Jakarta – Orang Amerika tampaknya sangat menyukai bacon sampai-sampai produk olahan daging babi ini dicampurkan ke dalam milkshake. Namun, bukan berarti minuman berbahan bacon boleh disajikan diam-diam kepada pelanggan muslim seperti yang terjadi baru-baru ini.
Nicole Queen, seorang mualaf, mengalami kejadian tak menyenangkan di restoran TGI Friday’s Firewheel Town Center, Garland, Amerika Serikat pada Selasa (01/10/13). Ia mendapatkan pelayanan buruk, bahkan wanita berkerudung ini disuguhi minuman yang mengandung bacon.
Seperti diberitakan situs WFAA (02/10/13), ia mampir ke TGI Friday’s untuk bersantap siang dengan seorang teman. Namun, ia mendapatkan sambutan yang sangat dingin dari pelayan. Apalagi saat Queen meminta Cobb saladnya disajikan tanpa bacon karena ia tak boleh memakan babi.
“Saya dan teman saya berpikiran ‘Sepertinya kita harus ekstra baik kepadanya, karena bisa jadi ia tak nyaman dengan muslim seperti kita’,” tutur Queen. Sayang, usaha mereka tak mengurangi ketegangan antara mereka dan si pelayan.
Di akhir waktu makan, Queen mengatakan bahwa orang yang melayani ia dan temannya kemudian digantikan dengan karyawan lain. Saat membayar, sang pelayan bertanya apakah Queen ingin mengisi ulang es tehnya untuk dibawa.
Queen awalnya merasa ganjil karena ia tak pernah ditawari isi ulang minuman secara gratis. Namun, akhirnya ia menganggap bahwa sang pelayan hanya berusaha bersikap baik.
Saat Queen menyedot es tehnya di tempat parkir, ia merasakan sesuatu yang aneh sejak awal. Ternyata ada potongan bacon di sedotannya. “Saya langsung tahu bahwa itu bacon… yang ditempatkan di sedotan karena itulah hal pertama yang masuk ke mulut saya,” ujar Queen.
Kata Queen, ia ingat rasa bacon karena pernah mencobanya sebelum pindah agama enam tahun lalu. Iapun membawa gelas es tehnya ke manajer restoran, namun ia merasa sang manajer tak menanggapi keluhannya secara serius.
“Ia mengatakan ‘Pelayan kami tak punya akses ke dapur. Tak mungkin mereka melakukannya dengan sengaja.’ Semua yang keluar dari mulutnya hanya sangkalan dan alasan,” kata Queen. Iapun menambahkan bahwa sang manajer telah mengambil gelas tersebut dan membuangnya.
Juru bicara TGI Friday’s memberikan pernyataan sebagai berikut: “Kami menanggapi hal ini dengan sangat serius karena hal ini merupakan pelanggaran berat nilai dan janji yang kami buat dengan para tamu kami.
“Kami telah menghubungi sang pelanggan dan kami telah bekerjasama dengannya untuk menyelidiki masalah ini. Kami akan mengambil langkah tepat yang diperlukan sesuai dengan temuan nantinya.”
Queen merasa perlakuan ini membuatnya seperti minoritas, dan ia tak pernah merasakan hal tersebut sebelumnya. Ia tak berencana mengajukan tuntutan hukum kepada TGI Friday’s, namun ia berharap pengalamannya akan jadi pelajaran bagi orang-orang di restoran tersebut. Ia berharap restoran ini memberikan pelatihan kepekaan kepada para karyawannya.
Rabu malam (02/10/13), Queen mengatakan bahwa salah seorang pimpinan TGI Friday’s telah meneleponnya untuk meminta maaf atas perlakuan tersebut. Merekapun meyakinkan bahwa mereka akan menyelidiki peristiwa tersebut.
(odi/fit)
Article source: http://www.solopos.com/2013/10/04/mr-bean-masuk-islam-berita-rowan-atkinson-salah-penerjemahan-teks-453550
Pelayan TGI Friday's Amerika Diduga Masukkan Bacon ke Minuman Pelanggan ...
0 comments :
Post a Comment