Showing posts sorted by relevance for query tengah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tengah. Sort by date Show all posts

Thursday, June 27, 2013

Harapan masyarakat pada pluralis dan Nahdlatul Ulama

Anggota Front Pembela Islam dalam salah satu aksi mereka


Setelah ketegasan pemerintah untuk mengatasi kasus kekerasan dan intoleransi yang kerap dilakukan oleh kelompok Islam garis keras tidak lagi bisa diharapkan maka banyak orang kemudian berharap kepada aksi kelompok pluralis dan ormas Islam besar, Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah untuk meredamnya.


Kekhawatiran bahwa aksi kekerasan dan intoleransi yang berlatar agama akan terus berkembang memang beralasan.


Lembaga Setara Institut dan Wahid Institut dalam penelitiannya menyebutkan ada sekitar 299 kasus peristiwa pelanggaran kebebasan beragama yang terjadi pada tahun 2011 lalu dan akan tetap ada bahkan meningkat di tahun ini.


“Peningkatannya ada jumlahnya lebih banyak sekitar 15 persen dibanding angka kasus yang terjadi pada tahun lalu,” kata Wakil Ketua Setara Institut, Bonar Tigor Naipospos.


Bonar mengatakan masih adanya kasus-kasus seperti ini terjadi karena lemahnya negara dalam menindak tegas pelaku kekerasan atas nama agama.


“Pembiaran oleh negara membuat kelompok-kelompok intoleran bisa berbuat apa saja termasuk melanggar hukum selain itu mereka bisa menyebarkan penyebaran pikiran picik dan sempit lewat buku, brosur dan ceramah oleh pimpinan agama yang berpandangan sempit selain itu pemahaman soal multikultural yang lemah di masyarakat kita.”


Bonar menyebut lembaganya mencatat kelompok seperti Front Pembela Islam adalah salah satu yang cukup sering melakukan aksi intoleran.


Kasus terakhir yang menunjukan besarnya pengaruh mereka adalah seruan penolakan FPI terhadap penolakan konser Lady Gaga yang berujung pada batalnya konser tersebut.


Menolak kekerasan


Aksi Indonesia tanpa FPI di Jakarta beberapa waktu lalu


Meski aksi kelompok ini mengatasnamakan agama Islam namun tidak semua muslim di indonesia setuju dengan aksi kelompok seperti ini.


Sejumlah orang yang tidak setuju dan hanya menyuarakannya lewat lewat situs jejaring sosial mulai bersepakat untuk unjuk diri menolak aksi kekerasan berlatar agama.


“Saya ngga pernah bicara karena siapalah saya tapi lama kelamaan kok semakin ke sini tidak ada tindakan dari aparat ya udah karena gemes kita beranikan dirilah bilang ngga setuju dan buak gerakan anti kekerasan atas nama agama,” kata Tunggal Pawastri salah satu inisiator gerakan Indonesia Damai Tanpa FPI.


“Mereka yang ikut muak juga dibilang silent majority terus, saya juga termasuk yang tidak bisa diam terus dan harus turun.”


Gerakan yang diusung Tunggal beserta sejumlah rekannya berhasil mengumpulkan sekitar seratus orang dan melakukan aksi unjuk rasa di jalan pada pertengahan Februari lalu.


Aksi Tunggal dan kawan-kawannya tidak berhenti sampai di sana, mereka menggagas dukungan lewat petisi online untuk mensomasi polisi agar berani menindak pelaku kekerasan atas nama agama.


Aksi ini mendapat dukungan dari 2500 orang lebih yang berasal dari berbagai latar belakang.


“Kalau kita amati yang mendukung ada dari kalangan artis, politisi, akademisi dan bahkan beberapa dari kalangan pegawai negeri.”


“Kita juga berdiskusi dengan LBH Jakarta, PBHI dan Elsam untuk mengambil tindakan hukum yang kongkret terhadap hal ini. Dan yang menurut yang paling realistis adalah mengambil gugatan citizen lawsuit.”


Meski banyak bergerak lewat situs jejaring sosial, usaha kampanye Tunggal menentang aksi kekerasan berlatar agama bukannya tidak mendapat perlawanan kelompok garis keras.


Kelompok ini ternyata juga memberikan perlawanan dari kampanye kalangan pluralis melalui jalur media di dunia maya ini.


“Mereka (kelompok intoleran) juga melakukan hal ini dan secara teknis mereka kadang lebih canggih dari kelompok pro pluralisme, mereka kampanye secara provokatif dan menyebarkan fitnah,” kata Peneliti Senior Wahid Institut, Ahmad Suady.


Di Kalimantan Tengah penolakan terhadap kelompok FPI yang dinilai kerap melakukan tindakan kekerasan dalam penyampaian pesannya terjadi secara meluas.


Pejabat daerah dan sejumlah organisasi lintas agama pada pertengahan Februari lalu memutuskan menolak kedatangan sejumlah petinggi FPI yang akan mendirikan cabang organisasi mereka di Kalimantan Tengah.


Keputusan ini diambil setelah sejumlah ormas besar dari kelompok agama Islam, Kristen dan perwakilan etnis Dayak melakukan pembicaraan yang menghasilkan kesepakatan bersama menolak FPI.


“Jangan ada pengertian orang luar bahwa penolakan ini merupakan penolakan terhadap agama Islam, kita sepakat bersama-sama menolak organisasi yang bertentangan dengan budaya betang di tempat kami yang kami lihat mirip dengan Pancasila,” kata Yansen Binti.


Menurut Yansen kehadiran FPI dikhawatirkan akan merusak budaya Betang di daerah itu yang menjunjung penghormatan terhadap semua kelompok dengan latar budaya, etnis dan agama yang berbeda.


“Begitu kita mendengar ada FPI akan masuk ke Kalimantan Tengah dengan dilandasi atas track record yang pernah kita lihat dengan senantiasa kegiatan menebar kekerasan berlandas agama, maka ini mendapat penolakan luas di Kalimantan tengah baik dari agama Islam maupun Kristen.”


Tokoh Dayak lainnya, Sabran Achmad juga menilai kebijakan organisasi itu tidak cocok dengan kehidupan sosial masyarakat di Kalimantan Tengah.


“Penolakan itu karena Kalimantan Tengah sudah cukup aman jadi tidak perlu ada organisasi lagi masuk ke Kalimantan Tengah dan kita melihat organisasi itu kurang cocok di masyarakat Kalimantan Tengah karena sering menimbulkan berita-berita (kasus kekerasan) di luar,” kata Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah Sabran Achmad.


Aksi di Kalimantan Tengah dan Jakarta menunjukan penolakan terhadap ormas yang berlandas kekerasan seperti FPI bukannya tidak ada di kalangan masyarakat sipil namun memang bersifat sporadis.


Peran Ormas Besar


Jika ada peran warga menolak kehadiran ormas Islam yang kerap melakukan kekerasan dan intoleran bagaimana dengan peran ormas besar seperti NU dan Muhamadiyah.


Apakah selama ini mereka berdiam diri melihat aksi kekerasan oleh kelompok Islam yang intoleran dan melakukan kekerasan.


Salah satu Ketua PP Muhamadiyah Fattah Wibisono membantah organisasinya tidak melakukan sesuatu untuk meredam organisasi islam yang kerap melakukan kekerasan dan berlaku intoleran.


“Kami selalu melakukan diskusi-diskusi tentang bagaimana seharusnya mengambail langkah untuk kebaikan umat dan Muhamadiyah melakukan itu dengan kelompok manapun,” kata Fattah.


“Saya secara individual sering berhubungan dengan FPI dan bahkan sebetulnya ada hal yang menarik pada FPI, mereka sedang membangun pola akademik karena selama ini dikenal sering melakukan itu (kekerasan) mereka tengah membangun langkah akademik dan menghindari kekerasan.”


Muhamadiyah kata Fattah juga memberikan pemahaman kepada anggotanya dan mereka yang belajar pada seluruh lembaga pendidikan yang dikelolanya untuk tidak mengedepankan kekerasan dalam menghadapi perbedaan.


Serupa dengan Muhamadiyah, Nahdatul Ulama membantah jika mereka bersikap diam terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh FPI atau organisasi keagamaan lainnya.


“Kita tidak pernah diam, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah itu (faham kekerasan) kita akan lakukan misalnya memberikan penjelasan lebih masif kepada warga kita tentang peneguhan kembali prinsip NU yaitu tasamuh itu toleran, tawasuf itu moderat dan menghargai kebhinekaan,” kata Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi .


Masdar mengatakan warga NU kerap membantu menjaga kegiatan kelompok minoritas yang kerap mendapat ancaman kekerasan dari kelompok intoleran.


“Ketika ada upacara keagamaan yang diganggu oleh kelompok intoleran, Banser kita ikut berada di sana. Kita hanya menjaga dan tentu tidak bisa melakukan tindakan represif kepada mereka.”


Namun menurut Masdar langkah kekuatan masyarakat sipil saja untuk melawan kelompok intoleran ini tidak cukup. Karena tindakan represif dan langkah hukum kepada mereka hanya boleh dilakukan oleh aparat negara.


Senada dengan Masdar, Peneliti Senior di Wahid Institut, Ahmad Suaedy mengatakan meski ormas besar Islam telah melakukan sesuatu terhadao kelompok intoleran seperti FPI namun yang paling menentukan adalah bagaimana kebijakan pemerintah terhadap ormas yang berperilaku seperti ini.


“Saya kira satu-satunnya cara dalam mengatasi hal ini (aksi kekerasan ormas intoleran) adalah komitmen pemimpin negara karena kepolisian ada di bawah dia,” kata Suaedy.


Harapan untuk mendesak pemerintah berlaku tegas terhadap ormas intoleran yang kerap melakukan kekerasan sejauh ini belum mendapat respon yang menggembirakan.


Pertengahan Februari lalu ketika masyarakat ramai menolak kehadiran FPI termasuk di Kalimantan Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak meresponya dengan semangat yang sama.


Dia saat itu hanya meminta FPI untuk introspeksi terhaap kebijakan lapangan yang mereka tempuh.


“”Sejumlah organisasi massa pasti mengerti, membuat tidak nyaman bagi sebagian kalangan. Tentu harus bertanya kenapa? Yang lain boleh tapi saudara-saudara kita yang ada di FPI tidak boleh,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28848/04/06/2013/islam-dan-kerajaan-mali-abad-ke-13-dan-14-(bag-1).html


Harapan masyarakat pada pluralis dan Nahdlatul Ulama

Tuesday, April 16, 2013

Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah - Metro TV

Metrotvnews.com, Tapanuli Tengah: Salah satu lokasi wisata sejarah terkenal di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, adalah di Kecamatan Barus, yang menjadi pintu masuk ajaran agama Islam dan Kristen di Indonesia. Selain wisata sejarah, di Tapanuli Tengah juga terdapat potensi wisata bahari.



Setelah menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Medan, Anda akan tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kabupaten dengan garis pantai sepanjang 200 kilometer ini memiliki puluhan pantai dan pulau yang terhampar indah. Antara lain ada Pantai Binasih, Pantai Kahona, Pulau Mursala dan Pulau Putri.



Pulau Mursala bisa menjadi tujuan pertama Anda. Dengan menaiki kapal berkapasitas 10 penumpang dan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam, Anda bisa tiba di Pulau Mursala yang eksotik. Anda juga bisa ke Pulau Mursala dengan menaiki perahu-perahu kayu. Namun waktu tempuhnya dua kali lipat dari waktu tempuh perjalanan dengan kapal.



Di Pulau Mursala, Anda akan menyaksikan air terjun setinggi 35 meter. Dari puncak pulau, air terjun tersebut langsung jatuh ke Samudera Hindia. Keindahan dan keunikan alam tersebut menjadi kebanggaan Tapanuli Tengah. Bahkan sejumlah orang percaya, percampuran air tawar dan air laut memiliki khasiat khusus.



Dari Pulau Mursala, Anda yang hobi menyelam bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Putri. Di pulau tersebut ada satu titik penyelaman yang sering dikunjungi wisatawan. Selain pemandangan bawah laut yang indah dengan beragam jenis terumbu karang, berbagai biota laut alami juga dapat Anda temukan di Pulau Putri.



Tak usah khawatir bagi Anda yang tak bisa menyelam di laut dalam. Dengan berenang di sekitar pantai, Anda sudah bisa bertemu dengan beberapa ikan karang yang lucu, seperti buterfly fish, dan clown fish. Hanya sayangnya, potensi wisata bawah laut yang indah ini belum dikelola secara maksimal. Pasalnya di Pulau Putri belum ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.



Kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Kahona. Di pantai tersebut Anda akan mendapat kejutan luar biasa dari kemunculan segerombolan ikan lumba-lumba. Ikan yang terkenal akan kecerdasannya ini akan menari-nari tak jauh dari kapal yang Anda tumpangi.



Selain memiliki potensi wisata bahari, Tapanuli Tengah juga menyimpan situs sejarah berusia ratusan tahun. Tepatnya di Kecamatan Barus. Di daerah yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia di abad ke 10 itu, terdapat beberapa jejak syiar Islam. Salah satunya adalah terdapatnya makam Mahligai. Dalam komplek pemakaman ini ada sekitar 215 makam ulama yang pertama kali membawa agama Islam ke Pulau Sumatra.



Selain itu, ada pula situs sejarah yang cukup unik, yaitu makam papan tinggi yang terletak di puncak bukit. Makam dengan panjang tujuh meter ini dipercaya sebagai pusara ulama Syech Mahmud Fil Hadratul Maut, tokoh ulama yang hidup pada tahun 34 Hijriyah sampai 44 Hijriyah, atau pada masa khalifah Umar bin Khattab. Makan ini sering dikunjungi peziarah dari dalam dan luar negeri.



Perjalanan ke lokasi wisata tersebut bisa Anda tempuh hanya dalam waktu dua hari. Namun, dua hari menjadi tak cukup bagi Anda untuk mengunjungi setiap jengkal seluruh potensi wisata di Tapanuli Tegah, negeri yang memiliki sejuta pesona.



Editor: Rizky



Share:






 


cbn



Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/15/1/146902/Mahfud-MD-Siap-Nyapres


Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah - Metro TV

Thursday, April 4, 2013

Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah

Metrotvnews.com, Tapanuli Tengah: Salah satu lokasi wisata sejarah terkenal di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, adalah di Kecamatan Barus, yang menjadi pintu masuk ajaran agama Islam dan Kristen di Indonesia. Selain wisata sejarah, di Tapanuli Tengah juga terdapat potensi wisata bahari.

Setelah menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Medan, Anda akan tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kabupaten dengan garis pantai sepanjang 200 kilometer ini memiliki puluhan pantai dan pulau yang terhampar indah. Antara lain ada Pantai Binasih, Pantai Kahona, Pulau Mursala dan Pulau Putri.

Pulau Mursala bisa menjadi tujuan pertama Anda. Dengan menaiki kapal berkapasitas 10 penumpang dan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam, Anda bisa tiba di Pulau Mursala yang eksotik. Anda juga bisa ke Pulau Mursala dengan menaiki perahu-perahu kayu. Namun waktu tempuhnya dua kali lipat dari waktu tempuh perjalanan dengan kapal.

Di Pulau Mursala, Anda akan menyaksikan air terjun setinggi 35 meter. Dari puncak pulau, air terjun tersebut langsung jatuh ke Samudera Hindia. Keindahan dan keunikan alam tersebut menjadi kebanggaan Tapanuli Tengah. Bahkan sejumlah orang percaya, percampuran air tawar dan air laut memiliki khasiat khusus.

Dari Pulau Mursala, Anda yang hobi menyelam bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Putri. Di pulau tersebut ada satu titik penyelaman yang sering dikunjungi wisatawan. Selain pemandangan bawah laut yang indah dengan beragam jenis terumbu karang, berbagai biota laut alami juga dapat Anda temukan di Pulau Putri.

Tak usah khawatir bagi Anda yang tak bisa menyelam di laut dalam. Dengan berenang di sekitar pantai, Anda sudah bisa bertemu dengan beberapa ikan karang yang lucu, seperti buterfly fish, dan clown fish. Hanya sayangnya, potensi wisata bawah laut yang indah ini belum dikelola secara maksimal. Pasalnya di Pulau Putri belum ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.

Kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Kahona. Di pantai tersebut Anda akan mendapat kejutan luar biasa dari kemunculan segerombolan ikan lumba-lumba. Ikan yang terkenal akan kecerdasannya ini akan menari-nari tak jauh dari kapal yang Anda tumpangi.

Selain memiliki potensi wisata bahari, Tapanuli Tengah juga menyimpan situs sejarah berusia ratusan tahun. Tepatnya di Kecamatan Barus. Di daerah yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia di abad ke 10 itu, terdapat beberapa jejak syiar Islam. Salah satunya adalah terdapatnya makam Mahligai. Dalam komplek pemakaman ini ada sekitar 215 makam ulama yang pertama kali membawa agama Islam ke Pulau Sumatra.

Selain itu, ada pula situs sejarah yang cukup unik, yaitu makam papan tinggi yang terletak di puncak bukit. Makam dengan panjang tujuh meter ini dipercaya sebagai pusara ulama Syech Mahmud Fil Hadratul Maut, tokoh ulama yang hidup pada tahun 34 Hijriyah sampai 44 Hijriyah, atau pada masa khalifah Umar bin Khattab. Makan ini sering dikunjungi peziarah dari dalam dan luar negeri.

Perjalanan ke lokasi wisata tersebut bisa Anda tempuh hanya dalam waktu dua hari. Namun, dua hari menjadi tak cukup bagi Anda untuk mengunjungi setiap jengkal seluruh potensi wisata di Tapanuli Tegah, negeri yang memiliki sejuta pesona.

Editor: Rizky

Share:

 

cbn

Article source: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/5466/ada-pungutan-di-sma-6.html


Sejuta Pesona Wisata di Tapanuli Tengah

Sunday, January 13, 2013

Hunian Eksotik Hadir di Tengah Kegalauan Individualistik

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNNEWS.COM – Kediaman Ambar Polah Tjahyono sangat mudah ditemui diantara rumah permukiman penduduk. Bangunan khas Joglo lengkap dengan arsitektur tradisional Jawa menjadi ciri khas yang membedakan dengan hunian lainnya. Rumah yang masih masuk dalam kompleks perumahan Wiromulyo itu memang begitu eksotik.

Memang lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu alasan bagi seseorang untuk memilih letak rumah hunian. Berada di tengah-tengah permukiman penduduk sebagai tempat tinggal bagi seluruh keluarga mungkin akan jarang dijumpai untuk saat ini. Terutama karena seringnya anggapan jika perkampungan terkesan berdesak-desakan, sempit, dan juga kotor.

Tapi tunggu dulu. Semua bergantung dengan komunitas yang ada dalam ruang lingkup lingkungan tersebut. Boleh jadi, di tengah-tengah kegalauan zaman yang mengakibatkan pola pikir individualistik seperti sekarang ini, kampung kembali memberi ruang bagi orang-orang yang rindu dengan kebersamaan, sosialisasi, dan juga saling berbagi dan merasakan sebagaimana hubungan manusia satu dengan yang lain.

Ambar Polah adalah salah satu dari sekian orang yang memilih hidup yang tidak jauh berbeda dengan di masyarakat perkampungan. “Karena dengan begitu saya dan keluarga justru bisa saling berkomunikasi dengan baik dengan lingkungan. Prinsipnya saya itu bisa tersenyum dan bertegur sapa dengan tetangga kanan kiri,” terang Ambar kepada Tribun Jogja, beberapa waktu lalu.

Tak heran kalau rumah Ketua Asmindo Pusat ini, benar-benar difungsikan secara maksimal untuk kepentingan kegiatan-kegiatan sosial di lingkungannya. “Pokoknya rumah ini terbuka bagi siapa saja, untuk arisan boleh, numppang tidur boleh, main musik juga oke, he-he-he,” kelakar Ambar.

Memasuki rumah yang didominasi warna matang kayu ini akan mulai tampak unik. Seluruh dinding bagian depan rumah memakai gebyok ukiran yang didatangkan langsung dari Kudus, Jawa Tengah. Gebyok tersebut asli dari rumah penduduk yang berdiri kira-kira pada abad 13 ketika Islam mulai masuk. Detail ukiran tersebut sungguh menarik mengingat pada tiap bagian dikerjakan sangat rapi, teliti, dan kecil-kecil, sehingga membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi.

Berjalan melewati ruang dalam, kita lalu masuk ke ruang santai. Ruangan ini lebih familiar untuk menerima tamu-tamu dan juga untuk bersantai. Jalan yang menghubungkan dari ruang tamu depan dengan ruangan ini dibuat lantai berundak. Di ruang ini pula kita akan banyak menyaksikan barang-barang kuno yang menjadi koleksi Ambar. Mulai dari patung gajah Majapahit zaman Puteri Bali, Kelaparan, dan Kejayaan.

Di dinding terdapat topeng penthul gebyar dan wayang dari berbagai versi. Studio musik juga berada di ruang ini.

Rumah yang dibangun pada tahun 1999 ini terdiri dari dua kavling rumah yang digabung menjadi satu. Sisi ruang untuk publik lebih banyak memakan tempat jika dibandingkan dengan ruang keluarga. Bahkan sekalipun terdapat ruang pribadi, semua kamar didesain secara terbuka. Selain taman sebagai penyegar udara, juga berfungsi memisahkan ruang pribadi dengan ruang untuk publik tersebut. Tetap dalam konsep menyatu, seperti ruang makan, kerja, keluarga, dan kamar mandi dibuat saling berhubungan.

“Ya, bagi saya rumah adalah tempat untuk bisa saling bersosialisasi dengan tetangga kanan kiri, sehingga saya dan keluarga tidak merasa menjadi manusia aneh yang harus hidup individu seperti sekarang ini,” pesannya.

Bahkan untuk urusan desain, Ambar mengaku melakukannya sendiri, sehingga beberapa bagian dalam rumah yang terdiri dari 2 lantai ini memang terdapat bagian-bagian yang menunjukkan bangunan tambahan. Ambar mengaku, dengan konsep yang dikerjakannya sendiri akan benar-benar dapat disebut sebagai rumah rakyat untuk semua kalangan.

Article source: http://internasional.kompas.com/read/2012/09/27/18151274/Penasihat.Media.Presiden.Iran.Masuk.Bui


Hunian Eksotik Hadir di Tengah Kegalauan Individualistik

Monday, December 17, 2012

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

DI BAWAH jepretan kamera para jurnalis, Khalid Misy’al menyungkurkan dahinya ke tanah. Ia bersujud syukur karena setelah sekian tahun lamanya, Ketua Biro Politik HAMAS itu dapat kembali lagi ke tanah Gaza untuk menghadiri peringatan Ulang Tahun Harakah Al-Muqawah Al-Ismaliyyah (Gerakan Perlawan Islam) atau disingkat HAMAS yang ke-25. Walaupun jatuh pada 14 Desember, selebrasinya sudah dilangsungkan pada 8 Desember 2012 lalu.
Selebrasi ini seolah melengkapi momen-momen bersejarah dalam perjalanan HAMAS. Awal bulan ini, Israel terpaksa mengajukan genjatan senjata setelah 8 hari pertempuran antara negara Yahudi itu dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, utamanya HAMAS. Memungkas kemenangan, lewat Misy’al, pada 22 November 2012, HAMAS berterimakasih pada Mesir dan Iran.
Ucapan terima kasih ini seolah menguak kebenaran dari desas-desus yang selama ini berkembang, yaitu apakah Iran bermain dalam konflik ini, atau sederhananya apakah Iran mendukung perlawanan HAMAS?
Ketika HAMAS meluncurkan roket Fajr 5 yang memporakporandakan Iron Dome-nya Israel, sebagian kalangan mengklaim roket itu adalah buatan Iran, walaupun hampir mustahil sebuah senjata semisal roket dapat diselundupkan ke Gaza yang dikepung oleh garis yang dikuasai otoritas Israel.
Belakangan muncul kabar bahwa Iran menghentikan bantuan finansialnya ke Hamas dengan jumlah mencapai USD300 juta  atau sekira Rp2,8 triliun (Rp9.624 per USD). Hal ini menunjukan bahwa bantuan itu memang ada. Menurut seorang pejabat HAMAS, Usama Hamdan, penyebab berkurangnya jumlah bantuan itu adalah lantaran HAMAS tidak mengikuti kebijakan Iran yang mendukung rezim Suriah Bashar Asaad.
Sebelumnya, pada Selasa, (20/11/12) ketika konflik 8 hari Israel-Gaza masih berlangsung, Misy’al dalam konferensi persnya di Kairo mengatakan bahwa HAMAS berterimakasih kepada Iran atas bantuan dana dan persenjataannya. Ini bukti bahwa hubungan ini bukan hubungan baru, melainkan sudah terjalin sejak lama. Namun, untuk apa Iran membantu HAMAS? Hal ini membawa kita untuk menelusuri garis kebijakan politik luar negeri Iran sejak revolusi, terutama soal Timur Tengah dan Palestina.
Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah
Setelah revolusi Iran 1979 yang menumbangkan Shah Pahlevi yang pro-Barat, politik luar negeri Iran berubah haluan. Imam Khomeini menggariskan kebijakan tersebut dengan ungkapan, “Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah”, artinya Tidak Barat dan juga Tidak Timur.
Maksudnya, Republik Islam Iran mesti menjadi blok ideologis tersendiri. Tentu saja term ideologi ini harus kita pahami dalam konteks Islam-Syiah yang menjadi sekte resmi di negara.
Politik tersebut juga berarti tuntutan bagi Iran untuk menjadi kuasa hegemonik di kawasan Timur Tengah. Karenanya, Iran terus menerus berusaha meraih hati umat Islam sedunia dan bangsa Arab dengan menggunakan semangat anti-Israel. Ini bisa dilihat retorika-retorika Ahmadinejad yang seringkali berapi-api dan froaaaaantal terhadap Israel. Pada 27 Mei 2008, kepada Khalid Misy’al yang mewakili delegasi HAMAS dalam kunjungan ke Teheran, Ahmadinejad mengatakan, “bangsa Iran dan pemerintahnya akan terus mendukung bangsa Palestina.”
Hal ini melengkapi retorika pemimpin-pemimpin Iran yang lain, di antaranya sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, Khamanei mengatakan pada Misy’al, “Hari ini menjadi jelas bahwa rezim Zionis berada pada titik terendah dan tidak dapat menahan kesabaran bangsa Palestina.”
Melengkapi hal itu, pada 1 Oktober 2008, dalam khutbah Idul Fithri ia menyebut Ismail Haniyah sebagai mujahid lalu mengatakan, “bangsa Iran tidak akan membiarkan Anda sendirian.”
Seolah berbalas pantun, Haniyah pada 2 Desember 2008 mengucapkan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada “Hari Jerusalem International”. Sumber di kantor Ismail Haniyah, telah menegaskan kepada Al-Sharq al-Awsat bahwa ia telah mengirim pesan kepada pemimpin tertinggi revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamene’i, dan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menandai Hari Internasional Jerusalem, berdoa kepada Tuhan untuk melindungi mereka, dan menyuarakan harapan untuk berdoa bersama di Yerusalem.
Dukungan moral ini diikuti oleh dukungan materiil. Sepanjang tahun 2008 dilaporkan Iran memasok 120 mm mortir kepada HAMAS, di samping juga menyelundupkan roket dan senjata-senjata lainnya.
Jadi sekilas Iran menjadi “mendua”. Setelah ia menjadikan milisi Syiah itu sebagai “perwakilan resmi” di front perlawanan dengan Israel, sekarang Iran ingin masuk lebih jauh dengan menempatkan sahamnya di dalam batas wilayah Palestina, Gaza, di tengah-tengah pejuang yang lebih berhadapan langsung dengan Israel, faksi-faksi yang merupakan insider.
Namun patut didicatat bahwa laporan-laporan ini sebagiannya berasal dari laporan lembaga intelejen Zionis-Israel, yang entah fakta ataukah dugaan yang disengaja, mencerminkan ketakutan Israel akan aliansi Iran-Fatah, atau bisa juga sebagai upaya Israel untuk menempatkan HAMAS dan Iran pada satu blok musuh untuk menggiring publik dunia, khususnya Amerika, akan bahaya HAMAS. Sebagaimana dimaklumi, Israel giat melakukan monsterisasi Iran. Dan jika HAMAS ditempatkan sepihak dengan Iran, akan lebih mudah melakukan monsterisasi HAMAS, sebagaimana AS melakukan monsterisasi terhadap kelompok Islam yang lain dengan dalih “terkait jaringan al-Qaidah”.
Walaupun pernyataan-pernyataan HAMAS sebagaimana dipaparkan di awal mencerminkan adanya hubungan dengan Iran, di samping juga adanya laporan bahwa Iran juga memberi bantuan dana lewat Damaskus, hal ini tidak membuat gerakan perlawanan itu menjadi kepanjangan tangan Iran. HAMAS sendiri menegaskan bahwa ia independen dari Iran. Pada 3 Desember 2008, deputi Biro Politik HAMAS Abu Marzuq membuat klarifikasi, “Kami telah menjelaskan sikap kami ke Mesir yakni bahwa tidak ada campur tangan Iran dalam urusan Palestina. Hamas adalah gerakan yang paling independen dalam pengambilan keputusan.”
Palestina, Kartu Penting Bagi Iran
Mengapa Iran penting untuk membantu HAMAS? Setidaknya mengumbar retorika yang bernada dukungan terhadap HAMAS dan Palestina? Mengapa Iran tidak cukup puas dengan dukungannya terhadap Hizbullah atau Jihad Islam yang jelas-jelas milisi Syiah?  Ada beberapa indikasi yang dapat kit abaca bersama sebagai tujuan Iran di balik langkah-langkahnya ini;
Pertama, dengan memberi bantuan pada HAMAS, Iran ingin membeli hati rakyat Palestina yang sedang melawan. Kebetulan negara-negara Arab lain tidaklah memberi bantuan yang besar pada Palestina, di samping pemerintah-pemerintah Arab pada umumnya tidak bisa lepas dari kebijakan AS, berbeda dengan Iran yang, karena kebijakan politik dan terutama energi, dapat mandiri dari kepentingan Barat. Untuk apa Iran membeli hati Palestina? Hal ini terkait dengan tujuan kedua.
Kedua, kartu palestina dapat digunakan oleh Iran untuk menguatkan hegemoni di kawasan. Iran sangat menyadari bahwa konflik Arab-Israel menjadi sentra permasalahan Timur Tengah, maka siapapun yang mengendalikan jalannya konflik ini akan menjadi “penguasa kawasan”. Dalam hal ini, rivalitas Iran dengan blok AS-Israel memang betul-betul ada.
Tidak ada keterangan jelas apa motif di balik ambisi Iran mengintervensi Palestina. Apakah ia murni dorongan pembelaan terhadap Muslim dan Arab? Ataukah berdasar pada motif ideologis Syiah? Yang jelas, pertumbuhan pengaruh Iran seiring dengan penyebaran pengaruh Syiah pula. Ini dapat dilihat di Iraq dan Bahrain. Sebaliknya pula, adanya basis Syiah di berbagai negara turut membantu menopang perluasan pengaruh Iran (hal terakhir ini dapat kita lihat realitasnya di Indonesia). Jadi, dengan kaitan yang unik, politik luar negeri Iran selalu seiring sejalan dengan perluasan pengaruh Syiah.
Hanya saja, slogan-slogan ke-syiahan terlihat sedapat mungkin tidak dibunyikan dalam kancah politik luar negeri Iran. Ahmadinejad selalu ingin mewakili pikiran Arab tentang Palestina tanpa mengaitkan dengan Syiah. Dengan demikian umat Islam akan selalu berpikir bahwa Iran tidak berjuang untuk ke-syiahannya. Apalagi, jelas HAMAS bukan organisasi militan Syiah seperti Hizbullah, melainkan berafilisasi ke al Ikhwan al Muslimun yang Sunni. Mayoritas warga Palestina pun adalah penganut Sunni.
Penting dicatat bahwa di sini Iran tidak terlalu memberi perhatian kepada Jihad Islam yang Syiah, atau tidak mengekspos dukungannya pada faksi tersebut. Padahal milisi tersebut juga adalah insider sebagaimana HAMAS, tidak seperti Hizbullah yang outsider (di Libanon). Jadi, ada semacam pembangunan opini bahwa Iran membela umat Islam secara keseluruhan dan tidak ada kait mengkait dengan Syiah dan penyebarannya.
Konflik Suriah: Akhir Hubungan dengan Iran?
Iran nampaknya secara sungguh-sungguh dan secara konsisten membangun opini dan citra itu dengan beberapa harapan, setidaknya hasil yang menguntungkan bagi Iran.
Pertama, media-media internasional secara besar-besaran mengopinikan Iran sebagai negara paling anti-Israel dan anti-Amerika. Kedua, Iran diposisikan sebagai leader bagi umat Islam dan bangsa Arab di tengah-tengah diamnya negara-negara Arab terhadap AS, dengan mengesankan pengabaiannya terhadap aspek sektarian: Iran adalah pembela Muslim, tidak peduli Sunni ataupun Iran.
Namun, secara tak terduga, sejarah memperlihatkan kita kandasnya upaya ini ketika meletus konflik Suriah. Pada revolusi-revolusi sebelum Suriah yang lebih kental tuntutan demokratisasinya dibandingkan Islamnya.Terhadap revolusi Suriah yang telah berlangsung hampir 2 tahun dan telah mengorbankan ribuan syuhada dalam perlawanannya terhadap diktator lalim, Iran dan Hizbullah justru lebih kentara membela rezim.
Mengetahui bahwa yang terjadi di Suriah adalah bangkitnya perlawanan kaum Sunni melawan rezim bersekte sesat Syiah Nushairiyah, Iran dan Hizbullah membela habis-habisan rezim Asaad yang katanya aliansi penting untuk melawan Israel, tidak peduli pada fakta bahwa diktator itu telah membantai rakyatnya sendiri dan telah lama mengebiri pelaksanaan Islam yang benar.
Ahmadinejad dan Hasan Nasrallah,  memperlihatkan keberpihakan tersebut dalam wawancara-wawancara mereka di media elektronik (lihat di http://hidayatullah.com/read/25361/11/10/2012/the-innocence-of-shiah.html ). Ini menunjukkan bahwa blok Syiah itu adalah nyata.
Bagaimanapun,  kedok Iran mulai terkuak. Kebijakan hegemonik yang seiring dengan sentimen sektarian, yang jelas-jelas nampak pada pembelaan Iran kepada rezim Suriah, akan menodai pembelaan Iran atas umat Islam. Inilah yang dapat kita pahami dari pernyataan Usama Hamdan, “Perbedaan sikap mengenai konflik Suriah membuat Iran menghentikan sejumlah bantuannya ke pemerintahan Hamas di Gaza pimpinan Ismail Haniyah.” Walaupun kemudian Usama menambahkan, “sampai saat ini kami masih menjalin hubungan baik dengan Iran,” dapat diprediksi intervensi Iran pada Palestina perlahan akan berkurang. Apalagi, jika di Suriah umat Islam berhasil menumbangkan Asaad dan mendirikan negara Islam berbasis Sunni, tentu hentakan besar bagi Iran akan mengubah peta kekuatan di Palestina.
Bagaimana dengan HAMAS?
Bagi HAMAS, tentu posisinya tidak mudah. Berjuang di dalam sebuah penjara besar bernama Gaza, tidak akan berkutik tanpa bantuan yang berarti dari negara-negara di sekelilingnya. Dalam kunjungan delegasi Indonesia ke Gaza, pimpinan HAMAS Ismail Haniya mengatakan bahwa bantuan yang paling dibutuhkan rakyat Gaza adalah senjata. Sayangnya, selama ini negara-negara Arab masih malu-malu untuk membantu. Gejala inilah yang rupanya mainkan dan dimanfaatkan Iran.
Namun, kabar terbaru memperlihatkan perubahan di kalangan pemerintahan-pemerintahan Arab. Dalam sebuah konferensi pers bulan November di Universitas Kairo, Mesir, beberapa hari sebelum gencatan senjata, Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al  mengatakan, “Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami.” [baca juga: “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Quran Mengabarkan Itu]
Beberapa hari yang lalu Liga Arab juga telah sepakat untuk memberi bantuan ratusan juta dolar kepada Palestina setelah diakuinya Palestina oleh PBB sebagai negara pengamat non-anggota.
Apakah ini secercah harapan agar Palestina bisa lepas dari intervensi Iran, ataukah hanya hiburan sesaat sebagaimana selama ini berlangsung? Kita lihat saja.*
Penulis pemerhari masalah sosial keagamaaan
Red: Cholis Akbar
Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=54310

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

Sunday, June 16, 2013

Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Jelang pemilu 2014 mendatang,  partai peserta pemilu terus berupaya menambah perolehan suara.


Salah satu cara dilakukan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali yang kembali mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam dan organisasi keagamaan Islam lain untuk kembali ke rumah besar-PPP.


Hal itu disampaikan Suryadharma dalam kunjungan politiknya ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Ahad (16/6).


“Ayo bersama tokoh dan Ulama serta simpatisan NU, Muhammadiyah dan Persis yang dulu pernah ikut membesarkan PPP dan keluar menjadi pengurus partai lain, kembali ke rumah besar (kabah) PPP,” ujar Suryadharma di hadapan para Tuan Guru (Ulama) di Lombok Tengah di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Kecamatan Praya Barat, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah NTB.


Suryadharma mengatakan, setelah momentum reformasi, para tokoh dan Ulama dari NU, Muhammadiyah dan Persis banyak yang keluar dari PPP. Masing-masing mereka mendirikan partai yang juga berasaskan Islam. Namun dengan seiringnya waktu, saat ini partai-partai itu tidak masuk dalam parlemen. Bahkan beberapa kali sudah tidak aktif lagi keikutsertaan mereka dalam pemilu.


Oleh sebab itu, kata dia, disaat partai-partai itu sudah tidak terdaftar lagi sebagai peserta pemilu 2014 mendayang. Sudah saatnya para tokoh dan Ulama NU, Muhammadiyah, Persis dan ormas Islam lainnya, yang dulu sempat keluar dari PPP kembali ke rumah besar.


“Kita ingin umat Islam bersatu lagi dalam satu naungan seperti jaman dahulu, walaupun ada perbedaan pemahaman tetapi tetap satu dalam kiprah politik,” katanya menjelaskan.


Keinginan ini disambut Pemilik Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Tuan Guru Ma’arif Makmun. Tuan Guru Ma’arif mengakui dirinya merupakan salah satu pengembang PPP di Lombok Tengah pada masa Orde Baru lalu.


Akan tetapi, sejak masuknya era reformasi, ia memutuskan keluar dari PPP dan bergabung mengembangkan PKNU di Lombok Tengah.


Dengan tidak berkiprah lagi PKNU di pemilu 2014, Tuan Guru Ma’arif mengakui rindu kembali membesarkan PPP seperti rumah besar umat Islam seperti dahulu. Walaupun ia menyadari, saat ini PPP semakin jauh pendukungnya dari partai lain sejamannya.


“Karena itulah penting bagi saya untuk mengajak tokoh dan ulama kembali membesarkan rumah yang dulu pernah menjadi tempat naungan politik umat Islam,” katanya.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

Saturday, March 30, 2013

NU: Santet Nyata, Mengakuinya tak Musyrik

JAKARTA – Pencak Silat Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, merespon pembahasan masuknya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP yang saat ini tengah dibahas oleh DPR RI. Ditegaskan santet ada dan dikenal di agama Islam, serta mengakui keberadaannya bukan sebuah tindakan musyrik.

Ketua Pimpinan Pusat PS NU Pagar Nusa KH Abdussalam Sokhib mengatakan, sejarah keberadaan santet bahkan sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. “Saat itu Nabi disihir oleh kaum Yahudi, hingga Allah SWT menurunkan ayat  di surat An Nas dan Al Falaq, yang mana ayat itu menjadi obat bagi Rasulullah untuk menghilangkan sihir yang mengenainya,” kata Gus Salam di Jakarta, Rabu (20/3).

Gus Salam menyesalkan adanya pernyataan dari MUI Jawa Tengah yang menyebut mengakui keberadaan santet adalah tindakan musyrik. Karena itu dia mengingatkan agar MUI Jateng berhati-hati jika menyebutkan orang lain musyrik.

“Menyebut orang lain musyrik, kafir, dan lain sebagainya itu perlu kehati-hatian. Mengkafirkan seorang muslim yang sejatinya tidak kafir, bisa jadi kita sendiri yang bisa disebut kafir. Kalau santet, itu ada dan diakui oleh agama, apakah percaya keberadaannya bisa dikatakan kafir?” urai Gus Salam.

Terkait rencana dimasukkannya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP, Gus Salam mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Layaknya ilmu kedokteran,  santet ditegaskannya juga bisa dibuktikan.

“Ini hanya masalah metode keilmuan saja. Santet bisa dipelajari, dan orang yang mempelajarinya bisa dijadikan saksi untuk sebuah kasus yang dibawa ke persidangan,” ujarnya.

Dalam keterangannya Gus Salam juga mengutarakan alasan yang lebih penting dari dukungannya santet masuk ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP. Yaitu tujuan pencegahan agar kejahatan santet tak lagi marak terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

DPR RI saat ini tengah membahas RUU KUHP, yang salah satunya terdapat rencana santet masuk di dalamnya. Meski demikain terdapat pro dan kontra di tengah masyarakat, di mana penolakan muncul salah satunya karena santet dianggap tidak bisa dibuktikan.(fat/jpnn)

Article source: http://index.okezone.com/read/2012/04/03/285/604689/mengkaji-fenomena-nii-secara-kritis


NU: Santet Nyata, Mengakuinya tak Musyrik

Saturday, July 27, 2013

Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

REPUBLIKA.CO.ID, Daya tarik Sydney Opera House yang megah mendadak sirna, tergantikan oleh kesederhanaan Masjid Tempe yang mengobati kerinduan untuk melaksanakan sholat tarawih di tanah air. Berikut ragam cerita pengalaman mengenai aktivitas yang dilakukan oleh komunitas masyarakat islam Indonesia di Sydney, Australia.


                                                                   *******
“Jamaah yang parkir di pom bensin dan Railway station road, mohon memindahkan mobilnya ke tempat yang agak jauh, kita harus menjaga dengan tetangga-tetangga di sekitar kita. Kalau memang ada tempat kosong yang kita gunakan tapi alangkah baiknya kita agak jalan jauh sedikit demi menjaga agar kita semua dapat menyambut berkah kehadiran bulan Ramadhan ini” demikian pengumuman Ustadz Lukman Hakim, President Center of Islamic Dakwah and Education (CIDE) usai shalat Isya pada malam pertama menyongsong bulan Ramadhan 1434 H.


“Kehati-hatian” yang disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim tersebut, bukan hanya karena umat Muslim minoritas di Australia. Sebagai umat mayoritas pun, Islam selalu mengajarkan untuk menghormati tetangga dan orang-orang di sekitar lingkungan kita.


Umat Islam di Australia memang hanya 2,2 persen, ini jauh berbanding terbalik dengan di tanah air yang mayoritas penduduknya Muslim. Dari data wikipedia, 61 persen penduduk Australia adalah Kristen, termasuk diantaranya 25,3 persen adalah Katolik Roma dan 17,1 persen Protestan. Sementara 22,2 persen adalah pemeluk nonagama termasuk mereka yang atheis, humanis dan agnostik. Jumlah 2,2 persen umat Muslim di Australia berarti hanya kurang dari 500 ribu orang, bila dihitung dari populasi seluruh Australia sebesar 22 juta jiwa yang berarti hanya sepersepuluh dari penduduk Indonesia.


Perbedaannya, bila di tanah air hampir di setiap kelurahan atau daerah memiliki masjid atau mushola, tidak demikian halnya dengan di Australia. Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah tarawih harus melakukan perjalanan untuk mencari masjid yang dekat di wilayah mereka. Beberapa kota bahkan tidak memiliki masjid sama sekali. Meskipun untuk kota-kota besar di Australia seperti Sydney, Melbourne, Perth, Adeleaide dan Canberra, mereka memiliki masjid.


Sydney tergolong kota yang banyak masjidnya karena selain banyak penduduk Australia yang berasal dari Timur Tengah seperti Libanon, Irak, Afghanistan, maupun komunitas Turki, Indonesia dan negara-negara yang banyak memiliki penduduk Muslim. Khusus di Sydney, jamaah Indonesia memiliki masjid sendiri. Masjid al Hijrah atau biasa juga dikenal dengan Masjid Tempe merupakan salah satu masjid dimana mayoritas pengurusnya adalah umat Islam dari Indonesia. 


Di Sydney, terdapat kurang lebih 20 masjid yang tersebar di beberapa suburbs (kecamatan). Salah satu masjid terbesar dan tertua ada di suburb Auburn, yakni Masjid Auburn Galipoli. Dengan kubah birunya yang berukuran cukup besar maka masjid Auburn ini mirip dengan masjid berukuran menengah di tanah air.


Selain Auburn, suburb lain yang merupakan pusat komunitas Timur tengah adalah Lakemba. Di Lakemba terdapat mushola yang juga menjadi tempat bagi komunitas Timur Tengah untuk melaksanakan ibadah sholat termasuk sholat tarawih pada bulan Ramadhan. Selain masjid, Lakemba juga banyak menawarkan jajanan khas Timur Tengah yang mengggugah selera, seperti Pide,Baklava asal Turki. Ini mengingatkan pada Masjid Ampel di Surabaya yang juga memiliki ragam wisata kuliner beragam mulai dari sambosa, roti mariam atau cane yang khas.


Kedua masjid tersebut merupakan dua masjid yang relatif besar di Sydney, selain kedua masjid tersebut, ada masjid Surry Hills yang lebih kecil namun terletak cukup strategis di tengah kota. Ada juga beberapa hall yang disewa oleh komunitas muslim yang biasanya pada hari jumat disulap menjadi tempat sholat jumat dan pada bulan Ramadhan, apabila banyak jamaah yang ingin tarawih, mereka patungan untuk bersama-sama menyewa hall tersebut untuk dijadikan tempat shalat tarawih.


Sedangkan Masjid Al Hijrah berada di Eastern Suburb, pinggiran kota Sydney yang terletak dekat dengan Airport Sydney. Hanya berjarak kurang 400 meter dari IKEA, brand furniture asal Swedia yang cukup favorit di Sydney.


Suasana masjid Al Hijrah rata-rata selalu penuh tiap malam. Dengan luas sekitar 10 x 25 meter persegi, maka kurang lebih 200-250 jamaah setiap harinya hadir sholat tarawih di masjid tersebut. Masjid yang tegolong kecil tersebut menjadi oase bagi umat Muslim Indonesia di Australia untuk menyambut bulan penuh berkah, bulan dimana terdapat didalamnya malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Dari segi waktu, puasa Ramadhan di Sydney cukup pendek bila dibandingkan dengan di Indonesia. Waktu subuh mulai pukul 05.28, sedangkan waktu berbuka adzan maghrib masuk sejak pukul 17.03. Artinya, waktu puasa kurang dari 12 jam. Ini karena Australia sedang dalam musim dingin. Berkebalikan dengan musim di Eropa dan Amerika yang sedang musim panas. Meskipun Sydney tergolong kota yang musim dinginnya tidak terlalu dingin dengan suhu 7-17 derajat celcius, namun khususnya wudhu untuk shalat subuh, hawa dingin yang merasuk tubuh cukup mengemertakkan gigi dan membuat badan menggigil. 


Tausiyah yang disampaikan di Masjid al Hijrah biasanya dalam bahasa Indonesia, namun demikian, dalam beberapa kesempatan juga menghadirkan beberapa ustadz yang memberikan tausiyah dalam bahasa Inggris. Meskipun waktu Isya sudah masuk sejak pukul 18.35, shalat Isya dan tarawih di Masjid Tempe dilaksanakan pada pukul 19.30. Ini untuk mengakomodasi jamaah-jamaah yang tinggalnya jauh


Jadi setelah shalat Isya, akan disampaikan kultum selama kurang lebih 7-15 menit, setelah itu shalat tarawih dan witir, baru kemudian dilanjutkan oleh kajian ramadhan setiap harinya yang disampaikan oleh Ustadz Aep Saepulloh Lc Ma. Ustadz Aep malam itu memberikan khutbah dengan tema ‘Mengenal Surga rupanya mendapat sambutan yang cukup antusias oleh jamaah yang hadir. Meskipun waktu telah menunjukkan pukul  22.00, mayoritas jamaah masih menyimak penjelasan mengenai sungai-sungai di surga.


“Jadi ada empat sungai di dunia yang nanti juga ada di Surga yakni Jeihan, Saihan, Furat (Eufrat), dan Nil. ini merupakan nama-nama sungai di surga. Dalam ayat lain, sungai di surga itu akan mengali sungai madu, sungai susu, dan sunga arak. Namun araknya tidak akan memabukkan. Jadi kalau punya anak perempuan kalau bisa diberi nama empat ini, artinya sungai di Surga. Subhanallah” kata Ustadz Aep.


Selain tarawih, pengurus CIDE juga menyambut Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Diantaranya Kultum short course Ramadhan, Family Talk in English, kajian dhuha, kajian Ashar, I’tikaf 10 malam terakhir, dan shalat Idul Fitri di lapangan masjid Tempe. Mereka yang mengikuti Kultum short course Ramadhan akan diberikan kesempatan untuk ‘manggung’ dan menyampaikan kultum pada saat tarawih.


Kiriman:
Mohammad Ridwansyah Saidi Ungsi, WNI di Sidney, Australia


Article source: http://www.rancahpost.com/2013075813/masuk-islam-bella-saphira-pilih-diam-seribu-bahasa/


Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Sunday, June 30, 2013

Jenderal Israel: Islamisasi Timur Tengah Bahayakan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Panglima Badan Intelijen Militer Israel, Aviv Kochavi, menegaskan tiga tantangan terbesar Israel adalah ekonomi, revolusi dunia Arab dan Islamisasi. Kelompok Islam yang naik dalam pucuk pimpinan kekuasaan menjadi bahaya bagi Israel.


Melalui video rekaman konferensi Hertezelia untuk Studi Intelijen, Aviv menambahkan chaos yang terjadi di kawasan Arab saat ini berpihak kepada Israel.


”Itu terutama jika kemenangan beralih kepada kelompok bukan islamis dan akan tetap mendukung kami dari sisi ekonomi,” kata Kochavi seperti ditulis Infopalestina mengutip harian Israel Yediot Aharonot.


Seperti di lansir situs resmi menteri pertahanan Israel, Kochavi mengatakan perubahan di Timur Tengah memberi pengaruh sangat besar dan mendalam. Pengaruhnya memiliki imbas mendasar bagi kondisi keamanan di Israel.


Panglima Badan Intelijen Zionis ini pun menegaskan bertambahnya kelompok Islam secara dramatis dalam mempengaruhi peta koalisi di Timur Tengah.


“Kami dulu membagi kawasan Timur Tengah menjadi poros radikal dan poros moderat,” katanya. ”Namun, dua poros itu kini bersembunyi.”



Article source: http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/40201/ditolak-kedubes-as-massa-forum-rohaniawan-se-jabodetabek-nyaris-bentrok


Jenderal Israel: Islamisasi Timur Tengah Bahayakan Israel

Wednesday, March 20, 2013

NU: Santet Nyata, Mengakuinya Bukan Musyrik


JAKARTA – Pencak Silat Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), merespons pembahasan masuknya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP yang saat ini tengah dibahas oleh DPR RI. Ditegaskan santet ada dan dikenal di Agama Islam, serta mengakui keberadaannya bukan sebuah tindakan musyrik.
 
Ketua Pimpinan Pusat PS NU Pagar Nusa KH Abdussalam Sokhib, mengatakan, sejarah keberadaan santet bahkan sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Gus Salam, demikian Kiai Abdussalam disapa, dalam kesehariannya menegaskan mengakui keberadaan santet bukanlah tindakan musyrik.
 
“Saat itu Nabi disihir oleh kaum Yahudi, hingga Allah SWT menurunkan ayat di surat An Nas dan Al Falaq, yang mana ayat itu menjadi obat bagi Rasulullah untuk menghilangkan sihir yang mengenainya,” kata Gus Salam dalam keterangan tertulis kepada Okezone di Jakarta, Rabu (20/3/2013).
 
Gus Salam menyesalkan adanya pernyataan dari MUI Jawa Tengah yang menyebut mengakui keberadaan santet adalah tindakan musyrik.
 
“Menyebut orang lain musyrik, kafir, dan lain sebagainya itu perlu kehati-hatian. Mengkafirkan seorang muslim yang sejatinya tidak kafir, bisa jadi kita sendiri yang bisa disebut kafir. Kalau santet itu ada dan  diakui oleh agama, apakah percaya keberadaannya bisa dikatakan kafir?” urai Gus Salam.
 
Terkait rencana dimasukkannya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP, Gus Salam mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Layaknya ilmu kedokteran,  santet ditegaskannya juga bisa dibuktikan. “Ini hanya masalah metode keilmuan saja. Santet bisa dipelajari, dan orang yang mempelajarinya bisa dijadikan saksi untuk sebuah kasus yang dibawa ke persidangan,” ujarnya.
 
Dalam keterangannya Gus Salam juga mengutarakan alasan yang lebih penting dari dukungannya santet masuk ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP. Yaitu tujuan pencegahan agar kejahatan santet tak lagi marak terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
 
“Kalau ada ancaman pidananya, diharapkan orang akan berfikir ulang melakukan santet. Tapi saya juga ingin mengingatkan, dibutuhkan kehati-hatian dalam pembahasan masalah ini,” tandas Gus Salam.
 
DPR RI saat ini tengah membahas RUU KUHP, yang salah satunya terdapat rencana santet masuk di dalamnya. Meski demikian terdapat pro dan kontra di tengah masyarakat, di mana penolakan muncul salah satunya karena santet dianggap tidak bisa dibuktikan.

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ful)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/02/17/158771/70-Persen-Pelajar-Lakukan-Seks-Bebas-


NU: Santet Nyata, Mengakuinya Bukan Musyrik

Tuesday, April 2, 2013

Perluas Pasar Ekspor, HIPMI Bidik Timur Tengah

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir harus digunakan sebaik mungkin untuk menggerakkan ekonomi nasional dan memperluas pasar ekspor produk Indonesia. Menyadari hal itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terus bergerak untuk mencari pasar ekspor.

Salah satu daerah yang dituju untuk ekspor HIPMI adalah Timur Tengah. Untuk itu, pada awal Mei mendatang HIPMI akan mengadakan kunjungan bisnis dan perjalanan religi ke Timur Tengah yang diikuti pengurus dari pusat hingga daerah.

“Program ini merupakan perpaduan antara lawatan bisnis dan perjalanan religi ke Timur Tengah yakni ke Amman (Yordania) dan Yerusalem (Israel). Jadi ada misi bisnis dan kebhinekaan yang kita emban,” ujar Ketua panitia Titi Rusdi, di Kantor BPP HIPMI, Gedung Palma One, Jakarta, Senin (1/4).

Titi menjelaskan, Yordania merupakan negara strategis untuk kerjasama bisnis dengan Indonesia. “Dari segi penduduk, Yordania memiliki jumlah penduduk mencapai 100 juta jiwa. Selain itu Yordania melalui Pelabuhan Aquba juga merupakan pintu masuk distribusi ke Suriah, Palestina, Lebanon, Irak, Mesir, dan Arab Saudi. Jadi posisinya sangat strategis,” terang Titi. Apalagi, lanjutnya, kondisi sosial politik Yordania relatif stabil. Pada 2011 lalu, perdagangan Indonesia-Yordania mencapai US$403 juta. Sedangkan hingga Agustus 2012 perdagangan kedua negara sudah mencapai US$364 juta.

Perjalanan dari tanggal 5-13 Mei 2013 ini akan diikuti 100 orang. “Rombongan akan dipimpin langsung Ketum BPP Hipmi Raja Sapta Oktohari. Nanti di Yordania kami akan diterima langsung oleh Raja Abdullah. Jadi ini dalam upaya menjajaki potensi bisnis, investasi dan perdagangan antara Yordania-Indonesia,” ungkap Titi.

Untuk kunjungan ke Israel, menurut Titi, pihaknya hendak mempelajari energi surya dan teknologi pangan. “Semua orang tahu, teknologi pangan Israel merupakan yang terbaik di dunia. Mereka di tanah gersang, tapi bisa hasilkan produk pangan berkualitas. Ini yang harus kita pelajari,” katanya.

Disampaikannya, perjalanan ini juga merupakan perjalanan religi. “HIPMI prihatin dengan kondisi kita saat ini, banyak terjadi gesekan yang berkaitan dengan kepercayaan. Padahal kebhinekaan dan toleransi merupakan nilai negara kita. Karena itu kami ingin tunjukkan, bahwa di HIPMI pengurus yang Islam dan Kristen bisa melakukan perjalanan religi bersama,” paparnya. Bagi yang beragam Kristen akan melakukan perjalanan ke Israel, sedangkan yang muslim akan melakukan ibadah umroh ke Mekah dan Madinah.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Agribisnis dan Kelautan HIPMI Joshepine Tampubolon menyatakan, pihaknya melihat volume ekspor komoditas perkebunan Indonesia ke Yordania bisa ditingkatkan. Pada tahun lalu, ekspor komoditas ke Yordania tumbuh 15 persen. “Tahun ini bisa mencapai 20 persen,” katanya. Beberapa hasil perkebunan yang menjadi komoditas ekspor ke Yordania selama ini adalah, karet, kelapa sawit dan triplek.

Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2859


Perluas Pasar Ekspor, HIPMI Bidik Timur Tengah

Monday, December 9, 2013

Gairah Islam di Negeri Tango

REPUBLIKA.CO.ID, Perlahan tapi pasti, Argentina kini mulai menerima Islam. Sulit menemukan jumlah Muslim yang pasti di Argentina. Beberapa sumber data menyebutkan angka yang berbeda.


Menurut catatan CIA Fact Book pada 2004, dari total penduduk Argentina yang mencapai 39.144.753 orang, hanya dua persen yang memeluk Islam, yakni sekitar 782.895 jiwa.


Sisanya adalah Katolik Roma, Protestan, dan Yahudi. Katolik Roma adalah agama mayoritas di negara yang terkenal dengan tarian tangonya itu.


Namun, menurut salah satu laporan surat kabar di Argentina, Clerein, warga Argentina yang baru masuk Islam sekarang meningkat menjadi 900 ribu orang.


Jika imigran Muslim yang ada di situ ditambahkan secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari tiga juta orang.


Dengan demikian, perkiraan populasi Muslim di Argentina meningkat dari semula 700 ribu kini menjadi lebih dari tiga juta jiwa.


Peningkatan populasi Muslim di Argentina diakui Pusat Studi Islam di Argentina, Centro de Estudios Islamicos, lembaga yang fokus pada dakwah dan kajian budaya Islam di Argentina.


Di tengah euforia warganya yang mencintai sepak bola, hidup komunitas Muslim di antara mayoritas penduduknya yang Kristen. Ya, Argentina merupakan negara yang memiliki pemeluk Islam terbesar dibanding negara Amerika Latin lainnya.


Islam tetap bisa berkembang dengan baik. Nuansa dan geliat dakwah Islam begitu tinggi di sana. Di Buenos Aires, ibu kota Argentina, telah berdiri sebuah masjid besar di Alberti St pada 1989 yang dibangun warga lokal.


Masjid sekarang menjadi pusat ibadah dan dakwah umat Islam di negara asal pesebak bola Maradona itu. Masjid berdiri tegak dan megah. Jumlahnya mencapai puluhan.


Syiar Islam semakin marak di Argentina setelah pusat studi Islam bernama The King Fahd Islamic Cultural Center dibangun pada 1996. Pusat studi Islam ini terletak di lingkungan kelas menengah di Palermo, Buenos Aires.


Proyek yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Argentina dan Arab Saudi ini dibangun di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi.


Pusat studi ini dilengkapi dengan bangunan masjid, perpustakaan, dua sekolah, taman, dan lahan parkir yang luas.


Di tempat ini, biasanya umat Islam berkumpul dan berdiskusi tentang ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Selama Ramadhan, nyanyian budaya dan nilai-nilai Islam begitu marak berkumandang.


Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA) yang bermarkas di Argentina menjadi lembaga paling aktif mempromosikan Islam di Amerika Latin.


Tidak dimungkiri tragedi 11 September 2001 bisa menciptakan kecurigaan umat Islam di Argentina. Namun, dengan dialog dua arah, ketegangan dan kecurigaan hilang dengan sendirinya. banyak tuduhan negatif kepada Muslim yang diabaikan masyarakat Argentina.


Para imigran dari Timur Tengah, seperti Suriah dan Lebanon, makin menyemarakkan Islam di Argentina. Fakta menunjukkan banyak imigran yang memperkenalkan Islam kepada penduduk Argentina.


Mereka bermigrasi ke wilayah Argentina pada awal abad ke-20. Para imigran kemudian membentuk pemukiman di tengah-tengah penduduk asli. Mereka hidup rukun dan damai tanpa rasa curiga dan permusuhan.


Namun, jauh sebelum kedatangan imigran Lebanon dan Suriah, komunitas Muslim sudah terbentuk di tanah Argentin.


Kedatangan para imigran Muslim pertama bertepatan dengan kedatangan penjelajah Spanyol dan Portugis, warga negara di wilayah Argentina. Jumlah imigran Muslim terus tumbuh setelah Argentina menjadi koloni Spanyol.


Di antara keluarga imigran Arab yang paling terkenal adalah Menem yang berasal dari Suriah dan seorang Muslim. Mantan presiden Argentina Carlos Menem merupakan salah satu keturunan dari keluarga imigran Suriah.


Meskipun leluhurnya adalah Muslim, ia sendiri adalah seorang Katolik Roma yang taat. Carlos Menem diizinkan berpartisipasi mencalonkan diri sebagai presiden Argentina.


Dalam aturan konstitusi yang berlaku, presiden Argentina haruslah seorang Katolik Roma. Namun, aturan ini dihapuskan dalam reformasi konstitusi 1994.


Jejak Islam di Argentina terlihat dari sejumlah nama tempat dan kota yang berasal dari bahasa Arab. Di Argentina, Cordoba merupakan nama ibu kota sebuah provinsi di Argentina yang terletak sekitar 700 kilometer di barat laut Buenos Aires.


Dalam sejarah peradaban Islam, Bahia adalah salah satu peninggalan Islam berupa istana di Kota Marrakesh, Maroko. Di Argentina, ada sebuah kota bernama Bahia Blanca. Kota ini terletak di barat daya Buenos Aires.
 


Article source: http://www.tribunnews.com/seleb/2013/11/16/asmirandah-saya-yang-minta-vanno-jadi-mualaf


Gairah Islam di Negeri Tango

Thursday, December 8, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Friday, December 9, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Angel Karamoy Jadi Mualaf?

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Fathul Amanah

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Angel Karamoy
Instagram/lambe_turah

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Angel | Karamoy | Mualaf? | Laporan | Wartawan | TribunStyle | Fathul | Amanah< | strong>< | p> TRIBUNSTYLE | COM< | strong> | Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Instagram | lambe_turah< | h5> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | h5> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | p> |

Thank So Much for Reading this Blog

Sunday, January 5, 2014

Islam Bertahan di Kolombia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Para imigran Muslim bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan hidup sejahtera.

Kolombia terkenal sebagai negara berkembang yang banyak terjadi kriminalitas. Adanya kartel narkoba yang besar dan terpelihara hingga kini memperburuk kondisi negara yang berada di Amerika Selatan ini.


Namun, di antara hiruk pikuk kehidupan warganya, ada eksistensi dari umat Muslim yang selalu berusaha untuk menunaikan semua ibadahnya, hidup dengan damai, dan terus berdakwah.


Awal mula Muslim yang tinggal di wilayah ini adalah para imigran yang berasal dari negara-negara Timur Tengah sekitar akhir abad ke-19.


Kemudian, disusul para imigran yang berasal dari Asia Selatan dan kini juga banyak warga lokal yang tertarik menjadi mualaf.


Ada tiga hal yang mendorong lahirnya komunitas Muslim di negara yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa pengantar ini. Pertama, periode setelah konflik politik di negara-negara Timur Tengah.


Kedua, jatuhnya Kekaisaran Ottoman yang mendorong minoritas Arab ke tanah Amerika. Ketiga, migrasi warga Palestina setelah perang dunia kedua dan setelah penciptaan Negara Israel pada 1948 serta migrasi warga Lebanon sekitar 1960-an.


Kolombia memiliki populasi Muslim sebanyak 86 ribu jiwa yang berarti mencakup 0,2 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 42 juta orang. Kebanyakan Muslim Kolombia adalah orang Lebanon, Suriah, dan Palestina.


Mereka datang ke Kolombia sekitar 1880 hingga 1960. Mereka datang karena perang yang terjadi di Timur Tengah dan mencari kehidupan yang lebih baik lagi dibandingkan tempat asal mereka.


Kebanyakan, para imigran pertama tampak sebagai Muslim yang taat dibandingkan dengan generasi kedua dan ketiganya. Muslim generasi pertama sebagian besar masih berbicara dalam bahasa Arab antara satu dengan yang lain.


Dari tulisan Diego Castellanos yang berjudul Islam in Colombia: Between Assimilation and Exclusion, dijelaskan kehidupan Muslim di Kolombia sangatlah kompleks. Karena, budaya masyarakat lokal masih sangat kuat, tulisnya.


Muslim menjadi kaum minoritas di negara ini. Dan, melihat apa yang terjadi dalam kesehariannya, tidak terjadi proses asimilasi yang signifikan antara Islam dengan budaya masyarakat setempat. Warga asli menolak adanya proses asimilasi dengan Islam.


Tapi, justru karena inilah Islam malah bisa bertahan sesuai aslinya, berbeda dengan kedatangan agama lain, seperti Kristen Pantekosta yang mendaur ulang formasi praktik-praktik leluhur masyarakat asli Kolombia.


Kehadiran komunitas Muslim yang sudah selama 40 tahun ini menjaga eksistensinya justru memperlihatkan bahwa agama inilah yang paling luhur di antara yang lainnya, tulis Diego.


Para imigran Muslim ini justru bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan hidup sejahtera lebih layak dibandingkan warga lainnya. Ini membuat orang-orang Muslim di Kolombia, disegani.


Padahal, fasilitas, sarana, serta gaya hidup warga Kolombia sangat tidak mendukung pada eksistensi komunitas Muslim. Karena, gaya hidup warganya yang sangat menyimpang dengan ajaran Islam membuat asimilasi Islam dan budaya setempat sulit tercapai. Ini membuat penyebaran Islam mengalami hambatan yang sangat besar.


Namun, dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tersendat, komunitas Muslim tetap ada di sejumlah besar Kota Kolumbia. Akhir-akhir ini, terjadi fenomena yang begitu menggembirakan.


Banyak warga setempat yang akhirnya tertarik untuk masuk Islam. Ini membuat jumlah jamaah di masjid-masjid di Kolombia semakin bertambah banyak. Juga, berbagai lembaga sosial Islam yang punya banyak anggota baru.


Salah satu yang menjadi alasan kuat mengapa banyak orang Kolombia memutuskan masuk Islam karena menurut mereka, berdasarkan logika Islam menawarkan sebuah kehidupan religius yang dibangun berdasarkan ketuhanan Esa dan kepercayaan adanya Tuhan di sepanjang hidupnya.


Muslim di Kolombia bisa mengembangkan karakter yang universal yang memberikan pandangan bahwa Islam adalah agama yang bisa dipeluk oleh ras, etnis, ataupun warga negara manapun, jelasnya.


Satu hal lagi yang membuat jumlah mualaf semakin banyak di Kolombia adalah karena jalur perkawinan. Orang-orang Muslim di sana hanya mau menikahi orang Muslim juga. Ini membuat warga setempat yang jatuh cinta pada pemuda Muslim, akhirnya berani untuk masuk Islam.


Beberapa tahun terakhir Muslim Kolombia semakin terbuka untuk memperlihatkan identitas mereka, apalagi Pemerintah Kolombia tidak lagi menjadikan Katolik sebagai agama resmi negara.


Para perempuan yang mengenakan jilbab dan laki-laki menggunakan baju khas masyarakat Timur Tengah semakin banyak terlihat di jalan-jalan Kolombia.


Populasi Muslim Kolombia terbanyak berada di Kota Maicao, bagian dari wilayah La Guajira. Di sinilah masjid termegah se-Amerika Selatan, Omar Ibnu al Khattab, yang didirikan pada 1987 berada.


Populasi Muslim di sini diperkirakan sekitar 8.000 orang. Sayangnya, di kota ini terjadi banyak aksi kriminalitas, seperti penyelundupan, baik rokok, barang-barang elektronik, narkoba, senjata, hingga pencucian uang, sama seperti kota-kota lain di Kolombia.


Article source: http://sidomi.com/224403/rowan-atkinson-masuk-islam-mr-bean-muslim/


Islam Bertahan di Kolombia

Monday, April 8, 2013

Negara Besar Terlibat, Timteng Sulit Damai

ANKARA - Perdamaian di Timur Tengah (Timteng) masih menjadi perhatian utama dunia internasional. Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebutkan, akibat keterlibatan negara besar, Timur Tengah sulit memperoleh perdamaian.

“Apa beda antara Timur Tengah dan Asia Tenggara? Pasca ASEAN Way tidak ada lagi konflik antarnegara. Sedangkan di Timteng tetap terjadi karena susah menyelesaikan dengan keterlibatan negara besar, yang menjadi backing negara TimTeng karena persoalan resources. Beda dengan negara Asia,” ujar JK, yang memberikan kuliah umum di Fatih University, melalui pesan yang diterima Okezone, Senin (8/4/2013).


JK menyebutkan ASEAN sebagai sebuah wadah pemersatu yang bisa mendorong terlaksananya perdamaian. ASEAN di mata JK sebagai sebuah kerjasama ekonomi dan sosial.


Ketimpangan sosial dan ekonomi merupakan salah satu pemicu terjadinya konflik. JK menyebutkan kecemburan yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, banyak yang cemburu dengan kemajuan di Jawa.


“Seperti juga Aceh, daerah kaya tetapi miskin karena itu mereka mempertanyakan masalah keadilan. Seperti juga di Poso dan Ambon. Di dua daerah terakir, 80 persen Islam dan 20 persen nonmuslim. Total tetap Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia,” tutur JK.


“Karena perubahan demokrasi seperti di Lebanon. Kami memulai demokrasi dengan sistem pemilihan langsung. Akhirnya orang Muslim mulai menguasai, dan orang Kristen mulai menanyakan soal keadilan. Ini bukan masalah agama, tetapi masalah politik,” menurutnya.


Negarawan yang juga dikenal sebagai pengusaha tersebut menjelaskan Kenapa masalah agama susah didamaikan, termasuk di antaranya masalah radikalisme.


“Karena pemahaman mereka yang merasa masuk surga jika membunuh. Sama halnya dengan warga Poso dan Ambon. Merasa masuk surga. Tetapi saya katakan, Anda tidak masuk surga, tetapi neraka,” tegasnya.


Berita Selengkapnya Klik di Sini


(faj)


Article source: http://www.wartanews.com/timur-tengah/82990038-336c-06ec-bfb6-bc9a73d4a35c/partai-fjp-kecam-campur-tangan-as-dalam-urusan-mesir


Negara Besar Terlibat, Timteng Sulit Damai

Saturday, December 10, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank So Much for Visiting this Article