Showing posts sorted by relevance for query Paris. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Paris. Sort by date Show all posts

Monday, February 4, 2013

Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Wartanews,Paris- Bernard Godard, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas isu agama di Kementerian Dalam Negeri Perancis, mengatakan sekitar 100.000 dari enam juta Muslim Perancis diperkirakan mualaf, sebelumnya sekitar 50.000 masyarakat prancis masuk islam pada tahun 1986, sebagaimana diterbitkan New York Times pada hari Minggu 3/2.

“Fenomena konversi (Mualaf ) sangat signifikan dan mengesankan, terutama sejak tahun 2000 ungkap Godard.

Samir Amghar, seorang sosiolog dan pakar Islam Eropa mengatakan, hingga non-Muslim mengamati bulan suci Ramadhan di lingkungan mayoritas dihuni umat Islam karena mereka suka “efek kelompok”.

Dilain sisi banyak umat Islam di Perancis, selalu dicurigai oleh pemerintah Hollande.

Pemerintah prancis mempertimbangkan UU 2.010 melarang cadar dengan wajah penuh (Burqa) sementara publik mengkhawatirkan konversi sebagai refleksi dari intoleransi Perancis.

Disamping paris menyatakan bahwa setiap wanita Perancis atau asing yang mengenakan niqab atau burqa di depan umum akan didenda € 150 dan bagi mereka yang memaksa perempuan untuk mengenakan penutup tersebut akan menghadapi denda jauh lebih besar setidaknya hukuman penjara dua tahun .

Sementara para analis memperkirakan meningkatnya jumlah konversi ke Islam di Perancis menjadikan Paris memiliki tantangan yang berkembang karena pemerintah sekuler memegang sikap canggung atau kadang-kadang memusuhi umat Islam.(GH-Jo)

Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/mualaf/12/05/15/m42jcw-helena-islam-seiring-sejalan-dengan-ilmu-pengetahuan-2habis


Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Tuesday, January 22, 2013

Mali, Petualangan Perancis Paling Berisiko

PARIS, KOMPAS.com - Saat dunia memusuhi Libya, Perancis tampil paling depan membantu pemberontak. Dan kini, lebih dari 2.000 prajuritnya tengah bertempur melawan pemberontak Islam di Mali.

Namun, sejumlah analis mengatakan, kembalinya Perancis sebagai pemain utama di panggung internasional nampaknya lebih banyak mengundang risiko ketimbang pujian.

Dulu, Perancis dikenal sebagai salah satu negara kolonial terbesar di dunia. Koloninya tersebar mulai benua Amerika, Afrika dan Asia. Sayangnya, seperti halnya negara kolonial lainnya, Inggris, pengaruh Perancis kini memudah di balik Amerika Serikat.

Perancis memang menentang invasi AS ke Irak pada 2003 -sebuah langkah yang memicu kemarahan di antara banyak politisi AS- namun, Perancis juga mendukung AS di Perang Teluk I 1991 dan di Afganistan.

Saat rakyat Libya mengangkat senjata untuk melawan Moammar Khadafi pada 2011, dengan cepat Perancis menjadi pendukung utama pemberontak dan mengirim pesawat tempur untuk menghentikan laju pasukan pemerintah yang hampir menghabisi pasukan pemberontak.

Keterlibatan Perancis di Libya, kemudian disusul intervensi militer NATO yang menyediakan dukungan serangan udara sehingga pasukan pemberontak mampu menggulingkan Khadafi hanya dalam beberapa bulan saja.

Keputusan cepat juga dilakukan pemerintah Perancis di bawah pimpinan Francois Hollande. Pemimpin beraliran sosialis ini dengan cepat menyetujui pengiriman militer untuk membantu angkatan darat Mali yang kewalahan menghadapi pemberontak.

Keputusan Hollande itu diambil sehari setelah pasukan pemberontak militan yang terkait Al-Qaeda, yang sudah menguasai wilayah utara, bergerak untuk merebut wilayah selatan Mali.

Baik intervensi di Libya maupun Mali, Perancis mendapatkan pujian dari dunia internasional. Namun, sejumlah analis politik khawatir keterlibatan Perancis di Mali lebih berisiko, karena konflik di Mali berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.

“Perancis berharap negara-negara Afrika dan Eropa ikut mengangkat senjata. Namun, negara-negara Eropa lain terlalu pengecut,” kata Philippe Moreau-Defarges, peneliti lembaga riset IFRI di Paris.

Pasukan koalisi Afrika yang diharapkan membantu Mali bisa mencapai 6.000 personil dijadwalkan tiba di Bamako dalam waktu dekat. Sementara AS dan sejumlah negara Eropa menjanjikan bantuan berupa pesawat angkut dan bantuan logistik.

Sejauh ini, Perancis adalah satu-satunya negara Barat yang mengirimkan pasukan tempurnya ke Mali.

Berebut Pengaruh di Afrika

Keterlibatan Perancis di Mali juga bukan sekadar urusan melawan pemberontak Islam. Namun, juga untuk mengembalikan pengaruh Perancis di benua yang sebagian wilayahnya pernah menjadi jajahan Perancis itu.

Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini, pengaruh China baik dari sisi politik dan investasi berkembang pesat di Afrika.

“Afrika tengah melepaskan diri dari Perancis dan Perancis ingin tetap tampil di Afrika,” papar Moreau-Defarges.

Salah satu bukti lain upaya Perancis menancapkan pengaruhnya di Afrika adalah di Pantai Gading, yang juga bekas jajahannya. Pada 2011, Perancis membantu menggulingkan presiden yang kalah dalam pemilu namun tidak mau turun dari jabatannya. Pasukan Perancis membantu menggulingkannya dan mendudukkan rivalnya sebagai presiden Pantai Gading.

Pemerintah Perancis membantah jika keterlibatannya di Mali adalah bentuk dari neo-kolonialisme. Sebab, intervensi di Mali mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB dan sejumlah negara Afrika. Bahkan, pemerintah Mali meminta Perancis untuk mengirimkan pasukannya.

Berlangsung Lama

Petualangan Perancis di Mali, yang dimulai hanya beberapa bulan setelah Perancis menarik pasukannya di Afganistan, nampaknya bakal menjadi salah satu misi Perancis yang paling memakan biaya.

Menlu Perancis Laurent Fabius menggambarkan misi militer Perancis ini hanyalah untuk menahan laju pemberontak, terutama hanya menggunakan serangan udara dan hanya akan berlangsung beberapa pekan saja.

Namun, sejak intervensi Perancis ini bisa melibatkan hingga 4.000 prajurit dan Menhan Jean-Yves Le Drian mengatakan misi militer Perancis di Mali adalah untuk menguasai seluruh wilayah Mali, maka skenario beberapa pekan agaknya tak mungkin terlaksana.

Pernyataan Le Drian itu berarti Perancis kini memiliki misi untuk menghancurkan pemberontakan Islam di bagian utara Mali yang wilayahnya lebih luas dari Perancis. Apalagi, di kawasan gurun pasir seperti itu para pemberontak bisa lebih mudah keluar masuk Mali ke negara-negara tetangganya.

Bahkan PM Inggris David Cameron memperingatkan bertempur melawan militan Islam di kawasan itu membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan mungkin dekade dan tidak mungkin diselesaikan dalam hitungan bulan.

Hal itu sudah terbukti di Afganistan, pasukan AS yang sudah satu dekade berada di negari itu tak kunjung berhasil memadamkan pemberontakan Taliban. Begitu pula dengan kegagalan AS di Somalia.

“Nampaknya di gurun Sahara ini, Perancis akan menghadapi skenario yang sama seperti dihadapi AS di Somalia dan Afganistan,” kata Bertrand Badie dari Institut d’Etudes Politiques Paris.

 






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25169/02/10/2012/dr-adian:-multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme.html


Mali, Petualangan Perancis Paling Berisiko

Friday, February 2, 2018

Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com


Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam



INILAHCOM, Brandenburg -- Seorang anggota partai sayap kanan Jerman, Alternatif untuk Jerman atau AfD, yang dikenal dengan retorika anti-Islam, mengejutkan para pengamat dengan memeluk agama Islam.


Arthur Wagner pernah menjadi anggota komite eksekutif partai di negara bagian Brandenburg, namun baru-baru ini mengundurkan diri dengan alasan, yang menurutnya, tidak terkait.

Pria berusia 48 tahun itu -- yang masih menjadi anggota partai--mengatakan kepada satu surat kabar bahwa alasannya adalah urusan pribadi.

Di situsnya, AfD menyatakan bahwa "Islam bukan milik Jerman".

Para pendukung AfD juga menggelar unjuk rasa anti-Islam secara berkala. Dan tahun lalu, dalam pemilihan umum, partai ini menggunakan poster-poster yang menggambarkan istri yang mengenakan kerudung untuk mengangkat pesannya.

Bagaimanapun juru bicara partai di Brandenburg menegaskan bahwa pindah agamanya Wagner "bukan persoalan bagi parta"'.



"Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusi dalam kebebasan beragama," kata Daniel Friese seperti dikutip koran setempat.


Wagner -- yang berdarah Rusia-- sebelumnya merupakan anggota partai pimpinan Kanselir Angela Merkel, Partai Kristen Demokrat, CDU.

Namun dalam sebuah video yang diterbitkan tahun 2017, dia megatakan walau pernah merupakan pendukung Merkel, namun keputusan kanselir itu untuk membuka pintu bagi ratusan ribu pendatang pada masa krisis 2015-2016 membuktikan dia 'melakukan kesalahan besar' dengan mendukung Merkel.

Saat itu dia menyebut Jerman sudah "bermutasi menjadi negara lain".

Wagner juga pernah tercatat bergabung dengan satu kelompok yang disebut "Kaum Kristen di Af'D", demikian laporran BBC, Kamis (25/1). '.

AfD mendapat kursi parlemen pertama dalam pemilihan lalu dan menjadi partai terbesar ketiga di Jerman dengan perolehan 12,6% suara. [bbc/lat]



§



INILAHCOM, Paris - Museum Louvre, Paris memajang 32 lukisan secara permanen di salah satu ruangannya, untuk mencari tahu siapa pemilik lukisan-lukisan yang dicuri oleh tentara Nazi pada Perang Dunia II.
NBC News mengabarkan Rabu (31/1/2018), bulan lalu, Museum Paris juga membuka dua ruang pamernya untuk memajang sejumlah lukisan dari ribuan lukisan dan karya seni yang dicuri tentara Jerman di Prancis antara 1940-1945. Lebih dari 45 ribu karya seni telah dikembalikan ke pemilik aslinya sejak PD II, namun 2 ribu karya seni lainnya masih belum ketahuan pemiliknya, termasuk 296 lukisan yang kini disimpan di Museum Louvre.Lukisan dan karya seni itu bukan milik kami, tutur Sebastian Allard, Kepala Departemen Lukisan di Louvre. Tujuan kami menggelar pameran ini, agar lukisan-lukisan itu kembali ke pemiliknya, sambung Sebastian Allard. Ia menambahkan bahwa kebanyakan karya seni diambil dari keluarga Yahudi, pemiliknya. Karena itu, keturunannya dapat melihat karya seni itu, dan mengklaim barang-barang seni itu milik mereka, dengan menunjukkan bukti-bukti kuat, lanjutnya.Di antara lukisan terkenal yang dipajang adalah karya Theodore Rousseau. Lukisan berjudul Source du Lizon itu berupa pemandangan alam yang menakjubkan. Lukisan lain yang dicuri, juga dipajang di ruang pamer Louvre, namun pengunjung tidak mengenali karya seni itu dicuri Nazi Jerman. Pemerintah Prancis menandainya dengan tiga huruf MNR yang artinya National Museum RecoveryInisiatif Musem Louvre ini, merupakan langkah terakhir Prancis yang membentuk sebuah kelompok kerja oleh kementerian kebudayaan Prancis. Sejak tahun 1951, hanya 50 karya lukis yang berhasil dikembalikan ke pemiliknya. Mereka harus mencari sanak keluarga, potret mereka, dan bukti pembelian lukisan serta bukti lainnya. Dan itu memakan waktu bertahun-tahun, kata Sebastien Allard.



Thanks for watching our article Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://m.inilah.com/news/detail/2432895/politisi-partai-sayap-kanan-jerman-masuk-islam

powered by Blogger Image Poster

Wednesday, May 8, 2013

Perancis Kesulitan Atasi Islam Radikal di Penjara - VOA Indonesia

— Di Perancis, jalan menuju Islam radikal seringkali dimulai dengan tindak kejahatan ringan yang melemparkan seorang anak muda ke penjara yang terlalu padat dan penuh kekerasan yang menghasilkan mualaf yang siap untuk jihad.


Saat negara ini meningkatkan keamanan sejak Januari ketika pasukan-pasukan Perancis mulai melawan kelompok Islamis yang terhubung al-Qaida di Mali, pihak berwenang semakin khawatir mengenai pertumbuhan militan di penjara Perancis.



Namun, meski ada upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini, kondisi di belakang jeruji besi masih mengubah pemuda Muslim sasaran empuk bagi mereka yang merekrut jihadis, menurut penjaga, kepala penjara, mantan narapidana, pemuka agama dan ahli pidana yang diwawancarai oleh kantor berita Reuters pada beberapa bulan terakhir.



“Saya bertemu orangtua-orangtua yang mengatakan: ‘Anak saya masuk penjara sebagai penjual narkoba dan keluar sebagai fundamentalis’,” ujar Hassen Chalghoumi, imam masjid di Drancy, pinggiran kota Paris.



Kelompok Islamis di Mali telah memperingatkan bahwa Perancis adalah sasaran untuk serangan, yang paling baru dalam sebuah video yang muncul Selasa. Hal ini menambah kekhawatiran dalam negara yang, menurut badan polisi Europol, telah menangkap 91 orang pada 2012 untuk dugaan terorisme yang diinspirasikan agama.



Perancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa, sekitar lima sampai enam juta orang, sebagian besar merupakan warga negara yang patuh dan cinta damai. Fenomena radikalisme agama di penjara bukan terjadi di Perancis saja, tapi juga di Inggris, Amerika Serikat sampai Afghanistan. Namun Perancis menonjol karena lebih dari setengah narapidananya merupakan Muslim, banyak diantaranya dari komunitas yang miskin dan pengangguran.



Kakak beradik dari Chechnya yang merupakan tersangka pemboman Boston, meski bukan mantan narapidana, lebih jauh menggarisbawahi ancaman yang diberikan oleh para militan soliter – anak-anak muda dari komunitas imigran yang bergerak sendiri atau dalam kelompok kecil yang terdrong ke dalam kelompok Muslim garis keras.



“Kita menghadapi musuh eksternal di Mali, namun juga musuh di dalam sebagai produk radikalisasi,” ujar Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls.



“Mereka mulai sebagai penjahat kelas teri, kemudian menjual narkoba, masuk penjara dan berubah menjadi Muslim radikal dan benci Barat,” ujarnya pada media lokal pada Februari.



Penjaga penjara Villepinte Blaise Glangbazo mengatakan radikalisasi Islam merupakan ancaman serius dalam sebagian besar penjara di Perancis.



“Namun di penjara yang lebih keras seperti Villepinte, kecenderungan itu semakin mudah. Ini sekolah yang baik.”



Populasi penjara Perancis meningkat sepertiganya dalam dekade terakhir, sebagian karena kebijakan pemerintah konservatif yang memberikan hukuman berat bagi pidana berulang.



Menurut para ahli, salah satu cara mengatasi Islam radikal di penjara adalah melalui pemuka agama yang memberikan ajaran moderat. Namun Perancis kurang memiliki pemimpin Muslim, yang jumlahnya hanya mencapai 160 orang dibandingkan dengan 700 pemuka agama Kristen.



Abdelhak Eddouk, rohaniwan untuk penjara Fleury-Merogis di luar kota Paris selama sembilan tahun sebelum ia mundur baru-baru ini, mengatakan perlu ada 480 rohaniwan Muslim, berikut panduan yang lebih jelas mengenai tugas mereka.



Pemerintah hanya menambah 30 orang untuk penjara tahun ini dan tahun depan. (Reuters/Alexandria Sage)



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28193/17/04/2013/masyarakat-tv-sehat-desak-kpi-hentikan-sinetron-rendahkan-simbol-islam.html


Perancis Kesulitan Atasi Islam Radikal di Penjara - VOA Indonesia

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Monday, April 15, 2013

Presiden Israel datang, umat Islam Prancis dilarang naik kereta

Orang kulit hitam dan mereka berasal dari Afrika Utara dilarang untuk memakai kereta di Prancis lantaran kunjungan Presiden Israel Shimon Peres ke negara itu.


Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (15/4), pelarangan ini lantaran di Prancis banyak muslim diidentikkan dengan kulit hitam. Ini menjadi polemik lantaran kunjungan itu dimaksudkan untuk membahas kesepakatan damai antara dunia Arab dengan Yahudi.


Diskriminasi ini dibuat sepihak sebab Peres bakal berkunjung ke gedung Gare du Nord di Ibu Kota Paris menggunakan kereta. Presiden Negara Zionis itu juga akan mengunjungi beberapa kota dengan alat transportasi itu termasuk ke Ibu Kota London, Inggris.


Perusahaan kereta cepat Prancis SUD mengatakan mereka menghadapi banyak kritikan soal diskriminasi ini. Mereka juga memastikan tidak ada karyawan muslim mereka yang masuk hari itu untuk menyambut Peres, termasuk Gare du Nord juga meliburkan pekerjanya pemeluk Islam. Kedua perusahaan ini memiliki sejumlah pekerja dari pelbagai etnis pendatang.


Banyak orang tidak berempati dengan kebijakan diusulkan oleh kementrian dalam negeri dan bekerja sama dengan kedutaan Israel di Paris. Namun keduanya tetap bersikeras dan tidak memperdulikan kritik tersebut.










Article source: http://surabaya.detik.com/read/2013/04/14/215739/2219926/475/lima-anggota-fpi-diamankan-terkait-sweeping-toko-waralaba-di-pasuruan


Presiden Israel datang, umat Islam Prancis dilarang naik kereta

Saturday, October 26, 2013

Fesyen Islam Dalam IFF Ikut Perkembangan Dunia

Shah Rezza, 52, berkata, bagaimanapun setiap rekaan yang bakal diperagakan perlu mengikut garis panduan dan syarat yang telah ditetapkan IFF.


“Apa yang boleh saya katakan ialah rekaan fesyen yang dipertontonkan adalah realistik, di mana ia digayakan oleh masyarakat Islam di seluruh dunia.


“Ya… memang ada pakaian yang diperagakan agak ketat menampakkan sedikit bahagian leher atau rambut tapi secara realistiknya ramai Muslimah yang bergaya seperti itu, ia adalah pilihan fesyen, jika tidak suka tidak apa,” katanya kepada mStar Online .


Shah Rezza ditemui pada sidang media Festival Fesyen Islam 2013 – ‘KL.London. Paris. New York’ di Hotel JW Marriot, di sini, Jumaat.


Beliau berkata demikian ketika mengulas tentang kritikan segelintir masyarakat tentang fesyen yang diperagakan tidak mengikut gaya pemakaian menurut peraturan Islam sebenar.


Masyarakat luar sudah mula memahami konsep cara pemakaian Islam.


 


Tambah Shah Reza, dia menganggap kritikan tersebut sebagai pembakar semangat kepadanya dalam memperluaskan lagi penganjuran IFF di serata dunia.


“Susah untuk puaskan hati semua pihak, setiap perkara ada sahaja yang akan dikritik, namun saya tidak kisah. Orang seperti saya yang lahir daripada kalangan artis ini sudah biasa dikritik,” katanya.


Sementara itu, tambah Shah Rezza, pertunjukan fesyen Muslimah yang dianjurkannya sejak lapan tahun lalu boleh dianggap sebagai salah satu dakwah dalam memperkenalkan Islam di mata dunia.


Katanya, masyarakat luar mula memahami konsep cara pemakaian Islam dan sedia menerimanya sebagai salah satu perkembangan fesyen dunia.


“Alhamdulillah, apa yang saya lihat bukan pelbagai kaum di negara ini sahaja yang menerima fesyen Islam, malah masyarakat luar negara juga sekurang-kurangnya lebih terbuka menerima fesyen Muslimah ini.


“Apa yang saya sedar, beberapa rakan yang sentiasa memberi sokongan dalam IFF ini sudah terbuka hati untuk berhijab penuh, malah pereka fesyen seperti Calvin Thoo sudah memeluk Islam, secara tidak langsung IFF ini adalah satu dakwah kecil,” katanya.


Dalam pada itu, IFF KL 2013 kali ke 28 ini bakal menyaksikan penyertaan sepenuhnya daripada pereka fesyen tempatan.


“Sebelum ini kita buka penyertaan dari negara luar terutamanya Indonesia, namun kali ini kita hanya mengehadkan untuk warganegara tempatan sahaja.


“Pereka fesyen tempatan terutamanya yang belum dikenali sudah berani tampil untuk menyertai IFF, bagi saya ia adalah satu perkembangan yang sangat baik,” katanya.


IFF 2013 “KL. London. Paris. New York” akan diadakan pada 18 hingga 20 November ini di Hotel JW Marriot di sini.


Majlis akan dimeriahkan dengan persembahan Datuk AC Mizal, Mawi, Retro Queens, Ahmad Fauzee, Memento dan Liza Aziz.


-mStar


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/agama-anak-di-malaysia-bakal-ditentukan-bapak-ibunya.html


Fesyen Islam Dalam IFF Ikut Perkembangan Dunia

Sunday, June 9, 2013

Takut 'direbut', Jelita Bahar 'sembunyikan' kekasihnya

Jelita Bahar, putri pedangdut Annisa Bahar, mengaku telah memiliki seorang kekasih. Namun ia enggan membeberkan siapa kekasihnya itu lantaran takut banyak yang suka.



“Aku ada, cuma kalau aku lebih nggak mau dipublikasi. Cukup aku saja yang tahu, nanti kalau pada tahu pada suka lagi,” akunya saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (8/6).



Jelita Bahar @ KapanLagi.com



Ia tak mempermasalahkan background kekasihnya berasal dari dunia selebriti atau bukan. Kalau memang sudah jodoh, ia akan menerimanya dengan lapang dada.



“Nggak milih-milih sih, kalau jodoh terima saja,” imbuhnya.



Lebih lanjut Jelita membeberkan kriteria yang harus dimiliki pria pilihannya. “Kalau aku ya harus good looking, baik, perhatian, sayang sama keluarga, seiman. Kalau enggak seiman tapi masuk islam sih nggak apa-apa.



Brad Pitt Beri Uang Tip Rp 6,8 Juta Pada Pelayan Restoran
Usaha Bunuh Diri Paris Jackson Sudah Berlangsung Lama?
Victoria Beckham Gandeng ‘Pria Lain’ di Red Carpet, Siapa?
Yuk Intip Gaya Harry Styles Sebagai Best Man Pernikahan!
Ketika Wajah Brewok ‘Merampok’ Ketampanan Pria Hollywood
Ngeri, Begini Jadinya Jika Pasangan Artis Saling Bertukar Wajah!
Yuk Intip Gaya Harry Styles Sebagai Best Man Pernikahan!
(kpl/aha/abd/ris)












Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/04/10/10062185/Pesan.PPP.dari.Bangkalan.


Takut 'direbut', Jelita Bahar 'sembunyikan' kekasihnya

Monday, July 15, 2013

Ingrid Mattson, wanita mualaf pemimpin ormas Islam di Amerika


ISLAMIC Society of North America (ISNA) tepat sekali memilih Ingrid Mattson sebagai orang nomor satu. Banyak orang sepakat bahwa sosok Ingrid sangat tepat untuk memimpin Komunitas Islam Amerika Utara, yang merupakan salah satu pemimpin agama yang kini cukup berpengaruh di Amerika Serikat.



Siapa yang mengira bahwa mualaf ini akan memimpin sebuah organisasi besar dan berpengaruh di Amerika. Siapa sebenarnya Ingrid dan bagaimana kisah hidupnya sehingga bisa menjadi muslimah kesohor?



Ingrid Mattson dilahirkan Kitchener, Waterloo, Ontario, Kanada pada 1964. Mattson lahir dari keluarga penganut Katolik Roma yang sangat taat. Waktu kecil dia tumbuh sebagai anak yang rajin melakukan misa harian.



“Saya punya kesalehan kanak-kanak yang polos dan sederhana,” ujar Ingrid dalam buku ‘Seeking Truth Finding Islam (Kisah Empat Mualaf yang Menjadi Duta Islam di Barat) halaman 44, Minggu (7/7).



Meski tumbuh dan besar dalam lingkungan Kristen di Kitchener, Ontario, Kanada, di usianya yang ke 16 tahun, Ingrid justru memutuskan berhenti pergi ke gereja. Saat itu Ingrid sempat menjadi atheis alias tidak mempercayai Tuhan. Ingrid memilih fokus untuk menimba ilmu di Universitas Waterloo dan memilih jurusan Seni dan filsafat. Dan dari situ lah dirinya mengenal cahaya Islam.



Di Departemen Seni Rupa Universitas Waterloo, dia berkelana ke berbagai museum sejarah dan seni. Secara kebetulan, di Museum Louvre yang berada di tengah Kota Paris, dia berkenalan dengan beberapa Muslimah dari Senegal.



Mattson terpesona dengan ketulusan dan martabat yang dia lihat dari diri teman-teman Muslimnya itu. Bahkan di saat para muslim tersebut menghadapi prasangka buruk di sekelilingnya. Hal itulah yang kemudian membawanya untuk mempelajari Alquran. “Mereka punya kebijaksanaan yang seimbang,” ujarnya.



Sejak saat itu, Mattson mulai menggali tentang ketuhanan dan kepribadian Muhammad melalui Alquran terjemahan. Yang membuatnya semakin tertarik dengan Islam adalah semua umat Muhammad tidak hanya mengikutinya dalam hal beribadah, tetapi juga di dalam semua aspek kehidupan, mulai dari kebersihan diri sampai pada cara bersikap terhadap anak-anak dan tetangga.



Di tahun 1986, dia lalu memutuskan bersyahadat dan menjadi muslimah. Dia pun menukar pakaiannya dengan busana muslimah lengkap dengan jilbab. Saat itu usianya 23 tahun.



Saat pertama kali salat, Mattson sangat terkejut oleh perasaan kedekatan dengan Tuhan yang telah hilang sejak remaja dari dalam dirinya. “Tuhan tidak lagi ada di gereja, tetapi ada di mana-mana. Dia ada di alam, seni dan wajah-wajah muslimah yang ikhlas,” ujar Mattson.



Pada tahun 1987, Mattson lalu memutuskan pergi ke Pakistan untuk menjadi relawan kemanusiaan. Selama berada di Pakistan, Mattson akhirnya menemukan seorang pemuda yang juga menjadi relawan, Aamer Atek, seorang insinyur asal Mesir. Merasa sehati, keduanya memutuskan menikah.



Mattson mendapatkan gelar Ph.D. di studi Islam dari Universitas Chicago pada tahun 1999. Dia terus menjadi sangat aktif dalam mendidik Muslim Kanada untuk menjadi partisipan aktif dalam masyarakat Kanada pada umumnya.



Pada tahun 2001 Mattson terpilih menjadi Wakil Presiden ISNA. Selama menjadi wakil, Mattson dinyatakan memiliki reputasi dan nilai yang sempurna. Hal itulah yang kemudian pada tahun 2006 menghantarkannya terpilih sebagai presiden wanita pertama dalam organisasi itu.



Nama Ingrid Mattson sempat menjadi topik pembicaraan hangat di berbagai media Barat. Hal ini lantaran namanya masuk dalam daftar salah satu tokoh yang diundang pada inagurasi Barack Obama, setelah kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat itu menang dalam pemilu.



Saat itu, Mattson masih menjabat sebagai presiden Komunitas Islam Amerika Utara (ISNA) merupakan salah satu pemimpin agama yang akan berbicara pada acara doa yang digelar di Cathedral Nasional di Washington DC, sehari setelah pelantikan Obama sebagai presiden AS ke-44.



Undangan yang ditujukan kepada Mattson ini menuai kontroversi publik Amerika. Sebab, yang bersangkutan dicurigai jaksa federal terkait dengan jaringan teroris. Seperti diketahui, pada Juli 2007, jaksa federal di Dallas, mengajukan tuntutan kepada ISNA karena diduga memiliki jaringan dengan Hamas organisasi Islam di Palestina yang dikelompokkan Pemerintah AS sebagai organisasi teroris.



Namun, baik Mattson maupun organisasinya tidak pernah dihukum. Jaksa hanya menyatakan memiliki bukti-bukti dan kesaksian yang dapat menghubungkan kelompok tersebut ke Hamas dan jaringan radikal lainnya. | sumber: merdeka.com


Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=294239:jo-taslim-jadi-mualaf&catid=103:film&Itemid=149


Ingrid Mattson, wanita mualaf pemimpin ormas Islam di Amerika

Saturday, October 12, 2013

Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

JAKARTA – Warna rambut boleh sama hitam, namun setiap orang punya pendapat beragam tentang segala sesuatu. Apalagi menyangkut masalah keyakinan. Meskipun sama-sama muslim, umat Nabi Muhammad punya cara dan pendapat yang beragam soal ritual dan ajaran Islam. Itulah sebagian ‘warna’ yang ingin ditampilkan dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’.


 Selain menampilkan perjalanan spiritual Hanum Rais (Acha Septriasa) di tanah Eropa, film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ juga melibatkan karakter-karakter lain yang memiliki pandangan sendiri soal kepercayaan. Mereka adalah teman-teman Rangga (Abimana) di lingkungan kampus.


Sosok pria yang tak percaya dengan agama, akan dimainkan oleh Nino Fernandez sebagai Stefan. Sedangkan Alex Abbad, memerankan tokoh Khan, pemuda keturunan Pakistan yang sangat memegang ketat ajaran agamanya.


“Khan ini orang Pakistan yang sangat strict sampai disertasinya dia tentang halal dan haram, dan ini memang real,” ujar sutradara Guntur Soeharjanto disela-sela lokasi syuting di Wina, Austria akhir September lalu.


Khan yang merupakan kalangan minoritas sebagai muslim di Wina, ‘menuntut’ haknya akan label halal dan haram sehingga ia bisa menjalankan perintah agamanya dengan tenang.  “Karena dia butuh pernyataan itu dari pemerintah, bahwa dia seorang muslim harus dijamin,” tambah Guntur.


Sementara karakter Stefan, selalu berargumen dengan logika. Ketika suatu hal tidak masuk rasionalnya, akan terjadi benturan pandangan antara si Khan dan Stefan melalui Rangga.


“Stefan sering mempertanyakan kenapa makan babi dilarang, dan sebagainya. Stefan kan porsinya lumayan banyak, karena film butuh sesuatu yang detail, akhirnya kita kembangkan dari bukunya,” jelas sutradara yang sebelumnya mengarahkan ‘Tampan Tailor’ itu.


Isu besar yang dibawa dalam film adalah ingin menampilkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Eksekutif Produser Yoen K menjelaskan, contoh menjadi agen muslim yang baik seperti digambarkan dalam film, misalnya, ada beberapa kali tokoh anak muslim yang di-bully, tetapi dia bukan membalas dengan melakukan hal sama.


 


Tetapi dia memberikan pelajaran dengan menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang menebar kebencian atas nama agama, seperti yang lebih sering disorot dunia Barat.


“Ini juga bukan film tentang bagaimana seorang wanita mendapat hidayah untuk berhijab, itu kan sebuah proses ya,” tambah Yoen.


Film ini juga dibuat dengan semangat toleransi yang besar. Meskipun bertema religi Islam, menurut Yoen film ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.



“Yang terlibat di film ini bukan cuma teman-teman dari Muslim. Katolik, Kristen, Budha, Hindu pun ada. Ini film dari awal sudah ditegaskan bahwa film ini bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memberikan gambaran rahmatan lil alamin,” terangnya dilansir detik.


‘99 Cahaya di Langit Eropa’ menampilkan Raline Shah, Acha Septriasa, Abimana, Nino Fernandezz, Alex Abbad, dan Marissa Nasution. Fatin Shidqia Lubis dan Dian Pelangi juga akan memeriahkan film produksi Maxima Pictures ini.


Proses syuting sudah dimulai sejak 9 September lalu di Wina, Austria. Dilanjutkan pengambilan gambar di Paris, Cordoba dan Istanbul. dtc



Article source: http://international.okezone.com/read/2013/10/10/412/879780/80-prajurit-israel-gerebek-masjid-al-aqsa


Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

Sunday, January 5, 2014

Cut Tary Digugat Cerai

JAKARTA – Cut Tary, 36, digugat cerai. Suaminya, Johannes Yusuf Soebrata, sudah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Timur pada 18 Desember lalu dengan nomor perkara 3451/Pdt.G/2013/PA.JT. Mereka bakal menjalani sidang perdana pada 22 Januari mendatang.


Kabar itu cukup mengejutkan. Meski, sebetulnya isu keretakan sudah sering menghampiri pasangan tersebut.


Tary menikah dengan Yusuf pada 9 Januari 2004. Tiga tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri bernama Sidney Azkassyah Yusuf. Seharusnya 9 Januari nanti mereka merayakan ulang tahun perkawinan yang ke-10. Tapi, ternyata pada usia satu dekade pernikahan itu, keduanya tidak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tangga.


Kabar ketidakharmonisan sering menghampiri Tary dan Yusuf. Dua tahun setelah menikah, ramai diberitakan Yusuf memergoki istrinya sedang berada di rumah seorang sutradara yang diduga menjadi selingkuhannya. Namun, berita itu kemudian dibantah keduanya. Mereka malah tampil berdua di depan media. Sama-sama membantah berita tersebut.


Hantaman terbesar perkawinan Tary dan Yusuf adalah ketika video asusila Tary dan Ariel NOAH beredar. Banyak yang mengira Yusuf akan menceraikan Tary. Sebab, dari video tersebut, semua orang tahu bahwa Tary berhubungan dengan laki-laki yang bukan suaminya.


Namun, yang terjadi sebaliknya. Yusuf justru selalu berada di samping istrinya. Dia mendukung Tary menghadapi permasalahan itu. Mendampingi saat Tary mengungkapkan permintaan maaf kepada publik pada 8 Juli 2010. Menemani setiap Tary diperiksa penyidik.


Menurut pengacara Hotman Paris Hutapea yang kala itu menjadi kuasa hukum dalam kasus tersebut, Yusuf berjuang keras agar istrinya tidak terjerat hukum. ’’Saya melihat istri saya sebagai sesama makhluk Allah. Saya diberi hak untuk mendampingi dan melindunginya dari segala kezaliman. Itulah yang saya pelajari setelah jadi mualaf,’’ ungkap Yusuf saat itu yang membuat Tary terisak.


Yusuf tidak mau munafik. Siapa pun pernah berbuat salah. Begitu juga istrinya. Kala itu, dia bahkan menegaskan tidak punya niat menceraikan istrinya. ’’Sama sekali tidak ada arah ke sana. Jangan diarahkan ke sana. Sudah cukup berat apa yang dialami istri saya,’’ lanjut dia.


Meski begitu, gosip miring tidak lantas berhenti. Setelah kasus tersebut mereda dan Tary mulai aktif lagi di dunia hiburan, kabar adanya masalah rumah tangga tetap mencuat. Sebab, Tary sering tampil sendiri dalam acara-acara publik tanpa didampingi suami.


Namun, setiap ditanya soal itu, bintang sinetron Aku Bukan Anak Haram tersebut menegaskan bahwa rumah tangganya baik-baik saja. Sayang sekali, kenyataannya kini berbeda. Setelah melalui 10 tahun suka dan duka, mereka akan bercerai.


Keluarga besar Tary ketika dihubungi kemarin menyatakan sudah mengetahui kabar tersebut. ’’Iya, sudah,’’ kata kakak Tary, Cindy. Hanya, mereka tidak ingin terlalu jauh mengomentari. Mereka menyerahkan semua kepada Tary dan Yusuf. ’’Biar Tary saja yang ngomong,’’ ujarnya. (jan/c5/ayi)



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28919/11/06/2013/mengapa-institusi-kepolisian-negeri-ini-masih-melarang-jilbab?.html


Cut Tary Digugat Cerai

Thursday, August 15, 2013

Sufisme Menangkal Ekstrimisme


Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.



Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Pekalongan, pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.



Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.



Sufisme vs. Ekstrimisme



Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.



“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.



“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“



Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.



Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifat ekstrim.



“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”


“Sufi sangat toleran dengan perbedaan” Pakar Sufisme Media Zainul Bahri



Surga Sufisme



Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.



Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.



Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.



Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.



Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.



Cendekiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaluddin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.



Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.



Sufi Twitter



Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.


Sufi Twitter @candramalik


Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.



Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.



“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.



“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“



Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.



Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.



“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“



Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.



“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Sufisme Menangkal Ekstrimisme

Monday, February 4, 2013

Islam Jaminan Ketenangan dan Kemenangan untuk Prancis

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Populasi umat Islam di Prancis semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu menjadi fenomena di Eropa.

Pakar studi Islam, Gilles Kepel mengungkap banyak pemuda yang menjadi mualaf karena dengan mudah berintergrasi dengan lingkungannya, satu hal yang sulit dijamin oleh sekularisme Prancis.

Charlie Loup, 21 tahun, warga St Maur des Fosses, memeluk Islam pada usia 19 tahun. Ia memilih Islam, setelah melalui masalah dengan lingkungan dan keluarganya.

“Saya merupakan bagian dari fenomena itu,” kata dia yang sebelumnya penganut Katolik.

Menurut Loup, fenomena itu berawal dari rasa ingin tahu warga Prancis terhadap Islam dan muslim. Warga nonmuslim di beberapa daerah yang mayoritas muslim bahkan menjalankan puasa Ramadhan.

“Kami bukan nonmuslim tapi kami ingin merasakan kemeriahan bulan suci umat Islam tersebut,” kata dia.

Sosiolog, Samir Amghar mengatakan Islam merupakan perlindungan bagi mereka yang ingin menjaga nilai-nilai keluarga dan persamaan rasa hormat antara pria dan wanita. “Jadi ada jaminan,” kata dia.

Menurut Samir, di kalangan politisi keberhasilan merangkul komunitas muslim membuat peluang mereka untuk menang dalam pemilihan semakin besar.

Umat Islam pada dasarnya tidak menuntut lebih. Mereka hanya menginginkan adanya perluasan tradisi Islam ke ranah publik yang lebih luas.

Pemilik toko, Rafaello Silltti mengungkap budaya Prancis dan Islam dapat hidup bersama dalam damai. “Inilah yang harus kita tunjukan,” kata dia.

Article source: http://www.fajar.co.id/read-20120708191210-hari-ini-pendaftaran-ulang-snmptn


Islam Jaminan Ketenangan dan Kemenangan untuk Prancis

Friday, January 4, 2013

Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.

Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Malang, sebuah kota sejuk yang ada di bagian Timur pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.

Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.

Sufisme vs. Ekstrimisme

Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.

“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.

“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“

Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.

Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifar ekstrim.

“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”

Surga Sufisme

Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.

Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.

Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.

Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.

Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.

Cendikiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaludin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.

Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.

Sufi Twitter

Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.

Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.

Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.

“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.

“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“

Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.

Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.

“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“

Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.

“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.

Andy Budiman

Editor: Christa Saloh Foerster

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25321/09/10/2012/muhammadiyah-masuk-anggota-icg-untuk-bantu-damaikan-konflik-moro.html


Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Thursday, May 23, 2013

Merasa damai usai bersyahadat

Ritual dilakoni Franck Ribery seolah menguatkan berita dia telah masuk Islam. Di tengah lapangan menjelang laga antara tim nasional Prancis menghadapi Swiss dalam Piala Dunia 2006 di Jerman, dia berdoa seraya mengangkat kedua tangan.


Penonton di stadion sejenak terhenyak. Ribery tidak mempedulikan komentar orang. Saban mau bertanding, di atas lapangan rumput dia selalu memohon kepada Allah.


Warta soal Ribery menjadi mualaf sejatinya sudah meledak sejak awal 2006. Majalah terbitan Prancis L’Express pertama kali melansir berita ini. Mereka menulis sejumlah pemain tim nasional Prancis rutin salat di sebuah masjid di selatan Kota Marseille. Identitas mereka tidak disebut, namun Ribery ketika itu memperkuat klub di kota itu.


Walau Ribery meneruskan kebiasaan berdoa di lapangan sebelum pertandingan bergulir, masyarakat Prancis segan menyebut secara terbuka dia seorang muslim. Ribery pun tidak mau banyak berkomentar. Dia bilang agama adalah urusan pribadi dan bukan buat publikasi.


Spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut Ribery mulai mengenal Islam saat membela klub asal Turki Galatasaray. Dia dilaporkan kerap berkumpul dan berdiskusi dengan masyarakat muslim di sana.


Sebagian menilai Wahiba Belhami, perempuan keturunan Maroko, mempengaruhi dia masuk Islam. Dia kemudian menikahi Wahiba dan telah dikaruniai dua putri, Shahinez dan Hizya.


Ribery tidak pernah membenarkan atau membantah dua versi cerita dia masuk Islam. Meski tidak mau menyebutkan kapan dia bersyahadat, kepada majalah Paris Match, dia mengakui telah menjadi muslim. “Islam juga sumber kekuatan saya di dalam dan luar lapangan,” katanya. Saya pernah kesulitan dalam karier dan saya menemukan kedamaian dalam Islam.”


Kata Islam sendiri memang berarti keselamatan dan kedamaian.












Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/23/154148/Jadi-Rumah-Besar-Tak-Ada-Alasan-PPP-Tolak-Mualaf


Merasa damai usai bersyahadat

Tuesday, May 14, 2013

BMA Bantu Satu Keluarga di Singkil yang Baru Saja Memeluk Islam

Home Nasional



BMA Bantu Satu Keluarga di Singkil yang Baru Saja Memeluk Islam





 

Penyerahan bantuan untuk muallaf di Kampung Sikoran Kec. Danau Paris, Aceh Singkil



 




Rabu, 15 Mei 2013


Hidayatullah.com–Masih ingat berita di di hidayatullah.com  tentang sekeluarga muallaf di Kecamatan Napagaluh Kabupaten Aceh Singkil yang masuk Islam karena tertarik pada aturan-aturan dalam ajaran Islam pada 27 April lalu ? Keluarga Nasrani ini masuk Islam karena melihat ketertiban umat Islam saat shalat berjamaah. [baca: Tertarik Lihat Sandal, Satu Keluarga di Aceh Masuk Islam]. 


Keluarga Tias Mida Br Sitorus yang sempat diberitakan media ini mengalami kesulitan keuangan dan tempat tinggal setelah memeluk Islam akhirnya dapat bantuan Allah Subhanahu Wata’ala.


Kabar gembira datang kepada mereka, Alhamdulillah, mereka kini telah dibantu oleh Baitul Maal Prov. Aceh yang kini dipimpin oleh akademisi IAIN Ar-Raniry, Dr Armiadi Musa, MA.
Selasa (14/05/2013), Baitul Mal Aceh datang ke Aceh Singkil menyerahkan bantuan awal untuk keluarga Muallaf tersebut sebesar 2 Juta rupiah yang diantarkan oleh Kepala Bidang Pendistribusian Baitul Mal Aceh, Murdani Amiruddin Tijue serta didampingi oleh perwakilan Baitul Mal Aceh Singkil.


Selain itu, Baitul Mal Aceh Singkil juga membantu sebesar 1,5 Juta rupiah. Pemberian bantuan ini turut dihadiri oleh Camat Napagaluh dan Imum Masjid di sana.


Menurut keterangan Amiruddin, Baitul Mal memutuskan untuk membantu keluarga muallaf ini setelah dihubungi oleh Tgk Jamaluddin, da’I perbatasan yang berperan membantu mengantarkan mereka memeluk Islam tentang kabar mantan penganut Nashrani ini.


Menurut Amiruddin, bantuan tersebut diberikan karena Baitul Mal Aceh memiliki program bantuan untuk muallaf yang baru masuk Islam sekitar tiga bulan.


“Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Baitul Mal terhadap muallaf dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari dalam proses pembinaan Islam,” ujarnya.


Selanjutnya Baitul Mal Aceh Singkil juga akan membantu memberikan beasiswa penuh pendidikan kepada ke tiga orang anak usia sekolah di keluarga tersebut, kata Amiruddin.


Sementara itu, Tgk Jamaluddin mengatakan, tugas dakwahnya tidak hanya berhenti pada kasus keluara Tias Mida. Ia akan menjaga perbatasan Aceh Singkil -Medan dan siap untuk terus berdakwah membentengi akidah umat Islam di sana serta akan selalu siap mensyahadatkan kalangan yang tertarik atau ingin mempelajari ajaran Islam.


Di sisi lain,  Tgk Jamaluddin berharap agar orang-orang kaya di Aceh ikut menaruh perhatian dalam penguatan akidah umat ini. Menurutnya, orang-orang kaya perlu memberi perhatian kepada umat Islam yang miskin serta kepada para muallaf agar proses dakwah di perbatasan Aceh Singkil – Medan berlanjut secara terpadu.


“Dakwah dan pembinaan di satu sisi, dan bantuan secara material di sisi lain, “tegas Tgk Jamaluddin.*/Teuku Zulkhairi, Aceh



Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


BMA Bantu Satu Keluarga di Singkil yang Baru Saja Memeluk Islam

Friday, April 12, 2013

PBB Pertimbangkan Sanksi untuk Front al-Nusra

Foto Terkait


83 Mahasiswa Suriah Tewas dalam Ledakan Bom Kampus




TEMPO.CO, Paris – Dewan Keamanan PBB memulai pembicaraan informal tentang apakah akan menjatuhkan sanksi terhadap salah satu kelompok tentara pemberontak Suriah, Front al-Nusra. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Philippe Lalliot, Jumat 12 April 2013 mengatakan, pembahasan ini dilakukan setelah Al-Nusra menyatakan janji setia kepada pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahri, Rabu 10 April lalu.


Adanya unsur militan Islam dalam konflik Suriah menimbulkan dilema bagi negara-negara Barat dan sekutu Arab. Di satu sisi mereka mendukung penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad, tapi di sisi lain khawatir dengan adanya pejuang Sunni yang anti-Syiah memicu ketegangan sektarian di Timur Tengah.


Berbicara kepada wartawan, Philippe mengatakan, setelah pemimpin Front al-Nusra Abu Mohammad al-Golani menyatakan setia kepada al-Zawahiri, masuk akal untuk melihat bagaimana menangani kelompok pemberontak Suriah itu dalam rangka “perang melawan terorisme”.


Menurut Philippe, salah satu opsi yang tersedia bagi mereka adalah bertindak di Dewan Keamanan PBB dengan dasar resolusi 1267, yang memberikan sanksi terhadap Al-Qaeda dan afiliasinya. “Ini adalah salah satu solusi yang sedang kami pelajari dan bahas secara informal dengan mitra Dewan Keamanan PBB dan sekutu kami di Eropa,” katanya.


Dia mengatakan, pembicaraan soal ini masih pada tahap sangat awal untuk dapat menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada al-Nusra.


Sanksi yang potensial diberlakukan mencakup pembekuan aset-aset dan larangan perjalanan bagi anggota dan pemimpin kelompok itu. Departemen Luar Negeri AS pada bulan Desember lalu telah menetapkan al-Nusra sebagai organisasi teroris asing.


Para ahli telah lama mengatakan al-Nusra sedang menerima dukungan dari pemberontak yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda di Irak. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas sejumlah pemboman mematikan di Damaskus dan Aleppo, dan pejuangnya telah bergabung dengan brigade pemberontak lainnya dalam serangan terhadap pasukan Assad.


Reuters | Abdul Manan


Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/06/6/144393/HMI-UMM-Tolak-Kedatangan-Aburizal-Bakrie-ke-Kampus


PBB Pertimbangkan Sanksi untuk Front al-Nusra

Wednesday, February 20, 2013

Kebencian melahirkan empati

Islam bisa jadi agama paling kontroversial dan ramai orang memperdebatkannya lantaran bergolaknya revolusi di sejumlah negara Arab notabene identik dengan agama Nabi Muhammad ini sebab dari sanalah keyakinan samawi bermula. Lain kepala lain penafsiran, tingkat kekerasan dan kebrutalan akibat konflik membuat orang menghubungkannya dengan ajaran Rasulullah, terutama konsep jihad banyak dinilai salah kaprah dan memicu penganutnya berbuat hal tidak masuk akal seperti bom bunuh diri salah satunya.

Sentimen anti-Islam meningkat di pelbagai benua terutama di Eropa dan Amerika. Banyak negara membenci muslim dan melarang mereka untuk menjalani tata tertib sesuai akidah dengan alasan beleid di negara itu tidak sesuai dengan apa-apa yang mereka yakini.

Salah satu pernah kebakaran jenggot yakni mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Dia dituding menyebarkan Islamofobialantaran berusaha menggelar debat publik untuk mencari kecocokan Islam dengan nilai-nilai dianut negara sekuler, seperti dilansir surat kabar Al Bawaba (12/4/2012).

Sentimen anti-Islam juga menyebar ke negara lain. Masih lekat dalam bayangan saat seorang pemuda anggota band beraliran neo-Nazi menembak seorang penganut Sikh di Amerika Serikat lantara dia mengira penganut Sikh memakai turban itu muslim.

Namun yang terjadi sebaliknya malah membuat mereka tidak suka pada Islam gigit jari. Justru pertumbuhan agama samawi ini semakin pesat di beberapa negara dengan tingkat anti-muslim tinggi. Situs jewishpress.com melaporkan (8/11/2012) sebuah survei di Prancis melansir agama Muhammad ini menjadi paling banyak mendapat apresiasi warga Negeri Anggur itu dan menjadi sangat berpengaruh bahkan membuat ancaman bagi identitas nasional.

Prancis saat ini memiliki sekitar enam juta warga muslim. Jumlah itu merupakan angka muslim terbesar di negara Eropa. Bahkan angka itu lebih besar dari umat beragama Katolik Roma di Prancis.

Jumlah masjid di Prancis tumbuh dua kali lipat menjadi lebih dari dua ribu buah selama satu dekade terakhir. Pembangunan masjid di Prancis kini lebih sering ketimbang proyek gereja Katolik Roma. Hampir 150 masjid sedang dalam pembangunan di Prancis.

Sebuah penelitian dari koran beraliran Katolik Roma, La Croix, yang berpusat di Ibu Kota Paris, menyatakan hanya 20 gereja Katolik Roma dibangun selama satu dasawarsa terakhir. Lebih dari 60 gereja juga telah ditutup dan sebagian dijadikan masjid.

Mari berpindah ke Negara Adidaya menjadi corong dunia termasuk agama. Sebuah penelitian menyebutkan tentang pertumbuhan agama di Amerika. Hasilnya penganut Islam meningkat 2,6 juta setiap tahunnya, umat Protestan malah anjlok dan populasinya jadi 48 persen saja.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan (9/10/2012), penelitian dilakukan Pew Forum on Religion Public Life itu mengatakan, untuk pertama kalinya di Amerika jumlah penganut agama Kristen Protestan tidak lagi menjadi mayoritas. Hal ini terjadi lantaran meningkatnya penganut ateis.

Penelitian dari The Pew itu menyebutkan jumlah penganut ateis bertambah lima persen dalam lima tahun terakhir. Survei ini dilakukan sepanjang Juni-Juli tahun lalu dan melibatkan tiga ribu responden. Bahkan penganut Islam mendekati angka pengikut Yahudi sebagai agama kedua terbesar di Amerika.

Paling banyak muslim Amerika memang gabungan imigran asal Arab dan Asia, namun jumlah ini kalah dengan pemeluk Islam Afro-Amerika. Lekatnya Islam dengan penduduk Negeri Paman Sam berkulit hitam lantaran sepak terjang beberapa tokoh penting berpengaruh seperti Politisi Malcolm X dan petinju Muhammad Ali yang di masa gemilangnya menghentak sejagat dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Mereka memilih Islam sebab dalam agama Muhammad itu mengajarkan kesetaraan tanpa memandang warna kulit dan pada praktiknya juga demikian seperti dilansir surat kabar the Guardian (26/3/2007). Muslim kulit putih berbaur dengan kulit hitam di pelbagai aktivitas ibadah seperti salat jumat atau ketika berada di masyarakat mereka tidak segan saling mengucapkan salam.

Ini berbeda dengan umat Protestan notabene juga mengajarkan keindahan yang sama namun kenyataannya masih ada gereja yang membedakan warna kulit. Dalam ulasannya, the Guardian juga melansir pertumbuhan Islam yang pesat. Diperkirakan setiap hari ada tiga orang menjadi mualaf seantero Amerika. Falsafah karet ban yang ditekan dalam air ternyata berlaku bagi pertumbuhan Islam sejagat. Tekanan balik dari ban akan semakin kuat ke permukaan.

Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/218698


Kebencian melahirkan empati

Monday, December 30, 2013

Selebrasi Hormat Ala Nazi Anelka Berujung Sanksi

TRIBUNNEWS.COM – Gara-gara gerakan selebrasi ala Nazi, Nicolas Anelka terancam hukuman dari Asosiasi Sepak Bola Inggris. Mantan striker timnas Prancis yang memperkuat klub West Bromwich Albion melakukan gerakan anti-semit saat merayakan gol yang dicetaknya pada pertandingan melawan West Ham United, di Upton Park-London, Sabtu (28/12/2013).


Usai mencetak gol, Anelka berlari ke sisi kanan gawang lawan. Kemudian tangan kiri dilipat dan diarahkan di dekat dada, sedangkan tangan kanan lurus mengarah ke depan namun pada posisi agak ke bawah.


Gerakan yang dilakukan tersebut cukup dikenal di Prancis. Di sana, gerakan itu disebut dengan istilah ‘la quenelle’. Sebuah gerakan dengan menempatkan tangan kiri memegang lengan kanan, sedangkan tangan kanan mengarah ke bawah itu juga dikenal sebagai gerakan hormat Nazi-terbalik.


Anelka melakukan gerakan selebrasi itu pada saat dia mencetak gol pertama dari dua gol yang dibuatnya pada pertandingan yang hasil akhirnya imbang 3-3 tersebut. Gerakan tersebut dilakukan Anelka karena terinspirasi oleh gerakan yang dipopulerkan oleh komedian asal Prancis, Dieudonne M’bala M’bala.


Pelawak teman Anelka itu mendapat kecaman karena pikiran dan pemahamannya yang dinilai termasuk kelompok sayap kanan. Dia juga sudah untuk memberikan penjelasan terkait dia yang dianggap anti-Semit.


Baru-baru ini, gerakan itu juga mendapat tanggapan serius dari Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls. Dia menyebut gerakan tersebut sebagai isyarat anti-Yahudi.


Valls mengatakan dia akan melakukan apa pun untuk mencegah Dieudonne mengkampanyekan gerakan yang dinilai rasis karena termasuk anti-Semitis (anti Yahudi).


Dieudonne merupakan teman Anelka. Dia menyebut gerakan itu sebagai simbol anti kemapanan. Gara-gara “kreativitasnya” membuat gerakan itu dalam aksi komedinya, dia harus berhadapan dengan pengadilan Prancis.


Dukungan buat Dieudonne juga mengalir dari masyarakat, mereka bahkan sengaja secara bersama-sama melakukan gerakan yang biasa dilakukan Dieudonne pada saat di Pengadilan. Sedangkan bentuk dukungan Anelka pada Dieudonne adalah dengan membuat gerakan yang sama sebagai selebrasi usai mencetak gol.


Karena dipicu ulah Anelka, Menteri Olahraga Prancis, Valerie Fourneyron pun merasa perlu ikut berkomentar. Malam hari setelah terjadinya selebrasi Anelka itu menilai selebrasi yang dilakukan Anelkan itu sebagai sebuah gerakan yang ‘provokatif, mengejutkan, dan menjijikkan’. Dia menambahkan: ‘Anti-Semitisme dan hasutan untuk kebencian tidak memiliki tempat di lapangan sepak bola,” seperti dilansir Dailymail.


Anelka yang merupakan pemain sepak bola berusia 34 tahun itu adalah pemain yang lahir di Paris. Dia telah masuk Islam pada tahun 2004. Perubahan yang terlihat dari penampilannya sekarang adalah dia tetap memelihara janggut, sebuah kebiasaan yang jarang dilakukan oleh banyak pemain sepak bola.


Usai pertandingan, dia tidak segera mengomentari kehebohan atas sikapnya itu. Keith Downing, Manajer sementara Albion, menjelaskan apa yang dilakukan oleh striker nya itu hanya untuk menunjukkan dukungan dia kepada seorang teman.


Dia ingin ikut mendongkrak popularitas temannya yang seorang komedian itu dengan ikut melakukan gerakan yang dipopulerkan oleh temannya itu.


“Dia (Anelka) melakukan itu sebagai bentuk dedikasi untuk seorang komedian Prancis yang dia kenal sangat baik. Ini adalah bentuk dari candaan komik yang diungkapkan dengan sebuah gerakan, ” kata Downing.


Setelah ramai jadi sorotan, Anelka pun akhirnya merasa perlu untuk memberikan penjelasan terhadap selebrasi yang dilakukannya itu. Dia mengungkapkan itu melalui akun twitternya untuk konfirmasi.


“Gerakan ini hanya sebuah gerakan yang saya dedikasikan khusus untuk teman saya yang seorang pelawak, Dieudonne’,” katanya. (*)


Article source: http://sidomi.com/251469/foto-istri-muda-anis-matta-szilvia-fabula-asal-hungaria/


Selebrasi Hormat Ala Nazi Anelka Berujung Sanksi

Thursday, January 31, 2013

Singapura Dicuncang Gay

Bila di Indonesia sedang ramai gugatan undang-undang (UU) mengenai migas dan sekolah, di Singapura pemerintahannya ‘panas-dingin’ menghadapi tuntutan aturan pernikahan pasangan gay.

Kasus pernikahan sejenis kembali mengguncang publik. Kini giliran Singapura yang menghadapi dilemma tersebut.Pemerintah Singapura dalam rilisnya  mengatakan akan menggelar proses persidangan untuk menghadapi gugatan yang dilakukan pasangan gay terhadap salah satu pasal hukum pidana negara kota itu.

Gary Lim dan Kenneth Chee, pasangan gay, resmi menggugat pasal 377A yang menyatakan perbuatan homoseksual sebagai tindakan kriminal. Pasangan yang sudah hidup bersama selama 15 tahun itu menilai, pasal 377A tidak konstitusional.

“Kami tidak takut akan ditangkap polisi karena kami hidup sebagai pasangan gay, tetapi pasal itu melabel kaum kami sebagai kriminal, dan kami tidak menginginkannya,” jelas Kenneth.

Proses persidangan di Mahkamah Agung akan dilaksanakan 14 Februari mendatang. Aedit Abdullah, Kepala Jaksa Penuntut Singapura, akan bertindak sebagai perwakilan pemerintah. Gugatan ini sendiri bukanlah gugatan pertama. Sebelumnya Tan Eng Hong, menggugat pasal itu setelah dia ditangkap tahun 2010 dengan tuduhan melakukan seks oral di toilet mal.

Gary menambahkan, walaupun pemerintah sudah melunak dengan tidak akan terlalu pro-aktif dalam menerapkan pasal itu, namun kasus di mana individu dijerat dengan pasal 377A masih kerap terjadi. Selain itu, kata Gary, sangatlah mungkin, ada pihak-pihak yang mengeluh terhadap kaum gay dan menggunakan pasal ini untuk menjerat komunitas gay.

Pengacara Choo Zheng Xi, yang mewakili Gary dan Kenneth menyatakan, pasal ini mempersulit upaya organisasi non-profit yang bergerak di bidang perlindungan kaum gay. “Pasal ini menyebabkan masyarakat mempertahankan stigma dan diskriminasi terhadap kaum gay, mulai dari sekolah dan tempat kerja hingga menyebabkan (gay, red) bunuh diri,” jelasnya.

Pasangan yang berprofesi sebagai desainer ini telah banyak menghabiskan waktu untuk komunitas gay. Mereka mendirikan grup sosial, The Bear Project, dan juga telah mengumpulkan petisi untuk menggugat pasal kontroversial itu. Mereka berharap dapat melakukan yang lebih baik lagi melalui gugatan ini.

Pro-Kontra
Gereja-gereja di Singapura pun menyerukan jemaatnya secara khusus dan masyarakat secara umum untuk membentuk ‘barikade’ menghadapi gugatan hukum pasangan gay.

Asia One melaporkan, mobilisasi akan dilakukan secara terbuka dan online oleh 100 gereja dan 40.000 anggota jemaat Kristen yang tergabung dalam komunitas LoveSingapore. Mereka akan menyerukan penolakan keras terhadap pencabutan pasal tersebut.

Dimotori oleh Pendeta Lawrence Khong, gembala sidang di Faith Community Baptist Church, Khong memperingatkan nilai-nilai keluarga dan kebebasan beragama akan terancam jika pasal itu dicabut.
“Negara-negara lain yang mencabut pasal sejenis telah menyaksikan kehancuran keluarga yang merupakan unit paling dasar dari kehidupan. Hal ini berimbas negatif ke masyarakat dan juga pembangunan bangsa,” ucap Khong.

Khong mendesak Pemerintah Singapura untuk memelopori upaya memberikan pendidikan moral yang tepat kepada masyarakat dan memastikan bahwa definisi keluarga tetap terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Sementara itu, Pendeta Yang Tuck Yoong, anggota eksekutif LoveSingapore, menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab terhadap isu ini. “Kami siap untuk pertempuran ini.”

Paerin Choa, pimpinan komunitas Pink Dot, menjawab Singapura adalah negara yang beraneka ragam dan mereka menghargai perbedaan pendapat.

Bereaksi lebih keras, grup humanis di bawah pimpinan Mark Kwan mengeluarkan pernyataan bahwa pasal ini mengkriminalisasi gay yang tidak berafiliasi ke agama apa pun atau yang memiliki kepercayaan. Gay bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama mereka. Kwan merilis surat terbuka kepada Menteri Kehakiman K Shanmugam untuk mencabut pasal itu.

Kondisi makin memanas. Sebab, Scott Teng, seorang peneliti, melaporkan Pendeta Yang Tuck Yoong ke kepolisian menyusul komentar pedasnya terhadap komunitas gay Singapura. Yang memicu kontroversi menyusul tulisannya di situs web gereja tempatnya bertugas, Cornerstone Community Church.

Dalam tulisan berjudul “Firing the First Salvo” yang menyerukan umat Kristiani untuk mempersiapkan diri menghadapi “perang” melawan kaum gay. Dia juga menegaskan bahwa gereja tidak boleh lengah menghadapi bahaya homoseksualitas yang sudah berada di depan mata. Yang mengakhiri tulisannya dengan menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab gereja untuk menghancurkan “kekuatan gelap” tersebut.

Pendeta Yang sendiri sudah mengganti judul tulisannya menjadi “Times and Seasons” dan menghilangkan referensi secara spesifik terhadap kaum gay.

Teng, yang merupakan seorang gay, memutuskan untuk melaporkan Yang karena dia menilai tulisan tersebut bernada menghasut masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekerasan fisik terhadap kaum gay. “Sangat mungkin ada jemaat ataupun pengikut Dr Yang yang menanggapi tulisan ini secara harfiah dan memicu hal yang tidak diinginkan,” jelas Teng.ins

Indonesia Sepakat Pernikahan Sejenis Haram
Di Indonesia isu pernikahan sejenis juga snater beredar. Bahkan beberapa artis pria diduga memiliki hubungan ‘janggal’ tersebut. Sebut saja gosip percintaan Indra Bruggman Bertrand Antolin hingga Olga Saputra dan Chand Kelvin. Meski semuanya menampik kabar tersebut.

Pemerintah dan seluruh elemen bangsa sendiri sepakat, atas alasan apa pun pernikahan sejenis melanggar nilai-nilai ajaran agama apa pun. Islam secara tegas mengharamkan pernikahan tersebut.

Anggota Majlis Tarjih PP Muhammadiyah Marifat Iman mengatakan, mereka yang mendukung pernikahan sejenis atas nama hak asasi manusia (HAM) justru melanggar HAM itu sendiri. “Jika HAM yang seharusnya diperjuangkan adalah hak yang sesuai dengan kodrat alam dan digariskan Tuhan,” katanya. Menurutnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan, binatang saja ditakdirkan untuk hidup bersama lawan jenisnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Ma’ruf Amin mengungkapkan, pernikahan sejenis melanggarkan nilai-nilai ajaran agama Islam. “Agama Islam jelas melarang pernikahan sejenis. Haram hukumnya,” ujarnya. Menurutnya, mereka yang menyukai sesama jenis memiliki masalah psikologis yang perlu diobati. “Itu harus disembuhkan. Bukan dituruti maunya. Dalam hatinya ada penyakit,” ujarnya.

Menurut hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktik homoseksual dan lesbian) maka ia harus menghukum mati, baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya,” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-baihaqi).

Rakyat Barat Menolak
Penolakan terhadap pernikahan sejenis atau terkenal dengan kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender (LGBHT) tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Sebelumnya, pemimpin Katolik Roma di Inggris dan Wales mengkritik rencana Pemerintah Inggris yang akan melegalkan pernikahan sejenis dalam kotbah malam natalnya. Uskup Agung Westminster Vincent Nichols menyatakan, rencana itu sangat tidak masuk akal.

Ratusan penduduk Paris juga memprotes rencana pelaksanaan rancangan undang-undang yang memperbolehkan pernikahan sejenis di Prancis oleh Presiden, Francois Hollande menjelang Juni ini.

Anehnya, para petinggi negeri itu tampaknya tak mengubris. Tak tanggung-tanggung, Undang-Undang yang digagas Perdana Menteri Inggris David Cameron itu akan memberi sanksi kepada siapapun yang nantinya menolak adanya pernikahan sejenis.

“Panitera alias pejabat kantor sekretariat pengadilan bakal dituntut apabila ketahuan menolak pengajuan pernikahan sesama jenis atau gay,” demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pernikahan gay di Inggris, seperti dikutip Dailymail.

Meskipun dihujani protes dan kritik pedas, Cameron tetap bersikeras akan memperjuangkan aturan ini. Sementara, sejumlah menteri kabinetnya banyak yang menentang apa yang Cameron yakini sebagai sebuah keadilan yang harus ditegakkan.

Menteri Pendidikan Michael Gove menyatakan akan melindungi para guru penentang pernikahan sejenis yang bakal dipecat atas sikapnya itu. Namun, seorang sumber di Departemen Pendidikan mengkhawatirkan pemecatan guru-guru tetap akan tetap terjadi.

Sementara, Menteri Kebudayaan Inggris Maria Miller, yang juga menteri atas kesetaraan, menyatakan akan mengkaji dan mendalami perlakuan yang sama dan adil terhadap pasangan gay.

“Pernikahan adalah institusi yang sangat penting dan sakral, salah satu yang kerap berubah sepanjang sejarah kita, dan akan terus berubah. Nilai-nilai kekeluargaan mengikat perkawinan dan masyarakat bersama-sama,” jelas Miller.

Dalam kasus ini, lanjut dia, kita akan lebih memperkuat pentingnya arti pernikahan dalam masyarakat. RUU ini melindungi sekaligus mempromosikan kebebasan beragama, sehingga semua organisasi keagamaan dapat bertindak sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing.

Selain menteri, sejumlah anggota parlemen juga mengkhawatirkan efek domino dari RUU tersebut. Apabila RUU tersebut telah sah menjadi UU, kemungkinan besar akan diadopsi negara-negara lain.ins

NEGARA YANG MELEGALKAN PERNIKAHAN SEJENIS
1. Belanda
Pemerintah Belanda melegalkan pernikahan sejenis pada tahun 1996, 15 tahun setelah aktivis gay mengusung isu tersebut ke permukaan pada awal tahun 1980. Parlemen Belanda membentuk satu komisi khusus untuk melihat efek hukum dari legalitas pernikahan sejenis. Empat tahun kemudian undang-undang pun disahkan. Alhasil, sejak tanggal 1 April 2001, pernikahan sejenis telah resmi diakui secara hukum di Belanda.

2. Belgia
Satu tahun setelah legalitas pernikahan sejenis diberlakukan di Belanda, undang-undang serupa diajukan pula ke parlemen Belgia. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2003, pernikahan gay pertama dilakukan secara resmi dan diakui secara hukum. Salah satu pasangan pertama yang menikah adalah Alain De Jonge dan Olivier Pierret.

3. Spanyol
Pada tanggal 8 Juni 1901, Elisa Sanchez Loriga, berpakaian layaknya seorang pria dan menggambar alias seperti laki-laki. Wanita ini menikahi pasangan lesbinya, Marcela Gracia Ibeas. Setelah kebenaran itu terkuak (dan diterbitkan dalam dua surat kabar), mereka kehilangan pekerjaan, dikucilkan, dan harus meninggalkan Spanyol untuk menghindari penangkapan. Maka, pernikahan mereka menjadi pernikahan sejenis pertama yang tercatat dalam sejarah Spanyol.

Pada tanggal 30 Juni 2005, Parlemen Spanyol melegalkan pernikahan sejenis. RUU ini sangat ditentang oleh Gereja Katolik, tetapi hasil jajak pendapat menunjukkan 62% dari majelis mengabulkan UU tersebut.

4. Kanada
Pada saat Parlemen mengesahkan pernikahan gay pada 20 Juli 2005, hampir semua provinsi di Kanada telah melegalkan hukum tersebut. Setelah mengesahkan UU tersebut, Kanada menerbitkan lebih dari 15.000 surat nikah bagi pasangan sejenis yang tinggal di negara itu atau hanya datang untuk menikah.

5. Afrika Selatan
Di beberapa negara Afrika, seorang pria dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup jika ketahuan gay. Namun Afrika Selatan memiliki hukum berbeda, negara ini memberi hak-hak kepada kaum LGBT untuk menikah sejak 30 November 2006.

6. Norwegia
Pernikahan sejenis menjadi topik diskusi di dewan pemerintah Norwegia. Pada tahun 1993, Norwegia menjadi negara kedua, setelah Denmark, yang melegalkan pernikahan sejenis.

7. Swedia
Swedia adalah salah satu negara paling liberal di dunia dan 71% penduduknya mendukung pernikahan sejenis. Legislasi pernikahan sejenis disahkan pada bulan Mei 2008. Lima bulan kemudian Gereja Lutheran Swedia mengumumkan dukungan penuh untuk pernikahan sesama jenis.

8. Portugal
Homoseksualitas dipandang sebagai sebuah kejahatan di Portugal sampai tahun 1982. Kemudian tahun 2009, para LGBT hanya menerima dukungan 40% dari parlemen. Setelah Perdana Menteri Jose Socrates kembali terpilih tahun 2009, ia membuat UU yang melegalkan pernikahan sejenis. Hukum itu mulai berlaku sejak 5 Juni 2010.

9. Islandia
Di Islandia, tidak satu pun anggota parlemen memberikan suara “Tidak!” tentang legalisasi pernikahan sejenis. Keputusan itu didukung oleh orang paling kuat di Islandia, Perdana Menteri Johanna Sigurdardottir. Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan? Pada tanggal 27 Juni 2010, hari yang sama saat undang-undang itu mulai berlaku, Perdana Menteri Islandia menikahi pasangan gaynya.

10. Argentina
Argentina menjadi negara bagian terakhir di Amerika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Tepat pada tanggal 22 Juli 2010, hukum itu mulai berlaku di Argentina.

11. Meksiko
Sejak 21 Desember 2009, pernikahan sesama jenis dapat dilakukan di ibukota Meksiko, Mexico City. Rupanya, hukum tersebut hanya berlaku di kota itu.

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=277445:kapolres-sambut-baik-terbentuknya-pamk&catid=15:sumut&Itemid=28


Singapura Dicuncang Gay