Showing posts sorted by relevance for query Jumat. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Jumat. Sort by date Show all posts

Friday, January 25, 2013

Rahmat Rampok Bank Saat Khutbah Jumat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Kumandang azan zuhur baru saja berkumandang di kompleks Yayasan Pendidikan Panglima Besar Soedirman, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2013) siang sekira pukul 12.00 WIB.

Ratusan pria sekitar kompleks berbondong-bondong mendatangi masjid yang berada di lingkup yayasan tersebut untuk menunaikan ibadah salat Jumat , termasuk para anggota satuan pengamanan (Satpam) Kantor Kas Pembantu Cabang Bank Muamalat.

Situasi di sekitar menjadi sepi dan hanya menyisakan empat orang karyawan perempuan di dalam kantor.

Saat orang tengah khusyuk mengikuti khutbah yang menjadi rukun salat, seorang pria paruh baya berseragam ungu khas Bank Muamalat terlihat mendatangi kantor bank.

Tak ada gelagat mencurigakan dari perilaku yang ditunjukkan pria tersebut. Pun siapa nyana, pria yang belakangan diketahui bernama Rahmat itu tengah melancarkan aksi perampokan yang sudah ia rancang selama satu bulan.

Perampokan ia lakukan tanpa bantuan siapapun. Malah ia hanya bermodalkan sebilah pisau dapur yang telah berkarat untuk merampok. Seragam yang ia kenakan memang seragam Bank Muamalat.

Maklum saja, Rahmat rupanya mantan karyawan bank yang mengklaim mengusung syariat Islam dalam menjalankan kegiatannya tersebut.

Sofyan (35) seorang saksi mata menuturkan, Rahmat datang menumpangi motor Honda Revo bernomor polisi B 6640 RPN yag dikendarai sendiri. Situasi di kantor bank yang berlokasi di dalam kompleks pendidikan sekolah Islam tersebut memang sedang sepi karena bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat.

“Salat Jumat tengah (rukun) kutbah. Pelaku sepertinya tahu kondisi bank. Apalagi dia datang pakai seragam, jadi tak ada yang curiga,” ujar Sofyan yang ditemui Tribun Jakarta di sekitar lokasi, Jumat (25/1/2013).

Adapun, Kapolsek Pasar Rebo Kompol Sutardi menuturkan Rahmat berpura-pura masih menjadi karyawan bank. Sutardi menjelaskan, saat masuk kedalam bank Rahmat mengaku santai dan tidak grogi. Rahmat menggunakan papan nama palsu bertuliskan Bank Muamalat.

Di dalam kantor ia berdalih hendak mengantarkan surat. Nyatanya, amplop yang dibawa rahmat tak berisi apa-apa. Empat karyawati yang saat itu ada di dalam, Risma Amelia (34) dan Lisa (23) yang bertugas sebagai teller serta Lisa (23) selaku costumer service dan Rohani (34) petugas kebersihan pun terkelabuhi.

“Di bawah ancaman senjata tajam ketiga korban langsung diikat dengan sumbu kompor dan rafia. Selain itu mata ketiganya juga ditutup dengan menggunakan lakban warna hitam. Saat ketiga korban diikat, tiba-tiba Rohani, masuk diapun juga langsung ditodong dan diikat dengan sumbu kompor,” jelas Sutardi.

Usai melumpuhkan para korban, pelaku memaksa para karyawati itu untuk berbalik badan ke arah tembok. Rahmat juga memaksa para karyawati untuk menunjukan tempat menyimpan uang. Di laci teller, uang senilai Rp 55.390.000 ia gondol.

“Ditunjukan uang yang ada dalam laci teller. Lalu dimasukan kedalam dua kantong celanannya. Ia pun melarikan diri menggunakan sepeda motor ke pintu utara sekolah yang masih ditutup pagarnya,” jelas Sutardi.

Beruntung, ikatan Rohani -yang tengah hamil 7 bulan, tak begitu erat. Ia berhasil membebaskan diri dari simpul tali sumbu kompor lalu berteriak minta tolong.

Seorang Satpam sekolah bernama Gunardi yang kebutulan tak mengikuti salat Jumat serta seorang anggota TNI Angkatan Darat yang sedang menjemput anaknya berusaha menghalangi Rahmat yang menggeber motornya untuk melarikan diri. Keduanya pun mengejar Rahmat.

Pengejaran berakhir setelah motor yang dikendarai Rahmat terjatuh. Lokasi jatuh tak jauh dari kantor bank. Rahmat memang tak bisa kemana-mana. Sepertinya, Rahmat kurang teliti soal detail pelarian diri usai beraksi. Pagar mengelilingi kantor bank itu, pintu pagar pun masih tertutup.

“Dikejar naik motor, terus jatuh dari motor. Kebetulan semua pagar ditutup. Mungkin dia bingung mau kemana,” kata saksi mata, Sofyan yang ada di lokasi saat kejadian. Rahmat pun dibekuk dan diserahkan ke polisi.

Article source: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/60929-%E2%80%9Cseparuh-aku%E2%80%9D-break-seminggu,-%E2%80%9Ctukang-bubur-naik-haji%E2%80%9D-tayang-3,5-jam,-bagaimana-performanya.html


Rahmat Rampok Bank Saat Khutbah Jumat

Monday, June 24, 2013

Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Metrotvnews.com, Arab Saudi: Raja Arab Saudi Abdul Aziz Al Saud mengubah hari libur nasional menjadi Jumat dan Sabtu. Keputusan itu untuk mendekatkan dengan kebiasaan hari libur di masyarakat global, Sabtu dan Minggu.



Dalam surat keputusan Raja Arab Saudi yang dikeluarkan Minggu (23/6), Raja Abdullah menetapkan hari kerja akan berlangsung sepanjang Minggu hingga Kamis. Sementara hari libur akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu.



Alasannya, perubahan hari libur untuk untuk memaksimalkan potensi ekonomi negaranya. Hari libur yang mendekati kalender internasional itu akan berlaku efektif pada 28 Juni.



Selama ini, negara emas hitam itu memiliki hari kerja dari Sabtu hingga Rabu. Sementara akhir pekan jatuh pada Kamis dan Jumat.



Ketetapan Raja Abdullah itu tentu menuai dukungan dari golongan konservatif Islam. Sebab, pemberlakuan hari libur selama ini membuat negara kehilangan potensi ekonomi.



“Kami akan segera mengadaptasi hari libur seperti bangsa Yahudi dan Kristiani,” ujar pebisnis ternama di Arab Abdul Rahman Al Jeraisy yang telah mengusulkan sejak tahun 2007. Kalangan pebisnis menyambut positif terkait dengan efektivitas dan efisiensi serta kedekatan dengan jadwal bisnis mereka dengan kalender di luar Arab Saudi.



Dekrit Raja itu juga menjelaskan, perubahan ini tentu saja akan mengubah sejumlah jadwal pelayanan publik di negara Muslim terbesar di dunia. Bursa Efek Saudi, Bank Sentral Saudi, dan lembaga keuangan serta kementerian keuangan berencana akan mulai mengefektifkan hari libur itu mulai 29 Juni. Sementara institusi pendidikan akan memberlakukan aturan ini mulai tahun ajaran baru.



“Perubahan kalender libur yang sejalan dengan negara-negara lain di dunia ini akan memberikan keuntungan bagi kerajaan terutama dari sisi ekonomi,” ujar Raja Abdullah dalam dekritnya.



Jumat tetap menjadi hari libur karena ibadah utama umat Muslim. Dengan perubahan masuk kerja di hari Minggu, Arab Saudi menyusul Oman, sekaligus negara terakhir dalam Gulf Cooperation Council yang meninggalkan liburan di Kamis dan Jumat.



Menurut pemberitaan media lokal, penguasa Saudi memutuskan hal tersebut untuk menyesuaikan dengan berbagai kebijakan dan bagian dari semacam proses adaptasi dengan komitmen internasional. (Daniel Wesly Rudolf)



Editor: Henri Salomo Siagian



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis


Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Wednesday, January 8, 2014

Timnas U-23 Berbaur dengan Muslim Naypyitaw

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Timnas U-23 sepak bola Indonesia berbaur dengan komunitas muslim Naypyitaw saat menjalankan ibadah Salat Jumat di Masjid Jar May (Jami) di wilayah Lae Way, Naypyitaw, Myanmar, Jumat (20/12).



Diego Michiels dan kawan-kawan meski baru pertama kali menginjakkan kaki di masjid yang dibangun sejak 1890 ini ternyata langsung mendapatkan sambutan hangat dari komunikas muslim Ibu Kota baru Myanmar itu.



“Assalamualaikum,” sapa sekelompok muslim yang menunggu kedatangan Timnas Indonesia bersama atlet-atlet peserta SEA Games 2013.



Rombongan pemain timnas langsung menjawab sapaan muslim Naypyitaw dengan “Waalaikumsalam”. Sang tuan rumah pun langsung mengarahkan rombongan atlet ke dalam masjid yang berada di tengah perkampungan itu.



Bayu Gatra, Mokhamad Syaifudin bahkan Diego Michiels langsung masuk kedalam masjid. Sebelum masuk, semua pemain Timnas Indonesia U-23 mendapatkan peci dari salah satu muslim Naypyitaw.



Diego Michiels sempat menjadi pusat perhatian. Meski demikian, pemain naturalisasi asal Belanda tetap tenang dan tersenyum kepada jamaah yang kebetulan dilewatinya.



Salat Jumat langsung dilakukan seperti pada umumnya. Meski berada di Naypyitaw, khotbah Jumat yang dilakukan oleh pemuka agama asal Naypyitaw tetap menggunakan bahasa Arab.



Seusai Salat Jumat, Diego Michiels kembali menjadi pusat perhatian masyarakat setempat. Bahkan ada beberapa masyarakat lokal yang memfoto kekasih artis Nikita Wily saat minum kelapa muda yang berada di luar masjid.



“Semoga semua pemain diberikan kesehatan sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata salah satu pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansyah.



Setelah semuanya selesai, pemain timnas dan rombongan langsung kembali ke hotel untuk istirahat. Sore harinya langsung menjalani latihan di lapangan Wunna Theikdi. (Antara)



Editor: Agus Tri Wibowo



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/05/myw4bu-ruba-qewar-jatuh-cinta-pada-alquran


Timnas U-23 Berbaur dengan Muslim Naypyitaw

Friday, April 12, 2013

Usai Jadi Khatib Jumat, Anis Matta Islamkan Ekspatriat Asal AS


Advertisement



Anis Matta bimbing Antony Todd Foster masuk Islam.

Jakarta – Seorang warga negara berkebangsaan Amerika Serikat mengikrarkan diri masuk Islam hari ini. Warga AS yang diketahui bernama Antony Todd Foster itu mengucap dua kalimat syahadat di hadapan Presiden PKS Anis Matta.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Humas PKS, Jumat (12/4/2013), Anis bersama sejumlah pengurus DPP PKS sedang melakukan kunjungan ke Kalimantan Timur. Anis juga menjadi khatib dan memimpin salat Jumat di Masjid Istiqamah, Balikpapan.


Usai memimpin salat Jumat, Anis diminta kesediaan oleh pengurus masjid untuk membantu membimbing Foster mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses keber-Islaman ekspatriat AS itu disaksikan juga oleh ratusan jamaah masjid.


Usai membimbing proses keber-Islaman Foster, Anis Matta menghadiahi nama baru untuk Foster dengan menambahi kata ‘Muhammad’ di depan kata namanya yang terakhir. Dalam bahasa Inggris, Anis lalu menyampaikan sejumlah pesan dan nasihat kepada Foster tentang kewajiban dan hak yang baru bagi seorang muslim mualaf.


Seperti diketahui, sejak menjadi mundur dari pimpinan dan keanggotaan DPR karena menjadi Presiden PKS, Anis Matta melakukan road show ke sejumlah daerah untuk melakukan konsolidasi. Kunjungan dilakukan terutama untuk daerah-daerah yang tengah menggelar pemilihan gubernur. Setelah mengunjungi Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, NTB, dan Maluku Utara, saat ini Anis berada di Kalimantan Timur.


(rmd/nrl)







Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/30/167640/Sweeping-FPI-di-Lepau-Tuak-Mendapat-Perlawanan/6


Usai Jadi Khatib Jumat, Anis Matta Islamkan Ekspatriat Asal AS

Thursday, September 12, 2013

BELLA SAPHIRA MUALAF Besok Menikah, Bella Tak Pernah Pulang

Solopos.com, JAKARTA — Kenyataan ini terungkap kala Solopos.com menyambangi rumah Bella Saphira Veronika Simanjuntak, 40, di kawasan Komplek Angkatan Laut Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (16/8/2013). Walaupun dijadwalkan menikah, Sabtu (17/8/2013) besok, model, penyanyi, dan aktris sinetron itu tak pernah pulang ke rumah yang ditinggali ibundanya, Elfrida Victoria Simatupang.


Seperti gencar diberitakan media massa sebelumnya, Bella Saphira yang selama ini aktif melakukan pelayanan di gereja itu, Jumat (26/7/2013) lalu, memilih menjadi mualaf. Setelah menjadi umat Islam itu, finalis Pemilihan Gadis Sampul Majalah Gadis tahun 1988 itu dikabarkan segera menikah dengan Mayor Jendral Agus Surya Bhakti di Binjai, Sumatra Utara.


Terkait rencana pernikahan Bella itu, pihak keluarga maupun koleganya di dunia hiburan mengaku tak tahu menahu. Elfrida Victoria Simatupang, ibunda Bella, Jumat siang, terlihat masih tampak di kawasan Komplek Angkatan Laut Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat. Elfrida, menurut salah seorang pegawai di rumah tersebut yang mengaku bernama Sofi, tak mau berkomentar terkait rencana pernikahan putrinya.


Kenyataan lain diungkapkan Sofi. Menurut perempuan paruh baya itu, Bella sudah lama tidak menyambangi rumah orang tuanya. “Enggak tahu sekarang tinggal di mana, sudah lama dia [Bella] enggak ke sini,” ujarnya menurup pembicaraan singkat dengan wartawan yang coba mencari tahu tentang kebenaran kabar rencana pernikahan Bella dan Agus di rumah orang tua Bella itu.


Misteriusnya rencana pernikahan Bella Saphira itu juga tercermin dari pernyataan para koleganya di dunia huburan. Salah seorang sahabat Bella Saphira, Anwar Fuadi, 66, mengaku hingga Jumat ini belum mendapatkan kepastian perihal rencana pernikahan sahabatnya itu. “Saya belum ada kontak dengan dia [Bella], sejauh ini hanya tahu dari media saja. Mudah-mudahan segera dikabarin,” tegas Anwar yang juga mantan Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi) itu.


Anwar menambahkan bahwa Bella adalah tipe wanita yang perfeksionis terutama dalam memilih pasangan, untuk itu dia yakin pilihan tersebut adalah yang terbaik untuk Bella. “Bella itu sangat hati-hati dan pemilih, jadi akan sangat senang bila akhirnya ia menikah dan menemukan pasangannya dan hidup bahagia,” pungkasnya.


Article source: http://bm.harakahdaily.net/index.php/sudut-dakwah/21639-kisah-ashabul-ukhdud-dan-iktibar-mesir


BELLA SAPHIRA MUALAF Besok Menikah, Bella Tak Pernah Pulang

Friday, May 3, 2013

Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

JANTHO – Pasangan suami istri, Sobar (50 th) dan Ukurta (45 th) asal Tanah Karo, Sumatera Utara mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam, Jumat (3/5/2013). Pensyahadatan mereka dibimbing oleh pengurus MPU Aceh Besar, Tgk Syahabuddin dan dilakukan usai shalat Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.


Usai disyahadatkan, Sobar berganti nama Islam menjadi Muhammad Sabar dan istrinya berubah nama menjadi Siti Aisyah. Pasangan suami istri yang sebelumnya beragama Kristen itu menyatakan masuk Islam tanpa paksaan dari siapapun.


Airmata terharu juga terlihat dari wajah pasangan suami istri yang kini menetap di perumahan mualaf binaan Baitul Mal Aceh Besar di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho.


Hadir dalam kegiatan pensyahadatan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Tgk Zaini ZA SAg MH, Kadis Syariat Islam Aceh Besar T Hasbi SH, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, KepalaTatausaha Kemenag Aceh Besar Nasrullah SAg dan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Drs M Zain MPd, anggota DPRK Aceh Besar Iwan Sulaiman, para PNS, serta tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Kota Jantho.


Dalam bimbingannya, Tgk Syahabuddin mengharapkan agar pasangan suami istri tersebut terus mendalami ajaran Islam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariaan.


Kepada tokoh dan warga muslim, diharapkan dapat membimbing kedua saudara seiman tersebut, sehingga menjadi umat Islam yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT. ”Alhamdulillah, Saudara Muhammad Sabar dan istri telah dengan kerelaan hati memeluk agama Islam dan memperoleh hidayah dari Allah SWT. Semoga dapat terus mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.  


Pensyahatan pasangan suami istri ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jantho yang ke-29 yang jatuh pada Jumat (3/5/2013). Pemkab Aceh Besar sendiri pagi tadi menggelar upacara HUT Aceh Besar dan Sidang Paripurna DPRK.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/03/mm6nzv-saat-dihina


Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

Friday, January 25, 2013

Perampok Bank Muamalat Menangis di Tahanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Rahmat (46), tersangka tunggal perampokan Bank Muamalat yang terletak di dalam kawasan Yayasan Pendidikan Jenderal Sudirman, Jalan Pendidikan, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menangis di dalam tahanan. Rahmat meminta maaf kepada mantan atasannya atas aksi nekatnya tersebut.

“Pak Budi, saya minta maaf pak, sungguh, saya minta maaf. Kepala saya isinya setan semua pak, setan semua,” teriaknya sambil menangis di ruang tahanan Polsek Pasar Rebo saat dihampiri oleh salah seorang mantan atasannya di Bank Muamalat, Jumat (25/1/2013) sore.

Warga RT 05 RW 03, Paseban, Senen, Jakarta Pusat tersebut mengaku motif perampokan itu dilakukan tak hanya karena sakit hati terhadap sistem di perusahaan tersebut, namun tersangka juga membutuhkan biaya sehari-hari dua anak yang baru berumur 13 dan 16 serta seorang istri. Pasalnya sudah tujuh tahun tersangka nganggur.

“Saya butuh uang buat biaya hidup. Saya kan nganggur sudah lima tahun lebih. Anak-anak saya butuh makan dan sekolah,” lanjutnya.

“Tapi kamu pakai pisau, pakai ngancam teller, itu sudah keterlaluan Mat. Ya sudah, sekarang jangan pikir kami gimana-gimana lagi, kamu harus terima akibatnya,” jawab mantan atasannya.

Latar belakang tersangka, diketahui mantan karyawan Bank Muamalat yang saat itu berposisi sebagai pengawas operasional bank. Tersangka bekerja di Bank Muamalat di Jakarta Selatan sejak 2005 hingga pada akhirnya kontraknya tidak lagi diperpanjang pada tahun 2010 lalu, karena surat permohonan pemindahan tersangka tidak dikabulkan oleh pihak perusahaan.

Kepala Kepolisian Sektor Pasar Rebo, Kompol L. Sutardi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka bekerja seorang diri. Dari kronologi kejadian yang dihimpun dari saksi dan korban, tersangka pun diperkirakan amatiran. Hal tersebut dapat dilihat dari cara tersangka dalam menjalankan aksi perampokannya dengan cara konvensional yakni menodong kasir dengan pisau.

Meski demikian, Sutardi tetap akan melakukan pengembangan atas kasus perampokan nekat tersebut. Polisi tetap akan menyelidiki apakah ada kemungkinan bahwa benar tersangka bekerja seorang diri atau masih terdapat tersangka lain.

“Pengembangan tetap akan kita lakukan, apakah ada dugaan tersangka lain atau tidak. Tapi hingga saat ini, aksi perampokan ini dilakukan tersangka tunggal,” lanjut Sutardi.

Aksi perampokan tersebut dilakukan Rahmat, Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, saat umat Islam tengah menunaikan ibadah shalat Jumat. Dengan berlagak sebagai karyawan bank, Rahmat yang mengenakan seragam Bank Muamalat masuk ke dalam bank berpura-pura mengantarkan berkas.

Namun, setelah sampai di meja kasir, tersangka mengeluarkan sebilah pisau serta mengancam 4 orang karyawan bank agar tidak berteriak. Ia pun mengikat empat karyawan itu dengan tali serta menutup matanya dengan lakban hitam serta mengambil uang Rp 55.390.000 di atas meja.

Beruntung, saat tersangka hendak melarikan diri menggunakan motor, salah satu dari empat karyawan berhasil melepaskan diri. Ia berteriak minta tolong bahwa bank itu usai dirampok. Tiga orang, yakni sekuriti, sopir serta anggota TNI AD yang mendengar teriakan korban sekaligus melihat tersangka kabur langsung menghalaunya. Tersangka pun diserahkan ke kepolisian bersama dengan uang hasil rampasan dan barang bukti.

“Tersangka akan kita hukum berat, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ujar Sutardi.






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26848/19/01/2013/suripto:-waspadai-agenda-tersembunyi-dibalik-isu-suriah-dan-sampang.html


Perampok Bank Muamalat Menangis di Tahanan

Friday, January 17, 2014

Semarak Islam di Hong Kong

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Pemerintah mulai memberikan perhatian yang cukup pada kebutuhan umat Islam.


Suara azan mengalun merdu dari sebuah masjid di Nathan Road, Hong Kong. Azan tersebut diserukan imam dari masjid tersebut, yaitu Ahmed Cheung Wong Yee atau yang dikenal sebagai Imam Cheung.


Saat itu hari Jumat, siang hari. Bersamaan dengan suara azan, mulai berdatanganlah laki-laki Muslim yang akan menjadi jamaah shalat Jumat.


Meski daerah ini merupakan wilayah bisnis yang padat, pada waktu tersebut, para laki-laki rela menanggalkan pakaian kerja mereka dan berganti dengan pakaian yang layak untuk dipakai shalat.


Beberapa wanita Muslim juga terlihat berada di dekat masjid sambil melantunkan ayat-ayat Alquran. Setelah iqamat dilantunkan, shalat Jumat pun dimulai.


Ini merupakan sekelumit cerita aktivitas kaum Muslim yang tinggal di Hong Kong. Meski menjadi minoritas karena jumlahnya hanya sekitar 250 ribu jiwa, umat Islam diberikan kebebasan untuk melakukan ibadah.


Hong Kong merupakan kota metropolis dan merupakan wilayah yang terpisah dari daratan Cina serta lama berada di bawah kekuasaan Inggris. Hingga akhirnya pada 1997, Inggris menyerahkan kedaulatan Hong Kong kepada Cina.


Laman Islamonline menuliskan Muslim telah mendiami Cina sejak seribu tahun lalu. Islam dibawa oleh para pedagang Arab yang melakukan perdagangan melintasi jalur sutra, jalur perdagangan yang menghubungkan Cina dengan dunia Barat.


Khusus di Hong Kong sendiri, Muslim banyak yang datang bersamaan dengan kedatangan koloni Inggris yang menjadikan wilayah ini sebagai basis dagang East India Company.


Untuk menjaga kawasan Hong Kong, Inggris mempekerjakan tentara yang berasal dari India yang kebanyakan adalah Muslim.


Islam ternyata menarik perhatian penduduk setempat. Jumlah penganut Islam pun semakin banyak. Orang Cina di daerah ini yang kemudian memutuskan untuk masuk Islam dikenal dengan nama Hui.


Kini, Muslim di Hong Kong sebagian besar merupakan orang Cina asli. Selain itu, juga ada Muslim yang berasal dari warga pendatang, seperti Pakistan, Malaysia, Filipina, Arab, Afrika, dan negara lainnya. Juga banyak yang merupakan keturunan campuran antaretnis.


Masyarakat Indonesia sendiri menyumbangkan jumlah yang lumayan banyak dalam komunitas Muslim. Kebanyakan dari mereka adalah para TKI yang mencari peruntungan hidup di sana sebagai pekerja rumah tangga.


Mereka menyebut diri mereka sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI). Jumlahnya tak kurang dari 120 ribu orang. Kegiatan pengajian dan aktivitas Islami lainnya sering digelar sembari bersilaturahim.


Antropolog dari Chinese University, Hong Kong, Paul O’Connor dalam bukunya Islam in Hong Kong: Muslims and Everyday Life in China’s World City yang terbit pada 2012, menjelaskan masyarakat Hong Kong yang mayoritas memeluk agama lain selain Islam sangat toleran.


“Mereka yang akan berjualan daging babi tidak akan melalui jalan yang banyak didiami oleh orang Islam sebagai bentuk saling menghormati,” tulisnya.


Mayoritas penduduk Hong Kong beragama Buddha, Tao, dan Konghucu. Agama lain yang menjadi minoritas, seperti Kristen, Yahudi, Sikh, dan Hindu, juga punya penganut di sini.


Menurut laman Islam.org, sekitar 1850-an, Muslim di Hong Kong mulai membantuk organisasi yang resmi yang kemudian diakui oleh Pemerintahan Inggris pada saat itu. Organisasi tersebut adalah Badan Wakaf Komunitas Islam (Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund).


Organisasi Muslim ini kemudian menunjukkan tajinya yang akhirnya bisa membangun beberapa tempat ibadah secara resmi di wilayah ini. Sebelumnya, Muslim di Hong Kong menggelar shalat berjamaah di tempat terbuka di pinggir jalan saja.


Lahan pertama yang diubah menjadi masjid adalah yang berada di Jalan Shelley Nomor 30. Di kawasan elite ini, sebuah masjid kecil dibangun pada 1890, kemudian diperluas dan direnovasi lagi pada 1905. Masjid yang diberi nama Masjid Jami’a ini menjadi yang tertua di Hong Kong.


Lahan lain kemudian juga disiapkan untuk pemakaman Muslim yang terletak di daerah Happy Valley. Dibangun pula sebuah masjid kecil di dekatnya. Pemakaman Muslim lain juga dibuat di Cape Collinson.


Di Hong Kong, kita bisa menemukan beberapa masjid besar lainnya. Antara lain, Masjid Ammar dan Islamic Center Osman Ramfu Sadick di Oi Kwan Road, serta Masjid Stanley. Hanya di masjid-masjid inilah suara azan bisa diperdengarkan.


Daerah Kowloon dulu biasa dipakai untuk beribadah para tentara Muslim yang berasal dari India. Mereka tinggal di barak militer Whitfield yang kini dijadikan Kowloon Park.


Di tempat ini kemudian dibangun pula sebuah masjid yang dikenal dengan Masjid Kowloon lengkap dengan Islamic center di sana yang dibangun pada 1984.


Tak hanya masjid, di sini juga dibangun perpustakaan, tempat pendidikan membaca Alquran, juga taman kanak-kanak.


Imam Cheung kini menjadi imam besar Masjid Kowloon. Menurutnya, meski Muslim menjadi minoritas di Hong Kong, pemerintahnya mulai memberikan perhatian yang cukup pada kebutuhan Muslim. “Misalnya, kini mereka menyediakan daging halal yang disembelih sesuai dengan hukum Islam,” ujarnya.


Cheung merupakan salah satu imam yang punya kontribusi besar bagi pengembangan ajaran Islam di kota yang dulunya merupakan koloni Inggris ini. Ia dibesarkan dan belajar di kawasan Cina Selatan dekat pelabuhan Guangzhou atau yang dikenal sebagai Kanton.


Ia menjadi imam mengikuti jejak ayah dan kakeknya yang merupakan seorang imam juga. Meski kini usianya telah lanjut, Imam Cheung masih setia mengabdikan diri untuk berdakwah di jalan Islam.


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/07/156502871/Momen-Kumpul-Saat-Lebaran-Wulan-Guritno


Semarak Islam di Hong Kong

Saturday, September 7, 2013

15 Warga Palestina Ditangkap Polisi Israel


Ilustrasi

Yerusalem – Sebanyak 15 warga Palestina ditangkap oleh polisi Israel, usai salat Jumat. Penangkapan dilakukan karena orang-orang ini berunjuk rasa dan melempari aparat Israel dengan batu.

“Ratusan pemuda Palestina berunjuk rasa setelah salat Jumat di kamp penampungan Al-Aqsa, dan melempari polisi Israel dengan batu,” terang juru bicara kepolisian Israel, Luba Samri, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/9/2013).


“Polisi mendatangi kamp dan membubarkan para pelempar batu dengan menggunakan granat cahaya,” terangnya.


“Satu polisi luka-luka dan 15 demonstran ditangkap,” imbuh Samri.


Polisi kemudian berhasil mengendalikan kamp yang ada di Old City, Yerusalem ini.


Kamp Al-Aqsa memang selama ini sering menjadi lokasi bentrokan karena wilayah ini sama-sama penting bagi umat Muslim maupun Yahudi. Pada Jumat (6/9), warga Yahudi merayakan hari kedua setelah tahun baru mereka atau disebut juga Rosh Hashan. Polisi pun mengawal wilayah sekitar Old City untuk menjaga keamanan.


Di wilayah yang sama, terdapat juga masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock yang sangat penting bagi umat Muslim. Selama perayaan, warga Yahudi hanya boleh berdoa di Western Wall dan tidak boleh masuk ke dalam kamp Al-Aqsa.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di “Reportase Sore” pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV


(nvc/fdn)







Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/04/mntg9h-ada-tiga-kategori-mualaf-di-sumatra-selatan


15 Warga Palestina Ditangkap Polisi Israel

Friday, November 29, 2013

Khai'dah Muhammad Terbiasa Dengar Suara Adzan

REPUBLIKA.CO.ID, Khai’dah Muhammad menetap di Jalan W.72nd, New York City, Broadway. Di sana, ada satu masjid dengan perpusatakaan. Ia sudah terbiasa mendengar suara Adzan.


“Suara Adzan ini yang akhirnya menyentuh jiwa saya dan membimbing saya menuju Islam,” ungkap dia seperti dilansir muslimvillage.com, Jumat (29/11).


Setiap hari setelah pulang bekerja, Kha’idah selalu melewati masjid itu. Yang ia lihat, pada hari Jumat, umat Islam berkumpul. Saat itu, ia belum tahu kalau umat Islam tengah melaksanakan shalat Jumat.


Rasa penasaran mendorongnya untuk mendekati pintu masjid. Sempat dia terdiam lama, antara ragu dan tertarik. Lalu ada seorang Muslimah yang menghampirinya.  “Ayo masuk,” kata Muslimah itu.


Khai’dah pun masuk dan duduk. Ia dengarkan khutbah tersebut. Terdengarlah suara lantunan Alquran. “Ini adalah kunjungan saya ke masjid, masjid tertua di New York,” kata dia.


Kha’idah besar dalam tradisi Katolik yang terbiasa menggunakan bahasa Spanyol, sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Namun, Kha’idah terbiasa hidup dalam lingkungan beragam, dimana teman-temannya ada yang beragama Yahudi, Hindu, Islam, dan Ateis.


Sebenarnya, Kha’idah sempat tertarik dengan Islam. Namun, masalah poligami dan tata cara berpakaian membuatnya ragu. Tapi itu tak lama. Niatannya mencari kebenaran, membuatnya coba menghilangkan keraguan itu.


Ia mulai membaca terjemahan Alquran. Ia juga membaca khutbah terakhir Rasulullah SAW dan kehidupan Muhammad. “Saya mengerti bagaimana jiwa Muslim tersentuh iman. Ini yang membuat saya terus berjuang,” kata dia.


Pada akhirnya, Kha’idah memutuskan menjadi Muslim. Satu hal yang telah dipikirkannya cukup lama. Tak lama bagi Kha’idah untuk segera memenuhi rukun Islam. Pada tahun 2007, ia memutuskan pergi haji.
“Saya percaya Al-Fatihah yang menguatkan saya untuk menyatukan hati dan pikiran untuk menerima Islam,” kata dia.


Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/11/29/33/904692/tak-siap-jadi-mualaf-tapi-vanno-asmirandah-tak-berseteru


Khai'dah Muhammad Terbiasa Dengar Suara Adzan

Wednesday, June 12, 2013

Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Home Perjalanan



Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan





 

Jamaah Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE)



 




Rabu, 12 Juni 2013


TANGGAL 5-15 Mei 2013 yang lalu, saya mengunjungi Sydney Australia untuk yang kedua kali dalam rangka memenuhi undangan dakwah dari Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE), sebuah organisasi Islam komunitas Muslim Indonesia dan Australia. Program selama 10 hari adalah Pelatihan Manajemen Masjid, Manajemen Dakwah dan Tablig Akbar. Berikut catatan singkat saya dalam bahasa tutur untuk pembaca.*


SEBUT saja Lakemba, ini merupakan salah satu kecamatan di Sydney. Bila di Jakarta ada daerah mayoritas China yang non Muslim, maka salah satu keunikan Lakemba adalah kawasan ini boleh dibilang kawasan Muslim karena memang penduduknya mayoritas Muslim asal dari Libanon, Pakistan, Banglades, Indonesia, Turki, dll.


Suasana Arab terasa di kawasan ini, termasuk pertokoannya. Sangat mudah mendapatkan masjid di kawasan ini, bahkan ada masjid terbesar yang bernama Masjid Ali bin Abi Thalib.


Warga Indonesia punya Iqra Centre, orang Bangladesh punya masjid bekas gereja, ada masjid di pertokoan, dan ada beberapa masjid kecil lainnya, serta ada lagi masjid yang sedang dibangun. Tidak jauh dari Lakemba, ada pula Ashabul Kahfi Center yang didirikan oleh Ustad Chalidin Yakub (Mantan Ketua PB PII). Di tempat lain seperti di Auburn, berdiri masjid besar yang didirikan oleh komunitas Turki, sehingga dikawasan itu suasana Islam juga sangat terasa. Adapun masyarakat Indonesia terpencar jauh-jauh di banyak tempat dan mereka sering bertemu di Masjid Al Hijrah yang juga bekas gereja.


Kapasitas Masjid Al Hijrah 300 jamaah, bekas gereja yang dibeli oleh kaum Muslimin asal Indonesia. Sabtu dan Ahad biasanya masjid ini lebih semarak dengan kelompok pengajian anak-anak, remaja dan orang dewasa. Masjid ini juga sudah memiliki rumah dan halaman. Sejak beberapa tahun lalu, saya dan isteri menginap di rumah itu dan kondisinya sekarang sudah bagus setelah direnovasi 3 tahun lalu.


Rumah ini dilengkapi dengan perpustakaan dan karena banyaknya kelompok pengajian, maka di rumah ini juga digunakan untuk klas pengajian dengan ruang aula yang cukup luas, aula ini juga digunakan oleh umat Islam untuk menjadi tempat resepsi pernikahan.


Umat Islam bertambah banyak, baik karena orang masuk Islam maupun pendatang yang sekolah dan kerja membuat keberadaan masjid di Sydney semakin dibutuhkan.


Yang menanrik, tidak mudah untuk mendapatkan izin mendirikan rumah ibadah seperti masjid. Alternatifnya adalah membeli gereja lalu mengubahnya menjadi masjid sehingga izinnya memang sudah sebagai rumah ibadah.



Muslimah di Lakemba rayakan Idul Adha/foto: SHM


Karena itu jangan heran, jika banyak masjid adalah bekas gereja, bahkan 90 Persen masjid seluruh Australia bekas gereja. Pilihan lainnya adalah membeli rumah dan menjadikannya sebagai mushalla meskipun tetap digunakan untuk ibadah Jumat seperti mushalla Iqra Centre, Ashhabul Kahfi dan saya juga sempat mampir untuk shalat ashar di Masjid Malik Faishal di Surry Hills. Rumah 4 lantai ini sudah dijadikan masjid sejak lama, yang menarik rumah di sebelah kanan dan kirinya dibeli juga dan digunakan untuk shalat Jumat sehingga dari luar tidak nampak kalau itu bagian dari masjid. Jadi mirip dengan orang Kristen di Indonesia yang menjadikan rumah sebagai gereja


Kota dan Penduduknya.


Sebagaimana umumnya negara-negara maju, tata kota dibuat rapi sedemikian rupa sehingga menjadi terasa nyaman. Sebagai contoh Jalan-jalan utama terdiri dari 4-6 jalur mobil, sedangkan jalan lingkungan rata-rata 3-4 jalur sehingga warga dan tamunya bisa parkir di pinggir jalan kanan kiri dan tidak menimbulkan kemacetan. Taman-taman dengan rumput yang hijau dan pohon yang besar juga sangat banyak, ada di mana-mana. Selain menambah kenyamanan anak dan warga bisa rileks di taman-taman itu.


Kalau di negeri kita bayar tol naik tiap 2 tahun, di Australia tol hanya berlaku 10 tahun. Setelah itu menjadi jalan biasa yang tidak bayar karena investasi pembangunannya sudah kembali dalam 10 tahun. Meskipun begitu, pada tol yang masih bayar, di jalan tol ternyata tidak ada pintu tol untuk mengambil kartu atau bayar. Hal ini karena setiap pemilik mobil harus punya semacam kartu yang sudah ada barkotnya, bisa ditempel di kaca mobil atau pada saat lewat ditunjukkan untuk di scan, kalau sudah bunyi tit seperti hitungan belanja di toko, maka itu berarti sudah diambil dari deposit yang dimasukkan.


Disiplin lalu lintas tidak cukup hanya dihimbau. Tapi ditegakkan aturannya, suka atau tidak suka. Di Aussie, termasuk di Sydney dan di negara lain dengan disiplin tinggi seperti Eropa, Jepang dan Korea, Para pelanggar lalu lintas cukup dipotret dari kamera yang dipasang di jalan-jalan.


Tidak hanya ditilang dalam bentuk membayar denda hingga 300 dollar, tapi juga dikenakan 2-3 poin pelanggaran, padahal SIM itu hanya 12 poin. Jadi bila sampai 6 kali melakukan pelanggaran lalu lintas, SIM nya dicabut dan baru bisa diberikan lagi 3 tahun kemudian.


Dengan penegakan hukum lalu lintas, pengemudi sangat takut melakukan penggaran sehingga disiplin dan tertib lalu lintas bisa dirasakan meski tidak ada polisi di jalan raya
Hal yang menarik untuk diceritakan adalah dalam soal keuangan. Di Sydney tidak ada istilah tanggal muda, tanggal tua apalagi tanggung bulan. Hal ini karena orang umumnya menerima gaji setiap pekan. Berbeda di negeri kita yang gajian seminggu sekali biasanya buruh bangunan, tukang jahit konveksi, dll.


Di Aussie semua orang gajiannya tiap minggu atau dua mingguan, tidak ada gaji bulanan. Karenanya bayar kost, sewa rumah dan toko bayarnya juga mingguan atau dua pekanan. Jadi di Aussie ini tidak ada istilah duit habis karena tanggal tua. Tiap pekan tanggalnya muda lagi.


Pengangguran juga digaji oleh negara dengan standar sebesar 360 dolar jumlahnya 5% dari 24 jt penduduk. Karenanya setiap orang terjamin hidupnya. Namun tetap saja ada gepeng (gelandangan dan pengemis) di tempat tertentu di keramaian kota, namun bisa dipastikan bahwa mereka bukan tidak ditanggung hidupnya, tapi mereka adalah pemabuk, narkoba dan sejenisnya sehingga untuk hal-hal itu tunjangan dari pemerintah tidak cukup buat mereka.


Pajak untuk rakyat bukan hanya sebagai jargon sebagaimana di Indonesia. Tapi memang betul-betul dirasakan oleh rakyat Australia, termasuk di Sydney. Salah satunya adalah berobat gratis di rumah sakit manapun. Rakyat memiliki kartu untuk berobat dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit dengan pelayanan terbaik, tidak ada istilah rumah sakit kelas tiga.


Yang mendapatkan kartu siapa saja, tidak hanya orang miskin, apalagi memang tidak ada yang tergolong miskin karena yang menganggur saja dapat tunjangan hidup, mulai dari anak yang baru lahir sampai lansia. Dari pajak, sekolah juga gratis sampai SMA.


Kegiatan ceramah saya sampaikan juga dihadapan KPII (Keluarga Pelajar Islam Indonesia) yang merupakan mahasiswa S1-S3 di UNSW (Univ of New South Wales), cerita yang saya peroleh adalah betapa banyak Mahasiswa Cina yang kuliah di sana, bahkan boleh dibilang jumlahnya 60% dari jumlah mahasiswa disitu. Sekitar 4 hari sebelum saya memasuki kampus itu, saya memang lewat di depan Univ tersebut dan saat mahasiswa bubar, pemandangan memang nampak sekali betapa banyak mahasiswa dengan wajah Cina berkerumum untuk menyeberang jalan. Orang Australi sendiri sedikit yang sampai ke jenjang perguruan tinggi.


Mungkin mereka merasa sudah cukup untuk bisa bekerja dan mendapat gaji yang memadai. Karenanya bila tidak ada mahasiswa dari Asia, banyak Universitas disana yang bangkrut.


Ali Bule dan Robot Stroke


Selain Lakemba saya mengenal orang-orangn istimewa.  Sebut saja Ali Abdullah, Nama ali adalah nama hijrah, sebab dulu namanya Theis Greentree. Namanya diganti  setelah memeluk Islam tahun 1993 di masjid Al Hijrah Sydney. Sehari-hari ia lebih dikenal dengan Ali Bule.
Saya berjumpa pertama kali dengan Ali Bule tahun 2007 saat ia transit di Hotel Milenium Jakarta hendak menunaikan haji bersama rombongan dari Australia yang kebanyakan orang Indonesia, termasuk isterinya yang asal Bandung.


Kala itu, saya memberikan ceramah pembekalan haji kepada mereka. Sesudah haji ia nyantri di PP Darussalam Gontor Ponorogo selama 3,5 tahun sehingga bacaan arabnya sangat fasih.


Selain bekerja, ia juga mengelola komunitas Muslim Al Ikhlas di West, mengadakan kelas pengajian untuk anak-anak dan remaja di rumahnya. Beliau juga menjadi pengurus yang aktif di CIDE, lembaga yang mengundang saya. Bahkan Ali Bule juga menjemput kedatangan saya di Bandara Sydney setelah menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al Hijrah menggantikan saya yang datang terlambat karena delay pesawat. Ia memang ikut pelatihan dakwah yang saya pandu tahun 2011 di Al Hijrah. Terus terang, saya tertarik dengan kesungguhannya sebagai Muslim.


Salah satu hal yang menarik adalah undangan masuk Islam dilakukan oleh Ali Bule kepada ibunya Margaret Joy Greentree. Sejak masuk Islam ia berusaha mempengaruhi ibunya agar masuk Islam, tapi sang ibu selalu mengalihkan pembicaraan, begitu cerita Ali saat saya dan isteri berkunjung ke rumahnya di Sydney West.


Akhirnya Ali menggunakan cara menulis surat agar dibaca sang ibu yang dicintainya.
Penyakit Kanker Otak yang dialami sang ibu membuatnya lebih serius dalam dakwah. Mungkin doa anak cucu dan para santri di PP Gontor membuat sang ibu menunjukan tanda ketertarikan kepada Islam.


Akhirnya sang Ibu betul-betul masuk Islam  21 Maret 2012 dihadapan keluarga yang lain. Ini merupakan kebahagiaan terbesar bagi Ali dan keluarganya, karena dengan begitu ia tidak hanya mendoakan sang ibu saat hidup, tapi juga setelah wafat nanti.


Setelah masuk Islam, sang ibu diberi nama dengan Mardhiyyah oleh seorang ustadz asal Gontor. Allah berkehendak lain, Mardhiyyah dipanggil menghadap ilahi akibat didera tumor otak,  dua bulan setelah memeluk Islam.


Peristiwa ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Ali karena sang ibu telah menyambut undangannya untuk masuk Islam.


Terakhir, saya berkenalan dengan Khairul Anam, seorang mahasiswa S3 di UTS (University of Teknology Sydney). Khairul Anama berasal dari Jember, Jawa Timur.Dia mendapat beasiswa dari Diknas sejak setahun yang lalu. Penelitiannya tentang robot untuk orang yang stroke.  Menurut Khairul, beasiswa dari Diknas ada 1000 orang tiap tahun, tapi hanya 500 orang yang bisa diberangkatkan karena kendala bahasa asing.


Yang cukup menarik, hafalan al-Quran Anam cukup lumayan sehingga mulai tanggal 10 Mei 2013 ia dipercaya menjadi imam rawatib di Masjid Al Hijrah. Sebelumnya ia menjadi imam tidak resmi di Iqra Centre. Sedikit kisah ini merupakan kenangan yang tak dapat saya lupakan, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang lain.*/Kiriman Drs. H. Ahmad Yani


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=58071


Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Tuesday, June 18, 2013

Menengok Jejak Pangeran Wiraguna di Ragunan

Jika menyebut nama Ragunan maka yang terbersit pertama kali dalam benak kita adalah tempat rekreasi fauna Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Namun tidak banyak yang tahu kalau nama Ragunan diambil dari nama Pangeran Wiraguna yang merupakan seorang warga negara Belanda bernama asli Hendrick Lucaasz Cardeel yang hidup di abad ke-16.

Hendrick sendiri mendapat gelar itu dari putra Sultan Ageng Tirtayasa Raja Banten, yang bernama Sultan Abunasar Abdul Qohar atau Sultan Haji. Ini dilakukan karena Hendrick telah membantu pihak Kerajaan Banten untuk membangun kembali bangunan kompleks kerajaan yang hangus terbakar saat itu. Sultan Haji yang ingin menguasai singgasana ayahnya, juga memberikan kepercayaan penuh kepada Pangeran Wiraguna dalam menjalin hubungan dengan pihak VOC di Batavia.


“Dahulu Pangeran Wiraguna sempat masuk Islam dan menikah dengan seorang perempuan muslimah. Dia dipercaya sebagai utusan untuk berhubungan dengan VOC dan membantu Sultan Haji merebut kekuasaan ayahnya,” ujar Kamaludin (56), penjaga makam Pangeran Putra Wiraguna, Rabu (19/6).


Setelah lama tinggal di nusantara, sekitar tahun 1689, Pangeran Wiraguna memohon izin kepada Sultan Haji untuk pulang ke Belanda. Namun karena jasanya juga membantu VOC menguasai wilayah jajahannya, ia diberikan lahan yang cukup luas di Batavia hingga ia mengurungkan niat pulang ke tanah kelahirannya. Dan pada tahun yang sama, Pangeran Wiraguna meninggalkan Islam untuk kembali ke agama Kristen. “Meninggalnya saya tidak tahu pasti kapan, sampai dikuburkan di sini, Sehingga orang menyebut kawasan ini jadi Ragunan,” ucapnya.


Saat ini, makam Pengeran Wiraguna berada di Jl Pekayon Pejatenbarat RT 05/03, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Kemajuan zaman, membuat lahan pekuburan wakaf yang juga terdapat makam pangeran tersebut kini mulai terjepit oleh bangunan-bangunan besar. Pintu masuk untuk menuju makam pun, melalui gang sempit. Bahkan di depannya hampir tertutup dengan usaha tambal ban.


“Di sini setiap malam Jumat sangat banyak peziarah yang berdoa. Mereka mulai datang dari sore hari, untuk melakukan doa dan lainnya. Tidak tahu juga kalau ada yang meminta pesugihan atau suatu maksud, biasanya sampai subuh banyak orang,” tuturnya.


Kamaludin sendiri baru menjadi penjaga makam pada 2007 lalu. Di tempat itu dirinya diberikan mandat untuk menjaga dan merawat makam tersebut. “Juru kuncinya sudah meninggal beberapa tahun lalu, saya hanya merawat dan menjaga. Baru direnovasi menjadi seperti rumah sekitar tahun 2010, dan pintu baru saya buka kalau malam Jumat saja,” ucapnya.
 
Karena banyak peziarah yang datang dengan maksud tertentu, untuk mencegah penyimpangan di dinding dan di atas pintu makam Pangeran Wiraguna diberikan peringatan untuk para peziarah. “Mudah-mudahan mereka mengerti hakekat dari berziarah itu, jangan sampai meminta sesuatu kepada selain Allah,” harap Kamaludin.


 


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700


Menengok Jejak Pangeran Wiraguna di Ragunan

Saturday, December 29, 2012

Athena Bangun Masjid Pertama

ATHENA-Setiap Jumat, ratusan warga Muslim di ibukota Yunani, Athena, harus berdesak-desakan di ruang bawah tanah untuk salat Jumat. Fasilitas darurat seperti ini sebenarnya melanggar hukum, namun umat Islam di Athena tidak memiliki pilihan lain.

Athena menjadi satu-satunya ibukota negara anggota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid. Sejak merdeka dari Kekhalifahan Usmani pada 1832, tidak pernah ada pemimpin Yunani yang mengizinkan pendirian masjid. Masjid dianggap “tidak sesuai dengan budaya Yunani” yang 90 persen warganya menganut Kristen Ortodoks.

Namun Yunani kini berfungsi sebagai pintu masuk pendatang ke Uni Eopa. Jumlah warga Muslim di negara ini pun makin besar. Di Athena saja, jumlah warga Muslim mencapai lebih dari 300 ribu orang.

“Menyedihkan sebenarnya karena Yunani dikenal sebagai tempat lahirnya demokrasi dan peradaban, termasuk di antaranya nilai-nilai menghormati agama lain,” kata Syed Mohammad Jamil dari Komunitas Yunani Pakistan. “Jadi adalah sebuah tragedi bila umat Islam tidak memiliki masjid di sini,” katanya.

Keinginan warga Muslim di Athena ini mungkin akan segera terjawab karena pemerintah telah berencana mengalokasikan bekas barak tentara sebagai masjid. Lokasinya dekat dengan sebuah gereja dan bila masjid ini telah selesai dibangun, rumah ibadah ini bisa menjadi simbol resmi toleransi agama di Yunani. Biaya pembangunan masjid pertama di Athena diperkirakan memakan dana 1,3 juta dolar AS arau setara Rp12,48 miliar.

“Di masa lalu ada kekhawatiran di masyarakat mengenai dampak dari pembangunan masjid. Namun kekhawatiran seperti ini harus diatasi,” kata Stratos Simopoulos dari Kementerian Perencanaan Pembangunan.

Dana besar ini bisa menjadi potensi masalah karena Yunani sedang mengalami krisis ekonomi. Partai-partai berhaluan ekstrem kanan dan tokoh-tokoh gereja juga belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran masjid di Athena.

“Yunani menderita di bawah tirani penguasa Turki. Pembangunan masjid hanya akan membangkitkan luka lama sekaligus melecehkan upaya para pejuang yang membebaskan negara ini,” kata Uskup Seraphim. Namun pemerintah telah memutuskan rencana pembangunan masjid jalan terus.

“Ini bukan komitmen saya. Ini adalah komitmen negara Yunani,” kata Simopoulos. bbc

Article source: http://news.liputan6.com/read/476795/teror-kepala-babi-ke-umat-muslim-3-orang-ditangkap


Athena Bangun Masjid Pertama

Saturday, August 3, 2013

Bella Saphira & Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Setelah menjadi mualaf, Bella Saphira akan menikah dengan Mayor Jenderal (Mayjen) H. Agus Surya Bhakti. Kabarnya, pernikahan mereka akan digelar pada Agustus mendatang.


Bella Sapphira Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.

Bella Sapphira dan Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.


Dikutip dari tabloid Cek n Ricek edisi terbaru yang terbit Selasa (30/7), pernikahan keduanya rencananya akan digelar di Binjai, Sumatera Utara, tepat pada hari perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Kota Binjai adalah kampung halaman jenderal bintang dua tersebut.


Mereka akan menikah di rumah orangtua Agus. Menurut sebuah sumber, resepsi akan digelar akhir Agustus 2013. Tanggal dan tempat belum ditetapkan karena masih dicari.


Sumber itu pun mengungkapkan, Bella dan sang jenderal sudah menjalin hubungan cinta selama dua tahunn

Mereka memang tidak pernah memublikasikan hubungan tersebut. Namun, jenderal dari TNI Angkatan Darat itu ikut mendampingi Bella saat menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqal, Jumat pekan lalu. Agus yang saat itu mengenakan baju koko warna putih gading dan duduk di seberang Bella, luput dari jepretan kamera para wartawan.


Sayangnya, sampai saat ini, Bella, artis berdarah Batak yang lahir di Magelang belum bisa dimintai komentarnya terkait kabar ini.


Pada Jumat (26/7) pekan lalu, Bella Saphira menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Saat itu berembus kabar, Bella menjadi mualaf karena akan menikah dengan seorang jenderal. Kini, teka-teki itu mulai terkuak.


Duda dua anak tersebut saat ini menjabat sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Istri Agus, Mila, meninggal akibat kanker paru-paru, sekitar empat tahun lalu.


Seorang sumber menuturkan, Bella dekat dengan Agus sejak dua tahun silam. Agus adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang, angkatan 1984. Sejak menyandang pangkat Letnan Dua, Agus berkarier di kecabangan Infanteri.


Agus juga pernah berkarir di Korps Baret Merah, menjabat Komandan Grup III Sandiyudha Kopassus pada 2002. Selanjutnya, Agus menjadi Komandan Ke-20 di Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD dari 2007 hingga 2008.


Alumni Akabri tahun 1984 dan Lemhannas tahun 2001 ini juga pernah menjabat sebagai Danton Kopassandha, Asintel Kodam Iskandar Muda, Dan Pusdik Intel Kodiklat TNI AD, Bais TNI, Danrem-152/Babullah, Wakil Asisten Teritorial Kasa.


Pria yang pernah mengenyam di bidang intelijen ini  latar belakangnya sebagai Komandan Grup 3 Kopassus/Sandhi Yuda yang memiliki spesifik tugas perang rahasia ‘clandestine operation’, termasuk kemampuan dalam intelijen tempur, dan kontra pemberontakan seperti dikutip dari wikipedia.

Grup 3 Kopassus lahir pada tanggal 24 Juli 1967 dan bermarkas di Cijantung Jakarta Timur. Calon personel di grup ini diseleksi sangat ketat di internal mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personel yang sudah bertugas aktif di kesatuan, namun juga mempunyai bakat intelijen yang kemudian akan dilatih lagi.


Sekedar diketahui, Bella belum pernah menikah, namun ia pernah menjalin kasih dengan Adjie Massaid selama 20 bulan atau hampir 2 tahun di masa lalunya. (dtc/int)




Share on facebook



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Bella Saphira & Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Sunday, May 19, 2013

Bangun Masjid Megah di Tengah Kremlin Putih

TRIBUNNEWS.COM, TATARSTAN – KETIKA mendengar nama Kremlin, biasanya terbayang sebuah benteng kuno yang kini menjadi pusat pemerintahan Republik Federasi Rusia di jantung Kota Moskow. Namun sebenarnya nama Kremlin tidak hanya ada di Moskow.


Ada Kremlin lain yang belum banyak dikenal yaitu di Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan, sekitar 800 km sebelah barat Kota Moskow. “Kami menyebutnya sebagai Kremlin Putih.


Sedangkan di Kota Moskow itu sering disebut Kremlin Merah,” ujar Achkinazi Ekaterina atau akrab dipanggil Katya, seorang alumnus Fakultas Bahasa Inggris Universitas Kazan, kepada Tribunnews.


Tribunnews berkesempatan mengunjungi Kazan atas undangan pemerintah Republik Tatarstan, pada 8-11 Mei 20013. Republik Tatarstan merupakan bagian dari Republik Federasi Rusia, namun mempunyai pemerintahan independen.


Negara itu dipimpin Presiden Rustam Minnikanov dan  Perdana Menteri Halikov Iidar. Sedangkan parlemen Tatarstan diketuai Farid Mukhamestsin. Dilihat dari namanya, para pemimpin itu berasal dari etnis Tatar yang mayoritas pemeluk agama Islam.


Rumah dinas Presiden Rustam Minnikanov berada di Kremlin Putih alias Kremlin Kazan, begitu pula sejumlah kantor kementerian berada di kompleks seluas 13 hektare  yang dikelilingi tembok sepanjang 1,8 km tersebut. Keunikan kompleks Kremlin Putih yaitu adanya sebuah masjid yang sangat megah, bernama Masjid Kul Sharif.  


“Masjid ini bukan sekadar tempat bersejarah tetapi juga tempat ibadah warga Tatar yang beragama Islam,” ujar Diana, warga Kota Kazan beragama Islam saat ditemui di Masjid Kul Sharif.


Masjid itu diberi nama Kul Sharif untuk menghormati imam masjid dan pemimpin agama Islam di Kesultanan Volga Bolgaria. Kerajaan Islam itu berada sekitar 180 km sebelah selatan Kota Kazan. “Dari wilayah Volga Bolgaria itulah agama Islam berkembang ke wilayah yang sekarang disebut Republik Tatarstan,” kata Katya.


Masjid Kul Sharif dibangun 1996-2005, didisain artistek bernama S Latypova, I Saifulllina, M Safronova, dan A Sattarofa. Masjid dilengkapi delapan menara, menempati areal seluas 1,9 hektare. Empat menara utama tingginya 57 meter, sedangkan dua menara lebih lebih kecil dan dua menara lainnya berada di atas pintu masuk.


Bangunan masjid bertingkat lima, terdapat kubah utama setinggi 39 meter dan diameter 17,5 meter. “Setiap Jumat, banyak warga muslim Kota Kazan salat Jumat di masjid ini,” ujar Diana.


Donasi umat
Pernak-pernik Masjid Kul Sharif membuat pengujung berdecak kagum. Mamer yang dipakai di dalam maupun luar masjid berasal dari Chelyabinsk, sebuah kawasan penghasil marmer di Tatarstan.


Dekorasi masjid punya sentuhan unik. Ada sejumlah kaligrafi, ukiran ayat-ayat suci Alquran di gipsum, kayu, dan batu. Bagian depan masjid gedung terbuat dari granit dan marmer. Lantai untuk jamaah ditutupi karpet dari Persia.


Pembangunan masjid didanai pemerintah Federal Rusia, dan  donasi sejumlah organisasi Islam serta umat Islam dari penjuru Tatarstan.  Nama-nama penyumbang dana pembangunan ditulis di serambi masjid.
 
Sheik Kul Sharif merupakan seorang negarawan, diplomat andal, dan seorang pujangga. Ketika Kazan Khan Yadigar menjazdi Sultan Volga Bolgaria , Kul Sharif bergabung menjadi pejabat kesultanan dan mengurus pemerintahan harian.


Setelah kematian ayahnya 1546,  Kul Sharif diangkat menjadi pemimpin agama di kesultanan itu. Ia pernah menjadi menjadi panglima perang yang hebat dan meninggal saat mempertahankan Kota Volga Bolgaria pada 1552.


Republik Tatarstan terbagi menjadi 43 wilayah administratif, semacam kota dan kabupaten di Indonesia. Kazan, ibukota Tatarstan berada di tepian sungai Volga, sebuah sungai terpanjang di Eropa.


Seperti Indonesia, Republik Tatarstan merupakan negeri tempat hidup berbagai pemeluk agama. Agama yang paling banyak dianut warga Tatarstan yaitu Islam dan Kristen Otodoks. Dalam jumlah lebih sedikit ada juga pemeluk agama Katholik, Kristen Protestan, agama Yahudi, dan Krisnaism.


“Seperti juga di Indonesia, warga Tatarstan sangat menjaga tolerensi beragama. Kami dapat hidup rukun. Anda bisa lihat sendiri, bukan sesuatu yang aneh di sini kalau letak masjid dan gereja saling berdekatan,” ujar Sergey Ivanov, Deputi Menteri Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Republik Tatarstan.  


Sergey Ivanov memang tidak sedang membual. Menjelajah Kota Kazan, gereja Kristen Ortodoks dan masjid, tampak bertebaran. Di kompleks Kremlin Putih, bahkan Masjid Kul Sharif bertetangga dengan Kathedral Blagoveshchensky. (febby mahendra)


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Bangun Masjid Megah di Tengah Kremlin Putih

Sunday, November 10, 2013

Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Rugi ratusan juta Rupiah, Panitia bakal gugat Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akhirnya membatalkan pergelaran pesta musik Disc Jockey (DJ) yang rencananya digelar Sabtu (9/11) tadi malam, di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo. Pemkab melarang kegiatan tersebut karena panitia pergelaran tidak mengantongi izin keramaian sesuai ketentuan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan DR Alwi SH MM menegaskan bahwa Pemkab tidak menggagalkan event tersebut, namun hanya meminta agar pelaksanaan kegiatan itu tidak dilaksanakan karena ada persyaratan  yang tidak bisa dipenuhi oleh panitia, yaitu izin keramaian dari Polres Pamekasan. Karena belum lengkapnya izin yang dikantongi itulah, kata Alwi, maka otomatis pergelaran tidak bisa dilaksanakan.


Pihak panitia sendiri mengaku telah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan oleh Kantor Perizinan Pemkab Pamekasan.


Bagaimana jika panitia mensomasi dan menuntut Pemkab Pamekasan atas peristiwa itu ?  Alwi  mempersilakan panitia untuk menggugat. “Yang pasti kami tidak pernah membatalkan acara itu. Ini karena izinnya tidak lengkap,” tandasnya.


Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan Polres merasa tidak mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut. Karena itu dia meminta membongkar panggung di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo yang telah dipersiapkan oleh  Panitia.


Dia mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan izin keramaian karena pihak Pemkab melalui Wabup Khalil Asyari  telah menyatakan akan membatalkan pergelaran tersebut.


Khalil Asyari mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan kegiatan pergelaran musik itu pada saat menerima aksi demontrasi yang menolak pagelaran  DJ itu, Jumat (8/11). Saat itu dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan batal dan tidak akan terjadi. Dia menilai kegiatan tersebut berbau maksiat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.


Sementara itu, karena merasa tidak bersalah dan dirugikan, panitia pesta music bertajuk Let’s Night Party dengan mendatangkan Disc DJ Jimmy dari Surabaya itu berencana menuntut Pemkab Pamekasan secara perdata. Ini dilakukan karena Pemkab dinilai telah melakukan pembatalan sepihak, sehari sebelum acara digelar. Padahal sebelumnya Pemkab sudah mengeluarkan izin prinsip atas even tersebut.


Yang membuat panitia tidak terima adalah panggung yang sudah mulai terpasang mulai Jumat sore, terpaksa harus dibongkar pada malam harinya sekitar pukul 19.00 atas perintah Kapolres Pamekasan.


Panitia awalnya menolak atas pembongkaran itu, sebab izin penyelenggaraan sudah dikantongi dari Pemkab Pamekasan. Termasuk izin dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, Camat Pademawu, dan Lurah Lawangan daya. Namun karena Kapolres tetap meminta panitia untuk membongkar, maka akhirnya dibongkar.


“Saya tidak paham dengan aturan di Pamekasan ini. Kalau memang even ini tidak boleh di gelar, kenapa izinnya dikeluarkan oleh Pemkab, dan dibatalkan secara sepihak sehari sebelum pelaksanaan. Kan kami yang dirugikan. Sementara kami telah mengeluarkan banyak dana untuk persiapan acara ini,” kata Achmad Fariji, Ketua Panitia Pelaksana.


Dia mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk biaya kontrak dengan para artis, promosi, pembayaran pajak hiburan, sewa hotel, pemain musik, sewa music, sewa panggung, serta kebutuhan dan peralatan lainnya.


Disamping itu, tiket masuk seharga Rp 25.000 sudah terjual sebanyak 2.500 lembar di seluruh Madura. “Bisa dipastikan, pembeli tiket akan komplain dan kami harus mengembalikannya. Apa pemkab mau bertanggung jawab atas semua kerugian ini,” paparnya.  mas


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20131019/dn_08/Festival-Kesenian-Kebudayaan-Islam-Antarabangsa-sasar-500000-pengunjung


Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Friday, July 26, 2013

Ada Ketegangan Saat Media Meliput Bella Saphira Masuk Islam




Ada Ketegangan Saat Media Meliput Bella Saphira Masuk Islam




Jumat, 26 Juli 2013 11:28


Abdul Rahman


PESINETRON Bella Saphira mantap mengucapkan dua kalimat syahadat menandai dirinya masuk Islam.


Bella masuk Islam di Masjid Istiqlal, Jumat (26/7) pagi. Saat acar berlangsung sempat terjadi sedikit kekisruhan.


Sang bintang utama, Bella Saphira tidak mau bertemu media. Kabar gembira ini malah tadinya tidak mau dipublikasikan.


Bahkan sempat terjadi keributan dengan wartawan karena petugas berpakaian seragam mirip militer menghalau media yang hendak meliput.


Dikabarkan juga ada jenderal yang mengancam wartawan jika dipublikasikan. Tak diketahui apa motif dari penghalauan ini.


(man/ade)



Berita Terkait:


Resmi Masuk Islam, Bella Saphira Tak Berganti NamaBella Saphira Masuk Islam Karena Ingin Menikah dengan Kekasih?Bella Saphira Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dengan LancarUsai Berikrar Masuk Islam, Bella Saphira Berurai Air Mata


Berikan komentar


Article source: http://www.bolanews.com/read/tinju/internasional/29421-Petinju-Jepang-Ikuti-Jejak-Seterunya-Muhammad-Ali.html


Ada Ketegangan Saat Media Meliput Bella Saphira Masuk Islam

Saturday, June 1, 2013

Mesjid Mevlana di Konstanz


Siang hari pada sebuah Jumat yang dingin di kota Konstanz. Walaupun udara membekukan badan, sekitar 100 orang berkumpul di depan pintu kayu mesjid. Mereka lantas melepas sepatu sambil berbincang-bincang, lalu bergiliran mengambil air wudhu. Percakapan berlangsung dalam beberapa bahasa, Jerman dan Turki yang paling banyak digunakan. Lima menit berlalu, pintu dibuka dan semua melangkah masuk.



Adegan ini berulang setiap Jumat di mesjid Mevlana. Sekitar 4.000 umat muslim bermukim di Konstanz. Hampir separuhnya merupakan generasi ke dua atau ke tiga dari pendatang Turki. Salah satunya Kurban Aras, anggota Dewan “Komunitas Muslim Turki”. Ahli pembuat sepatu berusia paruh baya itu mengenang, saat organisasinya memulai dialog dengan masyarakat Kristen dan dewan kota, sebelum mesjid dibangun tahun 2000. Mereka sama sekali tidak menghendaki munculnya rasa saling curiga. Mesjid itu bahkan dibangun dengan menara setinggi 35 meter, ketika itu yang paling tinggi di Jerman.



„Kami tinggal di sini, di Jerman. Kami warga Jerman yang baru. Dan anak-anak kami akan menetap di sini. Karena itu kami juga harus membangun mesjid baru yang bagus di sini. Untuk itu kami berbicara dengan masyarakat sekitar. Gereja-gereja juga mendukung kami,” dikatakan Kurban Aras.



Sebelum mesjid dibangun, berkali-kali perhimpunan umat Muslim mengundang masyarakat yang skeptis untuk menghadiri pertemuan. Wakil umat Kristen ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan ikut hadir dalam pesta selamatan. Dari situlah muncul kelompok kerja bagi pertemuan umat Kristen dan Islam.



Lebih dari satu dekade berlalu dan mesji Mevlana menjadi bagian dari panorama kota. Warga Muslim tampaknya berhasil membangun kepercayaan masyarakat kota Konstanz. Bukan hanya berpartisipasi dalam acara-acara yang dilakukan pemerintah kota, tetapi juga aktif dalam kegiatan kepemudaan. Tujuan resmi yang ingin dicapai pengurus mesjid adalah “berkontribusi bagi pemahaman yang baik antara warga Muslim dan non-Muslim, dan menawarkan peluang bagi umat Muslim untuk merasa sebagai bagian dari masyarakat kota Konstanz.



Mesjid Mevlana juga menarik perhatian warga di negara tetangga, Swiss. Ismail Toprak, wakil imam di mesjid Mevlana menyambut gembira fenomena wisata menara mesjid’. Dengan bangga ia menuturkan bahwa semakin banyak warga Swiss, Muslim maupun non-Muslim yang berkunjung ke mesjid Mevlana.



Di mesjid ini, khotbah disampaikan dalam Bahasa Jerman, yang dipahami sebagian besar warga Swiss. Faktor bahasa ini juga yang merupakan nilai tambah, mengingat umat Muslim yang datang ke mesjid Mevlana berasal dari negara yang berbeda-beda, terang Toprak, yang berasal dari Turki.



“Kita di Jerman, atau di negara lain, harus menggunakan bahasa negara yang bersangkutan sebagai bahasa pertama untuk khotbah. Dan bahasa lainnya sebagai bahasa ke dua. Generasi penerus kami hanya memahami Bahasa Jerman. Kalaupun mereka mengerti Bahasa Turki, mereka tidak memahami istilah-isitlah Islam dalam Bahasa Turki,” demikian papar Ismail Toprak.



Yasser Abumuailek/Asril Ridwan



Editor: Yuniman Farid


Article source: http://www.analisadaily.com/news/2013/5685/nomor-porsi-aman-haji-sumut-sementara-0200077128/


Mesjid Mevlana di Konstanz

Saturday, December 29, 2012

Athena Satu-satunya Ibukota yang tidak Punya Masjid

ATHENA, (PRLM).- Setiap hari Jumat ratusan warga Muslim di ibukota Yunani, Athena, harus berdesak-desakan di ruang bawah tanah untuk salat Jumat. Fasilitas darurat seperti ini sebenarnya melanggar hukum, namun umat Islam di Athena tidak memiliki pilihan lain.

Athena menjadi satu-satunya ibukota negara anggota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid. Sejak Yunani merdeka dari Kekhalifahan Usmani pada 1832, tidak pernah ada pemerintah yang mengizinkan pendirian masjid.

Masjid dianggap “tidak sesuai dengan budaya Yunani”, negara yang lebih 90% warganya menganut Kristen Ortodoks. Namun ketika Yunani juga berfungsi sebagai pintu masuk pendatang ke Uni Eopa, jumlah warga Muslim di negara ini makin besar.

Di Athena saja jumlah warga Muslim mencapai lebih dari 300.000 orang. “Menyedihkan sebenarnya karena Yunani dikenal sebagai tempat lahirnya demokrasi dan peradaban, termasuk di antaranya nilai-nilai menghormati agama lain,” kata Syed Mohammad Jamil dari Komunitas Yunani Pakistan.

“Jadi adalah sebuah tragedi bila umat Islam tidak memiliki masjid di sini,” katanya.

Keinginan warga Muslim di Athena ini mungkin akan segera terjawab karena pemerintah telah berencana mengalokasikan bekas barak tentara sebagai masjid. Lokasinya dekat dengan sebuah gereja dan bila masjid ini telah selesai dibangun, rumah ibadah ini bisa menjadi simbol resmi toleransi agama di Yunani. Biaya pembangunan masjid pertama di Athena diperkirakan memakan dana US$1,3 juta.

“Di masa lalu ada kekhawatiran di masyarakat mengenai dampak dari pembangunan masjid. Namun kekhawatiran seperti ini harus diatasi,” kata Stratos Simopoulos dari Kementerian Perencanaan Pembangunan.

Dana besar ini bisa menjadi potensi masalah karena Yunani sedang mengalami krisis ekonomi. Selain itu partai-partai berhaluan ekstrem kanan dan tokoh-tokoh gereja juga belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran masjid di Athena.

“Yunani menderita di bawah tirani penguasa Turki. Pembangunan masjid hanya akan membangkitkan luka lama sekaligus melecehkan upaya para pejuang yang membebaskan negara ini,” kata Uskup Seraphim.

Namun pemerintah telah memutuskan rencana pembangunan masjid jalan terus. “Ini bukan komitmen saya. Ini adalah komitmen negara Yunani,” kata Simopoulos.(bbc/A-147)***

Article source: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/24/76340/jangankan_masuk_surga_mencium_harumnya_saja_pun_haram/


Athena Satu-satunya Ibukota yang tidak Punya Masjid

Friday, December 28, 2012

Tidak ada masjid di ibukota Yunani

Muslim di Athena

Jumlah warga Muslim di Athena diperkirakan mencapai lebih dari 300.000.

Setiap hari Jumat ratusan warga Muslim di ibukota Yunani, Athena, harus berdesak-desakan di ruang bawah tanah untuk salat Jumat.

Fasilitas darurat seperti ini sebenarnya melanggar hukum, namun umat Islam di Athena tidak memiliki pilihan lain.

Athena menjadi satu-satunya ibukota negara anggota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.

Sejak Yunani merdeka dari Kekhalifahan Usmani pada 1832, tidak pernah ada pemerintah yang mengizinkan pendirian masjid.

Masjid dianggap “tidak sesuai dengan budaya Yunani”, negara yang lebih 90% warganya menganut Kristen Ortodoks.

Namun ketika Yunani juga berfungsi sebagai pintu masuk pendatang ke Uni Eopa, jumlah warga Muslim di negara ini makin besar.

Tragedi

“Yunani menderita di bawah tirani penguasa Turki. Pembangunan masjid hanya akan membangkitkan luka lama.“

Uskup Seraphim

Di Athena saja jumlah warga Muslim mencapai lebih dari 300.000 orang.

“Menyedihkan sebenarnya karena Yunani dikenal sebagai tempat lahirnya demokrasi dan peradaban, termasuk di antaranya nilai-nilai menghormati agama lain,” kata Syed Mohammad Jamil dari Komunitas Yunani Pakistan.

“Jadi adalah sebuah tragedi bila umat Islam tidak memiliki masjid di sini,” katanya.

Keinginan warga Muslim di Athena ini mungkin akan segera terjawab karena pemerintah telah berencana mengalokasikan bekas barak tentara sebagai masjid.

Lokasinya dekat dengan sebuah gereja dan bila masjid ini telah selesai dibangun, rumah ibadah ini bisa menjadi simbol resmi toleransi agama di Yunani.

Lokasi masjid

Masjid pertama di Athena berlokasi di sebuah bekas barak tentara.

Biaya pembangunan masjid pertama di Athena diperkirakan memakan dana US$1,3 juta.

Ditentang

“Di masa lalu ada kekhawatiran di masyarakat mengenai dampak dari pembangunan masjid. Namun kekhawatiran seperti ini harus diatasi,” kata Stratos Simopoulos dari Kementerian Perencanaan Pembangunan.

Dana besar ini bisa menjadi potensi masalah karena Yunani sedang mengalami krisis ekonomi.

Selain itu partai-partai berhaluan ekstrem kanan dan tokoh-tokoh gereja juga belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran masjid di Athena.

“Yunani menderita di bawah tirani penguasa Turki. Pembangunan masjid hanya akan membangkitkan luka lama sekaligus melecehkan upaya para pejuang yang membebaskan negara ini,” kata Uskup Seraphim.

Namun pemerintah telah memutuskan rencana pembangunan masjid jalan terus.

“Ini bukan komitmen saya. Ini adalah komitmen negara Yunani,” kata Simopoulos.

Article source: http://www.ctpost.com/highschool/article/Wednesday-s-high-school-roundup-Fairfield-3530476.php


Tidak ada masjid di ibukota Yunani