INILAH.COM,
Kuala Lumpur–Kelompok teroris Malaysia Jamaah Islamiyah (JI) yang
beroperasi di Asia Tenggara kini mulai menggunakan jejaring sosial Facebook untuk merekrut rookies alias anak bawang.
Warga Malaysia bernama Mohd Noor Fikrie Abd Kahar, anak seorang pensiunan polisi, belajar terorisme dari Facebook. Ia mencoba membunuh dalam sebuah misi teror yang gagal di Filipina.
Apa
yang menjadi sasaran teror anak bawang ini masih menjadi misteri.
Polisi Filipina mengatakan bahan peledak yang dibawanya bisa meledakkan
mall, hotel atau gereja saat misa subuh pada hari Natal tak lama lagi
akan digelar.
Juga
muncul spekulasi bahwa Fikrie si anak bawang ini sedang melewati masa
perpeloncoannya sebagai anggota JI untuk menaikkan peringkatnya.
Meskipun
anak bawang, Fikrie memiliki kontak dekat dengan pemimpin top JI sesama
Melayu Malaysia bernama Zulkifli Abdul Hir alias Marwan.
Marwan
diyakini lolos dari serangan pasukan keamanan Filipina pada 2 Ferbuari,
yang membunuh Abu Sayyaf atawa Dr Abu, pemimpin kelompok teroris
Filipina Umbra Jumdali Gumbhali. .
Mohd
Noor Fikrie, yang lahir di Kedah, berhubungan dengan Marwan dan Dr Abu
melalui Facebook dan menggunakan kontak warga Sabah untuk melintas
antara Sandakan (Malaysia Timur) dan Kota Zamboanga di Filipina Selatan.
Menurut
sumber intelijen, Fikrie diketahui bersama gembong teroris Marwan dan
Dr Abu saat digebrek tentara dan polisi Filipina beberapa bulan yang
lalu.
“JI
dan Abu Sayyaf beroperasi bersama di wilayah Sulu, namun JI pindah ke
Mindanao ketika pasukan kemanan Filipina, dengan dukungan AS dan
Australia, menekan mereka,” ujar sumber intelijen seperti dikutip The Star, koran Malaysia, Selasa (18/9/2012).
Setelah
serangan dilakukan ke pesembunyiannya, Fikrie termasuk dalam gerombolan
yang lolos. Tapi kartu tanda penduduk (KTP) Malaysia Fikrie tertinggal.
Polisi Filipina terus melacak keberadaan Fikrie. Ia dikeatahui menikah
dengan wanita katolik yang masuk Islam bernama Annabelle Nieva Lee,
setelah bercerai dengan istrinya di Malaysia.
Ia
ditangkap polisi Filipina di Davao, pada Jumat malam pekan lalu,
bersama isterinya. Fikrie menggendong ransel yang berisi bom.
Fikrie
tamat sekolah menengah dan bekerja serabutan di Malaka ketika ayahnya,
seorang sersan yang bertugas di pusat pelatihan polisi ditempatkan di
sana sampai pensiun pada 2002. Fikrie kemudian meninggalkan kota asal
keluarganya di Benut, Pontian, negara bagian Johor.
Fikrie
kemudian menikah dengan wanita bernama Nuzul dan tinggal di Kampung
Bahagia di Malaka sampai pasangan ini bercerai tahun lalu. Ia kemudian
berkelana di Mindanao dan segera mengawini Lee yang berasal dari
Sorsogon, kota yang menjadi pintu masuk Filipina Selatan.
Dalam beberapa tahun terakhir Fikrie di ketahui direkrut JI dan berhubungan dengan para gembong JI melalui media sosial. [tjs]
Teroris Gunakan Facebook untuk Rekrut Kader
0 comments :
Post a Comment