Saturday, December 15, 2012

IAEA Berharap Masuk ke Fasilitas Nuklir Iran

INILAH.COM, Teheran – Delegasi badan energi atom PBB (IAEA) berharap bisa memasuki pangkalan militer di Parchin, Iran. Selama ini Barat menuduh Iran mengembangkan program senjata nuklir tapi selalu disangkal.

Pada Kamis (13/12) Delegasi IAEA melakukan pembicaraan dengan pihak Iran sebelum mengunjugi pangkalan militer Parchin di tenggara Teheran. IAEA mencurigai pangkalan militer ini dipakai sebagai tempat pengujian komponen yang digunakan untuk membuat senjata nuklir.

“Kami berharap Iran membolehkan kami untuk berkunjung ke Parchin,” ujar Deputi Direktur Jenderal IAEA Herman Nackaerts yang mengepalai rombongan IAEA. Ia juga mengatakan berupaya mendapatkan akses terhadap informasi “yang berhubungan dengan dimensi yang mungkin terkait dengan militer” program nuklir Iran.

Para inspektur IAEA terus mencoba mendapat akes masuk ke Parchin sejak tahun lalu. Organisasi ini mengatakan, Republik Islam Iran kini sibuk mengenyahkan bukti dari pengujian nuklir. Bukti itu dapat dilihat dari foto satelit yang konon menangkap gambar berbagai aktivitas di fasilitas Parchin.

Kepala IAEA Yukiya Amano mengatakan, walaupun upaya menemukan bukti program nuklir Iran mungkin semakin kecil, sebuah kunjungan ke Parchin tetap berguna. Selama pembicaraan dengan IAEA, Teheran ngotot bahwa implementasi kerangka kerja inspeksi adalah syarat yang sangat diperlukan bagi inspeksi apa pun demi memberi akses terhadap badan energi atom internasional, dokumen relevan dan para ilmuwan Iran.

Iran terus menyangkal bahwa program nuklirnya diaplikasikan untuk tujuan militer. Ketika Iran pertama kali memulai program sain nuklir pada 1970-an (pada masa pemerintahan Shah yang sekuler), negara-negara Barat bersemangat untuk membantu pengembangan nuklir ini, memasok Teheran dengan teknologi tanpa pernah mengganggunya. Perubahan terjadi setelah Revolusi Islam 1979, saat sikap Barat terhadap program nuklir Ira berubah 180 derajat.

“Jika Anda punya pisau di dapur, lalu ada tamu dari negara Barat yang datang ke rumah Anda dan bilang, ‘Oh, pisau ini sangat berbahaya! Anda bisa membunuh orang dengan pisau ini’ Ini hanya guyonan,” tutur jubir Kemlu Iran Ramin Mehmanparast kepada RT Oneline, Rusia, Jumat (14/12). [mdr]

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/12/04/meiblx-cahaya-islam-di-negeri-samurai-1


IAEA Berharap Masuk ke Fasilitas Nuklir Iran

0 comments :

Post a Comment