Showing posts sorted by relevance for query Kisah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Kisah. Sort by date Show all posts

Tuesday, July 16, 2013

Pornografi di Buku Anak, Tragedi!

Ujian Nasional tidak serentak atau gedung sekolah rusak hanyalah sekelumit kisah sedih wajah pendidikan negeri ini. Yang lebih bobrok lagi, buku pelajaran sekolah memuat cerita-cerita pornografi. Mau jadi apa generasi muda Indonesia?


Dalam pepatah Jawa mengatakan guru itu akronim kata dari ‘digugu lan ditiru’ (diikuti perintahnya, dicontoh setiap tindakannya). Di peribahasa Indonesia, ada juga ungkapan ‘guru kencing berdiri, murid kencing berlari’. Artinya kurang lebihnya berkaitan dengan pemimpin–di sini digambarkan seorang guru– harus bisa memberi teladan kepada bawahan–seorang murid.


Ironisnya, beberpa waktu terakhir pendidik di Indonesia menunjukkan kelalaian fatal. Ini terbukti dengan beredarnya buku-buku pelajaran sekolah yang berbau pronografi.


Buku penunjang siswa kelas VI SD Negeri Polisi 4 di Bogor mislanya, jelas bermuatan pornografi. Buku terbitan CV Graphia Buana itu memuat kisah Anak Gembala dan Induk Serigala yang bertutur tentang perempuan hamil korban pemerkosaan dan kemudian berjuang di warung remang-remang demi menghidupi anaknya. Pertanyaannya: moralitas apa yang hendak diajarkan dari cerita ini?


Kisah itu, apalagi dibumbui adegan seks dengan menggunakan bahasa orang dewasa, tidaklah pantas sekaligus berbahaya jika disuguhkan untuk siswa. Ahli bedah otak asal Amerika Serikat, Dr Donald Hilton Jr., bahkan meyakini pornografi dapat merusak prefrontal cortex di otak anak. Kerusakan ini membuat anak tak mampu mengendalikan nafsu dan emosi serta mengambil keputusan.


Fakta bahwa cerita Anak Gembala diunggah begitu saja dari blog seorang penulis cerpen juga menggambarkan betapa buku itu dibikin secara asal-asalan. Penerbit yang telah mencetak buku tersebut sebanyak 10 ribu eksemplar terkesan memburu keuntungan bisnis semata.


Munculnya kisah tak mendidik dalam buku siswa bukanlah yang pertama. Di banyak daerah, cerita atau gambar porno dan kisah tak pantas juga kerap terselip dalam buku siswa. Setahun lalu, misalnya, kisah Bang Maman dari Kali Pasir membikin geger publik Jakarta. Cerita tentang tokoh lokal yang memiliki istri simpanan itu masuk buku penunjang siswa kelas II SD 9 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


Adalah Hana (8), siswa SD Angkasa IX, Halim, bertanya pada ibunya, Intan. “Bu, istri simpanan itu apa?” Hal itu membuat Intan terperanjat. Dia terpaksa harus sedikit berbohong untuk menjawab pertanyaan itu. Intan lantas mengalihkan perhatian anaknya.


Ternyata, pertanyaan Hana berasal dari buku LKS yang dia baca. Kisah tersebut ada di dalam lembar kerja siswa (LKS) tentang Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta. Meski dalam teks kisah ada istilah istri simpanan, namun istilah itu tak muncul dalam soal-soal yang ada.


Buku ini diterbitkan oleh CV Media Kreasi dan terletak pada bab 11. Sebagian artikelnya berisi: “… Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim …”


Setelah ramai jadi perbincangan, buku tersebut langsung ditarik. Sekolah yang sudah memberikan buku ke siswa pun langsung bereaksi dengan mengambil buku.


Buku pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SD di Pekanbaru juga  diprotes orangtua siswa. Buku tersebut dinilai terlalu vulgar dalam membahas alat kelamin.


Buku setebal 142 halaman tersebut Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Bagian sampul bergambar dua bocah tengah bermain bola.


Para ortu siswa menilai buku itu tak layak dibaca anak-anak. Dalam bagian bertopik “Menjaga Alat Kebersihan Reproduksi” muncul pertanyaan-pertanyaan di antaranya “Apa nama alat kelamin pria?”, “Apa nama alat kelamin wanita?” “Sperma dikeluarkan alat kelamin apa?” “Jika pria dan wanita berhubungan, reaksi apa yang terjadi pada wanita?”


Informasi yang dihimpun, buku yang ditulis oleh Dadan Heriana dan Giru Ferianti ini diedarkan Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru.


Ada juga buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris kelas 3 SMP diselip foto Miyabi alias Maria Ozawa. Meski kondisi fotonya tak bugil, namun foto bintang porno asal Jepang ini ramai dibicarakan.


Foto Miyabi muncul di halaman 36 di antara beberapa foto artis Indonesia dan foto fauna. Pada sampul LKS, tim penyusun bernama Giyono, Sumantri dan Jalil. Sementara penerbitnya adalah CV Sinar Mulia Mojosari, Mojokerto.


Beberapa orangtua siswa kelas 3 SMP Islam Brawijaya yang menyayangkan buku LKS Bahasa Inggris terdapat foto bintang porno Maria Ozawa atau Miyabi. Mereka meminta Dinas Pendidikan untuk menarik peredaran buku tersebut. Benar saja, buku itu langsung ditarik dan sebagian di antaranya dibakar.


Penistaan Agama


Ada juga buku pelajaran yang mengarah ke penistaan agama. Ditemukan buku yang memuat gambar Nabi Muhammad ini ditemukan salah satu siswa SD di Solo. Setelah melihat ada ilustrasi gambar Nabi Muhammad dalam buku yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolahan, siswa tersebut lalu melaporkan kepada orangtuanya.


Buku kontroversial itu diterbitkan Nobel Edumedia dan berisi kehidupan masa kecil 11 nabi. Di bagian akhir yaitu halaman 43 hingga 48 mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Pada bagian ini terdapat lima ilustrasi gambar yang menggambarkan kehidupan masa kecil hingga masa remaja Nabi Muhammad.


Dari lima gambar itu, terdapat empat gambar yang menunjukkan sosok Nabi Muhammad. Gambar di halaman 43 terdapat gambar bayi sedang digendong seorang perempuan, yang mengilustrasikan masa bayi Nabi Muhammad di gendongan ibunya. Di depan gambar bayi diberi tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab.


Di halaman 44 nampak gambar anak lelaki kecil menggembala kambing, yang menunjukkan masa kecil Nabi Muhammad ketika dalam asuhan Halimah Tusa’diyah. Gambar utuh itu lalu ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab, namun masih kelihatan jelas bagian dari seluruh rambut, jidat, mata, hingga bagian hidung. Sedangkan di bagian bawah terlihat jelas jubahnya.


Gambar halaman 46, menunjukkan seorang lelaki kecil di antara dua lelaki dewasa yang merupakan ilustrasi peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad oleh dua malaikat di perkampungan Bani Sa’d. Dalam gambar itu gambar lelaki kecil ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab ukuran besar di bagian atas namun masih terlihat jelas bagian kedua kakinya.


Gambar yang terdapat di halaman 48 adalah ilustrasi ketika Nabi Muhammad bertemu Buhairah, seorang pendeta ahli kitab yang sedang membuktikan tanda-tanda kenabian dalam diri Nabi Muhammad. Pada gambar itu di bagian kepala ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab, sedangkan di bagian badan tetap terlihat utuh.


Kementerian Agama langsung bereaksi keras dan menarik buku dari peredaran. Menurut Menag Suryadharma Ali, Nabi Muhammad SAW tak bisa diilustrasikan dengan gambar apapun. Itu adalah materi sensitif yang bisa menimbulkan keresahan umat Islam.


Sementara, Lembar kerja siswa (LKS) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan. Belum lama beredar LKS bergambar Miyabi, kali ini LKS Agama Islam tingkat SMP terdapat materi keagamaan yang dianggap tidak sesuai dengan fiqih.


Kesalahan buku itu terdapat pada pendefinisian salat jumat dan salat jenazah. Pada LKS ini, kedua salat itu hukumnya sunah, bukan fardu ain dan fardu kifayah atau salat wajib. Beberapa kesalahan konten tersebut dianggap tidak sesuai dengan kaidah fiqih.


“Beberapa konten yang diajarkan kami anggap itu menyesatkan,” ungkap Riha Mustofa, guru agama SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto. Pihak MUI pun sepakat buku itu harus segera diluruskan dan ditarik dari peredaran.


Kepala Sekolah SDN 155 Syafri Effendi membenarkan adanya buku tersebut. Informasi itu diterima setelah seorang orangtua siswa protes dan menganggap bahasanya tidak layak dibaca siswa SD. “Namun sekarang kami menarik buku tersebut. Kami menilai secara psikologi memang belum layak materi dan bahasanya untuk anak SD,” kata Effendi.ins


Sanksi ke Penerbit Lemah


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui jika pemerintah belum mampu memberikan sanksi tegas kepada penerbit buku pelajaran yang nakal. Menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Ramon Mohandas inilah yang menyebabkan penerbit nakal tak jera memasukan materi yang tak sesuai dengan pelajaran.


“Kami akui, hukuman buat penerbit nakal masih lemah,” kata Ramon. Pernyataan Ramon ini menanggapi keluhan beradarnya buku pelajaran bermuatan materi porno di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VI yang digunakan oleh sejumlah SDN di Kota Bogor.


Ramon menuturkan sudah melihat cerita yang dimaksud. Dia mengatakan buku tersebut bukan buku resmi yang diwajibkan melainkan buku pengayaan. Buku itu melewati proses penilaian layak atau tidak.


 “Jadi penerbit langsung ke sekolah-sekolah terus mengiming-imingi sejumlah kompensasi,” ucap Ramon. Mestinya, ucap dia, para guru memperhatikan konten isi dulu sebelum sepakat untuk menggunakan.


Ramon mengatakan, ke depan perlu ada sanksi yang tegas untuk penerbit nakal agar menimbulkan efek jera. Menurut dia, DPR RI saat ini sedang menggodok Rancangan Undang Undang Perbukuan yang salah satu isinya tentang sanksi terhadap penerbit nakal.


Untuk Kurikulum Pendidikan 2013, Ramon menuturkan semua buku berasal dari pusat. Sekolah boleh menyediakan buku pengaya asal isinya lebih baik dibanding buku induk. “Buku induk itu hanya standar minimum,” ucap Ramon. Buku pengayaan itu harus melewati penilaian di dinas pendidikan setempat.ins




Pornografi di Buku Anak, Tragedi!

Friday, December 27, 2013

Kisah Cinta Fenomenal Seleb Tanah Air 2013 (II)





VIVAlife- Tahun 2013 segera berganti. Selama perjalanan tahun itu, kisah cinta sejumlah seleb tanah air menjadi cerita tak terlupakan untuk dunia hiburan tanah air.


Apalagi, perjalanan kisah cinta sejumlah seleb di tahun 2013 cukup banyak yang menjadi fenomenal. Mulai dari kisah asmara Raffi Ahmd dengan politisi cantik Wanda Hamidah, hingga kisah cinta mengejutkan antara vokalis band NOAH, Ariel dengan Sophia Latjuba.


Cerita cinta mereka selalu menjadi perbincangan dan menghebohkan di 2013. Bagaimana kisahnya, berikut rangkumannya.


Asmirandah dan Jonas Rivanno


Kisah cinta berikutnya datang dari pesinetron Asmirandah dan Jonas Rivanno. Kisah cinta mereka, diakui datang dengan tiba-tiba tanpa ada yang merencanakan.


Keduanya terlibat cinta lokasi. Tak banyak kabar miring yang mewarnai tali cinta keduanya. Awal tahun 2012 mereka mulai berhubungan, namun, kedekatannya jarang sekali dipublikasikan.


Dan 17 Oktober 2013 lalu, keduanya diam-diam melangsungkan pernikahan di kediaman Andah di Beji, Depok, Jawa Barat. Sayang, keduanya sempat membantah berita bahagia tersebut.


Jonas yang memeluk keyakinan Nasrani pun rela berpindah keyakinannya menjadi seorang mualaf mengikuti keyakinan sang kekasih. Namun, Jonas membantah jika dirinya telah menjadi mualaf.


Hal ini menjadi kontroversi dan perdebatan, membuat  pria berusia 26 tahun tersebut di protes dari ormas Islam. Sampai-sampai ormas tersebut melaporkan Jonas kepada pihak kepolisian atas dugaan penistaan agama.


Setelah diam dalam persembunyiannya, akhirnya keduanya pun tampil di hadapan umum dan menggelar temu media di kediaman Andah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Dalam temu media tersebut, baik Andah maupun Jonas mengutarakan permintaan maafnya kepada pihak-pihak yang telah terluka dengan apa yang telah mereka lakukan.


“Saya dengan kerendahan hati dan setulus-tulusnya meminta maaf kepada semua masyarakat Indonesia. Dan juga kepada instansi terkait MUI Depok, KUA Depok, dan juga masjid An -Nur. Pokoknya semua masyarakat umum yang merasa dirugikan dengan pemberitaan ini,” ucap Asmirandah.


Selang beberapa hari, Andah pun mendaftarkan pembatalan pernikahannya ke Pengadilan Agama Depok, pada 7 November 2013. Hal ini kembali mengejutkan publik.


Dan tepat pada tanggal 18 Desember 2013, Pengadilan Agama Depok pun mengabulkan permohonan pembatalan pernikahan kedua sejoli ini.


“Membatalkan pernikahan pemohon dan termohon yang diselenggarakan pada 17 Oktober. Menyatakan kutipan akta nikah, tidak mempunyai kekuatan hukum,” kata Hakim Ketua, Drs Khairuman saat membacakan amar putusan.


Zaska si Goyang Itik dan Vicky Prasetyo

Tak pernah terlihat menggandeng sosok pria di setiap kesempatan,  diam-diam pedangdut muda bernama asli Surkiani atau  Zaskia Shinta (23) muncul dengan kabar mengejutkan.


Zaskia yang tenar berkat goyang itiknya, diam-diam menggelar acara lamaran mewah pada 1 September 2013 di Hotel Kempinski, Jakarta dengan pria yang kabarnya berprofesi sebagai pengusaha, Vicky Prasetyo (29).


Bagi Zaskia, Vicky sosok yang sangat manis dan luar biasa. ia mengaku pertama kali berjumpa dengan Vicky di acara SCTV Awards beberapa tahun lalu.


Sayangnya usia pertunangan tak lama. Niat keduanya untuk membina sebuah rumah tangga yang diidamkan, harus kandas di tengah jalan.


Selang sehari setelah hari lamarannya tersebut, kebobrokan Vicky pun perlahan terkuak. Vicky merupakan pria dengan status memiliki seorang istri, dan bukanlah seorang lajang seperti yang ia ungkapkan kepada Zaskia saat itu.


Tak hanya itu, nama Vicky pun semakin melejit dengan pengakuan beberapa pedangdut yang mengungkapkan bahwa Vicky adalah penipu.


Dan pada akhirnya, harapan Zaskia untuk melabuhkan hatinya kepada Vicky harus kandas ditengah jalan. Kini keduanya tak lagi bersama.


Ariel ‘NOAH‘ dan Sophia Latjuba

Bukan Ariel ‘NOAH‘ namanya jika tidak menjadi sorotan. Sempat heboh video syurnya dengan sejumlah artis mulai dari Luna Maya  hingga Cut Tari, tak membuat  Ariel kehilangan pamornya di mata wanita.


Belum lama ini, Ariel kembali bikin heboh. Duda satu anak ini dikabarkan sedang dekat dengan aktris senior, Sophia Mueller atau akrab dikenal dengan nama Sophia Latjuba.


Kabar kedekatannya jadi buah bibir, saat keduanya kepergok mesra bergandengan tangan di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta. Foto-foto mesranya juga ramai beredar di dunia maya. Ariel menggandeng tangan Sophia saat berada di eskalator.


Saat dikonfirmasi soal foto-foto mesranya, manajer Sophia  pun menanggapi dengan santai dan mengatakan tak perlu dibesar-besarkan.


Dilanjutkannya, kedekatan Sophia dan Ariel hanya sebatas untuk  pekerjaan semata. (eh)


Article source: http://www.gatra.com/fokus-berita/33054-geliat-islam-negeri-beruang-merah.html


Kisah Cinta Fenomenal Seleb Tanah Air 2013 (II)

Tuesday, January 8, 2013

Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Selasa, 08 Januari 2013 10:49

| Ade Irwansyah

HINGGA selesai menulis artikel ini, jujur, saya belum nonton film terbaru Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda.

Saya tak tertarik menontonnya. Saya sedang malas nonton film bertema “berat.” Sebab, jika menonton, saya akan repot menuliskan ulasannya. Tapi, kontroversi soal filmnya, bahkan kabar Hanung memutuskan menarik filmnya dari peredaran sampai dilaporkan ke polisi segala mendorong saya menulis artikel ini.

Karena belum nonton, saya tak berhak menilai Cinta Tapi Beda. Namun, saya sudah nonton beberapa film yang mengangkat soal cinta beda agama sebelum yang ini. Jadi, menurut saya, sah saja saya punya pendapat soal tema yang diangkatnya: tentang cinta beda agama.

Negeri kita yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sudah sejak dulu menjadi bahan baku cerita fiksi, termasuk film cerita. Kritikus film Eric Sasono pernah menulis di situs Rumah Film (2011), dahulu setidaknya ada dua pendekatan utama pembuat film menceritakan keragaman di Indonesia ini. Pendekatan pertama humoristis, dengan bercerita tentang tokoh-tokoh komikal dan stereotip etnis sebagai bahan lawakan atau ejekan. Tujuan pendekatan ini untuk mengajak penonton menertawakan diri sendiri. Humor yang semacam mendamaikan diri sendiri ini (morbid humor) dianggap efektif untuk menerima kenyataan ketimbang dipendam dan dibiarkan hingga jadi bisul kronis.

Pendekatan kedua adalah pendekatan yang menceritakan keragaman itu sebagai bagian komentar—atau kritik sosial budaya. Pendekatan ini melihat bahwa keragaman itu merupakan sebuah hal kompleks yang harus dijalani oleh manusia Indonesia. Pendekatan kedua ini menceritakan orang-orang yang harus bersiasat dengan beragam identitas yang berkumpul dalam diri mereka.

Untuk pendekatan pertama, Eric memberi contoh film-film komedi Nya’ Abbas Akup, sedang contoh pendekatan kedua di antaranya dilakukan Sjumandjaja lewat, misalnya, Si Doel Anak Modern.

Salah satu ciri yang menonjol di sinema Indonesia pasca Soeharto adalah sifat individualistis. Para pembuat film pasca Soeharto tak terlalu memusingkan keragaman latar belakang etnis, kebudayaan atau agama. Yang dikejar melulu capaian individual si tokoh. Keadaan sekitar tak kelewat dipedulikan, dan film Indonesia sekarang lebih senang membuat cerita yang berpusat pada aspirasi (capaian psikologis dan material) orang per orang yang khas kelas menengah.

Maka, kita melihat kisah-kisah from zero to hero tentang orang miskin jadi orang sukses, orang saleh mencari jodoh, dan sebagainya.

***

Namun, tentu, selalu ada yang menyempal bergeser dari titik mainstream. Kondisi pasca Soeharto yang relatif bebas juga memungkinkan mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi wacana di layar lebar. Dari sini menyempal film yang membincangkan cinta beda agama.

Film tentang cinta beda agama di sinema Indonesia pasca Soeharto dimulai oleh Cin(T)a karya Sammaria Simanjuntak yang rilis tahun 2009. Judulnya memberi simbol yang kira-kira bisa diartikan—saya meminjamnya dari tulisan Ifan Adriansyah Ismail di majalah Madina—di antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta ada “T” yang menghalangi. “T” itu adalah perbedaan dalam menyebut Tuhan. (O ya, sebetulnya, setahun sebelumnya, 2008, rilis Ayat-Ayat Cinta [sutradara Hanung Bramantyo] yang di dalamnya ada kisah cinta beda agama antara Fahri [Fedi Nuril], penganut Islam, dengan Maria yang menganut Kristen Koptik. Tapi persolan cinta beda agama itu tak menjadi soal berarti karena Maria kemudian masuk Islam.)

Kembali ke Cin(T)a, film itu tampak samar-samar mengisahkan cinta beda agama dengan membalutnya sebagai film esai. Tokoh-tokohnya dipinjam sineasnya untuk mengutarakan gagasan ataupun pertanyaan seputar cinta, Tuhan, dan agama. “Kenapa Allah nyiaptain kita beda-beda. Kalau Allah ingin disembah dengan satu cara?” “Makanya Allah ciptain cinta. Biar yang beda-beda bisa nyatu.”

Film berikutnya, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta (2010). Kita bertemu Rosid (Reza rahadian) telah menetapkan hatinya pada Delia (Laura Basuki). Rosid, Islam. Delia, Katolik. Film arahan Benni Setiawan yang kisahnya diambil dari dua novel (Da Peci Code dan Rosid Delia) ini mengambil jalan ke inti persoalan: seperti apa problema yang akan ditemukan bila dua sejoli beda agama memadu kasih?

Film ini tak mencoba memberi putusan bahwa hal itu dilarang (atau juga dibolehkan). Sebaliknya, film ini menyajikan serangkaian hal untuk direnungkan penonton usai menonton. Misalnya, ada dialog soal persoalan nikah beda agama akan meninggalkan beban psikologis pada pelaku, keluarga, bahkan anak yang mereka lahirkan kelak. Ditanya bagaimana sebaiknya, malah dijawab dengan tawa. Kemudian, ada dialog, dari sudut Islam, ada pendapat ulama yang mengatakan nikah beda agama boleh asal prianya Islam. Tapi, dengan bijak, film ini tak menganjurkan mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal itu, melainkan taati agama dengan baik dulu, baru pahami betul-betul sebelum akhirnya ikut pendapat yang mana. SPOILER ALERT pada akhirnya Rosid dan Delia tak melanjutkan hubungan cinta mereka.

Kemudian juga ada sedikit cerita cinta beda agama yang terselip di film ? (Tanda Tanya) rilis tahun 2011 karya Hanung Bramantyo. Yang sudah nonton pasti ingat sub plot tentang Ping Hen (Rio Dewanto) yang memendam cinta pada Menuk (Revalina S. Temat). Di ujung film, SPOILER ALERT lagi, setelah Menuk menjanda, Ping Hen masuk Islam dan mendapatkan cinta lamanya.

Nah, yang terakhir kisah cinta beda agama hadir lewat Cinta Tapi Beda. Saya belum nonton, jadi tak berhak mengulasnya. Namun, kawan yang menulis resensi filmnya di tabloid ini mengatakan di ulasannya, “… tidak mudah melaksanakan pernikahan beda agama. Sistem di Indonesia tidak memberi dukungan pada cinta yang didasari dua Mahacinta. Ini pesan Cinta Tapi Beda. Untuk kita renungkan.”

Yang jelas, filmnya rilis di penghujung 2012, ini artinya setiap tahun sejak 2009 lahir film yang mengangkat tema itu.

Kenyataan ini lebih menarik ditelisik. Kenapa sekarang saban tahun muncul film tentang cinta beda agama?

***

Sesungguhnya, cinta beda agama terbilang sebuah keniscayaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri atas beragam agama. Kita hidup berdampingan dengan orang beragama lain, tak mungkin rasanya jika sampai tidak terjadi kisah cinta berlatar agama berbeda. Anda mungkin pernah mengalaminya, atau pastilah kenal orang-orang yang mengalaminya.

Sesungguhnya pula, cinta beda agama bisa terjadi di belahan mana saja di dunia ini. Namun, rasanya, di Barat sana hal semacam ini tak menjadi masalah. Beda dengan di Indonesia. Nilai religiusitas dan kekeluargaan yang erat dianut masyarakat kita membuat persoalan cinta beda agama jadi pelik.

Di Barat sana yang individualis boleh saja orangtua membiarkan anaknya berkasih-kasihan dengan yang lain agama karena menganggap itu sebagai hak asasi. Tapi tak demikian halnya di Indonesia. Apalagi bila hubungan beda agama itu hendak berlanjut jadi serius ke pernikahan. Percintaan, apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan semata urusan dua pribadi yang jatuh cinta, tapi urusan dua keluarga.

Pertama niatan sineas melahirkan kisah ini karena sudah saatnya hal tabu itu diangkat ke permukaan, dibicarakan secara terbuka. Yang saya ingat, baik Cin(T)a dan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tak mendatangkan kontroversi lantaran mengangkat konfliknya dengan halus: Cin(T)a lewat penuturan bergaya esai, sedang 3 Hati lewat penyelesaian harmonis. ? (Tanda Tanya) mengundang kontroversi lebih kepada tema pluralisme religius yang diangkatnya.

Pun kontroversi terbaru ini, di Cinta Tapi Beda lebih berupa protes pada tokohnya yang digambarkan sebagai orang Minang.

Ini menandakan, meski di luar sana masih ada pro-kontra atas hubungan cinta beda agama, sebetulnya sebagian besar masyarakat relatif memberi kebebasan pada sineas untuk mengangkat tema ini.

Yang tidak setuju, misalnya, pada akhirnya memilih tidak menontonnya. Mereka lebih memilih kisah cinta sejati Habibe dengan Ainun atau semangat nasionalismenya dibakar di puncak Mahameru lewat 5 cm..

Pertanyaannya kemudian, apa kontroversi Cinta Tapi Beda ini akan menghentikan sineas membuat lagi film tentang cinta beda agama?

Saya kok ragu, ya. Sebab, hubungan cinta beda agama adalah bahan baku cemerlang untuk sebuah kisah dramatis khas Indonesia. Dalam hubungan cinta beda agama ada konflik yang menggigit penuh dilema. Di situ, cinta seakan dipertentangkan dengan agama. Ada pula tradisi dan nilai keluarga yang mungkin menentang.

Siapa yang untung? Oh, tentu produser film. Orang-orang yang penasaran jadi kepingin nonton. Apalagi sampai filmnya jadi kontroversi segala. Yuk, ke bioskop sebelum filmnya betulan berhenti tayang….

(ade/ade)

 

Berita Terkait:

Film Cinta Tapi Beda Digugat, Produser Siap MeladeniSejak Muncul Kontroversi, Penonton Cinta Tapi Beda Bertambah Lebih dari 80 RibuFilm Cahaya Kecil Siap DiproduksiKontroversi Film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo Meminta Maaf

Komentar   

Jambanizer

habibiainun

Berikan komentar

Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/11/peringatan-hari-anti-korupsi-di-makassar-berujung-bentrok


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Sunday, July 21, 2013

Yusuf : Ketika Cinta Bicara

Menurut Ibnu Arabi,Muhammad bin Ali bin Muhammad bin al-Arabi (1165-1240 M) cinta adalah maqom tertinggi jiwa manusia dan awal pencapaian kesempurnaan menuju peleburan diri pada daya tarik Ilahi (disclosure).


Surat ke-12 ini termasuk Makiyyah karena diturunkan di Mekah. Nabi Muhammad banyak mengambil ibrah (moral lesson) dari kisah Yusuf. Karena di samping menghibur, kisah-kisah tersebut mengungkap hal-hal gaib yang selama ini tidak diketahuinya.


Bahkan, menurut riwayat al-Baihaqi dalam ad-Dalaa’il banyak orang Yahudi masuk Islam karena kisah Yusuf sesuai dengan kisah yang selama ini mereka ketahui. Walau ada yang menyayangkan kenapa kisah percintaan Yusuf bisa masuk di kitab suci, tetapi cinta tetaplah pesona tiada batas dan energi yang menggerakkan tanggung jawab, penghormatan, kasih sayang, dan kekuatan produktif.


Cinta adalah anugerah Ilahi yang mempunyai potensi dan energi mengendalikan hati untuk memperjuangkan kebenaran dan prinsip moral (truth and morality principle). Cinta mampu memotivasi seseorang untuk meraih semangat hidup, sensitivitas, kedewasaan, dan pencerahan. Kesalahan dalam memahami cinta bisa menenggelamkan seseorang dalam lorong gelap keputusasaan, ketidakpedulian, dan keruntuhan moral. Aktualisasi cinta akan tampak dalam beberapa indikasi nilai-nilai yang baik, indah, dan positif, seperti ketulusan, pengorbanan, dan dedikasi. Jika indikasi itu tidak tampak, maka cinta tidak lebih hanya sebuah sandiwara kebohongan dan komoditas nafsu yang tersembunyi. Cinta seharusnya mewujud dalam bentuk ketulusan yang mendalam, yakni kenikmatan “memberi” tanpa diembel-embeli pamrih apa pun yang bersifat duniawi. Mengabadikan ketulusan dalam cinta juga perlu dibarengi penanaman akhlak dan disiplin.


Cinta pada hakikatnya adalah kekuatan untuk merawat dan memekarkan kehidupan. Dalam cinta, seseorang mendampingi orang lain untuk tumbuh positif dan menjadi “dirinya sendiri”, bukan menjadi “orang lain” atau siapa pun. Justru karena cinta merupakan energi untuk menyayangi dan memekarkan kehidupan tanpa memandang baju primordialnya, maka cinta mampu mengatasi dan melampaui apa pun. Dalam puisi-puisinya yang indah dan abadi, Jalaluddin Rumi bahkan memproklamirkan apa yang disebutnya sebagai “agama cinta” yang melampaui sekat-sekat primordial dan sektarianisme yang picik dan sempit.


Cinta adalah energi sekaligus substansi kehidupan yang memekikkan persaudaraan dan perdamaian tulus pada semua manusia tanpa memandang baju primordialnya, baik itu berupa agama, ras, jenis kelamin, keyakinan, ideologi, afiliasi politik, dan lain-lain. Cinta bahkan bisa mengatasi dan melampaui agama-agama yang kadang terdangkalkan karena faktor institusionalisasi dan lembagaisasi.


Dengan energi cinta yang menggelegak, seseorang tak pernah merasa jera dan putus asa untuk menyuarakan perdamaian dan kasih sejati di tengah kekerasan dan perang yang terus terjadi dalam sejarah umat manusia dari waktu ke waktu. Di tengah karut-marut kehidupan bangsa menjelang Pemilu 2014, yang disebut tahun politik, yang penuh intrik, konflik dan licik, saatnya cinta bicara!


Article source: http://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/70053-winda-viska-sempat-tak-percaya-pacarnya-benar-benar-masuk-islam.html


Yusuf : Ketika Cinta Bicara

Sunday, January 13, 2013

Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Leon Agusta

Tak ada yang baru di bawah langit. Begitu sering kita dengar banyak orang mengatakan. Namun, selalu ada cara pandang yang baru tentang apa atau bagaimana adanya sesuatu di bawah langit. Selalu pula ada cara pendekatan baru terhadap sesuatu yang sudah berlalu—terhadap sesuatu—misalnya karya dari masa silam. Dari segala sesuatu yang ada sebagian elemen sudah dieksplorasi, tetapi ini tidak berarti bahwa tidak mungkin ada elemen lain yang dapat dieksplorasi.

Setiap generasi baru dalam seni selalu melihat atau menyiasati apa yang sudah dilakukan oleh seniman generasi sebelumnya dengan cara pandang yang berbeda. Perbedaan konteks dan pengalaman akan melahirkan berbagai pertanyaan baru dengan fokus pada elemen-elemen tertentu. Semuanya ini mendorong mereka untuk melahirkan sesuatu yang baru di luar paradigma dan wacana lama. Hasilnya, adakalanya melahirkan paradigma baru yang pada gilirannya akan menghasilkan karya yang baru pula.

Dari eksplorasi semacam ini, lahirlah karya Denny JA, Atas Nama Cinta, yang disebutnya sebagai puisi-esai. Lalu, dari sebutan puisi-esai muncul pertanyaan: bagaimana mendefinisikan esai untuk membedakannya dengan puisi? Apakah perbedaannya terletak pada isi, bentuk, persepsi, atau perspektif? Kemudian muncul sebuah pertanyaan lagi: apakah puisi dapat berfungsi sebagai pemicu pemikiran rasional untuk menggerakkan lahirnya sebuah puisi-esai?

Jurnalisme dan statistik serta analisis mampu menghadirkan fakta atau kenyataan dari suatu situasi dan kondisi suatu kehidupan masyarakat di suatu waktu dan tempat tertentu. Hal ini tecermin pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai esai. Adapun estetika memiliki potensi untuk mengungkapkan sensitivitas kemanusiaan, kedalaman perasaan, intuisi, dan imajinasi sehingga menghadirkan kesan mendalam terhadap pembaca bagaimana wajah nasib dan penderitaan manusia ke dalam rasionalitas melalui empati pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai puisi. Jadi, apakah mungkin puisi-esai dapat mengantarkan pembaca pada penghayatan dengan warna perasaan yang kaya nuansa?

Dalam konteks di atas, puisi esai Denny JA berakar pada realitas masyarakat berupa kejadian dan peristiwa dalam berbagai kategori analisis dengan fokus tunggal pada problematik diskriminasi di Indonesia. Sejak awal, bentuk, konteks, dan isi karya Denny JA adalah esai dalam format puisi.

Bukan baru 

Sebenarnya, dalam sejarah sastra Indonesia, upaya mempertemukan atau menggabungkan bentuk-bentuk tulisan yang berbeda dalam satu karya bukan sesuatu yang baru. Dalam hal ini mungkin sebaiknya ada sedikit perbandingan dengan karya Rendra. ”Si Burung Merak” ini menulis puisinya, seperti diakuinya sendiri, dalam bahasa pamflet. Ini dilakukannya untuk merespons kenyataan sosial politik pada waktu itu. Ungkapan-ungkapannya lugas, sama sekali tidak rumit. Begitu mendengar, maksudnya langsung bisa ditangkap. Pesan politiknya tampak lebih diutamakan ketimbang estetika puisi.

Denny menggali sumber kekuatan estetik jauh lebih dalam pada buku puisi-esainya Atas Nama Cinta yang merupakan gugatan terhadap isu sosial dalam bingkai diskriminasi. Dalam konteks ini, kekuatan estetika dalam narasi akan merupakan jembatan emas untuk menyampaikan pengalaman emosional, sedangkan catatan kaki memperkuatnya dengan pengalaman intelektual. Dengan demikian, ditemukan satu titik temu untuk mencapai keseimbangan antara penghayatan dan pengertian.

Dalam hal ini, pendekatan puisi-esai Denny, yang merupakan upaya menyatukan pengalaman emosional dan rasional dalam sebuah karya, mungkin bisa dikatakan lebih dekat dengan teknik penyair Toeti Heraty dalam Calon Arang (Yayasan Obor Indonesia Tahun 2000).

Seperti yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dalam pengantar buku ini, yang disebut karya ”prosa lirik” oleh penulisnya sendiri, tak pelak lagi, ini adalah karya seorang pejuang feminisme. Di awal pengantarnya Seno menulis, ”…setidaknya terdapat dua jalan menuju buku ini. Jalan pertama adalah tradisi Calon Arang. Jalan kedua, tentu kedudukan perempuan dalam puisipuisi Toeti Heraty.”

Jadi, prosa lirik Calon Arang karya Toeti Heraty dapat dimasuki melalui pintu dunia kepenyairan Toeti Heraty sendiri yang sikap dan pandangannya sudah diungkapkan, misalnya pada kumpulan puisi Sajak-Sajak 33 and Mimpi dan Pretensi.

Dalam buku Calon Arang, Toeti Heraty tidak memakai catatan kaki dalam memunculkan unsur rasional untuk mengimbangi narasi emosional. Dia lebih memilih mengarahkan kesadaran pembaca melalui anak judul ”Kisah Perempuan Korban Patriarki” dan mendedikasikan karyanya kepada ”setiap perempuan yang meredam kemarahan”. Dengan demikian Toeti Heraty menerapkan bingkai yang kuat dan ketat untuk menjaga agar fokus pembacaan sesuai dengan teks.

Dalam buku Atas Nama Cinta, Denny JA juga memberi petunjuk mengenai isi intelektualnya dengan anak judul ”Sebuah Puisi Esai: Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta yang Menggetarkan Hati”. Dengan demikian, isu sentral yang diajukan melalui lima kisah cinta pada buku ini disampaikan sekaligus dengan kriteria puisi esai.

Pemahaman tentang pendekatan dan alasan seorang penyair menulis puisi pamflet, puisi esai, prosa lirik, atau apa pun namanya, memang diperlukan. Pemahaman tentang keanekaragaman alasan para penyair dalam menulis puisi dapat membantu kita dalam upaya memahami keberagaman karya yang dihasilkan para penyair dari masa ke masa. Dengan ini, jika ada perbincangan, kita akan berada dalam jalur yang mengasyikkan. Konteks zamannya terjaga. Begitu pula dengan otentisitas masing-masing penyair.

Jika terjadi pencampuradukan dalam membandingkan, misalnya karena mengabaikan konteks zamannya atau otentisitas seorang penyair tak diindahkan, perbincangan takkan mengasyikkan lagi.

Penamaan puisi-esai, menurut Denny JA, adalah karena kebutuhan ekspresi kisah-kisahnya. Wujudnya adalah puisi dengan cita rasa esai, esai tentang isu sosial yang diungkapkan secara puitis.

Cita rasa 

Untuk lebih mengesankan cita rasa esai, Denny JA juga secara sadar membutuhkan pencantuman catatan kaki, di antaranya ada yang sangat mengejutkan. Misalnya, catatan kaki (4) halaman 164 mengenai ”Tafsir Baru atas Nikah Beda Agama” tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dan beberapa sahabat dengan perempuan yang bukan panganut agama Islam (http//icrp-online.org/o82008/post-17.htmi). Ada banyak informasi ataupun pengetahuan berharga dari catatan kaki yang dapat mengantarkan pembaca pada pemahaman lebih mendalam tentang puisi esai. Catatan kaki ini berperan bagaikan paru-paru bagi kisah-kisah yang disajikan sehingga puisi esai hidup dan bernapas bukan hanya sebatas lingkungan masyarakat sastra, melainkan menerobos ke tengah masyarakat luas.

Semua topik yang disajikan Atas Nama Cinta jelas sekali lebih merupakan bahan baku untuk penulisan esai, yakni isu-isu sosial yang relevan dan aktual. Denny JA ingin menyajikannya dalam format sebuah esai yang lazim untuk mengisi otak. Dia juga memiliki dorongan kuat untuk memanfaatkan estetika bahasa yang mampu membuat pembacanya masuk ke dunia nyata melalui penghayatan seni.

Dengan demikian, Denny JA mempunyai pengalaman dan pandangan yang khas terhadap kehidupan sosial, terutama sastra. Mungkin ia merasa terhina jika dikatakan menjadi sekadar peniru atau seorang murid penurut terhadap fatwa-fatwa para guru. Penulis yakin, Denny JA sama sekali tidak merasa terlalu penting untuk dibandingkan kehadirannya dengan para penyair terdahulu.

Dengan puisi esai yang disajikannya, Denny JA sudah membuka jendela baru bagi masyarakat sastra Indonesia untuk melihat kenyataan sejarah peradaban dengan cara yang baru pula, kemudian mengungkapkannya dengan pendekatan yang juga baru. Masalah kemanusiaan dan ketidakadilan membelenggu masyarakat kita di mana-mana. Kreativitas seni berupaya membebaskan belenggu itu dengan memberikan pencerahan kesadaran terhadap kompleksitas kondisi zamannya. Di sinilah peranan puisi esai yang dilahirkan Denny JA.

Dalam konteks ini, tampaknya Maman S Mahayana (MSM) tidak terkesan dengan kehadiran puisi esai Atas Nama Cinta.

Kritik MSM dalam artikel ”Posisi Puisi, Posisi Esai” (Kompas, Minggu, 30 Desember 2012, halaman 20) ada satu pertanyaan menarik seputar perbincangan puisi esai Denny JA: ”Lalu bagaimana dengan catatan Ignas Kleden, Sapardi Djoko Damono dan Sutardji Calzoum Bachri dalam antologi itu? Apakah itu sebagai stempel legitimasi tentang konsep puisi esai?”

Pertanyaan ini langsung dijawabnya sendiri berupa kesimpulan dengan nada yang terkesan merendahkan: ”Catatan mereka adalah bentuk apresiasi yang tentu saja berbeda dengan legitimasi”.

Penulis jadi bertanya-tanya: apakah kehadiran puisi esai harus dilegitimasi? Apakah puisi esai mengganggu dunia kelangenan para penyair yang secara kultural harus memelihara tatanan, hierarki, ketertiban, dan kepatuhan?

Sekarang pertanyaan yang perlu ditambahkan adalah: legitimasi dari siapa? Siapa sesungguhnya yang berhak memberikan ”stempel legitimasi” terhadap konsep puisi esai atau konsep puisi penyair mana pun? Dari mana seseorang mendapatkan hak sedemikian? Apakah Denny JA memerlukan legitimasi seperti yang dipahamkan MSM? Sejauh pengenalan saya tentang cara berpikir dan sepak terjang Denny JA dalam dunia perpuisian yang dibangunnya, cara berpikir, pertanyaan, dan kesimpulan MSM sepertinya sudah jauh ketinggalan zaman.

Pertanyaan dan kesimpulan MSM itu membuat penulis terkenang pada satu komentar penyair yang menetap di Padang, Rusli Marzuki Saria (75), dalam satu perbincangan santai di sela-sela Pertemuan Sastrawan Indonesia 2012 di Makassar, akhir November lalu. Ia mensinyalir adanya ”budaya feodalisme yang menguasai dunia sastra kita”.

Leon Agusta Penyair Tinggal di Jakarta






Article source: http://beritasore.com/2013/01/11/bi-terbaik-dalam-promosikan-keuangan-syariah/


Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Wednesday, November 13, 2013

Kisah Robin van Persie: Saya Bukan Seorang Mualaf [3]

Free Kick





Kisah Robin van Persie: Saya Bukan Seorang Mualaf [3]




Liputan6.com, Jakarta : Robin van Persie mengakhiri kariernya di lapangan hijau bersama Feyenoord dengan catatan tinta emas. Namun dari sisi hubungan personal dengan pelatih dan manajemen agak kurang manis. Tak hanya para pemain yang merasakan kehilangan, tapi juga publik Rotterdam yang amat ngefans pada sang bintang muda itu.


Berita Terkait



Messi, Van Persie, Park Eun-seon, dan Berardi Curi Perhatian


Messi, Van Persie, Park Eun-seon, dan Berardi Curi Perhatian



Kisah Robin van Persie: Keras Kepala Tapi Romantis [2]


Kisah Robin van Persie: Keras Kepala Tapi Romantis [2]


Pemain muda berbakat yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di ajang Best Talent KNVB di akhir musim 2001-2002 itu terlihat berseri-seri. Segala bebannya di Feyenoord seolah telah terlepas. Maklum, klub raksasa Arsenal asal Inggris positif menginginkannya bergabung.



Saat yang ditunggu-tunggu itupun tiba. Robin van Persie bergabung di Arsenal mulai musim 2004-2005 dengan nilai transfer 2,75 juta pound. Sang Manajer The Gunners Arsene Wenger langsung memberikan kaus tim bernomor punggung 10.


Pada pekan-pekan awal debutnya, RvP mengalami kesulitan beradaptasi di lapangan hijau ajang Liga Premier yang serba bermain cepat dan keras. Namun di musim selanjutnya, 2006-2007 taji Van Persie mulai muncul. Sedikitnya 11 gol telah disumbangkan RvP bagi Meriam London.


Di musim-musim selanjutnya, Robin van Persie terus menebar maut bagi lawan-lawannya. RvP telah bermain 278 kali bersama Arsenal dan 211 kali menjadi starter. Jika dirata-rata, Robin bermain 26 kali dalam semusim. Dari seluruh perjalanan bersama The Gunners, RvP pernah mengalami 67 kali menjadi pemain pengganti.


RvP Jadi Aset Mahal Arsenal


Robin van Persie benar-benar bagai barang yang mudah sekali pecah. Van Persie seperti gampang mengalami cedera. Namun sang manajer tahu persis, pemain bintangnya ini memerlukan ‘perlakuan berbeda’ dan harus dijaga sebagai aset amat berharga bagi The Gunners.


Setiap mengalami cedera, para pemain Arsenal lainnya dan juga Arsene Wenger ikut memberikan dukungan agar RvP segera bisa pulih.


Van Persie menyadari dirinya termasuk yang rentan cedera. Perhatian yang diberikan rekan-rekan setim dan sang manajer saat dirinya cedera, langsung dibalasnya dengan aksi menawan di lapangan. Kepercayaan klub dibayarnya tunai dengan gol.



Robin mempunyai catatan unik terkait cedera. Di musim 2004-2005 bulan Februari 2005, mantan striker Feyenoord ini mengalami cedera pada bagian pergelangan kaki. Akibatnya, RvP lebih cepat mengakhiri musim ini karena harus beristirahat.


Perjalanan laga RvP di musim 2005-2006 relatif lebih mulus tanpa cedera berarti. Robin van Persie mengalami tiga kali cedera pada musim ini. Dan kondisi cederanya itu kerap kambuh. Karenanya, tak terlalu banyak gol tercipta di musim ini. Dari 26 kali penampilannya, Robin hanya menyumbangkan 5 gol. Catatan ini jelas berada jauh di bawah mesin gol Arsenal Thierry Henry.



Musim kompetisi 2007-2008 sepertinya menjadi matahari cerah buat Robin van Persie. The Gunners pun menempati markas barunya The Emirates Stadium. Sayangnya, stadion baru tak diimbangi dengan prestasi. The Gunners benar-benar puasa gelar.


Bayang-bayang Dennis Bergkham tak lagi membayang-bayanginya. Penampilan Van Persie begitu ganas. Baru di paruh musim, Robin telah sukses menorehkan catatan emas dengan 13 gol. Namun lagi-lagi, cedera menerkamnya hingga RvP harus dirawat sampai akhir musim laga. Robin van Persie dinyatakan tim medis Arsenal mengalami cedera metatarsal.



Pada musim berikutnya, Van Persie juga tak penuh mengikuti kompetisi. Ketika bulan memasuki Oktober, Robin didera cedera lutut. Akibatnya, pemain terbaik Belanda 2001-2002 itu harus istirahat beberapa bulan. Dari 15 kali tampil sebelum cedera, RvP masih mampu menyumbangkan 8 gol untuk The Gunners.


Di musim kompetisi 2008-2009, Robin van Persie hanya bermain sekitar 75 persen. Sisanya, lagi-lagi sang striker harus masuk ruang perawatan karena cedera. Namun meski tak penuh mengikuti pertandingan, Robin berhasil 11 kali menjebol gawang lawan dan menjadi pembuat assist terbanyak pada musim ini. Peranan trio penyerang Robin van Persie, Samir Nasri, dan Cesc Fabregas sangat menonjol. Fans penggemar Arsenal pun berharap banyak pada trisula tajam ini.



Malang tak dapat ditolak. Di saat publik Emirates Stadium berharap banyak pada Robin van Persie, tapi justru sebaliknya yang didapat. Memasuki November 2009, RvP didera cedera di bagian pergelangan kaki. Pemain kelahiran Rotterdam 6 Agustus 1983 itu harus diistirahatkan selama 6 pekan. Bukannya menerima keadaan, Van Persie malah mencoba menjalani pengobatan eksperimental yang akhirnya justru mengharuskan dirinya absen selama 5 bulan.


Robin van Persie baru bisa main bola lagi April 2010. Meski hanya tampil 16 kali, namun bintang Arsenal itu mampu mencetak 9 gol.



Di skuat Timnas Belanda, tahun 2010 Robin van Persie berhasil mengantar Pasukan Oranye melaju ke final Piala Dunia. Sayang, penampilannya tak seciamik saat bermain di Liga Belanda dan Premier League. Setelah laga Piala Dunia, serentetan cedera kembali dialami Robin.


Di musim 2011, Van Persie mulai mencetak gol lagi. Pada musim ini, RvP tampil sebanyak 25 kali dan mencetak gol 18 buah dalam seluruh laga bersama Arsenal. Robin pun sempat mencetak gol ketika The Gunners bertarung melawan Barcelona.


Musim Emas Bersama Arsenal


Tak selamanya juga Robin van Persie menjalani musim-musim kompetisi bersama Arsenal dalam kondisi muram. Setelah Nasri dan Fabregas dijual, otomatis tanggung jawab langsung ada di pundak RvP.



Robin menjalani tanggung jawab dan harapan fans Arsenal dengan baik. Penampilannya yang menawan sepanjang musim ini membawanya pada gelar pemain terbaik Liga Premier 2011-2012. Sang bintang mengemas 37 gol dan 15 assist. Pantaslah ketika prestasinya ini diganjar dengan gelar the best player. Tak hanya itu, Robin van Persie pun menduduki urutan teratas sebagai pencetak gol terbanyak Liga Premier 2011-2012 pada akhir musim menyisihkan bintang Manchester United Wayne Rooney. Sayangnya, Arsenal tak mampu meraih gelar apa pun karena Manchester United yang akhirnya tampil sebagai jawara Liga Inggris.


Hubungan Asmaranya Ditentang


Kisah cinta Robin van Persie dengan Bouchra terjalin saat mereka masih tinggal di Rotterdam. Van Persie kala itu masih memperkuat Feyenoord. Perkenalan mereka terjadi melalui ‘jasa makcomblang’. Usia Van Persie waktu itu masih 19 tahun. Bouchra adalah cinta pertama Robin van Persie.


Hubungan cinta itu ternyata tak mulus. Orangtua sang gadis tidak setuju anaknya dipacari Robin. Salah satu alasan utamanya adalah soal keyakinan. Mereka tak seagama.


“Pihak orangtua Bouchra saat itu tidak setuju, anaknya saya pacari,” tutur Robin van Persie seperti ditulis Dutch Football beberapa waktu silam.



Sang pacar berasal dari keluarga besar Elbali asal Maroko yang memeluk agama Islam. Sementara Robin sendiri besar dalam lingkungan keluarga penganut Agnostik. Tapi sejatinya, tak hanya itu saja. Keluarga sang gadis tahu, bahwa Robin van Persie bukanlah pemuda ‘baik-baik’. Dia kerap bikin masalah. Bahkan ketika masih sekolah di SMA, nyaris setiap hari dihukum karena kebandelannya.


Bukan Robin van Persie jika menyerah begitu saja. Selama hampir 2 tahun, Robin berusaha mendekati Bouchra Elbali dan berusaha meyakinkan keluarga besarnya itu. Upayanya itu ternyata berbuah manis. Robin direstui dan akhirnya menikahi gadis berdarah Maroko itu. Setelah menikah, Robin van Persie mengajak sang istri tinggal di Distrik Hampstead di kawasan utara London. Waktu itu, Robin baru dikontrak Arsenal.



Rupanya perjalanan keluarga muda itu tidak terlalu mulus. Robin van Persie sempat diketahui menjalin cinta dengan seorang model belia Sandra Boma Krijgsman. Bouchra bahkan sempat kecewa, namun akhirnya mau memaafkan Robin. Mereka kemudian dikaruniai dua anak Shaqueel dan Dina Layla. Shaqueel dalam bahasa Arab berarti tampan.


Robin van Persie amat mencintai keluarganya. Sampai-sampai terkesan, Robin amat menurut pada sang istri. Bahkan ketika suatu saat dirinya harus memilih pindah klub. Manchester City waktu itu sempat menawarinya untuk bergabung menjelang akhir musim 2011-2012, Van Persie menunggu saran Bouchra.


“Kehidupan rumah tangga kami tenang dan anak-anak sudah nyaman di London,” tutur Bouchra seperti ditulis The Sun terkait kepindahan sang suami ketika itu.


Bukan Mualaf


Perkawinan Robin van Persie dengan Bouchra sempat memunculkan kabar, bahwa dirinya telah ikut pindah agama mengikuti keyakinan sang istri tercinta. Dalam satu hal ini, Robin ternyata memiliki keyakinannya sendiri. Selama beberapa tahun, Robin van Persie dikira telah berpindah keyakinan memeluk agama Islam.


Dalam suatu kesempatan, bintang Arsenal itu membantah dan sekaligus memberikan penjelasan terkait keyakinannya.



“Itu tidak benar. Saya bukan seorang Muslim. Saya telah dibesarkan secara bebas. Jika Anda ingin menjadi seorang Muslim, itu harus datang dari hati. Saya tidak akan melakukannya hanya untuk menyenangkan istri saya,” kata Van Persie.


RVP mengaku dibesarkan secara liberal di lingkungan keluarga yang menganut paham Agnostik sejak kecil. Van Persie mengungkapkan bahwa dirinya tidak menganut Islam seperti sang istri. Bukan pula Kristen atau Yahudi.


Sosok Robin van Persie adalah persona yang sangat unik. Bagaimana kiprah bintang Arsenal ini di Liga Inggris? Mengapa Van Persie hengkang ke MU? Ikuti terus Kisah Robin van Persie: Perjalanan Meraih Gelar. (Vin)






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Kisah Robin van Persie: Saya Bukan Seorang Mualaf [3]

Tuesday, June 25, 2013

Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

REPUBLIKA.CO.ID,   Oleh Afriza Hanifa


Allah memerintahkan si raja hutan tersebut untuk tunduk dan patuh.


Dua singa buas berputarputar di dalam lubang. Sesekali, para raja hutan itu mendongak ke atas, menunggu mangsa masuk ke kandang. Mata mereka awas, taring mereka tajam. Tiba-tiba, kandang dibuka, seorang pria hendak dilemparkan ke dalam lubang. Maka, singa-singa itu pun langsung beringas, siap menerkam. Apa pun yang masuk ke markas mereka akan tamat, bahkan sebelum mencapai dasar lubang. Mereka pasti akan langsung mencabiknya.


Bukan sembarang orang, pria yang hendak dilempar ke lubang singa itu merupakan seorang nabiyullah. Daniyal, sang utusan Allah bagi Bani Israil itu telah siap menerima hukuman. Tapi, sebenarnya hukuman itu hanya mengada-ada karena sang nabi tak melakukan pelanggaran ataupun kesalahan. Ia pun tak gentar, lisannya terus memohon pertolongan Allah.


Perkara Daniyal bermula ketika Raja Babylonia (Babel, sekarang Irak), Nebukadnezar, membutuhkan seorang penafsir mimpi. Sang raja bermimpi melihat sebuah patung raksasa yang setiap bagian tubuhnya terbuat dari logam yang berbeda.


Kepalanya terbuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perutnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi dan kakinya terbuat dari besi dan tanah liat. Tapi, kemudian sebuah batu menghancurkan patung tersebut hingga semuanya hancur luluh dan menjadi sebuah gunung. Tak ada yang mampu menafsirkan mimpi tersebut hingga kemudian raja dipertemukan dengan sang nabi.


Nabi Daniyal pun kemudian menafsirkan mimpi tersebut. Patung tersebut menunjukkan kekuasaan yang silih berganti. Emas mewakili Babylonia yang kemudian akan hancur diganti Kerajaan Persia yang diwakili perak. Kemudian, beralih ke Yunani dengan tembaga, lalu Romawi dengan besi. Tapi, semua kekuasaan itu akan hancur dan luluh lantak. Mendapat jawaban tafsir mimpi yang memuaskan, raja pun mengangkat Nabi Daniyal menjadi penasihatnya.


Namun, bukan hal baik yang didapat. Jabatan tersebut justru mela hir kan petaka. Para pejabat kerajaan merasa iri hati dan terus memfitnah. Hingga, mereka pun memengaruhi raja agar membenci Daniyaal. Terdapat fitnah yang mengatakan, Daniyal telah mencela raja. Fitnah lain menguak ibadah Daniyal ke Yerusalem yang rutin melanggar ketentuan raja. Fitnah lain mengatakan, kerajaan Babel akan hancur kecuali sang penafsir mimpi harus dibunuh. Berhasil dengan beragam fitnah yang diberikan, sang raja pun kemudian membenci Daniyal.


Raja kemudian memerintahkan pengawal membuat lubang dan me masukkan dua ekor singa ke dalamnya. Setelah itu, Daniyal pun segera diseret dan dimasukkan ke dalam kandang singa. Dua ekor singa pun telah siap menerkam. Tapi, Nabi Daniyal tetap sabar dan memohon pertolongan Allah. Ajaib, singasinga yang lapar itu membungkam mulut mereka. Tak sedikitpun taring tajam diperlihatkan dihadapan sang nabi. Saat Daniyal dimasukkan ke dalam kandang mereka, singa-singa itu justru menjilati sang nabi. Singa yang garang berubah menjadi hewan yang patuh. Sungguh tak masuk diakal kecuali memang karena kekuasaan- Nya. Allah memerintahkan singasinga tersebut agar patuh.


Beberapa hari dikurung di kan dang singa, Daniyal tetap selamat. Ia hidup bersama para singa. Hingga, kemudian rasa lapar dirasa kan sang nabi. Allah pun kembali memberi pertolongan. Allah me wahyukan kepada seorang nabi lain yang berada di Syam (kini Su riah, Yordania, dan Palestina), yakni nabi Yeremia (Jeremia) untuk menyiapkan makanan bagi Daniyal.


Namun, Yeremia kebingungan, “Ya Tuhan, saya sekarang ini berada di Yerussalem, sementara Daniyal ada di Babel,” ujarnya. Allah pun mewahyukan, “Lakukanlah apa yang Saya perintahkan dan Saya akan mengirimkan sesuatu yang akan membawamu ke sana,” firman Allah kepada nabinya.


Maka, Yeremia pun segera menyiap kan makanan. Nyata, Allah mengirimkan sesuatu yang kemudian mengantarkan Yeremia menuju Babel. Saat ia telah tiba di ambang lubang, Da niyal pun terkejut. “Siapakah itu?” kata Daniyaal. “Saya Yeremia, Tuhan mengutusku kepadamu” jawabnya.


Kemudian, terjadilah interaksi antara dua nabi tersebut. Daniyal pun sangat gembira dan bersyukur atas pertolongan Allah yang senantiasa diterimanya. “Segala puji bagi Allah yang tak pernah lupa kepada para hamba-Nya, Ia menghalau bahaya setelah kesulitan, menghargai kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kewalahan, dan memberikan harapan atas ditengah keputusasaan,” kata Daniyal bersyukur tanpa henti.


Versi lain dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa nabi Daniyal terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniyal bernama Dairus. Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniyal, penasihat kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok kondisi sang nabi.


Kisah Nabi Daniyaal memang terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani. Kisahnya ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam perjanjian lama milik Nash rani. Adapun bagi Musli min, kisah Daniyal tak disebutkan di dalam Al quran. Hanya saja, terdapat hadis dari para sahabat Rasulullah yang membenarkan sebagian kisah tersebut.


Saat ini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniyal. Sedikitnya ada enam lokasi yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya. Mengenai ki sah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniyal tersebut dikabar kan oleh Ibnu Katsir. Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Kat sir untuk mengetahui detailnya. Wallahua’lam bish shawab.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/03/mg1ikp-sejarah-islam-di-asia-tenggara-1


Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

Thursday, January 16, 2014

Kisah Anis Matta dan Tujuh Gadis Eropa Timur

Jakarta - Szilvia Fabula bukan satu-satunya gadis Eropa Timur yang dikenal Presiden PKS Anis Matta. Anis Matta pernah bertemu dengan sorang Imam yang punya 7 gadis Eropa Timur yang baru saja masuk Islam. Namun Anis Matta memilih Szilvia sebagai istri keduanya.

Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengisahkan hal tersebut melalui akun twitternya, Jumat (28/12/2013).


Szilvia Fabula masih studi S2 ekonomi saat mengenal Anis Matta di sebuah toko buku di Budapest, Hongaria. Setelah cukup lama sejak pertemuan pertama yang disaksikan Wasekjen PKS Fahri Hamzah itu, keduanya bertemu kembali di Budapest. Pertemuan kedua ini sudah banyak perubahan pada diri Szilvia.


Szilvia kini sudah memeluk agama Islam. Dia pun berani bertanya ke Anis Matta soal hukum Islam poligami.


“Rupanya dia sempat dikirimi Quran dengan terjemahan Inggris dan lalu diarahkan ke Islamic Center Budapest oleh Jen (Anis Matta),” kata Fahri.


Anis Matta pun menjelaskan tentang hukum poligami. Perdebatan pun terjadi karena awalnya Silvia menentang poligami. Namun entah mengapa setelah itu Szilvia semakin mantap mengubah penampilan.


“Waktu kami berjumpa Kerudungnya sudah sempurna. Dan dia menyampaikan terima kasih kepada kami,” kata Fahri.


Szilvia juga mengantarkan Anis Matta dan Fahri ke Islamic Center of Budapest dan mempertemukan dengan pimpinannya. Kala itu pemimpinnya memuji Anis Matta. 


“Sore itu kami dikenalkan oleh sang imam 7 gadis dari kawasan eropa timur yang menjadi muallaf bersama-sama,” kenang Fahri yang memilih tak poligami ini.


Perdebatan tentang poligami itu mengantar hubungan Anis Matta dan Szilvia semakin jauh. “Sampai kami kembali lagi ke Jakarta, kami belum mendengar ada kisah cinta. Semuanya dialog tentang Islam,” kilah Fahri yang belum mau mengugkit kisah cinta Anis dan Szilvia secara lebih mendalam ini.


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/11/16/219530118/Asmirandah-Mengaku-Minta-Jonas-Masuk-Islam


Kisah Anis Matta dan Tujuh Gadis Eropa Timur

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Monday, May 27, 2013

Kisah sipir penjara Guantanamo masuk Islam

Terry Holdbrooks Jr, 29, kini memelihara janggut lebat. Jika pergi ke restoran dia akan memilih duduk di meja yang menghadap tembok. Dia juga kerap memalingkan wajah dari hadapan kamera.


Holdbrooks mengatakan dia mempelajari Islam sejak menjadi sipir di penjara Amerika Serikat di Teluk Guantanamo pada 2003-2004. Dia mengaku sering berdiskusi hingga larut malam dengan tahanan muslim selama bertugas di sana. Dari banyak diskusi itulah dia semakin mengenal Islam dan akhirnya memutuskan memeluk Islam, seperti dilansir Al.com, Ahad (26/5).


Dia menuturkan kisah hidupnya itu di Pusat Islam Huntsville, Amerika Serikat, Sabtu lalu, di hadapan sekitar 80 orang.


Terkait berita baru-baru ini tentang aksi mogok makan 102 tahanan dari total 166 orang tahanan Guantanamo, dia mengatakan para tahanan itu seharusnya sudah dibebaskan lima atau enam tahun lalu.


“Mereka sudah putus asa. Mereka memutuskan lebih baik mati. Salah satu dari mereka bahkan berat badannya hanya 31 kilogram,” kata Holdbrooks.


Dia saat ini tengah berkeliling dengan Khalil Meek, wakil pendiri sekaligus direktur eksekutif komunitas muslim Texas. Mereka sedang menggalang dana untuk organisasi nir-laba membela hak asasi kaum muslim yang perlu bantuan hukum.


“Saya juga menulis kisah saya ini dalam buku yang mudah dicerna orang awam. Mereka akan paham bahwa penjara Guantanamo adalah sesuatu yang memalukan. Saya memang sudah menjadi muslim tapi saya bukan pengkhianat,” kata Holdbrooks.


Salah satu tugas dia ketika jadi sipir di Guantanamo adalah mengawal tahanan untuk proses interogasi dan membawa mereka kembali ke dalam selnya. Holdbrooks tahu betul bagaimana tingkat stres para tahanan ketika menghadapi pertanyaan yang diulang-ulang dan selama penyiksaan.


“Bagaimana mungkin Anda masih bisa tersenyum di Guantanamo? Bagaimana Anda bisa percaya ada Tuhan yang melindungi Anda?” tanya dia suatu kali kepada seorang tahanan.


“Saya senang menghabiskan waktu di Guantanamo. Allah sedang menguji keimanan saya. Kapan lagi saya punya waktu mempelajari Alquran dan bisa membacanya dalam bahasa Arab dan melatih mental?” jawab sang tahanan.


Seiring perjalanan waktu Holdbrooks semakin mengenal pribadi para tahanan. Dia juga kian sering berdiskusi hingga larut malam membahas berbagai hal dari mulai etika, filsafat, sejarah, dan agama. Holdbrooks menjadi paham bahwa serangan 9 September itu sesungguhnya bukan ajaran Islam.


Ketika dia sudah tidak lagi bertugas di Guantanamo, Holdbrooks mempelajari Islam lewat INternet. Tahanan yang sering menjadi temannya berdiskusi, seorang mantan koki dari Inggris, menghadiahinya sebuah kitab suci Alquran.


Holdbrooks mengaku telah mempelajari agama Kristen, Buddha, dan Yahudi semasa mudanya dan tak pernah menemukan kedamaian seperti dalam Alquran. Untuk pertama kali dia mengaku menemukan ajaran paling masuk akal.


“Dari awal hingga akhir ayat Alquran masuk akal. Tidak ada pertentangan dalam ayat-ayatnya. Ini bukan sulap. Ini hanya ajaran sederhana untuk menjalani kehidupan.”


Setelah mempelajari Alquran dan banyak berdiskusi selama tiga bulan akhirnya Holdbrooks menyatakan ingin masuk Islam.
“Jangan,” kata teman tahanan Holdbrooks itu.


Temannya itu mengatakan masuk Islam berarti Holdbrooks harus meninggalkan gaya hidupnya selama ini dan mau berubah. Dia harus berhenti mabuk, mengkonsumsi narkotika, bertato, dan hal lain yang dilarang Islam.


Sedikit demi sedikit Holdbrooks mau berubah. Dia pun bisa merasakan jasmani dan rohaninya semakin sehat. Akhirnya Holdbrooks pun menikah. Pada Desember 2003 Holdbrooks akhirnya mantap mengucapkan syahadat.


“Ketika saya berjalan mendekati Islam, Islam berlari mendekati saya,” kata dia.












Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/14/m5m5ll-muslim-rohingya-diperlakukan-seperti-orang-asing


Kisah sipir penjara Guantanamo masuk Islam

Saturday, January 4, 2014

Tiwi &#34;T2&#34; Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang




Tiwi “T2″ Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang




Sabtu, 04 Januari 2014 07:10


Indra Kurniawan


PERIHAL suaminya, pengusaha properti asal Jepang Shogo Sakuramoto, Tiwi berkisah.


“Aku bertemu dia awal April 2012 saat T2 menyanyi di acara toko kue Jepang di Jakarta yang merupakan miliknya. Lewat asistennya, dia meminta nomor telepon aku. Tidak lama kemudian, ada undangan makan malam dari dia. Biasa saja, makan malam sebagai teman,” kisah Tiwi.


Dari situ, Shogo mulai intens berkomunikasi dengan Tiwi. Dia menunjukan ketertarikan pada Tiwi dengan memberi perhatian lebih. Layaknya cowok yang melakukan pendekatan terhadap cewek yang ditaksir.


“Dekat, dekat, sampai akhirnya bulan Juni kami pacaran. Dia intens banget kasih perhatian kepada aku. Dia apa adanya, bisa bikin nyaman, dan bisa bikin tertawa. Tidak ada yang dibuat-buat. Dia juga membebaskan aku untuk jadi diri sendiri. Enak sih, lebih terbuka,” beri tahunya.


Makin menemukan kenyamanan bersama Shogo, Tiwi mengutarakan keinginannya untuk segera menikah. “Aku bilang ke dia pengin nikah, tidak mau pacaran lama-lama. Umur aku juga sudah 26 tahun. Sudah waktunya. Dia pun mengatakan ingin menikah juga,” Tiwi menceritakan.


Cinta bukan sekadar ucapan di bibir, bukan juga hanya sebatas rasa. Cinta adalah perbuatan, pengorbanan, dan kesetiaan. Hal itulah yang kemudian dibuktikan Shogo pada Tiwi.


“Dia membuktikan ucapannya dengan bertemu orang tua aku dan memutuskan jadi mualaf. Bahagia aku melihatnya. Ayahku bilang, ‘ya udah, menikahlah,’” Tiwi mengulang kembali ucapan ayahnya.


Shogo menjadi mualaf atas kemauannya sendiri. Bukan disuruh, apalagi dipaksa Tiwi.


“Dia mualaf bukan karena aku. Dia belajar. Alhamdulillah sampai sekarang sih dia salat, dia ada keinginan untuk wudu dan salat tanpa aku suruh, walaupun dia belum hapal Al Fatihah,” Tiwi mengaku kagum.


Merasa klop, keduanya memutuskan menikah. Sayangnya, Tiwi enggan menyebut tanggal pernikahannya. “Aku tidak bisa kasih tahu, tapi yang jelas aku resepsi bulan Februari 2013 di Bali. Pacarannya singkat, hanya 3-4 bulan,” aku Tiwi yang lahir di Bandung, 5 Februari 1986.


Keengganan Tiwi berbagi lebih disebabkan oleh prinsipnya yang memang sejak dulu menutup rapat kehidupan pribadinya. “Aku memang menutup lingkungan pribadi aku untuk tidak dipublikasikan ke orang banyak. Aku pengin orang melihat aku sebagai Tiwi T2. Kalau ada apa-apa cukup aku dan keluargaku yang tahu,” tambahnya.


Tiwi membantah kabar yang menyebut dirinya istri ketiga Shogo. “Alhamdulillah aku (istri) pertama. (Perkawinan) aku terdaftar juga,” Tiwi menegaskan.


Dari pernikahannya dengan Shogo, Tiwi melahirkan putra pertama, Reo Athar Sakuramoto, pada 17 Juli lalu.


(ind/adm)


Foto-foto: Tika T2,T2,Tiwi T2

Berita Terkait:


Tiwi T2 Siap Comeback Bermusik (Jadi Penyanyi Solo?)Tiwi Bicara Soal Kelanjutan T2Menjadi Ibu, Tiwi T2 Sempat Alami Baby Blues SyndromeTiwi T2 Tak Menghilang, Ia Bahagia Menikahi Pengusaha Jepang dan Punya Anak


Berikan komentar


Article source: http://www.merdeka.com/artis/ini-penyanyi-muda-yang-bikin-fariz-rm-semangat-bermusik.html


Tiwi "T2" Tentang Kisah Cintanya dengan Pengusaha Jepang

Wednesday, December 25, 2013

Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria

Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria




Liputan6.com, Jakarta : Dengan mengenakan pakaian olah raga, bertopi, dan kacamata hitam, orang tak akan mengira, sosok tengah asyik berjogging itu adalah seorang politisi. Dia adalah Anis Matta, Presiden PKS yang bakal maju sebagai calon presiden pada 2014.


Berita Terkait



Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?


Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?



Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Tak hanya sendiri, Anis berjogging bersama 4 anaknya, 3 laki-laki remaja dan satu bayi mungil yang baru berumur 3 bulan. Selain itu, tampak juga perempuan muda beparas cantik yang mendampingi Anis. Dia adalah istri kedua Anis yang bernama Szilvia Fabula, asal Hungaria.


Tampil di muka publik, Anis tampak tak malu-malu pamer kemesraan dengan Szilvia. Sambil lari-lari kecil, pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu sesekali menggenggam tangan perempuan berkacamata tersebut. Empat orang putra Anis dari istri pertamanya, Anaway Irianti Mansyur pun mengikuti dari belakang.


Menjadi perhatian warga yang juga tengah berolahraga, Szilvia tak nampak canggung. Dengan mengenakan jilbab pink dan baju lengan panjang serta celana olahraga, ia sesekali melempar senyum saat sejumlah warga menyapanya.


Puas berlari sebanyak 10 putaran, langkah Anis terhenti. Ia pun bersedia meladeni sejumlah pertanyaan wartawan. Saat ditanya hal yang berkaitan pernikahannya dengan Szilvia, Anis pun malu-malu menjawab.


Namun setelah didesak, Anis pun akhirnya bersedia mengungkap siapa perempuan tersebut. Tak hanya itu, ia pun juga menceritakan awal perkenalan dengan perempuan berkulit putih itu.


“Ini istri saya, namanya Szilvia Fabula, Saya bertemu dengannya saat di Hungaria, ketika acara suatu konferensi di Turki, dari Hungaria ke Turki kan tidak jauh tuh,” ujar Anis, Rabu, (25/12/2013).


Ia menuturkan, pertemuannya dengan Szilvia berlangsung 8 tahun lalu. Anis mengaku tak mudah menaklukan hati perempuan itu. Butuh waktu 4 bulan untuk meyakinkan dirinya, terlebih saat ia berkenalan, Szilvia beragama non-muslim.


“Kami sempat surat-suratan, dia baca surat saya dan sempat diskusi selama 4 bulan. Setelah rentang sekian bulan, dia memutuskan jadi mualaf dan akhirnya saya nikahkan dia pada tahun 2006 di Indonesia,” beber Anis.


Setelah melangsungkan pernikahannya, Szilvia pun resmi menjadi istri kedua Anis. Szilvia kemudian meninggalkan kampung halamannya di kawasan Eropa Timur itu dan hidup di Indonesia mendampingi sang suami.


Setelah menunggu sekian tahun, lewat pernikahannya, Anis yang telah dikaruniai sembilan anak dari istri pertamanya, pada september lalu kembali dikaruniai seorang anak perempuan dari Szilvia. Bayi perempuan itu ia namakan Shofia Anis Matta.


“Shofia baru lahir september lalu. Ini anak saya yang ke-10,” kata Anis sambil mendorong kereta bayi Shofia. (Mut)



3 Komentar Untuk Artikel Ini




  • 2013-12-25 22:41:03


    santai bener????gimana perasaan anak istrinya?




  • Adi Supriadi Didi


    2013-12-25 22:20:52


    hahahahaha,,,orang sulawesi sori deh klu harus milih dia.





  • 2013-12-25 21:54:51


    WWW.KUNDARI.COM

    Kundari, S.E. CALON DPD JATENG NOMOR URUT 17






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://bm.harakahdaily.net/index.php/sudut-dakwah/21639-kisah-ashabul-ukhdud-dan-iktibar-mesir


Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria

Saturday, August 10, 2013

Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Friska Yolandha


Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Yusha begitu yakin akan kebenaran yang tercantum dalam kitab suci itu.


Suatu hari di musim panas 1996. Yusha Evans, seorang misionaris muda kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, kehadiran temannya itu bakal menggoyahkan imannya. Sebuah pertanyaan tak terduga yang dilontarkan temannya membuatnya melepaskan keyakinannya sebagai seorang Kristen.


‘’Apakah kau pernah membaca seluruh isi Alkitab?’’ Tanya Benjamin.


‘’Apa maksudmu? Saya seorang misionaris Kristen dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu padaku?’’ cetus Yusha.


‘’Apakah kau pernah membaca Alkitab seperti membaca sebuah novel: mengetahui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mengetahui plot dan tempatnya serta tahu seluruh detail isinya?’’


Yusha mengaku tak pernah membaca Alkitab dengan cara itu. Lalu Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab.


Maka mulailah Yusha membaca Alkitab dari Kejadian 1:1. Ia sangat tertarik dengan kisah para nabi. Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Nabi Nuh menyampaikan wahyu Allah, tapi tidak ada satupun umatnya yang mengikuti seruannya. Lalu Allah menghukum umat Nabi Nuh dengan mendatangkan banjir besar, dan hanya Nabi Nuh serta orang-orang yang naik ke kapal saja yang selamat.


Setelah banjir, seperti dikisahkan dalam Alkitab, Nabi Nuh  meminum anggur dan keluar dalam keadaan mabuk. Yusha mengaku sangat heran, mengapa Nuh seorang utusan Tuhan bisa bersikap seperti itu. 


‘’Tidak mungkin seorang nabi bersikap seperti itu. Maka saya tahu mengapa umat Nabi Nuh tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan, karena ia mabuk,” kata Yusha kecewa.


Yusha  kembali melanjutkan bacaannya. Semakin dalam membaca, kian banyak ia  menemukan kesenjangan dalam Alkitab. Beberapa kisah nabi yang dibacanya justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.


Ia pun amat penasaran. Yusha lalu bertanya kepada pendeta di gereja tempat melakukan misa. Ia mempertanyakan banyak hal. Namun Yusha tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Para pendeta yang ditemuinya berkata, ‘’Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit mempengaruhi keyakinannya terhadap Yesus.’’


Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan. Sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru.


Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Dan hal tersebut terus diulang-ulang di ayat dan surat berikutnya dengan cara yang berbeda. Sama seperti ajaran Musa dalam 10 Perintah Allah, hal pertama yang diperintahkan adalah menyembah Allah dan tidak ada yang lain.


Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus. Ia menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus memerintahkan hal yang sama: menyembah satu Tuhan. Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.


Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya.


Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin.


Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain. Ia mempelajari Buddha dan beberapa agama lain, termasuk Islam. Yusha juga sempat membaca sebuah buku tentang Islam, tetapi hal itu tidak membuatnya senang. Ia akhirnya tidak mengikuti satu agama dunia pun.


‘’Tuhan, jika Engkau tidak memberi saya petunjuk, maka saya akan mencari jalan sendiri,’’ Yusha memanjatkan sebuah doa. Saat itu, ia berusia 17 tahun.


****


Yusha Evans lahir dan besar di South Carolina, Amerika Serikat.  Ia dibesarkan oleh kakek (Indian Amerika) dan nenek (Irlandia) yang sangat konservatif. Kakek dan neneknya selalu mengajarkannya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak membawa perempuan ke rumah.
‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya. Menginjak usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu yang benar-benar berbeda dengan apa yang dialaminya di sekolah Minggu.


Di sana mereka bermain bola, voli, basket. Di pelayanan Sabtu, Yusha juga menemukan banyak makanan, kue, dan permen. Di kahir pertemuan, pastor yang memimpin acara itu mulai memberikan pengajaran tentang agama. Ia sangat menyukainya, karena tempat itu seperti sekolah normal.


Ketika berumur 15 tahun,  nenek Yusha meminta pastor muda yang biasa melayaninya di gereja untuk mengantarkan cucu kesayangannya itu ke sekolah. Yusha belum memiliki surat izin mengemudi (SIM),  sehingga belum boleh mengendarai mobil sendirian. Pastor yang usianya tiga tahun lebih tua dari Yusha itu menjadi teman baiknya.


Bersama pastor muda itu, Yusha diajak ke sebuah perkumpulan remaja yang bernama “Kehidupan Remaja”. Perkumpulan ini tidak seperti perkumpulan biasanya. ‘’Kelompok itu seperti yang kau lihat di televise. Ada orang bernyanyi dan bermain gitar. Khutbah yang dilakukan dalam kelompok itu tidak seperti khutbah yang ada gereja. Dalam menyampaikan khotbahnya, ia (pastor) berteriak-teriak dan menyampaikannya dengan lantang langsung ke orang-orang.’’


Hal ini sangat menarik bagi Yusha. Mereka mengajarkan Kristen dengan cara yang berbeda dari yang dipelajari saat masih kecil. Menginjak usia 16 tahun,  ia sudah tahu apa yang diinginkannya. Yusha ingin menjadi seorang misionaris. Sebagai seorang yang perfeksionis, ia ingin mendalami Kristen secara utuh. Ketika ia ingin sesuatu, maka apa yang ia lakukan harus terselesaikan.


****


Pada suatu hari, Yusha pergi ke New York bersama beberapa temannya. Di kota terbesar di dunia itu,  ia kehabisan uang dan memutuskan untuk mengambil uang dari sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Ketika mengambil uang, ia dirampok oleh orang-orang bersenjata.


Kejadian itu membuatnya sangat takut,  sehingga hari itu juga  Yushakembali ke rumah neneknya. Ia tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada sang nenek. Ia menyimpannya,  sampai akhirnya mendapatkan mimpi buruk.


Dalam mimpi itu, orang yang merampoknya di ATM menembaknya hingga mati. Lalu, ia melihat sesuatu tengah menantinya di sisi lain kehidupan. Ia tidak mengetahuinya.Yusha sangat ketakutan. Ia terbangun dari mimpinya sambil berteriak.


Sang nenek datang dan bertanya, ‘’Mengapa kau berteriak? Lalu, Yusha menceritakan segalanya, tentang perampokan dan mimpi yang dialaminya.


‘’Tuhan mempunyai satu rencana untukmu, percayalah,’’ ujar sang nenek.


‘’Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya.


“Kau harus kembali pada-Nya. Kau harus mencari-Nya.”


Yusha pun linglung. Ia sudah mencari Tuhan kemana-mana, namun tidak menemukannya. Neneknya berkata, ‘’Tuhan tidak akan pergi kemana-mana, kau hanya perlu menemukannya.’’ Sang nenek tidak menyuruhnya untuk kembali ke gereja, hanya memintanya untuk mencari Tuhan.


Yusha mulai menjadi agnostik: mempercayai adanya Tuhan, namun tidak menganut agama apapun. Ia melakukan doa dengan caranya sendiri. Ia merasa jenuh dengan hal tersebut dan akhirnya memohon pada Tuhan, “Kalau Engkau ingin aku mengenal-Mu, maka bimbinglah aku.”


Sejak saat itu, ia tidak mau mendengar lagi apa yang harus dipercayainya. Tusha ingin melihat apa yang harus dipercayainya. Ia telah membaca banyak buku dan kitab agama lain, namun tidak satu pun yang sesuai dengan apa yang dipercayai olehnya.


****


Sampai pada suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.


Karena tidak mempercayai adanya komunitas Islam di lingkungannya, teman Afro-Amerika yang Muslim itu mengajak Yusha ke masjid, sebuah tempat yang tepat untuk menanyakan tentang Islam. Yusha selama ini tidak pernah menyadari bahwa di lingkungannya terdapat masjid. Apalagi letaknya tidak jauh dari gereja.


“Dan saya tidak menyadarinya!” ujarnya.


Ia lalu berkunjung ke masjid. Saat sedang menunggu Musa, seorang lelaki mendekatinya dan bertanya, ‘’ Apa sedang kau lakukan di sini?’’


‘’Aku sedang menunggu Musa.’’


‘’Musa tidak terlalu sering datang ke masjid. Namun, jika kau ingin melihat masjid, saya dengan senang hati akan mengantarkanmu.’’


Awalnya. Yusha merasa takut. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya untuk masuk ke masjid. Selama ini, pikirannya tentang Islam sangat buruk, namun pria itu memperlakukannya dengan sangat baik.


Ia pun masuk ke dalam masjid tersebut dan mendengarkan khutbah. Awalnya, ia berpikir bahwa lafal ayat-ayat dalam bahasa Arab yang disampaikan khatib bermaksud untuk membunuhnya. Namun, ketika khatib tersebut menerjemahkan kalimat-kalimat Arabnya, Yusha menyadari apa yang dikatakan khatib itu adalah tentang menyembah Tuhan yang satu.


Usai shalat Jumat, ia menemui khatib dan bertanya, ‘’Apa yang barusan kalian lakukan tadi?’’


‘’Tadi kami melaksanakan shalat, menyembah Allah.’’


Ketika sang khatib hendak menjelaskan kepada Yusha tentang Islam, ia segera memotongnya, ’’Saya tidak ingin penjelasan. Saya ingin bukti. Apabila memang agama Anda benar, maka buktikanlah.’’


Kakeknya pernah berkata pada Yusha. Ketika orang mengklaim sesuatu itu benar, maka perlu pembuktian. Karena Yusha meminta bukti pada khatib, ia lalu diajak ke ruangannya. Khatib itu memberikannya Alquran, kitab suci umat Islam. Lalu Yusha membawanya pulang dan membacanya.


Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.
Yusha kembali ke masjid dan menemui sang khatib. Lalu ia berkata, ’’Saya ingin menjadi Muslim.”


‘’Kau harus memahami satu hal lain apabila ingin menjadi seorang Muslim. Anda harus tahu tentang Nabi Muhammad SAW.’’


Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’


Sejak itu, ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat.  Kini, Yusha menjadi seorang dai dan penceramah. Umat Islam di negeri Paman Sam memanggilnya, Syekh Yusha Evans. Ia berkhidmat di jalan Allah SWT, dengan menyebarkan ajaran Islam. Sumber: islamevents.com/yushaevans.com


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26677/07/01/2013/surat-cinta-untuk-politisi-muslim-(1).html


Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam