Showing posts sorted by relevance for query properti. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query properti. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Blog

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> UMJ< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank U So Much for Read this Article

Wednesday, January 15, 2014

Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat

Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat


Palestina, Seruu.com – Para ekstremis Yahudi membakar pintu masuk sebuah masjid di Tepi Barat, Rabu pagi-pagi sekali waktu setempat, sebagai serangan balas dendam terhadap orang-orang Palestina yang memukuli dan menahan para pemukim liar Israel pekan lalu.




Para penyerang ini meneriakkan “Orang Arab keluar” dan “Balasan untuk darah tumpah di Qusra” dalam bahasa Ibrani di dinding masjid desa Deir Istiya, yang berada dekat dengan wilayah pendudukan Ariel di sebelah utara Tepi Barat, kata seorang koresponden AFP.


Juru bicara kepolisian setempat Luba Samri mengatakan serangan ini dimotivasi nasionalisme Yahudi.


Warga Palestina memukuli dan menahan belasan pemukim liar Yahudi pekan lalu di desa Qusra, dekat kota Nablus, dan kemudian membebaskannya setelah berunding dengan tentara Israel.


Tujuh dari pemukim Yahudi itu ditahan karena dugaan memprovokasi kekerasan ketika mereka memasuki Qusra dari Esh Kodesh, pos pendudukan ilegal di sekitar situ.


Insiden 7 Januari di Qusra itu sebelumnya telah memicu serangan balasan lainnya, ketika para ekstremis Yahudi membakar dua mobil dekat Nablus dan memotong pohon-pohon milik orang Palestina di sebuah kota Arab-Israel di timur Tel Aviv.


Properti orang Palestina sering menjadi target para ekstremis Yahudi, selain juga situs-situs Islam dan Kristen serta properti warga Arab di wilayah Israel, demikian AFP. [ANT]


Article source: http://entertainment.seruu.com/read/2013/10/17/187409/artis-artis-asal-maluku-siap-meriahkan-pesta-kampong-maluku


Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat

Ekstremis Yahudi bakar pintu masjid di Tepi Barat

Deir Istiya, Palestina (ANTARA News) – Para ekstremis Yahudi membakar pintu masuk sebuah masjid di Tepi Barat, Rabu pagi-pagi sekali waktu setempat, sebagai serangan balas dendam terhadap orang-orang Palestina yang memukuli dan menahan para pemukim liar Israel pekan lalu.

Para penyerang ini meneriakkan “Orang Arab keluar” dan “Balasan untuk darah tumpah di Qusra” dalam bahasa Ibrani di dinding masjid desa Deir Istiya, yang berada dekat dengan wilayah pendudukan Ariel di sebelah utara Tepi Barat, kata seorang koresponden AFP.


Juru bicara kepolisian setempat Luba Samri mengatakan serangan ini dimotivasi nasionalisme Yahudi.


Warga Palestina memukuli dan menahan belasan pemukim liar Yahudi pekan lalu di desa Qusra, dekat kota Nablus, dan kemudian membebaskannya setelah berunding dengan tentara Israel.


Tujuh dari pemukim Yahudi itu ditahan karena dugaan memprovokasi kekerasan ketika mereka memasuki Qusra dari Esh Kodesh, pos pendudukan ilegal di sekitar situ.


Insiden 7 Januari di Qusra itu sebelumnya telah memicu serangan balasan lainnya, ketika para ekstremis Yahudi membakar dua mobil dekat Nablus dan memotong pohon-pohon milik orang Palestina di sebuah kota Arab-Israel di timur Tel Aviv.


Properti orang Palestina sering menjadi target para ekstremis Yahudi, selain juga situs-situs Islam dan Kristen serta properti warga Arab di wilayah Israel, demikian AFP.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/14/01/06/myykmp-islam-bertahan-di-kolombia


Ekstremis Yahudi bakar pintu masjid di Tepi Barat

Saturday, August 24, 2013

Gereja Mesir di Serang, Polisi dan Militer Diam

REPUBLIKA.CO.ID, Dua polisi Mesir berseragam datang menghampiri dua reporter Washington Post dengan senjata. Dua jurnalis itu sedang meliput sebuah kawasan Kristen yang dihancurkan di dekat stasiun polisi.


Kepala Stasiun Polisi setempat yang memperkenalkan namanya sebagai Jendral Samir, mengatakan jika markasnya diserang saat kekerasan 14 Agustus berlangsung. Dia pun memperlihatkan setumpuk foto yang mendokumentasikan penyerangan pada markas polisi lalu lintas tersebut, tulis Washingtonpost.


Meski demikian, Samir dan anak buahnya tidak mengunjungi tiga gereja dan properti milik warga Kristen yang terletak hanya beberapa blok dari markasnya. “Untuk apa?”ungkap komandan polisi sambil menambahkan, investigasi adalah tugas dari jaksa wilayah, kepada Washingtonpost. 


Bukti serangan antiKristen terlihat dipajang sepanjang Minya. Di sebuah Sekolah Yesuit yang juga bernama Minya, terdapat coretan yang berisi,”Mesir adalah Islamis,” di gerbangnya.  


Gereja Mar Mina, dekat dengan titik unjuk rasa Ikhwanul Muslimin, juga terpampang kata Islamis. Beberapa saksi mengungkapkan, penyerang meneriakkan makian kepada pemerintah.


Seorang saksi lain mengatakan, kelompok yang dia lihat menyerang sebuah gereja, mengenakan ikat kepala hijau beserta dengan lambang Ikhwanul Muslimin.


Pejabat Ikhwanul Muslimin di Minya, yang saat ini sedang dicari polisi, menjelaskan via telepon, ‘keluarga’ di provinsi tersebut memang telah menembaki polisi sebagai upaya balas dendam atas tewasnya ratusan pengunjukrasa di kamp Nahda dan Raba al Adawiya. 


“Mereka yang mengenal sifat orang Mesir mengerti bahwa mereka percaya dengan pembalasan,”ujarnya. Akan tetapi, Behairy mengatakan, sama sekali tidak benar jika demonstran telah menyerang gereja. Dia pun menyalahkan penyerangan tersebut yang menyebabkan permasalahan. 


Sejarah Konflik Sekterian di Mesir


Mesir adalah Negara Muslim terbesar di timur tengah. Di Negeri Piramida, populasi Umat Kristiani hanya 10 persen. Akan tetapi, di Lembah Nil, kota seperti Beni Mazar dan Minya dapat memiliki kantong populasi kristen dengan prosentase terbesar dalam populasi. 


Dalam beberapa dekade, konflik sekterian antara Muslim dan Kristen telah menumpahkan kekerasan. Sebuah fenomena pada revolusi 2011 membawa kelompok Islam sebagai penguasa saat pihak keamanan goyah. 


Kekuatan militer Mesir enggan menanggulangi kekerasan sekterian di negara tersebut. Seorang pejabat dari perwakilan negara barat mengatakan, tidak dapat keluar dari konteks pertanyaan, apakah pihak keamanan yang tidak mengenakan seragam dan membawa senjata memainkan peran pada kekerasan tersebut. 


Beberapa warga yang diwawancarai di Provinsi Minya mengaku percaya kalau Ikhwanul Muslimin telah menyalahkan orang Kristen. Pasalnya, pemimpin Gereja Koptik Uskup Tawadros II, telah mendukung kudeta 3 Juli yang menggulingkan Mursi. 


Dari semua penyerangan di ibu kota provinsi,  terdapat satu gereja Amir Tadros yang juga dibakar. Letaknya, hanya beberapa blok dari kantor gubernur.


Micheal Kastour, seorang anggota gereja menyaksikan penyerangan tersebut. Satu kelompok pria bersenjata telah melempar batu dan bom molotov ke dinding gereja sebelum memaksa masuk gerbang besi. 


Kastour pun meraih tangga untuk naik ke atap gereja. Kemudian, ujarnya, dia melompati kubah batu yang lebih rendah hingga sampai ke jalan.


Dia menjelaskan, bersama ayahnya yang juga pejabat gereja, kemudian memanggil tentara dan polisi beberapa kali saat gereja sedang dibakar. Akan tetapi, tidak ada petugas yang datang merespons. 


“Kami percaya militer tidak tampil pada hari pertama, sehingga Ikhwanul Muslimin dapat menunjukkan semua kartunya dan menunjukkan kepada dunia kalau mereka ‘teroris’ .”


Dia mengungkapkan, dalam waktu normal, polisi hanya butuh beberapa waktu untuk merespons laporan kekerasan sekterian. “Tapi pada hari itu, mereka semua menolaknya,”jelasnya kepada Washingtonpost.


 


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/22179/12/04/2012/curhat-nya-mantan-aktivis-ldii-ke-miumi.html


Gereja Mesir di Serang, Polisi dan Militer Diam

Friday, January 25, 2013

Ormas Islam Demo Kecam Penghancuran Masjid

MEDAN, KOMPAS.com — Massa yang terdiri dari aliansi organisasi masyarakat Sumatera Utara Pembela Masjid mengecam keras penghancuran Masjid Raudhatul Islam dan Madrasah Al-Chairiyah. Massa menuding penghancuran tersebut merupakan upaya memecah belah persatuan umat Islam dan elemen anak bangsa, Jumat (25/1/2013).

Kecaman itu disampaikan massa saat berunjuk rasa di depan Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan. Hotel tersebut, menurut massa, merupakan simbol istana para kapitalis. Massa memaksa masuk ke hotel yang diduga milik pengembang yang menghancurkan masjid mereka. Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara massa dan petugas kepolisian antihuru-hara. Namun, massa masih dapat dihalau sehingga tidak sampai masuk ke hotel tersebut.

Koordinator aksi, Indra Buana Tanjung, dalam orasinya mengatakan, penghancuran masjid bertentangan dengan Undang-Undang Wakaf dan syariat Islam. “Kami menyayangkan sikap tidak profesional dan proporsionalnya aparat keamanan dalam menyikapi kasus penodaan agama dan penghancuran masjid. Aparat lebih membela dan mendukung kapitalis,” katanya.

Massa mendesak agar PT Jati Masindo mengembalikan masjid-masjid yang sudah dihancurkannya di Kota Medan. Massa juga meminta semua pemimpin daerah melindungi masjid demi kelangsungan kehidupan beragama dan mengimbau seluruh elemen anak bangsa agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan kapitalis.

“Pintu negosiasi sudah tertutup. Kami minta masjid kami didirikan lagi. Kami rindu mati syahid,” teriak Indra lagi.

Sebelumnya, dua kelompok massa bentrok terkait konflik lahan Masjid Raudhatul Islam yang sempat diruntuhkan pengembang, Rabu (23/1/2013). Sempat terjadi aksi saling lempar batu antara ratusan kelompok massa penentang penghancuran masjid yang terdiri dari sejumlah ormas dengan massa yang mengenakan atribut Ikatan Pemuda Karya (IPK). Tidak ada korban jiwa ataupun luka akibat bentrok ini.

Penghancuran dan pemindahan Masjid Raudhatul Islam oleh pengembang properti PT Jati Masindo beberapa tahun lalu terus mendapat tentangan sejumlah ormas. Mereka menyatakan lahan masjid itu tidak bisa dihancurkan atau dipindahkan tanpa cara yang benar karena berstatus wakaf dan memiliki sertifikat wakaf.

Gabungan ormas ini pun kembali mendirikan masjid di pertapakan yang sudah diratakan. Tepat masuk waktu shalat ashar, seluruh massa aksi melaksanakan shalat berjemaah dan mengajak aparat yang berjaga-jaga untuk ikut melaksanakan shalat.






Article source: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=39373


Ormas Islam Demo Kecam Penghancuran Masjid

Tuesday, August 20, 2013

Gereja Mesir Diserang, Polisi dan Militer Diam

REPUBLIKA.CO.ID, Dua polisi Mesir berseragam datang menghampiri dua reporter Washington Post dengan senjata. Dua jurnalis itu sedang meliput sebuah kawasan Kristen yang dihancurkan di dekat stasiun polisi.


Kepala Stasiun Polisi setempat yang memperkenalkan namanya sebagai Jendral Samir, mengatakan jika markasnya diserang saat kekerasan 14 Agustus berlangsung. Dia pun memperlihatkan setumpuk foto yang mendokumentasikan penyerangan pada markas polisi lalu lintas tersebut, tulis Washingtonpost.


Meski demikian, Samir dan anak buahnya tidak mengunjungi tiga gereja dan properti milik warga Kristen yang terletak hanya beberapa blok dari markasnya. “Untuk apa?”ungkap komandan polisi sambil menambahkan, investigasi adalah tugas dari jaksa wilayah, kepada Washingtonpost. 


Bukti serangan antiKristen terlihat dipajang sepanjang Minya. Di sebuah Sekolah Yesuit yang juga bernama Minya, terdapat coretan yang berisi,”Mesir adalah Islamis,” di gerbangnya.  


Gereja Mar Mina, dekat dengan titik unjuk rasa Ikhwanul Muslimin, juga terpampang kata Islamis. Beberapa saksi mengungkapkan, penyerang meneriakkan makian kepada pemerintah.


Seorang saksi lain mengatakan, kelompok yang dia lihat menyerang sebuah gereja, mengenakan ikat kepala hijau beserta dengan lambang Ikhwanul Muslimin.


Pejabat Ikhwanul Muslimin di Minya, yang saat ini sedang dicari polisi, menjelaskan via telepon, ‘keluarga’ di provinsi tersebut memang telah menembaki polisi sebagai upaya balas dendam atas tewasnya ratusan pengunjukrasa di kamp Nahda dan Raba al Adawiya. 


“Mereka yang mengenal sifat orang Mesir mengerti bahwa mereka percaya dengan pembalasan,”ujarnya. Akan tetapi, Behairy mengatakan, sama sekali tidak benar jika demonstran telah menyerang gereja. Dia pun menyalahkan penyerangan tersebut yang menyebabkan permasalahan. 


Sejarah Konflik Sekterian di Mesir


Mesir adalah Negara Muslim terbesar di timur tengah. Di Negeri Piramida, populasi Umat Kristiani hanya 10 persen. Akan tetapi, di Lembah Nil, kota seperti Beni Mazar dan Minya dapat memiliki kantong populasi kristen dengan prosentase terbesar dalam populasi. 


Dalam beberapa dekade, konflik sekterian antara Muslim dan Kristen telah menumpahkan kekerasan. Sebuah fenomena pada revolusi 2011 membawa kelompok Islam sebagai penguasa saat pihak keamanan goyah. 


Kekuatan militer Mesir enggan menanggulangi kekerasan sekterian di negara tersebut. Seorang pejabat dari perwakilan negara barat mengatakan, tidak dapat keluar dari konteks pertanyaan, apakah pihak keamanan yang tidak mengenakan seragam dan membawa senjata memainkan peran pada kekerasan tersebut. 


Beberapa warga yang diwawancarai di Provinsi Minya mengaku percaya kalau Ikhwanul Muslimin telah menyalahkan orang Kristen. Pasalnya, pemimpin Gereja Koptik Uskup Tawadros II, telah mendukung kudeta 3 Juli yang menggulingkan Mursi. 


Dari semua penyerangan di ibu kota provinsi,  terdapat satu gereja Amir Tadros yang juga dibakar. Letaknya, hanya beberapa blok dari kantor gubernur.


Micheal Kastour, seorang anggota gereja menyaksikan penyerangan tersebut. Satu kelompok pria bersenjata telah melempar batu dan bom molotov ke dinding gereja sebelum memaksa masuk gerbang besi. 


Kastour pun meraih tangga untuk naik ke atap gereja. Kemudian, ujarnya, dia melompati kubah batu yang lebih rendah hingga sampai ke jalan.


Dia menjelaskan, bersama ayahnya yang juga pejabat gereja, kemudian memanggil tentara dan polisi beberapa kali saat gereja sedang dibakar. Akan tetapi, tidak ada petugas yang datang merespons. 


“Kami percaya militer tidak tampil pada hari pertama, sehingga Ikhwanul Muslimin dapat menunjukkan semua kartunya dan menunjukkan kepada dunia kalau mereka ‘teroris’ .”


Dia mengungkapkan, dalam waktu normal, polisi hanya butuh beberapa waktu untuk merespons laporan kekerasan sekterian. “Tapi pada hari itu, mereka semua menolaknya,”jelasnya kepada Washingtonpost.


 


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Gereja Mesir Diserang, Polisi dan Militer Diam

Saturday, January 4, 2014

Tiwi &#34;T2&#34; Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang




Tiwi “T2″ Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang




Sabtu, 04 Januari 2014 07:10


Indra Kurniawan


PERIHAL suaminya, pengusaha properti asal Jepang Shogo Sakuramoto, Tiwi berkisah.


“Aku bertemu dia awal April 2012 saat T2 menyanyi di acara toko kue Jepang di Jakarta yang merupakan miliknya. Lewat asistennya, dia meminta nomor telepon aku. Tidak lama kemudian, ada undangan makan malam dari dia. Biasa saja, makan malam sebagai teman,” kisah Tiwi.


Dari situ, Shogo mulai intens berkomunikasi dengan Tiwi. Dia menunjukan ketertarikan pada Tiwi dengan memberi perhatian lebih. Layaknya cowok yang melakukan pendekatan terhadap cewek yang ditaksir.


“Dekat, dekat, sampai akhirnya bulan Juni kami pacaran. Dia intens banget kasih perhatian kepada aku. Dia apa adanya, bisa bikin nyaman, dan bisa bikin tertawa. Tidak ada yang dibuat-buat. Dia juga membebaskan aku untuk jadi diri sendiri. Enak sih, lebih terbuka,” beri tahunya.


Makin menemukan kenyamanan bersama Shogo, Tiwi mengutarakan keinginannya untuk segera menikah. “Aku bilang ke dia pengin nikah, tidak mau pacaran lama-lama. Umur aku juga sudah 26 tahun. Sudah waktunya. Dia pun mengatakan ingin menikah juga,” Tiwi menceritakan.


Cinta bukan sekadar ucapan di bibir, bukan juga hanya sebatas rasa. Cinta adalah perbuatan, pengorbanan, dan kesetiaan. Hal itulah yang kemudian dibuktikan Shogo pada Tiwi.


“Dia membuktikan ucapannya dengan bertemu orang tua aku dan memutuskan jadi mualaf. Bahagia aku melihatnya. Ayahku bilang, ‘ya udah, menikahlah,’” Tiwi mengulang kembali ucapan ayahnya.


Shogo menjadi mualaf atas kemauannya sendiri. Bukan disuruh, apalagi dipaksa Tiwi.


“Dia mualaf bukan karena aku. Dia belajar. Alhamdulillah sampai sekarang sih dia salat, dia ada keinginan untuk wudu dan salat tanpa aku suruh, walaupun dia belum hapal Al Fatihah,” Tiwi mengaku kagum.


Merasa klop, keduanya memutuskan menikah. Sayangnya, Tiwi enggan menyebut tanggal pernikahannya. “Aku tidak bisa kasih tahu, tapi yang jelas aku resepsi bulan Februari 2013 di Bali. Pacarannya singkat, hanya 3-4 bulan,” aku Tiwi yang lahir di Bandung, 5 Februari 1986.


Keengganan Tiwi berbagi lebih disebabkan oleh prinsipnya yang memang sejak dulu menutup rapat kehidupan pribadinya. “Aku memang menutup lingkungan pribadi aku untuk tidak dipublikasikan ke orang banyak. Aku pengin orang melihat aku sebagai Tiwi T2. Kalau ada apa-apa cukup aku dan keluargaku yang tahu,” tambahnya.


Tiwi membantah kabar yang menyebut dirinya istri ketiga Shogo. “Alhamdulillah aku (istri) pertama. (Perkawinan) aku terdaftar juga,” Tiwi menegaskan.


Dari pernikahannya dengan Shogo, Tiwi melahirkan putra pertama, Reo Athar Sakuramoto, pada 17 Juli lalu.


(ind/adm)


Foto-foto: Tika T2,T2,Tiwi T2

Berita Terkait:


Tiwi T2 Siap Comeback Bermusik (Jadi Penyanyi Solo?)Tiwi Bicara Soal Kelanjutan T2Menjadi Ibu, Tiwi T2 Sempat Alami Baby Blues SyndromeTiwi T2 Tak Menghilang, Ia Bahagia Menikahi Pengusaha Jepang dan Punya Anak


Berikan komentar


Article source: http://www.merdeka.com/artis/ini-penyanyi-muda-yang-bikin-fariz-rm-semangat-bermusik.html


Tiwi "T2" Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang