Showing posts sorted by relevance for query hijab. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hijab. Sort by date Show all posts

Sunday, December 23, 2012

CATATAN 2012: "The Rise of Hijab Style", atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab


CATATAN 2012: “The Rise of Hijab Style”, atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab

Minggu, 23 Desember 2012 19:37

| Ade Irwansyah

PERINGATAN: Tulisan yang akan Anda baca terbilang panjang. Bersiaplah.

PERNAH bertanya-tanya kenapa wanita berkerudung zaman sekarang lebih ingin memakai istilah hijab ketimbang jilbab?

Di majalah Tempo edisi 19 Agustus 2012 Dian Pelangi, perancang busana muslimah yang boleh jadi ikon bagi para hijabist tanah air saat ini, memberi jawab begini: “Jilbab itu kan hanya kerudung, sedangkan hijab itu busana yang menutup semua aurat.”

Benarkah defenisi itu?

Mengecek ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di lemari buku saya (yang saya miliki Edisi Ketiga, 2005) “hijab” berarti: 1) Dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain; 2) Isi dinding yang membatasi hati manusia dan Alllah; dan 3) Dinding yang membatasi seseorang dari mendapat harta waris (contoh kalimatnya: Anak laki-laki adalah hijab dari saudara sebapak). (KBBI, ed.3, 2005, hal. 401.)

Sedangkan KBBI mengartikan “jilbab” sebagai “kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.” (KKBI, ed.3, 2005, hal.473.)

Mengacu pada defenisi menurut kamus, tentu hijab dan jilbab yang disebut Dian tak sinkron. KBBI tidak (belum) mengenal istilah hijab sebagai kerudung maupun pakaian yang menutupi tubuh (baca: aurat) wanita muslimah.

Dengan demikian, pengertiannya mesti ditarik lebih jauh, hingga ke kitab suci Al-Quran. Dalam Islam, tata cara berpakaian bagi wanita muslimah memang diatur. Bahkan aturannya tidak lewat aturan yang dibuat manusia, melainkan oleh Tuhan langsung lewat firman-Nya.

Ayat pertama yang mengatur aurat wanita adalah firman Allah di QS. Al Ahzab (33): 53. Di ayat itu ada petikan kalimat begini: “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (hijab). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka.”

Di buku Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah (Lentera Hati, 2004), M. Quraish Shihab menulis, secara bahasa “hijab” berarti “sesuatu yang menghalangi antara dua lainnya.” Shihab melanjutkan, seseorang yang menghalangi orang lain sehingga tidak dapat bertemu disebut hajib. Kata ini juga berarti “penutup.” Tim Departemen Agama yang menyusun Al Quran dan Terjemahannya menerjemahkan kata “hijab” dengan tabir. Dalam perkembangan lebih jauh, tulis Shihab, “wanita yang menutup diri atau seluruh badannya dengan pakaian, dinamai mutahajjibah.”

Kata “tabir” juga dimaknai banyak ulama sebagai perintah bahwa seluruh badan wanita aurat. Karena makna “tabir” berarti menutupi serta menghalangi terlihatnya sesuatu yang berada di belakangnya. Sebuah tafsir yang dikutip Shihab menerangkan, “Ayat ini menunjukkan … perempuan semuanya aurat—badannya dan terbentuknya—maka tidak boleh membukanya kecuali bila ada darurat atau kebutuhan seperti untuk menyampaikan persaksian atau karena adanya penyakit di badannya (dalam rangka pengobatan).” (M. Quraish Shihab, Jilbab, 2004, hal. 75.)

Lalu ada pula firman Allah beriikutnya yang jelas-jelas menyebut kata “jilbab.” Di QS. Al-Ahzab (33): 59, Allah berfirman: “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, dan aanak-anak perempuanmu dan wanita-wanita orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka jilbab mereka. Itu menjadikn mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jika mengacu ke Al Quran dan pandangan ulama, tak ada beda hijab dengan jilbab. Dua-duanya dimaksudkan sebagai penghalang dan penutup badan bagi wanita muslimah. Jilbab bisa dimaknai sekadar kerudung maupun pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Shibab, 2004: 88.)

***

Dari sini, yang menarik untuk lebih ditelisik adalah bagaimana kata “jilbab” di Indonesia kini seakan hendak berganti jadi “hijab”?

Saat mengulas film Khalifah (Nurman Hakim, 2011), tentang kehidupan wanita wanita berjilbab cadar, saya mengurai perkembangan jilbab mengutip artikel “Jalan Panjang Kaum Jilbabers.”

Saya kutip saja bagian “sejarah” jilbab 30 tahun terakhir di Indonesia dari ulasan saya:

“Kesadaran ber-Islam di kalangan kaum muda perkotaan sejak akhir 1970-an kemudian juga termasuk di antaranya, bagi perempuan, yakni menutup tubuh mereka dengan jilbab.

Namun, di awal 1980-an lampau berjilbab tidaklah segampang sekarang, tinggal datang ke toko, beli jilbab, lalu pakai. Dulu, berjilbab, terutama di lingkungan sekolah umum termasuk hal yang dilarang. Masa itu, yang memakai jilbab (waktu itu lebih pas disebut kerudung) umumnya ibu-ibu yang sudah berumur, punya suami, atau jika masih muda, umumnya sekolah di sekolah khusus Islam seperti Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) atau Aliyah (setingkat SMA). Berjilbab ke sekolah umum masa itu mendatangkan kecurigaan.

Silakan tanya aktivis dakwah yang mengalami pahit getir berjilbab di sekolah umum hingga awal 1990-an. Mereka pasti akan cerita betapa susahnya menjalani perintah Tuhan yang satu itu.

Anda tentu mafhum, Indonesia tahun 1980-an di masa Soeharto terhitung tak akrab dengan Islam yang mereka sebut radikal. Rezim hanya mau “Islam yang mereka terima.” Waktu itu, rezim sedang gerah dengan Islam radikal yang melakukan aksi teror mengebom Candi Borobudor, membajak pesawat Garuda, mengebom Bank BCA, hingga tragedi Tanjung Priok dan Lampung.

Perempuan berjilbab dianggap representasi dari kaum Islam radikal. Maka, berjilbab dilarang. Tidak langsung, tentu. Pada 1982, Departemen P K Republik Indonesia mengeluarkan SK 052/c/Kep/D/82 (kemudian dikenal dengan sebutan SK 052) untuk mengatur penggunaan seragam sekolah. Semua tahu, ini SK untuk melarang jilbab di sekolah-sekolah umum.

Sejak ada SK itu, tekanan pada siswi berjilbab makin keras. Para siswi dipaksa melepas jilbab atau tidak boleh mengikuti pelajaran. Pada 1980-an juga marak insiden pelarangan jibab. Dari buku Revolusi Jilbab (2002) karya Alwi Alatas, kasus jilbab versus siswi sekolah muncul pertama kali 1979 di Bandung. Sejumlah siswi Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bandung mulai menggunakan jilbab. Pihak sekolah kemudian berniat mengumpulkan mereka dalam kelas terpisah. Para siswi menolak. Ketegangan ini lalu juga mengundang MUI Jawa Barat turun tangan menyurati Kanwil P dan K Jawa Barat, meminta siswi yang memakai jilbab di sekolah tak dipersulit.

Setelah muncul SK di atas, ada pelarangan jilbab di SMAN 3 Bandung. Guru olahraga sekolah itu, bukan hanya melarang siswi yang pakai jilbab ikut pelajarannya, tapi juga mewajibkan mereka pakai hot pants untuk olahraga.

Pada 1983, pelarangan atas jilbab semakin memanas. Dalam catatan MUI di tahun itu ada 100 siswi dipindahpaksa dari sekolah-sekolah mereka ke sekolah lain karena pakai jilbab. Kemudian, di tahun itu juga, tepatnya 9 Agustus, terjadi insiden kekerasan di SMAN 30 Jakarta. Para siswa-siswi SMA itu yang melakukan aksi protes pelarangan jilbab malah dihadapi dengan kekerasan oleh aparat. Mereka memukul beberapa siswa dengan popor senjata, membuat sejumlah siswa masuk rumah sakit.

Tragedi Tanjung Priok tahun 1984 kemudian makin membuat pemakai jilbab terjepit hingga sudut tersempit. Rezim Orde Baru makin mengkotakkan Islam ke dalam “yang diterima” dan “yang tidak diterima.” Dan jilbab masuk kategori Islam “yang tak diterima.” Di sekolah-sekolah negeri di Bandung pada 1984 diklaim bersih dari jilbab.

Bukannya tak ada yang pakai jilbab lagi. Tapi, masa itu, akhirnya pemakai jilbab memilih tiarap. Jika tak pindah sekolah, banyak aktivis Islam masa itu yang memilih berkompromi. Para siswi berjilbab mmemilih manut, melepas kerudung saat masuk pelataran sekolah. Catat artikel “Jalan Panjang Kaum Jilbabers”, aktivis dakwah masa itu akhirnya memilih merapatkan barisan dan kaderisasi.

Berbagai pelatihan keislaman mulai marak. Biasanya dilakukan dengan nama pesantren kilat (sanlat) dan para siswa ini membentuk organisasi keislaman yang berinduk pada OSIS yakni Rohani Islam (Rohis). Kemudian, siswa-siswa ini juga aktif dalam pengkaderan keislaman dalam kelompok-kelompok kecil (metode usroh) dan tarbiyah (pengkaderan intensif).

Para siswi hanya menanggalkan jilbab di sekolah. Di luar itu, mereka menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan sesuai syariat. Laki-laki dan perempuan ditempatkan terpisah. Di kalangan mereka juga muncul sebutan ikhwan (saudara laki-laki) dan akhwat (saudara perempuan). Yang laki-laki dipanggil “akhi”, yang perempuan “ukhti.”

Pada akhirnya, rezim tak bisa lama-lama lagi melarang jilbab. Bukannya surut, pemakai jilbab malah makin banyak. Di awal 1990-an juga Soeharto konon lebih akrab dengan Islam. Momentumnya saat ia mengizinkan ICMI berdiri. Simpati masyarakat pada penindasan siswi berjilbab juga makin dreas.

Maka, pada 1991, Mendikbud Fuad Hasan mengeluarkan SK nomor 100 yang membolehkan siswi umum berjilbab. 

Sejak itu, jilbab semakin banyak. Maknanya juga kemudian bukan lagi simbol perlawanan atau ketaatan maksimal. Bahkan kemudian jilbab jadi bagian dari mode. Jilbab pun dikotakkan ke dalam beberapa jenis. Ada jilbab panjang, juga ada sebutan jilbab gaul, yang bisa diartikan berkerudung tapi memakai jeans atau bahkan tetap memakai kaus ukuran sang adik.”

***

Jilbab di Indonesia telah melewati sejarah panjang, jatuh-bangun. Jilbab sebagai mode gaya hidup kemudian melahirkan perancang busana muslim, seperti Ida Royani atau Ida Leman. Setelahh Reformasi 1998, perancang koleksi premium untuk perempuan berjilbab kian banyak. Hanya, rancangan mereka terlalu unik dan tampaknya ribet untuk dipakai. Ikon untuk jilbab jenis ini yang kerap dipakai Neno Warisman. Neno memakai jilbab berlapis-lapis.

Nah, anak-anak muda yang ingin tampil kasual tak melirik rancangan model begitu. Akhirnya yang terjadi salah kaprah dalam berjilbab. Berkerudung tapi pakaian tampak ketat. Dari sini muncul istilah jilbab gaul. Dicatat majalah Madina edisi Mei 2008, jilbab yang dulu dianggap tanda-tanda kebangkitan Revolusi Islam, kini dipandang sebagai bagian dari budaya pop saja. Jilbab yang di awal didasari semangat untuk menjalankan hidup yang murni secara Islam, kini diperlakukan sebagai gaya berpakaian yang “funky.” Semua dihadapi serba rileks. Istilah jilbab gaul—yang dalam istilah percakapan sehari-hari adalah berjilbab tapi juga ber-jins, dan bisa jadi menampakkan lekuk tubuh—adalah contoh sikap santai itu.

Para hijabist alias kaum berjilbab pasca dekade 2000-an semisal Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara Nasution, Fifi Alvianto, dan Ghaida Tsurayya tampaknya tak ingin terkontaminasi makna jilbab gaul yang sudah berkonotasi negatif. Pun mereka ingin membedakan diri dari perancang busana muslimah generasi orangtua mereka.

Seorang kawan yang menulis fashion dan membuat profil Dian di tabloid ini mengatakan, istilah “hijab” lebih meng-internasional ketimbang “jilbab.” Di Barat sana, misalnya, kata Arab “hijab” lebih dikenal ketimbang “jilbab.” Boleh jadi ada benarnya.

Nyatanya, yang membedakan perancang busana muslim generasi Dian dkk dengan angkatan Ida Royani dkk adalah, salah satunya, tulis Tempo, dulu para perancang menjual busana muslimah satu set: dari atas hingga bawah. Kini para perancang muda cenderung menujal dalam potongan terpisah. Pembeli, kaum jilbabers eh hijabers atau hijabist ini, bebas berkreasi. “Intinya adalah mix and match,” kata Dian. Dengan adanya internet dan majalah mode sebagai bahan referensi , setiap hijabist bisa berkreasi melakukan padu padan busana muslimah sesuai selera.

Ini dia, mau tak mau, ketika sudah bertemu dengan mode dan gaya hidup, berjilbab atau berhijab bukan lagi sekadar mematuhi tuntutan agama.***

(ade/ade)   

Berita Terkait:

KALEIDOSKOP: 10 Film Indonesia Terbaik Tahun 2012 (Dengan Sedikit Catatan)KALEIDOSKOP: 5 Adegan Film Horor Seks Paling Panas 2012Dewi Sandra Sudah Mantap Berhijab?10 Video YouTube yang Paling Banyak Disaksikan di 2012

Berikan komentar

Article source: http://news.detik.com/read/2012/12/18/165313/2121674/934/kristen-dan-islam-agama-terbesar-di-dunia?881101934


CATATAN 2012: "The Rise of Hijab Style", atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab

Friday, October 18, 2013

Angel Lelga Bantah Berjilbab Karena Jadi Caleg, Ini Klarifikasi Dia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angel Lelga memutuskan untuk berhijab sejak sembilan bulan lalu. Keputusannya untuk berhijab sempat dihinggapi isu miring lantaran ingin bergabung ke dalam sebuah partai berbasis Islam.


Kabarnya itu juga karena dia maju jadi calon legislatif dari partai tersebut.


Namun, hal itu langsung dibantah oleh mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama.


“Saya berhijab karena hidayah. Hidayah datang kapan dan dimana saja, enggak ada yang tahu,” tutur  Angel saat ditemui di Studio Neumat, Jalan Kemang Raya No.23, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).
 
Diakui Angel, hidayah yang membuat ia  bertahan dengan hijab. Menurutnya, jika mengenakan hijab bukan karena hidayah, pastilah akan sulit untuk dijalankan.


“Kalau bukan karena hidayah, saya bisa enggak tahan berhijab. Saya tetap memakai hijab kalau keluar rumah,” ucap wanita yang sempat mengganti namanya menjadi Angelic itu. “Saya mualaf, setelah dapat hidayah pakai hijab lebih merasa jadi wanita muslim, ini karena Allah. Hijab itu sudah prinsip saya, konsisten,” katanya.
 
Saat pertama mengenakan hijab, Angel harus menyesuaikan diri lagi. Hal kecil yang ia perhatikan adalah soal gaya pakaian yang harus ia ubah. “Baju masih bisa diakali, kalau punya dress panjang, tinggal ditambahin apanya, dadanya ditutup, kalau baju enggak sampai leher, ya, pakai manset,” ucap Angel.
 


Okki/Tabloidnova.com


Klik foto-foto *Angel Lelga


Article source: http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=63609


Angel Lelga Bantah Berjilbab Karena Jadi Caleg, Ini Klarifikasi Dia

Wednesday, December 4, 2013

Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, — Tak seperti kebanyakan mualaf yang menghadapi banyak kendala ketika memilih Islam, Mahsita D Sari berjalan mulus.


Wanita kelahiran Jakarta, 16 November 1981, bersyukur mendapatkan kemudahan ketika menyatakan sebagai seorang Muslimah.


”Alhamdulillah tak ada kendala yang berarti,” ungkap wanita yang bekerja di Manufacturing Engineer Section Leader di ResMed LTD, Sydney, Australia melalui surat elektrnoik kepada Republika.


Master Engineering Science dari University of New South Wales ini mengaku justru mamanya yang sangat berperan ia menjadi seorang Muslimah.


”Yang paling banyak mendukung dalam mempelajari Islam adalah mama. Kami belajar Islam di waktu yang sama dan secara tidak sadar kami saling memacu satu sama lain,” paparnya.


Sita, begitu ia akrab disapa, dibesarkan di sekolah Katolik mulai Taman Kanak-kanak hingga SMP. Demikian juga dengan kakak-kakak dan adik-adiknya, waktu itu ibunya seorang Kristiani.


Sewaktu kecil, Sita sering diajak orang tuanya ke panti asuhan Kristen. ”Kami dididik orang tua jika ingin pakaian baru, maka pakaian lama harus diberikan kepada panti asuhan. Istilahnya beli satu baju baru berarti memberi satu baju lama,” kenangnya.


Begitu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Sita mengaku tergugah mencari tahu tentang Islam. Karena itu, ia berminat masuk SMA Negeri karena ada pelajaran agama Islam.


”Inilah awal dorongan untuk memeluk Islam. Waktu itu saya ada pilihan untuk melanjutkan ke sekolah Katolik atau di sekolah Negeri. Hati saya gundah gulana setiap kali saya ke SMA Katolik,” ungkapnya.


Akhirnya ia memutuskan masuk SMU Negeri walaupun diakuinya ada rasa takut karena harus belajar agama Islam. ”Agama yang tidak saya kenal walaupun di waktu kecil pernah belajar mengaji sebentar,” paparnya polos.


Rasanya saat itu, kata dia, pelajaran IPA tidak semenakutkan belajar agama Islam. ”Saya sempat stress karena waktu Penataran ada jadwal Shalat Zhuhur yang dilanjutkan dengan membaca Alqur’an sementara saya tidak bisa membaca Alqur’an.”


Jalan keluarnya, bersama sang mama, ia mencari Alqur’an dan terjemah. ”Alhamdulillah di sebuah toko buku Islam di Jakarta ada yang menjual Alqur’an dengan bahasa Arab dan latin. Hati agak tenang walau saya belum tahu bagaimana menavigasi isi Alqur’an,” ujarnya.


Sebagai upaya agar nilai pelajaran Agama tidak merah dan bisa naik kelas, Sita mulai belajar mengaji di rumah. Melalui besan dari kakaknya mama, keluarga Sita mendapatkan guru mengaji. ”Alhamdulillah, bersamaan dengan Sita belajar Islam di sekolah, kami sekeluarga juga mulai terbuka terhadap agama Islam,” jelasnya.


Awal belajar Islam di SMA penuh suka duka. Pertama kali ulangan agama stressnya luar biasa. Tulisan Arab ia hafalkan, belajar semalam suntuk dan besoknya curi-curi belajar di kelas sedangkan teman-teman dari Al Azhar tenang-tenang saja.


Waktu menerima hasil ulangan lebih was-was lagi dan kecewa berat karena guru Agama memberinya nilai huruf V terbalik sementara teman-teman kebanyakan paling tidak mendapat huruf V yang masih ada artinya dibanding V terbalik… Beberapa bulan baru saya tahu kalau V terbalik itu adalah angka delapan dalam bahasa Arab.


Tidak lama kemudian sang mama memberitahu Sita dan keluarga akan pergi umrah. ”Saya pun mencari tahu apa itu umrah? Apa yang harus dilakukan, apa maknanya. Berbagai buku saya baca mulai dari bacaan shalat sampai tata cara umrah.”


Semuanya mengenai ibadah. ”Fokus saya saat itu, saya harus tahu tentang agama Islam supaya saya bisa naik kelas dan tahu umrah itu apa. Hal ini ternyata membuka tidak hanya wawasan, juga hati saya. Kedekatan saya kepada Allah semakin terasa di waktu umrah,” ungkapnya penuh syukur.


Lantas, kenikmatan apa yang ia rasakan setelah menjadi Muslimah? Menurut Sita, Islam itu begitu pribadi, menenangkan jiwa dan kedekatan kepada Allah terasa lebih mudah. ”Sesuatu yang tidak saya rasakan sebelumnya,” ungkapnya penuh syukur.


Dalam kesulitan membaca Al Qur’an, kata dia, Allah SWT meringankan dan mendekatkan hati untuk membacanya dan terus berusaha. Saat hati gundah dan pikiran kusut, berdzikr menenangkan hati dan pikiran.


”Saat bingung harus bagaimana dan diri pasrah seringkali jawaban itu hadir saat membuka Al Qur’an. Halaman yang terbuka mengandung ayat jawaban dari masalah yang ada,” ujar Sita yang pernah aktif di The Dawn Quranic Institute dan Daar Aisha College, Sydney secara part time.


Sita membenarkan nasihat sang mama. when you are close to Allah problems will revolve around you and it won’t affect you  (Ketika kamu dekat dengan Allah SWT, persoalan yang berputar di sekitarmu, tidak akan memengaruhimu).


Sita mengaku tahu tentang Islam melalui tetangga yang juga guru ngaji di waktu kecil. Waktu itu pengetahuannya terbatas pada soal Ramadaan dan shalat taraweh di Komplek.


”Saya mulai mengenal dan belajar apa itu Islam tahun 1997 saat SMA. Umrah adalah titik balik dari hidup saya. Saat umrah ada seorang ibu asing yang mengajarkan tata cara shalat kepada Mama dan Sita di Masjid Nabawi waktu kami sedang menunggu waktu Shalat di Raudhah,” ungkapnya.


”Ibu tersebut mengantar kami ke Raudhah dan menuntun kami ke makam Rasulullah SAW. Ibu itu juga menunjukkan lokasi rumah Rasulullah SAW dan Fatimah Al Zahra. Perjalanan umrah itu menjadi perjalanan spiritual yang sangat berkesan,” paparnya haru.


Enam bulan kemudian, kata Sita, ia dan sekeluarga pergi haji. ”Subhanallah, dalam ibadah yang sibuk dan memerlukan banyak energy, banyak kemudahan yang kami rasakan,” ujarnya.


Menjelang kepulangan ke Tanah Air, sang kakak bertanya apakah ia akan tetap memakai hijab. ”Jawaban saya saat itu saya ingin pakai tapi saya masih ingin bermain basket dan segala kegiatan lain,” kata Sita.


”Kakak saya bilang dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman memakai hijab itu wajib. Pipi saya panas seperti ditampar, saya baru tahu memakai hijab itu wajib. Sepulang haji, saya memutuskan memakai hijab. Waktu itu saya kelas 2 SMA,” ungkapnya.


Sita yang aktif dalam berbagai kegiatan Islam di Australia seperti menjadi mentor Islamic Youth Camp di Canberra tahun lalu serta kegiatan Islam lainnya, mengaku senang tinggal di Australia.


Di Sydney misalnya, kata Sita, bisa memilih untuk hidup di lokasi yang banyak komunitas Muslimnya dan sepanjang mata memandang mayoritas adalah kaum Muslimin atau di lokasi-lokasi lain.


Walau demikian, sambung Sita, ber-Islam di Australia bisa dibilang memerlukan kepercayaan diri untuk tampil berbeda.


”Pertama tiba di Australia saya tinggal dengan Paman yang tinggal di daerah Northern Beaches di Sydney yang Muslimnya masih sangat sedikit.”


Menuju tempat kuliah, ia memerlukan perjalanan 1,5 jam dengan transport umum dari rumah. Sepanjang perjalanan selalu bertemu orang Australia, baru bertemu warga Asia kalau sudah di daerah kota (Sydney City).


Sita mengaku tak jarang mendapatkan pertanyaan, ”Mengapa kamu menutup kepala kamu? Apa kamu tidak kepanasan, ini kan sedang musim panas? Kamu Islam liberal atau radikal?” ungkapnya getir.


Semua itu memuncak, setelah peristiwa jatuhnya Twin Tower – September 11, tak lama ia menetap di Sydney. Ujiannya, sambung Sita, tak hanya sekadar ditanya mengenai hijab atau Islam tapi juga ujian kesabaran.


”Kebencian terhadap Islam memuncak saat itu karena kebencian itu didasari oleh ketidaktahuan. Beberapa kali saya dimaki karena saya seorang Muslimah dan mereka tidak terima “saya” atau “kaum muslimin” menghancurkan the twin towers dan menyebabkan banyak nyawa melayang.”


Sekali waktu di jalan, Sita disemprot dan dimaki orang-orang yang sedang naik mobil padahal mereka tak mengenal Sita. Tetapi melalui semua ini, ia dan kawan-kawannya dalam the Islamic Society di University of New South Wales dan di pengajian Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) justru semakin dekat dengan satu sama lain dan semakin teguh iman Islamnya.


”Persaudaraan kami menjadi lebih erat dan kami jadi mencari tahu lebih lagi tentang Islam terutama bagaimana cara terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Islam dan berdakwah.”


Sita mengungkapkan, dua sahabat terdekatnya memakai jilbab waktu di Sydney. Di perusahaannya, awalnya hanya Sita yang memakai hijab. ”Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir sudah ada dua Muslimah lain yang mengenakan hijab dan diterima bekerja di perusahaan saya. Semua itu ada hikmahnya. Alhamdulillah,” ungkapnya semringah.


Di Sydney selain bekerja sita mengajar anak-anak di salah satu TPA, bantu-bantu di kepengurusan Masjid Al Hijrah dan sekarang belajar tajwid dan hafalan Al Qur’an.


Sita bersyukur, banyak masjid yang menyelenggarakan kegiatan agama seperti ceramah Sabtu malam atau pun ceramah Jum’at. Ada juga TPA (Taman Pendidikan Alquran) yang di Australia dikenal sebagai Saturday School. ”Juga ada organisasi kemasyarakatan dan institusi pendidikan yang menyelenggarakan belajar agama baik secara gratis ataupun membayar.”


Ia mengakui, suasana ber-Islam di Australia sangat terasa terutama di bulan Ramadhaan. ”Masjid-masjid menyelenggarakan i’tikaf terutama di 10 hari terakhir. Banyak kawan yang mengambil cuti di 10 hari terakhir agar bisa memaksimalkan ibadah.”


Masjid Al Hijrah, Tempat Sita aktif membantu, biasanya mengundang ustadz dari Indonesia mengisi kegiatan sepanjang bulan Ramadhaan. ”Masjid lainnya, ada juga yang mengundang sheikh dari negara lain.”


Jum’at, Sabtu dan Ahad malam di bulan Ramadhan, kata Sita, biasanya penuh dengan iftar (buka puasa) di masjid atau iftar fundraising untuk berbagai kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia. Pernah juga ada iklan billboard tentang Islam beberapa waktu lalu.


Aktivitas Sita dalam kegiatan TPA di Sydney memberikan pengalaman menarik baginya. Siswanya mulai usia 2.5 tahun, yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang agama dan belajar sambil main-main atau lari-lari karena usianya memang usia bermain, berubah menjadi ingin belajar dan selalu menunggu-nunggu waktu shalat.


”Pernah saat perubahan waktu shalat, anak-anak yang biasanya shalat dulu baru makan siang jadwalnya diganti menjadi makan siang dulu sebelum shalat. Saat disajikan makan siang beberapa dari mereka spontan bilang  “kita kan belum shalat. Makannya setelah shalat saja.” 
 
Yang menarik, sambung Sita, semangat belajar para siswanya akhrinya menarik orang tuanya untuk lebih serius belajar agama.


”Saat anak-anak belajar, ibu-ibu yang menunggu pun mengaji. Anak dan ibu kadang berlomba untuk bisa membaca Al Qur’an. Sungguh suatu keberkahan bisa menyaksikan dan terlibat dalam perubahan baik ini,” ungkapnya penuh syukur.
 
Sita menuturkan, dari berbagai observasi menyebutkan, dakwah terbaik adalah melalui amal perbuatan. Kawan-kawannya non-Muslim mengatakan perilaku umat Muslim membentuk persepsi mereka akan Islam.


Selain aktif membina di TPA, Sita dan teman-teman Muslim di Australia juga sering berdakwah melalui kegiatan sosial seperti Feed the Homeless (Memberi makan para tunawisma0, Clean-Up Australia Day dan kegiatan lainnya.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/13/10/14/munb2r-jamaah-haji-tamu-raja-berada-di-arafah


Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

Thursday, December 8, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Saturday, December 10, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank So Much for Visiting this Article

Thursday, December 13, 2012

Berjilbab, Zaskia Sungkar tak kehilangan job

Sejak pulang dari ibadah umroh beberapa waktu lalu Zaskia Sungkar memutuskan untuk mengenakan jilbab. Istri Irwansyah tersebut merasa nyaman terus mengenakan hijab. dan tak takut rezekinya berkurang.

“Awalnya ketika umroh, pas pulang aku ngerasa sayang kalau di buka. Alhamdulilah sampai hari ini aku masih pakai, nyaman aja,” ujar Zaskia saat peluncuran fashion Dhila Series di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/12).

Dengan keputusannya memakai hijab istri Irwansyah itu mengaku tidak menutup rezeki yang dia dapat, malah dengan jilbab Zaskia mendapatkan sebuah tawaran, “Rejeki sih sama saja kayak dulu. Malah tadinya aku nggak masuk dalam dunia fashion muslim, sekarang masuk,” katanya.

Keputusannya memakai hijab juga tidak dipengaruhi oleh suaminya, Zaskia sendiri yang ingin melakukannya, “Dia mah iya-iya saja, cuma kalau sudah keliatan rambutnya dia komplaint,” tandas Zaskia. (kpl/aal/uji/faj)

Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2012/11/20/385/720917/dawan-khai-nyaris-tampar-happy-salma-saat-akting


Berjilbab, Zaskia Sungkar tak kehilangan job

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Mualaf?

ANGEL Karamoy dikabarkan sudah memeluk Islam. 

Kabar mualafnya ibu dua ini muncul setelah akun lambe_turah memposting video saat Angel tengah liburan di pantai.

Dalam video itu, Angel terlihat senang, ia bahkan menari-nari di pantai.

Sementara pada postingan berikutnya, Angel bersama seorang wanita terlihat mengenakan hijab warna pink dan baju senada.

Pada bagian bawah foto Angel, terdapat foto tangan yang dilukis dengan menggunakan henna.

Hingga saat ini Angel belum memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya telah menjadi mualaf.(zul/ps/chi/jpnn)

"

| Angel | Karamoy | Mualaf? | ANGEL | dikabarkan | memeluk | Islam | p> Kabar | mualafnya | muncul | setelah | akun | lambe_turah | memposting | video | saat | tengah | liburan | pantai | span>< | p> Dalam | terlihat | senang | bahkan | menari | nari | p> Sementara | pada | postingan | berikutnya | bersama | seorang | wanita | mengen | hijab | warna | pink | baju | senada | p> Pada | bagian | bawah | foto | terdapat | tangan | yang | dilukis | dengan | menggun | henna | p> Hingga | memberikan | pernyataan | mengenai | kabar | dirinya | telah | menjadi | mualaf | (zul | jpnn)< | p> |

Thank You So Much for Visiting this Blog

Friday, December 9, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Angel Karamoy Jadi Mualaf?

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Fathul Amanah

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Angel | Karamoy | Mualaf? | Laporan | Wartawan | TribunStyle | Fathul | Amanah< | strong>< | p> TRIBUNSTYLE | COM< | strong> | Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Instagram | lambe_turah< | h5> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | h5> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | p> |

Thank So Much for Reading this Blog

Saturday, July 13, 2013

Foto: Cantiknya Marshanda dengan Gaya Hijab Timur Tengah

TRIBUNNEWS.COM – Lama tak muncul di dunia akting, artis sinetron Marshanda menggelar buka puasa bersama dengan penggemarnya yang biasa disebut Shanity (Marshanda Community) di Ballroom Hotel Sofyan Betawi, Jalan Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013).


Pada kesempatan itu, Marshanda membagi kisah inspiratif dan pengalaman hidupnya pada para penggemarnya.


Dandanannya biasa saja tapi tetap modis. Istri presenter Ben Kasyafani berbalut busana hitam putih dengan kerudung gaya Timur Tengah berwarna pink dengan kombinasi ikat kepala melingkar.


Hotel Sofyan Betawi, tempat digelarnya acara itu adalah hotel milik keluarga besar Marshanda.


Wikipedia mencatat, Marshanda berdarah Minangkabau yang lahir dari pasangan Irwan Yusuf dan Riyanti Sofyan asal Guguak Tabek Sarojo, Agam, Sumatera Barat.


Sulung dari tiga bersaudara ini lahir di Jakarta, Indonesia, 10 agustus 1989 dengan zodiak Leo. Dua saudaranya adalah Adrian (Didi) dan Allysa (Lisya). Ketika berumur 3-4 tahun dia pernah tinggal di Kota Lumpia, Semarang, di Jalan Pleburan V dekat kampus Undip. Waktu itu ayahnya bekerja sekitar dua tahun di Semarang. Dia bershio Ular.


Marshanda yang beragama Islam ini memulai kariernya di dunia iklan sejak kelas 1 SD secara tidak sengaja atau kebetulan, di mana saat itu Marshanda menemani tantenya yang model terkenal, Chintya Rustam, mantan model iklan sabun Lux ke biro iklan Citra Lintas.


Ternyata sesampai di sana, Marshanda diminta untuk diikutkan casting. Hingga akhirnya casting pada tahun 1997 itu Marshanda terpilih untuk membintangi iklan Bank Danamon. Selanjutnya Marshanda membintangi sejumlah iklan televisi maupun media cetak, di antaranya Filma, Cadbury Eclairs, Supermi Ayam Bawang, Es Mony, Tango Wafer, Chicken Nuggets, Carvil Millenium, Susu Bendera, Belia, Emeron, Bank Tamara Dan Vaseline.


Idola


Marshanda yang mengidolakan Christina Aguilera, Britney Spears dan M2M sudah sejak kecil gemar menyanyi di samping ikut latihan olah vokal di Paranadjaja dan kursus balet. Namun demikian dia masih belum percaya diri dengan kemampuannya menyanyi, sehingga dia kadang-kadang masih malu untuk bernyanyi di depan orang banyak.


Cita-cita Marshanda adalah menjadi seorang insinyur pertanian dan penyanyi dan terakhir ingin juga menjadi seorang psikolog. Keinginan Marshanda untuk menjadi penyanyi mendapat kesempatan saat bertemu dengan seorang pencipta lagu anak-anak terkenal Papa T Bob.


Awal pertemuan Mashanda dengan Papa T Bob juga terjadi secara tidak sengaja. Waktu itu Marshanda sering mereka merekam suaranya ketika sedang bernyanyi, ibunya yang mendengar merasa suara Marshanda bagus dan mencoba mengirimnya ke agensi Marshanda. Entah bagaimana, namun Papa T Bob tahu dan tertarik. Selanjutnya Papa T Bob langsung membuatkan dua buah lagu untuknya.


Papa T Bob menyiapkan lagu khusus yang pas dengan karakter suara Marshanda. Akhirnya Marshanda masuk dapur rekaman dengan menjagokan lagu “Gantungkan Cita Cita” ciptaan Papa T Bob.Dulu Umur 10 Tahun Bersama Iklan Televisi Susu Bendera Bersama Budenya Chintya Kusuma, Mantan Model Cover Women Anita 1991 ke Biro Iklan Puri Emeron.


Kini, Marshanda telah memutuskan untuk terus mengenakan jilbab. Ia juga siap menolak tawaran main sinetron jika harus membuka kerudungnya itu.”Insya Allah” setiap kali ada sinetron Marshanda mau tetap pakai jilbab, kalau harus melepas jilbab Marshanda tidak mau main sinetron itu.


Klik foto-foto cantiknya *Marshanda


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Foto: Cantiknya Marshanda dengan Gaya Hijab Timur Tengah

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Friday, July 19, 2013

6 Bulan berhijab, Angel Lelga pilih-pilih pakaian

Setelah masuk partai Islam, Angel Lelga yang saat ini akan maju ‘nyaleg’ mengubah gaya penampilannya. Tampilan tertutup dengan kerudung pun sudah dijalankannya. Diakui sudah 6 bulan terakhir dirinya getol berhijab.



“Alhamdulillah, udah 6 bulan ya. Saya merasa dapat hidayah aja,” tutur Angel di Senayan City, Jakarta Pusat (18/7).



Angel Lelga kini berhijab



Alhasil, kebiasaan tampil glamour dan seksi pun ditinggalkannya. Angel pun jadi rajin untuk membuka kembali koleksi pakaiannya yang bisa dipadu-padan dalam berhijab.



“Sebenernya waktu saya belum berhijab bajunya yang klasik-klasik. Jadi apa yang bisa dipakai saya pakai lagi, kalau yang gak bisa ya saya simpan aja, PRnya ya harus lebih milih-milih lagi,” imbuhnya.



Angel merasa sangat beruntung bisa mengenakan tutup aurat. Karena menurutnya, pakaian muslimah adalah benteng baginya untuk menghindari hal yang negatif dan terus melakukan kebajikan.



“Alhamdulillah puasa untungnya berhijab, kalau dulu saya belum hijab ada azan ada aja alasan, kalau pake hijab saya jadi malu sama diri sendiri (kalau tidak salat), saya akhirnya protect diri,” tandasnya. (kpl/ato/rth)












Article source: http://www.analisadaily.com/news/2013/3208/nu-dukung-pasal-santet-di-ruu-kuhp/


6 Bulan berhijab, Angel Lelga pilih-pilih pakaian

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Mualaf?

ANGEL Karamoy dikabarkan sudah memeluk Islam. 

Kabar mualafnya ibu dua ini muncul setelah akun lambe_turah memposting video saat Angel tengah liburan di pantai.

Dalam video itu, Angel terlihat senang, ia bahkan menari-nari di pantai.

Sementara pada postingan berikutnya, Angel bersama seorang wanita terlihat mengenakan hijab warna pink dan baju senada.

Pada bagian bawah foto Angel, terdapat foto tangan yang dilukis dengan menggunakan henna.

Hingga saat ini Angel belum memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya telah menjadi mualaf.(zul/ps/chi/jpnn)

"

| Angel | Karamoy | Mualaf? | ANGEL | dikabarkan | memeluk | Islam | p> Kabar | mualafnya | muncul | setelah | akun | lambe_turah | memposting | video | saat | tengah | liburan | pantai | span>< | p> Dalam | terlihat | senang | bahkan | menari | nari | p> Sementara | pada | postingan | berikutnya | bersama | seorang | wanita | mengen | hijab | warna | pink | baju | senada | p> Pada | bagian | bawah | foto | terdapat | tangan | yang | dilukis | dengan | menggun | henna | p> Hingga | memberikan | pernyataan | mengenai | kabar | dirinya | telah | menjadi | mualaf | (zul | jpnn)< | p> |

Thank So Much for Read this Blog

Angel Karamoy Mualaf?

ANGEL Karamoy dikabarkan sudah memeluk Islam. 

Kabar mualafnya ibu dua ini muncul setelah akun lambe_turah memposting video saat Angel tengah liburan di pantai.

Dalam video itu, Angel terlihat senang, ia bahkan menari-nari di pantai.

Sementara pada postingan berikutnya, Angel bersama seorang wanita terlihat mengenakan hijab warna pink dan baju senada.

Pada bagian bawah foto Angel, terdapat foto tangan yang dilukis dengan menggunakan henna.

Hingga saat ini Angel belum memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya telah menjadi mualaf.(zul/ps/chi/jpnn)

"

| Angel | Karamoy | Mualaf? | ANGEL | dikabarkan | memeluk | Islam | p> Kabar | mualafnya | muncul | setelah | akun | lambe_turah | memposting | video | saat | tengah | liburan | pantai | span>< | p> Dalam | terlihat | senang | bahkan | menari | nari | p> Sementara | pada | postingan | berikutnya | bersama | seorang | wanita | mengen | hijab | warna | pink | baju | senada | p> Pada | bagian | bawah | foto | terdapat | tangan | yang | dilukis | dengan | menggun | henna | p> Hingga | memberikan | pernyataan | mengenai | kabar | dirinya | telah | menjadi | mualaf | (zul | jpnn)< | p> |

Thank U So Much for Reading this Article

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Angel Karamoy Jadi Mualaf?

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Fathul Amanah

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Angel | Karamoy | Mualaf? | Laporan | Wartawan | TribunStyle | Fathul | Amanah< | strong>< | p> TRIBUNSTYLE | COM< | strong> | Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Instagram | lambe_turah< | h5> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | h5> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Wednesday, June 5, 2013

Pemimpin Berhati Suci

Pemimpin Berhati Suci


(Refleksi Peringatan Israk Mikraj 1434 H)


Oleh : Muhammad Kosim


Guru MTsN di Padang


Padang Ekspres • Rabu, 05/06/2013 12:41 WIB • 84 klik


Nabi Muhammad SAW merupakan pe­mimpin ideal yang mesti diteladani oleh umat Islam. Beliau tidak saja tampil se­bagai pemimpin agama di kalangan kaum muslimin, tetapi juga sebagai pe­mimpin masyarakat yang beragam suku, agama dan bangsa.


 


Ini pula yang menjadi alasan Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada posisi pertama di antara 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Ia menulis: “Muhammad bukan semata pe­mimpin agama tapi juga pemimpin duniawi.”


 


Jika ditelusuri sirah perjuangan hidupnya, setelah diangkat menjadi Nabi di usia 40 tahun, ia melalui dua fase perjuangan penting, yaitu periode Mekah dan Madinah. Pada periode Mekkah, Nabi SAW hanya berperan sebagai pemimpin agama. Selama periode ini, ia mendidik aqidah dan spiritual para sahabatnya sebagai modal utama untuk menjalankan kepemimpinan di masa mendatang.


 


Sedangkan pada periode Madinah, Nabi Muhammad SAW memiliki peran ganda: sebagai pemimpin agama se­ka­ligus pemimpin duniawi. Sebagai pe­mim­pin duniawi, Nabi SAW tidak saja me­mim­pin umat Islam, tetapi juga ma­sya­ra­kat Madinah yang plural; lintas agama dan suku bangsa. Pada periode Madinah inilah kepemimpinan Nabi SAW men­ca­pai puncak kejayaannya dan menjadi mo­del bagi umat Islam khususnya, di masa-ma­sa sesudahnya.


 


Perlu dicatat, sebelum hijrah ke Ma­dinah, Nabi SAW terlebih dahulu me­nga­lami peristiwa Israk Mikraj. Peristiwa pen­ting ini sebagai prasyarat yang harus di­­l­alui Nabi SAW sebelum menjalankan pe­rannya sebagai pemimpin umat pada pe­riode Madinah.


 


Apa hubungan antara Israk Mikraj dengan kepemimpinan Nabi SAW? Peristiwa israk mikraj merupakan puncak per­jalanan seorang hamba (al-abd) me­nuju sang pencipta (al-Khalik). Israk Mikraj adalah perjalanan menuju ke­sem­pur­naan ruhani (insan kamil). Para sufi pun memandang perjalanan ini sebagai per­jalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi. Per­ja­la­nan meninggalkan orientasi materi ke­pa­da orientasi kesempurnaan hidup.


 


Bahkan beberapa riwayat men­jelas­kan bahwa sebelum Rasulullah SAW me­la­ku­kan perjalanan, dadanya dibedah untuk disucikan. Kesucian hati ini men­ja­di modal yang amat penting untuk bisa “ber­temu” dengan Allah Yang Mahasuci.


 


Dalam peristiwa tersebut juga di­ri­wa­yat­kan bahwa beliau ditawari susu dan khamar, lalu ia memilih susu. Di­ka­ta­kan­lah pada beliau: “Engkau telah di­anu­ge­rah­kan fitrah. Jika engkau mengambil kha­mar, berarti engkau menyesatkan umat­mu.”


 


Jadi, peristiwa Israk Mikraj adalah me­ng­gambarkan puncak spiritual Nabi SAW sehingga dikemudian hari ia men­ja­di pemimpin yang berhati suci. Inilah kunci keberhasilan Rasulullah me­mim­pin masyarakat Madinah. Tidak pernah ter­besit di hatinya untuk disanjung, di­puja, dan dihormati sebagai penguasa lak­sa­na raja. Ia juga tidak pernah benci apalagi menyakiti orang-orang yang tidak se­­paham dengannya.


 


Kecuali itu, ia bisa berubah menjadi tentara yang kuat ketika musuh-mu­suh­nya datang menyerang. Tetapi ketika musuh itu tertawan, ia tetap mem­per­la­ku­kan­nya dengan baik tanpa pernah mem­bujuk dan memaksa mereka agar ma­suk Islam.


 


Ia malah bersabda: “Takutlah kepada doa orang yang dizalimi walau pun dia orang kafir, karena pada saat itu tidak ada hijab baginya.” Hadis ini merupakan wa­siat bagi pemimpin agar tidak berlaku zalim, walaupun kepada musuh sendiri.


 


Allah juga menegaskan: Dan ja­nganlah sekali-kali kebencianmu ter­ha­dap sesuatu kaum, mendorong kamu un­tuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, ka­rena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, se­sung­guh­nya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al-Maidah/5: 8).


 


Dalam konteks kekinian, pemimpin hari ini sejatinya meneladani ke­pe­mim­pinan Nabi SAW. Seorang pemimpin mes­ti berhati suci. Syarat utama yang mes­ti dimilikinya adalah memiliki aqidah yang kokoh. Lebih 12 tahun Nabi SAW berjuang untuk membina dan mem­per­kokoh aqidah diri dan para sahabatnya pada periode Mekkah. Setelah itu, ba­ru­lah ia menjadi pemimpin umat di Ma­dinah.


 


Jika aqidah goyah, maka ia akan mu­dah tergoda dengan kenikmatan duniawi yang semakin mudah diperoleh jika diberi we­we­nang mengendalikan kekuasaan. Ia Cen­derung menghalalkan segala cara un­tuk meraih kenikmatan sesaat itu. Meski me­langgar hukum, jika aqidah goyah, pe­ne­gak hukum bisa dikelabui, saksi dan ba­rang bukti bisa saja dilenyapkan.


 


Se­baliknya, ketika aqidah kokoh, ma­ka dirinya senantiasa merasakan pe­nga­wa­san Allah. Meski ia diberi peluang un­tuk melakukan tindak kejahatan dan dipastikan tidak ada orang yang me­nge­tahuinya, tetapi keyakinannya pada pe­nga­wasan Allah membuatnya tidak be­rani melakukan praktik melanggar hu­kum tersebut.


 


Karena itu pula Syekh Sulaiman ar-Ra­suli dalam kitabnya “Asal Pangkat Peng­hulu dan Pendiriannya” me­ne­gas­kan bahwa penghulu atau pemimpin yang se­benarnya adalah Nabi Muhammad SAW yang mampu mengurus persoalan akhi­rat dan duniawi. Hal itu diteruskan oleh khalifah yang empat. Setelah itu, tidak lagi terhimpun siyasah dunia dan akhirat pada satu orang. Tetapi urusan du­niawi dipimpin oleh umara, raja, kha­lifah atau semacamnya, sedangkan u­ru­san akhirat dipimpin oleh ulama.


 


Untuk itu, antara umara dengan u­lama harus sejalan. Sulaiman ar-Rasuli me­nye­but: “Kedua orang itu umpama orang yang melayarkan kapal. Seorang ja­ga haluan dan seorang jaga kemudi, kalau ke­duanya ada sepakat alamat pelayaran akan sampai dan si penumpang akan se­la­mat, dan kalau keduanya bersalahan tan­da pelayaran tidak akan sampai dan si penumpang akan dapat kecelakaan.”


 


Dalam sejarah Minangkabau, dikenal pula “Sumpah Sati Sumpah Satie Bukit Ma­rapalam,” yang mendamaikan antara adat dan agama. Salah satu rumusan da­lam sumpah sati itu adalah “Alim­ ulama­memfat­wakan­ dan­ Pang­hulu­ ma­ma­rintah­kan.”


 


Ini menunjukkan bahwa seorang pe­mim­pin tidak mesti dari kalangan ulama atau yang memiliki keilmuan di bidang tafaqquh fi al-din secara mendalam. Akan tetapi, seorang pemimpin harus men­dekati ulama untuk meminta fat­wa­nya.


 


Ahli hikmah pernah berkata: “Se­bu­ruk-buruk ulama ialah ulama yang men­dekat dengan umara, dan sebaik-ba­ik umara adalah yang mendekat dengan ulama.”


 


Na­mun kedekatan pemimpin dengan ula­ma bukan untuk dipolitisir, diperalat, atau mencarai simpati banyak orang. Te­tapi kedekatan pemimpin dengan ulama adalah untuk meminta fatwa, men­jadi­kan­nya guru, sehingga langkah dan arah sang pemimpin tetap berjalan sesuai de­ngan hukum-hukum Tuhan.


 


Sebaliknya, seorang ulama dilarang mendekati penguasa karena di­kha­wa­tir­kan ia akan diperalat. Namun ulama juga ti­dak dilarang menjadi penguasa, tetapi ke­u­lamaannya tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan. Ke­ula­maan­nya sejatinya memberi arah ke­bi­ja­kan­nya dalam memimpin dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip ke­adi­lan.


 


Dengan demikian, pemimpin yang ber­hati suci adalah pemimpin yang se­nan­tiasa dekat dengan bimbingan para ula­ma yang berhati suci pula. Hatinya se­nan­tiasa bergetar ketika melihat ke­mis­kinan, kebodohan dan penderitaan rak­yatnya. 


 


Itulah yang dicontohkan oleh Ra­su­lul­lah SAW. Ia tidak pernah membentak orang-orang yang dipimpinnya. Ia sangat sa­yang dan mencintai banyak orang; tidak den­dam dan tidak pula dengki.


 


Bahkan ia dikenal sebagai seorang in­ter­preneur yang sukses, namun hartanya di­habiskan untuk memperjuangkan ke­benaran, menampilkan Islam sebagai rah­matan lil-‘alamin, dan mengabdikan diri untuk keadilan dan kemakmuran rak­yat­nya.


 


Ia tidak pernah menginginkan, apa­lagi meminta jabatan. Bahkan ketika Abu Lahb bersama pembesar Quraisy lainnya, melalui Abu Thalib, menawarkan ke­pa­da­nya harta, tahta dan wanita untuk meng­hentikan dakwahnya, dengan tegas ia menolaknya dan berkata: “Wahai pamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan ka­nan­ku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan me­ning­galkannya.”


 


Sifat ini pula yang harus dimiliki oleh pe­mimpin di negeri ini. Jangan sekali-kali me­lakukan money politic karena akan be­ru­jung pada penindasan terhadap rakyat kecil demi mengembalikan uang yang su­dah dihabiskan sebagai kos politik.


 


Abbas Muhammad al-Aqqad dalam bu­kunya: “Kejeniusan Rasulullah SAW” men­ceritakan tentang kepemimpinan Nabi SAW. Di antaranya, ketika kaum mus­limin menggali parit (khandak) di se­kitar kota Madinah, beliau pun ikut serta da­lam pekerjaan itu. Ia dekat dengan kalangan mustadh’afin, sehingga me­na­se­hatinya para sahabatnya: “Carikan aku orang-orang yang lemah sesungguhnya yang membawa rezeki dan pertolongan ka­lian adalah orang-orang yang lemah (mustadh’afin).”


 


Kisah ini mengajarkan kepada pe­mim­pin yang berhati suci melayani bukan di­layani, turut berjuang bersama rakyat dan merasakan beban mereka, bukan si­buk menebar citra menarik simpati tapi me­meras keringat dan abai terhadap pen­de­ritaan mereka.


 


Lalu bagaimanakah untuk mengasah dan membersihkan hati agar tetap bening dan suci?


 


Ibn ‘Athaillah dalam kitab Bahjat an-Nufus menulis: “Kalbu/hati baru bersinar dan bercahaya dengan memakan yang halal, selalu berzikir dan membaca al-Qur’an, disertai tadabbur, duduk bersama pa­ra ulama dan orang-orang mukmin, men­jaga diri dari melihat sesuatu yang mu­bah, memelihara diri dari yang ter­la­rang dan makruh, serta cemas terhadap se­gala maksiat.”


 


Peringatan Israk Mikraj Nabi Mu­ham­mad SAW 1434 H ini seyogyanya menjadi momentum bagi kita untuk men­cari, menemukan, memilih dan mem­perjuangkan pemimpin yang ber­hati suci, dengan tetap mengharap pe­tunjuk dan bimbingan Allah Yang Ma­ha­suci. Jangan pernah mendukung pe­mim­pin yang berhati kotor; hanya berorientasi pada kepentingan dunia dan menghalal­kan se­gala cara. Wallahu a’lam.(*)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/05/30/mnlg54-yulio-muslim-da-costa-mualaf-hafal-alquran-30-juz-bagian2


Pemimpin Berhati Suci

Wednesday, November 20, 2013

Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

REPUBLIKA.CO.ID,  Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11).


Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani perkuliahan guna mengejar gelar master. Di sana, ia bertemu dengan beberapa Muslim, dan akhirnya menjadi pembimbingnya mencari kebenaran. “Aku tidak pernah benar-benar menerima ajaran Kristen sebagai cara berkomunikasi dengan Allah. Entah mengapa, ketika saya meminta paparan konsep tentang trinitas, tak ada jawaban yang memuaskan,” kata dia.


Selama itu, ia banyak alokasikan waktu untuk berpikir dan merenung. Ini dilakukannya dengan harapan dapat menemukan jawaban yang dicarinya. Lalu muncullah Islam. Aisha tak banyak mengetahui informasi tentang agama ini. Satu hal yang dialami banyak masyarakat Amerika. “Satu hal yang berkesan tentang Islam dan Muslim adalah toleransi. Ini yang mendorongku mempelajari Islam,” kata dia.


Setiap Muslim, kata dia, begitu tanpa beban ketika menjalani rutinitasnya. Mereka dapat melaksanakan shalat di mana pun, termasuk di udara. Mereka membawa dirinya dengan baik.


Setahun berlalu, ia semakin tertarik dengan Islam. Sebuah selebaran tentang ajaran Kristen yang membahas masalah Islam memperkuat ketertarikannya itu. Disebutkan dalam selebarannya itu, populasi Muslim di seluruh dunia mencapai satu miliar.  “Yang membuatku terkejut, satu miliar itu bukan orang Arab saja,” kata dia.


Selanjutnya, ia kaji Alquran terjemahan dalam bahasa Inggris selama tiga hari. Kesan yang didapatnya, Islam merupakan cara hidup yang merujuk pada kesimbangan antara keadilan dan rahmat.  “Aku memutuskan mencari tahu tentang agama ini,” kata dia.


Niatannya itu membawanya pada pertemuan dengan anggota Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA). Di sana, ia mendapat banyak informasi, baik dari diskusi maupun literatur Islam. “Mereka tidak pernah memaksaku memeluk Islam. Mereka begitu terbuka, hingga aku merasa nyaman,” ucapnya


Tak lama, Aisha pun mengucapkan syahadat. Ia begitu bersemangat melaksanakan shalat dan mengenakan hijab. Ia sadar tak mudah bagi orang lain menerima keputusannya itu. Begitu pula dengan keluarganya. “Tapi Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukanku dengan teman-teman yang baik. Kini, hari burukku sebagai Muslim lebih baik ketimbang hari-hari terbaik ketika aku masih non-Muslim,” ucapnya.


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab