Showing posts sorted by relevance for query sebut. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sebut. Sort by date Show all posts

Monday, November 11, 2013

Majalah Ternama Jerman Sebut Jokowi Mirip Nelson Mandela dan Mick Jagger


Jokowi (dok. detikcom)

Berlin – Sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang biasa dikenal dengan Jokowi, kembali diulas media asing. Majalah ternama Jerman, Der Spiegel mengulas sosok Jokowi yang dianggap sebagai politisi dan juga ‘pop star’ di Indonesia.

Ulasan ini masuk ke dalam artikel berjudul ‘Where Allah Rocks: Indonesia’s Tolerant Take on Islam’ mengenai dua sisi Islam di Indonesia. Yang menarik adalah pada paragraf pertama, Der Spiegel menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin dengan karakter aneh.


“Joko Widodo adalah seseorang dengan karakter aneh, seorang mega bintang di negaranya dan seorang tokoh yang bertumbuh menjadi sosok penting dalam politik di Asia,” demikian tulis Der Spiegel dalam artikelnya versi bahasa Inggris seperti dilansir spiegel.de, Jumat (8/11/2013).


Der Spiegel kemudian menyebut sosok Jokowi merupakan hasil campuran dari banyak hal, bermacam karakter. Disebutkan bahwa Jokowi terkadang bersikap seperti Raja Kalif Harun al-Rashid yang melegenda, yang gemar menyelinap keluar dari istananya di Baghdad, Irak pada malam hari untuk membaur dengan rakyatnya dan mempelajari pola pikir rakyatnya.


Harun adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Masa kekuasaan Harun di sebut-sebut sebagai masa keemasan Islam. Waktu itu, Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.


Terkadang, lanjut Der Spiegel, Jokowi juga bersikap seperti Nelson Mandela yang mampu memikat orang-orang dengan optimismenya dan kepandaiannya berpidato. “Dan terkadang, dia (Jokowi-red) tampak seperti tipe Mick Jagger, yang karismatik dan tegas, tapi mungkin sedikit mementingkan diri sendiri,” tulis Der Spiegel.


Bagi pendukung maupun rakyat Indonesia kebanyakan, Der Spiegel menyebut sosok campuran seperti ini menjadi figur pemimpin yang sangat menarik dan banyak dikagumi. Terlebih bagi penduduk Jakarta yang saat ini dipimpinnya, yang oleh para ahli disebut-sebut bahwa Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050 mendatang.


“Dia (Jokowi-red) adalah pop star dan sumber inspirasi bagi banyak orang,” puji Der Spiegel.


Ikuti berbagai peristiwa penting hari ini hanya di “Reportase Sore” Trans TV pukul 16.30 WIB

(nvc/ita)







Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/03/mg1ikp-sejarah-islam-di-asia-tenggara-1


Majalah Ternama Jerman Sebut Jokowi Mirip Nelson Mandela dan Mick Jagger

Sunday, April 21, 2013

Paman Sebut Tamerlan Tsarnaev Dicuci Otak oleh Seorang Mualaf di Boston


Advertisement



Tamerlan Tsarnaev (ibtimes.com/Johannes Hirn)

Boston – Tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev diyakini telah menjalani radikalisasi Islam di wilayah Boston, Amerika Serikat. Disebut-sebut, ada seseorang yang mempengaruhi dan mencuci otak Tamerlan.

Sang paman Ruslan Tsarni yang tinggal di Maryland, AS seperti dilansir New York Times, Senin (22/4/2013), mengaku menyadari perubahan pada diri keponakannya pada tahun 2009. Tsarni kemudian meminta bantuan seorang kerabatnya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada kakak Dzhokhar Tsarnaev, yang kini terbaring tak berdaya di rumah sakit.


“Saya terkejut ketika mendengar kata-katanya (Tamerlan), ucapannya, setiap kata yang diucapkannya diawali dalam nama Tuhan. Saya menanyakan apa pekerjaan dia, dan dia mengklaim dirinya memasrahkan semuanya kepada takdir Tuhan. Itu menjadi perhatian besar bagi saya. … Itu bukanlah keyakinan, melainkan hal lain, yang bisa disebut radikalisasi. Saya tidak memahami apa yang dia bicarakan. Dia hanya berkata-kata dengan kata-kata yang dia tahu dan tidak memahami artinya,” jelasnya.


Menurut kerabat tersebut, seperti diceritakan Tsarni, proses radikalisasi terhadap Tamerlan berawal ketika pemuda berusia 26 tahun tersebut bertemu dengan seorang mualaf di wilayah Boston. Belakangan diketahui bahwa Tamerlan bertemu dengan orang yang mempengaruhinya tersebut pada tahun 2007 silam.


Orang yang masih misterius itu, disebut-sebut berhasil mencuci otak Tamerlan. Sang paman mengungkapkan percakapannya dengan Tamerlan pada tahun 2009 silam. Saat itu, Tsarni melihat, keponakannya seperti kehilangan harapan hidup.


“Anak-anak muda semacam ini, yang tidak mampu mengatasi masalah pribadi mereka memang menjadi sasaran empuk,” tutur Tsarni kepada media Inggris, Sunday Times, dan dilansir New York Post.


“Dia (orang misterius-red) semacam mencuci otaknya,” imbuh Tsarni yang berprofesi sebagai pengacara ini.


Meski mengaku tidak mengetahui pasti siapa yang meradikalisasi Tamerlan, Tsarni menyebut orang tersebut berasal dari Armenia. “Saya ingin menekankan bahwa dia (kenalan) merupakan keturunan Armenia,” ucapnya. Armenia termasuk dalam ras Kaukasia yang sebagian besar penduduknya penganut Kristen.


Lebih lanjut, Tsarni menyebut, Tamerlan sengaja mempengaruhi dan mencuci otak Dzhokhar, sang adik. Tsarni bahkan sempat menyebut Tamerlan sebagai pengecut.


“Dia (Dzhokhar) hanyalah korban dari kakaknya… Kakaknya membawanya ke situ. Dzhokhar hanya seorang anak yang ingin memiliki kakak yang menjadi panutan. Selain sebagai seorang pembunuh, Tamerlan sebenarnya kakak yang penyayang,” ceritanya.


“Jadi, yang disebut radikalisasi tersebut memang terjadi di sini (AS-red), tidak di Kaukasia, tidak di Rusia, tidak di Chechnya, yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kasus ini,” tandas Tsarni.


(nvc/ita)







Article source: http://www.tubasmedia.com/berita/ulil-justru-saya-orang-baru-berani-ngomong-anas-lengser/


Paman Sebut Tamerlan Tsarnaev Dicuci Otak oleh Seorang Mualaf di Boston

Monday, October 28, 2013

Kalimah ALLAH: Bahan dakwah umat Islam


  • SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI


SELEPAS Mahkamah Rayuan memutuskan larangan penggunaan kalimah ALLAH oleh Gereja Katolik dalam penerbitan akhbar mingguannya, The Herald, pada 14 Oktober lalu lalu, ia mencetus reaksi pelbagai pihak.



Seminggu kemudian, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak pula menjelaskan larangan tersebut tidak melibatkan amalan penganut Kristian di Sabah dan Sarawak memandangkan ia terkandung dalam resolusi 10 perkara peringkat Kabinet yang dikekalkan.



Susulan itu, pelbagai persoalan lain mula timbul kerana isu itu dilihat dan dibincangkan daripada perspektif berbeza. Sinar Harian mendapatkan pandangan Ketua Pegawai Dakwah Islamic Information Services Foundation (IIS), SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI.



Beliau yang dikenali sebagai Brother Shah pada asalnya beragama Hindu sebelum memeluk Islam pada 1996 dan pernah mengikuti intensif perbandingan agama menerusi kursus ‘Program Latihan Dakwah Antarabangsa’.



Ikuti temu bual wartawan NURULFATIHA MUAH bersama Shah Kirit mengenai pandangan beliau dalam isu ini.




Sinar Harian: Selepas Mahkamah Rayuan buat keputusan tentang larangan guna kalimah ALLAH dalam akhbar The Herald, timbul pula persoalan lain seperti bolehkah orang bukan Islam guna kalimah ALLAH sehingga menimbulkan pertelagahan pendapat. Bagaimana Brother Shah melihat perkara ini?




SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya melihatnya, suatu urusan mahkamah itu biarkan mahkamah buat keputusan dan kita sebagai rakyat Malaysia, akur kepada keputusan mahkamah sebab negara kita ada sistem penghakiman.



Komen yang saya hendak berikan tidaklah berkaitan keputusan mahkamah, tetapi ia perbincangan secara ilmiah dari segi teologi. Saya melihat perbalahan orang Islam memang berlaku kerana bincang isu ini dari sudut berbeza.



Bila dibincangkan sudut berbeza, maka kita mendapat keputusan berbeza, tetapi saya lihat, agak harmoni pandangan terhadap isu ini bila dilihat daripada sudut tertentu.



Contohnya, soalan pertama, bolehkah orang bukan Islam guna kalimah ALLAH?



Kedua, adakah wajar orang Kristian menterjemahkan perkataan God dalam Bible Bahasa Inggeris (BI), sebagai ALLAH dalam Bahasa Melayu (BM)?  Bagaimana pula dengan ‘uruf’ (budaya dan adat) tempatan? Melihat kepada adat kita di sini, sesuai ke orang Kristian menterjemahkan perkataan God dalam BI sebagai ALLAH dalam BM? Ada sudut yang berbeza di sini.



Bolehkah bukan Islam guna kalimah ALLAH? Untuk menerang seseorang membuat sesuatu, kita mesti menggunakan dalil, hujah, bukti yang jelas daripada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh, dalam al-Quran disebut dalam Surah al-Ankabut, ayat 61 dan 63; al-Zumar ayat 38 dan al-Zukhruf ayat 87: Apabila ALLAH SWT berfirman yang bermaksud: ALLAH bertanya kepada Musyrikin ini; “Siapakah yang menjadi langit dan bumi?” Nescaya mereka kata: ALLAH. Mereka merujuk ALLAH ini kepada ALLAH yang sebenarnya, bukan merujuk kepada berhala mereka. Bila ditanya soalan; “Siapakah yang turunkan hujan daripada langit?” Nescaya mereka kata: ALLAH. Dan kemudian dalam Surah al-Zukhruf ayat 87; “Siapakah yang menjadikan manusia?” Mereka tetap mengatakan ALLAH.



Tetapi di sini, ALLAH menempelak mereka. Yang ditempelak di sini bukan penggunaan kalimah ALLAH, tetapi walaupun mereka tahu ALLAH yang jadikan semua ini, tetapi mereka tetap hendak menyembah selain dari ALLAH. Jadi pada pemahaman saya, orang bukan Islam boleh guna kalimah ALLAH apabila mereka rujuk kepada ALLAH sesuai dengan sifatnya.



Namun, apabila mereka guna kalimah ALLAH tidak bersesuaian dengan sifat ALLAH, maka saya kurang setuju penggunaan tadi kerana dalam Surah Maryam, ayat 88 hingga 90. ALLAH berfirman yang bermaksud: “Sungguh keji kata-kata mereka mengatakan ALLAH ada anak sehinggakan langit hampir sahaja pecah, bumi terbelah dan gunung ganang runtuh”.



Jika orang mengatakan sesuatu tidak benar tentang ALLAH, sebagai orang Islam, sudah tentu saya tidak boleh duduk diam dan mesti ada tindakan balik iaitu berhujah dan berdialog dengan mereka.



Bagi orang Islam, perkataan ALLAH itu bukan nama am, tetapi nama khas. Kalau dalam Bahasa Arab, God itu bukannya ALLAH, tapi God itu ialah ‘Ilah’ ataupun ‘Rabb’. Namun, bagi orang Kristian, mereka tidak pandang ALLAH itu sebagai nama khas.



Dalam Bible, kalau rujuk kepada ‘God the father’, mereka akan sebut God, tetapi ia akan dirujuk sebagai ‘Lord’ kalau rujuk kepada Jesus. ‘Lord’ dalam BM diterjemah sebagai Tuhan, jadi hujah dia ialah, God dalam BI tadi akan diterjemahkan ke dalam BM sebagai ALLAH untuk membezakan antara ‘God’ dan ‘Lord’. Orang Kristian percaya kepada tuhan anak dan tuhan bapa. Ini bercanggah dengan kepercayaan konsep ALLAH dalam agama Islam.



Sinar Harian: Apa implikasi sekiranya kalimah ALLAH digunakan penganut Kristian?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Ia dibincangkan dalam dua sudut berbeza iaitu apa akan berlaku kepada penganut agama Islam dan apa yang boleh berlaku kepada penganut agama Kristian pula? Orang Islam khuatir bila orang Kristian guna kalimah ALLAH dalam BM dan membacanya, dia akan terkeliru dan terpengaruh dengan ajaran Kristian. Kalau seseorang Islam itu faham akidah Islam dengan keyakinan, pada masa sama orang Kristian guna kalimah ALLAH, saya rasa mereka tidak mahu masuk Kristian.



Namun, hari ini kalau orang Kristian guna kalimah ALLAH, akan berlaku ancaman dan orang Islam mungkin terkeliru kerana kurang faham akidah Islam. Adakah salah orang Kristian atau Yahudi sekiranya orang Islam kurang faham akidah Islam? Itu kelemahan orang Islam sendiri walaupun kita ada kelas agama di sekolah dan pelbagai aktiviti Islam di Malaysia seperti dalam radio, televisyen dan surat khabar. Tetapi kenapa masyarakat Islam masih lagi rapuh dalam pemahaman akidah Islam mereka. Kita banyak beri tumpuan kpd isu fardu ain, hukum hakam, tetapi sangat kurang dalam bab tauhid.



Untuk berlaku adil, kita tinjau pula apa implikasi jika orang Kristian guna kalimah ALLAH? Dalam ‘Gospel of John’ (14; 28): Jesus menyebut dalam Bible, “My father is greater than I” (Tuhan bapa lebih besar dari saya). Apabila kita tukar tuhan bapa jadi ALLAH, ertinya ALLAH lebih besar dari Jesus (Nabi Isa). Apabila saya tanya banyak kali kepada orang Kristian, kebanyakan mereka menjawab tidak setuju dengan frasa tersebut.



Contoh lain, dalam ‘Gospel of Mark’ (12;29): Jesus ditanya, apakah perintah paling utama?  Jesus jawab; Wahai orang Israel, tuhan kamu, tuhan kita, tuhan adalah satu. Dalam bab ini, Jesus sebut bahawa ALLAH itu adalah ‘Ihad’ (satu).



Selain itu, dalam ‘Gospel of Matthew’ (26;39): ada dinyatakan “Jesus pray to God” (Jesus menyembah ALLAH). Dalam forum terbuka, saya tanya soalan itu kepada orang Kristian, namun semua tidak setuju dengan frasa itu. Dalam satu forum terbuka, saya bertanya; “Kamu setuju Tuhan kamu ialah ALLAH, boleh tak kamu mengucap Lailahaillallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan ALLAH)”. Kemudian, seorang yang mewakili agama Kristian dan merupakan pelatih kepada paderi Kristian berkata; “Tidak boleh mengucap begitu sebab ALLAH anda dan ALLAH saya berbeza”.



Kesimpulannya, kalau orang Kristian guna kalimah ALLAH, ia akan jadi bahan dakwah cukup besar bagi umat Islam. Bagaimanapun, dalam konteks umat Islam hari ini di Malaysia, saya lihat banyak organisasi Islam kurang berminat lakukan dakwah kepada orang bukan Islam dan kurang berminat ambil kesempatan ini untuk melakukan dakwah kepada bukan Islam. Kita dituntut supaya menyampaikan mesej Islam.



Sinar Harian: Sebelum ini, terdapat orang politik bukan beragama Islam menggunakan ayat-ayat ALLAH dalam laman sosial miliknya selepas Mahkamah Rayuan buat keputusan itu. Apa pandangan Brother Shah?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya tidak pasti itu. Apa yang banyak berlaku dalam Internet sekarang, ramai orang menyindir keputusan mahkamah terutamanya bukan Islam. Harus diambil perhatian. ada kitab-kitab suci bukan Islam memang merujuk Tuhan sebagai ALLAH.



Sebagai contoh, dalam kitab Hindu iaitu ‘Veda’, perkataan ‘Allo Upanishad’ antara lain juga merujuk Tuhan sebagai ALLAH. Dalam ‘Guru Granth’, kitab agama Sikh, nama ALLAH dirujuk pada Tuhan lebih 40 kali.



Kalau kita melarang orang bukan Islam guna kalimah ALLAH, banyak implikasi lain perlu kita lihat. Adakah kita akan melarang orang Sikh dan Hindu daripada membaca kitab sucinya sendiri? Ini belum lagi kita bangkitkan persoalan lain.



Pandangan saya ini adalah sebagai orang Islam biasa, bukan alim ulama atau orang mempunyai ilmu tinggi. Jika pandangan saya kurang tepat atau tidak betul, saya minta supaya jelaskan pandangan yang betul.



Sinar Harian: Penggunaan kalimah ALLAH di Sabah dan Sarawak serta negara jiran, Indonesia agak meluas. Boleh jelaskan mengenai perbezaan kawasan tersebut dengan Semenanjung Malaysia?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Apabila ambil kira Indonesia sebagai contoh, tidak semestinya apa yang dilaksanakan Indonesia, Malaysia kena ikut. Ia bukan satu ukuran di Malaysia untuk kita lakukan sesuatu perkara. Contohnya, kalau jiran saya berikan anaknya makan makanan ringan, bukan bererti saya juga kena berikan anak saya makan ‘junk food’.



Jadi apa yang dilakukan di negara lain bukan satu ukuran di Malaysia untuk kita lakukan sesuatu perkara. Kita ada ‘uruf’ dan maslahah kita sendiri. Kena ambil kira semua aspek sebelum buat sesuatu keputusan.



Keduanya, bila melihat di Sabah dan Sarawak, ‘uruf’ di sana berbeza dengan di Semenanjung Malaysia. Di sana, Bible diterjemahkan dalam BM atau lebih tepat lagi diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan kemudian ke BM. Sudah berpuluh-puluh tahun mereka gunakan kalimah ALLAH di sana. Sepanjang mereka gunakan kalimah ALLAH di situ, kita selalu kata ‘kalau bagi orang Kristian guna kalimah ALLAH, nanti kita akan jumpa macam-macam rumah ibadat orang Kristian’ dan pelbagai andaian lain. Namun, apabila kita sebut kerisauan, kita mestilah bersabit dengan fakta dan bukti serta lihat peratusan ancaman sebelum mengatakan perkara ini haram, makruh dan sebagainya.



Walaupun berpuluh-puluh tahun orang Kristian di Sabah dan Sarawak guna kalimah ALLAH, saya tak jumpa orang Islam yang membaca Bible mengandungi kalimah ALLAH di dalamnya, masuk Kristian. Yang saya banyak jumpa, orang Kristian baca Bible BM mengandungi kalimah ALLAH dan masuk Islam.



Saya pernah tanya orang Kristian  yang memeluk agama Islam; “Dulu, masa kamu Kristian, ada tak kamu nak mengkristiankan orang Islam?”. Mereka memang berharap juga berbuat demikian sebab pada mereka, mereka hanya hendak ‘menyelamatkan’ orang Islam, bukan hendak menyesatkan, tetapi tidak berjaya. Namun, akhirnya dia sendiri yang masuk Islam.



Jadi akidah umat Islam perlu diselamatkan berpandukan ajaran Islam yang berpegang teguh pada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.



Apabila kita hendak menyebut sesuatu perkara, jangan hanya lihat hanya pada zahirnya, tetapi juga kena lihat pada apa yang tersirat, bukan hanya tersurat seperti tujuan, matlamat dan lihat secara menyeluruh dalam pelbagai situasi bagaimana mereka menyelesaikan sesuatu masalah. Wallahua’lam.



Undang-undang di setiap negeri berbeza mengenai isu ini, apa saranan Brother Shah untuk menyelaraskan undang-undang berkaitan Islam di negara ini?



Kita kena lihat realiti negara kita sebab kita berpandu kepada Perlembagaan Malaysia. Dalam perlembagaan negara, bab agama adalah di bawah kuasa Sultan bawah negeri masing-masing. Kita tidak boleh lakukan sebarang penyelarasan jika semua sultan tidak bersetuju.



Ia bukan tertakluk di bawah Persekutuan. Disebabkan itu, kita nampak ketidakseragaman berlaku, namun ada pro dan kontra di situ.



Sinar Harian: Sebagai panel kaunseling orang murtad, boleh kongsikan apa alasan yang mereka gunakan untuk murtad?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya sudah kaunseling berpuluh-puluh orang. Semuanya termasuk orang Melayu dan saudara baru yang masuk Islam kemudian murtad, semuanya murtad sebab tidak memahami akidah Islam.



Dalam kaunseling itu bila diterangkan tentang apa itu Islam dan tauhid dan sebagainya, kebanyakan mereka setuju Islam itu agama benar. Kebanyakan mereka pun mengatakan “kenapa dulu tak ada orang cerita perkara ini kepada saya, tetapi sekarang sudah terlambat”.



Ada yang dapat diselamatkan, tetapi yang sudah terlambat sebab dia sudah mendirikan rumah tangga dengan orang bukan Islam dan mempunyai anak sebab untuk dia kembali kepada Islam sekarang ini menjadi satu masalah yang besar.



Faktor utama mereka keluar daripada Islam ialah tidak memahami akidah Islam. Tidak ada seorang pun yang murtad ini, yang saya jumpa, dia terpengaruh dengan orang Kristian gunakan kalimah ALLAH dan dia masuk Kristian.



Dalam pengetahuan saya, saya belum jumpa satu pun manusia atas muka bumi ini semata-mata mengkaji Bible, dia masuk Kristian.



Mereka masuk Kristian kerana suka dengan akhlak, kebajikan diberikan, kasih sayang, perhatian, ekonomi yang dijaga dan akhlak orang Kristian, bukan sebab baca Bible BM. Semua yang saya sebutkan tadi memang ada dalam Islam, tetapi saya lihat orang Islam kurang melakukan perkara ini.



Sinar Harian: Orang Kristian dikatakan mahu guna kalimah ALLAH sebab ada agenda hendak murtadkan orang Islam. Sejauhmana dakwaan itu?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Orang Kristian percaya dengan yakin, Kristian itu agama yang benar. Saya percaya, orang Kristian sudah pasti meletakkan hasrat untuk mengkristiankan orang-orang Melayu, tapi tujuan mereka untuk mengkristiankan orang Melayu, bukan untuk murtadkan orang Melayu.



Ia untuk menyelamatkan orang Melayu supaya sama-sama masuk syurga dan kita pula tidak lakukan dakwah kepada mereka.



Jadi bagaimana kita hendak menyalahkan mereka yang tidak tahu agama Islam?  Padahal kita sendiri tidak berdakwah kepada mereka. Saya tidak kata, tiada ustaz yang berdakwah kepada bukan Islam, tetapi saya cerita secara umum dan ia jarang berlaku.



Sebut soal gereja, ia terbahagi kepada dua, iaitu yang ‘established’ dan gereja kecil-kecilan. Gereja ‘established’ sangat berhati-hati dan tidak buat kerja-kerja ‘machinery’ kepada orang Islam dan undang-undang negara.



Banyak kali juga paderi Kristian panggil saya dan kata ada orang Islam datang minta bantuan kepada mereka, tetapi mereka minta saya tolong uruskan kerana khuatir disalah tafsir jika dibantu pihak gereja. Kenapa orang Islam kita lambat bergerak dalam bab ini? Ini kelemahan kita.



Sinar Harian: Apa langkah apa yang perlu diambil oleh orang Islam?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Katakanlah akhirnya keputusan kalimah ALLAH akan dibuat Mahkamah Persekutuan, mungkin mahkamah membenarkan Kristian guna kalimah ALLAH atau mungkin juga tidak. Kalau dibenarkan Kristian guna kalimah ALLAH, apa orang Islam hendak buat?



Dan kalau mahkamah kata Kristian tak boleh guna kalimah ALLAH, adakah masalah selesai? Bagaimana anda nak membendung dalam Internet? Orang kristian boleh guna kalimah ALLAH.



Pada saya tidak ada pilihan, orang Islam kena bangun sekarang dan marilah kita amal Islam dengan pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.



Sinar Harian: Boleh ceritakan mengenai denominasi (‘mazhab’) orang Kristian?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Mereka ada banyak denominasi dan bukan semua denominasi setuju dengan penggunaan kalimah ALLAH. Ada denominasi berkeras tak boleh guna kalimah ALLAH merujuk kepada God. Dalam bab ini, denominasi yang tidak bersetuju hanya berdiam diri. Orang kritsian tidak berbalah sesama sendiri dalam keadaan terbuka.



Mereka pun kadang kala mengkafirkan antara satu sama lain, tapi mereka tak lakukannya di tempat awam. Orang Islam kadang kala perkara yang kecil menjadi perbalahan. Saya bukan rujuk kepada kalimah ALLAH, tetapi dalam bab lain.



Sinar Harian: Apa nasihat Brother Shah kepada orang Islam?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Merujuk pada surah Muhammad, ayat 38: …Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar), Dia (ALLAH) akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (derhaka) seperti kamu.  



Hari ini kalau kita lihat di Malaysia, yang menjadi pelindung kepada agama Islam adalah bangsa Melayu.



Apabila orang Melayu tidak lakukan kerja Islam berdakwah, orang akan gantikan orang Melayu dengan bangsa lain.



Saya cakap ini bukan kerana rasis, tapi hanya sebagai satu peringatan kepada kita semua. Sebagai orang Islam, kita ada tanggungjawab melakukan dakwah. Jangan letak kepentingan lain lebih tinggi daripada Islam.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Kalimah ALLAH: Bahan dakwah umat Islam

Monday, February 4, 2013

Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi satu persatu mengungkap kebobrokan partai berlogo bulan dan padi itu. Menurutnya, terpilihnya Anis Matta sebagai presiden PKS merupakan pilihan yang salah.

“Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) terlalu tergesa menentukan presiden PKS. Kenapa tidak lewat Majelis Syuro? Jadi kalau sekarang ini karena Anis Matta itu dikalangan kader banyak catatannya. Sederhana saja kasus pakai jam rolex, secara Islam sah saja, tapi tidak etis,” katanya usai menghadiri diskusi di Jakarta, Senin (4/2).

Apalagi, lanjut Yusuf, pernikahan Anis Matta dengan perempuan asing merupakan salah satu blunder anggota komisi I DPR RI itu.

“Kasus dia kawin lagi dengan orang bule, apakah tidak ada lagi wanita Indonesia yang mau jadi istrinya, sementara istrinya masih mualaf. Itu kan jadi masalah,” imbuhnya.

Yusuf menjelaskan kondisi PKS sekarang ini tidak pernah disadari Majelis Syuro sebagai konsolidasi partai tertinggi. Karena menurutnya, anggota Majelis Syuro juga ikut mengamankan setiap individu yang diduga terlibat kasus suap impor daging tersebut.

“Ini nampaknya tidak disadari. Ketua Majelis Syuro tidak berpikir kemaslahatan lebih jauh, hanya untuk mengamankan, dan apabila merembet ke Ketua Majelis Syuro, dan ketangkap ke KPK, itu habis. PKS kan partai moral, itu akan habis dengan sendirinya,” ujarnya.

Article source: http://finance.detik.com/read/2013/02/04/083349/2160105/4/kisah-peternak-sapi-as-yang-merana-akibat-ri-hentikan-impor-daging?991104topnews


Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Monday, August 5, 2013

Kala Para Calon Presiden "Berkendara" dengan Iklan Komersial



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>






JAKARTA, KOMPAS.com
— “Pemimpin itu harus bejo (bersih, jujur, ojo dumeh), jangan masuk angin“.


Anda mungkin tahu kalimat itu. Di layar televisi, kalimat itu diucapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, pada salah satu iklan produk jamu. Ceritanya, Mahfud tengah menjadi dosen.


Kemunculan Mahfud di televisi tentu saja meraih perhatian publik. Banyak kalangan langsung mengaitkan kemunculan Mahfud dalam dunia iklan komersial itu dengan rencananya maju sebagai calon presiden pada 2014. Ketika masih menjadi Hakim Konstitusi, Mahfud hanya menyiratkan akan maju pada Pilpres 2014. Keinginan itu disampaikannya secara gamblang setelah pensiun.


Tak hanya Mahfud, ada beberapa tokoh nasional lain, yang disebut-sebut sebagai calon presiden dari Partai Demokrat, muncul di luar kebiasaan. Sebut saja Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Pramono Edhie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Ketua DPR Marzuki Alie. Biasanya, mereka hanya tampil dalam pemberitaan di media massa.


Sama seperti Mahfud, Dahlan juga tampil dalam salah satu produk jamu. Dengan beberapa artis, Dahlan mempromosikan produk tersebut dengan latar belakang negara di Eropa. Seperti diketahui, tanpa malu-malu, Dahlan juga pernah menyampaikan keinginannya menjadi presiden.


Hal yang sama dilakukan Pramono. Dia juga tampil sebagai bintang iklan produk jamu. Pada akhir masa jabatan sebagai KSAD, Pramono sempat muncul dalam iklan layanan kesehatan TNI AD, yakni operasi katarak.


Awalnya, Pramono mengaku belum memiliki rencana terjun ke dunia politik setelah pensiun dari militer. Belakangan, adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bergabung dengan Partai Demokrat. Ia lalu secara terbuka mengaku ingin maju dalam konvensi partai tersebut.


Lain lagi Gita. Selain tampil di iklan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Perdagangan, Gita sempat tampil di iklan ucapan ulang tahun perusahaan otomotif terkenal di Indonesia. Gita juga mengaku ingin ikut konvensi Demokrat.


Marzuki jauh lebih dulu tampil dibanding mereka. Marzuki membintangi produk kipas angin buatan lokal. Dalam iklan itu, Marzuki mengaku bahwa keluarganya menggunakan produk dalam negeri. Sama seperti Pramono dan Gita, Marzuki juga siap bertarung dalam konvensi Demokrat.


Efektif atau cuma “angin lalu“


Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan, saat ini mereka yang hendak maju di pilpres tentu memanfaatkan acara, kegiatan, talk show, termasuk iklan komersial untuk menaikkan popularitas. Dalam komunikasi politik, kata dia, tindakan itu sering disebut hype politic atau memalingkan perhatian publik melalui media massa.


“Mereka, kata Gun Gun, sedang mengonstruksi diri seperti yang diinginkan. Tujuannya adalah memengaruhi persepsi publik. Jadi, mereka akan all-out memanfaatkan situasi dan menjadi free rider dalam setiap momen yang mempunyai nilai popularitas,” kata Gun Gun ketika dihubungi, Jumat (2/8/2013).


Gun Gun menambahkan, masalahnya, upaya mereka itu tidak otomatis akan berefek positif terhadap elektabilitas. Publik akan membaca pencitraan mereka historis berjenjang. Artinya, jika citra yang ditampilkan di televisi berbeda 180 derajat dengan keseharian mereka, kata dia, maka koherensi karakterologisnya akan lemah.


Dampaknya, menurut Gun Gun, perilaku narsistis mereka akan dianggap angin lalu saja. Aktivitas pencitraan yang over-expose juga berpeluang membuat orang jenuh dan tidak memberi respek lebih.


“Pencitraan boleh-boleh saja, tetapi kalau tidak sesuai dengan reputasi mereka juga tidak akan berguna banyak,” kata doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>








































Article source: http://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/68905-jenazah-ully-artha-didoakan-secara-islam-dan-kristen.html


Kala Para Calon Presiden "Berkendara" dengan Iklan Komersial

Tuesday, February 5, 2013

Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut dalam posisi  terancam. Sejumlah senior partai yang masuk dalam struktur kepengurusan Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai meminta Anas mundur untuk menyematkan partai yang kini berada di tubir kehancuran.

Namun Anas bergeming. Dia menolak mundur dari jabatannya. “Tidak ada saya, tidak mendengar apa-apa itu (meminta mundur). Siapa yang ngomong?” kata Anas

Bahkan barisan pendukung Anas di DPP Demokrat seperti Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa turun tangan membela Anas. “Kalau desakan mundur itu kan sudah ada dari bab awal, sementara kami sudah mau bab terakhir. Jadi enggak ada masalah,” ujar Pasek dikutip Kompas.com.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menyebut Gede Pasek dan Saan Mustofa sebagai barisan pendukung Anas. Selain Nurhayati Assegaf, Ahmad Mubarok, dan beberapa pengurus DPP Demokrat lainnya.

Anas Urbaningrum tampaknya percaya diri tetap akan bertahan di Demokrat.

Apalagi karena Anas yakin memiliki basis massa pendukung setia hingga ke tingkat DPC Demokrat (kabupaten/kota).

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, dua tahun menjabat ketua umum Demokrat tampaknya dimanfaatkan oleh Anas untuk memperkuat basis pendukungnya di berbagai daerah dengan rajin turun menemui pimpinan Demokrat di daerah.
Anas memasukkan sejumlah orang-orangnya menjabat ketua DPD 1 Demokrat tingkat provinsi dan DPD II Demokrat tingkat kabupaten/kota.

Jika mengemuka wacana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengganti ketua umum partai maka tentu saja bisa digelar dengan syarat yang diatur dalam AD/ART partai yakni  atas permintaan majelis tinggi partai atau permintaan sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota Dewan Pimpinan Daerah dan setengah jumlah anggota Dewan Pimpinan Cabang.

Pengamat Politik M Qodari mengakui upaya  sejumlah senior Demokrat  melengserkan Anas akan berhadapan dengan para pendukung Anas yang ada di pusat dan daerah.

“Ini bakal jadi ramai di tahun ini,” kata Qodari.

Menurut Qodari, pendukung Anas paling besar berada di daerah, termasuk sejumlah ketua DPD dan DPC Demokrat.

“Kalau pendukungnya dari daerah tidak besar  kan tidak menang Anas jadi Ketua Umum Demokrat,” kata Qodari.

Lanjut Qodari, sebelum menjadi ketua umum Demokrat saja Anas  sudah besar apalagi setelah 2 tahun konsolidasi.

“Problem Anas kan kesan bahwa dia terlibat kasus Nazar. Kalau secara jaringan dan kerja politik mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Dijelaskan, soal citra PD sebagai partai korup bukan karena Anas semata tapi karena kader PD yang lain yang sudah jadi tersangka atau terdakwa seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Hartati, Andi Mallarangeng, dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya 5 menteri dari Demokrat dan sejumlah gubernur dari Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan menyelamatkan Partai Demokrat.
Ini menyusul hasil survei Partai Demokrat yang terus merosot.Dalam survei SMRC yang dirilis kemarin menyebut perolehan suara Demokrat sekitar 8 persen kalau Pemilu dilakukan sekarang.

Diduga penyebab utama suara Demokrat anjlok karena partai tersandera oleh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Jero mengatakan akan lebih bagus kalau Anas mundur.

(aco)

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27092/04/02/2013/berani-berkata-dan-berani-berbuat,-ciri-beriman!.html


Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Monday, January 27, 2014

Rumah terkena banjir, Maria Eva pulang kampung

Berita Terkait



  • Bereskan banjir, wali kota Depok belum berencana bertemu Jokowi

    Bereskan banjir, wali kota Depok belum berencana bertemu Jokowi


  • Jokowi sebut macet dan banjir hambat pembangunan Jakarta


  • Ahok sebut Pemprov DKI juga bisa tuntut warga penyebab banjir

Merdeka.com – Rupanya Maria Eva mengalami apa yang jadi derita sebagian warga Jakarta. Rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam air hingga ketinggian lutut orang dewasa. Saat tahu rumahnya kebanjiran, Maria langsung tancap gas menuju kampung halamannya di Surabaya.


“Rumah aku itu kebanjiran selutut orang dewasa. Saat banjir, aku pas banget di tol. Langsung aku ke bandara, balik ke Surabaya,” ujarnya disela-sela memberi bantuan banjir Kelompok Jurnalis Sinema Indonesia (KJSI) dan Media Center Kementerian Ekonomi dan Pariwisata Kreatif di SD Madrasah Islam Al-Bahri, Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/1).


Tiap tahunnya, memang rumahnya selalu menjadi langganan banjir. Tahun yang lalu pun, air dengan ketinggian yang sama juga masuk ke dalam rumahnya.


“Cuma kayaknya yang terparah tahun ini ya. Sampai ada yang seatap rumah, untung rumah aku tempatnya masih agak tinggi jadi cuma kebanjiran selutut. Cuma yang namanya kebanjiran ya tetap saja nggak enak,” katanya.
Rumah kebanjiran, stronga href=
Dari kejadian itu, tentu Maria mengaku mendapat kerugian, baik barang yang terbawa air di rumahnya maupun dari segi pekerjaan karena akses jalan tertutup oleh air. Makanya ia pun berharap pemerintah cepat dalam mengatasi masalah tahunan itu.


Pedangdut yang kerap digosipkan memiliki hubungan asmara dengan banyak pejabat itu mengharapkan pemerintah DKI Jakarta bisa segera menuntaskan masalah banjir.


“Supaya banjir nggak terus terusan melanda Jakarta. Kalau Ibukota kena banjir terus, aktivitas banyak yang terhenti dan terganggu,” pungkasnya.



(kpl/aal/abs/phi)












Article source: http://www.antaranews.com/berita/415331/anelka-terancam-dikenai-sanksi-berat-oleh-fa


Rumah terkena banjir, Maria Eva pulang kampung

Thursday, April 11, 2013

Pengesahan RUU Ormas Ditunda

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia khusus (Pansus) RUU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) akhirnya bersepakat menunda pengesahan rancangan undang-undang ini yang seharusnya dilakukan dalam rapat paripurna pada Jumat (12/4/2013) pagi ini. Penundaan pengesahan dilakukan lantaran masih ada penyusunan bagian penjelasan yang belum rampung.


“Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara prinsipil, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan terakhir yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir. Hanya penjelasan belum rapi, ada beberapa redaksi yang belum rapi, faktor teknis prosedur aja,” ujar Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain saat dihubungi, Jumat.


Dengan belum selesainya penyusunan bagian penjelasan RUU ini, kata Malik, maka Pansus pun tidak akan membawanya ke rapat paripurna. Pimpinan pansus sudah berkirim surat kepada pimpinan DPR agar tidak mengagendakan pengesahan RUU ini. Pengesahan akan dilakukan setelah masa reses DPR yang akan mulai dilakukan besok hingga sebulan mendatang berakhir.


“Jadi ini ditunda sampai masa sidang berikutnya akan kita bahas lagi lalu kita rapikan dan selanjutnya kita agendakan (untuk pengesahan),” imbuh Malik.


Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan bahwa semua fraksi telah bersepakat untuk tidak membatalkan keseluruhan pembahasan RUU Ormas. Pasalnya, kata Malik, RUU ini masih dianggap penting. “Fraksi bulat menyepakatinya,” tutur Malik.


Sebelumnya, sejumlah unsur organisasi Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Muhammadiyah akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan atas RUU Ormas ini. Mereka masih belum sepakat tentang pokok penjelasan.


Bukan lagi soal asa


Dalam perbincangan dengan Kompas.com, juru bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, isu yang dipersoalkan ormas berbasis massa Islam atas RUU itu tak lagi soal asas. Dia mengatakan, sudah ada perubahan yang patut diapresiasi dari pembahasan RUU ini, merujuk kesepakatan pansus 9 April 2013. “(Termasuk soal) asas yang diatur dalam Pasal 2 RUU Ormas,” kata dia.


Menurut Ismail, berdasarkan kesepakatan pansus pada tanggal itu, rumusan soal asas ormas disepakati merujuk ketentuan yang dipakai dalam UU 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. “Asas ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Itu saja,” sebut Ismail.


Ismail mengatakan, bila rumusannya demikian, ormas Islam tak lagi punya masalah soal pengaturan asas. Rumusan sebelumnya soal asas ini mengharuskan pencantuman Pancasila sebagai asas ormas, tetapi mengizinkan penggunaan asas lain selama tak bertentangan dengan Pancasila.


Namun itu bukan berarti sudah tak ada masalah dalam RUU Ormas. Ismail mengatakan, salah satu ganjalan yang akan terus mereka pertanyakan ke pansus adalah terkait penjelasan Pasal 61 RUU Ormas. “Bukan di batang tubuhnya, tapi penjelasan atas pasal tersebut,” ujar dia.


Pasal 61 RUU Ormas mengatur tentang larangan bagi ormas mengembangkan paham atau pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Penjelasan pasal tersebut dalam rumusan awal, ujar Ismail, menderetkan beragam paham itu mulai dari komunisme, ateisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme.


“Namun, dalam rumusan terakhir per 9 April 2013, beberapa paham seperti kapitalisme dan liberalisme sudah tak lagi tercantum. Sementara di negara asalnya, kapitalisme sudah dipertanyakan, masa di sini dibolehkan? Apa kapitalisme yang eksploitatif sesuai dengan Pancasila?” tanya Ismail.


Ketentuan lain yang juga masih patut disayangkan, sebut Ismail, adalah rumusan Pasal 7 RUU Ormas. Pasal itu mengatur soal ranah kegiatan ormas. “Politik tidak masuk dalam ranah yang diperbolehkan dilakukan ormas,” kata dia.


Padahal, kegiatan ormas terkait politik bukanlah soal kekuasaan dan pragmatisme, tetapi terkait pendidikan dan penerapan ilmu politik yang lebih luas. “Itu kami sayangkan,” kata dia.
















Article source: http://www.voaindonesia.com/content/sejumlah-jemaat-rayakan-paskah-dalam-keprihatinan/1630685.html


Pengesahan RUU Ormas Ditunda

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Friday, October 18, 2013

Masuk Islam, Madonna Sebut Dirinya Umat Kristen Yang Baik

WartaNews-Los Angeles, Madonna wanita asli kelahiran Amerika Serikat ini dikabarkan segera masuk Islam. Hal ini dikutip E!online (7/10).


Madonna mengungkapkan telah memelajari Alquran. Bahkan, pelantun “Material Girl” itu siap dirikan sekolah untuk anak perempuan di negara Muslim dan ingin memahami Islam. “Saya mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di negara Muslim, dan memelajari Alquran”, ucap Madonna.


Madonna mengatakan bahwa Muslim yang baik adalah seorang Kristen yang baik. Kita tahui sendiri, Madonna ini pernah dikabarkan salah satu penyanyi yang juga memuja setan. Apakah pantas sang “Like a Prayer” ini masuk Islam ? (*/xco)


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=46429


Masuk Islam, Madonna Sebut Dirinya Umat Kristen Yang Baik

Saturday, February 2, 2013

NABI PALSU KARANGANYAR: S Bantah Ajarannya Sesat - 1 menit yang lalu

KARANGANYAR – Orang yang disebut-sebut sebagai nabi palsu berinisial S membantah keras apabila ajarannya menyimpang dari syariat Islam. Dia menilai desas-desus munculnya nabi palsu tersebut sebagai fitnah untuk membubarkan alirannya.

Warga Desa Girilayu, Kecamatan Matesih tersebut menyangkal apabila seluruh tuduhan yang ditujukan kepada dirinya termasuk menjadi nabi palsu. Menurutnya, syahadat yang mereka yakni sama dengan ajaran Islam. Tak hanya itu, Alquran menjadi pegangan dan tuntunan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Itu semua tidak benar, tidak ada yang mengaku nabi palsu. Alquran menjadi pegangan utama seperti umat Islam lainnya,” katanya kepada Solopos.com,Sabtu (2/2/2013).

Dia juga membantah keras apabila ajaran kelompoknya bertentangan dengan akidah Islam seperti ritual haji di puncak Gunung Lawu dan berkurban dengan buah pepaya. Menurutnya, isu tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak ada buktinya.

“Kok nyleneh banget, ritual haji kok di Gunung Lawu. Saudara saya naik haji ke Tanah Suci kemaren, isu itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya mengaku belum pernah menerima surat dari Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar yang berisi panggilan untuk melakukan pertemuan membahas ajaran kelompoknya. Kendati demikian, dia mengaku siap berdialog dengan pihak Kemenag Karanganyar. Apalagi, dia mengaku telah bertemu dengan Muspika Matesih untuk meluruskan kabar munculnya nabi palsu tersebut.

“Kemarin, saya beribadah Salat Jumat bersama Muspika Matesih, kami adalah orang Islam ya melaksanakan syariat Islam,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Matesih, AKP Heri Ekanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengatakan pihaknya telah mengetahui kabar munculnya nabi palsu yang menghebohkan publik Bumi Intanpari. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memberikan komentar terkait seorang warga Matesih yang disebut-sebut sebagai nabi palsu.

Sebelumnya, Kasi Penamas dan Pekapontren Kemenag Karanganyar, Nur Hadi, menyatakan pihaknya masih meneliti ajaran kelompok S. Pihaknya bakal menelusuri apakah aliran tersebut menyimpang dari syariat Islam atau tidak.

Menurutnya, kelompok tersebut bukan organisasi atau lembaga namun hanya komunitas yang terdiri dari pengikut kelompok S. Jumlahnya pun tak bisa dipastikan karena sifatnya tertutup atau eksklusif. Orang lain yang tidak menjadi pengikut aliran tersebut tidak diperbolehkan mengikuti pengajian yang digelar secara rutin.

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/24751/12/09/2012/sekjen-miumi,-bahtiar-nasir-akan-


NABI PALSU KARANGANYAR: S Bantah Ajarannya Sesat - 1 menit yang lalu

Saturday, December 28, 2013

JK: Penyebab konflik bukan agama, tapi ketimpangan demokrasi

Berita Terkait



  • JK: Capres PDIP prioritas utama ya Jokowi

    JK: Capres PDIP prioritas utama ya Jokowi


  • Saat jabat Ketum Golkar, JK sebut tak ada kader yang dipenjara


  • JK sebut ‘vokalis’ Golkar perlu banyak latihan

Merdeka.com – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Pada dasarnya beberapa konflik SARA di Indonesia terjadi bukan karena persoalan agama, namun lebih pada ketimpangan demokrasi di negeri ini.


“Mengapa saling berkonflik padahal tiap hari kita mengucapkan doa keselamatan? Karena konfliknya adalah karena ketimpangan demokrasi, bukan karena agama,” ujarnya dalam pidato di acara Dies Natalis IAIN Ambon, bertajuk Komitmen IAIN Ambon Menjaga Perdamaian, Sabtu (28/12), Ambon, Maluku.


Menurut dia, demokrasi diterapkan tiba-tiba sehingga situasi tak seimbang. Proporsi kekuasaan yang dulu disesuaikan dengan demografi agama khususnya, tidak dijalankan sebagaimana sebelumnya.


“Akibatnya, politik tidak seimbang, dan berakibat pula pada ekonomi yang juga tak seimbang. Jadi konfliknya bukan karena agama,” tegas Ketua PMI ini.


Namun JK menyayangkan mengapa kemudian agama dipakai untuk senjata solidaritas. Yang menyedihkan lagi, pemimpin-pemimpin agama memanfaatkan situasi dan memperkeruh dengan pemahaman agama yang dangkal dan keliru.


“Dan kemudian pemimpin-pemimpin agama keliru menafsirkan ajaran untuk masuk surga dan neraka. Mereka katakan saling membunuh akan memasukkan anda ke surga. Tapi kemudian saya jawab, Hei, kalian semua masuk neraka!” kata JK tegas dan disambut tepuk tangan hadirin.


Dalam agama manapun, dia melanjutkan, tidak ada yang menjelaskan kalau membunuh orang itu masuk surga, khususnya dalam Islam. “Dalam Islam pun jelas, membunuh anak-anak dan wanita itu haram. Begini, menebang pohon saja anda tidak boleh, apalagi membunuh manusia?”


Oleh sebab itu dia mengingatkan agar masyarakat hati-hati memahami agama. Sebab agama bisa mendamaikan perang, tapi juga memperburuk perang.


Ketika mengingat pengalamannya menjadi mediator perdamaian di Ambon, JK mengatakan, perdamaian tercapai bila semua saling menghargai dan menghormati. Juga dengan saling memahami masing-masing.


“Perdamaian adalah cita-cita semua pihak. Perdamaian hanya bisa tercapai bila semua pihak saling menghargai dan menghormati,” ujarnya.


JK menyebut, Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang pluralis, kuat persatuannya dan penduduknya hidup saling menghormati. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang punya perdamaian dan harmoni terbaik dibanding negara-negara lain.


Menurut dia, hanya di Indonesia-lah terdapat hari-hari libur agama-agama yang berbeda, tidak peduli persentase pemeluknya. Meski mayoritas penduduknya muslim, agama-agama lain memiliki hari libur nasional.


“Buktinya, dari total 14 hari libur, semua agama punya hari libur nasional. (Hal ini) Tidak (ada) di Filipina, di Thailand dan banyak Negara lainnya,” terangnya.


Di Indonesia juga terdapat beberapa gubernur non-muslim. Jumlahnya hampir sepertiga. Padahal, kalau mau melihat proporsi jumlah penduduk muslim, porsi ini jelas tidak seimbang. Tetapi begitulah Indonesia, kata JK. Bangsa ini adalah bangsa yang saling memahami satu sama lain.


“Di Indonesia itu ada sekitar 8 gubernur non-muslim. Padahal jumlah umat muslim 80 persen lebih. Artinya, Indonesia itu adalah negara yang bisa saling memahami. Menteri kita juga beragam agamanya,” tuturnya.


Lebih lanjut, JK menegaskan, karena Indonesia beragam, di situlah kekuatan bangsa ini. Kekuatan ini, bila bisa dimanfaatkan dengan baik akan berbuah kemajuan. “Itulah kekuatan bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika. Kekuatan untuk maju,” tuturnya.


Dia menjelaskan, semua umat punya salam yang intinya mendoakan orang lain atas keselamatan mereka. Ia juga katakan bahwa agama-agama di Indonesia, Islam khususnya, ditebarkan dengan jalan damai, bukan dengan peperangan seperti di Timur Tengah.


“Umat Islam selalu ucapkan salam, yang merupakan doa. Umat Kristen ucapkan shaloum, itu juga doa. Umat hindu ucapkan om swasti astu yang juga doa. Setiap hari kita mendoakan orang,” kata JK.


Dia melanjutkan, “khususnya, perlu diingat, Islam kita berbeda dengan Timur Tengah. Di Indonesia selalu dengan jalan damai, dengan jalur perdagangan.”












Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/12/16/219537859/Keluarga-Bantah-Jonas-Asmirandah-Menikah-Lagi


JK: Penyebab konflik bukan agama, tapi ketimpangan demokrasi

Wednesday, June 12, 2013

Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Home Perjalanan



Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan





 

Jamaah Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE)



 




Rabu, 12 Juni 2013


TANGGAL 5-15 Mei 2013 yang lalu, saya mengunjungi Sydney Australia untuk yang kedua kali dalam rangka memenuhi undangan dakwah dari Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE), sebuah organisasi Islam komunitas Muslim Indonesia dan Australia. Program selama 10 hari adalah Pelatihan Manajemen Masjid, Manajemen Dakwah dan Tablig Akbar. Berikut catatan singkat saya dalam bahasa tutur untuk pembaca.*


SEBUT saja Lakemba, ini merupakan salah satu kecamatan di Sydney. Bila di Jakarta ada daerah mayoritas China yang non Muslim, maka salah satu keunikan Lakemba adalah kawasan ini boleh dibilang kawasan Muslim karena memang penduduknya mayoritas Muslim asal dari Libanon, Pakistan, Banglades, Indonesia, Turki, dll.


Suasana Arab terasa di kawasan ini, termasuk pertokoannya. Sangat mudah mendapatkan masjid di kawasan ini, bahkan ada masjid terbesar yang bernama Masjid Ali bin Abi Thalib.


Warga Indonesia punya Iqra Centre, orang Bangladesh punya masjid bekas gereja, ada masjid di pertokoan, dan ada beberapa masjid kecil lainnya, serta ada lagi masjid yang sedang dibangun. Tidak jauh dari Lakemba, ada pula Ashabul Kahfi Center yang didirikan oleh Ustad Chalidin Yakub (Mantan Ketua PB PII). Di tempat lain seperti di Auburn, berdiri masjid besar yang didirikan oleh komunitas Turki, sehingga dikawasan itu suasana Islam juga sangat terasa. Adapun masyarakat Indonesia terpencar jauh-jauh di banyak tempat dan mereka sering bertemu di Masjid Al Hijrah yang juga bekas gereja.


Kapasitas Masjid Al Hijrah 300 jamaah, bekas gereja yang dibeli oleh kaum Muslimin asal Indonesia. Sabtu dan Ahad biasanya masjid ini lebih semarak dengan kelompok pengajian anak-anak, remaja dan orang dewasa. Masjid ini juga sudah memiliki rumah dan halaman. Sejak beberapa tahun lalu, saya dan isteri menginap di rumah itu dan kondisinya sekarang sudah bagus setelah direnovasi 3 tahun lalu.


Rumah ini dilengkapi dengan perpustakaan dan karena banyaknya kelompok pengajian, maka di rumah ini juga digunakan untuk klas pengajian dengan ruang aula yang cukup luas, aula ini juga digunakan oleh umat Islam untuk menjadi tempat resepsi pernikahan.


Umat Islam bertambah banyak, baik karena orang masuk Islam maupun pendatang yang sekolah dan kerja membuat keberadaan masjid di Sydney semakin dibutuhkan.


Yang menanrik, tidak mudah untuk mendapatkan izin mendirikan rumah ibadah seperti masjid. Alternatifnya adalah membeli gereja lalu mengubahnya menjadi masjid sehingga izinnya memang sudah sebagai rumah ibadah.



Muslimah di Lakemba rayakan Idul Adha/foto: SHM


Karena itu jangan heran, jika banyak masjid adalah bekas gereja, bahkan 90 Persen masjid seluruh Australia bekas gereja. Pilihan lainnya adalah membeli rumah dan menjadikannya sebagai mushalla meskipun tetap digunakan untuk ibadah Jumat seperti mushalla Iqra Centre, Ashhabul Kahfi dan saya juga sempat mampir untuk shalat ashar di Masjid Malik Faishal di Surry Hills. Rumah 4 lantai ini sudah dijadikan masjid sejak lama, yang menarik rumah di sebelah kanan dan kirinya dibeli juga dan digunakan untuk shalat Jumat sehingga dari luar tidak nampak kalau itu bagian dari masjid. Jadi mirip dengan orang Kristen di Indonesia yang menjadikan rumah sebagai gereja


Kota dan Penduduknya.


Sebagaimana umumnya negara-negara maju, tata kota dibuat rapi sedemikian rupa sehingga menjadi terasa nyaman. Sebagai contoh Jalan-jalan utama terdiri dari 4-6 jalur mobil, sedangkan jalan lingkungan rata-rata 3-4 jalur sehingga warga dan tamunya bisa parkir di pinggir jalan kanan kiri dan tidak menimbulkan kemacetan. Taman-taman dengan rumput yang hijau dan pohon yang besar juga sangat banyak, ada di mana-mana. Selain menambah kenyamanan anak dan warga bisa rileks di taman-taman itu.


Kalau di negeri kita bayar tol naik tiap 2 tahun, di Australia tol hanya berlaku 10 tahun. Setelah itu menjadi jalan biasa yang tidak bayar karena investasi pembangunannya sudah kembali dalam 10 tahun. Meskipun begitu, pada tol yang masih bayar, di jalan tol ternyata tidak ada pintu tol untuk mengambil kartu atau bayar. Hal ini karena setiap pemilik mobil harus punya semacam kartu yang sudah ada barkotnya, bisa ditempel di kaca mobil atau pada saat lewat ditunjukkan untuk di scan, kalau sudah bunyi tit seperti hitungan belanja di toko, maka itu berarti sudah diambil dari deposit yang dimasukkan.


Disiplin lalu lintas tidak cukup hanya dihimbau. Tapi ditegakkan aturannya, suka atau tidak suka. Di Aussie, termasuk di Sydney dan di negara lain dengan disiplin tinggi seperti Eropa, Jepang dan Korea, Para pelanggar lalu lintas cukup dipotret dari kamera yang dipasang di jalan-jalan.


Tidak hanya ditilang dalam bentuk membayar denda hingga 300 dollar, tapi juga dikenakan 2-3 poin pelanggaran, padahal SIM itu hanya 12 poin. Jadi bila sampai 6 kali melakukan pelanggaran lalu lintas, SIM nya dicabut dan baru bisa diberikan lagi 3 tahun kemudian.


Dengan penegakan hukum lalu lintas, pengemudi sangat takut melakukan penggaran sehingga disiplin dan tertib lalu lintas bisa dirasakan meski tidak ada polisi di jalan raya
Hal yang menarik untuk diceritakan adalah dalam soal keuangan. Di Sydney tidak ada istilah tanggal muda, tanggal tua apalagi tanggung bulan. Hal ini karena orang umumnya menerima gaji setiap pekan. Berbeda di negeri kita yang gajian seminggu sekali biasanya buruh bangunan, tukang jahit konveksi, dll.


Di Aussie semua orang gajiannya tiap minggu atau dua mingguan, tidak ada gaji bulanan. Karenanya bayar kost, sewa rumah dan toko bayarnya juga mingguan atau dua pekanan. Jadi di Aussie ini tidak ada istilah duit habis karena tanggal tua. Tiap pekan tanggalnya muda lagi.


Pengangguran juga digaji oleh negara dengan standar sebesar 360 dolar jumlahnya 5% dari 24 jt penduduk. Karenanya setiap orang terjamin hidupnya. Namun tetap saja ada gepeng (gelandangan dan pengemis) di tempat tertentu di keramaian kota, namun bisa dipastikan bahwa mereka bukan tidak ditanggung hidupnya, tapi mereka adalah pemabuk, narkoba dan sejenisnya sehingga untuk hal-hal itu tunjangan dari pemerintah tidak cukup buat mereka.


Pajak untuk rakyat bukan hanya sebagai jargon sebagaimana di Indonesia. Tapi memang betul-betul dirasakan oleh rakyat Australia, termasuk di Sydney. Salah satunya adalah berobat gratis di rumah sakit manapun. Rakyat memiliki kartu untuk berobat dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit dengan pelayanan terbaik, tidak ada istilah rumah sakit kelas tiga.


Yang mendapatkan kartu siapa saja, tidak hanya orang miskin, apalagi memang tidak ada yang tergolong miskin karena yang menganggur saja dapat tunjangan hidup, mulai dari anak yang baru lahir sampai lansia. Dari pajak, sekolah juga gratis sampai SMA.


Kegiatan ceramah saya sampaikan juga dihadapan KPII (Keluarga Pelajar Islam Indonesia) yang merupakan mahasiswa S1-S3 di UNSW (Univ of New South Wales), cerita yang saya peroleh adalah betapa banyak Mahasiswa Cina yang kuliah di sana, bahkan boleh dibilang jumlahnya 60% dari jumlah mahasiswa disitu. Sekitar 4 hari sebelum saya memasuki kampus itu, saya memang lewat di depan Univ tersebut dan saat mahasiswa bubar, pemandangan memang nampak sekali betapa banyak mahasiswa dengan wajah Cina berkerumum untuk menyeberang jalan. Orang Australi sendiri sedikit yang sampai ke jenjang perguruan tinggi.


Mungkin mereka merasa sudah cukup untuk bisa bekerja dan mendapat gaji yang memadai. Karenanya bila tidak ada mahasiswa dari Asia, banyak Universitas disana yang bangkrut.


Ali Bule dan Robot Stroke


Selain Lakemba saya mengenal orang-orangn istimewa.  Sebut saja Ali Abdullah, Nama ali adalah nama hijrah, sebab dulu namanya Theis Greentree. Namanya diganti  setelah memeluk Islam tahun 1993 di masjid Al Hijrah Sydney. Sehari-hari ia lebih dikenal dengan Ali Bule.
Saya berjumpa pertama kali dengan Ali Bule tahun 2007 saat ia transit di Hotel Milenium Jakarta hendak menunaikan haji bersama rombongan dari Australia yang kebanyakan orang Indonesia, termasuk isterinya yang asal Bandung.


Kala itu, saya memberikan ceramah pembekalan haji kepada mereka. Sesudah haji ia nyantri di PP Darussalam Gontor Ponorogo selama 3,5 tahun sehingga bacaan arabnya sangat fasih.


Selain bekerja, ia juga mengelola komunitas Muslim Al Ikhlas di West, mengadakan kelas pengajian untuk anak-anak dan remaja di rumahnya. Beliau juga menjadi pengurus yang aktif di CIDE, lembaga yang mengundang saya. Bahkan Ali Bule juga menjemput kedatangan saya di Bandara Sydney setelah menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al Hijrah menggantikan saya yang datang terlambat karena delay pesawat. Ia memang ikut pelatihan dakwah yang saya pandu tahun 2011 di Al Hijrah. Terus terang, saya tertarik dengan kesungguhannya sebagai Muslim.


Salah satu hal yang menarik adalah undangan masuk Islam dilakukan oleh Ali Bule kepada ibunya Margaret Joy Greentree. Sejak masuk Islam ia berusaha mempengaruhi ibunya agar masuk Islam, tapi sang ibu selalu mengalihkan pembicaraan, begitu cerita Ali saat saya dan isteri berkunjung ke rumahnya di Sydney West.


Akhirnya Ali menggunakan cara menulis surat agar dibaca sang ibu yang dicintainya.
Penyakit Kanker Otak yang dialami sang ibu membuatnya lebih serius dalam dakwah. Mungkin doa anak cucu dan para santri di PP Gontor membuat sang ibu menunjukan tanda ketertarikan kepada Islam.


Akhirnya sang Ibu betul-betul masuk Islam  21 Maret 2012 dihadapan keluarga yang lain. Ini merupakan kebahagiaan terbesar bagi Ali dan keluarganya, karena dengan begitu ia tidak hanya mendoakan sang ibu saat hidup, tapi juga setelah wafat nanti.


Setelah masuk Islam, sang ibu diberi nama dengan Mardhiyyah oleh seorang ustadz asal Gontor. Allah berkehendak lain, Mardhiyyah dipanggil menghadap ilahi akibat didera tumor otak,  dua bulan setelah memeluk Islam.


Peristiwa ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Ali karena sang ibu telah menyambut undangannya untuk masuk Islam.


Terakhir, saya berkenalan dengan Khairul Anam, seorang mahasiswa S3 di UTS (University of Teknology Sydney). Khairul Anama berasal dari Jember, Jawa Timur.Dia mendapat beasiswa dari Diknas sejak setahun yang lalu. Penelitiannya tentang robot untuk orang yang stroke.  Menurut Khairul, beasiswa dari Diknas ada 1000 orang tiap tahun, tapi hanya 500 orang yang bisa diberangkatkan karena kendala bahasa asing.


Yang cukup menarik, hafalan al-Quran Anam cukup lumayan sehingga mulai tanggal 10 Mei 2013 ia dipercaya menjadi imam rawatib di Masjid Al Hijrah. Sebelumnya ia menjadi imam tidak resmi di Iqra Centre. Sedikit kisah ini merupakan kenangan yang tak dapat saya lupakan, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang lain.*/Kiriman Drs. H. Ahmad Yani


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=58071


Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Tuesday, October 1, 2013

Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Pendapatan pesepakbola dunia terbesar dari luar lapangan hijau yaitu iklan produk. Di Indonesia, muncul wacana agar Garuda Muda “diharamkan” memasuki dunia gemerlap itu. Demi prestasi lah alasannya.

Tak bisa dipungkiri, dunia selebritas dan sepakbola memiliki hubungan spesial. Bintang lapangan hijau banyak yang mengeruk uang dari acara televisi hingga iklan. Bahkan di luar negeri, WAGS (wives and girlfriends) pesepakbola mayoritas artis.Namun, di Indonesia diwacanakan agar pemain sepakbola di tim nasional tidak dekat-dekat dengan dunia ikaln. Seperti diketahui, lama paceklik prestasi membuat publik Tanah Air risau dengan masa depan sepakbola Indonesia. Meski digandrungi publik, persepakbolaan Indonesia seolah tak bertaji.


Namun harapan akan membaiknya dunia si kulit bundar itu seakan membuncah saat Timnas U-19 menjuarai piala AFF. Paceklik prestasi selama 22 tahun seakan terobati dengan kemenangan Maldini cs atas timnas Vietnam dalam drama adu penalti.


Prestasi sepakbola Indonesia di tingkat kawasan selama ini hanya bisa dibilang “nyaris” sempurna. Lihat saja tahun 1997, 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2011 lalu, Timnas hanya bisa masuk final lalu tunduk kepada lawan baik di ajang Piala Tiger, AFF, maupun Sea Games. Namun kemenangan tim berjuluk Garuda Jaya ini pun diselimuti awan gelap. Menjadi pemain bintang dan berprestasi terkadang banyak godaan.


Lihat saja nasib timnas senior Piala AFF 2010 yang dirusak persiapannya dengan berbagai kunjungan yang tidak penting. Banyaknya tawaran iklan dan menghadiri acara tak penting bisa membuat mereka terlena.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo mewanti-wanti agar timnas U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan. Politisi Demokrat ini meminta agar kekompakan tim terus dijaga dan tidak diganggu kepentingan iklan dan komersil lainnya. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan di tubuh Garuda Jaya.


Selain Roy Suryo , Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti juga mengingatkan hal yang sama. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media. Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.


“Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,” ujar La Nyalla.


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan memagari para pemain timnas Indonesia U-19 dari godaan bintang iklan dan syuting untuk tayangan televisi.


“Kami khawatir akan terkontaminasi dunia hiburan dan menjadi terlalu sibuk dengan agenda di luar sepak bola. Sebab itu akan merugikan pemain sendiri dan berpengaruh ke mental,” ujar La Nyalla Mahmud Mattalitti.


Menurutnya, pihaknya telah belajar dari pengalaman beberapa pemain sepakbola yang mulai tenar dan masuk dunia hiburan. Dia menilai, karir sepakbolanya akan terganggu dan berimbas pada berkurangnya kemampuannya dalam urusan si kulit bundar.


Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.


“Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,” katanya.


Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. “Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,” kata Roy menegaskan.


Perlukah pelarangan “ngratis” seperti ini? Ins


Pemain Bola Ini Berpenghasilan Besar dari Iklan
Faktor pemain menjadi salah satu magnet menarik dalam sepakbola. Tidak di pungkiri pemain sepak bola adalah suatu profesi yang dekat dengan ketenaran dan publisitas yang tinggi. Apalagi jika pemain itu memiliki kemampuan hebat atau tampang menawan. Dua aspek itulah yang membuat seorang pemain menjadi incaran pengusaha.


Bayaran dari iklan, tentunya membuat kekayaan sang pemain menebal. Berikut 5 pemain terkaya dunia versi Forbes yang juga menjadi bintang iklan.


Cristiano Ronaldo
Forbes merilis bahwa pendapatan mega bintang klub Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mencapai 44 juta dollar atau setara Rp 507 miliar per tahunnya. Hampir setengah dari pendapatan Ronaldo berasal dari iklan.


Pemain Portugal ini mengikat kerjasama dengan Nike, Castrol, Clear Shampoo, Mobitti, Konami, Banco Espirito Santo. Ketenaran Ronaldo setelah 2 kali menjadi runner up pemain terbaik dunia membuatnya menjadi incaran banyak perusahaan lainnya yang mengantre untuk menjadikannya bintang iklan.


Lionel Messi
Lionel Messi, menurut catatan Forbes, memiliki pendapatan per tahun mencapai sekitar 40,3 juta dollar atau setara Rp 464,9 miliar. Pendapatan Messi ini berasal dari gaji sebesar 14 juta dollar, 2 juta dollar dari bonus dan 24 juta dollar dari iklan.


Messi, sebagai seorang pemain sepakbola dengan raihan 4 gelar pemain terbaik dunia, tidak di pungkiri dirinya mencatatkan diri sebagai seorang pesepakbola paling terkenal di dunia. Messi memiliki sponsor dari Adidas yang menyumbang 4 juta dollar per tahun lalu yakni Konami, PepsiCo, Cher, KFC, Gillete.


Sergio Aguero
Pemain asal Negeri Tango ini memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,8 juta dollar atau setara Rp 239,9 miliar. Aguero telah mengikat kontrak kerjasama dengan beberapa produk dunia di antaranya Puma dan Pepsi.


Aguero dibeli Manchester City dari Atletico Madrid senilai 60 juta dollar. Selama dua tahun keduanya bersama Manchester City, Aguero selalu menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi klub rival Manchester United ini. Performa apik Aguero membuat masa depannya di dunia sepak bola masih cerah. Dengan umur Aguero yang masih muda yakni 24 tahun membuat Puma terpikat untuk mengikatnya dengan kontrak kerjasama jangka panjang sebagai bintang iklan.


Wayne Rooney
Wayne Rooney, pemain yang mendapat julukan si bengal, memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,3 juta dollar atau setara Rp 234,2 miliar. Sponsor terbesar Rooney ialah Nike dan Harper Collins. Rooney saat ini tengah mengalami kekeringan dana dari iklan. Pasalnya, EA Sport, sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar memutus kontrak kerjasama 7 tahunnya.ins


Pesepakbola Indonesia Juga Laris Manis
Iklan, menjadi salah satu cara para atlet Indonesia untuk menambah pundi rupiah mereka. Tentunya, mereka juga kerap berlaku selektif terhadap iklan yang ditawarkan. Jika tidak ada korelasi dengan profesi mereka sebagai atlet, sudah barang tentu tidak akan diterima karena ha tersebut hanya akan mencoreng citra yang sudah melekat dalam dirinya.


Sebut saja iklan sepatu olah raga, makanan ringan penambah daya tahan tubuh hingga iklan sebuah sepeda motor yang kerap menonjolkan sifat macho seorang pria. Berikut beberapa nama pemain Timnas Sepak Bola Indonesia yang menambah pundi-pundi uang melalui jalur hiburan:


1. Irfan Bachdim
Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988 silam tersebut mencuat namanya setelah menjebol gawang Malaysia dalam laga dua tahunan di Asia Tenggara, Piala AFF 2010. Dalam laga perdana, Indonesia berhasil membungkam Malaysia dengan perolehan skor 5-1 dan Bachdim menjadi salah satu pemain yang menjebol gawang Negeri Jiran tersebut.


Rupa yang kebule-bulean membuat seluruh pasang mata tidak bosan memandangnya. Ahasil, wajah blasteran Bachdim pun acap kali menghiasi layar kaca, tentunya di luar pertandingan yang ia lakoni.


Wajah Bachdim yang mulai menghiasi layar kaca dan sampul beberapa media cetak kerap disebut pelaku industri hiburan sangat berpotensial menyedot perhatian konsumen. Alhasil, Bachdim pun menjelma dari seorang atlet muda Indonesia menjadi superstar di dunia hiburan.


Dalam suatu kesempatan, Bachdim sempat menuturkan alasannya menerima sejumlah tawaran iklan yang berdatangan lantaran mengikuti jejak sang idola, Cristiano Ronaldo atau yang akrab disapa CR7.


“Idola saya Cristiano Ronaldo, itu juga salah satu alasannya saya ambil pekerjaan ini (bintang iklan),” tutur suami dari model Jennifer Kurniawan saat itu.


Sebut saja, iklan sampo, iklan minuman berisotonik hingga iklan sebuah sepeda motor mempercayakan Bachdim sebagai top brand mereka.


Namun, sayang, popularitas Bachdim yang meroket di dunia hiburan berbanding terbalik dengan profesinya yang sebenarnya yakni sebagai atlet Indonesia. Harapan sejumlah masyarakat harus pupus dikarenakan gelandang Persema Malang ini lebih menekuni profesi barunya di dunia hiburan.


Nama Bachdim dicoret sang pelatih, Rachmad Dharmawan (RD) dari susunan pemain Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang lantaran mangkir dari latihan Timnas U-23.


Sikap indisipliner dan perubahan gaya hidup juga yang membuat Bachdim tersandung masalah di klub yang selama ini ia bela, yakni Persema Malang.


2. Bambang Pamungkas
Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas. Striker klub Persija yang akrab disapa Bepe ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Selain kemampuan bermain sepak bola yang tidak lagi diragukan, wajah Bepe yang mengeluarkan aura karismatik kerap membuat sejumlah pasang mata tidak bosan untuk memandang.


Ketajaman Bepe ketika berhadapan langsung dengan gawang lawan dalam adu penalty menjadi salah satu alas an mengapa banyak penikmat Sepak Bola di Tanah Air menaruh kagum terhadapnya. Energi positif yang dipancarkan sang mantan kapten Timnas Indonesia tersebut dilirik sejumlah pelaku di industri hiburan,


Bepe pun dipercaya membintangi sejumlah iklan, seperti iklan makanan ringan yang dipercaya dapat menambah daya tahan tubuh, kemudian ada iklan sepatu dengan merk ternama, iklan handphone hingga iklan obat sakit kepala.


Diharapkan, dengan dijadikannya pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 silam tersebut menjadi icon sejumlah produk dapat dengan serta merta menyedot perhatian para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.


3. Christian Gonzalez
Cristian Gonzales merupakan salah satu striker Indonesia yang ditakuti oleh lawannya. Pasalnya, pemain naturalisasi kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1978 ini handal dalam posisi penyerang tengah ataupun penyerang tunggal saat di lapangan hijau dan terkenal dengan sundulan mautnya yang dapat menjebol gawang lawan.


Prestasinya di lapangan hijau yang terbilang cemerlang membuat suami dari Eva Nurida Siregar ini dilirik beberapa produser iklan yang mempercayakan Cristian sebagai top brand produk mereka. Alhasil, Pria yang telah mencetak gol sebanyak 173 gol ini dikontrak sebuah produk sepatu olah raga.


Selain menjadi bintang iklan, pria yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak 1 November 2010 ini juga dipercayakan membintangi sebuah sinetron yang berjudul Islam KTP. Kendati tawaran dari dunia hiburan mengalir deras, pemain yang dijuluki El Locco tersebut tetap berkomitmen penuh dengan profesinya sebagai atlet Sepak Bola Indonesia. Menurutnya, selama jadwal syuting tidak mengganggu hingga membuat kinerjanya menurun saat merumput, maka hal tersebut akan tetap dilakoni.


4. Andik Firmansyah
Nama Andik Vermansyah kian menjadi tidak asing didengar di telinga saat dirinya ditekling keras oleh bintang David Beckham dalam laga Tim Nasional Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011silam.


Selain itu, gerak yang lincah saat merumput pun juga menjadikan pria kelahiran Jember, 23 November 1991 dijuluki Lionel Messi Indonesia. Seperti para pendahulunya, keunikan Andik juga dilirik sejumlah pelaku industri hiburan khususnya iklan.


Pemain asal klub Persebaya U-18 ini pun dipercayakan membintangi sebuah iklan produk kacang yang sudah tidak asing lagi.ins


Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/09/09/1252305/Panel.Konstitusi.Mesir.Beragam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Saturday, June 1, 2013

Perlu pemimpin berjiwa besar

BIARPUN Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU-13) telah berakhir hampir tiga minggu yang lalu, namun pakatan pembangkang masih tidak dapat menerima kenyataan. Malah lebih 10 perhimpunan haram diadakan bagi membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap kerajaan Barisan Nasional (BN).


Perhimpunan haram atau lebih dikenali dengan ‘Blackout 505′ itu nyata mencetuskan rasa gelisah kepada rakyat. Justeru, wartawan Mingguan Malaysia, AZRAN FITRI RAHIM dan ASMA HANIM MAHMOOD bersama jurugambar IRWAN MAJID, mendapatkan pandangan Mufti Kerajaan Kelantan, DATUK MOHAMAD SHUKRI MOHAMAD mengenai perkembangan tersebut.


Dalam pertemuan di pejabatnya di Balai Islam Lundang, Kota Bharu, Mohamad Shukri tanpa berselindung melahirkan rasa kebimbangannya terhadap siri perhimpunan atau cara pakatan pembangkang itu yang disifatkannya telah terkeluar daripada ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah dan mengikut kerangka Syiah serta Khawarij.


Turut disentuhnya ialah mengenai ‘dua pil’ yang paling mujarab yang diajar oleh Islam iaitu bersyukur apabila berjaya dan bersabar apabila gagal. Jika kedua-dua pil itu tidak digunakan, beliau bimbang nikmat yang dikurniakan Allah sebelum PRU-13 iaitu keamanan, akan hancur sekiranya siri perhimpunan tersebut diteruskan oleh pakatan pembangkang.


Sepanjang wawancara tersebut beliau amat menekankan tentang perpaduan umat Islam dan yakin ia akan dapat dicapai kerana masih ada banyak jalan menuju ke arah itu. Ikuti kupasan lanjut tokoh agama ini.


MINGGUAN: Pihak pembangkang mengatakan bahawa pilihan raya ini tidak adil dan zalim. Bagaimana Datuk melihat perkara ini, apakah benar wujud kezaliman di sini?


MOHAMAD SHUKRI: Sekarang ini negara kita, negara yang ada sistemnya, dengan pilihan raya itu sendiri ada peraturan dan undang-undangnya. Jadi kalau kita kata tidak adil, kita sebenarnya dalam kaedah Islam, sesiapa sahaja yang menjadi pendakwa, maka dialah bertanggungjawab untuk membuktikannya, beban bukti itu dipertanggungjawab yang mendakwa. Jadi kalau kita rasa pilihan raya ini berlaku ketidakadilan, maka kita perlu tampilkan bahan-bahan bukti. Kerana dalam kaedah Islam ‘Al-bayyinah alal mudda’ie’ sesiapa yang mendakwa, dialah dibebankan untuk menampilkan bahan bukti.


Setakat ini saya belum nampak tindakan dari segi undang-undang untuk mengatakan bahawa ini tidak adil, pilihan raya berjalan tidak adil. Ini hanya setakat ini dakwaan tidak adil. Jadi dakwaan sahaja tidak semestinya membuktikan ia tidak adil. Perlu dibuktikan dan dalam sistem yang ada kita boleh kemukakan untuk mendapatkan hak keadilan itu seperti petisyen pilihan raya dan lain-lain ruang yang dibuka yang patut dipakai.


Untuk memberi (menentukan) keadilan ini bukan orang ramai. Kalau berlaku kemalangan jalan raya antara A dan B, tentulah B akan kata A yang salah sebab berhenti mengejut, tetapi A pula mengatakan B yang salah kerana melanggar belakang kereta. Jadi bila hendak selesai? Sebab itu perlu dikemukakan kepada pihak pengadilan baru tahu siapa yang salah. Kita tidak dibenarkan menghakimi ketidakadilan itu bukan pada gelanggangnya. Katakanlah kita mengadakan perhimpunan, apakah perhimpunan ini boleh menjadi gelanggang mahkamah untuk menentukan adil atau tidak adil? Sebab itu kita raikanlah peraturan dan undang-undang yang ada kalau kita tidak berpuas hati. Sama ada kita menang atau kalah, kita masih dapat menikmati keamanan, walaupun kalah kita aman apatah lagi yang menang.


Maksudnya perhimpunan itu tidak perlu diadakan secara besar-besaran?


MOHAMAD SHUKRI: Perhimpunan itu kalau hendak diadakan juga, perlu mengikut peraturanlah, kerana undang-undang mengatakan boleh berhimpun secara aman. Nak berhimpun secara aman itu boleh, jadi pihak berkuasa boleh menentukan hendak berhimpun di mana tetapi ia bukan satu mahkamah untuk mengadili ketidakadilan yang didakwa itu.


Dari segi pandangan peribadi, adakah Datuk sendiri melihat ada penyelewengan dalam pilihan raya baru-baru ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pilihan raya ini Pilihan Raya ke-13 bagi negara, setiap kali menjelang pilihan raya akan wujudlah dakwaan-dakwaan sebegitu. Tentang ketidakadilan, kita sudah buka ruang untuk pemerhati-pemerhati yang setakat ini tidak mendengar laporan mereka mengatakan pilihan raya berjalan dengan tidak betul. Jadi saya sendiri tidak pernah buat kajian. Kita berbalik kepada yang saya sebut tadi, kalau kita kata pilihan raya ini tidak adil, tidak telus maka kita rujuklah kepada mahkamah. Mengapa kepada hal-hal lain kita boleh rujuk ke mahkamah tetapi dalam pilihan raya kita tidak boleh percaya kepada mahkamah?


Bagaimana pula Datuk melihat kesan PRU-13 kepada umat Islam?


MOHAMAD SHUKRI: Saya cukup terpanggil dengan PRU-13 ini. Kita cukup menaruh kebimbangan trend yang berlaku dalam negara kita, terutamanya apabila rasa tidak puas hati dicetuskan dan dimanifestasi dengan mengadakan perhimpunan-perhimpunan. Perhimpunan ini ada dua, perhimpunan aman dan perhimpunan yang boleh mencetuskan huru-hara. Dalam kaedah Islam, sesuatu yang tidak baik atau ‘mafsadah’ iaitu keburukan dan kerosakan tidak boleh diatasi dengan keburukan yang sama apatah lagi dengan keburukan yang lebih memudaratkan. Satu-satu keburukan tidak boleh diselesaikan dengan melakukan keburukan juga ataupun keburukan yang lebih parah.


Yang keduanya, amalan dalam Islam kita ada ‘al-amru bilmaruf wan nahyu anil munkar’ iaitu melakukan kebaikan mencegah kemungkaran, jadi bagaimanakah pendekatan untuk melaksanakannya? Sekarang ini saya nampak trend itu sudah terkeluar daripada aliran Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ), trend untuk melaksanakan amar maaruf nahi munkar itu semacam tidak mengikut kerangka ASWJ. Ada ternampak bibit-bibit untuk melakukan amar maaruf itu dalam kerangka Syiah, dalam kerangka Khawarij. Ini yang membimbangkan saya. Padahal amalan di negara ini adalah ASWJ. Kecenderungan untuk pergi kepada amalan Syiah dan Khawarij perlu dibendung.


Bagaimana Datuk melihat fitnah yang ditimbulkan pembangkang kerana ia menimbulkan kekacauan dan menanam sikap benci kepada kerajaan?


MOHAMAD SHUKRI: Kita sebagai orang yang beragama, apa juga yang kita putuskan, pendekatan yang kita ambil mesti sesuai dengan tuntutan agama. Kita tidak boleh buat sesuatu mengikut nafsu, sebagaimana maksud hadis Rasulullah SAW, Orang yang lemah itu adalah orang yang mengikut hawa nafsunya”. Jadi ini sebenarnya orang yang lemah, oleh kerana itu apabila kita hendak bertindak perlulah secara bijak, secara rasional dan tidak terkeluar daripada agama.


Jadi maksudnya, Arab Spring atau Malaysian Spring atau orang kata sekarang Anwar Spring tidak perlu berlaku di Malaysia?


MOHAMAD SHUKRI: Tidak perlu berlaku. Kita dalam pengajian agama ada kaedah dipanggil ‘qias’. Ia ada kaedahnya apabila kita hendak kaitkan hukum haram kepada dadah, kita ‘qias’ dengan arak, apa sebab? Di mana persamaan, kerana arak ada elemen memabukkan, Rasulullah kata setiap perkara memabukkan adalah haram, jadi arak dan dadah itu persamaannya kerana boleh menghilangkan kewarasan, jadi kalau kita nak kata Arab Spring , di mana persamaan?


Berlakunya Arab Spring di Mesir, bagaimana suasana rakyat duduk di bawah pemerintahan kerajaan mereka sehingga tercetusnya kebangkitan atau Arab Spring. Tetapi di Malaysia mengapa perlu cetus seperti Arab Spring? Hanya kerana ketidakadilan yang kita katakan sebagai persepsi bukan realiti. Padahal realitinya kita boleh bebas, kalau memang tertekan, pembangkang tidak ada yang menang, kalau pilihan raya berjalan secara tipu, patutnya pembangkang tidak akan menang satu kerusi pun.


Ini pembangkang boleh menang, hampir-hampir menubuhkan kerajaan, diakui masa berkempen ada dirasakan tidak puas hati, tidak diberi ruang dalam akhbar, media elektronik pun terhad, ini ketidakpuasan kitalah, tetapi adakah kita boleh cetuskan seperti Arab Spring itu? Saya fikir banyak lagi ruang-ruang yang boleh. Apakah dengan perhimpunan sahaja untuk menegur ketidaktelusan ini? Mengapa kita tidak boleh gunakan pendekatan sabar? Maknanya masuklah lagi dalam pilihan raya pada masa akan datang dengan mula berkempen hari ini. Barangkali berhimpun itu sudah menjadi cara kempen mereka. Tapi dalam kaedah Islam, apa yang dijangka boleh menimbulkan keresahan, kita tidak boleh mengatakan kita sahaja tidak resah, saya sendiri resah apa kalau hadir perhimpunan, tetapi peniaga-peniaga resah, pemandu-pemandu teksi resah, jalan raya tersekat sana sini, ini menyusahkan, sedangkan dalam Islam, adab-adab jalan raya mesti dipatuhi, halangan tidak boleh.


Datuk melihat bagaimana cara terbaik untuk menyatupadukan umat Islam sebab selepas PRU-13 nampak semakin ada jurang?


MOHAMAD SHUKRI: Saya melihat begini, dari segi Islam ada dua istilah, satu ‘ikhtilaf’ dan satu lagi tafarruq. Al-Quran larang tafarruq, berpecah belah, tapi ikhtilaf berbeza dengan tafarruq. Ikhtilaf bermaksud perbezaan jalan untuk mencapai kepada kebenaran, maknanya berselisih dari segi metodologi atau jalan untuk sampai kepada kebenaran dan mencapai maqasid syariah, objektif daripada syariah.


Itu yang tidak salah dari segi Islam, ikhtilaf tidak dilarang, sebab ulama besar kita, Imam Syafie, Maliki, Hambali dan Hanafi, mereka tidak pernah menidakkan orang lain atau mengatakan si A ini adalah salah. Ulama-ulama kita dalam mazhab-mazhab ini hanya berselisih dalam hal cara atau metodologi sahaja untuk mencapai kebenaran, sebab itu imam Abu Hanafi, Maliki, Hanafi dan Syafie tidak pernah menidakkan satu sama lain. Itu dipanggil ikhtilaf. Metodologi boleh kita berbeza dan memang berbeza pandangan dan pendapat adalah tabiat asal manusia. Jadi kalau kita bagaimana untuk penyatuan umat, kita berbeza pendapat dari segi metodologi tetapi bukan iktirab perbalahan sehingga kita berkerat rotan dan berpatah arang.


Kedua, kaedah yang diterima pakai oleh ulama ialah mana-mana yang kita setuju, kita sepakati, tetapi mana-mana yang selisih, kita toleransi. Jadi bersepakatlah dalam hal yang kita persetujui. Sebenarnya banyak perkara yang lebih banyak kita bersetuju, bersepakatlah dalam hal yang dipersetujui dan bertolak ansur dalam hal yang berselisih. Ketiga, kita sebenarnya sangat memerlukan kepimpinan yang berjiwa besar, fikir bagaimana nak menyatupadukan umat Islam perlu kepada kepimpinan yang berjiwa besar contoh Nabi Muhammad SAW seorang yang berjiwa besar apabila timbul perbalahan di kalangan kafir Quraisy untuk meletakkan Hajar Aswad ke dinding Kaabah mereka hampir mencetuskan peperangan tetapi bila Nabi masuk, Nabi dapat damaikan kabilah Arab yang mahu berperang ini. Apabila Nabi meletakkan hamparan dan letak Hajar Aswad dan semua ketua kabilah pegang dan usung beramai letak di dinding kaabah perbalahan tidak berlaku, sebab Nabi berjiwa besar.


Kita selagi belum ada pemimpin berjiwa besar, payah untuk kita berdamai. Kita sedang mencari pemimpin yang berjiwa besar, kalau ada pemimpin berjiwa besar, pemimpin ini akan menghargai kebenaran, pemimpin ini bukan hanya pintar, cerdik tetapi pintar dan cerdik kalau tidak sampai kepada kebenaran ia sia-sia jadi kita hendak pemimpin yang berjiwa besar yang boleh akalnya mengawal nafsu. Sekarang ini akal dikuasai, yang dominannya nafsu, inilah terjadi perpecahan dan perbalahan. Kalau akal mendominasi nafsu tak apa, lebih-lebih lagi nafsu dan akal didominasi oleh wahyu amat bagus tetapi sekarang tidak berlaku begitu, nafsu duduk di atas, nafsu mahukan kekuasaan dan kepentingan diri dan puak, maka kalau selagi ini tidak boleh diketepikan, kepentingan puak dan diri tidak diketepikan ia tidak boleh wujud perpaduan.


Kalau kita nak kata macam mana perpaduan hendak dicapai, pemimpin itu yang mustahak. Kita lihat pada tahun 70-an ada pemimpin bernama Tun Abdul Razak, ada pemimpin bernama Datuk Asri Muda yang melihat kepentingan masyarakat Melayu Islam di Malaysia, lalu pergi berunding di Geneva, empat mata lalu balik maka berlakulah kerajaan campuran Kelantan, penyertaan Pas dalam BN kerana mereka berjiwa besar melihat ke depan tetapi tidak lama berpecah balik, ini sejarah. Saya merasakan bahawa kalau kita hendak betul-betul secara sedar keperluan kepada penyatuan umat jangan jadikan gelanggang media tempat untuk mencari perpaduan, kena secara kerahsiaan. Usaha untuk menyatu padukan ini mesti digerakkan secara low profile’ tidak dihebahkan. Biasa dihebahkan, bila masuk surat khabar, orang yang ada kepentingan akan menentang. Sebenarnya usaha ke arah penyatuan umat ini lama diusahakan selepas berjaya dahulu tahun 70-an, tetapi selepas itu bergolak balik sampai hari ini, tetapi kalau ada usaha secara low profile ini saya yakin ia boleh menjadi kenyataan.


Maksudnya Pas dan UMNO mesti bersatu?


MOHAMAD SHUKRI: Siapa sahaja yang merasakan dan bertanggungjawab terhadap agama perlu bersatu, mungkin Pas dan UMNO dan mungkin lain-lain.



Di antara alasan yang sering diberikan oleh pemimpin Pas yang menolak perpaduan ialah UMNO hanya inginkan perpaduan kerana pada ketika ini mereka lemah dan ketika UMNO kuat, mereka tidak pernah memandang Pas. Bagaimana Datuk melihat alasan seperti ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pandangan ini masih didominasi oleh perasaan tidak di dominasikan oleh akal yang rasional. Setiap yang rasional akalnya kepada perpaduan cuma perasaan. Sekarang, kalau nak bersatu, A kena masuk B, B kena masuk A. Sekarang kena merasai kepentingan umat Islam itu. Dalam kaedah syarak sendiri disebut, ‘Semoga Allah memberi kemaafan kepada yang telah berlalu’. Orang Melayu selalu kata bila biduk berlalu kiambang bertaut, air yang ditetak tidak akan putus, itu harus ada dalam pemikiran pemimpin kita. Bukan (alasan) kata dia hendak lemas baru dia hendak pada kita, kalau tidak lemas tidak datang kepada kita, itu barang kali cakap-cakap bahasa politik, bila lemah mahu datang minta tolong tetapi benarkah ada pihak yang lemah. Adakah betul-betul UMNO sudah lemah? Apakah Pas lebih kuat daripada UMNO? Saya tidak nampak juga, yang saya nampak, Pas di nombor tiga, DAP nombor satu, PKR nombor dua, DAP yang paling kuat.


Dalam hal politik ini tawar menawar siapa lebih kuat perlu diketepikan, kalau kita berbeza dari segi metodologi tetapi matlamat adalah kebenaran untuk menyelamatkan bangsa, tanah air dan kepimpinan. Kalau kepimpinan terlucut kepada yang lain, masa itu kita hanya menangis tidak berair mata. Mungkin di peringkat saya tidak ada apa sekarang, anak saya tidak ada apa, tetapi mungkin berlaku pada cucu saya. Kita boleh lihat masyarakat kita di negara jiran, apa yang berlaku? Banyak pelajaran di sekeliling kita yang boleh dipelajari terutama di Timur Tengah, Palestin, Iraq, Syria, dan Mesir sendiri mengambil masa yang lama untuk kembali pulih, silap-silap nanti berlaku lagi apabila kita lemah.


Dalam soal ini, kita bukan lihat kepada UMNO dan Pas, kita lihat kepada umat Islam kerana dari segi logik kita tidak kuat kalau kita berpecah, kita akan kuat kalau kita bersatu, kalau kita berpecah dua, dua-dua, kalau ada tiga, tiga-tiga lemah, kita tidak boleh A lemah, B kuat kerana berpecah, kalau berpecah A,B,C tetap lemah sebab al-Quran sebut begitu kalau berpecah hilang kekuatan. Sebab itu isu siapa lemas, lemah dan kuat, kita tidak boleh timbul dalam perpaduan.


Apakah Datuk yakin akan wujud perpaduan UMNO dan Pas yang menjadi impian seluruh umat Islam di negara ini?


MOHAMAD SHUKRI: Memang ajaran agama tidak membenarkan kita pesimis, kita diajar supaya positif dan optimis. Kita masih merasakan jalan untuk penyatuan itu masih ada dan banyak.




Perlu pemimpin berjiwa besar