Jika menyebut nama Ragunan maka yang terbersit pertama kali dalam benak kita adalah tempat rekreasi fauna Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Namun tidak banyak yang tahu kalau nama Ragunan diambil dari nama Pangeran Wiraguna yang merupakan seorang warga negara Belanda bernama asli Hendrick Lucaasz Cardeel yang hidup di abad ke-16.
Hendrick sendiri mendapat gelar itu dari putra Sultan Ageng Tirtayasa Raja Banten, yang bernama Sultan Abunasar Abdul Qohar atau Sultan Haji. Ini dilakukan karena Hendrick telah membantu pihak Kerajaan Banten untuk membangun kembali bangunan kompleks kerajaan yang hangus terbakar saat itu. Sultan Haji yang ingin menguasai singgasana ayahnya, juga memberikan kepercayaan penuh kepada Pangeran Wiraguna dalam menjalin hubungan dengan pihak VOC di Batavia.
“Dahulu Pangeran Wiraguna sempat masuk Islam dan menikah dengan seorang perempuan muslimah. Dia dipercaya sebagai utusan untuk berhubungan dengan VOC dan membantu Sultan Haji merebut kekuasaan ayahnya,” ujar Kamaludin (56), penjaga makam Pangeran Putra Wiraguna, Rabu (19/6).
Setelah lama tinggal di nusantara, sekitar tahun 1689, Pangeran Wiraguna memohon izin kepada Sultan Haji untuk pulang ke Belanda. Namun karena jasanya juga membantu VOC menguasai wilayah jajahannya, ia diberikan lahan yang cukup luas di Batavia hingga ia mengurungkan niat pulang ke tanah kelahirannya. Dan pada tahun yang sama, Pangeran Wiraguna meninggalkan Islam untuk kembali ke agama Kristen. “Meninggalnya saya tidak tahu pasti kapan, sampai dikuburkan di sini, Sehingga orang menyebut kawasan ini jadi Ragunan,” ucapnya.
Saat ini, makam Pengeran Wiraguna berada di Jl Pekayon Pejatenbarat RT 05/03, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Kemajuan zaman, membuat lahan pekuburan wakaf yang juga terdapat makam pangeran tersebut kini mulai terjepit oleh bangunan-bangunan besar. Pintu masuk untuk menuju makam pun, melalui gang sempit. Bahkan di depannya hampir tertutup dengan usaha tambal ban.
“Di sini setiap malam Jumat sangat banyak peziarah yang berdoa. Mereka mulai datang dari sore hari, untuk melakukan doa dan lainnya. Tidak tahu juga kalau ada yang meminta pesugihan atau suatu maksud, biasanya sampai subuh banyak orang,” tuturnya.
Kamaludin sendiri baru menjadi penjaga makam pada 2007 lalu. Di tempat itu dirinya diberikan mandat untuk menjaga dan merawat makam tersebut. “Juru kuncinya sudah meninggal beberapa tahun lalu, saya hanya merawat dan menjaga. Baru direnovasi menjadi seperti rumah sekitar tahun 2010, dan pintu baru saya buka kalau malam Jumat saja,” ucapnya.
Karena banyak peziarah yang datang dengan maksud tertentu, untuk mencegah penyimpangan di dinding dan di atas pintu makam Pangeran Wiraguna diberikan peringatan untuk para peziarah. “Mudah-mudahan mereka mengerti hakekat dari berziarah itu, jangan sampai meminta sesuatu kepada selain Allah,” harap Kamaludin.
Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700
Menengok Jejak Pangeran Wiraguna di Ragunan
0 comments :
Post a Comment