Showing posts sorted by relevance for query rahasia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query rahasia. Sort by date Show all posts

Saturday, July 27, 2013

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.


Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.


Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar.


Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah bagian dari mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.


Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit.


Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.


Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat.


Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman—dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang.


Dengan memercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.


Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan “Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).


Pada puncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.


“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku segera!” perintah beliau.


Hudzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan dingin yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”


“Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa,” tutur Hudzaifah.


Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, “Hai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”


“Saya siap, ya Rasulullah,” jawab Hudzaifah. Hudzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam.


Ia berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah anggota pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.


“Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”


Mendengar ucapan Abu Sufyan, Hudzaifah segera memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku si Fulan, anak si Fulan.”


Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi.


Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”


Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat.


Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.


Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun. Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?” Jika mereka menjawab, “Ada,” Umar turut menyalatkannya.


Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik, “Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?”"Ada seorang,” jawab Hudzaifah.


“Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar. Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya.”


Walau demikian, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai.


Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Persia. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.


Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”


Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka.”Ia bertanya kembali, “Adakah kalian membawa kafan?”


Mereka menjawab, “Ada.” Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.”


Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”


Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.


 


 


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/240107


Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Saturday, March 9, 2013

Vatikan bantah penguduran diri Paus lantaran terlibat skandal

Takhta Suci Vatikan kemarin mengecam media Italia yang telah menulis berbagai pemberitaan terkait intrik, korupsi, dan pemerasan, terkait pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Vatikan menyebut tindakan itu merupakan suatu langkah untuk menggoyang pelaksanaan Konklaf atau pemilihan Paus baru pengganti Paus Benediktus XVI bulan depan.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Sabtu (23/2), Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, kemarin membantah rumor, informasi salah, dan terkadang fitnah, yang berhubungan dengan penyelidikan dilakukan komite Kardinal pada tahun lalu terkait dokumen-dokumen rahasia Paus yang bocor.

“Ada orang yang ingin mengambil kesempatan dari momen ini untuk menyebarkan kekacauan dan ketidakpercayaan terhadap Gereja Katolik Roma dan pemerintahan Vatikan,” kata Lombardi.

Baru-baru ini, tabloid the Panorama dan surat kabar La Repubblica menulis, keputusan Paus Benediktus XVI untuk mundur dari jabatannya lantaran dipicu oleh laporan rahasia yang dibuat oleh tiga orang Kardinal.

La Repubblica menulis pada 17 Desember tahun lalu, Paus menerima sejumlah berkas laporan dari tiga kardinal yang ditugaskan untuk menyelidiki skandal kebocoran informasi Vatikan. Pada hari itu juga kemudian Paus mengambil keputusan untuk mundur.

Menurut La Repubblica, berkas dokumen itu memuat hampir 300 halaman terikat tali merah dan disimpan di apartemen kepausan dan akan diserahkan kepada paus yang terpilih berikutnya.


{paging_prev_label}

{paging_next_label}


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/03/08/161881/Kaki-Saya-Masih-Kesulitan-saat-Salat-


Vatikan bantah penguduran diri Paus lantaran terlibat skandal

Tuesday, November 26, 2013

Lima Tahun Teror Mumbai


Malam 26 November 2008 di kota metropolis Mumbai berdenyut selazimnya. Ratusan ribu pegawai terjebak macet saat hendak pulang ke rumah. Hotel dan penginapan di selatan kota masih dipenuhi tamu dari luar dan dalam negeri. Lalu terjadilah ledakan yang kini masuk dalam ingatan kolektif dengan akronim 26/11 itu: kelompok teror Islam tanpa aba-aba melepaskan tembakan dari senjata otomatis terhadap pejalan kaki, meledakan bom dan melemparkan granat tangan ke arah jalan.



Mereka membunuh semua yang teridentifikasi sebagai warga Amerika Serikat, Inggris atau Yahudi. Sandera disekap di dalam hotel dan pertokoan, sebuah tempat peribadatan Yahudi diserbu dan diluluhlantakkan.



Media-media India menampilkan gambar kehancuran, korban yang tewas atau yang sedang meregang nyawa. Pertempuran antara aparat keamanan dan kelompok teroris berlangsung hingga 29 November. Pada akhirnya sembilan orang teroris tewas terbunuh. Seorang pelaku, warga Pakistan, Ahmal Kasab berhasil ditangkap aparat keamanan. Sedikitnya 166 penduduk, sebagian besar warga India, tewas. Amnesty International mengklaim pihaknya mencatat lebih dari 300 korban luka-luka.



“Perang melawan India”


Reaksi demonstran terhadap eksekusi hukuman mati terhadap salah satu pelaku serangan teror Mumbai, Ajmal Kasab di penjara Pune.


Sesaat setelah serangan pemerintah Pakistan menangkap sejumlah tersangka. Saat ini, lima tahun kemudian, mereka dibebaskan lantaran diklaim kekurangan bukti. Sebaliknya warga AS, David Coleman Headly divonis 35 tahun penjara di Chicago lantaran terbukti ikut merencanakan serangan. Sementara Kasab disidang di India dengan dakwaan memicu “perang melawan India”. Ia kemudian divonis hukuman mati dan digantung pada November 2012.



Lima tahun setelah serangan, kasus yang sempat mengguncang dunia itu telah terungkap nyaris sepenuhnya, terutama berkat pengakuan Headley dan Kasab. Adalah Laskar-e Toyiba yang berada di belakang serangan tersebut, sebuah organisasi militan Islam di Lahore yang memiliki kedetakan dengan Dinas Militer Pakistan ISI dan sejak lama berulangkali melakukan serangan terhadap fasilitas militer India di Kashmir.



Amerika Serikat sejak 2001 telah mendeklarasikan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris. 2002 pemerintah Pakistan memasukan Laskar-e Toiba ke dalam daftar hitam keamanan. 2010 Uni Eropa menyusul.



Pakistan tidak serius mengungkap


Seorang penduduk Mumbai memperingati korban serangan teror India


Pakistan hingga kini tidak berbuat banyak untuk mengungkap kasus tersebut. Kepada Deutsche Welle Arsgad Mahmood, sejarahwan Pakistan, mengklaim pemerintahannya “menuduh India tidak memaparkan bukti-bukti terkait tersangka. Padalah Pakistan jelas tidak ingin pengadilan membuktikan keterlibatannya dalam serangan tersebut, karena akan sangat memalukan.”



Buat Toqeer Gilani, seorang aktivis di Kashmir, sikap non kooperatif yang ditunjukkan Islamabad tidak cuma sekedar karena ingin menyelamatkan wajah sendiri, “Saya sangat yakin, organisasi Islam Laskar-e Toiba mendapat dukungan dari dinas rahasia Pakistan. Melawan organisasi itu seakan-akan menyerang pemerintahan sendiri.”



Lima tahun kemudian dialog keamanan antara kedua negara yang berlangsung alot belum membuahkan hasil signifikan. Vinod Sharma, wartawan “Hindustan Times”, mengatakan kecurigaan India bertambah besar ketika “jelas bahwa Pakitan tidak memiliki niat menghukum para tersangka.” Menurut Arshad Mahmood, India akan kesulitan berdamai dengan trauma bom Mumbai selama Pakistan tidak berbuat apapun terhadap dalang serangan.



Dialog berlangsung alot



Buat Sharma media di kedua negara ikut memikul tanggungjawab terhadap stagnasi dalam hubungan antara Pakistan dan India. Adalah hal yang lumrah bagi media Pakistan untuk menyerang India, begitupula sebaliknya. “Politik harus berlandaskan dialog. Tapi pandangan ini diacuhkan oleh media-media di kedua negara,” katanya.



Kendati begitu Vinod Sharma tetap optimis terkait masa depan hubungan bilateral kedua negara. Setidaknya Perdana Menteri baru Pakistan, Narwaz Shariif sempat berjanji akan mendorong normalisasi hubungan dengan India.



“Kami yakin terpilihnya Sharif adalah peluang terbaik untuk memperbaiki hubungan bilateral. Tapi segalanya beragantung pada kemampuannya mengatasi perlawanan di dalam negeri,” tukasnya. Menurut pengamat Pakistan, upaya normalisasi hubungan dipersulit lantaran dukungan untuk kelompok ekstrimis Islam sangat meluas di Pakistan, antara lain di Muslimliga, partai pimpinan Sharif.


Article source: http://www.poskotanews.com/2013/10/25/ayah-terbaring-sakit-ratna-dilla-tunda-tur-show/


Lima Tahun Teror Mumbai

Saturday, October 5, 2013

Gosip atau Fakta?

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh M Husnaini*


Gosip dan fakta merupakan dua istilah yang bertolak punggung. Istilah pertama bermakna pergunjingan seputar keburukan orang lain. Gosip juga semakna dengan kabar burung yang penyampaiannya minim akurasi data. Berbeda dengan itu, istilah kedua merupakan keadaan atau peristiwa yang nyata. Sesuatu dikatakan fakta biasanya karena didukung data yang kuat dan benar-benar terjadi di lapangan.


Kebenaran fakta bisa diuji secara ilmiah, sementara gosip kerap menyebar ke segala penjuru arah tanpa bisa dilacak juntrungannya. Fakta mampu mengurai kerumitan masalah, sementara gosip justru mengeruhkan masalah. Gara-gara gosip, hubungan harmonis berubah menjadi luapan dendam dan permusuhan. Itulah kenapa Al-Qur’an mengajarkan orang beriman agar senantiasa selektif menerima berita, memilah antara gosip dan fakta.


“Wahai orang-orang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti supaya kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan mereka, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” [QS Al-Hujurat: 6].


Allah hendak membimbing orang beriman agar tidak mudah termakan fitnah dan adu domba. Langkah pertamanya adalah meneliti keabsahan berita. Setiap yang sampai pada telinga dan mata orang beriman harus melewati uji data. Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan seketika dimuntahkan. Sikap bijak itulah yang harus dipedomani orang beriman agar dapat memungut mutiara fakta di antara serpihan gosip.
 
Kendati demikian, tidak mudah membedakan mana gosip dan mana fakta. Lebih susah lagi ketika kita berada dalam era keterbukaan media seperti sekarang. Masing-masing pihak absah membuat berita, yang tidak jarang di dalamnya campuk aduk antara berita dan fitnah. Dalam situasi demikian, tentu saja orang pusing membedakan mana gosip dan mana fakta.


Sekadar ilustrasi sederhana, sebuah media memberitakan Fulanah kini terancam dipecat dari jabatannya karena terbukti berselingkuh dengan rekan pria sekerjanya. Membaca berita itu, seketika orang membayangkan betapa rendah martabat wanita itu. Sudah berumah tangga dan memiliki tiga putra, kok masih saja doyan bermain api. Di mana gerangan naluri keibuannya.


Tetapi, media lain justru mengabarkan berita berbeda untuk kasus yang sama. Fulanah hanya korban kedengkian rekan-rekannya sehingga digosipkan berselingkuh dengan PIL alias pria idaman lain. Fulanah sesungguhnya wanita jujur. Hanya karena memutuskan menjadi mualaf, banyak rekan sekantornya yang membencinya, sehingga harus dirancang beragam cara untuk menghancurkan reputasinya.


Demikianlah. Beragam berita yang menjadi menu keseharian kita sesungguhnya juga tidak pernah sepi dari gosip dan fakta. Apalagi setiap media pasti mengantongi visi dan misinya masing-masing. Boleh jadi seorang tokoh digambarkan sebagai pahlawan oleh sebuah media, tetapi media lain justru menilainya sebagai pecundang. Juga bukan mustahil seorang pejabat dianggap berjasa oleh sebuah media, tetapi media lain malah melihatnya sebagai perampas hak sesama. Demikian seterusnya.


Pastinya, era keterbukaan ini seakan mengikis semua rahasia. Hampir setiap sisi kehidupan, terutama orang-orang terkenal, layak menjadi berita. Tidak peduli apakah itu aib atau bukan, yang penting dapat menarik minat publik. Anehnya, kita malah tampak antusias menikmati berita sampah itu layaknya santapan wajib keseharian.


Lihatlah mereka yang begitu khusyuk memelototi televisi, koran, dan majalah yang memuat berita seputar kisruh rumah tangga dan permusuhan artis atau tokoh. Disangkanya itu sebuah tontonan hiburan, alih-alih mengonsumsi berita sampah berbau fitnah. Lambat laun, tradisi demikian akan meruntuhkan sendi-sendi moralitas kita sebagai orang beriman.


Untuk dapat memilah antara gosip dan fakta, terutama sekali harus diteliti dengan cermat kredibilitas pembawa berita. Sekiranya berita itu disampaikan media, perhatikan apa kira-kira kepentingan media bersangkutan. Jernihkan nalar dan hati, kemudian pastikan untuk meneliti sumber berita tidak hanya dari satu media. Jangan terburu menyimpulkan sebelum melakukan kajian secara teliti dan mendalam.


Sesulit bagaimana pun, orang beriman harus mampu memastikan bahwa berita yang diterima adalah fakta, bukan gosip. Poin utamanya, jangan sampai menimpakan stigma negatif kepada individu atau kelompok semata berdasarkan kebencian. Nalar dan hati selayaknya dikerahkan untuk menilai segala macam berita secara adil dan berimbang. Menarik merenungkan pesan Allah berikut.


“Wahai orang-orang beriman, hendaklah kalian jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al-Maidah: 8].


*Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’. Alamat Email: hus_surya06@yahoo.co.id


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Gosip atau Fakta?

Monday, June 17, 2013

Sebelum Menikah, Almarhumah Ully Artha Lebih Dulu Jadi Muallaf

Sebelum Menikah, Almarhumah Ully Artha Lebih Dulu Jadi Muallaf


Liputan6.com, Jakarta : Artis senior Ully Artha ternyata memiliki banyak rahasia yang tak diketahui publik sebelum akhirnya meninggal dunia. Diantaranya, soal pernikahan dan keputusan dia memeluk agama Islam.

Dari cerita Gatot, suami Ully, yang ditemui di rumah duka, Senin (17/6/2013) dini hari, pernikahannya dengan almarhum berlangsung pada 13 Juli 2012. Dia mengaku tak banyak keluarga Ully yang tahu.


Adapun Ully menjadi muallaf pada September 2011. Namun Gatot membantah keputusan almarhum masuk Islam karena ingin menikah dengan dirinya. “Itu panggilan saja,” ucapnya.


Untuk itu, Gatot juga berharap agar sang istri bisa dimakamkan secara Islam. Rencananya, Ully akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin siang.


Ully menghembuskan nafas terakhir dalam usia 59 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2013) sore. Dia meninggal akibat penyakit komplikasi jantung, liver, dan paru-paru.(Yaz/Mer)


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/614632/pergi-umrah-keinginan-ully-artha-sebelum-menikah


Sebelum Menikah, Almarhumah Ully Artha Lebih Dulu Jadi Muallaf

Thursday, December 19, 2013

Mumi beragama Nasrani ditemukan di Sudan

Berita Terkait



  • Benarkah hewan dapat mendeteksi keberadaan hantu?

    Benarkah hewan dapat mendeteksi keberadaan hantu?


  • Ternyata ayam masih bisa tumbuh gigi!


  • 3 Faktor yang buat manusia seakan merasakan keberadaan hantu

Merdeka.com – Sebuah prasasti berusia 900 tahun ditemukan di sebuah biara di Sudan. Di dalam prasasti itu, ditemukan beberapa rahasia yang terkuak, di antaranya adalah adanya tujuh jasad yang jadi mumi secara alami.


Seperti yang dilansir oleh LiveScience (17/12), biara yang jadi situs penemuan ini dulunya terletak di Kota Tua Dongala. Dulu, kota itu merupakan ibukota sebuah kerajaan besar bernama Makuria yang makmur di sepanjang lembah Sungai Nil.


Makuria sendiri adalah kerajaan Kristen yang berdiri sekitar satu milenium yang lalu atau sekitar tahun 1000-an masehi. Kala itu, Makuria menjalin hubungan baik dengan Kekhalifahan Islam yang letaknya berada di utara.


Adapun dalam prasasti itu disebutkan bahwa salah satu mumi merupakan jasad dari Uskup Agung Georgios, yang diduga merupakan pemuka agama paling kuat pada masanya di sana. Kesimpulan ini dibuat karena identitasnya tertulis di batu nisan dengan tanggal kematian 1113 Masehi dan wafat saat berusia 82 tahun. Selain jasad Uskup Agung Georgios, juga ditemukan enam jasad lain yang semuanya laki-laki dengan kisaran usia 40 tahunan.


Jasad ini sendiri disebut para peneliti tidak dengan sengaja dimumikan atau dalam artian lain mereka jadi mumi secara alamiah. Hal ini terlihat dari pakaian yang dikenakan semua jasad tersebut yang terlihat sederhana.


Dengan adanya temuan ini sendiri para peneliti berhasil menemukan jejak dari sebuah kerajaan yang hilang bernama Makuria. Kerajaan ini diduga pernah ada di sekitar Sudan dan bagian selatan Mesir yang kala itu masih masuk wilayah Islam.


“Periode abad ke-8 sampai 12 merupakan masa emas Makuria,” kata Artur Obluski, peneliti yang mewakili University of Chicago dan University of Warsaw.


Kala berdiri, Makuria dikenal sangat baik menjaga hubungan dengan Kekhalifahan Fatimiyah yang terletak di utara. Bahkan, kedua kerajaan itu sering melakukan aktivitas perdagangan dan banyak rakyat Makuria yang jadi tentara bayaran Fatimiyah.


Sayang, keharmonisan antar agama ini sirna setelah Dinasti Fatimiyah hilang berganti Dinasti Ayyubiyyah. Pada 1171 masehi, Makuria diserang hingga hancur oleh saudaranya dari utara.












Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/12/10/mxl07s-georgette-lepaulle-tak-pernah-merasa-terlambat-ucapkan-syahadat


Mumi beragama Nasrani ditemukan di Sudan

Saturday, August 3, 2013

Bella Saphira &#38; Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Setelah menjadi mualaf, Bella Saphira akan menikah dengan Mayor Jenderal (Mayjen) H. Agus Surya Bhakti. Kabarnya, pernikahan mereka akan digelar pada Agustus mendatang.


Bella Sapphira Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.

Bella Sapphira dan Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.


Dikutip dari tabloid Cek n Ricek edisi terbaru yang terbit Selasa (30/7), pernikahan keduanya rencananya akan digelar di Binjai, Sumatera Utara, tepat pada hari perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Kota Binjai adalah kampung halaman jenderal bintang dua tersebut.


Mereka akan menikah di rumah orangtua Agus. Menurut sebuah sumber, resepsi akan digelar akhir Agustus 2013. Tanggal dan tempat belum ditetapkan karena masih dicari.


Sumber itu pun mengungkapkan, Bella dan sang jenderal sudah menjalin hubungan cinta selama dua tahunn

Mereka memang tidak pernah memublikasikan hubungan tersebut. Namun, jenderal dari TNI Angkatan Darat itu ikut mendampingi Bella saat menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqal, Jumat pekan lalu. Agus yang saat itu mengenakan baju koko warna putih gading dan duduk di seberang Bella, luput dari jepretan kamera para wartawan.


Sayangnya, sampai saat ini, Bella, artis berdarah Batak yang lahir di Magelang belum bisa dimintai komentarnya terkait kabar ini.


Pada Jumat (26/7) pekan lalu, Bella Saphira menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Saat itu berembus kabar, Bella menjadi mualaf karena akan menikah dengan seorang jenderal. Kini, teka-teki itu mulai terkuak.


Duda dua anak tersebut saat ini menjabat sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Istri Agus, Mila, meninggal akibat kanker paru-paru, sekitar empat tahun lalu.


Seorang sumber menuturkan, Bella dekat dengan Agus sejak dua tahun silam. Agus adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang, angkatan 1984. Sejak menyandang pangkat Letnan Dua, Agus berkarier di kecabangan Infanteri.


Agus juga pernah berkarir di Korps Baret Merah, menjabat Komandan Grup III Sandiyudha Kopassus pada 2002. Selanjutnya, Agus menjadi Komandan Ke-20 di Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD dari 2007 hingga 2008.


Alumni Akabri tahun 1984 dan Lemhannas tahun 2001 ini juga pernah menjabat sebagai Danton Kopassandha, Asintel Kodam Iskandar Muda, Dan Pusdik Intel Kodiklat TNI AD, Bais TNI, Danrem-152/Babullah, Wakil Asisten Teritorial Kasa.


Pria yang pernah mengenyam di bidang intelijen ini  latar belakangnya sebagai Komandan Grup 3 Kopassus/Sandhi Yuda yang memiliki spesifik tugas perang rahasia ‘clandestine operation’, termasuk kemampuan dalam intelijen tempur, dan kontra pemberontakan seperti dikutip dari wikipedia.

Grup 3 Kopassus lahir pada tanggal 24 Juli 1967 dan bermarkas di Cijantung Jakarta Timur. Calon personel di grup ini diseleksi sangat ketat di internal mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personel yang sudah bertugas aktif di kesatuan, namun juga mempunyai bakat intelijen yang kemudian akan dilatih lagi.


Sekedar diketahui, Bella belum pernah menikah, namun ia pernah menjalin kasih dengan Adjie Massaid selama 20 bulan atau hampir 2 tahun di masa lalunya. (dtc/int)




Share on facebook



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Bella Saphira & Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Wednesday, April 10, 2013

Janet Jackson Tinggalkan Karir Demi Masuk Islam?

Kapanlagi.com – Sebuah keputusan kontroversial sepertinya telah diambil oleh Janet Jackson. Sepertinya dilaporkan oleh Digital Spy, dia telah meninggalkan karir di dunia hiburan dan resmi masuk Islam.



Salah satu sumber mengungkapkan bahwa keputusan ini muncul setelah Janet menikah dengan Wissam Al Mana. Musisi sekaligus aktris tersebut memutuskan untuk mengikuti keyakinan sang suami.




Wissam Al Mana - Janet Jackson @ digitalspy.co.ukWissam Al Mana – Janet Jackson @ digitalspy.co.uk



“Dia sudah pergi. Dia sudah menikah dengan miliarder. Mereka punya rumah di tiga negara. Dia menghabiskan waktu di Timur Tengah. Dia sudah jadi Muslim,” ungkap salah satu sumber pada Showbizz 411.




Pernikahan Janet dengan Wissam Al Mana sendiri memang dilakukan secara rahasia. Setelah beberapa lama, baru Februari lalu pasangan ini mengakui status hubungan mereka sebagai suami istri.




Dunia Islam memang bukan hal baru di kalangan keluarga Jackson. Sebelum meninggal, kakak Janet, Michael Jackson juga dikabarkan telah memeluk Islam.





Penampilan Artis Hollywood Jika Mereka TAK Terkenal, Masih Keren?
Ciuman Kate Moss – Sharon Stone Dijual Rp 521 Juta
Gaya Kate Middleton vs Kim Kardashian Kala Hamil, Keren Mana?
Obsesi Jadi Playboy, Harry Styles Rela ‘Pensiun’ Sepak Bola
Pierce Brosnan – Simon Cowell Ternyata Saudara Kembar?
Pangeran Harry Pacaran Dengan Pegawai Supermarket?
Awas! Artis Ini Suka Menyebar Foto ‘Bagian Terlarang’
Yuk Intip Kemesraan Marc Jacobs Dengan Pacar Prianya!
Michael Jackson Sempat Ramalkan Kematiannya Sendiri


  (mnc/ris)


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/24751/12/09/2012/sekjen-miumi,-bahtiar-nasir-akan-


Janet Jackson Tinggalkan Karir Demi Masuk Islam?

Friday, June 14, 2013

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Budi Prasetyo

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Budi Prasetyo


Pihak kepolisian kembali menjadi sorotan kaum Muslimin. Bukan karena prestasinya mengungkap pelanggaran hukum, namun kali ini karena kontroversi pelarangan jilbab bagi polisi wanita (polwan). Kontoversi ini mencuat setelah ada laporan masuk ke MUI bahwa pihak kepolisian melarang penggunaan jilbab.


Kontroversi memanas ketika jawaban resmi Polri melalui Kabagpenum Polri Kombes Pol Agus Rianto, larangan jilbab semata-mata karena masalah anggaran. Banyak pihak mengecam kebijakan Polri ini, tidak saja kaum Muslim, tetapi juga Komnas HAM.


Polri sebagai representasi negara seharusnya menjujung tinggi nilai-nilai HAM. Tidak hanya itu, negara harus konsisten dengan UUD 1945 yang secara jelas mengatur tentang kebebasan seseorang untuk memeluk dan menjalankan agamanya.


Sebagai institusi penegak hukum, selayaknya Polri berdiri paling depan dalam penegakan hukum tersebut. Larangan berjilbab dalam konteks ini ada pengingkaran institusi ini terhadap penegakan UUD 1945 yang merupakan dasar berdirinya negara. Dalam masalah jilbab ini, Polri hendaknya harus segara mencabut larangan jilbab ini dan menghargai setiap bentuk kebebasan beragama yang dijamin oleh undang-undang.
 
Wajib dilindungi
Dalam konteks HAM, sejatinya jilbab telah masuk pada forum internum (kebebasan internal). Setiap manusia berhak untuk bebas berpikir (thought), bersikap sesuai hati nurani (conscience), dan menganut suatu agama (religion) atau keyakinan (belief) pilihannya sendiri. Sudah menjadi keputusan universal bahwa hak-hak tersebut mutlak, yakni tidak dapat dikurangi atau dibatasi oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun (non-derogable).


Jilbab menjadi bagian dari forum internum, sebab penggunaannya merupakan hasil dari sebuah pengembangan pemikiran dan penafsiran terhadap keyakinan yang dianut, yakni Islam. Dalam konteks HAM, hal itu harus dilindungi, sebagai sebuah bentuk penafsiran dan pemikiran.


Setiap orang juga bebas menjalankan agama atau keyakinannya dengan ibadah dan pengamalan (forum eksternum). Dari konteks ini, pembatasan menggunakan jilbab hanya boleh dilakukan berdasarkan hukum. Yakni, melindungi keamanan, kesehatan, atau hak-hak dan kebebasan yang mendasar.


Dari berita yang beredar di banyak media, pembuatan larangan jilbab di Prancis bukan karena alasan yang dibenarkan. Karena, memang tidak ada alasan pembenaran bagi Prancis untuk melarang penggunaan jilbab ini.


Tentunya, sebagai institusi negara, Polri harus bisa melakukan perlindungan (protect), pemenuhan (fulfill), dan menghormati (respect) terhadap HAM. Negara seringkali abai dalam kewajibannya melindungi, memenuhi, dan menghormati HAM.


Indonesia masih menjadi negara yang pemerintahannya menjadi salah satu pemerintahan yang masuk dalam daftar pelanggar HAM. Pelanggaran-pelanggaran HAM sering terjadi dan negara tidak mampu berbuat banyak terhadap kasus-kasus tersebut.


Seringkali pula negara bersikap ambigu dalam penegakan HAM, seperti halnya terhadap demokrasi. HAM dan demokrasi diperjuangkan ketika menguntungkan rezim. Tetapi, menjadi musuh saat HAM dan demokrasi tersebut mengancam eksistensi kekuasaan sebuah rezim. Tentunya, pemerintah sadar larangan penggunaan jilbab merupakan sebuah pelanggaran dan harus segera diakhiri.
 
Stigma negatif
Stigmatisasi terhadap Islam yang seringkali digembar-gemborkan pihak tidak bertanggung jawab, telah membangun sebuah citra negatif terhadap keberadaan simbol-simbol Islam. Islam dilihat para penyebar kebencian sebagai sebuah ancaman nyata terhadap demokrasi dan HAM.


Sudah menjadi rahasia umum bahwa tuntutan sebagian wilayah menggunakan Islam sebagai salah satu sumber hukumnya semakin banyak. Banyak daerah seakan berlomba-lomba untuk membuat perda syariah, perda yang lebih banyak mengatur tetang wilayah moral yang merujuk pada hukum Islam.


Islam kini diidentikkan dengan pria berjenggot dengan gamis dan celana komprang. Perempuannya berjilbab besar dengan busana muslim panjang, bahkan bercadar. Lebih menyeramkan lagi, Islam terstigma dengan terorisme.


Dalam opini yang dibangun selama ini, semua teroris adalah orang Islam. Orang-orang itu diperkenalkan menggunakan nama-nama Islam. Inilah wajah para Islam yang setiap saat disuguhkan kepada masyarakat. Dan, secara pelan-pelan stigma masyarakat tentang Islam ini terbentuk.


Di lain pihak, media selalu membumbui kekerasan yang terjadi dengan label Islam. Baik itu kekerasan antarormas maupun antaranggota masyarakat. Media lebih senang menampilkan simbol-simbol Islam yang dikenakan pelaku anarkisme menjadi konsumsi berita. Inilah yang menyebabkan Islam dipandang negatif.


Termasuk, pelarangan jilbab bagi anggota polwan. Apa pun dalihnya, ketika ada peraturan yang melarang penggunaan jilbab, maka itu berarti merupakan pelanggaran terhadap HAM. Semua lembaga, terutama institusi pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, harus benar-benar menjunjung tinggi UUD 1945 dengan memperhatikan HAM.


Untuk itulah, dibutuhkan sebuah kesepahaman baru untuk meluruskan kecurigaan-kecurigaan terhadap Islam. Semua pihak harus sama-sama menciptakan perdamaian, menghormati hak asasi manusia (HAM), dan, bagi umat Islam, hendaknya bisa menunjukkan Islam yang damai dan rahmatan lil alamin-nya. n
  


Direktur Eksekutif The Hasyim Asy’ari Institute


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Budi Prasetyo

Tuesday, January 7, 2014

AS Hukum Perempuan Amerika &#34;Jihad Jane&#34; 10 Tahun Penjara

VIVAnews – Hakim di pengadilan Kota Philadelphia, Amerika Serikat, menghukum penjara selama sepuluh atas seorang warganya, yang menyebut diri sebagai “Jihad Jane”. Terpidana bernama Colleen LaRose itu pada Senin waktu setempat dinyatakan bersalah terlibat upaya pembunuhan atas seorang artis Swedia yang dianggap telah menghina Islam.

Menurut kantor berita Reuters, dalam vonis itu LaRose kena masa potong tahanan empat tahun, yang telah dia jalani. LaRose bisa saja terancam hukuman penjara seumur hidup atas kasus percobaan pembunuhan, namun bobot hukuman diperingan setelah dia mengaku bersalah mengikuti perintah membunuh dari anggota jaringan teroris al-Qaeda pada 2009.


“Itu adalah hukuman yang adil dan masuk akal,” kata pengacara LaRose, Mark Wilson, setelah vonis hakim. “Dia [terpidana] puas. Sepuluh tahun memang sudah jadi harapan kami,” lanjut Wilson.


Hakim Pengadilan Distri Petrese Tucker menyatakan kejahatan LaRose itu sangat serius. “Pengadilan tidak ragu bahwa, bila mendapat peluang, yang bersangkutan bakal menuntaskan misinya,” kata Tucker. 


Tucker menyatakan hukuman atas LaRose menjadi lebih ringan karena dia telah bekerjasama dengan Biro Penyelidik Federal (FBI) dalam membongkar sejumlah kasus terorisme sejak dia ditangkap pada 2009, maupun atas kasus kejahatan maupun pelecehan seksual yang menimpa dia. 


LaRose, yang menggunakan nama “Jihad Jane” sejak bergabung dalam suatu komunitas daring (online) Muslim, pergi ke Eropa pada 2009 untuk ikut dalam suatu misi menembak mati seorang artis Swedia, Lars Vilks, sebanyak enam kali di dada. Namun LaRose bersitegang dengan orang-orang yang membujuk dia ke Eropa sehingga dia akhirnya menyerah setelah enam pekan di sana. Setiba di Philadelphia, LaRose ditangkap oleh pihak berwenang yang mengetahui rencana itu.


Dalam sidang Senin kemarin, LaRose meminta maaf karena begitu menuruti instruksi dari orang-orang yang menyuruhnya.
 
Salah satu dari mereka, Ali Damache, ditahan di Irlandia dan kini berupaya agar tidak diekstradisi ke AS atas tuduhan terorisme. Satunya lagi, Jamie Paulin Ramirez, telah mengaku bersalah atas tuduhan terorisme dan akan mendengar vonis dari hakim pada Rabu esok. 


Menurut laporan dari harian The Guardian – yang bersumber dari bocoran rahasia Edward Snowden – FBI mulai menguntit LaRose setelah Badan Keamanan Nasional (NSA) menyadap percakapannya lewat telepon. (umi)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/09/md7ryn-islam-mendapat-tempat-di-seychelles-1


AS Hukum Perempuan Amerika "Jihad Jane" 10 Tahun Penjara

Saturday, August 10, 2013

BELLA SAPHIRA MUALAF Dai Berharap Bella Mampu Jadi Teladan

Solopos.com, Jakarta — Berpindahnya keyakinan artis cantik Bella Saphira dari seorang nasrani menjadi muslim mendapat tanggapan dari banyak pihak, salah satunya dari Ustaz Al Habsyi. Dai yang kerap tampil di layar televisi itu mengucapkan selamat kepada Bella Saphira yang telah menjadi mualaf. Ia berharap Bella mampu menjadi teladan dengan berperan sebagai seorang mualaf yang baik bagi masyarakat.


“Dari hati yang paling dalam saya ucapakan selamat. Namun, Bella sekiranya dapat menjadi contoh seorang mualaf yang baik dalam menerapkan agama Islam baik bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Ustaz Al Habsyi di Jakarta, Rabu (31/7/2013).


Ia juga berharap Bella menjadi seorang mualaf bukan karena paksaan tetapi dari keinginannya sendiri. “Berbicara mengenai hidayah, kita tidak punya kemampuan untuk memaksakan hidayah itu kepada seseorang yang kita cintai. Karena hidayah itu rahasia Allah,” ujarnya.


Ia juga mengharapkan tidak ada perbedaan yang mendalam mengenai pindahnya keyakinan Bella, karena sedianya orang yang baru memeluk agama Islam masih harus dibimbing. “Tugas kita sebagai umat muslim harus dapat mengingatkan dan membimbingnya,” pungkasnya.


Article source: http://jakarta.okezone.com/read/2013/06/28/500/829108/dihina-juga-tidak-pengaruhi-saya-masuk-surga


BELLA SAPHIRA MUALAF Dai Berharap Bella Mampu Jadi Teladan

Friday, December 13, 2013

Goncangan Jilbab Polisi Wanita

Rabu pekan ini, para Polwan dengan pangkat tertentu dikumpulkan di Jakarta. Mereka beramah tamah dengan istri Kapolri yang baru. Sekilas tampak biasa saja. Namun para polisi wanita itu bertanya-tanya: ada apa? Apalagi ada catatan agar para Polwan itu mengenakan pakaian dinas harian. Artinya mereka memakai rok span, rok selutut.


Pada sisi lain, para Polwan itu bukan anak buah istri Kapolri. Istri menteri atau istri pejabat negara biasanya berkumpul dengan istri para anak buah suaminya. Sebagai ibu asuh, ia banyak memberikan nasihat. Mereka harus taat aturan, jangan menggoda atasan, dan tidak boleh mbalelo atau membangkang terhadap aturan yang ada.


Pertemuan ini menjadi perhatian karena saat ini sedang ada kegelisahan di lingkungan Polwan. Kapolri Jenderal Sutarman, pada Selasa (19/11) mengizinkan Polwan untuk berjilbab mulai Rabu. Ini kebijakan baru yang menyegarkan.


Apalagi Sutarman baru saja dilantik pada 25 Oktober 2013. Jadi belum genap sebulan sejak ia menjadi Kapolri. Ia mengakui berjilbab merupakan hak asasi manusia. Namun beberapa hari kemudian, Kamis (28/11), muncul telegram rahasia yang ditandatangani Wakapolri Komjen Oegroseno.


Telegram itu berisi penundaan penggunaan jilbab sampai ada aturan tentang seragam. Sutarman mengaku ia menyuruh Oegro untuk membuat telegram tersebut. Dalam berbagai keterangannya, Polri menyebut itu bukan larangan tapi penundaan. Masalah seragam ini terkait dengan anggaran dan keseragaman.


Para Polwan berpendapat jika masalahnya keseragaman maka bisa dibuat dengan cepat. Polri hanya membuat ketentuan seragam tersebut: bahan, warna, dan model. Selain itu sudah ada contoh seragam di Polda Aceh yang mewajibkan Polwannya berjilbab. Jadi hanya meniru saja. Sangat simpel.


Namun kemudian dijawab bahwa hal itu bukan semata keseragaman tapi juga anggaran. Padahal proses penganggaran bisa memakan waktu satu tahun. Para Polwan menjawab bahwa mereka bisa mengeluarkan dari dana pribadi. DPR pun menimpali mereka bisa memproses penganggaran itu dengan cepat. Pada akhirnya, Polri tak bisa berargumen lagi.


Maka muncullah pernyataan yang aneh-aneh. Oegro misalnya menyatakan bahwa bagi Polwan yang tetap ingin berjilbab bisa pindah ke Polda Aceh atau pindah ke bagian yang tak memerlukan mereka berpakaian dinas seperti di bagian intelijen.


Sebelumnya, ada pula yang menyampaikan bahwa Polwan yang ingin berjilbab agar pensiun saja. Ada pula argumen-argumen lucu, konyol, dan bodoh. Misalnya, mereka tahu masuk Polri kok ingin memakai jilbab.


Ada pula yang menyebutkan saat masuk Polri tak berjilbab lalu sekarang memakai jilbab, hal itu berarti memaksa Polri untuk menerima perubahan itu. Juga muncul argumen, jika Polwan berjilbab lalu ditugaskan di wilayah yang mayoritasnya nonmuslim hal itu bisa menimbulkan benturan.


Nah, ada yang berargumen begini: jika berjilbab lalu bagaimana dia bisa bersentuhan atau bela diri saat menghadapi penjahat? Argumen-argumen itu dikemukakan oleh jenderal polisi. Semua argumentasi itu mencerminkan ketidakpahaman tentang hak asasi manusia, ketidaktahuan tentang Islam, menolak pluralitas, dan menegaskan bahasa kekuasaan.


Pada sisi lain, ihwal kemungkinan ada benturan jika ditugaskan di wilayah yang mayoritas nonmuslim, berarti melecehkan nonmuslim sebagai tak toleran dan anti pluralitas. Padahal jilbab di lingkungan polisi bukan hal yang baru di negara-negara demokratis yang justru mayoritas Kristen seperti di Inggris ataupun Amerika Serikat.


Munculnya semua argumen-argumen itu mencerminkan masih kentalnya kecurigaan ideologis terhadap Islam. Walau bagaimana pun, selama 32 tahun Indonesia berada dalam genggaman rezim Orde Baru yang anti-demokrasi.


Rezim itu berintikan TNI/Polri dan birokrasi. Hingga kini TNI masih belum membuka wacana kemungkinan tentara wanitanya boleh berjilbab. Sedangkan di Polri sudah sejak beberapa tahun terakhir muncul desakan soal ini. Ini tak lepas dari besarnya jumlah Polwan di tubuh Polri, bandingkan dengan jumlah tentara wanita di TNI.


Sehingga wajar jika wacana ini lebih dulu muncul di lingkungan Polri. Para jenderal Polri yang ada saat ini tumbuh dan dididik dalam lingkungan Orde Baru. Sehingga sisa-sisa antidemokrasi dan gemar dengan bahasa kekuasaan masih kental mewarnai Polri.


Pada sisi lain, rezim Orde Baru dikenal sebagai rezim yang sangat represif terhadap aspirasi Islam. Karena itu ketika Sutarman mengizinkan pemakaian jilbab di lingkungan Polri memberikan angin segar dan harapan baru terhadap visi seorang kepala Polri.


Ketika beramah tamah dengan pimpinan media massa, Sutarman memperlihatkan bahasa tubuh dan nada bicara yang terbuka, fair, dan berani. Ia juga mencoba memperlihatkan visinya yang baru. Hal itu juga tecermin saat fit and proper test di DPR.


Ia misalnya mewacanakan kemungkinan membentuk Densus Anti-Korupsi. Sebuah usul yang menarik, walau publik skeptis. Maklum Polri termasuk institusi yang dinilai paling korup, selain DPR. Skeptisisme itu bukan terhadap Sutarmannya tapi terhadap Polri. Publik bertanya, apakah Sutarman mampu menghela institusi Polri sendirian.


Benar saja, idenya tentang kebebasan Polwan untuk mengenakan jilbab langsung mendapat tekanan keras dari lingkungan internalnya. Perlu ditekankan di sini: Sutarman menyampaikan soal jilbab itu ketika ditanya wartawan usai beramah tamah dengan para pimpinan media massa tersebut.


Membuat perubahan memang tidak gampang. Namun perubahan akan lebih mudah jika hadir seorang pemimpin yang efektif dan bervisi. Tanpa itu semua maka perubahan hanyalah hayalan. Kita menunggu keberanian seorang Sutarman untuk membawa Polri menjadi institusi yang dipercaya, bermartabat, dan menjadi bagian dari arus demokrasi.


Masih banyak PR yang harus dilakukan Sutarman untuk membenahi Polri, dan yang akan dihadapi pertama oleh Sutarman bukanlah publik tapi lingkungan internal Polri sendiri. [ROL]


Article source: http://hot.detik.com/read/2013/11/28/142542/2426386/230/ketua-mui-cinta-ada-batasnya-jangan-karena-cinta-jadi-murtad?991104topnews


Goncangan Jilbab Polisi Wanita

Monday, April 22, 2013

Seluruh Gereja di Arab Saudi Akan Dihancurkan - Jawaban.com

THURSDAY, 04 APRIL 2013


Total View : 4643 times


Awal bulan ini, sebuah media berita lokal, MNN Online mengabarkan bahwa pemerintah Arab Saudi mengibarkan bendera merah untuk umat Kristen yang ada di sana. “Kelompok radikal resmi Muslim terkenal yang ada di Arab Saudi, The Grand Mufti, mengumumkan akan memusnahkan semua gereja yang ada di wilayah tersebut,” kata Todd Nettleton, juru bicara Voice of the Martyrs USA.



Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah, pemimpin tertinggi The Grand Mufti of Saudi Arabia bersama delegasi dari negara-negara Islam lainnya, seperti Kuwait, Oman, Yaman, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab rencananya akan menghancurkan semua gereja. “Kami tidak sedang membicarakan tentang banyak gereja, namun tentang sedikit gereja yang diizinkan untuk melayani orang asing yang tinggal di negara tersebut,” menurut laporan Nettleton.



Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah menghukum mati seorang Kristen yang berusaha menyebarkan Alkitab dan pernik agama lainnya, seperti buku dan Salib. Selain itu, mereka kerap melakukan pelecehan, pemukulan, dan aniaya terhadap warganya yang pindah keyakinan ke agama minoritas dan juga kepada warga asing yang dituding menyebarkan agama non-Muslim di Arab Saudi.



Kelompok Mufti menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi akan melarang pendeta agama non-Muslim masuk ke negaranya sehingga hal itu akan semakin mempersulit umat non-Muslim untuk berhubungan dengan pendetanya dan melakukan ibadah secara rutin. Hal ini menjadi masalah serius bagi Roma Katolik dan Kristen Ortodoks yang mengharuskan adanya sakramen dari pendeta kepada jemaat secara rutin.



Peristiwa yang terjadi di Arab Saudi mungkin hanya salah satu contoh dari banyak kasus penganiayaan terhadap kekristenan di dunia. Seperti apa yang tertulis dalam Alkitab, bahwa pada saatnya nanti di akhir jaman akan terjadi bentuk penolakan dan pemberontakan terhadap Injil. Akan tetapi, sebagai anak-anak Tuhan, kita harus dapat mempertahankan iman kepercayaan kita sampai kedatangan-Nya untuk kedua kali dan tetap memberitakan Injil ke seluruh dunia berapapun harganya.


Baca juga:


Gereja Ditutup, Menteri Agama Salahkan Umat Kristen


Pria ini Tembak Ayahnya Setelah Ibadah Paskah


SBY Dapat Telur Paskah dari Jemaat 3 Gereja Tertindas


Freddie Mercury ‘Gelapkan’ Putri Diana ke Bar Gay sebagai Pria


Bunker Rahasia Mussolini Terungkap



 



 


Sumber : MbN/Eva


Tag Keyword : gereja, hancur, musnah, Arab Saudi, Grand Mufti, aniaya, siksa, Sheikh Abdul Aziz, Oman, Yaman, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab



Lintas.me



About CBN


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/03/mg17em-muslim-vanuatu-semangat-islam-di-tengah-keterbatasan-3


Seluruh Gereja di Arab Saudi Akan Dihancurkan - Jawaban.com

Friday, March 29, 2013

Hindari Guru Spiritual yang Seperti Ini

TEMPO.CO, Jakarta – Sudah jadi rahasia umum jika banyak artis, politisi, hingga pejabat di negeri ini yang memiliki guru atau penasehat spiritual. Entah mengikuti tren atau kebutuhan, toh faktanya guru-guru spiritual semacam ini semakin banyak bermunculan di masyarakat.

Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada Suprapto, mengingatkan agar masyarakat jeli memilah siapa yang patut dijadikan “guru” oleh mereka. Ia pun memberikan beberapa tip soal guru spiritual gadungan yang harus dihindari. “Kalau sudah minta imbalan tinggi, jangan ikuti,” kata dia kepada Tempo, Kamis, 28 Maret 2013.

Menurut Suprapto, sejatinya guru spiritual bekerja tanpa pamrih karena sifatnya menolong orang yang membutuhkannya. Tapi memberi imbalan kepada mereka tidak salah jika dilakukan sewajarnya. “Sekarang banyak yang menjadikan pengikutnya sebagai ladang uang bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga harus menghindari mereka para “guru spiritual” yang memberikan syarat-syarat yang tidak masuk akal dan melanggar norma agama. “Misalnya agama Islam, dilarang sedekah, tidak boleh salat berjamaah, itu harus dipertanyakan. Apa motivasi kegiatan spiritual itu,” ujarnya. “Kalau betul-betul guru spiritual hasil konsultasi dan sarannya ya sesuai dengan nilai agama yang bersangkutan,” kata pengajar mata kuliah Sosiologi Kriminalitas ini menambahkan.

Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan oleh ‘serangan’ Adi terhadap seseorang yang disebut-sebut sebagai guru spiritual bernama Eyang Subur, melalui pemberitaan di media. Bekas penyanyi cilik yang pernah menjadi pengikut Eyang Subur itu mengaku ditipu sang guru. Adi menuding Subur mengajarkan aliran sesat, diantaranya minum air bersyarat dan membuatnya membenci orang yang rajin menjalankan shalat lima waktu. Ia juga mengklaim mengalami kerugian ekonomi yang tak sedikit jumlahnya.

MUNAWWAROH


Topik Terhangat: Serangan Penjara Sleman || Adi Vs Eyang Subur || Harta Djoko Susilo ||Agus Martowardojo

Berita terkait:
Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal
FPI Persoalkan Sembilan Istri Eyang Subur

Pengacara Eyang Subur Tantang Adi ke Polisi

Article source: http://news.detik.com/read/2013/03/30/002022/2207064/10/akbar-tandjung-parpol-perlu-sayap-organisasi-islam?9911012


Hindari Guru Spiritual yang Seperti Ini

Friday, February 22, 2013

Nikahi presenter Pakistan, duta besar Austria masuk Islam

Lembaga pengamat media Pakistan Media Watch mengutip pernyataan sebuah sumber yang mengatakan Duta Besar Austria buat Pakistan Axel Wech telah menyatakan masuk Islam sebelum menikahi pembawa acara televisi Sadia Afzaal.

Sumber itu menyebutkan pasangan itu menyembunyikan perayaan pernikahan mereka dan pindah agamanya Welch. Kabar itu beredar di laman Facebook kemarin, seperti dilansir situs thenewstribe.com, Jumat (22/2).

Sadia Afzaal kini tinggal di Ibu Kota Islamabad. Dia telah bekerja sebagai reporter dan meliput Kementerian Luar Negeri, parlemen, dan pernah mewawancarai sejumlah pejabat negara termasuk presiden Asif Ali Zardari, Presiden Pervez Musharraf, Perdana Menteri Yousaf Raza Gillani, Perdana Menteri Shaukat Aziz.

Dia juga pernah meliput ke lapangan, seperti peristiwa gempa 2005, banjir 2010, dan pemilihan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 2008 bekerja sama dengan Voice of America.

Pernikahan dengan duta besar Austria itu merupakan perkawinannya yang kedua. Sadia Afzaal sebelumnya dikenal dengan nama Sadia Zafar. Dia sudah punya seorang putra dari pernikahan pertamanya.

Kedutaan Austria di Islamabad hingga saat ini belum membantah kabar tersebut.

Sejumlah kalangan menilai pernikahan itu merupakan langkah pihak asing untuk mendapatkan informasi rahasia tentang Pakistan.

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26940/25/01/2013/pameran-buku-internasional-kairo-kembali-digelar.html


Nikahi presenter Pakistan, duta besar Austria masuk Islam

Friday, July 19, 2013

Anggota Rabithah Ulama Palestina Galang Dukungan Muslim Indonesia

Jakarta – Selama beberapa hari, Kalimantan Timur mendapatkan kunjungan istimewa dari Syaikh Mahmud Muhammad Ashiyam, anggota Rabithah Ulama Palestina. Syaikh Mahmud menyempatkan diri melawat ke Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Sangatta untuk menggalang dukungan atas perjuangan rakyat Palestina.

Dalam kunjungan itu, Syaikh Mahmud menjelaskan situasi dan fakta-fakta penting di Palestina yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia, selaku saudara mereka sesama Muslim.


Awalnya, ia menjelaskan beberapa hikmah dan rahasia dibalik perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. “Alasan pertama adalah aspek aqidah. Allah ingin mengaitkan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha, agar umat muslim memahami bahwa kedua masjid tersebut merupakan saudara kembar,” kata Syaikh Mahmud, sebagaimana tulisan yang diterima detikramadan, Selasa (16/7/2013).


Alasan kedua, dalam peristiwa Isra Mi’raj, Allah memerintahkan Rasulullah menjadi imam shalat saat bersama para Nabi dan Rasul. “Ini menjadi simbol estafet kenabian yang berakhir di Rasulullah. Kita tahu pula bahwa dalam peristiwa itu, Allah mensyariatkan salat yang wajib dilaksanakan lima waktu dalam sehari,” katanya.


Dan sejak itu, ketika shalat Rasulullah menghadap arah Masjidil Aqsha. Hal ini berlangsung selama 17 bulan. “Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Masjidil Aqsha merupakan kiblat pertama kaum Muslimin,” jelas Syaikh Mahmud. Rasulullah pun menyatakan terdapat keistimewaan untuk beribadah di tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.


Kondisi saat ini, Masjidil Aqsha telah dikepung oleh Zionis Israel. “Tidak hanya itu, mereka telah mengepung dari seluruh penjuru dan melakukan penggalian di sekelilingnya untuk merobohkan Masjidil Aqsha,” imbuhnya.


Hari ini pun Zionis melakukan pengepungan di Palestina dan jalur Gaza. Mereka melarang masuk BBM dan bahan makanan dan minuman, sehingga masyarakat menjadi kesulitan. Bahkan sebuah laporan menyebutkan, di bulan Ramadan, rakyat Palestina hanya mendapatkan air dan garam saja, yang bisa digunakan untuk sahur dan berbuka puasa.


“Lantas apa kewajiban kita sebagai kaum muslimin pada masyarakat Palestina dan Masjidil Aqsa? Allah dalam banyak ayat memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa. Untuk situasi Palestina, saat ini perlu dikedepankan jihad harta, karena bantuan dana sangat diperlukan dalam perjuangan,” katanya.


Membantu rakyat Palestina, merupakan perintah agama, sebagaimana Firman Allah, Jika ada yang meminta tolong kepadamu dalam urusan agama, maka wajib kita menolong. “Bila ada umat muslim di dunia yang meminta tolong, wajib kita menolong. Para pejuang di Palestina berjanji di hadapan Allah, bahwa mereka tidak akan membiarkan panji tauhid terjatuh. Walaupun hanya memakan air dan garam saja,” katanya.


Syaikh mengatakan, banyak pertanyaan di kalangan ummat Islam, bagaimana bisa menjadi relawan ke Palestina. “Kami katakan, kami di Palestina banyak antrean pejuang. Kaum lelaki kami siap untuk berjuang. Kami tidak membutuhkan mujahid dari luar. Yang kami butuhkan adalah bantuan materi. Sehingga kami bisa bertahan, membeli makanan dan minuman, serta senjata,” katanya.


Ketika kaum Muslimin memberikan bantuan, hal tersebut akan menjadi dukungan yang teramat penting untuk menyelamatkan masyarakat Palestina dan Masjidil Aqsha.


“Dengan bantuan itu, kami bisa menyelamatkan rakyat dari kebodohan, keterbelakangan, dan dari pembantaian zionis Israel. Semboyan kami, jihad dan terus melawan Israel. Dengan itu kami akan menang atau syahid di jalan Allah,” katanya.


Syaikh mengatakan, secara khusus ada bantuan yang dibutuhkan dalam sifatnya untuk pertahanan dan perlawanan. Juga kebutuhan untuk membangun kembali infrastruktur yang dihancurkan oleh Israel. Juga berbagai kebutuhan primer.


Syaikh Mahmud juga memberi pandangannya terhadap tindakan sebagian kalangan yang menyerang asset negara sekutu barat dengan dalih solidaritas sesama Muslim.


“Tindakan yang dilakukan sebagian kelompok itu tidak selayaknya dilakukan. Antara kita dengan negara lain ada perjanjian. Ketika ada orang masuk ke wilayah kita harus dijaga keamanannya. Bangunan mereka juga harus dilindungi,” katanya.


Bentuk solidaritas tidak harus dilakukan dengan kekerasan atau penghancuran. “Misalnya bisa dengan demonstrasi damai, yang diliput media. Kemudian dari peliputan media itu rakyat Palestina menyaksikannya. Hal itu memberikan makna dan sentuhan semangat yang mendalam bagi perjuangan rakyat Palestina,” katanya.


Terkait masa depan konflik di Palestina, apakah perdamaian merupakan solusi? “Dalam Alquran diajarkan, kalau mereka condong pada perdamaian, lakukan itu. Tapi niat itu tidak dimiliki orang Yahudi. Hakikatnya Yahudi itu tidak menghendaki perdamaian. Selama ini yang digembar-gemborkan hanya perspektif media saja,” kata Syaikh.


“Bicara soal perundingan, mereka itu mencuri dan mengambil tanah kami. Harusnya yang dilakukan adalah menghukum orang yang mencuri tadi dan dikeluarkan dari tanah kami. Baru setelah itu bicara perdamaian,” katanya menambahkan.


Syaikh Mahmud juga berbicara mengenai masalah politik yang sedang terjadi di Mesir saat ini. Menurut dia, dampak kudeta di Mesir terhadap roda pemerintahan Palestina relatif berpengaruh. “Namun pengaruh itu dalam skala terbatas. Karena siapapun penguasa di Mesir atau Palestina, bisa kita katakan Palestina butuh Mesir dan Mesir butuh Palestina. Siapapun penguasanya, kita akan saling membutuhkan,” katanya.


Syaikh Mahmud baru pertama kali berkunjung ke Indonesia. Ia mengaku terkejut dengan kemeriahan dan euforia dalam beragama, khususnya di bulan Ramadhan. Ia telah membaca banyak laporan di internet, tentang antusiasme muslim Indonesia menyambut Ramadhan, dan ia kagum akan hal tersebut.


Sementara itu, Taufiq Hidayat, relawan Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kaltim, membuka peluang bagi warga Kaltim yang ingin membantu rakyat Palestina.


“Penyaluran bantuan bisa melalui rekening BPD Kaltim Syariah nomor 5101407001 dan Bank Syari’ah Mandiri 55555 87874 atas nama Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kaltim,” kata Taufiq.



*Citizen Journalism dari warga Kabupaten Kutai Timur



Article source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=319503


Anggota Rabithah Ulama Palestina Galang Dukungan Muslim Indonesia

Thursday, April 11, 2013

Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?

Home Internasional



Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?





 




Kamis, 11 April 2013


Hidayatullah.com–Penyanyi pop dunia, Janet Jackson yang juga kakak kandung mendiang Michael Jackson dikabarkan meninggalkan karir dan memeluk agama Islam. Kabar ini diperkuat pemberitaan National Enquirer yang mengangkat kehidupan Islam sang megabintang.


Aktris Janet Jackson juga diberitakan  telah pensiun dari industri hiburan setelah menikah dengan suami terakhirnya, Wissam Al Mana. Janet Jackson juga dikabarkan telah pindah ke Timur Tengah dengan suami barunya dan telah memeluk agama Islam.


“Dia telah pensiun. Dia menikah dengan seorang miliarder Arab. Mereka punya rumah di tiga negara. Janet dan suaminya kini  menghabiskan waktu mereka di Timur Tengah dan dia kini telah menjadi seorang Muslim,” kata seorang sumber, menurut laman The Indian Express, hari Rabu (10/04/2013).


Jackson telah merilis sepuluh album,enam diantaranya berhasil menduduki puncak tangga lagu di Amerika dan ia pernah membintangi beberapa acara TV dan film.


Isu lama


Kabar Janet Jackson memeluk Islam memang bukan hal baru. Sebelumnya isu ini sudah menghangat sejak tahun 2012. Dalam laporan utamanya, sebuah tabloid yang beredar khusus di swalayan Amerika Serikat mengangkat tajuk berjudul; “Rahasia kehidupan Muslim Janet Jackson”.


Guna memperkuat bahan pemberitaannya, tabloid tersebut memasang foto Janet yang tengah mengenakan penutup kepala yang menyerupai kerudung berwarna hitam.


Masih menurut tabloid tersebut, Janet juga dikabarkan akan segera melangsungkan pernikahan mewah dengan seorang miliuner Arab Saudi.  Penikahan tersebut bakal digelar dengan konsep super-mewah yang ditaksir menelan biaya 20 juta dolar AS (sekitar Rp 200 miliar).


Kendati pilihannya menjadi mualaf disebut akibat pengaruh sang calon suami, namun Islam sejatinya bukan hal yang baru bagi adik Michael Jackson itu. Sang kakak, Jermaine Jackson, malah sudah lama menjadi mualaf. Eks personel Jackson 5 itu telah mengganti namanya menjadi Mohammad Abdul Aziz.*


Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27988/04/04/2013/%E2%80%9Cmengkristenkan-jawa%E2%80%9D.html


Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?

Thursday, November 28, 2013

Pusat Teologi Islam di Universitas Münster


Daniel Garske yang berusia 33 tahun adalah mahasiswa jurusan Teologi Islam di Universitas Münster. Dia masuk Islam tiga tahun lalu. Dia mulai belajar tentang Teologi Islam setahun yang lalu. “Dengan pengetahuan yang saya dapatkan di sini, saya nantinya ingin bekerja dalam bidang pendidikan teologi. Saya juga ingin membantu agar wajah dan citra Islam dalam masyarakat menjadi lebih baik.”



Daniel Garske ingin menjadi dosen di universitas sambil melakukan penelitian tentang Islam. Tapi Pusat Teologi Islam di Münster tidak hanya ingin mencetak dosen dan peneliti, melainkan juga guru-guru sekolah dan Imam yang bisa bekerja dalam komunitas Islam di Jerman. Sampai saat ini, komunitas Turki masih harus mendatangkan Imam dari Turki, karena Jerman masih kekurangan Imam.



Pusat Teologi Islam di Münster (Zentrum für Islamische Theologie, ZIT) adalah satu dari empat pusat pendidikan Teologi Islam di Jerman, yang lainnya ada di Frankfurt, Tübingen dan Nürnberg. Institut di Münster adalah yang terbesar. Pusat pendidikan ini mendapat bantuan dana sekitar 20 juta Euro dari pemerintah Jerman.


Daniel Garske, mahasiswa jurusan Teologi Islam


Hari Kamis (28/11713) Presiden Jerman Joachim Gauck berkunjung ke ZIT. Bagi Ketua ZIT, Mouhanad Khorchide, kunjungan itu merupakan sebuah kehormatan. “Pusat pendidikan kami melakukan kerja pionir, karena pendidikan semacam ini baru pertama kali dilakukan di Eropa,” katanya. Menurut Khorchide, sistem pendidikan di institutnya mengacu pada metode ilmiah yang juga diterapkan dalam pendidikan teologi umum. Dia menyebut dirinya sebagai seorang ilmuwan sekaligus ahli agama.



Kritik tentang sistem pendidikan



Sebagian organisasi Islam di Jerman mengeritik sistem pendidikan di Pusat Teologi Islam Münster. Dewan Muslim di Jerman misalnya, menganggap ZIT terlalu sedikit membahas tentang apa saja yang dilarang dalam agama Islam. Tapi Mouhanad Khorchide menerangkan, sebagian tokoh Islam yang mengeritiknya menuntut interpretasi Islam garis keras. Dia sendiri menolak interpretasi fundamenlistik, dan menyebut Islam sebagai “agama yang murah hati.”



Sejak satu tahun, pembentukan Dewan Pengawas untuk ZIT gagal karena perbedaan pandangan itu. Menurut rencana, Dewan Pengawas akan diisi oleh anggota dari empat organisasi besar Islam yang ada di Jerman. Tapi salah satu organisasi setiap kali mengirim wakil-wakil, yang menurut dinas rahasia Jerman berhaluan radikal. Karena itu, mereka selalu ditolak.



Sengketa itu tidak membuat minat mahasiswa untuk belajar Teologi Islam surut. Setiap tahun, ribuan orang melamar tapi hanya sekitar 400 orang yang bisa diterima. Dua jurusan khusus yang ditawarkan adalah jurusan “Teologi Islam” dan jurusan “Pendidikan Keguruan Islam”.



Menurut rencana, sekolah-sekolah di Jerman dalam beberapa tahun mendatang akan menawarkan mata pelajaran Islam. Saat ini sudah ada mata pelajaran Islam yang ditawarkan di sekolah di beberapa negara bagian. Jadi, kebutuhan guru agama Islam di Jerman akan meningkat dalam beberapa tahun depan.


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/10/29/219525610/Asmirandah-Sanggah-Jonas-Rivanno-Sudah-Mualaf


Pusat Teologi Islam di Universitas Münster

Sunday, December 8, 2013

Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat

Asmirandah dan Jonas Rivanno


Dunia pernikahan memang rumit. Banyak hal tak terduga yang datang menghadang. Ketika persoalan itu tak kuasa dibendung, perceraian pun menjadi alternatif terbaik meski perkawinan baru seumur jagung.


Di saat cinta sedang membara, semua terasa indah. Dunia seperti milik berdua. Itulah yang terjadi pada kisah asmara artis Ayu Ting Ting dengan Henry Baskoro atau Enji, dan juga pasangan pesineton Asmirandah dengan Jonas Rivanno.


Hati mereka yang sedang kasmaran membuat para pasangan itu menikah muda. Sayangnya, tidak seperti saat pacaran di mana mereka sering mengumbar kemesraan, Ayu dan Asmirandah justru memilih menikah diam-diam.


Pernikahan dua selebriti muda ini pun mengundang kontroversi dan sorotan. Bagaimana tidak? Setelah kabar pernikahan mereka yang heboh, tak lama keduanya membawa kabar mengejutkan.


Mereka mendadak memutuskan berpisah. Ayu dan Asmirandah hanya merasakan singkat manisnya kehidupan rumah tangga.


Ayu Ting Ting


Ayu melangsungkan pernikahan dengan Enji pada 4 Juli 2013 lalu. Pernikahan pedangdut tersebut dengan Enji berlangsung tertutup di kediaman Ayu di Depok, Jawa Barat.  Tempat  acaranya dijaga ketat sejumlah pria berseragam.


Ayu dan Enji tak mau berkomentar seputar pernikahan mereka. Akibatnya, rumor tak sedap pun meruap Ayu dikabarkan telah berbadan dua.  Namun, kabar itu dibantah Ayu dan Enji. Mereka hanya ingin mendapatkan suasana khidmat saat akad nikah.


Saat jumpa pers, Ayu terlihat bahagia memamerkan buku nikah dan cincin kawin. Pelantun “Alamat Palsu” ini juga optimis menjalani rumah tangganya dengan Enji. Tapi harapan itu tak seindah kenyataan. Romantisme rumah tangga berubah menjadi mimpi buruk. Masih hangat sebagai pengantin baru, kedua pasangan itu terlibat konflik.


“Tanggal 25 Juli pamit bilang kerja, tapi sampai detik ini dia tidak pulang-pulang. Jadi yang meninggalkan adalah istri saya,” kata Enji.


Sedangkan Ayu berusaha membela diri. Ia tidak akan meninggalkan suaminya begitu saja tanpa alasan. “Sebabnya, karena dia sudah jatuhkan talak terhadap saya. Saya juga nggak bisa lakukan apa-apa,” kata Ayu sedih saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.


Diakui pedangdut ini, ia sudah ditalak dua kali oleh Enji. “Pertama tanggal 24 Juli dan yang kedua tanggal 17 Agustus 2013,” ungkap Ayu berlinang airmata.


Pernyataan Ayu dibantah Enji. Pria berkepala plontos ini mengaku tak pernah menjatuhkan talak pada istrinya itu. Ia malah datang menjemput Ayu agar kembali ke rumah dan membina rumah tangga. “Tidak ada (talak). Sudah tidak ketemu itu kan,” ujarnya.


Diakui Enji, pemicu ketidakharmonisan pernikahannya dengan Ayu disebabkan masalah sepele. Ayu selalu menuntut Enji menggelar resepsi pernikahan. Enji yakin penyebab Ayu pulang ke rumah orangtuanya adalah gara-gara resepsi.


Dikatakan Ayu, ia bersikeras menggelar resepsi karena Enji sudah berjanji. Ia juga tak menuntut pesta mewah di gedung megah. “Saya akan menggelar acara di rumah. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan sama tetangga, keluarga, dan kerabat,” ujarnya.


Dari situlah, Ayu memutuskan bercerai dari Enji. Ia sudah tak peduli dengan pria yang dipacarinya selama satu setengah tahun itu. Bahkan,  ia siap membesarkan anaknya seorang diri.


Asmirandah


Jika Ayu memilih berpisah, lain lagi dengan pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno. Pesinetron berdarah Belanda ini memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Jonas.


Sekadar informasi, Asmirandah dan Jonas melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 17 Oktober lalu. Acara pernikahan dilangsungkan secara Islam. Akad nikah digelar di kediaman Asmirandah di kawasan Depok, Jawa Barat.


Meski ditutup rapat, akhirnya pernikahan itu tercium awak media. Pihak KUA Beji, Depok tidak membantah soal pernikahan Asmirandah dan Jonas. Pasangan ini mendaftarkan pernikahan mereka di KUA tersebut. Saat menikah Jonas telah menjadi mualaf.


Meski bukti kuat perkawinan mereka terkuak, Asmirandah dan Jonas tetap membantah. Pasangan ini menegaskan baru merencanakan pernikahan.  “Kita akan menikah Januari 2014 nanti. Ingin yang sederhana saja,” kata artis yang akrab disapa Andah. Andah juga membantah Jonas telah memeluk Islam.


Bantahan Asmirandah dan Jonas soal pernikahan dan status mualaf Rivanno berbuntut panjang. Pernikahan mereka menjadi kontroversi. Tak hanya itu, pengakuan tersebut membuat kedua pesinetron itu harus berurusan dengan hukum. Salah satu ormas Islam tersinggung dengan pernyataan Jonas. Mereka pun melaporkan Jonas ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Keluarga besar Asmirandah juga sakit hati dan marah dengan bantahan Jonas.


“Kita kecewa. Memang sakit, sakit sekali. Kecewa sama Vanno, aku percaya Asmirandah. Tapi memang dua-duanya salah,” ujar ayah Andah, Anton Zentman.


Kabar mengejutkan kembali datang dari pasangan muda itu. Andah justru mengambil langkah tak terduga. Andah mengajukan permohonan pembatalan pernikahan ke Pengadilan Agama Depok pada 7 November lalu. “Karena menurut pemohon (Asmirandah) pernikahan ini, dia (Jonas) tidak memenuhi syarat,” kata kuasa hukum Jonas, Muhammad Nuzul Wibawa.


Saat disinggung, apakah semua itu karena soal keyakinan, Nuzul tak mau menjawabnya. Jonas sendiri menerima dengan ikhlas keinginan Andah. Ia tak berusaha menghalangi langkah Andah membatalkan pernikahan.


Sebuah pernikahan yang langgeng memang hanya membutuhkan satu ‘matahari’. Bila keduanya sama-sama bersikeras menjadi pengendali, yang terjadi hanyalah keinginan mau menang sendiri. Viv


Hanya Andalkan Cinta, Rawan Berakhir

Menurut Psikolog keluarga, Roslina Verauli terjadinya pernikahan singkat di kalangan selebriti, karena artis terbiasa menjadi pusat perhatian publik (self center), sehingga mereka terbiasa diperlakukan baik.


Para artis itu membutuhkan penyeimbangan diri dari pasangan. Untuk mempertahankan hubungan itu, diperlukan usaha super ekstra. “Ini yang tak bisa diupayakan oleh artis yang cerai dalam waktu singkat. Kebersamaan itu dapat mengatasi konflik,” kata Vera.


Ditambahkan Vera, dalam menjalani hubungan hingga ke gerbang pernikahan, setiap pasangan melalui berbagai fase. Mulai dari jatuh cinta, perasaan yang menggebu-gebu hingga akhirnya menikah dan menemukan konflik.  “Pada awal pernikahan sudah tak sanggup, karena ada konflik-konflik kecil yang tak dialami saat pacaran,” ungkapnya.


Dengan status selebritinya, mereka biasa dilayani dengan baik. Vera mengingatkan, disaat sudah terikat pernikahan, perasaan yang menggebu-gebu tak bisa lagi menjadi andalan mempertahankan rumah tangga. “Kalau hanya mengandalkan cinta yang menggebu-gebu, pernikahan lebih rawan berakhir,” ujarnya.


Di saat kritis seperti ini, kedewasaan dan tanggungjawab satu sama lain sangat berperan. “Individu harus bersedia mendahulukan pasangannya,” ungkapnya. viv


Pernikahan Tersingkat


1. Cici Paramida – Raden Ahmad Suhaebi


Pernikahan Cici Paramida dengan Suhaebi mengejutkan banyak orang. Cici dan Ebi, begitu sapaan akrab Ahmad Suhaebi, menikah di Mekah pada 12 Maret 2009.


Baru sebulan menikah, ada seorang wanita mengaku masih menjadi istri sah ketiga Ebi. Puncaknya, ketika Cici secara sengaja memergoki Ebi tengah berada dalam sebuah mobil dengan seorang wanita di kawasan Puncak, Bogor pada Minggu (14/6/2009).  Cici pun sengaja ditabrak Ebi tatkala meminta suaminya untuk keluar dari mobil. Sejak saat itu berakhir sudah rumah tangga Cici-Ebi. Pengadilan Agama Jakarta Utara resmi menetapkan Cici Paramida dan Ahmad Suhaebi bercerai pada Kamis (17/12).


2. Kristina – Al Amin Nur Nasution


Kristina menikah dengan anggota DPR, Al Amin Nur Nasution 4 Januari 2007. Dibulan April 2007, suami Kristina dipenjara terkait kasus dugaan penyuapan. Tak lama setelah itu, Kristina mengajukan gugatan cerai pada Juni 2007. Tapi bukan karena Al Amin dipenjara, kabarnya Kristina tak tahan karena dilarang bernyanyi. Pada 17 Desember 2007, Kristina resmi menyandang status janda.


3. Ussy Sulistiawaty – Yusuf Sugianto


Ussy Sulistiawaty menikah dengan pengusaha asal Kalimantan, Yusuf Sugianto pada tanggal 12 Agustus 2005. Baru memasuki bulan kelima, tiba-tiba ada kabar kalau suaminya terjerat kasus illegal loging. Tak lama setelah itu Ussy mengajukan gugatan cerai. Hanya dua kali sidang, Ussy resmi menjanda pada 9 Desember 2006


4. Aldi Taher – Dewi Perssik


Awalnya, pernikahan Dewi Perssik dan Aldi Taher tak tercium media. Karena mereka menikah siri pada 4 Juli 2008. Baru pada Maret 2009, Aldi Taher dan Dewi Perssik mencatatkan pernikahan mereka di KUA. Enam bulan kemudian Aldi menggugat cerai Dewi Perssik. Dari pernikahan ini Dewi Perssik tidak memiliki anak. Namun ia sempat keguguran. lp6



Article source: http://www.sinarharian.com.my/semasa/tukar-agama-mahkamah-tangguh-keputusan-rayuan-1.207504


Bahagia Sesaat, Pernikahan Tamat