Showing posts sorted by relevance for query Global. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Global. Sort by date Show all posts

Saturday, December 22, 2012

Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam

Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam
<!–

Terkait

  • Mubarok: Foke Tidak Masuk Hitungan
  • Taman Narmada, Tempat Penyucian Para Pejabat
  • VIDEO: Demokrat: Pertemuan Tidak Bahas Posisi Andi
  • Choel Sambangi Rumah Andi Mallarangeng
  • Empat Menteri asal Demokrat Ikut Pertemuan di Cikeas

–>
Liputan6.com, Washington : Ada banyak pilihan keyakinan di dunia, namun kecendungan belakangan justru menunjukkan, orang yang tak beragama makin banyak. Jumlahnya nomor tiga terbesar di dunia, setelah Kristiani dan Muslim. Di atas jumlah pemeluk Hindu.

Berdasarkan studi “Lanskap Agama Global (The Global Religious Landscape) yang dirilis Pew Forum on Religion and Public Life pada Selasa kemarin, ada 1,1 miliar orang yang tak beragama di seluruh dunia.

Sebanyak 700 juta orang atau 62 persennya tinggal di Cina atau 52,2 persen penduduk Negeri Tirai Bambu. Disusul Jepang, di Negeri Sakura ada 72 juta orang yang tak beragama, atau 57 persen dari populasi nasional.

Di peringkat tiga penduduk tak berafiliasi ke agama tertentu adalah Amerika Serikat, sekitar 16,4 persen dari jumlah penduduknya.

Pemeluk Kristiani Terbesar

Studi mengungkap, secara keseluruhan, 84 persen penduduk dunia, dari total sebesar 6,9 miliar jiwa, teridentifikasi memeluk agama.

Kristiani merupakan agama terbesar dengan 2,2 miliar penganut atau 31,5 persen dari populasi dunia.

Gereja Katolik Roma paling dominan, lebih 50 persen dari jumlah tersebut. Sementara Protestan, termasuk Anglikan dan non-denominasi gereja pada kisaran 37 persen. Sementara Ortodoks 12 persen.

Ranking dua adalah umat muslim. Ada sekitar 1,6 miliar umat Islam di seluruh dunia, atau 23 persen dari populasi global. “Mayoritas (87-90 persen) adalah Sunni, sekitar 10-13 persen adalah Muslim Syiah,” kata studi tersebut, seperti dimuat Daily Mail, Rabu (19/12/2012)

Populasi pemeluk Hindu di dunia sebagian besar terkonsentrasi di India, Nepal dan Bangladesh. Sementara, separuh pemeluk Buddha dunia ada Cina, menyusul Thailand, lalu Jepang.

Studi juga menemukan, sekitar 405 juta orang, atau 6 persen penduduk bumi memeluk agama nenek moyang seperti yang ditemukan di Afrika dan Cina. Atau di kalangan penduduk asli aborigin Amerika dan Australia.

Sementara 58 juta lainnya masuk kategori “agama lain-lain” seperti termasuk Baha’i, Taoisme, Jainisme, Shinto, Sikh, Tenrikyo, Wicca, dan Zoroastrianisme. Sebagian besar berada di kawasan Asia-Pasifik.

Islam Paling Berpotensi Melejit

Berapa persisnya populasi keyakinan di dunia tak mungkin didapatkan angkanya. Hanya kisaran ratusan juta. Namun, apa yang dilakukan Pew Forum yang berbasis di Washington, adalah studi terluas hingga saat ini. Menggunakan data global tahun 2010.

Ahli demografi Pew Forum, Conrad Hackett mengatakan, meski telah mengerahkan 2.500 orang dalam kegiatan sensus, survey, serta mengkaji catatan populasi yang digunakan untuk kompilasi data, pihaknya tak bisa memperkirakan persis populasi ateis dan agnostik dunia. “Itu bukan data yang tersedia di semua negara,” kata dia.

Dari studi itu terungkap, berdasarkan usia pemeluk, rata-rata muslim berusia paling muda 23 tahun, dibandingkan populasi penduduk dunia yang rata-rata umurnya 28 tahun.

“Muslim akan tumbuh sebagai bagian besar dari populasi dunia. Dan menjadi bagian penting karena struktur usianya yang muda,” kata Hackett.

Sebaliknya, Yudaisme, yang jumlah pengikutnya 14 juta orang atau 0,2 persen dunia, punya usia rata-rata tertinggi yakni 36 tahun. Itu artinya prospek pertumbuhannya lemah.

Usia rata-rata global pemeluk Kristen adalah 30 tahun dan yang memeluk Hindu 26 tahun. Sementara, dengan usia rata-rata 34, prospek pertumbuhan bagi orang-orang tak beragama, lemah.(Ein)

Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1939378/warga-tak-beragama-duduki-peringkat-ketiga


Kaum Tak Beragama Ranking 3, Setelah Kristen dan Islam

Sunday, March 17, 2013

Aktivis yang Sukses Kelola Perusahaan Migas

Ulet dan pantang menyerah. Itulah Maman Abdurrahman. Pengusaha muda asal Desa Mukok, Sanggau, Kalbar ini sukses mengembangkan usahanya di bidang perminyakan dan gas (migas). Bahkan perusahaan yang dipegangnya, Starborn Chemical, berkembang pesat menyaingi perusahaan asing yang juga bidang perminyakan.

Pria berpostur besar tinggi ini benar-benar tidak membayangi kalau dirinya akan terjun di dunia usaha. Apalagi di bidang perminyakan. Pada tahun 1998, Maman pergi ke Jakarta, niatnya ingin mendaftar menjadi polisi. Setelah menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 3 Pontianak, Maman tidak bisa ikut bersaing menjadi polisi, karena umurnya yang masih terlalu muda (belum 17 tahun), hingga tidak memenuhi syarat. Jadi, mesti menunggu setahun lagi agar syarat mendaftar polisi terpenuhi.

Daripada menganggur, pria kelahiran Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau ini memilih untuk kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Maman lulus di Fakultas Teknik Jurusan Perminyakan. Selama setahun bergelut di dunia kampus, Maman aktif di dunia pergerakan dan organisasi kemahasiswaan. Dia bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ketika itu sedang bergejolak pergerakan mahasiswa untuk mewujudkan reformasi pemerintahan.

Pria kelahiran 1980 ini mengaku bingung. Dia yang lebih banyak menghabiskan waktu kecilnya di Semuntai, Sanggau serta Sekadau dan menyelesaikan sekolahnya di Kota Pontianak, harus ikut berdemonstrasi mewujudkan reformasi di Semanggi I dan Semanggi II serta di kampusnya Trisakti, dengan konstalasi perpolitikan nasional yang mencekam. Merasa asyik menuntut ilmu perminyakan dan aktif di dunia pergerakan, sirna sudah keinginan Maman untuk menjadi polisi.

“Saya selalu ingat dengan pesan guru saya di SMA Negeri 3 dulu. Selagi ada niat baik dan usaha, tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Semuanya bisa kita lakukan, tentunya juga harus ditunjang dengan kemampuan atau ilmu yang kita miliki,” ungkap Maman.

Maman fokus menyelesaikan kuliahnya tanpa harus menghilangkan keikutsertaannya di dunia pergerakan. Maman mengubah mimpinya menjadi akademisi atau teknokrat di bidang perminyakan dan menempa pola pikirnya dengan pemikiran HMI. Dua perspektif atau pola pikir tergabung dalam dirinya, yakni pemikiran di bidang perminyakan dan pergerakan HMI.

Sakitnya menjalani hidup yang berjauhan dengan keluarga tidak mematahkan semangat pemuda desa ini untuk menuntut ilmu dan berkiprah di Jakarta. Kebetulan jurusan perminyakan ini dibangun dengan pola militer. Solidaritas benar-benar ditekankan di kampusnya itu. Persaudaraan sesama mahasiswa jurusan perminyakan benar-benar terjaga. Saling bantu sesama mahasiswa, khususnya mereka yang datang dari daerah. Meskipun harus merogoh kocek mengumpul uang receh untuk makan, namun tetap saling berbagi dengan kawan-kawannya yang lain, baik dari Papua, Kaltim, Aceh, maupun provinsi lainnya.

Mereka yang kuliah di Universitas Trisakti sekitar 30 ribu mahasiswa dari semua fakultas. Rata-rata mereka orang-orang berduit. Hampir semua yang kuliah di situ anak pejabat di republik ini. Ada anak gubernur, bupati, maupun pejabat TNI serta Polri bahkan anak menteri. Banyak didominasi anak-anak Jakarta. “Kita ini anak-anak daerah relatif termaginalkan di Trisakti. Namun kita tetap optimis, anak-anak daerah juga mampu seperti anak-anak di Jakarta,” jelas Maman.

Pada tahun 2004, mungkin karena jalan Allah juga, Maman diberikan kepercayaan oleh kawan-kawannya menjadi Presiden Mahasiswa Trisakti. Dari sinilah awal kariernya berorganisasi untuk masuk ke panggung yang lebih besar di dunia kemahasiswaan.

Hebatnya, ternyata pemuda Mukok ini menjadi Presiden Trisakti pertama dari daerah. Selama ini selalu dijabat anak-anak Jakarta yang berbasiskan militer. Ini menjadi sebuah motivasi baginya, bahwa anak daerah juga mampu. “Kita dari daerah jangan berkecil hati. Kita juga memiliki peran tersendiri di mana pun kita berada,” paparnya.

Pascakuliah, Maman mengambil jalan yang berbeda dari kawan-kawan aktivisnya. Mereka lebih banyak memilih jalur politis dengan bergabung di partai poltik (parpol). Sedangkan Maman mengembangkan keilmuannya di bidang perminyakan.

Maman menjadi engineer atau tenaga profesional di perusahaan Premier Oil, salah satu perusahaan perminyakan asing dari Inggris. Dari sinilah dia banyak mendapatkan pengalaman tentang industri perminyakan di beberapa negara. Karena Premier Oil, aset usahanya bukan hanya ada di Indonesia tetapi juga negara lain, seperti Filipina, Thailand, dan India, serta London sebagai kantor pusatnya.

Bagi Maman, perspektif global dari sektor ekonomi di Indonesia tidak bisa lepas dari situasi internasional. Namun bukan berarti harus menghamba pada globalisasi. Tetapi bagaimana memanfaatkan globalisasi ini untuk kepentingan bangsa.

“Itu yang saya dapatkan dari pengalaman bekerja di perusahaan asing. Kultur profesionalisme dan good governance itu juga diterapkan di negara asing. Ini menurut saya harus dibawa untuk mengembangkan kampung halaman kita dan bangsa kita. Saya bekerja di perusahaan Premier Oil hampir tujuh tahun. Saya sempat disekolahkan di Australia selama enam bulan untuk mengembangkan industri perminyakan,” jelasnya.

Pada tahun 2010, Maman bersama rekan bisnisnya mengembangkan perusahaan perminyakan, Starborn Chemical PT Luas Birus Utama. Pada dasarnya perusahaan yang dikembangkannya bukanlah perusahaan baru, melainkan perusahaan lama yang sudah berdiri sejak tahun 1993 silam. Maman bersama mitra kerjanya mengambil alih perusahaan itu dan memperbaiki manajemennya.

Starborn Chemical yang berkantor di Jalan Industri Selatan IV, Kawasan Industri Jababeka 2 Cikarang, Bekasi ini murni 100 persen perusahaan lokal. Perusahaan ini bergerak di bidang penyedia jasa dan kebutuhan bahan-bahan kimia di industri perminyakan. Maman dan rekan-rekannya membuat beberapa produk untuk kebutuhan fasilitas produksi di perusahaan minyak dan gas (migas). Salah satu contoh, membuat produk kimia, agar tidak terjadi karatan pada pipa minyak. Starborn Chemical juga membuat bahan-bahan kimia untuk meningkatkan produksi minyak.

“Kita coba kembangkan teknologi kimia dengan teknologi perminyakan. Kita juga buat produk bahan-bahan kimia untuk kebutuhan grilling di wilayah pengeboran,” ungkap Maman.

Banyak juga suka duka dalam mengembangkan Starborn Chemical. Maman harus turun ke hutan menuju lokasi pengeboran. Harus jual mobil untuk modal pengeluaran kantor setiap bulannya. Kini Starborn Chemical sudah bisa bersaing dengan perusahaan asing di dunia migas. Pengalaman Maman di Premier Oil diterapkan di perusahaannya sekarang. “Alhamdulillah bagus. Dulu perusahaan ini kolaps, sekarang bisa berkembang lagi. Sebelumnya karyawan kita sekitar 20 orang dan sekarang sudah hampir 50 orang. Kita sekarang juga lagi kerja di lokasi pengeboran minyak. Hampir beberapa perusahaan minyak di Indonesia, kita ikut andil untuk mengerjakannya. Sekarang kita juga lagi ekspan di Petronas—Malaysia dan Slumber Zee—Thailand. Total aset Starborn Chemical sudah mencapai 3 Juta US Dollar dengan revenue per tahun 8-10 juta US Dollar,” kata Maman.

Pria yang tak menyangka bisa mencari nafkah dan sukses berkarier di ibu kota negara ini juga melepaskan masa lajangnya di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Maman si anak Mukok mempersunting Agustina Hastarini yang akrab disapa Tina Astari, artis sinetron yang wajahnya sudah tidak asing lagi di layar kaca. Setelah menikah dengan Maman, Tina tidak lagi berakting. Wanita berwajah cantik itu ingin fokus melayani suaminya dan mengasuh si buah hatinya Merpati Cattleya Zarita Rahman.

Maman yang lama bekerja di perusahaan asing memberikan pandangan, globalisasi jangan dilihat sebagai bentuk penjajahan di Indonesia. Masyarakat harus mengubah pola pikirnya, bahwa globalisasi itu juga sebagai alat untuk pengusaha lokal ekspansi ke negara lain. Jangan dibalik. Menganggap globalisasi sebagai sebuah sistem atau kesepakatan global, untuk menjajah Indonesia. “Bagi saya itu sebuah pemikiran yang pesimis. Kita harus berpikiran optimis, menjadikan sistem global ini untuk keuntungan kita,” katanya.

Ada tiga perusahaan besar dunia yang menjadi pemain besar di bidang kimia perminyakan. Sementara perusahaan lokal Indonesia hanya Starborn Chemical. Namun Starborn Chemical ini bisa bersaing dengan pemain internasional. Bahkan saat ini Starborn Chemical akan menembus pasar Malaysia dan Thailand.

“Tergantung niat kita mau atau tidak dan kita yakin atau tidak. Kalau kita tidak yakin, maka sulit juga mewujudkan apa yang diinginkan. Kemudian ambisi. Tapi tetap dengan dasar profesionalisme dan transparansi sistem keuangan di perusahaan. Dasar kualitas dan kompetensi juga harus digunakan. Dulu banyak yang mengatakan bahwa perusahaan lokal sulit bersaing di dunia migas, buktinya kita juga mampu bersaing. Kita mampu membuktikan perusahaan lokal yang tidak ada tenaga asingnya sanggup membuktikan di mata internasional dan dunia migas,” ungkap Maman.

Merasa dapurnya sudah mengepul dengan baik, Maman kembali lagi kepada aktivitasnya di organisasi. Kini Maman bergabung ke organisasi kepemudaan di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan menjadi pengurus dewan perwakilan pusat Partai Golkar.

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Selagi kita punya niat baik dan keyakinan, saya yakin putra Kalbar juga mampu memimpin bangsa ini baik di dunia ekonomi maupun politik,” ujar Maman. (hamka saptono)

Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=57178


Aktivis yang Sukses Kelola Perusahaan Migas

Wednesday, December 19, 2012

Penganut Ateis Capai 1,1 Miliar Orang

BEIJING – Jumlah orang yang tidak menganut agama apapun atau ateis tercatat sebagai terbanyak yang ketiga di seluruh dunia, setelah Kristen dan Islam. Ateis terbanyak dilaporkan terdapat di negara China yang menganut paham komunis.

Laporan ini berdasarkan hasil survei lembaga Pew yang dilansir Reuters, Selasa (18/12). Dalam laporan bertajuk “The Global Religious Landscape” yang ditulis oleh Pew Forum on Religion and Public Life, ateis, orang-orang yang tidak beragama, atau penganut aliran kepercayaan berjumlah sekitar 1,1 miliar di seluruh dunia.

Sebanyak 62 persen atau sekitar 700 juta penduduk ateis tinggal di China. Jumlah ini melingkupi 52,2 persen dari populasi keseluruhan China. Penduduk ateis kedua terbesar adalah Jepang dengan 72 juta orang atau sekitar 57 persen dari populasi negara itu. Ketiga adalah Amerika Serikat dengan 51 juta orang, sekitar 16,4 persen dari populasi keseluruhan AS.

Sebanyak 405 juta atau sekitar 6 persen dari populasi dunia menganut aliran kepercayaan, di antaranya adalah suku-suku Afrika, Amerika Serikat dengan penduduk Indiannya dan Australia dengan suku Aboriginnya.

Sekitar 58 juta orang yang masuk dalam kategori “tanpa agama” ini adalah penganut kepercayaan dan agama yang bukan mainstream. Di antaranya adalah Baha’i, Jainisme, Shinto, Sikh, Tenrikyo, Wicca dan Zoroaster. Kebanyakan tinggal di wilayah Asia-Pasifik.

Sementara itu, jumlah penganut Kristen adalah yang terbesar di dunia sebanyak 2,2 miliar orang, atau sekitar 31,5 persen populasi dunia. Sebanyak 50 persen dari jumlah ini adalah penganut Katolik Roma, sisanya Protestan, Anglikan dan aliran-aliran non-denominasi lainnya.

Penganut Islam adalah kedua terbesar dengan jumlah 1,6 miliar orang di seluruh dunia, atau sekitar 23 persen dari populasi global. Sebanyak 90 persennya adalah Sunni, sisanya Syiah.
Menurut riset Pew, Islam akan menjadi agama paling berkembang di dunia di masa depan. “Muslim akan berkembang seiring tersebarnya populasi dunia dan penganutnya kebanyakan berada di usia muda,” kata peneliti di Pew, Conrad Hackett.

Agama keempat terbesar adalah Hindu dan Buddha. Penganut Hindu terbanyak terdapat di India, Nepal dan Bangladesh. Sementara Buddha terbanyak terdapat di China, Thailand dan Jepang.
Pew juga memprediksi, agama dengan perkembangan paling lambat di masa depan adalah Yahudi. Pemeluk Yahudi hanya 14 juta orang, atau 0,2 persen dari populasi dunia. Pemeluk terbanyak adalah di Israel, dengan 40,5 persen dari porsi Yahudi di seluruh dunia.

Hackett mengatakan bahwa penelitian ini didasarkan pada data tahun 2010, yang meliputi 2.500 konsensus, survei, dan jumlah populasi terdaftar. viv

Article source: http://www.solopos.com/2012/12/18/jelang-akhir-tahun-bpmks-tak-kunjung-cair-359441


Penganut Ateis Capai 1,1 Miliar Orang

Thursday, December 8, 2016

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Blog

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> UMJ< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank U So Much for Read this Article

Wednesday, February 27, 2013

Wednesday, June 19, 2013

Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

REPUBLIKA.CO.ID, Wawancara Karen Armstrong Pakar Agama: Alquran Mengajarkan Belas Kasih


Di ambang pintu, Karen Armstrong menyungging senyum. Ia mempersilakan masuk, menyapa ramah, dan mengucapkan “How do you do?” Lalu, ia duduk di sofa putih di kamar hotel ia menginap. Perempuan Inggris ini mengisahkan konsep belas kasih yang ia dengungkan, Islam, dan dirinya kepada wartawan Republika, Ferry Kisihandi, dan fotografer, Prayogi, Jumat (14/6) sore. Berikut petikannya.


Sebegitu pentingkah belas kasih bagi Anda?

Saya pikir ini merupakan hal terpenting di dunia. Ini juga menjadi ujian bagi pemeluk agama untuk menjalankannya. Di Alquran, misalnya, bertebaran ajaran yang mendorong untuk berlaku belas kasih terhadap orang lain. Di antaranya, memperlakukan orang dengan hormat, menyantuni fakir miskin, dan menciptakan masyarakat berkeadilan.


Menurut saya, ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi semua agama. Ini juga sarana untuk membantu kita bertahan. Jika kita memperlakukan orang lain dengan buruk tentu dampaknya juga akan menimpa diri kita. Dan, kita melihat dunia sekarang mengalami hal seperti ini. Maka, sudah seharusnya kondisi semacam itu tak lagi berlangsung. Saya melihat Sang Buddha, Konfusius, dan Yesus semuanya bekerja di sebuah masyarakat yang penuh keserakahan. Tapi, mereka mampu bertahan dengan menggerakkan sikap belas kasih.


Bagaimana mempraktikkannya di tengah dunia yang sekarang sarat kekerasan dan konflik ini?


Saya akui, kini kita tinggal di tempat yang sangat terpolarisasi dan berbahaya. Tapi, pada dasarnya, kita tak bisa mengabaikan pengembangan ide belas kasih ini. Karena itu, sangat mendesak membangun kesadaran global soal ini. Lalu, membangun hubungan lebih baik dengan orang-orang yang berbeda dengan kita.


Semua sudah melihat, hampir semua musnah oleh senjata yang manusia buat. Demikian pula kalau merunut pada sejarah perang ratusan tahun silam. Itu berulang dan meletuslah perang di Afghanistan, Irak, dan sekarang terjadi di Suriah. Ini situasi berbahaya. Bila agama tak mampu tampil dengan pesan belas kasih yang ada pada ajarannya, mereka akan gagal mengatasi ini semua. Dengan demikian, mereka harus mampu. Apa yang mereka lakukan adalah untuk generasi kita sekarang.


Anda optimistis agama bisa memainkan perannya dengan baik?

Tergantung. Kita semua mempunyai jejak rekam bagus dalam mendorong upaya yang baik. Namun, karena rasa malas, hal itu tak berkembang. Saya bahagia dengan respons terhadap pesan belas kasih yang kemudian dituangkan dalam Piagam Belas Kasih. Muncul gerakan yang begitu aktif di Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Pakistan juga di Indonesia. Jadi, secara alamiah, saya optimistis.


Tapi, kita masih menghadapi kendala utama, yaitu prasangka walaupun telah ada serangkaian dialog antarkeyakinan yang digelar?


Ini sisi alamiah manusia dan pada prinsipnya prasangka harus diatasi. Anda dapat melakukan seperti apa yang ditempuh Islamic Society of North America (ISNA), sebuah organisasi Muslim besar di Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa tahun lalu mereka menegaskan untuk menerapkan prinsip belas kasih lewat Piagam Belas Kasih.


Imam masjid yang memimpin kegiatan ISNA menetapkan tekad menciptakan masjid yang penuh belas kasih. Ini maknanya, masjid harus ramah gender dan pemuda, mesti memperluas dialog antarkeyakinan, serta mempelajari cara dalam mengahadapi terjadinya penyalahgunaan agama oleh segelintir orang.


Mereka juga menyebarkan pesan belas kasih yang juga terdapat pada ajaran Islam dalam berbagai pelatihan imam. Maka intinya, akar rumput menjadi bagian yang vital. Di sisi lain, saya melihat adanya dialog di antara para pemimpin agama. Namun sebaiknya, ini tak berakhir pada konferensi. Dan, cara terbaik adalah dengan bekerja bersama-sama.


Langkah ini dapat dilakukan oleh Yahudi, Muslim, Kristen, Buddhis, maupun pemeluk Hindu. Karena itu, alangkah baiknya setiap masjid, gereja, maupun kuil saling menjalankan program untuk saling merangkul dan berdialog dengan orang lain.


Tak jarang, peristiwa semacam pengeboman di Boston membuat seluruh komunitas Muslim disalahkan?

Saya pikir, komunitas Muslim perlu benar-benar proaktif. Terkadang tak ada yang menaruh perhatian penuh saat muncul pernyataan bahwa Islam menentang pembunuhan terhadap orang tak berdosa. Tak pernah digambarkan oleh media mainstream. Di sisi lain, umat Islam harus terus memperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa Muslim berbelas kasih dan menentang kekerasan.


Apakah Anda berpikir Muslim akan mampu melakukannya?


Saya tidak tahu. Muslim harus mencoba melakukannya sendiri. Tuhan menyatakan, Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tak mengubahnya. Ini pernyataan yang terkandung dalam Alquran. Saya pikir, jihad sebenarnya adalah berusaha menjadikan hal itu terwujud.


Anda pernah menulis buku tentang Muhammad, kapan pertama kali tertarik mengkaji Islam?

Saat saya bekerja di televisi. Saya membuat program mengenai Perang Salib. Ini berarti saya harus mempelajari tentang Islam. Banyak orang memandang miring agama ini, saya tak paham apa yang mereka katakan. Saya dapat mempelajari Islam dengan baik. Lalu, saya ingin membuat Islam dapat diakses bagi warga Barat sehingga mereka lebih memahami agama ini.


Bagaiman pandangan Anda tentang Muslim di Indonesia?


Saya diundang oleh penerbit buku (Mizan) saya di sini. Dalam kurun 10 tahun ini saya sibuk bepergian ke sejumlah tempat. Pernah juga singgah ke Malaysia. Bagi saya, mesti tinggal beberapa saat dulu di Indonesia, berbicara dengan orang-orangnya, dan mempelajarinya, baru saya bisa menyampaikan opini mengenai Muslim di sini. Saya baru berada di sini pada Rabu (12/6) malam lalu.


Anda menikmati saat berbicara dari satu kuliah umum ke kuliah umum lainnya?

(Karen menjawab sambil tertawa). Tidak benar-benar. Saat kuliah umum, saya selalu mengatakan kepada setiap orang tentang apa yang mesti dilakukan. Saya pergi dari sini kemudian menuju tempat lainnya. Meski tak benar-benar menikmati, saya terkesan dengan sambutan-sambutan yang hangat dan saya sangat menghargainya. Anda tahu, sebenarnya saya adalah seorang yang sangat soliter.


Saya hidup sendiri, saya menyukai keheningan. Saya membutuhkannya termasuk saat menulis. Terlalu berat bagi saya untuk selalu berada di tengah orang banyak. Ini bukan nature saya. Tapi, dalam kunjungan ke Indonesia ini, saya tersentuh. Sebab, ada sambutan hangat dan banyak yang berbuat baik kepada saya. n ed: nur hasan murtiaji


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.harianterbit.com/2013/03/23/ratusan-biksu-budha-kejar-warga-muslim-di-meiktila/


Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

Wednesday, July 17, 2013

17 Ribu Warga Jadi Mualaf di Sunda Kelapa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta memiliki program sertifikasi untuk mualaf sejak tahun 1983. Hingga Ramadhan tahun ini, terdapat sekitar 17 ribu warga yang masuk Islam melalui masjid yang berada di pusat kota ini.


“Alhamdulillah, alhamdulillah. Sudah 5 orang yang masuk Islam di bulan Ramadhan ini,”ujar Anwar Sujana, Kepala Bagian Pembinaan Mualaf Masjid Agung Sunda Kelapa saat ditemui RoL dikantornya, Jakarta, Rabu (17/7).


Awalnya, Masjid Agung Sunda Kelapa hanya mengislamkan orang yang ingin masuk Islam saja. Mereka datang, lalu dibimbing untuk membaca kalimat syahadat setelah itu mereka dapat sertifikat lalu selesai. Namun, hal itu di anggap kurang efektif dan pada tahun 2003 di mulailah pembinaan terhadap mualaf.


Ada beberapa materi-materi yang harus diberikan kepada mualaf, yaitu Studi Dasar Islam yang menjelaskan Islam secara global yang menyangkut aqidah, syariat, ibadah, rukun iman, rukun Islam beserta resiko-resikonya. 


Lalu materi selanjutnya adalah Aqidah Ahlak yang mengajarkan tentang keimanan kepada Allah, Malaikat, Alkitab, Rasul, hari Kiamat juga Qada dan Qadar. Materi tersebut di jelaskan lebih dalam dan terperinci.


Berikutnya, materi Pengenalan Alquran. Materi ini membahas tentang isi kandungan, proses turunnya Alquran, juga bagaimana cara  memahami dan meyakini Alquran sebagai kitab suci umat Islam. Tidak lupa sikap dan etika-etika  terhadap Alquran. 


Kemudian pembinaan ini  memiliki materi Fiqih Ibadah yang mengajarkan para mualaf tentang praktik tata cara shalat seperti berwudhu, rukun shalat dan semua hal yang menyangkut soal ibadah. 


Anwar juga memberitahukan, ada 2 materi baru di pembinaan mualaf ini, yaitu Kristologi yang memberikan pemahaman tentang kitab Injil yang harus di luruskan. Kedua, adalah Fiqih Wanita yang di adakan setiap rabu pagi dan di ajarkan oleh Ustazah.


Fiqih Wanita ini di ajarkan khusus untuk para mualaf  wanita untuk membahas tentang mensturasi dan masalah kewanitaan.


Dari Senin sampai Jumat, Masjid Agung Sunda Kelapa  membuka pembinaan mulai pukul 8 pagi hingga jam 5 sore. Akan ada Ustaz yang selalu siap memberikan materi bagi para mualaf yang ingin melakukan pembinaan.


Khusus di bulan Ramadhan, pada Sabtu dan Ahad, pembinaan akan di mulai setelah Zuhur hingga buka puasa bersama. Sudah dua kali bulan puasa,  Masjid  mengadakan malam Nuzulul Quran dan Iktikaf bersama para mualaf.


Banyaknya para mualaf yang hadir membuat kegiatan untuk mualaf pada Ramadhan ini akan digelar kembali dengan mendatangkan beberapa Ustaz.


Anwar mengaku terdapat kendala dalam membina para mualaf. Terutama, untuk mereka yang diusir dari keluarga.


Menurutnya, pihak masjid sulit untuk membantu menghadapi persoalan para mualaf tersebut. Sebenarnya Anwar menginginkan adanya rumah singgah bagi para mualaf, namun persoalan dana yang masih menjadi masalah.


Article source: http://www.merdeka.com/artis/titi-rajo-bintang-himbau-restoran-tak-sediakan-menu-sirip-hiu.html


17 Ribu Warga Jadi Mualaf di Sunda Kelapa

Friday, June 7, 2013

Unissula Masuk Peringkat PT Islam Terkemuka di Indonesia



SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang masuk dalam daftar peringkat 20 besar perguruan tinggi (PT) Islam terkemuka di Indonesia. Keseluruhan PT Islam di Tanah Air dewasa ini ada 400 lebih, salah satunya Unissula yang bertipe A.


Hal itu dikemukakan Rektor Unissula Prof Dr Laode M Kamaludin MSc Meng saat melantik tiga wakil rektor (WR) Unissula di kampus Jalan Raya Kaligawe Semarang, kemarin. ‘’Masuk peringkat PT Islam terkemuka di Indonesia mempunyai sejumlah konsekwensi. Unissula bersama 16 PT lain bertipe A harus bisa membantu saudara-saudaranya PT Islam lain yang masih bertipe B, C, atau D,’’ tutur Ketua Forum Rektor Indonesia itu di lantai II kompleks Cyber Library UPT Perpustakaan Unissula.


Konsekuensi membantu sesama PT Islam memang tak terbantahkan, sebab hal itu merupakan bagian dari menumbuhkankembangkan tradisi keilmuan maupun memperkuat dakwah Islam di Indonesia. Menurut Laode, ada kabar menggembirakan terkait eksistensi PT Islam di Tanah Air yang semakin kuat.


Sebaran PT Islam juga terus bertambah mulai dari Aceh hingga Papua. Di sini Unissula bersama PT Islam yang bertipe A dituntut berperan aktif. Mereka diharuskan membantu lembaga yang peringkatnya masih rendah alias belum bertipe A supaya mendapatkan akreditasi. Tanpa adanya akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), bisa-bisa perguran tinggi tipe C atau D terancam bubar. (H41-37)


(/)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter
twitter
dan Facebook
Facebook


Article source: http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/05/11/m3t9ux-materi-kontroversi-militer-as-3habis-10-persen-muslim-membenci-anda


Unissula Masuk Peringkat PT Islam Terkemuka di Indonesia

Monday, June 24, 2013

Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Metrotvnews.com, Arab Saudi: Raja Arab Saudi Abdul Aziz Al Saud mengubah hari libur nasional menjadi Jumat dan Sabtu. Keputusan itu untuk mendekatkan dengan kebiasaan hari libur di masyarakat global, Sabtu dan Minggu.



Dalam surat keputusan Raja Arab Saudi yang dikeluarkan Minggu (23/6), Raja Abdullah menetapkan hari kerja akan berlangsung sepanjang Minggu hingga Kamis. Sementara hari libur akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu.



Alasannya, perubahan hari libur untuk untuk memaksimalkan potensi ekonomi negaranya. Hari libur yang mendekati kalender internasional itu akan berlaku efektif pada 28 Juni.



Selama ini, negara emas hitam itu memiliki hari kerja dari Sabtu hingga Rabu. Sementara akhir pekan jatuh pada Kamis dan Jumat.



Ketetapan Raja Abdullah itu tentu menuai dukungan dari golongan konservatif Islam. Sebab, pemberlakuan hari libur selama ini membuat negara kehilangan potensi ekonomi.



“Kami akan segera mengadaptasi hari libur seperti bangsa Yahudi dan Kristiani,” ujar pebisnis ternama di Arab Abdul Rahman Al Jeraisy yang telah mengusulkan sejak tahun 2007. Kalangan pebisnis menyambut positif terkait dengan efektivitas dan efisiensi serta kedekatan dengan jadwal bisnis mereka dengan kalender di luar Arab Saudi.



Dekrit Raja itu juga menjelaskan, perubahan ini tentu saja akan mengubah sejumlah jadwal pelayanan publik di negara Muslim terbesar di dunia. Bursa Efek Saudi, Bank Sentral Saudi, dan lembaga keuangan serta kementerian keuangan berencana akan mulai mengefektifkan hari libur itu mulai 29 Juni. Sementara institusi pendidikan akan memberlakukan aturan ini mulai tahun ajaran baru.



“Perubahan kalender libur yang sejalan dengan negara-negara lain di dunia ini akan memberikan keuntungan bagi kerajaan terutama dari sisi ekonomi,” ujar Raja Abdullah dalam dekritnya.



Jumat tetap menjadi hari libur karena ibadah utama umat Muslim. Dengan perubahan masuk kerja di hari Minggu, Arab Saudi menyusul Oman, sekaligus negara terakhir dalam Gulf Cooperation Council yang meninggalkan liburan di Kamis dan Jumat.



Menurut pemberitaan media lokal, penguasa Saudi memutuskan hal tersebut untuk menyesuaikan dengan berbagai kebijakan dan bagian dari semacam proses adaptasi dengan komitmen internasional. (Daniel Wesly Rudolf)



Editor: Henri Salomo Siagian



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis


Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Monday, January 20, 2014

Don: Prepare beyond ETP

MALAYSIA is on its way towards achieving its targets set under the Economic Transformation Programme (ETP), which is to become a developed nation by 2020 by targeting a per capita income of US$15,000 (RM48,900).


However, it must prepare and devise a plan on what next to do and on how to sustain that growth for years to come.


Harvard Business School associate professor of business administration Diego Comin said it is time for Malaysia to think its next growth track to determine what type of country it wants to be post-ETP.


“To ensure sustainable growth beyond 2020, Malaysia has to stop relying on natural resources due to the volatile prices and limited supply and focus more on knowledge intensive sectors, where opportunities are self-generated, of which the more you know, the more opportunities arise.


“Malaysia has to strategise and devise a plan fit in the global economy after 2020 and to face the medium-term challenges,” he told Business Times, here, yesterday.


Comin is here as part of Universiti Teknologi Malaysia visiting researchers programme to give talks to 700 Master’s of Business Administration students at the UTM International Business School in Jalan Semarak.


He will also be meeting Prime Minister Datuk Seri Najib Razak tomorrow to give recommendations on what Malaysia can do to tweak and improve on the ETP after 2020.


“One way for Malaysia to sustain that growth post-ETP in 2020 is to bolster its knowledge economy in all sectors from information, communications and technology to oil and gas, electrical and electronics.


“It must create a knowledge inclusive society as well as a knowledge economy for companies to operate to counter low-quality exports, such as the electrical and electronics sector, which has gone down the drain.


“Malaysia has to think globally now to ensure the continuity of the growth experience for the economic development to be sustainable after 2020.”


Comin said even though Malaysia has had a strong recovery since 2009 with a gross domestic product growth of 5.5 per cent, symptoms of medium-term challenges persist for Malaysia, such as a slowdown in productivity growth, reduction in investment rate, high price-earnings and and high dividend yield at Bursa Malaysia.


He said there is also high capital and skilled labour outflow, relative contraction of high-skilled manufacturing sectors, reduction in Malaysia’s market share and quality in skilled-intensive exports, and many of these symptoms are unique to Malaysia.


“There is a missing factor, which is the lack of technological knowledge that prevents companies to move up the value chain to take advantage of new opportunities as well as prevent companies from creating more good jobs that pay well, induce workers to go to college and reduce inequality.”


Comin said to create a knowledge- friendly ecosystem where knowledge is produced and assimilated, universities and research institutes must distribute it to companies.


As an example, he said, the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) has done well by finding technological solutions for plantation companies, such as developing a variety of palm products, improving yield, and getting rid of pests.


The role of the research organisations is to provide technical knowledge to the firms so that they can solve problems and become world-class firms.


Institutes such as Mimos and MPOB can engage in conducting and assimilating applied research and development and getting involved in contract research with private companies that need knowledge and not involved in the development of new products.


“Top science and engineering university departments connected to institutes must supply scientists who conduct research and development and participate in contract research.”


He said public institutions must coordinate and collaborate with each other because there is now an inefficient diffusion of knowledge, of which companies do not know where to go for help.


Comin said there are also weak links between research institutes and top universities’ science and engineering deparments, which must be addressed.


“It requires properly targeted actions that alleviate missing factor (knowledge) and provide new opportunities to companies.


“Such companies also need to move away from their comfort zone and take advantage of the new opportunities.”


Comin is also scheduled to meet Bank Negara Malaysia governor Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz, Minister in the Prime Minister’s Department in charge of economic planning Datuk Seri Abdul Wahid Omar and Minister in the Prime Minister’s Department and Performance Management and Delivery Unit chief executive officer Datuk Seri Idris Jala.



Article source: http://life.viva.co.id/news/read/431329-jalan-islam-sam-brodie


Don: Prepare beyond ETP

Thursday, May 30, 2013

Mendadak Doyan 'Manggung'

Anas Urbaningrum dan Wiranto


Jelang Pemilu 2014 beberapa tokoh mendadak mencari panggung di berbagai media, salah satunya televisi. Bukan memperbincangkan bidangnya, mereka ‘menyeleweng’ ke peran lain mulai komentator bola hingga hadiri konser musik.


Kehadiran seorang politikus, menteri dan anggota legislatif di televisi mungkin bukan hal yang aneh. Setiap hari mereka berbicara tentang berbagai persoalan, mulai politik, ekonomi, hingga kemanusiaan.


Namun apa jadinya, mereka muncul di televisi sebagai pembawa acara, komentator sepakbola, hingga tampil dalam sebuah ajang pencarian bakat. Bahkan, ada juga yang memberikan secara simbolis hadiah.


Tentu hal ini memunculkan berbagai spekulasi. Dan sah saja jika kemunculan mereka itu dikaitkan dengan Pemilu yang tidak lama lagi. Bisa saja itu upaya agar semakin dikenal oleh publik.


Salah satu yang membuat kejutan adalah Gita Wirjawan. Menteri Perdagangan ini dipercaya menjadi komentator saat final Liga Champions, Minggu dini hari kemarin. Partai puncak itu mempertemukan dua klub sepakbola Jerman, Borussia Dortmund dan Bayern Munich yang bertanding di Stadion Wembley.


Dalam acara yang dipandu oleh Darius Sinathrya tersebut, Gita lebih banyak menjawab pertanyaan seputar dampak Liga Champions terhadap perekonomian negara-negara Eropa. Gita yang pada dini hari mengenakan kemeja putih dengan jaket hitam, menjelaskan bagaimana Liga Champions berdampak positif bagi negara penyelenggara.


Gita yang menjagokan Borussia Dortmund mengatakan, dua klub Bundes Liga tersebut bisa melaju ke babak final karena memiliki penataan keuangan yang baik. Karena itu, menurutnya, negara-negara tersebut bisa menjadikan kedua klub tersebut sebagai panutan.


Sayang, klub yang dijagokan Gita Wirjawan harus menelan kekalahan setelah ditekuk oleh Bayern Munich dengan selisih skor tipis 2-1.


Sebelumnya, Gita juga memukau dengan memamerkan keahliannya berpiano pada sejumlah wartawan yang hadir di gedung Kementerian Perdagangan, pada Jum’at (17/5) sore.Di samping kiri Gita, tampak Tompi kenakan topi khas yang sering dikenakannya.


Gita secara khusus memainkan piano mengiringi alunan lagu yang dibawakan oleh Tompi. Lagu yang dinyanyikan Tompi adalah Juwita Malam.


Seperti diketahui Gita digadang-gadang menjadi salah satu calon presiden (Capres) dan mulai dilirik Partai Demokrat.


Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga mengungkapkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersiapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan sebagai calon presiden 2014. Menurutnya, SBY sudah merestui Gita bertarung sebagai capres, tetapi tetap mempertimbangkan tingkat elektabilitas.


“Gita masuk bursa Ketua Umum Partai Demokrat dan sasaran akhir untuk Gita sebenarnya capres 2014,” katanya.


Ia mengatakan, nama Gita kini telah masuk sebagai salah satu calon presiden dalam sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga. Dengan hasil sejumlah survei, menurutnya, SBY yakin memberikan restu kepada Gita. “Seperti yang dilakukan oleh LSI, SMRC, Politicalwave dan survei persepsi dri 100 opinion maker yang dilakukan LSI Burhan Muhtadi Desember tahun lalu untuk menjaring Capres 2014 dari sisi kualitas,” katanya.


Mengapa Gita? Kastorius mengatakan, Gita dianggap merepresentasikan figur pemimpin masa depan Indonesia pasca-SBY. Selama dua periode kepemimpinan SBY, ia dianggap salah satu tokoh di balik keberhasilan tim ekonomi SBY.


“Saat ini, sebagai Mendag berani dan berhasil melawan gempuran impor asing lewat kebijakan-kebijakan pro rakyat seperti penerapan HPP garam, pembatasan impor hortukultura dan penerapan sistem HPP Kedelai,” kata Kastorius.


Intinya, lanjut dia, narasi besar Indonesia ada di bidang ekonomi. “Untuk mengemban ini, Gita layak karena dia sangat disegani dan sekaligus disenangi stakeholder ekonomi dunia,” katanya. Alasan lain, kata Kastorius, Gita tergolong masih muda dan berasal dari generasi muda yang mewakili pemilih pemul yang akan menjadi mayoritas voters pada Pemilu 2014.


“Sebagai tokoh muda, dibanding dengan tokoh-tokoh lain, Gita relatif terbebas dari beban sejarah kelam masa lalu. Artinya, Gita menjadi sangat layak untuk membawa layar Indonesia semakin berkembang di domestik dan global,” kata Kastorius.


Meski demikian, menurut  Lingkaran Survei Indonesia elektabilitas Gita belum positif.”Ada sejumlah nama yang kita survei, seperti Chairul Tandjung, Gita Wiryawan dan lainnya. Tetapi perolehan dukungan hanya nol koma sekian %,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby Maret lalu.


Adjie mengungkapkan, ada lebih dari 10 nama yang disurvei termasuk Chairul Tanjung dan Gita. Dari nama-nama itu, lanjutnya, muncul empat nama yang menempati posisi teratas.”Empat nama teratas dikuasai oleh tokoh-tokoh partai nasionalis. Megawati Soekarnoputri 20,7 %, Aburizal Bakrie 20,3 %, Prabowo Subianto 19,2 % dan Wiranto 8,2 %,” tuturnya.


Adjie menambahkan, nama Gita pun kalah jika dibandingkan dengan tokoh dari partai Islam yang diantaranya berada di pemerintahan Presiden SBY seperti Hatta Rajasa, Suryadharma Alie dan Muhaimin Iskandar. Bahkan dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan istri Presiden SBY, Gita pun masih belum bisa bersaing.


“Ketum PAN Hatta Rajasa memperoleh dukungan 6,4 %, Ketum PPP Suryadharma Ali 1,9 %, Ketum PKB Muhaimin Iskandar 1,6, Presiden PKS Anis Matta 1,1 % dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh 2,1 %. Sedangkan Ani Yudhoyono 2,4 %,” ucapnya.ins


Wiranto-Anas Tak Mau Kalah
Ajang pencarian bakat X-Factor yang ditayangkan di RCTI, akhirnya dimenangkan Fathin Shidqia. Fathin berhasil mengalahkan pesaing terberatnya Novita Dewi. Di tengah meriahnya para pendukung Fathin, tiba-tiba nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto disebut MC sebagai pihak yang menyerahkan hadiah kepada pemenang.”Hadiah akan diberikan langsung oleh bapak haji Wiranto,” kata MC Robi Purba, Jakarta, Sabtu (25/5).


Saat naik ke atas panggung, Wiranto yang mengenakan pakaian hitam lengan panjang tersenyum sambil menyalami pemenang X-Factor. Saat memberikan hadiah secara simbolik kepada Fathin, Wiranto terlihat hanya tersenyum tanpa mengucapkan kata.


Kehadiran Wiranto tentu mendatangkan tanda tanya besar. Wiranto adalah seorang politikus, sedangkan X-Factor merupakan acara entertainment, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh. Kehadiran Wiranto diduga terkait strategi politik untuk Pemilu 2014?


Mengingat, sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura Yuddy Chrisnandi mengatakan persoalan pemanfaatan iklan di media MNC Group merupakan janji CEO MNC Group sekaligus Ketua Dewan Pakar Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT).


“Wah enggak ngerti, itukan janjinya HT untuk all out membesarkan Hanura dan mendukung Pak Wiranto jadi presiden. Jadi konsekuensinya ya harus munculkan iklan-iklan Hanura dan Pak Wiranto di media yang dimilikinya. Tentu jangan sampai melanggar aturan,” kata.


Anas Urbaningrum juga muncul meski statusnya kini tersangka. Pada pertandingan Liga Champions yang mempertemukan dua klub raksasa Liga Inggris, Chelsea menjamu Manchester United, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dipercaya menjadi komentator. Dalam pertandingan yang dihelat di Stamford Bridge, Anas menjagokan Setan Merah.


Kebetulan atau tidak, pada pertandingan tersebut, anak asuh Sir Alex Ferguson berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang tersebut diciptakan dari pemain penyerang Wayne Rooney setelah mendapat assist dari Ryan Giggs.


Selain menjadi komentator resmi di stasiun televisi, Sarjana ilmu politik Universitas Airlangga Surabaya ini kerap menuliskan prediksi pertandingan sepakbola di akun Twitter miliknya, @anasurbaningrum.


Anas mengatakan, kegemarannya terhadap sepakbola diturunkan dari ayahnya yang juga seorang pecinta bola.


Sementara pada final Piala Dunia 2010 yang dihelat di Afrika Selatan yang mempertemukan Belanda melawan Spanyol, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dipercaya sebagai komentator di televisi. Pada final yang diadakan Soccer City, Johannesburg tersebut, Irman menjagokan klub matador Spanyol.


Irman mengatakan, faktor yang mengantarkan tim besutan Luiz Aragones itu mampu melaju ke babak final adalah tingkat kreativitas, kecerdikan dan penguasaan bola di lini tengah yang menjadikan ciri khas mereka. Dengan ciri tersebut, lanjut Irman, Spanyol mampu membuat lawan kesulitan dalam menyerang maupun bertahan.


Pada final yang diselenggarakan pada Senin, 12 Juli 2010 tersebut berkesudahan dengan skor 1-0. Orang yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol adalah Andres Iniesta yang berhasil membobol gawang Maarten Stekelenburg pada menit ke-116 lewat perpanjangan waktu.


Irman menambahkan, dengan kesuksesan Afrika Selatan dalam menggelar Piala Dunia bisa dijadikan contoh bagi persepakbolaan Indonesia. Dia pun berharap, suatu saat nanti, tim merah putih juga bisa berlaga di Piala Dunia. Biar terkenal nih!ins


Pejabat Pun Eksis ‘Ngartis’, Etiskah?
Entah sekadar aji mumpung–mumpung terkenal — atau tidak, kini pejabat publik makin banyak yang dengan percaya diri action di depan kamera sebagai bintang iklan komersial. Etiskah?


Bila ditelisik dari segi aturan, beberapa nama menteri hingga walikota yang menjadi bintang iklan produk memang tak melanggar karena tidak ada Undang-Undang (UU) yang melarangnya. Padahal secara etika hal tersebut bermasalah.


Bukti terbaru adalah nongolnya foto Marzuki Alie, Ketua DPR di selebaran dan situs resmi PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dengan posisi sebagai penasihat. Meski menurut politisi Demokrat ini,  gambarnya bersama Direktur Utama Michael Ong–yang kini diduga melarikan diri ke luar negeri dengan membawa uang Rp 40 miliar—diambil saat launching produk dan tak pernah izin dirinya untuk dijadikan bahan promosi, tapi tetap saja nama Marzukie terseret dalam kasus investasi bodong tersebut.


“Iklan-iklan itu sebetulnya bermasalah karena memperlihatkan keberpihakan pejabat publik pada produk tertentu dan mencoreng jabatan yang mereka pangku,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens.


Berbeda dengan anggota DPR yang memiliki aturan tidak boleh berprofesi ganda, sehingga artis pun dilarang ‘ngamen’ lagi bila sudah duduk di parlemen. larangan tegas profesi ganda anggota dewan diatur dalam Undang-Undang Nomor 27/2009 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD. Meski kenyataan di lapangan masih ada beberapa politisi artis yang ‘diam-diam’ main sinetron dan menjadi host acara televisi.


Sebelumnya, Marzuki juga iklan komersial produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion. Marzuki kala itu menjelaskan, ia sudah lama kenal sang presiden direktur perusahaan dalam negeri itu sejak Pemilu 2004.


Menurut Boni, tak adanya aturan mengenai itu menjadi celah yang membenarkan para pejabat negara menjadi bintang iklan. Tidak salah memang secara hukum. Tapi salah secara moral politis. Ia pun berharap ke depan UU Pejabat Publik mengatur hal tersebut.


Boni pun menduga para pejabat yang menjadi bintang iklan saat ini melakukannya demi mendongkrak popularitas. Sebab dilakukan secara dadakan dan mengejutkan.


Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan juga pernah tampil pada iklan tentang menyambut ulang tahun perusahaan nasional, Astra Internasional.


Dengan memberikan sambutan atas ulang tahun Astra Internasional ke-55, Gita yang mantan bos Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini, mengapresiasi pencapaian Astra Internasional dalam mendukung perekonomian Indonesia. Iklan tersebut disiarkan di beberapa televisi swasta nasional.


Ada juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Saat menjadi walikota Solo secara aktif menjadi brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka karya putra-putri Indonesia. Berawal dari sini, nama Jokowi dan produk mobil Esemka menjadi dikenal.


Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam waktu dekat juga akan tampil sebagai bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul. Dahlan akan tampil sebagai bintang iklan tanpa dibayar.


Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, Dahlan dipilih karena merupakan sosok yang dicintai oleh masyarakat. Meskipun Dahlan adalah seorang menteri, tetapi Dahlan tidak melanggar peraturan dengan menjadi bintang iklan.


Selain itu, Dahlan juga aktif mempromosikan mobil listrik asli buatan Indonesia jenis city car, Ahmadi dan sejenis ‘Ferrari’ listrik, Tucuxi. Meskipun hal tersebut merupakan inisiatif Dahlan semata, namun mantan bos Jawa Pos Group ini aktif di media mempromosikan mobil listrik made in Indonesia tersebut.


Sebelumnya, KSAD Jenderal Pramono Edhie juga menjadi bintang iklan Kuku Bima dan Menteri BUMN Sofyan Djalil juga mempromosikan produk asuransi InHealth.


Etika memang tak berbuah penjara jika dilanggar. Tapi, pejabat beretika sangat dibutuhkan negeri ‘galau’ Indonesia.ins,dtc,mtv


Pejabat Eksis di Iklan Komersial


Marzuki Alie, Ketua DPR


  • Promosi PT Golden Traders Indonesia Syariah/GTIS (selebaran dan di situs resmi)

  • Promosi produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion (iklan televisi)

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan


  • Iklan menyambut ulang tahun Astra Internasional (iklan televisi).

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo


  • Brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka

Menteri BUMN Dahlan Iskan


  • Bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul.

  • Aktif mempromosikan mobil listrik ‘Ferrari’ Tucuxi

  • Menjadi ikon sepatu DI 19

KSAD Jenderal Pramono Edhie


  • Menjadi bintang iklan Kuku Bima (iklan televisi)

Menteri BUMN Sofyan Djalil


  • Mempromosikan produk asuransi InHealth.

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/21/menteri-agama-jika-garuda-diganti-perkutut-itu-bukan-lagi-lambang-negara


Mendadak Doyan 'Manggung'

Sunday, March 24, 2013

Indonesia Harus Tampilkan Wajah Islam yang Moderat

WASHINGTON, (PRLM).- Keunikan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia memainkan peranan penting dalam menciptakan keharmonisan beragama dengan menunjukkan wajah Islam yang moderat. Demikian salah satu poin yang diangkat dalam sebuah diskusi antar-agama di Washington DC.

Ketika Emira Soleha Ramli tiba di Amerika untuk menuntut ilmu beberapa tahun lalu, ia sempat khawatir. Mahasiswi asal Malaysia itu khawatir warga Amerika akan melihat dirinya sebagai perempuan yang tertindas, hanya karena ia Muslim dan mengenakan jilbab. Stereotipe semacam itu muncul terkait maraknya pemberitaan kekerasan terhadap perempuan di negara-negara Arab di mana dominasi laki-laki masih sangat kuat.

Namun ia justru semakin terpicu untuk meluruskan stereotipe itu. “Karena kalau bukan kita sendiri, perempuan Muslim, yang menyuarakan sikap kita, siapa lagi?” ujar Emira dalam diskusi bertajuk ‘Engaging Diverse Voices of Faith for the Common Good’ di Gedung Capitol, Washington DC hari Rabu (03/20) yang di antaranya dihadiri oleh beberapa organisasi agama yang moderat.

Salah satu organisasi yang ikut ambil bagian dalam dialog antar-agama itu adalah Nahdlatul Ulama USA-Canada. Organisasi yang baru terbentuk awal tahun ini tersebut mengatakan stereotipe negatif tentang Muslim dan Islamofobia atau ketakutan terhadap Islam muncul karena banyaknya sorotan terhadap ekstrimisme.

Ketuanya, Dr. Shalahudin Kafrawi mengatakan kepada VOA arus ekstrimisme yang kuat itu harus diredam dengan menunjukkan wajah Islam yang lebih moderat, dan inilah modal yang dimiliki Indonesia. “Mengedepankan diskursus Islam Indonesia yang moderat, toleran, tersenyum, yang memahami nuansa keberagamaan, nuansa pemikiran keislaman, yang terefleksikan dalam prinsip-prinsip dasar Nahdlatul Ulama,” ujar Dr. Shalahudin.

Global Peace Foundation, kelompok yang mengupayakan keharmonisan beragama di dunia, memiliki pendapat yang sama. Presiden GPF, James P. Flynn, memberitahu VOA bahwa Indonesia dan Amerika sama-sama memainkan peranan penting dalam hal ini.

“Amerika sebagai negara yang pernah menjadi mayoritas Kristen memiliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai berdasarkan “self-evident truth*” atau kebenaran yang mutlak yang membentuk kita sebagai bangsa. Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim juga menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pancasila sebagai cara dimana Indonesia sebagai negara plural bisa bersatu. Jadi keterkaitan antara Amerika dan Indonesia dan pelajaran yang telah dipetik oleh kedua negara itu bisa bermanfaat bagi dunia,” papar Flynn.

Sementara itu, Asosiasi Perempuan Muslim di Amerika mengatakan ekstrimisme seyogyanya bisa diredam dari keluarga. Karena itu sangat penting untuk memberdayakan perempuan yang berperan besar dalam keluarga, demikian menurut Presiden organisasi non-profit dan non-politik tersebut, Rosa Rai Djalal.

“Bila ibu berpendidikan, mengajarkan kasih sayang, bukan kebencian atau kekerasan, anak-anaknya akan tumbuh menjadi orang yang penuh kasih, baik, penolong dan tidak mau terlibat dalam konflik, apalagi masuk ke dalam (kelompok) ekstrimisme atau terorisme,” kata Rosa Djalal.

Isteri Duta Besar Indonesia untuk Amerika itu menganjurkan kepada para perempuan, terlepas dari keyakinan mereka, untuk lebih memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan sikap dan menekan pemerintah agar lebih memberdayakan perempuan. (voa/A-147)***

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/01/02/mfzjne-pengamat-parpol-kekurangan-tokoh-populer


Indonesia Harus Tampilkan Wajah Islam yang Moderat

Tuesday, July 16, 2013

Mesir dan pergolakan politik Islam

KARIM RASLAN



MENJATUHKAN kerajaan dipilih secara sah sememangnya satu rampasan kuasa – tidak kira kita melihat kejadian ini dari sudut mana sekalipun. Mengamalkan demokrasi bermakna menerima apa jua keputusan tidak kira baik atau buruk.



Penggulingan Presiden Mursi di Mesir dan tindakan ganas ke atas Muslim Brotherhood hanya akan membawa kepada tragedi lebih buruk. Penyokong liberal sekular pasti menyesal dengan tindakan awal mereka untuk menjatuhkan Mursi kerana kini, kebenaran, kepercayaan awam dan undang-undang hancur kerana situasi di Kaherah.



Mereka yang anggap politik Islam perlu dikekang dengan apa cara sekalipun – sama ada mengikut undang-undang atau sebaliknya – salah sama sekali. Apabila kita bersetuju untuk melaksanakan demokrasi melalui peti undi, kita tidak boleh berpaling arah sewenang-wenangnya apabila keputusannya tidak menyebelahi kita.



Jalan pintas politik hanya akan membawa kepada penyelesaian jangka pendek yang tidak mampan, seterusnya membawa kepada kezaliman lebih serius.



Mungkinkah perkara berlaku di Algeria pada 1990 ketika pihak tentera menafikan kemenangan jelas melalui pilihan raya dan memenjarakan serta membunuh beribu-ribu orang, bakal berlaku di Mesir?



Pada masa sama, banyak parti Islam di seluruh dunia – pewaris konsep Ikhwanul-Muslimin di Mesir – akan merasakan bahawa demokrasi sememangnya bukan untuk mereka walaupun mempunyai sokongan besar untuk memenangi pilihan raya.



Malah, parti-parti Islam ini makin yakin bayang-bayang pengaruh Amerika, Eropah, puak liberal, pembiaya kewangan dan kuasa Yahudi global akan terus campur tangan bagi merampas kuasa.  Parti Islam melihat diri mereka sebagai mangsa situasi. Walaupun mungkin mendapat simpati pengundi, ini juga membuat pemimpin parti-parti ini berasa mereka tidak perlu perbaiki diri dari aspek rasuah, salah tadbir dan sifat eksklusif.



Sememangnya kerajaan Mursi dilanda pelbagai kegagalan. Ramai meletakkan harapan tinggi pada beliau ketika diundi masuk pada Jun 2012. Beliau dijangkakan mampu untuk menonjolkan imej moderat bagi Mesir setelah berdekad-dekad di bawah pemerintahan autokratik, Presiden Hosni Mubarak.



Malangnya, ini tidak menjadi kenyataan. Mursi gagal dengan teruk: ekonomi Mesir tidak berkembang dan saham di bursa saham jatuh 31.2 peratus untuk lima bulan pertama tahun ini. Defisit bajet negara kini mencecah USD29.2 bilion (RM93.10 bilion) dan statistik rasmi menunjukkan pengangguran berada pada 12.5 peratus.



Pada masa sama, Mursi meminggirkan komuniti sekular dan liberal. Golongan moderat dan Kristian Koptik cukup kecewa hingga mereka memulaukan proses perangkaan perlembagaan pada Disember 2012 – yang dikritik kerana tidak melindungi kebebasan beragama dan hak wanita – diakibatkan kegagalan kerajaan Mursi untuk berunding.



Sementara itu, politik Islam cenderung mengalami kekecewaan termasuk di Asia Tenggara sendiri. Di Indonesia, Parti Keadilan Sejahtera (PKS) kini dilanda pelbagai krisis apabila beberapa skandal timbul dan merosakkan imej suci dan anti-rasuah mereka.



Malah di Malaysia sendiri, Pas kini perlu merenung dan bermuhasabah diri setelah keputusan yang kurang memberangsangkan pada Pilihan Raya Umum 2013 – di mana mereka hilang kuasa di Kedah.



Rampasan kuasa di Mesir hanya akan memperkuat lagi prasangka parti-parti ini bahawa mereka perlu berwaspada dengan demokrasi. Kesimpulan ini mungkin ada logiknya tetapi tidaklah sempurna kerana hampir kesemua kegagalan mereka tidak mempunyai kaitan dengan demokrasi. Sebaliknya, ia disebabkan pentadbiran yang lemah, rasuah dan kegagalan untuk memahami pentingnya pendekatan yang inklusif dan seimbang.



Malangnya, dengan jatuhnya Mursi, konspirasi ini akan terus merebak. Rundingan dan kesepakatan merupakan aspek kritikal dalam pentadbiran yang baik.



Seorang lagi ikon politik Islam, Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki (yang kini sedang menangani protes di negaranya) pernah menyangkal pendapat bahawa demokrasi adalah seperti sebuah bas yang akan kita tinggalkan setelah tiba di destinasi.



Mungkin bas yang dimaksudkan Erdogan bakal terbabas dan mencederakan semua penumpang di dalamnya, daripada puak liberal kepada tentera dan golongan Islamis dek kerana tuduhan demi tuduhan terus dilemparkan.


Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=284672:artis-berprestasi-diincar-ppp&catid=17:politik&Itemid=30


Mesir dan pergolakan politik Islam

Thursday, March 7, 2013

Lim Bun Uh & Yang Xue Ling, Duo Mualaf Rilis Album Religi

Johan Sompotan – Okezone
Kamis, 7 Maret 2013 22:49 wib

Arul Putra (Lim Bun Uh) Evelyn (Yang Xue Ling)

Arul Putra (Lim Bun Uh) Evelyn (Yang Xue Ling)

JAKARTA – Evelyn punya nama lain Yang Xue Ling bersama Arul Putra yang punya nama lain Lim Bun Uh merupakan duo mualaf yang terjun ke industri musik religi bernafaskan Isalmi.

Eveleyn adalah seorang mualaf dan merupakan keturunan dari Chinese Dayak. Ia dilahirkan di kota Khatulistiwa atau Pontianak, Kalimantan Barat.

Selain masih aktif sebagai penyanyi, Evelyn juga aktif dalam dunia jurnalis. Evelyn juga disibukkan dengan pekerjaan lain sebagai marketing manager di Coins Hotel dan karaoke di Sunter Jakarta Utara.

Ia punya suara merdu dan bisa menampilkan stage act yang baik hingga dirinya sangat percaya diri menjadi seorang penyanyi profesional. Ciri khas musikalitas Evelyn selalu menyanyikan lagu religi mencampur bahasa Indonesia dengan Mandarin.

“Saya kalau menyanyikan lagu-lagu yang bernafaskan religi terasa seperti ada ketenangan batin saja. hidup terasa indah saja,” katanya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Arul Putra yang punya nama lengkap Syahrul Mohamad Putra memang punya hobi menyanyi. Ia juga bisa bermain beberapa alat musik.

“tidak mudah menyanyikan lagu-lagu religi. Karena di sini saya selain menyanyi juga dituntut untuk mempunyai prilaku yang Islami ya?” ungkapnya yang bersama Evelyn pernah tampil di perwakilan negara-negara di Asia di acara Global Peace Festival Asia Pasific.

Arul tak ingin setengah-setengah mempelajari Islam, ia pun mendapatkan dorongan kuat dari tokoh muslim, seperti KH. Said Agil Siraj , Habib Mohammad Lufti, dan masih banyak lagi.

Harapan Arul, ingin menyebarkan pesan moral. “Karena saya hanya mampu menyanyi. Jadi ya saya ingin bersiar lewat lirik. Bahwa mencintai sesama manusia pasti akan menimblkan kedamaian abadi,” paparnya.

Dalam album perdana Arul Puta dan Evelyn ada beberapa lagu andalan diantaranya Adzab Illahi, Nur Kasih, Hikmah, I’Tirof dan Taubat yang keseluruhan lagunya ciptaan dari Chossy Pratama.

Bagi AR Director D’n’D Record Budhy Paramita tidak mudah untuk mendapatkan penyanyi keturunan Chinese untuk lagu religi ini.

“Sebab si penyanyi tak cukup hanya mualaf saja. Tapi mereka juga sangat dituntut harus mampu membaca dan menulis arab,” ujar Budhy yang dalam proses pencarian menghabiskan waktu hingga dua tahun lamanya.

Berikut judul lagu religi karya Chossy Pratama yang masuk dalam album mereka:

1. “Adzab Illahi” (Lim Bun Uh feat. Yang Xue Ling)
2. “Hikmah” (Lim Bun Uh feat. Yang Xue Ling)
3. “I’tirof” (Lim Bun Uh)
4. “Nur Kasih” (New Song) (Lim Bun Uh feat. Yang Xue Ling)
5. “Taubat” (Lim Bun Uh)

(tre)

mobile
Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com
untuk BlackBerry

Article source: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/12/13/103225/2117265/76/kisah-seme-patrick-yang-berbulan-bulan-belum-digaji?991104topnews


Lim Bun Uh & Yang Xue Ling, Duo Mualaf Rilis Album Religi

Friday, August 9, 2013

Abanda Herman Rayakan Lebaran Perdananya

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Sebagai mualaf yang baru, Abanda Herman merasakan kegembiraan bisa merayakan hari raya Idul Fitri 1434 Hijriyah perdananya.


Pemain belakang Persib Bandung ini pun mengaku senang bisa melaksanakan puasa penuh selama Ramadan ini.


Setelah tim Persib pulang dari tur Kalimantan, pemain asal Kamerun ini merayakan Lebaran pertamanya di Kota Bandung.


“Aku sudah senang masuk Islam. Selama satu bulan ini aku kuat berpuasa. Aku senang bisa merayakan Lebaran di sini,” ujar Abanda seperti dikutip situs resmi Persib.



Article source: http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/04/24/m2yvtp-masuk-islam-warga-italia-ditangkap-atas-tuduhan-teroris


Abanda Herman Rayakan Lebaran Perdananya

Sunday, January 6, 2013

Israel akan bangun pagar pengaman di perbatasan Suriah

Pagar pengaman Israel

Israel sudah membangun pagar dengan Mesir, Tepi Barat, dan sebagian di perbatasan Suriah.

Israel akan membangun pagar pengaman di kawasan Dataran Tinggi Golan yang berbatasan dengan Suriah.

Dalam sidang kabinet, Minggu 6 Januari, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pagar pengaman diperlukan
Klik

Israel karena tentara
Klik

Suriah sudah mundur dan digantikan oleh ekstrimis Islam.

“Kami tahu di sisi lain perbatasan dengan Suriah, hari ini tentara Suriah sudah menarik diri dari perbatasan dan sebagai gantinya kekuatan global jihad yang masuk.”

Dia sudah memerintahkan Kementrian Pertahanan untuk meneruskan pembangunan pagar pengaman di sepanjang perbatasan, khususnya yang berbatasan dengan Suriah.

“Kita berkewajiban untuk mempertahankan perbatasan dari infiltrasi dan teror,” tambahnya.

Sejauh ini Israel menjaga jarak dengan konflik Suriah yang menurut PBB sudah menewaskan 60.000 jiwa sejak Maret 2011 lalu.

Benjamin Netanyahu

Netanyahu sudah memerintahkan Kementrian Pertahanan untuk membangun pagar.

Namun pemerintah Israel tampaknya mulai khawatir jika perang saudara di Suriah bisa menyebar ke wilayah mereka.

Sudah dimulai

Rencana pembangunan pagar Israel ini diumumkan pada hari yang sama dengan
Klik

pidato umum Presiden Bashar al-AssadKlik

di Damaskus.

Dalam pidato yang jarang dilakukannya itu, Presiden al-Assad mendesak semua warga Suriah untuk bergerak guna mempertahankan negara.

Dataran Tinggi Golan direbut Israel dari Suriah dalam perang tahun 1967.

Laporan-laporan menyebutkan pagar pengaman dengan Suriah sepanjang 10km sudah dibangun dari total rencana yang akan mencapai 70km.

Sementara pagar pengaman sekitar 200km dengan perbatasan Mesir dan Jalur Gaza sudah hampir selesai.

Sebelumnya Israel membangun pagar di perbatasan dengan Tepi Barat yang menurut mereka diperlukan untuk mencegah serangan bom bunuh diri.

Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/14/121253/Diterima-PTN-Favorit-Kepala-Madrasah-Diminta-Melapor


Israel akan bangun pagar pengaman di perbatasan Suriah