Showing posts sorted by relevance for query hitam. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hitam. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 24, 2013

Sakinah Rasheed Merasa Nyaman dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Ia menyukai Islam karena melarang penindasan pada kelompok tertentu.


Sakinah Rasheed lahir pada 1950 di Ohio, Amerika Serikat. Masa ini adalah masa yang berat bagi orang berkulit hitam seperti dirinya.


Dia adalah Afro-Amerika dan pada tahun-tahun tersebut sikap rasisme Amerika pada orang berkulit hitam masih terjadi. “Kami dianggap budak dan tak pantas bergaul dengan orang kulit putih,” ujarnya, dilansir dari ifoundislam.


Rasheed dibesarkan dalam keluarga Kristen. Setiap minggu, ia pergi ke gereja bersama ibunya di gereja yang diperuntukkan bagi orang berkulit hitam.


Saat tinggal di Ohio tersebut, ia tak banyak menemukan kawan yang sama-sama berkulit hitam. Kaumnya menjadi masyarakat minoritas.


Saat remaja, ia selalu mendapatkan perlakuan rasisme oleh orang kulit putih. Hal itu juga banyak dilakukan teman sebayanya yang berkulit putih.


Ia selalu mendapatkan stigma bahwa ia adalah keturunan Afrika yang hanya pantas menjadi budak dan anggota dari kelompok tertindas.


“Saya tak terima dengan citra semacam ini. Ini seperti konspirasi untuk menindas kaumku secara psikologis,” katanya.


Televisi setiap harinya, selalu menayangkan tayangan rasisme, penindasan pada orang-orang berkulit hitam, kerusuhan yang dilakukan orang berkulit hitam, pembunuhan Martin Luther King, dan banyak lagi tayangan rasisme yang membuat jiwanya semakin sakit. Hingga, akhirnya ia membaca buku The Autobiography of Malcolm X.


Dari situ, ia mengenal Islam dan tertarik dengan agama yang tidak pernah membeda-bedakan ras manusia tersebut.


“Meski saat itu saya belum sepenuhnya mantap masuk Islam, tapi  saat membaca buku tersebut saya punya keinginan agar suatu saat apabila saya diberikan jalan pada Islam, saya ingin menjadi sosok Muslim seperti Malcom X,” ujarnya.


Ketika menuntut ilmu di perguruan tinggi, hari-harinya disibukkan dengan membanding-bandingkan agama apa yang menurutnya terbaik.


“Satu hal yang aku sukai dari Islam adalah tidak menyukai adanya penindasan pada kelompok tertentu dan tidak membeda-bedakan kelas sosial,” katanya.


Saat sedang membanding-bandingkan agama ini, justru mengarahkannya pada kebingungan. Akhirnya, ketika ia duduk di bangku pascasarjana dalam bidang psikologi, pamannya memberikan sebuah Alquran. “Ia memberikan Alquran ini dan mengatakan saya punya karakter sebagai orang Muslim,” ujarnya.


Karena masih dalam pencarian kebenaran dalam semua agama tersebut, ia pun mulai membaca Alquran dan terjemahannya agar tahu apa saja yang tertulis di dalamnya.


Pada 1976 Rasheed bertemu dengan kawannya yang telah menjadi mualaf Elijah. Dialah yang kemudian menjelaskan tentang unsur-unsur dalam Islam, seperti rukun Islam, apa manfaat Alquran, puasa, juga bacaan-bacaan shalat.


Elijah dan suaminya bisa dengan sabar menjawab pertanyaan yang diajukannya. Bahkan, jawaban yang diberikan lebih memuaskan daripada jawaban dari ibunya atau pastor dari gerejanya.


Setiap mendapatkan jawaban atas rasa ingin tahunya yang besar pada konsep dari kehidupan dan kematian, ia selalu bisa tersenyum dengan puas.


Rasa gembira pun dirasakannya karena ia merasa lega semua pencariannya selama ini terjawab sudah. Ia akhirnya mantap masuk Islam pada tahun tersebut.


Kemudian, ia menjelaskan tentang pilihan terpenting dalam hidupnya ini pada ibu dan keluarganya. Ia selalu mengatakan, Allah dalam Alquran tidak pernah menyatakan untuk memusuhi agama Kristen dan agama yang lainnya.


“Bertahun-tahun kemudian, sebelum ibu saya meninggal, saya bersyukur telah bisa membuatnya menjadi mualaf juga,” katanya.


Rasheed menyukai Islam karena merasa nyaman. Dalam hatinya, ia selalu yakin inilah jalan yang paling benar untuk mendapatkan rasa bahagia di dunia dan termpat terindah di surga ketika ia meninggal nanti.


Menurutnya, ia bisa merasa bahagia karena ini merupakan hasil dari ibadah yang selalu dilakukannya. Ia sangat mencintai keluarganya, juga anak-anaknya yang telah memeluk Islam.


Dalam pekerjaannya sebagai terapis psikologi, ia merasa beruntung bisa mendapatkan kesempatan emas tersebut karena bisa membantu orang lain menuju ke jalan yang benar menuju Allah.


Di luar pekerjaan profesionalnya, ia juga menjadi relawan untuk mengarahkan jalan yang benar pada para pemuda Muslim yang murtad. “Saya membantu orang lain untuk meningkatkan iman mereka, saya merasa ini berkah,” ujarnya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/02/mcurr6-muslim-hidup-leluasa-di-kosta-rika-1


Sakinah Rasheed Merasa Nyaman dengan Islam

Wednesday, October 23, 2013

Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Flashback Setahun Jokowi-Ahok





Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...




Liputan6.com, Jakarta : Selain kinerja, sosok Jokowi-Ahok juga menjadi sorotan. Begitu terbuka, begitu apa adanya. Apalagi pas mendengar musik favorit. Tak ada jaim-jaimnya…


Berita Terkait



Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya


Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya



Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Uniknya selera musik keduanya berbanding terbalik dari penampilan karakternya. Jokowi yang berkarakter tenang dan kalem malah menyukai musik heavy metal. Sedangkan Ahok yang temperamental malah lihai dangdutan.


Jokowi kian dielu-elukan dan didorong-dorong sebagai capres. Sejumlah parpol berupaya meminangnya. Berbagai survei menempatkannya di posisi puncak. Ada juga sekelumit tantangan sumpah pocong dari pengacara Farhat Abbas hingga Lurah Susan nan cantik. Plus ‘nasihat’ dari Fauzi Bowo alias Foke sang mantan rival Jokowi-Ahok.


Berikut flashback sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada bulan kesebelas memimpin DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 Agustus hingga 14 September 2013:


Metal-Dangdut


Metallica menggelar konser di Jakarta pada 25 Agustus. Jokowi tak kuasa menahan rasa girang. Teringat bass yang diberikan pembetot bass Metallica Robert Trujillo telah disita KPK dari Jokowi. “Ya kalau dikasih lagi ya diambil. Setahu saya kalau dikasih langsung itu tidak akan disita,” kata Jokowi.


Jokowi pun memborong 6 tiket dan yakin konser Metallica tidak akan rusuh. Kostum khusus pun disiapkan Jokowi. “Yang jelas kaosnya warna hitam. Mau kaos apa? Sebut saja! Lamb of God, Megadeth, Metallica, ada semua. Itu kaosnya barang-barang lama semua. Saya itu kalau nonton-nonton konser itu selalu beli. Nonton Lamb of God, beli. Terakhir saya beli waktu nonton Guns N Roses,” urai Jokowi.


Bakal moshing saat nonton konser? “Ya ndak apa-apa, tapi masak gubernur disuruh moshing, disuruh head banging, kalau dulu waktu masih muda boleh-boleh saja,” seloroh Jokowi. Persiapannya? “Saya ya makan yang banyak, tapi wah… kok disuruh nyanyi?” elaknya.


Beredarlah BBM yang menyebutkan Front Pembela Islam (FPI) sweeping konser Metallica. Namun FPI membantahnya dan menyebut itu isu kacangan! Jokowi yakin pawai ribuan anggota FPI yang bersamaan hari digelarnya konser Metallica tidak rusuh. Polisi pun menerjunkan 2.694 personel untuk mengamankan konser Metallica.


Hari H menonton konser Metallica, Jokowi dikawal ketat. Jokowi yang mengenakan kaos hitam Metallica dan jaket kulit coklat pun ‘tersihir‘ Metallica, larut bareng sederet artis.


“Saya puaasss!” seru Jokowi. Sempat headbanging, Pak? “Ya mau bagaimana, mau jingkrak juga penuh kaya gitu. Mau headbanging ya ndak mungkin.” Menurut Jokowi yang tetap menjadi magnet dalam konser, penonton Metallica di Jakarta ‘ngerock‘ tapi santun.


Tidak hanya menghadiri konser musisi internasional, Jokowi juga menjajal jadi backing vocal band tanah air Slank. “Luar biasa banget. Baru kali ini gua liat pejabat daerah yang kayak gini,” ujar drummer Slank, Bimbim.


Eits ada 1 lagi… Jokowi main angklung bersama Ahok. Mengayunkan bait-bait nada dalam lagu Munajat Cinta ciptaan Ahmad Dhani. Hasilnya: kompak!


Tapi yang tak kalah heboh tentu yang satu ini. Ahok dangdutan Terajana di atas panggung Lebaran Betawi di Monas. Mengenakan kostum lengkap baju koko Betawi putih, peci hitam, dan syal merah, Ahok yang biasa terlihat marah-marah kali ini asyik bergoyang.


“Pinggul bergoyang-goyang, rasa ingin berdendang… Terajaanaaa…,” dendang Ahok dengan suara lantang. Penasaran liat gaya manggung Ahok? Klik videonya di sini.


Capres


Komite Konvensi Capres ingin mengundang Jokowi, tapi Demokrat tidak. PDIP membebaskan Jokowi mengikuti Konvensi Capres Demokrat. Namun Jokowi memastikan tidak ikut. “Saya ini PDIP,” tegas Jokowi. Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka angkat bicara. “Mas Jokowi itu tak gampang tergoda, dan bukan cowok penggoda.”


Demokrat menilai Jokowi pasti KO jika berdebat dengan salah satu peserta Konvensi Capres yakni Anies Baswedan. Keduanya dinilai berbeda dan Anies lebih unggul. Demokrat juga yakin ‘kejayaan’ Jokowi pupus awal 2014.


Meski demikian anggota Komite Konvensi Capres Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui mencoba menggoda Jokowi. “Boleh dikatakan tidak etis, tapi tidak melanggar hukum. Tugas kami hanya menggoda,” ungkapnya.


Saat menemani Presiden SBY melepas lomba lari `Independence Day Run` di depan Istana, Jokowi bahkan mengalahkan pamor para menteri. Dia dikerubuti warga dan diantre foto bersama. Cocok nih jadi capres? “Ah, saya ndak mikirin gituan,” singkat Jokowi.


Rebutan Duet


Banyak yang kepincut berduet maupun dijodohkan dengan Jokowi. Pengamat politik Joko J Prihatmoko menjodohkan Jokowi dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Jokowi-JK dinilai sebagai duet ideal Pilpres 2014. Tanggapan JK? “Lihat saja nanti.” Sedangkan Jokowi, “Tanya ke partai (PDIP).” Ketum Aburizal Bakrie alias Ical memastikan Golkar tidak akan menduetkan JK dengan Jokowi.


Ada juga yang menjodohkan Jokowi menjadi cawapres Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun Ahok kurang sreg. “Bukan nggak cocok. Sayang. Masa Pak Jokowi nomor 2? Kalau survei paling tinggi, nomor 1 dong,” cetusnya.


Golkar ‘kesengsem‘ Jokowi menjadi cawapres Ical. PAN juga membuka kemungkinan menduetkan Ketum Hatta Rajasa dengan Jokowi. Jokowi diperebutkan 3 parpol yakni Gerindra, Golkar, PAN.


Gerindra mengingatkan kontrak politik Pilkada DKI yang melarang Jokowi nyapres. Ahok membantah itu sebagai langkah menjegal Jokowi. PDIP meminta Gerindra mengurus diri sendiri, apalagi tidak ada kontrak politik seperti itu “Urus Jakarta saja sudah pusing,” komentar Jokowi. Gerindra pun dinilai takut jagoannya yakni Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto kalah. Namun Gerindra mengingatkan, Jokowi adalah murid terkenal yang disukseskan sang guru, Prabowo.


Berbagai survei pun senantiasa memunculkan nama Jokowi dengan berbagai hasil. Ada yang menyebut PDIP akan menikmati ‘madu‘ Jokowi. Ada versi Jokowi dikalahkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. Jokowi kandidat tertinggi. Bahkan cara menjatuhkan Jokowi.


Ada juga survei yang menempatkan Prabowo mengalahkan Jokowi. Sampai-sampai Ahok ‘curiga‘… “Jangan-jangan Surveinya Gerindra?” Lalu ada survei yang menempatkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri-Jokowi bersaing ketat dengan Ketum Partai Hanura Wiranto-Hary Tanoesoedibjo. Kemudian survei Jokowi teratas, Megawati nomor buncit.


Hingga terungkap fakta sosial: publik ingin Jokowi jadi presiden. Bahkan majalah Inggris menulis: hanya Jokowi capres yang tepat.


Getaran Bung Karno


Rakernas PDIP di Ancol pada 6 September diprediksi bakal mendeklarasikan Jokowi menjadi capres. Namun putra Bung Karno menilai Jokowi belum pantas menjadi presiden. Sedangkan cucu Bung Karno menyatakan Jokowi masuk pertimbangan capres PDIP.


Nama Jokowi memang ditimang-timang dalam Rakernas PDIP. Nama Mega juga masih kuat. Namun PDIP memilih menunggu hasil Konvensi Capres Demokrat. Sementara spanduk ‘Jokowi For President 2014′ bertebaran. Bahkan tukang becak di Solo mengarak ‘Jokowi’ capres.


Jokowi diberi panggung dalam Rakernas PDIP. Membacakan ‘Dedication of Life‘ Bung Karno. Sinyal Jokowi capres PDIP? Entahlah, yang jelas bagi Mega, Jokowi mendapat getaran Bung Karno. Bahkan Mega mengklaim Jokowi lahir dari rahim PDIP.


“Kami siapkan pemimpin muda, salah satunya Jokowi,” ucap Mega lantang. Pernyataan yang ditangkap sebagai sinyal Mega mencapreskan Jokowi.


Jokowi mengakui telah menerapkan nilai-nilai Bung Karno. Namun soal diberi sinyal oleh Mega, Jokowi berkilah. “Siap… Urusan Jakarta saya siap. Yang mau jadi capres itu siapa? Tunggu rekomendasi DPP.” Dari 17 rekomendasi Rakernas PDIP, tak ada disebutkan Jokowi capres.


Pencapresan Jokowi dinilai bakal menjadi preseden buruk karena masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta belum selesai. Ahok pun khawatir dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Meski demikian Ahok tak mau jadi cawapres Jokowi. “Rugi dong gua!”


Namun Ahok ‘keceplosan‘ menyebut Jokowi mau jadi presiden. “… Kayaknya,” ucapnya kemudian. Ahok mengaku belum siap ditinggalkan Jokowi. Ahok ingin Jokowi tetap menjadi bempernya. Namun kemudian Ahok menyatakan siap menjadi Gubernur DKI jika Jokowi nyapres.


“Urus PKL saja masih pusing!” kilah Jokowi. “Saya tak punya tim sukses, ngurus Jakarta aja jumpalitan,” tampik Jokowi. Dengan berbagai cara Jokowi ‘ngeles‘ dari topik pencapresan. Namun sebenarnya Jokowi mengalami ‘kontroversi hati‘.


Foke Farhat Abbas


Foke memberi peringatan kepada Jokowi. Jakarta sudah termasuk dalam 20 kota besar yang akan tenggelam bila tidak ada langkah taktis untuk menanggulanginya. Ada juga serangkaian kritik Foke untuk Jokowi-Ahok.


Menanggapi Foke, Jokowi pun berjanji mempercepat pembangunan Giant Sea Wall. Kapan mulainya? “Maunya besok pagi!” singkat Jokowi. Sedangkan komentar Ahok, “Dari saya sekolah tahun 80-an, sejak jaman saya sekolah sudah selalu dengar peringatan itu. Jakarta sudah diperingati bakal tenggelam.”


Soal warning Foke Jakarta bisa bangkrut, Jokowi menyatakan duit Jakarta banyak, tak seperti Detroit, AS. “APBD bleeding? Nggak akan bangkrut!” cetus Jokowi. Sedangkan Ahok berujar, “Semua negara juga sama, kalau tidak hati-hati, pasti bisa bangkrut. Nabi palsu kalau Jakarta tak bangkrut.”


Mengenai warning ledakan kaum urban, Jokowi mengakui harus ada jurus yang jitu, supaya tidak ada yang ke Jakarta lagi. Berikut cara Jokowi-Ahok membalas berbagai kritikan Foke. Klik di sini.


Farhat Abbas menantang Jokowi sumpah pocong. Ada 5 cibiran suami biduanita Nia Daniati ini kepada Jokowi di Twitter. Cek di sini. Namun tak satupun cibiran itu diladeni Jokowi.


Lurah Susan


Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menolak Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama non-muslim. Ahok naik pitam. “Tolak juga Jokowi dan saya. Malah bapaknya Susan itu muslim lho,” cetus Ahok.


Jokowi dengan tegas menyatakan tidak akan mencopot Susan dan belum mau mengevaluasi lurah berparas cantik itu. Lurah Susan pun menjadi kontroversi.


Meski demikian, Lurah Susan punya cara untuk mendekati tokoh agama Lenteng Agung. “Mereka warga saya,” ucap Susan. Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor ikut membela. “Itu kan yang penting Lurah bisa menjalankan amanah. Kita harap dengan kinerja bagus, masyarakat nanti akan berubah pandangannya,” pesan Syamsuddin.


Filsuf dan Komidi Putar


Lagi-lagi sisi lain Jokowi-Ahok. Ahok mengklaim demokrasi Indonesia lebih baik dari AS. Dia bahkan mengutip Teori Lao Tse, filsuf kuno asal China.


“Wong Solo bisa jadi gubernur. Turunan Belitung jadi wagub. Padahal dulu itu, saya pernah minta pindah ke Kanada karena saya frustrasi. Bapak saya marah besar dengar itu. Makanya saya bertahan. Sekarang Jakarta membuktikan. Saya yang katanya muka minyak babi bisa jadi wagub sekarang,” curhat Ahok.


Lain lagi curhat versi Jokowi. “Saya ini dari jadi Walikota Solo sampai jadi Gubernur Jakarta banyak yang bilang wajah saya ini wong ndeso, orang desa. Padahal kalau dibanding dengan Dude Herlino, ndak jauh-jauh banget. Tapi itu hanya perasaan saya aja, ndak tahu kata orang lain gimana. Wajah saya ndeso, tetapi ajudan di pinggir saya lebih gagah. Setiap tamu yang datang, yang disalami dia terus. 3 Bulan saya nggak kuat,” begitu keluh kesah Jokowi sambil tertawa lebar.


Meski Jokowi ndeso, namun Ahok bangga memiliki Jokowi. “Saya beruntung punya gubernur wong Solo. Halus orangnya. Kalau saya kan kasar. Orang bilang kami berani, tapi sebetulnya dijorokin. Kami berdua tiba-tiba didorong,” ucap Ahok yang mengaku hanya beda jam makan dengan Jokowi.


Bagi Ahok, dalam memimpin Jakarta, tidak butuh melatih otak, cuma butuh melatih otot. “Otot jantung, syaraf, agar tidak deg-degan menghadapi banyak orang yang melanggar perda, seperti berjualan di jalan dan membangun rumah di waduk,” ujarnya.


Ahok pun memuji Jokowi sebagai pemimpin yang baik. “Saya bisa sampai hari ini karena Beliau kan? Beliau ngarahin gini-gini. Itu baru pemimpin dong. Dia bisa ngatur orang kerja kan pemimpin. Dia bisa ngatur wakilnya kerja buat dia kan berarti pemimpin dong,” puji Ahok.


Sementara Jokowi asyik ‘kumpul bocah‘ di Dufan, Ancol, dalam Peringatan Hari Anak Nasional. Naik komidi putar Turangga-rangga bersama seorang anak. Mau lihat senyum Jokowi saat naik komidi putar? Klik di sini. Dia juga membagi-bagi sepeda dan nyanyi bareng ribuan bocah.


Jokowi bahkan menyelenggarakan pertandingan Sumo di Gelora Bung Karno pada 24-25 Agustus. Ini merupakan yang pertama kalinya Sumo dilakukan di luar Jepang. Jokowi pun tampak ‘mungil‘ diapit 2 pesumo.


Jokowi punya uang dolar? “Saya punya dolar, tapi bukan penyimpan. Saya kan eksportir, dolar untuk produksi. Kalau sudah cair, dolarnya tukar lagi jadi rupiah,” jelas pria bertubuh kurus yang masih tetap makan tempe meski berukuran kecil ini saat penganan khas Indonesia itu langka. (Sss)






Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Sunday, March 31, 2013

Artis, Guru Spiritual, Dukun

Ariel Noah, Qory Sandioriva dan Andre Taulany

Keberadaan guru spiritual  di kalangan para public figure bukan hal aneh lagi. Peran mereka diharapkan bisa menjadi ‘penyejuk hati’. Namun dalam praktiknya, tak sedikit dari mereka yang melakukan ritual dukun.

Di era serba canggih, ilmu pelet atau santet masih laku di ‘pasaran’. Buktinya? Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  RI sampai merasa perlu untuk mengunjungi 4 negara di Eropa, untuk studi banding tentang hukum pidana dan hukum acara pidana, salah satunya soal santet.
 
Hari gini bicara ilmu ghaib yang sulit diterawang atau dilihat secara kasat mata? Memangnya siapa yang berkepentingan? DPR yang mestinya bekerja atas nama rakyat, sehingga melaksanakan tugas-tugasnya yang punya kaitan dengan masyarakat luas tanpa berdosa mengatakan, “Yang menggunakan ilmu gaib itu rata-rata oknum atau publik figur, pejabat, artis, pengusaha. Orang-orang yang merasa bersaing. Ada yang pelet, ada yang menginginkan perusahaan hancur, ada yang ingin sakit dan sebagainya”.  Kalimat itu dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR, Achmad Dimyati.

Boleh jadi karena menyinggung profesi artis, perkataan Achmad Dimyati ini menjadi menarik. Apalagi kemudian, publik diramaikan oleh berita artis Adi Bing Slamet yang merasa ‘dikerjain’ oleh Eyang Subur. Adi mengatakan Eyang Subur adalah dukun yang mengajarkan aliran sesat kepada pengikutnya. Namun sebagian rekan Adi yang juga sama-sama berprofesi artis, menyebut mantan tukang jahit itu adalah guru spiritual. Nah lho!
 
Istilah dukun dan guru spiritual jelas berbeda. Menurut sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Suprapto, masyarakat harus bisa membedakan antara guru spiritual dengan dukun. Meskipun biasanya mereka sama-sama memiliki keahlian khusus yaitu bisa “menyembuhkan”. “Kata spiritual lebih merujuk ke hubungan manusia dengan Tuhan. Jadi, guru spiritual itu sifatnya menolong dan membantu orang memahami masalah kebatinan/kejiwaan terkait dengan hubungannya dengan sang Pencipta,” kata dia dilansir tempo.
 
Ajaran yang diberikan kepada pengikutnya pun tidak akan bertentangan dengan agama atau kepercayaan yang diyakininya. Suprapto mencontohkan, guru-guru spiritual yang benar tentu menyarankan untuk banyak beramal, rajin berpuasa senin-kamis, atau puasa Nabi Daud. “Tapi kalau ada yang melarang sedekah, tidak salat berjamaah, itu saya kira menjadi tanda tanya. Apa motivasi kegiatan spiritual mereka,” ujarnya.
 
 Sedangkan dukun, adalah orang yang mengobati atau menolong orang sakit dengan memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya. Dan saat ini, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah marak bermunculan guru-guru spiritual yang sebenarnya lebih mendekati kategori sebagai dukun. “Memang sekarang lebih bervariasi, kalau banyak yang memberi syarat-syarat aneh dan pantangan yang nggak masuk akal itu berarti dukun,” kata dia.
 
Suprapto, mengatakan ada pergeseran peran dan fungsi dari penasihat atau guru spiritual yang beredar di masyarakat saat ini. Banyak di antara mereka lebih berorientasi untuk kepentingan pribadi. “Dari yang semula tujuannya membantu orang dan pengabdian, sekarang bergeser ke arah ekonomi, yaitu mencari keuntungan,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika kliennya sudah resmi menjadi pengikutnya, mereka kemudian minta imbalan tinggi,” kata pengajar mata kuliah Sosiologi Kriminalitas ini.

Persoalannya, sering kali masyarakat terjebak dengan mengatakan dukun sebagai guru spiritual mereka. Kasus artis Adi Bing Slamet yang kini murka kepada Eyang Subur karena merasa ditipu baik secara ‘spiritual’ maupun materi awalnya juga menganggap Eyang Subur adalah guru spiritual. Padahal, setelah melihat ajaran-ajaran yang disampaikan, Adi menyimpulkan Eyang Subur tak lebih sebagai dukun.
 
Lepas dari kasus Adi, keberadaan guru spiritual dan dukun tetap dicari dan dibutuhkan masyarakat sesuai dengan kepentingan yang hanya mereka sendiri yang tahu. Namun, agar tak merasa kecewa seperti Adi Bing Slamet, pengajar mata kuliah sosiologi kriminalitas di UGM ini mengingatkan agar masyarakat tak mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan “berguru” pada orang-orang tertentu.
 
Jika memang tertarik untuk datang dengan tujuan penenang hati atau membangun percaya diri, setidaknya harus memegang satu hal penting. “Kuncinya tetap berfikir rasional, namanya konsultasi ya bayar sewajarnya saja. Kalau sampai terkuras hartanya, kita harus sensitif itu tidak benar,” kata dia. Apalagi kalau sudah sampai mengajarkan ilmu-ilmu yang jelas bertentangan dengan ajaran agama.
 
Dengan demikian bukan berarti praktik ilmu hitam bukan tidak bisa dicegah, semua bisa dihentikan, hal ini tergantung seberapa besar usaha manusia untuk memerangi hal yang demikian itu. Dan bukan tak mungkin sengketa yang seperti terjadi pada kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet tidak akan ada lagi untuk kemudian hari. ins,tmp

Dituduh Main Pelet hingga Kena Santet
Praktik ke dukun untuk main pelet atau santet di dunia hiburan bukan hal asing lagi. Maklum, inilah salah satu ceruk ‘favorit’ untuk membuat orang terkenal sekaligus kaya. Namun ketatnya persaingan di industri seni membuat tak semua orang mendapatkan jalan mulus meraih ‘bintang’.

Ada yang menyerah, ada yang tetap gigih berjuang, namun tak sedikit pula yang memilih jalan pintas misalnya dengan cara mencari sensasi, hingga datang ke orang ‘pintar’. Berikut sejumlah artis yang punya pengalaman tentang dunia klenik. Tak semuanya menjadi ‘pelaku’ , ada pula malah yang menjadi korban gara-gara label artis yang disandangnya.

Cut Memey : Kaya dengan Celana Dalam
Pengusaha Jackson Peranginangin mengaku terkena guna-guna dan diporoti hingga miliaran rupiah ketika pernikahannya secara diam-diam dengan artis Cut Memey terungkap ke publik. Memey dituduh meraup kekayaan Rp 1,5 miliar dengan ilmu pelet.

Sahabat host Olga Syahputra itu dituduh kerap datang ke dukun dan meminta pengasihan agar Jackson tidak sadar menyerahkan kekayaannya. Praktik yang digunakan sang dukun, konon dengan menggunakan celana dalam yang sudah dipakai Memey. Entah apakah ada kaitan ‘sadar’nya Jackson membuat ilmu pelet Memey tidak manjur lagi? Yang pasti pernikahan yang terjadi pada tahun 2003 itu akhirnya kandas, setelah kasus ini mencuat di akhir 2005 hingga pertengahan 2006.

Jackson mengaku sadar setelah datang pada orang pintar yang membuang pengaruh pelet.

Namun Memey menolak semua tuduhan Jackson. Uang yang diberikan Jakson tidak lebih dari kewajiban seorang suami pada istrinya. Beberapa barang kemudian dikembalikan termasuk mobil dan berlian, sebagai pertanda perdamaian mereka.

Iva Trio Macan : Keris di Kasur
Pengalaman mistis pernah dialami oleh personil Trio Macan, Iva Novanda. Dia pernah dua kali terkena pelet dan santet yang salah satunya diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya. Gejala yang dirasakan saat itu, semakin nempel dengan pacar, yang menurutnya tidak mungkin terjadi.

“Saat itu jadi sangat nurut sama dia,” ucap Iva Novanda beberapa waktu lalu.

Pengalaman kedua dalam bentuk santet. Saat itu dia melihat keris kecil yang diletakkan di kamarnya. Keris sepanjang jari tengah itu, sudah karatan Diduga benda itu kiriman dari orang yang menginginkan dirinya sakit-sakitan. “Kata bunda itu kenapa Iva masih sakit-sakitan,” kisahnya.
 
Qory Sandioriva : Pelet untuk Kontes
Praktik perdukunan diduga dilakukan oleh Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva agar memenangkan kontes kecantikan yang diikutinya, termasuk Miss Universe di Amerika Serikat.

Praktik tersebut dibongkar oleh ibu Qory sendiri, Ny. Fariawati, yang khawatir dengan kondisi aqidah putrinya.

Dia menggelar konferensi pers meminta agar sang anak meninggalkan ilmu perdukunan yang dilarang oleh agamanya. Sang ibu juga meminta pria berinisial R, yang diduga sebagai penasehat spiritual anaknya, untuk melepas putrinya.

“Dia (lelaki berinisial R) mengubah tingkah laku Qory dengan mengajak mandi kembang dan percaya pada alat-alat tertentu, melepaskan burung pipit, kura-kura dan belut di sungai yang berjalan. Ini sudah menyimpang dari Syariat Islam,” ungkap Fariawati tiga tahun silam.

“Saya ingin meluruskan, bukan membuka aib. Hanya ingin menyelamatkan anak di mata Tuhan dan bertanggung-jawab sebagai orang tua. Agar dia meninggalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan Syariat Islam,” sambungnya. Persoalan itu membuat hubungan Qory dengan ibunya sempat merenggang.

Yenny 3 Macan : Sinar Merah
Pedangdut Yenny Anggraeny atau Yenny 3 Macan Asli pernah mendadak pingsan di atas panggung. Dia menghubungkan, pingsannya malam itu karena guna-guna. Sebelumnya sang pembantu melihat benda menyala warna merah yang jatuh di rumahnya.

“Pernah mau kena santet, tapi kena pembantu. Dia sakit, akhirnya pamit pulang, nggak balik karena ketakutan. Pembantu cerita kalau ada cahaya merah mengenai dia pas malam,” tutur Yenny.

Yenny akhirnya mengambil jasa ‘orang pintar’ dan menurutnya santet itu memang dialamatkan kepadanya. Dia pun diberi tips untuk terhindar dari santet dan ilmu-ilmu hitam lainnya, yaitu rajin shalat dan baca Alquran.
 
Andre Taulany : Telur dan Kain Putih
Rumah Andre Taulany di Jl. Gelatik Atas RT 04/RW 09, Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten pernah dilempar telur dan kembang yang dibungkus dengan kain putih.

Pelakunya segerombolan orang tidak dikenal.

“Jam tujuh saya dibangunin istri, dibilangin kalau di depan halaman rumah, atap dan tiangnya sudah penuh sama telur dan bungkusan kain yang dilempar. Ada tiga bungkusan kain dan isinya masing-masing kembang, silet, dan potongan cuter, telur, dan kertas bertuliskan kata-kata kasar dibungkus kain putih dan dilempar secara menyebar,” katanya.

Diduga, barang-barang praktik perdukunan  tersebut untuk mencelakai pemain Opera Van Java itu. Maklum Andre saat itu maju sebagai wakil walikota Tangerang Selatan. Anehnya dalam bungkusan itu ada kalimat yang dia sendiri tidak mengerti. Bunyi kalimatnya ‘Axxing Sia, Dxxor Sia dan So Suci Sia”. Tiga kalimat tersebut dituliskan pada masing-masing kain dengan dua tulisan bertinta merah dan satu tulisan bertinta hitam.
 
Ariel Noah: Muntah Keris dan Batu
Saat santer kasus video pornonya bareng Luna Maya dan Cut Tary, penyanyi Ariel jadi sasaran santet orang-orang yang memusuhinya. Kakak kandung Ariel, Nazlin Fachridzal mengungkapkan kejadian mistik yang dialami adiknya itu.

“Teman Ariel berkata kepada saya dari dalam perut Ariel keluar benda keris, batu, dan lain sebagainya,” kata Nazlin Fachridzal.

Nazlin memperkirakan ada yang iri atau sirik dengan kesuksesan karir adiknya di dunia hiburan. “Itu bisa jadi terjadi, tapi kemungkinan memang ada yang iri dan si pelaku ingin merusak citra adik saya sebagai public figur,” katanya. kpl

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257675:hanya-lima-persen-umat-islam-sumbang-ekonomi&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Artis, Guru Spiritual, Dukun

Saturday, March 16, 2013

Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Jakarta (ANTARA News) – Tanpa panggung megah, tata lampu gemerlap, dan aksi panggung sensasional, Dian Piesesha hadir dengan suara merdu mendayu khasnya di hadapan keluarga, sahabat, dan penggemar yang menyaksikan konser “Kerinduan” pada Jumat (15/3) malam.

Pukul 20.30 WIB, saat rintik hujan membasahi sebagian wilayah Jakarta, musik intro lagu “Tak Ingin Sendiri” mengantar Dian ke panggung yang ditata sederhana di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta. 

Ia mengenakan celana panjang hitam dan baju hitam berlengan panjang dengan aksen keemasan rancangan putrinya, Poppy Karim. Rambutnya disanggul rapi.

Penonton yang hampir memenuhi ruangan dengan sekitar 350 kursi itu menyambutnya dengan sorakan, suitan, dan tepuk tangan riuh. Dian lantas membuka konser dengan melantunkan lagu “Kucoba Hidup Sendiri.”

“Bagaimana mungkiiin percaya kepadamu, sedangkan ulang tahunku kau tak ingat lagiii. Bagaimana mungkiiin kau masih menyayangku, sedangkan kehadiranmu bagai aaangin laaluuuu….”

Ia juga melantunkan lagu-lagu yang pada masa lalu populer seperti “Hadirmu”, “Cemara-Cemara Cinta”, “Kerinduan”, “Pengorbanan”, “Tak Ingin Sendiri”, “Cinta”, Permata Hatiku”, dan “Engkau Segalanya Bagiku” dengan iringan musik dari Audiensi Band.

“Saya malam ini ingin mengajak semua nyanyi dan nostalgia. Dan saya senang semua keluarga saya bisa hadir di sini…,” katanya.

Menurut Dian, ini adalah pertunjukan pertama dia yang disaksikan oleh seluruh keluarga, ibunda, adik-adik, anak-anak, dan cucunya. 

“Ibunda saya seharusnya sudah berangkat umroh ke Tanah Suci, tapi karena (penerbangan) pesawatnya ditunda jadi dia bisa berada di sini melihat saya,” kata Dian serta menghampiri, mencium dan mengucap terima kasih kepada ibunda yang selalu mendukung ia menyanyi.

Lantas dengan panduan Dorce Gamalama, sebagian penonton menyenandungkan, “Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”, lagu Melly Goeslaw yang berjudul “Bunda”.

Di sela-sela konser yang berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB itu Dian juga menghampiri dan menyapa para penggemar dan rekan-rekan yang hadir.

“Ada Mbak Dorce, Titi Sumantri, Tuti Wasiah, Yayuk Suseno, pacarnya Jelly Tobing, Ayu Soraya, Cintami Atmanegara, Yetti… Juga ada penggemar dari Masamba, Makassar, serta Malaysia,” kata Dian, yang sejak tahun 1980-an sampai sekarang sudah merilis 22 album.

Kawan yang lain, Dewi Yull, Eddy Silitonga, dan Wahyu OS–salah satu penyanyi JK Records– berbagi panggung dengan Dian. 

Dian berduet dengan Wahyu OS. Ia juga menyanyikan lagu tradisional Sunda, “Es Lilin”, bersama Dewi Yull sebelum Dewi menghangatkan ruang konser dengan dua lagu lamanya, “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dan “Terus Berlari Mengejar Matahari”.

Sementara Eddy Silitonga membawakan tiga lagu, termasuk “Biarlah Sedih” dan “Mama”, dengan lengkingan suaranya.

Nostalgia
Dian tak hanya membawa orang-orang bernostalgia dengan lagu-lagu lawasnya, dia juga berbagi hadiah dan cerita dengan keluarga, sahabat dan para penggemar.

Penyanyi berbintang Pisces yang lahir pada 9 Maret 1961 dengan nama Dida Diah Daniar itu bercerita tentang masa kecil yang dia habiskan di sebuah desa di Bandung Selatan.

Dia bertutur tentang kesukaannya menyanyi, juga bagaimana dia belajar menyanyi dan menjadikannya sebagai profesi untuk membantu keluarga. 

“Umur 16 tahun saya belajar menyanyi untuk cari uang. Waktu itu saya hanya tahu beberapa lagu. Lalu saya lihat orang China ini, mualaf yang banyak berkecimpung dalam dunia kebudayaan Sunda. Saya dikasih belajar lagu-lagu Mandarin, yang membuat saya banyak diundang untuk manggung,” katanya tentang gurunya, Tan De Seng.

Tan De Seng, salah satu maestro kesenian Sunda, memetik gitar mengiringi Dian kembali ke masa-masa dia belajar menyanyi dengan melantunkan lagu satu lagu berbahasa Mandarin.

Dian juga mengenang masa-masa dia menyanyi untuk TNI. “Tahun 1970-an sampai 1980-an saya adalah penyanyi Kopassus, penyanyi yang diangkut dengan Hercules. Waktu itu kami menyanyi tanpa bayaran,” kenangnya.

Dorce mengingat Dian sebagai penampil sederhana kala itu. “Waktu show di Mabes TNI sepatunya putus, lantas saya iba, sepatu saya saya pinjamkan kepadanya. Itulah pengorbanan saya untuk Dian,” kata penyanyi dan komedian itu berlagak serius, mengundang derai tawa penonton.

Dewi Yull, yang mengaku menyaksikan metamorfosa Dian Pesesha dari masa muda hingga dewasanya, mengatakan “Dia tetap rendah hati dan bersuara indah.”

Sementara Eddy Silitonga, penyanyi bersuara tinggi dan melengking kelahiran Pematang Siantar, mengingat Dian sebagai “penyanyi bersuara merdu tapi galak.”

“Suaranya masih prima, salah satu penyanyi Indonesia yang saya suka dan saya banggakan,” kata penyanyi kelahiran 17 November 1950 itu.

Penggemar Dian juga mengenang suara merdunya. Kerinduan mereka mendengarkan suara Dian yang mendayu terobati malam itu.

Nelly Kardinal (60) dan suaminya Kardinal (71) ada di antara barisan penonton yang menyaksikan penampilan Dian. Kedua pensiunan itu menikmati lagi lagu-lagu Dian yang populer semasa mereka muda.

“Nostalgia masa dulu, biar nggak cepet pikun,” kata Nelly, yang mengaku masih sering membeli kaset-kaset Dian, serta menambahkan,”Sampai kadang sudah beli, beli lagi, sampai numpuk di rumah.”

Aziz, pekerja butik asal Pemalang yang kini berusia 46 tahun, juga gembira bisa menyaksikan langsung penyanyi kesukaannya manggung. “Saya suka hampir semua lagu-lagunya, suaranya merdu dan mendayu,” katanya.

Nova dan Susan yang sudah menyukai suara Dian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tahun 1979, hampir selalu mengikuti Dian melantunkan lagu meski kadang mereka sudah tak hafal lagi judulnya.

“Suaranya dari dulu sampai sekarang masih bagus,” kata Susan, yang kini tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kerinduan dan sambutan para penggemar juga menyuntikan semangat kepada Dian, yang sebelumnya ragu bisa tampil menyanyikan sampai 16 lagu dalam sebuah konser setelah sempat mengalami kelumpuhan tahun lalu.

“Malam ini sangat berarti… Saya yakin semua yang hadir di sini masih sayang dan mencintai saya. Terimakasih atas kehadirannya. Ini semangat untuk saya melanjutkan karya pada usia yang sudah berkepala lima,” demikian Dian Piesesha.

Editor: Aditia Maruli

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Thursday, December 8, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Friday, December 9, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Angel Karamoy Jadi Mualaf?

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Fathul Amanah

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Angel | Karamoy | Mualaf? | Laporan | Wartawan | TribunStyle | Fathul | Amanah< | strong>< | p> TRIBUNSTYLE | COM< | strong> | Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Instagram | lambe_turah< | h5> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | h5> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | p> |

Thank So Much for Reading this Blog

Saturday, December 10, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank So Much for Visiting this Article

Sunday, July 28, 2013

Prahara Mesir dan Suriah, Jangan Terjadi di Indonesia



Jakarta – Meskipun terpilih secara demokratis dalam sebuah pemilihan umum yang jujur dan adil pada awal 2012 lalu, Presiden Mesir Muhamad Morsi dengan cepat kehilangan dukungan di dalam negeri. Rabu 3 Juli 2013, Morsi resmi digulingkan oleh militer Mesir.

Ketika mengumumkan pengambilalihan kekuasaan, Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdul Fatah al-Sisi didampingi oleh ulama Al-Azhar, pemimpin Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Muhammad el Baradei, pemimpin Partai Islam Nour dan tokoh gerakan Tamarod yang mengorganisir unjuk rasa di Lapangan Tahrir. Ada sejumlah alasan mengapa kepemimpinan Morsi yang semula meraih 52 persen suara dalam Pemilihan Presiden 2012, dinilai gagal dan justru memecah-belah Mesir.


Menurut laporan The Guardian, ada beberapa alasan Morsi digulingkan yaitu: Pertama, dominasi Ikhwanul Muslimin yang semakin menguat.


Kedua, memburuknya ekonomi Mesir ditandai dengan melambungnya harga sembako, investasi tidak masuk dan pariwisata lesu. Kabinet Morsi sebenarnya sedang menegosiasikan pinjaman lunak dari IMF sebesar US$ 4,8 miliar. Namun, jika pun disetujui, pinjaman ini akan memaksa pemerintah Mesir memotong subsidi di berbagai sektor, yang justru berpotensi menimbulkan keresahan sosial.


Ketiga, Dekrit Presiden 22 November 2012 dinilai sebagai kesalahan fatal, karena memecat jaksa agung, membuat semua keputusan presiden kebal dari gugatan hukum (judicial review) dan menegaskan keabsahan parlemen Mesir.


Keempat, dugaan pelanggaran demokrasi dan HAM. Kudeta militer terhadap Morsi inilah yang menyebabkan konflik politik di Mesir terus menerus memanas. Menurut laporan Indiatimes (28 Juli 2023), dilaporkan lebih dari 120 orang tewas dan dan 4.500 lainnya terluka. Laporan tersebut menyebutkan, pasukan polisi khusus beseragam hitam-hitam menembakkan peluru tajam mengarah kepala para demonstran yang duduk-duduk di luar Masjid Rabaa al-Adawiya di distrik Nasr City, Kairo.


Sedangkan, BBC mengatakan mereka mendapat laporan yang belum dikonfirmasi bahwa sebanyak 100 orang telah tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka. Kantor berita MENA mengutip sumber keamanan menyebutkan, di Alexandria, kota terbesar kedua Mesir, tercatat tujuh orang tewas dan lebih dari 100 terluka. Kekerasan juga dilaporkan terjadi di Damietta, Gharbia, Sharqiya, dan Sungai Nil. Kerusuhan juga menyebabkan lebih dari 1.000 orang narapidana kabur di sebuah penjara di kota Benghazi, Libya (27/7/2013).


Sementara itu, data resmi Kementerian Kesehatan Mesir mencatat jumlah korban tewas akibat bentrokan yang berlangsung sejak 26/7/2013 hanya 65 orang. Namun, kemudian informasi itu dianulir oleh Kepala Layanan Ambulan, Mohammed Sultanm, yang mengatakan jumlah korban tewas mencapai 72 orang.


Sebelumnya, militer Mesir mengancam akan menembak semua demonstran Ikhwanul Muslimin apabila mereka berbuat onar, seperti diberitakan Reuters, Kamis 25 Juli 2013, hal ini disampaikan militer dalam akun Facebooknya. Dalam akun itu tertulis, “militer tidak akan mengangkat senjata terhadap rakyatnya sendiri tetapi akan melawan mereka yang memicu tindak kekerasan dan terorisme”.


Sama nasibnya dengan Mesir, Suriah telah mundur 35 tahun dalam indeks pembangunan manusia, akibat perang saudara yang berkepanjangan, demikian menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah dalam laporan yang dikutip Xinhua. Namun, sebagian ahli ekonomi mengatakan pemerintah sebelum krisis turut bersalah atas memburuknya kondisi ekonomi. Laporan tersebut mencakup kuartal pertama 2013.


Laporan itu, yang dikeluarkan melalui kerja sama dengan Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB (UNRWA) dengan judul Syrian Catastrophe, telah menyatakan kemerosotan tersebut terutama berpusat pada tiga bidang: penghasilan, pendidikan, dan kesehatan. Laporan tersebut menyatakan lebih separuh dari penduduk Suriah miskin, 6,7 juta warga Suriah memasuki garis di bawah kemiskinan akibat krisis, dan 3,6 juta orang Suriah memasuki lingkaran kemiskinan parah.


Laporan itu juga menunjukkan kerugian ekonomi Suriah akibat krisis sampai kuartal pertama tahun ini meningkat menjadi 84,4 miliar dolar AS atau naik dari 48,4 miliar dolar AS pada akhir 2012. Kerugian produk domestik bruto (GDP) diperkirakan mencapai delapan miliar dolar AS, 13 miliar dolar AS kerugian modal, dan tujuh miliar dolar AS akibat pengeluaran militer.


Laporan tersebut juga menyatakan utang dalam dan luar negeri Suriah telah naik dari 48 persen GDP pada 2012 menjadi 65 persen GDP selama kuartal pertama tahun berjalan. Utang luar negeri berjumlah 49 persen GDP selama empat bulan pertama 2013.


Agar Tidak Terjadi di Indonesia


Pemicu terjadinya konflik berdarah di Mesir dan Suriah pada dasarnya disebabkan karena adanya pemahaman sempit menyikapi pluralisme yang kemudian mengarah terjadinya konflik sektarian yang terus berlanjut sampai saat ini atau dengan kata lain ada pemahaman yang keliru terhadap toleransi dan intoleransi di Mesir dan Suriah.


Pemicu kedua adalah memburuknya situasi ekonomi di kedua negara. Pemerintahan manapun tidak akan menjalankan roda kegiatannya dengan baik jika situasi keamanan tidak terbentuk, karena kebutuhan akan ekonomi equivalen dengan kebutuhan terhadap situasi yang aman. Keamanan di Mesir dan Suriah memburuk terutama setelah militer dan intelijen turut bermain politik dengan membela satu kelompok yang bertikai saja.


Selanjutnya, adalah persoalan pelanggaran demokrasi dan HAM di Mesir dan Suriah, namun sinyalemen atau alasan yang digunakan ini jangan ditelan mentah-mentah, karena bisa saja persoalan demokrasi dan HAM hanyalah “tema” yang dimainkan kepentingan asing di Mesir dan Suriah, apalagi Jenderal Abdul Fattah al Sisi pernah bersekolah militer di Amerika Serikat dan Inggris, sehingga tidak menutup kemungkinan sudah “di-remote control” oleh negara polisi dunia dan negeri Ratu Elizabeth tersebut.


Tujuan AS dan Inggris di Mesir dan Suriah cukup beragam mulai dari ingin menguasai “jalur sutera” karena Mesir merupakan jalur penghubung Afrika dan Asia ditinjau dari sisi geopolitik dan geostrategi dunia, sehingga menguasai wilayah Afrika dan Asia berarti menguasai minyak dunia, yang itu berarti menguasai sumber energi ke depan. Oleh karena itu, dalam setiap konflik di sebuah negara, selalu ada kepentingan asing yang bermain, keterkaitan kebutuhan penguasaan geopolitik dan geostrategi dunia, yang ditunjang oleh kisruh di negara tersebut.


Menjadi penting bagi Indonesia untuk belajar dari kasus di Mesir dan Suriah agar tidak terjadi di Indonesia, maka dipandang perlu Indonesia harus membenahi sistem ketatanegaraannya, menciptakan kesimbangan dan distribusi kekuasaan, membenahi sistem peradilan dan kepolisian, memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Last but not least, harus ada kesinambungan demokrasi, stabilitas dan pembangunan yang menuntut tanggung jawab seluruh komponen bangsa untuk mengawasi dan mengontrolnya dengan menjalan tugas dan kewajibannya masing-masing secara profesional, terukur dan terkelola dengan baik.


*) Toni Ervianto, adalah alumnus pasca sarjana Kajian Strategik Intelijen, Universitas Indonesia. Tinggal di Jakarta Timur.


Berbagai informasi menarik hari ini, saksikan di Reportase Pagi pukul 04.45 – 5.20 WIB Hanya di Trans TV


(nwk/nwk)







Article source: http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/18/44277


Prahara Mesir dan Suriah, Jangan Terjadi di Indonesia

Tuesday, February 11, 2014

George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia memutuskan berhenti dari pekerjaan yang penuh maksiat.


Pria ini lekat dengan kehidupan hura-hura selebritas Hollywood. George Green pernah menjadi manajer tur untuk artis-artis besar, seperti Jay-Z, Kanye West, 50 Cent, Snoop Dogg, dan banyak lagi selebritas kelas atas lainnya.


Selama bergulat dengan pekerjaanya, ia dihadapkan langsung dengan kehidupan para selebritas itu. “Setiap saat saya melihat gaya hidup glamor di hadapan saya,” ujarnya, dilansir dalam video acara The Deen Show, yang diperoleh dari laman Firstpost.


Setiap hari tugasnya adalah menyediakan semua fasilitas bagi para selebritas tersebut. Dari mobil mewah terbaru, perhiasan, juga perempuan untuk teman mereka.


“Tak hanya itu, setiap hari mereka mengadakan pesta yang dipenuhi alkohol dan narkoba, akulah yang bertugas untuk mencari obat-obat terlarang juga perempuan panggilan untuk mereka,” jelasnya.


Dihadapkan pada situasi seperti ini setiap hari, membuatnya muak. Ia mengaku hidupnya tidak bahagia, merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. “Aku seperti sedang mencari sesuatu, namun tak tahu apa itu, aku merasa hidupku kurang lengkap,” ujarnya.


Waktu demi waktu berjalan, lama-lama ia bosan dengan pekerjaannya. Kehidupan glamour dan pesta setiap hari tak cocok untuknya. Apalagi, di setiap gegap gempita pesta tersebut, dialah yang paling repot karena harus melayani para artis dan menyediakan apa saja yang mereka minta.


Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang menurutnya penuh dengan maksiat tersebut. “Saat itu dalam pikiranku adalah sekarang saatnya saya mencari sesuatu untuk diriku sendiri, bukan untuk melayani orang lain,” katanya.


Masa kecilnya jauh dari kisah bahagia. Ia lahir di Detroit, Michigan dari orang tua yang masih sangat muda dan tak siap punya anak. Ketika memasuki usia remaja, ia kemudian pindah ke New York dan tinggal bersama neneknya.


Di sinilah ia bergaul dengan geng jalanan dan selalu berhadapan dengan narkoba dan kekerasan serta masalah kriminal yang lain. “Aku tak pernah mengenal sosok ayah dan jauh dari kehidupan religius,” katanya.


Kesehariannya lekat dengan pesta dan hura-hura. Ia mengenal salah seorang yang bekerja di perusahaan rekaman dan memanfaatkannya agar bisa ikut pesta gratis setiap saat.


Setelah lulus kuliah dari Auburn University of Montgomery, ia direkrut perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records sebagai asisten direktur nasional untuk marketing, branding, promosi, dan manajemen tur. “Ini sesuai dengan kemampuanku untuk mengorbitkan dan mempromosikan artis,” katanya.


Menjalani pekerjaannya ini membuatnya bangga. Ia bisa meraih impian dari seorang pria kulit hitam, yaitu bisa kaya dan terkenal, punya banyak pacar, dihormati, dan punya kekuasaan. “Namun, di balik kepuasan itu jiwaku merasa kosong,” ujarnya.


Hingga suatu hari ia melakukan perjalanan kerja ke negara-negara di Timur Tengah, seperti Dubai, Kuwait, Irak, Bahrain, dan Abu Dhabi pada 2004.


Di sana ia kagum dengan keramahan penduduknya yang menyambutnya dengan penuh senyuman dan tangan terbuka, padahal ia bukan Muslim. Ini berbeda 180 derajat dengan sikap yang biasa orang-orang Amerika tunjukkan jika mereka bertemu dengan Muslim.


Kekagumannya kemudian berlanjut dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Ia pun semakin hormat dengan orang-orang Islam karena mereka mau menjawab pertanyaannya seputar dasar-dasar Islam.


“Aku ingin semakin tahu lebih dalam hingga saat Ramadhan 2010, aku memutuskan untuk tinggal di Irak dan Kuwait selama dua minggu,” ujarnya.


Pengalaman relijius ini menyentuh dasar kalbunya. Ia merasa telah menemukan jawaban atas kekosongan jiwanya selama ini yang dirasakannya. Sekembalinya ke Amerika, ia pun sudah siap untuk mengucapkan syahadat dan masuk islam.


Namun, ia masih khawatir bagaimana nanti lingkungannya, teman-teman, dan keluarganya bisa atau tidak menerimanya sebagai seorang Muslim di tengah mereka.


Sebuah mimpi di suatu malam membuatnya menepis ketakutan ini. Ia kemudian mantap masuk Islam secara resmi pada 30 April 2012.


Masa awal menjadi Muslim ia mengakui banyak menemui kesulitan. Orang-orang di sekitarnya yang dekat dengan banyak masalah kriminal mulai menghindarinya.


Saat ia ingin bergaul dengan komunitas Muslim, ia dipandang sebelah mata karena ia berkulit hitam dan penampilannya seperti anggota gangster.


“Namun, kesulitan yang aku hadapi tak pernah mematahkan niatku. Aku terus datang ke masjid dan banyak mendapatkan pencerahan dari para imam yang semakin memantapkan imanku,” katanya.


Ia menemukan sebuah kepuasaan yang tak tenilai saat ini. Ia masih ingat, saat jiwanya merasa kosong dulu, ia berkali-kali mencoba apa pun untuk mengisi relung jiwa yang kosong tersebut, namun ia tak pernah merasa puas. “Aku terus merasa kosong, hingga akhirnya aku bertemu Islam,” katanya.




George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

Wednesday, June 26, 2013

Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Home Gazw Al-Fikr



Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi





 

Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?”



 




Rabu, 26 Juni 2013


Oleh: Kholili Hasib


PROGAM Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?” meninggalkan banyak catatan. Pertama, tema “Syiah Diusir, Negara Kemana”  telah menunjukkan TV One berada dalam posisi kelompok Syiah. Kedua, tak adanya banyak perwakillan Sunni yang sejak lama keberatan ulah Syiah yang dinilai menyakiti perasaannya (baca; mayoritas NU). Karenanya, agak aneh saja jika acara ini justru dirasakan menjadi ajang pembelaan tokoh-tokoh Syiah. Sementara perasaan dan hak kaum mayoritas (Sunni-NU) justru diabaikan.


Fokus Persoalan


Sudut pandang menilai kasus Syiah di Sampang harus terfokus pada akar persoalan. Bahwa kasus ini murni karena dipicu dakwah pelecehan Shahabat Nabi. M. Nur, mantan pengikut Tajul Muluk –pemimpin Syiah Sampang– memberi kesaksian, “Sejak 2008 Tajul mulai menyampaikan khutbah Jumat bahwa rukun Islam ada 8, rukun iman ada 5, khalifah Nabi Muhammad bukan Abu Bakar, Abu Bakar dikatakan merampok dari Ali”. Demikian seperti dalam release laporan tim BASRA (Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura) yang pernah berdialog dengan Tajul Muluk.


Berkaitan dengan itu, PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur pada Oktober 2012 mengirim peneliti yaitu HM. Shiddiq Abdurrahman untuk investigasi lapangan. Hasil investigasi PWNU di antaranya menyimpulkan bahwa ada indikasi kuat kejadian bentrokan telah disekenario sejak awal oleh Syiah. Menurut laporan PWNU yang dimuat majalah AULA edisi Oktober 2012, bahwa sekenario bentrok telah dipersiapkan di kota Malang. Mereka melanggar kesepakatan bahwa anak-anak Syiah mau dibina di pesantren Ahlus Sunnah, agar mereka tidak terjerak ajaran sesat. Berikut sebagian hasil investigasi PWNU Jawa Timur:
“Kala itu terjadi perdebatan sengit ketika ada rombongan anak-anak Syiah yang mau balik pondok. Para santri mempertanyakan keseriusan Pemkab Sampang untuk memondokkan mereka. Demikian juga mereka menolak tidak berangkat ke Bangil lantaran terikat aturan pesantren yang mengharuskan para santri untuk segera ke pondok. Pada saat bersamaan, penduduk bersikukuh untuk melarang rombongan meneruskan perjalanan lantaran sudah terikat kesepakatan bahwa anak-anak tersebut akan modok di pesantren Ahlus Sunnah bukan Syiah dengan biaya Pemkab.


Para penduduk yang awalnya mencegat, ikut mengawal minibus yang membawa anak-anak Syiah tersebut karena khawatir rombongan hanya pura-pura pulang, namun tetap berusaha berangkat dengan cara diam-diam. Saat akan memasuki kediaman Tajul inilah, ada seseorang Syiah yang membuat garis di jalan sambil mengingatkan dengan suara keras: “Polisi dan para penguntit dilarang masuk. Kalau sampai melewati garis, akan mati”.


Dari arah pesantren Tajul Muluk, ternyata ada sekelompok orang berseragam serba hitam dengan senjata tajam terhunus di tangan. Dan benar adanya, begitu ada penduduk yang melewati garis, ternyata terjadi ledakan dan beberapa benda keras beterbangan. Sebagian penduduk terluka, termasuk dalam hal ini Kapolsek Omben. Suasana pun berubah liar, kedua belah pihak saling lempar batu.


Dengan siap siaganya beberapa orang yang bereseragam hitam dan menghunus senjata tajam, serta adanya bahan peledak di area kediaman Tajul Muluk, kuat indikasi bahwa kejadian tersebut sudah disekenariokan sejak awal. Bahkan ada kabar bahwa kondisi ini sudah dimusyawarahkan di Malang, meskipun kebenarannya perlu diungkap.


Para penduduk yang sejak awal memang tidak mempersiapkan diri untuk bertarung akhirnya terdesak. Terpaksa mereka mundur ke perkampungan, menghindar serangan warga Syiah. Dalam situasi terdesak, ada sebagian penduduk menggunakan pengeras suara milik Masjid.


Dari speaker disampaikan kesediaan masyarakat sekitar untuk membantuk menghadapi serangan pengikut Tajul Muluk. Gayung pun bersambut. Terjadilah saling serang antar dua kubu”.


Dari laporan tersebut, sesungguhnya ada pelanggaran kesepakatan dari pihak Syiah. Jika saja, pengikut Tajul Muluk memenuhi kesepakatan dan menerima persyaratan damai dengan cara tidak akan menyebarkan ajaran pelecehan, pasti tidak akan terjadi bentrok.


Dari hasil kajian, beberapa pihak terkait melakukan upaya-upaya penyelesaian. MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim mencegah aliran Syiah dengan upaya edukatif, menerbitkan fatwa tentang Syiah. Surat fatwa bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 berisi kesesatan ajaran Syiah. Sementara Gubernur Jatim menerbitkan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.


Baik fatwa maupun Pergub Jatim diterbitkan untuk mencegah umat Islam Jatim melakukan tindakan tercela yang bisa memicu chaos. Upaya edukatif ini berusaha mewujudkan umat yang beradab, memahami etika beragama dan bermu’amalah antar sesama. Bahwa tindakan menghina ajaran lain bisa memantik konflik sosial. Dengan diterbitkannya dua surat keputusan tersebut, diharapkan di Sampang maupun di daerah-daerah lain tidak adalagi umat yang terinfiltrasi ajaran-ajaran ‘aneh’ dengan menghina Sahabat Nabi, istri Nabi dan lain-lain.


Pembinaan Penganut Agama


Berdasarkan hal itu, Pemkot Sampang pun berjanji membiayai anak-anak Syiah untuk mengirim ke pondok pesantren Ahlus Sunnah. Pencegahan dini harus dilakukan. Sebab, jika anak-anak tersebut dibiarkan jadi menganut ajaran penistaan terhadap Sahabat, maka Sampang akan terus membara lagi kelak.


Upaya-upaya aparatur pemerintah, ulama dan pihak keamanan harus didukung. Solusi mereka menyentuh akar utama penyebab konflik. Bahwa, penistaan terhadap Sahabat dan Istri Nabi yang dilakukan secara publik yang menjadi sebab bentrok. Menutupi akar utama, apalagi memotongnya justru akan memelihara konflik menjadi lebih besar lagi.


Yang harus kita cerna baik-baik, bahwa kekerasan membabi buta adalah kriminil tapi bukan berarti Islam tidak memiliki sikap tegas terhadap  penistaan agama. Terhadap aliran sesat, Islam memiliki aturan yang adil. Memang ada perintah bersikap ramah namun diperintah pula bersikap tegas. Dalam catatan sejarah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah merobohkan masjid Dhirar yang dibangun oleh Abu ‘Amir Ar-Rahib.


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus bertindak tegas, sebab masjid Dhirar dibangun dengan tujuan untuk menghasut umat Islam, membela kaum kafir dan berefek memecah belah para sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengirim beberapa orang untuk meruntuhkan masjid itu menjelang kedatangan beliau di Madinah.


Peristiwa itu direkam dalam al-Qur’an: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (QS. al-Taubah: 107-108).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin membiarkan penyimpangan itu yang bisa mamantik perpecahan umat Islam. Pertimbangannya dua hal penting; Abu ‘Amir Ar-Rahib berpotensi melakukan penyesatan massal dan memancing permusuhan.


Yahudi bani Quinuqa’ dan bani Nadzir pernah diusir oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah. Gara-garanya, mereka mengkhianati perjanjian. Bahkan, beberapa orang Yahudi dari bani Quraidzah dieksekusi karena ganasnya mereka memusuhi dan mengancam fisik para sahabat. Kecuali wanita dan anak-anak, mereka dilindungi dan diperlakukan dengan lembut (Sirah Ibn Hisyam jilid 3).


Berbuat baik dan bersikap bijak terhadap non-muslim atau  penganut kepercayaan yang berbeda, tidak menghalangi Islam untuk berdakwah. Mereka tetap disebut dakwah Islam, tapi bukan bersifat memaksa. Namun tidak ada kompromi terhadap penyimpangan agama, penistaan atau pencampur adukkan agama atas nama toleransi. Jika ada penyimpangan dan penistaan – yang bisa memancing konflik sosial – Islam segera mencegahnya, tidak boleh dibiarkan.


Dalam konteks Negara Indonesia, ajaran-ajaran ekstrim Syiah yang melecehkan Shahabat serta gerak dakwah politik Syiah harus jadi catatan pemerintah. Perlu ada penelusuruan lebih dalam lagi. Apalagi terdapat laporan tentang sayap militant Syiah. H. As’ad Said Ali, Wakil Ketua PBNU, pernah mengatakan bahwa terdapat jaringan militansi Syiah. Dalam tulisannya berjudul “Gerakan Syiah di Indonesia”, di www.nuonline.com pada 30/5/2011, As’ad berpendapat bahwa terdapat jaringan yang berupaya membuat lembaga bernama Marja’iyyat al-Taqlidi seperti di Iran. Pemicunya adalah, doktrin kemutlakan imamah berdasarkan politik.


Maka dapat disimpulkan bahwa ajaran pelecehan terhadap kesucian agama-lah yang sesungguhnya memicu konflik sosial. Ajaran seperti ini jika dibiarkan memperkeruh keamanan masyarakat, karena penodaan agama hakikatnya melanggar Hak Asasi Manusia. Pelecehan terhadap agama hakikatnya pelecehan terhadap hak manusia. Sebab, hak manusia yang paling asasi adalah hak untuk menjaga agamanya. Jika kesucian agama dihujat, maka telah terjadi pelanggaran hak asasi yang berat. Pelecehan agama bukan domain toleransi lagi, sebab toleransi adalah menghormati tanpa mencaci-maki. Jika konsep toleransi ‘dibumbui’ caci maki Shahabat, maka ini toleransi yang ilusi alias rancu.*


Penulis adalah peneliti InPAS Surabaya


Red: Cholis Akbar


Article source: http://news.liputan6.com/read/622779/komnas-ham-cuek-soal-tebus-ijazah-anak-bapak-mantap-jual-ginjal


Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Saturday, July 27, 2013

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.


Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.


Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar.


Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah bagian dari mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.


Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit.


Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.


Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat.


Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman—dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang.


Dengan memercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.


Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan “Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).


Pada puncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.


“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku segera!” perintah beliau.


Hudzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan dingin yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”


“Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa,” tutur Hudzaifah.


Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, “Hai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”


“Saya siap, ya Rasulullah,” jawab Hudzaifah. Hudzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam.


Ia berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah anggota pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.


“Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”


Mendengar ucapan Abu Sufyan, Hudzaifah segera memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku si Fulan, anak si Fulan.”


Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi.


Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”


Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat.


Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.


Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun. Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?” Jika mereka menjawab, “Ada,” Umar turut menyalatkannya.


Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik, “Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?”"Ada seorang,” jawab Hudzaifah.


“Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar. Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya.”


Walau demikian, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai.


Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Persia. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.


Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”


Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka.”Ia bertanya kembali, “Adakah kalian membawa kafan?”


Mereka menjawab, “Ada.” Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.”


Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”


Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.


 


 


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/240107


Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah