Showing posts sorted by relevance for query Spanyol<. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Spanyol<. Sort by date Show all posts

Thursday, July 25, 2013

Spanyol, negeri museum kejayaan Islam

Semenjak zaman Charlemagne hingga Christoper Columbus, Islam Spanyol merepresentasikan salah satu dari hubungan intercultural paling produktif dalam sejarah Barat dari dulu hingga kini. Dimulai dari pohon jeruk, irigasi dan perairan, astronomi hingga filosofi Aristoteles yang sudah lama hilang dibawa kembali ke Spanyol oleh umat Muslim.


Gereja, kuil, literatur orang Yahudi saat zaman keemasan, awal mula dunia medis dan matematika, hingga pengertian mengenai filosofi Yunani kuno hanyalah beberapa bentuk dari hasil kolaborasi dan kerja sama dari umat Yahudi, Kristen dan Islam di Semenanjung Iberia selama tujuh abad.


Awal mula perkembangan Islam di Spanyol dibawa oleh Abdur Rahman III pada 711. Umat muslim Spanyol berdomisili di wilayah yang dikenal sebagai Andalusia, di bagian selatan Spanyol.


Abdur Rahman memimpin umat muslim dan juga umat Kristiani serta Yahudi dengan toleransi sangat tinggi. Bersama-sama mereka membangun Cordoba, dan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan seni.


Abdur Rahman bahkan dengan berani dan terbuka menyatakan jika dirinya adalah seorang Khalifah. Di bawah kekalifahannyalah muslim Spanyol menikmati kemakmuran dan kejayaan. Ia mulai membangun bangunan monumental, dan mengembangkan Spanyol secara struktural.


Di bawah perintahnya, pada abad ke-10, populasi Cordoba mencapai 100.000 jiwa. Dan konon, Cordoba sendiri mempunyai 700 masjid, 600 istana dan 70 perpustakaan. Cordoba juga mempunyai banyak sarjana, akademisi dan orang-orang intelektual lainnya yang melakukan riset, penerjemahan dan ilustrasi dari buku-buku yang dibawa dari banyak negara Eropa seperti Jerman dan Yunani.


Pada abad ke-11, sebuah kelompok kecil umat Kristiani mulai melakukan pemberontakan. Dan di bawah komando Alfonso VI mereka berhasil merebut Tolode.


Ini adalah cikal bakal Rekonkuista atau juga penaklukan kembali Spanyol oleh bangsa Katolik (Kristiani) dengan membawa satu paham yaitu Spanyol adalah negara Katolik.


Hal ini mendorong banyak pemimpin Islam di Spanyol untuk semakin memperkuat kekuatan mereka. Namun, umat Kristiani lebih superior karena mereka mendapatkan dukungan dan bantuan dari Kristen Eropa. Maka, umat muslim meminta bantuan kepada Bangsa Almovarid, yang nantinya akan digantikan oleh Bangsa Almohad.


Umat Katolik mendeklarasikan pemurnian pada Spanyol yang berarti mereka harus menaklukkan Andalusia dengan tiga kota besar Islamnya yaitu Sevilla, Cordoba dan Granada. Dalam perjuangan umat Katolik itu memaksakan penyerahan kekuasaan oleh umat Islam di ketiga kota Islam Spanyol.


Pertama-tama dimulai dengan perebutan Cordoba dan Sevilla. Awalnya umat Katolik tidak bisa menyentuh Granada. Namun pemurnian mereka harus berakhir bahagia, dan akhirnya Granada juga berhasil ditaklukkan.


Dalam pemurnian tersebut bukan hanya umat Islam yang menjadi korban. Tetapi juga umat Yahudi. Umat Kristiani, Yahudi dan Islam yang dulunya hidup saling berdampingan dan harmonis harus dipaksakan memeluk agama Katolik. Saat itu mereka diberi dua pilihan yaitu memeluk Katolik atau meninggalkan Islam.


Walaupun begitu, banyak cerita zaman kuno yang menyatakan jika Yahudi dan Muslim yang dipaksakan memeluk Katolik secara diam masih banyak yang melakukan ritual keagamaan mereka yang pertama. Yahudi terus melaksanakan Yom Kippur, dan umat Islam tetap salat dan mengaji dalam diam dan kesunyian.


Setelah rekonkuista, banyak masjid dan bangunan Islam yang dibangun atas kerja sama umat Muslim, Yahudi dan Kristiani sebelumnya diubah menjadi gereja Katolik oleh umat Katolik. Dua pemimpin mereka yang terkenal yaitu Ferdinand dan Isabella terkenal dengan pemaksaan akan memeluk Katolik kepada Yahudi dan Muslim.


Kini, umat Islam di Spanyol jelas tidak lagi hidup berdampingan dengan Yahudi dan Kristiani. Kekuatan Katolik yang mantap sejak abad ke-15 memaksa umat Muslim kini menjadi kelompok minoritas di bagian selatan Spanyol, di Andalusia, di tempat yang dulunya adalah surga kecil mereka.












Article source: http://pilkada.kompas.com/berita/read/2012/04/07/05204614/Hidayat.Jakarta.Harus.Bagi.Gula.ke.Daerah.Lain


Spanyol, negeri museum kejayaan Islam

Friday, February 7, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

Wednesday, February 5, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/06/18/6/179051/Ratusan-Jemaah-Keluar-dari-Ajaran-Ahmadiyah


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

Thursday, May 30, 2013

Mendadak Doyan 'Manggung'

Anas Urbaningrum dan Wiranto


Jelang Pemilu 2014 beberapa tokoh mendadak mencari panggung di berbagai media, salah satunya televisi. Bukan memperbincangkan bidangnya, mereka ‘menyeleweng’ ke peran lain mulai komentator bola hingga hadiri konser musik.


Kehadiran seorang politikus, menteri dan anggota legislatif di televisi mungkin bukan hal yang aneh. Setiap hari mereka berbicara tentang berbagai persoalan, mulai politik, ekonomi, hingga kemanusiaan.


Namun apa jadinya, mereka muncul di televisi sebagai pembawa acara, komentator sepakbola, hingga tampil dalam sebuah ajang pencarian bakat. Bahkan, ada juga yang memberikan secara simbolis hadiah.


Tentu hal ini memunculkan berbagai spekulasi. Dan sah saja jika kemunculan mereka itu dikaitkan dengan Pemilu yang tidak lama lagi. Bisa saja itu upaya agar semakin dikenal oleh publik.


Salah satu yang membuat kejutan adalah Gita Wirjawan. Menteri Perdagangan ini dipercaya menjadi komentator saat final Liga Champions, Minggu dini hari kemarin. Partai puncak itu mempertemukan dua klub sepakbola Jerman, Borussia Dortmund dan Bayern Munich yang bertanding di Stadion Wembley.


Dalam acara yang dipandu oleh Darius Sinathrya tersebut, Gita lebih banyak menjawab pertanyaan seputar dampak Liga Champions terhadap perekonomian negara-negara Eropa. Gita yang pada dini hari mengenakan kemeja putih dengan jaket hitam, menjelaskan bagaimana Liga Champions berdampak positif bagi negara penyelenggara.


Gita yang menjagokan Borussia Dortmund mengatakan, dua klub Bundes Liga tersebut bisa melaju ke babak final karena memiliki penataan keuangan yang baik. Karena itu, menurutnya, negara-negara tersebut bisa menjadikan kedua klub tersebut sebagai panutan.


Sayang, klub yang dijagokan Gita Wirjawan harus menelan kekalahan setelah ditekuk oleh Bayern Munich dengan selisih skor tipis 2-1.


Sebelumnya, Gita juga memukau dengan memamerkan keahliannya berpiano pada sejumlah wartawan yang hadir di gedung Kementerian Perdagangan, pada Jum’at (17/5) sore.Di samping kiri Gita, tampak Tompi kenakan topi khas yang sering dikenakannya.


Gita secara khusus memainkan piano mengiringi alunan lagu yang dibawakan oleh Tompi. Lagu yang dinyanyikan Tompi adalah Juwita Malam.


Seperti diketahui Gita digadang-gadang menjadi salah satu calon presiden (Capres) dan mulai dilirik Partai Demokrat.


Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga mengungkapkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersiapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan sebagai calon presiden 2014. Menurutnya, SBY sudah merestui Gita bertarung sebagai capres, tetapi tetap mempertimbangkan tingkat elektabilitas.


“Gita masuk bursa Ketua Umum Partai Demokrat dan sasaran akhir untuk Gita sebenarnya capres 2014,” katanya.


Ia mengatakan, nama Gita kini telah masuk sebagai salah satu calon presiden dalam sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga. Dengan hasil sejumlah survei, menurutnya, SBY yakin memberikan restu kepada Gita. “Seperti yang dilakukan oleh LSI, SMRC, Politicalwave dan survei persepsi dri 100 opinion maker yang dilakukan LSI Burhan Muhtadi Desember tahun lalu untuk menjaring Capres 2014 dari sisi kualitas,” katanya.


Mengapa Gita? Kastorius mengatakan, Gita dianggap merepresentasikan figur pemimpin masa depan Indonesia pasca-SBY. Selama dua periode kepemimpinan SBY, ia dianggap salah satu tokoh di balik keberhasilan tim ekonomi SBY.


“Saat ini, sebagai Mendag berani dan berhasil melawan gempuran impor asing lewat kebijakan-kebijakan pro rakyat seperti penerapan HPP garam, pembatasan impor hortukultura dan penerapan sistem HPP Kedelai,” kata Kastorius.


Intinya, lanjut dia, narasi besar Indonesia ada di bidang ekonomi. “Untuk mengemban ini, Gita layak karena dia sangat disegani dan sekaligus disenangi stakeholder ekonomi dunia,” katanya. Alasan lain, kata Kastorius, Gita tergolong masih muda dan berasal dari generasi muda yang mewakili pemilih pemul yang akan menjadi mayoritas voters pada Pemilu 2014.


“Sebagai tokoh muda, dibanding dengan tokoh-tokoh lain, Gita relatif terbebas dari beban sejarah kelam masa lalu. Artinya, Gita menjadi sangat layak untuk membawa layar Indonesia semakin berkembang di domestik dan global,” kata Kastorius.


Meski demikian, menurut  Lingkaran Survei Indonesia elektabilitas Gita belum positif.”Ada sejumlah nama yang kita survei, seperti Chairul Tandjung, Gita Wiryawan dan lainnya. Tetapi perolehan dukungan hanya nol koma sekian %,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby Maret lalu.


Adjie mengungkapkan, ada lebih dari 10 nama yang disurvei termasuk Chairul Tanjung dan Gita. Dari nama-nama itu, lanjutnya, muncul empat nama yang menempati posisi teratas.”Empat nama teratas dikuasai oleh tokoh-tokoh partai nasionalis. Megawati Soekarnoputri 20,7 %, Aburizal Bakrie 20,3 %, Prabowo Subianto 19,2 % dan Wiranto 8,2 %,” tuturnya.


Adjie menambahkan, nama Gita pun kalah jika dibandingkan dengan tokoh dari partai Islam yang diantaranya berada di pemerintahan Presiden SBY seperti Hatta Rajasa, Suryadharma Alie dan Muhaimin Iskandar. Bahkan dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan istri Presiden SBY, Gita pun masih belum bisa bersaing.


“Ketum PAN Hatta Rajasa memperoleh dukungan 6,4 %, Ketum PPP Suryadharma Ali 1,9 %, Ketum PKB Muhaimin Iskandar 1,6, Presiden PKS Anis Matta 1,1 % dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh 2,1 %. Sedangkan Ani Yudhoyono 2,4 %,” ucapnya.ins


Wiranto-Anas Tak Mau Kalah
Ajang pencarian bakat X-Factor yang ditayangkan di RCTI, akhirnya dimenangkan Fathin Shidqia. Fathin berhasil mengalahkan pesaing terberatnya Novita Dewi. Di tengah meriahnya para pendukung Fathin, tiba-tiba nama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto disebut MC sebagai pihak yang menyerahkan hadiah kepada pemenang.”Hadiah akan diberikan langsung oleh bapak haji Wiranto,” kata MC Robi Purba, Jakarta, Sabtu (25/5).


Saat naik ke atas panggung, Wiranto yang mengenakan pakaian hitam lengan panjang tersenyum sambil menyalami pemenang X-Factor. Saat memberikan hadiah secara simbolik kepada Fathin, Wiranto terlihat hanya tersenyum tanpa mengucapkan kata.


Kehadiran Wiranto tentu mendatangkan tanda tanya besar. Wiranto adalah seorang politikus, sedangkan X-Factor merupakan acara entertainment, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh. Kehadiran Wiranto diduga terkait strategi politik untuk Pemilu 2014?


Mengingat, sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura Yuddy Chrisnandi mengatakan persoalan pemanfaatan iklan di media MNC Group merupakan janji CEO MNC Group sekaligus Ketua Dewan Pakar Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT).


“Wah enggak ngerti, itukan janjinya HT untuk all out membesarkan Hanura dan mendukung Pak Wiranto jadi presiden. Jadi konsekuensinya ya harus munculkan iklan-iklan Hanura dan Pak Wiranto di media yang dimilikinya. Tentu jangan sampai melanggar aturan,” kata.


Anas Urbaningrum juga muncul meski statusnya kini tersangka. Pada pertandingan Liga Champions yang mempertemukan dua klub raksasa Liga Inggris, Chelsea menjamu Manchester United, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dipercaya menjadi komentator. Dalam pertandingan yang dihelat di Stamford Bridge, Anas menjagokan Setan Merah.


Kebetulan atau tidak, pada pertandingan tersebut, anak asuh Sir Alex Ferguson berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang tersebut diciptakan dari pemain penyerang Wayne Rooney setelah mendapat assist dari Ryan Giggs.


Selain menjadi komentator resmi di stasiun televisi, Sarjana ilmu politik Universitas Airlangga Surabaya ini kerap menuliskan prediksi pertandingan sepakbola di akun Twitter miliknya, @anasurbaningrum.


Anas mengatakan, kegemarannya terhadap sepakbola diturunkan dari ayahnya yang juga seorang pecinta bola.


Sementara pada final Piala Dunia 2010 yang dihelat di Afrika Selatan yang mempertemukan Belanda melawan Spanyol, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dipercaya sebagai komentator di televisi. Pada final yang diadakan Soccer City, Johannesburg tersebut, Irman menjagokan klub matador Spanyol.


Irman mengatakan, faktor yang mengantarkan tim besutan Luiz Aragones itu mampu melaju ke babak final adalah tingkat kreativitas, kecerdikan dan penguasaan bola di lini tengah yang menjadikan ciri khas mereka. Dengan ciri tersebut, lanjut Irman, Spanyol mampu membuat lawan kesulitan dalam menyerang maupun bertahan.


Pada final yang diselenggarakan pada Senin, 12 Juli 2010 tersebut berkesudahan dengan skor 1-0. Orang yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol adalah Andres Iniesta yang berhasil membobol gawang Maarten Stekelenburg pada menit ke-116 lewat perpanjangan waktu.


Irman menambahkan, dengan kesuksesan Afrika Selatan dalam menggelar Piala Dunia bisa dijadikan contoh bagi persepakbolaan Indonesia. Dia pun berharap, suatu saat nanti, tim merah putih juga bisa berlaga di Piala Dunia. Biar terkenal nih!ins


Pejabat Pun Eksis ‘Ngartis’, Etiskah?
Entah sekadar aji mumpung–mumpung terkenal — atau tidak, kini pejabat publik makin banyak yang dengan percaya diri action di depan kamera sebagai bintang iklan komersial. Etiskah?


Bila ditelisik dari segi aturan, beberapa nama menteri hingga walikota yang menjadi bintang iklan produk memang tak melanggar karena tidak ada Undang-Undang (UU) yang melarangnya. Padahal secara etika hal tersebut bermasalah.


Bukti terbaru adalah nongolnya foto Marzuki Alie, Ketua DPR di selebaran dan situs resmi PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dengan posisi sebagai penasihat. Meski menurut politisi Demokrat ini,  gambarnya bersama Direktur Utama Michael Ong–yang kini diduga melarikan diri ke luar negeri dengan membawa uang Rp 40 miliar—diambil saat launching produk dan tak pernah izin dirinya untuk dijadikan bahan promosi, tapi tetap saja nama Marzukie terseret dalam kasus investasi bodong tersebut.


“Iklan-iklan itu sebetulnya bermasalah karena memperlihatkan keberpihakan pejabat publik pada produk tertentu dan mencoreng jabatan yang mereka pangku,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens.


Berbeda dengan anggota DPR yang memiliki aturan tidak boleh berprofesi ganda, sehingga artis pun dilarang ‘ngamen’ lagi bila sudah duduk di parlemen. larangan tegas profesi ganda anggota dewan diatur dalam Undang-Undang Nomor 27/2009 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD. Meski kenyataan di lapangan masih ada beberapa politisi artis yang ‘diam-diam’ main sinetron dan menjadi host acara televisi.


Sebelumnya, Marzuki juga iklan komersial produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion. Marzuki kala itu menjelaskan, ia sudah lama kenal sang presiden direktur perusahaan dalam negeri itu sejak Pemilu 2004.


Menurut Boni, tak adanya aturan mengenai itu menjadi celah yang membenarkan para pejabat negara menjadi bintang iklan. Tidak salah memang secara hukum. Tapi salah secara moral politis. Ia pun berharap ke depan UU Pejabat Publik mengatur hal tersebut.


Boni pun menduga para pejabat yang menjadi bintang iklan saat ini melakukannya demi mendongkrak popularitas. Sebab dilakukan secara dadakan dan mengejutkan.


Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan juga pernah tampil pada iklan tentang menyambut ulang tahun perusahaan nasional, Astra Internasional.


Dengan memberikan sambutan atas ulang tahun Astra Internasional ke-55, Gita yang mantan bos Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini, mengapresiasi pencapaian Astra Internasional dalam mendukung perekonomian Indonesia. Iklan tersebut disiarkan di beberapa televisi swasta nasional.


Ada juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Saat menjadi walikota Solo secara aktif menjadi brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka karya putra-putri Indonesia. Berawal dari sini, nama Jokowi dan produk mobil Esemka menjadi dikenal.


Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam waktu dekat juga akan tampil sebagai bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul. Dahlan akan tampil sebagai bintang iklan tanpa dibayar.


Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, Dahlan dipilih karena merupakan sosok yang dicintai oleh masyarakat. Meskipun Dahlan adalah seorang menteri, tetapi Dahlan tidak melanggar peraturan dengan menjadi bintang iklan.


Selain itu, Dahlan juga aktif mempromosikan mobil listrik asli buatan Indonesia jenis city car, Ahmadi dan sejenis ‘Ferrari’ listrik, Tucuxi. Meskipun hal tersebut merupakan inisiatif Dahlan semata, namun mantan bos Jawa Pos Group ini aktif di media mempromosikan mobil listrik made in Indonesia tersebut.


Sebelumnya, KSAD Jenderal Pramono Edhie juga menjadi bintang iklan Kuku Bima dan Menteri BUMN Sofyan Djalil juga mempromosikan produk asuransi InHealth.


Etika memang tak berbuah penjara jika dilanggar. Tapi, pejabat beretika sangat dibutuhkan negeri ‘galau’ Indonesia.ins,dtc,mtv


Pejabat Eksis di Iklan Komersial


Marzuki Alie, Ketua DPR


  • Promosi PT Golden Traders Indonesia Syariah/GTIS (selebaran dan di situs resmi)

  • Promosi produk elektronik asli buatan Indonesia, Maspion (iklan televisi)

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan


  • Iklan menyambut ulang tahun Astra Internasional (iklan televisi).

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo


  • Brand ambassador atau bintang iklan mobil Esemka

Menteri BUMN Dahlan Iskan


  • Bintang iklan sebuah produk jamu lokal, PT Sido Muncul.

  • Aktif mempromosikan mobil listrik ‘Ferrari’ Tucuxi

  • Menjadi ikon sepatu DI 19

KSAD Jenderal Pramono Edhie


  • Menjadi bintang iklan Kuku Bima (iklan televisi)

Menteri BUMN Sofyan Djalil


  • Mempromosikan produk asuransi InHealth.

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/21/menteri-agama-jika-garuda-diganti-perkutut-itu-bukan-lagi-lambang-negara


Mendadak Doyan 'Manggung'

Monday, July 8, 2013

Dari gembala Tuhan menjadi rabbi Yahudi

Rabbi Yobbi Ensel menjalankan ajaran Yahudi terang-terangan sejak tahun satu dasawarsa lalu. Lelaki 40 tahun ini sebelumnya beragama Kristen Protestan, keyakinan dijalankan keluarganya. Pada 2001 dia memulai ritual Yudaisme sendirian kemudian didukung keluarganya. Dia pernah menjadi gembala Tuhan di sebuah gereja di Kota Manado, Sulawesi Utara.


Perpindahan keyakinan itu dia lakukan secara sadar setelah mempelajari bahasa Ibrani secara otodidak serta membaca kitab Torah dan ajaran Yudaisme lainnya. “Menjalankan Yudaisme adalah panggilan dan tugas saya sebagai keturunan Yahudi meski fisik saya tidak seperti keturunan Yahudi umumnya karena perkawinan campur nenek moyang saya,” kata Yobbi kepada merdeka.com Kamis pekan lalu di lobi sebuah hotel di Manado.


Darah Yahudi dalam tubuhnya berasal dari mendiang ayahnya, Jonathan Hattie, keturunan Yahudi Portugis kelahiran 1942 di Sanger Siau, Sulawesi Utara. Hattie anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat bertugas di Toli-toli, Sulawesi Tengah, dan pensiun pada 1989 dengan pangkat sersan satu. Dia meninggal di Manado dua tahun lalu. Yobbi adalah anak keempat dari lima bersaudara. Empat saudara kandung lainnya beragama Kristen Protestan dan Islam.


Dari garis keturunan bapaknya, nenek moyang Yobbi asal Portugis. Sekitar 1514 datang ke perkampungan paling tua di Kepulauan Karakelang Talaud, Kampung Ruso, Sulawesi Utara, berbatasan laut dengan Filipina. Nama Kampung Ruso atau Roso diambil dari marga Yahudi keturunan Yakub. Kemudian dari situ nenek moyangnya ikut bersama Portugis dan dipaksa menuju Minahasa saat abad ke-16 atau awal mula Portugis ke Nusantara.


Ibunya, Irene Andasia, 50 tahun, keturunan Portugis dari kakeknya, Ayub Andasia kelahiran 1514 di Kepulauan Karakelang, Sulawesi Utara. Kemudian nenek Yobbi, Ribbka Bala, keturunan Portugis dilahirkan pada 1920 di Sanger, Kolongan Mito, Sulawesi Utara. Andasia merupakan marga Yahudi di Andalusia, Spanyol, hidup di abad ke-16.


Kakek dari ibunya bernama Masone. Ketika itu nama Yahudi di Minahasa Utara belum menggunakan Marga. Kelak Masone akan melekat menjadi nama marga keluarga untuk keturunannya. Nenek dari ibu Yobbi berasal dari Belarusia bermarga Bala. Dia lupa tahun berapa saat Portugis datang ke Nusantara. Salah satu marga Bala ikut rombongan Portugis dan berlabuh di Pelabuhan Mulang, Minahasa Tenggara.


Bekas jejak nenek moyang Yobbi bisa dilihat dari perkebunan gandum orang Spanyol di Minahasa Tenggara. Baru pada 1600-an Belanda masuk ke Pulau Siau atau Sanger/Sangihe. Sehingga ada juga orang Yahudi bermarga Sanger di Minahasa. “Sebenarnya Sanger itu variasi dari beberapa nama. Ada sanger, singer, singale, dan singal. Kemudian setelah membaur dengan masyarakat lokal istilah itu berubah menjadi sinjal, sinyal,” ujar Yobbi.


Sepengetahuan Yobbi, Sanger saat itu dihuni oleh berbagai suku bangsa, seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Belanda. Makanya sekitar 1500 atau 1600-an Minahasa itu adalah satu bangsa dan pernah menandatangani kerja sama dengan Inggris. Kemudian Minahasa bergabung dengan Indonesia. Cerita ini ada dalam film Benteng Muraya dibuat di Tondano.” Itulah muasal Yahudi di Minahasa dan menyebar ke seantero nusantara, termasuk Manado,” tuturnya.


Istrinya Yulita, 30 tahun, perempuan keturunan Minahasa menyokong keyakinan dianut Yobbi dan turut menjalankan ajaran Yudaisme. Menurut Yobbi, menerapkan Yudaisme tidak harus berdarah Yahudi (goyim), namun atas dasar kesadaran. Demikian juga keputusannya menjadi rabbi atau pembimbing umat lewat sekolah dan pelatihan khusus diselenggarakan komunitas Yahudi di Manado. Dia mengatakan posisi Rabbi itu sama dengan ulama dalam Islam.












Article source: http://www.merdeka.com/peristiwa/gadis-pesta-ini-mengenal-islam-di-klub-malam.html


Dari gembala Tuhan menjadi rabbi Yahudi

Monday, February 3, 2014

Melongok Islam di Filipina

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ani Nursalikah

Islam adalah agama tertua di Filipina. Islam masuk berkat banyaknya pedagang Muslim dari Teluk Persia, India Selatan, dan sejumlah kesultanan dari Indonesia dan Malaysia. Mereka adalah kaum saudagar yang berdagang hingga ke Filipina pada abad ke-14.


Data yang diperoleh dari Laporan Kebebasan Beragama Internasional Departemen Luar Negeri AS pada 2010, populasi Muslim di Filipina sekitar sembilan persen. Mayoritas penduduknya memeluk agama Katolik Roma.


Karimul Makhdum adalah pedagang Arab pertama yang datang ke Kepulauan Sulu dan Jolo di Filipina pada 1380 M. Pada 1390 Pangeran Rajah Baginda Minangkabau dan para pengikutnya mengajarkan Islam di pulau-pulau tersebut.


Masjid Syehk Karimal Makhdum merupakan masjid pertama yang didirikan di Filipina di Simunul, Mindanao, pada abad ke-14.


Permukiman yang dihuni pendakwah dari Arab yang bepergian ke Malaysia dan Indonesia membantu memperkuat Islam di Filipina. Setiap permukiman dikepalai seorang datu, raja, dan sultan.


Karena pesatnya perkembangan Islam, akhirnya didirikanlah provinsi Islam. Provinsi Islam di Filipina adalah Kesultanan Maguindanao, Kesultanan Sulu, Kesultanan Lanao, dan sebagian lain di Filipina selatan.


Ketika armada Spanyol yang dipimpin Miguel López de Legazpi tiba di Kerajaan Maynila, mereka bertemu dengan Rajah Sulaiman III.


Satu abad berikutnya, Islam telah mencapai Kepulauan Sulu di ujung selatan Filipina yang penduduknya belum memeluk agama apa pun (animisme).


Pada abad ke-15 setengah bagian dari Luzon (Filipina Utara) dan pulau-pulau Mindanao di selatan tunduk pada berbagai kesultanan Muslim Borneo. Karena itulah, banyak penduduk di selatan yang menyatakan memeluk Islam.


Selama masa pemerintahan Sultan Bolkiah pada 1485-1521, Kesultanan Brunei melihat Manila sebagai pelabuhan alami. Sultan Brunei ini mencoba memiliki bagian dari Tondo sebelum perdagangan dari Cina masuk.


Caranya, dengan menyerang daerah sekitarnya dan membangun kesultanan sendiri di Kota Seludong. Islam semakin kuat dengan kedatangan para pedagang Muslim dari Jolo, Mindanao, Malaysia, dan Indonesia.


Di Filipina, Islam memperkenalkan struktur politik yang sangat berkembang, yakni kesultanan. Struktur sosial tradisional Muslim Filipina dipimpin seorang sultan yang diasumsikan sebagai otoritas di bidang agama dan sekuler.


Sedangkan, datu dianggap sebagai pemimpin komunal. Dia memberi bantuan dan arbitrase melalui pengadilan agama di bawah kepemimpinannya.


Atas bantuannya, datu mendapatkan bantuan, pekerjaan, dan perlindungan bila diperlukan dari rakyatnya. Menariknya, seorang datu tidak ditentukan dari kekayaan yang ia miliki, tetapi oleh jumlah pengikutnya.


Asimilasi penjajah Spanyol hanya berhasil menciptakan perpecahan antara umat Kristen Filipina di bawah kekuasaan Spanyol dan masyarakat Muslim yang menolak penaklukan.


Hal yang sama terjadi saat rezim Amerika di mana Muslim dimusnahkan pasukan militer ketika umat Islam menolak penaklukan dan menolak eksploitasi sumber daya di wilayah Mindanao. Amerika kemudian menyadari proses itu sia-sia.


Namun, selama beberapa tahun belakangan, inisiatif Amerika untuk mengintegrasikan masyarakat Muslim dengan mayoritas orang Filipina hanya menyebarkan perpecahan dalam budaya dan agama. Akibatnya, kerusuhan sosial dan konflik situasi menyebar dan berkembang.


Kaum Muslim tetap terisolasi dari perkembangan yang digalakkan pemerintah di wilayah utara Filipina. Faktanya, gerakan separatis tumbuh dan kebencian antara Kristen dan Muslim dikembangkan.


Article source: http://www.jpnn.com/read/2014/01/29/213719/Asmirandah-Boleh-Pulang-Meski-Pindah-Agama,-Asal-...-


Melongok Islam di Filipina

Friday, July 26, 2013

Korban Kecelakaan Kereta di Spanyol Jadi 78 Tewas

Laporan-laporan mengatakan, kereta yang keluar rel di Spanyol utara itu mungkin melaju dengan kecepatan dua kali dari batas kecepatan 80 kilometer per jam, Rabu malam (24/7).


Article source: http://www.tribunnews.com/2012/06/17/hti-adalah-partai-politik-islam


Korban Kecelakaan Kereta di Spanyol Jadi 78 Tewas

Thursday, August 1, 2013

Kepolisian Spanyol Tahan Masinis KA Cepat

Masinis kereta api cepat Spanyol yang menabrak tembok Rabu lalu dan menewaskan sedikitnya 78 orang, akan dihadirkan ke sidang hari Minggu.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Kepolisian Spanyol Tahan Masinis KA Cepat

Sunday, August 4, 2013

Dini Fitria, Memburu Jejak Islam ke Benua Biru

Oleh Erik Purnama Putra


REPUBLIKA.CO.ID, Bagi Dini Fitria (31 tahun), melakukan perjalanan jurnalistik ke luar negeri adalah hal biasa. Namun, presenter program “Jazirah Islam” di Trans 7 ini mengaku mendapat berkah tersembunyi ketika mendapat tugas meliput dunia Islam di negara Eropa maupun Amerika Utara.


Sosok yang akrab di panggil Dini ini mengaku, banyak pelajaran dari interaksi dengan beragam karakter umat Islam di negara yang masyarakat Muslim menjadi minoritas.


“Ada hikmah sejarah, perjuangan, dan persahabatan yang bisa kita petik,” kata perempuan yang merangkap sebagai produser program khusus Ramadhan ini kepada Republika, belum lama ini.


Dalam tiga tahun terakhir, beberapa negara yang pernah disinggahi Dini untuk program “Jazirah Islam”, antara lain, Austria, Belanda, Italia, Jerman, Prancis, Spanyol, Argentina, Meksiko, dan Brasil. Adapun, negara Asia yang dikunjunginya adalah Thailand, Cina, India, dan Korea Selatan.


Di beberapa negara itu, putri dari pasangan Syamsul Bahri Yunus dan Roslaini Rasyad ini melakukan liputan dokumenter tentang perjuangan umat Islam dalam menjaga eksistensi komunitasnya.


Ia menuturkan, pengalaman mengharukan didapatnya ketika meliput Mezquita Catedral di Kordoba, Spanyol. Bangunan masjid yang sudah menjadi tempat peribadatan warga Katolik itu begitu memikatnya. Ia merasa seperti masuk ke lorong waktu para era kejayaan Islam di Benua Biru.


Tak terasa, air mata Dini terurai saat melihat mihrab masjid telah beralih menjadi altar gereja. “Miris sekali,” akunya. Kesedihannya semakin mendalam ketika Abdul Bahri, seorang Muslim yang menjadi pengantarnya, menuturkan masyarakat Negeri Matador itu memberi stigma buruk terhadap Islam yang selalu dikaitkan dengan isu teroris.


Bertemu mualaf


Pengalaman menarik juga didapat Dini di Italia. Bungsu dari lima bersaudara ini bertemu dengan dua sosok Muslim yang mampu menginspirasinya. Mereka adalah Wali Kota Monte Argentario Arturo Cerully dan fotografer Steffano Romano yang keduanya merupakan mualaf.


Khusus Arturo Cerully, ia merupakan wali kota Muslim pertama di Negeri Piza. Ia memilih Islam karena ajaran kemasyarakatan dan kenegaraan, serta mengikuti agama yang dianut istrinya.


Adapun, Steffano Romano memeluk Islam lewat karya fotografinya tentang perempuan berjilbab. Kecintaannya terhadap ajaran Rasulullah ini mampu membuat keduanya meninggalkan agama leluhurnya.


Pengalaman spiritual paling puncak didapatnya saat berkesempatan menyaksikan beberapa orang dari berbagai negara di Eropa merasa mantap ingin masuk Islam. Proses pengucapan kedua kalimat syahadat calon mualaf mampu menggetarkan hatinya.


Perempuan kelahiran Padang, 23 Maret 1982, ini sangat tergugah setiap kali mengingat momen itu. Pasalnya, untuk memeluk Islam, bukan sebuah pilihan mudah dan memerlukan perjuangan cukup berat bagi warga Eropa.


Rata-rata, mereka yang masuk Islam lebih karena tertarik dengan isi Alquran yang dianggap sangat rasional dan tidak menimbulkan perdebatan. “Karena itu, saya selalu bersyukur memeluk Islam sejak kecil.”


Merasa menemukan Islam di Eropa, ia dibuat terkesima dengan warga Muslim di sana. Ini lantaran rasa persaudaraannya yang sangat kuat di tengah pandangan minor yang diterimanya.


Fakta itu juga dirasakan Dini yang selalu dicurigai petugas di bandara hingga memaksanya harus melepas jilbab yang dikenakannya lantaran dicurigai sebagai teroris.


“Islam di Eropa hanya satu. Mereka tidak membedakan Suni, Syiah, Muhammadiyah, atau NU. Islam ya Islam,” celetuknya.


Di belahan bumi lainnya, perjalanan Dini mengantarkannya bertemu dengan keluarga Indian Muslim yang tinggal di Chiapas, Meksiko. Di daerah kaya sumber daya alam ini, warga setempat masih hidup terbelakang lantaran terlena dengan kehidupan yang dekat dengan alkohol, judi, dan hukum rimba.


Mayoritas warga suku Indian itu yang menjadi penganut animisme berusaha mencari kedamaian dengan memeluk agama Katolik maupun Protestan yang disebarkan masyarakat Eropa. Namun, lanjut Dini, ketenangan yang diharapkan tidak juga ditemukan.


Alhasil, pencarian keluarga itu mengantarkannya mengenal Islam dari kelompok pendatang Muslim asal Spanyol. “Islam menjadi alternatif yang menarik karena bisa mengerem kebiasaan buruk mereka,” katanya.


“Sayang, sekali lagi isu-isu terorisme membuat mereka takut dan akhirnya termarginalisasi,” kata alumnus Universitas Andalas, Padang, ini.


 Menulis novel


Meski hasil reportasenya telah muncul di televisi, Dini merasa belum puas lantaran tidak semuanya tergambarkan. Ini mengingat tayangan dokumenter lebih menonjolkan aspek objektivitas. Atas dasar itu, ia tertarik menuliskan pengalaman subjektifnya ke dalam sebuah novel berisi kisah nyata.


“Alhamdulillah, novel religius ini bisa terbit,” katanya. Karya perdananya itu berjudul Scapa per Amore. Judulnya yang memakai bahasa Italia itu merupakan usulan istri Arturo Cerulli, Sri Semiarti Sastropawiro, yang berarti lari karena cinta.


Scapa per Amore bercerita perjalanan cinta seorang jurnalis televisi, Diva, yang harus memilih antara melanjutkan hubungan dengan tunangannya yang retak atau menerima tugas liputan ke luar negeri. Di tengah kegalauannya, Diva menjatuhkan pilihan memilih menunaikan tugas profesionalnya.


Harapannya, dengan pengalaman spiritual selama liputan akan diperoleh perenungan untuk menentukan langkah berikutnya. Dan, benar saja, perjalanan liputan itu ternyata menggugah banyak makna dan inspirasi. 


Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/09/03/138443/HMI-Tegaskan-Ajaran-Laduni-Aliran-Sesat-


Dini Fitria, Memburu Jejak Islam ke Benua Biru

Tuesday, July 30, 2013

Alhamdulillah, Muslimin Hidup Damai di Jamaika

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa


Selain lembaga resmi, berbagai organisasi Islam pun menyediakan kelas pendidikan.

Jamaika, sebuah negara pulau di Amerika Utara ini menjadi rumah bagi lebih dari 5.400  Muslimin. Jumlah mereka minoritas, hanya sekitar 0,2 persen dari total populasi negara seluas 10.991 kilometer persegi tersebut.


Tapi, Islam mulai disadari sebagai agama awal nenek moyang saat kali pertama menginjak tanah Jamaika. Alhasil, perkembangan Islam mulai meningkat. Organisasi Muslim dan masjid banyak berdiri di negara Bauksit tersebut.


Menurut laman Carribean Muslim, Islam pertama kali datang ke Jamaika dibawa oleh bangsa Afrika Barat, terutama dari kawasan Gold Coast, yaitu Ghana, Nigeria, Mali, Benin, dan Togo. Mereka merupakan para budak yang diperjualbelikan. Menggunakan kapal, para budak Afrika tersebut dijual ke Jamaika.


Beberapa budak Muslimin, terutama keturunan Afrika Mandinka, Fula, Susu, Ashanti, dan Hausa tetap mempertahankan agama mereka saat tiba di negara karibia tersebut. “Mereka tak henti-hentinya berusaha untuk mempertahankan praktik-praktik Islam dalam kerahasiaan, sambil bekerja sebagai budak di perkebunan di Jamaika,” tulis web tersebut.
 
Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian besar budak-budak Muslim asal Afrika itu mulai kehilangan identitas mereka. Hidup dikalangan keberagaman etnis membuat mereka terbawa agama para majikan mayoritas Nasrani. Sebagian mereka juga dipaksa, sebagian lain kehilangan keimanan saat dibebaskan statusnya sebagai budak oleh sang majikan.
 
Pada 1845 hingga 1917, datang imigran dari India ke Jamika. Sebanyak 16 persen dari 37 ribu imigran tersebut beragama Islam. Sesepuh mereka, Muhammad Khan, datang pada 1917 di usia 151 tahun. Putranya, Naim Khan, kemudian membangun Masjid Ar Rahman di Kota Spanyol pada 1957. Sejak itu, para imigran lain pun mulai mendirikan masjid di penjuru Jamaika. Muhammad Golaub yang datang menjadi imigran bersama ayahnya di usia tujuh tahun kemudian mendirikan Masjid Hussein di Westmoreland. Sejak 1960, Muslimin bertahap meletakkan dasar delapan masjid lain. Hingga kini, masjid pun tersebar di seluruh penjuru negeri.
 
Para imigran India ini kemudian membentuk komunitas Muslim. Merekalah yang mendominasi Muslimin di Jamaika. Adapun keturunan Afrika yang sebetulnya pembawa Islam awal, jauh sebelum bangsa India, mulai mengetahui identitas mereka. Bahkan, dalam sejarah Jamaika, Muslimin mengambil peran besar dalam melawan tirani. Tapi, tentu saja hal tersebut tak dikabarkan dalam sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah.
 
Dalam artikel “The Lost Story of Islam in Jamaica” dalam web Islandpen disebutkan, seorang akademisi dari University of the West Indies, Dr Sultana Afroz, menemukan fakta sejarah Jamaika. Ia mengatakan, para pemimpin Jamaika yang berhasil melawan penjajah, seperi Cudjoe, Nanny dari Maroon, Sam Sharp, dan Paul Bogle, merupakan penganut agama Islam.


Menurutnya, selama abad ke-15, Islam mendominasi Jamaika. Banyak warga Jamaika yang dididik orang-orang Afrika dari empat universitas tertua Afrika.


Lalu, mengapa Islam tidak menjadi agama utama di Jamaika? Sultana Afroz mengatakan, sebagian besar Muslimin di Jamaika merupakan para budak. Mereka tidak diizinkan mengajar anak-anak mereka, baik membaca menulis, termasuk mengajarkan ajaran dan budaya Islam. Mereka wajib menurut pada majikan. Jika tidak, siksaan cambuk atau rantai akan menjadi santapan sehari-hari.


Dari penjelasan Afroz tersebut, tak heran, jika generasi berikutnya tidaklah menganut agama Islam. Bahkan, mengenalnya saja pun tidak. Inilah yang kemudian menjadi isu hangat warga Jamaika, sehingga tak sedikit yang kemudian memeluk agama Islam.


Ulama dari Dewan Islam Jamaika Abdul Baseer menuturkan, Muslim pertama Jamaika memang budak. Mereka dibawa oleh orang-orang Eropa dari Afrika Barat ke Jamaika, di mana mereka mencoba untuk berlatih dan menjaga agamanya. Bangsa Maroon, lanjut Baseer, awalnya Muslim. “Namun sekarang ini mereka telah melupakan agamanya. Oleh karena itu, di pertengahan abad kedua puluh, pegawai kontrak yang bertanggung jawab atas kebangkitan Islam di Jamaika mulai membangun tempat ibadah bagi umat Islam,” kata Baseer dikutip dari artikel “Muslim Minority in Jamaica” dari laman Usinfo.
 
Saat ini, kata Baseer, Islam berpotensi diterima masyarakat Jamaika. Antara Muslimin dan masyarakat umum pun dapat hidup berdampingan. Antara Muslim pun bersatu dan saling membantu menjaga keyakinan agama mereka. Bahkan di bidang pendidikan, pihaknya memiliki dua sekolah Islam, yakni Sekolah Dasar Islamiyah dan TK di Masjid Arrahan. Meski hanya dua, sekolah tersebut pun terbuka dan banyak mendidik siswa dari keluarga Kristen.


Selain lembaga pendidikan resmi, berbagai organisasi Islam pun menyediakan kelas pendidikan. Organisasi Islam sangat tersebar di Jamaika. Beberapa, di antaranya, Dewan Islam Jamaika serta Pendidikan Islam dan Dakwah Center di Kingston. Organisasi lain bergerak di Masjid Al Haq di Mandeville, Masjid Al-Ihsan di Negril, Masjid-e-Hikmah di Ocho Rios, dan Islamic Center di Saint Mary.
 
Masjid Menjamur

Kedatangan imigran India telah memberikan sumbangsih besar bagi Muslimin Jamaika. Banyak masjid dibangun di segala penjuru pulau. Menurut data Dewan Islam Jamaika, terdapat 12 masjid berdiri di negeri tersebut. Masjid berada di Kingston, Kota Spanyol, Town St Catherine, Pelabuhan Maria, Albany St Mary, Newell St Elizabeth, dan Westmoreland. Masjid Jamaika di Kota Spanyol merupakan masjid pertama yang berdiri.


Selain 12 masjid tersebut, saat ini Muslimin Jamaika dikabarkan baru saja membangun masjid baru di Bushy Park dekat Old Harbour, Kota St Catherine. Masjid tersebut memiliki kubah logam dan menara. Beberapa pria dengan jubah dan kopiah pun terlihat memasuki masjid tersebut. Sebuah pemandangan yang jarang ditemui di Jamaika meski jumlah masjid di sana cukup banyak.


Article source: http://www.voaindonesia.com/content/fosil-dinosaurus-bercula-spesies-baru-ditemukan-di-utah/1704938.html


Alhamdulillah, Muslimin Hidup Damai di Jamaika

Thursday, January 31, 2013

Singapura Dicuncang Gay

Bila di Indonesia sedang ramai gugatan undang-undang (UU) mengenai migas dan sekolah, di Singapura pemerintahannya ‘panas-dingin’ menghadapi tuntutan aturan pernikahan pasangan gay.

Kasus pernikahan sejenis kembali mengguncang publik. Kini giliran Singapura yang menghadapi dilemma tersebut.Pemerintah Singapura dalam rilisnya  mengatakan akan menggelar proses persidangan untuk menghadapi gugatan yang dilakukan pasangan gay terhadap salah satu pasal hukum pidana negara kota itu.

Gary Lim dan Kenneth Chee, pasangan gay, resmi menggugat pasal 377A yang menyatakan perbuatan homoseksual sebagai tindakan kriminal. Pasangan yang sudah hidup bersama selama 15 tahun itu menilai, pasal 377A tidak konstitusional.

“Kami tidak takut akan ditangkap polisi karena kami hidup sebagai pasangan gay, tetapi pasal itu melabel kaum kami sebagai kriminal, dan kami tidak menginginkannya,” jelas Kenneth.

Proses persidangan di Mahkamah Agung akan dilaksanakan 14 Februari mendatang. Aedit Abdullah, Kepala Jaksa Penuntut Singapura, akan bertindak sebagai perwakilan pemerintah. Gugatan ini sendiri bukanlah gugatan pertama. Sebelumnya Tan Eng Hong, menggugat pasal itu setelah dia ditangkap tahun 2010 dengan tuduhan melakukan seks oral di toilet mal.

Gary menambahkan, walaupun pemerintah sudah melunak dengan tidak akan terlalu pro-aktif dalam menerapkan pasal itu, namun kasus di mana individu dijerat dengan pasal 377A masih kerap terjadi. Selain itu, kata Gary, sangatlah mungkin, ada pihak-pihak yang mengeluh terhadap kaum gay dan menggunakan pasal ini untuk menjerat komunitas gay.

Pengacara Choo Zheng Xi, yang mewakili Gary dan Kenneth menyatakan, pasal ini mempersulit upaya organisasi non-profit yang bergerak di bidang perlindungan kaum gay. “Pasal ini menyebabkan masyarakat mempertahankan stigma dan diskriminasi terhadap kaum gay, mulai dari sekolah dan tempat kerja hingga menyebabkan (gay, red) bunuh diri,” jelasnya.

Pasangan yang berprofesi sebagai desainer ini telah banyak menghabiskan waktu untuk komunitas gay. Mereka mendirikan grup sosial, The Bear Project, dan juga telah mengumpulkan petisi untuk menggugat pasal kontroversial itu. Mereka berharap dapat melakukan yang lebih baik lagi melalui gugatan ini.

Pro-Kontra
Gereja-gereja di Singapura pun menyerukan jemaatnya secara khusus dan masyarakat secara umum untuk membentuk ‘barikade’ menghadapi gugatan hukum pasangan gay.

Asia One melaporkan, mobilisasi akan dilakukan secara terbuka dan online oleh 100 gereja dan 40.000 anggota jemaat Kristen yang tergabung dalam komunitas LoveSingapore. Mereka akan menyerukan penolakan keras terhadap pencabutan pasal tersebut.

Dimotori oleh Pendeta Lawrence Khong, gembala sidang di Faith Community Baptist Church, Khong memperingatkan nilai-nilai keluarga dan kebebasan beragama akan terancam jika pasal itu dicabut.
“Negara-negara lain yang mencabut pasal sejenis telah menyaksikan kehancuran keluarga yang merupakan unit paling dasar dari kehidupan. Hal ini berimbas negatif ke masyarakat dan juga pembangunan bangsa,” ucap Khong.

Khong mendesak Pemerintah Singapura untuk memelopori upaya memberikan pendidikan moral yang tepat kepada masyarakat dan memastikan bahwa definisi keluarga tetap terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Sementara itu, Pendeta Yang Tuck Yoong, anggota eksekutif LoveSingapore, menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab terhadap isu ini. “Kami siap untuk pertempuran ini.”

Paerin Choa, pimpinan komunitas Pink Dot, menjawab Singapura adalah negara yang beraneka ragam dan mereka menghargai perbedaan pendapat.

Bereaksi lebih keras, grup humanis di bawah pimpinan Mark Kwan mengeluarkan pernyataan bahwa pasal ini mengkriminalisasi gay yang tidak berafiliasi ke agama apa pun atau yang memiliki kepercayaan. Gay bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama mereka. Kwan merilis surat terbuka kepada Menteri Kehakiman K Shanmugam untuk mencabut pasal itu.

Kondisi makin memanas. Sebab, Scott Teng, seorang peneliti, melaporkan Pendeta Yang Tuck Yoong ke kepolisian menyusul komentar pedasnya terhadap komunitas gay Singapura. Yang memicu kontroversi menyusul tulisannya di situs web gereja tempatnya bertugas, Cornerstone Community Church.

Dalam tulisan berjudul “Firing the First Salvo” yang menyerukan umat Kristiani untuk mempersiapkan diri menghadapi “perang” melawan kaum gay. Dia juga menegaskan bahwa gereja tidak boleh lengah menghadapi bahaya homoseksualitas yang sudah berada di depan mata. Yang mengakhiri tulisannya dengan menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab gereja untuk menghancurkan “kekuatan gelap” tersebut.

Pendeta Yang sendiri sudah mengganti judul tulisannya menjadi “Times and Seasons” dan menghilangkan referensi secara spesifik terhadap kaum gay.

Teng, yang merupakan seorang gay, memutuskan untuk melaporkan Yang karena dia menilai tulisan tersebut bernada menghasut masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekerasan fisik terhadap kaum gay. “Sangat mungkin ada jemaat ataupun pengikut Dr Yang yang menanggapi tulisan ini secara harfiah dan memicu hal yang tidak diinginkan,” jelas Teng.ins

Indonesia Sepakat Pernikahan Sejenis Haram
Di Indonesia isu pernikahan sejenis juga snater beredar. Bahkan beberapa artis pria diduga memiliki hubungan ‘janggal’ tersebut. Sebut saja gosip percintaan Indra Bruggman Bertrand Antolin hingga Olga Saputra dan Chand Kelvin. Meski semuanya menampik kabar tersebut.

Pemerintah dan seluruh elemen bangsa sendiri sepakat, atas alasan apa pun pernikahan sejenis melanggar nilai-nilai ajaran agama apa pun. Islam secara tegas mengharamkan pernikahan tersebut.

Anggota Majlis Tarjih PP Muhammadiyah Marifat Iman mengatakan, mereka yang mendukung pernikahan sejenis atas nama hak asasi manusia (HAM) justru melanggar HAM itu sendiri. “Jika HAM yang seharusnya diperjuangkan adalah hak yang sesuai dengan kodrat alam dan digariskan Tuhan,” katanya. Menurutnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan, binatang saja ditakdirkan untuk hidup bersama lawan jenisnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Ma’ruf Amin mengungkapkan, pernikahan sejenis melanggarkan nilai-nilai ajaran agama Islam. “Agama Islam jelas melarang pernikahan sejenis. Haram hukumnya,” ujarnya. Menurutnya, mereka yang menyukai sesama jenis memiliki masalah psikologis yang perlu diobati. “Itu harus disembuhkan. Bukan dituruti maunya. Dalam hatinya ada penyakit,” ujarnya.

Menurut hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktik homoseksual dan lesbian) maka ia harus menghukum mati, baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya,” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-baihaqi).

Rakyat Barat Menolak
Penolakan terhadap pernikahan sejenis atau terkenal dengan kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender (LGBHT) tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Sebelumnya, pemimpin Katolik Roma di Inggris dan Wales mengkritik rencana Pemerintah Inggris yang akan melegalkan pernikahan sejenis dalam kotbah malam natalnya. Uskup Agung Westminster Vincent Nichols menyatakan, rencana itu sangat tidak masuk akal.

Ratusan penduduk Paris juga memprotes rencana pelaksanaan rancangan undang-undang yang memperbolehkan pernikahan sejenis di Prancis oleh Presiden, Francois Hollande menjelang Juni ini.

Anehnya, para petinggi negeri itu tampaknya tak mengubris. Tak tanggung-tanggung, Undang-Undang yang digagas Perdana Menteri Inggris David Cameron itu akan memberi sanksi kepada siapapun yang nantinya menolak adanya pernikahan sejenis.

“Panitera alias pejabat kantor sekretariat pengadilan bakal dituntut apabila ketahuan menolak pengajuan pernikahan sesama jenis atau gay,” demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pernikahan gay di Inggris, seperti dikutip Dailymail.

Meskipun dihujani protes dan kritik pedas, Cameron tetap bersikeras akan memperjuangkan aturan ini. Sementara, sejumlah menteri kabinetnya banyak yang menentang apa yang Cameron yakini sebagai sebuah keadilan yang harus ditegakkan.

Menteri Pendidikan Michael Gove menyatakan akan melindungi para guru penentang pernikahan sejenis yang bakal dipecat atas sikapnya itu. Namun, seorang sumber di Departemen Pendidikan mengkhawatirkan pemecatan guru-guru tetap akan tetap terjadi.

Sementara, Menteri Kebudayaan Inggris Maria Miller, yang juga menteri atas kesetaraan, menyatakan akan mengkaji dan mendalami perlakuan yang sama dan adil terhadap pasangan gay.

“Pernikahan adalah institusi yang sangat penting dan sakral, salah satu yang kerap berubah sepanjang sejarah kita, dan akan terus berubah. Nilai-nilai kekeluargaan mengikat perkawinan dan masyarakat bersama-sama,” jelas Miller.

Dalam kasus ini, lanjut dia, kita akan lebih memperkuat pentingnya arti pernikahan dalam masyarakat. RUU ini melindungi sekaligus mempromosikan kebebasan beragama, sehingga semua organisasi keagamaan dapat bertindak sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing.

Selain menteri, sejumlah anggota parlemen juga mengkhawatirkan efek domino dari RUU tersebut. Apabila RUU tersebut telah sah menjadi UU, kemungkinan besar akan diadopsi negara-negara lain.ins

NEGARA YANG MELEGALKAN PERNIKAHAN SEJENIS
1. Belanda
Pemerintah Belanda melegalkan pernikahan sejenis pada tahun 1996, 15 tahun setelah aktivis gay mengusung isu tersebut ke permukaan pada awal tahun 1980. Parlemen Belanda membentuk satu komisi khusus untuk melihat efek hukum dari legalitas pernikahan sejenis. Empat tahun kemudian undang-undang pun disahkan. Alhasil, sejak tanggal 1 April 2001, pernikahan sejenis telah resmi diakui secara hukum di Belanda.

2. Belgia
Satu tahun setelah legalitas pernikahan sejenis diberlakukan di Belanda, undang-undang serupa diajukan pula ke parlemen Belgia. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2003, pernikahan gay pertama dilakukan secara resmi dan diakui secara hukum. Salah satu pasangan pertama yang menikah adalah Alain De Jonge dan Olivier Pierret.

3. Spanyol
Pada tanggal 8 Juni 1901, Elisa Sanchez Loriga, berpakaian layaknya seorang pria dan menggambar alias seperti laki-laki. Wanita ini menikahi pasangan lesbinya, Marcela Gracia Ibeas. Setelah kebenaran itu terkuak (dan diterbitkan dalam dua surat kabar), mereka kehilangan pekerjaan, dikucilkan, dan harus meninggalkan Spanyol untuk menghindari penangkapan. Maka, pernikahan mereka menjadi pernikahan sejenis pertama yang tercatat dalam sejarah Spanyol.

Pada tanggal 30 Juni 2005, Parlemen Spanyol melegalkan pernikahan sejenis. RUU ini sangat ditentang oleh Gereja Katolik, tetapi hasil jajak pendapat menunjukkan 62% dari majelis mengabulkan UU tersebut.

4. Kanada
Pada saat Parlemen mengesahkan pernikahan gay pada 20 Juli 2005, hampir semua provinsi di Kanada telah melegalkan hukum tersebut. Setelah mengesahkan UU tersebut, Kanada menerbitkan lebih dari 15.000 surat nikah bagi pasangan sejenis yang tinggal di negara itu atau hanya datang untuk menikah.

5. Afrika Selatan
Di beberapa negara Afrika, seorang pria dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup jika ketahuan gay. Namun Afrika Selatan memiliki hukum berbeda, negara ini memberi hak-hak kepada kaum LGBT untuk menikah sejak 30 November 2006.

6. Norwegia
Pernikahan sejenis menjadi topik diskusi di dewan pemerintah Norwegia. Pada tahun 1993, Norwegia menjadi negara kedua, setelah Denmark, yang melegalkan pernikahan sejenis.

7. Swedia
Swedia adalah salah satu negara paling liberal di dunia dan 71% penduduknya mendukung pernikahan sejenis. Legislasi pernikahan sejenis disahkan pada bulan Mei 2008. Lima bulan kemudian Gereja Lutheran Swedia mengumumkan dukungan penuh untuk pernikahan sesama jenis.

8. Portugal
Homoseksualitas dipandang sebagai sebuah kejahatan di Portugal sampai tahun 1982. Kemudian tahun 2009, para LGBT hanya menerima dukungan 40% dari parlemen. Setelah Perdana Menteri Jose Socrates kembali terpilih tahun 2009, ia membuat UU yang melegalkan pernikahan sejenis. Hukum itu mulai berlaku sejak 5 Juni 2010.

9. Islandia
Di Islandia, tidak satu pun anggota parlemen memberikan suara “Tidak!” tentang legalisasi pernikahan sejenis. Keputusan itu didukung oleh orang paling kuat di Islandia, Perdana Menteri Johanna Sigurdardottir. Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan? Pada tanggal 27 Juni 2010, hari yang sama saat undang-undang itu mulai berlaku, Perdana Menteri Islandia menikahi pasangan gaynya.

10. Argentina
Argentina menjadi negara bagian terakhir di Amerika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Tepat pada tanggal 22 Juli 2010, hukum itu mulai berlaku di Argentina.

11. Meksiko
Sejak 21 Desember 2009, pernikahan sesama jenis dapat dilakukan di ibukota Meksiko, Mexico City. Rupanya, hukum tersebut hanya berlaku di kota itu.

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=277445:kapolres-sambut-baik-terbentuknya-pamk&catid=15:sumut&Itemid=28


Singapura Dicuncang Gay

Monday, December 9, 2013

Gairah Islam di Negeri Tango

REPUBLIKA.CO.ID, Perlahan tapi pasti, Argentina kini mulai menerima Islam. Sulit menemukan jumlah Muslim yang pasti di Argentina. Beberapa sumber data menyebutkan angka yang berbeda.


Menurut catatan CIA Fact Book pada 2004, dari total penduduk Argentina yang mencapai 39.144.753 orang, hanya dua persen yang memeluk Islam, yakni sekitar 782.895 jiwa.


Sisanya adalah Katolik Roma, Protestan, dan Yahudi. Katolik Roma adalah agama mayoritas di negara yang terkenal dengan tarian tangonya itu.


Namun, menurut salah satu laporan surat kabar di Argentina, Clerein, warga Argentina yang baru masuk Islam sekarang meningkat menjadi 900 ribu orang.


Jika imigran Muslim yang ada di situ ditambahkan secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari tiga juta orang.


Dengan demikian, perkiraan populasi Muslim di Argentina meningkat dari semula 700 ribu kini menjadi lebih dari tiga juta jiwa.


Peningkatan populasi Muslim di Argentina diakui Pusat Studi Islam di Argentina, Centro de Estudios Islamicos, lembaga yang fokus pada dakwah dan kajian budaya Islam di Argentina.


Di tengah euforia warganya yang mencintai sepak bola, hidup komunitas Muslim di antara mayoritas penduduknya yang Kristen. Ya, Argentina merupakan negara yang memiliki pemeluk Islam terbesar dibanding negara Amerika Latin lainnya.


Islam tetap bisa berkembang dengan baik. Nuansa dan geliat dakwah Islam begitu tinggi di sana. Di Buenos Aires, ibu kota Argentina, telah berdiri sebuah masjid besar di Alberti St pada 1989 yang dibangun warga lokal.


Masjid sekarang menjadi pusat ibadah dan dakwah umat Islam di negara asal pesebak bola Maradona itu. Masjid berdiri tegak dan megah. Jumlahnya mencapai puluhan.


Syiar Islam semakin marak di Argentina setelah pusat studi Islam bernama The King Fahd Islamic Cultural Center dibangun pada 1996. Pusat studi Islam ini terletak di lingkungan kelas menengah di Palermo, Buenos Aires.


Proyek yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Argentina dan Arab Saudi ini dibangun di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi.


Pusat studi ini dilengkapi dengan bangunan masjid, perpustakaan, dua sekolah, taman, dan lahan parkir yang luas.


Di tempat ini, biasanya umat Islam berkumpul dan berdiskusi tentang ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Selama Ramadhan, nyanyian budaya dan nilai-nilai Islam begitu marak berkumandang.


Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA) yang bermarkas di Argentina menjadi lembaga paling aktif mempromosikan Islam di Amerika Latin.


Tidak dimungkiri tragedi 11 September 2001 bisa menciptakan kecurigaan umat Islam di Argentina. Namun, dengan dialog dua arah, ketegangan dan kecurigaan hilang dengan sendirinya. banyak tuduhan negatif kepada Muslim yang diabaikan masyarakat Argentina.


Para imigran dari Timur Tengah, seperti Suriah dan Lebanon, makin menyemarakkan Islam di Argentina. Fakta menunjukkan banyak imigran yang memperkenalkan Islam kepada penduduk Argentina.


Mereka bermigrasi ke wilayah Argentina pada awal abad ke-20. Para imigran kemudian membentuk pemukiman di tengah-tengah penduduk asli. Mereka hidup rukun dan damai tanpa rasa curiga dan permusuhan.


Namun, jauh sebelum kedatangan imigran Lebanon dan Suriah, komunitas Muslim sudah terbentuk di tanah Argentin.


Kedatangan para imigran Muslim pertama bertepatan dengan kedatangan penjelajah Spanyol dan Portugis, warga negara di wilayah Argentina. Jumlah imigran Muslim terus tumbuh setelah Argentina menjadi koloni Spanyol.


Di antara keluarga imigran Arab yang paling terkenal adalah Menem yang berasal dari Suriah dan seorang Muslim. Mantan presiden Argentina Carlos Menem merupakan salah satu keturunan dari keluarga imigran Suriah.


Meskipun leluhurnya adalah Muslim, ia sendiri adalah seorang Katolik Roma yang taat. Carlos Menem diizinkan berpartisipasi mencalonkan diri sebagai presiden Argentina.


Dalam aturan konstitusi yang berlaku, presiden Argentina haruslah seorang Katolik Roma. Namun, aturan ini dihapuskan dalam reformasi konstitusi 1994.


Jejak Islam di Argentina terlihat dari sejumlah nama tempat dan kota yang berasal dari bahasa Arab. Di Argentina, Cordoba merupakan nama ibu kota sebuah provinsi di Argentina yang terletak sekitar 700 kilometer di barat laut Buenos Aires.


Dalam sejarah peradaban Islam, Bahia adalah salah satu peninggalan Islam berupa istana di Kota Marrakesh, Maroko. Di Argentina, ada sebuah kota bernama Bahia Blanca. Kota ini terletak di barat daya Buenos Aires.
 


Article source: http://www.tribunnews.com/seleb/2013/11/16/asmirandah-saya-yang-minta-vanno-jadi-mualaf


Gairah Islam di Negeri Tango

Tuesday, December 24, 2013

Keluar dari Klub Malam, Jamie Fletcher Temukan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA — Banyak hal tak terduga dialami para muallaf dalam menemukan Islam. Seperti yang dialami Jamie Fletcher. Seorang muallaf dari Kolombia. Ia menemukan Islam sesudah dirinya pulang dari sebuah klub malam dalam kondisi mabuk.


“Suatu malam saya dan teman saya pulang dari klub malam dan mabuk. Sepulang dari sana kami duduk di depan rumahnya sembari menatap botol minuman. Tak di duga temen saya berkata,’Aku tak percaya masih melakukan ini’,” ceritanya kepada Public Radio International (PRI) pada hari Senin, 23 Desember.


Fletcher yang  penasaran mencoba bertanya kembali. Ia bertanya apa maksud dari perkataan temannya tadi. “Aku bertanya padanya apa maksud dari tidak percaya. Lalu temanku bercerita bahwa dirinya tak percaya masih melakukan hal ini setelah pulang dari Mekah,” kenangnya.


Mendengar kata Makkah, Fletcher kembali bertanya kepada temannya apa itu Makkaah. Dan Ia mendapatkan jawaban bahwa Mekah adalah rumah dari Allah. Temennya yang seorang muslim, juga menjelaskan sedikit tentang Islam. “Islam adalah agama yang benar dari Allah,” ceritanya. saat itu Fletcher menyangkal dengan alasan semua orang menganggap agamanya adalah benar. Akan tetapi obrolan singkat tersebut memercikan keingin tahuan Fletcher akan Islam.


Seperti kebanyakan Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia bilang orang tuanya juga mendorong dia untuk menemukan kebenaran sendiri. Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme. Anehnya, didalam pencariannya tersebut, Ia mulai meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.


Saat itulah, ia memutuskan untuk mulai masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Mujahid Fletcher. “Islam membawa rasa yang jelas untuk meminta pengampunan atau pertobatan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, ” kata Fletcher.


Tak hanya sebatas puas dalam menemukan kebenaran akan islam. Fletcher pun bertekad untuk meneyebarkan Islam di kalangan latinos (masyarakat Amerika Latin) lainnya.


Oleh karena itu, Ia meluncurkan sebuah perusahaan bernama Islam di Spanyol di mana Ia mulai melakukan terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat. Dia dan ayahnya, yang juga masuk Islam, telah tercatat lebih membuat 500 CD dan 200 akses TV kabel yang beriskan hal-hal tentang Islam. “Tujuan akhir dengan Islam di Spanyol adalah untuk mendidik Latin tentang Islam di seluruh dunia,” katanya.


Sekarang, Fletcher juga rutin hadir di Maryam Islamic Center yang terletak di Sugar Land, sebuah pinggiran kota makmur dari Houston. Masjid besar disana memiliki arsitektur yang sama seperti di Timur Tengah atau Turki dimna bangunanannya sngat menarik dan tinggi, pintu masuk melengkung, terdapat pilar dan dua menara.


Fletcher mengatakan Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston.


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/24/bupati-tasikmalaya-tak-tanggapi-warga-ahmadiyah


Keluar dari Klub Malam, Jamie Fletcher Temukan Islam

Thursday, December 8, 2016

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Blog

Republika Online

"

| Republika | Online | All | Kanal< | p> [ | button> | button>< | p> Find | on:< | span> | div> < | div> News< | div> Nasional< | div> Internasional< | div> Olahraga< | div> Pendidikan< | div> UMJ< | div> Khazanah< | div> Cahaya | Islam< | div> Hikmah< | div> Islam | Digest< | div> Mualaf< | div> Fatwa< | div> ZIS | Wakaf< | div> Mozaik< | div> Empowering | Indonesia< | div> Al | Quran< | div> Sepakbola< | div> Liga | Inggris< | Spanyol< | Dunia< | div> Bola | Nasional< | Italia< | div> Freekick< | div> Oto | Tek< | div> Otomotif< | div> Trendtek< | div> Bina | Sarana | Informatika< | div> Fun | Science | & | Math< | div> Jurnal | Haji< | div> Berita< | div> Tempoe | Doeloe< | div> Situs< | div> Kabar | Makkah< | div> Haji | Barkah< | div> Humor | div> Tips< | div> Pengalaman | div> Leisure< | div> Gaya | Hidup< | div> Senggang< | div> Hotel | Murah< | div> About | div> Disclaimer< | div> Privacy | Policy< | div> Pedoman | Siber< | div> Karir< | div> < | div> InPicture< | div> Jabotabek< | div> Rana< | div> Video< | div> Stokshot< | div> Bincang< | div> ROLExplore< | div> Ototekno< | div> Republikustik< | div> Publika< | div> Jurnalisme | Warga< | div> Wacana< | div> Komunitas< | div> Surat | Pembaca< | div> Forum< | div> Ekonomi< | div> Makro< | div> Bisnis< | div> Global< | div> Entrepreneurship< | div> Syariah< | div> Energi< | div> properti< | div> English< | div> National | Regional< | Archipelago< | div> General< | div> Travelling< | div> Resonance< | div> International< | div> Speak | Out< | div> Selarung< | div> Nostalgia | Abah | Alwi< | div> Suluh< | div> Breaking | History< | div> Tuturan< | div> Copyright | 2015 | republika | right | reserved< | p> < | div> |

Thank U So Much for Read this Article