Showing posts sorted by relevance for query target. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query target. Sort by date Show all posts

Tuesday, November 12, 2013

2 Kampus Islam Target Masuk 500 Universitas Kelas Dunia

SEMARANG - Hingga saat ini belum ada satupun kampus Islam di Indonesia yang masuk daftar 500 universitas top dunia (World Class University). Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikan dua kampus Islam di bawah mereka untuk masuk ranking bergengsi itu.


Dua kampus yang diproyeksikan itu adalah Universitas islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Mereka diberi ancar-ancar masuk dalam 500 universitas top dunia paling lambat 12 tahun lagi.


Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Sudarnoto Abdul Hakim tampak antusias terhadap penunjukan itu. “Aman ini penuh tantangan, kami sudah bersiap sejak dini,” katanya disela silaturahmi penerima Djarum Beasiswa Plus di Semarang kemarin. Dia menuturkan untuk masuk di jajaran kampus top dunia, banyak persyaratannya g harus dipenuhi.


Diantaranya adalah akreditasi instituai atau lembaga. Sudarnoto mengatakan UIN Jakarta merupakan satu diantara sembilan universitas yang telah mendapatkan akreditasi institusi A. Kampus lainnya didominasi dari universitas umum, di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).


Upaya berikutnya adalah mengajukan akreditasi empat program studi unggulan di jejaring universitas ASEAN (ASEAN University Network/AUN). Diantara programs tudi yang bakal didaftarkan akreditasinya ke AUN adalah adalah Sastra Arab. “Kita akan menata semuanya. Mulai dari dosen, mahasiswa, dan kurikulumnya,” ujarnya. Dia menuturkan jika berjalan lancar, akreditasi dari AUN ini akan keluar 2015 nanti.


Upaya lainnya adalah menambah jumlag guru besar atau dosen bergelar profesor. Sudarnoto tidak hafal jumlah guru besar yang ada di UIN Jakarta sast ini. Selain mendongkrak jumlah guru besar, dia mengatakan karya-karya ilmiah para dosen juga harus diterima di komunitas internasional.


Dia menyebutkan, perhitungan tingkat global tidak hanya pada jumlah karya ilmiah yang masuk di jurnal kelas internasional. Tetapi juga seberapa banyak akademisi asing menggunakan karya-karya dosn UIN Jakarta. Sudarnoto mengatakan sudah ada aplikasi jurnal internasional yang bisa merekapitulasinya.


Dia mentakan target menjadi universitas kelasd unia memang dipatok 12 tahun lagi. Tetapid ia optimis dengan kinerja yang serius, target tadi bisa dicapai pada 2020 nanti (7 tahun lagi). Sudarnoto mengatakan saat ini UIN Malang juga tidak ketinggalan mengejar target ini. “Saat ini kampus nasional yang masuk dalam daftar 500 besar kampus dunia masih kampus umum. Seperti ITB dan IPB,”ujarnya.


Menurut Sudarnoto, biaya untuk mengejar target ini sangat besar. Dia mengatakan dana itu tidak hanya bisa ditutup dari anggaran negara (APBN). Untuk itu pihaknya juga akan menjaring dana dari pihak-pihak lain, yang tidak melanggar hukum. Posisi saat ini, masing-masing kampus terus menyusun rencana strategis dan biaya yang dibutuhkan secara detail. (wan)



Article source: http://www.harianterbit.com/2013/11/04/dirikan-band-musik-rockimam-masjid-dikecam/


2 Kampus Islam Target Masuk 500 Universitas Kelas Dunia

Monday, September 23, 2013

Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, THAILAND — Sebagai sebuah negara plural dengan mayoritas penduduk Muslim, kondisi Indonesia mirip dengan Madinah di jaman Nabi Muhammad AS.


Untuk menyatukan masyarakat, Nabi AS lalu membuat Piagam Madinah sebagai dasar negara. Sedangkan Indonesia mempunyai Pancasila untuk fungsi yang sama.


“Meskipun hukum agama bukan dasar negara, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk menjamin kehidupan beragama rakyatnya,” ujar Menteri Agama Suryadarma Ali di Islamic Academy and Arabic Study, Princess of Naradhiwas University, Kok Kian Sub-district, Amphur Muang, Narathiwat Province, Thailand, Senin (23/9).


Islam tidak diragukan lagi mengambil peran dalam politik pada awal pembentukan Indonesia. Namun pembentukan negara sekuler tidak cocok di Indonesia karena beragamnya etnis dan agama yang hidup bersama.


Pemerintah sejak awal telah mengambil jalan tengah dengan menempatkan Pancasila sebagai acuan untuk membangun Indonesia. Pancasila juga menjadi dasar untuk merespon banyaknya mahzab Islam yang ada di Indonesia. 


Menag mengingatkan agar berjuang di jalan agama tidak identik dengan kemenangan politik. Selain itu, menjaga persatuan dan menghindari pertumpahan darah juga harus diprioritaskan.


“Akan menjadi sia-sia, ketika agama dan nilai Islam justru tidak ditemukan dalam jiwa pejuangnya. Artinya, tidak ada rasa keadilan, toleransi dan kasih sayang,” Menag melanjutkan.


Semua umat Muslim yang berjuang demi perbaikan nasib, diimbau untuk tetap berdiri pada kedaulatan negara yang sudah diputuskan sejak awal.


Pengalaman mengajarkan bahwa target utama bukan pada kemenangan politik, melainkan keadilan ekonomi dan sosial. Untuk itu, komunitas muslim harus menemukan nilai umum yang bisa menyatukan masyarakat demi mencapai nilai-nilai bersama.


Kasus di Indoensia untuk taraf tertentu sangat relevan dengan kondisi muslim di Thailand. Pertama, kedua negara memasukkan konsep politik Islam dalam membentuk negara di jaman modern. Lalu, kedua negara juga terdiri dari ragam agama dan budaya yang mencoba untuk hidup harmonis.


Latar belakang historis diharapkan bisa mempengaruhi umat Islam dalam bersikap terkait negaranya. Islam sejak dahulu tidak memisahkan agama dengan politik. 


Lalu, Islam yang solutif harus kembali ditempatkan mengisi ruang pubil. “Pemikiran yang memisahkan Islam dan politik tidak dapat diterima, begitupun sekulerisasi,” ia melanjutkan.


Dekan Academic Pengajian Islam dan Bahasa Arab Princess of Naradhiwas University, Abdulrashid Abdullah Hameeyae mengatakan Islam berkembang di Thailand pada abad ke-15 oleh rakyat Patani. Namun penyebaran ajaran Islam masih sembunyi-sembunyi dan dalam lingkup kecil.


Setelah penguasa saat itu, Raja Patani Sultan Ismail Shah dan keluarganya masuk Islam, barulah Islam dengan terang-terang. Peradaban umat Islam pernah mencapai puncak sebelum Thailand melancarkan serangan terhadap rakyat Patani.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27288/15/02/2013/di-australia,-geert-wilders-akan-kampanye-anti-islam-.html


Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim

Friday, March 22, 2013

Setara: Masalah Izin Hanya Alasan dalam Perobohan Gereja

— Wakil direktur lembaga demokrasi dan perdamaian Setara Institute for Peace and Democracy, Bonar Tigor Naipospos, mengatakan masalah izin mendirikan bangunan menjadi alasan dalam perobohan gereja di Bekasi.

“Masalahnya adalah pemerintah tidak memperlihatkan kemauan politik untuk menghentikan kasus intoleransi di negara ini. Pemerintah tidak menuntut hukum untuk ditegakkan dan pelakunya dihukum,” ujarnya pada kantor AFP, Kamis (21/3).

Pemerintah daerah Bekasi merobohkan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Taman Sari, Kamis, di depan jemaatnya yang menangis menyusul gangguan dari kelompok Muslim terhadap para pekerja bangunan dan menyebut umat Kristen itu “kafir.”

Puluhan orang dari 100 anggota jemaat menangis saat gereja dirubuhkan, dan mereka menyebut pemerintah “mengkriminalisasi agama kami”.

“Hati saya sakit dan saya merasa hampa melihat gereja saya roboh. Saya telah datang ke gereja ini selama 11 tahun,” ujar Megarenta Sihite, 46, sambil berpelukan dengan umat yang lain. 

“Gereja kami boleh roboh, namun keyakinan kami tidak. Kami akan terus datang ke sini untuk ibadah Minggu.”

Begitu dinding-dinding gereja, yang berada di tengah kemelut perencanaan kota, jatuh, polisi di Bekasi membubarkan 200 perempuan Muslim yang datang ke tanah gereja sambil mengumandangkan ayat-ayat Quran.

Sepanjang jalan dekat gereja, demonstran Muslim yang dihalangi oleh polisi berseru “Robohkan gereja sekarang”, dan “Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar).

Seorang pria berteriak lewat pengeras suara: “Mereka kafir dan membangun gereja tanpa izin.”

Para anggota jemaat sebelumnya meminta pemerintah Bekasi untuk menghentikan perobohan, dengan anak-anak yang membawa poster “jangan robohkan gereja kami.”

Pendeta Advent Nababan menangis saat bangunan dirobohkan.

“Anda baru menyaksikan bagaimana pemerintah mengkriminalisasi agama kami,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah memerintahkan perobohan gereja yang dibangun pada Oktober 2012 karena tidak memiliki izin.
Namun, jemaat mengatakan izin telah berulangkali dan secara tidak adil setelah mereka menghabiskan 13 tahun beribadah di tanah tersebut di dalam bangunan sementara.

Pendeta Nababan mengatakan gereja telah mendapat dukungan luas dari komunitas Muslim sebelum pembangunan dimulai. Beberapa tetangga mengkonfirmasi hal tersebut pada AFP bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan adanya gereja di lingkungan mereka.

Kasus ini menambah panjang kasus intoleransi agama di Indonesia. Setara mengatakan kasus intoleransi terus meningkat, dengan 543 peristiwa pada 2011, naik dari 491 kasus pada 2009. Lebih dari 300 insiden dicatat pada setengah tahun pertama 2012.

Umat Kristen merupakan salah satu target utama, bersama dengan pengikut sekte minoritas Islam, Ahmadiyah dan Syiah.

Gereja HKBP merupakan target terdepan dalam serangan di Bekasi. Salah seorang jemaat dilempari telur busuk dan air kencing oleh pemrotes dari kelompok Muslim yang mencegah mereka masuk ke tanah mereka, dan menghalau mereka ke jalan.

Bonar mengatakan lebih dari 39 gereja HKBP di Bekasi sepertinya akan menghadapi masalah karena hanya 10 yang diberi izin bangunan. (AFP)

Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/506617/diego-michiels-jadi-mualaf


Setara: Masalah Izin Hanya Alasan dalam Perobohan Gereja

Wednesday, March 13, 2013

Uli Auliani Tak Nyaman Pacaran Jarak Jauh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Uli Auliani (27) mengaku mulai merasa tidak nyaman menjalin hubungan jarak jauh dengan sang pacar.  Sekarang sudah enam bulan Uli belum bertemu lagi dengan kekasihnya itu. 

Ya, pemain film Virgin dan Udin Cari Alamat itu dipacari bule asal Amerika Serikat, Reid Spencer Garrett. Reid selama ini menetap di negeri Obama itu.

“Sebenarnya nggak nyaman jalanan pacaran begini (jarak jauh). It’s getting bored, nggak ketemu sudah enam bulan. Awal-awal dua bulan sekali ketemu, sekarang enam bulan, dia sibuk. Aku juga tiap hari ada kerjaan,” ungkap Uli selepas gala premier film terbarunya Sule Detektif Tokek di XXI Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2013) malam.

Saat ditanya apakah sang pacar punya niatan menetap di Indonesia? Menurut Uli kekasihnya belum berani memutuskan tinggal di Indonesia. “Dia (Reid Spencer Garrett) belum berani untuk itu (pindah ke Indonesia). Kalau bule yang ada di Indonesia kan yang sudah ada link disini. Kalau yang nggak ada link ya susah juga,” kata Uli.

Setengah tahun sudah tak bertemu dengan sang kekasih, diakui Uli selama ini memendam kerinduan. Untuk mengurangi rasa rindu, keduanya pun hanya punya satu jalan yaitu selalu berkomunikasi.

“Komunikasi dan jujur itu penting. Kita beda waktu sama hari. Komunkasinya dia cerita dari bangun sampai mau tidur. He’s telling me everything,” ungkapnya.

Meski terhalang jarak, Uli tetap yakin kekasihnya serius menjalin hubungan dengannya. Apalagi, saat ini kekasihnya sudah mualaf dan sebagai syarat untuk menikah dengannya.

Sudah ada target menikah?

“Pengen sih cepat lah ya. Menikah itu kan ibadah. Tapi dengan kondisi seperti ini kayaknya jadi molor, selain dia sibuk aku juga sekarang lagi sibuk. Jadi belum sempat memikirkan secara khusus berdua. Tapi aku punya target paling lambat usia 35 tahun,”kata perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 20 November 1985 itu. (Ign Agung Nugroho).

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26989/29/01/2013/gki-kuningan-batalkan-relokasi-gereja.html


Uli Auliani Tak Nyaman Pacaran Jarak Jauh

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Monday, April 15, 2013

Artis berprestasi diincar PPP - Waspada

WASPADA ONLINE

JAKARTA – Musim pencalegan tiba, PPP incar sejumlah artis serta atlit berprestasi. Ada Bambang Pamungkas alias Bepe, Aura Kasih dan Bunga Cipta Lestari masuk radar PPP.


Seperti disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PPP Suharso Manoarfa, beberapa atlit berprestasi serta artis tenar itu, layak menjadi caleg (calon legislatif) PPP.


“PPP adalah parpol Islam yang terbuka. Kami harus bisa mengakomodir semua golongan, tidak perlu alergi dengan artis atau publik figur lainnya. Termasuk atlit berprestasi seperti Bepe,” terangnya  di Jakarta kemarin.


Dikatakan mantan Menpera itu, pemain sepakbola seperti Bepe, artis Aura Kasih, BCL (Bunga Cipta Lestari) serta Mat Solar adalah publik figur yang memiliki kemampuan dalam memajukan bangsa ini.


“Dari kalangan artis yang sudah resmi menjadi caleg PPP adalah Doni Damara. Kita harapkan tokoh lainnya tergerak untuk berpartisipasi. Artis, atlit atau presenter kondang seperti Sandrina Malakiano, boleh juga,” terang Monoarfa.


Dalam menjaring caleg, lanjutnya, PPP tidak akan asal comot. Mereka harus sanggup menandatangani pakta integritas. Di dalamnya mengatur larangan black champaign, serta terbebas dari segala tindak korupsi atau tercela lainnya. “Target PPP di pemilu 2014 adalah 72 kursi di DPR-RI. Insya Allah terpenuhi,” pungkasnya.
(dat18/inilah)




Name *
URL
Code

  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=41318:umnos-mashitah-sued-for-accusing-hadi-of-sex-scandal&Itemid=2


Artis berprestasi diincar PPP - Waspada

Tuesday, September 24, 2013

Jandullah Klaim Bertanggung Jawab Bom Gereja yang Tewaskan 80 Jemaat ...

Tribunnews.com, Islamabad - Puluhan korban tewas akibat ledakan ganda di sebuah gereja di Peshawar, Pakistan, mulai dimakamkan Senin (23/9/2013).


Jumlah korban tewas akibat aksi bom bunuh diri yang terjadi Minggu (22/9/2013),  tercatat sebanyak 80 orang, menjadikannya sebagai serangan paling mematikan bagi warga Kristen Pakistan.


Jandullah, sebuah faksi Taliban Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang mereka sebut sebagai bagian dari aksi balas dendam atas serangan pesawat tak berawak AS.


Serangan ini mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin politik dan keagamaan, dan memicu kemarahan warga yang turun ke jalan memprotes pemerintah karena dianggap gagal melindungi kaum minoritas.


Umat Kristen di Pakistan terdiri dari sekitar 1,6 persen dari seluruh jumlah warga negara Pakistan yang mayoritas memeluk agama Islam.


Seorang anggota parlemen daerah, Fredrich Azeem Ghauri mengatakan terdapat sekitar 200.000 umat Kristen, 70.000 orang di antaranya tinggal di Peshawar. Para pendemo memblokir jalan di Peshawar, Islamabad, Lahore dan Karachi sejak Minggu dan diperkirakan aksi akan berlanjut, Senin (23/9/2013).


Terburuk


Militan di Pakistan sering menjadikan kaum minoritas keagamaan sebagai sasaran target serangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memicu kekerasan sektarian antara Syiah dan Sunni, di mana militan Sunni sering menyerang komunitas Syiah.


Ada sejumlah kekerasan yang timbul di kawasan tempat umat Muslim dan Kristen tinggal berdampingan. Maret lalu, sekelompok umat Muslim di Lahore membakar belasan rumah warga Kristen yang dianggap melakukan penistaan agama.


Namun, serangan bom di gereja itu dianggap sebagai bentuk serangan yang terburuk. Pemerintah Pakistan telah menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.


Umat Kristen menyatakan akan menggelar misa khusus untuk mengenang para korban. Paus Fransiskus mengutuk serangan ini dengan mengatakan siapapun yang melakukan serangan telah membuat pilihan yang salah akibat kebencian dan perang.


Berbicara di London saat akan kembali ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, PM Nawaz Sharif mengatakan serangan ini tidak memberikan pertanda baik dalam setiap rencana pembicaraan dengan kelompok militan.


Saksi mata mengatakan mendengar dua ledakan, yang kedua lebih besar dari yang pertama. Rompi bom bunuh diri kemudian ditemukan di luar gereja, kata seorang petugas.


Laporan menyebut dinding gereja penuh dengan lubang akibat pecahan bola besi yang menjadi bagian dari alat peledak. Selain menewaskan 80 orang, ledakan bom itu juga melukai 120 orang.


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/09/24/192431/Winda-Idol-Mantap-Dinikahi-Pria-Muallaf-


Jandullah Klaim Bertanggung Jawab Bom Gereja yang Tewaskan 80 Jemaat ...

Sunday, July 14, 2013

Jadi Mualaf, Abanda Ingin Puasa Sebulan Penuh

INILAH.COM, Bandung – Sebagai seorang mualaf, bek tengah Persib Bandung, Ahmad Abanda Herman tak kesulitan menahan haus dan lapar hingga adzan Magrib berkumandang. Apa target Abanda di puasa perdananya ini?


Pada Bulan April lalu, Abanda memutuskan untuk memeluk ajaran Agama Islam. Alasan pemain asal Kamerun itu masuk Islam karena melihat rekan-rekan satu timnya melaksanakan salat berjamaah bersamaan.


Kala itu, Abanda melihat rekan-rekannya melaksanakan salat Jumat. Mantan pemain Persija Jakarta itu mengatakan sungguh indah melihat orang Islam melakukan solat berjamaah.


Di bulan Ramadhan ini, Abanda melakukan puasa perdanannya sebagai seorang muslim. Pemain yang menggunakan nomor punggung 6 di Persib itu pun ingin puasa sebulan penuh.


“Saya mau puasa sampai selesai (satu bulan). Saya menikmati keseharianku dengan berpuasa. Saya tidak mengalami kendala apapun, karena sebelumnya saya pernah belajar puasa,” kata Abanda kepada INILAH.


Bek beusia 28 tahun itu pun menambahkan kalau dirinya memasang alarm untuk bersiap melakukan sahur. Abanda merasa tak ada halangan untuk niatnya berpuasa.


“Saya selalu pasang alarm untuk bangun sahur. Tidak ada masalah. Meski berpuasa, saya rasa juga tidak ada masalah saat latihan,” ia memungkasi. [arn]


Article source: http://www.sinarharian.com.my/hiburan/sherry-ibrahim-rujuk-kerana-wang-1.182347


Jadi Mualaf, Abanda Ingin Puasa Sebulan Penuh

Saturday, January 12, 2013

Lanskap Baru Politik 2014

Muhammad Qodari 

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil rapat pleno KPU soal verifikasi faktual parpol peserta Pemilu 2014 diperkirakan meloloskan 10 partai dari 34 yang mendaftar ke KPU (Kompas, 8/1). Ke-10 partai itu adalah PAN, Demokrat, PDI-P, Hanura, Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, PPP, dan Nasdem.

Bagi yang optimistis, lolosnya 10 parpol untuk Pemilu 2014 membuka lanskap baru politik Indonesia ke depan. Lanskap pertama, harapan bahwa pilihan masyarakat akan lebih berkualitas karena jumlah partai jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Bandingkan jumlah parpol peserta Pemilu 2014 dengan Pemilu 1999 yang 48 parpol, 2004 (24), dan 2009 (38).

Pilihan yang sedikit ini diharapkan kondusif untuk masyarakat membuat pilihan berkualitas. Apalagi 9 dari 10 parpol yang lolos adalah partai lama yang sudah dikenal kiprahnya, baik di legislatif, eksekutif, di media, maupun di masyarakat. Jadi, masyarakat punya catatan tentang kinerja mereka. Pemilu 2014 akan menjadi hari penilaian bagi parpol-parpol tersebut.

Harapan yang lebih berkualitas juga diharapkan terjadi untuk level calon anggota legislatif (caleg). Berkurangnya jumlah partai secara signifikan secara dramatis juga mengurangi jumlah caleg.

Lanskap berikutnya, kemungkinan perubahan wajah politik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Saat ini terjadi perbedaan situasi antara konstelasi politik di pusat (DPR) dan di daerah (DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota). Jika di pusat hanya ada 9 partai politik, di daerah jumlah parpol jauh lebih banyak sehingga lebih ”hiruk-pikuk”. Di DPRD 2009, jumlah parpol lebih banyak sebagai kombinasi dari tiadanya ambang batas parlemen untuk masuk DPRD dan jumlah peserta pemilu 38 parpol. Akibat tak ada ambang batas parlemen untuk DPRD, tak ada kursi DPRD yang ”hangus” seperti terjadi di DPR.

Pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi, aturan Pemilu 2014 hanya memberlakukan ambang batas di tingkat nasional seperti pada 2009 (sebelum keputusan itu ambang batas juga berlaku di tingkat daerah). Namun, dengan jumlah peserta pemilu yang hanya 10 parpol, jumlah parpol di DPRD juga tidak akan lebih dari 10. Ini membuat komposisi parpol di DPRD kurang lebih akan sama dengan DPR. Perbedaannya pada posisi dan jumlah kursi sesuai daerah masing-masing.

Skeptisisme

Jika analisis di atas menampilkan kemungkinan perubahan dan harapan pada Pemilu 2014, bagian berikut menampilkan kekhawatiran dan skeptisisme. Skeptisisme pertama adalah kinerja DPR hasil Pemilu 2014. Disinyalir salah satu sebab rendahnya produktivitas legislasi DPR akibat jumlah partai dan fraksi yang terlalu banyak di Senayan.

Salah satu solusinya mengurangi jumlah partai dan fraksi di DPR dengan ambang batas parlemen. Namun, ambang batas 3 persen yang ditetapkan untuk Pemilu 2014 (naik 0,5 persen dibanding Pemilu 2009) diduga tidak akan mampu mengurangi jumlah parpol di DPR secara signifikan. Bahkan, bukan mustahil jumlah parpol di DPR justru naik dari 9 ke 10 parpol, dengan asumsi 9 partai lama dan satu partai baru (Nasdem) semua mendapat suara di atas ambang batas. Kemungkinan ini besar karena Hanura sebagai partai ”bontot” dalam Pemilu 2009 meraih suara di atas 3 persen pada pemilu itu. Sementara Nasdem telah menembus suara di atas 3 persen dalam aneka survei akhir-akhir ini.

Skeptisisme berikutnya soal wajah politik nasional Indonesia secara umum di masa yang akan datang. Mafhum diketahui banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap kinerja parpol, politisi, dan aneka lembaga pemerintahan. Kenyataan bahwa 9 dari 10 parpol yang lolos pemilu adalah partai lama dapat ditafsirkan: wajah politik Indonesia ke depan tidak akan berubah banyak karena aktornya secara garis besar yang itu-itu saja. Termasuk peta calon presiden yang notabene akan keluar dari parpol-parpol tersebut di atas.

Sekarang, bagaimana cara menjawab potensi kekecewaan tersebut di atas? Soal ambang batas tidak mungkin diubah. Karena itu, harus diterima kemungkinan jumlah parpol di DPR tetap 9 atau malah jadi 10. Berdasarkan pengalaman pemilu di era Reformasi, memang angka ambang batas yang bisa memangkas jumlah parpol di DPR adalah minimal 5 persen. Solusinya adalah memperbaiki mekanisme pembahasan UU di DPR dan di tiap parpol agar target legislasi dapat tercapai.

Adapun solusi kekecewaan terhadap parpol di masa depan secara inheren terkandung dalam mekanisme demokrasi itu sendiri. Dalam demokrasi diharapkan terjadi proses reward and punishment (hadiah dan hukuman) dari masyarakat terhadap peserta pemilu dan selanjutnya proses belajar dan memperbaiki diri dari para peserta pemilu itu terhadap kesalahannya. Saya meyakini mekanisme hadiah dan hukuman itu berlaku dalam politik Indonesia. Buktinya PDI-P yang menang Pemilu 1999 bisa kalah di 2004, sedangkan Partai Golkar yang menang di 2004 kalah di 2009, sementara hasil survei menunjukkan dukungan terhadap Demokrat yang menang Pemilu 2009 turun.

Tentang calon presiden 2014, ada tiga langkah untuk memunculkan alternatif wajah calon pemimpin nasional. Pertama, menurunkan aturan presidential threshold (ambang batas capres) Pemilu 2009 yang mencapai 20 persen suara dan/atau 25 persen kursi. Pilihan yang mudah adalah ”menyamakan”-nya dengan ambang batas parlemen, yakni 3 persen, untuk mengajukan pasangan calon sendiri. Namun, melihat pengalaman politik selama ini, agaknya angka itu akan bertemu di tengah, yaitu di rentang 10 persen-15 persen. Kedua, partai membuka kesempatan kepada tokoh-tokoh muda untuk tampil sebagai calon. Ketiga, partai membuka pintu bagi tokoh-tokoh di luar partai.

Agamis vs nasionalis

Lepas dari harapan dan skeptisisme terhadap calon peserta Pemilu 2014, jumlah peserta yang 10 sebetulnya kian mendekati opini masyarakat. Paling tidak ini terungkap dari hasil berbagai survei, di antaranya survei oleh Indo Barometer pada Juni 2008 dan Agustus 2010.

Secara ideologi, 10 partai peserta pemilu juga cukup mencerminkan konstruksi ideologi parpol di Indonesia yang kerap dibagi dalam dua spektrum. Untuk spektrum partai agamis/berbasis massa agama versus nasionalis/sekuler, ke-10 partai itu dapat dibagi dalam partai agamis (PKS, PPP, PAN, PKB) dan nasionalis (PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem).

Dalam spektrum partai agamis, ada dua subspektrum, yakni agamis Islam dan Kristen. Subspektrum agamis Islam bisa dibagi lagi dalam sub-subspektrum agamis Islam modernis dan agamis Islam tradisionalis. Adapun yang hilang dalam 10 parpol peserta Pemilu 2014 adalah wakil dari subspektrum agamis Kristen.

Sementara untuk spektrum partai nasionalis, dapat dibagi lagi dalam subspektrum kanan/developmentalis versus kiri/ populis. Tentu penggolongan ini relatif dan dapat diperdebatkan. Akan tetapi, pesannya adalah: walau jumlah partai peserta pemilu menurun jauh dibandingkan 2009, sebetulnya cukup mewakili spektrum ideologi politik yang ada.

Muhammad Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer

 







Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26737/12/01/2013/dsn-mui:-ulama-mesir-haramkan-sukuk-karena-alasan-maslahat-.html


Lanskap Baru Politik 2014

Wednesday, January 23, 2013

Cak Nun, Gus Dur, dan Ateis

SURABAYA, KOMPAS.com — Seorang peserta dalam acara bertajuk “A Tribute to Martin Luther King dan Gus Dur: Warisan Pluralisme, Keanekaragaman dan Demokrasi” yang digelar Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Selasa (22/1), mengaku ingin keluar dari agama.

“Rasanya, saya ingin keluar dari agama karena agama sudah tidak lagi membuat orang menjadi sejuk. Banyak orang beragama yang suka konflik. Banyak orang dengan pakaian agama justru melakukan kekerasan, bahkan membunuh saudara sendiri. Jadi, buat apa beragama,” ucap peserta itu.

Menjawab hal itu, budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menjelaskan agama itu bukan institusi. Karena itu, orang masuk ke dalam agama atau keluar dari agama itu bukan persoalan. “Agama itu bukan institusi. Kalau Anda mengaku beragama tapi suka kekerasan, itu bukan beragama,” tuturnya.

Sahabat dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (alm) itu menyebut Gus Dur sebagai orang beragama, dan orang beragama yang suka kekerasan itu ateis (bukan orang beragama).

“Islam itu bukan sekadar salat, puasa, zakat, haji, atau syariah, tapi Islam adalah jujur kepada manusia. Islam adalah cinta kepada manusia, Islam adalah keindahan. Jadi, kalau Anda mengaku Islam tapi tidak indah atau suka kekerasan, Anda belum tentu Islam,” paparnya.

Bahkan, suami artis Novia Kolopaking itu menilai rukun Islam (shalat, puasa, zakat, haji, dan syariah lain) itu hanya 3,5 persen dari ajaran, sedangkan 96,5 persen dari ajaran Islam yang sesungguhnya adalah keindahan, penghormatan kepada sesama, jujur, adil, bersih, bersatu, dan seterusnya.

“Jadi, kalau Gus Dur itu garang kepada ICMI dan sesama Islam, tapi Gus Dur sangat hormat kepada non-Islam, maka hal itu bukan berarti Gus Dur tidak beragama. Target Gus Dur bukan sekadar menghormati non-Islam itu, tapi Gus Dur ingin menegakkan keadilan, kesetaraan, persaudaraan, kejujuran, keindahan, dan sejenisnya. Itulah ajaran Islam yang sesungguhnya,” tuturnya.

Pemimpin kelompok musik religi Kiai Kanjeng itu menilai Gus Dur justru melakukan “diskriminasi hasanah” (diskriminasi yang baik). “Baginya, Islam tidak perlu dibela  karena jalurnya sudah tepat, tapi non-Islam justru harus tahu Islam itu bagaimana,” ujarnya tersenyum.

Pandangan Cak Nun itu tidak jauh berbeda dengan pandangan Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel yang juga hadir dalam acara mengenang Gus Dur dan Martin Luther King Jr itu. “Gus Dur dan Martin Luther King Jr itu berbeda, tapi keduanya memiliki kesamaan sebagai tokoh agama dan pejuang HAM di negaranya,” ujarnya.

Bahkan, ia menilai tokoh HAM Gus Dur telah mendorong Indonesia menjadi lebih baik, seperti halnya tokoh HAM Martin Luther King Jr mendorong AS menjadi lebih baik.

“Beliau ikut memperjuangkan kesetaraan hak itu, tapi caranya dengan damai,” paparnya dalam acara yang juga dihadiri putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid, itu.






Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/1918341/lamaran-di-pusara-ayah-dan-menikah-islam


Cak Nun, Gus Dur, dan Ateis

Saturday, January 26, 2013

Cak Nun, Gus Dur, dan Atheis

SURABAYA, KOMPAS.com —Seorang peserta dalam acara bertajuk A Tribute to Martin Luther King dan Gus Dur: Warisan Pluralisme, Keanekaragaman dan Demokrasi yang digelar Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Selasa (22/1/2013), mengaku ingin keluar dari agama.

“Rasanya, saya ingin keluar dari agama karena agama sudah tidak lagi membuat orang menjadi sejuk. Banyak orang beragama yang suka konflik. Banyak orang dengan pakaian agama justru melakukan kekerasan, bahkan membunuh saudara sendiri. Jadi, buat apa beragama,” ucap peserta itu.

Menjawab hal itu, budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menjelaskan agama itu bukan institusi. Karena itu, orang masuk ke dalam agama atau keluar dari agama itu bukan persoalan. “Agama itu bukan institusi. Kalau Anda mengaku beragama tapi suka kekerasan, itu bukan beragama,” tuturnya.

Sahabat dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (alm) itu menyebut Gus Dur sebagai orang beragama dan orang beragama yang suka kekerasan itu ateis (bukan orang beragama).

“Islam itu bukan sekadar salat, puasa, zakat, haji, atau syariah, tapi Islam adalah jujur kepada manusia. Islam adalah cinta kepada manusia, Islam adalah keindahan. Jadi, kalau Anda mengaku Islam tapi tidak indah atau suka kekerasan, Anda belum tentu Islam,” paparnya.

Bahkan, suami artis Novia Kolopaking itu menilai rukun Islam (syahadat, salat, puasa, zakat, haji, dan syariah lain) itu hanya 3,5 persen dari ajaran, sedangkan 96,5 persen dari ajaran Islam yang sesungguhnya adalah keindahan, penghormatan kepada sesama, jujur, adil, bersih, bersatu, dan seterusnya.

“Jadi, kalau Gus Dur itu garang kepada ICMI dan sesama Islam, tapi Gus Dur sangat hormat kepada non-Islam, maka hal itu bukan berarti Gus Dur tidak beragama. Target Gus Dur bukan sekadar menghormati non-Islam itu, tapi Gus Dur ingin menegakkan keadilan, kesetaraan, persaudaraan, kejujuran, keindahan, dan sejenisnya. Itulah ajaran Islam yang sesungguhnya,” tuturnya.

Pemimpin kelompok musik religi Kiai Kanjeng itu menilai Gus Dur justru melakukan “diskriminasi hasanah” (diskriminasi yang baik). “Baginya, Islam tidak perlu dibela karena jalurnya sudah tepat, tapi non-Islam justru harus tahu Islam itu bagaimana,” ujarnya tersenyum.

Pandangan Cak Nun itu tidak jauh berbeda dengan pandangan Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel yang juga hadir dalam acara mengenang Gus Dur dan Martin Luther King Jr itu. “Gus Dur dan Martin Luther King Jr itu berbeda, tapi keduanya memiliki kesamaan sebagai tokoh agama dan pejuang HAM di negaranya,” ujarnya.

Bahkan, ia menilai tokoh HAM Gus Dur telah mendorong Indonesia menjadi lebih baik, seperti halnya tokoh HAM Martin Luther King Jr mendorong AS menjadi lebih baik.

“Beliau ikut memperjuangkan kesetaraan hak itu, tapi caranya dengan damai,” paparnya dalam acara yang juga dihadiri putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid, itu.






Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Cak Nun, Gus Dur, dan Atheis

Sunday, March 10, 2013

Terapkan 'Smarter, Harder, dan Faster'

Persaingan bisnis perbankan tahun 2013 diprediksi semakin ketat, khususnya persaingan antara bank umum baik syariah maupun konvensional dengan Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S). Dengan tetap menanamkan dan menerapkan budaya kerja ‘Smarter, Harder, dan Faster’ terhadap seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, Tri Hari Widjajanto yakin perusahaannya terus mencatatkan pertumbuhan.

Tidak tanggung-tanggung, Direktur PT BPRS Baktimakmur Indah ini memproyeksikan pertumbuhan aset perusahaan yang digawanginya tahun ini mencapai Rp 144,48 miliar atau tumbuh 51 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp95,9 miliar, dengan target petumbuhan pembiayaan sebesar 64 persen atau RP 132,39 miliar. Sementara tahun sebelumnya perusahaan bisa membukukan pembiayaan sebesar Rp 80,5 miliar atau tumbuh 71 persen dari 2011.

Semua pencapaian di atas tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Widjajanto mengenang, saat pertama kali masuk menjadi Direktur tahun 1998 silam, total aset PT BPRS Baktimakmur Indah hanya Rp 100 miliar. Namun, tangan dingin pria kelahiran Kediri, 28 Februari 1965 ini membawa banyak perubahan di dalam tubuh perusahaan. Saat ini operasional BPRS yang dikelolanya bersama dengan seorang direksi lainnya memiliki 70 staf dan 30 tenaga non staf, serta jaringan kantor sebanyak 6 kantor cabang. Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya dengan menerapkan ‘Smarter, Harder, dan Faster’.

Smarter menurutnya harus dimiliki oleh semua orang. Dalam artian, dalam menghadapi kompetisi yang sekarang sudah semakin ketat, SDM perusahaan harus cerdas. “Dengan kecerdasan itu, semua upaya kita menjadi efisien,” katanya.

Sedangkan harder, kata dia, semua dikerjakan dengan kerja keras. Pekerjaan harus dituntaskan dan tidak bisa kerja setengah-tengah. Dan terakhir adalah faster. “Kita harus lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan kompetitor kita,” ujarnya.

Terbukti, penerapan ketiga unsur tersebut membawa nama Widjajanto makin disegani di kalangan perbankan Jawa Timur, terutama perbankan syariah. Sehingga, tahun 1999-2004 ia didapuk menjadi Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jawa Timur. “Ketua Asbisindo Jatim yang pertama adalah saya, sehingga saya tahu persis kondisi perbankan syariah di Jawa Timur,” katanya.
 
Di sisi lain, ia mengungkapkan kesuksesannya mengelola BPRS tidak lepas dari prinsip kejujuran, amanah, dan apa adanya. Semua pekerjaan dilakukan secara serius, dan tidak berdasarkan main-main. Meski demikian, sukses memimpin BPR Syariah diakuinya bukan hasil jerih payahnya sendiri. Diakuinya, semua kesuksesan itu merupakan hasil menghimpun atau menggerakkan tenaga-tenaga berkompeten yang ada di sekitarnya.

Kendati begitu, bukan berarti perjalanan menuju kesuksesannya itu tidak mengalami kendala. Apalagi, terjadinya liberalisasi perbankan sekarang ini sudah tidak bisa terhindarkan lagi. “Pasar atau segmen kita sudah ada liberisasi perbankan. Itu menyebabkan persaingan pasar menjadi lebih besar dan kompetitif. Siapa yang punya modal besar, itu yang menang. Kita bagaimana? Kita dalam menghadapi itu menggunakan 3 hal, yaitu ‘Smarter, Harder, dan Faster’. Dan juga harus memanfaatkan yang orang lain tidak bisa,” paparnya.

Ia mencontohkan, ketika kejadian lumpur Sidoarjo tahun 2006 silam, banyak perbankan memilih keluar dari Porong untuk menghindari dampak langsung semburan lumpur Sidoarjo. Akan tetapi Widjajanto melihat sebaliknya. Ia merasa yakin, di porong itu sekecil apapun masih ada transaksi ekonomi, yang memungkinkan perbankan masih bisa hidup. Peluang itu dimanfaatkan betul oleh Widjajanto.

Dia mencoba membuka kantor perwakilan di kawasan Candi Sidoarjo yang lokasinya dekat dengan Porong. “Dan alhamdulillah perkembangan disana sampai sekarang masih bagus. Disana saya memanfaatkan peluang. Saya melihat disana masih ada orang jual tempe dan jual sayur. Dari situ berarti ada orang kulak kedelai untuk di buat tempe, orang kulak sayur untuk dijual kembali. Disana ada transaksi perdagangan, dan saya masuk,” jelasnya.

Ke depan, ia berencana melakukan ekspansi dengan menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan non bank. Kerjasama yang dikenal dengan aliansi strategis itu bukan didasari dengan Ukuwah Islamiyah, melainkan Ukuwah Muammalah.

Bahkan, walaupun berlabel syariah, ia tidak ingin menjaring nasabah hanya terbatas pada umat muslim. Karena menurutnya perintah Nabi Muhammad bahwa perbankan syariah tidak dikhususkan untuk orang islam, tapi memakai cara-cara orang islam. “Cara kerja nabi secara muammalat atau berhubungan bisnis dengan siapapun, termasuk nasrani maupun yahudi, sehingga kita sebagai perbankan syariah memiliki nasabah dari berbagai macam kalangan,” jelasnya. “Kalau kita bicara non muslim, maka harus bicara keuntungan secara rasional. Kalau berhubungan dengan perbankan syariah yakin aman dan menguntungkan, dan kita tidak boleh membatasi,” tambahnya.

Tantangan krisis
Krisis ekonomi 1998 adalah krisis yang telah memukul sistem ekonomi di Asia terutama Asia Tenggara dan Korea Selatan. Widjajanto ingat betul, bagaimana krisis itu menyebabkan nilai rupiah melemah, ditambah para spekulan bereaksi dengan membeli dolar, sehingga menurunkan nilai rupiah lebih jauh lagi.

Hal ini akhirnya membuat banyak perusahaan di Indonesia menjadi bangkrut akibat beban hutang yang melonjak sampai hampir 10 kali lipat. Bangkrutnya perusahaan-perusahaan tersebut menyebabkan pinjaman-pinjaman yang dikucurkan oleh perbankan menjadi macet. Sehingga bank menghadapi masalah likuiditas. Tercatat ada 25 bank yang dinyatakan dilikuidasi pada tahun 1998.

Di saat seperti itu, Widjajanto harus memutar otak bagaimana caranya bisa bertahan dari hantaman krisis. Beruntung, karena perbankan syariah tidak ikut-ikutan memakai bunga simpanan yang besar tapi dengan sistem bagi hasil, pada tahun 1999 krisis pun bisa dilaluinya. Bahkan, di tahun yang sama dia mendapatkan award dari Info Bank kriteria bank dengan BPR Syariah yang mempunyai laba terbesar di Indonesia. “Apa sih kuncinya? Manfaatkan peluang yang ada. Di saat bank lain keluar, maka kami masuk. Itu memang tantangan,” tandasnya.

Ia pun tidak khawatir dengan ancaman Non Performing Loan (NPL) tinggi. Pada kenyataannya NPL yang ada selalu bisa diminimalisir. Ia berpandangan, penyebab NPL tinggi dimulai dari bagus atau tidak menganalisa pembiayaan yang masuk. Sebelum memberikan pembiayaan atau kredit, terlebih dahulu harus menganalisa secara tajam. “Sejak permohonan masuk kita harus selektif, dari situ kita terhindar,” sarannya.

Adapun segmen yang menjadi bidikannya rata-rata dari sektor perdagangan tradisional. Sejauh ini, sekitar 80 persen pembiayaan berasal dari sektor tersebut. Berkat mengoptimalkan layanan dengan jemput bola dan pro aktif, pihaknya yakin bisa memenangkan persaingan di segmen tersebut.

“Untuk merebut pasar kita harus jadi bank yang teller mate, seperti penjahit. Produk kita harus fleksibel. Apa yang dibutuhkan nasabah asal itu syariah dan sesuai dengan sistem perbankan, apapun kita harus layani,” tukasnya.

Pernah bangkrut
Walau sekarang menduduki jabatan Direktur PT BPRS Baktimakmur Indah, Tri Hari Widjajanto mengisahkan pernah menghadapi getirnya hidup. Selepas kuliah strata satu di Fakultas hukum Universitas Negeri Surakarta (UNS) tahun 1990 silam, ia tidak langsung bekerja. Ia mengakui betapa sulitnya saat itu mencari kerja. Untuk itu, dia mulai membuka usaha dengan modal dari orang tuanya. Sayang, usahanya itu tidak berlangsung lama.

Kemudian tahun 1992, Widjajanto melamar di Koperasi BPR yang berlokasi di Nongkojajar Pasuruan Jawa Timur. Rupanya Dewi fortuna tidak jauh darinya. Ia diterima kerja sebagai collector funding. Tugasnya keluar masuk pasar untuk menjemput dana tabungan ke pedagang. Pekerjaan itu hanya bertahan sampai tahun 1993.

Keluar dari Koperasi itu, dia hijrah ke Surabaya dan bekerja di Bank Bumi Putera sampai dengan 1997. Lagi-lagi, ia harus resign karena bank tersebut terkena likuidasi. Tidak patah arang, mendengar informasi lowongan sebagai direktur di PT BPRS Baktimakmur Indah, ia bergegas mengirim lamaran kerja. Diperusahaan itu Widjijanto diterima sebagai direktur.

Punya latarbelakang hukum tidak membuatnya kesulitan beradaptasi dalam dunia perbankan. Bahkan, dalam menghadapi nasabah ia lebih pede (confidence) karena tahu hukum transaksi. “Tapi saya belajar banyak di bidang ekonomi. Saya bisa dikatakan mengatasinya,” pungkasnya. ins

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/02/01/hujan-batu-di-hotel-emerald-medan


Terapkan 'Smarter, Harder, dan Faster'

Monday, September 30, 2013

Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Pakistan Dimakamkan



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>





ISLAMABAD, KOMPAS.com – Puluhan korban tewas akibat ledakan ganda di sebuah gereja di Peshawar, Pakistan, mulai dimakamkan hari ini.


Jumlah korban tewas akibat aksi bom bunuh diri yang terjadi Minggu (22/9/2013),  tercatat sebanyak 80 orang, menjadikannya sebagai serangan paling mematikan bagi warga Kristen Pakistan.


Jandullah, sebuah faksi Taliban Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang mereka sebut sebagai bagian dari aksi balas dendam atas serangan pesawat tak berawak AS.


Serangan ini mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin politik dan keagamaan, dan memicu kemarahan warga yang turun ke jalan memprotes pemerintah karena dianggap gagal melindungi kaum minoritas.


Umat Kristen di Pakistan terdiri dari sekitar 1,6 persen dari seluruh jumlah warga negara Pakistan yang mayoritas memeluk agama Islam.


Seorang anggota parlemen daerah, Fredrich Azeem Ghauri mengatakan terdapat sekitar 200.000 umat Kristen, 70.000 orang di antaranya tinggal di Peshawar.

Para pendemo memblokir jalan di Peshawar, Islamabad, Lahore dan Karachi sejak Minggu dan diperkirakan aksi akan berlanjut, Senin (23/9/2013).


Terburuk


Militan di Pakistan sering menjadikan kaum minoritas keagamaan sebagai sasaran target serangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memicu kekerasan sektarian antara Syiah dan Sunni, di mana militan Sunni sering menyerang komunitas Syiah.


Ada sejumlah kekerasan yang timbul di kawasan tempat umat Muslim dan Kristen tinggal berdampingan. Maret lalu, sekelompok umat Muslim di Lahore membakar belasan rumah warga Kristen yang dianggap melakukan penistaan agama.


Namun, serangan bom di gereja itu dianggap sebagai bentuk serangan yang terburuk. Pemerintah Pakistan telah menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.


Umat Kristen menyatakan akan menggelar misa khusus untuk mengenang para korban. Paus Fransiskus mengutuk serangan ini dengan mengatakan siapapun yang melakukan serangan telah membuat pilihan yang salah akibat kebencian dan perang.


Berbicara di London saat akan kembali ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, PM Nawaz Sharif mengatakan serangan ini tidak memberikan pertanda baik dalam setiap rencana pembicaraan dengan kelompok militan.


Saksi mata mengatakan mendengar dua ledakan, yang kedua lebih besar dari yang pertama. Rompi bom bunuh diri kemudian ditemukan di luar gereja, kata seorang petugas.


Laporan menyebut dinding gereja penuh dengan lubang akibat pecahan bola besi yang menjadi bagian dari alat peledak. Selain menewaskan 80 orang, ledakan bom itu juga melukai 120 orang.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>








































Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=e5dc9926f9fda01e742dde106ada8711&jenis=182be0c5cdcd5072bb1864cdee4d3d6e


Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Pakistan Dimakamkan

Monday, March 25, 2013

Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

JAKARTA – Penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Jogjakarta,yang menewaskan 4 tahanan merupakan teror terhadap publik, hukum dan negara. Apalagi hingga tiga hari berlalu, aparat belum bisa mengidentifikasi pelaku.

Polisi sendiri memastikan ukuran peluru yang ditemukan di LP Cebongan memiliki kaliber 7,62 milimeter (MM). Peluru kaliber 7,62 memang merupakan peluru dari senjata laras panjang yang biasa digunakan untuk kebutuhan keamanan di suatu negara.

Di Indonesia, TNI dan Polri yang memiliki senjata berpeluru jenis ini. Pihak sipil bisa memilikinya, tapi harus mengantongi surat kepemilikan khusus.

“Sebenarnya soal kaliber memang tidak bisa dituduhkan itu punya siapa, namun memang biasanya peluru dengan kaliber seperti itu merupakan milik TNI atau pun Polri,” ujar pengamat militer Mufti Makarim, Selasa (26/3). 

Sekadar diketahui, bukti-bukti mulai ditemukan di tempat kejadian perkar, itu misalnya 31 selongsong peluru kaliber 7,62 milimeter.Menurut penelusuran, senjata laras panjang dengan kaliber peluru 7,62 MM bisa mencapai Rp 25 jutaan.

Menurut Mufti, untuk membuktikan itu memang harus ada uji balistik agar bisa mengetahui jenis senjata apa yang digunakan dalam penyerangan dalam Lapas Cebongan. “Harus dilakukan uji balistik dengan cara melakukan uji tembak. Jika ditemukan senjata itu pun juga bisa diuji untuk membuktikan,” ujarnya.

Mufti mengatakan, pihak di luar TNI dan Polri juga mungkin bisa menggunakan senjata laras panjang dengan peluru kaliber 7,62 MM. Namun harus dengan surat kepemilikan khusus.

“Jenis senjata dengan kaliber peluru seperti itu memang dibutukan surat kepemilikan khusus. Karena senjata jenis tersebut khusus untuk kebutuhan keamanan. Namun, masalahnya kita punya persoalan penyelundupan senjata dan segala macam perang yang terjadi saat GAM dan di Papau. Jadi banyak kelompok yang bisa mempunyai jenis senjata itu,” ujar Mufti.

Sebelumnya, Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Sarojo membantah dengan tegas pelaku penyerangan Lapas Cebongan Sleman adalah anggota Kopassus. Komandan Garnisun yang meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta ini juga membawahi satuan organik dan non organik Kodam IV Diponegoro. “Penyerangan lapas dilakukan oleh orang tidak dikenal,” kata dia, Senin 25 Maret 2013.

Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo juga mengatakan bahwa seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan pada saat penyerbuan dilakukan. “Kami belum bisa mengomentari kejadian itu,” kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto. Dia memastikan bahwa pada saat kejadian penyerangan tersebut, 800 anggotanya tidak ada yang keluar dari markas.

LP Sleman diserbu selompok orang, Sabtu (23/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku membawa senpi dan granat serta memaksa masuk LP. Mereka mencari 4 tersangka pengeroyokan anggota Kopassus Sertu Santoso yang dititipkan di LP tersebut.

Empat tahanan yang jadi ‘target’ kelompok itu adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan. Mereka tewas dengan luka tembakan. Belum diketahui siapa dan dari kelompok mana pelaku tindakan brutal tersebut

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkapkan, Indonesia dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api. Siluman itu bisa mencabut nyawa kapan pun dan di mana pun.

Tanpa pengungkapan pembunuhan empat tahanan di lapas itu, Indonesia tidak layak lagi disebut negara yang menjunjung tinggi penegakan hukum. Sebaliknya, di Indonesia berlaku hukum rimba. Karena hal ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara gagal.

Dalam Indeks Negara Gagal (Failed States Index/FSI) 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara yang disurvei. Dalam posisi itu, Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal.

Beberapa indikator dalam FSI 2012 itu antara lain ketegangan dan kekerasan antarkelompok. Kemampuan negara memberi keamanan dirusak atau dikurangi. Lalu, ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan aturan hukum.

Desakan dibentuknya tim investigasi atau pencari fakta disuarakan sejumlah kalangan, antara lain Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat; Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno dan Mudji Sutrisno; Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra; Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar; dan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, secara terpisah, Senin (25/3).

”Sangat perlu Presiden membentuk tim pencari fakta. Kalau (fakta) tidak dibuka dan pelaku tidak dihukum, negara dalam keadaan bahaya karena negara dikuasai kelompok preman dan penegakan hukum tidak berjalan,” kata Magnis.

Dianiaya Dulu

Terpisah, Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, menyebut kliennya tidak hanya diberondong timah panas saja. Dia menduga para pelaku misterius sempat melakukan tindakan penganiayaan sebelum mengeksekusi dengan berondongan peluru.

“Banyak ditemukan bekas luka memar dan sayatan senjata tajam di tubuh korban,” kata Riyo.

Sebagai contoh, dia menemukan luka memar di wajah Juan, salah satu korban. Perut Almarhum juga robek akibat sayatan benda tajam. Bahkan lengan kiri Juan patah. “Luka-luka itu jelas bukan karena tembakan,” kata Riyo. Dia mengaku mengetahui kondisi keempat jenasah sesaat kejadian.

Menurut Riyo apa yang telah terjadi kepada keempat kliennya adalah pembantaian. Sebab keempat korban mendapat siksaan dan berondongan peluru dalam kondisi tidak berdaya. “Kami akan terus dorong kasus ini hingga tuntas, jangan sampai ini berhenti karena bisa jadi catatan buruk hukum Indonesia,” kata Riyo.ins,tmp

 

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=5a3f2c554cbe19e778b48b8b458b258b&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b


Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

Wednesday, September 18, 2013

Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

WEDNESDAY, 18 SEPTEMBER 2013


Total View : 481 times


Sejak diambil alih, 20.000 umat Kristen Koptik di Dalga mengalami penganiayaan. Sesaat setelah Morsi turun tahta, para penyerang merusak institusi Kristen, mencuri peralatan gereja dan membakar gedung setelah mereka selesai mencuri. “Mereka tidak ingin melihat umat Kristen punya kekuatan apapun, tidak peduli betapa sederhananya itu,” kata Yoannis, pendeta Ortodoks Koptik. Selain gereja, banyak rumah dan tempat bisnis umat Kristen yang diserang.



Sebanyak 40 keluarga sudah pergi dari kota tersebut saat penyerangan terjadi, namun masih banyak yang tersisa. Mereka dipaksa masuk Islam, para wanita seringkali menjadi target serangan verbal, dan mereka juga dipaksa untuk membayar pajak “penundukan” jika tetap berpegang teguh pada iman mereka.



Pajak ini, yang dikenal dengan pajak jizya, punya akar sejarah dalam politik Islam. Jizya dulunya adalah penaklukan non Muslim yang harus membayar tuan tanah Muslim dengan kerelaan ditundukkan agar keamanan mereka tetap terjaga, menurut Raymond Ibrahim, yang punya garis keturunan Koptik. Jika mereka beralih ke Islam, maka pajak ini tidak perlu lagi dibayar.



Para penyerang Dalga, kota yang berpenduduk 120.000 itu memberikan pajak yang berbeda-beda untuk setiap umat Kristen. “Pembayaran pajak dari satu tempat ke tempat lainnya berbeda-beda, beberapa membayar 200 pound Mesir setiap harinya, beberapa lagi 500,” kata Yunis Shawqi, seorang pendeta yang diterjemahkan oleh penerjemah. Sebagai informasi tambahan, 200 pound Mesir sama dengan Rp 300 ribu. Jadi sekitar Rp 9 juta per bulan. Mereka yang menolak membayar pajak akan diserang, menurut beberapa laporan.



Penganiayaan umat Kristen di Mesir makin bertambah. Mereka secara terang-terangan diserang karena iman mereka, padahal dunia menjunjung tinggi hak beribadah. Bahkan ketika seseorang tak percaya Tuhan pun diberikan kebebasan. Namun, mereka malah dianiaya dan tidak ada yang membela mereka. Biarlah mereka dibela oleh Tuhan dan Tuhan perlihatkan kuasa-Nya. Biarlah mereka juga kuat imannya di dalam Tuhan Yesus. Pray for Mesir.


 


Baca juga :


Cahaya Kecil, Pertemuan Hati Antara Ayah dan Anak


Ini Beberapa Cara Agar Daging Cepat Empuk


Orangtua VS Gadget


Kualitas yang Menentukan Cara Hidup


Mitos Seputar Kerontokan Rambut dan Kebenarannya


Selamatkan Usaha Anda dari Ancaman Krisis


Thread Forum JC : Aksi Solidaritas (JCers Goes To Panti Rehab YBMI)  


Ayah, Mengapa Kau Memukulku ?


Sumber : christianpost.com by lois horiyanti/jawaban.com



Lintas.me



About CBN


Article source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12548:mualaf-ahmadiyah-dijamin-pusat&catid=60:news-update&Itemid=134


Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

Monday, January 14, 2013

PSSI Lakukan Seleksi Timnas U-23 ke SEA Games

Gelandang sayap Timnas Indonesia Andik Vermansah.

Seleksi yang dilakukan PSSI itu diikuti mantan pemain Timnas U-22 yang tampil di Kualifikasi Piala Asia.

Mantan pemain Timnas U-22 yang turun di kualifikasi Piala Asia U-22 lalu dipanggil oleh PSSI untuk menjalani seleksi Timnas U-23 yang diproyekan turun di SEA Games (Seag) 2013 di Myanmar.

Manajer Timnas U-23 Edi Nurinda Susila di Jakarta, Senin (14/1) mengatakan, selain mantan pemain Timnas U-22 pihaknya juga memanggil pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia saat ini.

“Total ada 58 pemain yang dipanggil. Untuk nama pemain akan kami umumkan secara resmi besok, Selasa (15/1),” katanya di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Meski belum diumumkan secara resmi, ada beberapa pemain Timnas U-22 yang dipanggil di antaranya Andik Vermansah, Rasyid, Hendra Bayauw, Oktovianus Maniani, Saiful Indra, Agus Nova, dan Agung Suprianto.

Menurut Edi, mantan pemain Timnas U-22 dinilai sudah memiliki mental serta fisik yang kuat sehingga kemampuannya tidak diragukan lagi. Bahkan pemain ini tenaganya juga dibutuhkan oleh Timnas Senior untuk Pra Piala Asia 2015.

“Semoga pemain yang dipanggil datang semua sehingga target merebut emas bisa tercapai,” kata pria yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga di Kemenpora itu.

Edi menambahkan, 58 pemain yang dipanggil ini terlebih dahulu akan menjalani tes kesehatan di Jakarta, 25 Januari nanti. Setelah dinyatakan lolos maka berpeluang masuk pelatnas SEA Games 2013.

“Dari jumlah ini akan dikerucutkan menjadi 30 pemain sesuai kuaota PRIMA, tapi kami akan melobi hingga 40 pemain khusus untuk pelatnas tahap pertama,” kata Edi.

Setelah didapatkan pemain yang diharapkan, selanjutnya langsung menjalani pelatnas di bawah kendali pelatih Aji Santoso. Sesuai dengan rencana pelatnas Timnas U-23 akan digelar di Jakarta.

Timnas U-23 sebelum turun di kejuaraan dua tahunan ini dijadwalkan turun di Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 di Pekanbaru, Riau, 6-17 Juni 2013. Kejuaraan yang diikuti negara-negara islam itu akan dijadikan sebagai ajang uji coba.

“Di situ ada Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Malaysia. Semoga mereka juga menurunkan pemain terbaiknya dan kita tidak kesulitan mencari lawan,” kata Edi.

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=c38d1d4b5c96dd822e5ae8f2e6024935&jenis=b706835de79a2b4e80506f582af3676a


PSSI Lakukan Seleksi Timnas U-23 ke SEA Games

Saturday, December 29, 2012

Tiga Nama Lain Juga Masuk Pertimbangan Capres PKS

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, ada sejumlah nama lain yang masuk dalam pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera sebagai tokoh yang berpotensi diusung menjadi calon presiden 2014. Mereka adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Machfud MD, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan pengusaha Chairul Tanjung. Para tokoh itu diundang dalam acara refleksi akhir tahun PKS di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (29/12/2012).

“Tentu saja PKS akan mempertimbangkan nama-nama yang baik, termasuk Dahlan Iskan, Machfud, JK, Chairul Tanjung, dan juga tokoh-tokoh yang selama ini diharapkan oleh rakyat melakukan pencerahan,” kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid saat menghadiri acara refleksi akhir tahun PKS saat ditanya apakah kehadiran Dahlan dalam acara refleksi akhir tahun PKS ini merupakan sinyal partai Islam itu untuk menggandeng Dahlan.

Menurut Hidayat, semua opsi masih terbuka. PKS akan mencermati perkembangan perpolitikan ke depan. Jika PKS memperoleh suara yang signifkan, di atas 15 persen, partai itu pasti akan mencalonkan kadernya sebagai presiden 2014. Namun jika perolehan suara di bawah target, atau di bawah 10 persen, kata Hidayat, tentu PKS akan realistis.

“Di PKS juga ada calon-calon yang bagus. Sebut saja presiden PKS, para menteri, kapasitas mencukupi, begitu pula banyak gubernur, ada Jabar, Sumatera Selatan,” kata Hidayat.

Hidayat juga mengatakan, ada sejumlah kriteria capres yang diharapkan PKS. Minimal, katanya, capres 2014 tidak mengulangi kesalahan Presiden sebelumnya. “Berani dekat dengan rakyat bukan karena pencitraan, berani melakukan tindakan hukum, dan tidak membiarkan korupsi,” katanya.

“Berani membersihkan Istana dari beberapa hal yang bisa mencederai wibawa Istana. Berani merealisasikan komitmen yang selama ini disampaikan,” tambah Hidayat.

Secara terpisah, Dahlan mengungkapkan, dia hadir dalam acara refleksi akhir tahun ini atas undangan PKS. Tidak ada hal khusus terkait kehadirannya tersebut. Dahlan pun mengaku tidak ada pembicaraan antara dirinya dengan PKS terkait pemilihan presiden 2014.








Tiga Nama Lain Juga Masuk Pertimbangan Capres PKS

Tuesday, January 1, 2013

Diprediksi Merosot, PKS Optimis 3 Besar

INILAH.COM, Jakarta – Partai politik Islam diprediksi bakal ditinggal pemilih pada pemilihan umum (pemilu) 2014. Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini bakal duduk di urutan tiga besar peraih suara terbanyak pemilu nanti.

“Target kita masuk tiga besar dan tidak harus nomor 3.,” ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (1/1/2013).

PKS tengah memulai usahanya mendongkrak perolehan suara pemilu 2014 di tingkat daerah dan pusat. Strategi pemenangan pemilu tengah diatur, dan penyusunan daftar calon legislatif yang berpotensi mengungguli suara di daerah pemilihan.

“Untuk itu kita konsentrasi kepada pemenangan pemilu, mendapatkan suara yang signifikan, baru kemudian berbicara apakah akan mengajukan kader sebagai capres atau tidak. Itu setelah hasil pemilu yang akaan datang keluar,” kata Luthfi.

Berdasarkan penelitian Lingkaran Survei Indonesia, partai Islam hanya akan menjadi pelengkap pada pemilu 2014. Beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya perolehan suara partai Islam antara lain soal pendanaan partai politik, tindakan kekerasan organisasi massa Islam, dan kemampuan partai nasionalis untuk mengakomodasi kepentingan umat Islam.[jat]

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/14/mdfr92-lima-negara-sekuler-eropa-yang-dikuasai-muslim-4


Diprediksi Merosot, PKS Optimis 3 Besar

Diprediksi Merosot, PKS Optimistis Tiga Besar

INILAH.COM, Jakarta – Partai politik Islam diprediksi bakal ditinggal pemilih pada pemilihan umum (pemilu) 2014. Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini bakal duduk di urutan tiga besar peraih suara terbanyak pemilu nanti.

“Target kita masuk tiga besar dan tidak harus nomor 3.,” ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (1/1/2013).

PKS tengah memulai usahanya mendongkrak perolehan suara pemilu 2014 di tingkat daerah dan pusat. Strategi pemenangan pemilu tengah diatur, dan penyusunan daftar calon legislatif yang berpotensi mengungguli suara di daerah pemilihan.

“Untuk itu kita konsentrasi kepada pemenangan pemilu, mendapatkan suara yang signifikan, baru kemudian berbicara apakah akan mengajukan kader sebagai capres atau tidak. Itu setelah hasil pemilu yang akan datang keluar,” kata Luthfi.

Berdasarkan penelitian Lingkaran Survei Indonesia, partai Islam hanya akan menjadi pelengkap pada pemilu 2014. Beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya perolehan suara partai Islam antara lain soal pendanaan partai politik, tindakan kekerasan organisasi massa Islam, dan kemampuan partai nasionalis untuk mengakomodasi kepentingan umat Islam.[jat]

Article source: http://news.liputan6.com/read/474000/tanpa-terobosan-partai-islam-kandas-di-2014


Diprediksi Merosot, PKS Optimistis Tiga Besar

Wednesday, January 15, 2014

Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat

Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat


Palestina, Seruu.com – Para ekstremis Yahudi membakar pintu masuk sebuah masjid di Tepi Barat, Rabu pagi-pagi sekali waktu setempat, sebagai serangan balas dendam terhadap orang-orang Palestina yang memukuli dan menahan para pemukim liar Israel pekan lalu.




Para penyerang ini meneriakkan “Orang Arab keluar” dan “Balasan untuk darah tumpah di Qusra” dalam bahasa Ibrani di dinding masjid desa Deir Istiya, yang berada dekat dengan wilayah pendudukan Ariel di sebelah utara Tepi Barat, kata seorang koresponden AFP.


Juru bicara kepolisian setempat Luba Samri mengatakan serangan ini dimotivasi nasionalisme Yahudi.


Warga Palestina memukuli dan menahan belasan pemukim liar Yahudi pekan lalu di desa Qusra, dekat kota Nablus, dan kemudian membebaskannya setelah berunding dengan tentara Israel.


Tujuh dari pemukim Yahudi itu ditahan karena dugaan memprovokasi kekerasan ketika mereka memasuki Qusra dari Esh Kodesh, pos pendudukan ilegal di sekitar situ.


Insiden 7 Januari di Qusra itu sebelumnya telah memicu serangan balasan lainnya, ketika para ekstremis Yahudi membakar dua mobil dekat Nablus dan memotong pohon-pohon milik orang Palestina di sebuah kota Arab-Israel di timur Tel Aviv.


Properti orang Palestina sering menjadi target para ekstremis Yahudi, selain juga situs-situs Islam dan Kristen serta properti warga Arab di wilayah Israel, demikian AFP. [ANT]


Article source: http://entertainment.seruu.com/read/2013/10/17/187409/artis-artis-asal-maluku-siap-meriahkan-pesta-kampong-maluku


Ekstremis Yahudi Bakar Pintu Masjid di Tepi Barat