REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Seperti tiga juta jamaah haji dari seluruh dunia, jamaah haji yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, saat ini sudah berada di Arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf.
”Alhamdulillah, kondisi Bella Saphira dan suaminya baik-baik. Bersama puluhan jamaah haji Indonesia yang menjadi Tamu Raja Arab Saudi, Bella sudah berada di Arafah melaksanakan wukuf,” jelas Imam Besar Masjidil Istiqlal Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub MA melalui pesan singkat kepada Republika Senin (14/10).
Pakar Hadis dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan, Bella dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi, meninggalkan Kota Makkah Ahad (13/10) malam waktu Saudi.
”Insya Allah, malam ini pukul 01.00 wib atau pukul 21.00 waktu Saudi, Bella Shapira dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi meninggalkan Makkah menuju Arafah,” jelas Prof Ali.
Ia meminta untuk mendoakan Bella agar menjadi Muslimah shalihah. ”Doakan semoga Allah SWT memudahkan segalanya, memabrurkan hajinya dan menjadikannya sebagai Muslimah shalihah,” ujarnya.
Jamaah haji Indonesia yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al-Mubarak di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).
Total jumlah undangan mencapai 90 orang. Mayoritas mereka berasal dari kalangan akademisi, ulama dan guru. Setiap tahun, Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengundang sekitar seribu jamaah haji dari seluruh dunia dengan semua fasilitas, tiket dan akomodasi ditanggung penuh kerajaan.
Ikut dalam rombongan tamu raja ini artis Bella Saphira yang baru saja masuk Islam dengan ditemani suaminya Mayor Jenderal (TNI) Agus Surya Bakti.
“Ttahun ini terjadi pengurangan kuota besar-besaran hingga 20 persen. Namun begitu, kami berharap agar program ini tetap berjalan meski dengan situasi sulit ini dan diharapkan dapat dipergunakan seluas-luasnya oleh saudara-saudara kami di Indonesia,” ujar Mubarak dalam sambutannya.
Tujuan program ini, menurut dubes yang meraih masternya di bidang politik dari Kanada ini, ada dua: pertama, sebagai saluran komunikasi antara Arab Saudi dan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, bahkan dengan negara-negara yang tidak dihuni oleh mayoritas Muslim.
Kedua, untuk menyampaikan pesan kepada saudara-saudara semuslim tentang proyek perluasan dan pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Selain rombongan tamu raja yang berjumlah 90 orang, di hari yang sama, Duta Besar juga melepas rombongan jamaah haji yang termasuk dalam program bersama Kedutaan Besar dan Atase Agama Arab Saudi yang berjumlah 100 orang.
“Sebenarnya program ini tidak diadakan pada tahun ini. Namun, atas desakan dari Duta Besar Al-Mubarak yang menekankan agar program ini harus terlaksana, alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik. Karena itu, peran dubes sangat besar di sini,” ujar Atase Agama Arab Saudi, Dr. Ibrahim An-Nughaimisy.
Duta Besar Al-Mubarak menjelaskan, proyek perluasan Masjidil Haram ini merupakan yang terbesar dalam sejarah dan mendapat arahan langsung dari Pelayan Dua Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Azis.
“Ini tahun yang sangat sulit untuk menunaikan haji akibat pengurangan kuota sebesar 20 persen dari seluruh jamaah haji dunia. Kebijakan yang biasanya diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk haji atas kerjasama dengan yayasan sosial Ar-Rajhi distop. Sementara itu, masyarakat Indonesia sangat mengharapkan.”
Karena itu, pihak kedutaan lantas membuat program alternatif. “Program ini terwujud atas kerjasama semua
pihak: konsulter, atase agama dan kantor duta besar. Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dubes menambahkan, ”Konsuler Arab Saudi, Turky Al-Waily, bukan hanya membantu, tapi ikut menekan dubes agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Al-Mubarak sambil tersenyum yang disambut tawa hadirin.
Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/11/121123_warga_baduy_ktp_sundawiwitan.shtml
Jamaah Haji Tamu Raja Berada di Arafah
0 comments :
Post a Comment