Showing posts sorted by relevance for query dilanda. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dilanda. Sort by date Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Menyibak Misteri Bahtera Nabi Nuh di Gunung Ararat

Menyibak Misteri Bahtera Nabi Nuh di Gunung Ararat

Liputan6.com, Ankara : Misteri di mana bahtera Nabi Nuh berada terus menjadi kontroversi, memikat para arkeolog, ilmuwan, sejarawan, para petualang, dan pemeluk agama. Dan kebanyakan mengarah ke satu titik: Gunung Ararat di Turki.

Seperti dikisahkan dalam kitab suci tiga agama — Islam, Kristen, dan Yahudi — sekitar 4.800 tahun lalu, dunia dilanda bencana mahadahsyat untuk menyadarkan umat manusia: banjir raksasa.

Sebelumnya, Tuhan memerintahkan Nabi Nuh untuk membangun sebuah bahtera untuk mengangkut manusia yang beriman dan segala jenis hewan.

Bencana pun terjadi, hujan turun 40 hari 40 malam, lautan luber, dunia tenggelam, termasuk puncak-puncak gunung, membinasakan sebagian besar mahluk hidup.

Setelah bencana mereda, binatang dilepaskan, manusia membangun kembali kehidupannya. Namun, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya bahtera itu menyelesaikan misinya.

Bahtera Nabi Nuh telah lama menyandera imaji manusia.

Seperti dimuat situs New Vision, suatu hari di musim panas 1916, seorang pilot Rusia terbang di atas Ararat, menemukan obyek aneh di ketinggian 14.000 kaki atau 4.267 meter, yang mirip kapal selam.

Laporannya diverifikasi oleh pilot lain. Kabar itu lantas sampai ke telinga Tsar Nicolas II dari Rusisia yang membentuk sebuah ekspedisi ilmiah yang terdiri dari 150 insinyur militer dan ahli untuk mendaki Gunung Ararat. Mereka dilaporkan menemukan obyek diduga perahu dan mengambil spesimen di sana.

Dokumen ilmiah soal keberadaan bahtera itu lantas diserahkan pada seorang perwira untuk disampaikan pada Tsar di Moskow, yang sedang dilanda revolusi pada 1917 yang dikenal sebagai Revolusi Bolshevik.

Perwira itu tewas ditembak sebelum merampungkan tugasnya, dokumen jatuh ke tangan Leon Trotsky, tokoh Revolusi Bolshevik. Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui.

Percaya atau Skeptis

Bahtera Nuh bahkan menyebar dari mulut ke mulut sejak zaman Romawi kuno. Juga disebut bahwa sarjana Romawi, petualang abad pertengahan, dan tentara Ottoman dilaporkan menyaksikan kapal mistis di atas Gunung Ararat.

Sementara, menurut sejarawan abad pertama Masehi, Flavius Josephus, bahtera di puncak Ararat itu telah ditemukan penduduk setempat. “Sebagian dari kapal masih bertahan, di gunung. dan orang-orang membawa potongan-potongan itu, yang mereka gunakan sebagai jimat keberuntungan.”

Pada 1829, Dr Friedrich Parrot, yang melakukan pendakian di sejumlah titik pegunungan Ararat mengatakan, orang Armenia yakin bahwa Bahtera Nuh tetap sampai hari ini masih ada di puncak Gunung Ararat. Dan tak membolehkan manusia mendekatinya.

Lalu pada 1876, James Bryce, seorang negarawan, diplomat, penjelajah, dan profesor hukum perdata di Oxford, mendaki Ararat dan menemukan potongan kayu empat inci yang diklaim sebagai cuilan bahtera.

Pada 1949, Aaron J. Smith, dekan People’s Bible College di AS memimpin sebuah ekspedisi yang mengklaim berhasil menemukan bahtera itu.

Bahkan mantan astronot James Irwin memimpin dua ekspedisi ke Ararat pada 1980-an tanpa hasil. “Saya sudah melakukan semua yang saya bisa,” kata dia. “Tapi bahtera itu terus mengelak.”

Pencari Modern

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Namun, fakta ilmiah itu tak memudarkan keyakinan para pencari.

Kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International’ melakukan ekspedisi ke Ararat

Pada, 26 April 2010 mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa spesimen untuk membuktikan klaim mereka. “Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.

Namun, klaim tersebut diragukan banyak pihak. Salah satunya, Dr. John Morris, arkeolog kawakan Institute for Creation Research, bahkan menuding penemuan tersebut sebagai sebuah kebohongan. Morris telah memimpin 13 ekspedisi ke Gunung Ararat untuk mencari kapal yang disebut dalam kitab suci. Dia mengetahui dengan pasti lokasi di Ararat, dan menyebut penemuan para peneliti China tersebut merupakan penipuan.

Bintang Seksi Baywatch dan Penemu Bangkai Titanic

Misteri itu juga menarik perhatian mantan bintang serial televisi populer Baywatch, Donna D’Errico. Namun, malang tak dapat ditolak. D’Errico yang pernah menjadi Playmate of the Month majalah Playboy babak belur dan terluka usai jatuh saat pendakian di Turki. Untung saja nyawanya selamat.

Sementara, Robert Ballard, arkeolog bawah air yang menemukan bangkai kapal Titanic, meyakini banjir luar biasa dalam kisah Nabi Nuh tersebut adalah nyata.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Ballard mengaku, ia telah menginvestigasi teori yang diajukan dua ilmuwan dari Columbia University yang menyebut, pernah ada banjir raksasa di wilayah Laut Hitam. Mereka yakin, Laut Hitam sebelumnya adalah sebuah danau air tawar yang terisolasi, dikelilingi ladang pertanian. Hingga ia akhirnya dibanjiri luapan air. Meski belum menemukan hasil dalam pencariannya, ia tetap meyakini keberadaan bahtera itu. (Ein)

Article source: http://www.fajar.co.id/read-20120419150724-mahasiswa-cetak-uang-palsu


Menyibak Misteri Bahtera Nabi Nuh di Gunung Ararat

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Tuesday, July 16, 2013

Mesir dan pergolakan politik Islam

KARIM RASLAN



MENJATUHKAN kerajaan dipilih secara sah sememangnya satu rampasan kuasa – tidak kira kita melihat kejadian ini dari sudut mana sekalipun. Mengamalkan demokrasi bermakna menerima apa jua keputusan tidak kira baik atau buruk.



Penggulingan Presiden Mursi di Mesir dan tindakan ganas ke atas Muslim Brotherhood hanya akan membawa kepada tragedi lebih buruk. Penyokong liberal sekular pasti menyesal dengan tindakan awal mereka untuk menjatuhkan Mursi kerana kini, kebenaran, kepercayaan awam dan undang-undang hancur kerana situasi di Kaherah.



Mereka yang anggap politik Islam perlu dikekang dengan apa cara sekalipun – sama ada mengikut undang-undang atau sebaliknya – salah sama sekali. Apabila kita bersetuju untuk melaksanakan demokrasi melalui peti undi, kita tidak boleh berpaling arah sewenang-wenangnya apabila keputusannya tidak menyebelahi kita.



Jalan pintas politik hanya akan membawa kepada penyelesaian jangka pendek yang tidak mampan, seterusnya membawa kepada kezaliman lebih serius.



Mungkinkah perkara berlaku di Algeria pada 1990 ketika pihak tentera menafikan kemenangan jelas melalui pilihan raya dan memenjarakan serta membunuh beribu-ribu orang, bakal berlaku di Mesir?



Pada masa sama, banyak parti Islam di seluruh dunia – pewaris konsep Ikhwanul-Muslimin di Mesir – akan merasakan bahawa demokrasi sememangnya bukan untuk mereka walaupun mempunyai sokongan besar untuk memenangi pilihan raya.



Malah, parti-parti Islam ini makin yakin bayang-bayang pengaruh Amerika, Eropah, puak liberal, pembiaya kewangan dan kuasa Yahudi global akan terus campur tangan bagi merampas kuasa.  Parti Islam melihat diri mereka sebagai mangsa situasi. Walaupun mungkin mendapat simpati pengundi, ini juga membuat pemimpin parti-parti ini berasa mereka tidak perlu perbaiki diri dari aspek rasuah, salah tadbir dan sifat eksklusif.



Sememangnya kerajaan Mursi dilanda pelbagai kegagalan. Ramai meletakkan harapan tinggi pada beliau ketika diundi masuk pada Jun 2012. Beliau dijangkakan mampu untuk menonjolkan imej moderat bagi Mesir setelah berdekad-dekad di bawah pemerintahan autokratik, Presiden Hosni Mubarak.



Malangnya, ini tidak menjadi kenyataan. Mursi gagal dengan teruk: ekonomi Mesir tidak berkembang dan saham di bursa saham jatuh 31.2 peratus untuk lima bulan pertama tahun ini. Defisit bajet negara kini mencecah USD29.2 bilion (RM93.10 bilion) dan statistik rasmi menunjukkan pengangguran berada pada 12.5 peratus.



Pada masa sama, Mursi meminggirkan komuniti sekular dan liberal. Golongan moderat dan Kristian Koptik cukup kecewa hingga mereka memulaukan proses perangkaan perlembagaan pada Disember 2012 – yang dikritik kerana tidak melindungi kebebasan beragama dan hak wanita – diakibatkan kegagalan kerajaan Mursi untuk berunding.



Sementara itu, politik Islam cenderung mengalami kekecewaan termasuk di Asia Tenggara sendiri. Di Indonesia, Parti Keadilan Sejahtera (PKS) kini dilanda pelbagai krisis apabila beberapa skandal timbul dan merosakkan imej suci dan anti-rasuah mereka.



Malah di Malaysia sendiri, Pas kini perlu merenung dan bermuhasabah diri setelah keputusan yang kurang memberangsangkan pada Pilihan Raya Umum 2013 – di mana mereka hilang kuasa di Kedah.



Rampasan kuasa di Mesir hanya akan memperkuat lagi prasangka parti-parti ini bahawa mereka perlu berwaspada dengan demokrasi. Kesimpulan ini mungkin ada logiknya tetapi tidaklah sempurna kerana hampir kesemua kegagalan mereka tidak mempunyai kaitan dengan demokrasi. Sebaliknya, ia disebabkan pentadbiran yang lemah, rasuah dan kegagalan untuk memahami pentingnya pendekatan yang inklusif dan seimbang.



Malangnya, dengan jatuhnya Mursi, konspirasi ini akan terus merebak. Rundingan dan kesepakatan merupakan aspek kritikal dalam pentadbiran yang baik.



Seorang lagi ikon politik Islam, Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki (yang kini sedang menangani protes di negaranya) pernah menyangkal pendapat bahawa demokrasi adalah seperti sebuah bas yang akan kita tinggalkan setelah tiba di destinasi.



Mungkin bas yang dimaksudkan Erdogan bakal terbabas dan mencederakan semua penumpang di dalamnya, daripada puak liberal kepada tentera dan golongan Islamis dek kerana tuduhan demi tuduhan terus dilemparkan.


Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=284672:artis-berprestasi-diincar-ppp&catid=17:politik&Itemid=30


Mesir dan pergolakan politik Islam

Monday, August 12, 2013

Toleransi di Kaimana Lahir dari Pandangan Agama Keluarga



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>





KAIMANA, KOMPAS.com – Penyebaran ajaran Islam di Kaimana, Papua Barat sejak masuk awal abad XV di Borombouw, berkembang sangat pesat. Adanya kesamaan ajaran Islam dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat asli, menjadi alasan ajaran Islam mudah diterima.


“Contohnya pasangan yang belum menikah tidak boleh tinggal serumah sebelum hubungan mereka diresmikan dalam pernikahan. Karenanya ajaran Islam memperjelas dan mempertegas apa yang dipahami masyarakat asli,” kata Umar Sabuku, Mangkubumi Kaimana, belum lama ini.


Menurut Umar, saat agama Islam masuk dengan aturan, masyarakat asli kemudian terbagi, ada yang memilih menganut ajaran islam dan ada pula yang tetap menganut kepercayaan lama dengan tradisi memakan binatang yang diharamkan oleh ajaran Islam.


“Dalam satu marga warga asli ada yang menganut keyakinan berbeda, karena sejak awal penyebaran ajaran Islam tidak ada paksaan. Tidak ada gesekan dengan perbedaan keyakinan ini karena masih ada hubungan kekerabatan, serta adanya peranan Raja Sran Kaimana yang menjembatani perbedaan keyakinan ini,” urai Imam Masjid Nurul Falah Kampung Bumi Surmai, Kaimana.


Hal Senada juga diungkapkan peneliti LIPI, Muridan Widjojo bahwa masyarakat asli Kaimana sudah terbiasa hidup dalam keluarga dengan keyakinan yang berbeda. “Karena itu muncul istilah agama keluarga,” ungkap Muridan.


Dijelaskan Muridan, meski di wilayah Kaimana terdapat dua Kerajaan Islam yakni Kerajaan Sran Eman Muun (Kerajaan Sran Kaimana) dan Kerajaan Namatota namun tidak serta merta Islam menjadi kepercayaan dominan penduduk setempat.


Menurut Muridan, Raja pada dua kerajaan ini tidak memiliki pengaruh yang efektif dalam penyebaran Islam karena belum mengalami pelembagaan dan hanya sebatas identitas nominal.


“Pelembagaan Agama Islam baru berlangsung sekitar tahun 1950-an bersamaan pendirian institusi pendidikan seperti madrasah. Itu pun mati-hidup,” kata Muridan yang pernah meneliti tentang Penyebaran Islam di Maluku dan Papua.


Berbeda dengan penyebaran agama Kristen yang masuk bersama Belanda di awal abad XX, khususnya melalui pendidikan. Kondisi masyarakat yang pragmatis pada saat itu, dan karena Pemerintah Belanda memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan, mengakibatkan agama Kristen juga menyebar luas.


Namun adanya perbedaan yang sudah berlangsung lama di Kaimana, justru melahirkan toleransi di antara warga penganut keyakinan berbeda, karena masih kuatnya kekerabatan penduduk asli.


Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Kaimana, Muhamad Lakotani juga mengakui kuatnya toleransi antarumat beragama di Kaimana khususnya warga asli karena masih kentalnya rasa kekeluargaan.


“Misalnya marga Warfete ada yang Muslim ada juga Kristen, dan yang seperti ini banyak di Kaimana. Kalau ditarik ke atas mereka masih keluarga. Faktor perkawinan juga mempengaruhi kemajemukan ini,” kata Lakotani yang juga ketua Majelis Muslim Papua.


Menurut Lakotani toleransi umat beragama di Kaimana bisa terlihat pada saat perayaan hari besar keagamaan ataupun hajatan tertentu. Lakotani mencontohkan kepanitiaan MTQ ke-4 yang diadakan di Kaimana tahun 2012 lalu.


“Panitianya tak hanya umat Muslim tapi juga dari Kristiani. Bahkan yang menyanyikan mars MTQ adalah tim Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Kabupaten Kaimana,” ungkap Lakotani.


Toleransi yang tumbuh di Kaimana, menurut Lakotani, tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dan sudah berlangsung sangat lama. Meski sempat beberapa kali dilanda isu SARA, akibat gesekan di tengah masyarakat, namun dapat dengan cepat diatasi karena semua pihak sadar untuk menjaga toleransi.


Komunikasi antarpimpinan umat beragama di Kaimana, menurut Lakotani, berjalan sangat baik melalui Forum Komunikasi yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana. Namun, sebelum forum itu terbentuk komunikasi antarpimpinan umat beragama, tokoh adat dan tokoh masyarakat juga sudah berlangsung secara informal sejak dulu sebelum Kabupaten Kaimana dimekarkan dari Kabupaten Fak-Fak. 


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>






































Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/02/163205/Obama-dan-Dunia-Islam/7


Toleransi di Kaimana Lahir dari Pandangan Agama Keluarga

Wednesday, June 12, 2013

Kaasiyaatun 'Aariyaat

Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”


Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”


Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.


Kemudian Nabi saw bwesabda :


“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).


Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, ‘kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).


Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).


Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.


Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.


                                                        Penulis, pemerhati masalah keislaman.


Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/03/29/154627/mui-sumut-pelaku-kumpul-kebo-harus-dihukum-berat


Kaasiyaatun 'Aariyaat

Wednesday, August 14, 2013

Kronologi 2,5 Tahun Revolusi Berdarah Mesir

Kairo – Mesir menjadi salah satu pelakon utama dalam gelombang Arab Spring di mana banyak negara di Timur Tengah bangkit menuntut diakhirinya kekuasaan monarki dan pemerintahan otoriter yang bercokol selama beberapa dekade atau turun temurun.


Namun dalam 2,5 tahun sejak digulingkannya Presiden Hosni Mubarak, negara itu tak pernah mengecap manisnya hasil revolusi politik, dan justru dilanda konflik berkepanjangan sampai satu lagi presiden digulingkan.


Peristiwa paling akhir adalah serbuan militer atas kelompok pendukung mantan presiden Muhammad Morsi dan Muslim Brotherhood yang mengakibatkan sedikitnya 149 orang tewas, Rabu (14/8).


Berikut kronologi peristiwa-peristiwa penting di Mesir dalam kurun waktu tersebut:


25 Jan. – 11 Feb. 2011 — Rakyat Mesir melakukan demonstrasi di seluruh negeri menentang 30 tahun kekuasaan Mubarak. Ratusan orang dilaporkan tewas karena Mubarak dan sekutunya mencoba melawan.


11 Feb.— Mubarak mundur dan militer mengambil alih. Militer juga membubarkan parlemen dan membekukan konstitusi sesuai permintaan para demonstran.


28 Nov. 2011-15 Feb. 2012 — Mesir melakukan serangkaian pemilu legislatif selama beberapa pekan. Di majelis rendah, kelompok Muslim Brotherhood memenangi hampir separuh jumlah kursi dan kelompok ultra konservatif Salafis mendapatkan seperempat jumlah kursi parlemen. Sisanya dibagi antara kelompok liberal, independen dan politisi sekuler. Di majelis tinggi yang relatif tidak punya gigi, kelompok Islamis merebut sekitar 90% kursi.


23-24 Mei 2012 — Putaran pertama pemilihan presiden (pilpres) menjaring 13 kandidat, dan akhirnya berakhir pada persaingan Morsi dan Ahmed Shafiq, perdana menteri terakhir di era Mubarak.


14 Juni — Mahkamah Konstitusi memerintahkan dibubarkannya majelis rendah parlemen.


16-17 Juni — Pilpres dilakukan, Morsi menang dengan 51,7% suara.


30 Juni — Morsi diambil sumpahnya sebagai presiden.


19 Nov.— Para anggota partai liberal dan perwakilan gereja di Mesir mundur dari tim perumus konstitusi yang beranggotakan 100 orang, sebagai protes atas kelompok Islamis yang dinilai memaksakan kehendak.


22 Nov. — Morsi secara sepihak mengeluarkan dekrit yang menambah kekuasaannya, sehingga setiap keputusan yang dibuat mendapat imunitas dari pemeriksaan hukum, dan melarang pengadilan membubarkan majelis tinggi parlemen. Manuver ini memicu aksi protes selama berhari-hari.


30 Nov.— Kelompok Islam mempercepat perumusan konstitusi baru, dan Morsi memberi tenggat waktu hingga 15 Desember 2012 untuk dilakukan referendum.


4 Des. — Lebih dari 100.000 demonstran menyerbu istana presiden menuntut dibatalkannya referendum dan perumusan konstitusi. Hari berikutnya, kelompok Islamis menyerang demonstran sehingga pecah kerusuhan di jalan yang mengakibatkan 10 orang tewas.


15 dan 22 Des. — Dalam referendum dua putaran, rakyat Mesir menyetujui konstitusi baru dengan suara 63,8%, namun tingkat partisipasi rendah.


25 Jan. 2013 — Ratusan ribu orang berdemo menentang Morsi dalam peringatan tahun kedua dimulainya perlawanan atas Mubarak. Kerusuhan pecah di banyak tempat.


Feb.-Maret 2013 — Aksi protes pecah di Port Said dan kota-kota lain selama beberapa pekan, mengakibatkan puluhan orang tewas.


7 April — Kelompok Islamis menyerbu katedral Gereja Ortodoks Coptic di mana saat itu sedang melakukan prosesi pemakaman dan peringatan atas meninggalnya empat jemaat Kristen dalam konflik sectarian sehari sebelumnya.


23 Juni — Empat penganut Shiah dipukuli hingga tewas di sebuah desa di pinggiran Kairo.


30 Juni — Jutaan orang berdemo menentang Morsi tepat pada ulang tahun pertama kekuasaannya. Sedikitnya delapan orang tewas dalam kerusuhan di luar markas Muslim Brotherhood di Kairo.


1 Juli — Demonstrasi berlanjut, militer Mesir memberi waktu 48 jam kepada presiden dan kelompok oposisi untuk menyelesaikan sengketa, atau mereka akan turun tangan.


2 Juli — Pihak militer merinci rencana mereka jika kesepakatan gagal diraih: mengganti Morsi dengan pemerintahan sementara, membatalkan konstitusi yang dirumus kelompok Islamis dan mengadakan pemilu dalam tempo satu tahun. Malamnya Morsi berpidato menyatakan tekad untuk mempertahankan legitimasi dan menolak mundur.


3 Juli — Panglima militer Mesir mengumumkan Morsi telah digulingkan dan akan diganti oleh Ketua Mahkamah Konstitusi sampai dilakukannya pilpres baru. Tidak ada jangka waktu yang dibuat, dan para pemimpin Muslim Brotherhood ditangkap. Puluhan ribu pendukung Morsi berkemah di jalanan Kairo dalam aksi demo besar-besaran.


4 Juli — Ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour diambil sumpah sebagai pejabat pelaksana presiden.


5 Juli — Mansour membubarkan majelis tinggi yang didominasi kelompok Islamis, sementara konflik antara pendukung dan penentang Morsi pecah di Kairo dan Alexandria, seidkitnya 36 orang tewas. Petinggi Muslim Brotherhood Khairat el-Shater ditangkap.


8 Juli — Tentara Mesir menembaki para pendukung Morsi di depan pangkalan militer di Kairo dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Mansour memberi tenggat waktu hingga pertengahan Februari 2014 untuk pilpres dan pileg, namun Muslim Brotherhood menolak berpartisipasi.


9 Juli — Mansour menunjuk ekonom Hazem el-Beblawi sebagai perdana menteri dan pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei sebagai wakil presiden. Militer mendukung keputusan ini.


26 Juli — Jutaan orang membanjiri jalanan Mesir setelah panglima militer menyerukan agar dia diberi mandat untuk menghentikan setiap “potensi tindak terorisme” oleh pendukung Morsi. Kejaksaan mengumumkan Morsi disidik dalam berbagai kasus termasuk pembunuhan dan konspirasi dengan kelompok militant Palestina, Hamas.


27 Juli — Pasukan keamanan bersama kelompok pria bersenjata berbaju sipil terlibat bentrok dengan para pendukung Morsi di Kairo, sedikitnya 80 orang tewas.


7 Agt. — Kantor kepresidenan Mesir menyatakan upaya diplomatik untuk mencari jalan keluar damai antara pemerintahan interim dukungan militer dengan Muslim Brotherhood gagal.


11 Agt. — Tentara Mesir mengumumkan akan mengepung dua lokasi demo besar selama 24 jam demi mencegah ada yang masuk ke sana.


12 Agt. — Otoritas setempat menunda rencana mengambil tindakan atas pendemo di tenda-tenda untuk menghindari pertumpahan darah setelah ribuan orang lagi ikut bergabung.


14 Agt. — Pasukan keamanan dengan kendaraan lapis baja dan buldoser menyerbu masuk dan menghancurkan tenda-tenda. Para pendukung Morsi terlibat perang jalanan dengan polisi di Kairo dan kota-kota lain. Sedikitnya 149 orang tewas dan kelompok Islamis yang marah membakar kantor polisi, gedung-gedung pemerintah dan gereja. Kantor presiden mengumumkan kondisi darurat selama satu bulan.


Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/08/14/33/849567/mualaf-sam-brodie-dibimbing-maia-estianty


Kronologi 2,5 Tahun Revolusi Berdarah Mesir

Monday, December 23, 2013

Berharap identitas kembali lewat patung

Berita Terkait



  • Banjir di Jalur Gaza makin tinggi, ribuan warga mengungsi

    Banjir di Jalur Gaza makin tinggi, ribuan warga mengungsi  


  • Akibat hujan es, Jalur Gaza dilanda banjir  


  • Gereja kelahiran Yesus direnovasi

Merdeka.com – Bishara Shlayan warga Kota Nazareth, sebelah selatan Palestina menegaskan kembali pentingnya sejarah kota tempat masa kecil Yesus Kristus. Dia ingin mendirikan patung juru selamat itu setinggi 100 meter di perbukitan menjorok ke wilayah itu.


Stasiun televisi Fox melansir (20/12), Shlayan sedih lantaran Nazareth beberapa tahun terakhir mengalami demografi perubahan keyakinan. Populasi muslim tumbuh amat pesat sekitar 70 persen dari total 80 ribu penduduk di kota itu. “Perlahan tapi pasti identitas Kristen mulai hilang di sini,” ujar Shlayan.


Rencananya patung Yesus akan duduk di puncak Bukit Precipice dikenal sebagai Gunung Tuhan. Shlayan telah mengumpulkan uang demi proyek itu, dia ingin mengajak banyak orang mendukungnya termasuk Menteri Pariwisata Israel Uzi Landau. “Kami memberkatinya meski saya tidak percaya pada patung,” ujar Landau.


Patung itu bisa saja masuk dalam daya tarik wisata religius. Namun tidak semua warga Kristen menyukai ide Shlayan. Merke bilang dia hanya buang-buang waktu dan merepotkan dirinya.


Muslim dan Kristen telah lama hidup damai berdampingan di Nazareth. Namun akhir-akhir ini banyak warga Kristen masuk Islam dan banyak pula pindah ke Israel lantaran pekerjaan tidak banyak di kota itu. Pada 2002 sebuah masjid hendak dibangun namun mendapat perlawanan keras dari Vatikan, Gedung Putih, dan organisasi Katolik serta Protestan sejagat. Akhirnya masjid itu batal dibangun.


Baca juga:
Menelusuri Gereja Nativity di Bethlehem, lokasi Yesus dilahirkan
Palestina punya toko seks pertama
Pemuda Palestina bikin video parodi iklan Van Damme
Dekat dengan Yahudi, setia terhadap Palestina
Bakal ada intifadah ketiga












Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/12/23/33/916188/18-pasangan-selebriti-menikah-di-tahun-ular-air-iii-habis


Berharap identitas kembali lewat patung

Sunday, June 16, 2013

Kisah Carlos Menem Bakal Berakhir di Penjara

INILAH.COM, Buenos Aires Bekas presiden Argentina Carlos Saul Menen Kamis (13/6/2013) diputus pengadilan untuk masuk bui selama tujuh tahun karena didakwa mengorganisasi penyelundupan senjata ke Krotia dan Ekuador saat kedua negara itu dilanda konflik berdarah.


Menem, 82 tahun, yang saat ini menjadi senator, semestinya segera dijebloskan ke penjara sesuai keputusan majelis hakim Buenos Aires. Karena statusnya sebagai senator, Menem masih tak serta merta bisa langsung dikerangkeng. Ia masih memiliki kekebalan dan mesti dimakzulkan dulu oleh para anggota senat lainnya. Namun kabarnya ia hanya dikenakan tahanan rumah.


Jika senat tak berdaya memakzulkannya, Menem masih bisa menikmati kebebasan hingga masa tugasnya sebagai senator berakhir pada 2017. Pengadilan banding yang digelar Maret memutuskan Menem bersalah. Ia, yang pernah berkuasa sebagai presiden Argentina selama dua masa jabatan (1989-1999), bersama bekas menteri pertahan Oscar Camilion, didakwa menyelundupkan 6.500 ton senjata dan amunisinya ke Koatia dan Ekuador.


Ia didakwa secara jorok menyelundupkan senjata dan dianggap melakukan pelanggaran serius dalam kejahatan mengirim material perang, apalagi kejahatan itu dilakukan oleh para pejabat pemerintah.


Persenjataan yang dikirim ke Krotia itu dilakukan sebanyak tujuh kali pengapalan antara tahun 1991 dan 1995. Sedangkan senjata yang dikirim ke Ekuador dilakukan dengan tiga kali pengapalan pada 1995. Pada waktu itu, sebagian besar negara-negara Balkan dikenakan sanksi embargo senjata oleh PBB meyusul pecahnya wilayah Yugoslavia.


Persenjataan itu seolah dikirim ke Panama dan Venezuela, padahal kapal-kapal itu sengaja berubah haluan dan berlayar menuju Krotia dan Ekuador. Saat itu Ecuador sedang bersengkarut soal perbatasan dengan Peru, dan Argentina sebagai penjamin perjanjian damai tak boleh menjual senjata ke Ekuador maupun Peru.


Menurut Menem, transaksi itu sah karena persenjataan seperti senapan, artileri, meriam, roket anti-tank dan amunisinya itu dikirimkan ke negara-negara yang sedang damai, tulis AFP, Jumat (14/6).


Carlos Saul Menem sebetulnya dari kecil dibesarkan keluarganya secara Islam. Orang tuanya adalah imigran dari Suriah dan penganut aliran Sunni yang tinggal di Yabroud, sekitar 80 kilometer dari Damaskus. Ia berpindah agama karena tuntutan politik di Argentina. Negara Katolik itu mensyaratkan presiden Agentina haruslah seorang Katolik Roma, dan Menem masuk Katolik pada 1994.


Menem ingin menaiki jenjang yang lebih tinggi dan kewajiban syariat Islam dianggapnya terlalu berat, ujar Kareem, sahabat kecil Menem yang puluhan tahun tak berkomunikasi dengan bekas presiden itu, seperti ditulis Los Angeles Time.


Politik membuat Menem sibuk dan tak berfikir lagi agama apa yang harus dianutnya. Bahkan ia sudah tak memikirkan hubungan dengan isterinya Zulema Menem meninggalkan kediaman presiden yang besar di pinggiran Buenos Aires pada Juni 1990. Secara hukum, presiden Argentina memiliki hak sepenuhnya yang menentukan siapa yang bisa tinggal di rumah besar itu.


Carlos Menem yang flamboyant dan dicap sebagai play boy sempat menikahi Miss Universe asal Chile, Cecilia Bolocco, ketika Menem berusia 76 tahun, namun keduanya sudah bercerai.


Menurut Kareem, sahabat masa kecil Menem, Zulema Fatima Yoma, kerap mengunjungi kerabat muslimnya secara diam-diam. Menem pun, kata Kareem, dalam hatinya tetaplah seorang Muslim. Itu terbukti ketika puteranya tewas lima tahun silam. Saya secara pribadi meminta Menem menguburkan anaknya secara Islam di pemakaman Muslim, ujar Kareem.


Menem memang masih terus memendam perasaan sebagai Muslim. Ia menyumbangkan tanah di kawasan kedutaan besar di pinggiran Buenos Aires yang mahal kepada komunitas Islam di sana.


Muslim di Argentina tersebar di Buenos Aires, Cordoba, Mendoza, Tucuman dan Rosario. Pupulasi mereka mencapai 700.000. Namu menurut Kareem ada sekitar sembilan hingga 10 juta Muslim atau mereka yang nenek moyangnya Muslim di Argentina. [Dari berbagai sumber]


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/20/116474793/Pengakuan-Mertua-Pengebom-Boston


Kisah Carlos Menem Bakal Berakhir di Penjara

Saturday, January 4, 2014

Ruba Qewar Jatuh Cinta pada Alquran

REPUBLIKA.CO.ID. Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia menemukan jawaban atas keraguan hatinya dalam Alquran.


Perempuan yang tinggal di Amerika Serikat ini, Ruba Qewar lumayan banyak memicu kontroversi. Pencarian akan keyakinan kepada Tuhan yang membuatnya nyaman selama ini beberapa kali berubah.


Ia lahir dalam keluarga Kristen. Ruba lahir di Denmark pada 1981, kemudian keluarganya pindah ke Yordania pada 1985. Tinggal di sana sebagai minoritas karena ia beragama Kristen, tak membuatnya nyaman.


Hingga akhirnya keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada 2002. Setelah ayahnya yang menjadi pendeta meninggal, ia mulai menjauhi agamanya dan gereja.


Selama ini yang membuatnya selalu pergi ke gereja dan membaca Alkitab adalah karena ayahnya, kakeknya, juga paman-pamannya yang merupakan para pendeta yang disegani.


Saudara-saudaranya yang lain juga para pengikut Kristen yang sangat taat dan beberapa dari mereka juga menikah dengan pendeta.


Namun, ia merasa berbeda. Ruba kadang tak puas dengan penjelasan yang diberikan para pendeta dan Alkitab atas pertanyaan akan rasa penasarannya. Ia kemudian mengamati agama yang lain, Hindu, Buddha, Yahudi, dan Islam.


Ia pergi bertemu dengan pengikut agama lain untuk mencari kebenaran. Ruba telah banyak berdebat dengan paman-pamannya yang pendeta, juga ibunya tentang keilahian Yesus, satu hal yang membuatnya ragu selama ini pada ajaran agamanya.


Ia pergi ke kuil Buddha, tempat ibadah Sikh, dan agama lainnya. Ia melihat mereka, penganut agama lain tersebut, bisa patuh dan percaya sepenuhnya kepada yang mereka sembah, yaitu Tuhan mereka.


Saat ingin mempelajari Islam, ia bingung harus memulainya dari mana. Ia tahu kitab suci agama ini, Alquran, namun ia tak tahu siapa yang memilikinya dan bisa meminjamkannya sebentar untuk ia baca.


Ia pun justru banyak merasa kesal kepada orang Islam karena menurutnya selalu menganggapnya salah dan merendahkan orang Kristen sepertinya. Itu yang ia ketahui dari berbagai media dan informasi yang tersebar di Amerika.


Ia ingin membaca Alquran untuk membuktikan kepada orang Islam bahwa mereka salah. “Aku ingin menemukan kesalahan dalam Alquran untuk membuktikan orang Islam itu salah dan sayalah yang benar,” ujarnya.


Ia pernah membaca bahwa Alquran hanyalah sebuah buku karangan yang ditulis seseorang yang menyebut dirinya seorang nabi. Ia kemudian membuka laman www.Muslim-web.com yang di dalamnya ada konten khusus untuk Alquran dan isi terjemahannya.


Membacanya satu per satu melalui layar komputernya, membuatnya jatuh cinta. Surat-surat pertama terdengar bahasanya tidak terlalu memaksa, namun menjelaskan dan menjawab rasa penasarannya. “Saya jadi jatuh cinta kepada Alquran,” kata Ruba.


Inilah yang membuatnya mantap untuk masuk Islam. “Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir Islam akan menjadi jalan yang saya pilih,” ujarnya.


Dalam perjalanan menjadi seorang mualaf baru, ia dilanda kebingungan dan salah jalan. Saat sedang dalam masalah keluarga, saat itu ia bercerai dari suaminya dan diusir dari rumahnya, kemudian memutuskan untuk pergi ke Yordania kembali.


Niatnya adalah untuk merasakan kembali tinggal di negara Muslim, tempat dulu ia menjadi kalangan minoritas. Namun kini ia statusnya berbeda, ia akan menjadi bagian dari keluarga Muslim itu.


Sayangnya, ia bertemu dengan orang yang salah. Sebagai seorang Muslim baru, di Yordania yang ia temui adalah guru spiritual yang mengajarkan Islam ekstremis dan mengaduk-aduk psikologis spiritualnya.


Ia merasa dididik untuk menjadi seorang teroris. Ruba kecewa dengan hal ini, hingga akhirnya ia kembali ke Amerika dan memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan menjadi Kristen lagi.


Ia tak percaya lagi pada Islam dan kembali kepada ibu dan keluarganya yang Kristen. Kemudian, ia ditawari untuk ditayangkan dalam televisi pada sebuah acara tentang kembalinya ia menuju ke Kristen.


Dalam kesempatan tersebut, telah di-setting agar acara bisa mengharukan, yaitu dengan cara sang ibu memeluknya dengan erat sambil menangis, kemudian ia juga disuruh untuk melepaskan jilbabnya dalam acara tersebut.


Hari-hari berlalu saat ia kembali di tengah keluarga Kristen. Namun, ia merasa tak nyaman, hatinya merasa tak tenang. Saat kembali ke tengah keluarganya, ia diperlakukan berbeda, dianggap sebagai mata-mata, dan diberikan perawatan jiwa, seperti layaknya pencucian otak.


Ia merasa sangat berat sekali di masa ini. Stres secara psikologis dan waktunya banyak dihabiskan untuk mengikuti kelas dan pelajaran berat tentang kekristenan.


Kadang, ia sering menyendiri di dekat danau dan kemudian ia banyak lagi membaca Alquran. Ruba paham yang membuat jiwanya tenang adalah ketika bersama dengan hal yang dicintainya, Alquran, Islam.


Dengan keyakinan yang teguh, ia kemudian kembali ke Islam lagi. Ia percaya jalan inilah yang paling tepat baginya karena Islam bisa memberikan jawaban atas keraguannya dan ia merasa nyaman di dalamnya.


Jika ia ditanya apa alasannya kembali ke Islam lagi? Jawabnya adalah karena pertolongan Allah. “Atas rahmat-Nya yang besar yang diberikan kepada saya, saya bersyukur dan terus berdoa agar bisa selalu teguh pada Islam, agama yang saya percayai sekarang,” katanya.


Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/21/18210017/Kuota.Haji.Jember.Sudah.Penuh.Hingga.2024


Ruba Qewar Jatuh Cinta pada Alquran

Tuesday, July 2, 2013

Siapa di belakang tunjuk perasaan di dunia Islam?

KETIKA era komunisme melanda kebanyakan negara di dunia pada awal abad lalu sehingga pertengahan abad ke-20, semacam ada gerakan tersusun untuk menjatuhkan ideologi itu dengan pelbagai penentangan, sehingga ketakutan kepada ideologi komunisme dilabelkan dengan pelbagai gelaran dan propaganda.


Yang menariknya pula, semua propaganda itu didalangi oleh Amerika Syarikat (AS) dan disokong oleh negara-negara Barat.


Ketakutan terhadap ideologi komunisme telah membawa kepada beberapa perang besar di dunia termasuk perang Vietnam, perang di semenanjung Korea, penaklukan Afghanistan oleh Moscow semasa era Kesatuan Soviet, konfrantasi di Eropah timur, konfrantasi antara Jerman Timur dan Jerman Barat dan perang dingin antara AS dan Kesatuan Soviet.


Dalam semua konfrontasi itu, kemenangan Vietkong di Vietnam paling dramatik apabila ideologi komunis berjaya mengatasi kuasa demokrasi barat tajaan AS di bumi Vietnam, bagaimanapun komunis di bawah Kesatuan Soviet kecundang di Afghanistan apabila Taliban berjaya mengusir Moscow dari bumi Afghanistan dengan bantuan China, AS dan sekutunya.


Begitulah sengitnya konfrontasi merentasi ideologi komunisme dan sistem demokrasi yang berlaku pada pertengahan abad lalu hingga dekad 80-an, termasuk menyaksikan kejatuhan Kesatuan Soviet, selain menyaksikan penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur dan robohnya Tembok Berlin serta memperlihatan kemenangan kuasa demokrasi tajaan AS.


Namun begitu, komunisme masih bertahan di semenanjung Korea apabila Korea Utara masih menunjukkan cengkaman kuasanya di semenanjung itu, walaupun dengan kehadiran AS di rantau tersebut.


Dalam semua insiden dan konfrantasi itu menyaksikan AS dan barat cuba mengetengahkan sistem demokrasi di negara-negara terbabit dan cuba menolak komunisme dengan menyogokkan propaganda bahawa komunisme sebagai musuh penduduk sejagat.


AS dalam propaganda menentang komunisme ketika itu telah memperkenalkan Teori Domino dengan mendakwa komunisme harus ditentang habis-habisan kerana bimbang jika satu negara jatuh ke tangan komunisme akan menyebabkan negara-negara lain yang berhampiran turut jatuh ke tangan komunisme.


Begitulah cara AS dan sekutunya mengekalkan kuasa dan kedudukan mereka sebagai kuasa dunia.


Setelah beberapa dekad menentang komunisme, AS dan barat menunjukkan kemajuan dalam kempen dan propaganda mereka apabila banyak negara komunis di Eropah timur runtuh dan menerima demokrasi termasuk di Jerman timur, Czechoslovakia, Yugoslavia, Albania dan Bulgaria melalui kebangkitan rakyat di negara-negara terbabit menerusi tunjuk perasaan besar-besaran.


Ketika itu kita menyaksikan penduduk negara-negara komunis terbabit bangkit menentang pemerintah komunis yang dianggap kuku besi melalui tunjuk perasaan hampir setiap hari selama berbulan-bulan sehingga membawa kepada kejatuhan kerajaan komunis dan digantikan dengan kerajaan demokrasi.


Kini, trend serupa berlaku di negara-negara Islam bermula dengan dunia Arab, apabila meletus Arab Spring di Tunisia, apabila rakyat di negara-negara Arab bangkit menentang kerajaan dan pemimpin mereka atas alasan kemiskinan, reformasi ekonomi dan pembaharuan demokrasi.


AS dan Barat menyedari kekuatan kuasa rakyat seperti yang berlaku di Filipina apabila Corazon Aquino menggerakkan kebangkitan rakyat dengan mengadakan perarakan raksasa bagi menggulingkan Presiden Ferdinand Marcos, namun di dunia Islam, AS menggunakannya untuk kepentingannya dengan memperalatkan pemimpin di negara-negara Islam untuk meracuni rakyat supaya memberontak.


Apakah tunjuk perasaan di dunia Arab dan kini merebak ke dunia Islam juga merupakan perancangan AS dan barat yang bimbang dengan perluasan pengaruh Islam di negara-negara Islam dan di seluruh dunia. Inilah konspirasi AS dan barat untuk terus kekal sebagai kuasa besar dunia yang menentukan hala tuju dunia di bawah cengkaman mereka.


Sebenarnya, AS cuba menggunakan kekerasan seperti mereka lakukan ke atas Iraq, bagi menumpaskan pengaruh dan kuasa Islam yang semakin meningkat di dunia, tetapi AS dan barat sedar akibatnya, kerana selepas Perang Iraq dan kejatuhan Saddam Hussein, imej AS dan barat di kaca mata Islam merudum dan terjejas teruk serta dianggap sebagai negara pengganas. AS tidak mahu imej itu terus menghantui mereka.


AS menyedari perkara itu dan kembali menggunakan modus operadi yang sama seperti memerangi kebangkitan komunisme dahulu dengan meracuni rakyat negara-negara terbabit dengan menanam kebencian terhadap kerajaan. Mereka menggunakan masalah dalaman di negara-negara Islam sebagai alasan untuk rakyat membenci kerajaan yang sah di negara-negara Islam.


Akhirnya, strategi AS dan barat itu dilihat berkesan apabila beberapa pemimpin negara Arab berjaya digulingkan dan dibunuh termasuk Presiden Zine El Abidine Ben Ali (Tunisia), Muammar Ghaddafi (Libya), Hosni Mubarak (Mesir), Ali Abdullah Saleh (Yemen) dan Bashar al-Assad (Syria).


Selepas melihat kejayaan strategi itu di dunia Arab, AS dan barat mula mengembangkan strategi itu ke negara-negara Islam lain termasuk di Turki, Iran dan Pakistan.


AS dan barat turut menggunakan pendekatan itu di Malaysia dan strategi itu dilihat berjaya dengan kehadiran pemimpin seperti Anwar Ibrahim dan pemimpin politik Malaysia berhaluan kiri dan pemimpin Islam liberal serta mereka yang berfahaman rasis seperti DAP.


Trend ini dilihat akan berterusan selagi AS dan barat belum berpuas hati melihat perubahan kepimpinan di negara-negara Islam berpengaruh seperti Pakistan dan Iran yang mempunyai kuasa nuklear, Malaysia dan Turki yang mempunyai kedudukan ekonomi dan politik yang stabil serta Indonesia yang mempunyai penduduk Islam terbesar di dunia serta sumber alam yang banyak.


Selepas kejatuhan semua pemimpin Islam di negara-negara Islam yang terbabit, AS dan barat akan menjadikan Arab Saudi sebagai sasaran terakhirnya untuk memusnahkan sepenuhnya pengaruh Islam kerana Arab Saudi merupakan tempat terletaknya kiblat umat Islam di Mekah dan juga kemunculan negara Islam pertama di Madinah.


Presiden George W. Bush pernah mengutarakan idea untuk mengubah kiblat orang Islam dari Mekah ke New York dan mengubah al-Quran bagi menukar persepsi masyarakat Islam terhadap jihad.


Mungkin ramai yang akan menyatakan ini adalah teori semata-mata, tetapi trend yang sedang berlaku di seluruh dunia memperlihatkan dunia Islam sedang dilanda tunjuk perasaan yang tidak ada matlamat yang jelas, selain kebangkitan rakyat yang ditanam dengan kebencian terhadap pemerintah yang sah.


Bahaya sedang menanti umat Islam, kerana AS dan Barat sentiasa mencemburui perkembangan Islam dan umat Islam pula sentiasa alpa kerana tidak menyedari mereka masuk perangkap musuh.



Article source: http://www.sinarharian.com.my/kesal-gambar-masjid-dipijak-1.177832


Siapa di belakang tunjuk perasaan di dunia Islam?