Showing posts sorted by relevance for query besar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query besar. Sort by date Show all posts

Friday, May 3, 2013

Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

JANTHO – Pasangan suami istri, Sobar (50 th) dan Ukurta (45 th) asal Tanah Karo, Sumatera Utara mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam, Jumat (3/5/2013). Pensyahadatan mereka dibimbing oleh pengurus MPU Aceh Besar, Tgk Syahabuddin dan dilakukan usai shalat Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.


Usai disyahadatkan, Sobar berganti nama Islam menjadi Muhammad Sabar dan istrinya berubah nama menjadi Siti Aisyah. Pasangan suami istri yang sebelumnya beragama Kristen itu menyatakan masuk Islam tanpa paksaan dari siapapun.


Airmata terharu juga terlihat dari wajah pasangan suami istri yang kini menetap di perumahan mualaf binaan Baitul Mal Aceh Besar di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho.


Hadir dalam kegiatan pensyahadatan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Tgk Zaini ZA SAg MH, Kadis Syariat Islam Aceh Besar T Hasbi SH, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, KepalaTatausaha Kemenag Aceh Besar Nasrullah SAg dan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Drs M Zain MPd, anggota DPRK Aceh Besar Iwan Sulaiman, para PNS, serta tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Kota Jantho.


Dalam bimbingannya, Tgk Syahabuddin mengharapkan agar pasangan suami istri tersebut terus mendalami ajaran Islam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariaan.


Kepada tokoh dan warga muslim, diharapkan dapat membimbing kedua saudara seiman tersebut, sehingga menjadi umat Islam yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT. ”Alhamdulillah, Saudara Muhammad Sabar dan istri telah dengan kerelaan hati memeluk agama Islam dan memperoleh hidayah dari Allah SWT. Semoga dapat terus mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.  


Pensyahatan pasangan suami istri ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jantho yang ke-29 yang jatuh pada Jumat (3/5/2013). Pemkab Aceh Besar sendiri pagi tadi menggelar upacara HUT Aceh Besar dan Sidang Paripurna DPRK.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/03/mm6nzv-saat-dihina


Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

Monday, October 14, 2013

Jamaah Haji Tamu Raja Berada di Arafah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Seperti tiga juta jamaah haji dari seluruh dunia, jamaah haji yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, saat ini sudah berada di Arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf.


”Alhamdulillah, kondisi Bella Saphira dan suaminya baik-baik. Bersama puluhan jamaah haji Indonesia yang menjadi Tamu Raja Arab Saudi, Bella sudah berada di Arafah melaksanakan wukuf,” jelas Imam Besar Masjidil Istiqlal Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub MA melalui pesan singkat kepada Republika Senin (14/10).


Pakar Hadis dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan, Bella dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi, meninggalkan Kota Makkah Ahad (13/10) malam waktu Saudi.


”Insya Allah, malam ini pukul 01.00 wib atau pukul 21.00 waktu Saudi, Bella Shapira dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi meninggalkan Makkah menuju Arafah,” jelas Prof Ali.


Ia meminta untuk mendoakan Bella agar menjadi Muslimah shalihah. ”Doakan semoga Allah SWT memudahkan segalanya, memabrurkan hajinya dan menjadikannya sebagai Muslimah shalihah,” ujarnya.


Jamaah haji Indonesia yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al-Mubarak di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).


Total jumlah undangan mencapai 90 orang. Mayoritas mereka berasal dari kalangan akademisi, ulama dan guru. Setiap tahun, Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengundang sekitar seribu jamaah haji dari seluruh dunia dengan semua fasilitas, tiket dan akomodasi ditanggung penuh kerajaan.


Ikut dalam rombongan tamu raja ini artis Bella Saphira yang baru saja masuk Islam dengan ditemani suaminya Mayor Jenderal (TNI) Agus Surya Bakti.


“Ttahun ini terjadi pengurangan kuota besar-besaran hingga 20 persen. Namun begitu, kami berharap agar program ini tetap berjalan meski dengan situasi sulit ini dan diharapkan dapat dipergunakan seluas-luasnya oleh saudara-saudara kami di Indonesia,” ujar Mubarak dalam sambutannya.


Tujuan program ini, menurut dubes yang meraih masternya di bidang politik dari Kanada ini, ada dua: pertama, sebagai saluran komunikasi antara Arab Saudi dan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, bahkan dengan negara-negara yang tidak dihuni oleh mayoritas Muslim.


Kedua, untuk menyampaikan pesan kepada saudara-saudara semuslim tentang proyek perluasan dan pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


Selain rombongan tamu raja yang berjumlah 90 orang, di hari yang sama, Duta Besar juga melepas rombongan jamaah haji yang termasuk dalam program bersama Kedutaan Besar dan Atase Agama Arab Saudi yang berjumlah 100 orang.


“Sebenarnya program ini tidak diadakan pada tahun ini. Namun, atas desakan dari Duta Besar Al-Mubarak yang menekankan agar program ini harus terlaksana, alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik. Karena itu, peran dubes sangat besar di sini,” ujar Atase Agama Arab Saudi, Dr. Ibrahim An-Nughaimisy.


Duta Besar Al-Mubarak menjelaskan, proyek perluasan Masjidil Haram ini merupakan yang terbesar dalam sejarah dan mendapat arahan langsung dari Pelayan Dua Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Azis.


“Ini tahun yang sangat sulit untuk menunaikan haji akibat pengurangan kuota sebesar 20 persen dari seluruh jamaah haji dunia. Kebijakan yang biasanya diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk haji atas kerjasama dengan yayasan sosial Ar-Rajhi distop. Sementara itu, masyarakat Indonesia sangat mengharapkan.”


Karena itu, pihak kedutaan lantas membuat program alternatif. “Program ini terwujud atas kerjasama semua
pihak: konsulter, atase agama dan kantor duta besar. Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.


Dubes menambahkan, ”Konsuler Arab Saudi, Turky Al-Waily, bukan hanya membantu, tapi ikut menekan dubes agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Al-Mubarak sambil tersenyum yang disambut tawa hadirin. 


Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/11/121123_warga_baduy_ktp_sundawiwitan.shtml


Jamaah Haji Tamu Raja Berada di Arafah

Tuesday, January 15, 2013

Guru Besar Rantau Bemban Dijerat Tiga Pasal

*Penipuan, Penggelapan, dan Penistaan Agama

TRIBUNNEWS.COM SANGATTA,- Jajaran penyidik Polres Kutai Timur terus mendalami perkara Guru Besar Rantau Bemban berinisial BNTL. Perkembangan terkini, penyidik menjerat sang guru dengan tiga pasal sekaligus.

Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Syakir Arman, mengatakan penyidik akan menggunakan tiga pasal dalam memproses kasus BNTL, yaitu penipuan, penggelapan, dan penistaan agama.

Pada berkas awal yang diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sangatta tanggal 19 Desember lalu, penyidik masih fokus pada pasal penipuan dan penggelapan yaitu pasal 378 dan 372 KUHP, tanpa memasukkan pasal penistaan agama.

“Berkas yang dikembalikan dari Kejari sudah kami lengkapi. Kami juga memasukkan pasal penistaan agama dalam berkas yang akan diserahkan dalam waktu dekat,” kata Syakir. Informasi dari penyidik, berkas akan diserahkan pekan ini.

Pihak penyidik menilai keterangan yang disampaikan para saksi sudah cukup kuat untuk masuk ke dalam pasal penistaan agama. “Indikasi penyimpangannya cukup banyak. Dijelaskan saksi ada sekitar 22 point. Karena itu kami juga memasukkan pasal penistaan agama,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Didik Farkhan, SH, MH, sebelumnya mengatakan telah meneliti berkas awal. “Setelah kami teliti, berkas awal kami nyatakan belum lengkap (P 18) dan kami kembalikan dengan disertai petunjuk-petunjuk formil dan materiil,” kata Didik.

Rencananya, Didik akan langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Alasan saya langsung sidang sendiri, kasus ini masuk katagori perkara penting. Dan perkara ini dulu Pakem yang menangani. Jadi sebagai Ketua Pakem saya putuskan turun sendiri,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim, Fahmi Rasyad, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait rencana pembinaan para pengikut Guru Besar Rantau Bemban.

“Sudah ada pembentukan tim pembinaan. Insya Allah tim akan segera bergerak. Kami juga mengajak ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk membina pengikut guru besar,” katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kutai Timur juga telah menerbitkan fatwa sesat dan menyesatkan atas aktifitas dan ajaran guru besar Rantau Bemban, berinisial BNTL, yang diamankan Polres Kutim sejak Senin (10/12/2012) lalu.

Ketua MUI Kutim, H Sobirin Bagus, mengatakan pihaknya menerbitkan fatwa tersebut setelah melalui pembahasan bersama jajaran pengurus struktural MUI, pihak Kemenag Kutim, perwakilan ormas Islam, pihak kepolisian, serta para tokoh Islam Kutim.

Berdasarkan penelusuran MUI, BNTL mengakui bahwa dirinya tidak pernah belajar agama dan tidak bisa membaca Al-Quran. “Yang bersangkutan juga mengakui tidak mengajarkan agama berdasarkan Al-Quran dan hadits, melainkan bisikan dari alam ghaib,” katanya.

Pada sisi lain diketahui bahwa syahadat harus dilakukan melalui dirinya, dan selain itu dianggap tidak sah. Ummat diluar kelompok mereka dikatakan kafir, dan penekanan yang kuat pada ajaran zakat diri yang dianggap bisa membebaskan diri dari dosa dan menjamin kedudukan di surga. Plus berbagai indikasi menyimpang lainnya.

“Sebenarnya ada banyak point indikasi penyimpangan yang disampaikan mantan muridnya. Namun kami tidak menyoroti hal-hal yang mengambang dan bersifat relatif. Yang jelas kami memberikan tinjauan syari’at atas point-point yang disampaikan mantan pengikutnya,” katanya.

Karena itu MUI membuat beberapa keputusan. “Pertama, menyatakan ajaran guru besar Rantau Bemban sesat dan menyesatkan. Kedua, kami menyerahkan fatwa tersebut kepada Pemkab Kutim dan aparat terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Berikutnya, MUI Kutim akan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kutim untuk melakukan program pembinaan atau rehabilitasi mantan pengikut guru besar. “Kami akan menyesuaikan pola pembinaan dengan basic pemahaman para warga Rantau Bemban sebelum mereka menjadi murid BNTL,” katanya. (kholish chered)

Baca  Juga  :

Article source: http://www.themalaysianinsider.com/malaysia/article/pakatan-leave-funding-of-mega-islamic-bank-to-market-forces


Guru Besar Rantau Bemban Dijerat Tiga Pasal

Saturday, June 1, 2013

Perlu pemimpin berjiwa besar

BIARPUN Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU-13) telah berakhir hampir tiga minggu yang lalu, namun pakatan pembangkang masih tidak dapat menerima kenyataan. Malah lebih 10 perhimpunan haram diadakan bagi membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap kerajaan Barisan Nasional (BN).


Perhimpunan haram atau lebih dikenali dengan ‘Blackout 505′ itu nyata mencetuskan rasa gelisah kepada rakyat. Justeru, wartawan Mingguan Malaysia, AZRAN FITRI RAHIM dan ASMA HANIM MAHMOOD bersama jurugambar IRWAN MAJID, mendapatkan pandangan Mufti Kerajaan Kelantan, DATUK MOHAMAD SHUKRI MOHAMAD mengenai perkembangan tersebut.


Dalam pertemuan di pejabatnya di Balai Islam Lundang, Kota Bharu, Mohamad Shukri tanpa berselindung melahirkan rasa kebimbangannya terhadap siri perhimpunan atau cara pakatan pembangkang itu yang disifatkannya telah terkeluar daripada ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah dan mengikut kerangka Syiah serta Khawarij.


Turut disentuhnya ialah mengenai ‘dua pil’ yang paling mujarab yang diajar oleh Islam iaitu bersyukur apabila berjaya dan bersabar apabila gagal. Jika kedua-dua pil itu tidak digunakan, beliau bimbang nikmat yang dikurniakan Allah sebelum PRU-13 iaitu keamanan, akan hancur sekiranya siri perhimpunan tersebut diteruskan oleh pakatan pembangkang.


Sepanjang wawancara tersebut beliau amat menekankan tentang perpaduan umat Islam dan yakin ia akan dapat dicapai kerana masih ada banyak jalan menuju ke arah itu. Ikuti kupasan lanjut tokoh agama ini.


MINGGUAN: Pihak pembangkang mengatakan bahawa pilihan raya ini tidak adil dan zalim. Bagaimana Datuk melihat perkara ini, apakah benar wujud kezaliman di sini?


MOHAMAD SHUKRI: Sekarang ini negara kita, negara yang ada sistemnya, dengan pilihan raya itu sendiri ada peraturan dan undang-undangnya. Jadi kalau kita kata tidak adil, kita sebenarnya dalam kaedah Islam, sesiapa sahaja yang menjadi pendakwa, maka dialah bertanggungjawab untuk membuktikannya, beban bukti itu dipertanggungjawab yang mendakwa. Jadi kalau kita rasa pilihan raya ini berlaku ketidakadilan, maka kita perlu tampilkan bahan-bahan bukti. Kerana dalam kaedah Islam ‘Al-bayyinah alal mudda’ie’ sesiapa yang mendakwa, dialah dibebankan untuk menampilkan bahan bukti.


Setakat ini saya belum nampak tindakan dari segi undang-undang untuk mengatakan bahawa ini tidak adil, pilihan raya berjalan tidak adil. Ini hanya setakat ini dakwaan tidak adil. Jadi dakwaan sahaja tidak semestinya membuktikan ia tidak adil. Perlu dibuktikan dan dalam sistem yang ada kita boleh kemukakan untuk mendapatkan hak keadilan itu seperti petisyen pilihan raya dan lain-lain ruang yang dibuka yang patut dipakai.


Untuk memberi (menentukan) keadilan ini bukan orang ramai. Kalau berlaku kemalangan jalan raya antara A dan B, tentulah B akan kata A yang salah sebab berhenti mengejut, tetapi A pula mengatakan B yang salah kerana melanggar belakang kereta. Jadi bila hendak selesai? Sebab itu perlu dikemukakan kepada pihak pengadilan baru tahu siapa yang salah. Kita tidak dibenarkan menghakimi ketidakadilan itu bukan pada gelanggangnya. Katakanlah kita mengadakan perhimpunan, apakah perhimpunan ini boleh menjadi gelanggang mahkamah untuk menentukan adil atau tidak adil? Sebab itu kita raikanlah peraturan dan undang-undang yang ada kalau kita tidak berpuas hati. Sama ada kita menang atau kalah, kita masih dapat menikmati keamanan, walaupun kalah kita aman apatah lagi yang menang.


Maksudnya perhimpunan itu tidak perlu diadakan secara besar-besaran?


MOHAMAD SHUKRI: Perhimpunan itu kalau hendak diadakan juga, perlu mengikut peraturanlah, kerana undang-undang mengatakan boleh berhimpun secara aman. Nak berhimpun secara aman itu boleh, jadi pihak berkuasa boleh menentukan hendak berhimpun di mana tetapi ia bukan satu mahkamah untuk mengadili ketidakadilan yang didakwa itu.


Dari segi pandangan peribadi, adakah Datuk sendiri melihat ada penyelewengan dalam pilihan raya baru-baru ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pilihan raya ini Pilihan Raya ke-13 bagi negara, setiap kali menjelang pilihan raya akan wujudlah dakwaan-dakwaan sebegitu. Tentang ketidakadilan, kita sudah buka ruang untuk pemerhati-pemerhati yang setakat ini tidak mendengar laporan mereka mengatakan pilihan raya berjalan dengan tidak betul. Jadi saya sendiri tidak pernah buat kajian. Kita berbalik kepada yang saya sebut tadi, kalau kita kata pilihan raya ini tidak adil, tidak telus maka kita rujuklah kepada mahkamah. Mengapa kepada hal-hal lain kita boleh rujuk ke mahkamah tetapi dalam pilihan raya kita tidak boleh percaya kepada mahkamah?


Bagaimana pula Datuk melihat kesan PRU-13 kepada umat Islam?


MOHAMAD SHUKRI: Saya cukup terpanggil dengan PRU-13 ini. Kita cukup menaruh kebimbangan trend yang berlaku dalam negara kita, terutamanya apabila rasa tidak puas hati dicetuskan dan dimanifestasi dengan mengadakan perhimpunan-perhimpunan. Perhimpunan ini ada dua, perhimpunan aman dan perhimpunan yang boleh mencetuskan huru-hara. Dalam kaedah Islam, sesuatu yang tidak baik atau ‘mafsadah’ iaitu keburukan dan kerosakan tidak boleh diatasi dengan keburukan yang sama apatah lagi dengan keburukan yang lebih memudaratkan. Satu-satu keburukan tidak boleh diselesaikan dengan melakukan keburukan juga ataupun keburukan yang lebih parah.


Yang keduanya, amalan dalam Islam kita ada ‘al-amru bilmaruf wan nahyu anil munkar’ iaitu melakukan kebaikan mencegah kemungkaran, jadi bagaimanakah pendekatan untuk melaksanakannya? Sekarang ini saya nampak trend itu sudah terkeluar daripada aliran Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ), trend untuk melaksanakan amar maaruf nahi munkar itu semacam tidak mengikut kerangka ASWJ. Ada ternampak bibit-bibit untuk melakukan amar maaruf itu dalam kerangka Syiah, dalam kerangka Khawarij. Ini yang membimbangkan saya. Padahal amalan di negara ini adalah ASWJ. Kecenderungan untuk pergi kepada amalan Syiah dan Khawarij perlu dibendung.


Bagaimana Datuk melihat fitnah yang ditimbulkan pembangkang kerana ia menimbulkan kekacauan dan menanam sikap benci kepada kerajaan?


MOHAMAD SHUKRI: Kita sebagai orang yang beragama, apa juga yang kita putuskan, pendekatan yang kita ambil mesti sesuai dengan tuntutan agama. Kita tidak boleh buat sesuatu mengikut nafsu, sebagaimana maksud hadis Rasulullah SAW, Orang yang lemah itu adalah orang yang mengikut hawa nafsunya”. Jadi ini sebenarnya orang yang lemah, oleh kerana itu apabila kita hendak bertindak perlulah secara bijak, secara rasional dan tidak terkeluar daripada agama.


Jadi maksudnya, Arab Spring atau Malaysian Spring atau orang kata sekarang Anwar Spring tidak perlu berlaku di Malaysia?


MOHAMAD SHUKRI: Tidak perlu berlaku. Kita dalam pengajian agama ada kaedah dipanggil ‘qias’. Ia ada kaedahnya apabila kita hendak kaitkan hukum haram kepada dadah, kita ‘qias’ dengan arak, apa sebab? Di mana persamaan, kerana arak ada elemen memabukkan, Rasulullah kata setiap perkara memabukkan adalah haram, jadi arak dan dadah itu persamaannya kerana boleh menghilangkan kewarasan, jadi kalau kita nak kata Arab Spring , di mana persamaan?


Berlakunya Arab Spring di Mesir, bagaimana suasana rakyat duduk di bawah pemerintahan kerajaan mereka sehingga tercetusnya kebangkitan atau Arab Spring. Tetapi di Malaysia mengapa perlu cetus seperti Arab Spring? Hanya kerana ketidakadilan yang kita katakan sebagai persepsi bukan realiti. Padahal realitinya kita boleh bebas, kalau memang tertekan, pembangkang tidak ada yang menang, kalau pilihan raya berjalan secara tipu, patutnya pembangkang tidak akan menang satu kerusi pun.


Ini pembangkang boleh menang, hampir-hampir menubuhkan kerajaan, diakui masa berkempen ada dirasakan tidak puas hati, tidak diberi ruang dalam akhbar, media elektronik pun terhad, ini ketidakpuasan kitalah, tetapi adakah kita boleh cetuskan seperti Arab Spring itu? Saya fikir banyak lagi ruang-ruang yang boleh. Apakah dengan perhimpunan sahaja untuk menegur ketidaktelusan ini? Mengapa kita tidak boleh gunakan pendekatan sabar? Maknanya masuklah lagi dalam pilihan raya pada masa akan datang dengan mula berkempen hari ini. Barangkali berhimpun itu sudah menjadi cara kempen mereka. Tapi dalam kaedah Islam, apa yang dijangka boleh menimbulkan keresahan, kita tidak boleh mengatakan kita sahaja tidak resah, saya sendiri resah apa kalau hadir perhimpunan, tetapi peniaga-peniaga resah, pemandu-pemandu teksi resah, jalan raya tersekat sana sini, ini menyusahkan, sedangkan dalam Islam, adab-adab jalan raya mesti dipatuhi, halangan tidak boleh.


Datuk melihat bagaimana cara terbaik untuk menyatupadukan umat Islam sebab selepas PRU-13 nampak semakin ada jurang?


MOHAMAD SHUKRI: Saya melihat begini, dari segi Islam ada dua istilah, satu ‘ikhtilaf’ dan satu lagi tafarruq. Al-Quran larang tafarruq, berpecah belah, tapi ikhtilaf berbeza dengan tafarruq. Ikhtilaf bermaksud perbezaan jalan untuk mencapai kepada kebenaran, maknanya berselisih dari segi metodologi atau jalan untuk sampai kepada kebenaran dan mencapai maqasid syariah, objektif daripada syariah.


Itu yang tidak salah dari segi Islam, ikhtilaf tidak dilarang, sebab ulama besar kita, Imam Syafie, Maliki, Hambali dan Hanafi, mereka tidak pernah menidakkan orang lain atau mengatakan si A ini adalah salah. Ulama-ulama kita dalam mazhab-mazhab ini hanya berselisih dalam hal cara atau metodologi sahaja untuk mencapai kebenaran, sebab itu imam Abu Hanafi, Maliki, Hanafi dan Syafie tidak pernah menidakkan satu sama lain. Itu dipanggil ikhtilaf. Metodologi boleh kita berbeza dan memang berbeza pandangan dan pendapat adalah tabiat asal manusia. Jadi kalau kita bagaimana untuk penyatuan umat, kita berbeza pendapat dari segi metodologi tetapi bukan iktirab perbalahan sehingga kita berkerat rotan dan berpatah arang.


Kedua, kaedah yang diterima pakai oleh ulama ialah mana-mana yang kita setuju, kita sepakati, tetapi mana-mana yang selisih, kita toleransi. Jadi bersepakatlah dalam hal yang kita persetujui. Sebenarnya banyak perkara yang lebih banyak kita bersetuju, bersepakatlah dalam hal yang dipersetujui dan bertolak ansur dalam hal yang berselisih. Ketiga, kita sebenarnya sangat memerlukan kepimpinan yang berjiwa besar, fikir bagaimana nak menyatupadukan umat Islam perlu kepada kepimpinan yang berjiwa besar contoh Nabi Muhammad SAW seorang yang berjiwa besar apabila timbul perbalahan di kalangan kafir Quraisy untuk meletakkan Hajar Aswad ke dinding Kaabah mereka hampir mencetuskan peperangan tetapi bila Nabi masuk, Nabi dapat damaikan kabilah Arab yang mahu berperang ini. Apabila Nabi meletakkan hamparan dan letak Hajar Aswad dan semua ketua kabilah pegang dan usung beramai letak di dinding kaabah perbalahan tidak berlaku, sebab Nabi berjiwa besar.


Kita selagi belum ada pemimpin berjiwa besar, payah untuk kita berdamai. Kita sedang mencari pemimpin yang berjiwa besar, kalau ada pemimpin berjiwa besar, pemimpin ini akan menghargai kebenaran, pemimpin ini bukan hanya pintar, cerdik tetapi pintar dan cerdik kalau tidak sampai kepada kebenaran ia sia-sia jadi kita hendak pemimpin yang berjiwa besar yang boleh akalnya mengawal nafsu. Sekarang ini akal dikuasai, yang dominannya nafsu, inilah terjadi perpecahan dan perbalahan. Kalau akal mendominasi nafsu tak apa, lebih-lebih lagi nafsu dan akal didominasi oleh wahyu amat bagus tetapi sekarang tidak berlaku begitu, nafsu duduk di atas, nafsu mahukan kekuasaan dan kepentingan diri dan puak, maka kalau selagi ini tidak boleh diketepikan, kepentingan puak dan diri tidak diketepikan ia tidak boleh wujud perpaduan.


Kalau kita nak kata macam mana perpaduan hendak dicapai, pemimpin itu yang mustahak. Kita lihat pada tahun 70-an ada pemimpin bernama Tun Abdul Razak, ada pemimpin bernama Datuk Asri Muda yang melihat kepentingan masyarakat Melayu Islam di Malaysia, lalu pergi berunding di Geneva, empat mata lalu balik maka berlakulah kerajaan campuran Kelantan, penyertaan Pas dalam BN kerana mereka berjiwa besar melihat ke depan tetapi tidak lama berpecah balik, ini sejarah. Saya merasakan bahawa kalau kita hendak betul-betul secara sedar keperluan kepada penyatuan umat jangan jadikan gelanggang media tempat untuk mencari perpaduan, kena secara kerahsiaan. Usaha untuk menyatu padukan ini mesti digerakkan secara low profile’ tidak dihebahkan. Biasa dihebahkan, bila masuk surat khabar, orang yang ada kepentingan akan menentang. Sebenarnya usaha ke arah penyatuan umat ini lama diusahakan selepas berjaya dahulu tahun 70-an, tetapi selepas itu bergolak balik sampai hari ini, tetapi kalau ada usaha secara low profile ini saya yakin ia boleh menjadi kenyataan.


Maksudnya Pas dan UMNO mesti bersatu?


MOHAMAD SHUKRI: Siapa sahaja yang merasakan dan bertanggungjawab terhadap agama perlu bersatu, mungkin Pas dan UMNO dan mungkin lain-lain.



Di antara alasan yang sering diberikan oleh pemimpin Pas yang menolak perpaduan ialah UMNO hanya inginkan perpaduan kerana pada ketika ini mereka lemah dan ketika UMNO kuat, mereka tidak pernah memandang Pas. Bagaimana Datuk melihat alasan seperti ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pandangan ini masih didominasi oleh perasaan tidak di dominasikan oleh akal yang rasional. Setiap yang rasional akalnya kepada perpaduan cuma perasaan. Sekarang, kalau nak bersatu, A kena masuk B, B kena masuk A. Sekarang kena merasai kepentingan umat Islam itu. Dalam kaedah syarak sendiri disebut, ‘Semoga Allah memberi kemaafan kepada yang telah berlalu’. Orang Melayu selalu kata bila biduk berlalu kiambang bertaut, air yang ditetak tidak akan putus, itu harus ada dalam pemikiran pemimpin kita. Bukan (alasan) kata dia hendak lemas baru dia hendak pada kita, kalau tidak lemas tidak datang kepada kita, itu barang kali cakap-cakap bahasa politik, bila lemah mahu datang minta tolong tetapi benarkah ada pihak yang lemah. Adakah betul-betul UMNO sudah lemah? Apakah Pas lebih kuat daripada UMNO? Saya tidak nampak juga, yang saya nampak, Pas di nombor tiga, DAP nombor satu, PKR nombor dua, DAP yang paling kuat.


Dalam hal politik ini tawar menawar siapa lebih kuat perlu diketepikan, kalau kita berbeza dari segi metodologi tetapi matlamat adalah kebenaran untuk menyelamatkan bangsa, tanah air dan kepimpinan. Kalau kepimpinan terlucut kepada yang lain, masa itu kita hanya menangis tidak berair mata. Mungkin di peringkat saya tidak ada apa sekarang, anak saya tidak ada apa, tetapi mungkin berlaku pada cucu saya. Kita boleh lihat masyarakat kita di negara jiran, apa yang berlaku? Banyak pelajaran di sekeliling kita yang boleh dipelajari terutama di Timur Tengah, Palestin, Iraq, Syria, dan Mesir sendiri mengambil masa yang lama untuk kembali pulih, silap-silap nanti berlaku lagi apabila kita lemah.


Dalam soal ini, kita bukan lihat kepada UMNO dan Pas, kita lihat kepada umat Islam kerana dari segi logik kita tidak kuat kalau kita berpecah, kita akan kuat kalau kita bersatu, kalau kita berpecah dua, dua-dua, kalau ada tiga, tiga-tiga lemah, kita tidak boleh A lemah, B kuat kerana berpecah, kalau berpecah A,B,C tetap lemah sebab al-Quran sebut begitu kalau berpecah hilang kekuatan. Sebab itu isu siapa lemas, lemah dan kuat, kita tidak boleh timbul dalam perpaduan.


Apakah Datuk yakin akan wujud perpaduan UMNO dan Pas yang menjadi impian seluruh umat Islam di negara ini?


MOHAMAD SHUKRI: Memang ajaran agama tidak membenarkan kita pesimis, kita diajar supaya positif dan optimis. Kita masih merasakan jalan untuk penyatuan itu masih ada dan banyak.




Perlu pemimpin berjiwa besar

Tuesday, November 19, 2013

Pelajar Muslim AS Tak Bisa Rayakan Hari Besar Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MONTGOMERY — Pelajar Muslim Montgomery Couty, Maryland kehilangan kesempatan merayakan hari besar Islam bersama keluarga. Ini karena, Dewan Pendidikan Montgomery County tidak menjadikan hari besar Islam sebagai hari libur dalam kurikulum baru.


Michael Durso, anggota Montgomery COunty mengatakan keputusan ini telah dibahas selama berbulan-bulan. Karena itu, orang tua berkewajiban memberitahu anak-anaknya.”Putusan ini memang tidak seperti apa yang diperoleh keluarga lain,” kata dia seperti dilansir washington post, Selasa (19/11).


Persoalan ini sempat menjadi perdebatan cukup lama. Komunitas Muslim telah mengajukan permohonan agar hari besar Islam dimasukan sebagai hari libur, serupa dengan hari besar Kristen dan Yahudi. “Kami ingin anak-anak diperlakukan sama seperti teman mereka yang beragama Yahudi dan Kristen,” ungkap Khaled Abuhatab, salah seorang orang tua siswa.


Secara terpisah, dewan sekolah menilai faktor ketidakhadiran pelajar dikhawatirkan bertambah seiring pengakuan terhadap hari besar Islam. “Kami meminta sesuatu yang berbeda dengan komunitas Muslim dengan Yahudi dan Kristen. Tapi kami punya pertimbangannya, yakni data statistik 1973,” ungkap Philip Kauffman, Wakil Presiden Dewan Sekolah Montgomery County.


Philip mengungkap, ada 5.6 persen pelajar dan 5 persen guru tidak masuk ketika Idul Adha. Persentase ini diatas rata-rata Montgomery county, yakni 3.2 persen pelajar dan 4.2 persen guru.


Saqib Ali, mantan anggota parlemen negara bagian putusan ini bukanlah akhir. Yang pasti, mulai ada dukungan terhadap hak Muslim. “Pasti ada beberapa kemajuan sejak tahun lalu,” kata Ali .


Selama pertemuan dewan sekolah, kata Ali, masalah ini menjadi prioritas. Dalam waktu dekat, dewan juga akan membahas kembali kemungkinan aturan dan mekanisme hari libur Islam.


Article source: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/10/26/69538/438/13/Zahra-Baintner-terharu-dengan-ritual-Haji


Pelajar Muslim AS Tak Bisa Rayakan Hari Besar Islam

Monday, April 1, 2013

Afghanistan: Keluar Total Bukan Suatu Pilihan

Seorang Tentara Afghanistan dan dua Tentara A.S. bersiap siaga di belakang
dinding lumpur di sebuah kamp di distrik Daman provinsi Kandahar pada bulan
September 2012. [AFP/GETTY IMAGES]

Banyak pihak memperkirakan tahun 2014 sebagai tahun di mana koalisi
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin oleh Amerika Serikat akan keluar dari
Afghanistan. Sasaran itu tampaknya semakin tidak bisa dicapai mengingat keadaan
perang yang belum selesai. Gambaran ini terus berubah setiap harinya sebagaimana
halnya merespons kebutuhan akan sumber daya.

Pada awalnya, penunjukan A.S. atas Afghanistan sebagai sekutu terbaru
non-NATO yang utama mengantar ke gelombang transformasi. Gerakan itu sendiri tidak
saja mengikat baik warga Afghanistan dan Amerika untuk waktu yang lama tetapi juga
dapat melindungi kepentingan kedua negara tersebut di masa depan. Sementara itu,
berbagai kelompok kepentingan menunggu dengan tidak sabar di sisi barisan untuk
mengambil alih kepemimpinan.

Kondisi militer, keuangan, dan politik terkini menentukan bagaimana keadaan
akhir Afghanistan akan terbentuk.

Truk-truk pengungsi Afghanistan dari Pakistan tiba di pusat P.B.B. di
Kabul, di mana para pengungsi yang kembali diberi US$100 untuk memulai kehidupan
baru di Afghanistan. Walaupun mereka pengungsi Afghanistan, banyak dari mereka
dilahirkan di Pakistan, dan ini pertama kalinya mereka berada di Afghanistan.
[mandy clark]

Faktor Militer

Kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan, setelah mengalami peningkatan,
berjumlah 68.000 lebih pada bulan September 2012. Pada tahun 2013, jumlahnya mulai
menyusut sedikit demi sedikit, tetapi jumlah akhir tetap menjadi rekaan setiap
orang. Banyak pihak mengatakan jumlah mereka sebanyak 50.000; yang lain mengatakan
perhitungan yang realistis adalah 25.000 sampai 30.000 tentara.

Jadi, mengapa Tentara A.S. diperlukan berada di bumi Afghanistan saat
terdapat lebih dari 350.000 pasukan keamanan Afghanistan, menurut perhitungan Gedung
Putih A.S.?

Dari jumlah pasukan ini, Afghan National Army (ANA) atau Angkatan Darat
Afghanistan hanya 122.000 orang dan dilatih oleh koalisi internasional. Pelatihannya
singkat, dan mereka adalah Tentara muda dan kurang berpengalaman. Semua milisi lama
tidak dimasukkan ke dalam militer setelah dilakukan suatu eksperimen untuk
memasukkan mereka ke dalam pasukan biasa gagal. Mereka kesulitan memahami struktur
komando Angkatan Darat. Pada saat dilakukan suatu operasi di daerah mereka, mereka
sudah jauh terlalu mengakar dalam politik lokal.

Seorang ayah dan anak Afghanistan mengumpulkan kayu bakar di Badakhshan,
provinsi di utara Afghanistan. Kekurangan gizi menjadi penyebab utama kematian
bagi anak-anak dan balita di wilayah ini. [Mandy Clark]

Jadi, dengan jumlah Angkatan Darat Afghanistan sebesar 122.000, akan tidak
mungkin untuk melindungi negara dari ancaman dalam atau luar negeri. Risiko keduanya
sangat jelas. (lihat kolom samping pada halaman 53 dan 54).

Idealnya, tujuan dari setiap militer adalah untuk melindungi perbatasan
internasionalnya. Namun dalam kasus Afghanistan, operasi militer terutama ditujukan
untuk memerangi ancaman dari dalam negeri.

Menurut skenario, Amerika berusaha keras untuk tidak harus menapakkan jejak
sepatu bot mereka. Melainkan, mereka berencana untuk memberikan jaringan intelijen
yang kuat untuk memberi rakyat Afghanistan intelijen teknis yang dapat diandalkan
untuk melawan setiap serangan atas kedaulatan bangsa mereka.

Strategi ini merupakan bagian dari tujuan A.S. untuk mencegah serangan 11
September yang lain di dalam negeri. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen
mereka untuk mencegah Pakistan menggunakan kedalaman fungsi Afghanistan untuk
mengembangkan kembali suatu wilayah terorisme yang strategis sekali lagi. Amerika
Serikat juga akan meninggalkan perlengkapan kontraterorisme handal yang mampu
bertindak dalam intelijen bila rakyat Afghanistan meminta bantuan dalam menghadapi
ancaman.

Polisi Nasional Afghanistan melakukan latihan dalam upacara wisuda di
sebuah pusat pelatihan polisi di provinsi Laghman pada 20 September 2012.
Negara-negara NATO berencana untuk menarik pasukan perangnya secara
besar-besaran pada akhir tahun 2014 setelah penyerahan bertahap kepada Angkatan
Darat dan polisi Afghanistan. [AFP/GETTY IMAGES]

Kemitraan strategis A.S.-Afghanistan telah ditandatangani, tetapi jumlah dan
bentuk pasukan kontraterorisme yang tepat masih belum pasti. Apapun masalahnya,
pasukan itu akan cukup besar dalam menangani setiap ancaman besar yang dapat merusak
kedaulatan Afghanistan. Penetapannya akan didasarkan pada apa yang diinginkan oleh
rakyat Afghanistan dan sumber-sumber daya apa yang akan diberikan oleh Amerika
Serikat.

Ada cukup banyak tekanan dari Pakistan, Iran, dan Timur Tengah yang digunakan
untuk mengurangi kehadiran Amerika. Perhitungan akhir Pasukan akan berupa apa yang
masuk akal bagi Amerika.

Prospek Ekonomi

Peluang finansial tampak benar-benar kurang jelas di Afghanistan. Walaupun
Afghanistan saat ini merupakan sebuah tempat yang sulit secara keuangan dengan gross
domestic product (GDP) atau produk domestik bruto sekitar US$20 miliar, negara ini
dapat mencapai potensinya dengan mengembangkan sumber-sumber dayanya secara cerdas.

Seorang anak lelaki Afghanistan dari Bamiyan menunggu di luar klinik medis
yang didirikan oleh USAID. [MANDY CLARK]

Kekayaan sumber daya mineral Afghanistan, yang diperkirakan sebesar US$1
triliun, dapat mengubah keadaan ekonominya. Kajian detail dari Pentagon A.S.
membantu menentukan kemampuan kekayaan mineral tersebut. Afghanistan dapat menjadi
pusat dunia dalam penyediaan litium, yang terutama digunakan dalam komputer,
demikian pendapat para pakar. Sebagaimana dijelaskan oleh menteri Afghanistan, “Ini
dapat menjadi tulang punggung perekonomian Afghanistan.”

Namun demikian, menjalankan operasi pertambangan dapat menjadi problematik
bagi Afghanistan. Negara ini kurang berpengalaman dalam mengurus kontrak-kontrak,
dan usaha seperti ini rawan korupsi. Pada awalnya, Taliban dan berbagai panglima
perang ingin mengambil alih sumber-sumber daya pertambangan dan meraup laba bagi
mereka sendiri. Meskipun sumber-sumber daya tersebut tetap di bawah pengawasan
pemerintah, negara-negara dan perusahaan-perusahaan lain dapat dengan mudah
mengeksploitasi Afghanistan karena rakyat Afghanistan sendiri tidak berpengalaman
dalam mengembangkan usaha-usaha sumber daya mineral. Selain itu, pendistribusian
laba secara adil kepada rakyat membawa tantangan-tantangan yang menakutkan.

Seorang bocah lelaki berumur 11 tahun bekerja sebagai pedagang buah di
Bamiyan. Ayahnya sakit parah untuk dapat menjajakan jualannya. Stabilitas
ekonomi diperlukan bagi Afghanistan untuk berkembang. [MANDY CLARK]

Jalur pipa Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India (TAPI) juga dapat menjadi
suatu sumber energi dan pendapatan yang penting bagi rakyat Afghanistan. Jalur pipa
ini akan terbentang sepanjang 735 kilometer di wilayah Afghanistan dan menghasilkan
pemasukan pasti sebesar US$400 juta setiap tahunnya. Ini akan menghasilkan 14 juta
standar meter kubik gas setiap hari, yang menjadikan Afghanistan kurang bergantung
kepada Rusia untuk kebutuhan energinya.

Lebih banyak energi juga berarti jalur pipa ini akan membantu menaikkan GDP.
Diperkirakan 12.000 personel keamanan Afghanistan akan ditugaskan untuk mengamankan
pipa saluran ini.

Realitas Politik

Eksistensi dalam dunia politik menentukan segalanya di Afghanistan. Siapa
yang duduk di Kabul dan menunjukkan kemampuan untuk melakukan transaksi dengan
komunitas internasional akan memegang kekuasaan—dan uang. Uang sangat penting di
Afghanistan. Saya ingat ketika berdiri di garis depan antara Taliban dan pasukan
Aliansi Utara di suatu pagi, ketika saya melihat tank-tank berjalan dari arah
Taliban menuju ke arah Aliansi Utara. Dalam waktu 20 menit, tank-tank itu melintasi
garis depan dan kemudian mengarahkan moncong-moncongnya ke Taliban.

Para pedagang dari Tajikistan dan Afghanistan menjual barang-barang mereka
di sebuah pasar mingguan yang digelar sepanjang perbatasan. Stabilitas ekonomi
diperlukan oleh Afghanistan untuk berkembang. [MANDY CLARK]

Sehari sebelumnya, para komandan Aliansi Utara telah menyerahkan ratusan ribu
dolar kepada para komandan Taliban dan membujuk mereka untuk tidak lagi berperang
dengan Taliban. Kehilangan divisi bersenjata mereka merupakan akhir permainan bagi
Taliban. Di hari-hari selanjutnya, Aliansi Utara masuk dan merampas jajaran-jajaran
yang tersisa.

Saat itu yang berperan adalah uang, dan bahkan kini uang memainkan peranan
yang sangat penting di Afghanistan. Selain pertanian, tidak ada yang dapat
menghasilkan pemasukan. Yang dulunya telah hilang dari Afghanistan sekarang kembali:
menanam bunga madat untuk produk-produk opium. Menanam bunga madat telah musnah
karena Taliban secara fisik membakar ladang-ladang dan monopolinya. Sekarang dengan
lengsernya Taliban dan Amerika tidak ingin terlibat dalam hal-hal yang sepele,
pertanian bunga madat tersebut menopang para tuan tanah feudal.

Namun demikian, Afghanistan telah lebih maju dibandingkan dengan waktu
sebelumnya. Terdapat partai-partai politik dan lawan-lawan yang serius: Ada Abdullah
Abdullah, seorang dokter medis dan diplomat kawakan untuk perjuangan pembebasan
Afghanistan dari Taliban, dan ada Ramazan Beshardost, seorang Hazara yang lurus dan
jujur tetapi tidak terkait dengan suku manapun.

entara Angkatan Darat Nasional Afghanistan berpartisipasi dalam pembangunan
dan prosedur pemeliharaan persenjataan dengan Pasukan A.S. di Camp Hero di
provinsi Kandahar pada 10 September 2012. [AFP/GETTY IMAGES]

Masih ada panglima-panglima perang seperti Ahmed Rashid Dostum, Amin Fahim,
dan Gulbuddin Hekmatyar, yang akan tetap menentukan arah pemerintahan di masa depan.

Amerika telah berhadapan dengan semua kelompok ini dan membuat sebagian besar
dari mereka sejalan. Namun, gabungan politik-militer seperti Taliban dan Hekmatyar
akan tetap menjadi masalah besar.

Sebuah laporan terakhir mengatakan bahwa kelompok-kelompok pecahan Taliban
bersedia membiarkan Amerika tetap tinggal asalkan Presiden Hamid Karzai turun.
Sebelumnya, Taliban mengatakan Amerika harus sepenuhnya keluar dari Afghanistan agar
mereka dapat menyatakan gencatan senjata. Sesungguhnya, berunding dengan kelompok
pecahan tidak masuk akal karena Taliban bukanlah kelompok tunggal yang terpadu.
Mullah Omar yang bermata satu memiliki pengikut terbesar, tetapi ada orang-orang
lain yang telah memisahkan diri dari kelompok ini.

Taliban dan Amerika telah mulai berunding namun kurang berhasil. Taliban
menginginkan pembebasan para pejabat kunci mereka dari Guantanamo Bay. Amerika tidak
setuju hal ini menjadi titik awal perundingan. Cepat atau lambat, kedua pihak akan
harus bersikap praktis dalam apa yang mereka ingin capai dan dapat capai.

Amerika menginginkan Taliban datang ke meja perundingan dan setuju dengan
politik pemilu. Taliban ingin melihat Amerika keluar sepenuhnya. Hal ini tidak
dimungkinkan bila Afghanistan yang aman adalah tujuannya.

Dengan Amerika keluar sepenuhnya, hal ini akan meninggalkan terlalu banyak
pemain untuk berebut kendali dari kekosongan ini. Menarik Afghanistan keluar dari
kekacauan berikutnya akan menjadi lebih sulit daripada memulihkan
tantangan-tantangan yang ada saat ini.

Keluar Atau Tidak Keluar

Semua perilaku yang terjadi di Afghanistan tampaknya akan teatp berlanjut
sementara berbagai kelompok kepentingan berusaha mengambil kekuasaan.
Serangan-serangan yang terus terjadi pada pasukan A.S. hanya dimaksudkan untuk
mengirimkan pesan yang kuat kepada Amerika untuk berkemas dan pergi. Namun,
serangan-serangan ini tidak berjalan lama, dan semua kelompok akan menyadari bahwa
mereka tidak akan dapat menakuti koalisi internasional dengan beberapa serangan yang
mematikan.

Penarikan dari Afghanistan dapat berarti meninggalkan ruang yang besar dan
tak terkendali dari mana kumpulan teroris berikutnya dengan kemampuan untuk
menimbulkan bencana yang bahkan lebih besar dari tahun 2001 akan sekali lagi
membangun pimpinan mereka, dan kali ini tidak hanya dua menara saja.

Penarikan ini sesungguhnya bukanlah menjadi suatu pilihan bagi pihak manapun.
Keberhasilan dari penarikan ini akan bergantung pada siapa yang bersedia mengambil
langkah besar untuk mencapai perdamaian dan siapa yang dapat mempertahankan momentum
ini.

Ancaman Dalam Negeri

Taliban (Orde Quetta): Kelompok ini dipimpin oleh Mullah Omar yang bermata
satu, pemimpin Afghanistan sebelum perang 2001, memiliki dukungan dalam dan luar
negeri yang paling besar. Pasukan keamanan Pakistan dipercaya telah mendukung
kelompok ini selama bertahun-tahun sebagai keping tawar menawar untuk sebuah peranan
di Afghanistan setelah Amerika keluar.

Jaringan Haqqani: Kelompok ini yang dipimpin oleh Jalaludin dan Sarajudin
Haqqani adalah peninggalan dari serangan tiba-tiba Amerika ke Afghanistan selama
pendudukan Rusia. Haqqani, yang pernah menjadi tamu Gedung Putih, dikatakan banyak
pihak, saat ini didukung oleh pasukan keamanan Pakistan. Kelompok ini adalah salah
satu kelompok sayap kanan yang bertujuan untuk menimbulkan sebanyak mungkin korban
jiwa di pihak pasukan Amerika. Secara ideologi mereka sejalan dengan al-Qaeda dan
tidak mungkin ikut serta dalam solusi demokrasi apapun.

Hizb-i-Islami Gulbuddin (HIG): Faksi ini terutama mewakili aspirasi Gulbuddin
Hekmatyar sendiri. Ia menurut dugaan menjadi kaya karena uang Amerika; beberapa
pihak memperkirakan ia menerima bantuan Amerika sebesar US$600 juta melalui Pakistan
pada tahun 1980-an dan terutama tergantung kepada Pakistan dan beroperasi dari
Pakistan. Ia telah menjadi perdana menteri Afghanistan pada dua kesempatan dan
kemungkinan akan mencoba kembali berkuasa. Ia menghadapi oposisi dari bekas
pesaingnya, termasuk musuh-musuh bebuyutannya seperti almarhum Komandan Ahmad Shah
Massoud dari Aliansi Utara. Gulbuddin terus mempertahankan milisinya dan melancarkan
serangan-serangan untuk menyatakan eksistensinya.

Kriminal lokal: Kaum preman dan penjahat bermunculan dalam jumlah puluhan
ribu karena tidak adanya pekerjaan di Afghanistan. Setiap orang yang memiliki
senjata dan tidak bekerja melakukan penculikan demi uang tebusan dan mulai
mengumpulkan pajak lokal untuk memberi makan diri sendiri dan para kroninya.
Orang-orang kaya, orang asing, dan warga lokal dan pelancong yang tak berdaya
menjadi suatu sumber pendapatan. Modus operandi ini sudah menjadi kebiasaan sejak
dulu kala di Khyber. Sudah menjadi cara hidup bagi banyak orang.

Korupsi: Ini sudah menjadi masalah besar bagi Afghanistan. Dengan uang yang
telah dipompa ke negara ini, Afghanistan sebenarnya telah bisa direkonstruksi
berulang kali. Para politisi dan birokrat Afghanistan yang korup mengantongi
sebagian besar dari US$300 miliar bantuan Amerika. Banyak yang telah membeli vila
pribadi yang mewah di Dubai, Uni Emirat Arab, tempat perlindungan pajak. Tidak
banyak yang dicapai dengan US$300 miliar yang telah dihabiskan di Afghanistan.
Jalan-jalan berantakan, bahkan di Kabul.

Ancaman Luar Negeri

Pakistan: Salah satu negara yang terkena dampak terparah selama perang
bertahun-tahun ini adalah Pakistan. Negara ini benar-benar terlibat dalam operasi
anti-Rusia dan, selama proses itu, telah berubah menjadi pusat kegiatan militan dan
konsekuensinya terorisme. Banyak rakyat Afghanistan telah memilih tinggal di
Pakistan dan kini tinggal antara Afghanistan dan Pakistan. Hal ini telah menimbulkan
banyak masalah di antara rakyat Afghanistan dan Pakistan. Pakistan juga menggunakan
Afghanistan sebagai kedalaman strategisnya di tahun 1990-an dan telah terbiasa
memperlakukan Afghanistan seperti wilayahnya sendiri. Tetapi sikap semacam itu telah
menjadikan Pakistan sebagai ancaman bagi kedaulatan Afghanistan.

Al-Qaeda: Al-Qaeda yang terutama didanai oleh Arab Saudi telah menjadi
ancaman terbesar bagi dunia. Namun, mereka tidak menikmati perlindungan dari
pemerintah mereka. Dengan akses mudah ke dana-dana minyak, mereka mendanai
operasi-operasi terorisme besar. Walaupun supremasi mereka telah terganggu dengan
tewasnya Osama bin Ladin, mereka terus menjadi pusat otak dari terorisme yang
dilancarkan. Kemampuan mereka telah dimusnahkan melalui tekanan aliran uang, tetapi
mereka akan tetap mengancam eksistensi setiap struktur demokrasi. Mereka memiliki
pengikut yang besar karena mereka telah mendanai kelompok-kelompok selama lebih dari
20 tahun.

Tarik-i-Taliban Pakistan: Kelompok ini terutama lahir dari peralihan
peristiwa-peristiwa tahun 2001 ketika pemerintah Pakistan mengarahkan senjatanya
kepada Taliban, yang pernah didukungnya. Taliban kemudian melarikan diri ke dalam
Wilayah-Wilayah Suku yang Diatur Pemerintah Federal Pakistan dan menciptakan
jaringan ini. Selain memerangi apa yang mereka pandang sebagai hegemoni Kristen dan
Yahudi, mereka berpendapat bahwa mereka dilahirkan untuk membuat suatu uji internal
dalam pemerintah Pakistan dan membawa Pakistan ke jalan Islam yang lebih puritan.
Mereka beroperasi di perbatasan Afghanistan dan, oleh karena itu, menjadi saluran
bagi setiap operasi yang terjadi di antara Afghanistan dan Pakistan dan perlu
dukungan mereka. Hal ini menopang mereka secara finansial, memberi mereka akses
kepada persenjataan dan mengamankan eksistensi mereka dalam operasi-operasi al-Qaeda
yang lebih besar. Mereka telah dituduh bertanggung jawab atas percobaan pengeboman
mobil Times Square 2010 di New York City.

Bagilah Artikel Ini


id, article, email

Belum ada komentar untuk artikel ini. Anda ingin menjadi yang pertama?

 

Terima kasih atas komentar Anda!

Tuesday, June 18, 2013

Apa yang tersirat di sebalik konflik di Syria


Syria menghadapi arus perubahan musim bunga politik yang sedang berlaku di dunia Arab secara khusus. Tidak boleh dinafikan sedikitpun, kebangkitan yang menggolakkan arus perubahan itu disebabkan oleh tempoh pemerintahan yang lama tanpa kebebasan rakyat.

Pemerintahannya bersifat diktator bertopeng demokrasi, yang menekan rakyat dengan lesen yang diberi oleh kuasa-kuasa besar dunia diatas nama rakan strategik bagi keselamatan Israel yang dilindungi dengan cara paling istemewa, akhirnya tidak mampu membatalkan musim yang bertiup.


Syria mempunyai kedudukan yang agak berbeza dengan negara Arab yang lain, kerana tidak mengiktiraf Israel dan tidak mengadakan hubungan diplomatik dengannya.


Syria juga menjadi pintu keluar bagi negara Iran yang dikepung, dalam masa yang sama mengizinkan buminya menjadi pangkalan bagi gerakan Islam Hamas dan Jihad Islami, serta pangkalan bantuan bagi Hizbullah yang berada di Selatan Lubnan.


Hamas dan Jihad Islami bermazhab Sunni, tidak sama dengan Bashar Assad yang menganut mazhab Alawi. Begitu juga Republik Islam Iran dan Hizbullah yang bermazhab Syiah Imamiyyah yang bertentangan juga dengan mazhab yang dianut oleh Bashar dan keluarganya.


 


Diambil kira juga parti Baath yang menganut ideologi sosialis yang keras sehingga hampir sama dengan negara komunis dan juga berfahaman nasionalis fanatik yang keras terhadap Israel.Semua ini menunjukkan bahawa masing-masing lebih menjadikan rakan strategik bagi menghadapi musuh yang sama iaitu Israel.


Dalam masa yang sama, negara kuasa besar khususnya Amerika yang menjadi rakan strategik Israel akan melindungi negara haram tersebut daripada sebarang gerakan yang dianggap ancaman kepada keselamatan Israel khususnya dalam berdepan dengan Islam.


Kumpulan Hamas, Jihad dan Hizbullah adalah ancaman paling bahaya terhadap Israel dengan bantuan Iran secara terbuka. Ia diumumkan oleh pemimpin utamanya Imam Ali Khamanaei dalam khutbah jumaatnya yang terakhir, diikuti oleh lawatan rasmi ke Iran oleh Ismail Haniyyah, Perdana Menteri Palestin yang tidak diiktiraf oleh Barat dan sekutunya walaupun dipilih secara pilihanraya yang dipantau oleh pertubuhan antarabangsa.  Maka kesemuanya adalah ancaman besar terhadap negara Zionis itu.


Sebelum daripada perkembangan ini, tercetus perang di Selatan Lubnan dan selepasnya serangan terhadap Ghazzah. Kedua peristiwa percubaan Israel ini yang menyerang bagi menghapuskan ancaman terhadap negara haram itu menemui kegagalan yang memalukan.


Percubaannya gagal walaupun dengan bantuan negara-negara rakan Israel dan sokongan terbuka dan tersembunyi oleh negara-negara Arab yang bersahabat dengan Israel.



Kesemua negara Arab dan negara Islam itu menerima konsep Road Map tajaan kuasa besar yang bertanggungjawab menubuhkan Israel. Ia juga ekoran dicetuskan isu ancaman teknologi nuklear Iran, walaupun di atas tujuan perbekalan tenaga, bukannya persenjataan kerana diharamkan oleh agama Islam seperti dinyatakan oleh para pemimpinnya.

Sebaliknya Israel pula telah memiliki senjata nuklear sejak tahun enam puluhan lagi, dengan tidak menandatangani apa-apa perjanjian antarabangsa yang mencegahnya daripada melakukan sesuatu yang mengancam keamanan dan keselamatan dunia.


Sebarang tindakannya yang dikira menceroboh dan mengganas dengan nyata diselamatkan dengan kuasa veto oleh kuasa besar pelindungnya jika ada sebarang keputusan yang tidak berpihak kepadanya. Inilah dia undang-undang rimba yang diamalkan di peringkat antarabangsa iaitu siapa yang kuat dia selamat.


PAS bersama dengan parti Islam di seluruh dunia mengutuk segala kekejaman yang berlaku di Syria terhadap rakyatnya. PAS dan gerakan Islam bersetuju supaya kerajaan Syria menghentikan kekejaman terhadap rakyat.


Kami juga bersetuju supaya Syria didesak dan dipaksa membuat perubahan kepada demokrasi yang sebenar. Namun kami tidak bersetuju jika perubahan yang berlaku kerana hendak menyelamatkan negara haram Israel dan masuk ke dalam agenda Israel dan sekutunya.


Tujuannya bukan menyelamatkan Syria tetapi lebih daripada itu untuk menekan, melemah dan menghapuskan Hamas, Jihad Islami (daripada Sunni) dan Hizbullah serta Iran (daripada Syiah).


Pihak yang melawan kerajaan Syria pula melibatkan kumpulan Islam dan bukan Islam. Mereka dibekal dengan bermacam bantuan termasuk senjata dan ada yang diberi di atas nama Islam dengan agenda menegakkan kerajaan baru yang menyelamatkan Israel melalui gabungan kerjasama kumpulan Islam yang tidak kuat dengan kumpulan sekular yang berpangkalan di negara Barat yang lebih diperkuatkan supaya menguasai gerakan perubahan.


Media Israel melaporkan kenyataan pemimpin kerajaan dan tentera Israel bahawa mereka mahukan perubahan yang bukan berteraskan Islam yang lebih menyelamatkan Israel. Jika tidak maka Bashar Assad perlu diteruskan berkuasa pada tempatnya. Ini kerana perubahan yang memberi kemenangan kepada kumpulan Islam seperti di Mesir, Tunisia dan Libya lebih menjadi ancaman kepada keselamatan Israel.


Usaha mereka bukan sahaja menyekat ancaman terhadap Israel daripada utara dan selatannya, tetapi juga dilakukan bagi menghapuskan kekuatan Iran dan kemajuan teknologinya.


Beberapa bulan yang lalu media Barat mendedahkan perselisihan pendapat di kalangan Zionis Yahudi berhubung keperluan melancarkan serangan ke atas Iran seperti yang pernah dilakukan ke atas janakuasa tenaga nuklear Iraq di tahun 70-an di masa Saddam Husain.


Usaha juga dilakukan dengan menggunakan Iraq di zaman Saddam bagi menyerang Iran yang baru berjaya dalam Revolusi Islam menjatuhkan regim Shah yang pro Barat. Ada di kalangan mereka yang bersetuju supaya Iran diserang habis-habisan. Mereka ialah kalangan pelampau Zionis yang berada dalam negara haram Israel.


Ada juga yang tidak bersetuju Iran diserang. Mereka ialah kumpulan Zionis yang berada di Amerika dan Eropah. Mereka bimbang tindakan itu akan menyuburkan gerakan anti Zeonis dikalangan masyarakat barat apabila berlakunya krisis sampingan selepas serangan itu.


Bagi melaksanakan agenda yang nyata dan tersembunyi ini, maka sudah tentu Amerika dan sekutunya menjadi penyumbang besar bagi menjayakan cita-cita keselamatan negara haram Israel. Kepada mereka yang dapat membaca medan politik secara sepak terajangnya, bukan secara akademik sahaja, perlu difahami bahawa politik perlu dibaca dengan dua aspek iaitu akademik yang bersurat dan sepak terajang yang tersirat. Betapa agenda melagakan umat Islam yang pernah menjatuhkan kerajaan Othmaniyah di awal abad yang lalu sedang diulangi senarionya.



Pertama, umat Islam dilagakan dengan semangat kebangsaan masing-masing sehingga membantu musuh bagi menjatuhkan kerajaan Othmaniyyah di abad yang lalu tanpa menafikan adanya kezaliman dan kesilapan kerajaan Othmaniyyah terhadap wilayahnya. Semangat nasionalisme digunakan bagi menimbulkan kebencian Arab terhadap bangsa Turki yang menguasai kerajaan Islam dimasa itu.

Di atas semangat kebangsaan dengan bantuan yang melibatkan manusia seperti Lorans dan rakan-rakannya Arab dibantu untuk menentang Turki Otmaniyyah. Akhirnya Kerajaan Othmaniyyah dijatuhkan dan diberi tempat kepada Kamal Ataturk mendirikan kerajaan sekular menggantikan kerajaan Islam di atas nama memajukan Turki tetapi berakhir dengan bangsat.


Di kalangan bangsa Arab pula diupah dengan bahagian masing-masing mengikut road map Sykes Picot dengan membahagikan di kalangan negara Barat untuk menjaganya dengan upah mengangkut hasil bumi yang kaya. Manakala Arab pula dibayar dengan wang yang banyak supaya kaya-raya tanpa teknologi yang dapat menguatkannya sehingga dapat berdikari dan meninggalkan sifat Islamnya supaya tidak berakhlak, tetapi terus berlindung dengan negara-negara Barat tersebut.


Negara-negara Arab yang mendapat bahagian ini masih lagi menjadikan hari mendapat bahagian tersebut sebagai hari kebangsaan masing-masing yang disambut dengan meriahnya secara tahunan.


Yang kedua, melagakan umat dengan mazhab yang ramai pengikut. Pengikut Mazhab Ahli Sunnah Wal Jamaah yang merupakan majoriti umat Islam dan menjadi mazhab kerajaan Othmaniyyah yang bermazhab Hanafi, dilagakan dengan mazhab Syiah Imamiyyah yang ramai penganutnya di Iran, Iraq dan Selatan Lubnan dan menjadi mazhab Shah Iran di masa itu. Mazhab Zaidiyyah yang sebahagian besar pengikutnya di Yaman dan juga menjadi mazhab raja yang bergelar Imam yang memerintah Yaman.


Ada pun Oman pula bermazhab Khawarij Ibadiyyah. Syah Iran dan Imam Yaman berperang dengan kerajaan Othmaniyyah. Oman pula menjadi pengkalan kuasa barat.


Malangnya dalam pergolakan yang berlaku di Syria dan perang yang masih dingin di antara Iran dan negara Barat dan sekutunya, isu nasionalisme dan mazhab dihidupkan semula. Dihidupkan semula galakan semangat nasionalisme di kalangan umat Islam sehingga meletakkan ajaran Islam yang boleh menyatukan umat dan akhlaknya yang mulia dilupakan.


Masalah khilafiyyah di kalangan mazhab Islam yang satu dihidupkan semula. Sepatutnya menjadi perbincangan di kalangan para ulama yang mendalami ilmunya sahaja, tetapi dihidupkan bukan sahaja diantara Sunni dan Syiah bahkan di antara Sunni dan Sunni. Ia disebarkan saperti salafi (wahabi) dan Asya’irah dan Maturidiyyah di kalangan Ahli Sunnah.


Masalah cabang ajaran agama yang berbeza di kalangan empat mazhab dan lain-lain dikalangan ahli sunnah dihidupkan kalangan masyarakat awam yang cetek pengatahuan agamanya. Syiah Imam Khomeini dan Khaminaei yang membuat perubahan politik daripada syiah tradisi di kalangan Syiah, diantara syiah Arab dan syiah Parsi di Iraq.


Di samping menyebarkan mazhab-mazhab ini di kalangan umat Islam yang masih jahil agama, bukannya menyebarkan dan menambahkan penyebaran Islam di kalangan bukan Islam. Semua ini adalah agenda laga dan perintah atau penjajahan semula yang sepatutnya difahami oleh umat Islam.


Dalam kemelut yang begitu celaru, umat Islam perlu kembali ke pangkal jalan, mengenali kawan dan lawan serta mengambil iktibar daripada kesalahan yang lalu. Para ulama dan pemimpin di zaman keemasan umat Islam bersatu dalam perkara rukun dan berbeza pendapat dalam masalah cabang sehingga tidak memisahkan hubungan persaudaraan agama dan kemanusiaan berbagai agama dan kaum dalam negara Islam yang luas dan besar.


Pandangan semua ulama dicatit menjadi kajian, termasuk pendapat paling lemah kerana keadaan situasi dan realiti yang boleh berubah. Kesilapan dalam perkara rukun diperbetulkan dengan kebijaksanaan.


Maka paling menariknya berlaku perkembangan Islam secara damai lebih pesat daripada ketika berperang. Allah mengajar penganut Islam di zaman Rasulullah S.A.W. supaya umat Islam bersatu di atas dasar dan konsep Islam serta menggunakan pendekatan damai dan strategik dengan masyarakat bukan Islam.


Walaupun Rasulullah S.A.W. sudah wafat dan para sahabat generasi awal Islam berbeza pendapat siapakah pengganti Rasulullah S.A.W. selepas wafatnya sehingga melahirkan mazhab Sunni, Syiah dan Khawarij. Namun mereka bersatu bersama para Khulafa Rasyidin R.A. dalam menghadapi cabaran dan menyebarkan Islam sehingga berjaya selama beberapa abad. Mereka yang jahil dan melampau disingkirkan daripada masyarakat umat yang besar.


Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berguru dan bersatu dengan Imam Jaafar al-Sodiq pelopor Syiah Imamiyyah yang beribukan salah seorang daripada zuriyat Abu Bakar Al Siddiq R.A. Semua para ulama yang berwibawa itu menentang kezaliman di zaman Umawiyyah dan Abbasiyyah dan mendokong sesiapa yang adil, seterusnya dakwah dan jihad diteruskan.


Adapun pertelingkahan yang tajam selepasnya, berlaku di kalangan para jahil daripada semua pihak. Langkah penubuhan Majma’ Fiqh di bawah OIC yang melibatkan para ulama daripada semua mazhab itu adalah sangat positif bagi umat Islam.


Begitu juga kenyataan dan fatwa pemimpin utama Iran Imam Ali Khaminaei supaya para pengikutnya berhenti daripada mencaci dan menghina para Ummahatul Mukminin (para isteri Rasulullah S.A.W.) yang bertaraf ibu kepada seluruh orang-orang yang beriman dengan perintah Al Quran secara nas dan berhenti menghina para sahabat R.A. Malah para ulama besarnya memaklumkan bahawa lebih daripada sembilan ribu hadith yang ada dalam kitab al-Kulaini yang menimbulkan masalah hendaklah ditolak.


Adapun langkah membiarkan kuasa asing yang dijemput menyelesaikan masalah hanya mengulangi sejarah lama yang wajib dilipat dan dikebumikan. Kalau mahu menghidupkan semula dalam pergolakan di Syria terkini akan terlaksana sejarah lama yang mengundang singa dan buaya. Natijahnya kalau selamat daripada mulut harimau akan masuk ke dalam mulut buaya.



* Penulis adalah anggota Parlimen Marang yang juga Presiden PAS. Tulisan ini disiarkan semula berdasarkan tulisan asal yang dibuat beliau pada
Khamis, 23 Februari 2012. Tulisan ini boleh juga dibaca di sini.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Apa yang tersirat di sebalik konflik di Syria

Sunday, June 16, 2013

Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Jelang pemilu 2014 mendatang,  partai peserta pemilu terus berupaya menambah perolehan suara.


Salah satu cara dilakukan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali yang kembali mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam dan organisasi keagamaan Islam lain untuk kembali ke rumah besar-PPP.


Hal itu disampaikan Suryadharma dalam kunjungan politiknya ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Ahad (16/6).


“Ayo bersama tokoh dan Ulama serta simpatisan NU, Muhammadiyah dan Persis yang dulu pernah ikut membesarkan PPP dan keluar menjadi pengurus partai lain, kembali ke rumah besar (kabah) PPP,” ujar Suryadharma di hadapan para Tuan Guru (Ulama) di Lombok Tengah di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Kecamatan Praya Barat, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah NTB.


Suryadharma mengatakan, setelah momentum reformasi, para tokoh dan Ulama dari NU, Muhammadiyah dan Persis banyak yang keluar dari PPP. Masing-masing mereka mendirikan partai yang juga berasaskan Islam. Namun dengan seiringnya waktu, saat ini partai-partai itu tidak masuk dalam parlemen. Bahkan beberapa kali sudah tidak aktif lagi keikutsertaan mereka dalam pemilu.


Oleh sebab itu, kata dia, disaat partai-partai itu sudah tidak terdaftar lagi sebagai peserta pemilu 2014 mendayang. Sudah saatnya para tokoh dan Ulama NU, Muhammadiyah, Persis dan ormas Islam lainnya, yang dulu sempat keluar dari PPP kembali ke rumah besar.


“Kita ingin umat Islam bersatu lagi dalam satu naungan seperti jaman dahulu, walaupun ada perbedaan pemahaman tetapi tetap satu dalam kiprah politik,” katanya menjelaskan.


Keinginan ini disambut Pemilik Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Tuan Guru Ma’arif Makmun. Tuan Guru Ma’arif mengakui dirinya merupakan salah satu pengembang PPP di Lombok Tengah pada masa Orde Baru lalu.


Akan tetapi, sejak masuknya era reformasi, ia memutuskan keluar dari PPP dan bergabung mengembangkan PKNU di Lombok Tengah.


Dengan tidak berkiprah lagi PKNU di pemilu 2014, Tuan Guru Ma’arif mengakui rindu kembali membesarkan PPP seperti rumah besar umat Islam seperti dahulu. Walaupun ia menyadari, saat ini PPP semakin jauh pendukungnya dari partai lain sejamannya.


“Karena itulah penting bagi saya untuk mengajak tokoh dan ulama kembali membesarkan rumah yang dulu pernah menjadi tempat naungan politik umat Islam,” katanya.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

Sunday, October 13, 2013

Menambah seri Islam di Selangor

 


SELEPAS memenangi kerusi  Dewan Undangan Negeri (Dun) Sabak pada pilihan raya umum (PRU) 2013 lalu, rutin hidup  USTAZ SALLEHEN MUKHYI berubah. Walaupun pernah bergelar Adun apabila menang buat pertama kali pada PRU1999, beliau hanya memanaskan kerusi pembangkang di Dun Selangor selama sepenggal. Kini tugas beliau semakin mencabar apabila diamanahkan sebagai Pengerusi Jawatankuasa Tetap Hal Ehwal Islam, Pemodenan Pertanian dan Pembangunan Desa Selangor pada penggal kedua pemerintahan Pakatan Rakyat di Selangor. Ketiga-tiga portfolio ini berhubung rapat dengan masyarakat Melayu luar bandar – segmen masyarakat yang masih gagal dikuasai Pakatan Rakyat khususnya di wilayah-wilayah koridor utara Selangor. Ikuti wawancara wartawan Harakahdaily, AHMAD TAJDID  dan SAIDAH HAIRAN bagi meninjau sudut pandang Ustaz Sallehen terhadap portfolio yang diketuainya. Wawancara berlangsung di pejabat beliau di Tingkat 15, Bangunan Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam.


 



 


Bagaimana ustaz melihat kepercayaan Menteri Besar, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim terhadap ustaz untuk mempengerusikan  portfolio berhubung Islam, pertanian dan desa?


 


Pertama sekali saya merujuk kepada keperluan untuk kita menangani 2.8 juta umat Islam di Selangor bagi  dibangunkan melalui pembangunan Hal Ehwal Islam.  Saya pun tidak tahu apa pertimbangan sebenar (MB) memilih saya mengetuai portfolio ini. Kepercayaan yang diberikan kepada saya akan saya laksanakan khususnya untuk 2.8 juta umat Islam di Selangor.


 


Portfolio yang saya sandang ini merangkumi  pembangunan ilmu sampai kepada pembangunan fizikal sama ada masjid, sekolah, maahad dan lain-lain.


 


Jadi ini satu peluang kepada saya untuk memastikan seluruh umat Islam di Selangor dapat merasai pembangunan Islam melalui kerajaan negeri. Pada era pemerintahan Pakatan Rakyat ini, kita mempunyai fokus yang lebih terarah dan hala tuju yang lebih jelas terhadap Hal Ehwal Islam. Itu yang saya rasa  Tan Sri (Menteri Besar) kehendaki.


 


Setakat ini apa aspek tentang Hal Ehwal Islam ustaz rasa perlu diberi perhatian khusus?


 


Bila bercakap soal tuntutan,  saya kena melihat kepada keperluan dan kehendak masyarakat. Bukan sahaja tuntutan saya tetapi lebih dilihat tuntutan masyarakat. Yang lebih besar dan menonjol adalah soal  jaminan pendidikan anak-anak atau generasi melalui satu pendidikan yang lebih terjamin.


 


Kita memfokuskan kali ini untuk menyediakan Maahad Tahfiz Sains di setiap daerah. Ini kerana menyedari bahawa ia merupakan satu tuntutan yang paling besar masa kini. Saya fikir ini dapat membantu meningkatkan kefahaman umat Islam.


 


Kedua adalah keperluan untuk menyediakan sumber tenaga manusia iaitu guru atau murabbi dan para ulama. Ini fokus yang besar juga. Sebab apabila kita semak melalui kesempatan saya dalam ruang yang ada ini, kita selama ini ramai menghantar pelajar mengikuti pengajian di Timur Tengah. Masalahanya kita kita tidak dapat’ pegang’ mereka.  Sehingga masalah kita sekarang ini jika hendak membina sekolah bukan masalah duit sangat tetapi tenaga pengajar. Ini juga menjadi fokus untuk saya cuba hadapi dan melihat pendidikan sebagai satu segmen yang mesti diberi penekanan berbanding yang lain.


 


Perkara yang lain sudah nampak sama ada dari pengurusan masjid walaupun masih ada lagi yang merungut. Bagaimanapun, masjid kita sudah bertambah berseri cuma daripada sudut asas sahaja.


 


Tentang Maahad Tahfiz Sains sekarang ini ada projek perintis?


 


Maahad tahfiz kita sudah ada tiga tempat di Kuala Langat, Klang dan di Sabak Bernam. Cuma di Sabak, kita letak sementara di Institut Latihan Dakwah. Bahkan di Sabak Bernam bukan sahaja Maahad Tahfiz Sains biasa. Kita wujudkan kelas Turath iaitu pelajar tingkatan satu yang  akan didedahkan satu pendidikan yang kurikulumnya menggunakan kitab Turath iaitu kitab besar yang lazimnya menjadi rujukan pelajar universiti.


 


Pelajar diberi penekanan mempelajari  bahasa Arab, bagaimana hendak baca kitab. Ini penekanan daripada tingkatan satu. Hasilnya, pelajar ini ada keupayaan bahkan setaraf bahasa Arab dengan SPM walaupun baru berada tingkatan satu dan dua.


 


Maahad Tahfiz Sains di Sabak ini kita akan pindahkan di bangunan IKYS di Bagan Terap. Ia akan jadi (Maahad Tahfiz) terbesar di Selangor.


 


Perancangan akan datang di mana ustaz?


 


Kita tengah mengintai beberapa tempat lain tetapi yang kita sedang cadangkan di Sepang. Kemungkinan kita akan buat dalam kawasan Kolej Universiti Islam Selangor (Kuis).  Ada satu bangunan di Kuis yang diperuntukkan untuk program bina Insan tetapi akan diambil alih kerajaan negeri bagi tujuan ini.


 


Yang lain kita tengah lihat daerah Hulu Langat dan Hulu Selangor. Pada waktu yang sama di  Kuis telah kita wujudkan satu bidang pengajian tahfiz sains atau pengajian tahfiz. Sebab di negara kita ini hanya ada tiga orang sahaja yang pakar tahfiz tafsir. Jadi kita hendak melahirkan ini. Di Kuis sudah ada hampir 90 pelajar (perintis).





Ada perancangan kerajaan negeri untuk wujudkan Kafa Menengah. Bagaimana perkembangannya?


 


Kafa Menengah setakat ini kita sudah mengenal pasti beberapa sekolah yang akan kita wujudkan sebagai projek perintis. Kita akan membuat perkhidmatan tambahan dengan memasukkan program Kafa Menengah di bangunan Sekolah Rendah Agama (SRA)  dan ia akan berjalan tiga hari dalam seminggu.


 


Jadi pelajar sekolah menengah kalau dia biasa tingkatan satu belajar petang, maka pagi akan mengikuti kelas Kafa. Petang sekolah menengah biasa. Kita tidak dapat memenuhi lagi di semua sekolah. Kita akan buat  satu daerah satu sekolah sebagai perintis.


 


Ini kerana kita perlu melihat kecenderungan pelajar sama ada mereka sendiri atau ibu bapa mereka (yang mahu pendidikan agama). Sebab suara yang datang kepada kita, ramai daripada ibu bapa. Dalam soal pendidikan, jika minat datang daripada ibu bapa biasanya kita akan gagal. Biar minat itu datang daripada pelajar. Ibu bapa mesti mendorong anak-anak dengan cara memberi motivasi.


 


Jika Kafa Menengah menjadi pilihan kepada anak-anak, sama ada dia hendak belajar atau tidak, mereka akan naik terus sekolah menengah.  Buat masa ini kita hendak wujudkan satu sekolah di setiap daerah.


 


Dalam waktu yang sama kita membuka peluang dan galakan kepada Kafa persendirian. Jika itu boleh dibuat oleh banyak pihak maka ia akan membantu usaha kita untuk mewujudkan  Kafa Menengah.


 


Bila projek Perintis ini akan dilaksanakan?


 


Tahun 2014. Kalau berjaya dengan projek perintis yang kita buat di setiap daerah, kita akan laksanakan Kafa Menengah pada tahun 2015.


 


Beralih kepada pengurusan masjid. Apa pembaharuan yang patut dilakukan di masjid dan surau khususnya bagi menarik kehadiran jemaah?


 


Kita akan cuba untuk laksanakan satu program baru iaitu masjid sebagai pusat komuniti masyarakat. Bagaimana kita hendak mengkomunitikan masjid itu. Antaranya yang kita akan buat adalah masjid dengan persekitarannya perlu dibangunkan melalui beberapa program yang menarik minat masyarakat.


 


Jika masjid ada ruang untuk membuat padang futsal maka masjid boleh buat padang futsal. Jika masjid ada ruang untuk buat bengkel  jahitan kepada golongan wanita, masjid kena buat. Jika masjid ada ruang untuk majlis kenduri umpamanya dewan, masjid boleh buat.


 


Saya fikir kalau itu kita boleh buat, orang yang datang meletakkan hati penggantungan kepada masjid, maka ini boleh menyemarakkan program masjid.


 


Kita akan semak melalui ketua kampung dan nazir masjid, bagaimana masjid perlu belajar pada persekitaran dan cadangkan kepada kita. Sekarang ini ada bebeberapa masjid yang mempunyai klinik dalam kawasan masjid. Macam Masjid Bandar Baru Sungai Buloh dan sebuah masjid di Ijok.


 


Kita juga hendak menjadikan kemakmuran masjid itu sebagai KPI (Indeks Prestasi Utama) kepada imam dan nazir. Ini bertujuan menilai sejauh mana masyarakat berjaya mengurus masjid. Kita jadikan kemakmuran masjid sebagai KPI tahap kepuasan.


 


Mula tahun depan masjid perlu menyediakan Pegawai Mualaf atau saudara baru. Selama ini Pegawai Mualaf hanya seorang sahaja di Pejabat Agama Daerah. Sedangkan peruntukan zakat untuk saudara baru tidak kurang RM40 juta setahun.


 


Kalau kita agihkan maknanya sembilan daerah, ada seorang Pegawai Mualaf yang jaga peruntukan RM4 juta. Ini tidak efisyen. Setiap masjid kena ada rekod dan buat program untuk mualaf. Kita hendak melihat keadaan rumah mereka, anak-anak mereka bersekolah atau tidak dan sebagainya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Menambah seri Islam di Selangor

Friday, June 28, 2013

KPK tak Sadar Dimainkan Kekuatan Besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Hukum dari Universitas Indonesia Chudry Sitompul mengatakan, dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq KPK tidak sadar dimainkan kekuatan besar. KPK pun memfestivalisasi kasus ini menjadi sebuah pergunjingan besar. “Kekuatan besar itu ingin agar partai Islam tidak kuat,” katanya di Jakarta, Kamis (27/6).


KPK, ujar Chudry, asyik sendiri dalam menangani kasus LHI. Tapi, mereka tidak melihat ada kekuatan besar yang mencoba masuk melalui kasus LHI untuk menghancurkan kekuatan PKS. Saat ini, kekuatan politik Islam sudah tidak ada gaungnya. PKB, PPP sudah tidak bisa diharapkan untuk menyuarakan kepentingan Islam.


PKS yang masih ada, kata Chudry, juga turut dihancurkan melalui kasus LHI. Walaupun tidak bisa dimungkiri, memang terdapat kesalahan yang dilakukan personel PKS sendiri. Dengan adanya festivalisasi kasus LHI, implikasinya luas. Orang jadi tidak percaya dengan ustaz, sebab mereka korupsi dan kawin lagi.


Sebenarnya, ujar Chudry, implikasi ini tidak hanya dirasakan LHI sendiri. Bagaimana dengan nasib ustaz-ustaz yang lain yang tidak pernah melakukan hal semacam itu. “Bahayanya, kalau orang tidak mau mengaji lagi. Sebab, ustaznya juga bukan orang baik. Itu yang ngeri,” kata Chudry.


Seharusnya, KPK lebih bijak dengan memfokuskan pada kasus korupsi LHI saja. Tidak usah mengumbar dia menikah lagi, sebab itu masalah pribadi. Contoh festivalisasi itu, lanjut Chudry, bisa dilihat dari sikap KPK yang memublikasikan hal-hal di luar kasus Luthfi Hasan Ishaaq. Dalam kasus LHI, berbagai masalah pribadinya dikemukakan kepada publik. Ini berbeda dengan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh terdakwa lain sebelumnya.


Dalam kasus korupsi Angelina Sondakh, KPK tidak membeberkan urusan pribadinya. Ia dekat dengan siapa, tidak dimunculkan ke publik. “Berbeda dengan kasus LHI yang dimunculkan berbagai wanita cantik. Apa maksud ini semua,” kata Chudry.


Menurut Chudry, KPK tidak perlu memublikasikan LHI yang menikah lagi. Ini merupakan hak privasinya. “Dengan publikasi ini, sama saja hak-hak privasi dilanggar,” katanya.


Terdakwa menikah lagi, ujar Chudry, sebenarnya tidak ada hubungan dengan kasusnya. Ini bisa disebut pencemaran nama baik. “Hal ini patut dipikirkan supaya jaksa penuntut umum (JPU) harus hati-hati dalam membicarakan suatu masalah. Jangan mentang-mentang berkuasa bisa melakukan apa saja,” kata Chudry.


Terpisah, Ketua Komite Pemantau Komisi Pemberantsan Korupsi (KP-KPK) Taufik Riyadi mengatakan, kasus LHI telah menarik perhatian banyak pihak. Hal itu menarik karena dalam kasus LHI masyarakat disuguhi dengan banyaknya perempuan cantik di sekeliling Fathanah.


KPK, terang Taufik, pertama kalinya mendakwa seorang terdakwa dengan berubah-ubah. Diawali dengan dakwaan LHI tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi, meski tidak ada hasil korupsi dari Fathanah yang beralih ke LHI.


Bahkan KPK sendiri juga sempat mengembalikan sejumlah mobil yang disita oleh penyidik KPK. “Terakhir, dakwaan LHI juga melebar ke kasus Yudi Setiawan yang sebelumnya tidak pernah dipaparkan KPK ke publik,” kata Taufik. n dyah ratna meta novia ed: muhammad hafil


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/06/28/telat-makan-penyebab-raja-isa-pingsan


KPK tak Sadar Dimainkan Kekuatan Besar

Saturday, December 21, 2013

Tanjung yang berlumpur



 Kerja-kerja memasak berlanjutan selama 12 hari, berakhir pada 15 Dis, namun kerja-kerja membersihkan rumah mangsa berlarutan sehingga ke hari ini, atas permintaan, jika ada. Hampir 10 ribu bungkusan barangan dan beras telah diedarkan termasuk juga di Kampung Semangat, Ubai, Kg Belukar, Kg Pahang dan Cherok Paloh yang berada didalam DUN Inderapura. Ada sebahagiannya saya sendiri yang menghantarnya, ada juga rakan-rakan Unit Amal. Terkadang tu rasa malu juga dengan sebahagian sikap masyarakat Melayu dalam kawasan saya, sesetengah tu umpama orang Somalia yang sepertinya kebuluran sangat, bila masuk je lori, menderu datang mengejar lori dan berebut-rebut barangan, ish .. takde akhlak sungguh lah. Saya minta semua bersabar dan saya akan hantar kerumah masing, tapi tak nak berganjak juga, tetap juga bergayut ditepi lori, tak kira lelaki atau perempuan, serupa je.


Seorang rakan daripada Kuala Lumpur, dia dan rakan-rakan bawa dapur gas dan barangan dapur, dia berhasrat untuk cuba bagi sendiri dan meminta izin dari saya, saya benarkan. Lori langsung tak dapat bergerak, diserbu, semua nak ambil dapur, sepertinya semua rumah rosak dapur, seorang terkadang ambil dua tiga biji, sampai kepada peringkat mereka memanjat lori, setelah habis separuh lori, rakan saya terpaksa menutup pagar lori dan cabut lari, sebab kelihatannya barangan hanya berkisar pada orang yang sama. Sangat memalukan, dia datang ke rumah saya dan menurunkan sebahagian yang lain “maaf deh, itu lah sebahagian rakyat ana”.. dia ketawa dan ligat menggelengkan kepala “fuhh, teruk betul, macam artis ana kena serbu, bukan nak autograf, tapi nak dapur gas”, katanya sambil ketawa. Namun keadaan ini tidak berlaku di Sungai Isap, orang Sungai Isap kelihatannya agak lebih tabah dan lebih berdisplin. Tak hairanlah, kerana Masjid dan Surau di Kawasan ini agak makmur dengan majlis ilmu menjadikan mereka sabar dengan dugaan dan memiliki kemuliaan diri. Kemiskinan jiwa ini hanya boleh diubati jika mereka kembali kepada Islam, ini adalah diantara tanggungjawab saya, InsyaAllah saya mencuba sedaya upaya.


Kerja-kerja pembersihan bermula dari 6 Dis, saya pun turut serta membantu rakan-rakan Unit Amal, rumah pertama yang saya bantu bersihkan ialah rumah Allahyarham Tuan Haji Jamin di Sg Isap Damai, beliau meninggal pada 5 dis, ketika banjir masih besar dan ketika saya sedang gawat untuk menghantar nasi ke Masjid Sg Isap Damai. Saya tak sempat pergi menziarahi jenazahnya yang di kebumikan di Bukit Ubi, namun terasa juga kehilangannya, sebab dia adalah orang yang sering juga menyumbang untuk Ma’had Tahfiz Darul Fikri dan sosok tubuhnya sentiasa kelihatan ketika saya berkuliah di Masjid Sg Isap Damai dan Surau RRM Permatang Badak. Saya memilih rumah beliau sebagai rumah pertama yang saya bantu untuk mengambil kesempatan mengucapkan takziah pada Isterinya Kak Pah dan juga anak-anaknya.


Pelbagai peristiwa berlaku ketika kerja pembersihan rumah mangsa, ada sebuah rumah tu, tak lah besar sangat, masih sebahagiannya belum dibaik pulih, saya terjumpa sebuah bekas berisi barangan kemas, disebabkan berselut, saya hampir membuangnya, tapi terlintas hati nak bukak dulu, rupanya barangan kemas, semuanya emas, berat juga tu, saya jangkakan mungkis ratusan ribu kot, rupanya tuan rumah dah melilau mencari, “Alhamdulillah Ustaz, nasib baik jumpa, akak dah puas mencari” .. nampak kelegaan dan kegembiraan di wajahnya. Almari tempat dia menyimpan barangan kemasnya pecah, bekas itu agak hanyut dan tenggelam dalam selut di penjuru rumah bersama timbunan barangan lain. Masa air naik, dia tak ambil tahu pun pasal barang tu, nak selamatkan diri je, sempat juga saya selitkan tazkirah kepadanya “begitulah kak, walau banyak manapun pun harta kita, berapa mahal pun emas kita, dia tak dapat jadi penolong kita, yang tolong kita adalah Allah swt, masa akak ditimpa banjir, emas akak semuanya tenggelam, lansung tak dapat tolong akak, begitulah kalau kita mati nanti, emas ni tak boleh buat apa-apa kecuali amal dan aqidah kita je yang jadi harta untuk bebaskan diri dari neraka” .. dia angguk “betul Ustaz”.


Ada juga yang malu-malu, bila saya sendiri yang bersihkan rumah mereka, “Ustaz gi lah rumah orang lain”, ngapa nya?.. tanya saya..”malulah Ustaz, ada ke wakil rakyat dok cuci rumah saya” .. kata dia, saya kata “sekarang tak jadi wakil rakyat dah, saya sekarang adalah Unit Amal”, saya nak cuci juga rumah ni” ..dia pun diam. Sebenarnya kalaulah orang memahami betapa antara sebab yang mendatang ketenangan jiwa ialah apabila kita dapat membantu manusia yang sedang kesusahan, nescaya manusia ni tak kan duduk diam apabila melihat saudaranya yang ditimpa kesusahan. “Barang siapa yang membantu orang yang kesusahan, nescaya Allah swt akan melapangkan kehidupannya”. Saya dah biasa dengan kerja kasar begini, lagi pun inilah antara kerja Unit Amal, saya kan Unit Amal, dah hampir 25 tahun saya jadi Unit Amal, dari belum kawin sampai sekarang dah 11 anak tetap juga jadi Unit Amal, pastu apa nak hairan ..Unit Amal cuci rumah..biasalah tu..


6 Dis, saya semakin mendapat kekuatan, kerana dua buah surau lain yang turut sama memasak untuk diagihkan kepada mangsa, malahan dua buah bot rakan kami dari Kempadang telah berjaya dibawa ke Sungai Isap, ini memudahkan kami untuk menghantar makanan dan keperluan lain ke Sungai Isap Damai dan juga kawasan-kawasan lain walaupun bukan dalam kawasan saya seperti pedalaman Kampung Badak dan Kg Chendering. Terkadang orang memohon bantuan bukan kerana kawasan tetapi kerana mengenali saya, saya pun ambil sikap tak kisah, selagi ada saya bagi, saya pun tak suka dan tak minat nak simpan hak orang, barang-barang yang banyak ni bukan saya punya, semuanya untuk mangsa banjir. Orang UMNO yang dok kat Kampung saya ni pun datang jugak, bukan UMNO biasa tapi UMNO gred A, dari jauh dah berbau, saya kenal sangat mereka ni, sebab mereka ni sekampung. Keadaan saya pulak semakin sibuk, pimpinan dari seluruh negara datang ke rumah termasuk Dato Sri Presiden dan beliau sempat turut serta berjalan kaki menghantar sumbangan dari rumah ke rumah di Sungai Isap Taman Murni bersama Ust Dato Tuan Ibrahim, Ust Yusof Embong, Ust Suhaimi Saad dan beberapa pimpinan yang lain, rasa bangga gak bila TGHH dok pikul plastik ada gambar saya.


Tak tidur malam dibuatnya, hampir sepanjang masa talipon berbunyi dan tetamu datang samada untuk bertugas ataupun menghantar bantuan dari jauh dan dekat, samada organisasi parti, ngo atau orang perseorangan. Semua PAS Negeri-negeri menghantar bantuan samaada tenaga ataupun sumbangan, juga dari DAP Pahang, DAP Yong Peng dan DAP Teratai, persatuan-persatuan Cina juga datang menghulurkan sumbangan, persatuan pemandu-pemandu bas sekolah dan macam-macam lagi ngo yang datang, entah apa nama pun saya dah tak ingat, yang pasti UMNO tak de. Dengan bantuan surau-surau juga pihak kami boleh menyediakan lebih 2500 bungkus nasi sehari untuk diedarkan. Alhamdulillah juga berkat selama ni berkuliah di Masjid-Masjid dan Surau-Surau, banyaklah Masjid Surau dari seluruh negara menghantar sumbangan begitu juga rakan-rakan termasuk juga rakan FB, bebanan menjadi sangat ringan dek pertolongan orang ramai, hingga ketikanya ruang rumah saya tidak boleh dilalui lansung kerana dipenuhi barangan.


Aduan kekurangan makanan masih berlaku, di SEMSAS ada mangsa yang menghubungi bahawa mereka tidak dibekalkan makanan, saya dimaklumkan lebih 300 orang mangsa dari Sg Isap yang ditempatkan disitu, yang ramainya daripada Seri Damai dan pengurusan disitu diketuai oleh geng UMNO Seri Damai, disebabkan orang Sg Isap bukan orang kawasan tersebut, maka keutamaan diberikan kepada orang Seri Damai, kebiasaannya orang Sg Isap tak dapat apa-apa, Alhamdulillah mereka menghubungi saya dan setiap hari pihak saya menghantar bekalan kesana. Kini saya dah agak bebas bergerak untuk menghantar bekalan, bot dah ada, kenderaan darat pun dah boleh bergerak walaupun trafik masih perlahan, bekalan boleh dihantar mengikut permintaan, tenaga pun dah ramai, anggota Unit Amal pun dah mula bertugas, Ust Saharudin pun dah boleh bertugas untuk membantu saya, banyaklah pusat penempatan yang dapat kami hantarkan bantuan seperti Sg Isap, Chung Ching, SEMSAS, Medan Warisan, SK Tanah Putih, SK Belukar, SK Permatang Badak, Chendering dan juga kawasan-kawasan rumah kampung yang masih terperangkap tiada bekalan makanan.


Kerja-kerja menghantar sumbangan dari rumah-kerumah juga bermula, sebanyak hampir 10 ribu bungkusan telah diedarkan dalam masa 8 hari, namun ada juga yang mengadu tak dapat, saya pun tak boleh berbuat apa-apa sebab mungkin mereka tiada dirumah dan yang menghantar itu bukannya saya, tetapi Unit Amal dari luar, pastinya mereka tidak mahir dengan perumahan disini hingga ada yang tertinggal ataupun tempat yang sama berulang kali. Ada juga insan jenis tamak, dah dapat pun kata tak dapat, ada juga UMNO gred A yang sombong dan tidak mahu menerima sumbangan dari PAS dan ada pulak cerita dari seorang anggota Unit Amal yang saya tugaskan untuk menghantar sarapan pagi, setiap bungkusan ada air mineral, roti saiz besar dan sardin, bila bagi bungkusan dia buka “hari-hari roti, takde makanan lain ke, dah tiga hari asyik roti je, tak nak lah” , sabar je lah, itu hanya kes terpencil, hampir keseluruhannya menerima dengan senyuman dan ucapan terima kasih, berhadapan dengan manusia yang ramai begitulah, kita tak mungkin akan dapat menyempurnakan kehendak orang ramai. Isteri dan anak-anak kita yang hanya beberapa orang itu pun kekadang kita gagal nak puaskan hati mereka, inikan pula ribuan manusia.


Pada 5 Dis, air telah mula menurun, tetapi terlalu perlahan, sms masih bertalu tentang keadaan mangsa-mangsa banjir yang berada di Pusat Penempatan, makanan tak cukuplah, susu bayi tak adalah dan macam-macamlah aduannya yang hanya menambahkan rasa kasihan, namun air masih dalam, bot Unit Amal masih bertugas untuk memindahkan mangsa banjir di Kawasan baru yang dinaiki air, rakan-rakan dari sebelah Kempadang masih gagal untuk menyeberangi banjir yang menutupi jalan untuk sampai ke Sungai Isap bagi membawa bot yang lain. Bungkusan nasi ditambah lagi, kerja-kerja memasak semakin bertambah dan memenatkan, melebihi kenduri kawin, cumanya, Alhamdulillah petugas semakin ramai, ahli-ahli PAS cawangan Seri Damai turut datang membantu terutama muslimat.


Sebelah petang saya menerima panggilan daripada Ust Husni, beliau terperangkap dan berada di tingkat atas rumahnya, antara jelas dan tidak jelas beliau memaklumkan bahawa ada seramai lebih 300 orang mangsa yang berada di Masjid Sungai Damai, dari semalam belum makan. ya Allah, sedihnya rasa, saya dan rakan-rakan segera memasak lagi untuk mereka, setelah siap dibungkus, saya menghubungi rakan Unit Amal untuk menggunakan bot, tapi malangnya mereka berada di Teluk Mahang untuk memindahkan mangsa dan sememangnya bot awam tidak dibenarkan untuk beroperasi oleh pihak bomba pada waktu malam, sementelah lagi, baru sahaja ada dua orang anak beranak yang mati lemas disitu. kami sampai di Permatang Badak seusai solat maghrib, memohon jasa baik bomba, namun sepertinya keberatan, macam-macam alasan, alasannya baik tapi mengecewakan, mujurlah ada seorang lelaki yang baru saya kenali pada malam itu, dia ‘lelaki bermulut laser’, setelah saya ceritakan padanya, lalu dia segera bertemu dengan pihak bomba, entah apa yang dileterkannya, pihak bomba bersetuju untuk membawa saya kesana, dia tak kenal saya, begitu juga pihak bomba dan saya pun tak pernah kenal mereka.


Kami memunggah nasi kedalam bot bomba, bersama saya juga seorang lelaki yang membawa banyak bekalan makanan, beliau dari K.L … Beliau membawa makanan untuk Ibu Bapa dan keluarganya yang berada di Penempatan Sg Isap setelah dimaklumkan mangsa menghadapi masaalah dengan bekalan makanan, beliau dah sampai disitu sejak jam 2.00 petang lagi, beberapa kali beliau minta tolong dengan pihak bomba dan pertahanan awam untuk diizinkan bealiau menaiki bot bomba untuk menghantar makanan, tapi hampa. Kami dibawa dengan bot bomba yang besar, tetapi hanya lima orang sahaja yang dibenarkan untuk naik, saya turut naik bersama seorang rakan dan lelaki tersebut, bersama dua orang pihak bomba, bot melalui Permatang Badak, saya bertanya kepada pihak bomba “kenapa melalui jalan ini, jauh, kenapa tak melalui laluan biasa, lebih jelas dan mudah”, dia diam dan meneruskan perjalanan. Saya pun diam kerana menganggap bahawa dia dah tahu jalan tu, sebab dia dah dua hari bertugas”. Bot besi yang begitu besar bergerak perlahan, sesekali tersangkut pokok-pokok menjalar, hingga ada ketikanya kami terpaksa turun untuk menolak bot.


Agak mengecewakan apabila bot yang dah hampir sampai ke jambatan permatang badak tidak dapat meneruskan perjalanan, saya dimaklumkan kipasnya pecah, terkena jalan, tidak dapat dibayangkan betapa kecewanya saya, terbayang-bayang wajah yang saya kenali, sedang menunggu makanan daripada kami di Masjid Sg Isap Damai. Kami terpaksa bantu pihak bomba menolak bot untuk kembali semula ke Simpang Permatang Badak, tempat mula kami bergerak, hampir satu kilometer kami terpaksa menolak bot besi yang begitu besar, nak patah pinggang rasanya bila ada ketikanya terpaksa mengawal bot agar tidak hanyut bila bertembung dengan arus deras. Sabar dan terus sabar dan terus tolak, akhirnya sampai juga semula ke Jalan Besar, saya diminta agar memohon pertolongan dengan pihak bomba yang lain di Simpang Sungai Isap pula, terpaksa pulak punggah semula makanan dan barang-barang kedalam lori untuk dibawa ke Simpang Sungai Isap.


Pihak bomba bersetuju untuk menghantar dengan bot yang lebih kecil, ketika baru nak memulakan perjalanan, datang pulak sorang Ketua Pemuda Bahagian UMNO, saya lihat dia buat pengarahan pada pihak bomba, bomba pulak sepertinya bekerja untuk dia, saya bagitahu padanya supaya diberikan keutamaan pada saya untuk menghantar makanan ke Sungai Isap Damai, saya ceritakan padanya tentang keadaan mangsa disana yang dah tak makan nasi selama dua hari..”Ok lah YB , YB pergi hantar dahulu”, saya pun tak pasti apa akan berlaku jika saya tiada disitu, namun saya dah tak berdaya, cuma arahkan anak buah saya Ust Afif untuk mewakili saya, saya dimaklumkan oleh anak buah saya, bahawa nak sampai ke Masjid Sg Isap Damai pun pihak bomba singgah di tempat lain beberapa kali, hinggakan makan masa hampir sejam setengah untuk sampai ke Masjid Sg Isap Damai, dah lah tolak bot dan punggah semula barang tadi dah makan masa hampir dua jam, sangat menyakitkan hati. Bot bomba, tentera, pertahanan awam, polis berlambak-lambak dalam negeri Pahang, semuanya dibeli dengan cukai rakyat kenapa tak digunakan untuk membantu rakyat di Sg Isap, hinggakan sebiji bot bomba terpaksa buat berpuluh-puluh kerja?.


Begitu juga dengan bekalan makanan, mengapa masih tak mencukupi, apakah pihak tentera, polis atau mana-mana agensi yang memiliki kemudahan untuk memasak, tak boleh nak masak dan dihantarkan ke situ?, kenapa masih mengharapkan pihak JKKK untuk memasak di pusat penempatan dalam keadaan kelengkapan yang agak minima, dah la tu rumah JKKK pun tenggelam air juga, pastinya dia pun kelam kabut juga, pastu pulak sesetengah tu dok pelihara syaitan, hinggakan dalam keadaan begitu pun masih nak berdendam dengan orang PR hinggakan berlakunya sikap dikriminasi. Lebih kurang jam 12 malam, saya terima SMS “terima kasih ustaz, nasi dah sampai, inilah nasi yang pertama kami makan sejak semalam”, ngalir jugak air mata lelaki saya, bukannya apa, dok fikirkan kasihan kat anak-anak kecil, cuba kalau kena kat anak-anak kita sendiri, apa perasaan?, kalaulah sekiranya kelambatan dan kelemahan pengurusan banjir ini adalah berpunca dari sikap balas dendam kerajaan kepada PR, apa yang saya boleh katakan “memang mereka ni sepertinya takde hati perut lansung” …….


Pada pagi 4 Dis, saya pulang dari batu 3 dengan mengharung air ke Kampung Seri Damai, sebak dada melihat Masjid Al Fatah yang sebahagian besarnya ditenggelami air, lebih sebab disepanjang berjalan kaki melihat ribuan manusia berada dijalanan, ada yang menangis, ada yang kelihatan tenang, ada yang kelihatan tension, pelbagai wajah kelihatan. Saya sempat bertanya dengan beberapa orang “kenapa tidak berada di penempatan” ada yang menjawap “dari semalam tak dapat makan-makan lagi, sebab tu mereka keluar juga, moga-moga dapat cari kedai untuk membeli makanan”, tapi malangnya semua kedai tutup, kelihatan semuanya mundar mandir, ada juga yang memang dihantar ke situ kerana pusat penempatan penuh, menunggu arahan dari pihak bomba, kasihan sungguh …akhirnya saya sampai juga kerumah dengan menumpang sebuah motorsikal di Permatang Badak, tiada apa difikirkan kecuali saya mesti segera membantu.


Saya tidak memikirkan untuk melawat pusat penempatan, kalau saya pergi dengan tangan kosong hanya akan menambahkan kesedihan sahaja, apatah lagi banyak sms yang diterima, mereka mengadu kelaparan, tidur atas simen, anak-anak tiada pampers dan macam-macam. Bagi saya, saya mesti cuba selesaikan apa yang penting dahulu, mereka lapar, anak-anak kecil kelihatan menangis mungkin kelaparan, tak berguna kalau saya hanya sibuk berkeliaran di Pusat Penempatan untuk tunjuk muka, tetapi hanya sekadar jual muka semata-mata tapi tak dapat menolong, lebih baik saya berbuat sesuatu yang dapat ringankan beban mereka. Dua orang pembantu yang mengikuti saya kata “nanti apa kata orang, kalau ustaz tak pergi pusat penempatan” .. saya kata “takpe, kita buat yang penting dulu dan buat sesuatu kerana Allah swt, bukan manusia, yang penting ikhlaskan diri, nanti Allah swt sendiri akan bagitahu kepada mereka”. Kalau sekadar nak tunjuk muka, baik saya berdiri je kat tepi jalan, simpang masuk ke Sg Isap tu, tapi apa kerja pun tak jadi, dah la rakan-rakan jadi mangsa banjir, takkan saya yang mampu bergerak dan mengatur kerja, nak tercegat je, konon tunjuk muka .. rasanya kalau sekadar nak tunjuk muka je kat tepi jalan, sama je taraf saya dengan tiang letrik kat tepi jalan Sungai Isap tu, tercegat je, tapi takde faedah lansung.


Tanpa bertangguh sesampainya di rumah saya segera ke Pasar Ikan Jaya Gading, Alhamdulillah jalan kerumah saya telah boleh dilalui, agak menghairankan sebenarnya, sebab kebiasaannya air banjir di Kampung saya agak sukar untuk surut, tetapi kali ini, ianya surut dalam masa sehari, ini memudahkan saya untuk berulang alik kepasar. Saya kerahkan seluruh keluarga saya untuk turut membantu, juga Ustaz-ustaz kat Darul Fikri, kami memasak sebanyak yang boleh, selesai memasak kami hantarkan kepada penghuni jalan di Sungai Isap, sedihnya bila lihat mereka berebut-rebut, kemudian masak lagi, hantar lagi, masak lagi, hantar lagi, masak lagi tak henti-henti hingga malam, hantar sebanyak mungkin makanan yang boleh. Lauk tak kira dah, asalkan boleh alas perut. Bantuan masih belum datang, gunakan segala duit yang ada untuk beli barangan basah, panggilan talipon dari seluruh negara hampir menyebabkan saya tak boleh berbuat apa-apa, kerja nak jawap talipon je, tangan kanan pegang senduk, tangan kiri pegang talipon, tak jawap tak boleh, kerana itulah cara untuk saya dapatkan bantuan luar.


Saya mencuri ruang masa untuk menghubungi sahabat-sahabat seluruh negara untuk mendapatkan bantuan, disamping saya update perkembangan semasa dalam FB, Alhamdulillah bermula dari petang 5 Dis, bantuan mula datang dan mencurah-curah setiap hari, rombongan yang pertama datang menghantar bantuan ialah daripada Temerloh. Ma’had Tahfiz Darul Fikri menjadi sangat sibuk selepas itu dengan kehadiran ratusan petugas dan kenderaan keluar masuk untuk menghantar bantuan makanan dan sebagainya. Sms masih lagi bertalu dengan aduan dari pusat penempatan terutama di Sungai Isap, Tanah Putih dan SK Chun Ching, semua peti undi di tempat ini telah dimenangi oleh PAS pada PRU yang lalu. Terlalu banyak aduan atas sikap diskriminasi ketua kampung dan JKK yang mengetuai pusat penempatan, saya akan dedahkan pengakuan mangsa nanti. Begitu juga dengan jentera kerajaan yang terlalu maksima untuk membantu mangsa dalam banjir yang begini besar, apakah ini adalah balas dendam terhadap kawasan-kawasan yang dikuasai oleh PR ?…


Pada pagi 3 Dis, saya dah rakan-rakan Unit Amal Kuantan termasuk Ayah Ngah (Imam Masjid Al Fatah) memulakan kerja-kerja memasak, jentera PAS Tanjung Lumpur kebanyakkannya sudah tidak dapat bersama kerana rumah mereka telah dinaiki air terutama yang tinggal di Sungai Isap dan Tanah Putih, ada sebahagian dari mereka telah berpindah ke Pusat penempatan mangsa banjir, tak mungkin mereka dapat membantu saya, jalan untama ke Rumah saya pun dah dinaiki air ke paras pinggang, namun saya keluar juga mengharung air ke Masjid Al Fatah untuk bersama dengan Unit Amal memasak untuk mangsa banjir. Sewaktu kami mula memasak air diperkarangan Masjid Al Fatah hanya separas buku lali, air begitu cepat naik, hinggakan api dapur gas yang digunakan untuk memasak terpadam beberapa kali akibat dinaiki air, bila padam kami alas dengan batu, terpadam lagi, alas lagi, entah berapa kali terpadam dan kami alas lagi dengan batu sehinggalah siap membungkus lebih kurang pukul 3.30 petang, ketika itu air didalam Masjid Al Fatah telah pun hampir mencecah paras pinggang. Hari tu kali pertama saya solat zohor dalam air bersama Ust Yusof Embong (Tim Pesuruhjaya PAS Pahang)


Saya dan rakan-rakan menghantarnya ke penempatan Sekolah Sg Isap Taman Murni dengan menaiki bot, saya terus ke kantin sekolah, bertemu dengan Dato Tengku Zul (calon BN yang menentang saya waktu PRU 13 baru ni), kami berbual seketika, bertanya khabar dan perkembangan semasa berkaitan banjir, mungkin beliau adalah ketua operasi penempatan mangsa banjir, saya balik dan berjanji untuk membantu menghantar bantuan makanan ke Pusat tersebut. Selesai menghantar makanan, kelihatan air semakin naik dengan mendadak, hari semakin malam, kebetulannya pulak malam tersebut air pasang besar, saya minta Ust Saharudin menghantar saya balik, bimbang juga kat Isteri dan anak-anak yang masih kecil, namun jalan kerumah saya telah dipenuhi air hingga keparas dada dengan arus yang sangat deras, pihak bomba tidak membenarkan sesiapapun melalui jalan tersebut, memang begitulah keadaan di Kampung saya hampir setiap tahun. Talian talipon pulak agak terganggu, bila tanya isteri keadaan dirumah, entahlah dengar tak dengar, bunyi macam ok jer, saya pun berpatah balik, lupakan soal mereka.


Malam tu saya tinggal di Pondok Pemuda Al Kalthumiah, bt 3, panggilan talipon hampir tak henti-henti dari rakan-rakan jamaah, terutama dari Sungai Isap, ada yang terperangkap, ada yang minta tolong ambil mereka dan macam-macam lagi, untuk berjalan kaki ke Sungai Isap dah tak boleh, bot yang digunakan oleh Unit Amal terpaksa pergi membantu mangsa, bukannya sekejap, apatah lagi di tengah malam yang gelap diiringi pula oleh hujan lebat, jalan dah terputus, rakan-rakan dari Kempadang dan sebelah Tanjung Lumpur tidak dapat membantu kerana terputus hubungan, Tanjung Lumpur pula dinaiki air pasang, Sg Soi dan Kempadang pun dinaiki air juga, buntu juga saya dibuatnya untuk mendapatkan tenaga membantu saya. Semua jalan untuk ke Kuantan terputus, sedihnya bila baca sms rakan yang mengharapkan pertolongan, tiada apa yang boleh saya lakukan dalam keadaan begini kecuali perbanyakkan berdoa. Tamparan hebat bagi saya bila semua jentera PAS dan Unit Amal tidak dapat membantu saya kerana kesemua rumah mereka telah dinaiki air termasuk rumah Ust Saharudin (Pengarah Jab Amal Negeri), beliau juga berpindah, bawa lari isteri dan anak-anaknya, saya terputus hubungan dengannya selama dua hari disebabkan tiada line talipon, saya pun tak tahu beliau dimana, entahkan hidup atau mati.


Malam tu tak lena tidur, namun dek keletihan terlelap juga seketika di Pondok Pemuda, tapi tak boleh lama, baru nak terlelap, air naik membasah tubuh, lari pula ke tempat lain, pun serupa juga, akhirnya dah tak de tempat boleh tidur, tunggu je la sampai pagi sambil memikirkan apakah tindakan yang akan dibuat esok , saya menghubungi pihak bomba dan polis untuk bertanya tentang perkembangan semasa, namun takde jawapan lansung, kecewa juga saya dibuatnya. Saya mengharapkan dalam keadaan begini sepatutnya pihak keselamatan ‘all out’ untuk membantu rakyat, dengan segala kemudahan yang mereka ada hasil dari cukai rakyat, mereka boleh gunakan segala jenis kenderaan darat, air dan udara untuk membantu rakyat, bukannya selalu pun, apalah salahnya gunakan helikopter untuk selamatkan mangsa yang terperangkap dan mengapa dalam keadaan banjir yang begini besar, bot yang digunakan untuk membantu mangsa hanya boleh dibilang dengan jari sahaja, dah habis ke bot dalam negeri Pahang ni, saya sempat bertanya kepada anggota bomba dan pertahanan awam, kenapa hanya sebanyak ini sahaja bot yang digunakan?, jawapannya ‘tiada arahan menyeluruh’ , jika benar tiada arahan menyeluruh ertinya kerajaan tidak all out untuk membantu mangsa, kerajaan apakah ini ……..


Musim tengkujuh dah mula berlabuh, memang saya agak risau juga, takut-takut banjir besar akan berlaku, rupanya apa yang saya bimbangkan benar-benar terjadi. Saya dan Unit Amal Kuantan sememangnya dah menubuhkan jawatankuasa untuk persiapan menghadapi kemungkinan banjir, memang setiap tahun pun kami begitu semenjak tahun 2001 lagi, selepas banjir besar di Sungai Isap. Masa tu memang kelam kabut dibuatnya, kami tiada persediaan, sebab tak pernah berlaku dan lansung tak terduga ianya akan berlaku di Sungai Isap, saya memegang jawatan sebagai ketua Dewan Pemuda PAS Kaw Paya Besar, masa tu Sungai Isap berada di dalam DUN Penur yang dimenangi oleh PAS, banjir naik dengan mendadak, rumah saya di Kampung Seri Damai juga dinaiki air separas pinggang, namun bila dengar keadaan yang buruk di Sungai Isap, saya segera turun untuk membantu.


Air mula naik sebelah pagi, saya sampai di Taman Guru hampir waktu asar, orang dah ramai kat Masjid Al Hidayah Batu 5, semua mereka belum makan sejak pagi, saya dan beberapa orang rakan dok bincang macamana nak masak, maklum tiada persediaan, nak pergi beli makanan bukannya senang, dalam keadaan jalan dah dipenuhi air, kereta pulak jem dan banyak yang tersangkut tengah jalan, agak sukar nak pergi, nak jalan kaki, jauh la pulak, nak menghala ke Kuantan dah tak boleh, dalam keadaan begitu saya ternampak sebuah ambulan, saya menahannya dan minta tolong dengan pemandu ambulan supaya bawa saya ke pasaraya di Taman Tas untuk membeli bahan makanan, agak lucu juga, saya beli mee hon, dapur, gas, kuali dan bahan-bahan memasak dengan menaiki ambulan, masa balik dari pasaraya, pemandu memasang siren kecemasan agar kami cepat sampai, kami memasak di Markas Taman Guru, walaupun air dah naik tapi kami tetap juga goreng mee hon “mee bodo” je, kasihan kat orang, terutama kanak-kanak yang dah lapar.


Keadaan yang hampir sama juga berlaku pada banjir 2013 baru-baru ni, apa yang berlaku diluar jangkaan, saya tak menduga banjir kali ini begitu besar dan cepat, dah la tu, meliputi pulak seluruh Kuantan, hingga melibatkan hampir semua rumah anggota Unit Amal dan jentera PAS Kuantan. Pada 2 Dis baru ni, saya sepatutnya berkuliah di Jerantut, saya bertolak ke Jerantut lebih kurang jam 5.30 petang, ketika itu hujan lebat, hati sentiasa berdebar-debar takut berlaku banjir, ketika saya sampai di Gambang, melihat hujan begitu lebat dan tidak henti-henti saya mengambil keputusan untuk berpatah balik. Saya pulang kerumah untuk solat maghrib dan menukar pakaian, terus ke Sg Isap dan memang betul, apa yang saya resah kan betul-betul terjadi, air dah mula melimpah masuk kedalam rumah terutama di Sg Isap Damai, malam tersebut saya dan rakan-rakan sempat untuk membantu 2 keluarga di Sg Isap Damai untuk berpindah.


Setelah itu saya ke Tanah Putih untuk meninjau keadaan disana, Alhamdulillah sahabat-sahabat pemuda dan Unit Amal bertindak pantas untuk mengawasi jalanraya agar kenderaan melalui jalan alternatif kerana jalan di Tanah Putih sebelum jambatan Sungai Kuantan telah dipenuhi air dan tidak selamat untuk dilalui, saya turut sama membantu sehingga tengah malam, saya , Ust Sahrudin (pengarah Jab Amal Negeri Pahang) dan anggota Unit Amal Kuantan berkumpul pula di Masjid Al Fatah untuk perbincangan persiapan seterusnya sehingga lah kami segera ke Kg Kurnia kerana telah dimaklumkan air naik dengan mendadak disana, kami sempat membantu memindahkan sebuah keluarga ke PASTI Al Fatah .. hampir pagi barulah kami pulang kerumah masing-masing. Pada esoknya 3 Dis seawal pagi kami telah berkumpul di Masjid Al Fatah untuk memulakan kerja-kerja memasak setelah dimaklumkan telah ramai mangsa yang berpindah ke penempatan mangsa banjir, tiada lain yang difikirkan kecuali kebimbangan apa yang berlaku pada tahun 2001 itu berulang, takut mangsa kelaparan, kalau masa tu mungkin saya tidak dipersalahkan, cuma mungkin rasa bersalah kalau tak membantu, tetapi 2013 saya bukan lagi ketua pemuda tapi saya adalah YDP PAS Kuantan yang juga sebagai ADUN, saya mesti berusaha sedaya upaya untuk membantu rakyat dan pengundi saya.


Masa yang berbaki beberapa jam untuk menunggu pagi 3 Dis lansung tidak melelapkan mata, kalau dulu, waktu muda-muda, masa sedang segak, banjir adalah kegembiraan bagi saya, maklum takde tanggung jawap, apa yang saya fikirkan ialah mengatur strategi untuk menahan pukat, memasang ‘taut’, meredah hutan memburu ikan baung dan tapah kat dalam hutan belakang rumah saya. Bila musim banjir memang lumayan, seronok dapat ikan sungai, besar-besar pulak tu, orang kena banjir, itu dia punya pasal, saya tak fikir pun pasal orang, maklum ‘tengah tolol’. Bila ingat-ingat ‘bodohnya aku’, serupa je macam memerang yang dok cari ikan sampai lupa kesusahan orang lain, sedangkan kalau saya susah bukan ikan-ikan tu yang menolong saya, malahan manusialah yang akan menolong saya, doa dan solatkan jenazah saya bila saya mati, cari ikan tak salah, tapi kalau sampai tak tolong orang dalam kesusahan rasanya susah sikit nak menjawap di hadapan Allah swt bila mati nanti, apatah lagi kalau dah jadi wakil rakyat, terpaksalah lupakan semua kesukaan saya, sebab PAS Tanjung Lumpur menang bukan dengan sebab undi dari ikan tapi rakyat.


Ustaz Rosli ialah Adun Tanjung Lumpur, Kuantan.


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/kian-sukses-jadi-musisi-setelah-masuk-islam.html


Tanjung yang berlumpur