Showing posts sorted by relevance for query rambut. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query rambut. Sort by date Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

Kaasiyaatun 'Aariyaat

Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”


Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”


Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.


Kemudian Nabi saw bwesabda :


“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).


Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, ‘kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).


Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).


Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.


Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.


                                                        Penulis, pemerhati masalah keislaman.


Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/03/29/154627/mui-sumut-pelaku-kumpul-kebo-harus-dihukum-berat


Kaasiyaatun 'Aariyaat

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
̢ۢ Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
̢ۢ Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
̢ۢ Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
̢ۢ Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>̢ۢ | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
̢ۢ Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
̢ۢ Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
̢ۢ Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
̢ۢ Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>̢ۢ | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 8, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
̢ۢ Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
̢ۢ Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
̢ۢ Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
̢ۢ Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>̢ۢ | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Reading this Blog

Friday, December 9, 2016

Foto Pacar Mualaf Lucky Perdana Beredar, Netter Malah Ramai Bergunjing Soal Ini | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Penasaran kira-kira apa yang ramai dibicarakan oleh netter usai melihat foto mesra Lucky dan sang kekasih?

image

WowKeren.com - Pesinetron Lucky Perdana belum lama ini mengaku sedang menjalin asmara dengan seorang gadis bernama Veronica. Vero sendiri bukan berasal dari kalangan artis dan merupakan seorang mualaf.

Namun sayangnya, Lucky sendiri masih enggan memperkenalkan sang kekasih langsung di hadapan publik. Akan tetapi baru-baru ini, sejumlah foto mesra Lucky dengan Vero justru beredar lewat akun gosip @lambe_turah.

Dalam foto-toto tersebut Lucky terlihat berpose bersama Vero yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Namun menurut netter, Vero sepertinya terlihat lebih tua dari bintang sinetron "Naila" itu.

image

Sementara itu, daripada membahas tentang masalah Vero, netter justru merasa heran jika Lucky punya kekasih. Pasalnya beberapa netter menganggap artis 30 tahun ini sebagai penyuka sesama jenis.

"Wahh luki perdana pencitraan nih kayaknya, spy dikira cowo normal, padahal kmrn baru putus dari tata liem,, hug..hug..hug," komentar netter. "Lucky perdana bukannya gay?" tambah yang lain. "Si babang dulu ngaku gay kan ya?" sahut lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Lucky Perdana terkait :
̢ۢ Sukses Jadikan Pacar Mualaf, Lucky Perdana Malah Dimusuhi Keluarga Sang Kekasih?
̢ۢ Ikuti Jejak Putra Ustaz Arifin Ilham, Calon Istri Lucky Perdana Mualaf
̢ۢ Bukan dengan Masayu Clara, Lucky Perdana Bakal Nikahi Pengusaha
̢ۢ Lihat berita terbaru Lucky Perdana ...

Koleksi foto Lucky Perdana terkini (1 foto):
Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016Christ Laurent, Ochi Rosdiana, Rosiana Dewi dan Lucky Perdana di SCTV Music Awards 2016>
"

| Foto | Pacar | Mualaf | Lucky | Perdana | Beredar, | Netter | Malah | Ramai | Bergunjing | Soal | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Penasaran | kira | yang | ramai | dibicar | oleh | netter | usai | melihat | foto | mesra | sang | kekasih | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Pesinetron | Perdana< | lama | mengaku | menjalin | asmara | dengan | seorang | gadis | bernama | Veronica | Vero | sendiri | bukan | berasal | kalangan | artis | merup | mualaf | p>Namun | sayangnya | masih | enggan | memperkenalkan | langsung | hadapan | publik | Akan | baru | sejumlah | justru | beredar | lewat | akun | gosip | @lambe_turah< | p>Dalam | toto | tersebut | terlihat | berpose | bersama | cantik | rambut | panjangnya | Namun | menurut | sepertinya | lebih | bintang | sinetron | Naila | p>Sementara | pada | membahas | tentang | masalah | merasa | heran | jika | punya | Pasalnya | beberapa | menganggap | tahun | sebagai | penyuka | sesama | jenis | p>Wahh | luki | perdana | pencitraan | kayaknya | dikira | cowo | normal | padahal | kmrn | putus | tata | liem | komentar | bukannya | tambah | lain | babang | dulu | ngaku | sahut | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Sukses | Jadikan | Dimusuhi | Keluarga | Sang | Kekasih | a>̢ۢ | Ikuti | Jejak | Putra | Ustaz | Arifin | Ilham | Calon | Istri | Mualaf< | Bukan | Masayu | Clara | Bakal | Nikahi | Pengusaha< | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Tuesday, December 10, 2013

Asmirandah jadi saksi dugaan penistaan agama oleh Jonas Rivanno

Berita Terkait



  • Banyak dikecam, Jonas Rivanno tetap dianggap pria gentle

    Banyak dikecam, Jonas Rivanno tetap dianggap pria gentle


  • Jika nikah lagi, Asmirandah – Vano tak perlu ke luar negeri


  • Sidang kedua pembatalan aikah, Asmirandah hadirkan tiga saksi

Merdeka.com – Selasa (10/12), artis Asmirandah mendatangi Polres Bogor, Jawa Barat, sebagai saksi kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh suaminya, Jonas Rivanno beberapa waktu lalu.



Sekitar pukul 12.15 WIB, Asmirandah tiba menumpang mobil Chevrolet Captiva berwarna abu-abu bernomor polisi B 16 GUY. Dia terlihat cantik dengan pakaian hitam dengan keindahan rambut panjangnya.



Asmirandah didampingi pengacaranya, Afdhal Zikri, dan beberapa pria berbadan tegap. Sayang, Andah tidak banyak bicara. Ia langsung memasuki Unit III Krimsus Polres Bogor.






Kasus ini berawal dari bantahan Jonas Rivanno yang tidak mengakui menjadi mualaf. Meski pada akhirnya mengakui telah berbohong. Dia mengaku pernah menjadi mualaf dan menikahi Asmirandah pada 17 Oktober.



Pihak Front Pembela Islam (FPI) Depok menganggap tindakan Vanno sebagai tindakan penistaan agama. FPI Depok melaporkan Vanno ke polisi dan kini kasusnya sedang diproses.



(kpl/pur/dar)












Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/31/m4w6p7-kemenag-janganlah-naik-haji-berulangulang


Asmirandah jadi saksi dugaan penistaan agama oleh Jonas Rivanno

Saturday, October 12, 2013

Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

JAKARTA – Warna rambut boleh sama hitam, namun setiap orang punya pendapat beragam tentang segala sesuatu. Apalagi menyangkut masalah keyakinan. Meskipun sama-sama muslim, umat Nabi Muhammad punya cara dan pendapat yang beragam soal ritual dan ajaran Islam. Itulah sebagian ‘warna’ yang ingin ditampilkan dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’.


 Selain menampilkan perjalanan spiritual Hanum Rais (Acha Septriasa) di tanah Eropa, film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ juga melibatkan karakter-karakter lain yang memiliki pandangan sendiri soal kepercayaan. Mereka adalah teman-teman Rangga (Abimana) di lingkungan kampus.


Sosok pria yang tak percaya dengan agama, akan dimainkan oleh Nino Fernandez sebagai Stefan. Sedangkan Alex Abbad, memerankan tokoh Khan, pemuda keturunan Pakistan yang sangat memegang ketat ajaran agamanya.


“Khan ini orang Pakistan yang sangat strict sampai disertasinya dia tentang halal dan haram, dan ini memang real,” ujar sutradara Guntur Soeharjanto disela-sela lokasi syuting di Wina, Austria akhir September lalu.


Khan yang merupakan kalangan minoritas sebagai muslim di Wina, ‘menuntut’ haknya akan label halal dan haram sehingga ia bisa menjalankan perintah agamanya dengan tenang.  “Karena dia butuh pernyataan itu dari pemerintah, bahwa dia seorang muslim harus dijamin,” tambah Guntur.


Sementara karakter Stefan, selalu berargumen dengan logika. Ketika suatu hal tidak masuk rasionalnya, akan terjadi benturan pandangan antara si Khan dan Stefan melalui Rangga.


“Stefan sering mempertanyakan kenapa makan babi dilarang, dan sebagainya. Stefan kan porsinya lumayan banyak, karena film butuh sesuatu yang detail, akhirnya kita kembangkan dari bukunya,” jelas sutradara yang sebelumnya mengarahkan ‘Tampan Tailor’ itu.


Isu besar yang dibawa dalam film adalah ingin menampilkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Eksekutif Produser Yoen K menjelaskan, contoh menjadi agen muslim yang baik seperti digambarkan dalam film, misalnya, ada beberapa kali tokoh anak muslim yang di-bully, tetapi dia bukan membalas dengan melakukan hal sama.


 


Tetapi dia memberikan pelajaran dengan menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang menebar kebencian atas nama agama, seperti yang lebih sering disorot dunia Barat.


“Ini juga bukan film tentang bagaimana seorang wanita mendapat hidayah untuk berhijab, itu kan sebuah proses ya,” tambah Yoen.


Film ini juga dibuat dengan semangat toleransi yang besar. Meskipun bertema religi Islam, menurut Yoen film ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.



“Yang terlibat di film ini bukan cuma teman-teman dari Muslim. Katolik, Kristen, Budha, Hindu pun ada. Ini film dari awal sudah ditegaskan bahwa film ini bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memberikan gambaran rahmatan lil alamin,” terangnya dilansir detik.


‘99 Cahaya di Langit Eropa’ menampilkan Raline Shah, Acha Septriasa, Abimana, Nino Fernandezz, Alex Abbad, dan Marissa Nasution. Fatin Shidqia Lubis dan Dian Pelangi juga akan memeriahkan film produksi Maxima Pictures ini.


Proses syuting sudah dimulai sejak 9 September lalu di Wina, Austria. Dilanjutkan pengambilan gambar di Paris, Cordoba dan Istanbul. dtc



Article source: http://international.okezone.com/read/2013/10/10/412/879780/80-prajurit-israel-gerebek-masjid-al-aqsa


Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

Sunday, July 28, 2013

Namanya Jastin Bibiaq

JASMANIZAM Basri. Kalau dicetak nama ini pada sebahagian judul berita utama pasti tidak ramai pembaca akan segera merengkuh helaian akhbar ke bola mata. Juga mustahil membuatkan para penonton berita perdana jam 8.00 malam untuk berterusan mengangkat kelopak mata agar tidak berkelip atas sebab cakna dengan jejaka berumur 30-an ini.


Namun keadaan berbeza sejurus Jastin Bibiaq diangkat menjadi nama komersialnya. Jasmanizam Basri kini bukan lagi nama asing dalam gelanggang hiburan tanah air. Nama mirip seorang penyanyi remaja Amerika Syarikat ini berpasak teguh di laman hati peminat muzik tempatan.


Fenomena Jastin Bibiaq (atau akronimnya JB) telah melanda seantero negara dengan begitu dahsyat. Sudah sebelas minggu, tepatnya. Seiring dengan jangka masa berlangsungnya program realiti televisyen berkonsepkan nyanyian yang memperkenalkan Jastin Bibiaq sebagai salah seorang peserta.


Di laman web carian internet tempatan, sebaik huruf J ditekan berbelas-belas cadangan carian berkaitan Jastin Bibiaq tersenarai secara automatik. Halaman-halaman media sosial yang menawarkan tempat untuk para peminat berkomunikasi juga menjelata muncul. Remaja lelaki pula tergila-gila mahu mengikuti fesyen rambut ‘sikat tepi’ JB yang kemas, meskipun suatu ketika fesyen sebegini dianggap tidak selari dengan gaya hidup kontemporari.


“Abang Jas, bersedia ya. Giliran abang tak lama lagi.” Seorang petugas yang sedang mundar-mandir berhenti mengejut di hadapan Jastin sebelum berlalu pergi. Jastin hanya terkerising.


Jastin menundukkan pandangan ke lantai. Jubah kemurungan menyerkup semula tampang senyum yang dibuat-buatnya sebentar tadi. Sejak kemasukannya ke rancangan ini sebelas minggu lalu, mainan perasaan sentiasa mengapung berat di atmosfera hatinya.


“Tugas kau adalah seorang guru sekolah agama. Bukankah menceburi bidang muzik mencemar nama baik sekolah?” Suara pengetua tempat dia mengisi cangkir rezeki bertandang kembali. Entah kali yang keberapa. Semenjak dia terpilih menjadi 12 peserta rancangan realiti TV tersohor negara, suara tuan pengetua bagai bisikan kekasih yang menemaninya setiap detik. Tidak pernah lekang bait-bait perbualan (atau perdebatan) itu daripada lohong pendengarannya.


“Bidang muzik juga memerlukan orang beragama untuk membetulkan apa jua kesalahan. Jika dibiarkan bidang ini dipelopori oleh orang biasa, sampai bila kemungkaran di dalamnya akan dapat diselesaikan?” Jasmanizam tidak berniat melebarkan hujah. Cukup satu dua ayat yang ringkas tetapi sarat dengan makna.


“Menggadaikan maruah untuk menjadi tumpuan masyarakat. Dikelilingi gosip liar dengan puluhan wanita. Tak perlu mencari masalah baru, Jas. Masalah disiplin dan prestasi merudum akademik pelajar di sini masih tak menang tangan kita nak urus.” Tuan pengetua kekal dengan pendiriannya. Jasmanizam tetap tidak boleh dilepaskan pergi untuk menyertai rancangan realiti TV terkemuka itu.


Bukan soal bakat atau kemampuan, tapi soal maruah. Tuan pengetua punya rangkaian hujah tersendiri.


“Bukankah Islam ada garis panduan tersendiri dalam hiburan? Berapa ramai manusia mendapat hidayah dengan mendengar lagu-lagu ketuhanan daripada penyanyi-penyanyi beragama Islam? Bukankah ini peluang untuk menjadikan agama kita disebarkan dengan lebih meluas, bukan sekadar kepada pelajar-pelajar di sekolah kita malah kepada masyarakat umum yang selama ini tidak pernah sedikit pun terdedah dengan keindahan ajaran Islam yang sebenar.”


Gemuruh tepukan penonton memancang khayalan Jastin di tanah realiti. Tidak sempat untuk dia menyelongkar almari ingatan, menjejak kembali hujah balas tuan pengetua untuk kenyataan dan soalan retoriknya yang panjang lebar. Kini tiba giliran peserta ketiga, Idayu Herman melangkah ke pentas utama. Sebagai gelanggang akhir, peserta harus menyanyikan dua buah lagu. Satu lagu baru ciptaan komposer mapan tempatan manakala satu lagi mana-mana lagu sedia ada yang bersesuaian.


Jeritan penonton menggegarkan bumbung stadium tertutup berkapasiti 23 ribu orang di ibu kota ini. Namun tidak sekuat gegaran yang kerap melanda jantung Jastin semenjak menandatangani surat pengesahan untuk menyertai rancangan ini.


“Apakah ini jalan terbaik untukku menegakkan agamaMu?” Acap kali pertanyaan seumpama ini berlegar sekitar perdu rasional di akalnya. Dia mengerti, perjuangan dengan kaedah populariti ini bukan sesuatu yang mudah. Bila-bila masa sahaja, sifat ujub mampu menendangnya keluar dari landasan keredaan Ilahi.


“Atau aku tersilap membuat perhitungan, ya Allah?” Ombak perasaan Jastin terus membusa ganas.


Dakwah


“Cubalah, Jas!”


Jasmanizam sekadar menghadiahkan senyuman. Buku nota pelajar lebih menggamit perhatiannya berbanding manusia berkumis tipis bernama Zamri.


“Bukan kena bayar, lagipun mudah pelajar kau nak berhubung sewaktu cuti sekolah.”


Jasmanizam membisu jua.


“Di Malaysia sekarang tak ada akaun Facebook macam tak ada surat beranak, kau tahu!” Zamri berlelucon dalam usaha meyakinkan Jasmanizam akan pentingnya media sosial darsawarsa ini. Dia akur rakan sekolahnya itu sememangnya ketinggalan dalam soal teknologi terkini.


“Dakwah kau pun akan berkembang dengan lebih hebat, kau tahu?”


Jasmanizam mengangkat kening. Mata dikalih daripada buku-buku nota pelajar di atas meja bilik guru ke arah Zamri yang sedang tersengih-sengih. “Dakwah yang bagaimana pula tu?”


Zamri mengeluarkan telefon berteknologi kanta sentuh sebesar telapak tangan daripada saku seluar. Disentuh pada ikon biru sederhana gelap bertulis ‘Facebook’, langsung cekatan jarinya menari-nari di atas skrin bagi menaip aksara di ruangan ‘carian’. Tak sampai beberapa saat, satu halaman dipenuhi himpunan kata-kata hikmah dan potongan ayat Al-Quran beserta ulasan ulama-ulama terkenal memenuhi segenap skrin telefon.


“Hebat betul!”


“Sambil-sambil mengajar di sekolah, tak salah pun kau menerokai teknik dakwah menerusi media sosial. Kaedah ini lebih berkesan untuk mendekati jiwa anak-anak muda.”


Kenyataan Zamri memadai untuk semangat Jasmanizam mengejuju naik ke angkasa. Dia tidak pernah tahu-menahu akan kehebatan Facebook sebagai medium komunikasi serba canggih untuk tujuan menyampaikan ilmu. Profil milik sendiri kemudiannya dicipta dengan bantuan Zamri.


“Hasil tunjuk ajarku tidak lagi semata-mata di darjah. Alhamdulilah.” Dia berbisik penuh suka. Platform penyampaiannya kini bercambah.


Namun kesukaan itu tidak sampai ke mana. Setelah menulis satu ulasan mengenai kelebihan solat berjemaah, hanya satu ‘suka’ dan tiada komen dipunyai tulisan itu – menandakan bilangan pengguna Facebook yang menerima penyampaiannya terlalu sedikit.


“Kau harus ramai followers terlebih dahulu.” Zamri menerangkan faktor penyampaian Jasmanizam kurang mendapat sambutan. Jasmanizam mengerti setelah menyemak senarai rakan maya yang hanya seramai 15 orang.


Jangan asyik leka di Facebook sampai lupa bersolat, rakan-rakanku!


Satu tulisan yang dikongsi salah seorang rakan maya terpampang di muka hadapan. Dia kenal penulis coretan ringkas itu, seorang pendakwah terkemuka yang sering muncul dalam rancangan motivasi pagi di saluran televisyen swasta. Butang kiri tetikus ditekan sejurus anak panah berada tepat di atas tajuk tulisan tersebut.


“Hampir sepuluh ribu ‘suka’ dan beratus-ratus kali dikongsi? Wah benar-benar mengujakan! Mudah dan berkesan pula tu.” Jasmanizam kagum. Betapa tulisan sembilan patah perkataan itu mampu mengirimkan peringatan kepada ribuan manusia yang sedang ralit menerokai halaman Facebook.


Kau harus menjadi popular. Demi menaikkan martabat agama dan menyampaikan ajaran yang kau punyai.


Entah macam mana idea ini melintas di persimpangan hati. Mengarut, tak masuk akal dan keanak-anakan. Usah bermimpi menjadi popular kalau sekadar menjadi guru di sekolah agama ceruk buana. Jasmanizam mentertawakan diri sendiri.


“Abang Jas, lagu Always Be There atau Aku Seorang Pendosa dahulu akan dipersembahkan? Maaf saya mahu memastikan buat kali kedua.” Petugas sama menegur kalut Jastin sekali lagi. Jastin terpinga-pinga sejurus tersedar daripada jelajah minda. Setelah jawapan diberikan, petugas itu dengan lekas menghubungi rakan petugas lain menggunakan alat walkie-talkie lalu beredar pergi.


Tatkala peserta lain berkumpul di bilik persediaan untuk raptai terakhir, Jastin memilih untuk bersendirian di satu sudut belakang pentas. Dia perlu bertafakur sejenak, memikir kembali hala tuju asalnya bertukar profesion daripada seorang guru di sekolah agama kepada seorang penyanyi.


“Sudah menjadi popular nanti tentunya ajaran agama entah ke mana. Resmi orang hebat, naik ke langit terus lupa bumi, lupa Maha Pencipta!”


“Agaknya bosan mengajar di kampung begini. Memanglah, gaji sedikit. Siapa tak tertarik dengan wang lumayan dan populariti?”


Kata-kata teman pengajar di sekolah umpama das-das tembakan padu daripada pistol mesin yang bertubi-tubi menembusi hatinya. Ah, kalian tak akan pernah faham apa kepentingan untuk menjadi popular dalam menyampaikan idea-idea! Jastin menggeleng-geleng pantas.


Segala-galanya bermula dengan uji bakat program realiti TV yang dihebahkan kepadanya oleh Zamri. Zamri kenal Jastin, bekas johan nasyid kebangsaan yang punya suara lunak dengan kebolehan mengawal pitching nan menakjubkan.


“Ini peluang keemasan untuk kau menjadi ikon masyarakat dengan cara kau tersendiri! Aku pasti dengan keazaman dan ilmumu, kau bakal menjadi seorang artis yang cukup berbeza. Kau bakal mengubah persepsi peminat-peminat hiburan, terutamanya anak muda.” Jastin merasakan Zamri seakan-akan sedang mencacang di hadapannya sekarang.


Jastin sememangnya punya perbezaan ketara dengan peserta lain. Dia meletakkan syarat untuk tiada penari wanita bersamanya di atas pentas. Lagu-lagu yang dipersembahkan juga disaring dengan teliti terlebih dahulu. Walaupun pada awalnya perseteruan dengan penganjur timbul, namun akibat fenomena JB telah menjuak status rancangan realiti TV itu ke tahap tertinggi, pihak penganjur terpaksa akur dengan kemahuan Jastin.


“Hanya Kau yang mengetahui pucuk pangkal perjuanganku, ya Rabb!”


Populariti


Lagu suspen dimainkan orkestra. Bila-bila masa sahaja nama pemenang rancangan realiti TV nyanyian nombor satu Malaysia itu akan sampai ke telinga para hadirin di stadium dan berjuta-juta peminat yang menanti di hadapan skrin televisyen.


“Tak lain tak bukan, Jastin Bibiaq!” Serentak pengacara lelaki berambut emas dan gandingannya, seorang pengacara wanita muda remaja menjerit. Reben dan belon beraneka warna menghujani pentas.


“Kita jemput Jastin ke hadapan untuk menerima trofi dan memberikan sepatah dua kata. Dengan segala hormat dipersilakan!”


Jastin maju ke hadapan perlahan-lahan. Jutaan anak mata kini tertumpu kepadanya. Teriakan penonton melantun-lantun di segenap penjuru. Atma Jastin tenang, tidak dirasakan satu kemegahan sekumin pun dengan sorakan penonton. Dia benar-benar takut dengan kemunculan rasa riak dalam keadaan disanjung sedemikian rupa.


“Inilah waktunya!” Jastin bermonolog sambil menyambut mikrofon tanpa wayar yang dihulurkan pengacara berambut emas.


“Gunakan populariti kurniaan Allah sebaiknya!” Dia terhimbau pesanan ringkas Zamri.


Jastin menghela nafas dengan gontai. Aku menjadi tumpuan seluruh masyarakat pada saat ini. Inilah masanya! Jangan bazirkan peluang! Sukma Jastin membentak kasar meski air muka tetap kelihatan selamba.


Jastin berdehem beberapa kali. “Bersyukur ke hadrat Ilahi atas kurniaan ini. Saya ucapkan terima kasih atas sokongan para peminat.”


Tepukan bergemuruh lagi. Tiada apa mengujakan melainkan ucapan tipikal seorang artis yang memenangi anugerah.


“Saya mengambil kesempatan ini untuk mengajak para peminat saya yang beragama Islam untuk mengamalkan ajaran Islam dengan sepenuhnya. Janganlah asyik kita dilalaikan dengan hiburan sehingga lupa tujuan asal kita diciptakan di muka bumi ini. Ingatlah, kematian itu pasti akan mengunjungi setiap seorang daripada kita, sama ada yang senang menonton rancangan ini atau pun tidak.” Jastin memadatkan sebaik mungkin butiran penyampaian kepada sekalian penonton.


Suasana stadium tertutup kemegahan negara itu khali. Mulut penonton sama ada di stadium atau di hadapan kaca TV masing-masing terpelahang dengan apa yang didengari.


“Semoga kita terus beramal dengan al-Quran dan sunnah Rasullah. Terima kasih penganjur memberikan peluang untuk saya sampai ke sini. Sekarang saya harus kembali ke kerjaya asal saya sebagai seorang guru sekolah.” Jastin meletakkan mikrofon di atas lantai dan menonong keluar menerusi pintu kecemasan. Penonton keliru mahu menunjukkan reaksi yang bagaimana. Masing-masing terpempan dengan teguran ikon baru muzik tanah air itu.


Jastin menggalas beg lembik berisi pakaian lalu bergerak meninggalkan hotel mewah tempat dia menginap sekian lama. Kontrak sebagai peserta rancangan realiti TV tersohor itu kini tamat. Langsung dia mengungsi tubuh ke stesen bas ekspress di tengah ibu kota.


Jastin berhenti sebentar di kafe siber berhampiran stesen bas sejurus selesai membeli tiket pulang ke utara semenanjung. Halaman Facebook miliknya yang lama tidak disemak menjadi arah tuju. Lebih dua ratus mesej peribadi menanti untuk dibaca di pautan inbox. Satu per satu dibacanya dengan lekas:


Terima kasih Abang Jas, benar-benar membuka mata saya untuk berusaha mencari hidayah Allah – Jack Drummer, Seremban


Kami sekumpulan ingin berguru dengan abang. Kagum dengan lagu ciptaan abang, Aku Seorang Pendosa. Liriknya benar-benar menyentuh perasaan – Rockers Mandin, Butterworth


“Alhamdulilah, Kau telah beriku peluang untuk manfaatkan bakat kurniaanMu.” Jasmanizam memanjat rasa syukur.


Teriakan konduktor bas memanggil penumpang kedengaran jelas. Jastin harus segera pergi meskipun masih ratusan mesej peribadi belum sempat dibacanya.


Tugas sebagai seorang Jastin Bibiaq telah berakhir. Dia bakal kembali ke kehidupan asal. Bukan lagi sebagai Jastin Bibiaq tetapi Jasmanizam Basri, seorang guru sekolah agama.



Article source: http://www.tribunnews.com/2013/07/11/artis-mualaf-ini-kerap-ditegur-terlambat-salat-jumat


Namanya Jastin Bibiaq

Monday, February 3, 2014

PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan mengaku menggaet artis seksi Angel Lelga sebagai calon legislator bukan semata untuk meraup suara yang banyak. Tapi lebih dari itu, yakni sisi syiarnya.


Ketua Dewan Pengurus Pusat PPP Reni Marlinawati menjelaskan maksud sisi syiar adalah partai berlambang kabah ini bisa menyampaikan pesan agama serta moral lewat kadernya. Justru, dengan pemilihan Angel ini dinilai PPP tepat karena sebagai publik figur yang berlatar belakang seksi.


Reni menyoroti perubahan sosok Angel yang dari seksi menjadi berhijab merupakan hal yang harus dilihat masyarakat. “Justru ini pengaruh syiarnya. Perubahan Angel yang dilihat ke arah benar. Bukan jadi alasan kenapa PPP menginginkan artis yang kemarin pakai rok mini, seksi atau rambut diwarnain,” katanya kepada detikcom, Kamis (30/01).


“Kami ini partai Islam. Bukan hanya kekuasaan yang diraih tapi ada sisi syiarnya,” lanjut Reni menegaskan.


Kalau Angel nanti terpilih, Reni tidak berani sesumbar menyebut bekas istri Rhoma Irama itu bakal ditempatkan di Komisi 8 yang membidangi agama atau komisi berapapun. Baginya, terlalu dini karena belum dimulai kampanye.


Ia hanya berharap setiap kader termasuk Angel harus siap ditempatkan komisi mana pun oleh fraksi. “Kalau bisa milih ya milih kan. Tapi, setiap kader harus siap perang kalau ditempatkan partai,” tuturnya.


Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP Fernita Darwis mengatakan kepopuleran seseorang tidak menjamin seorang caleg lolos ke Senayan. “Tapi, kalau Angel lolos ya dia berarti punya kualitas,” ujar Fernita dihubungi detikcom, Kamis (30/01).


Dia menjelaskan PPP tidak pernah memaksa setiap artis untuk menjadi calegnya di Pemilu nanti. Setiap artis termasuk Angel memiliki visi dan misi untuk mewujudkan perjuangan bersama parpol. Fernita pun menegaskan para caleg sudah menjadi daftar calon tetap yang berarti memiliki kualitas dan sudah kompeten untuk bertarung di Pemilu.


Adapun Koordinator Forum Masyarakat Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang berpandangan Angle Lelga bukan sosok yang mumpuni untuk menjadi anggota DPR. Jika kelak terpilih, Angle akan masuk ke bagian orang yang hanya diam saja di DPR. Sebab, Angle tak memiliki pengalaman di organisasi politik.


“Jika dia terpilih ya gak apa-apa, tapi kan Anda tahu tidak sedikit orang yang hanya diam saja di DPR gak pernah ngomong. Kalau Angle terpilih mungkin dia jadi bagian orang yang diam aja di DPR,” ujar Sebastian kepada detikcom akhir pekan lalu.


 


Article source: http://nasional.inilah.com/read/detail/2033366/dubes-paraguay-menjadi-pemeluk-agama-islam


PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Tuesday, July 9, 2013

Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji P


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis Angel Lelga mengakui keputusannya untuk berhijab lantaran dirinya maju sebagai caleg dari Partai Persatuan Pembangunan. Ia mengaku tak enak jika tak berhijab, sementara kader perempuan PPP lainnya berhijab.


“Saya berhijab karena masuk parpol Islam. Dan lihat contoh bagaimana ibu Menteri, teman-teman saya berhijab, enggak ada satu orang pun yang suruh saya. Enggak nyaman kalau saya sendiri yang mengurai rambut dan yang lain tertutup,” ceplos Angel di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2013).


Bintang film ‘Rintihan Kuntilanak Perawan’ itu menuturkan dirinya saat ini memang tengah fokus di Dapil Jawa Tengah V, yang menjadi daerah pemilihannya. Menurutnya saat ini ia terus melakukan kegiatan sosialisasi, apalagi pada bulan Ramadan.


“Aku fokus di caleg, bolak-balik terbang kesana. Kegiatan sosialisasi terus, apalagi mau masuk Ramadan, datangi ustaz-ustaz,” tuturnya.


Mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama itu kemabli menegaskan, ia memutuskan berhijab bukan karena kebetulan. “Enggak ada semua yang serba kebetulan. Mungkin lewat PPP saya berhijab, saya lihat lingkungan partai dan tergerak hatinya,” imbuhnya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29185/01/07/2013/15-anggota-jamaah-ahmadiyah-tasikmalaya-kembali-bersyahadat.html


Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Sunday, January 12, 2014

Hard Rock: Bir RM8, kalau minum Coke RM16



KUALA LUMPUR: “Nama pun sudah Hard Rock, macam mana nak ada persembahan nasyid? Memang mustahil,” kata bekas pemain gitar bass Kumpulan XPDC, Zuar diiringi ketawa geli hati.


Zuar atau nama sebenarnya Azuar Md Tasi, 48, menyifatkan cadangan Menteri Wilayah Persekutuan, Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor agar Putrajaya membuka Hard Rock Cafe (HRC) yang tidak menyajikan minuman keras dan mempunyai persembahan nasyid sebagai tidak masuk akal.


Ketika diminta memberikan pandangan mengenai HRC dari kaca matanya sebagai bekas artis kumpulan Heavy Metal dan Hard Rock, Zuar berkata, mimuman keras merupakan hidangan wajib malah lebih murah berbanding minuman biasa.


“Hard Rock itu sendiri kita dengar pun dah tahu macam mana. Dalamnya dengan muzik, dengan liquor (minuman keras) dia, sebut sahaja Hard Rock orang akan terbayang benda-benda haram itu.


“Saya pernah masuk dulu, bir lebih murah daripada minuman biasa. Bir RM8, kalau minum Coke RM16.


“Dulu pernahlah masuk nak tengok persembahan tapi tak minum. Pesan Coke sahaja sudah RM16, sekali ganda mahal dari minuman keras.


“Kalau kata nak buka Hard Rock Islamik memang tak logik. Kena tukar konsep dan nama baru boleh,” katanya ketika ditemui di sebuah restoran, dekat sini baru-baru ini.


Cawangan HRC kini terdapat di Kuala Lumpur, Pulau Pinang dan Melaka.


Menurut Zuar yang sudah berhijrah dan menyertai PAS pada 2011 berkata, pada era 90-an, HRC memang mengutamakan artis dari luar negara.


“Dulu masa dengan XPDC pernah masuk Hard Rock tapi bukan showcase pun, cuma kita buat sidang media. Dulu kalau artis boleh buat sidang media di Hard Rock memang rasa banggalah.


“Hard Rock itu sendiri bukan artis-artis Malaysia yang buat persembahan, kebanyakan artis luar. Artis tempatan tak dapat tempat. Resident band pun dari Filipina, Indonesia, jarang pemuzik Malaysia,” katanya lagi.


Bercerita lagi, Zuar berkata, kebanyakan pengunjung HRC ialah orang Melayu dari golongan korporat.


“Kebanyakan yang masuk Hard Rock dan jadi ahli kelab Orang Melayu Malaysia dan golongan VIP, korporat.


“80 peratus orang Melayu, 25 tahun ke atas. Pekerja pun ramai lelaki dan perempuan Melayu. Hard Rock buka 24 jam cuma siang cuma ada makan dan iringan muzik sahaja. Hiburan mula jam 10 malam hingga dua pagi.


“Kalau ada artis dia kenakan bayaran meja. Kalau ada show kena ada tiket. Kalau ada tiket minuman pertama percuma.


“Pengalaman saya, yang banyak lepak di Hard Rock ni golongan korporat. Jarang budak-budak muda sebab mahal. Yang datang mereka nak berhibur di tempat yang tertutup.


“Sebab itu nak buka di Putrajaya, targetnya pegawai-pegawai atasan kerajaan, korporat,” katanya.


Di akhir perbualan, Zuar mencadangkan agar pusat hiburan berkonsepkan Islamik dibuka di Putrajaya dan sesuai untuk menjadi tempat bersantai bersama keluarga.


“Saya minta sangat kurangkanlah pusat hiburan berkonsepkan seperti Hard Rock. Kita nak hilangkan secara drastik tak boleh tapi kurangkanlah sebab kita nak menuju pentadbiran Islam.


“Bukalah restoran berkonsepkan hiburan Islam, utamakan ciri-ciri Melayu dan sesuai sebagai ruang santai bersama keluarga. Tak perlu Hard Rock,” katanya yang masih mengekalkan imej rambut panjang.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/05/myw4bu-ruba-qewar-jatuh-cinta-pada-alquran


Hard Rock: Bir RM8, kalau minum Coke RM16

Friday, June 28, 2013

Scott Lynch, Anak Pendeta yang Menemukan Cahaya Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Lebih dari dua dekade Scott Lynch mencari kebenaran hakiki. Pada akhir pencariannya ia menemukan Islam. Komunikasi intensif dengan sang Pencipta  melalui kewajiban shalat lima waktu menjadi pertimbangan Lynch.


Selama dua dekade, Lynch hanya memahami Muslim memiliki karakteristik berperawakan gelap, rambut hitam, berjenggot, menetap di Timur Tengah dan Asia. Seorang Muslim hanya mengenakan pakaian sederhana dan serba tertutup.


“Saya merasa cukup aneh ketika terbiasa dengan penampilan warga AS yang berambut pirang, bermata biru, beragama Kristen. Namun, umat Islam begitu beragam,” kata dia seperti dikutipOnislam.net, Jumat (28/6).


Semasa remaja, beberapa kali Lynch berpindah tempat tinggal. Di mana ia tinggal, Lynch tidak menemukan keberagaman. Latar belakang keluarga Lynch cukup dengan gereja. Ia sendiri merupakan anak seorang pendeta.


“Ayah seorang pendeta. Anda bisa bayangkan bagaimana tradisi Kristen mewarnai kehidupan saya. Setiap akhir pekan, saya rutin beribadah di gereja,” kenang dia,


Lynch dibesarkan dalam pemahaman Yesus sebagai anak Tuhan. Namun, dirinya seolah menolak pemahaman itu. Akantetapi rasa takut kepada orang tuanya membuat ia harus menerima pemahaman itu. “Saya meyakini kisah Yesus itu tidak masuk akal,” kata dia.


Ia merasa aneh ketika sosok Yesus itu akan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadanya. Pertanyaan pun muncul, bagaimana orang-orang sebelum kedatangan Yesus. “Saya diam-diam mulai mempertanyakan masalah ini,” kata dia.


Kendati mempertanyakan, Lynch tidak memperlihatkan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya. Lynch hanya bisa menahan dalam hati. Di saat bersamaan, orang tuanya terus menerus meminta anaknya itu menerima kehadiran Yesus.


Selama lima tahun ke depan, Lynch terus berpura-pura. Ia memang hadiri kajian Injil. Namun, ia tidak pernah terpikir mempelajarinya. Lulus SMA, Lnych mendapatkan momentum. Ia niatkan diri pada satu hal penting yakni kebebasan mempelajari agama lain.


Hal yang pertama dilakukannya, ia pelajari ajaran Katolik Roma. Tapi itu tidak lama. Lnych kembali melanjutkan pencariannya. Untuk mempermudah niatannya itu, Lynch mempelajari agama Yahudi. Ia tertarik mendalami bahasa Ibrani. Saat itu, ia belajar bersama seorang rabi. Lagi-lagi, Lynch merasa buntu dengan tradisi Yahudi.


Barulah, ia menilik Islam. Pertemuan ini memang tidak sengaja. Saat itu, ia mengambil kelas Lembaga dan Tradisi Islam. Di kelas itu, ia berinteraksi dengan Muslim. Satu kesan yang ia dapat, Islam mengajarkan kesederhanaan dan rendah hati. Tak lama, ia mulai memberanikan diri mendatangi masjid. Di masjid, Lynch mulai menemukan kecocokan dengan apa yang dipikirkan tentang konsep Ketuhanan.


“Saya tahu ada satu Allah, tapi siapa dia, dimana dia,” tanyanya.


Memasuki dunia kerja, kecocokan itu berlanjut. Lynch menyimpulkan Islam memiliki dasar keyakinan yang kuat  tentang Ketuhanan. Islam menyatakan Tuhan itu satu, Tuhan itu melalui utusan-Nya coba menyampaikan hal tersebut. Islam itu merupakan pedoman hidup manusia.


“Saat itu, saya mulai tertarik untuk bertanya lebih jauh tentang Islam,” kata dia,


Suatu waktu, Lynch beremu dengan pria Muslim bernama Hani. Kepadanya, Lynch banyak bertanya tentang Islam dan Muslim. Oleh Hani, ia diberikan Alquran. Ketika membaca, ia merasa terkejut. Alquran banyak bercerita tentang Kristen dan Yahudi. “Tuhan apakah Engkau menginginkanku bangun pagi dan menyembah-Mu. Setelah begitu yakin, saya memutuskan mengucapkan syahadat,” kata dia. 


Usai mengucapkan syahadat, Lynch berpikir apa yang akan ia katakan kepada keluarga dan rekan kerjanya. Itu terjadi selama berbulan-bulan, tapi Lynch berusaha tenang menghadapi masalah tersebut. 


“Saya coba lupakan itu, dengan mulai mendalami ajaran Islam. Disini saya siap mengambil langkah berikutnya,” kenang dia.


Pada Januari 2001, Hani mengundang Lynch mengunjungi Islamic Center Fort Collins, Colorado.Berada di sana, Lynch seolah dipanggil melakukan sesuatu. Apa yang ia rasakan coba diutarakan pada Hani. Oleh temannya itu, ia disarankan membaca Alquran dan mulai mempelajari tata cara shalat.


“Jujur saya sedikit gugup,” kata dia.


Tak terasa, setahun sudah Lynch menjadi Muslim. Selama itu, Lynch merasakan kemajuan, kemunduran dan keraguan. Kondisi itu ia coba pahami sebagai satu upaya menjadi Muslim yang kaffah. “Saya ini manusia biasa, tentu Allah memahami kelemahan saya itu. Yang pasti, dalam hati, saya telah bekerja keras mengikut jalan-Nya,” kata dia.


Article source: http://www.republika.co.id/berita


Scott Lynch, Anak Pendeta yang Menemukan Cahaya Islam

Wednesday, September 18, 2013

Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

WEDNESDAY, 18 SEPTEMBER 2013


Total View : 481 times


Sejak diambil alih, 20.000 umat Kristen Koptik di Dalga mengalami penganiayaan. Sesaat setelah Morsi turun tahta, para penyerang merusak institusi Kristen, mencuri peralatan gereja dan membakar gedung setelah mereka selesai mencuri. “Mereka tidak ingin melihat umat Kristen punya kekuatan apapun, tidak peduli betapa sederhananya itu,” kata Yoannis, pendeta Ortodoks Koptik. Selain gereja, banyak rumah dan tempat bisnis umat Kristen yang diserang.



Sebanyak 40 keluarga sudah pergi dari kota tersebut saat penyerangan terjadi, namun masih banyak yang tersisa. Mereka dipaksa masuk Islam, para wanita seringkali menjadi target serangan verbal, dan mereka juga dipaksa untuk membayar pajak “penundukan” jika tetap berpegang teguh pada iman mereka.



Pajak ini, yang dikenal dengan pajak jizya, punya akar sejarah dalam politik Islam. Jizya dulunya adalah penaklukan non Muslim yang harus membayar tuan tanah Muslim dengan kerelaan ditundukkan agar keamanan mereka tetap terjaga, menurut Raymond Ibrahim, yang punya garis keturunan Koptik. Jika mereka beralih ke Islam, maka pajak ini tidak perlu lagi dibayar.



Para penyerang Dalga, kota yang berpenduduk 120.000 itu memberikan pajak yang berbeda-beda untuk setiap umat Kristen. “Pembayaran pajak dari satu tempat ke tempat lainnya berbeda-beda, beberapa membayar 200 pound Mesir setiap harinya, beberapa lagi 500,” kata Yunis Shawqi, seorang pendeta yang diterjemahkan oleh penerjemah. Sebagai informasi tambahan, 200 pound Mesir sama dengan Rp 300 ribu. Jadi sekitar Rp 9 juta per bulan. Mereka yang menolak membayar pajak akan diserang, menurut beberapa laporan.



Penganiayaan umat Kristen di Mesir makin bertambah. Mereka secara terang-terangan diserang karena iman mereka, padahal dunia menjunjung tinggi hak beribadah. Bahkan ketika seseorang tak percaya Tuhan pun diberikan kebebasan. Namun, mereka malah dianiaya dan tidak ada yang membela mereka. Biarlah mereka dibela oleh Tuhan dan Tuhan perlihatkan kuasa-Nya. Biarlah mereka juga kuat imannya di dalam Tuhan Yesus. Pray for Mesir.


 


Baca juga :


Cahaya Kecil, Pertemuan Hati Antara Ayah dan Anak


Ini Beberapa Cara Agar Daging Cepat Empuk


Orangtua VS Gadget


Kualitas yang Menentukan Cara Hidup


Mitos Seputar Kerontokan Rambut dan Kebenarannya


Selamatkan Usaha Anda dari Ancaman Krisis


Thread Forum JC : Aksi Solidaritas (JCers Goes To Panti Rehab YBMI)  


Ayah, Mengapa Kau Memukulku ?


Sumber : christianpost.com by lois horiyanti/jawaban.com



Lintas.me



About CBN


Article source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12548:mualaf-ahmadiyah-dijamin-pusat&catid=60:news-update&Itemid=134


Umat Kristen Mesir Dipaksa Bayar Pajak 300 Ribu Per Hari

Sunday, November 17, 2013

Gedung Ibadah di Kota Tua



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>





Oleh: Windoro Adi

Ada banyak museum di Kota Tua—Museum Jakarta, Museum Keramik, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bahari. Bosan dengan itu, ternyata ada sederet gedung ibadah yang menjadi saksi kemegahan dan keakraban masyarakat yang tinggal di Batavia.


Yuk menyusur gedung-gedung ibadah tersebut. Ada beragam rumah ibadah di Kota Tua. Jika langkah mulai menyusuri Jalan Perniagaan Raya menuju Jalan Tubagus Angke, ada beberapa masjid dan langgar yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Di tepi Kali Angke, dekat persimpangan Jalan KH Moh Mansyur Jembatan Lima-Jalan Tubagus Angke, tak jauh dari Jalan Perniagaan Raya, tampak gedung Langgar Tinggi yang dibangun tahun 1833 atau 1249 Hijriah. Hingga kini, masih digunakan untuk ibadah.


Ketika itu, langgar ini menjadi tempat favorit bagi pedagang serta awak perahu dan rakit yang datang dari Banten dan Tangerang.


Dari sana mereka membawa bahan-bahan bangunan, beraneka buah dan rempah, serta bermacam barang kelontong dan tekstil yang akan mereka jual di Batavia. Mereka menyusuri Kali Cisadane ke sodetan kali bernama Mookevart (di tepian Jalan Daan Mogot) sebelum masuk ke Kali Angke.


Langgar dengan luas lantai dasar 8 x 24 meter ini berada di lingkungan RT 002 RW 001, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora. Lantai bawah digunakan sebagai tempat wudu dan tempat penginapan pedagang serta awak rakit dan perahu.


Arsitektur langgar berunsur Eropa klasik tampak pada tiang-tiangnya, dipadu unsur China pada penyangga balok-balok kayunya dan Jawa pada denah dasarnya.


Tak jauh dari langgar terdapat masjid tertua di Jakarta yang masih berdiri, Masjid Al Anshor (1648), di Jalan Pengukiran II. Juga Masjid Annawar (1760) di Jalan Pekojan Nomor 71.


Di seberang Kali Angke, di Gang Mesjid 1, berdiri Masjid Angke atau Masjid Al Anwar (1761) yang dibangun seorang kontraktor China untuk orang Bali yang beragama Islam.


Selain Masjid Angke, ada pula Masjid Kebon Jeruk (1786) yang berarsitek Bali, Belanda, Jawa, dan China. Lokasi masjid ini berada di Jalan Hayam Wuruk Nomor 8 (masih di lingkungan Jakarta Barat, tetapi sudah di luar batas Kota Tua).


Tentang kedua masjid ini, penulis banyak buku tentang Batavia, Heuken SJ, menyebutkan, orang Belanda menganggap kaum pribumi adalah orang-orang yang tinggal di tanah Jawa. Jadi, orang pribumi itu orang Jawa. Orang Jawa itu beragama Islam. Artinya, tunduk pada peraturan hukum Islam. Maka, orang Bali yang tinggal di tanah Jawa (termasuk Batavia) yang beragama Hindu pun harus tunduk pada hukum Islam.


Berbeda dengan orang-orang China yang masuk Islam kala itu. Mereka masuk Islam agar dianggap golongan pribumi sehingga mereka bisa bebas dari pajak kuncir rambut dan beban pajak lainnya yang hanya ditanggung orang China.


Klenteng


Jangan heran apabila jumlah masjid di kawasan Kota Tua jauh lebih sedikit daripada jumlah klenteng di sana. Sebab, ada satu masa di era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Persatuan Dagang Hindia Timur, jumlah orang China mendominasi Batavia.


Dari perempatan Jalan Perniagaan Barat-Tambora 8 dan Jalan Perniagaan Raya-Pangeran Tubagus Angke, masuklah ke Jalan Tambora 8 di tepi Kali Opak. Tak berapa lama menyisir jalan tersebut, di sisi kiri jalan akan tampak gapura dengan papan bertulis ”Kwan Tee Bio d/n Lamceng, Jakarta Barat”, pertanda masuk ke kompleks Kelenteng Arya Marga atau Nan Jing Miao.


Klenteng dibangun di atas tanah seluas 3.000 meter persegi, dikelilingi 12 rumah petak sewa milik yayasan pengelola klenteng. Klenteng terbagi dalam empat ruang besar.


Di ruang belakang ada dua altar untuk menghormati mendiang Kapitan The Liong Hui. Di atas altar utama disimpan abu dan patung kayu sang kapitan asal Nanjing, Kabupaten Zhanzhou (Fujian) itu.


Tahun 1824, Kapitan The membangun kelenteng ini. Karena tidak memiliki keturunan, seluruh kekayaan ia habiskan untuk membangun rumah ibadah ini. Pengelolaan rumah ibadah ia percayakan kepada Tjhung See Gan.


Agar biaya pemeliharaan kelenteng terjamin, tahun 1839 Kapitan The meminta Tjhung membangun 12 rumah petak sewa yang hasil sewanya untuk ”menghidupi” kelenteng.


Sepeninggal Tjhung, kelenteng terbengkalai dan menjadi tempat tinggal pengemis. Beruntung, kondisi merana tersebut berakhir setelah tahun 1978, kelenteng dibersihkan, dikelola, dan dirawat Kepala Kelenteng Basri Oemar (Oey Sek Hai).


Jika dibandingkan dengan plafon Kelenteng Tian-Hou atau Wihara Dewi Samudera (1784) di Bandengan Selatan atau dengan Kelenteng Feng-shan Miao (1751) di Jalan Kemenangan III/48, plafon Kelenteng Kapitan The pasti kalah indah.


Altarnya pun kalah bagus dengan altar yang ada dalam Kelenteng Lu Ban Gong (1784) yang terletak di Jalan Bandengan Selatan 36. Meskipun demikian, Kelenteng Arya Marga menjadi satu-satunya kelenteng yang dibangun kapitan China di Batavia.


Pada periode 1812-1847, pembangunan kelenteng (Taois) dan wihara (Buddhis) umumnya dilakukan kongsi dagang dan lebih banyak ditujukan menghormati dewa dagang atau yang berhubungan dengan perdagangan. Lingkungan kelenteng pun sering dijadikan tempat pertemuan untuk membahas rencana bisnis.


Sebelum era ini, kelenteng di Kota Tua dibangun dengan berbagai tujuan. Dewa yang diletakkan di altar pun beragam, tidak didominasi dewa dagang. Kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan kelenteng lebih sering dilakukan daripada pertemuan-pertemuan dagang.


Kelenteng Li Tie-guai atau Wihara Budhidharma di Jalan Perniagaan Selatan, yang menjadi tempat beribadah orang China terpopuler di kawasan Glodok, adalah salah satu kelenteng yang dibangun untuk dua di antara ”Delapan Hyang Mulia”, pelindung kongsi dagang.


Gereja


Di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Mangga Dua berdiri megah Gereja Sion. Sebuah mimbar bergaya barok karya H Bruyn (1695) berdiri di tengah altar. Di atasnya terpasang kanopi Gereja Kubah, yang juga ada kota Batavia tapi sudah dibongkar Gubernur Jenderal Belanda Daendels tahun 1808.



DHONI SETIAWAN Gereja Sion dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis terletak di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat. Pembangunan Gereja dimulai pada tahun 1693 dan diresmikan 1695.

Pembuatan mimbar bersegi delapan dengan paduan ukiran China, Eropa, dan India ini menghabiskan biaya 260 ringgit, sedangkan biaya pembangunan gereja ini 3.000 ringgit pada 1695. Menghadap altar, di sebelah kanan, berderet kursi besar berukir buatan pertengahan abad ke-17. Kursi itu dibuat khusus bagi petinggi VOC, termasuk buat para Gubernur Jenderal Belanda. Di tengah atas sandaran kursi yang terbuat dari kayu hitam itu terukir kitab suci yang terbuka. Di kiri-kanannya ada dua malaikat kecil.

Di salah satu dinding gereja ada batu bertulis dalam bahasa Belanda yang artinya, ”Batu pertama gereja ini diletakkan 19 Oktober 1693 oleh Pieter van Hoorn”. Meski menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Kristen di Kota Tua, kondisi gereja ini terawat baik dibandingkan dengan semua tempat ibadah bersejarah di Kota Tua. (JOS)


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>



































Article source: http://news.liputan6.com/read/708601/euforia-pelantikan-kalemnya-jokowi-garangnya-ahok?wp.hdln


Gedung Ibadah di Kota Tua