Showing posts sorted by relevance for query Namun. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Namun. Sort by date Show all posts

Wednesday, October 23, 2013

Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Flashback Setahun Jokowi-Ahok





Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...




Liputan6.com, Jakarta : Selain kinerja, sosok Jokowi-Ahok juga menjadi sorotan. Begitu terbuka, begitu apa adanya. Apalagi pas mendengar musik favorit. Tak ada jaim-jaimnya…


Berita Terkait



Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya


Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya



Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Uniknya selera musik keduanya berbanding terbalik dari penampilan karakternya. Jokowi yang berkarakter tenang dan kalem malah menyukai musik heavy metal. Sedangkan Ahok yang temperamental malah lihai dangdutan.


Jokowi kian dielu-elukan dan didorong-dorong sebagai capres. Sejumlah parpol berupaya meminangnya. Berbagai survei menempatkannya di posisi puncak. Ada juga sekelumit tantangan sumpah pocong dari pengacara Farhat Abbas hingga Lurah Susan nan cantik. Plus ‘nasihat’ dari Fauzi Bowo alias Foke sang mantan rival Jokowi-Ahok.


Berikut flashback sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada bulan kesebelas memimpin DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 Agustus hingga 14 September 2013:


Metal-Dangdut


Metallica menggelar konser di Jakarta pada 25 Agustus. Jokowi tak kuasa menahan rasa girang. Teringat bass yang diberikan pembetot bass Metallica Robert Trujillo telah disita KPK dari Jokowi. “Ya kalau dikasih lagi ya diambil. Setahu saya kalau dikasih langsung itu tidak akan disita,” kata Jokowi.


Jokowi pun memborong 6 tiket dan yakin konser Metallica tidak akan rusuh. Kostum khusus pun disiapkan Jokowi. “Yang jelas kaosnya warna hitam. Mau kaos apa? Sebut saja! Lamb of God, Megadeth, Metallica, ada semua. Itu kaosnya barang-barang lama semua. Saya itu kalau nonton-nonton konser itu selalu beli. Nonton Lamb of God, beli. Terakhir saya beli waktu nonton Guns N Roses,” urai Jokowi.


Bakal moshing saat nonton konser? “Ya ndak apa-apa, tapi masak gubernur disuruh moshing, disuruh head banging, kalau dulu waktu masih muda boleh-boleh saja,” seloroh Jokowi. Persiapannya? “Saya ya makan yang banyak, tapi wah… kok disuruh nyanyi?” elaknya.


Beredarlah BBM yang menyebutkan Front Pembela Islam (FPI) sweeping konser Metallica. Namun FPI membantahnya dan menyebut itu isu kacangan! Jokowi yakin pawai ribuan anggota FPI yang bersamaan hari digelarnya konser Metallica tidak rusuh. Polisi pun menerjunkan 2.694 personel untuk mengamankan konser Metallica.


Hari H menonton konser Metallica, Jokowi dikawal ketat. Jokowi yang mengenakan kaos hitam Metallica dan jaket kulit coklat pun ‘tersihir‘ Metallica, larut bareng sederet artis.


“Saya puaasss!” seru Jokowi. Sempat headbanging, Pak? “Ya mau bagaimana, mau jingkrak juga penuh kaya gitu. Mau headbanging ya ndak mungkin.” Menurut Jokowi yang tetap menjadi magnet dalam konser, penonton Metallica di Jakarta ‘ngerock‘ tapi santun.


Tidak hanya menghadiri konser musisi internasional, Jokowi juga menjajal jadi backing vocal band tanah air Slank. “Luar biasa banget. Baru kali ini gua liat pejabat daerah yang kayak gini,” ujar drummer Slank, Bimbim.


Eits ada 1 lagi… Jokowi main angklung bersama Ahok. Mengayunkan bait-bait nada dalam lagu Munajat Cinta ciptaan Ahmad Dhani. Hasilnya: kompak!


Tapi yang tak kalah heboh tentu yang satu ini. Ahok dangdutan Terajana di atas panggung Lebaran Betawi di Monas. Mengenakan kostum lengkap baju koko Betawi putih, peci hitam, dan syal merah, Ahok yang biasa terlihat marah-marah kali ini asyik bergoyang.


“Pinggul bergoyang-goyang, rasa ingin berdendang… Terajaanaaa…,” dendang Ahok dengan suara lantang. Penasaran liat gaya manggung Ahok? Klik videonya di sini.


Capres


Komite Konvensi Capres ingin mengundang Jokowi, tapi Demokrat tidak. PDIP membebaskan Jokowi mengikuti Konvensi Capres Demokrat. Namun Jokowi memastikan tidak ikut. “Saya ini PDIP,” tegas Jokowi. Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka angkat bicara. “Mas Jokowi itu tak gampang tergoda, dan bukan cowok penggoda.”


Demokrat menilai Jokowi pasti KO jika berdebat dengan salah satu peserta Konvensi Capres yakni Anies Baswedan. Keduanya dinilai berbeda dan Anies lebih unggul. Demokrat juga yakin ‘kejayaan’ Jokowi pupus awal 2014.


Meski demikian anggota Komite Konvensi Capres Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui mencoba menggoda Jokowi. “Boleh dikatakan tidak etis, tapi tidak melanggar hukum. Tugas kami hanya menggoda,” ungkapnya.


Saat menemani Presiden SBY melepas lomba lari `Independence Day Run` di depan Istana, Jokowi bahkan mengalahkan pamor para menteri. Dia dikerubuti warga dan diantre foto bersama. Cocok nih jadi capres? “Ah, saya ndak mikirin gituan,” singkat Jokowi.


Rebutan Duet


Banyak yang kepincut berduet maupun dijodohkan dengan Jokowi. Pengamat politik Joko J Prihatmoko menjodohkan Jokowi dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Jokowi-JK dinilai sebagai duet ideal Pilpres 2014. Tanggapan JK? “Lihat saja nanti.” Sedangkan Jokowi, “Tanya ke partai (PDIP).” Ketum Aburizal Bakrie alias Ical memastikan Golkar tidak akan menduetkan JK dengan Jokowi.


Ada juga yang menjodohkan Jokowi menjadi cawapres Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun Ahok kurang sreg. “Bukan nggak cocok. Sayang. Masa Pak Jokowi nomor 2? Kalau survei paling tinggi, nomor 1 dong,” cetusnya.


Golkar ‘kesengsem‘ Jokowi menjadi cawapres Ical. PAN juga membuka kemungkinan menduetkan Ketum Hatta Rajasa dengan Jokowi. Jokowi diperebutkan 3 parpol yakni Gerindra, Golkar, PAN.


Gerindra mengingatkan kontrak politik Pilkada DKI yang melarang Jokowi nyapres. Ahok membantah itu sebagai langkah menjegal Jokowi. PDIP meminta Gerindra mengurus diri sendiri, apalagi tidak ada kontrak politik seperti itu “Urus Jakarta saja sudah pusing,” komentar Jokowi. Gerindra pun dinilai takut jagoannya yakni Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto kalah. Namun Gerindra mengingatkan, Jokowi adalah murid terkenal yang disukseskan sang guru, Prabowo.


Berbagai survei pun senantiasa memunculkan nama Jokowi dengan berbagai hasil. Ada yang menyebut PDIP akan menikmati ‘madu‘ Jokowi. Ada versi Jokowi dikalahkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. Jokowi kandidat tertinggi. Bahkan cara menjatuhkan Jokowi.


Ada juga survei yang menempatkan Prabowo mengalahkan Jokowi. Sampai-sampai Ahok ‘curiga‘… “Jangan-jangan Surveinya Gerindra?” Lalu ada survei yang menempatkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri-Jokowi bersaing ketat dengan Ketum Partai Hanura Wiranto-Hary Tanoesoedibjo. Kemudian survei Jokowi teratas, Megawati nomor buncit.


Hingga terungkap fakta sosial: publik ingin Jokowi jadi presiden. Bahkan majalah Inggris menulis: hanya Jokowi capres yang tepat.


Getaran Bung Karno


Rakernas PDIP di Ancol pada 6 September diprediksi bakal mendeklarasikan Jokowi menjadi capres. Namun putra Bung Karno menilai Jokowi belum pantas menjadi presiden. Sedangkan cucu Bung Karno menyatakan Jokowi masuk pertimbangan capres PDIP.


Nama Jokowi memang ditimang-timang dalam Rakernas PDIP. Nama Mega juga masih kuat. Namun PDIP memilih menunggu hasil Konvensi Capres Demokrat. Sementara spanduk ‘Jokowi For President 2014′ bertebaran. Bahkan tukang becak di Solo mengarak ‘Jokowi’ capres.


Jokowi diberi panggung dalam Rakernas PDIP. Membacakan ‘Dedication of Life‘ Bung Karno. Sinyal Jokowi capres PDIP? Entahlah, yang jelas bagi Mega, Jokowi mendapat getaran Bung Karno. Bahkan Mega mengklaim Jokowi lahir dari rahim PDIP.


“Kami siapkan pemimpin muda, salah satunya Jokowi,” ucap Mega lantang. Pernyataan yang ditangkap sebagai sinyal Mega mencapreskan Jokowi.


Jokowi mengakui telah menerapkan nilai-nilai Bung Karno. Namun soal diberi sinyal oleh Mega, Jokowi berkilah. “Siap… Urusan Jakarta saya siap. Yang mau jadi capres itu siapa? Tunggu rekomendasi DPP.” Dari 17 rekomendasi Rakernas PDIP, tak ada disebutkan Jokowi capres.


Pencapresan Jokowi dinilai bakal menjadi preseden buruk karena masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta belum selesai. Ahok pun khawatir dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Meski demikian Ahok tak mau jadi cawapres Jokowi. “Rugi dong gua!


Namun Ahok ‘keceplosan‘ menyebut Jokowi mau jadi presiden. “… Kayaknya,” ucapnya kemudian. Ahok mengaku belum siap ditinggalkan Jokowi. Ahok ingin Jokowi tetap menjadi bempernya. Namun kemudian Ahok menyatakan siap menjadi Gubernur DKI jika Jokowi nyapres.


“Urus PKL saja masih pusing!” kilah Jokowi. “Saya tak punya tim sukses, ngurus Jakarta aja jumpalitan,” tampik Jokowi. Dengan berbagai cara Jokowi ‘ngeles‘ dari topik pencapresan. Namun sebenarnya Jokowi mengalami ‘kontroversi hati‘.


Foke Farhat Abbas


Foke memberi peringatan kepada Jokowi. Jakarta sudah termasuk dalam 20 kota besar yang akan tenggelam bila tidak ada langkah taktis untuk menanggulanginya. Ada juga serangkaian kritik Foke untuk Jokowi-Ahok.


Menanggapi Foke, Jokowi pun berjanji mempercepat pembangunan Giant Sea Wall. Kapan mulainya? “Maunya besok pagi!” singkat Jokowi. Sedangkan komentar Ahok, “Dari saya sekolah tahun 80-an, sejak jaman saya sekolah sudah selalu dengar peringatan itu. Jakarta sudah diperingati bakal tenggelam.”


Soal warning Foke Jakarta bisa bangkrut, Jokowi menyatakan duit Jakarta banyak, tak seperti Detroit, AS. “APBD bleeding? Nggak akan bangkrut!” cetus Jokowi. Sedangkan Ahok berujar, “Semua negara juga sama, kalau tidak hati-hati, pasti bisa bangkrut. Nabi palsu kalau Jakarta tak bangkrut.”


Mengenai warning ledakan kaum urban, Jokowi mengakui harus ada jurus yang jitu, supaya tidak ada yang ke Jakarta lagi. Berikut cara Jokowi-Ahok membalas berbagai kritikan Foke. Klik di sini.


Farhat Abbas menantang Jokowi sumpah pocong. Ada 5 cibiran suami biduanita Nia Daniati ini kepada Jokowi di Twitter. Cek di sini. Namun tak satupun cibiran itu diladeni Jokowi.


Lurah Susan


Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menolak Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama non-muslim. Ahok naik pitam. “Tolak juga Jokowi dan saya. Malah bapaknya Susan itu muslim lho,” cetus Ahok.


Jokowi dengan tegas menyatakan tidak akan mencopot Susan dan belum mau mengevaluasi lurah berparas cantik itu. Lurah Susan pun menjadi kontroversi.


Meski demikian, Lurah Susan punya cara untuk mendekati tokoh agama Lenteng Agung. “Mereka warga saya,” ucap Susan. Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor ikut membela. “Itu kan yang penting Lurah bisa menjalankan amanah. Kita harap dengan kinerja bagus, masyarakat nanti akan berubah pandangannya,” pesan Syamsuddin.


Filsuf dan Komidi Putar


Lagi-lagi sisi lain Jokowi-Ahok. Ahok mengklaim demokrasi Indonesia lebih baik dari AS. Dia bahkan mengutip Teori Lao Tse, filsuf kuno asal China.


“Wong Solo bisa jadi gubernur. Turunan Belitung jadi wagub. Padahal dulu itu, saya pernah minta pindah ke Kanada karena saya frustrasi. Bapak saya marah besar dengar itu. Makanya saya bertahan. Sekarang Jakarta membuktikan. Saya yang katanya muka minyak babi bisa jadi wagub sekarang,” curhat Ahok.


Lain lagi curhat versi Jokowi. “Saya ini dari jadi Walikota Solo sampai jadi Gubernur Jakarta banyak yang bilang wajah saya ini wong ndeso, orang desa. Padahal kalau dibanding dengan Dude Herlino, ndak jauh-jauh banget. Tapi itu hanya perasaan saya aja, ndak tahu kata orang lain gimana. Wajah saya ndeso, tetapi ajudan di pinggir saya lebih gagah. Setiap tamu yang datang, yang disalami dia terus. 3 Bulan saya nggak kuat,” begitu keluh kesah Jokowi sambil tertawa lebar.


Meski Jokowi ndeso, namun Ahok bangga memiliki Jokowi. “Saya beruntung punya gubernur wong Solo. Halus orangnya. Kalau saya kan kasar. Orang bilang kami berani, tapi sebetulnya dijorokin. Kami berdua tiba-tiba didorong,” ucap Ahok yang mengaku hanya beda jam makan dengan Jokowi.


Bagi Ahok, dalam memimpin Jakarta, tidak butuh melatih otak, cuma butuh melatih otot. “Otot jantung, syaraf, agar tidak deg-degan menghadapi banyak orang yang melanggar perda, seperti berjualan di jalan dan membangun rumah di waduk,” ujarnya.


Ahok pun memuji Jokowi sebagai pemimpin yang baik. “Saya bisa sampai hari ini karena Beliau kan? Beliau ngarahin gini-gini. Itu baru pemimpin dong. Dia bisa ngatur orang kerja kan pemimpin. Dia bisa ngatur wakilnya kerja buat dia kan berarti pemimpin dong,” puji Ahok.


Sementara Jokowi asyik ‘kumpul bocah‘ di Dufan, Ancol, dalam Peringatan Hari Anak Nasional. Naik komidi putar Turangga-rangga bersama seorang anak. Mau lihat senyum Jokowi saat naik komidi putar? Klik di sini. Dia juga membagi-bagi sepeda dan nyanyi bareng ribuan bocah.


Jokowi bahkan menyelenggarakan pertandingan Sumo di Gelora Bung Karno pada 24-25 Agustus. Ini merupakan yang pertama kalinya Sumo dilakukan di luar Jepang. Jokowi pun tampak ‘mungil‘ diapit 2 pesumo.


Jokowi punya uang dolar? “Saya punya dolar, tapi bukan penyimpan. Saya kan eksportir, dolar untuk produksi. Kalau sudah cair, dolarnya tukar lagi jadi rupiah,” jelas pria bertubuh kurus yang masih tetap makan tempe meski berukuran kecil ini saat penganan khas Indonesia itu langka. (Sss)






Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Tuesday, January 22, 2013

Mali, Petualangan Perancis Paling Berisiko

PARIS, KOMPAS.com - Saat dunia memusuhi Libya, Perancis tampil paling depan membantu pemberontak. Dan kini, lebih dari 2.000 prajuritnya tengah bertempur melawan pemberontak Islam di Mali.

Namun, sejumlah analis mengatakan, kembalinya Perancis sebagai pemain utama di panggung internasional nampaknya lebih banyak mengundang risiko ketimbang pujian.

Dulu, Perancis dikenal sebagai salah satu negara kolonial terbesar di dunia. Koloninya tersebar mulai benua Amerika, Afrika dan Asia. Sayangnya, seperti halnya negara kolonial lainnya, Inggris, pengaruh Perancis kini memudah di balik Amerika Serikat.

Perancis memang menentang invasi AS ke Irak pada 2003 -sebuah langkah yang memicu kemarahan di antara banyak politisi AS- namun, Perancis juga mendukung AS di Perang Teluk I 1991 dan di Afganistan.

Saat rakyat Libya mengangkat senjata untuk melawan Moammar Khadafi pada 2011, dengan cepat Perancis menjadi pendukung utama pemberontak dan mengirim pesawat tempur untuk menghentikan laju pasukan pemerintah yang hampir menghabisi pasukan pemberontak.

Keterlibatan Perancis di Libya, kemudian disusul intervensi militer NATO yang menyediakan dukungan serangan udara sehingga pasukan pemberontak mampu menggulingkan Khadafi hanya dalam beberapa bulan saja.

Keputusan cepat juga dilakukan pemerintah Perancis di bawah pimpinan Francois Hollande. Pemimpin beraliran sosialis ini dengan cepat menyetujui pengiriman militer untuk membantu angkatan darat Mali yang kewalahan menghadapi pemberontak.

Keputusan Hollande itu diambil sehari setelah pasukan pemberontak militan yang terkait Al-Qaeda, yang sudah menguasai wilayah utara, bergerak untuk merebut wilayah selatan Mali.

Baik intervensi di Libya maupun Mali, Perancis mendapatkan pujian dari dunia internasional. Namun, sejumlah analis politik khawatir keterlibatan Perancis di Mali lebih berisiko, karena konflik di Mali berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.

“Perancis berharap negara-negara Afrika dan Eropa ikut mengangkat senjata. Namun, negara-negara Eropa lain terlalu pengecut,” kata Philippe Moreau-Defarges, peneliti lembaga riset IFRI di Paris.

Pasukan koalisi Afrika yang diharapkan membantu Mali bisa mencapai 6.000 personil dijadwalkan tiba di Bamako dalam waktu dekat. Sementara AS dan sejumlah negara Eropa menjanjikan bantuan berupa pesawat angkut dan bantuan logistik.

Sejauh ini, Perancis adalah satu-satunya negara Barat yang mengirimkan pasukan tempurnya ke Mali.

Berebut Pengaruh di Afrika

Keterlibatan Perancis di Mali juga bukan sekadar urusan melawan pemberontak Islam. Namun, juga untuk mengembalikan pengaruh Perancis di benua yang sebagian wilayahnya pernah menjadi jajahan Perancis itu.

Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini, pengaruh China baik dari sisi politik dan investasi berkembang pesat di Afrika.

“Afrika tengah melepaskan diri dari Perancis dan Perancis ingin tetap tampil di Afrika,” papar Moreau-Defarges.

Salah satu bukti lain upaya Perancis menancapkan pengaruhnya di Afrika adalah di Pantai Gading, yang juga bekas jajahannya. Pada 2011, Perancis membantu menggulingkan presiden yang kalah dalam pemilu namun tidak mau turun dari jabatannya. Pasukan Perancis membantu menggulingkannya dan mendudukkan rivalnya sebagai presiden Pantai Gading.

Pemerintah Perancis membantah jika keterlibatannya di Mali adalah bentuk dari neo-kolonialisme. Sebab, intervensi di Mali mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB dan sejumlah negara Afrika. Bahkan, pemerintah Mali meminta Perancis untuk mengirimkan pasukannya.

Berlangsung Lama

Petualangan Perancis di Mali, yang dimulai hanya beberapa bulan setelah Perancis menarik pasukannya di Afganistan, nampaknya bakal menjadi salah satu misi Perancis yang paling memakan biaya.

Menlu Perancis Laurent Fabius menggambarkan misi militer Perancis ini hanyalah untuk menahan laju pemberontak, terutama hanya menggunakan serangan udara dan hanya akan berlangsung beberapa pekan saja.

Namun, sejak intervensi Perancis ini bisa melibatkan hingga 4.000 prajurit dan Menhan Jean-Yves Le Drian mengatakan misi militer Perancis di Mali adalah untuk menguasai seluruh wilayah Mali, maka skenario beberapa pekan agaknya tak mungkin terlaksana.

Pernyataan Le Drian itu berarti Perancis kini memiliki misi untuk menghancurkan pemberontakan Islam di bagian utara Mali yang wilayahnya lebih luas dari Perancis. Apalagi, di kawasan gurun pasir seperti itu para pemberontak bisa lebih mudah keluar masuk Mali ke negara-negara tetangganya.

Bahkan PM Inggris David Cameron memperingatkan bertempur melawan militan Islam di kawasan itu membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan mungkin dekade dan tidak mungkin diselesaikan dalam hitungan bulan.

Hal itu sudah terbukti di Afganistan, pasukan AS yang sudah satu dekade berada di negari itu tak kunjung berhasil memadamkan pemberontakan Taliban. Begitu pula dengan kegagalan AS di Somalia.

“Nampaknya di gurun Sahara ini, Perancis akan menghadapi skenario yang sama seperti dihadapi AS di Somalia dan Afganistan,” kata Bertrand Badie dari Institut d’Etudes Politiques Paris.

 






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25169/02/10/2012/dr-adian:-multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme.html


Mali, Petualangan Perancis Paling Berisiko

Monday, August 26, 2013

Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

“Tidak ada waktu untuk liburan, ketika Anda menyadari betapa sedikit waktu yang ada, dan betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Islam,” kata Bilal Philips, mengawali kisah hidupnya dari seorang non-Islam, menjadi pakar Islam yang giat berdakwah.


Abu Ameenah Bilal Philips, merupakan seorang mualaf yang mengabdikan dirinya pada pendidikan Islam. Ia sangat terpesona pada agama yang dibawa Rasulullah ini hingga mempelajarinya ke Haramain, tanah kelahiran Islam. Setelah mumpuni berislam dari Universitas Madinah dan Universitas King Saud Riyadh, ia pun menjadi dosen teologi Islam bahkan membentuk Islamic Online University yang berpusat di Qatar.


Bilal lahir di Jamaika di tengah keluarga intelek. Kedua orangtuanya merupakan guru, kakeknya bahkan seorang pendeta dan pakar Al Kitab. Tak heran jika Bilal tumbuh menjadi seorang Kristen yang taat. Di usia 11 tahun, Bilal ikut keluarganya pindah ke Kanada. Di kota itulah ia kemudian mengenyam pendidikan dan tumbuh dewasa.


Bilal dan keluarganya sempat pindah ke Malaysia. Disanalah kontak pertama Bilal dengan Islam. Namun Bilal belum tertarik pada agama rahmatan lil alamin ini. Saat itu Bilal masih masih sangat muda dan lebih suka bermain musik rock ketimbang memikirkan agamanya.


Tak lama, ia dan keluarga kembali ke Kanada. Saat Bilal kuliah, pemuda tengah digandrungi pesta ganja. Namun Bilal tak ikut serta, fenomena itu justru membuatnya mengambil pelajaran biokimia disamping kuliah seni yang ia dapat dengan beasiswa. 


Pencarian jati diri Bilal belum berakhir, di kampus ia tertarik dengan politik mahasiswa. Ia pun terlibat dalam aksi mahasiswa. Ia pun kemudian belajar sosialisme kemudian tergila-gila dengan Marxis-Leninis. Ia pun kemudian menekuni sosial-pilitik hingga pergi ke California. Ia bergabung dengan para aktivis kulit hitam disana.


Namun Bilal dikecewakan karena teman-temannya merupakan pecandu narkoba. Sikap anti-narkoba Bilal masih berakar kuat. Ia pun beralih haluan dan kembali ke Kanada. Bilal mempelajari ideologi lain. Ia kemudian terpesona pada komunisme di China. Sosialisme rupanya mengakar kuat pada hati Bilal.


Ia pun pergi ke Cina untuk mendapat pelatihan perang gerilya pendukung komunisme. Namun setibanya disana, Bilal merasakan hal sama saat ia bergabung dengan sosialis di California. Hanya saja kali ini bukan narkoba. Teman-teman komunisnya merupakan para perokok berat. Ia pun kembali kecewa. Ia kembali ke Kanada.


Saat kembali ke kampus, salah seorang teman perempuannya di kelompok mahasiswa dikabarkan memeluk Islam. Ia pun kemudian mulai mempelajari ajaran Islam. Ia membaca banyak literatur Islam dan ada satu buku yang memberikannya banyak pengaruh bagi hatinya. Buku tersebut bertajuk “Islam; agama yang disalahpahami” karya Muhammad Qutb.


Tak hanya mempelajari ajarannya, Bilal juga mempelajari sejarahnya. Ia pun terpesona dengan peran muslimin dalam pembebasan negara-negara Afrika dari kolonialisme Eropa. Bilal makin merasakan ketertarikan pada Islam. Ia pun mulai membela Islam hingga kemudian memutuskan bersyahadat. “Aku mulai membela Islam. Akhirnya beberapa introspeksi dan refleksi membuat saya memeluk Islam pada tahun 1972,” ujarnya dalam biografinya di SaudiGazzette.


Setelah berislam, Bilal ingin menyempurnakan pengetahuannya tentang Islam. Tak puas mempelajari otodidak, Bilal pun memutuskan pergi ke tanah kelahiran Islam, Arab Saudi. “Saya bergabung dengan Universitas Madinah dan mengambil gelar dalam Usoolud Deen (disiplin Islam) pada tahun 1979. Kemudian mengambil MA dalam teologi Islam dari Universitas Riyadh pada tahun 1985 dan menyelesaikan Ph.D., dalam Teologi Islam di tahun 1994,” kata Bilal yang sangat haus mempelajari ilmu.


Setelah menjadi pakar Islam, Bilal pun membagi ilmunya di banyak negara. Ia menjadi guru di Riyadh, menjadi dosen di UEA hingga berdakwah di Filiphina. Enggan membuang waktu, ia pun kemudian membangun kampus sendiri dengan pengajaran online, yakni Islamic Online University yang berpusat di Qatar.


Pengalaman Spiritual

Hingga memutuskan bersyahadat, Bilal sesungguhnya pernah mengalami sebuah peristiwa spiritual yang menegangkan. Kepada Saudi Gazette Bilal mengakui bahwa selama mempelajari Islam otodidak, ia hanya jatuh hati pada gaya politik Islam. Namun dalam hal keimanan, ia belum mampu membangunnya di hati. Konsep Tuhan yang selama ini ia pahami dalam filsafat komunis tentu sangat jauh berbeda dari Islam. “Dalam hati saya gagasan yang kabur tentang Allah masih ada,” ujarnya.


Keimanan pada Allah baru dirasakan Bilal setelah mengalami peristiwa menegangkan dalam mimpinya. Bilal bermimpi mengendarai sepeda ke gudang. Ia memasukinya dan segalanya gelap gulita. Bulu kuduk Bilal berkidik. Ia berusaha pergi darisana. Tapi sejauh apapun ia pergi, ia tak kunjung mampu keluar. “Serasa akan mati,” kisah Bilal.


Ia diliputi  ketakutan yang sangat karena berada di ruang yang amat sangat gelap, tak ada setitik cahaya pun. Bilal pun mulai menjerit mencari pertolongan. Namun tenggorokannya tiba-tiba sesak tak mampu bersuara. Ia berusaha keras meminta bantuan, namun tak ada yang mampu ia lakukan. Badannya lemas, ia menyerah. Bilal pun terbangun.


“Mimpi ini meninggalkan kesan berat bahwa tidak ada yang bisa membawa saya keluar dari situasi seperti itu, kecuali Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu membawa saya keluar dari keadaan putus asa mutlak, dan membawa saya kembali,” pungkasnya.


 


 




Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

Monday, August 5, 2013

Selebritis Hollywood ini ternyata Islam, benarkah?


DI tengah glamornya kehidupan selebritis Hollywood, ternyata masih ada beberapa orang yang memegang teguh kepercayaan sebagai Muslim. Bagi mereka, Islam masih menjadi tuntunan hidup mereka.



Maher Zain adalah salah satu musisi yang mendedikasikan karirnya untuk mendendangkan lagu-lagu islami. Sedangkan dunia akting memiliki orang-orang seperti Shahrukh Khan yang pastinya setia menjalankan ibadah di bulan Ramadan, walau jadwalnya sangat penuh.



Selain mereka, siapa lagi bintang-bintang Hollywood yang ternyata memeluk agama Islam dan menikmati bulan Ramadan bersama umat Muslim lainnya? Simak ulasannya di sini!



1. Zayn Malik



Walau sering tampil gila-gilaan bersama rekan-rekannya di One Direction, namun Zayn Malik tetap memegang teguh keyakinan sebagai Muslim. Bintang muda ini sendiri memang terlahir sebagai pemeluk agama Islam. Walau sempat dituduh menggunakan status sebagai Muslim untuk merangkul wanita belia, namun Zayn tetap percaya diri melenggang di dunia hiburan, dan tetap dikagumi penggemar.



2. Maher Zain



Pria kelahiran Lebanon ini pastinya sudah sangat akrab bagi pecinta musik religius. Walau sudah tinggal di Swedia sejak usia delapan tahun, Maher Zain tetap konsisten dengan keyakinannya. Lewat lantunan lagu-lagunya yang merdu, banyak umat Islam yang merasakan kedamaian dan keindahan agama mereka.



3. Shahrukh Khan



Siapa sih yang tidak kenal dengan nama Shahrukh Khan. Pria yang kerap dijuluki King Khan ini tenar karena film-filmnya yang berjudul MY NAME IS KHAN, RA.ONE dan masih banyak lagi. Nama belakangan Khan yang disandangnya jelas jadi identitas yang menunjukkan agamanya. Sayangnya, dia sempat mendapat tudingan miring lantaran sering memerankan tokoh yang beragama selain Islam di filmnya.



4. Mike Tyson



Masa lalu Mike Tyson memang dipenuhi dengan kekerasan dan pelanggaran hukum. Puncaknya, petinju ini dijebloskan ke dalam penjara Indiana karena tindak perkosaan. Namun hidupnya seolah berubah setelah itu. Sepertinya dia belajar banyak selama di penjara hingga akhirnya mengumumkan masuk Islam pada tahun 1995, setelah di bebas dari penjara.



5. Salman Khan



Siapa bilang, di dunia ini tak ada aktor Muslim yang sukses. Selain Shahrukh Khan, Salman Khan juga dikenal sebagai aktor tenar yang berkualitas dan berdedikasi. Namun yang tak kalah penting, dia juga punya wajah tampan dan tubuh yang seksi.



6. Janet Jackson



Sempat hilang dari dunia hiburan, pada bulan Februari 2013 tiba-tiba Janet Jackson dikabarkan sudah menikah diam-diam dengan seorang pria Muslim bernama Wissam Al Mana. Dua bukan kemudian muncul kabar bahwa saudara perempuan Michael Jackson ini telah mengikuti agama suaminya. Kini, dia tak lagi mementingkan karir karena hidupnya fokus pada keluarga dan agama.



7. Cat Stevens a.k.a Yusuf Islam



Nama Cat Stevens populer di tahun 1960 hingga 1970an berkat single-single seperti Morning Has Broken dan Peace Train. Awalnya dia merasa nyaman dengan kehidupannya sebagai artis, sampai akhirnya sesuatu terjadi padanya pada tahun 1978. Dia mengalami apa yang disebut near-death experience. Untungnya, dia bisa selamat dari kematian, dan sebagai rasa syukur dia memeluk Islam dan mengubah nama menjadi Yusuf Islam.



8. Akon



Minuman keras dan narkoba mungkin sudah jadi hal biasa di dunia selebritis. Namun pria bernama lengkap Aliaune Damala Badara Akon Thiam ini ternyata memilih menjauhi itu karena setia karena ajaran Islam yang dianutnya. Dan inilah jalan hidup yang dipilih Akon.



9. Busta Rhymes



Tahun 2007, Busta Rhymes mengumumkan lewat sebuah video bahwa dia telah memilih Islam sebagai agamanya. Pria yang bernama lengkap Trevor Tahiem Smith, Jr. ini mengunggah video tersebut di Liveleak.com dan mulai bertekad menjalani kehidupan sebagai Muslim sejati.



10. Ice Cube



Selain sebagai musisi yang cukup disegani, Ice Cube juga kerap muncul di berbagai film ternama. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, rapper ini mengakui bahwa dia memeluk Islam sekitar tahun 1990an. Tak ada paksaan dalam dirinya, dan dia melakukannya atas kesadaran dan sepenuh hati.



11. Jermaine Jackson



Kakak Michael Jackson ini resmi memeluk Islam pada tahun 1989. Jermaine Jackson sendiri juga salah satu personil grup Jackson Five yang menjadi awal karir pada Jacksons. Jermaine sendiri adalah orang yang membuat publik yakin bahwa Michael meninggal dalam kondisi memeluk Islam. Hal itu terbukti dari kata-kata ‘Semoga Allah bersamamu selalu, Michael’ saat kematian sang adik pada tahun 2009.



12. Michael Jackson?



Status keislaman Michael Jackson memang masih jadi perdebatan hingga kini. Awalnya, pria yang dijuluki King of Pop ini memeluk agama Saksi-Saksi Jehovah, namun memutuskan keluar pada tahun 1987 karena ada banyak hal yang tak disepakatinya. Ada kabar bahwa dia telah masuk Islam sebelum meninggal, namun tak ada bukti yang benar-benar kuat hingga saat ini.[] sumber : kapanlagi.com


Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1934327/teheran-klaim-rontokan-pesawat-tanpa-awak-drone-as


Selebritis Hollywood ini ternyata Islam, benarkah?

Saturday, April 20, 2013

“Kartini-Kartini” di Balik Jeruji

Memaknai Hari Kartini, seharusnya tidak ada lagi pikiran bahwa perempuan itu mahluk lemah, yang hanya bisa berlindung di balik pria. Buktinya, dalam pesakitan perempuan-perempuan ini masih sanggup bertahan dan tertawa ceria.


ULVA APRILIA,


Samarinda


AZAN subuh telah berkumandang, namun Saida bangun lebih awal. Ia membaca lembaran surah dalam Alquran lalu melanjutkan salat. Di tengah kekhusyukan salatnya, suara gaduh mulai terdengar. Hingga rakaat kedua, sebuah botol minuman melayang ke kepalanya. Dengan riwayat penyakit jantung, perempuan kepala lima itu langsung dilarikan ke klinik kesehatan di Rutan Kelas IIA Sempaja, Samarinda. Hingga kembali fajar, Saida berangsur siuman.

Kejadian itu baru beberapa minggu berselang. Saida adalah salah satu tahanan di Rutan Kelas II Samarinda. Dia divonis hakim setahun penjara karena melakukan tindak pidana korupsi. Saida memang salah satu tahanan tertua di blok perempuan di Rutan. Namun, tidak ada perlakuan khusus. Semua sama, tidur di atas beton beralas karpet dan menggunakan satu kamar mandi bersama 26 tahanan lainnya.

Rutan yang terletak di Jalan Wahid Hasyim itu hanya memiliki dua blok tahanan perempuan. Blok A luasnya 4X3 meter persegi dihuni 36 perempuan, sedang blok B lebih kecil dengan penghuni 26 orang.  Tidak ada televisi atau alat elektronik lainnya seperti ponsel, laptop, dan kipas angin. Pada dinding, menumpuk pakaian dan beberapa perlengkapan salat. Selain membantu petugas bekerja, mereka hanya bercengkerama dan merawat muka. Jelas saja para tahanan di sini terlihat cantik dan bersih.  Sama halnya dengan Saida, perempuan bercucu tiga ini lebih sibuk membaca novel yang kerap dibawakan anaknya kala membesuk. “Daripada bosan di sini, ya begini saja kerjaan setiap hari,” tuturnya.

Kondisi blok-blok para “Kartini” ini tidak seseram yang orang luar bayangkan. Jika penjara identik dengan kejahatan, justru penghuninya akur dan saling berbagi. “Jika ada yang bebas, kami kadang sedih, nangis merasa kehilangan. Atau ada yang mau sidang,” ceritanya.

Memaknai Hari Kartini ini, Saida menyimpan harapan besar bahwa perempuan dapat bersaing dengan lelaki dalam intelegensinya. “Hanya, perempuan kadang lebih sensitif dan tidak mau kalah,” terangnya. Saat ini, lanjut dia, memang Saida belum bisa berbuat apa-apa. Tapi, pelajaran hidupnya bisa jadi pelajaran bagi anak cucunya kelak.
MENGAJARI MERAJUT

Perempuanyang tidak kurus itu menyimpan kekhawatiran di balik senyumnya. Malam itu, Sinta dipindahkan dari penjara di Sangata menuju Rutan Kelas IIA Sempaja, Samarinda. Sempat muncul ketakutan mendengar kata Rutan dari dalam dirinyal; takut akan kekerasan dan penindasan, seperti dalam film-film. Sesampainya di blok perempuan dan berkenalan dengan penghuni bilik itu, Sinta disuruh menyanyi oleh kepala blok, yang juga tahanan senior. Merasa takut dan baru, Sinta tidak kuasa menahan tangis.

Bukan dihukum atau dimarahi, Sinta justru ditertawakan para tahanan. “Sejak saat itu saya mulai terbiasa. Ternyata mereka hanya melatih mental saya saja,” ucapnya. Kini, Sinta sudah menjalani 10 bulan dari setahun masa hukumannya. Sama halnya dengan Saida, Sinta juga tersandung kasus korupsi di Sangatta. Menghabisi waktu luang di balik bui selama itu bukan hal mudah baginya. Terlebih, sebelumnya Sinta adalah pejabat pemerintahan.

Namun, semua harus dia jalankan. “Tidak buruk-buruk amat. Mereka semua yang di dalam sini juga manusia kok,” ucapnya. Sinta sendiri punya keterampilan merajut. Dalam Rutan dia juga mengajarkan tahanan lain merajut. Bahkan, baju bayi hasil rajutannya dipakai bayi kawan setahanan. “Ada beberapa yang sudah jadi, seperti kerudung dan taplak,” tuturnya.

Memaknai Hari Kartini ini, Sinta berharap ada perlakuan yang lebih adil untuk perempuan. Tidak hanya di Rutan, kata dia, di luar pun harus sama.  “Jangan melihat dengan sebelah mata. Perempuan juga perlu menuntut haknya, asalkan kewajibannya terpenuhi,” tutur perempuan 30 tahun ini.
MEMIMPIN BLOK TAHANAN

PEREMPUAN yang satu ini lebih pendiam ketimbang Sinta dan Saida. Dia adalah Fitri, yang telah menghabiskan tiga dari enam tahun masa hukumannya di Rutan. Dia merupakan ketua blok perempuan yang terjerat lembah hitam narkotika. Sekilas, Fitri memang terlihat judes, namun, sesekali matanya sembab menceritakan pengalaman hidupnya.

Sebelumnya, Fitri adalah ibu rumah tangga biasa, yang memasak dan mengurus tiga anak ketika suami bekerja sembari menjual baju-baju via online di rumahnya. Namun godaan datang hingga akhirnya Fitri masuk jebakan teman dan ikut mengonsumsi narkotika.

Dalam Rutan ia cukup merasakan sengsara karena tidak ada televisi. Untuk mengisi waktu, Fitri melakukan kegiatan positif agar tidak bosan, seperti belajar menyulam, menjahit, atau membantu petugas mengurus administrasi. “Dulu ada televisi tapi karena sering bertengkar saat menonton jadi dipindah,” tuturnya.

Menjadi ketua blok tentunya Fitri bertanggung jawab memobilisasi teman tahanannya. Namun, Fitri tipikal perempuan yang cuek. Pernah sesekali antar tahanan saling berkelahi, tapi karena saat itu malam hari, Fitri membiarkan saja. “Kalau hanya cekcok mulut saya biarkan saja. Tapi kalau sudah saling pukul, baru saya tindak,” terangnya.

Fitri bercerita, pernah sesekali seorang tahanan sedang makan, sedangkan yang satunya menyapu lantai. Karena tersinggung mereka saling kelahi hingga bercakaran. Keesokan harinya, setelah didamaikan, mereka kembali seperti semula. “Kondisi di sini memang susah ditebak. Namanya juga kami tidur bertindihan, makan sama-sama. Ada yang keluar sedih, ya karena rasa kekeluargaannya sudah erat. Walaupun kadang kelahi,” akunya.

Bahkan, lanjut Firi, tidak sedikit tahanan yang masuk Islam. “Entah karena kebiasaan di sini atau bagaimana. Tapi, sebelum masuk Islam kami tes mental juga, apa benar-benar atau bagaimana,”  ceritanya.  Sama halnya dengan tahanan lain yang mengharap kebebasan, ketika bebas nanti, Fitri berencana membuka usaha di rumahnya. Tentunya sembari mengurus tiga buah hatinya. (tom/k1)


Article source: http://lombokita.com/khazanah/1282-diego-akhirnya-menjadi-muallaf


“Kartini-Kartini” di Balik Jeruji

Sunday, June 23, 2013

Zed Zaidi: 'Itu kerja Pak Menteri'

Zed Zaidi



PERKEMBANGAN industri sememangnya menunjukkan peningkatan positif di mana pengkarya dan penggiat seni berlumba-lumba menghasilkan produk yang mampu memenuhi selera penonton.



Namun, dalam keghairahan itu, mungkin mereka terlepas pandang mengenai beberapa perkara yang perlu diberi keutamaan sehinggalah ada sesetengah pihak mula tampil menegur.



Walaupun perkara ini pernah dibangkitkan pada satu ketika dahulu, ianya tidak diberi perhatian khusus oleh pihak yang berkenaan.



Sehinggalah, baru-baru ini, veteran Umno mendesak supaya semua pihak yang bertanggungjawab perlu mengkaji semula bentuk program hiburan yang dilihat boleh melalaikan orang Melayu Islam di negara ini.



Dalam kenyataan itu, Setiausaha Veteran Umno, Datuk Mustapha Yaakub mendesak semua pihak termasuk stesen televisyen, media cetak, Kementerian Komunikasi dan Multimedia, Kementerian Belia dan Sukan, Jakim, majlis-majlis agama Islam, Majlis Fatwa Kebangsaan dan badan bukan kerajaan (NGO) Islam supaya mengadakan diskusi bagi mencari jalan penyelesaian.



Menurutnya, ia perlu diberi perhatian serius kerana hampir keseluruhan penonton dan peminat program hiburan di kalangan orang Melayu.



Selain menggesa agar diwujudkan satu garis panduan untuk setiap program yang disusun, Mustapha juga turut mempersoalkan pengurusan masa untuk sesebuah acara yang tidak mementingkan waktu-waktu solat.



Beliau turut melahirkan rasa bimbang mengenai fenomena suka berhibur di kalangan orang Melayu yang boleh membawa kepada faktor hilangnya jati diri kerana terlalu terdedah kepada bentuk hiburan yang tidak terkawal dan melampaui batas.



Untuk mendapatkan pandangan daripada penggiat seni tempatan, Zass mendapatkan reaksi beberapa pengarah dan penerbit serta menyusun satu temu bual eksklusif bersama Presiden Seniman, Rozaidi Abd Jamil atau lebih dikenali sebagai Zed Zaidi.



Pada hemah anda, adakah budaya hedonisme (suka berhibur) semakin menular di kalangan masyarakat Melayu?

Hiburan adalah satu bentuk terapi yang digunakan hampir keseluruhan masyarakat . Tidak dinafikan, hiburan yang ada mampu membantu kita ‘lari’ seketika daripada masalah yang ada. Namun, ia bergantung kepada bentuk hiburan kerana kita berhak memilih hiburan yang tepat agar ianya tidak mengundang permasalahan di kemudian hari. Tidak salah sekiranya kita berhibur sekali sekala untuk bergembira dan menghilangkan stress. Namun, jangan pula jadikan ia sebagai perkara yang sebati dalam kehidupan seharian.



Adakah hiburan yang sedia ada ini boleh melalaikan masyarakat terutamanya orang Melayu?

Sebagai penonton, kita berhak memilih apa jua bentuk hiburan yang kita mahukan. Namun, perkara ini tidak boleh diletakkan kesalahan pada golongan penghibur kerana mereka hanyalah bekerja. Tapi, saya tak rasa pula hiburan tempatan boleh melalaikan masyarakat.



Apa yang saya lihat, pengaruh hiburan dan budaya luar banyak memberi impak negatif kepada kita. Lihat sahajalah filem-filem dan produk barat yang masuk ke negara kita tanpa pemantauan dari pihak yang berkenaan.Jadi, kenapa pula anak seni tempatan yang terkena tempiasnya?



Jadi, siapakah yang harus dipersalahkan?

Kementerian sepatutnya memainkan peranan dalam hal ini. Setiap dasar yang ditetapkan dikawal oleh kerajaan dan kementerian. Namun, bila sesuatu perkara terjadi, kami sebagai NGO dan badan-badan bawahan akan terkena tempias sekali. Sepatutnya, veteran Umno itu tidak menggunakan medium ini sebagai cara menegur kerana perkara ini boleh disuarakan dalam bentuk perbincangan antara pihak tertinggi. Ini adalah cara lama yang tidak boleh diguna pakai. Cara ini menunjukkan mereka tidak berpuas hati dengan cara anak seni bekerja sedangkan garis panduan ini tidak termaktub dalam dasar kementerian. Ia boleh merumitkan lagi keadaan.



Perlu diingatkan, sumbangan anak seni bukanlah sekangkang kera. Kami juga adalah menyumbang kepada ekonomi negara. Malah, selepas PRU13, sumbangan dan kehadiran kami mula mendapat perhatian. Perkara ini seharusnya disuarakan kepada kementerian dan kerajaan sahaja kerana sebagai NGO, kami hanya mampu menjadi pendesak.



Adakah anda tidak bersetuju dengan desakan itu?



Saya bukan tidak setuju dengan desakan, Cuma cara sahaja yang salah. Saya menyahut cadangan itu dengan membawa industri ke arah yang lebih Islamik. Sebelum ini juga saya pernah menganjurkan program Islamik dan berhasrat agar anak seni menerima baik pendekatan itu. Untuk mengajak mereka secara paksaan, ia sukar dan tak mungkin memberi kesan yang baik. Mereka bebas membuat apa sahaja sekiranya ia tidak termaktub dalam dasar dan polisi kerajaan. Siapa kita untuk melarang daripada memakai seksi, tidak bersentuhan dengan golongan bukan muhrim dan bekerja mengikut waktu yang ditetapkan? Semua ini tiada dalam dasar. Jadi, sebab itulah saya berpendapat, perkara ini akan berubah hanya dengan kuasa Menteri dengan menggubal semula dasar dan polisi.



Adakah perkara ini berjaya dilaksanakan jika mendapat respons daripada Menteri?

Kenapa tidak? Menteri mempunyai kuasa untuk mengubah dasar. Hanya menteri menerusi kementeriannya sahaja yang boleh mengubah perkara ini. Namun, saya sendiri tidak pasti bagaimana bentuk pelaksanaan itu kerana sejak kementerian dipecahkan kepada tiga bahagian, ia semakin merumitkan keadaan. Saya sendiri tidak pasti untuk berhubung dengan kementerian mana sekiranya ada perkara yang ingin diusulkan. Ia semakin rumit.



Kesimpulannya, apa yang anda harapkan daripada menteri dan juga kementerian?

Sebagai menteri yang diberi mandat untuk membawa industri ke tahap yang lebih membanggakan, beliau haruslah memberi khidmat yang terbaik. Selain memantau perjalanan industri, beliau juga harus turun padang untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kehidupan anak seni. Bukan itu sahaja, malah dengan cara itu, beliau akan tahu permasalahan anak seni dari akar umbi. Perlu diingatkan, sekiranya menteri dan kementerian gagal dalam memberi yang terbaik dalam membela nasib rakat, kemungkinan besar, mereka tidak akan diberi kepercayaan untuk mentadbir pada masa yang akan datang. Itulah antara salah satu sebab mengapa artis lebih ramai bertindak menyokong puak pembangkang. Sebagai pucuk pimpinan anak seni, saya menyedari permasalahan mereka dan berharap agar pihak yang berkenaan tidak terlepas pandang mengenai perkara ini.



 


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26071/27/11/2012/kuatkan-solidaritas-dengan-kedermawanan.html


Zed Zaidi: 'Itu kerja Pak Menteri'

Saturday, August 10, 2013

Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Friska Yolandha


Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Yusha begitu yakin akan kebenaran yang tercantum dalam kitab suci itu.


Suatu hari di musim panas 1996. Yusha Evans, seorang misionaris muda kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, kehadiran temannya itu bakal menggoyahkan imannya. Sebuah pertanyaan tak terduga yang dilontarkan temannya membuatnya melepaskan keyakinannya sebagai seorang Kristen.


‘’Apakah kau pernah membaca seluruh isi Alkitab?’’ Tanya Benjamin.


‘’Apa maksudmu? Saya seorang misionaris Kristen dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu padaku?’’ cetus Yusha.


‘’Apakah kau pernah membaca Alkitab seperti membaca sebuah novel: mengetahui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mengetahui plot dan tempatnya serta tahu seluruh detail isinya?’’


Yusha mengaku tak pernah membaca Alkitab dengan cara itu. Lalu Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab.


Maka mulailah Yusha membaca Alkitab dari Kejadian 1:1. Ia sangat tertarik dengan kisah para nabi. Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Nabi Nuh menyampaikan wahyu Allah, tapi tidak ada satupun umatnya yang mengikuti seruannya. Lalu Allah menghukum umat Nabi Nuh dengan mendatangkan banjir besar, dan hanya Nabi Nuh serta orang-orang yang naik ke kapal saja yang selamat.


Setelah banjir, seperti dikisahkan dalam Alkitab, Nabi Nuh  meminum anggur dan keluar dalam keadaan mabuk. Yusha mengaku sangat heran, mengapa Nuh seorang utusan Tuhan bisa bersikap seperti itu. 


‘’Tidak mungkin seorang nabi bersikap seperti itu. Maka saya tahu mengapa umat Nabi Nuh tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan, karena ia mabuk,” kata Yusha kecewa.


Yusha  kembali melanjutkan bacaannya. Semakin dalam membaca, kian banyak ia  menemukan kesenjangan dalam Alkitab. Beberapa kisah nabi yang dibacanya justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.


Ia pun amat penasaran. Yusha lalu bertanya kepada pendeta di gereja tempat melakukan misa. Ia mempertanyakan banyak hal. Namun Yusha tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Para pendeta yang ditemuinya berkata, ‘’Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit mempengaruhi keyakinannya terhadap Yesus.’’


Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan. Sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru.


Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Dan hal tersebut terus diulang-ulang di ayat dan surat berikutnya dengan cara yang berbeda. Sama seperti ajaran Musa dalam 10 Perintah Allah, hal pertama yang diperintahkan adalah menyembah Allah dan tidak ada yang lain.


Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus. Ia menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus memerintahkan hal yang sama: menyembah satu Tuhan. Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.


Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya.


Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin.


Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain. Ia mempelajari Buddha dan beberapa agama lain, termasuk Islam. Yusha juga sempat membaca sebuah buku tentang Islam, tetapi hal itu tidak membuatnya senang. Ia akhirnya tidak mengikuti satu agama dunia pun.


‘’Tuhan, jika Engkau tidak memberi saya petunjuk, maka saya akan mencari jalan sendiri,’’ Yusha memanjatkan sebuah doa. Saat itu, ia berusia 17 tahun.


****


Yusha Evans lahir dan besar di South Carolina, Amerika Serikat.  Ia dibesarkan oleh kakek (Indian Amerika) dan nenek (Irlandia) yang sangat konservatif. Kakek dan neneknya selalu mengajarkannya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak membawa perempuan ke rumah.
‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya. Menginjak usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu yang benar-benar berbeda dengan apa yang dialaminya di sekolah Minggu.


Di sana mereka bermain bola, voli, basket. Di pelayanan Sabtu, Yusha juga menemukan banyak makanan, kue, dan permen. Di kahir pertemuan, pastor yang memimpin acara itu mulai memberikan pengajaran tentang agama. Ia sangat menyukainya, karena tempat itu seperti sekolah normal.


Ketika berumur 15 tahun,  nenek Yusha meminta pastor muda yang biasa melayaninya di gereja untuk mengantarkan cucu kesayangannya itu ke sekolah. Yusha belum memiliki surat izin mengemudi (SIM),  sehingga belum boleh mengendarai mobil sendirian. Pastor yang usianya tiga tahun lebih tua dari Yusha itu menjadi teman baiknya.


Bersama pastor muda itu, Yusha diajak ke sebuah perkumpulan remaja yang bernama “Kehidupan Remaja”. Perkumpulan ini tidak seperti perkumpulan biasanya. ‘’Kelompok itu seperti yang kau lihat di televise. Ada orang bernyanyi dan bermain gitar. Khutbah yang dilakukan dalam kelompok itu tidak seperti khutbah yang ada gereja. Dalam menyampaikan khotbahnya, ia (pastor) berteriak-teriak dan menyampaikannya dengan lantang langsung ke orang-orang.’’


Hal ini sangat menarik bagi Yusha. Mereka mengajarkan Kristen dengan cara yang berbeda dari yang dipelajari saat masih kecil. Menginjak usia 16 tahun,  ia sudah tahu apa yang diinginkannya. Yusha ingin menjadi seorang misionaris. Sebagai seorang yang perfeksionis, ia ingin mendalami Kristen secara utuh. Ketika ia ingin sesuatu, maka apa yang ia lakukan harus terselesaikan.


****


Pada suatu hari, Yusha pergi ke New York bersama beberapa temannya. Di kota terbesar di dunia itu,  ia kehabisan uang dan memutuskan untuk mengambil uang dari sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Ketika mengambil uang, ia dirampok oleh orang-orang bersenjata.


Kejadian itu membuatnya sangat takut,  sehingga hari itu juga  Yushakembali ke rumah neneknya. Ia tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada sang nenek. Ia menyimpannya,  sampai akhirnya mendapatkan mimpi buruk.


Dalam mimpi itu, orang yang merampoknya di ATM menembaknya hingga mati. Lalu, ia melihat sesuatu tengah menantinya di sisi lain kehidupan. Ia tidak mengetahuinya.Yusha sangat ketakutan. Ia terbangun dari mimpinya sambil berteriak.


Sang nenek datang dan bertanya, ‘’Mengapa kau berteriak? Lalu, Yusha menceritakan segalanya, tentang perampokan dan mimpi yang dialaminya.


‘’Tuhan mempunyai satu rencana untukmu, percayalah,’’ ujar sang nenek.


‘’Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya.


“Kau harus kembali pada-Nya. Kau harus mencari-Nya.”


Yusha pun linglung. Ia sudah mencari Tuhan kemana-mana, namun tidak menemukannya. Neneknya berkata, ‘’Tuhan tidak akan pergi kemana-mana, kau hanya perlu menemukannya.’’ Sang nenek tidak menyuruhnya untuk kembali ke gereja, hanya memintanya untuk mencari Tuhan.


Yusha mulai menjadi agnostik: mempercayai adanya Tuhan, namun tidak menganut agama apapun. Ia melakukan doa dengan caranya sendiri. Ia merasa jenuh dengan hal tersebut dan akhirnya memohon pada Tuhan, “Kalau Engkau ingin aku mengenal-Mu, maka bimbinglah aku.”


Sejak saat itu, ia tidak mau mendengar lagi apa yang harus dipercayainya. Tusha ingin melihat apa yang harus dipercayainya. Ia telah membaca banyak buku dan kitab agama lain, namun tidak satu pun yang sesuai dengan apa yang dipercayai olehnya.


****


Sampai pada suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.


Karena tidak mempercayai adanya komunitas Islam di lingkungannya, teman Afro-Amerika yang Muslim itu mengajak Yusha ke masjid, sebuah tempat yang tepat untuk menanyakan tentang Islam. Yusha selama ini tidak pernah menyadari bahwa di lingkungannya terdapat masjid. Apalagi letaknya tidak jauh dari gereja.


“Dan saya tidak menyadarinya!” ujarnya.


Ia lalu berkunjung ke masjid. Saat sedang menunggu Musa, seorang lelaki mendekatinya dan bertanya, ‘’ Apa sedang kau lakukan di sini?’’


‘’Aku sedang menunggu Musa.’’


‘’Musa tidak terlalu sering datang ke masjid. Namun, jika kau ingin melihat masjid, saya dengan senang hati akan mengantarkanmu.’’


Awalnya. Yusha merasa takut. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya untuk masuk ke masjid. Selama ini, pikirannya tentang Islam sangat buruk, namun pria itu memperlakukannya dengan sangat baik.


Ia pun masuk ke dalam masjid tersebut dan mendengarkan khutbah. Awalnya, ia berpikir bahwa lafal ayat-ayat dalam bahasa Arab yang disampaikan khatib bermaksud untuk membunuhnya. Namun, ketika khatib tersebut menerjemahkan kalimat-kalimat Arabnya, Yusha menyadari apa yang dikatakan khatib itu adalah tentang menyembah Tuhan yang satu.


Usai shalat Jumat, ia menemui khatib dan bertanya, ‘’Apa yang barusan kalian lakukan tadi?’’


‘’Tadi kami melaksanakan shalat, menyembah Allah.’’


Ketika sang khatib hendak menjelaskan kepada Yusha tentang Islam, ia segera memotongnya, ’’Saya tidak ingin penjelasan. Saya ingin bukti. Apabila memang agama Anda benar, maka buktikanlah.’’


Kakeknya pernah berkata pada Yusha. Ketika orang mengklaim sesuatu itu benar, maka perlu pembuktian. Karena Yusha meminta bukti pada khatib, ia lalu diajak ke ruangannya. Khatib itu memberikannya Alquran, kitab suci umat Islam. Lalu Yusha membawanya pulang dan membacanya.


Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.
Yusha kembali ke masjid dan menemui sang khatib. Lalu ia berkata, ’’Saya ingin menjadi Muslim.”


‘’Kau harus memahami satu hal lain apabila ingin menjadi seorang Muslim. Anda harus tahu tentang Nabi Muhammad SAW.’’


Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’


Sejak itu, ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat.  Kini, Yusha menjadi seorang dai dan penceramah. Umat Islam di negeri Paman Sam memanggilnya, Syekh Yusha Evans. Ia berkhidmat di jalan Allah SWT, dengan menyebarkan ajaran Islam. Sumber: islamevents.com/yushaevans.com


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26677/07/01/2013/surat-cinta-untuk-politisi-muslim-(1).html


Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam

Sunday, August 11, 2013

Syekh Yusha Evans, kisah misionaris memeluk Islam


SUATU hari di musim panas 1996. Yusha Evans, seorang misionaris muda kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, kehadiran temannya itu bakal menggoyahkan imannya. Sebuah pertanyaan tak terduga yang dilontarkan temannya membuatnya melepaskan keyakinannya sebagai seorang Kristen.



‘’Apakah kau pernah membaca seluruh isi Alkitab?’’ Tanya Benjamin.



‘’Apa maksudmu? Saya seorang misionaris Kristen dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu padaku?’’ cetus Yusha.



‘’Apakah kau pernah membaca Alkitab seperti membaca sebuah novel: mengetahui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mengetahui plot dan tempatnya serta tahu seluruh detail isinya?’’



Yusha mengaku tak pernah membaca Alkitab dengan cara itu. Lalu Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab.



Maka mulailah Yusha membaca Alkitab dari Kejadian 1:1. Ia sangat tertarik dengan kisah para nabi. Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Nabi Nuh menyampaikan wahyu Allah, tapi tidak ada satupun umatnya yang mengikuti seruannya. Lalu Allah menghukum umat Nabi Nuh dengan mendatangkan banjir besar, dan hanya Nabi Nuh serta orang-orang yang naik ke kapal saja yang selamat.



Setelah banjir, seperti dikisahkan dalam Alkitab, Nabi Nuh  meminum anggur dan keluar dalam keadaan mabuk. Yusha mengaku sangat heran, mengapa Nuh seorang utusan Tuhan bisa bersikap seperti itu. 



‘’Tidak mungkin seorang nabi bersikap seperti itu. Maka saya tahu mengapa umat Nabi Nuh tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan, karena ia mabuk,” kata Yusha kecewa.



Yusha  kembali melanjutkan bacaannya. Semakin dalam membaca, kian banyak ia  menemukan kesenjangan dalam Alkitab. Beberapa kisah nabi yang dibacanya justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.



Ia pun amat penasaran. Yusha lalu bertanya kepada pendeta di gereja tempat melakukan misa. Ia mempertanyakan banyak hal. Namun Yusha tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Para pendeta yang ditemuinya berkata, ‘’Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit mempengaruhi keyakinannya terhadap Yesus.’’



Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan. Sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru.



Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Dan hal tersebut terus diulang-ulang di ayat dan surat berikutnya dengan cara yang berbeda. Sama seperti ajaran Musa dalam 10 Perintah Allah, hal pertama yang diperintahkan adalah menyembah Allah dan tidak ada yang lain.



Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus. Ia menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus memerintahkan hal yang sama: menyembah satu Tuhan. Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.



Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya.



Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin.



Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain. Ia mempelajari Buddha dan beberapa agama lain, termasuk Islam. Yusha juga sempat membaca sebuah buku tentang Islam, tetapi hal itu tidak membuatnya senang. Ia akhirnya tidak mengikuti satu agama dunia pun.



‘’Tuhan, jika Engkau tidak memberi saya petunjuk, maka saya akan mencari jalan sendiri,’’ Yusha memanjatkan sebuah doa. Saat itu, ia berusia 17 tahun.





****



Yusha Evans lahir dan besar di South Carolina, Amerika Serikat.  Ia dibesarkan oleh kakek (Indian Amerika) dan nenek (Irlandia) yang sangat konservatif. Kakek dan neneknya selalu mengajarkannya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak membawa perempuan ke rumah.

‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya. Menginjak usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu yang benar-benar berbeda dengan apa yang dialaminya di sekolah Minggu.



Di sana mereka bermain bola, voli, basket. Di pelayanan Sabtu, Yusha juga menemukan banyak makanan, kue, dan permen. Di kahir pertemuan, pastor yang memimpin acara itu mulai memberikan pengajaran tentang agama. Ia sangat menyukainya, karena tempat itu seperti sekolah normal.



Ketika berumur 15 tahun,  nenek Yusha meminta pastor muda yang biasa melayaninya di gereja untuk mengantarkan cucu kesayangannya itu ke sekolah. Yusha belum memiliki surat izin mengemudi (SIM),  sehingga belum boleh mengendarai mobil sendirian. Pastor yang usianya tiga tahun lebih tua dari Yusha itu menjadi teman baiknya.



Bersama pastor muda itu, Yusha diajak ke sebuah perkumpulan remaja yang bernama “Kehidupan Remaja”. Perkumpulan ini tidak seperti perkumpulan biasanya. ‘’Kelompok itu seperti yang kau lihat di televise. Ada orang bernyanyi dan bermain gitar. Khutbah yang dilakukan dalam kelompok itu tidak seperti khutbah yang ada gereja. Dalam menyampaikan khotbahnya, ia (pastor) berteriak-teriak dan menyampaikannya dengan lantang langsung ke orang-orang.’’



Hal ini sangat menarik bagi Yusha. Mereka mengajarkan Kristen dengan cara yang berbeda dari yang dipelajari saat masih kecil. Menginjak usia 16 tahun,  ia sudah tahu apa yang diinginkannya. Yusha ingin menjadi seorang misionaris. Sebagai seorang yang perfeksionis, ia ingin mendalami Kristen secara utuh. Ketika ia ingin sesuatu, maka apa yang ia lakukan harus terselesaikan.





****



Pada suatu hari, Yusha pergi ke New York bersama beberapa temannya. Di kota terbesar di dunia itu,  ia kehabisan uang dan memutuskan untuk mengambil uang dari sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Ketika mengambil uang, ia dirampok oleh orang-orang bersenjata.



Kejadian itu membuatnya sangat takut,  sehingga hari itu juga  Yushakembali ke rumah neneknya. Ia tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada sang nenek. Ia menyimpannya,  sampai akhirnya mendapatkan mimpi buruk.



Dalam mimpi itu, orang yang merampoknya di ATM menembaknya hingga mati. Lalu, ia melihat sesuatu tengah menantinya di sisi lain kehidupan. Ia tidak mengetahuinya.Yusha sangat ketakutan. Ia terbangun dari mimpinya sambil berteriak.



Sang nenek datang dan bertanya, ‘’Mengapa kau berteriak? Lalu, Yusha menceritakan segalanya, tentang perampokan dan mimpi yang dialaminya.



‘’Tuhan mempunyai satu rencana untukmu, percayalah,’’ ujar sang nenek.



‘’Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya.



“Kau harus kembali pada-Nya. Kau harus mencari-Nya.”



Yusha pun linglung. Ia sudah mencari Tuhan kemana-mana, namun tidak menemukannya. Neneknya berkata, ‘’Tuhan tidak akan pergi kemana-mana, kau hanya perlu menemukannya.’’ Sang nenek tidak menyuruhnya untuk kembali ke gereja, hanya memintanya untuk mencari Tuhan.



Yusha mulai menjadi agnostik: mempercayai adanya Tuhan, namun tidak menganut agama apapun. Ia melakukan doa dengan caranya sendiri. Ia merasa jenuh dengan hal tersebut dan akhirnya memohon pada Tuhan, “Kalau Engkau ingin aku mengenal-Mu, maka bimbinglah aku.”



Sejak saat itu, ia tidak mau mendengar lagi apa yang harus dipercayainya. Tusha ingin melihat apa yang harus dipercayainya. Ia telah membaca banyak buku dan kitab agama lain, namun tidak satu pun yang sesuai dengan apa yang dipercayai olehnya.





****



Sampai pada suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.



Karena tidak mempercayai adanya komunitas Islam di lingkungannya, teman Afro-Amerika yang Muslim itu mengajak Yusha ke masjid, sebuah tempat yang tepat untuk menanyakan tentang Islam. Yusha selama ini tidak pernah menyadari bahwa di lingkungannya terdapat masjid. Apalagi letaknya tidak jauh dari gereja.



“Dan saya tidak menyadarinya!” ujarnya.



Ia lalu berkunjung ke masjid. Saat sedang menunggu Musa, seorang lelaki mendekatinya dan bertanya, ‘’ Apa sedang kau lakukan di sini?’’



‘’Aku sedang menunggu Musa.’’



‘’Musa tidak terlalu sering datang ke masjid. Namun, jika kau ingin melihat masjid, saya dengan senang hati akan mengantarkanmu.’’



Awalnya. Yusha merasa takut. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya untuk masuk ke masjid. Selama ini, pikirannya tentang Islam sangat buruk, namun pria itu memperlakukannya dengan sangat baik.



Ia pun masuk ke dalam masjid tersebut dan mendengarkan khutbah. Awalnya, ia berpikir bahwa lafal ayat-ayat dalam bahasa Arab yang disampaikan khatib bermaksud untuk membunuhnya. Namun, ketika khatib tersebut menerjemahkan kalimat-kalimat Arabnya, Yusha menyadari apa yang dikatakan khatib itu adalah tentang menyembah Tuhan yang satu.



Usai shalat Jumat, ia menemui khatib dan bertanya, ‘’Apa yang barusan kalian lakukan tadi?’’



‘’Tadi kami melaksanakan shalat, menyembah Allah.’’



Ketika sang khatib hendak menjelaskan kepada Yusha tentang Islam, ia segera memotongnya, ’’Saya tidak ingin penjelasan. Saya ingin bukti. Apabila memang agama Anda benar, maka buktikanlah.’’



Kakeknya pernah berkata pada Yusha. Ketika orang mengklaim sesuatu itu benar, maka perlu pembuktian. Karena Yusha meminta bukti pada khatib, ia lalu diajak ke ruangannya. Khatib itu memberikannya Alquran, kitab suci umat Islam. Lalu Yusha membawanya pulang dan membacanya.



Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.

Yusha kembali ke masjid dan menemui sang khatib. Lalu ia berkata, ’’Saya ingin menjadi Muslim.”



‘’Kau harus memahami satu hal lain apabila ingin menjadi seorang Muslim. Anda harus tahu tentang Nabi Muhammad SAW.’’



Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’



Sejak itu, ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat.  Kini, Yusha menjadi seorang dai dan penceramah. Umat Islam di negeri Paman Sam memanggilnya, Syekh Yusha Evans. Ia berkhidmat di jalan Allah SWT, dengan menyebarkan ajaran Islam. Sumber: islamevents.com/yushaevans.com/republika.co.id


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29185/01/07/2013/15-anggota-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya-kembali-bersyahadat.html


Syekh Yusha Evans, kisah misionaris memeluk Islam

Tuesday, January 7, 2014

Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Akhlaknya yang bagus membuat keluarganya tertarik pada Islam.


Perempuan yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya ini mengenakan jilbab dan sangat ramah. Ibadah shalatnya pun bisa dibilang rajin.


Tak banyak yang tahu, perempuan berusia 50 tahun bernama Indriana Purnamawati itu lahir dan dibesarkan bukan oleh keluarga Islam. Masa kecilnya dipenuhi dengan kehidupan keluarga yang taat pada ajaran Katolik.


Namun, rasa ingin tahunya yang besar merintis jalannya untuk mengenal Islam, hingga akhirnya muncul keinginan kuat untuk menjadi Muslimah.


Perempuan yang akrab disapa Nina ini terlahir sebagai Katolik. Sejak TK hingga SMP, ia selalu mengenyam pendidikan di sekolah Katolik.


Ketika duduk di bangku SMA, ia bersekolah di SMA negeri. Saat itu, matanya terbuka, ternyata ia hidup menjadi minoritas di antara banyak kawannya yang Muslim.


Saat menghadapi syok karena melihat kebiasaan baru agama lain, ia banyak penasaran. Misalnya, ia melihat ada temannya yang membawa mukena ke sekolah dan mengetahui apa saja ibadah wajib yang harus dilakukan umat Islam. “Saya dulu melihat, kok Islam itu ribet banget, ya,” ujarnya kepada Republika, pekan lalu.


Ia juga dekat dengan lelaki Muslim, yang kemudian menjadi kekasihnya kala itu. Pria ini selalu menggiringnya agar ia masuk menjadi Muslimah. “Saya tidak suka dengan cara seperti ini sehingga saat itu saya jadi benci setengah mati dengan Islam,” katanya.


Namun, saat duduk di kelas dua SMA, ia justru mulai tertarik dengan Islam. Rasa penasarannya yang sangat tinggi membuatnya banyak belajar hal baru dan informasi-informasi mengenai Islam. “Bahkan, saya iseng-iseng ikut pelajaran agama Islam juga,” ujarnya.


Saat itu, ketika datang waktu ulangan pelajaran agama Islam, ia harus mencontek juga belajar menghafal mati-matian agar tidak terlalu jelek nilainya.


Ketika masa kuliah, ia semakin dekat dengan Islam. Teman kos sekamarnya Muslim yang taat dan banyak mempunyai buku agama yang menarik perhatiannya. “Awalnya ngumpet-ngumpet baca buku agama teman saya ini dan lama-lama tertarik,” kata Nina.


Banyak pengetahuan baru yang didapatnya ketika mempelajari Islam. Salah satunya adalah kenyataan Allah itu bersifat esa dan tidak diperanakkan.


Setelah banyak membaca buku agama  Islam, rasa ingin tahunya semakin besar. Ia akhirnya berani membuka Alquran yang di dalamnya ada terjemahannya. “Melihat bahasanya, saya nggak ngerti sama sekali,” ujarnya.


Namun,  ia tidak menyerah. Ia terus membuka Alquran dan membaca buku-buku agama. Melalui proses yang panjang,


Nina akhirnya merasakan mendapatkan hidayah. Hingga ia minta diajarkan shalat oleh teman. Pada 1983, ia akhirnya mantap mengucapkan syahadat di depan teman-teman juga ustaz yang membimbingnya.


Awalnya, Nina menyembunyikan identitas barunya sebagai Muslimah apalagi di depan keluarga. Karena, ia tahu keluarganya adalah penganut Katolik yang taat.


Suatu hari, keluarganya akhirnya mengetahui juga. Saat itu, orang tuanya melihat ia sedang shalat. Ia pun kemudian dimarahi habis-habisan oleh bapaknya. “Saat dimarahi itu, saya ya diam saja terus,” katanya.


Ia mencari pembelaan kepada kakaknya yang telah menjadi mualaf juga karena menikah dengan orang Islam. Namun, ia kecewa karena kakaknya sama sekali tidak tahu tentang esensi Islam dan tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan.


Kakaknya ini hanya ikut-ikutan shalat seperti pasangannya, namun tidak mengetahui ilmu-ilmu agama Islam. “Berbeda dengan saya. Kalau saya mempelajari dulu, tahu ilmunya, baru belajar shalat dan memutuskan masuk Islam,” ujar Nina.


Nina merasa jalan Islam yang ia pilih ini sudah sangat tepat dan ia mantap karena ini muncul dari keinginan sendiri.


Sebelumnya, ia banyak mendulang informasi dan ilmu dari buku-buku dan bertanya kepada orang-orang yang bisa memberikan jawaban memuaskan untuknya. Jadi, ia masuk Islam benar-benar karena kemauan sendiri, tanpa paksaan dari pihak manapun dan bukan sekadar ikut-ikutan.


Setelah masuk Islam, ia merasa banyak perubahan besar yang terjadi terhadapnya. Jika mau melakukan sesuatu, ia akan banyak berpikir terlebih dahulu, akibatnya apa nanti dan dihubungkan dulu dengan hukum Islam.


Selain itu, ia selalu mengambil hikmah dalam setiap apa yang telah dilakukannya. “Saya selalu merasa disayang Allah,” kata Nina.


Ia merasa seperti terlahir kembali setelah masuk Islam tersebut. Nina merasa menjadi orang baru dengan pandangan hidup baru yang lebih nyaman baginya. Meski begitu, ia tetap menghormati orang-orang di sekelilingnya yang mempunyai pandangan sendiri-sendiri.


Ketika lama tak bertemu kawan lama, banyak yang kaget melihat penampilannya sekarang apalagi sekarang ia mengenakan jilbab. “Tapi, alhamdulillah hubungan kami tetap baik, hubungan sosial tetap terjaga, apa pun kepercayaan yang kamu anut,” ujarnya.


Meski mendapatkan kecaman dan dihadapkan pada amarah bapaknya karena pindah agama, Nina tetap mantap memilih Islam. Ketika ia dimarahi, ia selalu diam, tak membantah ataupun balas membentak orang tuanya.


Perilakunya pun tidak berubah, ia tetaplah menjadi Nina yang baik hati, cerdas, dan manis. Bahkan, semakin hari akhlaknya kian bagus. Inilah yang membuat keluarganya yang lain tertarik juga pada Islam.


“Alhamdulillah, akhirnya semua keluarga saya jadi Islam. Bahkan, ibu saya memutuskan menjadi mualaf dan langsung ngebut belajar shalat dan agama di sisa usianya. Ia meninggal saat sedang ingin shalat, sudah mengenakan mukena, namun tiba-tiba ambruk dan meregang nyawa,” kata Nina.


Article source: http://hot.detik.com/read/2011/04/08/140904/1611824/230/aniesa-amalia-langganan-peran-komedi?880006fa


Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

Sunday, March 31, 2013

Artis, Guru Spiritual, Dukun

Ariel Noah, Qory Sandioriva dan Andre Taulany

Keberadaan guru spiritual  di kalangan para public figure bukan hal aneh lagi. Peran mereka diharapkan bisa menjadi ‘penyejuk hati’. Namun dalam praktiknya, tak sedikit dari mereka yang melakukan ritual dukun.

Di era serba canggih, ilmu pelet atau santet masih laku di ‘pasaran’. Buktinya? Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  RI sampai merasa perlu untuk mengunjungi 4 negara di Eropa, untuk studi banding tentang hukum pidana dan hukum acara pidana, salah satunya soal santet.
 
Hari gini bicara ilmu ghaib yang sulit diterawang atau dilihat secara kasat mata? Memangnya siapa yang berkepentingan? DPR yang mestinya bekerja atas nama rakyat, sehingga melaksanakan tugas-tugasnya yang punya kaitan dengan masyarakat luas tanpa berdosa mengatakan, “Yang menggunakan ilmu gaib itu rata-rata oknum atau publik figur, pejabat, artis, pengusaha. Orang-orang yang merasa bersaing. Ada yang pelet, ada yang menginginkan perusahaan hancur, ada yang ingin sakit dan sebagainya”.  Kalimat itu dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR, Achmad Dimyati.

Boleh jadi karena menyinggung profesi artis, perkataan Achmad Dimyati ini menjadi menarik. Apalagi kemudian, publik diramaikan oleh berita artis Adi Bing Slamet yang merasa ‘dikerjain’ oleh Eyang Subur. Adi mengatakan Eyang Subur adalah dukun yang mengajarkan aliran sesat kepada pengikutnya. Namun sebagian rekan Adi yang juga sama-sama berprofesi artis, menyebut mantan tukang jahit itu adalah guru spiritual. Nah lho!
 
Istilah dukun dan guru spiritual jelas berbeda. Menurut sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Suprapto, masyarakat harus bisa membedakan antara guru spiritual dengan dukun. Meskipun biasanya mereka sama-sama memiliki keahlian khusus yaitu bisa “menyembuhkan”. “Kata spiritual lebih merujuk ke hubungan manusia dengan Tuhan. Jadi, guru spiritual itu sifatnya menolong dan membantu orang memahami masalah kebatinan/kejiwaan terkait dengan hubungannya dengan sang Pencipta,” kata dia dilansir tempo.
 
Ajaran yang diberikan kepada pengikutnya pun tidak akan bertentangan dengan agama atau kepercayaan yang diyakininya. Suprapto mencontohkan, guru-guru spiritual yang benar tentu menyarankan untuk banyak beramal, rajin berpuasa senin-kamis, atau puasa Nabi Daud. “Tapi kalau ada yang melarang sedekah, tidak salat berjamaah, itu saya kira menjadi tanda tanya. Apa motivasi kegiatan spiritual mereka,” ujarnya.
 
 Sedangkan dukun, adalah orang yang mengobati atau menolong orang sakit dengan memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya. Dan saat ini, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah marak bermunculan guru-guru spiritual yang sebenarnya lebih mendekati kategori sebagai dukun. “Memang sekarang lebih bervariasi, kalau banyak yang memberi syarat-syarat aneh dan pantangan yang nggak masuk akal itu berarti dukun,” kata dia.
 
Suprapto, mengatakan ada pergeseran peran dan fungsi dari penasihat atau guru spiritual yang beredar di masyarakat saat ini. Banyak di antara mereka lebih berorientasi untuk kepentingan pribadi. “Dari yang semula tujuannya membantu orang dan pengabdian, sekarang bergeser ke arah ekonomi, yaitu mencari keuntungan,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika kliennya sudah resmi menjadi pengikutnya, mereka kemudian minta imbalan tinggi,” kata pengajar mata kuliah Sosiologi Kriminalitas ini.

Persoalannya, sering kali masyarakat terjebak dengan mengatakan dukun sebagai guru spiritual mereka. Kasus artis Adi Bing Slamet yang kini murka kepada Eyang Subur karena merasa ditipu baik secara ‘spiritual’ maupun materi awalnya juga menganggap Eyang Subur adalah guru spiritual. Padahal, setelah melihat ajaran-ajaran yang disampaikan, Adi menyimpulkan Eyang Subur tak lebih sebagai dukun.
 
Lepas dari kasus Adi, keberadaan guru spiritual dan dukun tetap dicari dan dibutuhkan masyarakat sesuai dengan kepentingan yang hanya mereka sendiri yang tahu. Namun, agar tak merasa kecewa seperti Adi Bing Slamet, pengajar mata kuliah sosiologi kriminalitas di UGM ini mengingatkan agar masyarakat tak mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan “berguru” pada orang-orang tertentu.
 
Jika memang tertarik untuk datang dengan tujuan penenang hati atau membangun percaya diri, setidaknya harus memegang satu hal penting. “Kuncinya tetap berfikir rasional, namanya konsultasi ya bayar sewajarnya saja. Kalau sampai terkuras hartanya, kita harus sensitif itu tidak benar,” kata dia. Apalagi kalau sudah sampai mengajarkan ilmu-ilmu yang jelas bertentangan dengan ajaran agama.
 
Dengan demikian bukan berarti praktik ilmu hitam bukan tidak bisa dicegah, semua bisa dihentikan, hal ini tergantung seberapa besar usaha manusia untuk memerangi hal yang demikian itu. Dan bukan tak mungkin sengketa yang seperti terjadi pada kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet tidak akan ada lagi untuk kemudian hari. ins,tmp

Dituduh Main Pelet hingga Kena Santet
Praktik ke dukun untuk main pelet atau santet di dunia hiburan bukan hal asing lagi. Maklum, inilah salah satu ceruk ‘favorit’ untuk membuat orang terkenal sekaligus kaya. Namun ketatnya persaingan di industri seni membuat tak semua orang mendapatkan jalan mulus meraih ‘bintang’.

Ada yang menyerah, ada yang tetap gigih berjuang, namun tak sedikit pula yang memilih jalan pintas misalnya dengan cara mencari sensasi, hingga datang ke orang ‘pintar’. Berikut sejumlah artis yang punya pengalaman tentang dunia klenik. Tak semuanya menjadi ‘pelaku’ , ada pula malah yang menjadi korban gara-gara label artis yang disandangnya.

Cut Memey : Kaya dengan Celana Dalam
Pengusaha Jackson Peranginangin mengaku terkena guna-guna dan diporoti hingga miliaran rupiah ketika pernikahannya secara diam-diam dengan artis Cut Memey terungkap ke publik. Memey dituduh meraup kekayaan Rp 1,5 miliar dengan ilmu pelet.

Sahabat host Olga Syahputra itu dituduh kerap datang ke dukun dan meminta pengasihan agar Jackson tidak sadar menyerahkan kekayaannya. Praktik yang digunakan sang dukun, konon dengan menggunakan celana dalam yang sudah dipakai Memey. Entah apakah ada kaitan ‘sadar’nya Jackson membuat ilmu pelet Memey tidak manjur lagi? Yang pasti pernikahan yang terjadi pada tahun 2003 itu akhirnya kandas, setelah kasus ini mencuat di akhir 2005 hingga pertengahan 2006.

Jackson mengaku sadar setelah datang pada orang pintar yang membuang pengaruh pelet.

Namun Memey menolak semua tuduhan Jackson. Uang yang diberikan Jakson tidak lebih dari kewajiban seorang suami pada istrinya. Beberapa barang kemudian dikembalikan termasuk mobil dan berlian, sebagai pertanda perdamaian mereka.

Iva Trio Macan : Keris di Kasur
Pengalaman mistis pernah dialami oleh personil Trio Macan, Iva Novanda. Dia pernah dua kali terkena pelet dan santet yang salah satunya diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya. Gejala yang dirasakan saat itu, semakin nempel dengan pacar, yang menurutnya tidak mungkin terjadi.

“Saat itu jadi sangat nurut sama dia,” ucap Iva Novanda beberapa waktu lalu.

Pengalaman kedua dalam bentuk santet. Saat itu dia melihat keris kecil yang diletakkan di kamarnya. Keris sepanjang jari tengah itu, sudah karatan Diduga benda itu kiriman dari orang yang menginginkan dirinya sakit-sakitan. “Kata bunda itu kenapa Iva masih sakit-sakitan,” kisahnya.
 
Qory Sandioriva : Pelet untuk Kontes
Praktik perdukunan diduga dilakukan oleh Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva agar memenangkan kontes kecantikan yang diikutinya, termasuk Miss Universe di Amerika Serikat.

Praktik tersebut dibongkar oleh ibu Qory sendiri, Ny. Fariawati, yang khawatir dengan kondisi aqidah putrinya.

Dia menggelar konferensi pers meminta agar sang anak meninggalkan ilmu perdukunan yang dilarang oleh agamanya. Sang ibu juga meminta pria berinisial R, yang diduga sebagai penasehat spiritual anaknya, untuk melepas putrinya.

“Dia (lelaki berinisial R) mengubah tingkah laku Qory dengan mengajak mandi kembang dan percaya pada alat-alat tertentu, melepaskan burung pipit, kura-kura dan belut di sungai yang berjalan. Ini sudah menyimpang dari Syariat Islam,” ungkap Fariawati tiga tahun silam.

“Saya ingin meluruskan, bukan membuka aib. Hanya ingin menyelamatkan anak di mata Tuhan dan bertanggung-jawab sebagai orang tua. Agar dia meninggalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan Syariat Islam,” sambungnya. Persoalan itu membuat hubungan Qory dengan ibunya sempat merenggang.

Yenny 3 Macan : Sinar Merah
Pedangdut Yenny Anggraeny atau Yenny 3 Macan Asli pernah mendadak pingsan di atas panggung. Dia menghubungkan, pingsannya malam itu karena guna-guna. Sebelumnya sang pembantu melihat benda menyala warna merah yang jatuh di rumahnya.

“Pernah mau kena santet, tapi kena pembantu. Dia sakit, akhirnya pamit pulang, nggak balik karena ketakutan. Pembantu cerita kalau ada cahaya merah mengenai dia pas malam,” tutur Yenny.

Yenny akhirnya mengambil jasa ‘orang pintar’ dan menurutnya santet itu memang dialamatkan kepadanya. Dia pun diberi tips untuk terhindar dari santet dan ilmu-ilmu hitam lainnya, yaitu rajin shalat dan baca Alquran.
 
Andre Taulany : Telur dan Kain Putih
Rumah Andre Taulany di Jl. Gelatik Atas RT 04/RW 09, Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten pernah dilempar telur dan kembang yang dibungkus dengan kain putih.

Pelakunya segerombolan orang tidak dikenal.

“Jam tujuh saya dibangunin istri, dibilangin kalau di depan halaman rumah, atap dan tiangnya sudah penuh sama telur dan bungkusan kain yang dilempar. Ada tiga bungkusan kain dan isinya masing-masing kembang, silet, dan potongan cuter, telur, dan kertas bertuliskan kata-kata kasar dibungkus kain putih dan dilempar secara menyebar,” katanya.

Diduga, barang-barang praktik perdukunan  tersebut untuk mencelakai pemain Opera Van Java itu. Maklum Andre saat itu maju sebagai wakil walikota Tangerang Selatan. Anehnya dalam bungkusan itu ada kalimat yang dia sendiri tidak mengerti. Bunyi kalimatnya ‘Axxing Sia, Dxxor Sia dan So Suci Sia”. Tiga kalimat tersebut dituliskan pada masing-masing kain dengan dua tulisan bertinta merah dan satu tulisan bertinta hitam.
 
Ariel Noah: Muntah Keris dan Batu
Saat santer kasus video pornonya bareng Luna Maya dan Cut Tary, penyanyi Ariel jadi sasaran santet orang-orang yang memusuhinya. Kakak kandung Ariel, Nazlin Fachridzal mengungkapkan kejadian mistik yang dialami adiknya itu.

“Teman Ariel berkata kepada saya dari dalam perut Ariel keluar benda keris, batu, dan lain sebagainya,” kata Nazlin Fachridzal.

Nazlin memperkirakan ada yang iri atau sirik dengan kesuksesan karir adiknya di dunia hiburan. “Itu bisa jadi terjadi, tapi kemungkinan memang ada yang iri dan si pelaku ingin merusak citra adik saya sebagai public figur,” katanya. kpl

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257675:hanya-lima-persen-umat-islam-sumbang-ekonomi&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Artis, Guru Spiritual, Dukun