Monday, December 17, 2012

Teroris Gunakan Facebook untuk Rekrut Kader

INILAH.COM, Kuala Lumpur–Kelompok teroris Malaysia Jamaah Islamiyah (JI) yang beroperasi di Asia Tenggara kini mulai menggunakan jejaring sosial Facebook untuk merekrut rookies alias anak bawang.
Warga Malaysia bernama Mohd Noor Fikrie Abd Kahar, anak seorang pensiunan polisi, belajar terorisme dari Facebook. Ia mencoba membunuh dalam sebuah misi teror yang gagal di Filipina.
Apa yang menjadi sasaran teror anak bawang ini masih menjadi misteri. Polisi Filipina mengatakan bahan peledak yang dibawanya bisa meledakkan mall, hotel atau gereja saat misa subuh pada hari Natal tak lama lagi akan digelar.
Juga muncul spekulasi bahwa Fikrie si anak bawang ini sedang melewati masa perpeloncoannya sebagai anggota JI untuk menaikkan peringkatnya.
Meskipun anak bawang, Fikrie memiliki kontak dekat dengan pemimpin top JI sesama Melayu Malaysia bernama Zulkifli Abdul Hir alias Marwan.
Marwan diyakini lolos dari serangan pasukan keamanan Filipina pada 2 Ferbuari, yang membunuh Abu Sayyaf atawa Dr Abu, pemimpin kelompok teroris Filipina Umbra Jumdali Gumbhali. .
Mohd Noor Fikrie, yang lahir di Kedah, berhubungan dengan Marwan dan Dr Abu melalui Facebook dan menggunakan kontak warga Sabah untuk melintas antara Sandakan (Malaysia Timur) dan Kota Zamboanga di Filipina Selatan.
Menurut sumber intelijen, Fikrie diketahui bersama gembong teroris Marwan dan Dr Abu saat digebrek tentara dan polisi Filipina beberapa bulan yang lalu.
“JI dan Abu Sayyaf beroperasi bersama di wilayah Sulu, namun JI pindah ke Mindanao ketika pasukan kemanan Filipina, dengan dukungan AS dan Australia, menekan mereka,” ujar sumber intelijen seperti dikutip The Star, koran Malaysia, Selasa (18/9/2012).
Setelah serangan dilakukan ke pesembunyiannya, Fikrie termasuk dalam gerombolan yang lolos. Tapi kartu tanda penduduk (KTP) Malaysia Fikrie tertinggal. Polisi Filipina terus melacak keberadaan Fikrie. Ia dikeatahui menikah dengan wanita katolik yang masuk Islam bernama Annabelle Nieva Lee, setelah bercerai dengan istrinya di Malaysia.
Ia ditangkap polisi Filipina di Davao, pada Jumat malam pekan lalu, bersama isterinya. Fikrie menggendong ransel yang berisi bom.
Fikrie tamat sekolah menengah dan bekerja serabutan di Malaka ketika ayahnya, seorang sersan yang bertugas di pusat pelatihan polisi ditempatkan di sana sampai pensiun pada 2002. Fikrie kemudian meninggalkan kota asal keluarganya di Benut, Pontian, negara bagian Johor.
Fikrie kemudian menikah dengan wanita bernama Nuzul dan tinggal di Kampung Bahagia di Malaka sampai pasangan ini bercerai tahun lalu. Ia kemudian berkelana di Mindanao dan segera mengawini Lee yang berasal dari Sorsogon, kota yang menjadi pintu masuk Filipina Selatan.
Dalam beberapa tahun terakhir Fikrie di ketahui direkrut JI dan berhubungan dengan para gembong JI melalui media sosial. [tjs]

Teroris Gunakan Facebook untuk Rekrut Kader

0 comments :

Post a Comment