Showing posts sorted by relevance for query Aljazair. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Aljazair. Sort by date Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

37 sandera tewas di Aljazair

Perdana Menteri Aljazair Abdul Malik Sellal mengumumkan jumlah korban tewas pada insiden penyanderaan di sebuah lokasi kilang gas di gurun Aljazair .

Korban tewas mencapai 37 orang dari delapan negara berbeda, termasuk sebelas pekerja asal Aljazair, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (22/1).

Korban tewas yang sudah dipastikan oleh masing-masing negara adalah tiga warga Amerika Serikat, tujuh warga Jepang, enam pekerja Filipina, dan tiga warga Inggris.

Sellal juga mengatakan tujuh korban lain belum teridentifikasi dan lima pekerja lainnya hilang. Sebanyak 25 sandera ditemukan selamat dan sedang diidentifikasi.

Dia juga menyebut 29 tentara militan penyandera itu datang dari Mali. Pasukan Prancis dan Afrika masih bertempur dengan sejumlah kelompok bersenjata di wilayah utara.

Sellal menyatakan kelompok militan penyandera itu adalah warga Aljazair dan warga asing dari beberapa negara seperti Tunisia, Mesir, Mali, Nigeria, Kanada, dan Mauritania.

Para penyerang itu menempatkan bahan peledak pada sebuah pipa gas dengan tujuan meledakkan kilang itu. Mereka awalnya bermaksud membajak sebuah bus yang membawa pekerja asing ke bandara terdekat dan menjadikan mereka sandera.

“Mereka menembaki bus itu dan pasukan penjaga balas menembak ke arah mereka,” kata Sellal.

Pernyataan Sellal itu merupakan pengumuman resmi pertama dari pemerintah Aljazair. Sebelumnya laporan jumlah korban tewas masih simpang siur.

Menteri Dalam Negeri Aljazair Ahad lalu menyatakan sebanyak 32 tentara militan tewas selama insiden itu dan pasukan pemerintah berhasil membebaskan 685 pekerja Aljazair dan 107 pekerja asing.

Seorang pekerja asal Aljazair bernama Abdul Kadir mengaku melihat sebuah mobil jip berisi tujuh orang menerobos masuk ke kompleks kilang gas itu. Seorang tentara pemberontak merampas telepon seluler milik para pekerja kemudian mematikan kamera keamanan.

“Kamu warga Aljazair dan muslim. Kamu tak perlu takut. Kami mencari orang Kristen yang membunuh saudara-saudara kami di Mali dan Afganistan,” kata Kadir menirukan ucapan seorang penyandera.

Pasukan kelompok Islam militan pimpinan Mokhtar Belmokhtar yang mempunyai kaitan dengan Al-Qaidah menyerang kilang gas di Aljazair Rabu pekan lalu. Aksi itu mereka lakukan sebagai balasan atas keterlibatan pasukan Prancis di Mali.

Article source: http://www.beritasatu.com/nasional/83833-koalisi-partai-agama-usung-capres-alternatif.html


37 sandera tewas di Aljazair

Saturday, January 19, 2013

Sandera tewas dalam operasi di Aljazair

Truk tentara Aljazair di Tigantourine

Belum disebutkan kebangsaan dari sandera yang tewas saat operasi pembebasan.

Pasukan Aljazair menewaskan 11 militan Islam dalam upaya pembebasan sandera di kompleks gas alam di gurun pasir Sahara.

Namun tujuh sandera tewas lebih dulu dibunuh oleh para militan, seperti dilaporkan kantor berita Aljazair, APS.

Warga asing -antara lain
Klik

Inggris, Norwegia dan Jepang-
Klik

termasuk dalam yang disandera namun kebangsaan dari korban yang tewas tidak disebutkan.

Beberapa saat sebelum operasi dilancarkan, pimpinan kelompok penyandera, Abdul Rahman al-Nigeri, mengatakan pemerintah harus memilih antara berunding dengan mereka atau sandera akan mati.

Dia mengatakan ranjau darat sudah dipasang di kawasan kompleks gas alam Tigantourine sudah dan mengancam akan meledakkan kompleks jika tentara Aljazair menyerbu masuk.

Fasilitas gas alam Tigantourine sudah dikepung oleh pasukan Aljazair sejak Kamis 17 Januari, sehari
Klik

setelah dikuasai kelompok militan Islam.

Operasi pembebasan sebelumnya menewaskan sejumlah sandera sementara kelompok penyandera tidak berhasil dilumpuhkan dan tetap menahan sekitar 35 orang.

Hari Jumat (18/01), sekitar 573 warga Aljazair dan sekitar 100 dari 132 warga asing yang bekerja di kompleks tersebut berhasil dibebaskan.

Fasilitas gas alam Tigantourine yang dioperasikan oleh perusahaan Aljazair, Inggris dan Norwegia ini terletak di dekat kota Amenas, sekitar 100km dari perbatasan Aljazair dengan Libia.

Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/19/121321/2147152/10/tak-sediakan-guru-agama-sekolah-favorit-di-blitar-terancam-ditutup?9922022


Sandera tewas dalam operasi di Aljazair

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Monday, October 14, 2013

Madona Masuk Islam?

Madona Masuk Islam?

WartaNews, Jakarta – Artis terkenal Madonna mengungkapkan kalau dirinya telah mempelajari ayat-ayat Alquran. Bahkan, setelah belajar Islam, Madonna akan mendirikan sekolah untuk anak perempuan di negara Muslim dan ia ingin memahami lebih jauh tentang agama Islam.


Benarkah Madonna masuk Islam dan jadi mualaf? “Saya mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di negara Muslim, dan mempelajari Alquran,” kata artis berusia 55 tahun ini seperti dikutip dari Albawaba, Senin (7/10/2013).


Pemain film ‘Evita’ itu menjelaskan, betapa pentingnya memahami kitab suci agama lain. Kekasih dari Brahim Zaibat ini juga setuju dengan pendapat temannya yang menyebutkan seorang Muslim yang baik adalah Yahudi yang baik, dan seorang Yahudi yang baik adalah seorang Kristen yang baik.


Ketertarikan Madonna terhadap agama Islam semakin berkembang setelah dia menjadi pacar Brahim Zaibat, seorang Muslim kelahiran Aljazair. Baru-baru ini, foto mirip Madonna memakai jilbab juga diunggah oleh penggemarnya di jejaring sosial Facebook.(*/Hitz)


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/perempuan-muslim-amerika-diberi-minum-teh-campur-daging-babi.html


Madona Masuk Islam?

Saturday, June 8, 2013

Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf

Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf


Liputan6.com, Bordeaux : Mantan gelandang Real Madrid, Julien Faubert membuat kabar menggemparkan di negaranya, Prancis. Paslanya, kepada surat kabar, LEquipe ia mengaku telah memeluk agama islam.


Mantan pemain timnas Prancis itu mengungkapkan alasan dibalik keputusannya memeluk agama Islam. Menurutnya faktor hubungan dengan teman-temannya yang muslim semasa remaja di kota Le Havre telah menuntunnya untuk mendalami dan mencari tahu tentang ajaran suci ini.


Seperti dilansir Mulimina pada Jumat (7/6/13), Faubert memutuskan untuk masuk Islam setelah ia merasa bahwa Islam mengajarkan keagungan terhadap yang Tuhan Maha Esa, kemuliaan moral, tenggang rasa dan hal-hal baik lainnya melalui Al-Quran dan sunnah nabi.


“Akhirnya saya telah menemukan sumber kepribadian dan moral teman-teman saya itu adalah kembali pada keinginan mereka untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan. Inilah yang mendorong saya untuk mendalami agama ini dan menemukan nilai-nilai etika yang sangat tinggi dan juga nilai-nilai tenggang rasa,” ujar mantan gelandang West Ham Ini.


Pemain yang kini merumput di Bordeaux ini juga menegaskan faktor istrinya yang merupakan muslimah Aljazair telah memberikan kontribusi besar yang sangat vital dalam memahami agamanya barunya tersebut. ()


Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/29/020529/2154723/10/jaksa-kpk-ditelepon-zulkarnaen-wamenag-bantu-muluskan-proyek-alquran?991101mainnews


Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf

Tuesday, May 14, 2013

Lima Anak Indonesia Bakal Jumpa Messi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak lima anak Indonesia memiliki kesempatan bertemu bintang Barcelona, Lionel Messi, di Qatar, dalam acara yang digagas oleh perusahaan telekomunikasi internasional Ooredoo bekerja sama dengan Messi dan Yayasan Messi (Leo Messi Foundation), pada 20 Mei mendatang.  


“Aku  ingin datang lagi ke Qatar dan bermitra dengan Ooredoo dalam berbagai inisiatif untuk meningkatkan peluang bagi kaum muda dari seluruh dunia. Baik di dalam maupun di luar lapangan sepak bola, aku selalu senang untuk melakukan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat, dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak,” jelas Messi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (14/5/2013).


Lima anak yang akan berpartisipasi dalam acara ini akan dipilih dari Jakarta, Bandung, Malang, dan Madura. Acara ini tidak hanya diikuti oleh delegasi anak dari Indonesia saja, tetapi juga beberapa negara di mana Ooredoo berperan aktif dalam peningkatan dan pembinaan generasi muda, di antaranya Qatar, Palestina, Irak, Aljazair, Tunisia, Oman, Kuwait, dan Maladewa.


Nantinya, anak-anak tersebut mendapatkan kesempatan menjalani sesi pelatihan sepak bola khusus di Doha bersama Messi. Selain itu, anak-anak ini juga  berkesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Qatar, termasuk Museum Seni Islam dan Cagar Budaya Katara.


Acara ini digagas tidak terlepas dari komitmen Ooredoo untuk mendorong masyarakat mencapai aspirasinya, dan secara khusus mendukung generasi muda untuk menggapai potensi mereka. Baik Ooredoo maupun Messi berkeyakinan bahwa generasi muda harus diberikan kesempatan untuk meraih yang terbaik dalam hidup.


Perusahaan dan Yayasan Leo Messi berencana meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung pembangunan sosial di seluruh wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara dengan memanfaatkan teknologi seluler.


 


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/malaysia/article/seizure-of-irshad-manji-books-illegal-says-publisher


Lima Anak Indonesia Bakal Jumpa Messi

Friday, December 14, 2012

Israel Semakin Brutal

Jakarta, GATRAnews – Jalur Gaza semakin bersimbah darah. Meski dikecam para pemimpin seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, aksi negara zionis itu tak berhenti memberangus Palestina.Sejak Rabu pekan lalu hingga Selasa (20/11/2012) kemarin, roket Israel telah menghantam 1.400 titik di kota Gaza. Dengan dalih menghancurkan markas Hamas yang mereka anggap teroris, Israel telah menewaskan 110 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Kebanyakan serangan Israel dilakukan dari udara menggunakan pesawat tempur F-16, dibantu oleh kapal perang yang bersiaga di perairan Gaza. Sementara itu, menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), pejuang militan Hamas telah menembakkan 544 roket ke wilayah Israel. Sebanyak 290 di antaranya gagal mendarat karena ditangkal oleh sistem pertahanan Iron Dome.
Agresi Israel atas Gaza dimulai dengan penyerangan dari udara yang menewaskan Komandan Militer Hamas Ahmed al-Jabari. Serangan tersebut lantas diteruskan dengan serangan-serangan lainnya yang menewaskan banyak warga sipil Gaza.
Israel mengklaim, serangan mereka berhasil menghancurkan ratusan gudang senjata Gaza, termasuk bunker yang menyimpan persediaan roket Grad yang mampu mencapai jarak 40km. Israel juga mengaku telah menghancurkan banyak roket Fajr-5 buatan Iran yang bisa masuk ke wilayah Israel sedalam 60km.
Pemusnahan etnis itu berlangsung di depan mata publik dunia. Saat Mesir menggalang upaya diplomatik untuk gencatan senjata, pihak Israel malah bersiap melakukan invasi darat ke Gaza. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren.
Menurut Oren, invasi darat adalah cara terakhir untuk membasmi Hamas jika solusi diplomatis tidak dihasilkan. “Persenjataan berat seperti tank, artileri dan infanteri telah kami tempatkan di dekat perbatasan dengan Gaza,” ujarnya. Ia menambahkan, sebanyak 75.000 tentara Israel telah ditugaskan untuk mengepung Palestina, dan setengahnya telah disiagakan di perbatasan.
Dikhawatirkan, invasi Israel ke Gaza akan memicu banyak korban seperti perang tahun 2008 yang menewaskan 1.400 warga Gaza.
Menghadapi rencana serangan darat itu, pemimpin Hamas Khaled Meshaal tidak merasa jerih. “Kami tidak ingin peningkatan ketegangan, atau perang di darat. Tapi jika itu terjadi, kami tidak takut dan tidak akan mundur,” tegasnya.
Upaya diplomasi untuk menghentikan kekerasan di Gaza masih terus dilakukan. Kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan delegasi Israel menyambangi Mesir untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Mesir sebagai pihak mediator mengaku optimis pembicaraan tiga pihak akan berlangsung positif.
Menurut pihak Mesir, Hamas setuju gencatan senjata, jika Israel menghentikan agresinya, menghentikan pembantaian dan menghapuskan blokade Gaza. Sementara Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaalon menuding bahwa pemicu perang adalah ulah Hamas yang melontarkan roket dan rudal ke warga Israel. “Jika ketenangan terjadi di selatan dan tidak ada serangan teroris dari Jalur Gaza, kami tidak akan menyerang,” tegasnya.
Hujan Kutukan
Tragedi di Jalur Gaza itu mengundang solidaritas masyarakat internasional. Aksi protes pun bermunculan di mancanegara. Para pemrotes, walau berbeda gaya dan pendekatan, memiliki sikap yang sama: serangan apapun yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan tidak bersenjata patut dikutuk.
Walau berdalih membalas serangan ratusan roket Hamas dari Gaza, serangan udara Israel sejak 14 November 2012 telah mengundang kemarahan karena turut menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak Palestina. Tidak kurang, para aktivis di Korea Selatan, pemuka umat Yahudi di Amerika Serikat, hingga anak-anak sekolah di Indonesia menyuarakan sikap yang sama: menentang serangan brutal Israel.
Demonstrasi massal hingga doa bersama berlangsung di beberapa tempat sejak akhir pekan lalu. Ratusan unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir telah digelar secara serentak, tidak saja di negara-negara Islam maupun negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim seperti di Tunisia, Yaman, Mesir, dan Aljazair. Warga di Australia, Italia, Korea Selatan, Spanyol dan lain-lain pun kompak menyuarakan kemarahan atas Israel.
Ali Golin termasuk yang berdemonstrasi di Kota Istanbul, Turki, pada Jumat pekan lalu. “Saya yakin bahwa semua umat Muslim harus menunjukkan solidaritasnya. Semua faksi dan perbedaan hanya menghacurkan tujuan kita,” kata Golin seperti dikutip Ynet.com.
Seorang demonstran di Istanbul, Ali Golin, menyerukan kepada dunia bahwa bila ingin menentang Israel, semua umat harus kompak. “Kita tidak dapat mencapai apa-apa hanya dengan mengecam Israel. Kita harus mengambil aksi yang nyata,” ujarnya.
Seorang warga Korea Selatan pun menyatakan solidaritasnya bagi warga Palestina dengan ikut berdemosntrasi di luar Kedutaan Besar Israel di Seoul. “Kalian tidak boleh memaksa warga Palestina jadi korban. Kalian tidak boleh membunuh anak-anak di mana pun,” seru aktivis tersebut.
Seruan serupa juga dilontarkan warga Australia saat ikut berdemonstrasi di Kota Sydney. “Israel tengah menerapkan kebijakan yang membantai banyak orang di Gaza,” kata wanita bernama Sylvia Hale, yang mantan anggota parlemen dari Partai Hijau.
Sebagian publik di Amerika Serikat pun menyuarakan simpati yang sama. Saat pemerintahnya menyatakan dukungan kepada Israel, tidak sedikit para warga yang mengecam aksi militer negara zionis yang menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil itu.
Dalam suatu aksi yang berlangsung di Kota New York pada Minggu (18/11/2012), sekitar 500 orang memprotes atas jatuhnya banyak korban di kalangan warga Palestina.  Saat itu, sedikitnya sudah ada 70 warga Palestina –termasuk 20 anak-anak– yang tewas dan 600 orang lainnya luka-luka.
Bahkan ada seorang pemuka Yahudi yang turut mengecam aksi Israel. Menurut harian The New York Times, seorang rabi bernama Yisroel Dovid Weiss menyatakan simpatinya kepada warga Palestina. “Kami malu atas aksi yang sedang berlangsung mewakili bangsa kami. Kami justru menangisi para korban,” kata Weiss.
Reaksi PBB
Saat tekanan publik dari penjuru dunia kian menguat, PBB pun terus berupaya mengakhiri kekerasan brutal di Gaza dengan cara diplomasi. Menurut stasiun berita Al Jazeera, Sekjen PBB Ban Ki-moon pekan ini akan mengunjungi Yerusalem dan Ramallah, yang masing-masing adalah ibukota Israel dan Otoritas Palestina.
Ban Ki-moon, Ahad (18/11/2012), menyerukan Israel dan Hamas untuk menyepakati gencatan senjata. Ban meminta kedua pihak merundingkannya dengan Mesir dalam mewujudkan upaya perdamaian ini.
Dalam pernyataannya, Ban mengatakan ingin bertolak ke dua negara yang terlibat konflik untuk mendukung upaya gencatan senjata. Namun, PBB belum memberikan jadwal Ban akan menuju kesana. Media Israel mengatakan bahwa ia akan pergi ke Yerusalem, sementara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan Ban juga akan pergi ke wilayah Palestina.
Sekjen PBB mengatakan dirinya “sangat sedih” dengan laporan-laporan tewasnya warga Palestina, termasuk 10 anggota dari satu keluarga. Ia mengaku “cemas” atas penembakan roket-roket dari Gaza ke Israel.
“Ini harus dihentikan. Saya sangat mendorong para pihak untuk bekerja sama dengan semua upaya dipimpin oleh Mesir untuk segera mencapai gencatan senjata. Setiap eskalasi lebih lanjut pasti akan meningkatkan penderitaan penduduk sipil yang terkena dampak dan itu harus dihindari,” kata Ban.
Ban Ki-moon akan melobi para pemimpin Israel dan Palestina untuk mengakhiri krisis. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi, dan menyatakan dukungan kepada Presiden Mesir, Mohamed Morsi, untuk menjadi mediator bagi perundingan damai Israel dan kelompok Hamas.
Ini merupakan tugas yang sangat mendesak bagi Sekjen PBB, mengingat dalam seminggu ini jumlah korban sipil di Gaza sudah melebihi seratus jiwa. (HP, dari berbagai sumber)

Israel Semakin Brutal