Showing posts sorted by relevance for query pencitraan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pencitraan. Sort by date Show all posts

Saturday, February 16, 2013

"Dalam Politik Semua Mungkin Terjadi"


GAYA kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) yang sering turun langsung ke lapangan di Jakarta membuat masyarakat senang. Bahkan mereka berharap para pemimpin itu seperti Jokowi. “Pemimpin Jakarta harus memahami lebih detail rakyatnya, dekat dengan rakyat. Karena itu saya mengajak Jokowi masuk ke Jakarta,” kata Jusuf Kalla
 
Menurut Kalla, dirinya mengajak Jokowi ke Jakarta karena kepemimpinan itu harus efektif. Apa yang dilaksanakan Jokowi dapat dinilai orang efektif, bukan pencitraan, apa adanya. “Saya melihat Jokowi seperti itu dan mungkin ada juga orang yang menilai apa yang saya kerjakan juga seperti itu,” katanya.
 
Kepada Arya Sinulingga, Pemimpin Redaksi MNC News, dalam program One on One, Jusuf Kalla menyampaikan alasannya mengajak Jokowi ke Jakarta. Selain itu, Ketua Umum PMI ini juga menyatakan siap memimpin bangsa jika diperlukan. Bahkan dia sudah punya kriteria pendampingnya untuk memimpin negeri ini.
 
Kemarin ada hasil survei yang cukup mengejutkan, popularitas Jokowi dikatakan sudah melampaui Megawati. Hal ini sangat fenomenal, bagaimana Anda melihatnya?
 
Ya. Memang kelihatannya masyarakat sekarang menginginkan pemimpin yang dekat dengan rakyat. Saya kira pendekatan yang dilakukan Jokowi seperti itu, sehingga masyarakat ingin pemimpin seperti itu. Tidak berarti hanya Jokowi yang punya, tapi memang ekspektasi masyarakat kepada Jokowi untuk mengelola Jakarta ini besar.
 
Saya dengar Pak Jusuf Kalla adalah orang pertama yang meminta Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Benarkah itu?
 
Iya, saya melihat seperti itu, tipe itu, yakni pemimpin Jakarta harus memahami lebih detail rakyatnya, dekat dengan rakyat. Dia tidak hanya memiliki image yang tinggi. Karena itu saya mengajak Jokowi masuk ke Jakarta.
 
Saya melihat ada kemiripan antara Anda dan Jokowi. Apa adanya, langsung-langsung saja, apa yang dilihat langsung disikapi. Saya sempat terpikir Pak Jokowi ini tipe mudanya seorang Jusuf Kalla.
 
Masyarakat menilai itu. Mungkin karena saya menganggap kepemimpinan itu harus efektif. Bagi saya apa yang dilaksanakan Jokowi dan apa yang saya laksanakan dapat dinilai orang efektif. Bukan pencitraan, apa adanya. Saya melihat Jokowi seperti itu dan mungkin ada juga orang yang menilai apa yang saya kerjakan juga seperti itu. Tapi saya mengajak Pak Jokowi itu karena melihat kepemimpinannya yang efektif.
 
Pada 2009 yang lalu, Anda maju dengan gaya yang sama seperti Jokowi. Tapi pada masa itu masyarakat belum seperti sekarang. Bagaimana Anda melihat fenomena ini?
Sebenarnya dalam pemilihan itu kan tergantung lawannya siapa. Waktu zaman saya, pemerintah dianggap berhasil. Saya sama-sama Pak SBY, karena dinilai berhasil ya orang melihat ke Pak SBY. Lalu menilai baiknya SBY melanjutkan.
 
Itu mungkin berbeda dengan Gubernur Jakarta sebelumnya. Banyak permasalahan seperti banjir dan macet sehingga membuat orang ingin suatu perubahan. Justru pada zaman saya, orang hanya ingin perbaikan, belum perubahan seperti sekarang ini.
 
Anda banyak melakukan perubahan itu. Salah satu contohnya di PMI. Orang melihat PMI dulu terkesan birokratif dan jauh dari pelayanan. Tapi semenjak Anda masuk, banyak perubahan terjadi. Apa yang Anda terapkan sampai terjadi perubahan seperti itu?
 
Saya cuma melihat tujuan PMI itu untuk melayani masyarakat. Dalam melayani masyarakat itu kan seringkali darurat, maka harus cepat. Sebaik mungkin tapi cepat. Inilah yang mengubah hal-hal yang lama, jadi berkualitas dan cepat.
 
Inilah yang sering dilihat orang. PMI yang dulu hanya donor darah, sekarang menjadi terdepan bila terjadi bencana.
 
Sebenarnya sejak dulu juga begitu, hanya mungkin belum terlalu besar effort-nya. Masih lambat, terlalu menunggu perintah dan sebagainya. Nah, dengan kualitas dan kecepatannya akan memberikan hasil yang baik.
 
Banyak juga konflik di negara ini dan Anda yang menyelesaikan. Misalnya Poso dan Aceh yang bertahun-tahun bergolak, Anda yang menyelesaikan. Bagaimana sejarahnya sampai Anda menjadi penyelesai konflik di Indonesia ini?
 
Saat itu saya di pemerintahan, dan masalahnya itu dapat selesai dengan dialog.
 
Apakah hanya dengan dialog?
 
Ya dengan konsesi tertentu pastinya. Tapi ya sekarang itu sudah menjadi bagian dari sejarah.
 
Kita ingat betul yang mendamaikan Aceh itu JK, tapi yang mengambil keuntungan dari itu adalah Pak SBY. Bagaimana Anda melihat ini?
 
Saya tidak pernah berpikir bila melakukan sesuatu hanya untuk manfaat pribadi, biar masyarakat yang menikmati. Dan bila kemarin suara saya itu hanya 4 persen, ya itu kan politik, hehehe.
 
Anda tidak terkejut dengan angka Anda saat itu?
 
Sangat terkejut.
 
Anda melihat tertangkapnya Presiden PKS hanya permainan politik?
 
Ya kalau kita dengar prosesnya kan tangkap tangan, karena itu lebih cepat. Tapi saya yakin KPK juga lebih profesional. Kemarin kita dengar kan penyidiknya banyak yang diambil, jadinya lebih lambat.
 
Masalah impor sapi ini, orang hanya melihat korupsinya saja. Padahal di negeri kita ini daging sapi menjadi termahal di dunia. Bagaimana Anda melihat hal itu?
 
Ya, efek kasus impor sapi ini luar biasa. Dibutuhkan perubahan kebijakan pemerintah yang betul-betul tepat. Sapi ini kan makanan pokok, daging itu makanan pokok, mahal itu merugikan masyarakat, dosa itu. Apalagi mahal karena korupsi, lebih salah lagi kan. Ada juga masalah bagi orang Islam yang berdampak sangat berbahaya. Akibat mahal, banyak orang yang makan babi. Iya kan? Karena mahal, daging sapi dicampur dengan daging babi. Siapa yang berdosa, ya yang membuat kebijakan ini.
 
Apakah Pemerintahan SBY tidak melihat ini menjadi kesalahannya?
 
Harusnya otomatis, pemerintah harus ikut bertanggung jawab. Yang ini bagian dari kebijakan umum. Dulu saat saya di pemerintahan sudah ada perencanaannya, yakni membuat kredit murah untuk para peternak. Itu sudah dimulai, tapi sekarang balik lagi. Kebijakan impor yang terlalu cepat membuat harga naik lagi. Sayang sekali.
 
Banyak masyarakat melihat, tanpa pemerintah pun pertumbuhan ekonomi ini dapat berjalan. Bagaimana Anda melihat kinerja pemerintah ini?
 
Ya tentu kita tidak bisa mengatakan pemerintah itu tidak punya prestasi. Pertumbuhan ekonomi kita tetap tumbuh dengan baik. Walaupun ada risiko akibat defisit dan subsidi yang terlalu tinggi. Kita akan menjadi negara sosialis terbesar di dunia apabila 30 persen dari anggaran kita itu subsidi, dan itu sangat berbahaya.
 
Pemerintah mengatakan subsidi harus dihentikan, tapi masalah konversi energi tidak juga dilakukan. Anda dulu pernah membuat satu gerakan besar konversi energi, bagaimana Anda mendapatkan ide ini?
 
Waktu itu kita punya konsumsi minyak tanah 11 juta kiloliter per tahun, subsidinya bisa Rp60 triliun per tahun. Kita cari cara bagaimana agar subsidi hilang, tapi tidak memberatkan masyarakat. Agar masyarakat mendapatkan yang lebih bersih, murah, cepat, dan sebagainya. Nah, cara awalnya dengan fokus dan menghitungnya dengan betul. Lalu memberikan tanggung jawab pada tim kecil di Pertamina dan antar-departemen tapi memiliki wewenang yang baik untuk melakukannya.
 
Perencanaannya hanya tiga bulan dan langsung dilakukan. Dalam tiga tahun kita selesai dan langsung melupakan minyak tanah. Nah, sekarang pemerintah ingin mengonversi mobil, memang tidak mudah. Kita harus ganti mobilnya, butuh biaya lebih dan memang cukup lama. Tapi yang sangat penting siapkan dulu infrastrukturnya. Bila tidak ada tempat pengisian gas, bagaimana mau melangkah ke konversi.
 
Masalahnya pemerintah ini membuat perencanaan itu untuk pencitraan saja, sehingga takut menaikkan harga BBM. Ya sebenarnya menaikkan BBM itu pekerjaan yang mudah. Lihat dulu yang kita takutkan dari faktor minyak tanah, sekarang sudah tidak lagi.
 
Jadi benar bila dikatakan ini hanya pencitraan daripada penyelesaian masalah?
 
Tidak pencitraan juga sebenarnya. Akibatnya juga orang marah, lihat saja bila jalan berlubang, sekolah tidak diperbaiki, itu akan menjadi pencitraan terbalik ya, negatif juga. Tapi kalau ada uang subsidi dikurangi dan diganti untuk membangun infrastruktur, pastinya citra itu akan lebih baik.
 
Anda memiliki begitu banyak ide, mulai dari perdamaian, konversi energi, hingga birokrasi. Banyak langkah yang Anda lakukan, apa yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya sudah Anda lakukan. Kini masyarakat rindu dengan gaya Anda ini. Mungkinkah Anda maju kembali untuk memimpin negeri ini?
 
Ya dalam politik semua mungkin terjadi walaupun harus melalui syarat-syarat, ketentuan, dan politik. Dan itu kan harus didukung oleh partai, tidak semua orang bisa memenuhi itu. Tapi selalu saya katakan seperti ini, saya tidak mencari jabatan, namun bila diharapkan pasti siap. Pengalaman saya, Indonesia bukan bangsa yang susah diatur, kita punya potensi yang luar biasa sekali.
 
Bila Anda menjadi calon presiden, siapa pesaing kuat Anda nanti?
 
Hahaha. Saya tidak bisa melihat, kita belum tahu struktur yang akan datang. Belum bisa memprediksi siapa yang akan ikut nanti. Mengira-ngira boleh, tapi belum terlihat.
 
Bila Anda jadi presiden nanti, kira-kira pasangan Anda siapa?
 
Hahaha, saya belum memikirkan orang. Tetapi kalau kriteria pasangan itu harus selalu terbalik dengan presidennya, Jawa-luar Jawa, harus kombinasi. Di mana pun terjadi, di mana-mana harus melengkapi, saling mengisi dengan tujuan untuk Indonesia.

(//ful)

Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/28/14581286/Demo.Kritisi.Pendidikan.di.NTB.Berakhir.Ricuh


"Dalam Politik Semua Mungkin Terjadi"

Monday, August 5, 2013

Kala Para Calon Presiden "Berkendara" dengan Iklan Komersial



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>






JAKARTA, KOMPAS.com
— “Pemimpin itu harus bejo (bersih, jujur, ojo dumeh), jangan masuk angin“.


Anda mungkin tahu kalimat itu. Di layar televisi, kalimat itu diucapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, pada salah satu iklan produk jamu. Ceritanya, Mahfud tengah menjadi dosen.


Kemunculan Mahfud di televisi tentu saja meraih perhatian publik. Banyak kalangan langsung mengaitkan kemunculan Mahfud dalam dunia iklan komersial itu dengan rencananya maju sebagai calon presiden pada 2014. Ketika masih menjadi Hakim Konstitusi, Mahfud hanya menyiratkan akan maju pada Pilpres 2014. Keinginan itu disampaikannya secara gamblang setelah pensiun.


Tak hanya Mahfud, ada beberapa tokoh nasional lain, yang disebut-sebut sebagai calon presiden dari Partai Demokrat, muncul di luar kebiasaan. Sebut saja Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Pramono Edhie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Ketua DPR Marzuki Alie. Biasanya, mereka hanya tampil dalam pemberitaan di media massa.


Sama seperti Mahfud, Dahlan juga tampil dalam salah satu produk jamu. Dengan beberapa artis, Dahlan mempromosikan produk tersebut dengan latar belakang negara di Eropa. Seperti diketahui, tanpa malu-malu, Dahlan juga pernah menyampaikan keinginannya menjadi presiden.


Hal yang sama dilakukan Pramono. Dia juga tampil sebagai bintang iklan produk jamu. Pada akhir masa jabatan sebagai KSAD, Pramono sempat muncul dalam iklan layanan kesehatan TNI AD, yakni operasi katarak.


Awalnya, Pramono mengaku belum memiliki rencana terjun ke dunia politik setelah pensiun dari militer. Belakangan, adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bergabung dengan Partai Demokrat. Ia lalu secara terbuka mengaku ingin maju dalam konvensi partai tersebut.


Lain lagi Gita. Selain tampil di iklan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Perdagangan, Gita sempat tampil di iklan ucapan ulang tahun perusahaan otomotif terkenal di Indonesia. Gita juga mengaku ingin ikut konvensi Demokrat.


Marzuki jauh lebih dulu tampil dibanding mereka. Marzuki membintangi produk kipas angin buatan lokal. Dalam iklan itu, Marzuki mengaku bahwa keluarganya menggunakan produk dalam negeri. Sama seperti Pramono dan Gita, Marzuki juga siap bertarung dalam konvensi Demokrat.


Efektif atau cuma “angin lalu“


Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan, saat ini mereka yang hendak maju di pilpres tentu memanfaatkan acara, kegiatan, talk show, termasuk iklan komersial untuk menaikkan popularitas. Dalam komunikasi politik, kata dia, tindakan itu sering disebut hype politic atau memalingkan perhatian publik melalui media massa.


“Mereka, kata Gun Gun, sedang mengonstruksi diri seperti yang diinginkan. Tujuannya adalah memengaruhi persepsi publik. Jadi, mereka akan all-out memanfaatkan situasi dan menjadi free rider dalam setiap momen yang mempunyai nilai popularitas,” kata Gun Gun ketika dihubungi, Jumat (2/8/2013).


Gun Gun menambahkan, masalahnya, upaya mereka itu tidak otomatis akan berefek positif terhadap elektabilitas. Publik akan membaca pencitraan mereka historis berjenjang. Artinya, jika citra yang ditampilkan di televisi berbeda 180 derajat dengan keseharian mereka, kata dia, maka koherensi karakterologisnya akan lemah.


Dampaknya, menurut Gun Gun, perilaku narsistis mereka akan dianggap angin lalu saja. Aktivitas pencitraan yang over-expose juga berpeluang membuat orang jenuh dan tidak memberi respek lebih.


“Pencitraan boleh-boleh saja, tetapi kalau tidak sesuai dengan reputasi mereka juga tidak akan berguna banyak,” kata doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>








































Article source: http://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/68905-jenazah-ully-artha-didoakan-secara-islam-dan-kristen.html


Kala Para Calon Presiden "Berkendara" dengan Iklan Komersial

Wednesday, April 10, 2013

Membangun Percaya Diri dan Pencitraan yang Hakiki (1)

Home Tazkiyatun Nafs



Membangun Percaya Diri dan Pencitraan yang Hakiki (1)





 

Orang-orang yang semestinya tampil mengarahkan masyarakat agar mensyukuri iman





Kamis, 11 April 2013


Oleh: Shalih Hasyim


DALAM buku Ma’alim Fith-Thoriq (Petunjuk Jalan) Sayyid Qutb (Ideolog Kedua Ikhwanul Muslimin Mesir) menulis bab khusus dengan judul Kebanggaan Iman. Bab ini menegaskan bahwa orang beriman adalah manusia yang senantiasa menjalin hubungan keimanan yang kuat dengan Rabb-nya. Allah Subhanahu Wata”ala . Dan jalinan hubungan imannya yang kuat dengan-Nya menyebabkan dirinya bermental kokoh. Bagaikan batu karang di tengah samudera. Ia tidak pernah merasa hina atau bersedih hati. Justru, ia selalu merasakan ketinggian dan kemuliaan di dalam hidupnya karena dirinya tersambung dengan Allah Subhanahu Wata”ala Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Inilah yang dimaksud oleh Sayyid Qutb dengan Kebanggaan Iman.


Betapa penting persoalan ini diangkat ke permukaan. Hal itu amat relevan jika dikaitkan dengan gejala/fenomena/realitas dunia modern yang penuh fitnah. Suatu kehidupan yang sekuler (memisahkan makhluk dari Al-Kholiq). Dan sebuah kehidupan yang mengikuti sistem ekonomi materialis, hedonis. Dua tsunami (skuler dan materialis) itulah yang menggerogoti iman dari dalam, dan menawarkan berbagai kebanggaan palsu. Ada kebanggaan harta, kebanggaan tahta dan jabatan, kebanggaan teknologi, kebanggaan intelektual-formal, kebanggaan popularitas dan kebanggaan-kebanggaan duniawi lainnya. 


Semua bentuk kebanggaan palsu tersebut tidak ada kaitan dengan iman kepada Allah Subhanahu Wata”ala . Sehingga menurut kajian Kebanggaan Iman bentuk-bentuk kebanggaan duniawi itu hakikatnya sangat lemah dan rapuh. Bahkan bersifat hina, semua dan tidak berarti di mata Allah Subhanahu Wata”ala .


Orang yang merasakan kemuliaan dan ketinggian hanya karena berbagai kebanggaan duniawi adalah orang-orang yang tertipu. Boleh jadi ia tampil dengan self-confidence (percaya-diri) yang tinggi sewaktu masih di dunia. Tetapi di akhirat kelak ia akan menyadari bahwa ia telah terpedaya. Sehingga ia akan menyesal telah membanggakan diri dengan kebanggaan-kebanggaan palsu. Ia tidak memperoleh nikmat spiritual, tetapi hanya mata’ud dunya (kenikmatan yang dekat dan sesaat). Itulah penyesalan yang sangat terlambat dan tentunya tiada berguna.


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah Subhanahu Wata”ala-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran (3) : 14).


Janganlah kita silau/terpedaya memandang kekuasaan/jabatan, dunia dan seisinya ini dengan kaca mata Fir’aun.  Keduanya dipersepsikan sebagai ghoyah (tujuan akhir), bukan wasilatud dakwah (media dakwah). Ketika kekuasaan diraih, ia lupa diri dan lupa daratan. Ia mabuk kekuasaan dan gila harta dan pengaruh. Dia sadar dengan keimanan, ketika kondisi sedang terjepit. Sadar karena tekanan eksternal. Yaitu, ketika tubuhnya dipermainkan oleh gelombang bagaikan bola pimpong. Bukan bersumber dari lubuk hati yang dalam. Jangan berfikir aji mumpung, jangan bangga, jangan kaget dengan kekuasaan. 


وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْياً وَعَدْواً حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لا إِلِـهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَاْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ


“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah Subhanahu Wata”ala)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu [*] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.” (QS: Yunus (10) : 90-92)


Yang diselamatkan Allah Subhanahu Wata”ala ialah tubuh kasarnya. Menurut sejarah, setelah Fir’aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir.


Syetan sangat cerdik menipu manusia dengan berbagai kebanggaan duniawi. Menggelincirkan penguasa, ilmuan, hartawan dari jalan yang lurus. Kekuasaan, harta dan ilmu tidak semakin mendekatkan pemiliknya kepada Allah Subhanahu Wata”ala.


Syetan menyuruh manusia agar jangan peduli dengan kebanggaan iman sebab itu adalah perkara yang terlalu abstrak dan tidak dapat dilihat secara kasat mata. Sementara itu kebanggaan duniawi bersifat kongkrit dan mudah terukur. Sehingga muncullah gelombang manusia yang masuk ke dalam perangkap syetan. Sehingga jabatan, ilmu dan harta tidak ditemani dan dikontrol secara langsung oleh spirit Iman.


ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ


“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS: Al Araf (7) : 17).


Kalau yang terperangkap adalah manusia awam yang jahil akan agamanya kita tentu prihatin, tetapi masih dapat memahaminya. Ironisnya, dewasa ini kita menyaksikan mereka yang terjerat tipuan syetan adalah orang-orang yang dikenal khalayak ramai sebagai orang-orang yang biasa ikut pengajian, bahkan para ustadz dan ahli ilmu syar’iyyah Islamiyyah. Mereka adalah orang-orang yang semestinya tampil mengarahkan masyarakat luas agar mensyukuri dan mempertahankan Kebanggaan Iman. 


Alih-alih melaksanakan kewajibannya sebagai mercusuar di tengah arus zaman penuh fitnah, mereka malah menjadi fihak yang mempromosikan pentingnya kebanggaan duniawi seperti kebanggaan akan tahta dan jabatan.


Mereka robah tolok-ukur keberhasilan da’wah. Keberhasilan da’wah Islam tidak lagi dinilai berdasarkan berapa banyak orang yang semakin beriman dan istiqomah. Tetapi dinilai berdasarkan berapa banyak dan berapa tinggi jabatan politik dan pos struktural kekuasaan yang berhasil direbut.


Kebanggaan tahta dan jabatan menjadi pembicaraan utama. Semua enersi dikerahkan untuk mencapai kebanggaan yang satu ini. Enersi waktu, fisik, batin, fikiran, dana dan doa semuanya dipusatkan demi kesuksesan merebut kekuasaan formal.


Kebanggaan iman semakin jarang dibicarakan dan malah semakin dirasa aneh dan tidak penting. Kerugian adalah saat seorang aktifis da’wah tidak berhasil merebut atau mempertahankan jabatan dan kekuasaannya untuk kebaikan. Keterlibatan dalam suatu kegiatan maksiat tidak dinilai sebagai sebuah kerugian, melainkan sebuah perilaku manusiawi yang wajar dan perlu dimaklumi. Mengejar ridho Allah Subhanahu Wata”ala menjadi kalah penting dibandingkan upaya image-building (pencitraan) dalam rangka mendapatkan dukungan rakyat luas.


Sayyid Qutb menjelaskan Kebanggaan Iman berpedoman kepada sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi sebagai berikut:


وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran 139)


Selanjutnya Sayyid Qutb mengomentari ayat di atas dengan uraian sebagai berikut: “Dia melukiskan suatu keadaan yang tertinggi yang harus mendasari dalam kalbu seorang mukmin dalam menghadapi apa pun. Suatu kebanggaan karena iman dan sendi-sendinya yang mengatasi seluruh sendi yang bukan bersumber dari iman. Suatu ketinggian yang mengatasi seluruh kekuatan di bumi yang jauh dari dasar iman; dan mengatasi seluruh sendi yang hidup di bumi ini yang tidak ber¬sumber dari iman. Mengatasi seluruh tradisi di bumi ini yang tidak dicetak oleh iman. Mengatasi seluruh undang-undang di bumi ini yang tidak disyariatkan oleh iman, dan mengatasi seluruh posisi di bumi ini yang tidak ditumbuhkan oleh iman.


Suatu ketinggian yang walaupun tenaga lemah, jumlah ummat yang sedikit dan kemiskinan harta, sama dengan ketinggian di waktu kuat, jumlah yang banyak dan harta yang melimpah.


Suatu ketinggian yang tidak merasa terhina di hadapan kekuatan yang zalim, tidak merasa rendah di hadapan kebiasaan sosial dan hukum yang bathil, dan tidak merasa rendah di hadapan posisi yang diterima oleh manusia tetapi tanpa sandaran iman.” (Petunjuk Jalan – Penerbit Media Dakwah – halaman 272)


Masalahnya bukan pada memiliki atau tidak memiliki jabatan dan kekuasaan politik. Tetapi yang menjadi masalah apakah sesudah seseorang memiliki kekuasaan politik masihkah ia menjadikan Kebanggaan Iman sebagai tolok ukur kemuliaan dan ketinggian di dalam hidupnya? Dan jawabannya bukan sekedar berupa sebuah pernyataan atau claim (za’mun).


Jawabannya haruslah berupa bukti dalam perilaku dan kebijakan. Bukti terbaik adalah berupa langkah-langkah bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata”ala. Dan sebaik-baik bentuk bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata”ala ialah berupa pemanfaatan kekuasaan demi memastikan tegak dan berlakunya dienullah serta hukum Allah Subhanahu Wata”ala di bawah wilayah otoritas kekuasaannya. Itulah salah satu janji Allah Subhanahu Wata”ala  kepada orang beriman di dunia ini.


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


“Dan Allah Subhanahu Wata”ala telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nur (24) : 55).*


Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26732/12/01/2013/surat-cinta-untuk-politisi-muslim-(2).html


Membangun Percaya Diri dan Pencitraan yang Hakiki (1)

Thursday, March 21, 2013

Cendekiawan, Wahabi dan Kekerasan Kata-kata

Home Gazw Al-Fikr

Cendekiawan, Wahabi dan Kekerasan Kata-kata


 

ecara psikologis, bullying termasuk merendahkan, kasar, tidak sopan


Kamis, 21 Maret 2013

Oleh: A. Kholis

“Kalmul-lisan anka min kalmis-sinan”
(dilukai lidah lebih pedih daripada dilukai gigi)
–pepatah Arab–

ADA cibiran yang pernah dilontarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk kalangan aktivis Islam. Bunyinya, “Blek ketekuk-tekuk, guru tabligh ambune penguk.” (kaleng terlipat-lipat, guru mengaji baunya tak sedap). Kalimat itu seolah dijadikan jingle sebagai pencitraan tak sedap kalangan PKI terhadap kaum Muslim.

Kala itu, jangankan menyemarakkan dakwah seperti sekarang, untuk menunjukkan identitas Islam saja kaum Muslimin ketakutan. Citra Islam benar-benar hancur. Islam identik dengan miskin, kotor, tidak punya masa depan cerah dalam pekerjaan kecuali menjadi guru mengaji.

Citra seperti ini terus berlanjut meski Orde Lama berganti Orde Baru. Sampai-sampai, di pertengahan 80-90-an, umat Islam malu menunjukkan identitas, apalagi berjilbab.

Pelan-pelan citra itu berkurang tatkala lahir Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di akhir tahun 90-an. Harian Kompas-yang lahir dari institusi gereja–menyindirnya dengan tulisan berjudul “Ijo Loyo-loyo”.

Tampilnya BJ Habibie, sejumlah pejabat negara, dan jenderal Muslim seperti Faisal Tanjung dan R Hartono (yang terang-terangan menggunakan simbol-simbol Islam) punya andil mengubah citra baru Islam di Indonesia. Sementara kelompok harakah Islam yang muncul pasca 1999, seperti tarbiyah (digambarkan dengan PKS), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan sejumlah harakah lain masih “di bawah tanah”.

Sekitar tahun 80-90-an, tidak ada perusahaan, institusi pemerintah, atau lingkungan militer yang menerima karyawati atau pegawai berjilbab. Sekarang, itu tidak terjadi lagi. Bahkan istri dan anak Jenderal (purn) Wiranto pun terang-terangan memakai jilbab. Jika itu terjadi di zaman LB Moerdani, bisa jadi Wiranto sudah “masuk kotak” dan tak akan mampu meraih pangkat jenderal.

Kekerasan Kata dan Simbol

Sepintas cibiran yang dilakukan PKI dan Kompas di atas kelihatan sepele. Namun sebenarnya ada pencitraan negatif terhadap Islam dalam kata-kata itu. Jika kriminolog asal Norwegia, Johann Galtung, pernah menggambarkan ada kekerasan struktural yang biasa digunakan penguasa, maka ini adalah “kekerasan kata-kata” (verbalistic violence).
 
Meminjam istilah Pramono dalam Bahasa dan Sastra Indonesia, Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI (Yogyakarta, 2002), verbalistic violence adalah bentuk kekerasan dalam kata-kata atau berbahasa. Bahasa tak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, namun juga untuk melakukan kekerasan yang kemudian dikenal dengan istilah kekerasan verbal.
 
Ada lagi istilah symbolic violence (kekerasan simbolik). Biasanya, kekerasan seperti ini targetnya selalu berkaitan dengan politik. Menurut Michel Foucault, biasanya kekerasan seperti itu difasilitasi media massa, terutama televisi. Menurut ilmuwan pengidap homoseksual itu, kekejaman seperti itu lahir dan langgeng karena memakai sistem kekuatan kata-kata, juga citra, yang sangat halus (soft domination), yang kehadirannya sering tak disadari.
 
Kekerasan verbal, terutama simbolik, beroperasi melalui ungkapan-ungkapan, baik visual atau kata-kata. Entah itu dalam film, sinetron, games, dan produk visual lain, atau dengan sebutan-sebutan yang kurang mengenakkan. Dan biasanya, kekerasan kata itu lebih menusuk hati dibanding kekerasan fisik.
 
Ingat, penyebutan “Islam modern”, “Islam tradisional”, “Islam Kota” dan “Islam Sarungan” di sekitar tahun 70-an, diakui atau tidak melukai perasaan kaum Nadhiyyin hingga memicu ketegangan dengan warga Muhammadiyah (ibaratnya) sampai tujuh turunan. Kalangan Nahdlatul Ulama kurang nyaman disebut “Islam tradisional” yang konotasinya kurang/tidak maju.
 
Cendekiawan dan Propaganda Kekerasan
 
Yang perlu dicermati, jika kekerasan verbal seperti itu dilakukan oleh orang-orang di luar Islam, seperti contoh PKI atau Kompas tadi, barangkali lebih jelas dengan siapa kaum Muslimin berhadapan. Masalahnya, seiring dibukanya kran kebebasan pers dan reformasi, produk kekerasan kata dan simbol itu justu datang dari kalangan yang disebut-sebut cendekiawan Muslim.
 
Beberapa tahun lalu, muncul istilah “preman berjubah”. Istilah ini dipopulerkan oleh sekelompok orang yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, yang dimotori antara lain oleh artis Rieke Dyah Pitaloka dan Badriyah (anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa).

Istilah itu tidak muncul dari kalangan non-Muslim. Bahkan ternyata pencetusnya adalah Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah (kala itu), Prof Dr Ahmad Syafi’i Ma’arif, yang menulis dalam rubrik Resonansi harian Republika (9 Agustus 2005). Istilah ini kemudian dipakai oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Jaringan Islam Liberal (JIL) untuk melabeli aktivis Islam semisal dari HTI, Front Pembela Islam (FPI), MMI, PKS, atau elemen masyarakat yang ingin menegakkan syariat Islam.

Kekerasan itu kadang dikeluarkan sembarangan untuk mencari rasa aman atau enaknya sendiri. Misalnya, sebagian kalangan seenaknya membuat katagorisasi dengan menyebut dirinya “Islam modernis” dan demokratis, lalu menggolongkan pihak lain sebagai “Islam radikal”, “militan”, atau “fundamentalis” hanya karena tidak setuju Barat, tidak mau tunduk Barat atau anti paham demokrasi. Bahkan takut disebut “teroris”, orang-orang itu ramai-ramai berebut menyebut diri “Islam moderat”.

Atas hak siapa orang boleh atau tidak menyebut yang lain modern dan sebagian yang lain radikal? Apakah karena ada orang yang taat beribadah dan meyakini al-Qur`an paling benar lantas begitu saja disebut radikal atau tekstualis? Kalau boleh seenaknya melakukan katagorisasi seperti itu, mengapa yang lain tak boleh menyebut kelompok liberal sebagai Islam STMJ (shalat terus maksiat jalan) atau “Islam Karaoke” (kanan-kiri oke)?
 
Karena itu, bisa dipahami bila Ketua PP Muhammadiyah sekarang, Din Syamsuddin, menyebut kekerasan kata-kata lebih melukai daripada kekerasan fisik. Din mengatakan hal itu ketika menanggapi obrolan (alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dilansir situs JIL, yang menyebut al-Qur`an sebagai kitab suci paling porno di dunia.

Salah satu bentuk kekerasan verbalistik adalah penyebutan ‘wahabisme’. Istilah “wahabisme” juga dipopulerkan lagi oleh kalangan liberal untuk menyebut kelompok-kelompok yang berseberangan dengan mereka seperti Muhamadiyah, FPI, MMI, PKS, MUI, dan pihak-pihak lain. Awalnya, istilah ini dimunculkan oleh dedengkot JIL, Ulil Abshar Abdalla. Ternyata kurang laku, dan kemudian dikeluarkan lagi oleh liberalis lain, Abdul Moqsid Ghozali.
 
Sebutan itu muncul sesaat setelah berlangsung aksi sejuta umat Islam di bawah koordinasi MUI mendukung RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Harap hati-hati, penyebutan “wahabisme” itu bisa dimaksudkan untuk memecah dukungan NU dan Muhammadiyah yang sudah solid menolak pornografi. Tahun 1999, istilah itu menjadi momok kalangan NU ketika Gus Dur dijatuhkan oleh “poros tengah” dari kursi presiden.

Saat ini berbeda, istilah ‘wahabi’, seolah digunakan kalangan NU untuk ‘menyerang’ komunitas lain di luar NU. Seolah-olah semua di luar NU pasti Wahabi. Gerakan ini, belakangan ‘ditunggangi’ kalangan Syiah yang menumpang karena kepentingannya terganggu. Dengan menggunakan istilah ‘wahabi’, kaum Syiah di mana-mana melontarkan kesan seolah-oleh hanya ‘wahabi’ lah yang mengancam kepentingan Syiah. Padahal, NU dikenal paling keras melawan ideologi Syiah. Jadi di mana bedanya NU dengan Syiah jika masih terus menggunakan istilah ini? [baca wawancara Dr Anis Malik Thoha: Barat Diuntungkan atas Stigma Wahabi]

Menurut Ingris Bengis, ada lima format kekerasan kata-kata. Yaitu berwujud gosip dari rasa dengki (malicious gossip), kekerasan pasif (passive-aggression), sikap tidak konsisten (inconsistency), ketidaksopanan, dan amarah. Semua itu melahirkan kekerasan kata-kata.
 
Dalam terminologi psikologis, kekerasan kata-kata masuk dalam katagori agresi berupa perilaku bullying. Bullying secara verbal antara lain menuduh atau menyalahkan, mengritik dengan tajam dan menyakitkan, menjuluki, melecehkan, memfitnah, menyebarkan gosip, membentak-bentak, mengecilkan, menghina atau mendiamkan. Secara psikologis, bullying termasuk merendahkan, kasar, tidak sopan, mempermalukan di depan umum, dan mengucilkan.
 
Biasanya, pelaku bullying adalah orang-orang yang agresif, impulsif, dan kurang memiliki empati. Mereka umumnya juga memiliki kekuatan secara fisik dan emosional (Andrew Mellor). Dengan kata lain, memiliki kelainan psikologis alias kejiwaan.
 
Boleh jadi, luka akibat lidah justru melahirkan kekerasan baru-termasuk fisik–yang tak pernah henti. Oleh karena itu, sangat tidak layak seorang cendekiawan–apalagi mengaku Muslim-melontarkan istilah-istilah yang membuat pihak lain dan saudara-sauda Muslim lain terlukai. Kecuali seperti pendapat Mellor, bahwa pelakunya memiliki gangguan kejiwaan.*
 
Penulis pemerhati masakah gerakan Islam di Surabaya

Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/02/05/157005/Telantarkan-Anak-Luar-Nikah,-Penjara-Mengancam-


Cendekiawan, Wahabi dan Kekerasan Kata-kata

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Sunday, April 7, 2013

Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

JAKARTA - Nama-nama dari kalangan partai politik (parpol) yang akhir-akhir ini sering disebut sebagai  kandidat calon presiden (capres), makin terdongkrak elektabilitasnya. Seiring terdongkraknya elektabilitas capres, elektabilitas parpol pun ikut terkerek.


Berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang dilakukan selama periode 18-30 Maret, posisi Partai Gerindra mulai mengancam PDIP yang selama ini bertengger di peringkat kedua di bawah Golkar. Dari survei INES yang dipublikasikan Minggu (7/4), Golkar masih menjadi jawara dengan elektabilitas 19,7 persen.



Sedangkan PDIP ada di peringkat kedua dengan elektabilitas 18,5 persen, dibayangi Gerindra dengan 18,2 persen. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) menyodok ke urutan keempat dengan elektabilitas 10,6 persen.



Namun berdasarkan elektabilitas capres, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra berada di peringkat pertama dengan elektabilitas 39,8 persen. Angka itu melejit dibanding survei INES Oktober tahun lalu, yang menempatkan elektabilitas Prabowo pada angka 19,8 persen.



Direktur Eksekutive INES, Sudrajat Sacawisastra, Minggu (7/4), memaparkan, di samping Prabowo secara elektoral memang menanjak, elektabilitas Gerindra pun meningkat karena dipersepsikan jauh dari kasus korupsi. “Jadi Prabowo  punya kans¬†yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden pada Pilpres 2014, apalagi didukung trend kenaikan elektabilitas¬† Gerindra karena dipersepsikan terbersih dari kasus korupsi,” kata Sudrajat.



Mengacu hasil survei terakhir INES itu, elektabilitas Megawati pun ikut terdongkrak dari 13,16 persen pada Oktober 2012 menjadi 17,2 persen pada Maret lalu. “Ini dikarenakan kerja PDIP yang makin positif dan sikap publik yang mulai bangkit kepercayaannya terhadap PDIP dan Megawati,” sambung Sudradjat.



Sedangkan Aburizal Bakrie tertolong dengan maraknya iklan yang menonjolkan sosok pengusaha yang jadi capres Partai Golkar itu. Dari 7,36 persen pada survei Oktober lalu, kini elektabilitas Ical -panggilan Aburizal- naik menjadi 10, 3 persen. “Kenaikannya karena pengaruh iklan di tivi yang sangat masif,” sambung Sudradjat.



Namun ada yang menarik dari survei INES, yakni mulai bergesernya suara pemilih Islam ke figur Hatta Rajasa yang hingga saat ini belum mendeklarasikan diri sebagai capres. “Banyak konstituen¬† capres dari PKS, PPP dan PKB yang¬† beralih ke Hatta karena paling dianggap sebagai representasi partai Islam,” sambungnya.



Berdasarkan survei INES, Hatta memang memiliki ekeltabilitas 14,4 persen. Artinya, ada kenaikan dibanding survei Oktober tahun lalu yang menempatkan Hatta hanya dengan elektabilitas 11, 3 persen.



Nama capres lain dari parpol yang muncul adalah Wiranto. Ketua Umum Partai Hanura itu mengantongi elektabilitas 3,3 persen. Salah satu penyebab naiknya elektabilitas Wiranto adalah masuknya pengusaha Hary Tanoesoedibjo ke Hanura yang disertai pembertitaan masif tentang kegiatan Hanura lewat media-media milik bos MNC Group itu.



Sedangkan nama bekas Gubernur DKI, Sutiyoso, masuk dalam salah satu bursa capres karena lolosnya PKPI sebagai partai peserta Pemilu 2014. “Tapi elektabilitas Sutiyoso masih 0,7 persen,” ucap Sudradjat.



Sudrajat menjelaskan, survei INES dilakukan melalui wawancara langsung terhadap 6000 responden. Margin of error pada survei itu dipatok kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.



Namun demikian ia juga megaskan bahwa survei INES itu murni dengan biaya sendiri.  “Survei ini didasari atas mulai memanasnya atmosfir politik menjelang pemilu legislatif maupun Pilpres, seiring banyaknya pemberitaan parpol dan elit untuk pencitraan,” pungkasnya.(ara/jpnn)


Article source: http://news.liputan6.com/read/554329/tak-percaya-pemkot-alasan-warga-ahmadiyah-bertahan-di-masjid


Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

Tuesday, June 11, 2013

Rico Ceper tiga kali sambangi makam Uje

Di hari ke-41 meninggalnya Ustaz Jeffry Al Buchori, makam Uje masih terlihat ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Dari kerumunan peziarah yang berada dipusara Ustaz Gaul itu terlihat sahabat almarhum, Rico Ceper.


Ini merupakan kali ketiga Rico mendatangi makam sahabatnya itu. Menurutnya, untuk mendoakan Uje tidak harus mendatangi makam, yang terpenting niatnya, untuk mendoakan bisa dilakukan dimana saja.



Rico Ceper di TPU Bivak, Makam Uje Foto:Kapanlagi.com/Hendra



Lihat Juga:



Putra Bungsu Uje Menerima Santunan Dari Celebrity Golf
Sahabat Uje Persembahkan Lagu Sang Pecinta Untuk Almarhum Uje
Suasana Haru – Ibunda Uje Rilis Buku UNTUKMU UJE
Almarhum Jeffry Al Buchori Tak Pernah Sibuk Pencitraan
Uje Jatuh Cinta Saat Pipik Masih ‘You Can See’


“Kalo saya pribadi doa di mana aja bisa, dan gak perlu menunggu 40 hari, Kalo mendoakan bisa di makam, sama ke rumahnya,” ujarnya di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).


Melihat antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong ke makam almarhum Uje, Rico merasa takjub dengan kharisma sahabatnya itu. Apalagi dibeberapa tempat pada perayaan 40 hari kemarin juga melakukan doa bersama seperti di kediaman almarhum.


“Saya dari siang di sana (kediaman Uje), sampe sore ngga bergerak, dan animo banyak, dan mudah-mudahan doanya diterima,” katanya.


“Ada dari Makassar, Aceh , Papua kan jauh bener dan niat sekali. Dan ketauankan almarhum semasa hidupnya seperti apa prilakunya,” pungkasnya. (kpl/hen/uji/rth)












Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Rico Ceper tiga kali sambangi makam Uje

Thursday, April 11, 2013

Ini Cerita Lucu Nikita Willy Ajari Diego Ngaji

Laporan Wartawan Tribunnews.com Danang Setiaji


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejak menjadi mualaf beberapa waktu lalu, pemain sepakbola Diego Michiels semakin rajin mempelajari Islam. Kekasih Diego, Nikita Willy, menceritakan pengalaman mengajari Diego ajaran Islam.


“Lucu banget, aku harus ngajarin satu-satu. Kayak beneran ngajarin anak TK, dia semangat banget, baca iqro juga. Aku ngajarin satu-satu tulisannya,” kata Nikita saat ditemui di studio RCTI, Kamis (11/4/2013).


Bintang sinetron ‘Pengantin Kecil’ ini menuturkan walaupun kini Diego tengah berada di Palembang, tak menyurutkan niat kekasihnya tersebut untuk bisa mengaji. “Dia panggil guru ngaji juga di Palembang,” beber Nikita.


Artis terfavorit 2010 dan 2011 versi Panasonic Awards ini mengatakan kekasihnya tersebut kini sangat bersyukur karena masalah yang menerpanya kini sudah selesai. Menurutnya kini Diego sudah dapat menjalani aktifitas seperti biasa, yakni bermain bola lagi.


“Kemarin selama empat bulan kita sudah nangis-nangisan. Diego juga bersyukur, dia sudah jadi muslim seutuhnya. Senang banget, bersyukur selesai masalahnya dan kembali dari awal lagi,” tandasnya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28101/11/04/2013/membangun-percaya-diri-dan-pencitraan-yang-hakiki-(1).html


Ini Cerita Lucu Nikita Willy Ajari Diego Ngaji

Saturday, December 29, 2012

Tiga Nama Lain Juga Masuk Pertimbangan Capres PKS

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, ada sejumlah nama lain yang masuk dalam pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera sebagai tokoh yang berpotensi diusung menjadi calon presiden 2014. Mereka adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Machfud MD, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan pengusaha Chairul Tanjung. Para tokoh itu diundang dalam acara refleksi akhir tahun PKS di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (29/12/2012).

“Tentu saja PKS akan mempertimbangkan nama-nama yang baik, termasuk Dahlan Iskan, Machfud, JK, Chairul Tanjung, dan juga tokoh-tokoh yang selama ini diharapkan oleh rakyat melakukan pencerahan,” kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid saat menghadiri acara refleksi akhir tahun PKS saat ditanya apakah kehadiran Dahlan dalam acara refleksi akhir tahun PKS ini merupakan sinyal partai Islam itu untuk menggandeng Dahlan.

Menurut Hidayat, semua opsi masih terbuka. PKS akan mencermati perkembangan perpolitikan ke depan. Jika PKS memperoleh suara yang signifkan, di atas 15 persen, partai itu pasti akan mencalonkan kadernya sebagai presiden 2014. Namun jika perolehan suara di bawah target, atau di bawah 10 persen, kata Hidayat, tentu PKS akan realistis.

“Di PKS juga ada calon-calon yang bagus. Sebut saja presiden PKS, para menteri, kapasitas mencukupi, begitu pula banyak gubernur, ada Jabar, Sumatera Selatan,” kata Hidayat.

Hidayat juga mengatakan, ada sejumlah kriteria capres yang diharapkan PKS. Minimal, katanya, capres 2014 tidak mengulangi kesalahan Presiden sebelumnya. “Berani dekat dengan rakyat bukan karena pencitraan, berani melakukan tindakan hukum, dan tidak membiarkan korupsi,” katanya.

“Berani membersihkan Istana dari beberapa hal yang bisa mencederai wibawa Istana. Berani merealisasikan komitmen yang selama ini disampaikan,” tambah Hidayat.

Secara terpisah, Dahlan mengungkapkan, dia hadir dalam acara refleksi akhir tahun ini atas undangan PKS. Tidak ada hal khusus terkait kehadirannya tersebut. Dahlan pun mengaku tidak ada pembicaraan antara dirinya dengan PKS terkait pemilihan presiden 2014.








Tiga Nama Lain Juga Masuk Pertimbangan Capres PKS