teman-temannya di kantor Kontras, Rabu, 16 Juni 2010, malam. Dalam diskusi yang berlangsung hingga Kamis dini hari itu, Anas, antara lain, menegaskan, yang dilakukan Usman di Kontras perlu dilanjutkan di Partai Demokrat.


”Suasana pertemuan sampai Kamis dini hari itu, Usman bergabung dengan kami. Namun, dia minta waktu sampai Kamis siang untuk berpikir. Kamis siang, ternyata dia batal bergabung,” kenang Saan.


Masukan


Usman mengaku meminta masukan dari sekitar 1.000 temannya saat menerima tawaran dari Partai Demokrat. ”(Aktivis perempuan) Karlina Supelli pernah mengatakan, saatnya aktivis turun dari langit ke bumi, tak hanya bicara asas, tetapi juga strategi. (Intelektual) Daniel Dhakidae tidak mendorong atau menghalangi saya masuk partai. Namun, dia akan membela saya jika ada yang mencela keputusan saya masuk partai. Sebab, menurut dia, sudah saatnya mengisi ruang politik dengan energi positif,” kenang Usman.


Upaya minta pertimbangan, lanjut Usman, dilakukan karena ingin menempatkan keputusan untuk masuk partai sebagai keputusan bersama dan bukan pribadi. Dengan demikian, keputusan itu tidak membuatnya tercerabut dari kategori sosial dan komunitasnya selama ini.


”Kategori sosial dan komunitas amat penting bagi aktivis yang berpolitik. Pasalnya, mereka yang akan mendukung, mengingatkan, dan membela kami saat menghadapi tantangan di politik,” ucap Usman.


Ace Hasan Sadzily, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab Institut Agama Islam Negeri Jakarta periode 1997-1998 yang kini anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, juga berusaha menjaga hubungan dengan teman-temannya sesama aktivis yang kini berada di luar dunia politik praktis. Hal itu sebagai salah satu cara menghindari jebakan dalam permainan politik praktis yang penuh godaan.


Ketua Partai Amanat Nasional Bima Arya Sugiarto tetap mengajar di Universitas Paramadina, Jakarta, aktivitas yang telah dia lakukan sejak sebelum berpolitik praktis. Dengan mengajar, Bima berharap dapat merawat kemampuan berpikir dan kategori sosialnya sebelum berpolitik praktis, yaitu sebagai intelektual.


”Mengajar juga menjadi sarana pengingat dan pengaman saya agar tak tersesat di politik praktis. Pasalnya, jika saya mulai melenceng, ada mahasiswa atau dosen yang mengingatkan,” tutur Bima.


Akhirnya, hubungan yang intensif dengan komunitas dan kategori sosialnya membuat aktivis tetap punya identitas jelas dan posisi tawar dalam kerasnya persaingan di politik praktis.


Masalahnya, seberapa banyak aktivis yang menjadikan aktivitas politik sebagai keputusan bersama dan selalu menjaga hubungan dengan komunitas asal serta konsisten menjaga kategori sosialnya? Yang pasti, sejumlah aktivis muda telah berguguran di politik, baik karena terlibat korupsi, tak punya agenda yang jelas, maupun gagal dalam persaingan di internal partai.(IAM/EDN/RYO/NWO)


 


















Article source: http://www.merdeka.com/dunia/158-orang-serawak-masuk-islam.html


Telepon yang Menggetarkan

Saturday, December 28, 2013

Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Dok: KompasJakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden RI ke-4, almarhum Abdurrachman Wahid alias Gus Dur. 


Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur, saat memberi testimoni di Haul ke-4 Gus Dur, di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu  malam yang ditulis Minggu (29/12/2013).


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Karena Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi Gubernur Bangka Belitung, karena ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di Pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur. Antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri (Jend) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno. [005-kompas]


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/733088/nama-jonas-rivanno-setelah-memeluk-islam


Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Wednesday, January 1, 2014

Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden



JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden ke-4 RI, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur, bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur saat memberi testimoni di haul ke-4 Gus Dur di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013) malam.


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat dirinya berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Sebab, Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi gubernur Bangka Belitung ialah karena ia ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur, yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial, bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur, antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno.



Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/10/30/219525793/Ini-Kata-Jonas-Rivanno-Soal-Mualaf


Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Monday, January 21, 2013

Surya Paloh Tak Nyaman dengan Hary Tanoe?

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendiri Partai Nasdem, Surya Paloh, dinilai tidak nyaman dengan berbagai langkah yang dilakukan Hary Tanoesoedibjo selama ini di Partai Nasdem. Untuk mengatasi situasi itu, Paloh menginginkan posisi puncak, yakni ketua umum partai, pada kongres yang dijadwalkan digelar pada 25 Januari 2013.

Hal itu dikatakan Gun Gun Heryanto, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, ketika dihubungi, Selasa (22/1/2013 ), menyikapi perpecahan di internal Partai Nasdem.

Kemarin, Hary mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem. Alasannya, dia tidak setuju dengan keinginan pendiri Nasdem, Surya Paloh, yang ingin menjadi ketua umum Nasdem. Hary mengaku ingin mempertahankan kepengurusan saat ini yang diisi orang muda.

Tidak hanya Hary yang hengkang dari Nasdem. Setidaknya, ada tiga pengurus lain yang mengaku mundur, yakni Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Partai Nasdem Endang Tirtana.

Gun Gun mengatakan, sejak masuk Nasdem, Hary telah memosisikan diri lekat dengan branding partai. Hary dianggap sosok yang penting bagi Nasdem. Hal itu terjadi setelah pembingkaian berita dan iklan di media MNC Grup milik Hary.

Selain itu, kata Gun Gun, Hary juga menjadi penting terkait kekuatan finansial yang dimilikinya. Ketika Nasdem harus membangun infrastruktur partai di 100 persen provinsi, 75 persen di kabupaten/kota, dan 50 persen di kecamatan, Nasdem butuh suntikan dana yang tidak sedikit.

“Hary menjadi investor menjanjikan dengan segera menjadi ikon penting bagi Nasdem. Ini terbukti dari semakin populernya Hary, bahkan di level persepsi publik. Hary menjadi lebih populer dibandingkan Paloh yang memang sejak awal masih malu-malu terlibat dalam Partai Nasdem. Hal ini bisa kita lihat dengan strategi Paloh membuat Nasdem sebagai ormas terlebih dulu,” kata Gun Gun.

Gun Gun menambahkan, mundurnya Hary jelas akan merugikan Nasdem lantaran akan mengganggu persiapan Nasdem sebagai parpol potensial di Pemilu 2014. Elektabilitas partai sangat mungkin turun drastis.







Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1937902/iaea-berharap-masuk-ke-fasilitas-nuklir-iran


Surya Paloh Tak Nyaman dengan Hary Tanoe?

Tuesday, December 31, 2013

Ahok: Saya Tionghoa, Apa Bisa Jadi Gubernur?

Tribunnews.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden RI ke-4, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.


Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur, saat memberi testimoni di Haul ke-4 Gus Dur, di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013) malam.


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Karena Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi Gubernur Bangka Belitung, karena ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di Pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur. Antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri (Jend) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/23/mcc38s-damainya-islam-di-kamboja-2habis


Ahok: Saya Tionghoa, Apa Bisa Jadi Gubernur?

Tuesday, April 30, 2013

Wakil Ketua DPR Ragukan Pencalegan Angel Lelga

Wakil Ketua DPR Ragukan Pencalegan Angel Lelga


Liputan6.com, Jakarta : Artis cantik Angel Lelga telah menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bertarung pada Pemilu 2014. Angel akan bertarung di daerah pemilihan (Dapil) Solo.

Namun, pencalonan Angel menjadi wakil rakyat diragukan banyak kalangan, termasuk oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung atau akrab disapa Pram. Dia menilai langkah kalangan artis menjadi caleg seperti Angel Lelga dinilai aneh.


Lantaran, ucap Pram, banyak kalangan artis seperti Angel Lelga lebih banyak membicarakan tentang kehidupan pribadi ketimbang membicarakan hal-hal politik, seperti yang dilakukan Nurul Arifin, Tantowi Yahya, Dedi Miing Gumelar dan Rieke Diah Pitaloka.


“Saya enggak membayangkan kalau Angel Lelga nyaleg dari PPP. Kalau dari PDIP tidak mungkin. Saya search di Google ada artis yang tidak pernah bicara politik di publik tapi sering membicarakan tentang dirinya sendiri,” kata Pram saat menjadi pembicara di acara diskusi dan peluncuran buku Basa-Basi Dana Kampanye di Hotel Santika Premier, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (30/4/2013).


Politisi senior PDIP itu menilai sosok Angel Lelga berbeda dengan Tantowi, Nurul Arifin, Rieke Diah Pitaloka dan publik figur lain yang saat ini sudah terjun di dunia politik. “Kalau Mba Nurul Arifin mah smart. Sebetulnya Nurul, Rieke dan Tantowi tidak dimasukan sebagai publik figur, karena sudah bagian dari politisi, yang pemikiran dan sikapnya jauh lebih smart,” imbuh Pram.


Niat Angel Lelga menjadi wakil rakyat muncul karena dirinya sudah menjadi mualaf. “Saya mualaf, jadi saya ingin menjaga keislaman saya, dengan jadi caleg dari PPP,” ujar Angel di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin 22 April lalu.


Menurut Angel, keinginan terjun ke dunia politik muncul setelah melihat berbagai kesusahan rakyat Indonesia melalui berbagai media. “Saya ingin menjadi orang yang berguna untuk membantu rakyat kecil,” ucap perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Januari 1981.


“Apalagi yang saya perbuat, hidup yang lebih berguna lagi untuk orang. Saya harus menyuarakan rakyat-rakyat kecil, berbuat yang terbaik untuk rakyat,” imbuh Angel Lelga.


Angel Lelga yang akan maju di Daerah Pemilihan Solo optimistis dapat melaju mulus menuju Parlemen. “Saya lihat persaingan yang sangat besar, kita juga harus punya kualitas yang baik, saya juga mampu,” ujarnya.


Namun, ketika dimintai konfirmasi, apakah Angel telah berkoordinasi dengan mantan suaminya, Rhoma Irama, yang mulai mendeklarasikan siap menjadi calon Presiden 2014, Angel enggan menjawab. “Kita tanya rumput yang bergoyang,” kata Angel Lelga.(Ais)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/30/m1n98n-anggota-dpr-dpd-menolak-dansa-masuk-pon


Wakil Ketua DPR Ragukan Pencalegan Angel Lelga

Wednesday, December 19, 2012

Basuki: Saya Hanya Belum Dapat Hidayah Saja

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dikenal sebagai sosok yang blak-blakan. Saat menjadi pembicara di Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dia menceritakan bagaimana nada miring yang diterimanya saat mengikuti pilkada.
Sebagai keturunan Tionghoa, pria yang akrab disapa Ahok itu menyadari tantangannya saat terjun ke kancah politik.
“Jangan pilih Ahok yang kafir. Lalu kenapa tetap memilih Ahok? Nah ini alasannya pasti menarik,” kata Basuki dalam forum tersebut, Selasa (27/11/2012).
Basuki bercerita, selama 10 tahun, dia menjadi anggota parlemen lokal di daerah asalnya, Bangka Belitung. Dia pun menyadari posisinya sebagai orang Kristen.
“Saya Kristen, tapi sejak SD-SMP saya sekolah di sekolah Islam. Saya hanya belum dapat hidayah saja,” kata Basuki sambil tersenyum.
Dia juga mengaku belajar mengaji habis shalat isya. Namun, dia pernah merasakan ditolak masuk masjid oleh Ketua Panitia MTQ Provinsi Bangka Belitung 2006.
“Saya hanya belum mendapat hidayah,” tuturnya lagi.
“Kata warga, yang kami butuhkan yang bisa menyejahterakan umat, bukan mengaku KTP Islam tapi korupsi. Mending dipimpin Ahok daripada dipimpin orang yang ngaku punya hidayah tapi kafir,” tambahnya.
Seusai Basuki menyampaikan pandangannya, seorang perwakilan dari Norwegia yang hadir dalam dialog ini mengaku sangat puas dengan apa yang disampaikan oleh Basuki.
“Sekarang saya tahu mengapa Pak Basuki terpilih menjadi wakil gubernur,” kata dia disambut tepuk tangan para peserta dialog.
Dialog antarumat beragama ini merupakan inisiasi dari FKUB sekaligus menyambut beberapa orang perwakilan Norwegia dalam dialog hak asasi manusia (HAM) ke-11 yang berlangsung di Jakarta.
Dialog ini diarahkan untuk mengetahui dinamika FKUB sebagai leading sector kerukunan umat beragama di Provinsi DKI Jakarta. Hadir juga dalam dialog ini, Ketua FKUB KH Ahmad Syafii Mufid, Wakil Ketua FKUB Rudi Pratikno dan Echa Abdullah, serta Sekretaris FKUB H ME Syahroni.
Basuki: Saya Hanya Belum Dapat Hidayah Saja

Saturday, October 19, 2013

Kelompok Cipayung Siap Kawal Tahapan Pemilu 2014

Bengkulu – Lima organisasi mahasiswa ekstra kampus yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, siap mengawal tahapan Pemilihan Umum Legislatif 2014.


“Ada beberapa isu yang menjadi konsen kami, termasuk mengawasi proses politik yakni Pemilu Legislatif 2014,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Bengkulu Arif Suhartomo kepada wartawan di Bengkulu, Jumat.


Ia mengatakan hal itu disela-sela sarasehan bertajuk “Merevitalisasi gerakan pemuda dan mahasiswa di Bengkulu” yang digelar di kawasan wisata Pantai Panjang.


Lima organisasi pergerakan mahasiswa ekstra kampus yang masuk Kelompok Cipayung yakni GMNI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


“Hari ini kami bergerak dalam payung Cipayung Plus karena ada satu organisasi lainnya yang terlibat yakni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND),” kata Arif.


Ia mengatakan selain agenda politik dimana Indonesia akan menyongsong tahun politik pada 2014, terdapat beberapa keresahan lain yang menurut mereka perlu disikapi.


Terutama di Bengkulu, maraknya unjukrasa yang mengatasnamakan masyarakat namun para pengunjukrasa tidak berani menunjukkan identitas, menjadi sebuah pertanyaan yang patut disikapi dan dijawab tegas.


“Karena kalau berunjuk rasa dengan identitas yang tidak jelas, seperti memakai helm dan topeng lain itu jelas-jelas mengancam dan merusak citra pergerakan,” ujarnya.


Apalagi dengan isu aksi unjuk rasa yang diiming-iming bayaran tertentu dari aktor di balik aksi para pemuda dan mahasiswa menurutnya sangat merusak citra pergerakan mahasiswa dan pemuda sehingga perlu ditindak.


Pada kesempatan itu, para pemimpin organisasi tingkat cabang tersebut menandatangani nota kesepahaman tentang sejumlah permasalahan yang akan dikawal bersama.


Enam bidang yang dikawal bersama, selain politik yakni hukum, sosial, ekonomi, dan budaya serta pendidikan.


Bidang politik kata Arif, Cipayung akan fokus dalam pengawalan pemilu yang bersih dan transparan pada 2014.


Sementara bidang hukum, Kelompok Cipayung akan mengawasi rekonstruksi penegakan hukum dan HAM, bidang sosial terkait keterbukaan publik dan pemerataan pembangunan.


Bidang ekonomi yakni soal kerakyatan dan peningkatan pembangunan berkelanjutan, budaya tentang kearifan lokal dan pendidikan gratis untuk semua anak bangsa.


Nota kesepahaman tersebut ditandatangani para ketua organisasi mahasiswa tersebut yakni Ketua HMI Cabang Bengkulu Toni Kuswoyo, GMNI Arif Suhartomo, GMKI Roy Putrawan Manurung, PMII Deno Andeska Mandarlone, PMKRI Aprialdi Situmorang, dan LMND Bengkulu Yusuf Sugianto.


Article source: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2013&dt=0607&pub=Kosmo&sec=Terkini&pg=bt_17.htm


Kelompok Cipayung Siap Kawal Tahapan Pemilu 2014

Sunday, December 16, 2012

Dianggap Sesat, Seorang Dosen Syahadat Lagi - KOMPAS.com

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Mirza Alfath (37), disyahadatkan kembali di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (22/11) siang. Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat menyatakan bahwa Mirza sesat dari ajaran Islam, sehingga perlu lagi mengucap syadahat. 

Lahirnya rekom MPU Lhokseumawe bahwa Mirza sesat dari ajaran Islam dikaitkan dengan pernyataan-pernyataan dia di akun Facebook-nya yang terkesan merendahkan Islam, di samping terlalu mengagungkan rasionalitas serta tindakan Yahudi atas Palestina.

Persoalan ini mencuat, bermula dari insiden di rumah Mirza Alfaths di Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang dilempari batu oleh sekitar 20 anak-anak, Selasa (20/11) selepas magrib.

Aksi pelemparan itu diduga kuat terpicu oleh komentar Mirza di Facebook yang mengagung-agungkan Yahudi dan menghina Islam, sebagaimana dipersoalkan Teuku Zulkhairi MA, Ketua Depertemen Riset Rabithah Thaliban Aceh (RTA) dalam bentuk surat pembaca di Serambi edisi 20 November 2012 pada kolom Droe Keu Droe.

Malam itu, rumah Mirza yang baru dia bangun sedang kosong. Dia bersama keluarganya memang sering pulang ke rumah mertua yang juga bermukim di kawasan Keude Aceh, Lhokseumawe. Akibat dilempari, kaca jendela ruang tamu dan kamar tidur depan pecah.

Beberapa menit setelah rumah Mirza dilempari anak-anak usia SD dan SMP, polisi pun tiba di lokasi, langsung mengamankan rumah itu. Police line dipasang mengitari rumah Mirza.

Saat polisi tiba, masyarakat yang mendatang rumah Mirza makin ramai. Terdengar karut-marut warga terhadap Mirza, meski ia tak di rumah. Namun, berkat pendekatan persuasif pihak kepolisian dan para tokoh masyarakat setempat, akhirnya sekitar pukul 20.30 WIB warga yang bergerombol di depan rumah Mirza, membubarkan diri.

“Menghindari hal-hal yang tak diinginkan pascainsiden itu, Mirza bersama istrinya langsung kami amankan ke mapolres,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH, Rabu (21/11/2012).

Pascainsiden pelemparan batu tersebut, kata Supriadi, kondisi tetap stabil dan aman. Ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan masyarakat di Desa Keude Aceh yang ingin masalah itu diselesaikan sesuai prosedur, bukan dengan main hakim sendiri.

“Atas sikap damai yang diperlihatkan masyarakat sejak malam kejadian, membuat saya kagum dan bangga kepada masyarakat Keude Aceh,” demikian Kasat Reskrim.

Sementara itu, di Mapolres Lhokseumawe kemarin, Mirza “disidang” MPU Lhokseumawe atas pemikirannya terhadap Islam dan Alquran selama 3,5 jam (sejak pukul 08.30-12.00 WIB).

Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk Asnawi, menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Mirza berterus terang bahwa akun Facebook tersebut adalah miliknya. Berdasarkan pengakuan tersebut dan setelah MPU mempelajari isi Facebook-nya, maka ditarik kesimpulan bahwa Mirza telah sesat dari ajaran Islam.

Didasari atas kesimpulan itu, sebut Tgk Asnawi, Mirza pun mengaku telah keliru dan ia minta maaf. “Setelah meminta maaf, dia pun bersyahadat di hadapan kami,” ucap Tgk Asnawi.

Setelah rekomendasi MPU keluar, kemudian pada pukul 15.00 WIB dilakukan pertemuan antara MPU, Majelis Adat Aceh (MAA), Muspika Banda Sakti, dan aparat Desa Keude Aceh dan Simpang IV yang difasiliatsi pihak kepolisian. Pertemuan di aula Mapolres Lhokseumawe ini melahirkan sejumlah rekomendasi.

Setelah ada kesepakatan itu, Mirza pun dihadirkan dalam ruang pertemuan pada pukul 17.00 WIB. Dia mengaku siap menandatangani seluruh butir kesepakatan itu.

Pertemuan akhirnya dihentikan sejenak, karena masuk jadwal shalat Magrib. Setelah itu Mirza membacakan poin-poin kesepakatan, lalu ia kembali bersyahadat. Dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan yang diikuti seluruh perwakilan yang hadir, kecuali polisi.

Dalam kesepakatan itu dimuat klausul bahwa Mirza harus minta maaf secara terbuka di Masjid Islamic Center Lhokseumawe. “Kapan waktunya dia harus minta maaf di Masjid Islamic Center ataupun permohonan maaf secara resmi melalui media massa sesuai hasil kesepakatan, akan didiskusikan kembali,” ujar Wakil Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk H Abu Bakar Ismail.

Informasi terakhir diterima Serambi, untuk sementara hingga tadi malam Mirza masih diamankan pihak kepolisian. Dekan Fakultas Hukum Unimal, Sumiadi, menambahkan, sejak awal sampai perkembangan terakhir masalah yang melibatkan Mirza ini, proses akademik dan darma perguruan tinggi lainnya di FH Unimal berjalan normal.

“Di kampus tidak ada yang terpengaruh atau mengikuti pemikiran saudara Mirza,” tulis Sumiadi dalam suratnya ke Biro Serambi Indonesia di Lhokseumawe, Kamis kemarin. (bah)

 






Article source: http://www.theglobejournal.com/Sosial/siti-marhamah-itu-nama-barunya-sejak-masuk-islam/index.php


Dianggap Sesat, Seorang Dosen Syahadat Lagi - KOMPAS.com

Thursday, March 14, 2013

Icuk sugiharto Kapok Jadi Caleg

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA– Batas waktu pengajuan daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif 9 April 2013 tinggal tiga pekan lagi.

Fenomena yang tampak saat ini, semua partai, termasuk partai besar memburu artis sebagai vote getter menghadapi Pemilu 2014.

Namun tidak semua artis rupanya tertarik menjadi calon legislatif (caleg). Mantan pebulutangkis Icuk Sugiarto misalnya, merasa kapok menjadi caleg.

Saat sejumlah artis, dan olahragawan top berbondong-bondong masuk partai dan berusaha menjadi calon legislatif, legendaris bulutangkis nasional, Icuk Sugiarto malah tidak tertarik untuk menjadi calon legislatif (caleg).

“Saat ini saya sudah tidak tertarik duduk di lembaga legislatif, meski saya sudah setahun masuk partai politik. Jika para atlet dan artis ingin sejahtera dari menjadi anggota legislatif, itu salah,” ujar Icuk Sugiarto kepada Warta Kota (Tribunnews.com Network), Rabu (13/3/2013).

Pada Pemilu 2009, Icuk merupakan Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Kota Solo. Ia bertarung dari daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah.

Menurut Icuk anggota legislatif harus benar-benar bekerja untuk rakyat dan jangan hanya mementingkan urusan pribadi. Mereka yang menjadi anggota legislatif memang harus sudah benar-benar mapan dan sudah tidak lagi mementingkan materi sehingga fokusnya benar-benar untuk kemajuan rakyat.

“Kalau menurut saya menjadi anggota legislatif itu harus mau bekerja sosial, tidak mementingkan materi. Mereka yang bekerja di sana itu benar-benar mengawal kondisi yang terjadi di masyarakat tidak hanya duduk manis,” kata Icuk, politisi PPP.

“Jangan orang yang pas-pasan dari segi materi dan ingin mencari nafkah di sana. Nanti akhirnya yang akan terjadi sepeti sekarang ini kerja tidak maksimal dan hanya menginginkan gaji atau malah melakukan ada yang melakukan tindakan korupsi,” ujar Icuk yang saat ini masih menjadi Ketua Harian DPP Bidang Pemuda Olahraga dan Mahasiswa Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Artis masih memiliki magnet dan daya tawar cukup kuat di mata pemilih. Sehingga wajar disunting partai politik dalam pemilu legislatif mendatang, tak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa. Meski begitu PKB mematok standar bagi artis.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Abdul Malik Haramain mengakui partainya juga menggandeng artis. Mereka berpotensi besar sebagai pengumpul massa demi kemenangan PKB dalam pemilu mendatang yang bakal ketat ini.

“Kami tidak munafik bahwa salah satu kriteria artis masuk karena popularitas. Intinya kita tidak ingin punya artis yang jadi anggota DPR, tapi enggak bisa apa-apa,” ujar Malik usai diskusi menyoal RUU Pemilu bersama Perludem di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Rabu.

Standar yang diterapkan PKB, lanjut Malik, untuk membuang malu terhadap imej selama ini bahwa artis yang duduk di DPR RI hanya menjual popularitas tapi tak bisa memberikan kontribusi apa-apa. Karenanya, kendati artis, mereka juga ditanya kemampuan dan pengetahuan politiknya.

“Parpol juga mestinya malu sehingga kita tetap selektif (untuk artis). Dan itu harus dijaga. Di PKB caleg DCT (daftar calon tetap) itu biasanya kita panggil. Mereka dikasih pelatihan dan capacity building. Setelah jadi baru kita undang lagi untuk persiapan masuk Senayan,” paparnya.

Undangan bagi mereka yang disiapkan untuk ke Senayan, lanjut mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ini untuk dilatih bagaimana menghadapi publik, termasuk mengajarkan bagaimana menyampaikan gagasan, cara berbicara, hingga muatan pembicaraannya. Ini karena para artis datang atas inisiatif sendiri.

Partai Hanura membantah sejumlah artis papan atas yang bergabung ke partainya akan menjadi bakal calon anggota DPR atau legislatif (caleg). Sejauh ini mereka hanya sebagai kader Partai Hanura.

“Ada yang salah persepsi di publik, seolah-olah yang bergabung ke partai seolah jadi caleg. Bergabungnya artis ke Hanura, karena mereka melihat Partai Hanura bisa menjadi tempat pengembangan seni dan karya mereka, partai bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPPPartai Hanura, Yuddy Chrisnandi, kepada TRIBUNnews.com.

Yuddy mengakui ada sejumlah artis yang sudah bergabung ke Partai Hanura seperti Meriam Bellina, Krisdayanti, Renny Djayusman, Olla Ramlan, dan Iis Sugiyanto. Namun mereka justru menyatakan tidak ingin mendaftar menjadi caleg.

Menurutnya, artis bergabung ke Partai Hanura tidak harus menjadi caleg. “Mereka di Hanura hanya ingin aktif lewat karya seninya dan membangun bangsa. Beda dengan partai lain, yah saya sebut saja seperti PAN yang memang merekrut caleg dari artis,” terangnya.

“Sampai saat ini, belum ada satu pun dari mereka (kader dari artis) yang daftar caleg,” tandasnya.

Meski begitu, Yuddy mengungkapkan, sejumlah artis papan atas bersedia bergabung ke Partai Hanura melalui kerja jaringan. “Partai kan ada jaringan dan saling mengajak. Tapi, di Hanura tidak perlu sampai diimingi-imingi dia akan jadi caleg,” kata dia. (tribunnews/mtp/coz/fer/yat)

Article source: http://news.okezone.com/read/2012/11/28/59/724277/ibadah-haji-itu-unik-penuh-misteri


Icuk sugiharto Kapok Jadi Caleg