Wednesday, December 12, 2012

Tak Pantas Lagi Maju Jadi Cabub Garut

aceng fikriJAKARTA–Bupati Garut Aceng HM Fikri ini memang kekterlaluan. Sudah cacat sosial masih juga ngotot mau maju lagi jadi calon bupati. Saat menjabat saat ini pun sudah banyak kalanganpun meminta dia mundur lantaran kelakuannya menikahi gadis yang cuma 4 hari lalu diceriakan lewat SMS. Yang menyesakkan, alasan dia karena sang istri sudah tak perawan.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, apabila Aceng mencalonkan kembali itu sama dengan dia melakukan bunuh diri. Sebagai Bupati Garut saat ini saja ia sudah berani melecehkan hak-hak perempuan.

“Jika Aceng cerdas, dia tidak akan mencalonkan kembali. Ibaratnya, baunya sudah membusuk, tidak mempunyai aroma wangi lagi seperti sebelum-sebelumnya,” tegas Siti kepada Harian Terbit, Selasa (4/12).

Menurut Siti, jika Aceng memaksa tetap mencalonkan diri kembali, nampaknya Partai Golkar sudah tidak peduli lagi. Jika demikian, Aceng akan Independen mencalonkan kembali dirinya.

“Aceng akan disisihkan dari partai Golkar dan ditambah lagi ada ketidakpercayaan masyarakat kepadanya. Sepertinya masyarakat Garut sendiri sudah marah kepada Aceng yang telah menjadi Bupati Garut yang dinilai salah urus soal perempuan,” tegasnya.

Siti Sendiri menganjurkan Aceng HM Fikri bertobat saja daripada mencalonkan kembali menjadi bupati Garut. Apalagi Fany Octora mantan istrinya yang baru diceraikan mengguat Aceng ke Polisi.

“Sepertinya akan ada banyak gugatan kepada Aceng, Selain mantan istrinya, akan banyak gugatan dari berbagai kalangan masyarakat. Sepertinya, Aceng sudah tamat riwayatnya,” tutur pengamat politik ini.

Fany, Senin kemarin mendatangi Mabes Polri pukul 13.40 WIB. Fany datang dengan mengenakan baju panjang kembang-kembang putih dan kerudung berwarna senada. Perempuan yang tampak cantik ini datang dengan ditemani kuasa hukumnya.

Aceng HM Fikri terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra. Saat itu dia mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara. Pada September 2011, Wakilnya Diky Candra mengajukan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan keduanya.

Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.

Pada 14 Juli 2012, dia menikahi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda. Gadis bernama Fany Octora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka.

Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat. Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fany: “Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan”.

Sang bupati sendiri menampik bahwa hubungannya dengan Fany adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi dari lawan politiknya menjelang pilkada untuk menjegal dirinya.

Sedangkan pernyataan-pernyataan kontroversi sang bupati terkait pernikahan kilatnya, seperti, “Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu.” Selain itu, pernytaan lainnya adalah, “Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan.

Aceng lahir di Garut pada 6 September 1972. Pria bernama lengkap Aceng HM Fikri ini meraih gelar S.Ag dari Insitut Agama Islam Al Musaddadiyah (IAIM). Status perkawinan Menikah. Nama Istrinya, Nurrohimah (istri), Fany (diceraikan setelah 4 hari menikah). Aceng beralamat di Kp Sukamentri RT/RW 01/14, Sukamentri, Garut Kota, Garut

Aceng menempuh pendidikan dasar di SD Sukamentri Garut, kemudian ke MTS. Negeri Garut, PGN Garut, IAI Al Musaddadiyah. Sebelum menjadi bupati, Aceng bekerja di koperasi peternak unggas Garut, PT Mandala Food Garut, Koperasi konveksi raksa sawarga, Kopontren Kabupaten Garut.

Aceng juga tercatat sebagai anggota GP Ansor Garut, Garda Bangsa PKB, DPC PKB Garut, Masyarakat Pecinta Garut, Plt DPC Golkar Garut, Wakil Ketua DPD Golkar Jabar.



Tak Pantas Lagi Maju Jadi Cabub Garut

0 comments :

Post a Comment