Showing posts sorted by relevance for query ujarnya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ujarnya. Sort by date Show all posts

Saturday, May 4, 2013

KPU Akan Atur Dana Kampanye Peserta Pemilu - VOA Indonesia

— Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan akan mewajibkan partai politik peserta pemilihan umum 2014 serta calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempunyai rekening khusus dana kampanye untuk transparansi dan akuntabilitas.


Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Kamis (2/5) mengatakan semua sumbangan dana kampanye wajib masuk melalui rekening  dana kampanye, yang wajib diserahkan ke KPU sesuai tingkat paling lambat tiga hari setelah calon legislatif  masuk daftar calon tetap.



Dalam aturan pemilu, lanjut Ferry, sumbangan dana kampanye dari perorangan untuk parpol peserta pemilu atau caleg DPR dan DPRD tidak melebih Rp 1 milliar, sedangkan dari perusahaan maksimal Rp 7,5 milliar. Adapun caleg DPR hanya bisa menerima sumbangan dana kampanye dari perorangan paling banyak Rp 250 juta dan dari perusahaan maksimal Rp500 juta, tambahnya.



Semua sumbangan ini, menurut Ferry, juga harus dimasukkan ke dalam rekening khusus dana kampanye. Ferry menyatakan dana kampanye yang ada dalam rekening khusus tersebut akan diaudit oleh Ikatan Komite Audit Indonesia atau auditor.



“Keluar masuknya dana harus jelas. Selain itu, sumbangan dari asing atau ada sumbangan dari APBN/APBD atau BUMN/BUMD itu dilarang, dan bila ketahuan bisa berimplikasi pidana,” ujarnya.



Direktur lembaga demokrasi dan pemilu Center of Democracy Election and Constitution (Correct) Refly Harun mengatakan dana kampanye yang tidak dibatasi akan menyebabkan persaingan yang tidak sehat sehingga pengaturan dana kampanye ini sangat penting.



“Dana kampanye yang tidak dibatasi, selain menyebabkan tidak adil, itu juga potensial digunakan untuk money politic misalnya untuk memanipulasi perhitungan suara. Nah kemudian menurut saya menjadi penting pembatasan-pembatasan itu agar kemudian pemilu itu berlangsung jujur dan adil,” ujarnya.



Sementara itu, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani mengatakan, aturan yang akan dibuat oleh KPU itu tidak memiliki landasan hukum. Menurutnya Undang-Undang pemilu hanya mengharuskan partai politik yang memiliki rekening khusus terkait dana kampanye, ujarnya.



“Rekening khusus itu kan ada di partai, peserta pemilu untuk DPR. DPRD bukan perorangan, pesertanya partai politik, berbeda dengan DPD. Kalau kita masukkan ada rekening perorangan maka peserta politik ini perorangan itu kekeliruannya, kecuali cantolannya kemaren kita buat pijakannya dalam UU pemilu itu,” ujarnya.



Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/bill-liddle-saya-khawatir-golkar-semakin-kanan/30512


KPU Akan Atur Dana Kampanye Peserta Pemilu - VOA Indonesia

Monday, September 9, 2013

Carley, Model Pakaian Dalam Wanita Yang Memeluk Islam

Carley Wattsdoc: ROLCarley Watts“Di dalam Islam, perempuan diperlakukan dengan hormat. Muslimah juga menghargai diri dan tubuh mereka,” ujar Carley Watts, seorang model ternama asal Inggris yang tengah jatuh hati pada Islam. 

Bukan model biasa, Carley merupakan model seksi pakaian dalam wanita. Mengejutkan, ia memeluk Islam dan menutup tubuh indahnya dengan hijab.


Bertemu dengan seorang pria Tunisia, Mohammed Salah, menghantarkan Carley pada hidayah. Ia pun mempelajari Islam dan tertarik pada penjagaan Islam yang sangat melindungi wanita. Setelah berislam, ia segera meninggalkan pekerjaannya dan berencana menikah dengan Mohammed dan tinggal di Tunisia. 


Cerita jalan hidayah sang model usia 24 tahun itu dimulai ketika ia berlibur ke Tunisia bulan April lalu. Ia pergi berjalan-jalan ke pantai hingga kemudian secara tak sengaja bertemu dengan seorang penjaga pantai. Ya, penjaga pantai itulah Mohammed Salah. 


“Aku suatu hari memberanikan diri menanyakan namanya. Bahasa Inggrisnya tidak baik, kami pun berbicara dalam bahasa Prancis. Namun hanya sedikit bahasa Prancis yang saya ingat saat sekolah,” ujar Carley sembali tersenyum malu, dikutip The Sun. 


Dari sanalah, hubungan Carley dan Salah dimulai. Carley pun kemudian mengenal agama yang Salah anut, Islam. Rupanya Saleh menjadi perantara Carley menemukan hidayah. Wanita beranak satu itu pun kemudian tertarik pada risalah yang dibawa Rasulullah. “Mohammed (Salah) telah membuatku benar-benar melihat hidupku. Aku merasa tenang dan bahagia,” ujarnya.


Dengan bantuan Salah, Carley mempelajari agama Islam. Ia kemudian menemukan betapa Islam memuliakan wanita. Carley yang selama ini mengumbar keindahan tubuhnya pun merasakan penyesalan yang sangat. Makin mempelajari syariat Islam kepada para wanita, Carley makin membulatkan tekad untuk mengakhiri pekerjaannya. 


Carley merasa selama ini hidupnya begitu liar. Apalagi gaya hidup pemuda-pemudi Inggris seperti minum alkohol dan pergi ke klub malam juga sangat dekat dengan kehidupannya. “Aku tak ingin lagi hidup liar, tak mau lagi mempertontonkann payudara juga tak akan pergi lagi ke klub malam lagi,” tuturnya.


Pilihan hidup Carley ini pun tentu mengejutkan keluarga dan fansnya. Mereka menolak keputusan Carley. Teman-temannya pun tak mendukung pertunangannya dengan Salah. “Mereka tak dapat menerima aku masuk Islam dan mengenakan jilbab. Mereka menganggap aku telah mengakhiri hidupku dengan keputusan itu,” ujarnya sedih.


Kendati demikian, Carley tak goyah. Ia tetap memutuskan untuk menjadi muslimah. Ia pun bersyukur Salah selalu mendukungnya. “Dia mencintaiku dan memintaku untuk menjadi istrinya. Kami sudah membulatkan itu (rencana pernikahan). Ia menerimaku apa adanya, ia tak pernah mencoba mengubahku,” ujarnya.


Bertekad Menutup Aurat


Setelah menikah dengan Salah, Carley akan pindah dari Inggris ke Tunisia bersama putri kecilnya, Alanah yang baru berusia dua tahun. Oktober menjadi bulan yang telah disiapkan untuk hidup baru Carley di negara Timur Tengah itu. Ia bersama Alanah akan tinggal di Kota Monastir. Carley juga akan meresmikan statusnya sebagai mualaf saat musim semi, sebelum menikah dengan Salah.

Pindahnya Carley ke Tunisia pun seiring dengan tekad Carley untuk melepaskan pekerjaannya sebagai model. Tak hanya itu, ia juga telah siap untuk menutup aurat. “Hidupku mungkin memang diatur sesuai keyakinan, namun aku tak pernah merasa khawatir,” ujarnya.


Carley juga telah mempelajari budaya Tunisia, termasuk budaya menutup aurat bagi wanita. Ia pun megaku menyukai budaya itu. Menurutnya, budaya itu telah menghormati dan menghargai tubuh para wanita. Budaya itulah yang diajarkan Islam, yang tengah dipelajari Carley.[008-ROL]


 


Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/09/09/1252305/Panel.Konstitusi.Mesir.Beragam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Carley, Model Pakaian Dalam Wanita Yang Memeluk Islam

Monday, July 22, 2013

Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

— Selama akhir pekan, mulai Jumat (19/7) sampai Minggu, halaman Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, diubah menjadi tempat pertunjukan musik jazz yang disebut Festival Jazz Ramadan 2013.


Diprakarsasi oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, namun juga penggalangan amal, salah satunya untuk korban gempa di Aceh.



Pertunjukan ini tidak memungut biaya, namun setiap penonton diminta menyerahkan buku layak baca untuk selanjutnya akan diberikan kepada anak-anaka yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil maupun daerah yang terkena dampak bencana alam.



Musisi Shadu Saah Rasidi yang turut mengisi acara mengatakan festival tersebut memberi pengalaman yang sangat mengesankan bagi ia dan empat personel dalam grup musiknya.



“Aku merasa sangat merasa terhormat main di rumah Tuhan. Kapan lagi kita habis tarawih terus main musik, rasanya luar biasa,” ujarnya mengenai festival yang juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kristen Bouer, para musisi jazz, pengamat, serta pecinta musik jazz dari kalangan pelajar dan mahasiswa.



Pertunjukkan dimulai setelah ibadah shalat tarawih yaitu sekitar jam 21.00 dan berlangsung hingga pukul 2 dini hari. Untuk pertunjukan musik jazz berlangsung selama dua malam, sementara kegiatan lainnya berlangsung selama tiga malam.



Panitia mengklaim sekitar 1.500 penonton hadir setiap malam dan tidak hanya dari kalangan muslim namun dari pemeluk agama lain yang menyukai musik jazz sekaligus ingin beramal.



Pengamat musik Bens Leo mengatakan festival ini adalah kegiatan yang positif bagi para remaja dan musisi.



“Ini bagian dari satu apresiasi untuk musisi, terutama  digerakkan oleh remaja masjid, dan yang paling menarik ini juga ada kaitannya dengan kegiatan sosial. Jadi sebetulnya jazz itu sudah tidak dibatasi oleh tempat, oleh komunitas  sosial, karena setiap orang bisa menikmati ini termasuk di  Masjid Cut Meutia ini,” ujarnya.



Mahasiswa Universitas Gunadarma, Baihaki mengatakan, selain ingin menyaksikan penampilan musisi jazz ia juga tertarik dengan adanya kegiatan sosial dalam Festival Jazz Ramadan 2013. Ia meyerahkan dua buku saat memasuki lokasi pertunjukan.



“Buku Biologi untuk SMP, dua buku,” ujarnya. “Ini cukup asik menurut saya, bagus juga buat setiap Ramadan karena acara amal juga ya.”



Selain setiap penonton menyerahkan buku layak baca sebagai pengganti tiket masuk, dalam Festival Jazz Ramadan 2013 juga terdapat posko bantuan untuk korban gempa Aceh.



Koordinator posko yang juga anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau PBHMI, Fajri Akmal mengatakan, PBHMI bekerjasama dengan RICMA ingin Festival Jazz Ramadan tidak hanya menampilkan kegiatan bermusik, melainkan juga punya nilai tambah.



Dengan menjual gelang bertuliskan “Tanah Rencong, Kami Peduli,” dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 14.500.000 dan akan diserahkan langsung ke lokasi terkena dampak gempa di Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.



“Satu gelang (berharga) sekitar Rp 10.000. Acara ini menurut saya acara yang luar biasa sebagai bentuk lain dari dakwah yang berbeda, bahwa mengenali Islam tidak hanya di ruang-ruang masjid tapi dengan ruang-ruang musik pun bisa”



Tahun ini adalah kali ketiga Festival Jazz Ramadan diadakan, setelah yang pertama pada 2011.



Penyelenggara acara, Almira Della mengatakan kegiatan sama akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang.



“Kami meyakini bahwa musik adalah sarana dakwah  paling efektif  untuk remaja, dan kenapa musik jazz, karena event-event jazz sekarang ini banyak sekali digandrungi oleh remaja, inginnya sih tahun depan artisnya internasional  kali ya,” ujarnya.



Article source: http://www.bola.net/indonesia/abanda-optimis-persib-atasi-mitra-kukar-22d0b9.html


Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

Tuesday, February 11, 2014

George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia memutuskan berhenti dari pekerjaan yang penuh maksiat.


Pria ini lekat dengan kehidupan hura-hura selebritas Hollywood. George Green pernah menjadi manajer tur untuk artis-artis besar, seperti Jay-Z, Kanye West, 50 Cent, Snoop Dogg, dan banyak lagi selebritas kelas atas lainnya.


Selama bergulat dengan pekerjaanya, ia dihadapkan langsung dengan kehidupan para selebritas itu. “Setiap saat saya melihat gaya hidup glamor di hadapan saya,” ujarnya, dilansir dalam video acara The Deen Show, yang diperoleh dari laman Firstpost.


Setiap hari tugasnya adalah menyediakan semua fasilitas bagi para selebritas tersebut. Dari mobil mewah terbaru, perhiasan, juga perempuan untuk teman mereka.


“Tak hanya itu, setiap hari mereka mengadakan pesta yang dipenuhi alkohol dan narkoba, akulah yang bertugas untuk mencari obat-obat terlarang juga perempuan panggilan untuk mereka,” jelasnya.


Dihadapkan pada situasi seperti ini setiap hari, membuatnya muak. Ia mengaku hidupnya tidak bahagia, merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. “Aku seperti sedang mencari sesuatu, namun tak tahu apa itu, aku merasa hidupku kurang lengkap,” ujarnya.


Waktu demi waktu berjalan, lama-lama ia bosan dengan pekerjaannya. Kehidupan glamour dan pesta setiap hari tak cocok untuknya. Apalagi, di setiap gegap gempita pesta tersebut, dialah yang paling repot karena harus melayani para artis dan menyediakan apa saja yang mereka minta.


Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang menurutnya penuh dengan maksiat tersebut. “Saat itu dalam pikiranku adalah sekarang saatnya saya mencari sesuatu untuk diriku sendiri, bukan untuk melayani orang lain,” katanya.


Masa kecilnya jauh dari kisah bahagia. Ia lahir di Detroit, Michigan dari orang tua yang masih sangat muda dan tak siap punya anak. Ketika memasuki usia remaja, ia kemudian pindah ke New York dan tinggal bersama neneknya.


Di sinilah ia bergaul dengan geng jalanan dan selalu berhadapan dengan narkoba dan kekerasan serta masalah kriminal yang lain. “Aku tak pernah mengenal sosok ayah dan jauh dari kehidupan religius,” katanya.


Kesehariannya lekat dengan pesta dan hura-hura. Ia mengenal salah seorang yang bekerja di perusahaan rekaman dan memanfaatkannya agar bisa ikut pesta gratis setiap saat.


Setelah lulus kuliah dari Auburn University of Montgomery, ia direkrut perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records sebagai asisten direktur nasional untuk marketing, branding, promosi, dan manajemen tur. “Ini sesuai dengan kemampuanku untuk mengorbitkan dan mempromosikan artis,” katanya.


Menjalani pekerjaannya ini membuatnya bangga. Ia bisa meraih impian dari seorang pria kulit hitam, yaitu bisa kaya dan terkenal, punya banyak pacar, dihormati, dan punya kekuasaan. “Namun, di balik kepuasan itu jiwaku merasa kosong,” ujarnya.


Hingga suatu hari ia melakukan perjalanan kerja ke negara-negara di Timur Tengah, seperti Dubai, Kuwait, Irak, Bahrain, dan Abu Dhabi pada 2004.


Di sana ia kagum dengan keramahan penduduknya yang menyambutnya dengan penuh senyuman dan tangan terbuka, padahal ia bukan Muslim. Ini berbeda 180 derajat dengan sikap yang biasa orang-orang Amerika tunjukkan jika mereka bertemu dengan Muslim.


Kekagumannya kemudian berlanjut dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Ia pun semakin hormat dengan orang-orang Islam karena mereka mau menjawab pertanyaannya seputar dasar-dasar Islam.


“Aku ingin semakin tahu lebih dalam hingga saat Ramadhan 2010, aku memutuskan untuk tinggal di Irak dan Kuwait selama dua minggu,” ujarnya.


Pengalaman relijius ini menyentuh dasar kalbunya. Ia merasa telah menemukan jawaban atas kekosongan jiwanya selama ini yang dirasakannya. Sekembalinya ke Amerika, ia pun sudah siap untuk mengucapkan syahadat dan masuk islam.


Namun, ia masih khawatir bagaimana nanti lingkungannya, teman-teman, dan keluarganya bisa atau tidak menerimanya sebagai seorang Muslim di tengah mereka.


Sebuah mimpi di suatu malam membuatnya menepis ketakutan ini. Ia kemudian mantap masuk Islam secara resmi pada 30 April 2012.


Masa awal menjadi Muslim ia mengakui banyak menemui kesulitan. Orang-orang di sekitarnya yang dekat dengan banyak masalah kriminal mulai menghindarinya.


Saat ia ingin bergaul dengan komunitas Muslim, ia dipandang sebelah mata karena ia berkulit hitam dan penampilannya seperti anggota gangster.


“Namun, kesulitan yang aku hadapi tak pernah mematahkan niatku. Aku terus datang ke masjid dan banyak mendapatkan pencerahan dari para imam yang semakin memantapkan imanku,” katanya.


Ia menemukan sebuah kepuasaan yang tak tenilai saat ini. Ia masih ingat, saat jiwanya merasa kosong dulu, ia berkali-kali mencoba apa pun untuk mengisi relung jiwa yang kosong tersebut, namun ia tak pernah merasa puas. “Aku terus merasa kosong, hingga akhirnya aku bertemu Islam,” katanya.




George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

Thursday, March 28, 2013

Dilaporkan Polisi, Adi Didukung FPI

Adi Bing Slamet

Hasil investigasi FPI ‘Mbah Dukun’ tak mengajarkan aliran sesat

JAKARTA – Mendapat serangan bertubi-tubi dari mantan muridnya, membuat Eyang Subur akhirnya gerah juga. Apalagi artis Adi Bing Slamet kemudian mengajak sekelompok orang yang mengaku pernah menjadi korbannya untuk memberikan kesaksian kepada wartawan. Eyang pun tak terima, dia pun melaporkan bekas penyanyi cilik itu ke Mabes Polri.

Melalui status Blackberry Messenger kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, mengungkapkan dia akan datang ke Mabes Polri sekira pukul 12.00. Namun saat mengkonfirmasi kepada Ramdan, apakah kedatangannya berkaitan dengan tuduhan Adi Bing Slamet, dia hanya menjawab singkat.
“Di Mabes saja, jam 12.00,” tulis Ramdan, Rabu (27/3).

Sementara itu, sejak kemarin pihak Adi Bing Slamet dan beberapa orang yang mengaku korban dari Eyang Subur terus membuka aib bekas guru spiritual mereka. Bahkan, Adi mengancam akan mendatangi Subur bersama ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) bila Subur masih enggan muncul ke publik.

Seperti diketahui, sejak kasusnya terkuak, Eyang Subur belum pernah menunjukkan jati dirinya ke publik. Namun, sejumlah komedian seperti Tessy, Nurbuat, Rohana dan Unang membantah mantan penjahit itu melakukan santet seperti tudingan Adi cs selama ini. Tak ayal, Adi pun mengaku prihatin dengan teman-temannya yang masih membela lelaki berusia 70an itu.

Tak mau kalah dengan Eyang Subur, Adi pun akan menempuh langkah serupa, yakni melaporkan ‘mbah dukun’ yang katanya suka berjudi dan beristri delapan tersebut. Bahkan langkah kakak kandung Iyut Bing Slamet itu mendapat dukungan dari Front Pembela Islam (FPI). “Bila hendak memproses secara hukum, tetap kami dukung,” ujar juru bicara FPI, Salim Assegaf, seperti dilansir tempo, Rabu (27/3).

Adi memang sempat menyatakan akan menyeret Subur ke kepolisian. Ia menyatakan orang yang dianggap sebagai guru spiritual itu melakukan praktik menyimpang dalam menyebarkan ajarannya.

Sebelum ke polisi, Adi rupanya telah mengadu ke FPI sejak beberapa bulan lalu. “Kami sudah kirim surat peringatan sejak tiga bulan lalu sejak ada aduan dari warga,” ujar Salim.

“Kami kan tidak seperti ormas-ormas lain langsung main gerebek. Kami kasih peringatan dulu,” ujarnya. Setelah dua surat peringatan tak menemukan titik temu, akhirnya Salim bersama rombongannya mendatangi rumah Eyang Subur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ia mendatangi rumah tersebut bersama Ketua RT, RW, Danramil, dan Kapolsek setempat pada 15 Maret 2013. “Tak ada intimidasi di sana, kami hanya bertanya,” ujarnya.

Dari pertemuan itu, akhirnya FPI memutuskan bahwa Subur tak mengajarkan aliran sesat. “Dari hasil investigasi kami, enggak ke sana,” ujarnya. Namun, Salim menyatakan investigasi FPI tak berhenti dalam pertemuan itu. “Kami taruh orang di sana,” ujarnya.

Sejumlah pengakuan artis Adi Bing Slamet yang telah menjadi korban penipuan Eyang Subur cukup mengejutkan. Pasalnya hampir belasan tahun dikibuli sang dukun dan baru sadar belakangan hari. Adi tidak sadar ketika memberikan semua permintaan Eyang Subur. Benarkah ini masuk kategori penipuan?

Pakar hukum pidana Agustinus Pohan, berpendapat terjadi atau tidaknya penipuan seperti yang dituduhkan Adi terhadap Eyang Subur harus didalami terlebih dulu. “Memang mesti mendalami masalah ini dulu, apakah ada penipuan atau tidak. Karena yang saya tahu garis besarnya, jadi pengikut dan harta yang jadi persoalan mendasar,” kata Agustinus Pohan  dilansir kapanlagi, Selasa (26/3) malam.

Tuduhan penipuan, menurutnya, dapat terjadi bila ada interaksi dari dua belah pihak. Ada proses yang menyertai, sehingga korban bisa dikerjai atau diporoti oleh pelaku, termasuk dengan janji-janji dan sebagainya. “Kalau konteksnya demikian harus dibuktikan ada penipuan dan mesti tahu detailnya,” ucapnya lagi.

Dia pun mencontohkan persoalan yang bisa dikategorikan masuk dalam ranah hukum. Bisa saja Eyang Subur bukan sebagai penipu, jika yang diberikan sebagai pemberian seorang penggemar pada idolanya. Tentunya masih harus dikaji lebih jauh bukti-buktinya. “Kalau misalnya diidolakan kemudian menyumbang tapi di belakang hari muncul ketidakpantasan diidolakan. Nah kalau kayak gini nggak bisa ke ranah hukum.

Sedangkan kalau penipuan, secara sadar dilakukan,” tutur Agustinus. kpl,tmp

Komentar Mereka tentang Dukun
3 Composer
“Kalau saya enggak (percaya pedukunan). Mungkin bisa, tapi kita diciptakan tidak untuk mempercayai itu,” kata salah satu personel 3 Composer, Tengku Shafick, di gedung HighEnd lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat Selasa (26/3).

Senada dengan Shafick, Mario “Kacang” juga tak memercayai hal mistis seperti santet dan sebagainya, karena percaya pada ilmu agama. “Ada yang kayak gitu, tapi enggak mau seperti gitu, dan ngerinya itu menyalahi agama,” ungkap pemilik single “Salah Benar”.

Septian Dwi Cahyo
“Saya tidak mau hancur dua kali ya. Saya sudah berjanji dengan istri saya yang baru untuk tidak lagi bicara soal masa lalu saya,” ungkap Septian. Namun, Septian tidak merasa keberatan namanya tetap disebut-sebut sebagai salah satu korban Eyang Subur, seperti yang diungkapkan Adi Bing Slamet.

“Saya tidak ada masalah, saya kira begitu saja. Saya akan menerimanya,” tandasnya.

Yuntianingrum (Ibunda artis Asti Ananta)
Saat datang ke rumah Eyang Subur, mbah dukun itu mengajaknya untuk mengikuti pengajian. Namun yang aneh, dalam pengajian tersebut tak ada pembacaan Al Quran. “Kita nggak tahu itu ajaran apa. Sebab saya diajaknya untuk pengajian, tetapi kok seperti ini. Kita nggak diminta baca ayat-ayat suci Al-Quran. Kita hanya diminta untuk baca doa sesuai dengan ajaran agama masing-masing,” bebernya.

Melihat keanehan-keanehan yang ada, ia dan Asti memutuskan untuk tak memperpanjang urusan dengan Subur.”Kita nggak balik lagi. Jadi di sana saya dan anak saya nggak tahu itu ajaran apa,” tambahnya lagi.

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27267/14/02/2013/muslim-beriman-%E2%80%9Cpantang%E2%80%9D-rayakan-valentine%E2%80%99s-day.html


Dilaporkan Polisi, Adi Didukung FPI

Tuesday, December 24, 2013

Sakinah Rasheed Merasa Nyaman dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Ia menyukai Islam karena melarang penindasan pada kelompok tertentu.


Sakinah Rasheed lahir pada 1950 di Ohio, Amerika Serikat. Masa ini adalah masa yang berat bagi orang berkulit hitam seperti dirinya.


Dia adalah Afro-Amerika dan pada tahun-tahun tersebut sikap rasisme Amerika pada orang berkulit hitam masih terjadi. “Kami dianggap budak dan tak pantas bergaul dengan orang kulit putih,” ujarnya, dilansir dari ifoundislam.


Rasheed dibesarkan dalam keluarga Kristen. Setiap minggu, ia pergi ke gereja bersama ibunya di gereja yang diperuntukkan bagi orang berkulit hitam.


Saat tinggal di Ohio tersebut, ia tak banyak menemukan kawan yang sama-sama berkulit hitam. Kaumnya menjadi masyarakat minoritas.


Saat remaja, ia selalu mendapatkan perlakuan rasisme oleh orang kulit putih. Hal itu juga banyak dilakukan teman sebayanya yang berkulit putih.


Ia selalu mendapatkan stigma bahwa ia adalah keturunan Afrika yang hanya pantas menjadi budak dan anggota dari kelompok tertindas.


“Saya tak terima dengan citra semacam ini. Ini seperti konspirasi untuk menindas kaumku secara psikologis,” katanya.


Televisi setiap harinya, selalu menayangkan tayangan rasisme, penindasan pada orang-orang berkulit hitam, kerusuhan yang dilakukan orang berkulit hitam, pembunuhan Martin Luther King, dan banyak lagi tayangan rasisme yang membuat jiwanya semakin sakit. Hingga, akhirnya ia membaca buku The Autobiography of Malcolm X.


Dari situ, ia mengenal Islam dan tertarik dengan agama yang tidak pernah membeda-bedakan ras manusia tersebut.


“Meski saat itu saya belum sepenuhnya mantap masuk Islam, tapi  saat membaca buku tersebut saya punya keinginan agar suatu saat apabila saya diberikan jalan pada Islam, saya ingin menjadi sosok Muslim seperti Malcom X,” ujarnya.


Ketika menuntut ilmu di perguruan tinggi, hari-harinya disibukkan dengan membanding-bandingkan agama apa yang menurutnya terbaik.


“Satu hal yang aku sukai dari Islam adalah tidak menyukai adanya penindasan pada kelompok tertentu dan tidak membeda-bedakan kelas sosial,” katanya.


Saat sedang membanding-bandingkan agama ini, justru mengarahkannya pada kebingungan. Akhirnya, ketika ia duduk di bangku pascasarjana dalam bidang psikologi, pamannya memberikan sebuah Alquran. “Ia memberikan Alquran ini dan mengatakan saya punya karakter sebagai orang Muslim,” ujarnya.


Karena masih dalam pencarian kebenaran dalam semua agama tersebut, ia pun mulai membaca Alquran dan terjemahannya agar tahu apa saja yang tertulis di dalamnya.


Pada 1976 Rasheed bertemu dengan kawannya yang telah menjadi mualaf Elijah. Dialah yang kemudian menjelaskan tentang unsur-unsur dalam Islam, seperti rukun Islam, apa manfaat Alquran, puasa, juga bacaan-bacaan shalat.


Elijah dan suaminya bisa dengan sabar menjawab pertanyaan yang diajukannya. Bahkan, jawaban yang diberikan lebih memuaskan daripada jawaban dari ibunya atau pastor dari gerejanya.


Setiap mendapatkan jawaban atas rasa ingin tahunya yang besar pada konsep dari kehidupan dan kematian, ia selalu bisa tersenyum dengan puas.


Rasa gembira pun dirasakannya karena ia merasa lega semua pencariannya selama ini terjawab sudah. Ia akhirnya mantap masuk Islam pada tahun tersebut.


Kemudian, ia menjelaskan tentang pilihan terpenting dalam hidupnya ini pada ibu dan keluarganya. Ia selalu mengatakan, Allah dalam Alquran tidak pernah menyatakan untuk memusuhi agama Kristen dan agama yang lainnya.


“Bertahun-tahun kemudian, sebelum ibu saya meninggal, saya bersyukur telah bisa membuatnya menjadi mualaf juga,” katanya.


Rasheed menyukai Islam karena merasa nyaman. Dalam hatinya, ia selalu yakin inilah jalan yang paling benar untuk mendapatkan rasa bahagia di dunia dan termpat terindah di surga ketika ia meninggal nanti.


Menurutnya, ia bisa merasa bahagia karena ini merupakan hasil dari ibadah yang selalu dilakukannya. Ia sangat mencintai keluarganya, juga anak-anaknya yang telah memeluk Islam.


Dalam pekerjaannya sebagai terapis psikologi, ia merasa beruntung bisa mendapatkan kesempatan emas tersebut karena bisa membantu orang lain menuju ke jalan yang benar menuju Allah.


Di luar pekerjaan profesionalnya, ia juga menjadi relawan untuk mengarahkan jalan yang benar pada para pemuda Muslim yang murtad. “Saya membantu orang lain untuk meningkatkan iman mereka, saya merasa ini berkah,” ujarnya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/02/mcurr6-muslim-hidup-leluasa-di-kosta-rika-1


Sakinah Rasheed Merasa Nyaman dengan Islam

Sunday, September 8, 2013

Carley Watts, Model Seksi Pakaian Dalam Wanita yang Akhirnya Memeluk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

“Di dalam Islam, perempuan diperlakukan dengan hormat. Muslimah juga menghargai diri dan tubuh mereka,” ujar Carley Watts, seorang model ternama asal Inggris yang tengah jatuh hati pada Islam.


Bukan model biasa, Carley merupakan model seksi pakaian dalam wanita. Mengejutkan, ia memeluk Islam dan menutup tubuh indahnya dengan hijab.


Bertemu dengan seorang pria Tunisia, Mohammed Salah, menghantarkan Carley pada hidayah. Ia pun mempelajari Islam dan tertarik pada penjagaan Islam yang sangat melindungi wanita. Setelah berislam, ia segera meninggalkan pekerjaannya dan berencana menikah dengan Mohammed dan tinggal di Tunisia.


Cerita jalan hidayah sang model usia 24 tahun itu dimulai ketika ia berlibur ke Tunisia bulan April lalu. Ia pergi berjalan-jalan ke pantai hingga kemudian secara tak sengaja bertemu dengan seorang penjaga pantai. Ya, penjaga pantai itulah Mohammed Salah.


“Aku suatu hari memberanikan diri menanyakan namanya. Bahasa Inggrisnya tidak baik, kami pun berbicara dalam bahasa Prancis. Namun hanya sedikit bahasa Prancis yang saya ingat saat sekolah,” ujar Carley sembali tersenyum malu, dikutip The Sun.


Dari sanalah, hubungan Carley dan Saleh dimulai. Carley pun kemudian mengenal agama yang Saleh anut, Islam. Rupanya Saleh menjadi perantara Carley menemukan hidayah. Wanita beranak satu itu pun kemudian tertarik pada risalah yang dibawa Rasulullah. “Mohammed (Saleh) telah membuatku benar-benar melihat hidupku. Aku merasa tenang dan bahagia,” ujarnya.


Dengan bantuan Salah, Carley mempelajari agama Islam. Ia kemudian menemukan betapa Islam memuliakan wanita. Carley yang selama ini mengumbar keindahan tubuhnya pun merasakan penyesalan yang sangat. Makin mempelajari syariat Islam kepada para wanita, Carley makin membulatkan tekad untuk mengakhiri pekerjaannya.


Carley merasa selama ini hidupnya begitu liar. Apalagi gaya hidup pemudapemudi Inggris seperti minum alkohol dan pergi ke klub malam juga sangat dekat dengan kehidupannya. “Aku tak ingin lagi hidup liar, tak mau lagi mempertontonkann payudara juga tak akan pergi lagi ke klub malam lagi,” tuturnya.


Pilihan hidup Carley ini pun tentu mengejutkan keluarga dan fans nya. Mereka menolak keputusan Carley. Teman-temannya pun tak mendukung pertunangannya dengan Salah. “Mereka tak dapat menerima aku masuk Islam dan mengenakan jilbab. Mereka menganggap aku telah mengakhiri hidupku dengan keputusan itu,” ujarnya sedih.


Kendati demikian, Carley tak goyah. Ia tetap memutuskan untuk menjadi muslimah. Ia pun bersyukur Salah selalu mendukungnya. “Dia mencintaiku dan memintaku untuk menjadi istrinya. Kami sudah membulatkan itu (rencana pernikahan). Ia menerimaku apa adanya, ia tak pernah mencoba mengubahku,” ujarnya.


Bertekad Menutup Aurat
Setelah menikah dengan Salah, Carley akan pindah dari Inggris ke Tunisia bersama putri kecilnya, Alanah yang baru berusia dua tahun. Oktober menjadi bulan yang telah disiapkan untuk hidup baru Carley di negara Timur Tengah itu. Ia bersama Alanah akan tinggal di Kota Monastir. Carley juga akan meresmikan statusnya sebagai ualaf saat musim semi, sebelum menikah dengan Salah.


Pindahnya Carley ke Tunisia pun seiring dengan tekad Carley untuk melepaskan pekerjaannya sebagai model. Tak hanya itu, ia juga telah siap untuk menutup aurat. “Hidupku mungkin memang diatur sesuai keyakinan, namun aku tak pernah merasa khawatir,” ujarnya.


Carley juga telah mempelajari budaya Tunisia, termasuk budaya menutup aurat bagi wanita. Ia pun megaku menyukai budaya itu. Menurutnya, budaya itu telah menghormati dan menghargai tubuh para wanita. Budaya itulah yang diajarkan Islam, yang tengah dipelajari Carley.


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/680579/dinikahi-zayn-malik-one-direction-perrie-edwards-jadi-mualaf


Carley Watts, Model Seksi Pakaian Dalam Wanita yang Akhirnya Memeluk Islam

Wednesday, January 15, 2014

Khidr Salaam Lebih Tenang dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Ia menemukan kedamaian dan ketenangan hati setelah memeluk Islam.

Laki-laki Amerika ini terlahir dari ibu beragama Buddha dan ayah yang entah ia tak pernah tahu agamanya. Yang ia tahu, ayahnya setiap hari mabuk-mabukan dan tak pernah memperhatikan keluarganya.


Khidr Shahid Salaam dibesarkan tanpa pendidikan agama dari orang tuanya. Namun, karena lingkungan tempatnya tinggal membuatnya akrab dengan Kristen.


Ia pun sering pergi ke gereja bersama teman-temannya. Tapi aktivitas religius ini hanya dilakukannya sekadar ikut-ikutan, tak benar-benar merasuk ke kalbunya.


Peristiwa 9/11, yakni saat itu hampir semua media mainstream Amerika menuduh Islam sebagai pelaku dan teroris, membuatnya terhenyak. Ia sebelumnya tak pernah mengenal dengan baik apa itu Islam. Juga jiwanya kosong karena tak pernah diteduhkan oleh agama.


Rasa benci pada Islam mulai timbul pada dirinya. Ia mempunyai niat untuk membalas dendam kepada semua orang Islam di dunia ini.


Atas nama rasa benci tersebut, ia kemudian mendaftarkan diri menjadi anggota tentara Angkatan Darat Amerika Serikat agar bisa dikirim ke Timur Tengah dan membunuh orang-orang Muslim di sana.


“Karena saya sebenarnya bukan orang Kristen yang terlalu taat, saya bahkan minta dibaptis dulu untuk menguatkan keinginan saya membunuh orang-orang Muslim nanti,” ujarnya.


Sayang, ia tidak lolos tes masuk sehingga keinginan untuk membalas dendam dan membunuh orang Muslim tersebut pupus sudah.


Justru, saat itu ia mulai merasa kecewa dengan agama Kristen. Karena ia memiliki sebuah keinginan yang sangat kuat namun Tuhannya tak mengabulkannya.


Rasa kecewa yang sangat parah akhirnya membuat Salaam terjerumus dalam gaya hidup yang merusak dirinya, mabuk-mabukan dan melakukan seks bebas. “Saat itu saya sudah dewasa, lebih dari 21 tahun, dan saya sudah boleh melakukan hal-hal tersebut,” katanya.


Kehidupannya semakin parah karena mengantarkannya pada hal-hal yang bersifat kriminal, pencurian, perampokan, penggelapan kendaraan, dan berbagai tindakan kriminal lainnya sering dilakukannya.


Akibatnya, sudah pasti ia tertangkap dan mendekam di dalam penjara. Di penjara wilayah yang menjadi tempat tahanannya, ia mencoba mencari pertolongan dari Tuhan, padahal selama ini ia mengaku dirinya adalah orang ateis.


Tuhan yang ia tahu hanyalah Tuhan dari agama Kristen. Setiap hari dan malam, ia terus membaca Alkitab. Salaam ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan percaya Tuhannya nanti pasti akan membebaskannya.


Pengadilan akhirnya memutuskan hukuman yang sangat berat baginya. Hukuman penjara selama 75 tahun untuk perampokan yang dilakukannya, 25 tahun untuk pencurian, dan 20 bulan karena mengendarai mobil ilegal.


“Tak sampai satu jam setelah hakim membacakan keputusan itu, hilanglah kepercayaanku kepada Tuhan,” ujarnya.


Ia kecewa karena Tuhannya sekali lagi tak mengabulkan permintaannya hingga akhirnya jiwanya dipenuhi kebencian pada semua hal. Dalam menjalani masa hukuman, Salaam bertemu dengan komunitas narapidana Muslim.


Komunitas ini menamakan dirinya Lima Persen karena jumlah mereka yang sangat kecil dibandingkan penghuni penjara lainnya. Mereka juga tidak pernah mendapatkan pelayanan serta fasilitas ibadah dari pengelola penjara.


Di awal masa tahanannya, keluarga serta istrinya sering mengunjunginya pada akhir pekan. Namun, setelah sekian lama, istrinya tak lagi datang. Kemudian, ia mengetahui istrinya tersebut telah meninggalkannya. Kesedihannya bertambah Salaam juga mendapatkan kabar ayahnya meninggal.


Kekosongan jiwanya dan runtuhnya kepercayaan kepada Tuhan menuntun Salaam untuk bergaul dengan para anggota komunitas ini. Ia melihat komunitas tersebut sangat taat beribadah dan disiplin.


“Saya dibolehkan ikut shalat Jumat kala itu meski hanya menirukan gerakan orang lain. Dan, ketika mendengarkan khutbah, itu langsung menyentuh diri saya. Rasanya sang imam seperti sedang berbicara langsung pada saya,” katanya.


Setelah itu, ia mempelajari Islam lebih lanjut. Banyak buku tentang Islam yang Salaam baca dan ia juga belajar gerakan dan bacaan shalat serta doa-doa.


Saat itu, ia merasa lebih tenang dan nyaman. “Aku menyukai kata-kata dalam al-Fatihah dan bacaan-bacaan Islam yang memuji Allah,” ujarnya.


Ini yang membuatnya berpikir Islam berbeda dengan agamanya yang dulu. Di dalam Kristen, ia selalu berdoa untuk minta sesuatu.


Sedangkan dalam Islam, doa-doa yang dipanjatkan dipenuhi dengan puji-pujian dan semakin meneguhkan iman.


Pada  2008, akhirnya ia mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. Di masa awalnya menjadi mualaf, yang paling berat dirasakannya adalah melakukan puasa karena itu bertepatan dengan musim panas di Amerika.


Namun dari Alquran yang dibacanya, ia percaya setelah melewati masa sesuatu yang berat, pasti akan diberikan masa yang lebih mudah. “Dan benar, setelah itu saya tidak pernah berada dalam situasi yang lebih baik dalam hidup saya,” ujarnya.


Setelah masuk Islam, ia merasakan banyak hikmah dan keajaiban terjadi pada hidupnya. Hukuman penjaranya menjadi lebih ringan, hanya sembilan tahun saja, dan kini ia telah menghirup udara bebas.


Ia kemudian dipertemukan dengan perempuan Muslim salihah, yang lebih baik daripada istrinya yang pertama, dan kemudian menjadi istrinya.


Rasa syukur terus dipanjatkannya karena kini ia telah diberikan kehidupan yang tenteram, pekerjaan yang layak, sebuah rumah indah, serta rasa bahagia yang terus ada dalam dirinya.



Article source: http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/11/26/1430093/Ayah.Asmirandah.Seharusnya.Vanno.Berani.Ambil.Risiko?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Khidr Salaam Lebih Tenang dengan Islam

Tuesday, January 7, 2014

Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Akhlaknya yang bagus membuat keluarganya tertarik pada Islam.


Perempuan yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya ini mengenakan jilbab dan sangat ramah. Ibadah shalatnya pun bisa dibilang rajin.


Tak banyak yang tahu, perempuan berusia 50 tahun bernama Indriana Purnamawati itu lahir dan dibesarkan bukan oleh keluarga Islam. Masa kecilnya dipenuhi dengan kehidupan keluarga yang taat pada ajaran Katolik.


Namun, rasa ingin tahunya yang besar merintis jalannya untuk mengenal Islam, hingga akhirnya muncul keinginan kuat untuk menjadi Muslimah.


Perempuan yang akrab disapa Nina ini terlahir sebagai Katolik. Sejak TK hingga SMP, ia selalu mengenyam pendidikan di sekolah Katolik.


Ketika duduk di bangku SMA, ia bersekolah di SMA negeri. Saat itu, matanya terbuka, ternyata ia hidup menjadi minoritas di antara banyak kawannya yang Muslim.


Saat menghadapi syok karena melihat kebiasaan baru agama lain, ia banyak penasaran. Misalnya, ia melihat ada temannya yang membawa mukena ke sekolah dan mengetahui apa saja ibadah wajib yang harus dilakukan umat Islam. “Saya dulu melihat, kok Islam itu ribet banget, ya,” ujarnya kepada Republika, pekan lalu.


Ia juga dekat dengan lelaki Muslim, yang kemudian menjadi kekasihnya kala itu. Pria ini selalu menggiringnya agar ia masuk menjadi Muslimah. “Saya tidak suka dengan cara seperti ini sehingga saat itu saya jadi benci setengah mati dengan Islam,” katanya.


Namun, saat duduk di kelas dua SMA, ia justru mulai tertarik dengan Islam. Rasa penasarannya yang sangat tinggi membuatnya banyak belajar hal baru dan informasi-informasi mengenai Islam. “Bahkan, saya iseng-iseng ikut pelajaran agama Islam juga,” ujarnya.


Saat itu, ketika datang waktu ulangan pelajaran agama Islam, ia harus mencontek juga belajar menghafal mati-matian agar tidak terlalu jelek nilainya.


Ketika masa kuliah, ia semakin dekat dengan Islam. Teman kos sekamarnya Muslim yang taat dan banyak mempunyai buku agama yang menarik perhatiannya. “Awalnya ngumpet-ngumpet baca buku agama teman saya ini dan lama-lama tertarik,” kata Nina.


Banyak pengetahuan baru yang didapatnya ketika mempelajari Islam. Salah satunya adalah kenyataan Allah itu bersifat esa dan tidak diperanakkan.


Setelah banyak membaca buku agama  Islam, rasa ingin tahunya semakin besar. Ia akhirnya berani membuka Alquran yang di dalamnya ada terjemahannya. “Melihat bahasanya, saya nggak ngerti sama sekali,” ujarnya.


Namun,  ia tidak menyerah. Ia terus membuka Alquran dan membaca buku-buku agama. Melalui proses yang panjang,


Nina akhirnya merasakan mendapatkan hidayah. Hingga ia minta diajarkan shalat oleh teman. Pada 1983, ia akhirnya mantap mengucapkan syahadat di depan teman-teman juga ustaz yang membimbingnya.


Awalnya, Nina menyembunyikan identitas barunya sebagai Muslimah apalagi di depan keluarga. Karena, ia tahu keluarganya adalah penganut Katolik yang taat.


Suatu hari, keluarganya akhirnya mengetahui juga. Saat itu, orang tuanya melihat ia sedang shalat. Ia pun kemudian dimarahi habis-habisan oleh bapaknya. “Saat dimarahi itu, saya ya diam saja terus,” katanya.


Ia mencari pembelaan kepada kakaknya yang telah menjadi mualaf juga karena menikah dengan orang Islam. Namun, ia kecewa karena kakaknya sama sekali tidak tahu tentang esensi Islam dan tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan.


Kakaknya ini hanya ikut-ikutan shalat seperti pasangannya, namun tidak mengetahui ilmu-ilmu agama Islam. “Berbeda dengan saya. Kalau saya mempelajari dulu, tahu ilmunya, baru belajar shalat dan memutuskan masuk Islam,” ujar Nina.


Nina merasa jalan Islam yang ia pilih ini sudah sangat tepat dan ia mantap karena ini muncul dari keinginan sendiri.


Sebelumnya, ia banyak mendulang informasi dan ilmu dari buku-buku dan bertanya kepada orang-orang yang bisa memberikan jawaban memuaskan untuknya. Jadi, ia masuk Islam benar-benar karena kemauan sendiri, tanpa paksaan dari pihak manapun dan bukan sekadar ikut-ikutan.


Setelah masuk Islam, ia merasa banyak perubahan besar yang terjadi terhadapnya. Jika mau melakukan sesuatu, ia akan banyak berpikir terlebih dahulu, akibatnya apa nanti dan dihubungkan dulu dengan hukum Islam.


Selain itu, ia selalu mengambil hikmah dalam setiap apa yang telah dilakukannya. “Saya selalu merasa disayang Allah,” kata Nina.


Ia merasa seperti terlahir kembali setelah masuk Islam tersebut. Nina merasa menjadi orang baru dengan pandangan hidup baru yang lebih nyaman baginya. Meski begitu, ia tetap menghormati orang-orang di sekelilingnya yang mempunyai pandangan sendiri-sendiri.


Ketika lama tak bertemu kawan lama, banyak yang kaget melihat penampilannya sekarang apalagi sekarang ia mengenakan jilbab. “Tapi, alhamdulillah hubungan kami tetap baik, hubungan sosial tetap terjaga, apa pun kepercayaan yang kamu anut,” ujarnya.


Meski mendapatkan kecaman dan dihadapkan pada amarah bapaknya karena pindah agama, Nina tetap mantap memilih Islam. Ketika ia dimarahi, ia selalu diam, tak membantah ataupun balas membentak orang tuanya.


Perilakunya pun tidak berubah, ia tetaplah menjadi Nina yang baik hati, cerdas, dan manis. Bahkan, semakin hari akhlaknya kian bagus. Inilah yang membuat keluarganya yang lain tertarik juga pada Islam.


“Alhamdulillah, akhirnya semua keluarga saya jadi Islam. Bahkan, ibu saya memutuskan menjadi mualaf dan langsung ngebut belajar shalat dan agama di sisa usianya. Ia meninggal saat sedang ingin shalat, sudah mengenakan mukena, namun tiba-tiba ambruk dan meregang nyawa,” kata Nina.


Article source: http://hot.detik.com/read/2011/04/08/140904/1611824/230/aniesa-amalia-langganan-peran-komedi?880006fa


Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

Sunday, December 1, 2013

Jared Craig Morris Yakin pada Islam Saat Menatap Mata Putrinya

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Rosita Budi Suyaningsih

Ia menemukan jawaban semua pertanyaannya di dalam Alquran.


Tak pernah terbayangkan dalam hidup Jared Craig Morris (26 tahun) berpindah soal keyakinannya. Ia dibesarkan dalam keluarga Kristen Protestan dan saat kecil ia pernah punya cita-cita menjadi seorang pastor.


Satu momen yang paling diingatnya, yang memantapkan dirinya untuk masuk Islam adalah saat menggendong putri pertamanya. Tiga tahun lalu, tepatnya 7 Juni 2010, putrinya yang diberi nama Mary Lee Rose lahir.


”Saat itu, bidan memberikannya pada saya untuk digendong, kemudian dia langsung berhenti menangis,” ujarnya dilansir dari laman ifoundislam, pekan lalu.


Momen ini tak pernah akan dilupakannya. ”Saat itu, saya memandang lekat mata indah anak perempuan saya, dan saya merasa yakin tentang keberadaan Allah,” kata pria Amerika ini.


Latar belakang keluarga Craig sebenarnya adalah Kristen yang taat. Saat berusia 12 tahun, ia punya cita-cita untuk menjadi pastor.


Semua kesehariannya fokus pada cita-cita tersebut, banyak membaca buku, dan bertemu ahli agama Kristen. Alkitab selalu dipelajarinya secara nonsteop, dibawa kemana pun dan dibacanya berkali-kali.


Ia lahir di Indianapolis, negara bagian Indiana, kemudian besar di daerah Hamilton. Selama itu, tak pernah ia bersentuhan langsung dengan Islam.


Hingga akhirnya, ia bertemu seorang mualaf di tempat kerjanya, enam bulan sebelum kelahiran putrinya. Mereka kemudian banyak berbincang tentang Islam.


Sang mualaf tersebut tidak pernah bermaksud untuk mengajak, apalagi memaksa Jared agar masuk Islam. Obrolan mereka kebanyakan bersifat ringan, diiringi gelak tawa, layaknya mengobrol bersama dengan teman lainnya.


Dalam setiap obrolan tersebut, ia mendapatkan gambaran tentang Islam. Sebuah hal yang tidak pernah dikenalnya sejak ia kecil.


Ketika kecil saat ia rajin membaca buku-buku agama, ia tak pernah mendapatkan informasi tentang Islam. Agama lain seperti Buddha, Hindu, ia pernah tahu. Namun Islam, baru ia dengar sekarang.


Selain kurang informasi, ia sendiri sangat jarang bertemu dengan orang yang beragama Islam. Justru, di Amerika semua media, baik televisi maupun surat kabar, terkesan memusuhi Islam dan selalu menjelek-jelekkannya.


Temannya ini membuka matanya pada Islam. Ia pun punya kesimpulan Islam dan Kristen sebenarnya sangat mirip, hanya ada beberapa perbedaan esensi di antara keduanya.


Kemudian, temannya yang mualaf itu pindah. Ia pun merasa kehilangan. ”Walau ia telah jauh, tapi kami terus berhubungan,” katanya.


Di saat ia merasa kehilangan seorang teman yang membuka wawasannya tentang Islam, ia pun mempertanyakan imannya. ”Saya ingin lebih yakin pada keberadaan Tuhan,” ujarnya.


Perang batin ini membuatnya frustrasi. Ia muak dengan semua dokumentasi yang menjelek-jelekkan Islam. Padahal, ia mulai mengagumi Islam, salah satunya adalah cara ibadahnya yang menyembah pencipta-Nya (ini berarti sikap sujud ketika shalat).


Lama kelamaan, ia justru melihat sisi jelek dari agama yang selama ini ia anut. Ia pun mulai membandingkan. Ia merasa dia tidak sesuci umat Islam. Bahkan, ia iri dengan umat Muslim yang bisa setaat itu pada Tuhannya.


Ia hanya ingin menjadi manusia yang taat dan bisa percaya pada Tuhannya dengan sepenuh hati. Namun, ia tidak tahu harus mencari informasi yang menenteramkan jiwanya ke mana lagi.


Dalam kebimbangannya ia merasa mendapatkan jalan buntu. Ia bahkan ditinggalkan oleh calon istrinya, mengalami kesulitan keuangan, dan ia pun menjadi pengangguran.


Ia sadar, saat itu tak ada lagi yang peduli padanya. Padahal, selama ini ia telah bekerja keras untuk menjadi seorang penganut Kristen yang baik.


Ia pun frustrasi dengan hal ini dan saat itu hatinya berkata untuk mulai mencari tahu tentang Islam. Ia mengunjungi Masjid Al Huda dan bertemu dengan beberapa kaum Muslim di sana.


Selama dua hari, ia banyak berbincang tentang Islam. ”Mereka mengatakan kepada saya, betapa pentingnya menjadi seorang Muslim,” katanya.


Di sana ia juga diperlihatkan sebuah Alquran dan ia terkejut ternyata kisah lahirnya Yesus dijelaskan. Di sanalah ia mendapatkan informasi yang benar tentang Islam, terorisme yang dilakukan ternyata tidak dibenarkan oleh Alquran.


Sepulangnya dari tempat tersebut, justru ia bertambah galau. Ia pun pergi ke gereja dan mengajukan banyak pertanyaan pada pendetanya.


Sang pendeta tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan berdasarkan Alkitab. ”Ini sangat berbeda dengan Alquran di mana semua jawaban atas pertanyaan saya ada di sana,” ujarnya.


Alquran, menurutnya, bisa memberikan jawaban dengan cara yang masuk akal. ”Saya masih ingin lebih banyak bukti dan lebih banyak bukti lagi yang meyakinkan bahwa Islam adalah agama yang tepat bagi saya,” katanya.


Satu hal lagi yang memantapkan hatinya adalah konsep politik dan kepemimpinan dalam Islam. Selain itu, seringnya ia bertemu dengan orang Muslim membuat kedekatan antarsesama Muslim ini seperti saudara. ”Saya pun mantap untuk mengucapkan dua kalimat syahadat,” katanya.


Gugup. Itu yang ia rasakan sebelum bersyahadat. Apalagi, kesaksiannya masuk Islam disaksikan orang banyak.


Namun, setelah dua kalimat syahadat terlontar dari mulutnya, ia langsung merasa berbeda. ”Saya merasa benar-benar tanpa dosa untuk pertama kalinya dalam hidup saya,” ujarnya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/10/16/murdls-yayasan-orbit-bagikan-daging-kurban-kepada-mualaf-lautze


Jared Craig Morris Yakin pada Islam Saat Menatap Mata Putrinya

Tuesday, July 23, 2013

Jalan Islam Sam Brodie




VIVAlife-Lelaki itu dulu kerap tampil di layar televisi sebagai perempuan. Namanya mencuat sejak tampil di acara reality show ‘Living the Dream’ dan ‘Big Brother 7 UK’. Dia kelahiran Medan, 14 Maret 1987. Dia adalah Samuel David Alexander Brodie, akrab disapa sebagai Sam Brodie.
 
Sejak umur 12 tahun, Sam mengubah penampilannya dari lelaki menjadi perempuan. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dipoles make up, dan jemarinya lentik terawat. Meski dikecam keluarga, tapi penampilannya itu justru membuatnya moncer menjadi artis.


Di Inggris, dia meraih banyak prestasi, antara lain Nicest Big Brother Housemate Award dari BBLB Channel 4  pada 2010. Dia kerap muncul di majalah, surat kabar, stasiun radio, dan sejumlah program televisi lainnya.


Rezekinya pun yahud. Sam getol berbisnis dengan menjual DVD, dan lagu-lagu single. Dia juga rajin menulis sebagai kolumnis. Sekali tampil di iklan TV, dia dibayar sekitar 100.000 Poundsterling. Sebagai model ia juga teken  kontrak dengan Burberry. Terakhir penghasilan Sam tercatat US$4,6 juta.


Tapi, sukses sebagai pesohor di negara makmur rupanya tak membuat Sam bahagia. Ia tetap seorang lelaki yang menyaru perempuan. Itu membuatnya tak tenang. Akhirnya Sam buka rahasia. Kepada publik, ia mengaku sejatinya ia adalah seorang pria.
 
Kejujuran itu malah kian melambungkan namanya. Sam makin terkenal. Tapi batinnya tambah meradang. Ia sungguh ingin kembali menjadi lelaki. Dalam keadaan galau itu dia rajin membaca kitab suci. Dan, sejumlah ayat Al-Quran membuatnya tersentak.


Saat ditemui di ANTV, Gedung Epicentrum kawasan Jakarta Selatan, Sam bercerita panjang lebar soal perjalanan spiritualnya.


Pada suatu hari, Sam yang masih tampil sebagai perempuan itu membaca salah satu ayat Al Quran. Isi terjemahan dalam kitab itu mengungkapkan larangan pria berpenampilan seperti wanita dan sebaliknya. Itu membuatnya menangis.


“Ada bisikan seperti mengatakan pada saya, hidup yang saya jalani selama ini penuh dosa”, ujarnya.


Dia mengatakan kitab suci umat Islam itu memberinya petunjuk bahwa sekarang waktunya dia harus berubah. Kembali ke jati dirinya sebagai laki-laki diakuinya tidak mudah. Selama satu dekade dia tampil sebagai perempuan.  Dalam keseharian, ia juga hidup layaknya sebagai perempuan.
 
Tapi keputusan Sam telah mantap. Ia tak lagi berdandan sebagai wanita. Risikonya jelas ada. Ia harus meninggalkan gemerlap, dan renyahnya dunia hiburan di Inggris, negeri yang memberinya kelimpahan materi dan ketenaran.


Keputusan itu rupanya memberikannya hikmah yang lain. Keluarga yang dulu menjauhinya, kini kembali menerima Sam. Keputusan besar lain yang diambil Sam adalah pulang ke Indonesia, dan menetap di tanah air untuk seterusnya.


Terinspirasi Maia Estianty


Sam pergi ke Inggris setelah dia lulus dari Jakarta International School (JIS), dan melanjutkan pendidikan ke Greenwood Academy di Dreghorn. Pada 2008, Sam pulang kembali ke Indonesia.
 
Dia berkisah, sebelum ikut dalam acara Big Brother di televisi Inggris, dia bukanlah siapa-siapa. Ia bahkan sempat menjadi pembantu hingga karyawan sebuah kafe.


Banyak sejarah pahit dalam hidupnya. Dia, misalnya, pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil. Dia juga pernah ditelantarkan keluarganya hingga hidup di sebuah panti asuhan di Inggris.
 
Sejak kembali ke tanah air, Sam memutuskan tampil sebagai manusia baru. Dia total meninggalkan atribut keperempuanannya itu. Ia menumbuhkan kumis, dan merawat jenggotnya.
 
Di Indonesia,  Sam mulai menjajal dunia tarik suara di bawah manajemen Ahmad Dani. Dari situ ia bertemu Maia Estianty, yang kini menjadi mantan istri Dhani.


Bertemu Maia, Sam seperti menemukan guru. Rasa penasarannya tentang isi Al Quran dan Islam, sering pula ia curahkan pada Maia. “Awalnya setiap hari aku datang ke rumah Bunda Maia. Setiap kali aku ke sana, aku tanya soal Islam,” katanya.


Tapi Maia merasa dia sendiri masih belajar, dan belum sempurna menjadi muslim. Akhirnya, Maia memberikan Sam sebuah kitab suci. “Bunda bilang, kamu mending baca Al Quran saja,” ujarnya.


Tak berhenti di situ, Sam makin penasaran pada Islam.  “Setiap kali aku datang ke rumah Bunda, aku tanya terus. Tapi bunda Maia bilang, dia bukan guru agama, jadi saya disuruh belajar Islam pada guru agama,” ceritanya.


Dari situ, Sam pun memperdalam agama Islam, dengan guru agama. Diakui Sam, Maia memang memberinya ilham untuk memeluk Islam. “Tapi sekarang, karena kesibukan masing-masing, kami sudah jarang bertemu,” tuturnya.


Menjadi muslim


Setelah melewati proses pencarian selama 18 bulan, Sam akhirnya memutuskan menjadi seorang muslim di tahun 2010.  Dia tertarik pada Islam lantaran ia melihat adanya kebersamaan. Sam merasa punya keluarga besar, ketika ia melihat para muslim merayakan Lebaran, dan juga saat menajalankan ibadah puasa.


“Maklum, 14 tahun saya hidup sendiri, kesepian jauh dari keluarga. Saat saya ke Bandung saya merasakan suasana Lebaran, begitu indah.”


Saat buka puasa, katanya, juga begitu. Ada sesuatu yang menarik untuknya. Ia melihat kebersamaan dalam Islam. Setelah memeluk Islam, lelaki keturunan Skotlandia itu dihujani  banyak pertanyaan, misalnya kenapa memilih agama itu, dan sebagainya.
 
Tapi Sam menjawabnya santai. Bagi dia, agama seperti handphone dengan fitur dan aplikasi yang selalu up to date.  “Jadi sama seperti Islam, kenapa saya memilih Islam, karena Al Quran itu paling up to date.”


Menjadi muslim, bagi Sam, punya banyak tantangan.  Saat itu, timbul pro dan kontra di keluarganya. “Untuk yang bukan dari agama Islam, mereka berpikir saya memilih agama yang salah.”


Tapi Sam justru semakin yakin, bahwa  tidak ada agama yang salah. Kepercayaan itu, kata Sam, sangat personal. “Bagi saya, ya Islam itu agama itu paling benar,” ujarnya. Ia kini mengganti namanya menjadi Muhammad Sam.


Dia juga tak menyesal dengan pengalaman hidupnya yang pernah kelam. Justru karena itulah ia bisa menemukan hidayah.  “Bagi saya, lebih baik punya pengalaman hidup yang buruk dan penuh kontroversi. Sekarang saya bisa menghargai segala sesuatu yang sudah pernah saya alami. “


Belajar ikhlas


Menjadi muslim, Sam lalu giat belajar tentang Islam. Awalnya, ia sulit menjalankan ibadah shalat lima waktu. Di masjid atau musholla, ia sering bingung.
“Saya selalu lihat kanan dan kiri, karena belum  mengerti adat-adatnya bagaimana. Tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah lancar shalat.”


Ia mulai dari nol, seperti anak TK yang belajar mengaji. “Aku juga belajar Iqra,” ujarnya. Tapi rasa ingin tahunya lebih besar dari mereka yang sejak lahir sudah menjadi muslim. Ia juga belajar tentang makna ikhlas, sikap menerima karena ketakwaan. Sikap ikhlas, kata dia, sangat penting dalam segala hal.  Baginya, butuh waktu sangat lama untuk bisa bersikap ikhlas.
 
Kini Sam telah menemukan pendamping hidup. Ia menikah dengan sahabatnya, Indry, seorang wanita Indonesia. Mereka kini punya seorang putri yang lucu, Kimmy Caitlyn Malika, lahir 2011.
 
Sam juga makin mantap ingin berkiprah di tanah air. “Saya orang Indonesia, saya ingin maju di sini,” kata pria yang mengaku dekat dengan sosialita Paris Hilton.


Sewaktu hijrah ke Indonesia, semua penghasilannya selama di London ia titipkan pada notaris di sana. Di Jakarta, dia kini bekerja di perusahaan multinasional. Ia juga menolak sejumlah tawaran kerja di luar negeri, karena ingin berkarir di tanah air.


Dan Sam memang tak bisa jauh dari dunia televisi.


Saat ini, dalam momen Ramadan, dia mengisi acara sahur sebulan penuh untuk program Pesbukers di ANTV.  “Saat Lebaran aku juga ada acara syuting film layar lebar, dan ada jadwal tiga program FTV. Semua acara itu saya anggap rezeki,” ujar Sam.


Article source: http://ramadan.detik.com/read/2013/07/23/074216/2310922/631/yarlina-haliwah-alhamdulillah-orangtuaku-ikhlas-aku-masuk-islam?992204cbr


Jalan Islam Sam Brodie

Monday, August 26, 2013

Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja


MEDIA lokal Inggris bubblenews.com melansir cerita keislaman seorang wanita Belgia keturunan Perancis baru-baru ini. Namanya Josette Marie yang kemudian memakai nama Nur berarti cahaya setelah memeluk Islam di usia 92 tahun.



Nur menceritakan keislamannya saat berkunjung ke wilayah timur Arab Saudi. Di sana, dia bertemu dengan 300 wanita Dammam karena mendapat undangan dari Kantor Kerjasama Bidang Dakwah dan Al Irsyad wilayah Dammam Selatan bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Brussel. Kisahnya membuat wanita-wanita Dammam yang menghadiri pertemuan tersebut jadi terharu.



Nur menceritakan kehidupan sebenarnya dimulai sejak 2010 saat ia memutuskan diri menjadi Muslim. “Saya tidak pernah berpikir untuk masuk Islam, walaupun sejak lama saya telah banyak bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang Muslim. Saya berinteraksi dengan orang-orang muslim dengan menghargai mereka juga menghormati ibadah-ibadah mereka,” katanya.



Dia menceritakan, saat bulan Ramadan tiba dirinya menghindari berkunjung ke rumah muslim saat siang hari. Dia tahu adat muslim menghormati tamu dengan menyuguhkan makanan dan minuman meski mereka sedang berpuasa.



“Saya tidak ingin membuat fitnah dan mengganggu peribadatan mereka. Saya menghormati agama Islam ini dan saya optimis dengan Islam di mana saya selalu membeli daging dan ayam di toko-toko milik orang muslim karena daging mereka disembelih dengan cara Islam, keyakinan saya juga daging-daging itu lebih bersih dan suci,” ujarnya.



Interaksi muslim dan tingginya akhlak mereka, khususnya cara muslim menghormati orang tua menjadi pemicu dirinya menerima Islam. Dia kerap memperhatikan bagaimana muslim menghormati orang lain walau berbeda agama. Mereka, kata dia, juga mengucapkan dan menyampaikan salam kepada Nur dan turut membantunya dalam kehidupan sehari-hari.



“Padahal saat itu saya masih beragama Kristen. Saya menganut Islam tanpa imbalan atau kepentingan apa pun,” katanya.



Dia mengaku terkejut saat diberikan jamuan dari seorang wanita Maroko sebelum Nur memeluk Islam. Nur dirawat tanpa meminta imbalan apa pun. “Semuanya didasarkan atas dasar cinta dan penghormatan serta kasih sayang mereka karena usiaku yang telah tua. Akhlak inilah yang membuat saya cinta kepada Islam dan memanggil saya masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujarnya.



Selain itu, pemicu lainnya ia memeluk Islam juga disebabkan saat ia berkunjung ke Maroko. Di sana, Nur menyaksikan kejadian yang membuatnya menangis. Pasalnya, keluargga Fatimah yang menerimanya terdiri dari seorang kakek dan nenek serta cucu-cucunya. Semua hidup dengan saling menghormati dan menghormati yang lebih tua. Mereka, kata dia, mencium kepala dan tangan yang membuat air matanya bercucuran menyaksikan keindahan Islam ini.



“Hal yang paling membuat saya sakit hati, adalah perlakuan putri saya satu-satunya yang usianya telah mencapai 74 tahun. Ia seorang kristen, ia hidup bersama suami dan empat orang anaknya di Perancis, setelah putriku mendengar kabar ke-Islaman saya, ia menjauhkan diri dari saya dan tidak mengakui saya. Bahkan ia mengganggap saya mengidap penyakit demensia dan mengatakan bahwa rumah jompo adalah tempat yang layak buat saya,” katanya.



“Ucapannya sama sekali tidak berbudi. Saya masih ingat peristiwa yang terjadi tahun 1930, saya masih dapat menceritakannya, keluargaku dari orang-orang Perancis. Mereka adalah dari keluarga borjuis aristokrat, mereka memutuskan saya setelah saya bersuami Belgia yang miskin,” kisahnya.



Setelah mengetahui dirinya masuk Islam, keluarga besar Nur memutuskan untuk tidak memberikan harta warisan kepadanya. Bahkan, kata dia, media-media Belgia juga menuduh dirinya telah menerima imbalan yang menyebabkan dirinya menjadi muslim.



Nur juga menceritakan dirinya kini telah menunaikan haji. Dia menolak untuk menggunakan kursi roda dan lebih memilih tawaf dengan berjalan kaki.



“Saya masih mampu melakukan hal tersebut dan saya tidak sakit, dulu saya membiasakan diri berolahraga dengan berjalan dan berenang. Allah juga telah memberikan petunjuk serta masih bisa berpuasa di Ramadan selama dua tahun berturu-turut,” katanya.



Dia menyesali kehidupannya sebelum memeluk Islam. Bahkan dia menyatakan terlahir kembali sejak 2010 setelah menjadi muslim. “Inilah kehidupan saya yang sebenarnya dan masa lalu adalah kerugian,” tuturnya.



Nur memiliki cita-cita terakhir di usianya yang kian senja sebagai seorang muslim. “Harapan saya bisa kembali ke Makkah dan melakukan umrah dan saya meninggal di tanah suci dan dikuburkan di kuburan orang-orang muslim,” ujarnya.[](bna)


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja

Saturday, November 9, 2013

Kerukunan Umat di Indonesia Terbaik di Dunia

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG- Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku ingin terus mengumandangkan KUAB, karena tak sedikit oleh para pihak, KUAB yang merupakan modal besar untuk membangun bangsa, menjadi pintu masuk ketidakrukunan atau disharmonisasi sosial sesama umat WNI.


“Dengan mengesampingkan keberagaman, berarti kita telah mengabaikan yang diciptakan Tuhan atau sama juga tidak beriman dengan Tuhan karena Tuhan telah menciptakan keberagaman, “ ujar Suryadharma Ali saat memberikan sambutan pertemuan silaturrahmi tokoh lintas agama di Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, Jumat (8/11/2013) malam.


Surya menilai Kerukunan Umat Antar Beragama (KUAB) di negara Indonesia sangat baik. Sebagai Negara mayoritas muslim yang terdiri dari multi ras, multi agama, bahasa, budaya, adat istiadat dan sistem nilai, keberagaman tersebut tidak lagi menjadikan sebagai kelemahan, tetapi menjadi kekuatan dan keindahan.


“KUAB itu bersifat dinamis, sekarang rukun belum tentu bulan depan rukun. Tetapi Forum KUAB di Indonesia selalu dilakukan bukan karena ada masalah, tetapi karena sedang berada dalam puncak terbaik, harus dirawat agar bisa lebih baik dan lebih baik lagi. Bayangkan kalau semua sama, tak ada keberagaman, laki-laki semua, tak ada perempuan, tak ada keindahan tentunya, “ ujarnya.


Hadir dalam pertemuan silaturrahmi tokoh agama itu diantaranya Kakanwil Kemenag Jateng Khairudin, Ketua MUI Jateng Ahmad Rofiq, Ketua Bamus Antar Gereja Jateng Halowa, Ketua Keuskupan Agung Jateng Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Walubi Jateng Widiyanto Candra, Ketua Parisada Hindu Jateng I Nyoman Surahartta. Ketua Matakin Jateng Lucia Herawati, Ketua PW NU Jateng Abu Hafsin, Ketua PD Muhammadiyah Jateng Musman Tholib, Ketua Kemenang Kab/kota se-Jateng dan Ketua FKUB kab/kota se-Jateng.


Dalam pertemuan dengan pejabat asing yang berkunjung ke Indonesia, Suryadharma pun selalu mengatakan bahwa KUAB di Indonesia yang terbaik di dunia. Sebab dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Presiden dan Wapres pun selalu ikut merayakan peringatan hari raya Idul Fitri, Idul Adha, Waisyak, Natal maupun Nyepi dan dijadikan hari besar atau libur nasional. Bahkan Presiden dan Wapres pun ikut merayakan hari besar umat Kong Hu Cu yakni Imlek sebagai hari besar dan hari libur nasional.


“Bayangkan hari raya umat minoritas di rayakan sebagai hari libur nasional. Negara mana di dunia ini dengan mayoritas Islam atau Kristen, belum tentu memberi penghormatan terhadap agama lain yang minoritas di negaranya. Karena itulah, tak sedikit pimpinan dunia jika berkunjung ke Indonesia mempertanyakan KUAB yang terjadi tersebut, “ ujarnya.


Bahkan Rasyad Husein utusan khusus bidang agama, Presiden AS Barack Obama yang berkedudukan di negeri Paman Sam sangat iri dengan Indonesia. Umat Islam di AS yang hanya 4 persen, tak memperoleh penghormatan seperti Negara Indonesia menghormati agama minoritas.


Menjelang pemilu legislative dan Pilpres 2014, Suryadharma Ali pun meminta peranan para tokoh agama ikut menjaga kerukunan, karena bisa jadi saat kampanya nanti, dijadikan ajang adu domba antar umat beragama satu sama lain.


“Kami minta tokoh agama jalan bareng, bergandengan tangan, meningkatkan harmonisasi, jangan sampai diadu domba, “ ujarnya.


Suryadharma Ali berharap silaturrahmi tokoh agama di lain waktu bisa dilakukan di kabupaten/kota lain agar kebersamaan umat beragama dibangun lebih kokoh dan kuat lagi. Agama harus menjadi basis kekuatan dan kerukunan umat beragama dan basis persatuan Indonesia.


“Dengan demikian, keanekaragaman agama bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan umat, “ katanya.


Suryadharma Ali berharap jangan sampai pesta demokrasi yang diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan bangsa Indonesia untuk masa depan yang lebih baik, menjadi kompetisi tidak sehat. “Lebih tidak sehat lagi, jika melibatkan umat beragama dalam kompetisi tidak sehat, “ katanya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/06/28/mp232f-kpk-tak-sadar-dimainkan-kekuatan-besar


Kerukunan Umat di Indonesia Terbaik di Dunia

Saturday, November 30, 2013

Pencatatan Kependudukan Masih Diskriminatif

JAKARTA, (PRLM).- Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk membuat aturan pelaksana pencatatan kependudukan yang tidak membedakan warga negara atas dasar agama/kepercayaan.


Komnas Perempuan menyesalkan sikap pemerintah yang terus melanggengkan pelembagaan diskriminasi terhadap warga negara berdasarkan agama atau kepercayaannya.


Komisioner Komnas Perempuan Arimbi Heroepoetri menyatakan hingga saat ini tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah dalam pengaturan pencatatan kependudukan.

Dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), tambahnya, hanya ada enam agama resmi yang boleh ditulis yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Khonghucu. Sedangkan bagi pemeluk agama lain dan kepercayaan tambahnya mereka tetap memperoleh e-KTP dengan kolom yang dikosongkan.


Aturan seperti itu, menurut Arimbi, sangat menghalangi negara dalam menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi hak asasi warga negara, terutama hak kemerdekaan tiap-tiap warga negara untuk memeluk agama dan menganut kepercayaannya, hak untuk bebas dari diskriminasi serta hak untuk sama kedudukan di depan hukum dan pemerintahan.


Dia menambahkan peraturan yang diskriminatif tersebut menempatkan warga negara rentan diskriminasi, kriminalisasi dan kekerasan.


Warga negara yang KTP-nya mencantumkan kolom agama yang dikosongkan rentan mendapatkan stigmatisasi di dalam masyarakat, ujar Arimbi, dan sulit mengakses layanan publik dan program-program pemerintah lainnya.


“Harusnya dalam konteks HAM, negara harus mengakui eksistensi kebebasan bereskpresi dan agama leluhur yang dianut oleh teman-teman penganut ini,” ujarnya.


Perwakilan dari penganut penghayat kepercayaan Arnold Panahal meminta pemerintah memperlakukan sama semua warga negara tidak terkecuali mereka yang menganut paham kepercayaan.


Para penghayat kepercayaan, lanjut Arnold, juga warga negara Indonesia yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya.


“Diskriminasi misalnya dalam hal pendidikan maupun kesempatan kerja. Umpamanya berobat itu (ditanya) agamanya apa dan kalau kita menyatakan penghayat itu ditertawakan dan sering tidak dilayani,” ujarnya.


Sementara itu, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Raydonizar Moenek mengungkapkan dalam membuat kartu tanda penduduk, petugas tidak boleh mempersulit para penganut penghayat kepercayaan memperoleh KTP.


Dia mengakui kolom agama di KTP penganut penghayat kepercayaan memang tidak boleh diisi karena penghayat kepercayaan bukan termasuk kelompok agama yang diakui oleh negara.


“Kita menghormati semua punya kebebasan beragama, berserikat diakui semua itu keberadaannya. Namun kalau meminta secara spesifik agar ditulis nanti ada kelompok ini, ada kelompok itu yang minta ditulis, ada berapa sedangkan itu tidak masuk dalam klasifikasi agama,” ujarnya. (voa/A-147)***


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Pencatatan Kependudukan Masih Diskriminatif

Thursday, June 13, 2013

Jupernalis, Guru Wartawan Muda yang Berjiwa Sosial

Foto Terkait


Mengenang Ravi Shankar, Sang Maestro Sitar




TEMPO.CO, Pekanbaru – Jupernalis Samosir, wartawan Tempo di Riau, meninggal dunia Minggu, 9 Juni 2013, di Rumah Sakit Umum Arifin Achmad, Pekanbaru. Almarhum meninggal pada usia 46 tahun, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Sebelumnya, Jupernalis dirawat selama sepekan akibat sakit infeksi lambung yang dideritanya.


Di mata istrinya, T Sibarani, Jupernalis seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, sayang pada keluarga, dan tak pernah marah. Dia mengenang, saat suaminya sehat dan selalu pulang malam, Jupernalis tak penah lupa membawa oleh-oleh makanan untuk anak-anaknya. “Kalau bapak belum pulang, anak-anak tidak akan tidur,” ujarnya.


Tidak hanya bertanggung jawab pada keluarga, ternyata Jupernalis memiliki jiwa sosial tinggi. Meski pun secara ekonomi tidak berkelebihan, ia kerap membantu tetangga yang lagi kesusahan. “Dia bayarkan uang sekolah anak tukang parkir,” ujar Sibarani.


Selepas acara pemakaman pada Senin 11 Mei 2013 lalu, Sibarani dibuat kaget oleh seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya, menangis di rumah duka. Belakangan diketahui, ternyata Jupernalis kerap memberi bantuan uang kepada pria tersebut untuk pengobatan anaknya.


Menurut T Sibarani, suatu waktu ia pernah meminta suaminya untuk beralih profesi mengingat kesehatannya yang kian menurun. “Aku tidak bisa kerja lain, aku cuma bisa menulis,” ujar Jupernalis ketika itu.


Jupernalis Samosir memiliki tiga anak. Mereka adalah Windi Lusia, mahasiswa di Universitas Riau; Andreas Samosir, kelas II SMP; dan Yohana Cecilia, kelas 5 Sekolah Dasar. Ketiga anaknya dikaruniai kecerdasan dan selalu menjadi juara kelas. Samosir kerap mengingatkan anak-anaknya selalu beramal dengan ilmunya.


Enam bulan menjelang kepergiannya, Samosir kerap jatuh sakit. Bahkan dia berulang kali masuk rumah sakit. Tapi semangatnya untuk sembuh tetap tinggi. Ia tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha terlihat ceria. “Yakinlah kalau aku akan hidup lama, untukmu dan anak-anak,” kata Samosir kepada istrinya sebelum menghembuskan nafas terakhir.


***


Tidak hanya keluarga saja yang merasa terpukul atas meninggalnya wartawan Tempo di Riau ini. Saya dan wartawan lainnya di Riau, juga merasa kehilangan sosoknya. Tak heran, saat meninggalnya Jupernalis, hampir semua media lokal di Riau memberitakan berita duka tersebut. Kami sama-sama bekerja untuk Tempo, di Riau. Bagi saya, Samosir tidak hanya senior atau rekan kerja, lebih dari itu, ia adalah seorang bapak.


Selama bekerja bersama dia, bagitu banyak pelajaran yang saya peroleh, dari urusan pekerjaan hingga urusan pribadi. Setiap ucapannya menjadi motivasi bagi saya. Namun, dia selalu marah ketika melihat saya berkeluh kesah. “Kau itu masih muda, jangan lemah, aku gak suka lihat kau menyerah,” saya dinasehati dengan suara tinggi.


Saya mengenal Samosir sejak di bangku kuliah, meski hanya mengenal namanya saja dari tulisan-tulisannya di Majalah Tempo. Ketika itu, tahun 2007, saya aktif di media kampus, Tabloid Gagasan, Universitas Islam Negeri Riau. Saya mulai mengidolakan Jupernalis saat membaca laporannya di Majalah Tempo ihwal maraknya kasus Ilegal loging di Riau. Bagi saya, Jupernalis adalah wartawan hebat dan pemberani.


Pada Juli 2012, saya resmi bergabung di Tempo. Orang pertama yang saya jumpai adalah Jupernalis. Sikap yang paling menyenangkan darinya adalah humoris. Dia pun tak membedakan antara wartawan senior dan junior. “Tidak ada bedanya aku sama kau, kita sama-sama wartawan,” ujarnya saat itu.


Dia dikenal di seantero Riau, baik di kalangan pejabat maupun wartawan. Setiap kali saya mendapat penugasan ke daerah, Samosir selalu menitip pesan ke rekan-rekannya di daerah tersebut untuk membantu dan menjaga saya. “Aku titip adikku, tolong kau jaga,” ujarnya. Saya sangat terbantu dengan pergaulannya yang luas itu. Satu nasehat yang selalu saya ingat darinya yakni “Kita akan selalu dihargai kalau kita masih menulis.”


***


Di lingkungan wartawan Riau, Jupernalis dikenal sebagai wartawan senior yang rendah hati dan mudah bergaul. “Dia begitu ramah dengan semua orang,” ujar wartawan LKBN Antara, Fazar Muhadi. Sejak kenal Jupernalis pada 2006, Fazar mengatakan, Jupernalis tak memperlihatkan sosoknya sebagai wartawan senior dari media besar Tempo, sehingga wartawan muda senang bergaul dengannya.


Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha menuturkan, hal yang paling berkesan baginya dari Jupernalis Samosir yaitu wartawan senior yang suka berbagi ilmu dan pengalaman kepada wartawan muda.


Banyak jurnalis Riau berguru padanya. “Ilmu jurnalistiknya sangat bagus, dia juga yang selama ini mengajar saya menulis,” kata wartawan Okezone, Nanda Hairudin Tanjung.


Selain berbagi ilmu kepada wartawan, Jupernalis juga kerap diundang memberi pelatihan jurnalistik bagi aktivis Pers Kampus. “Ia wartawan hebat,” ujar wartawan Tabloid Aklamasi Universitas Islam Riau, Puput Jumantirawan.


RIYAN NOFITRA
Topik Terhangat:
Produk Baru Apple
| Mucikari SMP| Taufiq Kiemas| Priyo Budi Santoso| Rusuh KJRI Jeddah


Berita Lainnya:
Kata Fahri, Istana ‘Tendang’ PKS dari Koalisi 

Tensi Darah Dicek, Kening Jokowi Berkerut 

Polisi Ambil Visum Mucikari SMP 

Skandal Seks Guncang Kemlu AS 

5 Pujian untuk “Man of Steel”

Suswono Tak Pusing PKS Dikeluarkan dari Koalisi 



Article source: http://jogja.okezone.com/read/2013/01/29/513/753217/pulang-ke-indonesia-tki-ini-dibius-orang-tak-dikenal


Jupernalis, Guru Wartawan Muda yang Berjiwa Sosial

Monday, November 4, 2013

Masuk Islam, Artis Seksi Nigeria Putuskan Berhijab

REPUBLIKA.CO.ID, LAGOS – Seorang artis terkemuka dari Nigeria, Lizzy Anjorin, resmi memeluk Islam. Keputusannya ini membuat jutaan penggemarnya terkejut.


Namun ia mengatakan keputusannya ini sudah bulat. Artis yang kerap tampil dengan busana seksi ini sebenarnya sudah lama menginginkannya tapi belum pernah berani karena ayahnya yang non-muslim.


“Selama ini saya merasa seperti separuh dari diri saya ini Muslim. Ibu saya seorang Muslim, meski ayah saya bukan, dan saya selalu punya mimpi suatu hari bisa menjadi Muslim sepenuhnya,” ujarnya dilansir dari onislam, Selasa (4/11).


“Hari itu telah datang, dan inilah saya, sepenuhnya Muslim. Alhamdulillah,” ujarnya. Lizzy adalah anak tunggal dari orangtua yang ibunya Muslim dan ayahnya Kristen.


Ia menjadi artis ternama di negara ini dengan meraih berbagai penghargaan dalam industri film yang disebut dengan The Nollywood. Hingga kini, rekornya sebagai artis yang paling giat dengan karya terbanyak, belum terpecahkan.


Setelah memutuskan menjadi mualaf, Lizzy tampil di depan publik dengan mengenakan jilbab dan mengumumkan nama barunya menjadi Aisha. Namun, sebagai bintang film, ia tetap mempertahankan nama Lizzy Anjorin. 


Ia pun menepis keputusannya untuk masuk Islam adalah karena ia punya tunangan seorang Muslim. “Itu tidak benar, Islam adalah mimpi saya sejak lama,” katanya.


Banyak rekannya sesama artis, menanggapi secara negatif keputusannya untuk masuk Islam. Pun juga dengan jutaan penggemarnya.


Namun hal itu tak membuat Lizzy gentar. Ia tetap merasa mantap bahwa Islamlah yang lebih sesuai baginya. “Ini adalah mimpi saya. Saya lahir setengah muslim setengah kristen, dan ketika anak-anak saya pergi gereja karena disuruh oleh ayahku. Kini saya sudah dewasa bisa memilih apa yang saya inginkan. Setelah ayah meninggal, saya pun mantap untuk sepenuhnya masuk Islam, agama dari ibuku,” ujarnya.


Apa yang membuatnya mantap masuk Islam? Ia bercerita keputusannya itu memang datang tiba-tiba, meski ia sebenarnya telah mengharapkan sejak lama. Untuk menyempurnakan keislamannya, Lizzy pun menunaikan ibadah haji di tahun 2013 ini.


Article source: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00041352.html


Masuk Islam, Artis Seksi Nigeria Putuskan Berhijab

Friday, December 13, 2013

Islam di Gorontalo Masuk Lewat Perkawinan

Gorontalo adalah provinsi baru yang letaknya di Sulawesi bagian utara. Daerah ini  punya jejak zaman kepemimpinan di masa dulu, termasuk kepemimpinan dalam kerajaan Islam.


Sebelum berdiri kerajaan Islam, di Gorontalo ada banyak kerajaan-kerajaan kecil. Hingga pada 1385, sejumlah 17 kerajaan kecil tersebut sepakat membentuk sebuah serikat kerajaan. Diangkatlah Maharaja Ilahudu untuk memimpin serikat kerajaan yang disebut dengan Kerajaan Hulondalo.


Menyebut Hulondalo, berarti sama artinya dengan Gorontalo. Hulondaloberasal dari kata Hulonthalangi dari istilah Huta Langi-langi, yang dalam bahasa setempat artinya genangan air. Orang Belanda menyebutnya dengan Holontalo, yang apabila ditulis dalam abjad latin menjadi Gorontalo.


Nilai budaya yang dianut adalah yang berbasiskan pandangan harmoni dengan mengambil pelajaran yang ditunjukkan oleh alam. Ini berarti penduduknya menganut kepercayaan animisme. Kemudian, Islam mulai masuk ke Gorontalo.


Peneliti sejarah sosial dari Universitas Negeri Gorontalo, Basri Amin, menjelaskan mengenai masa-masa ketika Islam masuk ke Gorontalo. “‘Sekitar 1525, Islam mulai masuk dalam wilayah kerajaan ini. Islam dibawa oleh sang raja saat itu, Raja Amai,” ujarnya.


Islam kala itu masuk melalui jalur perkawinan. Raja Amai menikahi putri dari kerajaan Palasa, bernama Owutango. Kerajaan Palasa ini berada di Teluk Tomini dan rajanya sudah Islam. Sang putri sendiri punya hubungan keluarga dengan pihak kerajaan di Ternate, yang telah lebih dahulu mengenal Islam.


Dari sini bisa terlihat, pihak kerajaan memahami Islam dan ingin menjalankan kerajaan sesuai tuntunan Islam. “Karena Islam, maka bentuk kerajaannya pun menjadi kesultanan,” ujarnya.


Pendapat berbeda diungkapkan oleh guru besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta, Prof Dien Majid. Menurutnya, bentuk kerajaan tetap bisa dipertahankan meski rajanya telah Islam.


Dalam bentuk pemerintahan dulu, ia menjelaskan, dikenal bentuk kerajaan yang bersifat tradisional. Mulai abad ke-13, ketika Islam mulai masuk nusantara, maka dikenallah sistem pemerintah yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu kesultanan.


“Meski demikian, masih ada yang tetap menggunakan nama kerajaan, namun jabatan pemimpinnya disebut dengan sultan,” ujarnya.


Salah satunya, ia mencontohkan adalah kerajaan di Aceh, namanya tetap kerajaan, namun pemimpinnya bergelar sultan. Hal yang sama terjadi juga di Gorontalo.


Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Mohammad Karmin Baruadi, juga menjelaskan sejarah kerajaan Gorontalo dalam tulisannya yang berjudul Sendi Adat Dan Eksistensi Sastra: Pengaruh Islam Dalam Nuansa Budaya Lokal Gorontalo


“Tokoh yang sangat berperan dengan pemikirannya yang religius Islami adalah istri Amai sendiri yang bernama putri raja Palasa,” tulisnya.


Awalnya, saat Raja Amai ingin meminangnya, sang putri yang berasal dari kerajaan Islam di Sulawesi Tengah inipun mengajukan beberapa persyaratan. 


Pertama, Sultan Amai dan rakyat Gorontalo harus diislamkan, dan yang kedua adat kebiasaan dalam masyarakat Gorontalo harus  bersumber dari Alquran. “Dua syarat itu diterima oleh Amai. Di sinilah awal Islam menjadi kepercayaan penduduk Gorontalo,” tulisnya.


Sebelum menikah Raja Amai mengumpulkan seluruh rakyatnya. Raja Amai dengan terang-terangan mengumumkan diri telah memeluk agama Islam secara sah dan kemudian meminta seluruh pengikutnya untuk melakukan pesta meriah. 


Pada pesta tersebut Raja Amai meminta kepada rakyatnya untuk menyembelih babi disertai dengan pelaksanaan sumpah adat. Saat pendeklarasian sumpah tersebut, adalah hari terakhir rakyat Gorontalo memakan babi.


Usai proses sumpah adat, Raja Amai kemudian meminta rakyatnya untuk masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia sendiri kemudian mengganti gelarnya dengan gelar raja Islam, yaitu sultan.


Prinsip hidup baru ini, mudah diterima oleh masyarakat Gorontalo saat itu, yang tidak tersentuh oleh Hindu-Buddha. Masyarakat merasakan tidak ada pertentangan antara adat dan Islam, namun justru memperkuat dan membimbing pelaksanaannya.


Pada 1550, Sultan Amai digantikan oleh putera mahkotanya, Matolodula Kiki. Sultan kedua kesultanan Gorontalo ini menyempurnakan konsep kerajaan Islam yang dirintis oleh ayahnya. 


Ia pun melahirkan rumusan adati hula-hula’a to sara’a dan sara’a hula-hula’a to adati, yang artinya adat bersendi syarak, syarak bersendi adat. Islam dan adat, saling melengkapi.


Islam resmi menjadi agama kerajaan ketika kesultanan Gorontalo ada di bawah pemerintahan Sultan Eyato. Konsepnya pun berubah, mirip dengan prinsip masyarakat Minangkabau, adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Di bawah kepimpinannnya, Kesultanan Gorontalo mencapai puncak kejayaan.


Bagi masyarakat Uduluwo limo lo Pohalaqa Gorontalo (serikat kerajaan di bawah dua kerajaan Gorontalo dan Limboto), syarak kitabullah dipahami bahwa hukum dan aturan-aturan yang berlaku bersumber dari kitab suci Alquran dan hadis Rasulullah SAW.


Beberapa perubahan


Pada masa itu, beberapa perubahan dilakukan, menjadi lebih Islami. Sistem pemerintahannya kini didasarkan pada ilmu akidah atau pokok-pokok keyakinan dalam ajaran Islam. 


Dalam ilmu akidah  tersebut diajarkan dua puluh sifat Allah SWT, untuk itu Eyato mewajibkan sifat-sifat itu menjadi sifat dan sikap semua aparat kerajaan mulai dari pejabat tertinggi sampai dengan jabatan terendah. Sumpah-sumpah dan adat istiadat yang dipakai, bersumber pada Islam.


Penerapan sistem budaya Islam pada sikap dan perilaku pejabat tersebut telah mengawali pemantapan karakteristik budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. 


Eyato sendiri awalnya memang seorang ahli agama dan cendekiawan. “Sebelum menjadi raja, Eyato merupakan seorang hatibida’a yang tergolong ulama pada masa itu,” tulisnya.


Struktur pemerintahan dalam kerajaan terbagi atas tiga bagian dalam suasana kerja sama yang disebut Buatula Totolu, yaitu Buatula Bantayoyang dikepalai oleh Bate yang bertugas menciptakan peraturan-peraturan dan garis-garis besar tujuan kerajaan, Buatula Bubato yang dikepalai olehRaja (Olongia) dan bertugas melaksanakan peraturan serta berusaha menyejahterakan masyarakat, dan Buatula Bala yang pada mulanya dikepalai oleh Pulubala, bertugas dalam bidang pertahanan dan keamanan. [ROL]


 


Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/11/18/535/898819/demi-cinta-artis-pun-rela-pindah-agama


Islam di Gorontalo Masuk Lewat Perkawinan

Sunday, December 8, 2013

Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat

Asmirandah dan Jonas Rivanno


Dunia pernikahan memang rumit. Banyak hal tak terduga yang datang menghadang. Ketika persoalan itu tak kuasa dibendung, perceraian pun menjadi alternatif terbaik meski perkawinan baru seumur jagung.


Di saat cinta sedang membara, semua terasa indah. Dunia seperti milik berdua. Itulah yang terjadi pada kisah asmara artis Ayu Ting Ting dengan Henry Baskoro atau Enji, dan juga pasangan pesineton Asmirandah dengan Jonas Rivanno.


Hati mereka yang sedang kasmaran membuat para pasangan itu menikah muda. Sayangnya, tidak seperti saat pacaran di mana mereka sering mengumbar kemesraan, Ayu dan Asmirandah justru memilih menikah diam-diam.


Pernikahan dua selebriti muda ini pun mengundang kontroversi dan sorotan. Bagaimana tidak? Setelah kabar pernikahan mereka yang heboh, tak lama keduanya membawa kabar mengejutkan.


Mereka mendadak memutuskan berpisah. Ayu dan Asmirandah hanya merasakan singkat manisnya kehidupan rumah tangga.


Ayu Ting Ting


Ayu melangsungkan pernikahan dengan Enji pada 4 Juli 2013 lalu. Pernikahan pedangdut tersebut dengan Enji berlangsung tertutup di kediaman Ayu di Depok, Jawa Barat.  Tempat  acaranya dijaga ketat sejumlah pria berseragam.


Ayu dan Enji tak mau berkomentar seputar pernikahan mereka. Akibatnya, rumor tak sedap pun meruap Ayu dikabarkan telah berbadan dua.  Namun, kabar itu dibantah Ayu dan Enji. Mereka hanya ingin mendapatkan suasana khidmat saat akad nikah.


Saat jumpa pers, Ayu terlihat bahagia memamerkan buku nikah dan cincin kawin. Pelantun “Alamat Palsu” ini juga optimis menjalani rumah tangganya dengan Enji. Tapi harapan itu tak seindah kenyataan. Romantisme rumah tangga berubah menjadi mimpi buruk. Masih hangat sebagai pengantin baru, kedua pasangan itu terlibat konflik.


“Tanggal 25 Juli pamit bilang kerja, tapi sampai detik ini dia tidak pulang-pulang. Jadi yang meninggalkan adalah istri saya,” kata Enji.


Sedangkan Ayu berusaha membela diri. Ia tidak akan meninggalkan suaminya begitu saja tanpa alasan. “Sebabnya, karena dia sudah jatuhkan talak terhadap saya. Saya juga nggak bisa lakukan apa-apa,” kata Ayu sedih saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.


Diakui pedangdut ini, ia sudah ditalak dua kali oleh Enji. “Pertama tanggal 24 Juli dan yang kedua tanggal 17 Agustus 2013,” ungkap Ayu berlinang airmata.


Pernyataan Ayu dibantah Enji. Pria berkepala plontos ini mengaku tak pernah menjatuhkan talak pada istrinya itu. Ia malah datang menjemput Ayu agar kembali ke rumah dan membina rumah tangga. “Tidak ada (talak). Sudah tidak ketemu itu kan,” ujarnya.


Diakui Enji, pemicu ketidakharmonisan pernikahannya dengan Ayu disebabkan masalah sepele. Ayu selalu menuntut Enji menggelar resepsi pernikahan. Enji yakin penyebab Ayu pulang ke rumah orangtuanya adalah gara-gara resepsi.


Dikatakan Ayu, ia bersikeras menggelar resepsi karena Enji sudah berjanji. Ia juga tak menuntut pesta mewah di gedung megah. “Saya akan menggelar acara di rumah. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan sama tetangga, keluarga, dan kerabat,” ujarnya.


Dari situlah, Ayu memutuskan bercerai dari Enji. Ia sudah tak peduli dengan pria yang dipacarinya selama satu setengah tahun itu. Bahkan,  ia siap membesarkan anaknya seorang diri.


Asmirandah


Jika Ayu memilih berpisah, lain lagi dengan pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno. Pesinetron berdarah Belanda ini memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Jonas.


Sekadar informasi, Asmirandah dan Jonas melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 17 Oktober lalu. Acara pernikahan dilangsungkan secara Islam. Akad nikah digelar di kediaman Asmirandah di kawasan Depok, Jawa Barat.


Meski ditutup rapat, akhirnya pernikahan itu tercium awak media. Pihak KUA Beji, Depok tidak membantah soal pernikahan Asmirandah dan Jonas. Pasangan ini mendaftarkan pernikahan mereka di KUA tersebut. Saat menikah Jonas telah menjadi mualaf.


Meski bukti kuat perkawinan mereka terkuak, Asmirandah dan Jonas tetap membantah. Pasangan ini menegaskan baru merencanakan pernikahan.  “Kita akan menikah Januari 2014 nanti. Ingin yang sederhana saja,” kata artis yang akrab disapa Andah. Andah juga membantah Jonas telah memeluk Islam.


Bantahan Asmirandah dan Jonas soal pernikahan dan status mualaf Rivanno berbuntut panjang. Pernikahan mereka menjadi kontroversi. Tak hanya itu, pengakuan tersebut membuat kedua pesinetron itu harus berurusan dengan hukum. Salah satu ormas Islam tersinggung dengan pernyataan Jonas. Mereka pun melaporkan Jonas ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Keluarga besar Asmirandah juga sakit hati dan marah dengan bantahan Jonas.


“Kita kecewa. Memang sakit, sakit sekali. Kecewa sama Vanno, aku percaya Asmirandah. Tapi memang dua-duanya salah,” ujar ayah Andah, Anton Zentman.


Kabar mengejutkan kembali datang dari pasangan muda itu. Andah justru mengambil langkah tak terduga. Andah mengajukan permohonan pembatalan pernikahan ke Pengadilan Agama Depok pada 7 November lalu. “Karena menurut pemohon (Asmirandah) pernikahan ini, dia (Jonas) tidak memenuhi syarat,” kata kuasa hukum Jonas, Muhammad Nuzul Wibawa.


Saat disinggung, apakah semua itu karena soal keyakinan, Nuzul tak mau menjawabnya. Jonas sendiri menerima dengan ikhlas keinginan Andah. Ia tak berusaha menghalangi langkah Andah membatalkan pernikahan.


Sebuah pernikahan yang langgeng memang hanya membutuhkan satu ‘matahari’. Bila keduanya sama-sama bersikeras menjadi pengendali, yang terjadi hanyalah keinginan mau menang sendiri. Viv


Hanya Andalkan Cinta, Rawan Berakhir

Menurut Psikolog keluarga, Roslina Verauli terjadinya pernikahan singkat di kalangan selebriti, karena artis terbiasa menjadi pusat perhatian publik (self center), sehingga mereka terbiasa diperlakukan baik.


Para artis itu membutuhkan penyeimbangan diri dari pasangan. Untuk mempertahankan hubungan itu, diperlukan usaha super ekstra. “Ini yang tak bisa diupayakan oleh artis yang cerai dalam waktu singkat. Kebersamaan itu dapat mengatasi konflik,” kata Vera.


Ditambahkan Vera, dalam menjalani hubungan hingga ke gerbang pernikahan, setiap pasangan melalui berbagai fase. Mulai dari jatuh cinta, perasaan yang menggebu-gebu hingga akhirnya menikah dan menemukan konflik.  “Pada awal pernikahan sudah tak sanggup, karena ada konflik-konflik kecil yang tak dialami saat pacaran,” ungkapnya.


Dengan status selebritinya, mereka biasa dilayani dengan baik. Vera mengingatkan, disaat sudah terikat pernikahan, perasaan yang menggebu-gebu tak bisa lagi menjadi andalan mempertahankan rumah tangga. “Kalau hanya mengandalkan cinta yang menggebu-gebu, pernikahan lebih rawan berakhir,” ujarnya.


Di saat kritis seperti ini, kedewasaan dan tanggungjawab satu sama lain sangat berperan. “Individu harus bersedia mendahulukan pasangannya,” ungkapnya. viv


Pernikahan Tersingkat


1. Cici Paramida – Raden Ahmad Suhaebi


Pernikahan Cici Paramida dengan Suhaebi mengejutkan banyak orang. Cici dan Ebi, begitu sapaan akrab Ahmad Suhaebi, menikah di Mekah pada 12 Maret 2009.


Baru sebulan menikah, ada seorang wanita mengaku masih menjadi istri sah ketiga Ebi. Puncaknya, ketika Cici secara sengaja memergoki Ebi tengah berada dalam sebuah mobil dengan seorang wanita di kawasan Puncak, Bogor pada Minggu (14/6/2009).  Cici pun sengaja ditabrak Ebi tatkala meminta suaminya untuk keluar dari mobil. Sejak saat itu berakhir sudah rumah tangga Cici-Ebi. Pengadilan Agama Jakarta Utara resmi menetapkan Cici Paramida dan Ahmad Suhaebi bercerai pada Kamis (17/12).


2. Kristina – Al Amin Nur Nasution


Kristina menikah dengan anggota DPR, Al Amin Nur Nasution 4 Januari 2007. Dibulan April 2007, suami Kristina dipenjara terkait kasus dugaan penyuapan. Tak lama setelah itu, Kristina mengajukan gugatan cerai pada Juni 2007. Tapi bukan karena Al Amin dipenjara, kabarnya Kristina tak tahan karena dilarang bernyanyi. Pada 17 Desember 2007, Kristina resmi menyandang status janda.


3. Ussy Sulistiawaty – Yusuf Sugianto


Ussy Sulistiawaty menikah dengan pengusaha asal Kalimantan, Yusuf Sugianto pada tanggal 12 Agustus 2005. Baru memasuki bulan kelima, tiba-tiba ada kabar kalau suaminya terjerat kasus illegal loging. Tak lama setelah itu Ussy mengajukan gugatan cerai. Hanya dua kali sidang, Ussy resmi menjanda pada 9 Desember 2006


4. Aldi Taher – Dewi Perssik


Awalnya, pernikahan Dewi Perssik dan Aldi Taher tak tercium media. Karena mereka menikah siri pada 4 Juli 2008. Baru pada Maret 2009, Aldi Taher dan Dewi Perssik mencatatkan pernikahan mereka di KUA. Enam bulan kemudian Aldi menggugat cerai Dewi Perssik. Dari pernikahan ini Dewi Perssik tidak memiliki anak. Namun ia sempat keguguran. lp6



Article source: http://www.sinarharian.com.my/semasa/tukar-agama-mahkamah-tangguh-keputusan-rayuan-1.207504


Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat