Showing posts sorted by relevance for query menganggap. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query menganggap. Sort by date Show all posts

Sunday, July 21, 2013

Arturo Cerulli, Wali Kota Muslim di Negeri Katolik

Jakarta – Sementara Jakarta punya Jokowi, Italia punya Arturo Cerulli. Keduanya sama-sama pejabat yang besahaja dan dekat dengan rakyatnya. Saat menghadiri peluncuran buku Scappa per Amore karya Dini Fitria di pusat belanja Blok M, Jakarta Selatan, Kamis sore lalu, Wali Kota Monte Argentario ini cuma ditemani istri dan anak keduanya. Tak ada pengawal, ajudan, atau sekretaris pribadi.

Tapi paling menarik dari sosok Arturo adalah soal keislamannya. Sebagai muslim, dia baru dua bulan lalu terpilih kembali untuk lima tahun berikutnya sebagai wali kota di negeri mayoritas Katolik tersebut. Dia mengaku agama Islam yang dianutnya pernah menjadi bulan-bulanan lawan-lawan politiknya saat berkampanye. Tapi Arturo berhasil meyakinkan bahwa dia semata ingin mengabdi pada kota kelahiran dan warganya.


“Saat itu orang-orang menganggap saya ingin menghancurkan bangunan-bangunan gereja, juga ingin membangun masjid. Kini mereka tak mengatakan hal itu lagi. Sekarang (kampanye negatif) sudah selesai,” ujarnya saat berbincang dengan Astrid Septriana dan Arif Arianto dari Detik. Berikut petikan selengkapnya.


Italia identik dengan Katolik, tapi Anda yang muslim bisa menjadi wali kota…


Saat saya mencalonkan diri pada 2008, orang-orang juga menganggap saya gila. Tapi saya pikir, sebagai wali kota yang baik, Anda tidak seharusnya membicarakan agamanya, tapi lihat bahwa ia benar-benar mencoba melakukan perubahan baik, seperti membersihkan jalanan dan mencoba membuat oran lebih bahagia. Lambat laut orang mulai menerima saya dan mereka paham bahwa tidak ada pertimbangan agama untuk menjadikan seseorang sebagai wali kota.


Saya hanya mencoba melakukan hal yang bisa membuat kota lebih baik. Jadi tidak akan membawa hal yang menyentuh wilayah keagamaan. Ternyata ini bisa berjalan bersama antara wali kota muslim dengan kota Katolik. Anak saya juga pergi ke sekolah Katolik. Dia tentunya harus memahami agama Katolik, tapi ia tidak harus mengikuti peraturannya. Saat itu juga sedang terjadi krisis di Italia, jadi wali kota sebelumnya tidak dipilih kembali oleh rakyat, hanya sedikit yang akhirnya terpilih kembali. Saat itu saya senang karena mendapatkan 58 persen suara.


Waktu itu keislaman Anda tidak menjadi bahan kampanye negatif, dikaitkan dengan isu terorisme, misalnya?


Ya, lima tahun lalu tentu saja demikian. Semua surat kabar Italias menuliskan bahwa ada seorang muslim yang ingin menjadi wali kota di sebuah kota. Kabar ini juga menjadi breaking news di televisi. Saat itu orang-orang menganggap keberadaan saya ingin menghancurkan bangunan gereja, juga ingin membangun masjid. Kini mereka tak mengatakan hal itu lagi. Sekarang sudah selesai.


Apa yang membuat Anda kembali terpilih?


Ya dua bulan lalu saya kembali terpilih menjadi wali kota. Saat yang pertama dulu, tentunya rakyat tidak mengenal saya. Jadi saya coba meyakinkan mereka dengan program yang saya rancang. Pada periode kedua, saya tidak menggambarkan kepada rakyat tentang program, tapi mengenai hal yang telah saya lakukan selama lima tahun terakhir. Jadi, jika mereka ingin mengikuti langkahku berikutnya, berikanlah kepercayaan kepadaku lagi. Saya juga sangat sangat menyukai pekerjaan ini. Bisa saya katakan, menjadi wali kota, gaji saya lebih rendah empat kali lipat dibanding sebagai insinyur. Tapi saya tidak peduli pada uang. Menjadi kaya bukanlah tujuan hidup saya. Tujuan hidup saya adalah menikmati hidup.


Bagaimana awal Anda menjadi seorang muslim?


Pada 1988, saya ke Indonesia untuk bekerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Serpong. Suatu hari saya bertemu dengan Nunuk dan jatuh hati padanya, lalu kami menjalin hubungan dan merencanakan pernikahan. Tapi orangtuanya menentang karena saya bukan dari Jawa dan bukan muslim. Tentunya saya tidak bisa berubah jadi Jawa, tapi saya putuskan menjadi muslim. Jadi saya masuk Islam karena dalam satu keluarga sebaiknya hanya punya satu keyakinan, dan saya lebih nyaman untuk memeluk Islam.


Kenapa merasa nyaman menjadi muslim?


Tidak terdapat banyak perbedaan dari peraturan Islam dan di Kristen. Di kedua agama itu, hanya terdapat satu tuhan. Ketika Anda mampu menjadi seorang penganut Kristen yang baik, Anda juga mampu menjadi seorang muslim yang baik. Kecuali pada cara beribadahnya dan beberapa peraturan lainnya ya.


Respons keluarga saat memilih Islam?


Ibuku mempersilakan saya memilih beralih agama dan memberi kebebasan memilik istri. Saya sempat bercerita kepada Ibu bahwa calon istri saya sangat hitam, tapi ibu justru menukas, “Ini kamu yang akan menikah, bukan saya. Jadi jika kamu menyukainya, silakan saja.” Saat ibu bertemu dengan calon istri saya, ia bilang Nunuk tidak sehitam yang saya gambarkan.


Bagaimana multikulturalisme di Italia?


Mungkin saya belum menceritakan di sana ada kecenderungan, bila seorang pria muslim melecehkan perempuan, koran akan menuliskan pria muslim melakukan hal buruk. Tapi jika seorang pria kristen melakukan yang sama, mereka akan mengatakan, “pria dari Roma atau Milan melakukan hal buruk.” Mereka tidak menyebutkan identitas Kristennya. Jurnalis memberikan kesan tertentu. Tapi, di samping hal ini, kami bisa merasa sangat terintegrasi dari hari ke hari nuansa multikulturalisme semakin menjadi baik.


Seperti apa sih komunitas muslim di Italia?


Tidak banyak orang muslim di Italia. Biasanya orang muslim itu bukan penduduk asli Italia, sebagian imigran dari Afrika Utara atau Eropa Timur. Tentunya mereka membawa kesan sebagai orang yang berkualitas rendah karena datang sebagai imigran gelap. Ini membuat banyak orang beranggapan salah dan buruk kepada muslim. Faktanya, 90 persen imigran gelap muslim tak punya paspor dan pekerjaan.


Anda membuat masjid atau fasilitas untuk muslim?


Tidak. Komunitas muslim di kotaku sangat kecil. Jadi tidak ada cara untuk bisa menambahkan sesuatu. Jika ingin beribadah dengan komunitas muslim, yang terdekat berada sekitar 40 Km dari tempat saya. Di sini komunitas muslimnya lebih besar, dan untuk jarak tempuh 40 Km bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dengan mobil. Sedangkan di Indonesia bisa memakan waktu satu sampai dua jam ya, ha ha ha…


Seberapa sering Anda mengunjungi Indonesia?


Setelah kedatangan saya ke Jakarta pada 1988, saya kembali lagi ke sini pada 1990-an. Setelah itu, saya rutin ke sini setiap satu atau dua tahun karena istri saya memiliki keluarga di sini.


Selain karena istri, apa yang membuat Indonesia menarik untuk Anda?


Indonesia adalah negara yang benar-benar masih berkembang. Saya melihat seberapa mudahnya menjadi seorang politikus di Indonesia. Pertama karena Indonesia masih baru dalam urusan demokrasi. Sebagai wali kota, telepon saya aktif selama 24 jam. jadi warga bisa menelepon saya kapan pun untuk mengeluhkan apa saja. Saya tidak tahu apakah hal seperti ini mungkin dilakukan di Indonesia.


Jujur, saya datang ke Indonesia tidak dalam frame bekerja, tapi berlibur, dan saya lebih memilih Bali dan Lombok dibanding Jakarta. Jakarta is very good for shopping centre, and I don’t really like shopping centre. Saya juga menyukai Yogyakarta. Di sana lebih tampak keindonesiaannya. Atau ke Bandung dan Bogor.



Tulisan ini diambil dari Harian Detik edisi Minggu 21 Juli 2013.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/04/mntg9h-ada-tiga-kategori-mualaf-di-sumatra-selatan


Arturo Cerulli, Wali Kota Muslim di Negeri Katolik

Monday, July 1, 2013

Musim Semi Wahabisme


Ratusan orang menyerang sebuah desa kecil yang dihuni pemeluk Syiah. Membakar rumah, menganiaya, membunuh satu orang dan melukai puluhan lainnya. Tak hanya itu, para penyerang kemudian mengusir warga desa itu karena dianggap murtad.



Tidak, ini bukan kejadian di Peshawar, Pakistan atau Kandahar, Afghanistan. Peristiwa itu terjadi akhir tahun lalu di pulau Madura yang terletak di wilayah Jawa, sebuah tempat yang dikenal sebagai basis Islam moderat Indonesia.



Kekerasan itu hanyalah potret kecil. SETARA Institute, sebuah lembaga pengawas toleransi mencatat, dari tahun ke tahun jumlah kekerasan atas nama agama terus meningkat. Tahun lalu ada 264 kasus.



Berbagai jajak pendapat, secara konsisten juga menunjukkan masyarakat Indonesia semakin tidak toleran terhadap perbedaan iman. Bahkan polling Lingkaran Survei Indonesia menemukan: hampir satu dari empat orang Indonesia bisa mentolerir kekerasan, untuk menegakkan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran agama.



Lalu apa yang mengubah Indonesia? Sejumlah kalangan menuding menguatnya pengaruh Wahabisme, paham yang dianggap memberi saham bagi munculnya gerakan radikal.



Saham Wahabisme


Rumah pengikut Syiah di Sampang Madura dibakar massa yang menganggap aliran ini sesat


Jejak Wahabisme dalam kasus intoleransi antara lain muncul dalam persekusi terhadap kelompok Syiah.



“Ada gerakan dari kelompok Wahabi yang menyebarkan selebaran bahwa Syiah sesat, dan memobilisasi massa untuk menyerang,“ kata Jalaluddin Rakhmat, intelektual yang juga dikenal sebagai tokoh Syiah Indonesia kepada Deutsche Welle.



“Bukti pengaruh Wahabisme dalam kasus ini bisa kita lihat dari fatwa ulama yang menganggap Syiah itu sesat,“, kata Rakhmat sambil menambahkan bahwa selama berabad-abad, Islam di Indonesia tidak punya sejarah konflik dengan kelompok Syiah.



“Fatwa itu pasti disponsori Wahabisme.”



Faham Wahabi yang berpusat di Arab Saudi, didirikan oleh Muhammad ibn Abdul Wahab, dikenal sebagai sekte garis keras yang ingin memurnikan ajaran Islam dengan menafsirkan kitab suci secara literal dan menganggap kelompok lain yang berbeda pandangan sebagai bid’ah, termasuk Syiah.



Konflik antara Wahabisme dan Syiah punya akar di Timur Tengah dan termanifestasi dalam kontestasi politik antara Arab Saudi dengan Iran hingga hari ini.



“Kerjasama kebudayaan”



Syafiq Hasyim yang sedang merampungkan studi doktoral tentang Islam di Freie Universität Berlin, kepada Deutsche Welle mengatakan bahwa kemunculan faham Wahabisme di Indonesia adalah bagian dari gerakan Islam lintas negara.



Wahabisme masuk lewat “kerjasama kebudayaan“ yang dibangun antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi pada tahun 80′an. Sebagian besar masuk lewat bantuan yayasan milik pemerintah Saudi.



“Ulama Indonesia yang datang ke Arab Saudi mendapat bantuan finansial, para pelajar Indonesia juga ditawari beasiswa untuk studi Islam ke sana.“



Selain itu, kata Hasyim, pemerintah Arab Saudi melalui yayasan-yayasannya  menawarkan bantuan pembangunan rumah ibadah dengan paket komplit: “Bukan cuma bangunan mesjid, tapi juga berikut pendakwah dan buku-buku Wahabisme“.



Belakangan seiring pemberantasan terorisme, bantuan finansial itu berkurang karena bank sentral Indonesia menerapkan pengawasan yang ketat terhadap aliran dana dari luar negeri.



“Sekarang Wahabisme disebarkan melalui internet termasuk lewat Social Media Facebook dan Twitter.”



Selain itu, kelompok ini memanfaatkan majelis taklim atau kelompok pengajian serta membangun situs berita internet.



“Arrahmah.com jelas representasi suara Wahabi,” kata Hasyim merujuk pada situs berita yang belakangan menjadi referensi penting di kalangan Islamis Indonesia.



Friksi menajam



Direktur Yayasan Indonesia Tanpa Diskriminasi, Novriantoni Kahar menyebut Wahabisme sebagai aktor utama dramatisasi perbedaan di kalangan umat Islam: ”Di mana pun Wahabisme menguat, maka urusan-urusan keagamaan yang sebetulnya sepele jadi dianggap persoalan besar. Akibatnya, ketegangan antar golongan di dalam Islam meningkat…”


Pengikut Ahmadiyah juga menjadi sasaran kekerasan kelompok garis keras



Survei Yayasan Indonesia Tanpa Diskriminasi mengungkapkan ketegangan itu: 46,6 persen umat Islam mengaku tidak suka bertetangga dengan Ahmadiyah, sebuah sekte dalam Islam yang juga sering menjadi sasaran persekusi.



Sementara ketika ditanya: apakah anda bersedia hidup berdampingan dengan penganut Syiah? 41,8 persen mengaku tidak nyaman. Angka ini lebih tinggi dibanding sikap tidak suka, jika hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain bukan Islam yang angkanya 15,1 persen.



“Yang paling bahaya dari Wahabisme karena ia mengancam kebebasan berpikir dan berekspresi,“ kata Syafiq Hasyim menambahkan.



“Wahabisme mematikan diskursus dan pada gilirannya membunuh ilmu pengetahuan. Bagi kaum Wahabi, semua yang bertentangan dengan ajaran mereka adalah kafir…“



Negara Absen



Intoleransi akibat sikap masyarakat yang dipengaruhi kelompok garis keras, sebenarnya bisa diatasi jika Negara tegas menegakkan hukum. Tapi masalahnya, pemerintah Indonesia lemah ketika berhadapan dengan aktor-aktor kekerasan yang mengatasnamakan agama.



Imdadun Rahmat , Wakil Ketua Komnas HAM, yang menangani masalah kebebasan beragama, kepada Deutsche Welle menyebut pemerintah Indonesia cenderung membiarkan terjadinya kekerasan atas nama agama: “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak serius. Hanya retorika…”



“Presiden tidak punya keberanian berhadapan dengan kelompok radikal, karena takut dianggap melawan umat Islam…“


Wajah Islam Indonesia yang damai memudar?


Akhir Mei lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat penghargaan World Statesman Award di New York (30/5), karena dianggap sukses membangun toleransi.



Ketika menerima penghargaan itu, presiden Yudhoyono berpidato: “Kami tidak akan menoleransi setiap tindakan kekerasan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama… Kami juga akan melindungi minoritas dan memastikan tidak ada yang mengalami diskriminasi.”



Retorika tinggal retorika. Kenyataannya, intoleransi terus terjadi. 15 tahun demokrasi Indonesia, ditandai dengan musim semi Wahabisme.


Article source: http://www.solopos.com/2012/12/21/perlu-perda-wajib-madrasah-diniah-360611


Musim Semi Wahabisme

Tuesday, April 30, 2013

Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Home Opini



Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash





 


 




Selasa, 30 April 2013


Oleh: Abdullah al-Mustofa


AJANG Miss World 2013 yang sudah diagendakan akan diadakan di negara yang penduduknya mayoritas Muslim sekaligus memiliki penduduk Muslim terbesar jumlahnya di dunia (Indonesia)  menimbulkan penolakan keras dari para tokoh dan lembaga Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Penolakan dari para tokoh dan lembaga Islamm itu memang wajar dan tepat, karena event Miss World – meskipun dibungkus dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan ada wacana bikini diganti kebaya -  tetaplah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta agama, budaya dan adat istiadat mayoritas bangsa Indonesia


Miss World dan segala ajang sejenis dari tingkat lokal hingga internasional semua mempunyai satu kesamaan, sama-sama menilai kecantikan wajah dan semua segi penampilan fisik wanita.
Kontes-kontes kecantikan seperti Miss World dan Miss Indonesia adalah contoh yang jelas menunjukkan hal tersebut. Kontes-kontes semacam itu meskipun mengklaim tidak sekadar menilai para pesertanya dari segi penampilan fisik saja tapi juga dari segi kepribadian dan kecerdasan, namun tetap mementingkan penampilan fisik.


Mustahil jika kontes-kontes tersebut sama sekali tidak mementingkan penampilan fisik karena terbukti sejak proses perekrutan peserta. Yang layak menjadi peserta adalah wanita-wanita yang berpenampilan fisik yang menarik dan bagus.


Itulah sebagian fenomena di jaman edan ini yang merendahkan wanita. Tapi Barat atau mereka yang silau kepada Barat termasuk sebagian kaum Islam mengangap sebaliknya.


Mereka menganggap fenomena tersebut menghargai dan memuliakan wanita serta menjadikan wanita berharga dan mulia. Padahal sesungguhnya itru adalah racun yang mematikan tapi dianggap madu. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu madu dianggap tidak waras. Sedangkan Islam yang sesungguhnya adalah madu dianggap racun. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu racun dianggap tidak waras.


Kemuliakaan Wanita antara Islam dan Logika


Ada banyak dalil naqly (dalil al-Qur’an dan al-Hadits) dan ‘aqly (logis) yang menunjukkan Islam sangat memuliakan wanita. Salah satu dalil naqly adalah: Dalam riwayat Aisyah ra bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata;  “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)


Ketentuan di atas menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara pia dan wanita dalam batas aurat dan ketentuan berpakaian. Batas aurat bagi wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Sedangkan ketentuan berpakaian bagi wanita adalah pakaian harus longgar, tidak transparan dan tidak tipis.


Perbedaan ini bukan untuk merendahkan wanita dan memperlakukannya secara tidak adil. Sebaliknya hal itu menunjukkan Islamm menghargai, menghormati dan memuliakan wanita, serta mendudukkan wanita pada posisi yang sangat tinggi dan mulia. Mengapa demikian?


Secara logika, dengan memenuhi ketentuan menutup aurat sesuai syar’i membuat seorang wanita tidak kelihatan bentuk dan kondisi tubuh, serta bentuk dan warna rambutnya. Hal ini mendorong dan menciptakan kondisi di mana wanita tidak termotivasi untuk berusaha mencapai dan mendapatkan penghargaan dari pihak lain, menilai dan menghargai dirinya sendiri dari, serta berlomba-lomba dalam segi pemampilan fisik, tapi dari segi selain itu, yakni kecerdasan, kepribadian, kualitas pribadi, ketakwaan, prestasi dan amal shaleh.


Kondisi ini tidak terbatas berlaku bagi wanita yang bersangkutan saja. Namun juga berlaku bagi wanita lainnya, pria, orang-orang di sekitarnya dan masyarakat dalam lingkup terkecil seperti keluarga dan lingkup yang luas seperti negara.  Semua pihak tersebut akan menilai dan menghargai wanita bukan dari segi penampilan fisik, tapi dari segi lainnya yang antara lain meliputi kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) dan prestasi  mereka.


Mass Brainwashing


Sejatinya, dibalik Miss World dan semua ajang sejenis –seperti berbagai hiburan dan tontonan yang diproduksi Barat dan para pembantunya– selalu ada udang di balik batu (hidden agenda) berupa mass brainwashing (cuci otak besar-besaran) yang diagendakan.


Barat selalu menanamkan worldview dan isme-isme yang dianutnya ke dalam otak sebanyak mungkin warga dunia. Worldview Barat adalah sekular-liberal. Isme-isme Barat di antaranya materialisme, liberalisme, pluralisme, humanisme, feminisme dan  pragmatisme.


Untuk mendukung agenda cuci otak besar-besaran tersebut, Barat dibantu oleh para “robot-robot” yang berasal dari warga pribumi termasuk dari kalangan Muslimin.


Di antara para “robot” yang berkartu identitas Muslim itu adalah mmereka yang menyebut diri  mereka sebagai kaum liberal. Mereka tidak cukup masuk kedalam dan menggunakan bidang studi Islam – dengan memakai metodologi keilmuan dari Barat dan Kristen dalam melakukan pembacaan dan penafsiran yang baru dan nyleneh terhadap al-Qur’an dan Hadits -, tapi  mereka juga masuk ke dalam dan menggunakan bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya.
Dalam bidang politik, di Indonesia mmereka masuk kedalam partai politik-partai politik, DPR dan atau melobi anggotanya, masuk ke dalam Kementrian Agama dengan dibentuknya Kelompok Kerja Pengarus-utamaan Gender dan Tim Penyusun Counter Legal Draft KHI, dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


Dalam pendidikan, ereka memasukkan worldview dan isme-isme Barat ke dalam pesantren dan  dalam kurikulum dan buku-buku pegangan mulai pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi Islam maupun umum.


Dalam bidang sosial antara lain  mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam menentukan orientasi seksual, untuk menikah atau tidak, menikah dengan sesama jenis kelamin, untuk tidak menyusui anak, dan mentalak suami. Dalam bidang budaya antara lain mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam berpakaian dan berekspresi.


Tidak mengherankan, bila cara berpikir, berpendapat, bersikap dan bertindak para ‘robot-robot’ Barat ini selalu mengkampanyekan ‘bebas dari Tuhan’. 
 
Dalam kehidupan nyata, sebagian masyarakat Indonesia telah menjadi korban cuci otak yang berkaitan dengan Miss World dan ajang lain sejenisnya. Tidak sedikit gadis-gadis Indonesia yang bermimpi terpilih sebagai Miss World, Miss Indonesia, Miss Jilbab atau gelar-gelar lain sejenis. Hal itu terbukti ketika event-event seperti itu akan diselanggarakan selalu tidak sepi dari peminat.


Agen Setan


Sungguh aneh, di negeri yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini ada warganya yang bisa menjadi korban cuci otak. Sungguh lebih aneh lagi ada pihak-pihak tertentu yang ikut terlibat dalam mensukseskan Miss World, semua event sejenis dan proyek-proyek cuci otak lainnya yang diagendakan Barat di negeri ini.


Tapi lebih aneh lagi karena  mereka  kok mau-maunya menjadi setan. Sebab al-Quran dengan tegas menyebutkan  agen ‘cuci otak’ seperti ini adalah setan.


الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ


“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, mereka semua adalah setan-setan dari golongan manusia.” (QS. An-Naas [114]:6).* 


Penulis peneliti  Islammic Studies Forum for Indonesia (ISFI) Kuala Lumpur Malaysia, Pengelola fanspage fb SBQ (Sukses Bersama Qur’an)


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700


Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Saturday, February 16, 2013

Melunasi Utang Sosial

Melunasi Utang Sosial

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 17/02/2013 04:38 WIB

PENYELESAIAN suatu tahapan proses berkehidupan — apalagi satu tahapan cukup penting, rupa-rupanya, lebih dari sebatas psikologis (hendak mengatakan pada diri sendiri bahwa satu tahap kehidupan cukup penting sudah didapat/mampu diselesaikan, dan keluarga ikut berbahagia). Entah di dalam perspektif lingkungan sosial pula, penyelesaian suatu tahapan proses kehidupan memiliki nilai — seakan sekaligus menunaikan suatu beban tanggungjawab sosial. Ibaratnya nilai/beban tanggungjawab sosial adalah utang, penyelesaian satu taha­pan proses kehidupan yang penting terasa menjadi/dirasakan sebagai sudah membayarkan utang—utang ke lingkungan (keluarga dan masyarakat yang mengenal diri kita). Sebagai makhluk h sosial dan atau sebagai khalifah di muka bumi, manusia, dalam pemahaman Cucu Magek Dirih, memang memiliki nilai/beban tang­gungj­awab sosial pada keluarga dan masyarakat lingkungannya.

 

Masalahnya, kemudian, setidak­nya sejauh menurut Cucu Magek Dirih, ada sebagian kita yang me­mahami/memiliki perspektif dan kesa­daran tentang nilai/beban tang­gungjawab sosial yang harus ditu­naikan, dan sebagian kita yang lain pula tidak memahami/memiliki per­spek­tif dan kesadaran tentang nilai/beban tanggungjawab sosial tersebut — secara keras dan kasar bahwa orang demikian disebut egois/hanya memikirkan diri sendiri (keberadaan orang lain pun dipandang hanya untuk dirinya) atau sebagai tidak memiliki kepekaan/kepedulian terhadap mas­ya­rakat lingkungannya atau a-sosial. Ter­lebih pada masyarakat yang me­miliki nilai bersama tentang kolegial/kekeluargaan — betapa pun negara mengakui keberadaan hak individu pun! Nilai/penilaian masyarakat lingkungan terhadap diri seseorang atau tingkah lakunya atau perbuatan seseorang menjadi perlu dan penting — tergantung seseorang tadi memiliki perpektif tentang nilai/beban tanggu­ngjawab sosial itu.

 

Secara spesifik, seorang anak tidak dapat mengabaikan keberadaan dan peranan dari kedua orang tuanya, misalnya, dan tidak dapat menga­bai­kan keberadaan/peranan/penilaian masyarakat lingkungannya. Pada masyarakat Minangkabau, selain kesadaran tentang ada/keberadaa dari para pemuka masyarakat/tetua adat yang harus dihormati/kata dan nase­hat­nya harus didengar dan dilak­sana­kan, juga ada nilai/beban tang­gung­jawab sosial terhadap masyarakat lingkungan suku/korong/nagari, misalnya. Bilamana di dalam paruik/suku dan atau korong/nagari ada kegiatan bersama, maka seseorang yang menjadi warga paruik/suku dan atau warga korong/nagari otomatis mempunyai nilai/beban tang­gung­jawab sosial yang harus mereka tunaikan. Katakanlah kenduri perni­kahan dan atau berita kematian — kaba baik baimbauan (memberi tahu/mengundang)/kaba buruak baam­bauan (kalau tahu harus datang tanpa diberitahu/diundang pun!).

 

Sedang dalam kehidupan, ada pekerjaan/tugas dan atau nilai/beban dari pekerjaan/tugas yang sebetulnya lebih pada diri sendiri, tapi, rupanya juga memiliki nilai/beban sosial untuk menunaikannya. Misalnya, mamak (bersama sumandonya) bertang­gung­jawab segala sesuatu di atas rumahnya (mencarikan suami bagi anak/kema­na­kan; rumah gadang katirisan — juga membangun rumah bagi keluarga; dan mayik tabujua di ateh rumah/harus menyelenggarakan proses me­man­dikan dan mengu­burkan mayat), misalnya. Karna seseorang dikenal/cukup dikenal secara luas, maka segala sesuatu pada diri seseorang itu men­jadi milik masyarakat lingkungan — seakan masyarakat lingkungan berhak me­nge­­tahui/menanyakan/mem­per­soal­kan satu hal atau beberapa hal (tugas/pekerjaan/kegiatan) berkaitan dengan diri seseorang. Suka atau tidak suka, masyarakat lingkungan akan me­nge­tahui atau menanyakan atau bahkan mempertanyakannya

 

BEGITULAH yang dialami/dilalui Cucu Magek Dirih dengan penye­lesaian pendidikan degree strata-1 di jurusan pendidikan bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol (PBA-Faktar-IAIN-IB) Padang. Bahwa sebagai mahasiswa pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang angkatan tahun 1974, Cucu Magk Dirih sudah diwisuda jadi sarjana muda (1978). Sesuai kebijakan otoritas pendidikan tinggi Kemenag saat itu, tingkatan pendidikan tinggi dilanjutkan ke doktoral I dan doktoral II — saat itu belum ada sistem kredit semester. Tahun 1979, Cucu Magek Dirih menyelesaikan doktoral II pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang — kecuali ujian dua mata kuliah doktoral I/II mata kuliah ilmu hadits dan ilmu tafsir yang dosennya Drs. H. Sanoesi Latief (saat itu Rektor IAIN-IB Padang). Ujian ilmu hadits dan ilmu tafsir doktoral I (1978) belum dibo­leh­kan Sanoesi Latief karena pekerjaan sebagai staf/pegawai honor (Pj. Sek­retaris) pada Lembaga Bahasa dan permintaan beliau agar melengkapi persyaratan untuk diajukan jadi pegawai negeri sipil (PNS) golongan lu­lusan sarjana muda belum dise­lesaikan.

 

Sebetulnya, juga karena kon­se­kuensi logis dari keterlibatan Cucu Magek Dirih sebagai salah seorang aktivis mahasiswa. Setelah Pang­kopkamtib Laksamana TNI Soedomo membekukan lembaga student gober­ment/organisasi intra­kampus dewan mahasiswa (DM)  — masih mem­pertahankan senat-senat ma­hasiswa (SM) di fakultas-fakultas (1978), Cucu Magek Dirih terlalu berani menye­leng­ga­rakan pertemuan/mengumpulkan para aktivis pengurus DM — juga dari Universitas Andalas dan IKIP Padang di laboratorium Lembaga Bahasa IAIN IB Padang (di mana Cucu Magek Dirih jadi pegawai honorer) Sabtu atau Minggu. Lalu, Cucu Magk Dirih dik­e­tahui mengadakan pembicaraan de­ng­an para pengurus senat-senat ma­hasiswa di lingkungan IAIB IB Padang. Ia ditangkap Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau — Rektor Sanoesi meneyerahkan Cucu Magek Dirih kepada dua perwira TNI berpa­kaian pereman yang datang men­jem­put ke kampus Sudirman Padang.

 

Keluar dari tahanan Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau, Cucu Magek Dirih merasa ia selalu diawasi — ruang geraknya dibatasi. Lalu, terbuka peluang bagi Cucu Magek Dirih menjadi wartawan/koresponden di Harian Pagi Kompas Jakarta untuk daerah kerja provinsi Sumatera Barat. Koordinator warta­wan/koresponden Harian Pagi Kom­pas wilayah Sumatera Barat/Riau memilih Cucu Magek Dirih untuk melalui masa percobaan tiga bulanan — singkatnya ia diterima menjadi wartawan/korespondn Kompas Ja­karta daerah kerja di provinsi Su­matera Barat (1979). Bersamaan pula karena situasi politis tidak men­gun­tungkan, Rektor Sanoesi digantikan caretaker Kol. Purn. Hasnawi Karim (saat itu ia menjabat Kepala Kanwil Depag Sumatera Barat). Situasi itu tak menguntungkan bagi penyelesaian studi Cucu Magk Dirih. Sampai ak­hirnya Cucu Magek Dirih dipindahkan kantor redaksinya menjadi wartawan/koresponden untuk wilayah provinsi Riau — termasuk wilayah provinsi Kepulauan Riau sekarang (1983).

 

Tadinya, Cucu Magek Dirih men­yang­ka penyelesaian kesarjanaannya dapat dilakukan di IAIN Sutan Qasim di Pekanbaru. Rupanya, untuk jurusan PBA di Faktar IAIN Sutan Qasim Pekanbaru belum ada doktoral (baru sampai sarjana muda). Lalu, dari Pekanbaru Cucu Magek Dirih ditarik ke kantor redaksi Kompas Jakarta (1987) — persiapan ke Persda Kelom­pok Kompas Gramedia (KKG) me­nangani proyek kerjasama dengan Harian Umum Sriwijaya Post Pa­lem­bang (1988-1990). Keluar dari Kom­pas/KKG, masuk ke Klompok Usaha Bakri (KUB) — menangani proyek Harian Umum Pelita Jakarta (1990-1992). Lalu, keluar. Masuk ke KUB lagi dan menangani Harian Umum Nusa Tenggara/sekaligus percetakannya. Akhir tahun 1998, return ke Padang, menangani Harian Pagi Padang Ek­spres — terbit perdana pada 26 Januari 1999. Sejak itu terbuka kembali peluang Cucu Magek Dirih menye­lesaikan kesarjanaan-lengkapnya.

 

ALHAMDULILLAH — atas pe­nye­lesaian kesarjanaan di jurusan PBA­-Faktar-IAIN-IB Padang (muna­qasah skripsi judul “Istikhdamu Kasaili al-I’lami Kawasailatun Tarabawiyatun fi Tanmiyati ath-Thaaqaati at-Ta’a­la­miyati Lillungati al-’Arabiyah, se­jum­lah kesalahpahaman terhadap kesar­janaan Cucu Magek Dirih sudah dapat dijawab/diatasi. Selama ini, ada sejumlah kenalan/masyarakat yang menganggap Cucu Magek Dirih lulu­san strata-1 (sarjana) — bahkan ada yang tidak percaya bilamana dijelas­kan bahwa Cucu Magek Dirih adalah orang surau dan atau karena pe­nam­pilan/jabatan Cucu Magek Dirih memimpin beberapa perusahaan lalu menganggap dirinya sarjana ekonomi. Kini, nilai/beban tangungjawab sosial dari Cucu Magek Dirih menerima anggapan/penilaian beberapa pihak tentang pendidikan tinggi/kesar­janaan­nya dapat dijawab — ibaratnya hutang sudah dapat dilunasinya.

 

What ever, sekarang Cucu Magek Dirih memang seorang lulusan strata-1 (sarjana lengkap) untuk jurusan pendidikan bahasa Arab Faktar-IAIN-IB Padang — walaupun sertifikat sarjana tersebut tak akan digunakan jadi PNS. Andai masih ada pihak/kenalan yang menyangka/mengang­gap dan atau menulis nama Cucu Magek Dirih yang menambahkan “drs” atau “SE”, tentu beban morilnya tidak seberat semula — sesungguhnya Cu­cu Magek Dirih adalah seorang su­rau yang semestinya menjadi guru ba­hasa Arab madrasah aliyah/sekolah menengah atas/sederajat. Bukan sar­jana ilmu politik dan atau ilmu eko­nomi yang selama ini dianggap oleh se­ba­gian — terutama saat Cucu Magek Di­­rih bertugas/jadi pemakalah di Ja­kar­ta/di Palembang Sumatera Se­latan dan sekitarnya/di Denpasar Ba­li dan se­kitarnya atau di tempat-tempat lainnya.

 

Akhirnya, di atas segalanya, Cucu Magek Dirih bersyukur kepada Allah — alhamdulillah hamdan jiddan, dan berterima kasih pada keluarganya. Khususnya isterinya Desnayetti yang menguruskan segala hal berkaitan dengan penyelesaian kuliah enam sistem kredit semester tambahan satu semester — karena di doktoral tahun 1978-1979 dahulu mata kuliah itu tak ada, mengurus makalah/tugas diberi­kan dari dosen, mengikuti ujian komp­re, penulisan/perbanyakan naskah skripsi — mencari/mengumpulkan buku dan dokumen diperlukan untuk penulisan skripsi dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing (Cucu Magek Dirih belum pulih dari sakit), dan kepada ibunya, Saribanun. Cucu Magek Dirih menyampaikan terima kasih kepada dua dosen pembimbing Prof. Dr. Armen Mukhtar dan Dr. Reihani M. Ag, kepada dekan Prof. Dr. H. Duski Samad MA, penguji Prof. Dr. Masnal Jazuly M.Ag dan Drs. Lokot Nasution M.Ag.***

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257113:-partai-islam-harus-segera-jalin-komunikasi&catid=17:politik&Itemid=30


Melunasi Utang Sosial

Thursday, February 21, 2013

Puluhan Buku Agama Diduga Sesat

PADANG–Puluhan buku pelajaran agama sekolah dasar (SD) memuat ajaran Syiah ditemukan di salah satu sekolah di Kota Solok. Buku-buku Syiah itu diduga juga beredar luas di Sumbar.

Peredaran buku-buku Syiah itu terungkap dalam investigasi Forum Libas Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Padang, Paga Nagari Sumbar, Komite Penegakan Syariat Islam (KSPI) Sumbar, dan Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumbar.

Dari hasil investigasi, forum ormas Islam ini mengklaim beberapa buku pendidikan agama itu bertentangan dengan syariat Islam. Salah satunya ditemukan di SDN 07 di Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok.

“Sebagai bukti, buku-buku itu diserahkan langsung oleh Kepala SDN 07 Zuhermi didampingi Kabid Dikdas Solok Yenizal kepada tim investigasi. Jumlahnya ada 19 buah buku,” ujar Ketua Umum MTKAAM Sumbar, Irfianda Abidin di redaksi Padang Ekspres (Grup JPNN), Rabu (20/2).

Ikut bersama rombongan Khairul Amri dari Forum Libas Sumbar, Jawahir dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Padang, Ibnu Agil D Ghani dari Paga Nagari Sumbar, Novendri dari Komite Penegakan Syariat Islam (KSPI) Sumbar dan Yoldinal dari An-Nabawi Syariah Hotel. Rombongan tersebut disambut Koordinator Liputan Sanny Ardhy dan awak redaksi.

Irfianda Abidin menjelaskan, buku-buku agama itu diadakan melalui dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan Solok tahun 2010. “Sebelumnya buku ini kami dapatkan di Yogya. Setelah kami dalami ternyata buku ini memuat tentang ajaran Syiah,” tandas Irfianda.

Irfianda membeberkan beberapa kejanggalan dalam buku tersebut. Pertama, menyatakan penganut di luar ajaran mereka kafir. Kedua, penganut di luar ajaran Syiah masuk neraka. Ketiga, penganut ajaran Syiah juga mengkafirkan sahabat nabi, salah satunya Umar Bin Khatab.

“Kalau menganggap ajaran di luar mereka masuk neraka, berarti kita umat Islam di Sumbar ini termasuk yang masuk neraka,” tukas Irfianda.

Buku itu beredar sejak tahun 2010 dari DAK kepada 26 SD di Solok, bersamaan dengan pekerjaan fisik tahun 2010. “Buku itu diserahkan bersamaan dengan pembangunan sekolah yang masuk alokasi DAK tahun 2010 di Solok. Buku itu diserahkan oleh kontraktornya,” terang Irfianda. 

Dia menegaskan, buku-buku tersebut dapat merusak akidah generasi muda karena telah diedarkan di tingkat sekolah dasar. “Ini bukan masalah sepele. Anak-anak SD mudah menerima hal yang baru, sehingga dikhawatirkan terjadi perlawanan terhadap penganut Sunni ketika mereka dewasa nanti. Jangan sampai nanti kita di Sumbar terpecah belah,” kata Irfianda diamini yang lain.

Dia meminta pertanggungjawaban Menteri Agama karena buku tersebut diterbitkan berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. Dj.I/375/2009. Selain itu Menteri  Pendidikan juga harus bertanggung jawab karena mengalokasikan hal itu dalam DAK Dinas Pendidikan.

Adapun buku-buku itu diterbitkan oleh Trisula Adisakti, Cahaya dan Qorina. Di antaranya berjudul Qalbun Salim, Sejarah Fathimah Az-Zahra, Wanita-wanita Pilihan, Dosa-dosa Besar, dan Kisah Ajaib.

Ibnu Agil D Ghani mengkhawatirkan peredaran buku-buku pendidikan agama berisi ajaran Syiah itu meluas di Sumbar. “Kita curigai peredaran buku ini marak di Sumbar. Kita minta buku itu ditarik segera karena dapat mengacaukan akidah,” tegas Ibnu Agil yang juga Ketua Paga Nagari Sumbar.

Dosen Fiqih Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol (IAIN-IB) Padang, Zulkarnaini mengingatkan agar tidak menggeneralisir ajaran Syiah. Sebab, ajaran Syiah juga terdiri dari berbagai macam tingkatan. Ada ajaran Syiah moderat, ekstrem dan yang cenderung masuk ajaran Sunni.

“Bisa dinyatakan sesat ketika ajaran Syiah itu bertentangan dengan akidah. Kalau akidahnya sudah berlainan, misalnya menyatakan sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali Bin Abi Thalib sebagai Tuhan dan layak menjadi nabi, atau menganggap salah satu khalifah seperti Umar Bin Khatab, Abu Bakar Siddiq, dan Usman Bin Affan, itu bisa dikatakan sesat,” tukasnya.

Terhadap peredaran buku-buku pendidikan agama yang diduga terafiliasi dengan ajaran Syiah yang sesat itu, Zulkarnaini setuju jika buku-buku pendidikan agama itu ditarik dari peredarannya.

“Jika memang buku-buku itu berisi ajaran Syiah yang bertentangan dengan akidah maka sepantasnya buku itu ditarik,” tegas Ketua MUI Kabupaten Solok itu. (bis)

Article source: http://news.okezone.com/read/2012/07/09/58/660579/partai-islam-dan-partai-islami


Puluhan Buku Agama Diduga Sesat

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 27, 2012

Kaleidoskop Dunia Islam: Bayi Lahir Bawa Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, NIGERIA – Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya.

Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi setelah melihat keajaiban tersebut, sang ibu dan nenek bayi langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.

Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5), , bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah mushaf kecil di tangannya.

Kikelomo Ilori, ibu si bayi, adalah wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan. Ia langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.

Kelahiran bayi itu pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama si bayi. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama si bayi Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.

Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.

Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto si bayi.

Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversial oleh sebagian pihak. Ada yang menganggap mustahil, namun sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan.

Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/hikmah/12/04/16/m2kssg-pemimpin-bijaksana


Kaleidoskop Dunia Islam: Bayi Lahir Bawa Alquran

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
• Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
• Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
• Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
• Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>• | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Thursday, May 16, 2013

Awas! Generasi Neo-Sophist Makin Marak

Home Tsaqafah



Awas! Generasi Neo-Sophist Makin Marak





 

Al-Kindi: “ilmuan Muslim tidak menerima bulat-bulat ilmu asing” (foto: ilustrasi)



 




Jum’at, 17 Mei 2013


Oleh: Edi Kurniawan


BARU-BARU ini sebuah kuliah Pluralisme Agama dalam bentuk seri mingguan diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang menyematkan dirinya dengan ‘Jaringan Islam Liberal’ di kawasan Utan Kayu, Jakarta. Kuliah ini dihadiri oleh para mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, terutama yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara sang guru adalah aktifis organisasi tersebut yang selama ini banyak menyebarkan faham-faham yang ‘nyeleneh’ di tanah air.


Setiap peserta diwajibkan menulis sebuah artikel dengan tema Pluralisme Agama sebagai syarat kelulusan yang dipublikasikan melalui situs organisasi tersebut. Dalam sebuah artikel, dengan sangat lugu seorang peserta mengatakan, “Penulis meyakini, pintu menuju Tuhan itu tidak hanya satu, tetapi banyak, sebanyak pikiran manusia. Seperti kata Al-Quran: “Wahai anak-anaku, janganlah kalian masuk dari satu pintu yang sama, tapi masuklah dari pintu-pintu yang berbeda” (QS Yusuf: 67). … Hal ini menyimpulkan bahwa, sebenarnya agama itu hanya sebuah jalan menuju Tuhan. Meskipun jalan itu beragam, warna-warni, luas, plural, tetapi semuanya akan menuju ke arah vertikal yang sama: Tuhan Yang Maha Esa”.


Kutipan diatas hanyalah salah satu contoh dari beberapa tulisan yang sarat dengan dengan pemikiran sufastha’iyyah atau sophisme, yaitu faham yang menolak kebenaran absolut dan menganggap setiap pendapat sama benarnya karena semuanya bersifat relatif atau nisbi.


Keraguan yang berlebihan tanpa diiringi pemahaman dan ilmu yang memadai menjadikan si penulis hilang arah dan pupus imannya pada agama. Ia juga salah dalam menempatkan ayat tersebut (QS. Yusuf: 67). Sesungguhnya ini bukan ayat pluralisme agama, tetapi menceritakan perintah Nabi Yaʿkub as. kepada anak-anaknya agar memasuki kota Mesir melalui pintu yang berbeda, karena beliau khawatir terhadap keselamatan anak-anaknya yang mempunyai paras yang indah dari gangguan orang-orang jahat sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu ʿAbbas, Muhammad ibnu Kaʿab, Mujahid dan Qatadah yang dikutip oleh Ibn Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.


Salah tafsir semacam ini juga kita jumpai dalam argumentasi guru dari si murid mengenai ‘ayat pluralisme’ yakni al-Baqarah ayat 62 dan al-Ma’idah ayat 69. Konon katanya keselamatan di akhirat kelak bukanlah milik umat Islam semata, Yahudi, Nashrani dan Sabi’in juga berhak mendapatkan keselamatan asalkan beriman dan beramal salih, kata mereka.


Sebenarnya jika kita lihat dengan jernih konteks siyaq, sibaq dan lihaq dari ayat ini dan tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an serta penjelasan para mufassir, pendapat ini jelas keliru.


Ada juga praktek ‘menggunting’ teks oleh si guru untuk membenarkan yang batil. Misalnya ketika dikatakan ahlul kitab tidak terbatas hanya pada Yahudi dan Nashrani, melainkan Buddha, Hindu, Konghucu dan Shinto pun termasuk ahlul kitab. Mereka  mengutip pendapat Rasyid Ridha, tapi mengabaikan peringatan beliau akan seriusnya bahaya pernikahan antara laki-laki Muslim dengan perempuan ahlul kitab. (Lihat, Tafsir al-Manar (1948), IV: 193)


Dalam pembahasan ilmu kalam, sufastha’iyyah atau faham sophisme ini menjadi perbincangan tersendiri, bahkan Imām al-Nasafī memasukkannya kedalam pembahasan akidah: ḥaqaiq al-asy-ya’ tsabitah wa al-ʿilm biha mutahaqqiq, khilafan li al-sufastha’iyyah. Artinya, hakikat quidditas atau esensi segala sesuatu itu tetap, tidak berubah (yang berubah itu hanyalah sifatnya saja). Pengetahuan tentangnya benar adanya yang bersalahan dengan golongan sufastha’iyyah. (Saʿd al-Din al-Taftazani, Syarh ʿAqa’id al-Nasafiyyah (2000), hlm 20-21)


Al-Baghdadi adalah orang yang pertama membagikan sufastha’iyyah kedalam tiga bentuk yang kemudian diikuti oleh Imam al-Nasafi. Mereka adalah: pertama al-ʿindiyyah atau relativisme. Kelompok ini meyakini bahwa tidak ada yang objektif dalam ilmu dan kebenaran.


Semuanya bersifat subjektif. Ringkasnya, kelompok ini meyakini bahwa kebenaran itu tergantung kepada orang yang mengatakannya.


Kedua, al-ʿinadiyyah atau skeptisisme yang bermakna the obstinate alias keras kepala. kelompok ini merasa ‘masa bodoh’ dengan kebenaran walaupun kebenaran itu sudah jelas. Ringkasnya, kelompok ini mengatakan bahwa tidak ada manusia yang tahu.


Ketiga al-la adriyyah atau agnotisisme. Kelompok ini selalu ragu dalam melihat kebenaran karena tidak tahu hakikat kebenaran itu sendiri. ‘I do not know’, begitulah tepatnya.


Ringkasnya, kelompok ini mengatakan bahwa kebenaran itu tidak dapat dicapai oleh manusia. (Syarh ʿAqa’id al-Nasafiyyah, hlm 21-22. Lihat pula Syed Muhammad Naquib al-Attas, the Oldest Known Malay Manuscript: A 16th Century Malay Translation of The ʿAqā’id al-Nasafī (1988), hlm. 48)


Kelompok ini berawal dari sebuah gerakan filsafat pada zaman Yunani kuno oleh saintis gadungan alias ‘sophist’ (Greek: sophistāi) yang dipimpin oleh Protagoras (480-410 SM), Georgias (483-375 SM), Hippias dan Prodicus. Mereka ini kelompok yang menyesatkan dengan menyebarkan faham etika dan epistomologi relativisme.


Menganggap eksistensi itu tidaklah penting dan tidak akan pernah diketahui. Agama menurut mereka hanyalah sebuah penipuan belaka, sehingga sembahyang itu tidak ada gunanya serta validitas hukum itu hanya cocok untuk waktu dan tempat tertentu saja. Kemudian juga mereka memasukkan benih-benih keraguan dalam ilmu dan  kemungkinan untuk mendapatkannya serta memprakarsai faham skeptisisme. (The Oldest Known … hlm. 47-48).


Ciri-ciri dari faham ini yang telah digariskan oleh ulama kita tampak pada kelompok ‘neo-sophist’ atau mereka yang se‘nasab’ dengan mereka. Dalam bidang tafsir, tidak ada tafsir yang benar, semuanya relatif (ʿindiyyah), katanya.


Tapi aneh, mereka pun sering mengutip pendapat para mufassir yang otoritatif, tentu yang sesuai dengan selera mereka. Dalam bidang syariʿah, tidak ada lagi teks yang bersifat qathʿi (pasti) dan thawabit (tetap), semuanya dibolehkan untuk berijtihad.


“… Dengan mengecualikan ayat-ayat yang berkaitan dengan ritual murni seperti shalat, puasa, dan haji, ketentuan soal makanan dan minuman (math’umat dan masybuhat), seluruh ‘ayatul ahkam’ atau ayat-ayat hukum yang keseluruhannya turun di Madinah itu harus dianggap sebagai ayat yang berlaku temporer, kontektual, dan terbatas pada pengalaman sosial bangsa Arab abad ke-7 M. Ayat-ayat itu mencakup ketentuan tentang kewarisan, pernikahan, kedudukan perempuan, jilbab, qishas, jilid, potong tangan…”, begitulah katanya. (Abd. Moqsith Ghazali, dkk., Metodologi Studi al-Qur’an (2009), hlm. 136).


Bahkan yang lebih ‘nyeleneh’ lagi, homoseksual pun dihalalkan oleh salah seorang dari mereka. Mereka terjebak dalam keraguan yang tiada ujungnya.


Sikap Ilmuwan Muslim


Framework semacam ini digunakan dalam falsafah ilmu Barat modern dan diterima dengan ‘manut’ oleh mereka. Maka yang perlu kita tekankan disini adalah bahwa ilmu itu tidaklah netral atau bebas nilai, akan tetapi sarat nilai. Ilmu yang lahir dari rahim Barat, tidak dinafikan nilai-nilai Barat pun terselip di situ. Menolaknya secara mentah-mentah adalah bodoh.


Sementara bersikap taken for granted saja, itu ceroboh. Akan tetapi pilihlah mana yang sesuai budaya dan kebenaran agama kita. Hal inilah yang dilakukan oleh para ilmuan kita pada masa lalu ketika ilmu-ilmu dan filsafat Yunani, Persia dan India digalakkan untuk dikaji. Mereka tidak langsung menerima melainkan melalui proses penyaringan terlebih dahulu seperti yang dikatakan oleh al-Kindi bahwa mereka [ilmuan Muslim] tidak menerima bulat-bulat ilmu asing, tetapi ilmu itu mestilah melalui proses penyaringan yang berasaskan adat dan agama Islam. (Al-Kindi, Al-Kindi’s Metaphysics, (1974), hlm. 58). Wallahu aʿlam bi al-shawab.*


Penulis adalah mahasiswa master di Centre for Anvanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS) – Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur dan Alumni IAIN STS Jambi


Red: Cholis Akbar


Article source: http://travel.detik.com/read/2013/01/03/095342/2131901/1308/inilah-5-masjid-bersejarah-di-singapura


Awas! Generasi Neo-Sophist Makin Marak

Saturday, August 3, 2013

Syiah sesat lagi menyesatkan

ISLAM agama ilmu. Islam juga memerangi kejahilan. Oleh itu, umat Islam diperintahkan agar mencari ilmu. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah bermaksud: “Menuntut ilmu diwajibkan kepada setiap muslim”.


Daripada ayat al-Quran yang pertama diturunkan iaitu Iqra’, Allah SWT menghendaki manusia membaca dan pembacaan itu merupakan pintu kepada memperolehi ilmu.


Al-Quran itu sendiri merupakan kitab ilmu dan al-Quran telah menjadikan ilmu sebagai kayu pengukur kepada kelebihan seseorang manusia di atas dunia ini.


Justeru ketika menilai sesuatu pegangan dan aliran mestilah daripada perspektif ilmu agar tidak terpedaya dengan syaitan. Sememangnya jika dilihat dari sudut luaran, golongan Syiah agak ke hadapan daripada pelbagai sudut seperti ketenteraan, disiplin, penampilan dan sebagainya.


Apatah lagi setelah berlakunya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 yang menyerlahkan lagi kewibawaan Iran mendokong dan menyebar fahaman Syiah, namun semua itu tidak boleh dijadikan ukuran untuk terus menerima pegangan dan aliran mereka.


Banyak golongan dan ajaran sesat yang berjaya menzahirkan penampilan hebat, namun akhirnya apabila ditimbang dari sudut ilmu, amat mengecewakan bahkan termasuk dalam ajaran yang menyeleweng. Jika persepsi menjadi ukuran, sudah tentu masyarakat akan mudah terikut dengan akidah dan pegangan orang Jepun.


Orang Jepun masyhur dengan semangat kerja mereka, disiplin yang tinggi, bahkan amalan kebersihan yang sangat dipuji sehinggakan ada menyatakan bahawa seseorang itu boleh tidur dalam tandas di Jepun lantaran tandas mereka yang sangat bersih!


Namun, apakah kehebatan dan penampilan masyarakat Jepun itu mewajarkan kita mengamal dan menganut agama Shinto mereka yang syirik itu? Sudah tentu tidak! Oleh yang demikian, ilmu hendaklah dijadikan suatu ukuran untuk menerima sesuatu pegangan dan ajaran.


Melalui kajian ilmu, didapati Syiah merupakan golongan yang sesat lagi menyesatkan. Mereka tidak termasuk dalam golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah. Pegangan mereka juga dilihat bercanggah dengan al-Quran dan hadis Nabi SAW.


Terdapat tiga kategori golongan Syiah iaitu: Syiah mughaliyah (pelampau), Syiah Rafidah (Imamiyah) dan Syiah Mu’tadilah (Zaidiyah).


Daripada tiga golongan Syiah ini, Syiah Rafidah atau Imamiyah merupakan golongan yang paling dominan dan berkembang dalam dunia pada hari ini. Mereka merupakan majoriti Syiah yang mengatakan imamnya Ali adalah dengan nas, Ali telah menaskan imamah anaknya Hassan manakala Hassan telah menaskan imamah saudaranya Hussein.


Begitulah seterusnya imamah itu berpindah dengan nas kepada anak-anak Hussein sehinggalah kepada Muhammad bin Hassan al-Askari yang pada pendapat mereka dia ghaib semasa kecil dan akan muncul sebagai Imam Mahdi pada akhir zaman dengan membawa kebenaran dan keadilan.


Mereka dikenali dengan Syiah Imamiyah kerana pegangan mereka kepada 12 imam yang dianggap sebagai maksum (bebas daripada segala dosa dan kesalahan).


Mereka ini juga dinamakan golongan Rafidah kerana mereka menolak imamah Abu Bakar, Umar al-Khattab dan Uthman Affan dengan hujah bahawa Nabi Muhammad SAW mewasiatkan kepada Ali sebagai khalifah selepasnya.


Namun wasiat ini pada dakwaan Syiah telah diketepikan oleh kebanyakan sahabat selepas kewafatan Rasulullah SAW. Oleh yang demikian mereka mengkafirkan para sahabat Nabi SAW termasuk sahabat-sahabat yang rapat dengan Rasulullah SAW seperti Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan selainnya.


Jelasnya, Syiah bukanlah suatu ajaran yang boleh diikuti, bahkan ia merupakan ajaran sesat yang diasaskan oleh seorang Yahudi dari Yemen yang bernama Abdullah bin Saba’.


Dia merupakan bangsa Yahudi yang berpura-pura memeluk Islam. Dia pandai mengada-adakan cerita palsu dan bijak menipu orang. Dia juga digelar Ibnu Sauda’.


Setelah Abdullah bin Saba’ memeluk Islam secara berpura-pura, dialah orang yang mula-mula mengisytiharkan kewajipan melantik Ali sebagai Imam dan menyatakan secara terbuka penentangannya terhadap musuh-musuh Ali, bahkan mengkafirkan mereka.


Bermula dari sinilah, dapat dilihat dengan jelas bahawa ajaran Syiah Rafidah terpengaruh dengan agama Yahudi. Syiah merupakan ajaran sesat yang paling lama dapat bertahan sehingga ke hari ini. Mereka yang terpedaya dengan ajaran Syiah telah terperangkap dengan tipu daya syaitan yang sememangnya sentiasa berusaha untuk menyesatkan umat Islam daripada persada kebenaran.


Syiah dan al-Quran


Bahaya Syiah jelas apabila melihat kepada pandangan mereka terhadap kitab suci al-Quran. Syiah tidak menganggap kitab suci al-Quran adalah kitab yang terpelihara. Bahkan mereka beranggapan telah berlaku penyelewengan pada ayat-ayat al-Quran.


Buktinya adalah nas yang dikemukakan oleh al-Kulaini iaitu ulama hadis Syiah dalam kitab hadisnya al-Kafi dengan menyatakan bahawa: “Daripada Hisham bin Salim, daripada Abi Abdillah, a.s berkata, al-Quran yang didatangkan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebanyak 17,000 ayat”.


Pegangan golongan Syiah ini jelas menunjukkan bahawa mereka beranggapan al-Quran yang ada pada umat Islam hari ini masih tidak sempurna kerana ayat al-Quran yang ada hanya berjumlah 6,236 ayat sahaja, sedangkan mereka beranggapan bahawa al-Quran sebenar iaitu yang dikenali sebagai mushaf Fatimah mengandungi 17,000 ayat.


Ini bermakna dua pertiga ayat al-Quran sudah diselewengkan. Pegangan Syiah ini jelas sesat kerana Allah SWT telah menjamin kesucian al-Quran. Kitab suci itu terpelihara sehingga hari kiamat, tidak akan berlaku penyelewengan terhadap al-Quran walau satu huruf sekalipun. Firman Allah SWT dalam surah al-Hijr ayat 9 bermaksud: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.


Allah juga berfirman dalam Surah Fussilat ayat 41-42 yang bermaksud: Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar terhadap al-Quran ketika sampainya kepada mereka, (akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi); sedang al-Quran itu, demi sesungguhnya sebuah Kitab suci yang tidak dapat ditandingi, yang tidak dapat didatangi sebarang kepalsuan dari mana-mana arah dan seginya; ia diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Terpuji.


Syiah dan Hadis


Golongan Syiah menolak hadis-hadis yang terdapat dalam sahih Bukhari, sahih Muslim, sunan al-Tirmidzi dan kitab-kitab hadis ahli sunah yang lain. Mereka menolak mentah-mentah hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah SAW.


Bagi mereka, kitab hadis yang menjadi pegangan mereka ialah al-Kafi tulisan al-Kulaini, yang diriwayatkan daripada Imam Maksum.


Mereka juga menganggap para sahabat menjadi kufur dan murtad setelah kewafatan Rasulullah SAW. Al-Kulaini yang dianggap oleh golongan Syiah setaraf dengan Imam Bukhari meriwayatkan bahawa para sahabat telah murtad sepeninggalan Rasulullah SAW kecuali tiga orang daripada mereka iaitu Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghifari dan Salman al-Farisi.


Ini jelas menunjukkan kebiadaban puak Syiah kerana perbuatan mengkafirkan para sahabat Nabi Muhammad SAW sedangkan para sahabat mendapat tarbiah secara langsung daripada baginda. Secara tidak langsungnya, puak Syiah juga telah memperkecilkan serta menghina Rasulullah SAW.


Golongan Syiah juga sangat biadab terhadap para isteri Rasulullah SAW dengan mengatakan bahawa Saidatina Aisyah dan Saidatina Hafsah sebagai munafik dan kafir. Mereka mendatangkan riwayat palsu yang kononnya muktabar tentang Aisyah dan Hafsahlah yang telah meracuni Rasulullah SAW sehingga mengakibatkan kewafatan baginda.


Syiah dan Taqiyah


Sebenarnya konsep taqiyah itu ialah konsep yang berasaskan kepada perbuatan berdusta, berbohong dan berpura-pura. Namun, konsep ini telah dijadikan asas oleh golongan Syiah dalam memartabatkan keimanan mereka kepada Allah SWT.


Disebabkan sikap taqiyah ini, para ulama tidak mahu menerima riwayat yang dibawa oleh golongan Syiah ekoran pembohongan yang dilakukan oleh mereka.


Ajaran Syiah itu sendiri sebenarnya ditegakkan di atas dasar taqiyah. Al-Kulaini meriwayatkan dalam kitab beliau al-Kafi: “Sesungguhnya kamu berada di atas agama yang sesiapa menyembunyikannya akan dimuliakan Allah dan sesiapa menyebarkannya akan dihina oleh Allah”.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/02/mpadoi-kepincut-shalat-lima-waktu-mary-qatarneh-memeluk-islam


Syiah sesat lagi menyesatkan