Showing posts sorted by relevance for query terlihat. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query terlihat. Sort by date Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Mohammad Akbar


Deretan pohon kurma dan palem menghiasi tampilan Masjid Baitul Ihsan. Sebuah keindahan yang asri tersaji di halaman depan masjid yang berada di lingkungan kompleks PLN Gandul, Depok. Dari luar, pesona masjid yang berdiri di atas hamparan sekitar 1.000 meter persegi ini telah terlihat.


Bangunan utamanya berbentuk kotak. Luas bangunan masjid ini sekitar 800 meter persegi. Tetapi, sebagai ornamen penghiasnya dihadirkan bentuk lengkung an yang lebih mencerminkan adopsi gaya arsitektural bangunan Islam di Kordoba, Spanyol.


Secara umum, masjid ini memiliki empat kubah. Kubah utama berukuran diameter sekitar 20 meter. Letaknya ber ada di bagian tengah bangunan. Pada bagian kubah utama ini, terlihat ku bah kecil yang ditumpukkan pada bagian atas dengan lambang bulan sabit di bagian ujungnya. Tampilan kubah kecil yang menumpuk ini pada dasarnya hanya sebagai bentuk hiasan saja bagi kubah utama.


Selain kubah utama, terdapat pula dua kubah yang berukuran lebih kecil. Posisi kubah tersebut tepat berada di atas menara. Sedangkan, satu kubah lainnya berada di bagian mihrab. Sayang nya, untuk kubah yang terakhir ini tidak begitu jelas terlihat jika kita berada di sisi halaman muka masjid.


Lengkung-lengkungan
Dua menara menghiasi bagian mu ka masjid. Adopsi desain menara ini lebih menyerupai tampilan fasad di Masjid Raya Bogor. Tampilannya mengadopsi desain hypostyle atau Arabplan. Gaya ini menjadi salah satu keagungan seni arsitektur Islam yang pernah tumbuh pada masa Abbasiyah dan Umayyah.


Bagian menara ini menyatu dengan bagian inti masjid. Bagian dasar menaranya berbentuk kotak. Dengan posisinya yang menyatu dan berbentuk kotak itulah yang memberikan ke san gagah bagi tampilan fasad mas jid. Sedangkan, untuk bagian selasar masjid, dihiasi oleh atap yang melengkung. Lengkunganlengkungan itu menghiasi setiap ruas antartiang. Tampilan lengkungan semacam ini juga banyak terlihat pada bangunan bergaya hypostyle.


Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan, menceritakan tampilan yang ada sekarang ini sebenarnya merupakan hasil renovasi. Dulu, masjid ini berbentuk persegi enam dengan bentuknya yang sederhana.


Lantas merujuk pada prasasti yang tertempel di dinding masjid, renovasi masjid ini peresmiannya ditandatangani oleh Eddie Widiono, direktur Utama PT PLN, 17 November 2006. “Tampilan bergaya Eropa yang muncul sekarang ini lebih ditujukan pada kepentingan artistiknya saja, tak banyak makna yang disimpannya,” kata dia saat berbincang kepada Republika.


Lalu, ketika melihat ke bagian interior, sentuhan seni tak terlalu begitu menonjol. Bentuk melengkung justru lebih menonjol pada bagian jendela. Dengan menggunakan material kayu, kusen dan jendela masjid yang dipilih berbentuk melengkung. Bentuk tersebut terlihat serasi dengan tempias yang juga membentuk tampilan melengkung.


Sedangkan, pada bagian mihrab yang lebih ditonjolkan adalah hiasan dari bahan granit. Setiap sisi dari hamparan granit itu dibuat dengan sisi miring 45 derajat. Hiasan semacam ini juga selaras dengan kacakaca jendela masjid yang dibuat dengan teknik kaca bevel.


Di bagian atas mihrab terdapat sebuah bulatan yang memancar sinar. Di dalam bulatan itu tertulis kalimat Allah dalam bahasa Arab. Sedangkan, cahaya yang muncul itu tak lepas dari pilihan kaca patri yang dipakai. Sebagaimana fungsi dari kaca patri maka cahaya yang masuk tidak langsung menyeluruh, sehingga membuat suasana di dalam menjadi panas. Cahaya yang melewati kaca patri ini menjadi me mendar se hingga mem berikan efek luas bagi cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Inilah yang tersaji pada bagian interior masjid.


Mengutamakan pemanfaatan
Pada bagian mihrab ter dapat pula bentuk ce kungan atau ceruk. Di bagian ceruk inilah terdapat lubang. Di bagian atasnya menjadi tempat kubah. Di bagian ini tak terlalu banyak dihadirkan ornamenornamen yang mendetail.


Sementara, pada bagian bawah kubah utama juga demikian. Tampilan yang tersaji hanya dominasi sebaran cat berwarna putih tanpa diberikan hiasan yang menambah nilai estetika. Permainan seni kaligrafi yang ada di masjid ini hanya tersaji di beberapa bagian saja. Di antaranya, mengelilingi bagian balokan di bawah kubah yang berbentuk kotak persegi empat.


Adapun kaligrafi yang menghiasinya berasal dari penggalanpenggalan surat di dalam Alquran, seperti Surat atTaubah ayat 18, atTaubah (108), alBaqarah (284), atTahrib (6), dan alAnkabut (45). Hiasan kaligrafi lainnya berisi huruf Arab tentang namanama baik Allah atau As maul Husna. Penempatan As maul Husna itu disebar ke setiap sudut ruangan. Setiap Asmaul Husna itu dibingkai dalam ruang bujur sangkar.


S e c a r a umum pada bagian interior ini terdapat dua lantai. Lantai bawah digunakan sebagai ruang ibadah bagi jamaah lelaki, sedangkan pada lantai balkon menjadi tempat ibadah bagi kaum hawa dan juga seba gai tempat pe nampung tambahan jika lantai ba wah sudah terisi penuh. “Daya tampung di sini bisa mencapai 1.000 jamaah lebih,” ungkap Cecep.


Cecep menjelaskan secara konsep masjid ini tidak terlalu terpatok pada sebuah adopsi desain Eropa atau Timur Tengah. “Tetapi, lebih mengedepankan sisi manfaatnya saja. Kalaupun terlihat indah, itu menjadi nilai tambah bagi masjid ini,” ujarnya.


Semarak Kegiatan di Rumah Kebaikan
Kehadiran sebuah masjid tak selamanya hanya mengandalkan sisi keindahannya. Tapi, jauh lebih bermanfaat adalah bagaimana menjadikan peran masjid ini mampu memberi faedah bagi lingkungan sekitar. “Konsep itulah yang coba kami ke depankan. Sebagaimana makna dari Baitul Ihsan maka kami ingin masjid ini bisa menjadi tempat yang memberi kebaikan dan manfaat bagi orangorang yang ada di sekitarnya,” kata Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan.


Cecep pun menjelaskan sejumlah aktivitas yang diharapkan bisa menyemaikan nilai-nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar. Di antaranya, di masjid ini terdapat juga sekolah setingkat SMP dan SMK. “Sekolah ini ditujukan bagi kaum dhuafa. Biayanya gratis,” kata dia.


Selain menyediakan pendidikan formal, Cecep juga menjelaskan, secara rutin pula pihaknya menggelar kegiatan yang mempertebal nilai keimanan. Bentuknya majelis taklim, kajian keilmuan dan Alquran, hingga pembinaan Alquran bagi anak-anak. “Alhamdulillah untuk kegiatan kajian Islam kami melakukannya secara rutin, mulai dari Senin hingga Ahad selalu ada,” ujarnya.


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Bicara_Agama/20130626/ba_03/Pengalaman-jadi-kelebihan


Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Thursday, May 23, 2013

Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris



foto: Reuters

London, – Situasi kota Woolwich, Londor timur, Inggris pasca pembunuhan sadis seorang tentara, kini tenang. Sebelumnya sempat sempat terjadi bentrokan kecil antara ratusan orang pendukung English Defense League (EDL) dengan polisi.

Bentrokan itu terjadi saat mereka menggelar aksi demo anti-Islam, beberapa jam setelah pembunuhan tentara Inggris di siang hari bolong.


Berdasarkan pantauan langsung detikcom, Kamis (23/5/2013), saat ini, ratusan polisi masih dikerahkan dan disebar ke seluruh pusat keramaian di Woolwich, yang pagi ini terlihat normal tapi lenggang. Sejumlah helikopter polisi pun masih berputar-putar sepanjang pagi memantau situasi.


Sementara barak militer Woolwich yang hanya berjarak 500 meter dari pusat kota, dan tempat pembunuhan terjadi, kini memperketat penjagaan.


Atas kejadian mengerikan pada Rabu, 22 Mei siang waktu setempat tersebut, wilayah pusat kota Woolwich untuk sementara masih ditutup. Alur lalu lintas dialihkan menjauhi pusat kota. Kemacetan pun terjadi karena Woolwich mempunyai jalur sibuk menuju kota London.


Sementara stasiun kereta Woolwich Arsenal yang menjadi bagian jalur kereta api ke London, tetap dibuka normal walau terlihat sepi saat jam sibuk. Sebabnya, orang-orang menghindari masuk ke Woolwich dan memilih menggunakan stasiun lain.


Masjid Greenwich yang terletak tak jauh dari pusat kota Woolwich juga dijaga ketat. Sementara itu, masyarakat muslim Somalia yang terkonsentrasi di daerah Woolwich, terlihat bersama penduduk lokal meletakkan bunga tanda belangsukawa di tempat pembunuhan terjadi.


Dua pelaku tertembak oleh polisi pasca pembunuhan tentara Inggris yang terjadi di John Wilson Street pada Rabu (22/5) pukul 14:20 waktu setempat. Menurut saksi mata, korban diserang membabi-buta hingga tewas oleh dua pria berkulit hitam itu.


Salah seorang pelaku tampak terekam kamera tengah mengacungkan pisau pemotong daging berlumuran darah dan membuat pernyataan politis. “Anda semua tidak akan pernah aman. Ganti pemerintahan Anda, mereka tidak peduli pada Anda,” serunya.



Reportase Sore


(ita/ita)







Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=57178


Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Mualaf?

ANGEL Karamoy dikabarkan sudah memeluk Islam. 

Kabar mualafnya ibu dua ini muncul setelah akun lambe_turah memposting video saat Angel tengah liburan di pantai.

Dalam video itu, Angel terlihat senang, ia bahkan menari-nari di pantai.

Sementara pada postingan berikutnya, Angel bersama seorang wanita terlihat mengenakan hijab warna pink dan baju senada.

Pada bagian bawah foto Angel, terdapat foto tangan yang dilukis dengan menggunakan henna.

Hingga saat ini Angel belum memberikan pernyataan mengenai kabar dirinya telah menjadi mualaf.(zul/ps/chi/jpnn)

"

| Angel | Karamoy | Mualaf? | ANGEL | dikabarkan | memeluk | Islam | p> Kabar | mualafnya | muncul | setelah | akun | lambe_turah | memposting | video | saat | tengah | liburan | pantai | span>< | p> Dalam | terlihat | senang | bahkan | menari | nari | p> Sementara | pada | postingan | berikutnya | bersama | seorang | wanita | mengen | hijab | warna | pink | baju | senada | p> Pada | bagian | bawah | foto | terdapat | tangan | yang | dilukis | dengan | menggun | henna | p> Hingga | memberikan | pernyataan | mengenai | kabar | dirinya | telah | menjadi | mualaf | (zul | jpnn)< | p> |

Thank You So Much for Visiting this Blog

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Saturday, December 10, 2016

Dikabarkan Jadi Istri ke-2, Muncul Isu Angel Karamoy Jadi Mualaf

BANGKAPOS.COM--Kabar menghebohkan datang dari pesinetron cantik Angel Karamoy.

Setelah berpisah dari Steven Rumangkang, artis berdarah Manado ini dikabarkan jadi istri kedua produser Ganteng Ganteng Serigala, Syaiful Drajat.

Padahal, produser tersebut juga belum lama menikahi istri pertamanya yang juga seorang artis bernama Afifa Syahira.

Mereka baru menikah pada tahun 2014 lalu dan telah dikaruniai seorang anak yang belum genap berumur dua tahun.

Bukti bahwa Angel Karamoy jadi istri kedua diperkuat dengan video yang diunggah akun gosip @lambe_turah berikut ini.

Dalam video tersebut, Angel yang mengenakan bandana merah dan kaos hitam terlihat tengah berlibur bersama keluarga Syaiful Drajat.

Ia tampak berlarian di pantai dan tercebur ke kolam renang.

Pada saat Angel tercebur itulah tampak sosok yang diduga Syaiful Drajat yang tengah berenang.

Tak hanya video, akun ini juga mengunggah foto Angel yang tengah mengenakan hijab.

Dalam foto tersebut, Angel yang mengenakan hijab berwarna pink terlihat sangat cantik ketika berfoto bersama adik sang produser.

"

| Dikabarkan | Jadi | Istri | ke-2, | Muncul | Angel | Karamoy | Mualaf | BANGKAPOS | strong>Kabar | menghebohkan | datang | pesinetron | cantik | Karamoy< | p> Setelah | berpisah | Steven | Rumangkang | artis | berdarah | Manado | dikabarkan | jadi | istri | kedua | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | p> Padahal | tersebut | juga | lama | menikahi | pertamanya | yang | seorang | bernama | Afifa | Syahira | p> Mereka | baru | menikah | pada | tahun | 2014 | telah | dikaruniai | anak | genap | berumur | p> Bukti | bahwa | diperkuat | dengan | video | diunggah | akun | gosip< | @lambe_turah | berikut | p> Dalam | mengen | bandana | merah | kaos | hitam | terlihat | tengah | berlibur | bersama | keluarga | p> Ia | tampak | berlarian | pantai | tercebur | kolam | renang | p> Pada | saat | itulah | sosok | diduga | berenang | p> Tak | hanya | mengunggah | foto | hijab | berwarna | pink | sangat | ketika | berfoto | adik | sang | p> |

Thank So Much for Visiting this Article

Saturday, July 20, 2013

Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Nia Sjarifudin (tengah) terpanggil melakukan pembelaan terhadap kelompok minoritas.


Nia Sjarifudin mendampingi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi agama dengan pendekatan personal.


Beberapa menit setelah masjid milik Jemaat Ahmadiyah di Jati Bening, Bekasi, disegel oleh aparat Satpol Pamong Praja Kota Bekasi dan aparat kepolisian setempat, awal April 2013 lalu, sejumlah perempuan tua anggota Jemaat Ahmadiyah terlihat menangis sesenggukan.


Mereka akhirnya harus meninggalkan tempat ibadah miliknya, setelah aparat memaksakan penyegelan pada petang harinya, karena dianggap menyalahi aturan setempat.


Namun demikian, proses penyegelan itu tidak berjalan mudah, karena warga Ahmadiyah dan didukung para aktivis kemanusiaan, sejak pagi hari menolak dan melawannya.


Di antara orang-orang yang melakukan perlawanan terhadap upaya penyegelan masjid itu, ada seorang perempuan berkacamata dan berambut pendek.


Bersama pegiat lainnya dan pimpinan Ahmadiyah, dia saat itu terlibat pembicaraan serius dengan aparat kepolisian, mengajukan argumen dan alasan penolakan penyegelan itu.


Nia Sjarifudin (berkaca mata) mendampingi seorang warga Ahmadiyah di Bekasi yang masjidnya disegel oleh pemerintah kota itu, April 2013 lalu.


Dia terlihat pula memberi semangat kepada beberapa perempuan tua warga Ahmadiyah yang menangis dan terlihat syok, akibat penyegelan tempat ibadah mereka.


Nia Sjarifudin, nama perempuan itu, selama ini memang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan yang menaruh peduli terhadap nasib kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.


Seperti yang dilakukannya terhadap warga Ahmadiyah di Bekasi, Nia — begitu sapaan akrab perempuan kelahiran 1966 ini — juga melakukan pembelaan terhadap warga Islam Syiah di Sampang, warga Kristen di Bekasi dan Bogor yang dipersulit beribadat, serta para penganut kepercayaan yang tidak pernah diakui oleh negara.


“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini,” ungkap Nia Sjarifudin dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (28/06) lalu.



“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini.“



Hal ini dia utarakan saat saya tanyakan apa yang membuatnya melakukan pembelaan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.


Menurutnya, kepedulian terhadap nasib kelompok minoritas juga dilatari situasi saat ini yang disebutnya “banyak melahirkan kebijakan diskriminatif.”


“Karena itu, berdasarkan kesepakatan di antara teman-teman, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), kita prioritaskan memperjuangkan kelompok minoritas keagamaan dan keyakinan,” kata ibu dua anak ini, menjelaskan.


ANBTI didirikan pada 2006 lalu oleh orang-orang yang merasa prihatin (termasuk mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) atas persoalan intoleransi dan kasus-kasus diskriminasi terhadap kelompok minoritas.Sejak 2010 lalu, Nia Sjarifudin dipercaya sebagai sekjen ANBTI.


Keyakinan diri


Pemihakan Nia Sjarifudin terhadap kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, tentu saja, dapat membuatnya berhadap-hadapan langsung dengan kelompok atau orang-orang yang dianggap sebagai pelaku diskriminasi.


Di benak masyarakat awam, situasi seperti ini seolah-olah merupakan sesuatu yang tidak gampang dilakukan.


Dalam berbagai kesempatan, Nia dan aktivis kemanusiaan lainnya memang terlibat langsung dalam unjuk rasa menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, dan berhadapan dengan kelompok yang mendukung penyegelan.


Tetapi menurut Nia, kekhawatiran seperti itu bisa dia atasi. Alasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperjuangkan kelompok minoritas terhadap hak-haknya dilindungi oleh Konstitusi, UUD 1945.


“Ya, memang persoalan resistensi kelihatannya seperti itu ya, kalau bicara agama. Tapi kita tidak bicara soal agamanya, tapi bagaimana hak-hak konstitusinya banyak sekali dilanggar terhadap beberapa pemeluk agama, yang sebetulnya mereka sudah hidup dengan kita sejak awal jauh sebelum kemerdekaan,” jelas Nia.


Nia dan sejumlah aktivis menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, Jabar.


Dan lebih dari itu, menurutnya, “Keyakinan saya sendiri terhadap apa yang menjadi komitmen kebangsaan kita, saya rasa itu yang menguatkan saya,” kata Nia, dengan nada tegas.


Jadi, persoalan psikologi sudah Anda anggap selesai ya? Tanya saya.


“Ha-ha-ha… Saya rasa, manusiawi ya, kadang-kadang kita melihat ‘Waduh kita melawan sekelompok orang yang, mohon maaf, sering melakukan kekerasan, dan negara sering melakukan pembiaran’,” ungkap Nia, yang semasa kuliah, sudah aktif sebagai pencinta alam.


“Tapi, buat saya yang lebih menguatkan saya adalah bagaimana saya melihat saudara-saudara saya yang masih terdiskriminasi,” kali ini Nia berkata serius.



“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri.“



“Itu buat saya jauh lebih penting, ketimbang saya melihat sekelompok orang yang melakukan pelanggaran atau sering melakukan pelanggaran”.


Dia kemudian mencontohkan, aksi Jemaat Gereja Yasmin di Bogor yang berthana dan terus memperjuangkan hak-haknya atas gerejanya, walaupun “dicaci maki, menjadi korban kekerasan, bahkan secara fisik.”


“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri,” akunya.


Nia menambahkan, hal lain yang menguatkan dirinya adalah bahwa para korban sangat sadar dan memahami hak-hak Konstitusinya.


Pendekatan pribadi


Terjun sebagai aktivis kemanusiaan yang peduli terhadap kelompok agama minoritas, Nia dikenal melalui pendekatan kulturalnya.


Dia tidak segan-segan melakukan pendekatan pribadi saat mendampingi orang-orang dari kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, kata juru bicara masyarakat adat Sunda Wiwitan, Dewi Kanti.


Bersama organisasi yang dipimpinnya, ANBTI, Nia tampil untuk berbagi pengalaman di Sekolah Pluralisme Kewarganegaraan yang didirikan UGM Yogyakarta.


“Dia itu turun langsung dan secara pribadi agak berbeda dengan sifat yang dimiliki beberapa NGO yang hanya melihat hubungan sekedar organisasi,” kata Dewi.


Melalui pendekatan kulturalnya, imbuh Dewi, Nia sering melakukan pendekatan yang sangat personal dan humanis. “Dia merekatkan kekuatan yang hampir tercecer,” tambahnya.


“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri,” katanya lebih lanjut.


Nia Sjarifudin sendiri mengaku, dirinya sengaja melakukan pendekatan pribadi, karena pola hubungan seperti inilah yang dibutuhkan dalam mendampingi para korban diskriminasi, yaitu antara lain kepercayaan (trust).



“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri.“



“Mungkin karena sekian lama ya diskriminasi itu dialami (korban), mereka juga tidak bisa secara langsung, atau bercerita dengan orang yang tidak dikenal,” kata Nia. “Kan tadinya kita tidak kenal”.


Melalui pendekatan personal, Nia mengharapkan dapat mengetahui dan memahami persoalan mereka. “Buat saya, hal-hal seperti itu tidak bisa dengan pendekatan yang kaku,” tambah istri Bambang Joedopramono ini.


“Saya mesti merasa sejajar dengan mereka. Duduk bersama dan saya berusaha untuk menempatkan diri, mencoba merasakan empati dengan apa yang mereka rasakan”.


Pengalaman emosional


“Paling menyentuh buat saya adalah persoalan anak,” ungkap Nia, saat saya menanyakan pengalaman emosional seperti apa yang pernah dialaminya selama melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang menyebut dirinya sebagai korban diskriminasi.


Menurutnya, anak yang dilahirkan dari pasangan orang tua yang agama atau keyakinannya tidak diakui negara, membuat dirinya tersentuh secara emosional.



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat.“



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat,” ungkapnya.


“Bagaimana saya melihat seorang anak lahir tanpa dosa, tetapi karena orang tuanya menikah, dan agamanya dianggap tidak resmi oleh negara, kemudian pernikahannya tidak dicatatkan oleh negara, maka anak itu menjadi anak yang kalau ke ruang publik itu, anak yang bisa dikatakan anak yang lahir dari orang tua yang tidak menikah,” paparnya.


“Anak yang tidak berdosa, karena aturan negara, dia lahir menjadi — kalau dia dicap secara kasar di ruang publik — dianggap sebagai anak haram”.


Pengamalan menyedihkan seperti ini, lanjutnya, bakal berdampak pula pada masa depan anak itu.


“Itu membuat saya miris,” kata ibu dari Omar Rolihlahla Hakeem (14 tahun) dan Putri Malahayati Hangkalea Bourguiba (8 tahun) ini, dengan nada bergetar.


Sosok Gus Dur


Pada pekan ketiga Juni lalu, Nia Sjarifudin sibuk melakukan konsolidasi organisasi yang dipimpinnya, yaitu Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, ANBTI. Usai kunjungannya ke Aceh, barulah wawancara dengan dirinya bisa dilakukan.


“Kita memetakan persoalan di tingkat propinsi, misalnya kejadian atau kasus yang berpotensi terhadap keberagaman kita,” ungkap Nia, mengungkapkan salah-satu bentuk konsolidasi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya di seluruh Indonesia.


Selain melakukan advokasi langsung terhadap kasus-kasus diskrimnasi, Nia melalui organisasinya juga mengunjungi lokasi pengungsian warga Syiah di Sampang, Madura (sebelum dpindahkan ke Sidoarjo, Jatim).


Menurut NIa, mereka juga mendorong para korban kebijakan diskriminasi untuk menyatukan gerakan.


Nia mengunjungi warga Syiah di Sampang sebelum mereka diserang kelompok penentangnya.


“Kita banyak mendorong para korban untuk survival, untuk melakukan advokasi. Dan ini sudah jalan setelah terbentuk Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB),” ungkapnya.


Dalam wawancara, Nia Sjarifudin menjelaskan panjang lebar visi, tujuan serta organisasi ANBTI. Tetapi siapa yang paling menginspirasi atau mempengaruhi Anda sehingga Anda bisa seperti sekarang? Tanya saya.


“Buat saya, perjumpaan saya selalu dengan setiap korban (diskriminasi), menurut saya, itu terus menerus mempengaruhi saya,” akunya, seraya menambahkan bahwa peningkatan intolrenasi saat ini mendorognnya pula untuk lebih berjuang keras.


Nia kemudian beberapa nama, dan salah-satunya mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang disebutnya sebagai inspirator dirinya.


“Setiap orang berpikir: kalau ada apa-apa, ke Gus Dur dulu, kalau ada apa-apa ke Gus Dur, baik itu orang Kristen, orang penghayat, dan lain-lain. Buat saya itu menjadi patokan,” katanya.



“Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting.“



Pihak lain yang ikut mempengaruhi sikapnya dalam bertoleransi adalah kedua orang tuanya, melalui landasan agama yang ditanamkan sejak dirinya kanak-kanak.


“Misalnya Islam itu universal, buat saya itu sebuah pegangan. Islam itu Rahmatan lil alamin. Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting,” ungkapnya.


“Dan buat saya, dukungan paling besar itu terutama dari pasangan hidup saya, suami saya, itu dia yang banyak sekali memberi support kepada saya,” katanya, menyebut suaminya yang bernama Bambang Joedopramono.


Menurutnya, suaminya mendukung sepenuhnya aktivitasnya sosialnya saat ini.


Seperti Nia, sang suami juga aktivis di masa kuliah. “Kami menikah tahun 1998, setelah Suharto turun dari kekuasaan,” kata Nia, yang memiliki hobi berjalan-jalan ke pasar tradisional, setiap mengunjungi setiap daerah di berbagai pelosok Indonesia.


Mempengaruhi kebijakan


Pada akhir wawancara, saya bertanya kepada Nia Sjarifudin: “jika bisa mengulang waktu, apa yang ingin dia lakukan.”


Nia Sjarifudin dalam aksi di depan Istana Merdeka, menentang kebijakan diskrimitaif terhadap kelompok minoritas.


“Saya merasa terlambat sadar bahwa saya seharusnya dulu berani mengambil jalur sebagai pengambil kebijakan. Itu yang selalu saya pikirkan sampai sekarang…ha-ha-ha…”


Nia kemudian mengisahkan pengalamannya sebagai aktivis sejak tahun 80-an, yang lebih memilih sebagai aktivis ‘parlemen jalanan’.


“Saya memikirkan, dengan kondisi parlemen sekarang, mestinya orang-orang seperti saya dulu itu masuk ke dalam, setidaknya setelah reformasi,” kata Nia yang dulu pernah aktif di organisasi Komite Independen Pemantau Pemilu, KIPP, yang mengkritisi pelaksanaan pemilu pada periode akhir Rezim Orde Baru.



“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang.“



“Seharusnya saya berani masuk ke dunia politik praktis. Kalau saya bisa mengulang ya. Kalau sekarang kayaknya terlambat,” katanya, kemudian disusul tawanya. “Karena sebenarnya di situ banyak sekali persoalan yang sekarang itu muncul, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat di dalam”.


“Paling tidak,” lanjutnya,”dengan pengalaman (kita melakukan) advokasi masyarakat, bisa menjadi satu pengalaman kita untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak meminggirkan siapapun.”


“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang,” akunya sekaligus menutup wawancara.


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=3479


Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Thursday, July 18, 2013

Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Nia Sjarifudin mendampingi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi agama dengan pendekatan personal.


Beberapa menit setelah masjid milik Jemaat Ahmadiyah di Jati Bening, Bekasi, disegel oleh aparat Satpol Pamong Praja Kota Bekasi dan aparat kepolisian setempat, awal April 2013 lalu, sejumlah perempuan tua anggota Jemaat Ahmadiyah terlihat menangis sesenggukan.



Mereka akhirnya harus meninggalkan tempat ibadah miliknya, setelah aparat memaksakan penyegelan pada petang harinya, karena dianggap menyalahi aturan setempat.



Namun demikian, proses penyegelan itu tidak berjalan mudah, karena warga Ahmadiyah dan didukung para aktivis kemanusiaan, sejak pagi hari menolak dan melawannya.



Di antara orang-orang yang melakukan perlawanan terhadap upaya penyegelan masjid itu, ada seorang perempuan berkacamata dan berambut pendek.



Bersama pegiat lainnya dan pimpinan Ahmadiyah, dia saat itu terlibat pembicaraan serius dengan aparat kepolisian, mengajukan argumen dan alasan penolakan penyegelan itu.



Nia Sjarifudin (berkaca mata) mendampingi seorang warga Ahmadiyah di Bekasi yang masjidnya disegel oleh pemerintah kota itu, April 2013 lalu.


Dia terlihat pula memberi semangat kepada beberapa perempuan tua warga Ahmadiyah yang menangis dan terlihat syok, akibat penyegelan tempat ibadah mereka.



Nia Sjarifudin, nama perempuan itu, selama ini memang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan yang menaruh peduli terhadap nasib kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.



Seperti yang dilakukannya terhadap warga Ahmadiyah di Bekasi, Nia — begitu sapaan akrab perempuan kelahiran 1966 ini — juga melakukan pembelaan terhadap warga Islam Syiah di Sampang, warga Kristen di Bekasi dan Bogor yang dipersulit beribadat, serta para penganut kepercayaan yang tidak pernah diakui oleh negara.



“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini,” ungkap Nia Sjarifudin dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (28/06) lalu.



Hal ini dia utarakan saat saya tanyakan apa yang membuatnya melakukan pembelaan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.



Menurutnya, kepedulian terhadap nasib kelompok minoritas juga dilatari situasi saat ini yang disebutnya “banyak melahirkan kebijakan diskriminatif.”



“Karena itu, berdasarkan kesepakatan di antara teman-teman, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), kita prioritaskan memperjuangkan kelompok minoritas keagamaan dan keyakinan,” kata ibu dua anak ini, menjelaskan.



ANBTI didirikan pada 2006 lalu oleh orang-orang yang merasa prihatin (termasuk mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) atas persoalan intoleransi dan kasus-kasus diskriminasi terhadap kelompok minoritas.Sejak 2010 lalu, Nia Sjarifudin dipercaya sebagai sekjen ANBTI.



Keyakinan diri


Pemihakan Nia Sjarifudin terhadap kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, tentu saja, dapat membuatnya berhadap-hadapan langsung dengan kelompok atau orang-orang yang dianggap sebagai pelaku diskriminasi.


Di benak masyarakat awam, situasi seperti ini seolah-olah merupakan sesuatu yang tidak gampang dilakukan.



Dalam berbagai kesempatan, Nia dan aktivis kemanusiaan lainnya memang terlibat langsung dalam unjuk rasa menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, dan berhadapan dengan kelompok yang mendukung penyegelan.



Tetapi menurut Nia, kekhawatiran seperti itu bisa dia atasi. Alasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperjuangkan kelompok minoritas terhadap hak-haknya dilindungi oleh Konstitusi, UUD 1945.



“Ya, memang persoalan resistensi kelihatannya seperti itu ya, kalau bicara agama. Tapi kita tidak bicara soal agamanya, tapi bagaimana hak-hak konstitusinya banyak sekali dilanggar terhadap beberapa pemeluk agama, yang sebetulnya mereka sudah hidup dengan kita sejak awal jauh sebelum kemerdekaan,” jelas Nia.



Dan lebih dari itu, menurutnya, “Keyakinan saya sendiri terhadap apa yang menjadi komitmen kebangsaan kita, saya rasa itu yang menguatkan saya,” kata Nia, dengan nada tegas.



Jadi, persoalan psikologi sudah Anda anggap selesai ya? Tanya saya.



“Ha-ha-ha… Saya rasa, manusiawi ya, kadang-kadang kita melihat Waduh kita melawan sekelompok orang yang, mohon maaf, sering melakukan kekerasan, dan negara sering melakukan pembiaran,” ungkap Nia, yang semasa kuliah, sudah aktif sebagai pencinta alam.



“Tapi, buat saya yang lebih menguatkan saya adalah bagaimana saya melihat saudara-saudara saya yang masih terdiskriminasi,” kali ini Nia berkata serius.



“Itu buat saya jauh lebih penting, ketimbang saya melihat sekelompok orang yang melakukan pelanggaran atau sering melakukan pelanggaran”.



Dia kemudian mencontohkan, aksi Jemaat Gereja Yasmin di Bogor yang berthana dan terus memperjuangkan hak-haknya atas gerejanya, walaupun “dicaci maki, menjadi korban kekerasan, bahkan secara fisik.”



“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri,” akunya.



Nia menambahkan, hal lain yang menguatkan dirinya adalah bahwa para korban sangat sadar dan memahami hak-hak Konstitusinya.



Pendekatan pribadi


Terjun sebagai aktivis kemanusiaan yang peduli terhadap kelompok agama minoritas, Nia dikenal melalui pendekatan kulturalnya.


Dia tidak segan-segan melakukan pendekatan pribadi saat mendampingi orang-orang dari kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, kata juru bicara masyarakat adat Sunda Wiwitan, Dewi Kanti.



Bersama organisasi yang dipimpinnya, ANBTI, Nia tampil untuk berbagi pengalaman di Sekolah Pluralisme Kewarganegaraan yang didirikan UGM Yogyakarta.


“Dia itu turun langsung dan secara pribadi agak berbeda dengan sifat yang dimiliki beberapa NGO yang hanya melihat hubungan sekedar organisasi,” kata Dewi.



Melalui pendekatan kulturalnya, imbuh Dewi, Nia sering melakukan pendekatan yang sangat personal dan humanis. “Dia merekatkan kekuatan yang hampir tercecer,” tambahnya.



“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri,” katanya lebih lanjut.



Nia Sjarifudin sendiri mengaku, dirinya sengaja melakukan pendekatan pribadi, karena pola hubungan seperti inilah yang dibutuhkan dalam mendampingi para korban diskriminasi, yaitu antara lain kepercayaan (trust).



“Mungkin karena sekian lama ya diskriminasi itu dialami (korban), mereka juga tidak bisa secara langsung, atau bercerita dengan orang yang tidak dikenal,” kata Nia. “Kan tadinya kita tidak kenal”.



Melalui pendekatan personal, Nia mengharapkan dapat mengetahui dan memahami persoalan mereka. “Buat saya, hal-hal seperti itu tidak bisa dengan pendekatan yang kaku,” tambah istri Bambang Joedopramono ini.



“Saya mesti merasa sejajar dengan mereka. Duduk bersama dan saya berusaha untuk menempatkan diri, mencoba merasakan empati dengan apa yang mereka rasakan”.



Pengalaman emosional


“Paling menyentuh buat saya adalah persoalan anak,” ungkap Nia, saat saya menanyakan pengalaman emosional seperti apa yang pernah dialaminya selama melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang menyebut dirinya sebagai korban diskriminasi.


Menurutnya, anak yang dilahirkan dari pasangan orang tua yang agama atau keyakinannya tidak diakui negara, membuat dirinya tersentuh secara emosional.



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat,” ungkapnya.



“Bagaimana saya melihat seorang anak lahir tanpa dosa, tetapi karena orang tuanya menikah, dan agamanya dianggap tidak resmi oleh negara, kemudian pernikahannya tidak dicatatkan oleh negara, maka anak itu menjadi anak yang kalau ke ruang publik itu, anak yang bisa dikatakan anak yang lahir dari orang tua yang tidak menikah,” paparnya.



“Anak yang tidak berdosa, karena aturan negara, dia lahir menjadi — kalau dia dicap secara kasar di ruang publik — dianggap sebagai anak haram”.



Pengamalan menyedihkan seperti ini, lanjutnya, bakal berdampak pula pada masa depan anak itu.



“Itu membuat saya miris,” kata ibu dari Omar Rolihlahla Hakeem (14 tahun) dan Putri Malahayati Hangkalea Bourguiba (8 tahun) ini, dengan nada bergetar.



Sosok Gus Dur


Pada pekan ketiga Juni lalu, Nia Sjarifudin sibuk melakukan konsolidasi organisasi yang dipimpinnya, yaitu Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, ANBTI. Usai kunjungannya ke Aceh, barulah wawancara dengan dirinya bisa dilakukan.


“Kita memetakan persoalan di tingkat propinsi, misalnya kejadian atau kasus yang berpotensi terhadap keberagaman kita,” ungkap Nia, mengungkapkan salah-satu bentuk konsolidasi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya di seluruh Indonesia.



Selain melakukan advokasi langsung terhadap kasus-kasus diskrimnasi, Nia melalui organisasinya juga mengunjungi lokasi pengungsian warga Syiah di Sampang, Madura (sebelum dpindahkan ke Sidoarjo, Jatim).



Menurut NIa, mereka juga mendorong para korban kebijakan diskriminasi untuk menyatukan gerakan.



“Kita banyak mendorong para korban untuk survival, untuk melakukan advokasi. Dan ini sudah jalan setelah terbentuk Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB),” ungkapnya.



Dalam wawancara, Nia Sjarifudin menjelaskan panjang lebar visi, tujuan serta organisasi ANBTI. Tetapi siapa yang paling menginspirasi atau mempengaruhi Anda sehingga Anda bisa seperti sekarang? Tanya saya.



“Buat saya, perjumpaan saya selalu dengan setiap korban (diskriminasi), menurut saya, itu terus menerus mempengaruhi saya,” akunya, seraya menambahkan bahwa peningkatan intolrenasi saat ini mendorognnya pula untuk lebih berjuang keras.



Nia kemudian beberapa nama, dan salah-satunya mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang disebutnya sebagai inspirator dirinya.



“Setiap orang berpikir: kalau ada apa-apa, ke Gus Dur dulu, kalau ada apa-apa ke Gus Dur, baik itu orang Kristen, orang penghayat, dan lain-lain. Buat saya itu menjadi patokan,” katanya.



Pihak lain yang ikut mempengaruhi sikapnya dalam bertoleransi adalah kedua orang tuanya, melalui landasan agama yang ditanamkan sejak dirinya kanak-kanak.



“Misalnya Islam itu universal, buat saya itu sebuah pegangan. Islam itu Rahmatan lil alamin. Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting,” ungkapnya.



“Dan buat saya, dukungan paling besar itu terutama dari pasangan hidup saya, suami saya, itu dia yang banyak sekali memberi support kepada saya,” katanya, menyebut suaminya yang bernama Bambang Joedopramono.



Menurutnya, suaminya mendukung sepenuhnya aktivitasnya sosialnya saat ini.



Seperti Nia, sang suami juga aktivis di masa kuliah. “Kami menikah tahun 1998, setelah Suharto turun dari kekuasaan,” kata Nia, yang memiliki hobi berjalan-jalan ke pasar tradisional, setiap mengunjungi setiap daerah di berbagai pelosok Indonesia.



Mempengaruhi kebijakan


Pada akhir wawancara, saya bertanya kepada Nia Sjarifudin: “jika bisa mengulang waktu, apa yang ingin dia lakukan.”


Nia Sjarifudin dalam aksi di depan Istana Merdeka, menentang kebijakan diskrimitaif terhadap kelompok minoritas.


“Saya merasa terlambat sadar bahwa saya seharusnya dulu berani mengambil jalur sebagai pengambil kebijakan. Itu yang selalu saya pikirkan sampai sekarang…ha-ha-ha…”



Nia kemudian mengisahkan pengalamannya sebagai aktivis sejak tahun 80-an, yang lebih memilih sebagai aktivis parlemen jalanan.



“Saya memikirkan, dengan kondisi parlemen sekarang, mestinya orang-orang seperti saya dulu itu masuk ke dalam, setidaknya setelah reformasi,” kata Nia yang dulu pernah aktif di organisasi Komite Independen Pemantau Pemilu, KIPP, yang mengkritisi pelaksanaan pemilu pada periode akhir Rezim Orde Baru.



“Seharusnya saya berani masuk ke dunia politik praktis. Kalau saya bisa mengulang ya. Kalau sekarang kayaknya terlambat,” katanya, kemudian disusul tawanya. “Karena sebenarnya di situ banyak sekali persoalan yang sekarang itu muncul, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat di dalam”.



“Paling tidak,” lanjutnya,”dengan pengalaman (kita melakukan) advokasi masyarakat, bisa menjadi satu pengalaman kita untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak meminggirkan siapapun.”



“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang,” akunya sekaligus menutup wawancara.


(bbc/bbc)





Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:


BBC





Lapsus


Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Nia memperjuangkan kelompok minoritas