Showing posts sorted by relevance for query anggota. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query anggota. Sort by date Show all posts

Sunday, January 6, 2013

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)

Home Gazw Al-Fikr

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)


 

Partai Masyumi


Senin, 07 Januari 2013

Oleh: Nuim Hidayat 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

SURAT cinta ini  saya tulis karena terpicu dengan pernyataan salah satu tokoh politisi Muslim yang bangga ketika ada non Muslim menjadi salah satu pengurus partainya.  Mungkin ia dan sahabat-sahabatnya punya dalil atau hujjah untuk pendapatnya itu. Tapi saya yakin hujjah itu tidak diuji ke publik, terutama ke para ulama dan cendekiawan yang shaleh, yang faham tentang Islam dan sejarah bangsa ini.

Sekitar tahun 2008, saya pernah menulis di Majalah Hidayatullah tentang pentingnya kesatuan akidah dalam sebuah organisasi termasuk partai politik. Kita bisa bayangkan, bila NU dan Muhammadiyah tidak dirintis oleh orang-orang yang sama dalam tujuan akidah dan dakwah. Apakah mungkin sebesar sekarang? Inilah ringkasan dari artikel yang saya beri judul; “Bersama-sama Kaum Muslim Kita Berjuang”.

Kepada sahabat-sahabat
Generasi Muda Islam
Kususun buku ini untukmu
Turutilah djejak pemimpinmu
kenangkan sedjarahnya
teruskan perjuangannya

Di tengah gegap gempitanya  partai-partai Islam saat ini berkonsolidasi untuk Pemilu 2009, maka muncullah gagasan partai Islam agar terbuka dan inklusif. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah lebih dulu memulai gagasan ini dengan memasukkan beberapa non Muslim menjadi pengurus atau anggota DPP Partai PKB.  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga menerima gagasan inklusif ini.  Meski sebenarnya PKS juga telah memulai menerima anggota/pengurus non Muslim/anggota DPRD untuk daerah Irian.

Melihat gagasan inklusif partai-partai Islam (dalam AD/ART-nya) ini, membuat penasaran diri saya untuk bertanya: “Bolehkah dalam berpartai kita bersama-sama non Muslim?

Saya membuka-buka kembali buku sejarah.  Alhamdulillah di rumah saya ketemu buku “Alam Fikiran dan Djedjak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito” yang yang disusun oleh SU Bajasut. Buku ini selain memaparkan pemikiran-pemikiran Ketua Umum Masyumi Prawoto juga melampirkan dokumentasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Masyumi.

Dalam Anggaran Dasar Partai Politik Islam Indonesia Masjumi ditegaskan: “Tujuan Partai ialah terlaksananya ajaran dan hukum Islam, di dalam kehidupan orang seorang , masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan Ilahi.” (Pasal III). Pada pasal IV-nya dinyatakan: “Usaha partai untuk mencapai tujuannya:

-Menginsyafkan dan memperluas pengetahuan serta kecakapan Umat Islam Indonesia dalam perjuangan politik
-Menyusun dan memperkokoh kesatuan dan tenaga umat Islam Indonesia dalam segala lapangan
-Melaksanakan kehidupan rakyat terhadap perikemanusiaan, kemasyarakatan, persaudaraan dan persamaan hak berdasarkan taqwa menurut ajaran Islam
-Bekerjasama dengan lain-lain golongan dalam lapangan bersamaan atas dasar harga menghargai

Nah, ini yang menarik, di pasal V tentang anggota dinyatakan, Anggota Partai terdiri dari:

-Anggota biasa, ialah warga negara Indonesia yang beragama Islam (laki-laki dan perempuan) dan tidak menjadi anggota partai politik lain
-Anggota teras, terpilih dari anggota-anggota biasa
-Anggota Istimewa, ialah Pengurus Besar/Pusat perhimpunan Islam yang bukan partai politik

Keharusan anggota wajib beragama Islam ini lebih tegas lagi, dijelaskan dalam “Anggaran Rumah Tangga Partai Politik Islam Indonesia Masjumi”. Dalam Bab II Pasal 3 dijelaskan: “Syarat-syarat untuk menjadi anggota partai: 1.  Tiap warga negara Republik Indonesia yang beragama Islam, laki-laki maupun perempuan, berumur sekurang-kurangnya 18 tahun atau sudah kawin dan tidak menjadi anggota partai politik lain dapat diterima menjadi anggota biasa…” (ART Partai ini ditetapkan dalam Sidang Dewan Partai, 9-12 Oktober 1953. Artinya sebelum pemilu 1955 dimana Masjumi memperoleh suara)

Jadi Masjumi tegas mengharamkan anggota partainya non Muslim. Apalagi jadi pengurus partai. Seperti sudah lazim kita ketahui untuk menjadi pengurus partai (atau anggota DPRD sebuah partai), seseorang diharuskan menjadi anggota terlebih dahulu.  Jadi bila merujuk sejarah, maka suatu hal yang aneh partai Islam anggota/pengurus non Muslim (inklusif).

Bagi partai yang ingin menegakkan syariah Islam di Indonesia, atau partai dakwah, tentu hal yang aneh bila dalam perjuangan partai itu ada anggota/pengurus non Muslim.  Bagaimana mau berdakwah, mengajak orang lain ke jalan Islam,  sementara dalam rumah tangga partai dakwah sendiri ada yang non Muslim?  Logika berpikir yang benar, tentu untuk menjadi partai dakwah, maka anggota/pengurus yang di dalam harus bersiap untuk dakwah.  Dan untuk siap berdakwah, maka seseorang harus menjadi Muslim terlebih dulu.

Sayangnya, kini sejarah Masjumi yang didirikan oleh alim ulama dan cendekiawan Islam yang penuh keteladanan itu kini jarang lagi ditengok oleh politikus-politikus partai.  Para politikus saat ini mencoba gagah-gagahan untuk melepas diri sejarah perjuangan Islam Indonesia masa lalu.  Padahal Masjumi Masjumi didirikan dari hasil Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta 7-8 November 1945, oleh hampir semua tokoh berbagai organisasi Islam dari masa sebelum perang serta masa pendudukan Jepang. Organisasi-organisasi Islam yang masuk Masjumi antara lain: Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Perikatan Umat Islam, Persatuan Umat Islam, Persis, Al Irsyad, Al Jamiyatul Washliyah, Al Ittihadiyah dan lain-lain (Lihat buku Deliar Noer, Partai Islam di Pentas Nasional, hal. 47-50).

Padahal al-Qur’an berulangkali dalam ayatnya mengingatkan kita agar menengok dan meneladani sejarah.  Baik sejarah individu, masyarakat atau sebuah bangsa. Politik hari ini, adalah sejarah sejarah esok hari. Allah Subhanahu Wata’ala mengingatkan:

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS: 11:120).

Maka buku pemikiran Prawoto Mangkusasmito di atas, bukanlah sekedar kalimat-kalimat pemuas akal belaka. Di halaman persembahannya ditulis:

“Kususun buku ini untukmu,
Turutilah djedjak pemimpinmu,
kenangkan sedjarahnya,
teruskan perjuangannya

Tapi, kini kondisi partai politik lebih parah. Disadari atau tidak, ideologi sekuler Barat –lewat lobi-lobi para orientalis/indonesianis– telah masuk dalam cara berpikir banyak orang partai.  Sehingga dalam dan antar partai Islam yang terjadi rebutan jabatan, rebutan angggota DPR/DPRD dan rebutan sumber-sumber uang. Tanpa melihat lagi akidah, kapabilitas dan keamanahan seorang calon. Partai bukan dilihat lagi sebagai alat perjuangan dakwah dan alat perjuangan untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia. Padahal Al-Qur’an jelas menegaskan fungsi organisasi Islam atau partai Islam adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar. Bukan untuk mencari suara belaka. Untuk apa kekuasaan dipegang, bila tidak ditegakkan amar makruf nahi mungkar? Al-Qur’an mengingatkan: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS: 3:104)

Cara berpikir Barat yang menyesatkan lainnya –yang banyak diadopsi oleh partai-partai sekuler— adalah partai diibaratkan negara kecil. Dari sinilah ide pluralisme, inklusivisme partai masuk.  Padahal partai bukanlah tipikal negara.  Partai bukan negara. Partai bisa diibaratkan rumah keluarga besar kita.  Dalam keluarga, kita berkewajiban menjaga akidah istri, anak-anak dan sistem dalam keluarga itu agar tidak keluar dari nilai-nilai Islam.  Keluarga kita harus Islami, tapi kita menghormati tetangga kita yang non Muslim.  Bahkan kita bisa saling membantu dalam hal kebaikan dengan mereka.

Walhasil, memang benar ungkapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, bahwa dalam kehidupan ini –berumah tangga, bekerja, berorganisasi dan berpartai—ditentukan oleh niat.

Kalau dalam organisasi Islam bisa dilihat dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.  Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR Bukhari Muslim)

Keberhasilan Masjumi dengan asas Islam dan agenda penegakan syariah Islam di Indonesia, dalam Pemilu tahun 1955, dan kegagalan Amien Rais dengan Partai Amanat Nasionalnya sudah merupakan pelajaran berharga bagi kita untuk melangkah ke depan. Fa’tabiru ya Ulil Albab.* bersambung

Penulis adalah Dosen STEI Husnayain, Jakarta

Red: Cholis Akbar


Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)

Sunday, July 7, 2013

Keith Ellison, muslim pertama yang jadi anggota Kongres AS

Keith Ellison mencatatkan dirinya dalam sejarah demokrasi di Amerika Serikat (AS). Dia adalah muslim pertama yang terpilih jadi anggota kongres AS mewakili negara bagian Minnoseta. Selain muslim pertama, Ellison juga Afro-Amerika pertama dari Minnoseta yang terpilih jadi anggota Kongres.


Pria bernama lengkap Keith Maurice Ellison lahir pada 4 Agustus 1963 di Detroit, Michigan. Dia lulusan University of Detroit Jesuit High School and Academy pada 1981. Kemudian dia melanjutkan studinya di Wayne State University, Detroit. Selama kuliah, Ellison aktif di dunia olahraga dan senat mahasiswa.


Saat menempuh pendidikan di universitas inilah, Ellison mengenal Islam. Pada usia 19 tahun, dia memantapkan hati, memutuskan jadi mualaf. Setalah masuk Islam, Ellison sempat beberapa kali ganti nama untuk membela ormas Islam garis keras Nation of Islam (NoI), pada setiap tulisan kolomnya di koran.


Setelah meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Ekonomi, Ellison menikahi Kim (pacarnya sewaktu SMU) dan pindah ke Minneapolis untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Minneasota jurusan hukum.


Ellison pertama kali muncul sebagai kandidat untuk jabatan publik pada 1998, sewaktu mencalonkan diri untuk mendapat nominasi dari DFL agar jadi anggota dewan legislatif negara bagian Minnesota. Dia mendaftar dengan nama Keith Ellison -Muhammad. Namun nama Ellison kandas, kalah dengan kandidat lain.


Tak ingin patah semangat, Ellison kembali maju jadi anggota dewan legislatif Minnesota pada pileg 2002. Hasilnya memuaskan, dia terpilih sebagai legislator untuk distrik 58D Minnesota. Pada dua tahun berikutnya, dia terpilih lagi jadi anggota legislatif Minnesota.


Karir Ellison terus menanjak, pada 2006 dia berhasil menang pada pemilihan anggota Kongres AS. “Saya mencalonkan diri untuk Kongres, karena yakin bahwa kita harus berani dan tegas menyatakan bahwa kita bakal lebih baik bila bersatu daripada terpecah belah,” kata Ellison seperti dikutip dari buku ‘Seeking Truth Finding Islam’ karangan Anwar Holid.


Selama menjabat sebagai anggota Kongres, Ellison lugas menyuarakan nasib-nasib golongan minoritas dan muslim AS. Bahkan saat pelantikan, dia hanya mau sumpah janji di bawah Alquran.


Menjabat sebagai anggota Kongres, tak membuat Ellison lepas dari kontroversi. Seperti pada pejabat AS umumnya, Ellison juga memiliki hubungan dengan kaum Yahudi. Bahkan kemenangannya sebagai anggota Kongres, juga sedikit banyak adalah sumbangan suara orang Yahudi setempat.


“Ada perhatian terhadap hukum dalam komunitas Yahudi. Jadi saya senang menjawab (kerjasama) mereka. Meski saya juga berfikir, pasti ada orang di luar sana yang ketakutan, berusaha mengancam masyarakat Yahudi dalam memanipulasi isu ini,” kata Ellison.


Selama menjabat sebagai anggota Kongres, Ellison juga tercatat beberapa kali ke Timur Tengah, termasuk Israel. Pada 2007, terkait status hubungan antara Israel dengan Palestina yang terus memanas, Ellison ikut kunjungan kerja memantau langsung kondisi di lapangan. Di sana, dia mengunjungi Tembok Ratapan, Masjid Al-Aqsha, juga bertemu dengan para petinggi lintas negara, seperti PM Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.












Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/hikmah/12/05/07/m3mvz2-bilal-dan-muazin


Keith Ellison, muslim pertama yang jadi anggota Kongres AS

Saturday, June 29, 2013

Tidak diizinkan masuk, ratusan mahasiswa gelar doa bersama di luar gedung ...


RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal, BEM STAIN Malikussaleh, serta Aliansi BEM seAceh melakukan aksi damai di depan gedung DPRK Aceh Utara, Jumat malam, 28 Juni 2013.



Aksi tersebut sebagai bentuk protes mereka terhadap keputusan Komisi A DPRK Aceh Utara yang bersikeras melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten tersebut secara tertutup. Di luar gedung dewan mereka melakukan aksi damai dengan cara doa bersama.



Padahal sebelumnya, mereka datang ke gedung tersebut untuk menyaksikan proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KIP Aceh Utara berdasarkan undangan dan ajakan dari Ketua Komisi A,  Amiruddin B. Dalam pertemuan dengan mahasiswa beberapa hari sebelumnya, ia mengajak mahasiswa sama-sama mengawal proses perekrutan calon anggota KIP.



Aparat kepolisian yang lebih banyak dari jumlah massa merantai dan kemudian menggembok pintu pagar gedung dewan perwakilan rakyat itu. Mahasiswa, masyarakat maupun jurnalis dilarang masuk menyaksikan dan meliput proses uji kelayakan tersebut. Massa dan jurnalis hanya boleh berada di luar pagar gedung dewan atau tepatnya di badan Jalan T. Nyak Adam Kamil, Lhokseumawe.



Sesuai dengan keputusan Komisi A yang hanya memperbolehkan lima orang perwakilan masuk, akhirnya mahasiswapun setuju. Namun anehnya, kelima mahasiswa yang diizinkan masuk tidak diperbolehkan membawa handphone (HP) serta tas mereka ke dalam.



Mahasiswa mensinyalir Komisi A DPRK Aceh Utara takut jika ada mahasiswa yang mengabadikan proses fit and proper test tersebut dengan telepon genggam mereka.



“Kita sangat prihatin dengan kondisi Aceh Utara yang seperti ini. Sikap anggota dewan seperti tidak berpendidikan. Semoga apa yang kita lakukan malam ini tidak sia-sia,” ujar Nanda, mahasiswa STAIN Malikussaleh, salah satu perempuan yang ikut melakukan aksi.



Massa yang datang kembali ke dewan sejak pukul 20.00 WIB, baru bubar sekitar pukul 02.00, Sabtu,  dini hari. Mereka menunggu hingga selesainya proses uji kelayakan dan kepatutan 15 calon anggota KIP Aceh Utara.



Sebelumnya diberitakan, Komisi A DPRK Aceh Utara memutuskan tetap akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KIP Aceh Utara secara tertutp. Saat dialog dengan mahasiswa dan masyarakat Aceh Utara, Ketua Komisi A, Amiruddin B menyampaikan hasil musyawarah dengan anggota komisi itu.



“Berdasarkan hasi musyawarah kami, fit and proper test tetap akan dilakukan secara tertutup. Syaratnya, hanya lima orang perwakilan mahasiswa yang diperbolehkan masuk,” ujar Amir, kemudian menutup rapat, tanpa meminta pendapat mahasiswa.[](bna)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/28/mp3vss-ayo-daftar-world-muslimah-2013


Tidak diizinkan masuk, ratusan mahasiswa gelar doa bersama di luar gedung ...

Thursday, March 14, 2013

Icuk sugiharto Kapok Jadi Caleg

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA– Batas waktu pengajuan daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif 9 April 2013 tinggal tiga pekan lagi.

Fenomena yang tampak saat ini, semua partai, termasuk partai besar memburu artis sebagai vote getter menghadapi Pemilu 2014.

Namun tidak semua artis rupanya tertarik menjadi calon legislatif (caleg). Mantan pebulutangkis Icuk Sugiarto misalnya, merasa kapok menjadi caleg.

Saat sejumlah artis, dan olahragawan top berbondong-bondong masuk partai dan berusaha menjadi calon legislatif, legendaris bulutangkis nasional, Icuk Sugiarto malah tidak tertarik untuk menjadi calon legislatif (caleg).

“Saat ini saya sudah tidak tertarik duduk di lembaga legislatif, meski saya sudah setahun masuk partai politik. Jika para atlet dan artis ingin sejahtera dari menjadi anggota legislatif, itu salah,” ujar Icuk Sugiarto kepada Warta Kota (Tribunnews.com Network), Rabu (13/3/2013).

Pada Pemilu 2009, Icuk merupakan Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Kota Solo. Ia bertarung dari daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah.

Menurut Icuk anggota legislatif harus benar-benar bekerja untuk rakyat dan jangan hanya mementingkan urusan pribadi. Mereka yang menjadi anggota legislatif memang harus sudah benar-benar mapan dan sudah tidak lagi mementingkan materi sehingga fokusnya benar-benar untuk kemajuan rakyat.

“Kalau menurut saya menjadi anggota legislatif itu harus mau bekerja sosial, tidak mementingkan materi. Mereka yang bekerja di sana itu benar-benar mengawal kondisi yang terjadi di masyarakat tidak hanya duduk manis,” kata Icuk, politisi PPP.

“Jangan orang yang pas-pasan dari segi materi dan ingin mencari nafkah di sana. Nanti akhirnya yang akan terjadi sepeti sekarang ini kerja tidak maksimal dan hanya menginginkan gaji atau malah melakukan ada yang melakukan tindakan korupsi,” ujar Icuk yang saat ini masih menjadi Ketua Harian DPP Bidang Pemuda Olahraga dan Mahasiswa Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Artis masih memiliki magnet dan daya tawar cukup kuat di mata pemilih. Sehingga wajar disunting partai politik dalam pemilu legislatif mendatang, tak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa. Meski begitu PKB mematok standar bagi artis.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Abdul Malik Haramain mengakui partainya juga menggandeng artis. Mereka berpotensi besar sebagai pengumpul massa demi kemenangan PKB dalam pemilu mendatang yang bakal ketat ini.

“Kami tidak munafik bahwa salah satu kriteria artis masuk karena popularitas. Intinya kita tidak ingin punya artis yang jadi anggota DPR, tapi enggak bisa apa-apa,” ujar Malik usai diskusi menyoal RUU Pemilu bersama Perludem di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Rabu.

Standar yang diterapkan PKB, lanjut Malik, untuk membuang malu terhadap imej selama ini bahwa artis yang duduk di DPR RI hanya menjual popularitas tapi tak bisa memberikan kontribusi apa-apa. Karenanya, kendati artis, mereka juga ditanya kemampuan dan pengetahuan politiknya.

“Parpol juga mestinya malu sehingga kita tetap selektif (untuk artis). Dan itu harus dijaga. Di PKB caleg DCT (daftar calon tetap) itu biasanya kita panggil. Mereka dikasih pelatihan dan capacity building. Setelah jadi baru kita undang lagi untuk persiapan masuk Senayan,” paparnya.

Undangan bagi mereka yang disiapkan untuk ke Senayan, lanjut mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ini untuk dilatih bagaimana menghadapi publik, termasuk mengajarkan bagaimana menyampaikan gagasan, cara berbicara, hingga muatan pembicaraannya. Ini karena para artis datang atas inisiatif sendiri.

Partai Hanura membantah sejumlah artis papan atas yang bergabung ke partainya akan menjadi bakal calon anggota DPR atau legislatif (caleg). Sejauh ini mereka hanya sebagai kader Partai Hanura.

“Ada yang salah persepsi di publik, seolah-olah yang bergabung ke partai seolah jadi caleg. Bergabungnya artis ke Hanura, karena mereka melihat Partai Hanura bisa menjadi tempat pengembangan seni dan karya mereka, partai bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mereka,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPPPartai Hanura, Yuddy Chrisnandi, kepada TRIBUNnews.com.

Yuddy mengakui ada sejumlah artis yang sudah bergabung ke Partai Hanura seperti Meriam Bellina, Krisdayanti, Renny Djayusman, Olla Ramlan, dan Iis Sugiyanto. Namun mereka justru menyatakan tidak ingin mendaftar menjadi caleg.

Menurutnya, artis bergabung ke Partai Hanura tidak harus menjadi caleg. “Mereka di Hanura hanya ingin aktif lewat karya seninya dan membangun bangsa. Beda dengan partai lain, yah saya sebut saja seperti PAN yang memang merekrut caleg dari artis,” terangnya.

“Sampai saat ini, belum ada satu pun dari mereka (kader dari artis) yang daftar caleg,” tandasnya.

Meski begitu, Yuddy mengungkapkan, sejumlah artis papan atas bersedia bergabung ke Partai Hanura melalui kerja jaringan. “Partai kan ada jaringan dan saling mengajak. Tapi, di Hanura tidak perlu sampai diimingi-imingi dia akan jadi caleg,” kata dia. (tribunnews/mtp/coz/fer/yat)

Article source: http://news.okezone.com/read/2012/11/28/59/724277/ibadah-haji-itu-unik-penuh-misteri


Icuk sugiharto Kapok Jadi Caleg

Wednesday, August 21, 2013

Tanggapan untuk Ibu Titi Supratignyo



Menanggapi surat Ibu Dra Titi Supratignyo, MEd yang dimuat 18 Juli di surat pembaca, kami dari Happy Hakken Club (H2C) ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Ibu. Kami sangat menghargai apa yang Ibu tulis, karena ini menunjukkan adanya perhatian, empati, dan peduli pada kegiatan H2C. Koreksi dari Ibu sangat berarti buat kami. Mudah-mudahan Ibu Titi juga senang merajut. Kini Club H2C akan menjadi Happy Haken Club.


Club H2C terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar maupun yang sudah bisa merajut untuk bergabung.


Pertemuan rutin H2C di­adakan setiap bulan, dan bagi yang bisa merajut diharapkan bisa berbagi ilmu dengan teman-te­man yang ingin belajar. Kegiatan lain H2C yaitu pameran dan show. Ke depan diharapkan bisa lebih berkembang lagi. Untuk lebih jelasnya, dapat menghubungi Nadine di 3513 054.


 
Edith
Humas Happy Haken Club
Jl Sembodro 2B/19
Semarang


 
*?*?*


 


 


 


Dampak Perceraian
 


Apa yang Anda pikirkan jika pasangan minta cerai? Pernahkan Anda peduli pada suasana hati pasangan dan masa depan anak-anak saat mengajukan perceraian? Meski anak-anak pasangan artis Jamal Mirdad dan Lidya Kandou tampak tegar saat mengetahui gugatan cerai sudah masuk di Pengadilan Agama, namun mereka saat itu tetap berharap kedua orang tua mereka dapat rujuk dan mesra kembali sebagaimana puluhan tahun silam.


Media selalu menayangkan informasi akibat perceraian sebagaimana yang dialami oleh artis Marshanda. Demikian juga gadis remaja berstatus siswi SMP di Jawa Timur yang akhirnya terjerumus di dunia prostitusi, dan tidak sedikit anak-anak terabaikan hingga menjadi pecandu narkoba. Apakah Anda tetap akan bercerai dan terus menciptakan generasi ‘’penderita’’, sementara Anda menginginkan hidup nyaman seolah-olah bahagia di antara anak-anak yang terluka sebagai akibat dari perceraian?


Data kasus perceraian di Pengadilan Agama Tingkat I Semarang yang disidangkan setiap harinya mencapai 50-60 kasus dengan keputusan sidang mayoritas cerai. Sedang pasangan yang berhasil didamaikan persentasenya sangat kecil, bahkan mengarah ke nihil. Total kasus perceraian hingga semester pertama tahun 2013 di Semarang mencapai 1.479 kasus, jumlah tersebut diprediksi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kasus perceraian selama tahun 2012 yang berjumlah 3.034 kasus.


Bagi pasangan yang berkeinginan cerai, luangkanlah sedikit waktu untuk menghayati setiap bait lagu Iwan Fals berikut :  Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu, kemesraan ini, ingin kukenang selalu. Hatiku damai, jiwaku tentram di sampingmu, hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu’’ Hal ini karena tu­juan perkawinan menurut UU RI No 1 Tahun 1974 Pasal 1 adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Jika pasangan tetap harus cerai, hendaknya hal tersebut ditempuh bukan untuk memuluskan keinginan untuk mengikat perkawinan dengan pasangan yang baru, tetapi sadarilah bahwa hal tersebut suatu kegagalan yang harus disesali. Kemudian fokus untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yang dianugerahkan Tuhan sebagai hasil dari perkawinan yang telah dilalui.


Berilah kesempatan kepada anak untuk menikmati hidup dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup sebagai tanggung jawab orang tua. Ingat, Allah itu maha pengampun dan penyayang dan setiap kita sudah mendapat pengampunan sehingga wajar jika kita harus berusaha untuk dapat saling mengampuni.
 


Manogar Rajagukguk
BK SMK 17 Agustus 1945
Jl Ki Mangunsarkoro No 19
Semarang


*?*?*
 


 


 


Ulah Oknum FPI Mengusik Ketenangan


 


Ulah oknum anggota FPI (Front Pembela Islam) yang mengusik ketenangan penduduk Sukorejo, Kendal, kami rasa memalukan. Imbauan kami, Presiden SBY menindak oknum FPI yang menjadi sumber keke­rasan. Sebagai warga negara yang taat hukum dan patuh terhadap perintah agama, kita wajib men­desak pemerintah pusat hingga daerah memberlakukan kebijakan penghapusan hak-hak dalam berorganisasi kepada FPI ataupun ormas lain yang melakukan tindakan anarkis, merusak, main hakim sendiri. Baik berdalih kebenaran agama sendiri maupun kelompok.


Ormas semacam itu sering menimbulkan kericuhan lokal maupun nasional, bahkan mengakibatkan jatuhnya korban. Jika masih dibiarkan, apalagi Peme­rintah Daerah Jawa Tengah sendiri abai menindaklanjuti aspirasi sebagian masyaratnya, ke-mungkinan kejadian seperti di Kendal akan terulang.


Kami berharap gubernur yang baru, Ganjar Pranowo da-lam masa kepemimpinannya kelak bisa mengembalikan ketenangan masyarakat Jawa Tengah yang sering terusik terorisme dan kekerasan. Semoga kemuliaan Ramadhan yang baru berlalu, senantiasa hadir mengantarkan kita mendapatkan gelar muttaqin (hamba Allah yang bertaqwa). Memiliki prinsip dan bersikap rahmatan lil alamiin (kasih sayang lintas agama, bangsa, yang tak terbatas), tidak mudah terprovokasi maupun bertindak menang sendiri. Amin.


 
H Bayu Aghustin
Mohammad Iqbal, SE
Jl Galungan 3/1/96
RT 05/06 Krapyak
Semarang Barat
 


*?*?*


 


 
 


Masuk Anggota TNI Tak Dipungut Biaya
 


Menjadi seorang TNI adalah cita-cita yang didambakan oleh pemuda, tak heran akhir-akhir ini animo pendaftar sangat banyak, bahkan melebihi batas yang ditentukan. Maka sangat disayangkan jika tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mendaftar.


Proses penerimaan yang ingin menjadi anggota TNI, khususnya TNI AD, tidak akan diminta dana sama sekali. Namun masih ada masyarakat yang punya persepsi (pandangan) yang salah tentang seleksi, masuk menjadi prajurit TNI harus bayar.


Apalagi masih ada berita di media bahwa masuk TNI dipu­ngut biaya, seperti yang terjadi baru-baru ini menimpa seorang PNS di Kabupaten Grobogan. Dia meratapi nasibnya dan harus ke­hilangan uang Rp 67 juta karena telah ditipu. Warga Ngembel Ki­dul RT 02 RW 04 Tanggungharjo, Grobogan itu telah menitipkan anaknya yang bernama Janu Pur­wantono untuk menjadi TNI kepada seseorang yang katanya bisa meloloskan bisa masuk menjadi prajurit TNI.


Fenomena yang berkembang saat ini justru masih ada anggota masyarakat beranggapan untuk menjadi anggota TNI paling tidak menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah. Persepesi yang salah tersebut apabila dibiarkan sangat merugikan institusi TNI.


Untuk itu kami berharap agar berhati-hati. Bila anak ingin menjadi prajurit TNI sebaiknya mempersiapkan diri agar bisa lolos seleksi. Lakukan latihan fisik seperti lari, renang, dan lainnya agar bisa lolos. Bila perlu tanya kepada prajurit terdekat bagaimana menghadapi tes wawancara, psikologi ataupun tes lain.


Jangan sia-siakan waktu dan gunakan untuk mempersiapkan jauh hari sebelum mendaftar, karena pendaftaran setahun dua kali. Jadi jangan jauh hari malah mempersiapkan dana untuk bisa lolos. Hilangkan persepsi seperti itu. Untuk menjadi anggota tentara tidak dipungut biaya sepeser pun. Kepada orang tua maupun calon prajurit yang mengikuti tes masuk, jangan mempercayai jika ada orang yang mengiming-imingi bisa membantu kelulusan.


Apabila masih menemukan orang yang menawari dengan janji bisa meloloskan jadi prajurit TNI, segera laporkan ke pihak aparat yang terkait seperti Polisi Militer (PM) atau aparat terkait agar jangan sampai kena tipu seperti yang barusan dialami oleh warga Grobogan tersebut.


 
Sukirman S
Asrama TNI-AD Kalisari
Blok A/5
RT 01/05 Barusari
Semarang Selatan
 


*?*?*


 


 


 


Pinjaman di BRI Lunas Agunan Belum Diberikan
 


Salam sejahtera, semoga kita selalu mendapatkan lindungan-Nya, amin. Perlu kami sampaikan terkait dengan permasalahan yang kami hadapi dengan PT Bank BRI Unit Margorejo. Hal itu terkait dengan agunan kami (sertifikat) atas nama Muslikah, Desa Sokokulon, Margorejo, Pati, yang sampai saat ini belum kami terima. Padahal kewajiban kami selaku nasabah sudah kami laksanakan dengan pelunasan atas tanggungan kami, 20 Mei 2013.


Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak bank dan mengirimkan surat ke Cabang Pati 2, namun sampai saat ini belum mendapat jawaban dan kepastian. Harapan kami agar pihak bank bisa berkoordinasi dan bertanggung jawab atas semua kerugian.


 
Muslikah
Sokokulon RT 02/01
Margorejo, Pati


(/)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter
twitter
dan Facebook
Facebook


Article source: http://www.theglobejournal.com/Opini/catatan-kecil-untuk-kita-dan-mirza--alfath/index.php


Tanggapan untuk Ibu Titi Supratignyo

Sunday, February 17, 2013

Malaysia Deportasi Senator Australia

Katanya Negara Demokrasi

Malaysia Deportasi Senator Australia
Senin, 18 Februari 2013 | 6:59

Nick Xenophon. [ABC]Nick Xenophon. [ABC]

[MELBOURNE]  Senator independen Australia, Nick
Xenophon telah kembali  ke
 Australia setelah dideportasi dari Malaysia.

Senator Xenophon ditahan di Bandara Kuala Lumpur,  Minggu (17/2), dan diberitahu ia dilarang
masuk Malaysia karena dipandang sebagai ancaman keamanan.

Senator Xenophon, yang sering berbicara lantang mengenai masalah hak asasi
manusia di Malaysia, naik pesawat pulang tadi pagi. 

Ia tiba di Melbourne sekitar  pukul  9.20 pagi waktu setempat, dan mengatakan dalam
konferensi pers ia lega sudah kembali di Australia. 

Katanya ia berencana akan membingkai surat perintah deportasinya, dan akan
menjadi kebanggaan di ruang kantornya. “Saya rasa keluarga saya sudah
terbiasa saya menghadapi masalah, tapi tentunya tidak yang seperti ini,”
katanya. 

“Tapi saya meyakinkan mereka bahwa saya diurus dengan baik, Komisaris
Tinggi Australia dan stafnya luar biasa dalam memberikan dukungan. Untuk itu saya
sangat berterimakasih.” 

Kata Senator Xenophon, ia kaget sewaktu dibawa untuk ditahan selama sembilan
jam.  “Saya diberitahu bahwa saya dideportasi berdasarkan pasal
tertentu dalam undang-undang immigrasi, yang pada dasarnya berkaitan dengan
risiko keamanan,” katanya. 

“Tapi agaknya satu-satunya risiko yang saya timbulkan adalah membuat
kikuk pemerintah Malaysia karena advokasi saya bagi pemilu yang bersih di
Malaysia,” tambah dia.

Kata Senator Xenophon, penasihat hukumnya menduga perintah penahanannya
datang dari atas. 

“Sepemahaman mereka, perintah itu datang dari tingkat yang mungkin
berasal dari kantor Perdana Menteri. Itu spekulasi, tapi kantor Perdana Menteri
lah yang perlu mengkonfirmasi atau membantahnya,” katanya.

Senator dari Australia Selatan itu sedianya akan bergabung dengan delegasi
yang sudah punya rencana untuk bertemu dengan anggota-anggota oposisi Malaysia
dan pejabat-pejabat komisi pemilu menjelang pemilihan umum tahun ini. 

Akan tetapi ia malah ditahan, suatu kejadian yang dilukiskan Menlu Australia,
Senator Bob Carr, sebagai menyedihkan dan mengecewakan. 

Kata Menlu Carr, ia sudah berbicara dengan  Menlu Malaysia Dato Sri
Anifah HJ Aman dan menyatakan kekecewaan atas insiden itu.

“Katanya Malaysia keberatan sekali orang-orang asing mencampuri kampanye
pemilu mereka. Katanya, demokrasi Malaysia tidak menerima campur tangan dari
seorang politisi dari luar negeri,” kata Menlu Carr.

Mantan Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan, penahanan itu tidak bisa
diterima dan Australia perlu tegas dalam menanggapinya. ”Kita tegas
dalam demokrasi kita dan oleh karenanya harus tegas dalam respons kita,”
katanya. 

“Senator Xenophon adalah anggota parlemen terpilih Australia dan
sepantasnya diperlakukan dengan respek,” katanya.

Mantan pemimpin Partai Hijau, Bob Brown, mengatakan, deportasi itu
menunjukkan betapa Malaysia nyaris merupakan suatu police state.

“Perlu ada lebih banyak orang dari luar masuk ke negara-negara seperti
Malaysia, yang mengaku demokrasi, tapi memenjarakan siapa saja yang tidak
disukai pemerintah,” katanya. 

Senator
Xenophon berharap insiden ini akan menuai desakan terhadap Malaysia, tapi tidak
berpendapat akan merusak hubungan antar kedua negara. 

“Australia dan
Malaysia bersahabat erat,” katanya.

“Ini tidak bakalan berpengaruh pada hubungan itu, tapi saya pikir kalau
pemerintah Malaysia mengira tindakan ini smart, saya rasa hal itu akan
berbalik menampar keras mereka.”

“Ini tadinya cuma kunjungan yang tidak menonjol … tidak akan
terdengar oleh kalian. Tapi kalau itu berarti lebih banyak warga Australia di
kawasan menjadi tahu betapa menakutkan dan kritisnya keadaan demokrasi di
Malaysia, dan bagaimana demokrasi Malaysia kini berada di persimpangan jalan,
maka itu jelas bagus,” katanya.

Senator Xenophon mengatakan tidak tahu  sampai kapan ia akan dipandang sebagai ancaman
keamanan oleh Malaysia. 

“Saya diberitahu bahwa saya sekarang masuk daftar orang yang diawasi,
dan bahwa saya masuk daftar orang yang dilarang masuk Malaysia untuk waktu yang
tidak ditentukan,” katanya.  

Senator John Williams dari Partai Nasional, anggota parlemen dari
Partai Buruh Steve Georganas, dan anggota parlemen dari Partai Liberal Mal
Washer sedianya juga ikut dalam delegasi itu bersama Senator Xenophon, tapi
sekarang sudah menarik diri. 

Direktur Jenderal immigrasi Malaysia, Alias Ahmad, mengatakan, Senator
Xenophon dilarang masuk karena telah melanggar hukum dalam kunjungan
sebelumnya.

Ahmad mengatakan dalam suatu pernyataan pemerintah bahwa “Malaysia
adalah negara bebas dan demokratis, tapi tidak ada orang yang luput dari
ketentuan hukum.”

Senator Xenophon tahun lalu diundang ke Malaysia untuk misi
pencari fakta oleh pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Dalam kunjungannya,  dia mengamati
salah satu demonstrasi paling besar di Malaysia dalam puluhan tahun menuntut
perombakan sistem pemilu. 

Ia kemudian mengeritik cara pemerintah Malaysia
menangani acara demo  itu dan peliputan
oleh media pemerintah yang disebutnya bias. 

Sementara itu, Anwar Ibrahim mengeritik keputusan untuk mendeportasi has
Senator Xenophon.

“Ini mencerminkan kenekadan pihak berwenang, pemerintah yang berkuasa,
untuk membungkam para pengeritiknya dan tidak membolehkan masyarakat
internasional mengamati proses pemilu yang curang,” katanya.

Akan tetapi pakar hubungan internasional Amrita Malhi mengatakan, tidak
heran bahwa Malaysia memandang Senator Xenophon sebagai suatu risiko terhadap
keamanan pemilu dan otonominya. 

Katanya,  Malaysia – yang pernah dijajah negara lain – terutama sangat
sensitif terhadap keterlibatan pihak asing. 

Ketua Majelis Ahli Hukum Malaysia, Lee Chee Wee, mengatakan, tidak ada
alasan mengapa Senator Xenophon harus dideportasi, dan memandangnya
sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Saya pikir Perdana Menteri, yang punya aspirasi tinggi Malaysia
merupakan suatu negara demokrasi modern, perlu menyadari bahwa aspirasi itu
harus diikuti dengan tindakan,” katanya.

Senator Xenophon juga ikut dalam kelompok pengamat yang mengeluarkan laporan
mengenai sistem pemilu Malaysia April lalu. 

Ia sekarang ini sedang menggugat suatu media dukungan pemerintah di Malaysia
yang keliru menyebutkan pidatonya mengenai aliran agama Scientology sebagai
membicarakan Islam. [ABC/L-8]


Kirim Komentar Anda


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/23/mh27sv-alhamdulillah-islam-bersemi-di-jeju-korea-selatan-1


Malaysia Deportasi Senator Australia

Saturday, February 9, 2013

Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren

Home Nasional

Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren


 

“Tidak mungkin nenek-nenek disuruh masuk pesantren lagi”


Ahad, 10 Februari 2013

Hidayatullah.com–Anggota Komisi VIII DPR RI Syafwatillah menilai, generasi muda Islam harus belajar di pondok pesantren (ponpes) yang banyak tersebar se-Indonesia. Sebab baginya, bapak-bapak mereka sudah tidak ada kesempatan lagi mengenyam dunia pesantren.

“Tidak mungkin nenek-nenek disuruh masuk pesantren lagi. Tidak mungkin bapak-bapak yang sudah sibuk dimasukkan pesantren. Tapi ada anak muda, wajib hukumnya masuk pesantren,” ujar Syafwatillah dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2013).

Menurutnya, dikatakan wajib karena generasi Muslim saat ini rawan tergerus budaya asing.
“Di era globalisasi seperti sekarang ini, jangankan di luar, di pesantren saja ada yang masih terkontaminasi dengan budaya-budaya barat yang menyimpang dari ajaran Islam,” terangnya.

“Tapi tentu saja, di pesantren jauh lebih baik dari pada berada di luar (pesantren),” lanjutnya lagi.

Menurut Syafwatillah, untuk masuk pesantren tak harus dengan niat muluk-muluk.

“Ketika saya dulu dimasukkan oleh orangtua saya ke pesantren, apa tujuannya? Bukan untuk jadi (anggota)  DPR RI, bukan juga untuk jadi kiai,” tandasnya.

Syafwatillah mengaku, orangtuanya saat itu memondokkannya agar dia bisa belajar al-Qur’an dan nilai-nilai agama.

“Agar saya menjadi anak yang sholeh,” tambah kiai yang mengasuh sebuah pesantren di Palembang ini.

Pada acara yang digelar di kompleks Ponpes Hidayatullah, Jl. Kalimulya, Sukmajaya itu, alumnus Ponpes Moderen Ar-Risalah, Ponorogo, Jawa Timur ini menyindir banyaknya lulusan pesantren yang masih menganggur.

Menurutnya, jika ada santri yang tidak bekerja, santri tersebut layak disebut bodoh. Sebab, kata dia, seorang santri memiliki potensi untuk tetap berkarya.

“Gali potensi, raih prestasi,” serunya.*

Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/02/06/mengukur-kekuatan-anas-urbaningrum-di-demokrat


Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren

Monday, April 15, 2013

Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur




Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur




Jakarta, GATRAnews – Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi hukum, sepakat menghadirkan Eyang Subur, guna didengar keterangannya atas tudingan yang dilontarkan artis yang juga mantan murid spiritualnya, Adi Bing Slamet.


 


Usulan tersebut disampaikan beberapa orang anggota Komisi III, setelah mendengarkan aduan Adi, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi III dengan sejumlah pihak yang mengadukan berbagai permasalah hukum di ruang sidang Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/4).


 


“Soal yang disampaikan Adi, memang banyak kejanggalannya, sehingga saya usulkan Subur itu kita panggil,” usul anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Buchori Yusuf.


 


Senada dengan Buchori, Anggota Komisi III lainnya juga menyampaikan hal yang sama. “Untuk kasus Adi, apalagi ada hubungan dengnan RUU KUHP tentang Pasal Santet, apakah ini menyangkut santet, dan saya sepakat. Setelah reses kita panggil dia,” ujar Sayet Muhammad Muladi.


 


Nudirman Munir pun menyatakan hal serupa. “Saya setuju dengan kawan-kawan, Subur harus dihadirkan ke sini. Ada pencemaran terhadap agama Islam yang membelok-belokkan.”


 


Mendapat usulan dari sejumlah anggotanya, pimpinan RDPU, Al Mujamil Yusuf, yang merupakan Wakil Komsi III asal Fraksi PKS mengatakan, pemanggilan itu terkendala waktu.


 


“Terkait adi, beberapa anggota usulkan panggil Subur, tapi kita besok akhir reses dan baru masuk 1 bulan ke depan. Jadi kalau tidak reses kita minggu depan akan langsung panggil,” pungkasnya.(IS)


 


 


 


 


Article source: http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/26/rahmat-rampok-bank-saat-khutbah-jumat


Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur

Friday, January 25, 2013

Politisi 'Kutu Loncat' Merebak

Karena sudah tidak sejalan dengan para petinggi parpol sebelumnya

JAKARTA- Menjelang Pemilu 2014 mendatang, dunia politik Indonesia kerap diwarnai dengan aksi politisi yang pindah dari satu partai ke partai lain atau biasa disebut kutu loncat. Fenomena itu dianggap wajar. Karena, partai politik (parpol) di Indonesia dinilai belum memiliki ideologi dan program kerja yang jelas.

Pengamat politik dan sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sudjito  menga­takan, pada tahun 2013, jumlah politisi kutu loncat akan mengalami peningkatan. Apalagi dengan sema­kin sederha­nanya jumlah parpol, peta kekuatan politik akan semakin mudah dibaca.

Akibatnya, para politisi lang­sung sigap mencari partai yang lebih besar, ketimbang bernaung di partai ping­giran. “Kutu loncat akan besar-besaran. Ini modus lama, karena partai saat ini hanya menjadi institusi administatif politik,” kata Arie.

Banyak politisi, lanjut Arie, yang menilai semua partai politik sama saja. Partai tak lagi diperhitungkan sebagai institusi dengan nilai dan ideologi yang harus dijaga dan diperjuangkan.

Sehingga menjelang pemilu 2014 diperkirakan kapasitas dan kelem­bagaan partai tak akan sejalan. Partai politik, bahkan yang sudah mapan dan tua sekalipun diniainya akan mengalami pengikisan nilai.

Lantaran partai diisi oleh individu-individu yang lebih mem­per­timbang­kan oligarki ketimbang rakyat, menu­rut Arie, jati diri partai akan meluntur. Semua partai di mata rakyat akan terlihat sama dan monoton.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto, menilai anggota Dewan yang mengundurkan diri dari parlemen dan pindah ke partai politik lainnya sah-sah saja dari sudut pandang konstitusi. Pasalnya, semua parpol yang ada di Indonesia tidak memiliki ideologi dan program kerja yang jelas. Akhirnya, anggota Dewan di parlemen menjadi tidak jelas dalam hal arah memperjuangkan rakyatnya.

 

“Kalau di kita kan partai itu ideologinya enggak jelas, program kerjanya juga enggak jelas. Jadi perpindahan seseorang dari satu partai ke partai lain enggak ada pengaruhnya,” kata Gun Gun di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (25/1).

 

Gun Gun menambahkan, di Indonesia seorang wakil rakyat “kutu loncat” lebih disebabkan karena sudah tidak sejalan dengan para petinggi parpol sebelumnya. Dengan demikian, anggota Dewan “kutu loncat” itu merasa khawatir tidak dicalonkan lagi oleh partainya pada pemilu.

 

“Saya yakin ini masalah slot, jadi dia sekarang mungkin tidak lagi berada dalam satu perahu yang sama dengan elite utama partai. Makanya dia mencari perahu lain yang dianggap memiliki kesamaan dengan keinginannya sehingga memungkinkan dia untuk kembali ke parlemen,” tuturnya.

 

Selain itu, menurutnya, juga tidak ada sanksi atas anggota Dewan “kutu loncat” itu. Menurut Gun Gun, sanksi yang nyata hanyalah menyangkut etika di masyarakat. Sebab, mereka meninggalkan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya. Namun, hal itu kembali lagi ke masyarakat akan memberikan sanksi moral atau tidak pada mereka.

 

“Ini hanya soal etis saja. Contohnya seperti seorang bupati atau wali kota di sebuah daerah, nah enggak ada kan peraturan yang dia langgar ketika dia mencalonkan diri di tempat lain. Seperti Jokowi. Soal etis saja. Kalau soal etika kan tidak bisa disanksi. Hanya soal kepatutan,” pungkasnya.

 

Seperti diwartakan, sejumlah politisi memutuskan untuk pindah partai. Mereka diantaranya anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Enggartiasto Lukita, yang memutuskan pindah ke Partai Nasdem. Kemudian bekas politikus PDI Perjuangan Ramson Siagian yang mendeklarasikan diri masuk menjadi kader Partai Gerindra dan maju menjadi caleg dalam Pemilu 2014. kpc, ins

Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=55684


Politisi 'Kutu Loncat' Merebak

Tuesday, April 23, 2013

Bacaleg Artis Menjamur

Bacaleg Artis Menjamur


Di Sumbar, 31 Orang Mendaftar Balon DPD RI


Padang Ekspres • Selasa, 23/04/2013 11:38 WIB • REDAKSI • 114 klik


-


Jakarta, Padek—Fenomena calon legislatif dari kalangan artis sudah berkembang saat pen­calonan anggota dewan di pemilu 2009. Namun, meski kualitasnya masih diragukan, jumlah caleg artis yang maju untuk Pemilu Legislatif 2014 ternyata makin bertambah. Sedangkan di Sum­bar, sebanyak 31 orang bakal calon DPD RI bersaing.


 


Menjamurnya caleg artis ter­ung­kap saat peserta Pemilu 2014 mendaftarkan caleg­nya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Puncaknya kema­rin (22/4), saat caleg artis itu ditampilkan bak pajangan setiap parpol.


 


Dimulai dari Partai NasDem yang datang paling pagi ke kantor KPU. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mem­perkenalkan sejumlah caleg artis­nya. “Ada pendatang baru yang sebetulnya tidak pernah di bidang politik seperti Donny Damara, Ricky Subagja, mudah-mudahan membawa perubahan,” ujar Rio.


 


Donny ditempatkan di dae­rah pemilihan Jawa Barat IX (Subang, Majalengka, Suka­bumi). Setelah Partai NasDem, Partai Gerakan Indonesia Raya pim­pinan Prabowo Subianto pun me­miliki stok artis tak kalah banyak. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menjagokan caleg artisnya seperti Irwansyah, Bella Saphira dan Iis Sugiarto.


 


Sementara PAN memiliki deretan nama artis yang panjang. Beberapa di antaranya Ikang Fawzi, Marissa Ha­que, Dessy Ratnasari, Gading Martin, Alex Djodi, Eko Patrio, Anang Her­man­syah, Primus Yustisio, Dwiki Dharmawan, Ayu Azhari, dan Norman Camaru.


 


PAN juga memiliki caleg dari olahragawan seperti mantan petenis nasional Yayuk Basuki, atlet atletik Emma Tahapary serta legenda judo Krisna Bayu.


 


Sedangkan caleg artis dari PPP seperti Angel Lelga dan Mat Solar. Masih ada caleg artis incumbent seperti Ratih Sanggarwati. Emilia Contessa yang gagal di pemilu 2009 juga siap maju kembali. “Saya kan mualaf, jadi pas dengan PPP sebagai rumah besar umat Islam,” ujar Angel saat ditemui di kantor KPU. Angel ditempatkan di dapil Jateng.


 


Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencalonkan Yessy Gusman, Edo Kondologit, presenter Nico Siahaan dan Sonny Tu­lung. Anggota Komisi IX Rieke Diah Pitaloka juga dipastikan tetap maju.


 


Partai Kebangkitan Bangsa pun tak mau kalah. Beberapa caleg artis direkrut seperti Arzetti Bilbina, Said Bajuri, Aditya ‘Sayuti’ Warman, Krisna Mukti, dan Vicki Rhoma Irama. PKB juga memiliki stok artis di incumbent DPR seperti Gita KDI.


 


Bakal Bersaing


 


Di Sumbar, tercatat 31 orang men­daftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI ke KPU Sumbar di hari penu­tupan pendaftaran, (Selengkapnya Lihat Grafis, Klik disini!) kemarin (22/4). Beberapa wajah lama ikut men­calon­kan diri kembali adalah Emma Yohan­na, Irman Gusman, dan Alirman Sori.


 


“Saya mencalonkan diri lagi untuk melanjutkan kembali perjuangan saya untuk masyarakat Sumbar. Juga, menampung kembali aspirasi demi kemajuan Sumbar,” ujar Ketua DPD RI, Irman Gusman kepada wartawan usai mendaftar ke KPU Sumbar.


 


Jumlah dukungan yang dikantongi Irman, lebih 11 ribu dari syarat minimal 3.000 dukungan yang ditetapkan KPU.


 


Zulkarnain Kamsya, balon anggota DPD RI lainnya, mengklaim telah mengantongi 6 ribu dukungan masya­rakat di 16 daerah minus Pariaman, Bukittinggi dan Sawahlunto. “Jika saya terpilih, saya memperjuangkan nasib fakir miskin,” ungkap Ketua Yayasan Lembaga Penyantun Anak Yatim, Piatu dan Miskin Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) Kota Padang tersebut.


 


Lalu Muhammad Rahmad, balon DPD, menyatakan tekadnya menarik dana pusat lebih besar untuk Sumbar untuk peningkatan kualitas pen­didikan.


 


Irdinansyah Tarmizi mengatakan keinginannya maju lewat jalur DPD didasari permintaan pendukungnya setelah mendapatkan restu dari Golkar Sumbar yang merupakan partainya.


 


“Dukungan lebih dari 3.000 KTP ini telah menjadi modal saya maju ke DPD RI. Selain itu, keinginan saya untuk maju ini juga atas permintaan masyarakat Sumbar yang me­ngi­nginkan perubahan,” ujar anggota DPRD Sumbar ini.


 


Ketua DPRD Padang, Zulher­man juga menyatakan kesiapannya maju ke Senayan via DPD. Dia telah mengum­pulkan 4.000 dukungan masyarakat. “Ini kesempatan bagi saya membuk­tikan diri memberikan yang terbaik untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Sum­bar,” ungkapnya. (jpnn/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/232149


Bacaleg Artis Menjamur

Monday, January 14, 2013

Minum Kopi Bersama "Salafi“

Dekat sebuah stasiun pengisian bahan bakar-SPBU di sebuah lokasi di kota Bonn. Ada banyak pria muda dengan baju olahraga santai berdiri di pinggir jalan. Hujan turun rintik-rintik. Ini tempat saya berjanji bertemu dengan dua anggota Salafi yang disebut-sebut sebagai pengkhotbah radikal.

Jam lima sore lewat satu menit, seorang pria menemui saya. ”Ya, kami ini radikal”. Dia tersenyum. Usianya awal dua puluhan, bercukur rapih, setelah jeda sejenak dia menambahkan: ”Kami radikal tepat waktu.” Senyumannya melebar.

Dia tidak mengulurkan tangan untuk bersalaman. ”Anda harus mengerti tentang hal ini”. Pemahamannya yang ketat tentang Al Quran tidak mengijinkan dia bersalaman dengan seorang perempuan, demikian dia menjelaskan.

Orang muda itu lebih jauh menerangkan, pembicaraan saya dengan kedua pengkhotbah Salafi akan direkam dengan kamera. ”Ini lebih aman untuk kamu, ini lebih aman untuk kami. Tapi kamu tentu tidak wajahmu ingin ikut terekam dalam film ini, atau bagaimana?

Kedua pengkhotbah Salafi ingin penampilan mereka direkam. Mereka menunggu di sebuah Cafe di seberang pompa bensin. Kami lalu pergi ke sana. Musik Turki mengalun dari pengeras suara. Yang lebih tua, Abu Nagie mengaduk kopinya, yang lebih muda, Abu Dujana, bermain dengan iPhone putihnya. Mereka mengucapkan salam dengan ramah dan memanggil pelayan Cafe: ”Tolong bawa satu kopi lagi”.

Mencari Islam yang ”murni”

Juru bicara Dinas Perlindungan Konstitusi, Verfassungsschutz, dari negara bagian Nordrhein Westfalen yang saya temui sebelumnya, menyebut kedua orang itu sebagai „pengkhotbah Salafi yang berbahaya.“

Tapi seorang pakar Islam dari Universitas Osnabrück membantah. Salafi adalah kelompok yang ultraortodoks, tapi apa mereka berbahaya? ”Tidak harus demikian”, kata Elhakam Sukhni. Ia calon doktor di Institut untuk Studi Islam di Osnabrück.

Sukhni menjelaskan, Salafisme adalah aliran Islam yang sangat konservatif, yang mengacu pada masa-masa awal Islam, jadi pada masa kehidupan Nabi Muhammad dan para wali generasi awal. ”Kelompok Salafi menolak interpretasi dan ajaran yang disebarkan setelah masa-masa awal itu.”

Abu Dujana: “Anda tentu bertanya tentang Syariah.”

”Ini Islam yang sebenarnya”, demikian disebutkan oleh anggota Salafi di Bonn, Ibrahim Abu Nagie. Ia sendiri menyebut dirinya sebagai seorang muslim biasa. Ia tidak ingin disebut sebagai Salafi. Itu adalah sebutan yang digunakan oleh media dan politik untuk memecah-belah Islam, katanya.

Anggota Salafi yang lain, Abu Dujana menerangkan, memang ada ”kampanye terencana” yang dilakukan media dan politik untuk menyerang Salafi. ”Para penesehat zionis” yang menyarankan pemerintah Jerman melakukan itu, tambah Abu Nagie sambil tersenyum. Dia berasal dari Palestina dan datang ke Jerman pada usia 18 tahun. Di Gaza, katanya, dia bermimpi tentang Jerman: tentang teknik dan disiplin.

”Anda sekarang tentu akan bertanya tentang Syariah”, kata Abu Dujana. Ia mengelus janggut hitamnya, yang terlihat seperti seorang gerilyawan Kuba. Dia pintar, terdidik, dan terdaftar sebagai mahasiswa, tegas Abu Dujana. Tentu saja dia ingin Syariah diberlakukan di Jerman, tapi itu tidak mungkin. Belum mungkin. Dalam sistem Syariah, orang tidak begitu saja dipotong tangannya. Ada peraturan dan ada ahli hukumnya, jelas dia.

Diawasi dengan cermat

Menurut perkiraan Verfassungsschutz, ada sekitar 3800 pengikut Salafisme di Jerman. Jumlahnya terus naik, Tapi dari jumlah ini, hanya sedikit yang setuju dengan aksi kekerasan. Tapi batasan dari salafisme yang berkiprah secara politis dan yang siap melakukan kekerasan tidak jelas. Anggota Verfassungschutz dari Nordrhein-Westfalen menyatakan, mereka mengawasi perkembangan ini dengan cermat dan juga dengan cemas.

Kelompok Salafi yang siap melakukan kekerasan adalah „minoritas di dalam kalangan minoritas“, jelas pengamat Islam Elhakam Sukhni. Dari tiga kelompok yang termasuk Salafi di Jerman, yang mendukung kekerasan hanya sebagian kecil saja. Masih ada kelompok lain, yaitu ultraortodoks.

”Yang perempuan memakai cadar penutup muka, yang lelaki memakai baju panjang”. Menurut Sukhni, kelompok ini jarang tampil ke publik, karena mereka hidup terisolasi seperti dalam sebuah masyarakat paralel. Lalu ada lagi kelompok seperti Abu Nagie dan Abu Dujana. ”Belakangan mereka sangat sering disorot, terutama karena kegiatan ”dakwah” yang mereka lakukan.”

Anggota Salafi membagikan terjemahan Quran bahasa Jerman

Abu Nagia dan Abu Dujana berkenalan di sebuah mesjid di kota Köln. Sejak delapan tahun mereka melakukan ”dakwah”. Mereka menamakannya: undangan menjadi Islam. Ibrahim Abu Nagie menyebut kegiatan itu sebagai ”marketing” atau ”mengasihi sesama manusia”.

Pada awalnya, mereka merekam khotbah-khotbah dan menyebarkannya lewat CD. Lalu mereka mengunggah rekaman itu ke internet. Kemudian mereka melakukan kegiatan membagikan Quran dan melakukan berbagai seminar. Peminatnya juga cukup banyak.

Pengamat Islam Sukhni juga mengamati kecenderungan ini. ”Untuk pertama kalinya khotbah disampaikan dalam bahasa Jerman, dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ini tentu menarik.”

Ibrahim Abu Nagie bercerita tentang pelayanan lewat telpon. Setiap hari banyak anak muda menelpon, sekitar 200 percakapan telpon per hari. Misalnya banyak murid perempuan Muslim yang menelpon dan meminta nasehat karena mereka tidak mau ikut pelajaran renang di sekolah. Abu Nagie mengatakan, ia menasehati para murid agar memberi hadiah Quran kepada kepala sekolah dan selanjutnya bersabar.

Menarik Untuk Orang Muda

Mengapa Salafisme jadi menarik untuk anak muda? Saya mengunjungi salah satu mesjid di kota Bonn untuk mencari jawabnya. Saya menaiki tangga ke mesjid dan menemui seorang gadis anak sekolah. Dia sedang bercakap dengan temannya dan menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan saya.

”Kamu juga sudah masuk Islam?”, dia bertanya. Dia tersenyum lembut. Lantai mesjid dipenuhi dengan sajadah yang tersebar seperti mosaik. Dari jendela yang tidak terisolasi dengan baik masuk udara dingin dan suara bising kendaraan di jalan.

”Insya Allah dia bisa mengenali Islam yang benar,” kata seorang wanita yang lebih tua dalam bahasa Arab sambil menunjuk dengan dagunya ke arah saya. Wanita yang lebih muda mengangguk dan menjawab: ”Insya Allah”. Tubuhnya ditutupi oleh kain hitam, yang membuat dia kelihatan lebih tua. Dia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak terganggu bahwa banyak orang sering menatapnya dan dia punya banyak masalah di sekolah. Allah akan memberi imbalan untuk semua kesulitan yang dia hadapi, kata anak sekolah itu.

”Terutama remaja antara 15 sampai 20 tahun yang tertarik pada Salafisme”, papar pengamat islam Elhakam Sukhni. Mereka akan bersikeras telah menemukan kebenaran yang absolut. Tentu saja ada kemungkinan, bahwa sebagian kecil dari antara mereka mendukung aksi kekerasan.

”Radikalisasi sendiri lewat internet”, demikian kata Sukhni. Maksudnya adalah anak-anak muda yang mengikuti dengan bersemangat pesan-pesan ekstrimis lewat Youtube, misalnya dari Al Qaida. Abu Nagie dan Abu Dujana mengatakan, mereka tidak menyerukan aksi kekerasan. Orang mungkin hanya bisa menuduh mereka tidak mengambil posisi yang tegas tentang kekerasan.

Masalah Kekerasan

Bentrokan antara Pro NRW dan Salafi di Bonn, 5 Mei 2012

Kedua pengkhotbah Salafi dari Bonn yang bertemu dengan saya di Cafe ini memang tidak memberi pandangan tegas tentang kekerasan. Kalau ada remaja yang tertarik dengan tema kekerasan, mereka tentu akan membahas hal itu dengan para remaja, kata Abu Dujana. ”Ini bukan tema yang tabu”. Tapi seringnya, anak muda yang memang mau melakukan aksi kekerasan tidak akan datang kepada mereka.

Bulan Mei tahun lalu ada kelompok ekstrim kanan yang menamakan diri Pro NRW melakukan aksi di Bonn. Mereka sengaja melakukan provokasi dengan menunjukkan foto karikatur Nabi Muhammad.

Abu Nagie dan Abu Dujana menceritakan, ketika itu mereka berdua berkeliling dari mesjid ke mesjid. ”Saya mengatakan pada orang-orang, jangan pergi keluar. Jangan biarkan kalian diprovokasi.”

Tapi tetap saja banyak anggota Salafi yang kemudian melakukan aksi demonstrasi tandingan di Bonn. Akhirnya terjadi bentrokan dengan polisi. Seorang polisi terluka ditusuk oleh seorang demonstran dan harus dirawat di rumah sakit.

”Tentu saja ada beberaoa pelaku kekerasan”, kata Abu Dujana. Suaranya terdengar kesal. Ia menuturkan, setiap minggu dalam pertandingan sepakbola atau demonstrasi kelompok kiri terjadi juga kekerasan. Tapi kalau menyangkut kelompok Salafi, semua orang langsung mengeritik.

Dia menyatakan tidak mengerti, mengapa politisi tidak mencoba mengajak kelompok Salafi duduk di satu meja, ”berbicara dengan kami”. Tapi Ibrahim Abu Nagie segera menggeleng kepala. Tidak, dia tidak mau bertemu dengan politisi, juga tidak dengan kanselir Angela Merkel. ”Hanya kalau dia masuk Islam.” Orang lain yang ada di Cafe tertawa.

Abu Dujana meletakkan sebuah Quran untuk saya di atas meja. ”Ini untuk Anda, khusus dilaminasi”. Abu Nagie tersenyum: ”Bahwa saya bisa menyampaikan pesan Allah kepada Anda, ini adalah kebahagian terbesar bagi saya”.

Dia lalu menunjuk pada iPhone putihnya: “Dinas pelindung konstitusi – Verfassungsschutz selalu ikut mendengar”, kata dia. Tapi ini tidak mengganggunya. Malah sebaliknya: „Ini betul-betul menyenangkan!“ Dia sering berbicara dengan telpon genggamnya tentang kasih Allah, kata dia. Yang dia maksud tentu para pegawai Verfassungsschutz yang menyadap percakapan telponnya. Dia yakin, beberapa pekerja Verfassungsschutz sudah ada yang masuk Islam.

Abu Nagie bertanya, apa saya tidak mau membawa beberapa kitab Quran dan membagikannya di redaksi saya. Dia masih punya beberapa eksemplar di mobil, yang bisa saya bawa.

Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/01/12/17543741/Lanskap.Baru.Politik.2014


Minum Kopi Bersama "Salafi“

Thursday, June 6, 2013

Bentrok dengan FPI, Dua Polisi Masuk Rumah Sakit



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>



TANGERANG, KOMPAS.com — Dua orang polisi, Aiptu Asmir Asmoro dan Brigadir Afriko Hanzoni, harus menjalani perawatan medis di RS Omni, Tangerang. Keduanya terluka setelah terjadi bentrokan antara polisi dan massa Front Pembela Islam (FPI) di Serpong, Tangerang, Kamis (6/6/2013).


“Bentrokan terjadi ketika polisi akan membubarkan massa FPI dari lokasi tanah yang diduduki massa tersebut, Kamis sore kemarin,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/6/2013) pagi.


Dua anggota polisi tersebut adalah Aiptu Asmir, seorang anggota Polsek Serpong, dan Brigadir Afriko, anggota Unit Jatanras Polres Kota Tangerang. Keduanya luka-luka karena terkena lemparan batu.


Massa FPI tersebut memasuki lahan yang dikuasai pengembang Alam Sutra. Massa melakukan hal itu karena menilai tanah itu milik ahli waris Munting. Dari bentrokan tersebut, polisi menangkap delapan orang dari pihak pedemo, salah satu alasannya karena membawa senjata tajam.


“Polisi yang terluka masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan anggota FPI yang diamankan dari lokasi demo masih ditahan untuk diperiksa lebih lanjut,” tutur Rikwanto.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>





































Article source: http://sumutdaily.com/hiburan/artis-a-gaya-hidup/3822-qawas-razia-wajah-gantengq.html


Bentrok dengan FPI, Dua Polisi Masuk Rumah Sakit

Monday, April 29, 2013

Empat 'Penguasa Underground' Jakarta Jajal Jadi Wakil Rakyat

JAKARTA, KOMPAS.com – Bursa calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 bukan saja diramaikan dengan kehadiran para artis atau pesohor negeri. Sejumlah pentolan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Ibu Kota yang memiliki basis massa juga mencoba peruntungan menjadi calon wakil rakyat. Mereka sering disebut sebagai penguasa bawah tanah Jakarta, yang memimpin massa akar rumput dan punya pengaruh cukup kuat di kelompoknya masing-masing.


Pada Pemilu 2014 mendatang, setidaknya ada empat penguasa bawah tanah Ibu Kota yang maju sebagai bakal calon anggota legislatif:

1. Jhony Indo

Inilah “Si Robinhood”. Nama aslinya Johanes Hubertus Eijkenboom, namun lebih populer dengan nama Johny Indo. Jhony pada tahun 1970-an merupakan salah satu pentolan preman Ibu Kota yang yang cukup disegani.


Ia dikenal sebagai perampok toko emas yang hasil rampokannya dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Dari situlah, Jhony kemudian mendapat julukan “Robinhood”. Dalam melancarkan aksinya, Jhony selalu bersama dengan kelompoknya yang bernama Pasukan Cina Kota atau yang disebut “Pachinko”. Mereka menyatroni toko emas pada siang hari.


Namun, setelah sekian kali lolos, akhirnya Jhony tertangkap. Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke Penjara Nusa Kambangan. Meski sudah masuk ke penjara dengan tingkat keamanan tinggi, Jhony sempat kabur dari selnya dan bersembunyi di antara bukit dan parit yang berada di penjara di pulau itu. Namun, keberadaan Jhony tetap bisa diendus aparat.


Kini, Jhony mengaku sudah tobat. Ia kini menjadi pelatih bela diri untuk para sekuriti di Bumi Perkemahan Cibubur. Pada tahun ini, Jhony menyatakan maju sebagai bakal  calon anggota legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD Sukabumi.


2. Tito Refra Kei
Fransiscus Kei atau yang akrab disapa Tito Kei. Ia maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kali ini, ia tidak maju dari kota kelahirannya, Pulau Kei, Maluku Tenggara, tetapi justru dari daerah pemilihan Papua Barat.


Nama Tito sangat melekat dengan kebesaran nama sang kakak, John Kei, yang dibui atas tuduhan sebagai otak pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung pada tahun 2012 lalu. Kedua kakak beradik ini juga sempat berurusan dengan aparat kepolisian lantaran memotong jari dua pemuda pada Agustus 2008.


John dan Tito sempat diseret ke meja hijau akibat kasus itu. Ketika itu, proses peradilan terpaksa dilakukan di Surabaya untuk mencegah amuk massa. Setelah perkara itu muncul, Tito juga sempat terlibat dalam kasus “Ampera Berdarah”. Saat itu, massa kelompok Kei bentrok dengan kelompok asal Flores pimpinan Thalib Makarim di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang kasus bentrok Blowfish digelar. Tito bahkan tertembak di bagian dadanya yang nyaris mengenai jantung. Namun, Tito akhirnya selamat dalam tragedi tahun 2010 tersebut.


Di luar catatan hukumnya itu, Tito merupakan seorang advokat. Ia pun mendirikan firma hukum bernama Tito Refra, Cosmas Refra and Partner.


3. Lutfi Hakim
Lutfi Hakim merupakan Ketua Umum Front Betawi Rempug (FBR) setelah Ketua Umum sebelumnya meninggal dunia pada tahun 2009 lalu. Ia sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal FBR. Lutfi Hakim termasuk salah satu tokoh Betawi yang cukup populer di kalangan masyarakat.


Kini, Lutfi maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Provinsi DKI Jakarta, tanpa atribut partai politik apa pun.


4. Munarman
Munarman adalah mantan aktivis HAM dan mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ia menanggalkan aktivitasnya di lembaga bantuan hukum itu, setelah menyatakan bergabung dengan sebuah organisasi massa, Front Pembela Islam (FPI).


Di FPI, Munarman pernah menjadi Panglima Komando Laskar Islam dan kini kerap tampil sebagai juru bicara ormas tersebut. Ia juga menjadi salah seorang penentang keberadaan Ahmadiyah di Indonesia bersama tokoh-tokoh lainnya.


Munarman pernah terlibat dalam insiden Monas, 1 Juni 2008. Saat itu, ia bersama Laskar Islam FPI melakukan penyerangan terhadap massa AKK-BB. Pada tanggal 4 Juni 2008, sekitar 1.500 polisi diturunkan ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, setelah tidak ada dari pihak FPI yang menyerahkan diri. Munarman pun menolak menyerahkan diri hingga menjadi buronan.


Setelah bersembunyi beberapa hari, Munarman akhirnya menyerahkan diri pada tanggal 8 Juni 2008. Selepas keluar dari penjara, Munarman masih aktif di FPI. Pada Pemilu 2014, Munarman menjadi bakal caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II.


Berita-berita jelang Pemilu dapat Anda ikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014
Kabar dari KPU
Verifikasi DCS Pemilu 2014


 
















Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/04/22/159222/jadi-caleg-angel-lelga-maju-dari-dapil-solo


Empat 'Penguasa Underground' Jakarta Jajal Jadi Wakil Rakyat

Wednesday, May 22, 2013

JAI Bantah 20 Anggota di Tasikmalaya Jadi Mualaf



Jakarta – Pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) menelusuri kabar ada 20 anggotanya di Salawu, Tasikmalaya, yang mualaf. Berdasar penelusurannya di lapangan, ternyata tidak ada anggotanya yang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Masjid Agung, Baitturohman, Bojong Koneng, Tasikmalaya, pada 20 Mei lalu.

Klarifikasi itu disampaikan Akhmad Faizal Reza, Koordinator Media Watch MC JAI Priangan Barat, terhadap berita detikcom berjudul “20 Anggota Jemaah Ahmadiyah di Tasikmalaya Jadi Mualaf” yang dimuat pada Senin, 20 Mei 201.


“Berdasar kronologi yang disampaikan Saudara Munawarman, sehari sebelumnya, yakni Minggu, 19 Mei 2013, pengurus DKM non Ahmadiyah terlihat mengunjungi warga untuk menghimpun tanda tangan mereka. Tanda tangan ini dikumpulkan sebagai tanda keikutsertaan mereka dalam acara Tabligh Akbar, yang menurut penuturan mereka akan dilaksanakan pada esok harinya.(Jadi tidak ada acara pertobatan atau ikrar keluar dari Jemaah Ahmadiyah seperti yang dimaksud),” ujarnya.


Akhmad menejaskan, Senin pagi atau keesokan harinya sebelum acara di Mesjid Agung dimulai, ada mobilisasi massa dari desa Tenjowaringin yang diikuti beberapa DKM non Ahmadiyah.


“Saudara Munawarman mengetahui orang-orang yang berangkat dari Desa Tenjowaringin tersebut karena massa yang berangkat ke Bojong Koneng itu didominasi oleh masyarakat yang terhimpun dalam Ormas Imkasa (Ikatan Masyarakat Korban Aliran Sesat Ahmadiyah) yang dibentuk 2 tahun lalu di Tenjowaringin,” ujarnya.


Akhmad mengkritik kehadiran para pejabat, termasuk Menag Suryadharma Ali, dalam acara ikrar keluarnya 20 anggota JAI tersebut yang menunjukkan keberpihakan negara terhadap salah satu kelompok.


(lh/nrl)







Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/21/menteri-agama-jika-garuda-diganti-perkutut-itu-bukan-lagi-lambang-negara


JAI Bantah 20 Anggota di Tasikmalaya Jadi Mualaf

Friday, February 2, 2018

Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com


Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam



INILAHCOM, Brandenburg -- Seorang anggota partai sayap kanan Jerman, Alternatif untuk Jerman atau AfD, yang dikenal dengan retorika anti-Islam, mengejutkan para pengamat dengan memeluk agama Islam.


Arthur Wagner pernah menjadi anggota komite eksekutif partai di negara bagian Brandenburg, namun baru-baru ini mengundurkan diri dengan alasan, yang menurutnya, tidak terkait.

Pria berusia 48 tahun itu -- yang masih menjadi anggota partai--mengatakan kepada satu surat kabar bahwa alasannya adalah urusan pribadi.

Di situsnya, AfD menyatakan bahwa "Islam bukan milik Jerman".

Para pendukung AfD juga menggelar unjuk rasa anti-Islam secara berkala. Dan tahun lalu, dalam pemilihan umum, partai ini menggunakan poster-poster yang menggambarkan istri yang mengenakan kerudung untuk mengangkat pesannya.

Bagaimanapun juru bicara partai di Brandenburg menegaskan bahwa pindah agamanya Wagner "bukan persoalan bagi parta"'.



"Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusi dalam kebebasan beragama," kata Daniel Friese seperti dikutip koran setempat.


Wagner -- yang berdarah Rusia-- sebelumnya merupakan anggota partai pimpinan Kanselir Angela Merkel, Partai Kristen Demokrat, CDU.

Namun dalam sebuah video yang diterbitkan tahun 2017, dia megatakan walau pernah merupakan pendukung Merkel, namun keputusan kanselir itu untuk membuka pintu bagi ratusan ribu pendatang pada masa krisis 2015-2016 membuktikan dia 'melakukan kesalahan besar' dengan mendukung Merkel.

Saat itu dia menyebut Jerman sudah "bermutasi menjadi negara lain".

Wagner juga pernah tercatat bergabung dengan satu kelompok yang disebut "Kaum Kristen di Af'D", demikian laporran BBC, Kamis (25/1). '.

AfD mendapat kursi parlemen pertama dalam pemilihan lalu dan menjadi partai terbesar ketiga di Jerman dengan perolehan 12,6% suara. [bbc/lat]



§



INILAHCOM, Paris - Museum Louvre, Paris memajang 32 lukisan secara permanen di salah satu ruangannya, untuk mencari tahu siapa pemilik lukisan-lukisan yang dicuri oleh tentara Nazi pada Perang Dunia II.
NBC News mengabarkan Rabu (31/1/2018), bulan lalu, Museum Paris juga membuka dua ruang pamernya untuk memajang sejumlah lukisan dari ribuan lukisan dan karya seni yang dicuri tentara Jerman di Prancis antara 1940-1945. Lebih dari 45 ribu karya seni telah dikembalikan ke pemilik aslinya sejak PD II, namun 2 ribu karya seni lainnya masih belum ketahuan pemiliknya, termasuk 296 lukisan yang kini disimpan di Museum Louvre.Lukisan dan karya seni itu bukan milik kami, tutur Sebastian Allard, Kepala Departemen Lukisan di Louvre. Tujuan kami menggelar pameran ini, agar lukisan-lukisan itu kembali ke pemiliknya, sambung Sebastian Allard. Ia menambahkan bahwa kebanyakan karya seni diambil dari keluarga Yahudi, pemiliknya. Karena itu, keturunannya dapat melihat karya seni itu, dan mengklaim barang-barang seni itu milik mereka, dengan menunjukkan bukti-bukti kuat, lanjutnya.Di antara lukisan terkenal yang dipajang adalah karya Theodore Rousseau. Lukisan berjudul Source du Lizon itu berupa pemandangan alam yang menakjubkan. Lukisan lain yang dicuri, juga dipajang di ruang pamer Louvre, namun pengunjung tidak mengenali karya seni itu dicuri Nazi Jerman. Pemerintah Prancis menandainya dengan tiga huruf MNR yang artinya National Museum RecoveryInisiatif Musem Louvre ini, merupakan langkah terakhir Prancis yang membentuk sebuah kelompok kerja oleh kementerian kebudayaan Prancis. Sejak tahun 1951, hanya 50 karya lukis yang berhasil dikembalikan ke pemiliknya. Mereka harus mencari sanak keluarga, potret mereka, dan bukti pembelian lukisan serta bukti lainnya. Dan itu memakan waktu bertahun-tahun, kata Sebastien Allard.



Thanks for watching our article Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://m.inilah.com/news/detail/2432895/politisi-partai-sayap-kanan-jerman-masuk-islam

powered by Blogger Image Poster

Tuesday, May 14, 2013

Densus Tangkap Kerabat Dekat Baasyir

SOLO, KOMPAS.com — Setelah menangkap seorang warga Dipotrunan RT 04 RW 11, Kelurahan Tipes, Serengan, Solo, Slamet Pilih Utomo, Selasa (14/05/2013) pagi, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap seorang warga Solo. Sorenya, sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Densus 88 menangkap seorang pria bernama Nuim Baasyir.


Nuim ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di rumahnya di RT 3 RW 4 Joyotakan, Solo. “Tidak ada yang tahu persis kejadian penangkapannya,” kata Juru Bicara Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono. Nuim dikenal warga sebagai salah satu kerabat dekat Abu Bakar Baasyir.


Saat ditangkap, Nuim sedang berada di rumahnya. Dia ditangkap dengan disaksikan anaknya yang baru berusia tujuh tahun. Menurut dia, Tim Densus 88 langsung masuk rumah dan menodongkan pistol kepada Nuim. Densus langsung meringkus Nuim dan membawanya pergi. “Anaknya teriak histeris karena ketakutan,” katanya.


Beberapa saat setelah kejadian, istri Nuim langsung melaporkan penangkapan suaminya tersebut kepada LUIS. Dijelaskan Endro, Nuim masih memiliki hubungan keluarga dengan mantan pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Baasyir, dan pernah aktif di JAT.


Seorang tetangga Nuim, Santi (35), mengaku menyaksikan kejadian penangkapan tersebut. Dia mengetahui adanya penangkapan dari anak-anak yang tengah bermain di kampungnya. “Ada anak-anak yang datang bilang kalau ada yang ditembak, saya ke luar,” katanya.


Menurut dia, Nuim sempat mencoba memberontak saat anggota Densus 88 mencoba meringkusnya. “Sempat terdengar suara tembakan sekali, der!, karena Nuim mencoba memberontak,” katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja di lapangan, anggota Densus yang meringkus Nuim sebanyak tiga orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Dua petugas yang masuk ke rumah membawa pistol.


Sebanyak dua anggota Densus 88 masuk ke dalam rumah untuk meringkus Nuim. Sementara seorang anggota lain menunggu di luar.


“Pak Nuim dibonceng di tengah, terus langsung pergi,” katanya.


Kejadian tersebut berjalan sangat cepat, diperkirakan tidak lebih dari lima menit. Menurut dia, Nuim sekeluarga bukan warga asli kampung tersebut. Mereka baru datang sekitar setahun yang lalu dan dikenal sebagai keluarga yang tertutup.


 
















Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Densus Tangkap Kerabat Dekat Baasyir

Saturday, June 1, 2013

Michael Adebolajo dikenai dakwaan, demonstran saling bentrok

Kira-kira 60 orang ditangkap ketika BNP dan anggota-anggota dari kelompok Unite Against Fascism bentrok di luar Parlemen.


Michael Adebolajo, 28, juga dikenai dakwaan percobaan pembunuhan terhadap dua polisi dan memiliki senjata api.


He dan rekannya Michael Adebowale, 22, ditembak dan terluka oleh polisi di lokasi pembunuhan, tidak lama setelah tentara Lee Rigby, 25, dibacok sampai mati di siang hari di Woolwich, London selatan.


Adebolajo akan ditampilkan di pengadilan pada hari Senin.


Adebowale sudah dikenai tuduhan pembunuhan dan memiliki sebuah revolver.


Kedua tersangka adalah warga London yang masuk Islam, tapi berasal dari keluarga Nigeria Kristen.


Sementara itu, BNP dan anggota-anggota kelompok Unite Against Fascism (UAF) bentrok di luar gedung Parlemen.


Pendukung BNP hanya berjumlah sekitar 130, tapi diperlukan ratusan polisi untuk memisahkan mereka dari kelompok UAF yang lebih besar, yang datang mengkonfrontir BNP tanpa menghiraukan perintah polisi.


Polisi berusaha memisahkan kedua pihak dan menahan beberapa pemrotes dari pihak anti-fasis. Seluruhnya sekitar 60 orang ditahan – sebagian di dalam sebuah bis.


 


Tersangka dibebaskan


Sementara itu, dua pria yang ditahan karena dicurigai memasok senjata ilegal sehubungan dengan pembunuhan itu telah dibebaskan dengan uang jaminan.


Kedua pria yang tidak disebutkan namanya, berusia 46 dan 42, ditangkap pada hari Jum’at.


12 orang telah ditahan dalam rangka penyelidikan yang dilakukan satuan anti-terorisme Scotland yard.


Dua wanita dibebaskan tanpa dikenai tuduhan dan enam priq yang dituduh berkonspirasi dibebaskan dengan uang jaminan.


ABC/AFP


Article source: http://oase.kompas.com/read/2013/03/12/00270780/Menikmati.Hidup.dengan.Cara.Berbeda?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Michael Adebolajo dikenai dakwaan, demonstran saling bentrok

Sunday, December 15, 2013

Israel Anggap PBB Anjing Menggonggong

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri


Bagaimanakah Negara Palestina di mata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon? Menurut diplomat Korea Selatan ini, untuk menuju Negara Palestina Merdeka harus ada pembicaraan damai yang berujung pada pendirian dua negara: Palestina berdampingan dengan Israel.


Ban Ki-moon berpandangan Tahun 2014 merupakan waktu tepat untuk pembicaraan damai. Jangan sampai terlewatkan. Pembicaraan damai yang bertujuan menghentikan penjajahan yang telah berlangsung sejak 1967 serta mendirikan Negara Palestina Merdeka dan Berdaulat dengan batas-batas sebelum tahun 1967.


Ini berarti Madinatul Quds (Jerusalem) Timur, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai (telah dikembalikan ke Mesir), Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan (Suriah) yang telah diduduki Israel sejak 1967 harus dikembalikan kepada Palestina dan Arab. Menurut Ban, hanya dengan itu bangsa Palestina bisa hidup berdampingan dengan negara Israel dengan rasa aman.


Namun, lanjutnya, Al Quds (Madinatul Quds) harus dikeluarkan dari materi pembicaraan damai. Ia sepakat Al Quds merupakan ibukota kedua negara, dengan syarat harus ada peraturan yang menjamin semua orang bisa mengunjungi tempat-tempat yang dianggap suci oleh para pemeluk agama. Selain itu, katanya, harus ada penyelesaian adil untuk memulangkan jutaan warga Palestina di pengasingan.


Pandangan Ban Ki-moon itu disampaikan ketika ia memberi pidato mengenai keputusan PBB yang menjadikan ’2014 sebagai ‘Tahun Solidaritas Buat Bangsa Palestina’ pada akhir November lalu. Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara negara anggota PBB. Sejumlah 110 setuju, 7 menolak, dan 54 abstain.


Tahun lalu, pada bulan yang sama, Sidang Umum PBB juga telah menyetujui menjadikan Palestina sebagai pengamat non-anggota. Status ini secara otomatis merupakan pengakuan terhadap Negara Palestina. Pada saat itu, 138 negara anggota menyatakan setuju, 9 menolak, dan 41 abstain. Bisa dipasikan yang menolak adalah AS dan Israel serta konco-konconya.


Status baru Palestina di dunia internasional ini tentu patut disambut gembira. Namun, apakah status, pengakuan, dan solidaritas ini banyak artinya buat masyarakat Palestina yang sehari-hari hidup menderita di bawah pendudukan Zeonis Israel? Bukankah rakyat Palestina sudah terlalu sering mendengar janji-janji dari para pemimpin dunia?


Faktanya, Zeonis Israel, terutama pada pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sekarang ini, telah semakin berhasil menancapkan pengaruh Yahudi di wilayah-wilayah pendudukan. Caranya, antara lain dengan mengubah ciri-ciri khas Palestina dengan indentitas baru Yahudi. Termasuk nama-nama kampung, desa, dan jalan.


Menurut pemerhati masalah Palestina, ‘Ato’ullah Marajoni, yang menulis di media Al Sharq Al Awsat edisi 9 Desember lalu, apa yang dilakukan Zeonis Israel ini sebenarnya strategi lama. Ia menunjuk sebuah buku berjudul ‘Tahwidul Quds’ (Mengyahudikan Al Quds) yang ditulis Rouhi Al Khatib pada 1970. Juga buku yang ditulis sastrawan dan politisi Palestina, Imil Habibi, tentang ‘Mengyahudikan Palestina dan Orang-orang Palestina’. Di dalam kedua buku itu disebutkan bagaimana mengyahudikan budaya, gaya hidup, dan cara berpikir warga Palestina, terutama mereka yang hidup di bawah pendudukan Zeonis Israel.


Strategi ‘mengyahudikan’ Palestina ini tidak bisa dianggap remeh. Ia harus dipandang sebagai sama bahayanya dengan perang bersenjata. Strategi ini secara pelan-pelan tapi pasti akan menghilangkan identitas warga dan wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Zeonis Israel. Yang terakhi ini kemudian menggantikannya dengan identitas Yahudi.


Yang paling gencar diserang oleh ‘strategi mengyahudikan Palestina’ ini adalah Al Quds bagian timur yang banyak dihuni warga Palestina. Hampir tiap hari warga Palestina di wilayah ini diancam, diteror, serta diusir. Tujuannya agar mereka tidak kerasan dan kemudian meninggalkan rumah-rumah mereka. Rumah-rumah warga Palestina ini kemudian dihancurkan dan dibangun pemukiman baru Yahudi.


Berikutnya adalah mengganggu keberadaan Masjidil Aqsa yang merukan tempat suci yang paling sensitif bagi umat Islam. Selain merusak bagian-bagian dari masjid yang merupakan kiblat pertama umat Islam ini, Zeonis Israel juga melarang-anak-anak muda shalat di masjid. Setiap orang Palestina yang masuk ke tempat suci ini harus diperiksa ketat. Sejumlah kelompok warga Yahudi juga menggelar perbagai pertunjukan musik yang hingar bingar tepat di depan masjid, yang bahkan sering berlangsung pada waktu-waktu shalat.


Semua itu dimaksudkan agar ketika berlangsung pembicaraan damai dengan delegasi Palestina, posisi Zeonis Israel di pihak yang kuat. Mereka akan mendasarkan pada bukti bahwa wilayah-wilayah yang diduduki selama ini secara faktual adalah beridentitas Yahudi: penghuni, budaya, gaya hidup, dan bahkan nama-nama kampung, desa, dan jalan-jalan. Itu sebabnya, Netanyahu menolak keras syarat bahwa pembicaraan damai dengan Palestina dikaitkan dengan pembangunan pemukiman baru Yahudi.


Dalam kondisi seperti itulah PBB menjadikan 2014 sebagai ‘Tahun Solidaritas terhadap Bangsa Palestina’. Pertanyaannya, apa yang bisa diperbuat oleh PBB dan bahkan oleh Ban Ki-moon? Selama ini Zeonis Israel pun telah lama tidak memandang badan dunia itu. 


Berbagai kecaman dan resolusi PBB (Majelis Umum dan DK) dianggapnya sepi. Bahkan dalam pembicaraan damai dengan Palestina, Zeonis Israel ogah melalui PBB. Mereka hanya mau pembicaraan secara langsung dengan delegasi Palestina yang difasilitasi oleh AS. Sementara Ban Ki-moon meskipun menjabat sebagai Sekjen PBB tidak mempunyai power. Tidak memiliki kekuatan memaksa. Ia tak lebih dan tak kurang hanya sebagai moderator dari negara-negara anggota badan dunia itu.


Apa pun, keputusan PBB untuk menjadikan 2014 sebagai tahun solidaritas untuk bangsa Palestina patut disambut gembira. Juga harapan-harapan besar Ban Ki-moon untuk bangsa Palestina. Walaupun kita juga tahu bahwa janji-janji PBB dan anggotanya, termasuk kecaman-kecaman mereka, ibarat tong kosong yang nyaring bunyinya. Zeonis Israel telah lama menganggap PBB hanyalah gong-gongan anjing. Mereka akan terus membangun pemukiman baru Yahudi dan mengubah apa pun yang berbau Palestina dengan identitas Yahudi. 


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/05/31/174561/Syariat-Islam-Berjalan-Lambat-


Israel Anggap PBB Anjing Menggonggong

Thursday, December 27, 2012

KALEIDOSKOP SOSIAL: Kisah Waria Hingga Pencuri Sandal Jepit

KALEIDOSKOP SOSIAL: Kisah Waria Hingga Pencuri Sandal Jepit
<!–

Terkait

  • Mubarok: Foke Tidak Masuk Hitungan
  • Taman Narmada, Tempat Penyucian Para Pejabat
  • VIDEO: Demokrat: Pertemuan Tidak Bahas Posisi Andi
  • Choel Sambangi Rumah Andi Mallarangeng
  • Empat Menteri asal Demokrat Ikut Pertemuan di Cikeas

–>
Liputan6.com, Jakarta : Hingga menjelang berakhirnya 2012, berbagai peristiwa kelam menodai Bumi Pertiwi. Bentrokan antarwarga kerap terjadi. Suku, agama, ras, jenis kelamin, organisasi massa, status ekonomi, sosial, dan bahasa menjadi pemicunya. Akankah persoalan ini tuntas dan tak akan terulang lagi pada 2013?

Pengamat sosial dan budaya Irfan Abu Bakar memprediksi hal itu masih mungkin terjadi. “Mungkin akan muncul di tempat lain, karena Indonesia ini kan luas. Yang nggak kebagian akan terjadi tergantung status sosialnya,” kata Irfan di Jakarta.

Kawasan yang rawan terjadi konflik, tutur dia, adalah daerah yang cenderung homogen dan relasi antara kelompok yang berbeda belum terbangun dengan baik. Termasuk yang rawan adalah daerah yang belum punya pengalaman untuk hidup berdampingan dengan kelompok berbeda. Hal ini berbeda dengan kawasan yang di dalamnya terdapat masyarakat individual, berpendidikan tinggi, dan kurangnya pengalamannya terhadap perbedaan. Di kawasan seperti ini akan jarang terjadi konflik sosial.

Irfan menilai langkah pemerintah menindak tegas pelanggar hak asasi manusia sejauh ini sudah benar. Tapi efektivitas tindakan pemerintah tersebut masih dipertanyakan. Tindakan penanganan hukum tidak dilakukan dalam upaya untuk menyelesaikan atau memperkecil tindakan serupa di masa yang akan datang, tapi biasanya muncul karena tekanan dari berbagai pihak, kemudian melakukan tindakan kepada pelakunya.

“Dalam hal ini, elite agama juga bertanggung jawab bagaimana caranya melindungi keyakinan umat tanpa harus menjatuhkan korban orang lain,” saran Irfan.

Berikut adalah kasus-kasus sosial yang mengiringi perjalanan 2012:

1. Waria

Kehadirannya selalu menuai kontroversi di masyarakat. Ada yang ektrem menolak, ada yang netral, ada pula yang menyambutnya. Akhirnya mereka pun seringkali menyingkir dan tersingkir dari kehidupan sosial masyarakat. Pada 3 Desember 2012, ormas FPI membubarkan secara paksa acara kontes kecantikan di antara sesama waria. Kontes yang bertajuk Miss Waria 2012 itu dituding tidak memiliki izin. Hal itu pun diiyakan Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Yossi Prihambodo. Yossi menyatakan kegiatan yang diadakan di Gedung Nyi Ageng Tirtayasa, Kuningan, Jakarta, itu tidak mendapatkan rekomendasi dari Pemda DKI. Akhirnya acara yang dihadiri 400 peserta itu pun bubar juga. FPI mendapatkan laporan dari warga sehari sebelum acara berlangsung. Tidak hanya di Ibukota, kejadian serupa terjadi pula di Tegal, Jawa Tengah.

Bintang Idol Dangdut, sebuah kontes menyanyi yang diadakan para waria di Dedy Jaya Plaza, Kota Tegal, harus berakhir karena dibubarkan ormas Majelis Talim Darunnadzir Al Barokah. Sama seperti Miss Waria 2012, kegiatan Paguyuban Waria Tegal dan Shinta Management ini akhirnya pun urung dilaksanakan. Meski kecewa, para waria itu tak dapat berbuat banyak.

Untuk menyuarakan aspirasi kaumnya, Ketua Forum Komunikasi Waria se-Indonesia (FKWI) Yulianus Rotteblaut (50) mencalonkan diri sebagai komisioner Komnas HAM pada 20 Januari 2012, namun tak lolos. Keinginan waria yang akrab disapa Mama Yulie ini mendapatkan restu dari puluhan rekannya di FKWI. Sosoknya hadir untuk memperjuangkan kaum-kaum marginal, seperti halnya kaum transgender. Calon komisioner Komnas HAM yang kandas dalam fit and proper test di DPR pada 2007 lalu ini menuntut hak atas kaumnya dihargai sebagai warga negara. Perjuangan serupa dilakukan Dede Oetomo dengan menjadi calon komisioner Komnas HAM. Namun aktivis gay dalam komunitas Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) serta pendiri komunitas GAYa Nusantara ini kandas juga di DPR pada Oktober 2012.

Meski demikian kehadiran kaum waria mendapat perhatian lebih dari Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Lelaki yang akrab disapa Ahok ini mengingatkan waria pun makhluk ciptaan Tuhan yang harus diberikan hak dan mendapat tempat yang sama. Pria berkacamata ini pun mengimbau tegas penanganan penderita AIDS yang di antaranya adalah kaum waria. “Masak kalau ada keluarga kita seperti itu, apa mesti kita bunuh? Kita buang?” cetus Ahok. Tak salah memang jika pada Pilkada DKI Jakarta, kaum waria melalui Mama Yulie menyatakan dukungannya pada Joko Widodo alias Jokowi dan Ahok.

2. Konflik Beragama

Sulit Beribadah di ‘Rumah’ Sendiri. Majelis Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin mengalami kesulitan menjalankan ibadah. Mereka tak bisa masuk ke GKI Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat karena disegel dan digembok warga. Peristiwa itu terjadi sejak 2010 hingga 2012. Mereka sampai mengadu ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mendatangi Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada 12 Februari 2012 dan 11 Maret 2012. Para jemaat terus mendesak dan tak akan meninggalkan lokasi sampai mereka bisa beribadah di GKI Taman Yasmin. Apalagi mengingat mereka sudah mengantongi izin mendirikan gereja dari Mahkamah Agung dan rekomendasi Ombudsman.

Ahmadiyah, Terasing di Negeri Sendiri. Kekerasan juga dialami warga Ahmadiyah. Persoalan jemaah pengikut Mirza Ghulam Ahmad itu kembali mengemuka setelah kekerasan terhadap komunitas Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, pada awal Februari 2011. Sejumlah ormas Islam pada 13 November 2012, kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi melarang segala aktivitas keagamaan Ahmadiyah dan membubarkan aliran tersebut. Di Cianjur, Jabar, massa FPI bahkan mendatangi masjid Ahmadiyah dan mengusir seorang warga yang sedang salat di dalam tempat ibadah. Pada 26 Oktober 2012, puluhan orang dari FPI Bandung Raya merusak kaca Masjid An Nasir milik jemaah Ahmadiyah di Astana Anyar, Kota Bandung.

Perseteruan Panjang Sunni Versus Syiah. Tak kalah panas terjadi konflik Sunni dan Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, 26 Agustus 2012. Keributan dipicu penyerangan muslim Sunni terhadap warga Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Kasus ini berawal dari persoalan keluarga sejak 2004 antara Tajul Muluk dan Rois. Dari masalah pribadi kemudian menyebar di masyarakat luas.

Pertikaian pun berujung bentrok antarwarga yang terjadi pada 29 Agustus 2012. Insiden itu menewaskan dua orang dan lainnya cedera, serta belasan rumah dibakar. Korban meninggal adalah kakak beradik, Muhammad Khosim (45) dan Thohir (40). Usai kejadian itu banyak warga Syiah mengungsi dan menempati GOR Wijaya Kusuma sebanyak 276 orang. Majelis Ulama Indonesa (MUI) Kabupaten Sampang berencana menekan warga Syiah masuk Sunni jika ingin kembali ke Desa Karang Gayam. Ini mengingat masih ada 75 persen warga Syiah menolak masuk Sunni.

30 Jemaah Syiah di Sampang, sempat dipaksa menandatangani surat pernyataan pindah aliran dari Syiah ke Sunni. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya Andy Irfan Junaidi mengatakan, warga Syiah itu mendapat tekanan atau intimidasi untuk berpindah keyakinan atau akan dibakar rumahnya.

Dalam kasus ini Polri menetapkan Roisul Al Hukuma sebagai tersangka. Adik kandung Tajul Muluk, pimpinan Syiah Sampang itu mendekam di Polda Jawa Timur dan diadili di Pengadilan Negeri Surabaya. Rois dijerat pasal berlapis yakni, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 354 tentang penganiayaan berat, Pasal 170 tentang pengeroyokkan dan perusakan, serta Pasal 55 dan 56, yakni turut serta membantu melakukan kejahatan.

3. Konflik Horisontal

Pertikaian Berdarah di Mesuji. Kasus pertikaian berujung maut warga di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung sudah berlangsung lama, yaitu sejak 1996. Masalah yang sudah mengakar itu murni dipicu sengketa lahan warga dengan perusahaan. Anggota Komisi III DPR Azis Syamsuddin pun menilai sengketa tanah perkebunan kelapa sawit menjadi akar masalah utama kasus Mesuji, baik di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Sementara anggota DPR Zainun Ahmadi menganggap hingar-bingar pemberitaan kasus Mesuji, baik di Kabupaten OKI atau di wilayah Lampung, tak menyentuh akar permasalahan. Zainun berpendapat banyak kasus serupa di Tanah Air, tapi selalu berujung tidak pada akar masalahnya yaitu salah urus agraria dan sumber daya alam. Anggota Komisi II ini menyatakan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Mesuji yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lebih senang menganalisa kejanggalan dalam informasi yang disampaikan Mayor Jenderal Purnawirawan Saurip Kadi kepada DPR.

Pada tahap awal, TGPF Mesuji menyodorkan enam butir rekomendasi kepada pemerintah untuk penuntasan insiden sengketa lahan antara perusahaan dan warga yang menewaskan sembilan orang. Rekomendasi disampaikan Ketua TGPF Mesuji Denny Indrayana, saat melaporkan hasil investigasinya kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di Jakarta, 2 Januari 2012. Berikutnya TGPF Kasus Mesuji merampungkan hasil penyelidikan mereka terhadap bentrokan, baik di Mesuji Lampung dan Sumsel, 16 Januari 2012.

Saat awal terjadi kehebohan jumlah korban tewas berjumlah 30 orang. Belakangan Polri merilis kronologis dan data penyelidikan terkait kasus dugaan pembantaian di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan. Dari tiga peristiwa di Ogan Komering Ilir dan Lampung, Polri mencatat 9 orang meninggal dalam kurun waktu 2010-2011.

Kasus yang mengemuka di Mesuji antara lain masalah pengelolaan lahan milik adat di areal kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Register 45 Way Buaya. Kejadian di Talang Pelita Jaya, Desa Gunung Batu, Mesuji, Lampung mencuat sejak Februari 2006. Selanjutnya, kasus sengketa tanah lahan sawit seluas 1533 hektar (ha) antara warga Desa Sodong, Mesuji, Sumsel dengan PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang berakhir dengan tragedi pembantaian terhadap dua orang petani di tengah kebun sawit pada 21 April 2011.

Pada wilayah yang sama, sengketa tanah lahan sawit seluas 17.000 (ha) antara warga desa Sri Tanjung, Kagungan Dalam dan Nipah Kuning, Mesuji, Lampung dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) yang puncaknya berujung pada kematian Zaini pada 10 November 2011.

Tolak Harga BBM Naik Berujung Aksi Anarkis Warga. Keputusan pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memicu gelombang protes warga di Jakarta dan daerah. Unjuk rasa mahasiswa berujung bentrok dengan aparat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, 29 Maret 2012 malam. Pengunjuk rasa memblokade Jalan Diponegoro, sebagai bentuk penolakan rencana kenaikan BBM. Pos polisi yang dirusak massa membuat situasi tak terkendali. Serangan batu dan botol pun dibalas tembakan gas air mata aparat.

Masih di Jakarta. Forum Masyarakat Miskin berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Selain berorasi, demonstran juga menggelar spanduk berisi penolakan. Setali tiga uang dengan protes warga di Bogor Jawa Barat. Ratusan warga SUTET atau saluran udara tegangan ekstratinggi sekabupaten Bogor ramai-ramai mengubur diri selama sekitar lima jam. Seorang di antaranya pingsan saat beraksi.

Sementara unjuk rasa anti kenaikan BBM berlangsung anarkis di Ternate, Maluku Utara. Bandara Baabullah diserbu, fasilitas keselamatan bandara tak luput dari amukan massa. Ratusan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara pun berunjuk rasa menolak kenaikan BBM bersubsidi. Mereka merusak mobil milik anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara. Sedikitnya 25 mahasiswa diringkus dalam insiden itu. Kemudian seribu lebih mahasiswa di Pontianak, Kalimantan Barat yang berdemonstrasi menduduki halaman gedung DPRD Kalbar.

Sedihnya saat warga Jakarta berunjuk rasa menolak kenaikan, di daerah harga BBM malah sudah naik. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah Endang Kesumayadi mengatakan, survei Kadin terhadap 17 kabupaten di 4 provinsi yang berbatasan dengan negara, harga BBM bersubsidi di kawasan ini sudah naik jauh lebih tinggi dari Rp 1.000 per liter.

Pada akhirnya hasil rapat paripurna DPR disepakati untuk menunda rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Dengan demikian harga BBM bersubsidi tidak jadi naik. Belakangan DPR membolehkan pemerintah menaikkan harga BBM tahun 2013 setelah RUU APBN 2013 disetujui menjadi UU.

Teror Berkepanjangan di Bumi Papua. Serangkaian penembakan masih terjadi di bumi Papua. Suasana ini mengusik ketenangan warga. Ini mengingat banyak korban tewas adalah warga, selain aparat kepolisian. Masih hangat terjadi teror tersebut dialami Beni Yamamo dan Piter Tumoka yang menumpang mobil Kepala Desa Nayaro, Papua. Beni cedera di dada kanan dan Piter terluka di kaki. Kendaraan mereka ditembaki orang tak dikenal (OTK) di Mile 37 area PT Freeport Indonesia. Atas kejadian itu, dua dari lima penumpang mobil terluka.

Anggota Brimob, Briptu Ronald yang sedang bertugas tewas ditembak orang tak dikenal. Kasus penembakan bermula saat Ronald bersama sembilan rekannya yang lain tengah berpatroli di Mile 37 Freeport, Papua, pada 7 Februari 2012 sekitar pukul 08.15 WIT.

Di kawasan areal Freeport juga mendapat teror. Seorang korban di antaranya Seperius Yamiru yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika. Seperius merupakan satu dari empat korban penembakan di areal PT Freeport. Tercatat penembakan di kawasan PT Freeport, sejak Juli 2009 hingga 9 Februari 2012 sedikitnya 15 orang tewas. Sedangkan 54 orang terluka.

Seorang wanita bernama Fredika Metal Neki misalnya. Perempuan berusia 38 tahun itu ditembak orang tak dikenal di kawasan Trans-Papua dekat Sungai Digul, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, 21 November 2012. Fredika tewas dengan bekas luka tembak di bagian pelipis kiri. Ketika itu, petugas menemukan Fredika dalam kondisi tak bernyawa. Dalam penyelidikannya Mabes Polri mendapati barang bukti peluru kaliber 4,5 mm, 1 selongsong peluru, tas, dan sandal yang diduga milik Fredika.

Korban lain yakni Pendeta Rika Metalmety. Sang pendeta yang bertugas selama sepuluh tahun di Gereja Betlehem, Boven Digoel ditemukan tewas di pinggir Jalan Trans Asiki, Merauke. Lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 150 meter dari pos polisi Kalimak Boven Digoel. Diduga Pendeta Rika ditembak teman dekatnya yang merupakan seorang anggota TNI, 22 November 2012.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 27 November 2012 beberapa orang kelompok bersenjata menyerang Markas Kepolisian Pirime, Lany Jaya, Papua, 27 November 2012. Kapolsek Pirime Ipda Rolfi Takubesi, Briptu Daniel Makuker, dan Briptu Jefri Rumkorem tewas dalam insiden itu. Polda Papua menangkap tujuh penyerang Mapolsek Pirime. Seorang di antaranya, YW (40) diciduk saat polisi menyisir sekitar Pirime. Sementara enam lainnya dibekuk pada 29 November 2012 di Distrik Piramid, Kampung Muara Game, Kabupaten Jaya Wijaya. Mabes Polri memastikan para pelaku terkait jaringan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

4. Perjuangan Hidup Pahlawan Devisa

Seringkali disebut sebagai pahlawan devisa, tak menjamin Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjalani hidup layaknya pejuang atau super hero yang tangguh. Mereka justru kerap dianggap sebagai pihak yang lemah dan menjadi korban penganiayaan. Di luar negeri sana, banyak dari TKI yang harus menelan pahitnya hidup di negeri orang. Tak digaji, dipukuli, diperkosa menjadi makanan mereka selama di perantauan. Itu yang sering diberitakan media tanah air.

Beredarnya selebaran iklan ‘TKI On Sale‘ pada Oktober lalu menjadi topik hangat menjelang akhir tahun 2012. Dalam iklan tersebut, TKI ditampilkan layaknya barang komoditi. Dengan deposit 3.500 ringgit, warga Malaysia yang tertarik dapat segera menikmati jasa TKI yang dibandrol dengan harga 7.500 ringgit dan diskon sebesar 40 persen.

Menanggapi berita ini, pihak konsuler KBRI di Malaysia pun melakukan penyelidikan terhadap penyebar iklan itu. Pelacakan dilakukan demi menelusuri alamat yang tercantum pada selebaran iklan yang tersebar. Namun, hanya ditemukan tempat cukur bernama Southern’s Guy di alamat yang tertera itu. Pada 1 November lalu, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meminta klarifikasi dan protes kepada pihak Malaysia terkait hal ini. Kecaman pun datang dari Kementerian Luar Negeri Malaysia. Mereka berjanji akan mengusut kasus yang diduga terdapat unsur human trafficking (perdagangan manusia) ini. Sementara ini, Kepolisian Malaysia sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Belum diketahui jelas siapa dan apa motif di balik pembuatan iklan ini. Di sisi lain, anggota dewan pun berusaha meningkatkan perlindungan kepada TKI dengan merevisi UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.

Berita miris pun datang dari Arab Saudi. TKI Satinah binti Jumadi yang berasal dari Jawa Tengah masih ketar-ketir menunggu kepastian hukuman matinya. Wanita berusia 40 tahun ini dituduh membunuh majikan perempuannya serta mencuri uang sebesar 37.970 Riyal Saudi (RS) pada 2009 lalu. Setelah proses panjang bertahun-tahun, pihak keluarga majikannya mau memaafkan Satinah. Dia bisa terhindar dari hukuman gantung jika membayar diyat sebesar 10 juta RS sebelum 14 Desember 2012. Angin segar berhembus pada pertengahan Desember. Meskipun pemerintah hampir kehabisan waktu menegosiasikan penurunan nominal diyat TKI Satinah, Arab Saudi memberikan kelonggaran 6 bulan untuk melunasi diyat itu. Selain Satinah, masih banyak TKI kita yang mengalami nasib serupa.

Kabar naas kembali datang dari Negeri Jiran. Seorang TKI wanita diperkosa 3 aparat polisi Diraja Malaysia. Kejadian bermula pada 9 November lalu saat TKI yang bernisial SM ini terjaring pemeriksaan dan hanya membawa fotokopi paspor. Alih-alih dibawa ke kantor polisi di Prai, Pulau Pinang untuk diproses, korban malah diperkosa. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib SM. Dia harus menahan malu saat media Malaysia ramai-ramai mengekspos identitas dirinya. Masyarakat Indonesia pun bertambah geram. Ketiga polisi pelaku aksi bejat itu tidak ditahan. Masing-masing hanya dikenakan denda sebesar 25 ribu ringgit dan wajib lapor sebulan sekali. Mereka pun diseret ke meja hijau. Setelah 12 Desember lalu persidangan urung digelar, hakim menjadwalkan sidang lanjutan pada 25 dan 26 Februari 2013 mendatang.

5. Pencuri Sandal Jepit dan Koruptor Kakap

Pencuri Sandal dan Koruptor dua kata tersebut sama-sama memiliki makna negatif, yakni sama-sama mencuri, mengambil hak orang lain tanpa seizin pemiliknya. Yang membedakannya adalah nilai atau kadar barang yang dicuri. Bila pencuri sandal jepit tentu hanya mendapatkan barang yang nilainya tidak lebih dari Rp 10.000, itu pun bekas pakai. Sedangkan, koruptor kakap mencuri uang negara dari rakyat yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta hingga triliunan rupiah. Keduanya layak dihukum dengan seadil-adilnya.

Namun hukum ternyata hanya masih tegas terhadap rakyat kecil. AAL, remaja berusia 15 tahun ini dibawa ke meja hijau karena dituduh mencuri sandal jepit di depan rumah kos Briptu Ahmad Rusdi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Anehnya, peristiwa yang terjadi sekitar November 2010 silam itu baru dibawa ke pengadilan oleh sang korban yang nota benenya aparat penegak hukum enam bulan kemudian, pada Mei 2011 lalu, AAL pun diancam hukuman 5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum karena melanggar pasal 362 KUHP. Meski akhirnya tidak dimasukkan penjara dan dikembalikan kepada keluarga oleh majelis hakim namun AAL menyandung status terpidana karena dinyatakan bersalah. Persidangan kasus pencurian yang mendapat sorotan media dan publik ini pun menuai kecaman. Massa menganggap persidangan ini mengada-ngada. Publik marah dan kecewa karena hukum sangat digdaya dengan kasus pencurian yang melibatkan rakyat kecil ini terlebih melibatkan pelaku yang masih di bawah umur. Sejumlah LSM pun menggalang aksi dukungan bagi AAL dengan mengumpulkan “1.000 sandal untuk Kapolri”. Sedangkan pada kasus-kasus korupsi besar bernilai ratusan miliar hingga triliunan yang melibatkan pejabat publik hukum takluk tak berdaya.

Sebutlah kasus suap Rp 24 miliar terkait pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan terdakwa Miranda Swaray Goeltom yang melibatkan Nunun Nurbaetie. Nunun yang notabene istri mantan Wakapolri Adang Darojatun itu sempat buron berpelesiran ke luar negeri. Adang yang seharusnya menjadi panutan rakyat sebagai anggota DPR dari Fraksi PKS ini selalu berkilah istrinya sedang “sakit”. Nunun akhirnya bisa ditangkap KPK dan diseret ke pengadilan. Namun, panggung sandiwara hukum kembali ditampilkan. Nunun hanya dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Nunun akhirnya hanya divonis 2,5 tahun dan denda Rp 150 juta subsidier 6 bulan. Putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta ini menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Kedua kasus tersebut sama-sama melibatkan unsur aparat hukum sebagai korban dan keluarga mantan petinggi polisi sebagai pelaku. Namun, lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan, dan kepolisian masih saja pilih kasih dalam menegakkannya. Hukuman untuk Nunun jauh lebih kecil ketimbang AAL. Semoga tak terulang pada 2013 dan penegak hukum mendapat tempat di hati rakyat.

6. Bernafas dalam Lumpur Lapindo

Enam tahun lebih duka menyelimuti korban semburan lumpur panas Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ratusan ribu warga dipaksa meninggalkan permukiman, lahan pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan akibat tenggelam menjadi lautan lumpur. Selain kerugian harta benda dan matinya roda perekonomian rakyat, semburan ini juga mengakibatkan kerusakan alam dan ekosistem yang dahsyat di wilayah tersebut. Hingga kini semburan lumpur bercampur gas yang berasal dari lokasi pengeboran Lapindo Brantas Incorporation di Dusun Balongnongo – Desa Rekonongo, Kecamatan Porong itu masih terus keluar. Data Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyebutkan semburan tersebut mengeluarkan lumpur setidaknya 10 ribu hingga 15 ribu kubik per hari. Berbagai upaya telah dilakukan membuat pemerintah untuk mengatasinya, namun bencana yang terjadi sejak 29 Mei 2006 itu tetap tidak bisa dikendalikan, apalagi dihentikan.

Persoalan ganti rugi warga yang terdampak semburan lumpur panas masih juga belum selesai. Lapindo dengan kekuatan partai politik besar di belakangnya bermain mata dengan kekuasaan dengan mengalihkan tanggung jawab kelalaiannya kepada negara, seraya menyebutnya sebagai bencana nasional. Negara pun dibebani pembayaran ganti rugi kepada rakyat Sidoarjo melalui APBN. Sebagaimana hasil ahli geologi dunia konferensi internasional American Association of Petroleum Geologists (AAPG) di Cape Town, Afrika Selatan pada 2008 menyebutkan sebagian besar ahli 42 dari 58 ahli menyatakan adanya kesalahan pengeboran gas sebagai penyebab. Hanya tiga ahli yang menyebut sebagai bencana alam, ironisnya ketiga ahli tersebut berasal dari Indonesia.

Semburan lumpur Lapindo yang juga diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2007 lalu menemukan kesalahan teknis dalam proses pemboran sehingga mengakibatkan semburan lumpur dan gas berbahaya tersebut keluar. Upaya penegakan kasus tersebut secara pidana juga kandas. Kasus yang sudah menetapkan 13 tersangka dari Lapindo maupun subkontraktor itu akhirnya ditutup Kepolisian Daerah Jawa Timur. Polri melalui Wakil Kadiv Humas Anton Bachrul Alam yang sempat kritis kini malah bungkam seribu bahasa meski menjabat Kapolda Jawa Timur.

Persoalan ganti rugi korban Lapindo oleh negara melalui APBN digugat lembaga lingkungan hidup Walhi dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI juga kandas di Mahkamah Konstitusi awal Desember 2012. Menurut Walhi, gugatan ini bukanlah persoalan tidak peduli dengan nasib korban, melainkan ditunjukkan bagaimana negara bertindak tegas terhadap kejahatan korporasi yang merusak lingkungan serta seluruh sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat Sidoarjo. Kejahatan tersebut seharusnya ditindak tegas dengan menyita seluruh harta benda Lapindo dan jika perlu “pemiliknya”, bukan dibebankan kepada uang negara yang notabene dari kantong rakyat.

Namun pemerintah, DPR, dan institusi penegak hukum tak bertaring. Hingga menjelang penghujung 2012, lumpur panas Lapindo masih terus menyembur menenggelamkan Sidoarjo. Pembayaran ganti rugi pada korban pun tak kunjung tuntas. (Ais/Ndy/Adi)

Article source: http://www.voaindonesia.com/content/article/1522476.html


KALEIDOSKOP SOSIAL: Kisah Waria Hingga Pencuri Sandal Jepit