Showing posts sorted by relevance for query Suaminya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Suaminya. Sort by date Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Rosida Budi Suryaningsih


Suami tidak pernah memaksanya untuk segera masuk Islam.


Banyak orang menganggap masuknya Rhonda Refaat menjadi bagian dari Muslim karena dipaksa suaminya. Padahal, jauh sebelum ia bertemu dengan suaminya, Rhonda sudah mulai tertarik dengan Islam.


Ia banyak berkutat dengan dunia maya. Rasa penasarannya pada Islam membawanya pada sebuah chat room di Yahoo yang berisikan orang-orang Muslim.


“Saya ingin tahu tentang agama ini dan ingin belajar lebih banyak tentangnya,” katanya, seperti dilansir dari ifoundislam, beberapa waktu lalu.


Tak cukup hanya dari dunia maya saja. Ia juga banyak membaca buku di perpustakaan dan membeli buku-buku yang bisa menjelaskan Islam dengan sangat baik.


Ia lahir dan dibesarkan secara Kristen. Ia juga rajin pergi ke gereja dan membaca Alkitab. Sebenarnya, ada satu pertanyaan yang selalu mengusiknya sejak ia kecil, yaitu tentang status Yesus.


“Saya dulu bertanya kepada ibu saya, mengapa Yesus dianggap sebagai anak Tuhan dan mengapa Tuhan membutuhkan seorang anak?” tanyanya. Namun, pertanyaan itu tak bisa ditemukan jawabannya hingga ia dewasa.


Akan tetapi, Islam mampu menjawab pertanyaan yang membuatnya penasaran setelah bertahun-tahun lamanya.


Setelah banyak membaca buku Islam dan puas akan jawaban yang diberikan oleh sudut pandang Islam, ia semakin yakin pada agama Allah ini. Namun, ia belum berani untuk berpindah agama.


Ia tetap mempertahankan agamanya, bahkan ketika ia menikahi pria Muslim. Ia menikah di Mesir pada Agustus 2006.


Rhonda bersyukur suaminya tak pernah memaksakan kehendak agar ia berpindah agama. Islam memang tak pernah melakukan metode paksaan untuk menggaet umat.


Namun secara halus, suaminya menghujaninya dengan lagu-lagu Islami sepanjang waktu. Setelah menikah, ia kembali ke Amerika Serikat dan selalu dikirimi lagu-lagu Islami.


“Suami saya tahu, saya menyukai musik. Untuk itu, ia tak pernah memaksa saya pindah agama namun memberikan sentuhan halus secara tidak langsung agar saya jatuh cinta dengan Islam,” ujarnya menjelaskan.


Pertama kali ia dikirimi lagu-lagu yang dibawakan Sami Yusuf. Ia kemudian mengoleksi semua album dan selalu memperhatikan makna dari lirik-lirik dari lagunya.


Salah satu lagu favoritnya berjudul Al Mualim, yang menceritakan Muhammad adalah seorang nabi, utusan Allah untuk membawa manusia ke jalan kebenaran. “Aku mulai percaya pada hal ini,” katanya.


Musisi Islam lain yang menarik perhatiannya adalah seorang penyanyi bersuara merdu, Zain Bikha. Lagu-lagu berikut musiknya yang sangat pas, menyentuh hati terdalamnya. Dalam lagu I am a Moslem, lirik lagunya benar-benar merasuk ke benaknya.


Kira-kira liriknya seperti ini, “Ketika aku lahir, kata-kata pertama yang aku dengar adalah kata-kata Allah yang dibisikkan lewat telingaku dan sejak itu aku telah merasakan kekuasaan Allah dalam jiwaku, mengisi kehidupanku. Aku seorang Muslim, Islam ada dalam diriku, Allah Tuhanku, Alquran firman-Nya, Muhammad nabiku, dan kuberikan pujian kepadanya sepanjang waktu. Saya seorang Muslim selamanya.”


Mendengar lirik tersebut, Rhonda pun menitikkan air mata. Ia merasa pastilah sangat beruntung para perempuan yang lahir sebagai Muslim dan hidupnya menjadi tenang, tidak sepertinya.


Banyak memahami makna dari lirik lagu Islami ini, akhirnya membuat Rhonda semakin mantap untuk masuk Islam. Hal ini kemudian diutarakan kepada suaminya saat ia mengunjungi Mesir pada Juli 2007.


Meski suaminya sangat senang dengan hal ini, ia ingin memastikan Rhonda benar-benar yakin dengan keputusannya.


Ia kemudian memberikan waktu selama satu bulan untuk mempertimbangkan masalah tersebut dan benar-benar yakin pada langkah yang akan diambil nantinya.


“Suami saya sangat bijaksana sekali. Dalam waktu satu bulan selama saya di Mesir ini, saya terus berdoa menggunakan bahasa Inggris dan mulai belajar bahasa Arab, juga belajar gerakan shalat dan surat-surat pendek dalam bacaan Alquran, terutama surat al-Fatihah,” ujarnya.


Pada 14 Agustus 2007, suami Rhonda membawanya ke Al Azhar, kemudian membantunya untuk bertemu imam di sana dan mengucapkan syahadat secara resmi.


Rhonda akhirnya masuk Islam dengan senyum puas mengembang setelahnya. “Saya sangat bangga mengucapkan ‘saya seorang Muslimah’ pada dunia,” katanya.


Meski syahadat telah diucapkan, ia belum berani untuk mengenakan jilbab. Lagi-lagi suaminya pun tak memaksanya untuk harus menggunakan jilbab.


“Suami saya berkata, memakai jilbab itu adalah sebuah pilihan bagi saya, tentang hubungan saya dengan Allah. Ia tak mau jika saya mengenakan jilbab hanya demi dirinya,” ujar Rhonda menjelaskan.


Lama kelamaan Rhonda pun tahu hukum memakai jilbab bagi seorang Muslimah. Sama halnya dengan keputusannya masuk Islam, keputusannya untuk mengenakan jilbab dan busana Muslim datang dari hatinya sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun.


Article source: http://www.wartanews.com/timur-tengah/827c3d75-3a1d-4447-90a1-78334a73766f/bassem-yousef-nampak-cantik-harus-memakai-jilbab-seperti-wanita


Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

Monday, March 11, 2013

Tiwi T2 Belum Mau Ikut Suami ke Jepang

ADA yang berbeda dengan Tiwi personel T2 pasca menikah. Pemilik nama lengkap Prastiwi Dwiarti yang dipersunting pengusaha asal Jepang, Shogo, 16 Februari lalu di Bali itu nampak lebih ceria. Jebolan Akademi Fantasi Indosiar ini mengaku tengah menikmati kebersamaan bersama sang suami.

Menurutnya, tak ada masalah yang muncul meski keduanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda. “Sebelum kita pacaran, dia juga sudah ngenalin banyak kebiasaan dan tradisi di Jepang,” ujarnya saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (7/3).

Tak hanya dari suaminya, mantan kekasih Ade Govinda ini juga banyak membaca kebudayaan suaminya tersebut. “Selain itu aku juga baca-baca. Setelah sering ketemu jadi makin tahu,” kata wanita kelahiran Bandung, 5 Februari 1986 itu.

Tak hanya itu, perbedaan usia yang terpaut hingga sembilan tahun dengan suami, juga tak membuat Tiwi kesulitan menjalani rumah tangga dengan Shogo. Tiwi mengaku sangat menikmati peran barunya sebagai seorang istri. “Alhamdulilah saya sudah nikah, jadi sekarang punya kebiasaan baru, mudah-mudahan menyenangkan,” kata wanita berzodiak Aquarius itu.

Meski sudah menikah, Tiwi bersyukur suaminya tak membatasi karirnya didunia tarik suara. Dia pun tak mau buru-buru diboyong ke negeri asal sang suami. “Kalau untuk ke Jepang, mungkin nanti. Tapi keluarga suami sudah dateng sih,” tukasnya.

Sempat menjadi pertanyaan mengenai perbedaan agama, Tiwi menegaskan kalau suaminya tersebut telah menjadi mualaf. Tiwi mengaku, sejak awal bertemu suami, dia mulai mengenalkan agama Islam. “Si Shogo itu mualaf, setelah dia menikah. Dari awal ketemu juga aku sudah jejalin Islam ke dia,” ungkapnya.

Lantas, kapan Tiwi akan mengenalkan sosok suaminya di depan umum? Pelantun Malu Dong itu mengatakan, suaminya tidak senang tampil di depan kamera. “Kalau untuk ke acara-acara segera, dia agak kurang senang kamera. Dia nggak begitu senang sama kayak begitu-begitu,” pungkasnya. (dew)

Article source: http://internasional.kompas.com/read/2012/09/14/08253075/Unjuk.Rasa.di.Kairo.Berlanjut


Tiwi T2 Belum Mau Ikut Suami ke Jepang

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Thursday, January 30, 2014

Foto Asmirandah Berdoa di Gereja Jadi Viral Internet

Solopos.com, JAKARTA – Perbincangan hangat di jejaring twitter beberapa hari terakhir banyak diisi oleh foto “penampakan” Asmirandah yang sedang berdoa di gereja bersama pasangannya Jonas Rivanno. Hal ini semakin memperkuat kabar Asmirandah telah pindah agama.


Akun twitter @eijanah dan @william_sancz jadi beberapa akun yang membagikan foto ini. Foto ini dituturkan diambil melalui kamera candid.


“Best candid Ever ! Welcome asmirandah ;) ” unkap JEin Martindas.


Foto Asmirandah ini lantas dikomentari oleh sejumlah akun twitter. Beberapa merasa kecewa, sebagian lain menjadi foto ini bahan guyonan.


“Kecewa berat sm Asmirandah!!!!!!!” kata @ms_yunni


“Kalau misalnya pindah agama, mata kuliah pendidikan agamanya harus ngulang atau gimana ya? misal aja ini sih… misal asmirandah masih TPB,” kata Fahli Sofyan


Beredarnya foto ini tidak dibantah oleh pihak Asmirandah. Urusan agama dan keyakinan, menurut Asmirandah adalah hak dirinya yang tidak bisa dicampuri orang lain.


“Agama hak aku, itu iman saya. Terserah orang mau nilai aku seperti apa, itu urusan aku sama Tuhan”, katanya seperti dikutip Kapanlagi.com, Rabu (29/1/2014).


Andah, demikian biasa dipanggil, mengaku tidak pernah membantah ataupun membenarkan, apakah dirinya berpindah keyakinan atau tidak. Perempuan kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1989 itu juga enggan untuk mencari tahu siapa yang mengabadikan gambar dan menyebarkan fotonya itu.


“Ga apa-apa lah. Mungkin ini kuasa Tuhan untuk menjawab semuanya,” ungkapnya.


Terkait pemberitaan ini ayah Asmirandah, Anton Zantman merasa miris dan sangat menyesalkan apa yang sudah dilakukan oleh anaknya tersebut.


Anton semakin yakin kalau Andah, sebutan Asmirandah sudah pindah agama.


“Kalau menurut aku sih, dia sudah. Tapi dia enggak berani ngomong sama saya. Lagian sudah lama Andah enggak pulang kemari,” kata Anton seperti dikutip aktualpost.com, Selasa (28/1/2014).


Ia juga mengakui selama ini dirinya tidak pernah mengetahui aktivitas Anda. “Masak mungkin untuk suaminya atau buat mantan suaminya atau juga buat calon suaminya. Ya saya nggak tahu,” katanya.


Bukan hanya harus berhadapan dengan cibiran publik, pasangan ini juga berhadapan dengan Front Pembela Islam (FPI) sebab kasus penistaan agama.


Diberitakan Solopos.com sebelumnya FPI memerkarakan Jonnas  Rivanno ke polisi lantaran diduga melakukan penistaan agama


“Laporan kami ini terkait dugaan penistaan atau penodaan agama karena si Vanno mempermainkan agama Islam saat tidak mengakui menjadi mualaf, jadi tetap kami akan lanjutkan,” kata Idrus Algadri.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/08/mz23yj-penyanyi-amerika-ini-masuk-islam-saat-belajar-bahasa-arab-di-maroko


Foto Asmirandah Berdoa di Gereja Jadi Viral Internet

Thursday, March 7, 2013

Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Kamis, 07 Maret 2013 14:14

Nana Rohanawati

BERBEDA latar belakang budaya dan keyakinan, tak membuat Shogo, pengusaha asal Jepang ini gentar saat mendekati Tiwi T2.

Kesungguhannya untuk mendapatkan cinta personel T2 ini bahkan dia buktikan dengan berganti keyakinannya, menjadi seorang mualaf.

Cerita ini disampaikan oleh Tiwi, saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (7/3). Penyanyi jebolan AFI Indosiar ini menuturkan bahwa suaminya resmi menjadi mualaf sejak 19 Februari lalu, 3 hari setelah mereka resmi menikah. Tiwi-Shogo menikah di Bali, 16 Februari lalu.

“Dia itu mualaf, setelah kami menikah. Tepatnya sejak tanggal 19 Februari,” ujar penyanyi bernama lengkap Prastiwi Dwiarti itu kepada wartawan.

Tiwi telah menjalin hubungan dengan Shogo sejak setahun yang lalu. Shogo memang telah lama menetap di Bali. Sejak awal berkenalan dan menjalin kedekatan dengan Shogo, Tiwi mengaku kerap kali menjejalkan ajaran-ajaran Islam pada pria yang kini jadi suaminya itu.

“Dari awal ketemu juga aku sudah kasih penjelasan soal Islam,” tutur Tiwi yang mengaku bahwa bahasa Indonesia suaminya masih belum terlalu lancar.

(Nana/yb)

Foto-foto: Tiwi T2

Berita Terkait:

Menikah dengan Pria Jepang, Tiwi T2 Punya Kebiasaan BaruHari Ini, Tiwi T2 Menikah Dengan Pengusaha Asal JepangTiwi T2 Menikah Awal Tahun 2013Terlanjur Beli Tiket VIP Konser Lady Gaga, Tiwi T2 Kecewa Jika Sampai Gagal

Berikan komentar

Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1965407/polisi-israel-masuk-masjid-al-aqsa-picu-bentrokan


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Monday, July 8, 2013

Gadis pesta ini mengenal Islam di klub malam

Matanya berwarna biru teduh, kulitnya putih, rambutnya pirang sebelum mengenakan kerudung. Ketika Amy Sall mulai memakai jilbab, dia menarik perhatian banyak orang, terutama di jalanan. Orang yang berpapasan dengannya kerap mencaci atau mengeluarkan kata-kata penghinaan. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat perempuan Inggris berusia 29 tahun itu untuk tetap memeluk Islam.


Amy mengaku awalnya cukup terkejut dengan reaksi orang asing yang tidak mengenalnya. Perempuan yang memiliki tiga putri ini masuk Islam saat menikahi suaminya Amadou yang beragama Islam pada April 2010.


“Ketika saya sedang berjalan memakai jilbab seorang pria lewat kemudian berhenti dan meneriaki saya, ‘Muslim brengsek!’,” kata dia seperti dilansir surat kabar The Sun tahun lalu.


“Saya sangat terkejut tapi saya harus menghadapi situasi itu. Sejak peristiwa 11 September banyak orang di negeri ini yang berpikir bahwa semua muslim itu fundamentalis dan teroris.”


Amy mengaku di dulunya adalah seorang gadis yang suka pesta dan minum-minum.


“Ironisnya saya dulu adalah anak liar dan hingga saat ini saya terkadang masih pergi ke klub malam bersama teman-teman, membuka jilbab dan minum-minum.”


Tapi ketika dia pulang ke rumah, Amadou selalu marah kepadanya. Suaminya itu memperingatkan dia tidak keberatan jika Sall pergi keluar dan minum-minum tapi jika dia sampai mabuk dan di luar kendali maka Amy dilarang kembali ke rumah.


“Saya mencoba berusaha salat lima kali sehari tapi saya jujur belum bisa melakukannya. Itu membuat saya merasa bersalah dan tidak bisa menjadi seorang muslim seharusnya.”


Ketika pergi ke masjid, Amy sadar orang suka berbisik-bisik di belakang dia. “Omongan itu bukan berasal dari teman dekat Amadou, tapi dari orang-orang tua yang berpikir saya tidak serius masuk Islam dan tidak pakai jilbab setiap saat.”


Amy memiliki teman dekat bernama Donna, seorang perempuan Inggris yang juga baru masuk Islam. Donna lebih serius dalam berislam dan Amy sering berkonsultasi dengannya.


“Saya masih berusaha mempelajari peran perempuan di dunia muslim dan saya merasa tidak akan sepenuhnya bisa menjalaninya. Ini seperti hidup di dua dunia.”


Meski menjadi muslim merupakan sebuah tantangan tapi Amy masih lebih setia kepada suaminya. Mereka kini menjalani pernikahan bahagia.


“Sebelum melahirkan Alfred saya sangat liar. Saya suka pergi ke klub malam hampir saban hari dan minum-minum.”


“Saya banyak melakukan kesalahan di masa lalu dan karena itulah keluarga saya menyambut baik hadirnya Amadou. Mereka pikir dia bisa membuat saya lebih terkendali. Amadou orang yang serius tapi kami cocok.”


“Kami menikah dalam waktu enam bulan dan waktu itu saya tahu harus masuk Islam untuk bisa bersamanya. Saya sangat mencintainya dan saya ingin terus bersamanya jadi saya katakan saya mau masuk Islam.


Amy masuk Islam di hari ketika mereka menikah.


“Saya harus mengucap kalimat syahadat di depan imam. Saya belum membaca Alquran ketika itu tapi sejak itu saya berusaha belajar. Saya juga membaca di Internet dan senang bergabung dengan kelompok perempuan muslim di Facebook.”


Suami Amy, Amadou, 37, berasal dari Afrika Barat. Dia bekerja di pergudangan Tesco dan mereka kini tinggal di Middlesbrough dengan tiga anak. Anak pertama Alfred, tujuh tahun, berasal dari pernikahan Amy sebelumnya. Anak kedua Aminata, enam tahun dan Kade tiga tahun. Mereka telah menikah selama enam tahun.


“Lucunya kami bertemu di klub malam meski Amadou tidak minum-minum atau merokok dia suka menari dan saya langsung memperhatikannya ketika itu,” ujar Amy.












Article source: http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/130622114843/limit/0/Kristen-Koptik-Diancam-Batalkan-Protes-Menentang-Morsi-di-Mesir.html


Gadis pesta ini mengenal Islam di klub malam

Monday, August 19, 2013

Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY — Jenna Govan lahir dan besar di Australia. Orang tuanya bercerai ketika ia remaja. Sejak itu, ia dididik ibunya.


Secara psikologis, perceraian orang tuanya memberikan pengaruh. Namun, ketelatenan ibunya mendekatkan Jenna dengan agama sangat membantu.


Bersama ibu dan adiknya, ia rutin pergi ke gereja setiap Ahad. Jenna juga aktif menjalani aktivitas gereja. Selama menjalani aktivitas itu, ia mengagumi kisah-kisah para Nabi. Namun, pemahaman agama yang masuk dalam pemikirannya adalah berdoa hanya dilakukan di gereja.


Memasuki usia remaja, ibu Jenna kembali menikah. Pernikahan itu rupanya tidak membuat Jenna bahagia. Ia selalu bertengkar dengan ayah tirinya itu.


Ketika bertengkar, Jenna mulai melampiaskan kemarahannya dengan narkoba. Saat itu pula, ia mulai berkenalan dengan teman suaminya kelak yang seorang Muslim. Melalui dia, ia banyak mendapat pengetahuan tentang Islam dan Muslim.


Melalui pengetahuan yang didapatnya, Jenna kembali ingat tentang konsep Ketuhanan Yesus dari sudut pandang Kristen. Ketika membandingkan dengan pandangan Islam, ia menemukan satu fakta sederhana dan logis. Ia pun mengucapkan syahadat di usianya yang masih belia. Di saat bersamaan, ia dilamar seorang pria Melayu.


Ketika menjadi Muslim, Jenna banyak bergaul dengan komunitas Melayu di Australia. Sejujurnya ia sangat kurang nyaman dengan pandangan komunitas itu terhadap dirinya. Sejak itu, ia merasa terisolasi. Merasa terisoloasi, membuat Jenna kurang lepas dalam mempelajari Islam. Itu terlihat ketika ia merasa ragu ketika mencoba mengenakan jilbab. Ia semakin bingung bagaimana ia menjalani kehidupannya sebagai Muslim.


Pada satu fase memuncak, ia memutuskan meninggalkan suaminya. Rasa frustasi kembali mendera. Godaan menghabiskan waktu di dunia malam mulai datang. Alhamdulillah, Jenna ogah menyerah dengan gaya hidup yang dilarang Islam.


Selang beberapa lama, Jenna mulai menemukan kembali dirinya, ia kembali berteman dengan komunitas Muslim yang kali beragam. Bersama mereka, ia mempelajari Islam lebih intensif. Selanjutnya, Jenna kembali menikah dengan seorang pria Muslim. Ia juga kembali kuliah sembari mendalami Islam.


“Sejak itu, aku mencoba untuk membantu mereka yang menjadi mualaf,” kenang dia seperti dikutip onislam.net, Senin (19/8).


Pernikahan kali ini membuatnya begitu bahagia. Keluarga suaminya begitu mendukung usaha Jenna untuk menjadi Muslim yang kaffah. Kebahagiaan Jenna kembali bertambah ketika keluarganya mulai menerima statusnya sebagai Muslim. “Ibuku melihat banyak perubahan dalam diriku. Aku dinilai begitu bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Jenna.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29077/23/06/2013/22-juni-1945-dan-5-juli-1959.html


Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

Sunday, December 8, 2013

Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat

Asmirandah dan Jonas Rivanno


Dunia pernikahan memang rumit. Banyak hal tak terduga yang datang menghadang. Ketika persoalan itu tak kuasa dibendung, perceraian pun menjadi alternatif terbaik meski perkawinan baru seumur jagung.


Di saat cinta sedang membara, semua terasa indah. Dunia seperti milik berdua. Itulah yang terjadi pada kisah asmara artis Ayu Ting Ting dengan Henry Baskoro atau Enji, dan juga pasangan pesineton Asmirandah dengan Jonas Rivanno.


Hati mereka yang sedang kasmaran membuat para pasangan itu menikah muda. Sayangnya, tidak seperti saat pacaran di mana mereka sering mengumbar kemesraan, Ayu dan Asmirandah justru memilih menikah diam-diam.


Pernikahan dua selebriti muda ini pun mengundang kontroversi dan sorotan. Bagaimana tidak? Setelah kabar pernikahan mereka yang heboh, tak lama keduanya membawa kabar mengejutkan.


Mereka mendadak memutuskan berpisah. Ayu dan Asmirandah hanya merasakan singkat manisnya kehidupan rumah tangga.


Ayu Ting Ting


Ayu melangsungkan pernikahan dengan Enji pada 4 Juli 2013 lalu. Pernikahan pedangdut tersebut dengan Enji berlangsung tertutup di kediaman Ayu di Depok, Jawa Barat.  Tempat  acaranya dijaga ketat sejumlah pria berseragam.


Ayu dan Enji tak mau berkomentar seputar pernikahan mereka. Akibatnya, rumor tak sedap pun meruap Ayu dikabarkan telah berbadan dua.  Namun, kabar itu dibantah Ayu dan Enji. Mereka hanya ingin mendapatkan suasana khidmat saat akad nikah.


Saat jumpa pers, Ayu terlihat bahagia memamerkan buku nikah dan cincin kawin. Pelantun “Alamat Palsu” ini juga optimis menjalani rumah tangganya dengan Enji. Tapi harapan itu tak seindah kenyataan. Romantisme rumah tangga berubah menjadi mimpi buruk. Masih hangat sebagai pengantin baru, kedua pasangan itu terlibat konflik.


“Tanggal 25 Juli pamit bilang kerja, tapi sampai detik ini dia tidak pulang-pulang. Jadi yang meninggalkan adalah istri saya,” kata Enji.


Sedangkan Ayu berusaha membela diri. Ia tidak akan meninggalkan suaminya begitu saja tanpa alasan. “Sebabnya, karena dia sudah jatuhkan talak terhadap saya. Saya juga nggak bisa lakukan apa-apa,” kata Ayu sedih saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.


Diakui pedangdut ini, ia sudah ditalak dua kali oleh Enji. “Pertama tanggal 24 Juli dan yang kedua tanggal 17 Agustus 2013,” ungkap Ayu berlinang airmata.


Pernyataan Ayu dibantah Enji. Pria berkepala plontos ini mengaku tak pernah menjatuhkan talak pada istrinya itu. Ia malah datang menjemput Ayu agar kembali ke rumah dan membina rumah tangga. “Tidak ada (talak). Sudah tidak ketemu itu kan,” ujarnya.


Diakui Enji, pemicu ketidakharmonisan pernikahannya dengan Ayu disebabkan masalah sepele. Ayu selalu menuntut Enji menggelar resepsi pernikahan. Enji yakin penyebab Ayu pulang ke rumah orangtuanya adalah gara-gara resepsi.


Dikatakan Ayu, ia bersikeras menggelar resepsi karena Enji sudah berjanji. Ia juga tak menuntut pesta mewah di gedung megah. “Saya akan menggelar acara di rumah. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan sama tetangga, keluarga, dan kerabat,” ujarnya.


Dari situlah, Ayu memutuskan bercerai dari Enji. Ia sudah tak peduli dengan pria yang dipacarinya selama satu setengah tahun itu. Bahkan,  ia siap membesarkan anaknya seorang diri.


Asmirandah


Jika Ayu memilih berpisah, lain lagi dengan pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno. Pesinetron berdarah Belanda ini memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Jonas.


Sekadar informasi, Asmirandah dan Jonas melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 17 Oktober lalu. Acara pernikahan dilangsungkan secara Islam. Akad nikah digelar di kediaman Asmirandah di kawasan Depok, Jawa Barat.


Meski ditutup rapat, akhirnya pernikahan itu tercium awak media. Pihak KUA Beji, Depok tidak membantah soal pernikahan Asmirandah dan Jonas. Pasangan ini mendaftarkan pernikahan mereka di KUA tersebut. Saat menikah Jonas telah menjadi mualaf.


Meski bukti kuat perkawinan mereka terkuak, Asmirandah dan Jonas tetap membantah. Pasangan ini menegaskan baru merencanakan pernikahan.  “Kita akan menikah Januari 2014 nanti. Ingin yang sederhana saja,” kata artis yang akrab disapa Andah. Andah juga membantah Jonas telah memeluk Islam.


Bantahan Asmirandah dan Jonas soal pernikahan dan status mualaf Rivanno berbuntut panjang. Pernikahan mereka menjadi kontroversi. Tak hanya itu, pengakuan tersebut membuat kedua pesinetron itu harus berurusan dengan hukum. Salah satu ormas Islam tersinggung dengan pernyataan Jonas. Mereka pun melaporkan Jonas ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Keluarga besar Asmirandah juga sakit hati dan marah dengan bantahan Jonas.


“Kita kecewa. Memang sakit, sakit sekali. Kecewa sama Vanno, aku percaya Asmirandah. Tapi memang dua-duanya salah,” ujar ayah Andah, Anton Zentman.


Kabar mengejutkan kembali datang dari pasangan muda itu. Andah justru mengambil langkah tak terduga. Andah mengajukan permohonan pembatalan pernikahan ke Pengadilan Agama Depok pada 7 November lalu. “Karena menurut pemohon (Asmirandah) pernikahan ini, dia (Jonas) tidak memenuhi syarat,” kata kuasa hukum Jonas, Muhammad Nuzul Wibawa.


Saat disinggung, apakah semua itu karena soal keyakinan, Nuzul tak mau menjawabnya. Jonas sendiri menerima dengan ikhlas keinginan Andah. Ia tak berusaha menghalangi langkah Andah membatalkan pernikahan.


Sebuah pernikahan yang langgeng memang hanya membutuhkan satu ‘matahari’. Bila keduanya sama-sama bersikeras menjadi pengendali, yang terjadi hanyalah keinginan mau menang sendiri. Viv


Hanya Andalkan Cinta, Rawan Berakhir

Menurut Psikolog keluarga, Roslina Verauli terjadinya pernikahan singkat di kalangan selebriti, karena artis terbiasa menjadi pusat perhatian publik (self center), sehingga mereka terbiasa diperlakukan baik.


Para artis itu membutuhkan penyeimbangan diri dari pasangan. Untuk mempertahankan hubungan itu, diperlukan usaha super ekstra. “Ini yang tak bisa diupayakan oleh artis yang cerai dalam waktu singkat. Kebersamaan itu dapat mengatasi konflik,” kata Vera.


Ditambahkan Vera, dalam menjalani hubungan hingga ke gerbang pernikahan, setiap pasangan melalui berbagai fase. Mulai dari jatuh cinta, perasaan yang menggebu-gebu hingga akhirnya menikah dan menemukan konflik.  “Pada awal pernikahan sudah tak sanggup, karena ada konflik-konflik kecil yang tak dialami saat pacaran,” ungkapnya.


Dengan status selebritinya, mereka biasa dilayani dengan baik. Vera mengingatkan, disaat sudah terikat pernikahan, perasaan yang menggebu-gebu tak bisa lagi menjadi andalan mempertahankan rumah tangga. “Kalau hanya mengandalkan cinta yang menggebu-gebu, pernikahan lebih rawan berakhir,” ujarnya.


Di saat kritis seperti ini, kedewasaan dan tanggungjawab satu sama lain sangat berperan. “Individu harus bersedia mendahulukan pasangannya,” ungkapnya. viv


Pernikahan Tersingkat


1. Cici Paramida – Raden Ahmad Suhaebi


Pernikahan Cici Paramida dengan Suhaebi mengejutkan banyak orang. Cici dan Ebi, begitu sapaan akrab Ahmad Suhaebi, menikah di Mekah pada 12 Maret 2009.


Baru sebulan menikah, ada seorang wanita mengaku masih menjadi istri sah ketiga Ebi. Puncaknya, ketika Cici secara sengaja memergoki Ebi tengah berada dalam sebuah mobil dengan seorang wanita di kawasan Puncak, Bogor pada Minggu (14/6/2009).  Cici pun sengaja ditabrak Ebi tatkala meminta suaminya untuk keluar dari mobil. Sejak saat itu berakhir sudah rumah tangga Cici-Ebi. Pengadilan Agama Jakarta Utara resmi menetapkan Cici Paramida dan Ahmad Suhaebi bercerai pada Kamis (17/12).


2. Kristina – Al Amin Nur Nasution


Kristina menikah dengan anggota DPR, Al Amin Nur Nasution 4 Januari 2007. Dibulan April 2007, suami Kristina dipenjara terkait kasus dugaan penyuapan. Tak lama setelah itu, Kristina mengajukan gugatan cerai pada Juni 2007. Tapi bukan karena Al Amin dipenjara, kabarnya Kristina tak tahan karena dilarang bernyanyi. Pada 17 Desember 2007, Kristina resmi menyandang status janda.


3. Ussy Sulistiawaty – Yusuf Sugianto


Ussy Sulistiawaty menikah dengan pengusaha asal Kalimantan, Yusuf Sugianto pada tanggal 12 Agustus 2005. Baru memasuki bulan kelima, tiba-tiba ada kabar kalau suaminya terjerat kasus illegal loging. Tak lama setelah itu Ussy mengajukan gugatan cerai. Hanya dua kali sidang, Ussy resmi menjanda pada 9 Desember 2006


4. Aldi Taher – Dewi Perssik


Awalnya, pernikahan Dewi Perssik dan Aldi Taher tak tercium media. Karena mereka menikah siri pada 4 Juli 2008. Baru pada Maret 2009, Aldi Taher dan Dewi Perssik mencatatkan pernikahan mereka di KUA. Enam bulan kemudian Aldi menggugat cerai Dewi Perssik. Dari pernikahan ini Dewi Perssik tidak memiliki anak. Namun ia sempat keguguran. lp6



Article source: http://www.sinarharian.com.my/semasa/tukar-agama-mahkamah-tangguh-keputusan-rayuan-1.207504


Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat

Sunday, January 5, 2014

Cut Tary Digugat Cerai

JAKARTA – Cut Tary, 36, digugat cerai. Suaminya, Johannes Yusuf Soebrata, sudah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Timur pada 18 Desember lalu dengan nomor perkara 3451/Pdt.G/2013/PA.JT. Mereka bakal menjalani sidang perdana pada 22 Januari mendatang.


Kabar itu cukup mengejutkan. Meski, sebetulnya isu keretakan sudah sering menghampiri pasangan tersebut.


Tary menikah dengan Yusuf pada 9 Januari 2004. Tiga tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri bernama Sidney Azkassyah Yusuf. Seharusnya 9 Januari nanti mereka merayakan ulang tahun perkawinan yang ke-10. Tapi, ternyata pada usia satu dekade pernikahan itu, keduanya tidak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tangga.


Kabar ketidakharmonisan sering menghampiri Tary dan Yusuf. Dua tahun setelah menikah, ramai diberitakan Yusuf memergoki istrinya sedang berada di rumah seorang sutradara yang diduga menjadi selingkuhannya. Namun, berita itu kemudian dibantah keduanya. Mereka malah tampil berdua di depan media. Sama-sama membantah berita tersebut.


Hantaman terbesar perkawinan Tary dan Yusuf adalah ketika video asusila Tary dan Ariel NOAH beredar. Banyak yang mengira Yusuf akan menceraikan Tary. Sebab, dari video tersebut, semua orang tahu bahwa Tary berhubungan dengan laki-laki yang bukan suaminya.


Namun, yang terjadi sebaliknya. Yusuf justru selalu berada di samping istrinya. Dia mendukung Tary menghadapi permasalahan itu. Mendampingi saat Tary mengungkapkan permintaan maaf kepada publik pada 8 Juli 2010. Menemani setiap Tary diperiksa penyidik.


Menurut pengacara Hotman Paris Hutapea yang kala itu menjadi kuasa hukum dalam kasus tersebut, Yusuf berjuang keras agar istrinya tidak terjerat hukum. ’’Saya melihat istri saya sebagai sesama makhluk Allah. Saya diberi hak untuk mendampingi dan melindunginya dari segala kezaliman. Itulah yang saya pelajari setelah jadi mualaf,’’ ungkap Yusuf saat itu yang membuat Tary terisak.


Yusuf tidak mau munafik. Siapa pun pernah berbuat salah. Begitu juga istrinya. Kala itu, dia bahkan menegaskan tidak punya niat menceraikan istrinya. ’’Sama sekali tidak ada arah ke sana. Jangan diarahkan ke sana. Sudah cukup berat apa yang dialami istri saya,’’ lanjut dia.


Meski begitu, gosip miring tidak lantas berhenti. Setelah kasus tersebut mereda dan Tary mulai aktif lagi di dunia hiburan, kabar adanya masalah rumah tangga tetap mencuat. Sebab, Tary sering tampil sendiri dalam acara-acara publik tanpa didampingi suami.


Namun, setiap ditanya soal itu, bintang sinetron Aku Bukan Anak Haram tersebut menegaskan bahwa rumah tangganya baik-baik saja. Sayang sekali, kenyataannya kini berbeda. Setelah melalui 10 tahun suka dan duka, mereka akan bercerai.


Keluarga besar Tary ketika dihubungi kemarin menyatakan sudah mengetahui kabar tersebut. ’’Iya, sudah,’’ kata kakak Tary, Cindy. Hanya, mereka tidak ingin terlalu jauh mengomentari. Mereka menyerahkan semua kepada Tary dan Yusuf. ’’Biar Tary saja yang ngomong,’’ ujarnya. (jan/c5/ayi)



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28919/11/06/2013/mengapa-institusi-kepolisian-negeri-ini-masih-melarang-jilbab?.html


Cut Tary Digugat Cerai

Friday, August 9, 2013

Jadi Dokter Berjilbab di AS, Ranti Tak Lelah Lawan Diskriminasi


Ranti Aryani dan suaminya, Richard J Bennett Jr.

Jakarta – Pengalaman drg Ranti Aryani, didiskriminasi karena memakai jilbab dialami lagi saat dia memutuskan mengikuti program praktek pasca kelulusan pendidikan penyetaraan kedokteran gigi dari New York University (NYU). US Air Force (Angkatan Udara AS) menjadi pilihan praktiknya. Di lembaga ini Ranti mengalami ironi di negara demokrasi.

Karena alasan bergengsi dan bagus untuk mengembangkan skill praktek kedokteran gigi yang dimilikinya, Ranti mendaftar ke Angkatan Udara AS ini. Di awal pendaftaran, Ranti bertanya mengenai peraturan mengenakan simbol-simbol agama, termasuk jilbab. Ranti mengajukan syarat bila diterima, dia minta diizinkan tetap memakai jilbab.


Setelah mengalami penolakan dari rekruter di AU AS, akhirnya AU AS menerima Ranti. Seorang rekruter mengatakan hak Ranti dijamin oleh peraturan dari Kementerian Pertahanan AS (Departmen of Defence/DOD), DOD 13000.17 yang menjamin praktik keagamaan di angkatan bersenjata AS. Sang rekruter mengatakan hijab bukan menjadi masalah.


“Peraturan DOD itu turun karena dulu ada Kapten Yahudi yang memakai yarmulka (penutup kepala pria Yahudi). Nah bila yarmulka masuk ke semua peraturan itu, sekarang ada masalah jilbab yang muncul. Saya melihat poin DOD itu semuanya masuk, aman, bahwa jilbab tak mengganggu keamanan dan aktivitas,” kisah Ranti mengenang awal masuknya dia ke AU AS, Juli 2003 itu ketika ditemui detikcom di Jalan Puter 1, Bintaro Sektor 5, Jakarta dan ditulis Jumat (9/8/2013).


Namun, jaminan sang rekruter yang mengatakan jilbab tak masalah ternyata jauh berbeda dalam praktiknya di lapangan. Saat itu pasca 9/11 pada 2001, Islamofobia dan stigma Islam adalah agama kekerasan masih melekat kuat di benak warga AS, baik di kalangan sipil maupun militer.


“Niat pemerintah mengakomodir, tapi interpretasi di lapangan itu agak sulit. Kalau melihat kembali, pengalaman mengakomodir jilbab ini AS baru berusaha karena masih ada trauma nasional 9/11. Saya masuk setelah 9/11, misinterpretasi di AS itu masih banyak sekali. Saat 9/11, media menampilkan di beberapa bagian di dunia muslim malah bergembira ria, padahal saya saat itu sangat sedih sekali. At that point, I understand why they being careful (Pada titik itu saya bisa mengerti mengapa mereka berhati-hati),” jelas perempuan kelahiran Bogor, 1 April 1972 ini.


Pandangan berbeda sudah dia terima sejak mendaftar ulang di AU AS di Lanud Maxwell, Montgomerry, Alabama. Ranti yang berjilbab ditemani suaminya, Richard G Bennett Jr untuk melakukan daftar ulang. Saat itu Ranti sudah diterima di AU AS, sebagai dokter gigi tentara berpangkat kapten.


“Kantor yang tadinya ramai tiba-tiba senyap. Mereka memandang saya, up and down, up and down. Oh my God,” kenang Ranti sambil menganggukkan kepalanya memperagakan reaksi di AU AS pertama kali.


Ranti mencoba menjelaskan mengenai jilbab kepada setiap rekannya yang bertanya, tak lelah menjelaskan berulang-ulang. Ranti sempat dikucilkan dari teman-teman seangkatan masuknya, tidak diizinkan membeli seragam tentara kalau tidak menanggalkan jilbabnya. Pihak AU AS sempat memberinya pilihan kompromi, diizinkan mengenakan jilbab bila berkegiatan di dalam ruangan namun harus menanggalkan bila berkegiatan di luar ruangan.


“Dan mereka tahu saya tidak akan melakukan itu. Untuk buka tutup itu saya pernah alami. Dan saya ingat bagaimana labilnya saya ketika buka tutup jilbab itu, bukan pengalaman yang mengenakkan. Opsi seperti ini saya khawatir jangan-jangan malah saya yang berniat naik turun untuk membuka jilbab daripada menetapkan niat saya dan berlanjut dengan pekerjaan saya,” tegas Ranti.


Dia juga tak diberitahu ada hak-hak yang bisa didapatkannya dari AU AS, fasilitas yang menjadi haknya dikurangi. Ranti lantas menyusun argumen demi argumen, dokumen demi dokumen dan mengadukan perlakuan diskriminasinya sesuai garis komando, mulai dari komandan pangkalan hingga ke Pentagon, AS. Ranti juga mengadukan perlakuan yang diterimanya ke senator, salah satunya Hillary Clinton.


Ranti juga berfoto memakai jilbab dengan seragam barunya, dan menunjukkannya bahwa jilbab tetap serasi bila dipakai dengan seragam ketetentaraan dan tak menghalangi tugasnya. Di sela-sela menunggu ketidakpastian akan nasibnya yang hendak diputuskan, Ranti tetap bekerja secara profesional, melayani dan merawat gigi para tentara AU AS.


“Alhamdulillah semua teman-teman satu kantor, kolega, bawahan, atasan saya, kolonel, letkol, semua kolonel pangkalan secara individual itu mereka percaya persamaan HAM. Itu bagian kultur mereka untuk tidak diskriminasi. Walau sulit, saya banyak dukungan moril kan mereka tahu prinsip mereka tentang kesetaraan. Ini memang masalah kultur militer ya, agak rigid, with or without jilbab problem,” jelas Ranti.


Dalam satu prosesnya, Ranti didampingi pengacara dari AU AS. Kendati demikian, 2 dari 3 pengacara malah menyarankan Ranti untuk menerima keputusan AU AS agar dirinya mengundurkan diri daripada memperjuangkan hak-haknya.


Saat menghadapi diskriminasi itu, Ranti yang seorang salik atau pejalan spiritual yang menempuh jalan sufisme, selalu berkomunikasi dengan Sang Khalik atas segala keputusan yang hendak diambilnya. Puncaknya adalah keputusan final yang membuatnya dikeluarkan secara terhormat ‘Honorable Discharge’, tingkat penghentian tertinggi dalam angkatan bersenjata AS, setelah ‘General Discharge’ (dikeluarkan karena alasan yang biasa) dan ‘Dishonorable Discharge’ (dikeluarkan dengan tidak terhormat).


Ranti tak terima karena alasan penghentiannya adalah ‘unsatisfactory performance’ atau performa kinerja yang tidak memuaskan dan tidak kompeten. Dia menilai performa kerjanya dalam merawat gigi tentara AS sangat memuaskan dengan menangani 3 ribu pasien.


Belum lagi dia mendapati bahwa keputusan final yang diteken 5 jenderal AU AS, 4 di antaranya ternyata mengizinkan Ranti memakai jilbab dan 1 jenderal lainnya yang paling senior, Wakil KSAU, memveto keputusan 4 jenderal lainnya.


Setelah perjuangan selama 14 bulan melawan diskriminasi di AU AS, Ranti akhirnya mundur dari AU AS. Ranti mendapati dirinya mengalami ironi di negara pelopor demokrasi di dunia itu. Di sisi lain, tentara AS yang bertugas di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Irak, malah diwajibkan memakai burqa untuk menghormati kultur setempat.


Pernah ada tentara Kristen yang menggugat pemakaian burqa ini karena tak sesuai dengan agamanya dan dikeluarkan. Ranti tak menggugat putusan AU AS itu ke pengadilan karena dirinya sadar dia berhadapan dengan birokrasi raksasa yang digdaya. Yang penting, ikhtiar sudah dijalankan dengan maksimal dan Ranti cukup senang di kalangan jenderal yang lebih muda sudah terbuka pikirannya akan jilbab. Ranti yakin, suatu saat jilbab dan simbol keagamaan lain akan diizinkan dipakai di angkatan bersenjata di negara demokrasi itu, hanya masalah waktu.


“We can hope alot from younger general, mereka sudah open, just waiting that old habit changing giving new world,” tutur Ranti.


Dalam kehidupan dunia, Ranti merasa ini adalah titik terendahnya. Di saat yang sama, inilah titik terdekatnya dengan Yang Maha Pencipta secara spiritual.


“Saya honorable discharge, sampai sekarang US Air Force (USAF) tidak pernah minta maaf pada saya, tapi saya tidak butuh US AF minta maaf karena saya maafkan semuannya. USAF titik terendah saya sebagai seorang profesional, secara spiritual titik tertinggi saya dengan Allah. Saya tak butuh maaf mereka,” kata Ranti.


“Itu bagian dari melakukan usaha dunia kita, sementara dalam hati, kita berserah diri pada Allah. Kita meminta keadilan dari Allah, kita tak bisa bergantung pada dunia ini, kita bergantung pada Allah,” tutur Ranti.


Ranti akhirnya menjadi dokter gigi sipil, berpraktek dari satu klinik ke klinik lain. Perjuangan belum selesai, karena di dunia sipil pun Ranti bergelut dengan diskriminasi. Dukungan sang suami yang menguatkan dalam jalan rohani membuat Ranti ulet berjuang dengan diskriminasi dengan cara yang elegan.


Bagaimana situasi jalur mudik di jalur Selatan Jawa Barat dan Jalur utara Jawa Timur, saksikan di Reportase Pulang Kampung pukul 22.00 WIB Hanya di Trans TV


(nwk/rmd)







Article source: http://www.tabloidbintang.com/extra/61811-film-tentang-cinta-beda-agama,-kenapa-terus-dibuat.html


Jadi Dokter Berjilbab di AS, Ranti Tak Lelah Lawan Diskriminasi

Tuesday, December 3, 2013

Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan

Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan
Showbiz News Wed, 27 Nov 2013 15:30:00 WIB

Oleh Julian Edward


Banyak hal yang bisa membuat seorang pasangan mengajukan pembatalan pernikahan ke pengadilan agama. Dalam kasus Asmirandah, ia salah sangka dengan sikap yang ditunjukkan Jonas Rivanno (Vanno), pria yang telah menikahinya pada 17 Oktober lalu.


Yang dimaksud salah sangka, Andah, sapaan Asmirandah, menilai Vanno memeluk Islam pada akhir Agustus lalu karena dorongan hati. Ternyata, seperti diberitakan sebelumnya, Vanno mualaf demi menikahi Andah. Setelah itu, Vanno memutuskan untuk kembali agamanya semula.


“Salahsatu alasan karena ada salah sangka terhadap suaminya. Semula pemohon (Andah) meyakini suaminya sudah Islam tetapi ternyata di belakang hari mengaku tidak lagi Islam. Itu yang jadi alasan pemohon,” jelas Humas PA Depok, Suryadi, di kantornya, Rabu (27/11/2013).


Alasan Andah itu dibenarkan dalam Pasal 27 ayat 2 UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. “Di situ disebutkan jika salah sangka dalam suami-istri bisa menjadi alasan pembatalan perkawinan,” terang dia.


“Setiap perkara yang diajukan harus mempunyai alasan dan dalil. Jika tidak ada alasan dalam permohonan itu maka hakim tidak bisa mengabulkan permohonan itu,” jelas Suryadi.


Rencananya, sidang batal nikah Asmirandah akan kembali digelar pada Rabu (4/12) mendatang. Majelis hakim meminta pihak yang berselisih, terutama Andah, untuk hadir pada sidang tersebut. (fei)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/12/01/mx3pcr-bahaya-pernikahan-beda-agama


Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan

Saturday, January 19, 2013

Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Tak tahan dipaksa menjadi budak seks, Haisa (40) warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar ini melaporkan suaminya, Hawu ke polisi.

Haisa mengaku kerap dipaksa menjadi budak seks sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan derajat keimanan yang sempurna dalam kelompok zikir dan tafakur Sandita Bapa Caulu.

Hawu, yang juga menjadi khalifat aliran kelompok ini untuk wilayah Sulawesi Barat kini menjadi buronan polisi. Hawu diduga melarikan diri dari sejak sang istri melaporkan kegiatan kelompok yang dinilai tak sesuai ajaran Islam ini ke polisi.

Haisa mengaku sudah menjadi pengikut aliran ini sejak 2008, sementara suaminya sudah jadi pengikut sejak belum menikah. Haisa selama menjadi pengikut  aliran sandita Bapa Caulu, dia dan sejumlah perempuan lain kerap dipaksa menjadi budak seks, pemimpian aliran yang dipanggil Puang Kulla.

“Saya malam itu bersama empat perempuan yang juga istri pengikut aliran ini masuk kamar, setelah pergelangan tangan kami diraba Puang Kulla kami  seperti dihipnotis, semua permintaan puang kami ikuti termasuk hubungan suami istri, saat suami kami berada di luar kamar,” ujar Haisa.

Menurut Haisa yang hanya bisa berbahasa Mandar ini, aliran ini juga melakukan penipuan. Setiap anggota kelompok dijanjikan emas batangan bernilai miliaran rupiah dan naik haji untuk menyempurnaakan ajaran mereka.

Namun, untuk mendapatkan itu semua para anggota dimintai sejumlah uang dengan besara bervariasi untuk mendapatkan emas batangan dan naik haji.

Hal yang sama juga dilakukan Haisa. Sayangnya meski Haisa sudah menjual hampir seluruh hartanya seperti lahan kebun dan emas 200 gram miliknya, hingga kini emas batangan dan naik haji yang dijanjikan belum diperolehnya.

Jamalauddin, keponakan Haisa, mengatakan pengikut aliran ini di Sulawesi Barat  diduga mencapai ratusan orang. Namun, Jamaluddin menduga banyak pengikut aliran ini yang kemudian mengetahui telah menjadi korban penipuan malu menceritakan hal sebenarnya.

“Pengikutnya ratusana orang di Sulbar, kebetulan rumah Haisa, adalah rumah kalifah wilayah Sulbar maka foto-foto dan KTP pengikutnya ada di sana,”ujar Jamaluddin.

Kapolsek Campalagian, Polewali Mandar, AKP Masdar Mansur mengakui telah menerima laporan pengaduan korban. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus ini lantaran Hawu, sang khalifah wilayah Sulbar melarikan diri sejak sebulan lalu.

Sedangkan, pemimpin tertinggi aliran Sandita Bapa Caulu diyakini tidak tinggal di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan.

“Kami sedang mencari Hawu dan telah jadi DPO, kami kesulitan mengorek keterangan untuk membuktikan kebnenaran laporan korban,”ujar Masdar. (K25-11/Junaedi)






Article source: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5455:jalan-kaki-datangi-markas-polisi&catid=60:news-update&Itemid=134


Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Thursday, September 26, 2013

Samantha Lewthwaite, Diakah Teroris Asal Inggris?

INILAH.COM, London – Nama Samantha Lewthwaite kembali berkibar. Perempuan warga negara Inggris ini dikait-kaitkan dengan penyerangan di mal Westgate, Nairobi, Kenya 21 September 2013.


Meskipun itu masih sekadar kecurigaan, namun pemerintah Kenya yakin ia bersama kelompok militan Somalia, al-Shabab tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga memimpin teror yang menewaskan 72 orang yang terdiri dari 61 warga sipil, enam polisi dan lima teroris.


Ia kini diburu oleh Interpol atas permintaan Kenya. Uniknya perburuan itu tidak mengaitkannya dengan teror di Kenya. Pihak al-Shabab yang mengakui perbuatannya di Kenya juga membantah keterlibatan Samantha.


Siapa Samantha Lewthwaite? Dia dulunya seorang gadis pemalu asal Buckinghamshire. Namanya pertama kali muncul setelah terjadi peristiwa pengeboman di stasiun kereta bawah tanah di Piccadilly, London pada 7 Juli 2005. Ia merupakan janda Germaine Lindsay, pelaku pengeboman itu.


Ia masuk Islam sejak gadis karena tertarik pada Islam setelah diperkenalkan oleh tetangganya. Samantha tak mempunyai catatan terorisme di Inggris namun diburu oleh Polisi Kenya sebelum terjadi penyerangan Westgate dengan tuduhan pemalsuan paspor dan memiliki hubungan dengan sel teroris yang berniat melakukan pengeboman di negara itu.


Ia sendiri mengutuk serangan 7 Juli oleh suaminya itu dan menyebutnya sebagai tindakan keji. Ia mengatakan pikiran suaminya tercemar karena sering datang ke masjid radikal. “Saya tidak habis pikir bagaimana bisa ia diracuni dan menjadi orang yang sangat menakutkan. Dia itu orang yang polos, naif, dan sederhana. Saya berharap ia pasangan yang pas untuk saya,” ujarnya kepada tabloid the Sun.


Namun, tak lama setelah serangan itu, ia menghilang. Ia kemudian diketahui berada di Kenya dan tahun lalu, dia dinyatakan oleh pejabat Kenya telah meninggalkan negara itu dan pergi ke Somalia. Ia diketahui sering berganti-ganti identitas, termasuk juga menggunakan nama aslinya.


Sejumlah kalangan di Inggris masih meragukan keterlibatannya dalam aksi teror karena tidak pernah ada bukti yang mengarah ke sana. Perempuan yang besar di Buckinghamshire, Aylesbury itu diyakini tidak memiliki karakter keras.


Seorang angota Dewan kota Aylesbury, Raj Khan, mengatakan bahwa dia mengenal Samantha sejak kecil. “Saya kenal dia waktu masih kecil. Dia benar-benar perempuan polos, minder, pemalu dan mudah dipengaruhi orang. Dia hanya pengikut, bukan pemimpin (teror),” ujarnya.


Ia mengatakan tidak percaya Samantha terlibat dalam teror di Nairobi. “Teror itu perlu orang yang canggih, seperti teroris kelas internasional.”


Namun, setelah masuk Islam ia begitu percaya diri saat bersekolah di Grange School in Aylesbury. Menurut Novid Shaid, gurunya di sekolah itu, ia percaya diri sekali mengenakan hijab. Ia sama sekali tidak terpengaruh meskipun orang-orang sekelilingnya menganggapnya aneh.


Setelah beberapa tahun, ia tidak hanya mengenakan jilbab, tetapi menenakan galabiya penuh (baju Muslimah yang panjang dan menutupi semua anggota tubuh. “Kami tahunya ia semakin serius mendalami Islam,” tutur Shaid.


Bahkan pada 2002, ia mendaftar untuk kuliah di jurusan ilmu politik dan keagamaan di School of Oriental and African Studies di London. Namun, baru dua bulan kuliah ia memutuskan untuk berhenti.


Ia kemudian bertemu dengan Gabriel Lindsay, seorang muslim kelahiran Jamaika, di internet. Mereka berkenalan lalu memutuskan untuk menikah beberapa bulan kemudian. Mereka tinggal di Huddersfield lalu pindah ke Aylesburry pada September 2003.


Enam bulan kemudian ia melahirkan bayi pertamanya. Bayi yang kedua dilahirkan setelah terjadi peristiwa pengeboman di London.


Sejumlah kalangan percaya ia menikah lagi setelah ditinggal oleh Lindsay dan diperkirakan punya tiga atau empat anak. Ayah, ibu dan keluarganya juga kehilangan kontaknya sejak terjadi pengeboman di London. [BBC/tjs]


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/29/mp4ht5-scott-lynch-anak-pendeta-yang-menemukan-cahaya-islam


Samantha Lewthwaite, Diakah Teroris Asal Inggris?

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this News

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U So Much for Read this Blog