Showing posts sorted by relevance for query Sementara. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Sementara. Sort by date Show all posts

Saturday, December 22, 2012

Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam

Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam
<!–

Terkait

  • Mubarok: Foke Tidak Masuk Hitungan
  • Taman Narmada, Tempat Penyucian Para Pejabat
  • VIDEO: Demokrat: Pertemuan Tidak Bahas Posisi Andi
  • Choel Sambangi Rumah Andi Mallarangeng
  • Empat Menteri asal Demokrat Ikut Pertemuan di Cikeas

–>
Liputan6.com, Washington : Ada banyak pilihan keyakinan di dunia, namun kecendungan belakangan justru menunjukkan, orang yang tak beragama makin banyak. Jumlahnya nomor tiga terbesar di dunia, setelah Kristiani dan Muslim. Di atas jumlah pemeluk Hindu.

Berdasarkan studi “Lanskap Agama Global (The Global Religious Landscape) yang dirilis Pew Forum on Religion and Public Life pada Selasa kemarin, ada 1,1 miliar orang yang tak beragama di seluruh dunia.

Sebanyak 700 juta orang atau 62 persennya tinggal di Cina atau 52,2 persen penduduk Negeri Tirai Bambu. Disusul Jepang, di Negeri Sakura ada 72 juta orang yang tak beragama, atau 57 persen dari populasi nasional.

Di peringkat tiga penduduk tak berafiliasi ke agama tertentu adalah Amerika Serikat, sekitar 16,4 persen dari jumlah penduduknya.

Pemeluk Kristiani Terbesar

Studi mengungkap, secara keseluruhan, 84 persen penduduk dunia, dari total sebesar 6,9 miliar jiwa, teridentifikasi memeluk agama.

Kristiani merupakan agama terbesar dengan 2,2 miliar penganut atau 31,5 persen dari populasi dunia.

Gereja Katolik Roma paling dominan, lebih 50 persen dari jumlah tersebut. Sementara Protestan, termasuk Anglikan dan non-denominasi gereja pada kisaran 37 persen. Sementara Ortodoks 12 persen.

Ranking dua adalah umat muslim. Ada sekitar 1,6 miliar umat Islam di seluruh dunia, atau 23 persen dari populasi global. “Mayoritas (87-90 persen) adalah Sunni, sekitar 10-13 persen adalah Muslim Syiah,” kata studi tersebut, seperti dimuat Daily Mail, Rabu (19/12/2012)

Populasi pemeluk Hindu di dunia sebagian besar terkonsentrasi di India, Nepal dan Bangladesh. Sementara, separuh pemeluk Buddha dunia ada Cina, menyusul Thailand, lalu Jepang.

Studi juga menemukan, sekitar 405 juta orang, atau 6 persen penduduk bumi memeluk agama nenek moyang seperti yang ditemukan di Afrika dan Cina. Atau di kalangan penduduk asli aborigin Amerika dan Australia.

Sementara 58 juta lainnya masuk kategori “agama lain-lain” seperti termasuk Baha’i, Taoisme, Jainisme, Shinto, Sikh, Tenrikyo, Wicca, dan Zoroastrianisme. Sebagian besar berada di kawasan Asia-Pasifik.

Islam Paling Berpotensi Melejit

Berapa persisnya populasi keyakinan di dunia tak mungkin didapatkan angkanya. Hanya kisaran ratusan juta. Namun, apa yang dilakukan Pew Forum yang berbasis di Washington, adalah studi terluas hingga saat ini. Menggunakan data global tahun 2010.

Ahli demografi Pew Forum, Conrad Hackett mengatakan, meski telah mengerahkan 2.500 orang dalam kegiatan sensus, survey, serta mengkaji catatan populasi yang digunakan untuk kompilasi data, pihaknya tak bisa memperkirakan persis populasi ateis dan agnostik dunia. “Itu bukan data yang tersedia di semua negara,” kata dia.

Dari studi itu terungkap, berdasarkan usia pemeluk, rata-rata muslim berusia paling muda 23 tahun, dibandingkan populasi penduduk dunia yang rata-rata umurnya 28 tahun.

“Muslim akan tumbuh sebagai bagian besar dari populasi dunia. Dan menjadi bagian penting karena struktur usianya yang muda,” kata Hackett.

Sebaliknya, Yudaisme, yang jumlah pengikutnya 14 juta orang atau 0,2 persen dunia, punya usia rata-rata tertinggi yakni 36 tahun. Itu artinya prospek pertumbuhannya lemah.

Usia rata-rata global pemeluk Kristen adalah 30 tahun dan yang memeluk Hindu 26 tahun. Sementara, dengan usia rata-rata 34, prospek pertumbuhan bagi orang-orang tak beragama, lemah.(Ein)

Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1939378/warga-tak-beragama-duduki-peringkat-ketiga


Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam

Friday, March 29, 2013

Pendidikan Karakter Setengah Hati

Pendidikan Karakter Setengah Hati

Oleh : Muhammad Kosim

Guru MTsN di Padang

Padang Ekspres • Jumat, 29/03/2013 12:26 WIB • 84 klik

”Pendidikan Karakter Hanya Slogan”, demikian berita Padang Ekspres, Rabu (27/3). Hal ini be­rangkat dari beragam kasus pelajar yang melanggar hukum sehingga disimpulkan bahwa kenalan pelajar kian meningkat. Berita itu sejatinya bahan renungan bagi pemikir dan praktisi pendidikan yang selama ini mendengungkan pentingnya pen­didikan karakter di sekolah.

 

Apalagi bagi pemegang kebijakan di Sumatera Barat, Pendidikan Karak­ter telah menghabiskan dana miliaran rupiah. Pemerintah Daerah Sumatera Barat telah menetapkan Pergub No. 73 Tahun 2012 tentang “Pendidikan Karakter pada Sekolah/Madrasah di Sumatera Barat”. Bahkan Pemprov Sumbar telah menetapkan satu SMP tiap kabupan/kota sebagai sekolah piloting dengan anggaran fantastis, 300 juta rupiah. Di tahun ini, rencananya dana tersebut akan ditambah 125 juta rupiah untuk tingkat SMP dan 75 juta rupiah untuk SD.

 

Namun, setelah satu tahun berja­lan, apa yang diperoleh dari program tersebut?

 

Jika mengukur keberhasilan pen­di­dikan karakter yang masih “seumur jagung” itu dengan fenomena kenalan remaja yang kian meningkat, seperti yang diberitakan Padek, tentulah kurang adil. Sebab, untuk mem­bangun karakter peserta didik tidak semudah membalik telapak tangan.

 

Tetapi perlu mengevaluasi dan melihat beragam persoalan yang ada sehingga dibutuhkan upaya serius untuk mengatasinya. Banyak persoa­lan yang melatarbelakangi fenomena tersebut, seperti kurangnya pendidi­kan dan perhatian orangtua, pudarnya peran dan tanggung jawab ninik-mamak, ketidakpedulian masyarakat sekitar, kinerja guru di sekolah yang tidak optimal, hingga kebijakan peme­rintah yang kadang bertentangan antara konsepsi dan aplikasi.

 

Namun, tanpa mencari “kambing hitam”, paling tidak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang diberi amanah oleh orangtua, melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dalam mendidik karakter siswa.

 

Di antara persoalan yang harus menjadi perhatian pengelola pendi­dikan, khususnya di Sumatera Barat, dalam pelaksanaan pendidikan karak­ter adalah: pertama, kurangnya kesia­pan guru menjadi model atau teladan bagi peserta didik. Selama ini, guru lebih dibebani untuk melaksanaan pendidikan yang berorientasi pada kognitif. Sementara aspek afektif nyaris diabaikan.

 

Hal itu terjadi secara sistemik. Sejak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa yang kuliah di jurusan keguruan lebih dipersiapkan untuk menguasai materi dan terampil mengajar. Sementara sisi afektif mahasiswa yang akan menjadi calon guru tersebut kurang mendapat perhatian dan pembinaan.

 

Ketika dilakukan rekruitmen guru, termasuk penerimaan CPNS, yang diuji lebih kepada kognitifnya, bahkan banyak fakta yang menunjukkan tes CPNS tersebut tidak menyentuh aspek kepribadian sama sekali.

 

Di saat menjadi guru, lalu dila­kukan pembinaan dengan berbagai training, workshop, lokakarya, dan sejenisnya. Lagi-lagi, materi yang diajarkan tetap berorientasi pada kognitif dan psikomotor/skill guru untuk menyusun perangkat pem­belajaran. Bahkan ketika guru me­ngikuti Pendidikan dan Latihan Pro­fesi Guru (PLPG) untuk memperoleh Sertifikasi Guru, materi yang di­ajarkan tidak jauh berbeda dengan pola training di atas.

 

Akibatnya, ketika di lapangan, guru lebih disibukkan dengan pe­nyam­paian materi yang bersifat kog­nitif (transfer of knowledge), se­mentara proses pendidikan karakter yang berorientasi pada afektif (internalization of values) kurang men­dapat perhatian.

 

Lain lagi dengan aturan bagi guru yang diwajibkan harus memenuhi 24 jam sebagai salah satu syarat mem­peroleh tunjangan sertifikasi, mereka justru disibukkan dengan tugas ter­sebut. Ada yang berpindah-pindah di beberapa sekolah untuk memenuhi tugas wajib 24 jam, ada pula yang disibukkan dengan seonggok pe­rangkat pembelajaran.

 

Ketika diminta melakukan pem­binaan karakter siswa di luar PBM dan tidak dihitung sebagai jam tatap muka, maka banyak yang enggan. Maka berbagai program pengembangan diri yang sarat akan pendidikan karakter, seperti pramuka, kesenian, olah raga, ROHIS, dan sebagainya kurang ber­jalan dengan optimal karena tidak diakui sebagai jam tatap muka. Ironis memang.

 

Begitu juga memberi penghargaan pada siswa, yang diumumkan sebagai juara hanyalah mereka yang mengum­pulkan angka-angka kognitif, semen­tara siswa yang berbudi luhur, tetapi kemampuan kognitifnya tergolong menengah tidak mendapat peng­har­gaan dan tempat istimewa.

 

Maka bagi sebagian siswa—bah­kan sekolah—menghalalkan segala cara agar nilai ujian akhir (seperti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional) mendapat angka-angka yang tinggi. Dengan begitu mereka akan dihargai oleh kepada dinas bahkan masyarakat, karena dianggap berhasil meluluskan siswa 100% dengan nilai rata-rata yang tinggi.

 

Dalam perspektif pendidikan Islam, tanggung jawab pendidikan akhlak anak sepenuhnya ada pada orangtuanya. Namun, orangtua sadar akan keterbatasannya sehingga ia menyerahkan anaknya kepada guru di sekolah. Guru menerima amanah mulia dari orangtua. Hukum me­ngem­ban amanah adalah wajib. Kare­na itu, guru disebut sebagai orang tua ruhani (abu al-ruh/spiritual father).

 

Untuk itu, setiap guru harus ber­upaya semaksimal mungkin untuk terlibat aktif membina dan mendidik ranah afektif siswa, di samping ranah kognitif dan psikomotornya.

 

Kedua,bergesernya paradigma tentang agama. Di satu sisi, banyak pakar yang menyebut bahwa agama memiliki peran yang signifikan dalam mendidik karakter setiap manusia. Sebab agama sarat akan nilai-nilai karakter. Apalagi di Sumatera Barat, kultur masyarakatnya demikian kental dengan nuansa agama sehingga di­kenal filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

 

 Namun di sisi lain, agama mulai dipandang sebagai urusan pirvasi seseorang. Negara tidak boleh banyak campur tangan terhadap agama. Misalnya, penulis mendengar per­nyataan beberapa orang mengkritik Pergub No. 73 Tahun 2012 tentang Pendidikan Karakter Sumbar itu “tidak netral”, lebih cenderung pada tataran agama. Bukankah bangsa ini dibangun atas dasar Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa? Bukankah paradigma pendidi­kan yang dikembangkan sesuai de­ngan kearifan lokal, tanpa melakukan deskriminasi terhadap kelompok lain?

 

Tidak itu saja, program-program yang telah disusun dan difasilitasi oleh pemerintah daerah Sumbar terkait dengan agama juga tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Misalnya, satu-satunya propinsi yang membuat Perda (Perda No. 3 Tahun 2007) dan Pergub (Pergub No. 70 dan 71 Tahun 2010) tentang Muatan Lokal Pendidikan Alquran adalah Sumatera Barat.

 

Muatan lokal ini dirasa sangat penting mengingat masyarakat di wilayah ini mayoritas muslim dan dikenal sangat dekat dengan al-Qur’an (ABS-SBK). Nyatanya, seiring kelang­kaan surau sebagai lembaga pendi­dikan, banyak fakta yang menun­jukkan bahwa remaja muslim tidak lagi fasih membaca Al-Quran, apalagi memahami dan mengamalkannya. Padahal Mulok ini diyakini menjadi salah satu upaya yang efektif untuk mendidik karakter siswa.

 

Coba terapkan, seluruh siswa mus­lim dibimbing membaca Al-Quran, lalu mengartikan memahami dan berupaya mengamalkannya. Begitu pula di dalam tas mereka ada al-Qur’an, apakah mereka berani juga mencuri, tawuran, atau berbuat onar, paling tidak ketika memakai seragam sekolah?

 

Akan tetapi, berapa banyak seko­lah yang tak kunjung ridho menerap­kan Pendidikan Alquran sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal di sekolahnya. Apalagi pada kurikulum 2013, kedudukan Mulok itu akan semakin terancam karena Mulok lebih diintegrasikan pada Olahraga, Kese­nian, dan Prakarya.

 

Ketiga, kurangnya ketegasan dan kerjasama kepala daerah, khususnya tingkat kota/kabupaten dalam mene­rapkan, mengawal, mengevaluasi, dan menindaklanjuti program pendidikan karakter. Program pendidikan karak­ter kadang dianggap hanya sebatas proyek, kebijakan dari atasan, dan tentu akan bertahan selagi dana proyek yang tersedia masih ada.

 

Seperti yang telah disebutkan di muka, setiap kota/kabupaten di Sum­bar terdapat sekolah piloting. Akan tetapi sumber dana yang diberikan hanya dari APBD Propinsi, sementara APBD tingkat Kota/Kabupaten ku­rang mendapat perhatian di beberapa tempat.

 

Seharusnya, pelaksanaan pendi­dikan karakter tidak saja di sekolah piloting, tetapi seiring dengan itu dikembangkan oleh sekolah-sekolah lain. Maka untuk mendukung program tersebut, butuh dukungan dan ketegasan kepala daerah.

 

Ketegasan dan kerjasama yang dimaksud tidak sekedar meminta guru buat perangkat pembelajaran dengan nilai-nilai karakter, tetapi memberi perhatian dan penghargaan kepada sekolah yang mengedepankan pen­didikan akhlak.

 

Selama ini, masih saja terdengar suara sumbang, kepala sekolah dimin­ta untuk pandai-pandai meningkatkan hasil UN siswa-siswanya. Kepala sekolah yang diberi amanah bukan karena kompetensinya, tetapi karena masuk dalam jajaran tim sukses kepala daerah yang berkuasa.

 

Ketika pendidikan dipolitisir demi kepentingan sekelompok orang, maka hal inilah yang menjadi penyebab utama gagalnya pelaksanaan pen­didikan karakter. Jika di hulu telah keruh, maka sangat sulit untuk me­nyaringnya agar jernih di hilir.

 

Masih banyak persoalan-persoalan lain yang perlu dievaluasi dan ditin­daklanjuti. Tentu butuh keseriusan dan kesungguhan hati. Jika tidak, maka jelaslah pendidikan karakter hanya setengah hati, atau malah hanya slogan. Maka bagi pemegang ke­bijakan, pengelola dan praktisi pen­didikan, sejatinya konsisten antara kata dan perbuatan; antara konsepsi dan aplikasi. Semoga Allah memberi kita pertolongan. Amin. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.analisadaily.com/news/read/2013/02/11/106612/forbumi_hadirkan_penceramah_nasional/


Pendidikan Karakter Setengah Hati

Thursday, May 23, 2013

Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris



foto: Reuters

London, – Situasi kota Woolwich, Londor timur, Inggris pasca pembunuhan sadis seorang tentara, kini tenang. Sebelumnya sempat sempat terjadi bentrokan kecil antara ratusan orang pendukung English Defense League (EDL) dengan polisi.

Bentrokan itu terjadi saat mereka menggelar aksi demo anti-Islam, beberapa jam setelah pembunuhan tentara Inggris di siang hari bolong.


Berdasarkan pantauan langsung detikcom, Kamis (23/5/2013), saat ini, ratusan polisi masih dikerahkan dan disebar ke seluruh pusat keramaian di Woolwich, yang pagi ini terlihat normal tapi lenggang. Sejumlah helikopter polisi pun masih berputar-putar sepanjang pagi memantau situasi.


Sementara barak militer Woolwich yang hanya berjarak 500 meter dari pusat kota, dan tempat pembunuhan terjadi, kini memperketat penjagaan.


Atas kejadian mengerikan pada Rabu, 22 Mei siang waktu setempat tersebut, wilayah pusat kota Woolwich untuk sementara masih ditutup. Alur lalu lintas dialihkan menjauhi pusat kota. Kemacetan pun terjadi karena Woolwich mempunyai jalur sibuk menuju kota London.


Sementara stasiun kereta Woolwich Arsenal yang menjadi bagian jalur kereta api ke London, tetap dibuka normal walau terlihat sepi saat jam sibuk. Sebabnya, orang-orang menghindari masuk ke Woolwich dan memilih menggunakan stasiun lain.


Masjid Greenwich yang terletak tak jauh dari pusat kota Woolwich juga dijaga ketat. Sementara itu, masyarakat muslim Somalia yang terkonsentrasi di daerah Woolwich, terlihat bersama penduduk lokal meletakkan bunga tanda belangsukawa di tempat pembunuhan terjadi.


Dua pelaku tertembak oleh polisi pasca pembunuhan tentara Inggris yang terjadi di John Wilson Street pada Rabu (22/5) pukul 14:20 waktu setempat. Menurut saksi mata, korban diserang membabi-buta hingga tewas oleh dua pria berkulit hitam itu.


Salah seorang pelaku tampak terekam kamera tengah mengacungkan pisau pemotong daging berlumuran darah dan membuat pernyataan politis. “Anda semua tidak akan pernah aman. Ganti pemerintahan Anda, mereka tidak peduli pada Anda,” serunya.



Reportase Sore


(ita/ita)







Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=57178


Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris

Saturday, March 30, 2013

Nomor Porsi Aman Haji Sumut Sementara 0200077128

Medan, (Analisa). Nomor porsi aman  sementara untuk haji Sumut kuota 2013 atau 1434 H tahun ini adalah 0200077128.

“Insya Allah sampai pada nomor tersebut di atas yang akan menjadi calon Dhuyufurrahman Sumut untuk musim haji tahun ini,” kata Kepala Kantor Kemenagsu Drs H Abd Rahim diwakili Kasi Haji Kemenagsu Drs H Bahrum Saleh di Mako Brimobdasu Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (29/3).

Dia yang menyampaikan itu usai membuka manasik haji Majelis Ta’lim Babussalam Medan meminta kepada seluruh calon jamaah haji yang mendapat porsi berangkat tahun ini untuk mempersiapkan diri baik fisik, mental dan lain sebagainya. Dikatakan, sesuai jadwal dari pemerintah, ujarnya kelompok terbang pertama jamaah calon haji Embarkasi Medan akan masuk Asrama Haji Medan pada tanggal 9 September 2013 dan akan bertolak menuju Bandara King Abdul Azis Jeddah 10 September 2013 keesokan harinya.

Pada tahun ini Embarkasi Medan kemungkinan sebanyak 18 atau 19 kelompok terbang. Dan untuk persiapan pelaksanaan akan dilaksanakan pelatihan kepada petugas selama sepuluh hari dalam waktu dekat ini, jelasnya.

Bahrum mengatakan mengenai kelompok terbang khusus untuk lansia, Kemenagsu masih menunggu petunjuk dari Kemenag RI. “Jadi belum ada petunjuk teknis resmi,” ungkapnya.

Empat kali

Pimpinan Majelis Ta’lim Babussalam, H Ardy Chaniago menjelaskan, saat ini majelis ta’lim yang dipimpinnya telah empat kali memberangkatkan serta membimbing jamaah  menunaikan rukun Islam kelimanya di tanah suci.

“Alhamdulillah  selama pelaksanaan bimbingan kepada jamaah dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya. Dalam pelaksanaanya, ungkap H Ardy kami menjelaskan mengenai beberapa hal penting mengenai haji, antara lain tafsir, fiqih haji, fardu kifayah, bahasa Arab, penyuluhan kesehatan, imigrasi dan lain sebagainya.

Sementara Syekh Ali Shaleh Ali dari Eri Teria Makkah dalam tausiyahnya menjelaskan, ibadah haji merupakan kerinduan umat Islam untuk kembali kepada fitrahnya yang sesungguhnya.

“Baitullah menjadi Rumah Allah di pusat bumi dan menjadi titik sentrum kerinduan umat kepada Sang Khalik,” jelas Syekh Ali. (rmd)

Article source: http://www.merdeka.com/dunia/ulama-mesir-serukan-bunuh-penghasut-rakyat-untuk-demo.html


Nomor Porsi Aman Haji Sumut Sementara 0200077128

Wednesday, September 4, 2013

79 Artis Masuk Daftar Caleg Sementara


Foto: KPU





Jakarta – KPU telah mengumumkan jumlah Daftar Caleg Sementara (DCS) sebanyak 6.550 orang. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) mendapati dalam DCS saat ini ada 79 caleg berasal dari kalangan artis.

“Kritik terkait kualitas caleg artis ternyata tak membuat Parpol mempertimbangkan caleg dari kalangan selebriti yang sejak awal didaftarkan. Masih ada 79 artis yang terdeteksi pada DCS,” kata Koordinator FORMAPPI Sebastian Salang, dalam rilisnya, Kamis (20/6/2013).


Menurutnya, jumlah artis tersebut diperoleh dari 9 partai politik, minus PKS, PBB dan PKPI. Secara detail, dari 79 artis sebanyak 35 merupakan caleg perempuan dan 44 adalah laki-laki.


Sementara berdasarkan partai, PAN penyumbang artis terbanyak yaitu 18 orang. Kemudian Partai Gerindra 15 orang, PKB 14 orang, PDIP 7 orang, Partai Demokrat 7 orang, Partai NasDem 6 orang, PPP 6 orang, Partai Golkar 4 orang dan Partai Hanura 2 orang.


“Sebanyak 24 artis mendapatkan nomor urut 1. Gerindra mengusung 5 artis di nomor 1, menyusul PKB, NasDem dengan 4 artis di nomor 1, PAN 3 artis dan partai lain 2 hingga 1 orang,” ungkapnya.


“Fakta ini membuktikan partai memang menjadikan artis sebagai umpan andalan untuk mendulang suara. Lagi-lagi kita berhadapan dengan Parpol yang menggadaikan kualitas caleg demi meraup suara dari mereka yang berkat karirnya sudah dikenal luas pemilih di Dapil,” kritiknya.



Menolak dituduh melakukan santet, pria asal Probolinggo, Jawa Timur melaksanakan sumpah pocong. Selengkapnya ada di “Reportase Pagi”, pukul 04.30 – 05.30 WIB, hanya di TRANS TV


(bal/van)









Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


79 Artis Masuk Daftar Caleg Sementara

Friday, August 16, 2013

Kekerasan berdarah kembali pecah di Mesir

Bentrok di Mesir

Bentrok antara kelompok pendukung Morsi dan pasukan keamanan terjadi sejak 14 Agustus.


Polisi antihuru-hara menyerbu dua kamp kelompok pendukung mantan presiden yang digulingkan militer, Mohammed Morsi di Kairo pada 14 Agustus yang menyebabkan tewasnya lebih 600 orang.


Sejumlah pasukan keamanan juga tewas. Ini adalah kerusuhan terburuk di Mesir sejak gerakan prodemokrasi dilancarkan dua tahun silam yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak. Kekerasan di Mesir berawal tanggal 3 Juli saat jabatan Morsi sebagai presiden yang terpilih melalui pemilu dicopot.


Apa yang terjadi di kamp pendukung Morsi?


Pasukan antihuru-hara menyerbu dan membubarkan secara paksa dua kamp pengunjuk rasa di Masjid al-Adawiya dan Lapangan Nahda pada 14 Agustus.


Mereka menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes dan melancarkan tembakan. Selain itu mereka juga mengerahkan buldoser.


Lebih 600 orang tewas dalam operasi ini, menurut pemerintah. Sementara Ikhwanul Muslimin, yang mendukung aksi protes, menyebut angka lebih 2.000 jiwa.


Kedua kamp diduduki para pengunjuk rasa yang menginginkan Mohammed Morsi ditetapkan kembali sebagai presiden Mesir yang sah, setelah digulingkan militer menyusul massa yang melakukan protes menentangnya.


Pendukung Morsi mengabaikkan peringatan pemerintah yang menginginkan agar mereka mengakhiri protes.


Apa yang menyebabkan Presiden Morsi digulingkan?


Mesir

Pendukung Mohammed Morsi menuntut dia dipulihkan ke jabatan presiden.


Saat tahun pertama ia menjabat, Presiden Islamis berselisih dengan beberapa institusi utama dan beberapa sektor masyarakat dan banyak rakyat Mesir menganggapnya kurang berupaya mengatasi masalah ekonomi dan sosial.


Sejak itu Mesir terpecah antara kelompok pendukung Morsi yang Islamis dan lawannya, termasuk partai sayap kiri, liberal, dan sekuler.


Pada 30 Juni 2013 jutaan orang turun ke jalan untuk memperingati satu tahun pelantikan presiden dalam sebuah protes yang diprakarsai oleh gerakan Tamarod.


Protes ini mendorong militer untuk memberikan peringatan bagi Morsi pada 1 Juli bahwa mereka akan turun tangan dan menjalankan rencananya jika dia tidak dapat memenuhi permintaan publik dalam jangka waktu 48 jam.


Saat mendekati batas waktu, Morsi bersikeras bahwa ia adalah pemimpin Mesir yang sah.


Pada 3 Juli panglima militer, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mengumumkan pelengseran Morsi dan menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi, Adly Mansour untuk mengawasi masa peralihan yang dijalankan oleh para teknokrat hingga terpilihnya presiden dan parlemen yang baru.


Beberapa tokoh berpengaruh Mesir menyetujui langkah ini, termasuk Imam Besar Al-Azhar, kepala Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei, dan partai garis keras Salafist Nour.


Tentara dilengkapi dengan kendaraan bersenjata mengamankan lokasi-lokasi penting di Kairo saat para pengunjuk rasa pendukung Morsi mulai turun ke jalan-jalan.


ElBaradei menjadi wakil presiden sementara tetapi akhirnya mengundurkan diri saat aksi militer pada 14 Agustus.


Siapakah Mohammed Morsi dan apa yang terjadi pada dirinya?


Mohammed Morsi masuk ke jajaran petinggi Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis yang dilarang selama beberapa dekade di bawah pemerintahan Husni Mubarak, kemudian menjadi kepala partai politik, Partai Keadilan dan Kemerdekaan.


Ia menang tipis dalam pemilu pada Juni 2012 dan menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Pemilu yang dianggap bebas dan adil menyusul Revolusi Mesir yang berhasil menggulingkan pemerintahan Hosni Mubarak pada Februari 2011.


Sejak itu Morsi ditahan di lokasi yang tidak disebutkan dan dituduh merencanakan serangan di penjara saat pemberontakan 2011 menentang Presiden Hosni Mubarak.


Beberapa tokoh senior dari kelompok Ikhwanul Muslimin juga sempat ditahan, termasuk wakil pemimpin kelompok, Khairat al-Shater yang dituduh menghasut.


Apa yang terjadi menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer?


Militer Mesir mengerahkan kendaraan berlapis baja dan buldoser untuk membubarkan kamp pengunjuk rasa.


Para pendukung Morsi menggelar unjuk rasa yang menyerukan pengangkatan kembali Morsi sebagai presiden, dengan perhatian tertuju pada markas militer yang diyakini sebagai tempat penahanan Morsi.


Berbicara setelah korban mencapai setidaknya 51 orang di luar Markas Militer pada 8 Juli, Partai Keadilan dan Kemerdekaan menyerukan untuk melakukan pemberontakan menentang “mereka yang ingin mencuri revolusi dengan tank”.


Pada 27 Juli, lebih 70 orang terbunuh dalam bentrok dengan pasukan keamanan di kamp Rabaa al-Adawiya. Pasukan dituduh menggunakan senjata yang dianggap tidak perlu. Sementara kementrian dalam negeri menuduh para pengunjuk rasa memakai senjata api.


Kelompok anti-Morsi juga turun ke jalan. Jenderal Sisi mendorong mereka untuk beraksi pada 26 Juli, sekaligus memberikan “mandat untuk melawan segala bentuk kekerasan dan terorisme” kepada tentara.


Bahkan sebelum operasi pembubaran kamp, lebih 250 orang terbunuh dalam demonstrasi dan bentrokan dengan pasukan keamanan. Sebagian besar korban jiwa adalah pendukung Morsi.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer, Jenderal Sisi mengatakan bahwa Adly Mansour akan memimpin selama “masa transisi hingga presiden berikutnya terpilih”.


Adly Mansour menjelaskan rencana untuk masa transisi termasuk peninjauan kembali konstitusi yang didukung oleh Morsi dan pemilihan parlemen pada awal 2014. Rencana ini ditentang oleh Ikhwanul Muslimin dan juga dikritik oleh partai sayap kiri dan liberal.


Jenderal Sisi berjanji untuk “tidak akan mengabaikan satu orang atau satu kelompok pun” dan mendorong memperkuat kaum muda dan mengintegrasikan mereka ke dalam institusi negara”.


Tetapi ia tidak menyebutkan jangka waktu masa transisi atau peran apa yang akan dijalankan oleh militer.



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26618/02/01/2013/catatan-kritis-untuk-buku-40-masalah-syi%E2%80%99ah-(1).html


Kekerasan berdarah kembali pecah di Mesir

Monday, April 22, 2013

PPP Usung Artis dan Anggota FPI Jadi Caleg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selain mengusung sejumlah artis menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2014, PPP juga mengusung aktifis Front Pembela Islam (FPI), Munarman. Aktifis hukum FPI ini masuk dalam 560 daftar calon sementara (DCS) yang diserahkan PPP ke KPU, Senin (22/4).


“Ini merupakan rumah besar umat Islam. Apapun latar belakangnya, PPP sebagai rumah besar umat siap menampung,” kata Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, di kantor KPU menanggapi dimasukkannya Munarman.


Selain Munarman, beberapa nama pesohor juga masuk dalam DCS PPP. Seperti anak petinggi NII, Panji Gumilang. Sementara artis yang masuk dalam DCS PPP yakni Angel Lelga, Emilia Contessa, Ratih Sanggarwati, Mat Solar, dan Syarif Kasim.


Proses ‘rekrutmen’ semua bacaleg, menurut Suryadharma diberlakukan sama. Antara kader, tokoh populer, hingga caleg ‘incumbent’. Tentunya, porsi bagi kader-kader yang jelas berprestasi lebih banyak.


“Caleg diseleksi langsung oleh Tim Sembilan, terdiri dari Ketum, Wakil, Sekjen, pemenangan pemilu, pemberdayaan perempuan, dan bidang organisasi,” ujar pria yang akrab disapa SDA itu.


Dari 560 nama, 345 di antaranya laki-laki. Sementara caleg perempuan mencapai 206 orang atau setara 37 persen. Suryadharma mengungkapkan, keterlibatan perempuan pada 22 Dapil ditempatkan calon perempuan pada nomor urut satu.


Sebagai bentuk komitmen PPP terhadap rakyat, menteri yang berasal dari PPP diputuskan tidak maju menjadi caleg dan berkosentrasi menyelesaikan tugasnya di kabinet.


“Kalau hari ini saya di sini, ini sudah cuti dulu,” jelas Suryadharma yang menjabat sebagai Menteri Agama.


Dengan komposisi DCS tersebut, PPP menargetkan setidaknya bisa meraih suara hingga 12 persen. Namun, PPP optimis, bila nama-nama caleg yang segar dan berkualitas perolehan 19 persen tidak mustahil untuk direalisasikan.


Article source: http://www.voaindonesia.com/content/aktivis-kecam-peraturan-di-aceh-soal-posisi-duduk-perempuan/1582453.html


PPP Usung Artis dan Anggota FPI Jadi Caleg

Sunday, November 10, 2013

Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Rugi ratusan juta Rupiah, Panitia bakal gugat Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akhirnya membatalkan pergelaran pesta musik Disc Jockey (DJ) yang rencananya digelar Sabtu (9/11) tadi malam, di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo. Pemkab melarang kegiatan tersebut karena panitia pergelaran tidak mengantongi izin keramaian sesuai ketentuan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan DR Alwi SH MM menegaskan bahwa Pemkab tidak menggagalkan event tersebut, namun hanya meminta agar pelaksanaan kegiatan itu tidak dilaksanakan karena ada persyaratan  yang tidak bisa dipenuhi oleh panitia, yaitu izin keramaian dari Polres Pamekasan. Karena belum lengkapnya izin yang dikantongi itulah, kata Alwi, maka otomatis pergelaran tidak bisa dilaksanakan.


Pihak panitia sendiri mengaku telah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan oleh Kantor Perizinan Pemkab Pamekasan.


Bagaimana jika panitia mensomasi dan menuntut Pemkab Pamekasan atas peristiwa itu ?  Alwi  mempersilakan panitia untuk menggugat. “Yang pasti kami tidak pernah membatalkan acara itu. Ini karena izinnya tidak lengkap,” tandasnya.


Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan Polres merasa tidak mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut. Karena itu dia meminta membongkar panggung di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo yang telah dipersiapkan oleh  Panitia.


Dia mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan izin keramaian karena pihak Pemkab melalui Wabup Khalil Asyari  telah menyatakan akan membatalkan pergelaran tersebut.


Khalil Asyari mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan kegiatan pergelaran musik itu pada saat menerima aksi demontrasi yang menolak pagelaran  DJ itu, Jumat (8/11). Saat itu dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan batal dan tidak akan terjadi. Dia menilai kegiatan tersebut berbau maksiat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.


Sementara itu, karena merasa tidak bersalah dan dirugikan, panitia pesta music bertajuk Let’s Night Party dengan mendatangkan Disc DJ Jimmy dari Surabaya itu berencana menuntut Pemkab Pamekasan secara perdata. Ini dilakukan karena Pemkab dinilai telah melakukan pembatalan sepihak, sehari sebelum acara digelar. Padahal sebelumnya Pemkab sudah mengeluarkan izin prinsip atas even tersebut.


Yang membuat panitia tidak terima adalah panggung yang sudah mulai terpasang mulai Jumat sore, terpaksa harus dibongkar pada malam harinya sekitar pukul 19.00 atas perintah Kapolres Pamekasan.


Panitia awalnya menolak atas pembongkaran itu, sebab izin penyelenggaraan sudah dikantongi dari Pemkab Pamekasan. Termasuk izin dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, Camat Pademawu, dan Lurah Lawangan daya. Namun karena Kapolres tetap meminta panitia untuk membongkar, maka akhirnya dibongkar.


“Saya tidak paham dengan aturan di Pamekasan ini. Kalau memang even ini tidak boleh di gelar, kenapa izinnya dikeluarkan oleh Pemkab, dan dibatalkan secara sepihak sehari sebelum pelaksanaan. Kan kami yang dirugikan. Sementara kami telah mengeluarkan banyak dana untuk persiapan acara ini,” kata Achmad Fariji, Ketua Panitia Pelaksana.


Dia mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk biaya kontrak dengan para artis, promosi, pembayaran pajak hiburan, sewa hotel, pemain musik, sewa music, sewa panggung, serta kebutuhan dan peralatan lainnya.


Disamping itu, tiket masuk seharga Rp 25.000 sudah terjual sebanyak 2.500 lembar di seluruh Madura. “Bisa dipastikan, pembeli tiket akan komplain dan kami harus mengembalikannya. Apa pemkab mau bertanggung jawab atas semua kerugian ini,” paparnya.  mas


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20131019/dn_08/Festival-Kesenian-Kebudayaan-Islam-Antarabangsa-sasar-500000-pengunjung


Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Monday, June 24, 2013

Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Metrotvnews.com, Arab Saudi: Raja Arab Saudi Abdul Aziz Al Saud mengubah hari libur nasional menjadi Jumat dan Sabtu. Keputusan itu untuk mendekatkan dengan kebiasaan hari libur di masyarakat global, Sabtu dan Minggu.



Dalam surat keputusan Raja Arab Saudi yang dikeluarkan Minggu (23/6), Raja Abdullah menetapkan hari kerja akan berlangsung sepanjang Minggu hingga Kamis. Sementara hari libur akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu.



Alasannya, perubahan hari libur untuk untuk memaksimalkan potensi ekonomi negaranya. Hari libur yang mendekati kalender internasional itu akan berlaku efektif pada 28 Juni.



Selama ini, negara emas hitam itu memiliki hari kerja dari Sabtu hingga Rabu. Sementara akhir pekan jatuh pada Kamis dan Jumat.



Ketetapan Raja Abdullah itu tentu menuai dukungan dari golongan konservatif Islam. Sebab, pemberlakuan hari libur selama ini membuat negara kehilangan potensi ekonomi.



“Kami akan segera mengadaptasi hari libur seperti bangsa Yahudi dan Kristiani,” ujar pebisnis ternama di Arab Abdul Rahman Al Jeraisy yang telah mengusulkan sejak tahun 2007. Kalangan pebisnis menyambut positif terkait dengan efektivitas dan efisiensi serta kedekatan dengan jadwal bisnis mereka dengan kalender di luar Arab Saudi.



Dekrit Raja itu juga menjelaskan, perubahan ini tentu saja akan mengubah sejumlah jadwal pelayanan publik di negara Muslim terbesar di dunia. Bursa Efek Saudi, Bank Sentral Saudi, dan lembaga keuangan serta kementerian keuangan berencana akan mulai mengefektifkan hari libur itu mulai 29 Juni. Sementara institusi pendidikan akan memberlakukan aturan ini mulai tahun ajaran baru.



“Perubahan kalender libur yang sejalan dengan negara-negara lain di dunia ini akan memberikan keuntungan bagi kerajaan terutama dari sisi ekonomi,” ujar Raja Abdullah dalam dekritnya.



Jumat tetap menjadi hari libur karena ibadah utama umat Muslim. Dengan perubahan masuk kerja di hari Minggu, Arab Saudi menyusul Oman, sekaligus negara terakhir dalam Gulf Cooperation Council yang meninggalkan liburan di Kamis dan Jumat.



Menurut pemberitaan media lokal, penguasa Saudi memutuskan hal tersebut untuk menyesuaikan dengan berbagai kebijakan dan bagian dari semacam proses adaptasi dengan komitmen internasional. (Daniel Wesly Rudolf)



Editor: Henri Salomo Siagian



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis


Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Saturday, January 26, 2013

4 Pekerja Pabrik Kulit di Tasik Tercebur ke Dalam Septic Tank, 2 Tewas

Septic tank tempat kecelakaan terjadi telah ditutup. (Kristiadi/detikcom)

Tasikmalaya – Empat pekerja sebuah pabrik kulit di Tasikmalaya mengalami kecelakaan saat bekerja. Mereka terpeleset masuk ke dalam septic tank limbah kulit. Akibat kecelakaan itu, dua di antaranya tewas. Sementara 2 pekerja lainnya dalam keadaan kritis dirawat di rumah sakit.

Lokasi kejadian beralamat di Kampung Cibuntu, RT 01/02 RW 01, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya. Kejadian terjadi Sabtu (26/1) sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.

Menurut Kapolsek Cibeureum Kompol Sabaril Bambang, kejadian bermula saat salah seorang karyawan bernama Andi Roswandi (30) tengah melakukan pembersihan di tepi kubangan septic tank. Tiba-tiba kaki korban terpeleset dan tercebur ke dalam kubangan berukuran 4×4 meter dengan kedalam 2,5 meter itu.

Melihat rekannya terpeleset masuk ke dalam kubangan, tiga karyawan lainnya lalu berupaya menolong. Namun nahas, Kusnadi (45), Engkos (50) dan Epul (20) yang berupaya menolong justru ikut terjerembab ke dalam kubangan limbah pekat itu.

Masyarakat yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi berusaha menolong keempat korban. Namun usaha mereka tidak sepenuhnya berhasil. Korban Andi meninggal karena kehabisan nafas.

“Para korban sempat meminta pertolongan karena semuanya berada di dalam septic tank ini. Mereka satu persatu mendapatkan pertolongan hingga dilarikan ke RSU Islam, akan tetapi satu orang korban meninggal karena tenggelam di kubangan ini setelah kehabisan nafas,” kata Sabaril, Sabtu (26/1/2013).

Selain Andi, pemiliki pabrik yakni Kusnadi akhirnya juga meninggal pukul 18.30 WIB. Sementara dua lainnya masih dirawat intensif RSU Islam.

Sementara, Ketua RT 01, Ihin mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini. Karena sebelumnya masyarakat sudah cemas keberadaan pabrik yang masih beroperasi tanpa izin tersebut. Terlebih limbah kulit yang dihasilkan pabrik itu telah mematikan ikan warga.

Selain itu, dia juga mengatakan menyusul peristiwa ini, masyarakat sepakat menutup pabrik kulit ini. “Jika dioperasikan kembali, bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat lainnya,” paparnya.

Garis polisi telah dipasang di sekitar kubangan limbah tersebut. Karena sangat berbahaya bagi masyarakat lainnya, terutama yang melintas di lokasi itu.

(rmd/rmd)

Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/01/130116_update_syiah_sampang.shtml


4 Pekerja Pabrik Kulit di Tasik Tercebur ke Dalam Septic Tank, 2 Tewas

Wednesday, July 24, 2013

SMP di Semarang Gunakan Kurikulum Baru untuk Sembilan Pelajaran

Metrotvnews.com, Semarang: SMP di Kota Semarang, Jawa Tengah,  telah menerapkan kurikulum baru pada sembilan pelajaran dari total 10 mata pelajaran yang ada pada kurikulum 2013.



“Kami mulai pembelajaran secara efektif, sekaligus mengaplikasikan kurikulum baru sejak tiga hari yang lalu, yakni Senin (22/7) lalu,” kata Kepala SMP Negeri 5 Semarang Suharto di Semarang, Rabu (23/7).



Siswa memang sudah mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2013, kata dia, tetapi selama seminggu ada masa orientasi siswa (MOS) dilanjutkan kegiatan pesantren Ramadan yang harus diikuti siswa baru.



Menurut dia, para guru juga sudah diberikan pelatihan implementasi kurikulum baru di berbagai daerah, yakni Yogyakarta, Salatiga, Solo, dan Semarang, kecuali guru pendidikan agama dan budi pekerti.



Ia menyebutkan ada 17 guru dari sembilan mata pelajaran itu mengikuti pelatihan kurikulum baru yang diselenggarakan oleh pemerintah, dari total 48 guru yang dimiliki SMP Negeri 5 Semarang.



“Guru IPA ada dua orang yang dikirim pelatihan, IPS ada tiga guru, termasuk saya, kemudian bahasa Indonesia dikirim dua guru, matematika ada dua guru. Totalnya ada 17 guru yang dikirim,” katanya.



Buku-buku kurikulum baru untuk sembilan pelajaran itu, lanjut dia, sudah dikirim ke sekolah, sementara buku acuan pendidikan agama dan budi pekerti baru dapat lima buah untuk Islam, Kristen, dan Hindu.



Sembilan mata pelajaran tersebut, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Kesehatan, dan Prakarya.



“Kalau dari mata pelajarannya sebenarnya sudah semua pelajaran dikirim. Namun, jumlahnya sendiri masih kurang karena per pelajaran baru diberi 275 buku, sementara siswa baru kami ada 288 orang,” katanya.



Untuk mengatasi kekurangan itu, Suharto mengatakan ada satu kelas, yakni VII J yang baru sebagian siswanya dibagikan buku pelajaran sehingga setiap satu buku sementara digunakan bersama untuk dua orang.



Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang Taufik Hidayat mengakui penerapan kurikulum baru di SMP memang lebih lengkap dibanding SMA yang baru menerapkan untuk tiga pelajaran.



“Untuk jenjang SD juga lebih lengkap, kalau SMA kan baru Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Namun, sebenarnya seluruh pelajaran sudah disesuaikan kompetensi inti dan kompetensi dasarnya,” katanya. (Antara)



Editor: Agus Tri Wibowo



Share:






 


cbn



Article source: http://www.merdeka.com/dunia/paus-mundur-karena-uzur.html


SMP di Semarang Gunakan Kurikulum Baru untuk Sembilan Pelajaran

Wednesday, August 14, 2013

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Cerminan Keberagaman di Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keberhasilan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia 2013 sungguh membawa angin segar bagi Indonesia. Tidak hanya angin segar bagi prestasi Indonesia di bidang olah raga, keberhasilan Tontowi/Liliyana merupakan cerminan dari keberagaman di tanah air.


Liliyana Natsir sebelumnya sudah dua kali berturut-turut menyandang gelar juara dunia bersama Nova Widianto yang juga memeluk agama Katolik. Sejak Nova gantung raket, Butet, sapaan akrab Liliyana, harus berpasangan dengan Tontowi Ahmad yang dibesarkan dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Kedua orang tua pemuda asal Sumpiuh, Banyumas itu bahkan sudah menunaikan ibadah Haji. Sementara itu Liliyana Natsir dibesarkan dalam keluarga Katolik di Manado.


Meski berbeda latar belakang daerah dan agama, keduanya tetap tampil bagus dan berhasil menyandang gelar juara dunia. Selain itu, Tontowi/Liliyana juga dua kali menjuarai All Englan dan Singapura Terbuka dalam jumlah yang sama.


Dalam perbedaan, Indonesia juga pernah meraih prestasi di bulu tangkis. Masih ingat jelas Indonesia pernah melahirkan pasangan ganda putra legendaris Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang pernah meraih medali emas di Olimpiade Atlanta. Ricky Subagja memeluk Islam, sementara Rexy memeluk Kristen Protestan. Saat merayakan kemenangan, Ricky dan Rexy pun kerap melakukan hal yang berbeda. Ricky menengadahkan kedua tangannya, sementara Rexy bersujud dan mengatupkan tangannya.


Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ricky Subagja/Rexy Mainaki adalah segelintir cerminan keberagaman di Indonesia. Namun demikian, setidaknya keberhasilan mereka menyampaikan pesan bahwa selama bersatu di atas keberagaman, Indonesia bisa berjaya.


Article source: http://www.gatra.com/entertainmen/apa-siapa/35588-jadi-mualaf,-bella-saphira-teteskan-air-mata.html


Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Cerminan Keberagaman di Indonesia

Saturday, November 16, 2013

Hendaklah akal mengukur maklumat


  • DR MOHD ASRI ZAINUL ABIDIN


CABARAN paling besar dalam kalangan sesetengah yang memakai gelaran ‘agamawan’ atau tokoh agama adalah apabila mereka tidak memiliki manhaj atau method yang betul dalam memahami sesuatu fakta yang dikaitkan dengan Islam ini.



Lalu, atas kurang teliti, atau ‘kurang fikir’ atau ‘memang tak mahu fikir’ mereka menelan semua perkara yang dikaitkan dengan agama, sama ada hasil percakapan orang atau bahan bacaan yang mereka temui.



Dari situlah lahirnya khurafat, karut marut, tokok tambah, kekartunan pemikiran yang diberikan label agama.



 Jika hal itu berterusan, maka kekeliruan terhadap agama akan berkembang lantas agama akan dipersenda dan didustai.



Menilai



Sesuatu riwayat atau kisah atau matan yang hendak dianggap benar untuk dikaitkan dengan Islam dinilai secara kritis sejauh manakah kesahihan maklumat tersebut.



Ini mesti dilihat kepada sumber maklumat; sama ada ia berasal daripada al-Quran dan al-Sunnah atau tidak?



Sementara jika riwayat itu bersumberkan hadis atau athar; hendaklah dipastikan ia riwayat yang diterima di sisi ilmu periwayatan.



Setelah proses ini dilepasi, dinilai pula sejauh manakah kemunasabahan sesuatu teks atau riwayat itu.



Adakah ia bertentangan dengan al-Quran, atau realiti yang nyata, atau fakta sejarah yang tidak mungkin dipertikaikan, atau akal yang disepakati?



Jika ini berlaku dan tiada jalan keluar untuk menserasikannya, maka riwayat itu ditolak.



Contohnya cerita bahawa Bahtera Nabi Nuh a.s. tawaf ka’bah dan bersolat di makam Ibrahim dua raka`at. Ini semua adalah dusta. Tidak masuk akal. Nabi Nuh a.s. wujud sebelum Ibrahim a.s.



Sementara Kaabah dibina oleh Nabi Ibrahim dan Makam Ibrahim mengambil sempena nama Nabi Ibrahim a.s. Di mana Kaabah dan makamnya ketika itu untuk bahtera Nuh bertawaf?



Dengan itu para ulama hadis hadis menolak cerita ini. Termasuk yang tampail menempelak riwayat tersebut al-Imam al-Syafi’i r.h (al-Jurjani, al-Kamil fi Du’afa al-Rijal, 4/270, Beirut: Dar al-Fikr).



Malang sekali, masih ada penceramah agama yang mendendangkan kisah karut ini.



Pembunuhan Husain



Beberapa email saya terima mengadu mengenai sebuah tulisan dalam akhbar ini yang menyatakan tentang sunat membuat bubur pada sepuluh Muharram kerana mengenangkan peristiwa pembunuhan Saidina Husain bin ‘Ali r.huma.



Ada yang bimbang masuknya unsur syiah ke dalam masyarakat yang tidak diajar menilai sesuatu dengan kritis.



Saya kata; kita tidak bimbang asal-usul sesuatu unsur pemikiran atau kefahaman dari mana datangnya. Selagi ia benar atau bertepatan dengan fakta, datanglah dari mana sahaja, sekalipun dari Yahudi. Kebenaran tidak memilih bulu.



Apa yang dibimbangi adalah unsur tersebut terpinggir jauh dari kebenaran.



Soal kelebihan amalan atau fadilat adalah ditentukan oleh ALLAH dan RasulNya.



Dalam riwayat sahih yang manakah yang menyebut kelebihan membuat bubur hitam atau merah atau apa warna sahaja pada Hari ‘Asyura?



Apa yang pasti ia tidak pernah ada riwayat sahih yang menyuruh hal itu.



Apatah lagi peristiwa pembunuhan Husain bin ‘Ali berlaku pada tahun 61H, di zaman pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah. (lihat: Ibn Kathir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 6/258, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah).



Terlajak membicarakan tentang pembunuhan cucunda Nabi SAW ini, al-Husain bin ‘Ali yang amat kita cintai, ingin saya jelaskan bahawa ahli-ahli sejarah ramai yang berpendapat bukan Yazid yang membunuhnya seperti yang didakwa. Saya ingin memetik apa yang diulas oleh sejarahwan besar, al-Imam Ibn Kathir (meninggal 774H):



“Orangramai mempunyai berbagai pendapat tentang Yazid bin Mu’awiyah. Ada yang mencintai dan mengangkatnya iaitu segolongan penduduk Syam yang beraliran Nasibiyyah. Adapun golongan Syiah Rafidah, mereka mengejinya dan mengada-adakan berbagai pembohongan yang Yazid tidak lakukan.



Ramai mereka menuduhnya zindiq (kafir yang berpura muslim). Dia tidak sampai begitu. Sementara pihak yang lain, tidak menyukainya dan tidak pula mencercanya. Ini kerana mereka tahu dia bukan zindik seperti yang dituduh oleh golongan Syiah Rafidah, namun pada zaman pemerintahannya berlaku berbagai peristiwa yang jelek dan perkara-perkara yang dibantah, hodoh dan keji.



Paling teruk adalah pembunuhan Husain bin ‘Ali di Karbala. Namun dia tidak tahu (mengarahkannya) dan barangkali dia tidak meredhainya” (al-Bidayah wa al-Nihayah, 6/256).



Kata tokoh pengkaji hadis al-Imam Ibn al-Salah (meninggal 643H):



“Tidak sahih di sisi kami bahawa Yazid memerintahkan agar dibunuh al-Husain r.a. Riwayat mereka yang dipercayai bahawa perintah agar dibunuh al-Husain dari orang yang mengepalai dalam pembunuhannya iaitu `Ubaid Allah bin Ziyad, gabenor Iraq ketika itu” (Ibn Tulun, Qaid al-Syarid min Akhbar Yazid m.s. 57, Kaherah: Dar al-Sahwah, Kaherah).



Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah (meninggal 728H) mempunyai ulasan yang menarik, katanya:



“Apabila kaum keluarga Husain datang kepada Yazid, dia memuliakan mereka dan mengiringi mereka ke Madinah. Diriwayatkan dia melaknat Ibn Ziyad atas pembunuhan al-Husain. Katanya: “Aku meredhai ketaatan penduduk Iraq tanpa membunuh al-Husain”.



Namun begitu beliau tidak menampakkan bantahannya, membela kematiannya dan mengambil tindakan membunuh balas sedangkan itu adalah kewajipannya. Maka dengan itu, pendokong kebenaran mengutuknya disebabkan dia meninggalkan kewajipan di samping perkara-perkara lain.



Adapun musuh-musuhnya mereka menokok tambah pendustaan ke atasnya berbagai-bagai lagi” (Ibn, Taimiyyah, Majmu’ al-Fatwa, 2/253, Riyadh: Maktab al-‘Abikan).



Unsur Syiah



Unsur syiah bukan baru dalam masyarakat kita, walaupun ia belum lagi keterlaluan.



Ini dapat dilihat bagaimana orang Melayu menamakan akar-akar kayu dengan nama ‘Ali dan Fatimah; seperti tongkat Ali dan Kacip Fatimah.



Tidak dinamakan tongkat Abu Bakar atau ‘Umar, tidak juga Kacip ‘Aishah, atau Habsah.



Dalam jampi juga ada menyebut: “fu kiri, fu kanan, berkat doa baginda ‘Ali”. Jika sekadar nama ‘Ali atau Fatimah tiada salahnya.



Mereka ialah kaum keluarga Nabi SAW yang amat kita kasihi. Sebaliknya, yang ditakuti apabila perkara yang tidak agama dianggap agama dalam Islam.



Itu yang menakutkan. Sehingga di Pakistan, Iraq, Iran dan kawasan-kawasan yang kuat pegangan Syiahnya, pada hari ‘Asyura’ mereka mencederakan diri masing-masing dengan alatan tajam kerana mengenangkan Saidina Husain dan kekejaman Yazid.



Ribuan bahkan ratus ribu kaum Syiah berkumpul pada sepuluh Muharram saban tahun melukai tubuh dengan darah dan membasahi pipi dengan airmata mendendami Yazid dan mengenang al-Husain bin ‘Ali.



Lalu peristiwa hitam semalam, terus menjadi dendam hingga ke hari ini. Siapakah sasarannya?



Apapun jawapannya, ia adalah antara sebab terpisahnya sunni dan syi’ah. Satu ajaran yang hidup dalam nostagia luka yang sebahagiannya mungkin benar, sebahagiannya mungkin palsu.



Apapun, saya tidak dapat bayang jika seseorang yang ingin menganut Islam hadir menyaksikan upacara yang dikaitkan dengan Islam yang dipenuhi manusia yang mencedera dan melukai diri sendiri, apakah dia akan terus menganggap agama yang membangunkan akal dan jiwa, mudah dan lurus mencapai Tuhan?



Atau mungkin dia tidak dapat membezakan antara ajaran Kristian yang mendakwa darah Jesus terpaksa ditumpah untuk menebus dosa manusia, atau mungkin dia akan keliru dengan agama sesat yang menyuruh penganutnya berjalan atas api dan melukai diri untuk menunaikan nazar atau menebus dosa? Saya tidak pasti.



Apa yang pasti itu bukan sifat Islam seperti yang terkandung indah dalam al-Quran dan al-Sunnah.



Prof Madya Dato’ Dr Mohd Asri Zainul Abidin

(sertai facebook DrMAZA.com dan twitter realDrMAZA


Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sport/2013/09/28/26790/UNSA-ASMI-Bidik-Juara


Hendaklah akal mengukur maklumat

Saturday, August 17, 2013

Krisis Mesir: Pendukung Morsi bertahan di masjid al-Fath

Bentrok di Mesir

Bentrok antara kelompok pendukung Morsi dan pasukan keamanan terjadi sejak 14 Agustus.


Polisi antihuru-hara menyerbu dua kamp kelompok pendukung mantan presiden yang digulingkan militer, Mohammed Morsi di Kairo pada 14 Agustus yang menyebabkan tewasnya lebih 600 orang.


Sejumlah pasukan keamanan juga tewas. Ini adalah kerusuhan terburuk di Mesir sejak gerakan prodemokrasi dilancarkan dua tahun silam yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak. Kekerasan di Mesir berawal tanggal 3 Juli saat jabatan Morsi sebagai presiden yang terpilih melalui pemilu dicopot.


Apa yang terjadi di kamp pendukung Morsi?


Pasukan antihuru-hara menyerbu dan membubarkan secara paksa dua kamp pengunjuk rasa di Masjid al-Adawiya dan Lapangan Nahda pada 14 Agustus.


Mereka menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes dan melancarkan tembakan. Selain itu mereka juga mengerahkan buldoser.


Lebih 600 orang tewas dalam operasi ini, menurut pemerintah. Sementara Ikhwanul Muslimin, yang mendukung aksi protes, menyebut angka lebih 2.000 jiwa.


Kedua kamp diduduki para pengunjuk rasa yang menginginkan Mohammed Morsi ditetapkan kembali sebagai presiden Mesir yang sah, setelah digulingkan militer menyusul massa yang melakukan protes menentangnya.


Pendukung Morsi mengabaikkan peringatan pemerintah yang menginginkan agar mereka mengakhiri protes.


Apa yang menyebabkan Presiden Morsi digulingkan?


Mesir

Pendukung Mohammed Morsi menuntut dia dipulihkan ke jabatan presiden.


Saat tahun pertama ia menjabat, Presiden Islamis berselisih dengan beberapa institusi utama dan beberapa sektor masyarakat dan banyak rakyat Mesir menganggapnya kurang berupaya mengatasi masalah ekonomi dan sosial.


Sejak itu Mesir terpecah antara kelompok pendukung Morsi yang Islamis dan lawannya, termasuk partai sayap kiri, liberal, dan sekuler.


Pada 30 Juni 2013 jutaan orang turun ke jalan untuk memperingati satu tahun pelantikan presiden dalam sebuah protes yang diprakarsai oleh gerakan Tamarod.


Protes ini mendorong militer untuk memberikan peringatan bagi Morsi pada 1 Juli bahwa mereka akan turun tangan dan menjalankan rencananya jika dia tidak dapat memenuhi permintaan publik dalam jangka waktu 48 jam.


Saat mendekati batas waktu, Morsi bersikeras bahwa ia adalah pemimpin Mesir yang sah.


Pada 3 Juli panglima militer, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mengumumkan pelengseran Morsi dan menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi, Adly Mansour untuk mengawasi masa peralihan yang dijalankan oleh para teknokrat hingga terpilihnya presiden dan parlemen yang baru.


Beberapa tokoh berpengaruh Mesir menyetujui langkah ini, termasuk Imam Besar Al-Azhar, kepala Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei, dan partai garis keras Salafist Nour.


Tentara dilengkapi dengan kendaraan bersenjata mengamankan lokasi-lokasi penting di Kairo saat para pengunjuk rasa pendukung Morsi mulai turun ke jalan-jalan.


ElBaradei menjadi wakil presiden sementara tetapi akhirnya mengundurkan diri saat aksi militer pada 14 Agustus.


Siapakah Mohammed Morsi dan apa yang terjadi pada dirinya?


Mohammed Morsi masuk ke jajaran petinggi Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis yang dilarang selama beberapa dekade di bawah pemerintahan Husni Mubarak, kemudian menjadi kepala partai politik, Partai Keadilan dan Kemerdekaan.


Ia menang tipis dalam pemilu pada Juni 2012 dan menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Pemilu yang dianggap bebas dan adil menyusul Revolusi Mesir yang berhasil menggulingkan pemerintahan Hosni Mubarak pada Februari 2011.


Sejak itu Morsi ditahan di lokasi yang tidak disebutkan dan dituduh merencanakan serangan di penjara saat pemberontakan 2011 menentang Presiden Hosni Mubarak.


Beberapa tokoh senior dari kelompok Ikhwanul Muslimin juga sempat ditahan, termasuk wakil pemimpin kelompok, Khairat al-Shater yang dituduh menghasut.


Apa yang terjadi menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer?


Militer Mesir mengerahkan kendaraan berlapis baja dan buldoser untuk membubarkan kamp pengunjuk rasa.


Para pendukung Morsi menggelar unjuk rasa yang menyerukan pengangkatan kembali Morsi sebagai presiden, dengan perhatian tertuju pada markas militer yang diyakini sebagai tempat penahanan Morsi.


Berbicara setelah korban mencapai setidaknya 51 orang di luar Markas Militer pada 8 Juli, Partai Keadilan dan Kemerdekaan menyerukan untuk melakukan pemberontakan menentang “mereka yang ingin mencuri revolusi dengan tank”.


Pada 27 Juli, lebih 70 orang terbunuh dalam bentrok dengan pasukan keamanan di kamp Rabaa al-Adawiya. Pasukan dituduh menggunakan senjata yang dianggap tidak perlu. Sementara kementrian dalam negeri menuduh para pengunjuk rasa memakai senjata api.


Kelompok anti-Morsi juga turun ke jalan. Jenderal Sisi mendorong mereka untuk beraksi pada 26 Juli, sekaligus memberikan “mandat untuk melawan segala bentuk kekerasan dan terorisme” kepada tentara.


Bahkan sebelum operasi pembubaran kamp, lebih 250 orang terbunuh dalam demonstrasi dan bentrokan dengan pasukan keamanan. Sebagian besar korban jiwa adalah pendukung Morsi.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer, Jenderal Sisi mengatakan bahwa Adly Mansour akan memimpin selama “masa transisi hingga presiden berikutnya terpilih”.


Adly Mansour menjelaskan rencana untuk masa transisi termasuk peninjauan kembali konstitusi yang didukung oleh Morsi dan pemilihan parlemen pada awal 2014. Rencana ini ditentang oleh Ikhwanul Muslimin dan juga dikritik oleh partai sayap kiri dan liberal.


Jenderal Sisi berjanji untuk “tidak akan mengabaikan satu orang atau satu kelompok pun” dan mendorong memperkuat kaum muda dan mengintegrasikan mereka ke dalam institusi negara”.


Tetapi ia tidak menyebutkan jangka waktu masa transisi atau peran apa yang akan dijalankan oleh militer.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/26/mqj06o-bella-saphira-masuk-islam-atas-keingingan-sendiri


Krisis Mesir: Pendukung Morsi bertahan di masjid al-Fath

Friday, December 14, 2012

Israel Semakin Brutal

Jakarta, GATRAnews – Jalur Gaza semakin bersimbah darah. Meski dikecam para pemimpin seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, aksi negara zionis itu tak berhenti memberangus Palestina.Sejak Rabu pekan lalu hingga Selasa (20/11/2012) kemarin, roket Israel telah menghantam 1.400 titik di kota Gaza. Dengan dalih menghancurkan markas Hamas yang mereka anggap teroris, Israel telah menewaskan 110 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Kebanyakan serangan Israel dilakukan dari udara menggunakan pesawat tempur F-16, dibantu oleh kapal perang yang bersiaga di perairan Gaza. Sementara itu, menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), pejuang militan Hamas telah menembakkan 544 roket ke wilayah Israel. Sebanyak 290 di antaranya gagal mendarat karena ditangkal oleh sistem pertahanan Iron Dome.
Agresi Israel atas Gaza dimulai dengan penyerangan dari udara yang menewaskan Komandan Militer Hamas Ahmed al-Jabari. Serangan tersebut lantas diteruskan dengan serangan-serangan lainnya yang menewaskan banyak warga sipil Gaza.
Israel mengklaim, serangan mereka berhasil menghancurkan ratusan gudang senjata Gaza, termasuk bunker yang menyimpan persediaan roket Grad yang mampu mencapai jarak 40km. Israel juga mengaku telah menghancurkan banyak roket Fajr-5 buatan Iran yang bisa masuk ke wilayah Israel sedalam 60km.
Pemusnahan etnis itu berlangsung di depan mata publik dunia. Saat Mesir menggalang upaya diplomatik untuk gencatan senjata, pihak Israel malah bersiap melakukan invasi darat ke Gaza. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren.
Menurut Oren, invasi darat adalah cara terakhir untuk membasmi Hamas jika solusi diplomatis tidak dihasilkan. “Persenjataan berat seperti tank, artileri dan infanteri telah kami tempatkan di dekat perbatasan dengan Gaza,” ujarnya. Ia menambahkan, sebanyak 75.000 tentara Israel telah ditugaskan untuk mengepung Palestina, dan setengahnya telah disiagakan di perbatasan.
Dikhawatirkan, invasi Israel ke Gaza akan memicu banyak korban seperti perang tahun 2008 yang menewaskan 1.400 warga Gaza.
Menghadapi rencana serangan darat itu, pemimpin Hamas Khaled Meshaal tidak merasa jerih. “Kami tidak ingin peningkatan ketegangan, atau perang di darat. Tapi jika itu terjadi, kami tidak takut dan tidak akan mundur,” tegasnya.
Upaya diplomasi untuk menghentikan kekerasan di Gaza masih terus dilakukan. Kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan delegasi Israel menyambangi Mesir untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Mesir sebagai pihak mediator mengaku optimis pembicaraan tiga pihak akan berlangsung positif.
Menurut pihak Mesir, Hamas setuju gencatan senjata, jika Israel menghentikan agresinya, menghentikan pembantaian dan menghapuskan blokade Gaza. Sementara Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaalon menuding bahwa pemicu perang adalah ulah Hamas yang melontarkan roket dan rudal ke warga Israel. “Jika ketenangan terjadi di selatan dan tidak ada serangan teroris dari Jalur Gaza, kami tidak akan menyerang,” tegasnya.
Hujan Kutukan
Tragedi di Jalur Gaza itu mengundang solidaritas masyarakat internasional. Aksi protes pun bermunculan di mancanegara. Para pemrotes, walau berbeda gaya dan pendekatan, memiliki sikap yang sama: serangan apapun yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan tidak bersenjata patut dikutuk.
Walau berdalih membalas serangan ratusan roket Hamas dari Gaza, serangan udara Israel sejak 14 November 2012 telah mengundang kemarahan karena turut menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak Palestina. Tidak kurang, para aktivis di Korea Selatan, pemuka umat Yahudi di Amerika Serikat, hingga anak-anak sekolah di Indonesia menyuarakan sikap yang sama: menentang serangan brutal Israel.
Demonstrasi massal hingga doa bersama berlangsung di beberapa tempat sejak akhir pekan lalu. Ratusan unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir telah digelar secara serentak, tidak saja di negara-negara Islam maupun negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim seperti di Tunisia, Yaman, Mesir, dan Aljazair. Warga di Australia, Italia, Korea Selatan, Spanyol dan lain-lain pun kompak menyuarakan kemarahan atas Israel.
Ali Golin termasuk yang berdemonstrasi di Kota Istanbul, Turki, pada Jumat pekan lalu. “Saya yakin bahwa semua umat Muslim harus menunjukkan solidaritasnya. Semua faksi dan perbedaan hanya menghacurkan tujuan kita,” kata Golin seperti dikutip Ynet.com.
Seorang demonstran di Istanbul, Ali Golin, menyerukan kepada dunia bahwa bila ingin menentang Israel, semua umat harus kompak. “Kita tidak dapat mencapai apa-apa hanya dengan mengecam Israel. Kita harus mengambil aksi yang nyata,” ujarnya.
Seorang warga Korea Selatan pun menyatakan solidaritasnya bagi warga Palestina dengan ikut berdemosntrasi di luar Kedutaan Besar Israel di Seoul. “Kalian tidak boleh memaksa warga Palestina jadi korban. Kalian tidak boleh membunuh anak-anak di mana pun,” seru aktivis tersebut.
Seruan serupa juga dilontarkan warga Australia saat ikut berdemonstrasi di Kota Sydney. “Israel tengah menerapkan kebijakan yang membantai banyak orang di Gaza,” kata wanita bernama Sylvia Hale, yang mantan anggota parlemen dari Partai Hijau.
Sebagian publik di Amerika Serikat pun menyuarakan simpati yang sama. Saat pemerintahnya menyatakan dukungan kepada Israel, tidak sedikit para warga yang mengecam aksi militer negara zionis yang menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil itu.
Dalam suatu aksi yang berlangsung di Kota New York pada Minggu (18/11/2012), sekitar 500 orang memprotes atas jatuhnya banyak korban di kalangan warga Palestina.  Saat itu, sedikitnya sudah ada 70 warga Palestina –termasuk 20 anak-anak– yang tewas dan 600 orang lainnya luka-luka.
Bahkan ada seorang pemuka Yahudi yang turut mengecam aksi Israel. Menurut harian The New York Times, seorang rabi bernama Yisroel Dovid Weiss menyatakan simpatinya kepada warga Palestina. “Kami malu atas aksi yang sedang berlangsung mewakili bangsa kami. Kami justru menangisi para korban,” kata Weiss.
Reaksi PBB
Saat tekanan publik dari penjuru dunia kian menguat, PBB pun terus berupaya mengakhiri kekerasan brutal di Gaza dengan cara diplomasi. Menurut stasiun berita Al Jazeera, Sekjen PBB Ban Ki-moon pekan ini akan mengunjungi Yerusalem dan Ramallah, yang masing-masing adalah ibukota Israel dan Otoritas Palestina.
Ban Ki-moon, Ahad (18/11/2012), menyerukan Israel dan Hamas untuk menyepakati gencatan senjata. Ban meminta kedua pihak merundingkannya dengan Mesir dalam mewujudkan upaya perdamaian ini.
Dalam pernyataannya, Ban mengatakan ingin bertolak ke dua negara yang terlibat konflik untuk mendukung upaya gencatan senjata. Namun, PBB belum memberikan jadwal Ban akan menuju kesana. Media Israel mengatakan bahwa ia akan pergi ke Yerusalem, sementara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan Ban juga akan pergi ke wilayah Palestina.
Sekjen PBB mengatakan dirinya “sangat sedih” dengan laporan-laporan tewasnya warga Palestina, termasuk 10 anggota dari satu keluarga. Ia mengaku “cemas” atas penembakan roket-roket dari Gaza ke Israel.
“Ini harus dihentikan. Saya sangat mendorong para pihak untuk bekerja sama dengan semua upaya dipimpin oleh Mesir untuk segera mencapai gencatan senjata. Setiap eskalasi lebih lanjut pasti akan meningkatkan penderitaan penduduk sipil yang terkena dampak dan itu harus dihindari,” kata Ban.
Ban Ki-moon akan melobi para pemimpin Israel dan Palestina untuk mengakhiri krisis. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi, dan menyatakan dukungan kepada Presiden Mesir, Mohamed Morsi, untuk menjadi mediator bagi perundingan damai Israel dan kelompok Hamas.
Ini merupakan tugas yang sangat mendesak bagi Sekjen PBB, mengingat dalam seminggu ini jumlah korban sipil di Gaza sudah melebihi seratus jiwa. (HP, dari berbagai sumber)

Israel Semakin Brutal

Saturday, January 12, 2013

Lanskap Baru Politik 2014

Muhammad Qodari 

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil rapat pleno KPU soal verifikasi faktual parpol peserta Pemilu 2014 diperkirakan meloloskan 10 partai dari 34 yang mendaftar ke KPU (Kompas, 8/1). Ke-10 partai itu adalah PAN, Demokrat, PDI-P, Hanura, Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, PPP, dan Nasdem.

Bagi yang optimistis, lolosnya 10 parpol untuk Pemilu 2014 membuka lanskap baru politik Indonesia ke depan. Lanskap pertama, harapan bahwa pilihan masyarakat akan lebih berkualitas karena jumlah partai jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Bandingkan jumlah parpol peserta Pemilu 2014 dengan Pemilu 1999 yang 48 parpol, 2004 (24), dan 2009 (38).

Pilihan yang sedikit ini diharapkan kondusif untuk masyarakat membuat pilihan berkualitas. Apalagi 9 dari 10 parpol yang lolos adalah partai lama yang sudah dikenal kiprahnya, baik di legislatif, eksekutif, di media, maupun di masyarakat. Jadi, masyarakat punya catatan tentang kinerja mereka. Pemilu 2014 akan menjadi hari penilaian bagi parpol-parpol tersebut.

Harapan yang lebih berkualitas juga diharapkan terjadi untuk level calon anggota legislatif (caleg). Berkurangnya jumlah partai secara signifikan secara dramatis juga mengurangi jumlah caleg.

Lanskap berikutnya, kemungkinan perubahan wajah politik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Saat ini terjadi perbedaan situasi antara konstelasi politik di pusat (DPR) dan di daerah (DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota). Jika di pusat hanya ada 9 partai politik, di daerah jumlah parpol jauh lebih banyak sehingga lebih ”hiruk-pikuk”. Di DPRD 2009, jumlah parpol lebih banyak sebagai kombinasi dari tiadanya ambang batas parlemen untuk masuk DPRD dan jumlah peserta pemilu 38 parpol. Akibat tak ada ambang batas parlemen untuk DPRD, tak ada kursi DPRD yang ”hangus” seperti terjadi di DPR.

Pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi, aturan Pemilu 2014 hanya memberlakukan ambang batas di tingkat nasional seperti pada 2009 (sebelum keputusan itu ambang batas juga berlaku di tingkat daerah). Namun, dengan jumlah peserta pemilu yang hanya 10 parpol, jumlah parpol di DPRD juga tidak akan lebih dari 10. Ini membuat komposisi parpol di DPRD kurang lebih akan sama dengan DPR. Perbedaannya pada posisi dan jumlah kursi sesuai daerah masing-masing.

Skeptisisme

Jika analisis di atas menampilkan kemungkinan perubahan dan harapan pada Pemilu 2014, bagian berikut menampilkan kekhawatiran dan skeptisisme. Skeptisisme pertama adalah kinerja DPR hasil Pemilu 2014. Disinyalir salah satu sebab rendahnya produktivitas legislasi DPR akibat jumlah partai dan fraksi yang terlalu banyak di Senayan.

Salah satu solusinya mengurangi jumlah partai dan fraksi di DPR dengan ambang batas parlemen. Namun, ambang batas 3 persen yang ditetapkan untuk Pemilu 2014 (naik 0,5 persen dibanding Pemilu 2009) diduga tidak akan mampu mengurangi jumlah parpol di DPR secara signifikan. Bahkan, bukan mustahil jumlah parpol di DPR justru naik dari 9 ke 10 parpol, dengan asumsi 9 partai lama dan satu partai baru (Nasdem) semua mendapat suara di atas ambang batas. Kemungkinan ini besar karena Hanura sebagai partai ”bontot” dalam Pemilu 2009 meraih suara di atas 3 persen pada pemilu itu. Sementara Nasdem telah menembus suara di atas 3 persen dalam aneka survei akhir-akhir ini.

Skeptisisme berikutnya soal wajah politik nasional Indonesia secara umum di masa yang akan datang. Mafhum diketahui banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap kinerja parpol, politisi, dan aneka lembaga pemerintahan. Kenyataan bahwa 9 dari 10 parpol yang lolos pemilu adalah partai lama dapat ditafsirkan: wajah politik Indonesia ke depan tidak akan berubah banyak karena aktornya secara garis besar yang itu-itu saja. Termasuk peta calon presiden yang notabene akan keluar dari parpol-parpol tersebut di atas.

Sekarang, bagaimana cara menjawab potensi kekecewaan tersebut di atas? Soal ambang batas tidak mungkin diubah. Karena itu, harus diterima kemungkinan jumlah parpol di DPR tetap 9 atau malah jadi 10. Berdasarkan pengalaman pemilu di era Reformasi, memang angka ambang batas yang bisa memangkas jumlah parpol di DPR adalah minimal 5 persen. Solusinya adalah memperbaiki mekanisme pembahasan UU di DPR dan di tiap parpol agar target legislasi dapat tercapai.

Adapun solusi kekecewaan terhadap parpol di masa depan secara inheren terkandung dalam mekanisme demokrasi itu sendiri. Dalam demokrasi diharapkan terjadi proses reward and punishment (hadiah dan hukuman) dari masyarakat terhadap peserta pemilu dan selanjutnya proses belajar dan memperbaiki diri dari para peserta pemilu itu terhadap kesalahannya. Saya meyakini mekanisme hadiah dan hukuman itu berlaku dalam politik Indonesia. Buktinya PDI-P yang menang Pemilu 1999 bisa kalah di 2004, sedangkan Partai Golkar yang menang di 2004 kalah di 2009, sementara hasil survei menunjukkan dukungan terhadap Demokrat yang menang Pemilu 2009 turun.

Tentang calon presiden 2014, ada tiga langkah untuk memunculkan alternatif wajah calon pemimpin nasional. Pertama, menurunkan aturan presidential threshold (ambang batas capres) Pemilu 2009 yang mencapai 20 persen suara dan/atau 25 persen kursi. Pilihan yang mudah adalah ”menyamakan”-nya dengan ambang batas parlemen, yakni 3 persen, untuk mengajukan pasangan calon sendiri. Namun, melihat pengalaman politik selama ini, agaknya angka itu akan bertemu di tengah, yaitu di rentang 10 persen-15 persen. Kedua, partai membuka kesempatan kepada tokoh-tokoh muda untuk tampil sebagai calon. Ketiga, partai membuka pintu bagi tokoh-tokoh di luar partai.

Agamis vs nasionalis

Lepas dari harapan dan skeptisisme terhadap calon peserta Pemilu 2014, jumlah peserta yang 10 sebetulnya kian mendekati opini masyarakat. Paling tidak ini terungkap dari hasil berbagai survei, di antaranya survei oleh Indo Barometer pada Juni 2008 dan Agustus 2010.

Secara ideologi, 10 partai peserta pemilu juga cukup mencerminkan konstruksi ideologi parpol di Indonesia yang kerap dibagi dalam dua spektrum. Untuk spektrum partai agamis/berbasis massa agama versus nasionalis/sekuler, ke-10 partai itu dapat dibagi dalam partai agamis (PKS, PPP, PAN, PKB) dan nasionalis (PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem).

Dalam spektrum partai agamis, ada dua subspektrum, yakni agamis Islam dan Kristen. Subspektrum agamis Islam bisa dibagi lagi dalam sub-subspektrum agamis Islam modernis dan agamis Islam tradisionalis. Adapun yang hilang dalam 10 parpol peserta Pemilu 2014 adalah wakil dari subspektrum agamis Kristen.

Sementara untuk spektrum partai nasionalis, dapat dibagi lagi dalam subspektrum kanan/developmentalis versus kiri/ populis. Tentu penggolongan ini relatif dan dapat diperdebatkan. Akan tetapi, pesannya adalah: walau jumlah partai peserta pemilu menurun jauh dibandingkan 2009, sebetulnya cukup mewakili spektrum ideologi politik yang ada.

Muhammad Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer

 







Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26737/12/01/2013/dsn-mui:-ulama-mesir-haramkan-sukuk-karena-alasan-maslahat-.html


Lanskap Baru Politik 2014

Friday, July 5, 2013

Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (3-habis)

Home Sejarah



Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (3-habis)





 

Sultan Al Fatih (dalam Film Fetih 1453) memberi perlindungan penganut Kristen



 




Jum’at, 05 Juli 2013


Oleh: Ady C. Effendy


Kejatuhan Konstantinopel: Faktor di balik Keberhasilan Penaklukan

SETELAH
gencatan senjata, Sultan Murad II secara mengejutkan menyerahkan tahta kepada putranya Muhammad II, yang pada saat itu baru berusia dua belas tahun. Pada Rabi II 848 H/ Juli 1444M, Muhammad II diangkat sebagai sultan oleh ayahnya. Dia ingin mempersiapkan anaknya untuk sesegera mungkin mengambil alih kekuasaan yang telah menyibukkan dirinya seumur hidupnya.


Alasan lain yang disebutkan untuk suksesi yang sangat cepat ini adalah bahwa Sultan Murad II ingin memastikan legitimasi pemerintahan putranya melawan seorang pangeran palsu keturunan Turki Usmani yang mengklaim kekuasaan dan tinggal di dalam kota Konstantinopel, yaitu pangeran Orkhan.


Pemerintahan pertama Sultan Muhammad II yang tercatat dari Rabi II 848H / Juli 1444M hingga Djumada II 850H/August 1448M, menemui kegagalan. Krisis internal pemberontakan Hurufi di Edirne pada 8 Djumada II 848/22 September 1444. Krisis eksternal yang ditimbulkan oleh fakta bahwa sepuluh tahun gencatan senjata rupanya dilanggar oleh raja Hungaria yang menyeberangi sungai ke Bulgaria. Paus mengampuni raja Hungaria atas sumpah yang telah diucapkannya dengan alasan bahwa hal itu tidak berlaku karena ia bersumpah untuk seorang kafir. Dalam 4-8 Djumada II 848 H/ 18-22 September 1444M, raja dan tentara salib siap untuk pertempuran.


Pada bulan November 1444, dengan bantuan pelaut Genoa, tentara Usmani di bawah Murad II menyeberang ke Eropa dan melawan tentara salib di dekat pelabuhan Laut Hitam Varna, utara dari Konstantinopel. Dinasti Utsmani menang secara telak, raja Hungaria tewas, dan hanya sedikit yang lolos.


Murad II mengupayakan untuk memastikan suksesi Sultan Muhammad II setelah mengajaknya untuk turut dalam kampanye militer yang besar di kawasan Balkan – melawan Hungaria di Kossova di 852H/1448M, dan melawan Albania pada musim panas 854H/1450M. Murad II memerintahkan anaknya untuk menikahi Sitti Khatun putri Dzul Kadirid penguasa, yang secara tradisional merupakan sekutu Turki Usmani melawan Karamanids, dan kemudian tinggal di istana ayahnya di Manisa, Anatolia. Tak lama setelah menerima kabar kematian ayahnya, Sultan Muhammad Al Fatih sekali lagi kembali ke tahta Usmani pada 16 Muharram 855H/18 Februari 1451M.


Ancaman eksternal terus menempatkan kepemimpinan Sultan Muhammad II dalam ancaman. Kaisar Bizantium, dalam upaya untuk mendapatkan konsesi dari Sultan Muhammad II, mengancam untuk melepaskan pangeran Orkhan. Pada saat yang sama, Karamanid Ibrahim menginvasi wilayah sengketa di Hamid-ili. Wazir Candarli berhasil menahan Byzantium dan Serbia dengan konsesi teritorial, sedangkan sultan muda memulai kampanye militer pertamanya melawan pasukan Karamanid tersebut. Ancaman Kaisar Bizantium tidak selesai dengan pemberian konsesi sebelumnya.


Bahkan, karena mengejar kekayaan, kaisar Kristen itu kembali mengancam untuk melepaskan pangeran Orkhan. Sultan Muhammad II, setelah mencapai kesepakatan dengan Karamanid, bertekad untuk kembali ke Edirne dan memecahkan masalah Bizantium secara tuntas. Dengan dukungan Panglima militer Zaghanos, ia mulai merencanakan pukulan militer yang akan mematikan kerajaan tua itu, pertama dengan membangun kastil Boghaz-Kesen di Bosphorus.


Dia juga telah mengamankan perjanjian dengan Venesia (13 Sha’ban 855/10 September 1451) dan Hungaria (25 Syawal 855/20 November 1451) serta menyewa seorang ilmuwan Hungaria bernama Urban untuk menciptakan meriam paling kuat yang pernah dikenal untuk menghancurkan dinding tua Konstantinopel.


Panglima Zaghanos dan Syekh Shihabuddin mendukung perang tersebut seraya menegaskan ancaman bahaya yang ditimbulkan dari Bizantium untuk kekhilafahan Islam dan dapat memecah kesatuannya. Keberhasilan penaklukan akan sangat tergantung pada efisiensi waktu dan efektivitas pengepungan.


Pada bulan Maret 1453M, tentara Usmani meluncurkan long-march menuju kota. Pada tanggal 2 April, orang di kota melihat tentara besar sejumlah lebih dari seratus ribu tentara mendekati kota. Kaisar Constantine XI benar-benar cemas dengan situasi tersebut.


Seorang berkebangsaan Venesia bernama Nicolo Barbaro telah tiba pada musim semi di kota itu. Kaisar sangat menghargai dukungan ini pada situasi yang sangat mengkhawatirkan sehingga ia memberikan empat gerbang kota dan semua kunci yang ada pada mereka kepadanya. Para penjaga Konstantinopel juga memblokade Golden Horn dengan rantai besi untuk mencegah berlalunya setiap armada laut Turki Usmani. Populasi kota selama pengepungan itu diperkirakan berjumlah sekitar dua ribu orang asing dan 4,773 orang Yunani untuk melindungi dinding kota yang panjangnya 23 km.


Di sisi lain, Tentara Turki Usmani berkemah di luar tembok kota. Para tentara elit Janissary menjaga tenda merah dan emas tempat Sultan Muhammad Al Fatih berdiam, sedangkan tentara reguler menduduki dua daerah: “barat kota sepanjang daerah dataran rendah di sekitar Sungai Lycus, yang mengalir melalui tengah Konstantinopel, dan di dekat Barbaro Galata / Pera di pantai utara Golden Horn.”


Diperkirakan terdapat sekitar 145 kapal Turki Usmani rendah berlabuh di Kolom Ganda, sebuah pelabuhan di Bosporus yakni 3 km sebelah utara kota. Mempertahankan kota Konstantinopel dari laut adalah Alvise Diedo, seorang kapten kapal dan pedagang Venesia, yang menguasai sekitar dua puluh enam kapal tinggi dan perahu-perahu kecil, dan bertugas mempertahankan pelabuhan Golden Horn.



Pengepungan di Konstantinopel


Sebelum pengepungan dimulai, Sultan, mengikuti tradisi Islam, menawarkan warga Konstantinopel kesempatan untuk menyerah, pilihan yang akan menyelamatkan hidup dan harta mereka. Tetapi kaisar yang sombong terlalu mustahil untuk mengambil penghinaan seperti itu.


Pada tanggal 6 April pengepungan bersejarah dimulai dengan membuka tembakan meriam yang merusak parah dinding dekat gerbang Charisian sekitar setengah mil (0.8 km) utara Sungai Lycus. Para pembela kota berusaha untuk memperbaiki dinding. Beberapa hari kemudian, meriam membombardir dinding lagi dan benar-benar menghancurkan tembok luar sehingga memaksa para pelindung kota untuk membangun sebuah benteng tanah dan kayu di atasnya. Dampak meriam sangat besar sehingga meninggalkan lubang di dinding yang tidak dapat diperbaiki. Namun, meriam itu hanya bisa ditembakkan tujuh kali sehari dan membutuhkan persiapan lama sebelum penembakan.


Pada tanggal 15 April, selama pengepungan, empat kapal penuh persediaan berlayar menuju kota, didanai oleh Paus dan duta besar Konstantinopel, melalui Laut Marmara. Suleiman Baltoghlu, laksamana armada Turki Usmani, mengerahkan puluhan kapal untuk mencegat dan menghancurkan empat kapal itu. Sayangnya, angin yang bertiup melawan arus membuat kapal-kapal Turki Usmani tidak mampu bermanuver.


Kapal Italia yang lebih tinggi dan bersenjata lengkap secara mengherankan lolos dan masuk ke Pelabuhan Tanduk Emas setelah para pelaut itu berhasil memukul kembali pelaut Turki  Usmani dengan tombak, kapak, batu dan panah. Di darat, tentara Usmani cukup berhasil. Giovanni Giustiniani memimpin para pembela kota dengan berani dan memukul kembali upaya musuh untuk membakar benteng dan membunuh para pembelanya. Setelah empat jam, pasukan Usmani mundur.


Para pembela kota mengambil kesempatan untuk memperbaiki lubang di dinding dengan balok kayu, tanaman merambat, cabang, bumi dan puing-puing. Sementara itu, Sultan telah merencanakan untuk memasuki pelabuhan Golden Horn dengan membangun jalan yang tidak lazim melintasi lereng bukit dekat Galata / Pera ke pelabuhan. Keesokan harinya, sekitar tujuh puluh kapal Turki Usmani berlayar menuju rantai besi. Satu per satu, kapal diangkat dan ditarik ke darat. Pasukan Lembu dan roda menyeret kapal-kapal itu ke gelondongan kayu yang diminyaki dengan lemak hewan … dan dalam hitungan jam kapal-kapal itu telah tiba dengan aman di dalam Golden Horn. “Keberhasilan pelaut Turki Usmani dalam memasuki pelabuhan telah membuat populasi kota lebih menderita karena kehabisan persediaan dan terhalang dari memancing ikan.


Di dalam kota Konstantinopel, orang-orang Kristen dari semua sekte berkumpul ke Gereja Hagia Sophia untuk mengadakan Misa bersama-sama. Mereka bersatu setidaknya untuk sesaat setelah sengketa selama berabad-abad antara gereja Yunani dan Latin. Giustiniani dan tentaranya mengambil posisi antara dinding bagian dalam di Lycus Valley dan benteng luar di mana tentara Turki Usmani pasti akan menyerang. Gerbang pada dinding bagian dalam di belakang mereka ditutup. Tidak ada jalan bagi mereka untuk mundur.


Pada pagi hari Selasa, tanggal 29 Mei 1453M, serangan berkekuatan penuh dimulai. Teriakan disela pertempuran, suara drum, alat musik, dan terompet dibunyikan oleh tentara Usmani seluruh lembah, dan diikuti oleh lonceng gereja yang memperingatkan penduduk kota dari ancaman yang datang.


Pertempuran dimulai dengan serangan oleh tentara non reguler yang sebagian besar berasal dari Balkan. Mereka berupaya untuk mendaki berbagai daerah sepanjang dinding menggunakan tangga untuk menyibukkan dan mengalihkan perhatian para pembela kota dari pertempuran utama di bagian Lycus Valley. Setelah dua jam pertempuran, tentara non regular diperintahkan untuk mundur. Sekarang, tentara reguler, yang bersenjata lengkap, sangat disiplin dan sebagian besar dari Anatolia menyerbu Lycus Valley. Sementara itu, meriam raksasa Urban terus menghancurkan dinding tanpa menyisakan waktu yang memadai untuk perbaikan oleh pembela.


Setelah dua jam, para pasukan Janissary (pasukan elit khusus) menyerbu ke lapangan pertempuran, sementara Muhammad Al Fatih memimpin sejauh parit. Para pembela yang kelelahan berjuang tanpa rasa takut selama satu jam.


Salah satu kelemahan, bagaimanapun, mulai terungkap oleh tentara Turki Usmani, sebuah gerbang kecil – Kerkopotra – di sudut barat laut kota itu dibiarkan terbuka. Itu digunakan untuk memungkinkan pembela kota untuk menyelinap dan meluncurkan serangan rahasia pada musuh, tapi terbuka karena seorang tentara pembela kota tampaknya lalai ketika ia masuk kembali ke kota. Orang-orang Turki Usmani bergegas memasuki pintu gerbang, beberapa dari mereka dipukul mundur, tetapi beberapa puluh tentara berhasil masuk ke dalam kota.


Saat matahari terbit, pemimpin militer kota, Giustiniani, tertembak di jarak dekat, yang merusak baju pelindungnya. Setelah menerima cedera parah ini, semangat pertempuran telah benar-benar hilang darinya dan ia bergegas menaiki kapal untuk meninggalkan medan perang. Ketika gerbang dibuka oleh pasukan Turki Usmani, kepanikan telah mengalahkan semangat para pembela kota sehingga beberapa meninggalkan posisi mereka.


Dalam pukulan terakhir terhadap pasukan pelindung kota, Muhammad Al Fatih memerintahkan pasukan elit khusus (tentara Janissari) untuk memperbaharui serangan mereka dan para pembela benar-benar melarikan diri saat ini. Bendera kekaisaran Bizantium akhirnya dirobek dan digantikan dengan bendera Kekhilafahan Islam Turki Usmani. Konstantinopel telah jatuh dan sejarah Bizantium benar-benar berakhir sepenuhnya tanpa kemampuan lebih lanjut untuk bangkit kembali.


Setelah menerima sinyal kemenangan, sisa tentara Usmani bergegas ke kota. Para pelaut di kapal perang Turki Usmani di Golden Horn menyerang dinding pelabuhan dan keluarga nelayan membuka gerbang dan mendapatkan janji bahwa mereka tidak akan dibunuh. Kaisar Byzantium, Konstantinus XI, telah menghilang dari tempat kejadian, tanpa catatan sejarah kemana perginya. Sultan Usmani kembali ke tendanya dan memenuhi janjinya kepada orang-orang dari kota Konstantinopel dan Galata / Pera bahwa keluarga dan harta mereka akan dibiarkan utuh, sementara tentaranya mengambil ghanimah dari sebagian besar harta yang tersisa didalam kota.


Penutup


Catatan sejarah tentang konflik sektarian berkepanjangan yang melanda tanah Kristen terutama di Konstantinopel dan upaya tanpa henti oleh para pemimpin Muslim sepanjang era keemasan Islam untuk merebut Konstantinopel telah menunjukkan kepada kita bagaimana wacana agama selama abad pertengahan memainkan peran yang sangat penting dalam rangkaian peristiwa di masa lalu.


Para tentara Perang Salib yang dikirim setelah seruan dari Paus di Roma untuk mengambil alih tanah suci Yerusalem dari orang-orang kafir telah membawa dampak negatif bagi tanah Kristen. Alih-alih berhasil dalam upaya mereka untuk merebut kembali tanah suci, Pasukan Salib malahan menghancurkan kehidupan Kristen di kota Konstantinopel Bizantium dan kota Kristen di dekatnya. Hal ini telah menyebabkan ketidakpuasan yang sangat mendalam pada sisi Kristen Ortodoks Yunani terhadap Gereja Katolik Roma.


Hal ini akhirnya membuka jalan bagi Kekhilafahan Usmani Muslim sehingga berhasil merebut kota bersejarah itu dan menyebabkan pukulan telak bagi kekaisaran Kristen Bizantium yang telah berdiri selama berabad-abad tanpa ada kemampuan untuk menghidupkan kembali dinasti yang punah itu. Alasan yang mungkin dikemukakan untuk ketidakmampuan ini adalah fakta bahwa para pemimpin dan penduduk di kota Kristen telah benar-benar lelah dengan konflik berkepanjangan dengan Gereja Roma.


Hal ini menyebabkan mereka lebih memilih hidup damai di bawah pemerintahan Usmani Muslim yang menjamin kebebasan mereka dan memperlakukan mereka dengan adil daripada hidup di bawah Gereja Roma yang sangat menindas. Aturan Usmani selama abad pertengahan itu terbukti sangat adil dan damai terhadap orang Kristen dan Yahudi yang bahkan cenderung dianiaya di tanah Eropa pada abad pertengahan.


Faktor lain yang mendukung kemenangan Utsmani dalam menaklukkan ibukota Bizantium adalah faktor teknologi militer canggih. Keputusan untuk menyewa Urban, seorang ilmuwan Hungaria, untuk menciptakan meriam terkuat yang pernah ada di zaman pertengahan telah menjadi factor penting bagi keberhasilan pengepungan. Faktor terakhir yang berkontribusi terhadap kemenangan yang menentukan terhadap kekaisaran Bizantium selama berabad-abad adalah semangat keimanan yang membakar tanpa kenal lelah kekuatan militer Muslim Usmani pada umumnya, dan terutama Sultan Muhammad Al Fatih.


Akhirnya, jatuhnya Konstantinopel tidak akan mungkin terjadi tanpa faktor-faktor tersebut. Keruntuhan dari Kekaisaran Bizantium juga tidak mungkin untuk dipertahankan jika masih ada percikan semangat pada hati orang-orang Kristen Yunani untuk menghidupkan kembali kekaisaran mereka. Adalah rasa jijik selama berabad-abad dan kelelahan yang luar biasa akan konflik sektarian Kristen dan persepsi umum mereka akan keadilan kekhilafahan Muslim yang baru telah membantu dalam menjaga stabilitas pemerintahan Kekhilafahan Utsmani yang panjang atas penduduk Kristen Yunani di wilayah tersebut.*


Penulis sedang melanjutkan S2 di Qatar


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/06/18/6/179051/Ratusan-Jemaah-Keluar-dari-Ajaran-Ahmadiyah


Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (3-habis)