Showing posts sorted by relevance for query memiliki. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query memiliki. Sort by date Show all posts

Saturday, February 16, 2013

Melunasi Utang Sosial

Melunasi Utang Sosial

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 17/02/2013 04:38 WIB

PENYELESAIAN suatu tahapan proses berkehidupan — apalagi satu tahapan cukup penting, rupa-rupanya, lebih dari sebatas psikologis (hendak mengatakan pada diri sendiri bahwa satu tahap kehidupan cukup penting sudah didapat/mampu diselesaikan, dan keluarga ikut berbahagia). Entah di dalam perspektif lingkungan sosial pula, penyelesaian suatu tahapan proses kehidupan memiliki nilai — seakan sekaligus menunaikan suatu beban tanggungjawab sosial. Ibaratnya nilai/beban tanggungjawab sosial adalah utang, penyelesaian satu taha­pan proses kehidupan yang penting terasa menjadi/dirasakan sebagai sudah membayarkan utang—utang ke lingkungan (keluarga dan masyarakat yang mengenal diri kita). Sebagai makhluk h sosial dan atau sebagai khalifah di muka bumi, manusia, dalam pemahaman Cucu Magek Dirih, memang memiliki nilai/beban tang­gungj­awab sosial pada keluarga dan masyarakat lingkungannya.

 

Masalahnya, kemudian, setidak­nya sejauh menurut Cucu Magek Dirih, ada sebagian kita yang me­mahami/memiliki perspektif dan kesa­daran tentang nilai/beban tang­gungjawab sosial yang harus ditu­naikan, dan sebagian kita yang lain pula tidak memahami/memiliki per­spek­tif dan kesadaran tentang nilai/beban tanggungjawab sosial tersebut — secara keras dan kasar bahwa orang demikian disebut egois/hanya memikirkan diri sendiri (keberadaan orang lain pun dipandang hanya untuk dirinya) atau sebagai tidak memiliki kepekaan/kepedulian terhadap mas­ya­rakat lingkungannya atau a-sosial. Ter­lebih pada masyarakat yang me­miliki nilai bersama tentang kolegial/kekeluargaan — betapa pun negara mengakui keberadaan hak individu pun! Nilai/penilaian masyarakat lingkungan terhadap diri seseorang atau tingkah lakunya atau perbuatan seseorang menjadi perlu dan penting — tergantung seseorang tadi memiliki perpektif tentang nilai/beban tanggu­ngjawab sosial itu.

 

Secara spesifik, seorang anak tidak dapat mengabaikan keberadaan dan peranan dari kedua orang tuanya, misalnya, dan tidak dapat menga­bai­kan keberadaan/peranan/penilaian masyarakat lingkungannya. Pada masyarakat Minangkabau, selain kesadaran tentang ada/keberadaa dari para pemuka masyarakat/tetua adat yang harus dihormati/kata dan nase­hat­nya harus didengar dan dilak­sana­kan, juga ada nilai/beban tang­gung­jawab sosial terhadap masyarakat lingkungan suku/korong/nagari, misalnya. Bilamana di dalam paruik/suku dan atau korong/nagari ada kegiatan bersama, maka seseorang yang menjadi warga paruik/suku dan atau warga korong/nagari otomatis mempunyai nilai/beban tang­gung­jawab sosial yang harus mereka tunaikan. Katakanlah kenduri perni­kahan dan atau berita kematian — kaba baik baimbauan (memberi tahu/mengundang)/kaba buruak baam­bauan (kalau tahu harus datang tanpa diberitahu/diundang pun!).

 

Sedang dalam kehidupan, ada pekerjaan/tugas dan atau nilai/beban dari pekerjaan/tugas yang sebetulnya lebih pada diri sendiri, tapi, rupanya juga memiliki nilai/beban sosial untuk menunaikannya. Misalnya, mamak (bersama sumandonya) bertang­gung­jawab segala sesuatu di atas rumahnya (mencarikan suami bagi anak/kema­na­kan; rumah gadang katirisan — juga membangun rumah bagi keluarga; dan mayik tabujua di ateh rumah/harus menyelenggarakan proses me­man­dikan dan mengu­burkan mayat), misalnya. Karna seseorang dikenal/cukup dikenal secara luas, maka segala sesuatu pada diri seseorang itu men­jadi milik masyarakat lingkungan — seakan masyarakat lingkungan berhak me­nge­­tahui/menanyakan/mem­per­soal­kan satu hal atau beberapa hal (tugas/pekerjaan/kegiatan) berkaitan dengan diri seseorang. Suka atau tidak suka, masyarakat lingkungan akan me­nge­tahui atau menanyakan atau bahkan mempertanyakannya

 

BEGITULAH yang dialami/dilalui Cucu Magek Dirih dengan penye­lesaian pendidikan degree strata-1 di jurusan pendidikan bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol (PBA-Faktar-IAIN-IB) Padang. Bahwa sebagai mahasiswa pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang angkatan tahun 1974, Cucu Magk Dirih sudah diwisuda jadi sarjana muda (1978). Sesuai kebijakan otoritas pendidikan tinggi Kemenag saat itu, tingkatan pendidikan tinggi dilanjutkan ke doktoral I dan doktoral II — saat itu belum ada sistem kredit semester. Tahun 1979, Cucu Magek Dirih menyelesaikan doktoral II pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang — kecuali ujian dua mata kuliah doktoral I/II mata kuliah ilmu hadits dan ilmu tafsir yang dosennya Drs. H. Sanoesi Latief (saat itu Rektor IAIN-IB Padang). Ujian ilmu hadits dan ilmu tafsir doktoral I (1978) belum dibo­leh­kan Sanoesi Latief karena pekerjaan sebagai staf/pegawai honor (Pj. Sek­retaris) pada Lembaga Bahasa dan permintaan beliau agar melengkapi persyaratan untuk diajukan jadi pegawai negeri sipil (PNS) golongan lu­lusan sarjana muda belum dise­lesaikan.

 

Sebetulnya, juga karena kon­se­kuensi logis dari keterlibatan Cucu Magek Dirih sebagai salah seorang aktivis mahasiswa. Setelah Pang­kopkamtib Laksamana TNI Soedomo membekukan lembaga student gober­ment/organisasi intra­kampus dewan mahasiswa (DM)  — masih mem­pertahankan senat-senat ma­hasiswa (SM) di fakultas-fakultas (1978), Cucu Magek Dirih terlalu berani menye­leng­ga­rakan pertemuan/mengumpulkan para aktivis pengurus DM — juga dari Universitas Andalas dan IKIP Padang di laboratorium Lembaga Bahasa IAIN IB Padang (di mana Cucu Magek Dirih jadi pegawai honorer) Sabtu atau Minggu. Lalu, Cucu Magk Dirih dik­e­tahui mengadakan pembicaraan de­ng­an para pengurus senat-senat ma­hasiswa di lingkungan IAIB IB Padang. Ia ditangkap Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau — Rektor Sanoesi meneyerahkan Cucu Magek Dirih kepada dua perwira TNI berpa­kaian pereman yang datang men­jem­put ke kampus Sudirman Padang.

 

Keluar dari tahanan Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau, Cucu Magek Dirih merasa ia selalu diawasi — ruang geraknya dibatasi. Lalu, terbuka peluang bagi Cucu Magek Dirih menjadi wartawan/koresponden di Harian Pagi Kompas Jakarta untuk daerah kerja provinsi Sumatera Barat. Koordinator warta­wan/koresponden Harian Pagi Kom­pas wilayah Sumatera Barat/Riau memilih Cucu Magek Dirih untuk melalui masa percobaan tiga bulanan — singkatnya ia diterima menjadi wartawan/korespondn Kompas Ja­karta daerah kerja di provinsi Su­matera Barat (1979). Bersamaan pula karena situasi politis tidak men­gun­tungkan, Rektor Sanoesi digantikan caretaker Kol. Purn. Hasnawi Karim (saat itu ia menjabat Kepala Kanwil Depag Sumatera Barat). Situasi itu tak menguntungkan bagi penyelesaian studi Cucu Magk Dirih. Sampai ak­hirnya Cucu Magek Dirih dipindahkan kantor redaksinya menjadi wartawan/koresponden untuk wilayah provinsi Riau — termasuk wilayah provinsi Kepulauan Riau sekarang (1983).

 

Tadinya, Cucu Magek Dirih men­yang­ka penyelesaian kesarjanaannya dapat dilakukan di IAIN Sutan Qasim di Pekanbaru. Rupanya, untuk jurusan PBA di Faktar IAIN Sutan Qasim Pekanbaru belum ada doktoral (baru sampai sarjana muda). Lalu, dari Pekanbaru Cucu Magek Dirih ditarik ke kantor redaksi Kompas Jakarta (1987) — persiapan ke Persda Kelom­pok Kompas Gramedia (KKG) me­nangani proyek kerjasama dengan Harian Umum Sriwijaya Post Pa­lem­bang (1988-1990). Keluar dari Kom­pas/KKG, masuk ke Klompok Usaha Bakri (KUB) — menangani proyek Harian Umum Pelita Jakarta (1990-1992). Lalu, keluar. Masuk ke KUB lagi dan menangani Harian Umum Nusa Tenggara/sekaligus percetakannya. Akhir tahun 1998, return ke Padang, menangani Harian Pagi Padang Ek­spres — terbit perdana pada 26 Januari 1999. Sejak itu terbuka kembali peluang Cucu Magek Dirih menye­lesaikan kesarjanaan-lengkapnya.

 

ALHAMDULILLAH — atas pe­nye­lesaian kesarjanaan di jurusan PBA­-Faktar-IAIN-IB Padang (muna­qasah skripsi judul “Istikhdamu Kasaili al-I’lami Kawasailatun Tarabawiyatun fi Tanmiyati ath-Thaaqaati at-Ta’a­la­miyati Lillungati al-’Arabiyah, se­jum­lah kesalahpahaman terhadap kesar­janaan Cucu Magek Dirih sudah dapat dijawab/diatasi. Selama ini, ada sejumlah kenalan/masyarakat yang menganggap Cucu Magek Dirih lulu­san strata-1 (sarjana) — bahkan ada yang tidak percaya bilamana dijelas­kan bahwa Cucu Magek Dirih adalah orang surau dan atau karena pe­nam­pilan/jabatan Cucu Magek Dirih memimpin beberapa perusahaan lalu menganggap dirinya sarjana ekonomi. Kini, nilai/beban tangungjawab sosial dari Cucu Magek Dirih menerima anggapan/penilaian beberapa pihak tentang pendidikan tinggi/kesar­janaan­nya dapat dijawab — ibaratnya hutang sudah dapat dilunasinya.

 

What ever, sekarang Cucu Magek Dirih memang seorang lulusan strata-1 (sarjana lengkap) untuk jurusan pendidikan bahasa Arab Faktar-IAIN-IB Padang — walaupun sertifikat sarjana tersebut tak akan digunakan jadi PNS. Andai masih ada pihak/kenalan yang menyangka/mengang­gap dan atau menulis nama Cucu Magek Dirih yang menambahkan “drs” atau “SE”, tentu beban morilnya tidak seberat semula — sesungguhnya Cu­cu Magek Dirih adalah seorang su­rau yang semestinya menjadi guru ba­hasa Arab madrasah aliyah/sekolah menengah atas/sederajat. Bukan sar­jana ilmu politik dan atau ilmu eko­nomi yang selama ini dianggap oleh se­ba­gian — terutama saat Cucu Magek Di­­rih bertugas/jadi pemakalah di Ja­kar­ta/di Palembang Sumatera Se­latan dan sekitarnya/di Denpasar Ba­li dan se­kitarnya atau di tempat-tempat lainnya.

 

Akhirnya, di atas segalanya, Cucu Magek Dirih bersyukur kepada Allah — alhamdulillah hamdan jiddan, dan berterima kasih pada keluarganya. Khususnya isterinya Desnayetti yang menguruskan segala hal berkaitan dengan penyelesaian kuliah enam sistem kredit semester tambahan satu semester — karena di doktoral tahun 1978-1979 dahulu mata kuliah itu tak ada, mengurus makalah/tugas diberi­kan dari dosen, mengikuti ujian komp­re, penulisan/perbanyakan naskah skripsi — mencari/mengumpulkan buku dan dokumen diperlukan untuk penulisan skripsi dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing (Cucu Magek Dirih belum pulih dari sakit), dan kepada ibunya, Saribanun. Cucu Magek Dirih menyampaikan terima kasih kepada dua dosen pembimbing Prof. Dr. Armen Mukhtar dan Dr. Reihani M. Ag, kepada dekan Prof. Dr. H. Duski Samad MA, penguji Prof. Dr. Masnal Jazuly M.Ag dan Drs. Lokot Nasution M.Ag.***

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257113:-partai-islam-harus-segera-jalin-komunikasi&catid=17:politik&Itemid=30


Melunasi Utang Sosial

Monday, October 7, 2013

Siapakah Orang Kaya Itu?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh M Husnaini


Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang.


Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya.


Lawan dari kaya adalah miskin. Orang disebut kaya karena memiliki banyak harta. Yang minim harta, itu miskin namanya. Dengan begitu, kekayaan selalu identik dengan segala hal yang berbau materi atau benda. Memiliki rumah megah, uang banyak, mobil berderet, pakaian necis, dan tanah luas adalah di antara simbol orang kaya. Orang miskin berarti kebalikan dari semua itu.


Tidak usah kita berdebat tentang definisi yang sudah sekian lama diamini secara luas itu. Sekiranya definisi itu dianggap benar, kebenarannya tentu tidak mutlak. Definisi demikian dimensinya serba fisik. Tidak ada kewajiban bagi kita untuk menerimanya. Saya teringat penuturan Rasulullah ketika mendefinisikan siapa gerangan orang kaya itu. Menurut Rasulullah, seperti dikutip Bukhari dan Muslim, “Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak harta, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kayanya jiwa.”


Mencermati makna hadis di atas, kita segera mendapatkan pemahaman bahwa Rasulullah ternyata memiliki definisi berbeda dengan kebanyakan kita tentang siapa orang kaya. Barangkali hadis itu akan lebih mudah dipahami ketika kita mengaitkannya dengan daftar orang terkaya di dunia tahun 2013, sebagaimana dirilis majalah Forbes.


Keluarga Budi Hartono, pemilik BCA dan Djarum, memiliki harta 8,5 miliar dolar AS. Michael Hartono memiliki harta 8,2 miliar dolar AS. Dua orang ini jelas lebih kaya tinimbang kita. Menurut Forbes, mereka menduduki peringkat pertama dan kedua daftar orang terkaya di Indonesia. Tetapi, ternyata mereka tidak ada apa-apanya jika dibanding Carlos Slim Helu dan Bill Gates. Harta Carlos Slim Helu, CEO Telefonos de Mexico dan America Movil, mencapai 73 triliun dolar AS, sementara Bill Gates, yang mantan CEO Microsoft, memiliki harta 67 miliar dolar AS.


Banyaknya harta tidak pernah akan ada puncaknya. Di atas orang kaya, selalu ada orang yang lebih kaya. Di sini berlaku rumus relativitas. Fulan yang tergolong orang kaya di sini, belum tentu kaya di sana. Fulanah yang termasuk miskin di suatu tempat, justru dia orang paling kaya di tempat lain. Demikian pula seterusnya. Tegasnya, tidak ada orang yang paling kaya, sebagaimana juga tidak ditemukan orang yang paling miskin.


Penting pula dicatat, definisi kaya atau miskin semacam itu sesungguhnya muncul dari orang luar. Pelakunya sendiri kerap tidak merasakan apakah dia kaya atau miskin. Karena, kebanyakan orang masih saja merasa kurang. Meskipun orang bilang kita ini sudah kaya, tetapi senyatanya kita juga tidak merasa kelebihan harta. Selalu saja kita merasa miskin dan kurang.


Apalagi jika definisi kaya atau miskin itu dikaitkan dengan unsur diri yang bernama keinginan dan kebutuhan. Misalnya, petani desa yang saban hari mengantongi uang lima juta, dia boleh dibilang kaya. Berbeda halnya dengan seorang artis. Uang sejumlah itu tentu tidak dapat mendefinisikan dirinya sebagai orang kaya. Ini soal keinginan dan kebutuhan. Gaya hidup petani desa umumnya tidak menelan uang jutaan dalam sehari. Sementara, tuntutan profesi artis mengharuskan pelakunya untuk selalu tampil mewah dan mahal, sebagaimana rekan sesama artis.


Benarlah, Islam tidak menisbahkan definisi kaya atau miskin dengan kepemilikan benda. Definisi serba fisik itu sangat memusingkan. Karena itu, Rasulullah menegaskan, kekayaan sejati itu ada di dada. Menjadi kaya atau miskin itu murni soal mental. Inilah definisi berdimensi batin. Analoginya sederhana. Orang yang lapang dada selalu merasa kaya, meskipun minim harta. Sebaliknya, orang yang bermental miskin selalu merasa kurang, meskipun menggenggam emas segudang. Pikirannya mengawang di langit harapan, berusaha menjangkau segala yang belum digenggam tangan. Hidup berselimut harta tetapi tampil bagai pecundang.


Alangkah bahagia kehidupan orang yang hati, jiwa, dan pikirannya selalu merasa kaya. Mensyukuri nikmat yang ada tanpa terus mengangankan segala yang dipunyai orang. Harta sekadarnya selalu digunakan untuk memacu amal baik dan ibadah. Batinnya tenang, karena tidak diperbudak dunia, tetapi justru merajai dunia. Rasulullah memuji pribadi demikian. “Sungguh berbahagia orang yang masuk agama Islam dan diberi rezeki cukup, serta dikaruniai Allah sifat qana’ah atas segala yang diberikan kepadanya.” (HR Muslim).


Berbagai penyimpangan menyeruak di segala tempat adalah bukti ketidakmampuan orang untuk merajai dunia. Juga kebejatan moral yang berkecambah dan memperburuk sendi-sendi kehidupan. Mereka itulah orang miskin dalam makna sesungguhnya. Fisiknya mapan tetapi batinnya gersang, karena tidak pernah merasa kenyang oleh kuantitas harta. Kembali renungkan penegasan Rasulullah berikut.


“Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling mendatangi rumah ke rumah lalu ditolak ketika meminta sebiji atau dua biji kurma, atau ketika meminta sesuap atau dua suap makanan. Tetapi orang miskin yang sebenarnya adalah orang yang tidak pernah memiliki kekayaan untuk mencukupi keperluannya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Sungguh beruntung siapa saja yang dikaruniai Allah kelapangan harta sekaligus batin yang selalu menerima, gemar bersedekah, sehingga hidup selalu diliputi berkah dan jauh dari bencana.


Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’.  Email: hus_surya06@yahoo.co.id


Article source: http://www.sinarharian.com.my/hayati-dan-hormati-toleransi-islam-1.192405


Siapakah Orang Kaya Itu?

Tuesday, February 26, 2013

Perusahaan wajib diboikot

Organisasi muslim inminds di Inggris melansir perusahaan-perusahaan berserta produk mereka masuk dalam daftar boikot. Alasannya, perusahaan-perusahaan itu membantu Israel, menanamkan modal di Israel, atau memiliki kaitan dengan pengusaha atau perusahaan Israel.

Berikut daftar perusahaan wajib diboikot pada tahun lalu, seperti dilansir situs inminds.co.uk.

AOL Times Warner

Produk dan perusahaan afiliasi: AOL Internet, majalah Time, majalah Life, penerbitan Time-Life, CNN, ICQ (program obrolan di Internet).

Sebanyak 30 persen dari total investasi AOL di Israel. Selama satu dekade terakhir, mereka telah menanam modal lebih dari USD 0,5 miliar di negara Zionis itu. Pada 1998, mereka membeli Mirabilis, perusahaan Israel pe,mbuat ICQ, senilai USD 287 juta.

Apax Partners Co. Ltd.

Produk dan perusahaan afiliasi: Merlin Entertainment Group, Stead Simpson Group, Brands Hatch Leisure Holdings, easyEverything Limited, Yell, Jonny Rockets Group, Protection One, Sunglass Hut, Greenbacks.

Pada 2000, Apax berinvestasi USD 100 juta di israel dan berencana menambah menjadi USD 600 juta dalam tiga tahun.

Coca Cola

Perusahaan ini menghasilkan tiga ribu mereka, di antaranya Coca-Cola, Coca-Cola Zero, diet Coke, Sprite, Fanta, Lilt, Dr Pepper, Oasis, Kia-Ora, Schweppes, Five Alive, Minute Maid, Roses, Powerade, Relentless, Malvern, glacéau vitaminwater.

Sejak 1996, Coca Cola dipandang sebagai penyokong sejati Israel. Mereka memiliki kantor pusat di kota yang sama dengan gedung konsulat Israel, yakni di Kota Atlanta, Amerika Serikat. Mereka juga mempunyai hubungan dekat dengan Dewan Dagang Amerika-Israel (AICC), juga sama-sama bermarkas di Atlanta.

Pada 1997, misi ekonomi Israel memberi Coca Cola penghargaan the Israel Trade Award Dinner lantaran selama tiga dasawarsa menyokong negara Bintang Daud itu dan menolak keputusan Liga Arab untuk memboikot Israel.

Pentolan Coca Cola juga masuk dalam petinggi AICC. Sebagai balasan, perusahaan ini membiayai seluruh kegiatan AICC. Mereka juga mensponsori pemberian penghargaan oleh AICC terhadap individu atau kelompok atas jasa-jasa mereka terhadap Israel.

Selama lima tahun berturut-turut (1991-1996), agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) bernama Moshe Wertheim memimpin AICC Dia bersama bos Coca Cola yang meninggal pada Desember 1998, Abraham Feinberg, membawa masuk ke Coca Cola ke Israel. Wertheim sekarang memimpin Coca Cola Israel.

Coca Cola Israel merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar ketiga di negara Yahudi itu. Mereka memiliki kawasan pertanian di permukiman ilegal Shadmot Mechola, Lembah Sungai Yordania, dan kawasan industri Katzenin di daerah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Cater Pillar

Masuk dalam daftar boikot lantaran buldoser-buldoser buatan perusahaan ini dipakai buat meratakan rumah-rumah milik warga Palestina.

Danone

Produk dan perusahaan afiliasi: Strauss dairy, Danone yogart, Jacob biscuits, HP foods, Evian, Volvic, Galbani, LEA PERRINS, LU Biscuits.

Pada Juli 1998, Danone membuka fasilitas penelitian dan pengembangan di Israel. mereka memiliki seperlima saham di perusahaan makanan terbesar kedua di negara itu, Strauss Group. Danone Israel menjadi pemasok utama produk Danone di Timur Tengah.

Walt Disney

Produk dan perusahaan afiliasi: Disneyland, EuroDisney, Disney Products.

Pameran bertajuk Walt Disneys Millennium di the Epcot Centre, Florida, Amerika Serikat, menggambarkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal, menurut resoludi Dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 242, 237, dan 405, Yerusalem berada dalam status internasional dan tidak bisa menjadi ibu kota Israel.

Liga Arab berencana memboikot pameran itu, namun di menit-menit akhir niat mereka digagalkan oleh Pangeran Walid bin Talal dari Arab Saudi. “Jika kita memboikot Disney, Israel akan menang karena itu akan membuat citra kita negatif di Amerika Serikat,” kata pemilik saham di Euro Disney ini.

Hampir 200 ribu warga Arab melawat ke Disney saban tahun dan hubungan dagang perusahaan itu dengan Timur Tengah menghasilkan USD 100 juta per tahun.

Estee Lauder

Produk dan perusahaan afiliasi: Aramis, Clinique, DKNY, Presciptives, Origins Natural Resources, MAC Cosmetics, La Mer, Bobbi Brown Essentials, Tommi Hilfiger, Aveda, Stila Cosmetics, Jo Malone, Bumble and Bumble, Kate Spade.

Sang pemilik, Ronlad Lauder, pernah menjabat ketua the Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations. Dia kini memimpin Dana Nasional yahudi (JNF) yang berusaha membuat penjajahan Israel terhadap Palestina sah di mata hukum internasional.

Home Depot

Produk dan perusahaan afiliasi: Home Depot retails stores, EXPO Design Centers, Villager’s Hardware stores, Apex Supply Company, Georgia Lighting, Maintenance Warehouse, National Blinds and Wallpaper.

Pemilik Home Depot, Bernard Marcus, merupakan pegiat Zionis. Dia sekarang mengepalai Ernet, sebuah jaringan media pro-Israel yang bertugas memastikan semua media di Amerika serikat tetap mendukung Israel.

IBM

Perusahaan ini menanamkan modal besar di Israel dan mempekerjakan sekitar 1.700 orang di sana. “Tanah terjepit dan berlimpah ide ini sangat penting buat IBM,” kata Wakil Presiden Senior IBM Lawrence Ricciardi dalam wawancara khusus dengan surat kabar the Jerusalem Post. IBM beroperasi di Israel sejak 1949, setahun setelah Israel berdiri.

Intel

Produk dan perusahaan afiliasi: Processors – Celeron, Pentium, Itanium, etc, Motherboards, Chipsets, Adapters, Controllers, Network Products, Wireless components, Embeded Products, Software Development Tools.

Intel adalah salah satu pendukung terbesar Israel. Pusat riset dan pengembangan di luar Amerika Serikat pertama dibuka di Kota Haifa pada 1974. Sejak itu, mereka terus menambah nilai investasi di negara ini.

Johnson Johnson

Mereka telah membeli perusahaan Israel, Biosense, seharga USD 400 juta.

Kimberly-Clark

Produk dan perusahaan afiliasi: Kleenex, Kotex, Huggies, Andrex.

Lewis Trust Group Ltd.

Produk dan perusahaan afiliasi: River Island, Isrotel hotels in Palestine, Ibrotel hotels in Spain/Portugal, Britannia Pacific Properties.

Sang pemilik David Lewis, dikenal sebagai penyokong Israel. Dia aktif menggalang dana buat Dana Nasional Yahudi (JNF). Dia juga anggota Dewan Bisnis Inggris-Israel (IBBC).

The Limited Inc.

Produk dan perusahaan afiliasi: Express (667 stores), The Limited (389 stores), Lerner New York (560 stores), Structure (469 stores), New York and Company (79 stores), Mast Industries (apparel manufacturer), Intimate Brands, Inc. meliputi Victoria’s Secret, Bath Body Works, White Barn Candle Company, Henri Bendel (Fifth avenue – single store).

Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 2.800 toko di seluruh dunia dan lima merek ritel khusus ternama.

Pemilik the Limited Inc. Les Wexner adalah seorang Zionis. Dia anggota dewan direktur Ernet, perusahaan media pro-Israel yang bertugas memastikan seluruh media di Amerika Serikat tetap membela negara Zionis itu.

Pada 1984, Wexner termasuk 200 orang paling tajir yang membentuk Yayasan Wexner dengan misi memperkuat kepemimpinan Yahudi di Amerika Utara dan israel.

Yayasan ini memiliki program beasiswa bagi sepuluh pejabat Israel saban tahun untuk belajar di Universitas Harvard. mereka juga membiayai perjalanan para pemuda keturunan Yahudi Amerika ke Israel tiap tahun dengan nama program Birtright Israel.

L’Oreal

Produk dan perusahaan afiliasi: Giorgio Armani Perfumes, Redken 5th Avenue NYC, Lancome Paris, Vichy, Cacharel, La Roche-Posay, Garnier, Biotherm, Helena Rubinstein, Maybelline, Ralph Lauren Perfumes, Carson.

Amerika Serikat pada 1995 pernah mendenda perusahaan ini USD 1,4 juta karena mengirim surat kepada Liga Arab. Mereka mengaku telah menghentikan produksi di negara itu.

Selepas itu, investasi dan hubungan dagang L’Oreal dengan Israel terus berkembang. Kongres Yahudi Amerika (AJC) menyatakan sangat puas dengan perusahaan ini. L’OREAL telah menjadikan Israel sebagai pusat dagang di Timur Tengah.

Marks Spencer

Produk dan perusahaan afiliasi: MS stores, St. Michaels.

Sejak awal kelahirannya, Marks Spencer memang sangat terkait gerakan Zionis. Mantan bos, Lord Marcus Sieff, pernah menulis salah satu tujuan dasar berdirinya perusahaan itu adalah membantu pertumbuhan ekonomi Israel. Mereka membantu negara itu dengan nilai dagang saban tahun USD 233 juta.

McDonald’s

The Jewish United Fund menyebut McDonald sebagai perusahaan besar penyeokong setia Israel. Lembaga ini bekerja untuk memelihara dukungan militer, ekonomi, dan diplomatik Amerika Serikat atas negara Zionis itu.

Hingga 1996, McDonald’s memiliki 125 restoran di seantero Israel. Mereka memiliki kebijakan memceat karyawan ketahuan berbahasa Arab. Aturan ini menuai korban pada 2004, ketika seorang karyawan beretnis Arab diketahui berbincang menggunakan bahasa ibu mereka dengan pekerja lain.

Restoran pertama McDonald’s di Timur Tengah adalah di Israel, dibuka pada 1993. Siapa pun direktur utama McDonald’s otomatis menjadi direktur kehormatan di Dewan Dagang Amerika-Israel (AICC).

Motorola

Perusahaan ini memasok kebutuhan militer Israel, mulai dari sistem bom, peluru kendali, sistem komunikasi militer, radar dan kamera pengintai, serta jaringan telepon seluler di seluruh permukiman Yahudi. Motorola mulai menanamkan modal sejak Israel merdeka pada 1948.

Nestle

Produk dan perusahaan afiliasi: Nescafé, Perrier, Vittel, Pure Life, Carnation, Libby’s, Milkmaid, Nesquik, Maggi, Buitoni, Crosse Blackwell, Milkybar, KitKat, Quality Street, Smarties, After Eight, Lion, Aero, Polo Shreddies cereal, KitKat, Quality Street, Smarties, Baci, After Eight, Baby Ruth, Butterfinger, Lion, Aero, Polo, Frutips, Felix (makanan kucing).

Nestle adalah perusahaan makanan terbesar sejagat. mereka menguasai 53,8 persen saham perusahaan produsen makanan ternama Israel, Osem, senilai USD 850 juta. Nestle juga memiliki 30 persen saham di

L’Oreal.

News Corporation Limited

Produk dan perusahaan afiliasi:

Fox TV Network (85% share)
20th Century Fox Films, Fox Kids, etc
Sky TV Network

Star TV Network:
hindi channels, chinese channels (Phoenix), Granada (uk), CNBC

National Geographical, Weekly Standard Newspaper, TV Guide, News of the World (UK)
The Sun (UK), The Times (UK), Sunday Times, Times Educational Suppliment (TES), etc
The Telegraph (Australia), Gold Coast Bulletin, Herald Sun, Newsphotos, Sunday Herald, Sunday Mail ..etc… lots more Australian papers!
The New York Post (US)newspaper, Harper Collins Book Publishers, Ragan Books, Zondervan, Nursery World, Rawkus, NDS, Mushroom Records, ChinaByte.com, Festival Records.

Perusahaan milik Rupet Murdoch ini menanam modal sangat besar di Israel. News Corporation dipuji sebagai satu dari tiga perusahaan di Amerika Serikat setia menyokong negara Zionis itu. Mereka memiliki perusahaan teknologi digital berkantor di Yerusalem.

Nokia

Manajer Umum Nokia Lars Wolf menegaskan perusahaannya benar-benar berfokus pada israel dalam semua perspektif. Pada Desember 2000, mereka menggelontorkan USD 500 juta buat meningkatkan investasi di negara itu.

Revlon

Produk dan perusahaan afiliasi: Revlon cosmetic products, New World Entertainment, Forbes.

Sang pemilik, Ronald Perelman adalah seorang Zionis. Dia menyokong semua kegiatan Zionis, termasuk menjadi pengelola dana di The Simon Wiesenthal Center yang menggunakan Holocaust untuk mrmpromosikan Zionisme dan Israel.

Sara Lee

Produk dan perusahaan afiliasi: Hanes, Hillshire Farm, Playtex, Champion, Leggs, Jimmy Dean, Douwe Egberts, Sara Lee Bakery, Bryan, Dim, Ambi Pur, Ball Park, Bali, Superior Coffee, Just My Size, Kiwi, Maison Cafe, Aoste, Nur die, Pilao, Lovable, Outer Banks, Wonderbra, Sanex, Pickwick, Gossard, Body Mist, Brylcreem, Aqua Velva, Radox.

Sara lee menguasai 30 persen saham perusahaan tekstil ternama Israel, Delta Galil.

Siemens

Selfirdges

Mereka mengimpor produk dari permukiman yahudi ilegal di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan label Buatan Israel.

Starbucks

Produk dan perusahaan afiliasi: kedai kopi Starbucks (4.709 lokasi di seluruh dunia), Produk kopi, cokelat, es krim, dan biskuit Starbucks, Seattle Coffee Company in the United Kingdom with more than 60 retail locations (aquired 1998), Pasqua Inc., a San Francisco based coffee retailer in (aquired 1998), Hear Music, a San Francisco based music company (aquired 1999), Tazo®, a Portland, Oregon based tea company (aquired 1999).

Bos Starbucks Howard Shultz dikenal sebagai pegiat Zionis. kementerian Luar negeri Israel memuji dia lantaran propagandanya menyokong negara itu.

Timberland

Bos Timberland Jeffrey Swartz mengunjungi Israel beberapa hari setelah pembantaian warga Palestina di Kota jenin, Tepi Barat, April 2002. Dia juga anggota dewan direksi Birtright Israel yang mengirim seribuan orang Yahudi ke Israel saban tahun. Dia giat dalam kegiatan pengumpulan dana bagi kepentingan negara Zionis itu.


{paging_prev_label}

{paging_next_label}


Article source: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/29/316324/284/1/Dua-Posisi-Kabinet-Kosong-Momentum-Reshuffle-Kabinet


Perusahaan wajib diboikot

Saturday, July 27, 2013

Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

REPUBLIKA.CO.ID, Daya tarik Sydney Opera House yang megah mendadak sirna, tergantikan oleh kesederhanaan Masjid Tempe yang mengobati kerinduan untuk melaksanakan sholat tarawih di tanah air. Berikut ragam cerita pengalaman mengenai aktivitas yang dilakukan oleh komunitas masyarakat islam Indonesia di Sydney, Australia.


                                                                   *******
“Jamaah yang parkir di pom bensin dan Railway station road, mohon memindahkan mobilnya ke tempat yang agak jauh, kita harus menjaga dengan tetangga-tetangga di sekitar kita. Kalau memang ada tempat kosong yang kita gunakan tapi alangkah baiknya kita agak jalan jauh sedikit demi menjaga agar kita semua dapat menyambut berkah kehadiran bulan Ramadhan ini” demikian pengumuman Ustadz Lukman Hakim, President Center of Islamic Dakwah and Education (CIDE) usai shalat Isya pada malam pertama menyongsong bulan Ramadhan 1434 H.


“Kehati-hatian” yang disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim tersebut, bukan hanya karena umat Muslim minoritas di Australia. Sebagai umat mayoritas pun, Islam selalu mengajarkan untuk menghormati tetangga dan orang-orang di sekitar lingkungan kita.


Umat Islam di Australia memang hanya 2,2 persen, ini jauh berbanding terbalik dengan di tanah air yang mayoritas penduduknya Muslim. Dari data wikipedia, 61 persen penduduk Australia adalah Kristen, termasuk diantaranya 25,3 persen adalah Katolik Roma dan 17,1 persen Protestan. Sementara 22,2 persen adalah pemeluk nonagama termasuk mereka yang atheis, humanis dan agnostik. Jumlah 2,2 persen umat Muslim di Australia berarti hanya kurang dari 500 ribu orang, bila dihitung dari populasi seluruh Australia sebesar 22 juta jiwa yang berarti hanya sepersepuluh dari penduduk Indonesia.


Perbedaannya, bila di tanah air hampir di setiap kelurahan atau daerah memiliki masjid atau mushola, tidak demikian halnya dengan di Australia. Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah tarawih harus melakukan perjalanan untuk mencari masjid yang dekat di wilayah mereka. Beberapa kota bahkan tidak memiliki masjid sama sekali. Meskipun untuk kota-kota besar di Australia seperti Sydney, Melbourne, Perth, Adeleaide dan Canberra, mereka memiliki masjid.


Sydney tergolong kota yang banyak masjidnya karena selain banyak penduduk Australia yang berasal dari Timur Tengah seperti Libanon, Irak, Afghanistan, maupun komunitas Turki, Indonesia dan negara-negara yang banyak memiliki penduduk Muslim. Khusus di Sydney, jamaah Indonesia memiliki masjid sendiri. Masjid al Hijrah atau biasa juga dikenal dengan Masjid Tempe merupakan salah satu masjid dimana mayoritas pengurusnya adalah umat Islam dari Indonesia. 


Di Sydney, terdapat kurang lebih 20 masjid yang tersebar di beberapa suburbs (kecamatan). Salah satu masjid terbesar dan tertua ada di suburb Auburn, yakni Masjid Auburn Galipoli. Dengan kubah birunya yang berukuran cukup besar maka masjid Auburn ini mirip dengan masjid berukuran menengah di tanah air.


Selain Auburn, suburb lain yang merupakan pusat komunitas Timur tengah adalah Lakemba. Di Lakemba terdapat mushola yang juga menjadi tempat bagi komunitas Timur Tengah untuk melaksanakan ibadah sholat termasuk sholat tarawih pada bulan Ramadhan. Selain masjid, Lakemba juga banyak menawarkan jajanan khas Timur Tengah yang mengggugah selera, seperti Pide,Baklava asal Turki. Ini mengingatkan pada Masjid Ampel di Surabaya yang juga memiliki ragam wisata kuliner beragam mulai dari sambosa, roti mariam atau cane yang khas.


Kedua masjid tersebut merupakan dua masjid yang relatif besar di Sydney, selain kedua masjid tersebut, ada masjid Surry Hills yang lebih kecil namun terletak cukup strategis di tengah kota. Ada juga beberapa hall yang disewa oleh komunitas muslim yang biasanya pada hari jumat disulap menjadi tempat sholat jumat dan pada bulan Ramadhan, apabila banyak jamaah yang ingin tarawih, mereka patungan untuk bersama-sama menyewa hall tersebut untuk dijadikan tempat shalat tarawih.


Sedangkan Masjid Al Hijrah berada di Eastern Suburb, pinggiran kota Sydney yang terletak dekat dengan Airport Sydney. Hanya berjarak kurang 400 meter dari IKEA, brand furniture asal Swedia yang cukup favorit di Sydney.


Suasana masjid Al Hijrah rata-rata selalu penuh tiap malam. Dengan luas sekitar 10 x 25 meter persegi, maka kurang lebih 200-250 jamaah setiap harinya hadir sholat tarawih di masjid tersebut. Masjid yang tegolong kecil tersebut menjadi oase bagi umat Muslim Indonesia di Australia untuk menyambut bulan penuh berkah, bulan dimana terdapat didalamnya malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Dari segi waktu, puasa Ramadhan di Sydney cukup pendek bila dibandingkan dengan di Indonesia. Waktu subuh mulai pukul 05.28, sedangkan waktu berbuka adzan maghrib masuk sejak pukul 17.03. Artinya, waktu puasa kurang dari 12 jam. Ini karena Australia sedang dalam musim dingin. Berkebalikan dengan musim di Eropa dan Amerika yang sedang musim panas. Meskipun Sydney tergolong kota yang musim dinginnya tidak terlalu dingin dengan suhu 7-17 derajat celcius, namun khususnya wudhu untuk shalat subuh, hawa dingin yang merasuk tubuh cukup mengemertakkan gigi dan membuat badan menggigil. 


Tausiyah yang disampaikan di Masjid al Hijrah biasanya dalam bahasa Indonesia, namun demikian, dalam beberapa kesempatan juga menghadirkan beberapa ustadz yang memberikan tausiyah dalam bahasa Inggris. Meskipun waktu Isya sudah masuk sejak pukul 18.35, shalat Isya dan tarawih di Masjid Tempe dilaksanakan pada pukul 19.30. Ini untuk mengakomodasi jamaah-jamaah yang tinggalnya jauh


Jadi setelah shalat Isya, akan disampaikan kultum selama kurang lebih 7-15 menit, setelah itu shalat tarawih dan witir, baru kemudian dilanjutkan oleh kajian ramadhan setiap harinya yang disampaikan oleh Ustadz Aep Saepulloh Lc Ma. Ustadz Aep malam itu memberikan khutbah dengan tema ‘Mengenal Surga rupanya mendapat sambutan yang cukup antusias oleh jamaah yang hadir. Meskipun waktu telah menunjukkan pukul  22.00, mayoritas jamaah masih menyimak penjelasan mengenai sungai-sungai di surga.


“Jadi ada empat sungai di dunia yang nanti juga ada di Surga yakni Jeihan, Saihan, Furat (Eufrat), dan Nil. ini merupakan nama-nama sungai di surga. Dalam ayat lain, sungai di surga itu akan mengali sungai madu, sungai susu, dan sunga arak. Namun araknya tidak akan memabukkan. Jadi kalau punya anak perempuan kalau bisa diberi nama empat ini, artinya sungai di Surga. Subhanallah” kata Ustadz Aep.


Selain tarawih, pengurus CIDE juga menyambut Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Diantaranya Kultum short course Ramadhan, Family Talk in English, kajian dhuha, kajian Ashar, I’tikaf 10 malam terakhir, dan shalat Idul Fitri di lapangan masjid Tempe. Mereka yang mengikuti Kultum short course Ramadhan akan diberikan kesempatan untuk ‘manggung’ dan menyampaikan kultum pada saat tarawih.


Kiriman:
Mohammad Ridwansyah Saidi Ungsi, WNI di Sidney, Australia


Article source: http://www.rancahpost.com/2013075813/masuk-islam-bella-saphira-pilih-diam-seribu-bahasa/


Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

Tuesday, October 1, 2013

Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Pendapatan pesepakbola dunia terbesar dari luar lapangan hijau yaitu iklan produk. Di Indonesia, muncul wacana agar Garuda Muda “diharamkan” memasuki dunia gemerlap itu. Demi prestasi lah alasannya.

Tak bisa dipungkiri, dunia selebritas dan sepakbola memiliki hubungan spesial. Bintang lapangan hijau banyak yang mengeruk uang dari acara televisi hingga iklan. Bahkan di luar negeri, WAGS (wives and girlfriends) pesepakbola mayoritas artis.Namun, di Indonesia diwacanakan agar pemain sepakbola di tim nasional tidak dekat-dekat dengan dunia ikaln. Seperti diketahui, lama paceklik prestasi membuat publik Tanah Air risau dengan masa depan sepakbola Indonesia. Meski digandrungi publik, persepakbolaan Indonesia seolah tak bertaji.


Namun harapan akan membaiknya dunia si kulit bundar itu seakan membuncah saat Timnas U-19 menjuarai piala AFF. Paceklik prestasi selama 22 tahun seakan terobati dengan kemenangan Maldini cs atas timnas Vietnam dalam drama adu penalti.


Prestasi sepakbola Indonesia di tingkat kawasan selama ini hanya bisa dibilang “nyaris” sempurna. Lihat saja tahun 1997, 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2011 lalu, Timnas hanya bisa masuk final lalu tunduk kepada lawan baik di ajang Piala Tiger, AFF, maupun Sea Games. Namun kemenangan tim berjuluk Garuda Jaya ini pun diselimuti awan gelap. Menjadi pemain bintang dan berprestasi terkadang banyak godaan.


Lihat saja nasib timnas senior Piala AFF 2010 yang dirusak persiapannya dengan berbagai kunjungan yang tidak penting. Banyaknya tawaran iklan dan menghadiri acara tak penting bisa membuat mereka terlena.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo mewanti-wanti agar timnas U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan. Politisi Demokrat ini meminta agar kekompakan tim terus dijaga dan tidak diganggu kepentingan iklan dan komersil lainnya. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan di tubuh Garuda Jaya.


Selain Roy Suryo , Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti juga mengingatkan hal yang sama. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media. Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.


“Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,” ujar La Nyalla.


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan memagari para pemain timnas Indonesia U-19 dari godaan bintang iklan dan syuting untuk tayangan televisi.


“Kami khawatir akan terkontaminasi dunia hiburan dan menjadi terlalu sibuk dengan agenda di luar sepak bola. Sebab itu akan merugikan pemain sendiri dan berpengaruh ke mental,” ujar La Nyalla Mahmud Mattalitti.


Menurutnya, pihaknya telah belajar dari pengalaman beberapa pemain sepakbola yang mulai tenar dan masuk dunia hiburan. Dia menilai, karir sepakbolanya akan terganggu dan berimbas pada berkurangnya kemampuannya dalam urusan si kulit bundar.


Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.


“Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,” katanya.


Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. “Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,” kata Roy menegaskan.


Perlukah pelarangan “ngratis” seperti ini? Ins


Pemain Bola Ini Berpenghasilan Besar dari Iklan
Faktor pemain menjadi salah satu magnet menarik dalam sepakbola. Tidak di pungkiri pemain sepak bola adalah suatu profesi yang dekat dengan ketenaran dan publisitas yang tinggi. Apalagi jika pemain itu memiliki kemampuan hebat atau tampang menawan. Dua aspek itulah yang membuat seorang pemain menjadi incaran pengusaha.


Bayaran dari iklan, tentunya membuat kekayaan sang pemain menebal. Berikut 5 pemain terkaya dunia versi Forbes yang juga menjadi bintang iklan.


Cristiano Ronaldo
Forbes merilis bahwa pendapatan mega bintang klub Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mencapai 44 juta dollar atau setara Rp 507 miliar per tahunnya. Hampir setengah dari pendapatan Ronaldo berasal dari iklan.


Pemain Portugal ini mengikat kerjasama dengan Nike, Castrol, Clear Shampoo, Mobitti, Konami, Banco Espirito Santo. Ketenaran Ronaldo setelah 2 kali menjadi runner up pemain terbaik dunia membuatnya menjadi incaran banyak perusahaan lainnya yang mengantre untuk menjadikannya bintang iklan.


Lionel Messi
Lionel Messi, menurut catatan Forbes, memiliki pendapatan per tahun mencapai sekitar 40,3 juta dollar atau setara Rp 464,9 miliar. Pendapatan Messi ini berasal dari gaji sebesar 14 juta dollar, 2 juta dollar dari bonus dan 24 juta dollar dari iklan.


Messi, sebagai seorang pemain sepakbola dengan raihan 4 gelar pemain terbaik dunia, tidak di pungkiri dirinya mencatatkan diri sebagai seorang pesepakbola paling terkenal di dunia. Messi memiliki sponsor dari Adidas yang menyumbang 4 juta dollar per tahun lalu yakni Konami, PepsiCo, Cher, KFC, Gillete.


Sergio Aguero
Pemain asal Negeri Tango ini memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,8 juta dollar atau setara Rp 239,9 miliar. Aguero telah mengikat kontrak kerjasama dengan beberapa produk dunia di antaranya Puma dan Pepsi.


Aguero dibeli Manchester City dari Atletico Madrid senilai 60 juta dollar. Selama dua tahun keduanya bersama Manchester City, Aguero selalu menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi klub rival Manchester United ini. Performa apik Aguero membuat masa depannya di dunia sepak bola masih cerah. Dengan umur Aguero yang masih muda yakni 24 tahun membuat Puma terpikat untuk mengikatnya dengan kontrak kerjasama jangka panjang sebagai bintang iklan.


Wayne Rooney
Wayne Rooney, pemain yang mendapat julukan si bengal, memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,3 juta dollar atau setara Rp 234,2 miliar. Sponsor terbesar Rooney ialah Nike dan Harper Collins. Rooney saat ini tengah mengalami kekeringan dana dari iklan. Pasalnya, EA Sport, sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar memutus kontrak kerjasama 7 tahunnya.ins


Pesepakbola Indonesia Juga Laris Manis
Iklan, menjadi salah satu cara para atlet Indonesia untuk menambah pundi rupiah mereka. Tentunya, mereka juga kerap berlaku selektif terhadap iklan yang ditawarkan. Jika tidak ada korelasi dengan profesi mereka sebagai atlet, sudah barang tentu tidak akan diterima karena ha tersebut hanya akan mencoreng citra yang sudah melekat dalam dirinya.


Sebut saja iklan sepatu olah raga, makanan ringan penambah daya tahan tubuh hingga iklan sebuah sepeda motor yang kerap menonjolkan sifat macho seorang pria. Berikut beberapa nama pemain Timnas Sepak Bola Indonesia yang menambah pundi-pundi uang melalui jalur hiburan:


1. Irfan Bachdim
Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988 silam tersebut mencuat namanya setelah menjebol gawang Malaysia dalam laga dua tahunan di Asia Tenggara, Piala AFF 2010. Dalam laga perdana, Indonesia berhasil membungkam Malaysia dengan perolehan skor 5-1 dan Bachdim menjadi salah satu pemain yang menjebol gawang Negeri Jiran tersebut.


Rupa yang kebule-bulean membuat seluruh pasang mata tidak bosan memandangnya. Ahasil, wajah blasteran Bachdim pun acap kali menghiasi layar kaca, tentunya di luar pertandingan yang ia lakoni.


Wajah Bachdim yang mulai menghiasi layar kaca dan sampul beberapa media cetak kerap disebut pelaku industri hiburan sangat berpotensial menyedot perhatian konsumen. Alhasil, Bachdim pun menjelma dari seorang atlet muda Indonesia menjadi superstar di dunia hiburan.


Dalam suatu kesempatan, Bachdim sempat menuturkan alasannya menerima sejumlah tawaran iklan yang berdatangan lantaran mengikuti jejak sang idola, Cristiano Ronaldo atau yang akrab disapa CR7.


“Idola saya Cristiano Ronaldo, itu juga salah satu alasannya saya ambil pekerjaan ini (bintang iklan),” tutur suami dari model Jennifer Kurniawan saat itu.


Sebut saja, iklan sampo, iklan minuman berisotonik hingga iklan sebuah sepeda motor mempercayakan Bachdim sebagai top brand mereka.


Namun, sayang, popularitas Bachdim yang meroket di dunia hiburan berbanding terbalik dengan profesinya yang sebenarnya yakni sebagai atlet Indonesia. Harapan sejumlah masyarakat harus pupus dikarenakan gelandang Persema Malang ini lebih menekuni profesi barunya di dunia hiburan.


Nama Bachdim dicoret sang pelatih, Rachmad Dharmawan (RD) dari susunan pemain Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang lantaran mangkir dari latihan Timnas U-23.


Sikap indisipliner dan perubahan gaya hidup juga yang membuat Bachdim tersandung masalah di klub yang selama ini ia bela, yakni Persema Malang.


2. Bambang Pamungkas
Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas. Striker klub Persija yang akrab disapa Bepe ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Selain kemampuan bermain sepak bola yang tidak lagi diragukan, wajah Bepe yang mengeluarkan aura karismatik kerap membuat sejumlah pasang mata tidak bosan untuk memandang.


Ketajaman Bepe ketika berhadapan langsung dengan gawang lawan dalam adu penalty menjadi salah satu alas an mengapa banyak penikmat Sepak Bola di Tanah Air menaruh kagum terhadapnya. Energi positif yang dipancarkan sang mantan kapten Timnas Indonesia tersebut dilirik sejumlah pelaku di industri hiburan,


Bepe pun dipercaya membintangi sejumlah iklan, seperti iklan makanan ringan yang dipercaya dapat menambah daya tahan tubuh, kemudian ada iklan sepatu dengan merk ternama, iklan handphone hingga iklan obat sakit kepala.


Diharapkan, dengan dijadikannya pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 silam tersebut menjadi icon sejumlah produk dapat dengan serta merta menyedot perhatian para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.


3. Christian Gonzalez
Cristian Gonzales merupakan salah satu striker Indonesia yang ditakuti oleh lawannya. Pasalnya, pemain naturalisasi kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1978 ini handal dalam posisi penyerang tengah ataupun penyerang tunggal saat di lapangan hijau dan terkenal dengan sundulan mautnya yang dapat menjebol gawang lawan.


Prestasinya di lapangan hijau yang terbilang cemerlang membuat suami dari Eva Nurida Siregar ini dilirik beberapa produser iklan yang mempercayakan Cristian sebagai top brand produk mereka. Alhasil, Pria yang telah mencetak gol sebanyak 173 gol ini dikontrak sebuah produk sepatu olah raga.


Selain menjadi bintang iklan, pria yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak 1 November 2010 ini juga dipercayakan membintangi sebuah sinetron yang berjudul Islam KTP. Kendati tawaran dari dunia hiburan mengalir deras, pemain yang dijuluki El Locco tersebut tetap berkomitmen penuh dengan profesinya sebagai atlet Sepak Bola Indonesia. Menurutnya, selama jadwal syuting tidak mengganggu hingga membuat kinerjanya menurun saat merumput, maka hal tersebut akan tetap dilakoni.


4. Andik Firmansyah
Nama Andik Vermansyah kian menjadi tidak asing didengar di telinga saat dirinya ditekling keras oleh bintang David Beckham dalam laga Tim Nasional Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011silam.


Selain itu, gerak yang lincah saat merumput pun juga menjadikan pria kelahiran Jember, 23 November 1991 dijuluki Lionel Messi Indonesia. Seperti para pendahulunya, keunikan Andik juga dilirik sejumlah pelaku industri hiburan khususnya iklan.


Pemain asal klub Persebaya U-18 ini pun dipercayakan membintangi sebuah iklan produk kacang yang sudah tidak asing lagi.ins


Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/09/09/1252305/Panel.Konstitusi.Mesir.Beragam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Wednesday, January 9, 2013

LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Jakarta, GATRAnews – Lian Gogali menggagas sekolah perempuan untuk ibu-ibu korban konflik Poso. Usahanya yang menginspirasi dan tanpa lelah mengantarkannya menjadi penerima Coexist Prize. —

Kota Poso yang terik, awal November lalu, sekitar 50 ibu-ibu berkerumun di bawah tugu Jam Kota Poso, yang terletak di Jalan Kalimang. Mereka membawa poster kertas putih bertulisan ajakan agar menciptakan perdamaian di kota yang pernah terpecah oleh konflik selama hampir satu dekade itu. ”Kami Perempuan Poso Ingin Damai”, ”Ciptakan Poso yang Bebas dari Ketakutan”, ”Damai Tak Butuh Kekerasan”, begitu beberapa kalimat dalam poster yang dipertontonkan para perempuan setengah baya itu.

Mereka juga meneriakkan yel-yel agar perempuan Poso maju bersama membangun perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan, sembari membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat. Seorang peserta aksi kadang memberikan seruan dan disambut balasan teriakan, ”Sintuwu maroso,” yang berarti bersatu dan kuat. ”Peristiwa kekerasan di Poso bukanlah kasus agama. Kekerasan Poso adalah bentuk kegagalan pemerintah, dan kami menolak segala bentuk kekerasan,” begitu pesan aksi damai itu yang dibacakan Lina Laando, koordinator lapangan.

Ibu-ibu pendemo dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berasal dari Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Kota, Lage, dan wilayah Tentena itu memang ingin kampung mereka damai, tak ada pertikaian lagi. Sejak ada konflik horizontal sekitar tahun 2000, hingga yang paling terbaru adanya pembantaian warga oleh oknum tak bertanggung jawab, akhir Agustus lalu, Poso memang seperti tak henti dirundung teror.

Trauma itu membuat perempuan Poso tenggelam dalam ketakutan. Jangankan menyuarakan pendapat, berkumpul atau berkomunikasi dengan orang berbeda keyakinan pun tak berani. Namun hari itu para perempuan yang merupakan anggota Sekolah Perempuan Mosintuwu itu sudah tak punya rasa takut untuk bersuara.

Ketakutan yang kini berganti menjadi kekuatan itu adalah salah satu hasil usaha panjang perempuan bernama Lian Gogali. Perempuan kelahiran Poso, 24 April 1978, ini tahu benar kondisi sosial budaya masyarakat di sana. Konflik telah memicu saling curiga, kebencian, dan permusuhan antar-warga.

Ketika konflik Poso pecah, keluarga Lian menjadi korban. Harta dijarah, rumah juga dihancurkan oleh api dan banyak yang terluka. Pada saat itu, Lian sedang belajar untuk meraih gelar master di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Dia sempat pulang ke rumahnya, menyaksikan dan mengalami langsung getirnya konflik yang terjadi. Meski sedih, dia menyatakan tidak memegang dendam. Ia pun kemudian memutuskan menulis tentang resolusi konflik untuk tesisnya.

Maka, pada 2002-2004, Lian melakukan penelitian di beberapa wilayah pengungsian saat konflik Poso. Ia mewawancarai ratusan perempuan dan anak-anak. Selama penelitiannya itu, Lian menemukan bahwa perempuan adalah yang pertama memulai gerakan perdamaian pra dan pasca-konflik.

Seperti di masa lalu, selama konflik, sayuran, buah, dan lauk memiliki “agama”. Kristen menolak ikan yang berasal Poso Timur karena takut diracun. Sebaliknya, umat Islam di Poso menyingkirkan sayuran dari permukiman Kristen. Tapi para wanita tidak peduli. Bagi mereka, ini adalah masalah bertahan hidup. Suami dan anak-anak butuh makan.

Ratusan wanita juga membantu satu sama lain selama bentrokan. Seorang ibu muslim di Lage menyembunyikan wanita Kristen selama serangan. Di sisi lain, para pengungsi muslim menerima makanan dari pengungsi Kristen.

Dalam penelitian itu, Lian juga menemukan sesuatu yang kelak mengubah jalan hidupnya. Saat itu, seorang responden bertanya kepadanya, ”Setelah meneliti, menulis, dan mendapat gelar, lalu mau apa dengan wawancara ini?” Pertanyaan sederhana itu membuat Lian tersadar. Pertanyaan itu selalu diingatnya, bahkan setelah dia kembali ke Yogya untuk menyempurnakan tesisnya. “Saya memutuskan kelak kembali ke Poso dan bekerja untuk isu perempuan dan anak-anak,” katanya.

Dan, memang, begitu kuliahnya kelar sekitar tahun 2009, Lian memilih bekerja pada Asian Muslim Action Network (AMAN) sebagai fasilitator sekolah perempuan (SP) yang dibangun di Poso. Ketika AMAN menghentikan programnya, berbekal pengalaman dan pembelajaran yang didapat, Lian memutuskan membuat SP sendiri. “Saya percaya, ada kebutuhan mendesak bagi perempuan untuk berbicara dan berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Lalu didatangilah desa-desa di Poso, bertemu para wanitanya, untuk mengenal karakter mereka. Waktu itu, Lian sudah berketetapan hati untuk mengajar perempuan berpenghasilan rendah serta kelompok-kelompok minoritas yang tidak memiliki akses terhadap gender dan pengetahuan soal membangun perdamaian. Dia sengaja tak minta rekomendasi dari aparat desa atau tetua desa. Sebab biasanya dia diarahkan kepada pribadi-pribadi yang punya pamrih, bukan mereka yang benar-benar ingin memperbaiki diri.

Jadi, ada beberapa kriteria calon muridnya waktu itu. Pertama, mereka harus memiliki visi perdamaian inklusif dan keadilan. Mereka juga harus memiliki kemauan berjuang untuk orang lain. Lian pun mengutamakan muridnya adalah para korban kekerasan, karena mereka memiliki akses terbatas pada informasi dan biasanya tak berdaya.

Dengan dana yang terbatas, pada 2011 Lian bisa menyelenggarakan sesi awal SP Mosintuwu di teras rumah kontrakannya di Pamona. Sebuah ruang besar terbuka dengan dinding kayu. Angkatan pertama SP ini, kata Lian, awalnya sekitar 80 orang saja, terdiri dari umat Kristen 50%, Islam 40%, dan Hindu 10%. Semuanya ibu rumah tangga biasa, lulusan SD, maksimal SMP. Mereka juga diajari menonton film bersama, bermain peran, mengunjungi rumah ibadah, dan sebagainya.

***

Pada awalnya, kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan lancar. Pertemuan pertama diawali tatapan mata saling curiga. Beberapa peserta juga ada yang tidak memiliki komitmen dan meninggalkan kelas. Mosintuwu yang berarti hidup bersama ini pun mengembangkan kurikulumnya sendiri di sekolah itu. Akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan perempuan diundang untuk duduk bersama mendiskusikan kebutuhan bahan kurikulum sekitar seminggu. Lantas kurikulum dielaborasi oleh Lian dan dibantu Jhon Lusikooy, seorang akademisi yang juga aktivis sosial di Tentena.

Meski tertatih, lambat laun sekolah itu bisa digelar sekali sepekan selama empat jam. Dalam menjalankan SP dan kemudian dilengkapi dengan sanggar anak, Lian membiayainya dari honor bekerja sebagai peneliti dan penulis. Suatu ketika, seorang kawan peneliti dari Belanda merekomendasikannya untuk menceritakan mimpi-mimpinya tentang SP ke organisasi Mensen Men Een Missie. “Mereka pun membiayai operasional SP,” tuturnya.

Ternyata dana dari Belanda itu sangat berguna. Begitu lulusan pertama kelar, banyak desa yang minta agar perempuannya dilibatkan dalam SP dan meminta agar SP berdiri di sana. Lian pun bersiap memperluas jaringannya. Apalagi, bila hanya membuka di Pamona, program pemulihan konflik berlatar keyakinan ini tak akan efektif.

Lian akhirnya dengan cepat bisa mendirikan SP setidaknya di 10 desa di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Lage yang terdiri dari Desa Toyado, Labuan, Malei, Bategencu; Kecamatan Poso Kota yang terdiri dari Desa Bukit Bambu, Sayo, Tegalrejo; dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang terdiri dari Desa Tangkura, Betalembah, Patiwunga. Mereka dari berbagai suku, seperti Pamona, Toraja, Bugis, Gorontalo, Bajo, dan Mori.

Namun, karena keterbatasan dana, tempat mengajar ini juga sederhana. Lian sudah biasa mengajar di rumah-rumah penduduk dan teras mereka, bahkan di ladang. Untuk menjaga semangat para perempuan itu, Lian rutin berpatroli ke tiap desa.

Saking semangatnya, ia pernah mengalami kecelakaan hingga perlu menggunakan kruk. Kakinya patah dan menderita infeksi. Dia sempat menjalani sembilan kali operasi. Namun ibu satu anak ini tetap bersemangat. Ia senang murid-muridnya menemukan ruang yang aman dan terbuka untuk berbicara.

Awalnya memang tak mudah menggandeng para perempuan itu. “Ada yang datang dengan dugaan ada uang duduk, setelah tahu tidak ada, terus mundur,” kata Lian. Lalu, karena pesertanya ibu rumah tangga, sang suami kerap melarangnya. “Ada anggapan, istrinya sudah tidak memperhatikan rumah tangga dan hanya mau sekolah,” ia menambahkan.

Sementara itu, beberapa warga berpikir, bekerja atau belajar di luar rumah tanpa izin suami tidaklah baik. Muncul pula asumsi, jika ikut SP, ibu-ibu berbicara lebih lantang dan melawan. “Beberapa sempat mengancam lewat SMS,” ungkapnya.

Namun ada pula warga yang mendukung karena istrinya bertambah pintar dan berwawasan ketika diajak berdiskusi. Perubahan paling nyata, menurut Lian, dirasakan para perempuan peserta SP sendiri. “Mereka mulai paham, saling menaruh respek, dan terbuka terhadap perbedaan agama yang ada,” kata perempuan yang telah menulis tiga buku, antara lain Konflik Poso: Suara Perempuan dan Anak Menuju Rekonsiliasi Ingatan, itu.

Di sebuah SP yang ada di Pamona, misalnya, sekolah dibuka para peserta dengan menceritakan persoalan yang dialami, seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Lalu mereka mencoba saling mendukung, berempati, dan bersumbang saran. Kegiatan juga diisi dengan diskusi, bermain drama, menonton film, analisis film, kunjungan lapangan ke rumah ibadah agama Islam, Kristen, dan Hindu untuk mengenal dan mengetahui agama, membuat film pendek, dan permainan.

Hasil tempaan Lian memang luar biasa. Pada upacara wisuda angkatan pertama di Tentena, lulusan Mosintuwu sepakat untuk mengabdikan diri bagi masyarakat dengan membangun sebuah rumah untuk perlindungan perempuan dan anak.

***

SP Mosintuwu kini memiliki delapan modul kurikulum dan yang bisa diselesaikan dalam 10 bulan. Mata pelajaran yang diajarkan adalah toleransi dan perdamaian, gender dan isu-isu politik, berbicara di depan umum dan pembangunan ekonomi. Melalui kurikulum ini, para anggota diminta menghilangkan praduga, kecurigaan, trauma, dan dendam, membangun kepercayaan diri serta saling percaya, dan meningkatkan kerja sama.

Tahun ini, SP angkatan kedua, menurut Lian, dibiayai dari hasil Coexist Prize, yang diterimanya pada 20 Maret lalu di Skirball Center, Universitas New York, Amerika Serikat. Penghargaan internasional dari Coexist Foundation yang bermarkas di Inggris itu diberikan kepada mereka yang dianggap sebagai unsung hero, sosok tidak dikenal yang bekerja dan memperjuangkan isu perdamaian serta gerakan interfaith.

“Saya tidak tahu dan mendadak masuk daftar panjang nominasi. Setelah itu lupa, tidak ingat lagi,” katanya, merendah. Lian terpilih dari 300 lebih nominator yang masuk dari seluruh dunia. Lian dan para finalis lolos setelah melalui tahap penjurian yang ketat oleh Dr. Ali Gomaa, Rabbi David Superstein, Bishop Mark S. Hanson, dan Mary Robinson.

Dalam penjelasan resmi di website Coexist Foundation disebutkan bahwa Coexist Prize baru pertama kali diadakan pada 2012 ini. Para juri memilih enam nominator sebagai finalis. Hingga akhirnya, juri berkeputusan bulat memilih Lian sebagai penerima Coexist Prize. ”Lian Gogali menjadi pemenang karena dia contoh terbaik dari sebuah pengalaman pribadi dan sebuah proyek yang menginspirasi,” kata David Ford, profesor di Universitas Cambridge, Inggris, mewakili para juri.

Saat menerima hadiah senilai US$ 100.000 itu, Lian Gogali menuturkan bahwa Coexist Prize yang diterimanya adalah penghargaan untuk semua perempuan dan anak-anak yang selama ini bekerja bersama-sama dengannya dalam segala keterbatasan untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Termasuk untuk semua pihak yang tetap percaya dan terus berjuang bagi kesetaraan, untuk perdamaian dan keadilan, melalui gerakan interfaith.

Coexist merupakan yayasan yang sejak 2006 mengupayakan pendekatan antar-keyakinan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam, juga masyarakat lain, melalui pendidikan, dialog, dan penelitian. Penghargaan buat Lian itu adalah sebuah pengakuan atas usahanya membangun perempuan Poso menjadi bagian terbaik dalam mereduksi pengaruh hasutan ideologi kebencian.

Kini, setelah satu langkah dilalui Lian, ada satu harapan lagi yang ingin dia wujudkan. Lian ingin menggelar Kongres Perempuan Poso. Kongres ini dimaksudkan untuk membuka ruang bicara perempuan Poso serta akses ruang publik dan ruang politik, sehingga perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan mendapatkan keadilan. “Saya pun ingin membangun sekolah perempuan di beberapa tempat di Indonesia, juga di luar, khususnya di daerah-daerah pasca-konflik,” katanya. (Mukhlison S. Widodo dan Rach Alida Bahaweres)


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Friday, November 8, 2013

Vidya Karraya Inginkan Pria 'Nakal'




Sabtu, 9 November 2013 07:19:44 WIB


karaya911


ARTIS cantik Vidya Karraya, rupanya ingin segera mengakhiri masa lajangnya. Meski mengaku kini ia belum memiliki kekasih, namun ia berniat tak lagi berlama-lama pacaran jika bertemu dengan pria yang tepat nantinya.


“Inginnya sekarang mencari calon suami saja, umur sudah segini. Tapi siapa tahu seiring berjalannya waktu selama bekerja, mudah-mudahan ada yang mau mengajak saya menikah,” ujar Vidya belum lama ini.


Pemeran Rahma dalam sinetron Islam KTP ini, mengaku memiliki tipe pria idaman. Selain harus memiliki postur tubuh ideal, dara kelahiran 13 April 1985 juga menyukai pria ‘nakal’.


“Yang pasti cowok itu harus memiliki badan yang tinggi ya. Aku suka badan cowok yang suka fitnes. Cuma nggak suka yang terlalu jadi banget. Apalagi yang berotot besar, aku kurang suka” ucapnya. “ Terus, aku juga suka cowok yang kelihatan ‘bandel’. Maksudnya kalau lihat cowok yang mukanya bandel gitu, tapi pribadinya nggak, nah itu aku suka banget,” sambungnya.


Selain memiliki mimpi untuk bersanding dengan lelaki pujaannya di pelaminan, Vidya juga masih menunggu kesempatan untuk ikut bermain dalam sebuah film layar lebar. “Kalau main film sih ada keinginan juga. Namun saat ini belum datang juga tuh tawaran seperti itu,” terang Vidya


ADEGAN RANJANG


Meski menyatakan siap diberi peran menantang dalam berakting, tak lantas membuat Vidya sembarangan menerima tawaran pekerjaan. Walaupun tak menolak untuk berpenampilan seksi di sebuah adegan, ia menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan adegan ranjang.


“Kalau berpenampilan seksi pada tempatnya, ya aku enggak masalah,” paparnya. “Berbikini buat aku enggak masalah, asal di pantai yang memang tempatnya.”


Untuk masalah adegan ranjang, mantan public relation (PR) sebuah perusahaan itu jelas-jelas menyatakan akan pikir-pikir dulu. Faktor keluarga lah yang membuat dirinya membuat batasan-batasan mengenai tawaran seperti apa yang ia terima.


“Keluarga aku sangat ketat dalam urusan agama. Sebelum aku memutuskan untuk masuk ke dunia akting, mereka sudah wanti-wanti aku agar bijak membuat pilihan,” ungkap Vidya.(embun/rf)


Vidya Karraya



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Vidya Karraya Inginkan Pria 'Nakal'

Wednesday, March 13, 2013

Artis masuk politik jangan hanya popularitas

WASPADA ONLINE

JAKARTA – Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STIAI) Wasilatul Fallah Rangkasbitung Rumbang Sirojudin mengatakan artis yang terjun ke dunia politik harus memiliki kompetensi intelektual dan bukan popularitas.

“Kami menilai artis-artis yang kini duduk di lembaga DPR maupun pemerintahan belum maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat, karena kompetensi intelektual relatif rendah,” kata Rumbang Sirojudin di Rangkasbitung, Selasa (12/3).

Ia mengatakan, pihaknya prihatin banyak kalangan artis beramai-ramai terjun politik untuk mencalonkan legislatif pada pemilu 2014 mendatang.

Keprihatinan itu tentu bagi artis yang tidak memiliki kompetensi intelektual maupun pengetahuan politiknya sangat rendah. Oleh karena itu, pihaknya meminta partai politik jika merekrut kalangan artis harus selektif dengan mensyaratkan intelektual bukan popularitas.

“Kami minta artis yang hendak mencalonkan legislatif maupun kepala atau wakil kepala daerah harus dibarengi dengan kemampuan pengetahuan politik,” katanya.

Ia menyebutkan di negara yang demokrasi ini tentu tidak ada larangan artis terjun ke politik selama mereka memiliki kompetensi intelektual yang baik.

Sebab banyak artis menggeluti politik hanya menjual popularitas saja untuk mendongkrak perolehan suara pada pemilu mendatang.

Selama ini, artis yang duduk di DPR-RI maupun lembaga pemerintahan dinilai sekitar 50 persen belum memiliki kompetensi pengetahuan politik.

Sedangkan, 50 persen lainnya cukup baik terjun di politik, seperti Dedi Gumelar alias ‘Miing’ maupun Wanda Hamidah. “Saya yakin kedua artis itu dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama dari daerah pemilihannya,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan, artis Rano Karno yang kini menjabat wakil Gubernur Banten belum memberikan terbaik untuk kemajuan juga kesejahteraan masyarakat di daerah itu. Bahkan, jalan provinsi banyak dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak parah dan berlubang-lubang.

Namun, kata dia, sosok pemeran si ‘Doel Anak Sekolahan’ kurang memperjuangkan aspirasi masyarakat Banten. “Karena itu, artis harus memiliki kompetensi politik sehingga dapat menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan Dedi Mizwar yang terpilih menjadi wakil Gubernur Jawa Barat diharapkan bisa memberikan terbaik untuk kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

“Jika Dedi Mizwar terjun politik harus memfokuskan diri untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan pekerjaan dunia seni harus ditinggalkan,” katanya.
(dat18/rol) 

Name *
URL
Code
  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5455:jalan-kaki-datangi-markas-polisi&catid=60:news-update&Itemid=134


Artis masuk politik jangan hanya popularitas

Tuesday, May 7, 2013

SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan




SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan



EDISI KHUSUS: Sekolah Para Juara


Setiap tahun, siswa SMA Negeri 28 Jakarta langganan meraih juara dalam ajang prestasi. Robotik menjadi ikon ekskul sekolah. Alumninya diterima di perguruan tinggi negeri favorit.  


Jakarta, GATRAnews – Bangunan kelir hijau berlantai tiga di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu menjadi ”rumah” bagi keluarga besar SMA Negeri 28 Jakarta. Suasana sejuk terasa ketika memasuki gerbang sekolah lantaran banyak pepohonan rindang di berbagai sisinya. Sekolah ini secara resmi berdiri sejak 5 Maret 1970. Sebelumnya, sekolah ini bernama SMA 11 filial, didirikan Djoko Soetedjo dan Sumardi pada 2 Agusus 1965. Djoko Soetedjo sekaligus menjadi kepala sekolah pertama periode 1965-1980.


 


Sempat pindah lokasi beberapa kali serta mengalami renovasi besar-besaran pada 1977, sejak 2003 SMA Negeri 28 Jakarta ditunjuk pemerintah menjadi SMA plus tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, pada tahun pelajaran 2004/2005, sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah plus standar nasional. Sebelum program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dihapus pemerintah, SMA Negeri 28 juga pernah menyediakan program unggulan tersebut.


 


Selain memiliki kelas reguler per angkatan sebanyak enam kelas, sekolah yang kini dipimpin Nani Kurniasih itu juga membuka program kelas internasional sejak tahun pelajaran 2009/2010, dengan jumlah siswa 24 orang per kelas.


 


Sekolah yang memiliki visi “Menguasai Iptek Berdasarkan Imtak” ini memiliki kultur religi yang patut diacungi jempol. Setiap pagi pukul 06.30-07.00 WIB, murid beragama Islam diwajibkan tadarus (membaca Al-Quran) bersama di kelas masing-masing. Seorang guru memimpin tadarus ini melalui speaker sekolah yang terdengar ke ruang-ruang kelas. Untuk siswa yang menganut agama Kristen pun diadakan semacam kebaktian di ruang audio-visual sekolah tersebut. “Tradisi itu kami laksanakan sejak tahun 2006,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Tauhid.


 


Selain tradisi keagamaan yang berjalan baik, pihak sekolah juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan siswa-siswi melalui ekstrakurikuler (ekskul). Disediakan ekskul bidang olahraga, seni, maupun sains dan teknologi. Dari sekian banyak ekskul yang ada, robotik menjadi ekskul favorit sekaligus ikon SMA Negeri 28 Jakarta.


 


Selain aktif melakukan kegiatan di lingkungan sekolah, para siswa yang tergabung dalam ekskul robotik sering pula mengikuti dan memenangkan perlombaan robotik bertaraf nasional hingga internasional. Salah satunya, The 13th International Robot Olympiad 2011 yang diikuti Fadel Mahadika Putra dan timnya. Mereka berhasil menyabet medali emas.


 


Prestasi di tingkat Olimpiade Sains Nasional (OSN) juga didapatkan para siswa. Tahun 2011, siswa bernama Devin membawa pulang medali emas OSN ekonomi. Saat ini, Devin menempuh studi di Universitas Indonesia. Bagi siswa yang meraih prestasi membanggakan di perlombaan tingkat nasional dan internasional, pihak sekolah memberikan penghargaan berupa sertifikat dan beasiswa.


 


Tauhid menjelaskan, banyak alumnus SMA Negeri 28 Jakarta yang diterima di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Banyak pula dari mereka yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit melalui penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) atau jalur undangan tanpa tes. Pada 2010-2011 sebanyak 59 siswa diterima masuk UI melalui PMDK, 24 orang diterima tanpa tes masuk ke ITB, dan beberapa lainnya diterima tanpa tes di IPB, UGM, serta Universitas Brawijaya.


 


Untuk memberikan ruang apresiasi bagi siswanya, pihak sekolah mengadakan Mimbar Kreasi, yaitu pergelaran seni internal sekolah yang diselenggarakan setiap Senin pada minggu ketiga setiap bulan. Dalam acara ini, siswa bebas menampilkan karya puisi, grafis, mementaskan teater, ataupun bermusik. “Tujuannya, agar mereka bisa berkolaborasi dan saling mengapresiasi di antara mereka,” ungkap Tauhid, yang juga mengajar bidang studi fisika.


 


Keistimewaan lain SMA Negeri 28 Jakarta terlihat dari hubungan harmonis antara guru dan siswanya. Menurut Tauhid, para guru sebisa mungkin menciptakan hubungan egaliter kepada muridnya, tanpa melupakan etika dan rasa hormat. “Memang kami menganggap mereka sebisa mungkin sebagai teman. Tapi mereka juga tetap hormat. Ketika diskusi, kami bisa menempatkan diri sebagai teman, biasanya mereka lebih terbuka,” ujarnya.


 


Dari segi kurikulum, SMA Negeri 28 Jakarta menerapkan kurikulum nasional dengan pengembangan-pengembangan. Misalnya, untuk kelas internasional, digunakan dua kurikulum sekaligus: nasional dan Cambridge, Inggris. “Setelah selesai, mereka langsung mendapat double degree, sertifikat kelulusan dalam negeri dan sertifikat dari Cambridge. Tesnya pun double, karena kami memang berafiliasi dengan Cambridge,” Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Baharai Lubis, menjelaskan.


 


Sertifikat Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) yang dimiliki siswa kelas internasional dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas-universitas internasional yang mengakui dan menerima sertifikat tersebut, dan diterima di tingkat foundation. Kelas internasional juga memiliki program study tour ke luar negeri. Tahun 2012, siswa kelas internasional diberangkatkan ke Sydney, Australia. Siswa merasakan kuliah di Sydney University selama satu minggu dan mendapat sertifikat.


 


Menurut Bahari, seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 28 Jakarta tergolong siswa jenius. Sebab tidak ada siswa yang IQ-nya kurang dari 120. Maklum, proses seleksi masuk sekolah ini tidak sembarangan. Setiap tahun pelaajaran baru, pihak sekolah mengundang pendaftar melalui website resmi SMA Negeri 28 Jakarta. Hanya siswa yang memiliki nilai rapor rata-rata 7,5 yang bisa lolos seleksi awal tersebut.


 


Tahun lalu, sekitar 1.300 anak lulus untuk seleksi nilai rapor, tapi hanya 192 orang dengan nilai ujian nasional SMP tertinggi yang diterima menjadi enam kelas. “Makanya, saya berani bilang, tidak ada mengajar matematika yang lebih enak daripada di sekolah ini. Saya pernah ngajar dimana-mana. Memang mereka ini beda daya tangkapnya,” ujar Bahari, yang mengajar matematika.


Sujud Dwi Pratisto dan Mira Febri Mellya


Edisi Khusus Pendidikan Majalah GATRA, 


No 24 Tahun ke XIX, Beredar Kamis, 2 Mei


—————————————-


Dapatkan versi digital di toko:


GATRA Apps, Wayang Force, Scanie, Scoop, Indobook


 


Article source: http://www.beritasatu.com/blog/nasional-internasional/2323-tasamuh-dalam-beragama.html


SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan

Tuesday, July 2, 2013

Warga Ahmadiyah di NTB Sulit Dapatkan KTP dan Akta Kelahiran

Para anggota jemaat Ahmadiyah yang mengungsi di Asrama Transito Mataram, Nusa Tenggara Barat mengalami kesulitasn mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun akta kelahiran.


Juru bicara pengungsi Ahmadiyah, Sahidin kepada VOA mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah tidak mau memberikan akta kelahiran untuk 29 anak Ahmadiyah yang tinggal di pengungsian dengan alasan karena tidak adanya surat nikah yang merupakan syarat membuat akta tersebut.



Sahidin menyatakan sebenarnya keluarga Ahmadiyah yang tinggal di Transito, Mataram memiliki surat nikah tetapi musnah ketika terjadi penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah di wilayah itu, saat rumah mereka dibakar. Menurut Sahidin, saat ini ia begitu sedih karena takut anaknya tidak bisa masuk ke Sekolah Dasar (SD) karena tidak memiliki akta kelahiran.



Bukan hanya akta kelahiran, 40 warga Ahmadiyah yang ada di Transito pun  juga tidak diberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat ini, 116 orang warga Ahmadiyah masih tinggal di Transito.



“Saya merasa betul-betul kecewa, menyesalkan tindakan pemerintah seperti ini. Dia kan sudah tahu bahwa kami ini sudah sekian kali mengalami penjarahan, sudah sekian kali rumah kami dibakar,” ujarnya Jumat (21/6).



“Harapan kami supaya kami itu diperlakukan seperti warga negara Indonesia pada umumnya, itu harapan kami, supaya kami tidak dibeda-bedakan. Ok lah kalau soal masalah keyakinan atau ideologi ya boleh lah tetapi kalau masalah kenegaraan ya janganlah dibeda-bedakan kami ini.”



Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Ardi Daud mengungkapkan pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi terkait masalah ini. Pihaknya, lanjut Ardi, akan mengecek apa yang menyebabkan warga Ahmadiyah yang berada di Asrama Transito tidak mendapatkan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).



“Prinsipnya akan kita dorong seluruh warga negara tanpa terkecuali termasuk saudara-saudara kita yang ada di Transito khususnya untuk bisa memiliki itu. Dan itu hak setiap warga negara untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Undang-undang menjamin, kita akan mendorong mereka memiliki itu artinya sesudah jelas apa yang menjadi hambatan di daerah,” ujarnya.



Peneliti lembaga hak asasi manusia Setara Institute, Ismail Hasani,  meminta pemerintah serius mencarikan solusi untuk jemaat Ahmadiyah yang telah tujuh tahun masih tinggal di pengungsian. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh melakukan pembiaran terhadap mereka.



Dia juga menilai seluruh peristiwa yang selama ini dialami oleh kelompok Ahmadiyah tidak terselesaikan secara tuntas.



Ismail mengatakan telah terjadi pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Ahmadiyah.



“Di dalam dua periode kepemimpinannya, persoalan Ahmadiyah tidak selesai tertangani dan pelanggaran konstitusi ini terjadi. Jaminan-jaminan yang ada dalam konstitusi memang menuntut upaya-upaya lanjutan agar dia bisa ditegakan dan agar dia bisa melimpahkan keadilan tetapi seperti yang kita ketahui bersama, seluruh persoalan yang terkait Ahmadiyah dibiarkan dan bahkan sebaliknya justru jemaat Ahmadiyah mengalami kriminalisasi,” ujar Ismail.



“Hak korban untuk mencari tahu kebenaran dan mendapatkan keadilan juga menghadapi tembok besar karena negara tidak memproses para pelaku dan aktor-aktornya.”


Article source: http://www.sinarharian.com.my/kesal-gambar-masjid-dipijak-1.177832


Warga Ahmadiyah di NTB Sulit Dapatkan KTP dan Akta Kelahiran

Wednesday, August 21, 2013

Geliat Islam di Polandia

REPUBLIKA.CO.ID,


Muslimin dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat.


Polandia, negara di Eropa Tengah, ini jarang didengar gaungnya dalam menaungi kehidupan Muslimin. Namun siapa sangka, negara bekas komunis tersebut memiliki sejarah Islam yang panjang, yakni sekitar 600 tahun silam.
 
Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka akibat perang sipil.


Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh kaki tangan raja.
 
Para prajurit Tartar itu pun dengan gagah berani bertempur mengamankan Polandia dari berbagai ancaman luar, seperti gangguan Kerajaan Teknokil pada awal abad ke-15.


Mereka bahkan dikabarkan menjadi prajurit dalam Perang Wina di kubu Kerajaan Kristen Austro-Hongaria dalam melawan pasukan Turki Usmani.
 
Hingga ketika Polandia terlibat Perang Dunia II, pasukan Tartar ini masih menjadi militer tangguh negara. Dengan posisi penting sebagai ujung pedang negara, para prajurit Tartar itu tentu saja mendapat hak spesial.


Mereka setara dengan para bangsawan dan mendapat banyak hak istimewa serta fasilitas utama dari raja. Pasukan Tartar ini pun mendapat sebidang tanah untuk mereka tinggali dan membentuk komunitas.


Itulah komunitas Islam pertama di negara tetangga Jerman tersebut. Mereka pun kemudian menikahi wanita setempat dan mengenalkan Islam kepada keluarganya. Tak hanya itu, mereka juga diizinkan membangun masjid.


Menurut halaman Planeta Islam yang dipublikasikan komunitas Muslim Polandia, saat itu komunitas Muslim telah berjumlah sekitar 200 ribu orang dengan 160 masjid tegak berdiri.
 
Sayang beribu sayang, komunitas awal Islam ini meredup seiring bergantinya zaman. Semakin lama hidup di tengah mayoritas Kristen, mereka kemudian terbawa budaya dan tradisi masyarakat setempat.


Maka, mulai hilanglah nilai-nilai Islam yang ditanamkan generasi awal. Anak cucu pasukan Tartar pun memilih menjadi nasrani.
 
Kondisi Muslimin yang makin meredup itu pun kemudian diselamatkan oleh sekelompok Muslim yang membentuk sebuah organisasi pada 1917. Mereka menamakan diri sebagai “Persatuan Muslim Polandia”.


Namun, kondisi tak mendukung pergerakan mereka. Polandia di bawah rezim komunis mengakibatkan penurunan jumlah Muslimin yang besar. Pasalnya, banyak Muslimin yang dideportasi ke Siberia, tanah mereka pun dirampas, dan masjid-masjid ditutup.
 
Disebutkan oleh Planeta Islam, jumlah Muslimin pasca-insiden tersebut tersisa sekitar 5.000 orang. Puluhan masjid pun tersisa dua saja, yakni di Bohoniki dan Kruszyniany.


Tak hanya minim secara kuantitas, Muslimin kala itu juga minim kualitas. Pemahaman mereka terhadap agama sangat buruk sehingga rawan terjadi konversi iman. Apalagi, tak adanya lembaga yang memberikan mereka pendidikan syariat.
 
Mati surinya Muslimin Polandia ini pun kemudian bangkit ketika banyak imigran Muslim dari bangsa Arab. Semangat Islam kemudian digalakkan kembali. Kelompok yang berada di garda terdepan dakwah Islam saat itu justru para mahasiswa Muslim. 


Pada 1989 mereka membentuk Perkumpulan Mahasiswa Muslim Polandia. Organisasi ini kemudian membenahi pendidikan Islam Muslimin yang dimulai dari anak-anak. “Mereka mendirikan beberapa pendidikan Islam dasar untuk anak-anak Tatar,” dikutip dari Islamweb.
 
Sejak itulah Islam kembali menggeliat di Polandia. Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran asing sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, Muslimin Polandia masih memiliki banyak hambatan. Dalam pangan misalnya, mereka hanya memiliki satu toko halal yang berlokasi di ibu kota, Warsawa.


Banyaknya jumlah masjid yang ditutup pun membuat mereka kekurangan fasilitas ibadah. Masjid tak pernah cukup menampung jamaah. Tak hanya itu, Muslimin di sana juga berada di bawah garis kemiskinan.
 
Dalam pendidikan Islam pun, Muslimin masih membutuhkan banyak literatur Islam. Bahkan, untuk terjemahan Alquran, terdapat satu karya terjemah dari era Tartar abad ke-19.


Namun, terjemahan itu pun baru rampung sebagian. Bagian yang tersisa justru dirampungkan oleh seorang orientalis non-Muslim bernama Jozef Bielawski serta sebagian lain oleh kelompok Ahmedija.
 
Kendati banyak memiliki kesulitan, Muslimin Polandia hidup bahagia. Mereka dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat. Dibanding negara Eropa sekitarnya, Muslimin Polandialah yang dapat merasakan hidup tenteram tanpa diskriminasi sodial.
 
Untuk menjaga keharmonisan dengan agama mayoritas, terdapat dewan umum di Polandia yang menanganinya. Dewan Katolik dan Muslim merupakan salah satu lembaga yang memediasi dialog antaragama di negara tersebut.


Anggota dewan itu sekaligus ketua komunitas Muslim di kawasan Bialystok, Halima Szahidewicz, menuturkan, tak pernah ada pertikaian ataupun ketegangan dalam hubungan antaragama. Kondisi damai tersebut pun telah berlaku sejak generasi Muslim pertama Polandia.


“Banyak sekali hal yang berubah dalam 600 tahun terakhir, tapi ada satu hal yang tak berubah, yakni toleransi terhadap kami Muslimin,” ujarnya.



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Geliat Islam di Polandia

Tuesday, April 16, 2013

Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah - Metro TV

Metrotvnews.com, Tapanuli Tengah: Salah satu lokasi wisata sejarah terkenal di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, adalah di Kecamatan Barus, yang menjadi pintu masuk ajaran agama Islam dan Kristen di Indonesia. Selain wisata sejarah, di Tapanuli Tengah juga terdapat potensi wisata bahari.



Setelah menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Medan, Anda akan tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kabupaten dengan garis pantai sepanjang 200 kilometer ini memiliki puluhan pantai dan pulau yang terhampar indah. Antara lain ada Pantai Binasih, Pantai Kahona, Pulau Mursala dan Pulau Putri.



Pulau Mursala bisa menjadi tujuan pertama Anda. Dengan menaiki kapal berkapasitas 10 penumpang dan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam, Anda bisa tiba di Pulau Mursala yang eksotik. Anda juga bisa ke Pulau Mursala dengan menaiki perahu-perahu kayu. Namun waktu tempuhnya dua kali lipat dari waktu tempuh perjalanan dengan kapal.



Di Pulau Mursala, Anda akan menyaksikan air terjun setinggi 35 meter. Dari puncak pulau, air terjun tersebut langsung jatuh ke Samudera Hindia. Keindahan dan keunikan alam tersebut menjadi kebanggaan Tapanuli Tengah. Bahkan sejumlah orang percaya, percampuran air tawar dan air laut memiliki khasiat khusus.



Dari Pulau Mursala, Anda yang hobi menyelam bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Putri. Di pulau tersebut ada satu titik penyelaman yang sering dikunjungi wisatawan. Selain pemandangan bawah laut yang indah dengan beragam jenis terumbu karang, berbagai biota laut alami juga dapat Anda temukan di Pulau Putri.



Tak usah khawatir bagi Anda yang tak bisa menyelam di laut dalam. Dengan berenang di sekitar pantai, Anda sudah bisa bertemu dengan beberapa ikan karang yang lucu, seperti buterfly fish, dan clown fish. Hanya sayangnya, potensi wisata bawah laut yang indah ini belum dikelola secara maksimal. Pasalnya di Pulau Putri belum ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.



Kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Kahona. Di pantai tersebut Anda akan mendapat kejutan luar biasa dari kemunculan segerombolan ikan lumba-lumba. Ikan yang terkenal akan kecerdasannya ini akan menari-nari tak jauh dari kapal yang Anda tumpangi.



Selain memiliki potensi wisata bahari, Tapanuli Tengah juga menyimpan situs sejarah berusia ratusan tahun. Tepatnya di Kecamatan Barus. Di daerah yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia di abad ke 10 itu, terdapat beberapa jejak syiar Islam. Salah satunya adalah terdapatnya makam Mahligai. Dalam komplek pemakaman ini ada sekitar 215 makam ulama yang pertama kali membawa agama Islam ke Pulau Sumatra.



Selain itu, ada pula situs sejarah yang cukup unik, yaitu makam papan tinggi yang terletak di puncak bukit. Makam dengan panjang tujuh meter ini dipercaya sebagai pusara ulama Syech Mahmud Fil Hadratul Maut, tokoh ulama yang hidup pada tahun 34 Hijriyah sampai 44 Hijriyah, atau pada masa khalifah Umar bin Khattab. Makan ini sering dikunjungi peziarah dari dalam dan luar negeri.



Perjalanan ke lokasi wisata tersebut bisa Anda tempuh hanya dalam waktu dua hari. Namun, dua hari menjadi tak cukup bagi Anda untuk mengunjungi setiap jengkal seluruh potensi wisata di Tapanuli Tegah, negeri yang memiliki sejuta pesona.



Editor: Rizky



Share:






 


cbn



Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/15/1/146902/Mahfud-MD-Siap-Nyapres


Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah - Metro TV

Thursday, April 4, 2013

Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah

Metrotvnews.com, Tapanuli Tengah: Salah satu lokasi wisata sejarah terkenal di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, adalah di Kecamatan Barus, yang menjadi pintu masuk ajaran agama Islam dan Kristen di Indonesia. Selain wisata sejarah, di Tapanuli Tengah juga terdapat potensi wisata bahari.

Setelah menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Medan, Anda akan tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kabupaten dengan garis pantai sepanjang 200 kilometer ini memiliki puluhan pantai dan pulau yang terhampar indah. Antara lain ada Pantai Binasih, Pantai Kahona, Pulau Mursala dan Pulau Putri.

Pulau Mursala bisa menjadi tujuan pertama Anda. Dengan menaiki kapal berkapasitas 10 penumpang dan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam, Anda bisa tiba di Pulau Mursala yang eksotik. Anda juga bisa ke Pulau Mursala dengan menaiki perahu-perahu kayu. Namun waktu tempuhnya dua kali lipat dari waktu tempuh perjalanan dengan kapal.

Di Pulau Mursala, Anda akan menyaksikan air terjun setinggi 35 meter. Dari puncak pulau, air terjun tersebut langsung jatuh ke Samudera Hindia. Keindahan dan keunikan alam tersebut menjadi kebanggaan Tapanuli Tengah. Bahkan sejumlah orang percaya, percampuran air tawar dan air laut memiliki khasiat khusus.

Dari Pulau Mursala, Anda yang hobi menyelam bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Putri. Di pulau tersebut ada satu titik penyelaman yang sering dikunjungi wisatawan. Selain pemandangan bawah laut yang indah dengan beragam jenis terumbu karang, berbagai biota laut alami juga dapat Anda temukan di Pulau Putri.

Tak usah khawatir bagi Anda yang tak bisa menyelam di laut dalam. Dengan berenang di sekitar pantai, Anda sudah bisa bertemu dengan beberapa ikan karang yang lucu, seperti buterfly fish, dan clown fish. Hanya sayangnya, potensi wisata bawah laut yang indah ini belum dikelola secara maksimal. Pasalnya di Pulau Putri belum ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.

Kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Kahona. Di pantai tersebut Anda akan mendapat kejutan luar biasa dari kemunculan segerombolan ikan lumba-lumba. Ikan yang terkenal akan kecerdasannya ini akan menari-nari tak jauh dari kapal yang Anda tumpangi.

Selain memiliki potensi wisata bahari, Tapanuli Tengah juga menyimpan situs sejarah berusia ratusan tahun. Tepatnya di Kecamatan Barus. Di daerah yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia di abad ke 10 itu, terdapat beberapa jejak syiar Islam. Salah satunya adalah terdapatnya makam Mahligai. Dalam komplek pemakaman ini ada sekitar 215 makam ulama yang pertama kali membawa agama Islam ke Pulau Sumatra.

Selain itu, ada pula situs sejarah yang cukup unik, yaitu makam papan tinggi yang terletak di puncak bukit. Makam dengan panjang tujuh meter ini dipercaya sebagai pusara ulama Syech Mahmud Fil Hadratul Maut, tokoh ulama yang hidup pada tahun 34 Hijriyah sampai 44 Hijriyah, atau pada masa khalifah Umar bin Khattab. Makan ini sering dikunjungi peziarah dari dalam dan luar negeri.

Perjalanan ke lokasi wisata tersebut bisa Anda tempuh hanya dalam waktu dua hari. Namun, dua hari menjadi tak cukup bagi Anda untuk mengunjungi setiap jengkal seluruh potensi wisata di Tapanuli Tegah, negeri yang memiliki sejuta pesona.

Editor: Rizky

Share:

 

cbn

Article source: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/5466/ada-pungutan-di-sma-6.html


Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah