Showing posts sorted by relevance for query melewati. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query melewati. Sort by date Show all posts

Saturday, December 10, 2016

Kisah Gadis yang Hidup Sebagai Pria dan Jadi Mualaf di Aljazair

Di Aljazair, Isabelle hidup sebagai pria bernama Si Mahmoud Essaadi. Ia mengaku sebagai seorang mahasiswa.

Perempuan berpikiran bebas dan mandiri itu kemudian bergabung dengan sekte sufi rahasia, Qadiriyyah -- yang didedikasikan untuk membantu orang miskin dan menentang kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair.

Perempuan itu merasa paling bahagia ketika hidup "seperti anjing liar," menunggang kuda melewati gundukan pasir Sahara dan tidur sendirian di bawah bintang-bintang. Kehidupannya kala itu konon liar.

Saat kehabisan uang, ia menuju Paris untuk mencari uang sebagai penulis. Di sana ia bertemu Marquis de Mores -- yang suaminya tewas terbunuh di Sahara.

Perempuan yang menjanda itu menawarkan diri untuk membiayai Isabelle ke Aljazair, untuk menyelidiki pembunuhan suaminya. Pada tahun 1900, perempuan pemberani itu kembali dan tinggal ke El Oued.

Isabelle menulis puluhan cerita dan artikel. Ia juga kerap ikut serta dalam protes anti-kolonialisme.

Sikapnya itu yang mungkin membuatnya kemudian jadi target pembunuhan pada 1901. Kala itu di kota gurun Behima, Isabell diserang oleh seorang pria lokal dengan pedang. Lengan kirinya hampir putus.

Meskipun penyerangnya mungkin disewa pihak Prancis, dalam sidang Isabell memohon agar pelaku tak dihukum mati. Permohonannya tak dipenuhi.

Ia kemudian bertemu dengan seorang anggota militer Slimane Ehnni, jatuh cinta, keduanya lalu menikah. Isabell kemudian bekerja sebagai wartawan perang di barat daya Aljazair dan terus menulis jurnalnya.

Isabelle Eberhardt meninggal dunia pada usia 27 tahun saat berusaha menyelamatkan sang suami (Wikipedia)

Kehidupan keras berpengaruh pada fisiknya. Pada usia 27 Isabelle nyaris tak memiliki gigi, kehilangan hampir semua rambutnya, dan harus bolak balik ke rumah sakit.

Pada tahun 1904, Isabell Eberhardt meninggal dunia saat menyelamatkan nyawa suaminya ketika banjir bandang menerjang rumah mereka yang sederhana di Ain Sefra.

Kisah hidupnya mungkin tak akan pernah diketahui jika editornya tak menerbitkan tulisan-tulisannya secara anumerta -- meski dengan banyak sensor dan pelintiran.

Pada awal 1920-an, sekarung penuh naskah yang belum selesai, catatan, dan buku harian ditemukan di bawah reruntuhan rumah Isabelle Eberhardt meninggal.

Karya-karya Isabell kemudian diterbitkan dalam tiga buku: The Wilder Shores of Love, Writings From the Sand, dan The Oblivion Seekers -- yang memberi wawasan sejarah tentang kehidupan warga Eropa di tengah warga lokal Aljazair. Yang menarik, penulisnya adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria. 

Buku-buku itu juga mengisahkan tentang kehidupan singkat, mistis, romantis seorang Isabell Eberhardt -- wanita muda yang gelisah, berpikiran bebas, dan nekat. 

"

| Kisah | Gadis | yang | Hidup | Sebagai | Pria | Jadi | Mualaf | Aljazair | Isabelle | hidup | sebagai | pria | bernama | Mahmoud | Essaadi | mengaku | seorang | mahasiswa | p> Perempuan | berpikiran | bebas | mandiri | kemudian | bergabung | dengan | sekte | sufi | rahasia | Qadiriyyah | didedikasikan | untuk | membantu | orang | miskin | menentang | kekuasaan | kolonial | Prancis | merasa | paling | bahagia | ketika | seperti | anjing | liar | menunggang | kuda | melewati | gundukan | pasir | Sahara | tidur | sendirian | bawah | bintang | Kehidupannya | kala | konon | p> Saat | kehan | uang | menuju | Paris | mencari | penulis | sana | bertemu | Marquis | Mores | suaminya | tewas | terbunuh | menjanda | menawarkan | diri | membiayai | menyelidiki | pembunuhan | Pada | tahun | 1900 | perempuan | pemberani | kembali | tinggal | Oued | p> Isabelle | menulis | puluhan | cerita | artikel | juga | kerap | ikut | serta | dalam | protes | anti | kolonialisme | p> Sikapnya | mungkin | membuatnya | jadi | target | pada | 1901 | Kala | kota | gurun | Behima | Isabell | diserang | oleh | lokal | pedang | Lengan | kirinya | hampir | putus | p> Meskipun | penyerangnya | disewa | pihak | sidang | memohon | agar | pelaku | dihukum | mati | Permohonannya tak | dipenuhi | p> Ia | anggota | militer | Slimane | Ehnni | jatuh | cinta | keduanya | menikah | bekerja | wartawan | perang | barat | daya | terus | jurnalnya | p> < | p> Kehidupan | keras | berpengaruh | fisiknya | usia | nyaris | memiliki | gigi | kehilangan | semua | rambutnya | harus | bolak | balik | rumah | sakit | p> Pada | 1904 | Eberhardt | meninggal | dunia | saat | menyelamatkan | nyawa | banjir | bandang | menerjang | sederhana | Sefra | p> Kisah | hidupnya | pernah | diketahui | jika | editornya | menerbitkan | tulisan | tulisannya | secara | anumerta | meski | banyak | sensor | pelintiran | awal | 1920 | sekarung | penuh | naskah | selesai | catatan | buku | harian | ditemukan | reruntuhan | p> Karya | karya | diterbitkan | tiga | buku: The | Wilder | Shores | Love |  Writings | From | Sand | Oblivion | Seekers< | memberi | wawasan | sejarah | tentang | kehidupan | warga | Eropa | tengah | Yang | menarik | penulisnya | adalah | menyamar | p> Buku | mengisahkan | singkat |  mistis | romantis | wanita | muda | gelisah | nekat | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this Blog

Wednesday, June 26, 2013

Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Home Gazw Al-Fikr



Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi





 

Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?”



 




Rabu, 26 Juni 2013


Oleh: Kholili Hasib


PROGAM Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?” meninggalkan banyak catatan. Pertama, tema “Syiah Diusir, Negara Kemana”  telah menunjukkan TV One berada dalam posisi kelompok Syiah. Kedua, tak adanya banyak perwakillan Sunni yang sejak lama keberatan ulah Syiah yang dinilai menyakiti perasaannya (baca; mayoritas NU). Karenanya, agak aneh saja jika acara ini justru dirasakan menjadi ajang pembelaan tokoh-tokoh Syiah. Sementara perasaan dan hak kaum mayoritas (Sunni-NU) justru diabaikan.


Fokus Persoalan


Sudut pandang menilai kasus Syiah di Sampang harus terfokus pada akar persoalan. Bahwa kasus ini murni karena dipicu dakwah pelecehan Shahabat Nabi. M. Nur, mantan pengikut Tajul Muluk –pemimpin Syiah Sampang– memberi kesaksian, “Sejak 2008 Tajul mulai menyampaikan khutbah Jumat bahwa rukun Islam ada 8, rukun iman ada 5, khalifah Nabi Muhammad bukan Abu Bakar, Abu Bakar dikatakan merampok dari Ali”. Demikian seperti dalam release laporan tim BASRA (Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura) yang pernah berdialog dengan Tajul Muluk.


Berkaitan dengan itu, PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur pada Oktober 2012 mengirim peneliti yaitu HM. Shiddiq Abdurrahman untuk investigasi lapangan. Hasil investigasi PWNU di antaranya menyimpulkan bahwa ada indikasi kuat kejadian bentrokan telah disekenario sejak awal oleh Syiah. Menurut laporan PWNU yang dimuat majalah AULA edisi Oktober 2012, bahwa sekenario bentrok telah dipersiapkan di kota Malang. Mereka melanggar kesepakatan bahwa anak-anak Syiah mau dibina di pesantren Ahlus Sunnah, agar mereka tidak terjerak ajaran sesat. Berikut sebagian hasil investigasi PWNU Jawa Timur:
“Kala itu terjadi perdebatan sengit ketika ada rombongan anak-anak Syiah yang mau balik pondok. Para santri mempertanyakan keseriusan Pemkab Sampang untuk memondokkan mereka. Demikian juga mereka menolak tidak berangkat ke Bangil lantaran terikat aturan pesantren yang mengharuskan para santri untuk segera ke pondok. Pada saat bersamaan, penduduk bersikukuh untuk melarang rombongan meneruskan perjalanan lantaran sudah terikat kesepakatan bahwa anak-anak tersebut akan modok di pesantren Ahlus Sunnah bukan Syiah dengan biaya Pemkab.


Para penduduk yang awalnya mencegat, ikut mengawal minibus yang membawa anak-anak Syiah tersebut karena khawatir rombongan hanya pura-pura pulang, namun tetap berusaha berangkat dengan cara diam-diam. Saat akan memasuki kediaman Tajul inilah, ada seseorang Syiah yang membuat garis di jalan sambil mengingatkan dengan suara keras: “Polisi dan para penguntit dilarang masuk. Kalau sampai melewati garis, akan mati”.


Dari arah pesantren Tajul Muluk, ternyata ada sekelompok orang berseragam serba hitam dengan senjata tajam terhunus di tangan. Dan benar adanya, begitu ada penduduk yang melewati garis, ternyata terjadi ledakan dan beberapa benda keras beterbangan. Sebagian penduduk terluka, termasuk dalam hal ini Kapolsek Omben. Suasana pun berubah liar, kedua belah pihak saling lempar batu.


Dengan siap siaganya beberapa orang yang bereseragam hitam dan menghunus senjata tajam, serta adanya bahan peledak di area kediaman Tajul Muluk, kuat indikasi bahwa kejadian tersebut sudah disekenariokan sejak awal. Bahkan ada kabar bahwa kondisi ini sudah dimusyawarahkan di Malang, meskipun kebenarannya perlu diungkap.


Para penduduk yang sejak awal memang tidak mempersiapkan diri untuk bertarung akhirnya terdesak. Terpaksa mereka mundur ke perkampungan, menghindar serangan warga Syiah. Dalam situasi terdesak, ada sebagian penduduk menggunakan pengeras suara milik Masjid.


Dari speaker disampaikan kesediaan masyarakat sekitar untuk membantuk menghadapi serangan pengikut Tajul Muluk. Gayung pun bersambut. Terjadilah saling serang antar dua kubu”.


Dari laporan tersebut, sesungguhnya ada pelanggaran kesepakatan dari pihak Syiah. Jika saja, pengikut Tajul Muluk memenuhi kesepakatan dan menerima persyaratan damai dengan cara tidak akan menyebarkan ajaran pelecehan, pasti tidak akan terjadi bentrok.


Dari hasil kajian, beberapa pihak terkait melakukan upaya-upaya penyelesaian. MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim mencegah aliran Syiah dengan upaya edukatif, menerbitkan fatwa tentang Syiah. Surat fatwa bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 berisi kesesatan ajaran Syiah. Sementara Gubernur Jatim menerbitkan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.


Baik fatwa maupun Pergub Jatim diterbitkan untuk mencegah umat Islam Jatim melakukan tindakan tercela yang bisa memicu chaos. Upaya edukatif ini berusaha mewujudkan umat yang beradab, memahami etika beragama dan bermu’amalah antar sesama. Bahwa tindakan menghina ajaran lain bisa memantik konflik sosial. Dengan diterbitkannya dua surat keputusan tersebut, diharapkan di Sampang maupun di daerah-daerah lain tidak adalagi umat yang terinfiltrasi ajaran-ajaran ‘aneh’ dengan menghina Sahabat Nabi, istri Nabi dan lain-lain.


Pembinaan Penganut Agama


Berdasarkan hal itu, Pemkot Sampang pun berjanji membiayai anak-anak Syiah untuk mengirim ke pondok pesantren Ahlus Sunnah. Pencegahan dini harus dilakukan. Sebab, jika anak-anak tersebut dibiarkan jadi menganut ajaran penistaan terhadap Sahabat, maka Sampang akan terus membara lagi kelak.


Upaya-upaya aparatur pemerintah, ulama dan pihak keamanan harus didukung. Solusi mereka menyentuh akar utama penyebab konflik. Bahwa, penistaan terhadap Sahabat dan Istri Nabi yang dilakukan secara publik yang menjadi sebab bentrok. Menutupi akar utama, apalagi memotongnya justru akan memelihara konflik menjadi lebih besar lagi.


Yang harus kita cerna baik-baik, bahwa kekerasan membabi buta adalah kriminil tapi bukan berarti Islam tidak memiliki sikap tegas terhadap  penistaan agama. Terhadap aliran sesat, Islam memiliki aturan yang adil. Memang ada perintah bersikap ramah namun diperintah pula bersikap tegas. Dalam catatan sejarah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah merobohkan masjid Dhirar yang dibangun oleh Abu ‘Amir Ar-Rahib.


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus bertindak tegas, sebab masjid Dhirar dibangun dengan tujuan untuk menghasut umat Islam, membela kaum kafir dan berefek memecah belah para sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengirim beberapa orang untuk meruntuhkan masjid itu menjelang kedatangan beliau di Madinah.


Peristiwa itu direkam dalam al-Qur’an: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (QS. al-Taubah: 107-108).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin membiarkan penyimpangan itu yang bisa mamantik perpecahan umat Islam. Pertimbangannya dua hal penting; Abu ‘Amir Ar-Rahib berpotensi melakukan penyesatan massal dan memancing permusuhan.


Yahudi bani Quinuqa’ dan bani Nadzir pernah diusir oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah. Gara-garanya, mereka mengkhianati perjanjian. Bahkan, beberapa orang Yahudi dari bani Quraidzah dieksekusi karena ganasnya mereka memusuhi dan mengancam fisik para sahabat. Kecuali wanita dan anak-anak, mereka dilindungi dan diperlakukan dengan lembut (Sirah Ibn Hisyam jilid 3).


Berbuat baik dan bersikap bijak terhadap non-muslim atau  penganut kepercayaan yang berbeda, tidak menghalangi Islam untuk berdakwah. Mereka tetap disebut dakwah Islam, tapi bukan bersifat memaksa. Namun tidak ada kompromi terhadap penyimpangan agama, penistaan atau pencampur adukkan agama atas nama toleransi. Jika ada penyimpangan dan penistaan – yang bisa memancing konflik sosial – Islam segera mencegahnya, tidak boleh dibiarkan.


Dalam konteks Negara Indonesia, ajaran-ajaran ekstrim Syiah yang melecehkan Shahabat serta gerak dakwah politik Syiah harus jadi catatan pemerintah. Perlu ada penelusuruan lebih dalam lagi. Apalagi terdapat laporan tentang sayap militant Syiah. H. As’ad Said Ali, Wakil Ketua PBNU, pernah mengatakan bahwa terdapat jaringan militansi Syiah. Dalam tulisannya berjudul “Gerakan Syiah di Indonesia”, di www.nuonline.com pada 30/5/2011, As’ad berpendapat bahwa terdapat jaringan yang berupaya membuat lembaga bernama Marja’iyyat al-Taqlidi seperti di Iran. Pemicunya adalah, doktrin kemutlakan imamah berdasarkan politik.


Maka dapat disimpulkan bahwa ajaran pelecehan terhadap kesucian agama-lah yang sesungguhnya memicu konflik sosial. Ajaran seperti ini jika dibiarkan memperkeruh keamanan masyarakat, karena penodaan agama hakikatnya melanggar Hak Asasi Manusia. Pelecehan terhadap agama hakikatnya pelecehan terhadap hak manusia. Sebab, hak manusia yang paling asasi adalah hak untuk menjaga agamanya. Jika kesucian agama dihujat, maka telah terjadi pelanggaran hak asasi yang berat. Pelecehan agama bukan domain toleransi lagi, sebab toleransi adalah menghormati tanpa mencaci-maki. Jika konsep toleransi ‘dibumbui’ caci maki Shahabat, maka ini toleransi yang ilusi alias rancu.*


Penulis adalah peneliti InPAS Surabaya


Red: Cholis Akbar


Article source: http://news.liputan6.com/read/622779/komnas-ham-cuek-soal-tebus-ijazah-anak-bapak-mantap-jual-ginjal


Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Tuesday, July 16, 2013

Pornografi di Buku Anak, Tragedi!

Ujian Nasional tidak serentak atau gedung sekolah rusak hanyalah sekelumit kisah sedih wajah pendidikan negeri ini. Yang lebih bobrok lagi, buku pelajaran sekolah memuat cerita-cerita pornografi. Mau jadi apa generasi muda Indonesia?


Dalam pepatah Jawa mengatakan guru itu akronim kata dari ‘digugu lan ditiru’ (diikuti perintahnya, dicontoh setiap tindakannya). Di peribahasa Indonesia, ada juga ungkapan ‘guru kencing berdiri, murid kencing berlari’. Artinya kurang lebihnya berkaitan dengan pemimpin–di sini digambarkan seorang guru– harus bisa memberi teladan kepada bawahan–seorang murid.


Ironisnya, beberpa waktu terakhir pendidik di Indonesia menunjukkan kelalaian fatal. Ini terbukti dengan beredarnya buku-buku pelajaran sekolah yang berbau pronografi.


Buku penunjang siswa kelas VI SD Negeri Polisi 4 di Bogor mislanya, jelas bermuatan pornografi. Buku terbitan CV Graphia Buana itu memuat kisah Anak Gembala dan Induk Serigala yang bertutur tentang perempuan hamil korban pemerkosaan dan kemudian berjuang di warung remang-remang demi menghidupi anaknya. Pertanyaannya: moralitas apa yang hendak diajarkan dari cerita ini?


Kisah itu, apalagi dibumbui adegan seks dengan menggunakan bahasa orang dewasa, tidaklah pantas sekaligus berbahaya jika disuguhkan untuk siswa. Ahli bedah otak asal Amerika Serikat, Dr Donald Hilton Jr., bahkan meyakini pornografi dapat merusak prefrontal cortex di otak anak. Kerusakan ini membuat anak tak mampu mengendalikan nafsu dan emosi serta mengambil keputusan.


Fakta bahwa cerita Anak Gembala diunggah begitu saja dari blog seorang penulis cerpen juga menggambarkan betapa buku itu dibikin secara asal-asalan. Penerbit yang telah mencetak buku tersebut sebanyak 10 ribu eksemplar terkesan memburu keuntungan bisnis semata.


Munculnya kisah tak mendidik dalam buku siswa bukanlah yang pertama. Di banyak daerah, cerita atau gambar porno dan kisah tak pantas juga kerap terselip dalam buku siswa. Setahun lalu, misalnya, kisah Bang Maman dari Kali Pasir membikin geger publik Jakarta. Cerita tentang tokoh lokal yang memiliki istri simpanan itu masuk buku penunjang siswa kelas II SD 9 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


Adalah Hana (8), siswa SD Angkasa IX, Halim, bertanya pada ibunya, Intan. “Bu, istri simpanan itu apa?” Hal itu membuat Intan terperanjat. Dia terpaksa harus sedikit berbohong untuk menjawab pertanyaan itu. Intan lantas mengalihkan perhatian anaknya.


Ternyata, pertanyaan Hana berasal dari buku LKS yang dia baca. Kisah tersebut ada di dalam lembar kerja siswa (LKS) tentang Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta. Meski dalam teks kisah ada istilah istri simpanan, namun istilah itu tak muncul dalam soal-soal yang ada.


Buku ini diterbitkan oleh CV Media Kreasi dan terletak pada bab 11. Sebagian artikelnya berisi: “… Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim …”


Setelah ramai jadi perbincangan, buku tersebut langsung ditarik. Sekolah yang sudah memberikan buku ke siswa pun langsung bereaksi dengan mengambil buku.


Buku pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SD di Pekanbaru juga  diprotes orangtua siswa. Buku tersebut dinilai terlalu vulgar dalam membahas alat kelamin.


Buku setebal 142 halaman tersebut Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Bagian sampul bergambar dua bocah tengah bermain bola.


Para ortu siswa menilai buku itu tak layak dibaca anak-anak. Dalam bagian bertopik “Menjaga Alat Kebersihan Reproduksi” muncul pertanyaan-pertanyaan di antaranya “Apa nama alat kelamin pria?”, “Apa nama alat kelamin wanita?” “Sperma dikeluarkan alat kelamin apa?” “Jika pria dan wanita berhubungan, reaksi apa yang terjadi pada wanita?”


Informasi yang dihimpun, buku yang ditulis oleh Dadan Heriana dan Giru Ferianti ini diedarkan Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru.


Ada juga buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris kelas 3 SMP diselip foto Miyabi alias Maria Ozawa. Meski kondisi fotonya tak bugil, namun foto bintang porno asal Jepang ini ramai dibicarakan.


Foto Miyabi muncul di halaman 36 di antara beberapa foto artis Indonesia dan foto fauna. Pada sampul LKS, tim penyusun bernama Giyono, Sumantri dan Jalil. Sementara penerbitnya adalah CV Sinar Mulia Mojosari, Mojokerto.


Beberapa orangtua siswa kelas 3 SMP Islam Brawijaya yang menyayangkan buku LKS Bahasa Inggris terdapat foto bintang porno Maria Ozawa atau Miyabi. Mereka meminta Dinas Pendidikan untuk menarik peredaran buku tersebut. Benar saja, buku itu langsung ditarik dan sebagian di antaranya dibakar.


Penistaan Agama


Ada juga buku pelajaran yang mengarah ke penistaan agama. Ditemukan buku yang memuat gambar Nabi Muhammad ini ditemukan salah satu siswa SD di Solo. Setelah melihat ada ilustrasi gambar Nabi Muhammad dalam buku yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolahan, siswa tersebut lalu melaporkan kepada orangtuanya.


Buku kontroversial itu diterbitkan Nobel Edumedia dan berisi kehidupan masa kecil 11 nabi. Di bagian akhir yaitu halaman 43 hingga 48 mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Pada bagian ini terdapat lima ilustrasi gambar yang menggambarkan kehidupan masa kecil hingga masa remaja Nabi Muhammad.


Dari lima gambar itu, terdapat empat gambar yang menunjukkan sosok Nabi Muhammad. Gambar di halaman 43 terdapat gambar bayi sedang digendong seorang perempuan, yang mengilustrasikan masa bayi Nabi Muhammad di gendongan ibunya. Di depan gambar bayi diberi tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab.


Di halaman 44 nampak gambar anak lelaki kecil menggembala kambing, yang menunjukkan masa kecil Nabi Muhammad ketika dalam asuhan Halimah Tusa’diyah. Gambar utuh itu lalu ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab, namun masih kelihatan jelas bagian dari seluruh rambut, jidat, mata, hingga bagian hidung. Sedangkan di bagian bawah terlihat jelas jubahnya.


Gambar halaman 46, menunjukkan seorang lelaki kecil di antara dua lelaki dewasa yang merupakan ilustrasi peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad oleh dua malaikat di perkampungan Bani Sa’d. Dalam gambar itu gambar lelaki kecil ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab ukuran besar di bagian atas namun masih terlihat jelas bagian kedua kakinya.


Gambar yang terdapat di halaman 48 adalah ilustrasi ketika Nabi Muhammad bertemu Buhairah, seorang pendeta ahli kitab yang sedang membuktikan tanda-tanda kenabian dalam diri Nabi Muhammad. Pada gambar itu di bagian kepala ditimpa tulisan ‘Muhammad’ dalam huruf Arab, sedangkan di bagian badan tetap terlihat utuh.


Kementerian Agama langsung bereaksi keras dan menarik buku dari peredaran. Menurut Menag Suryadharma Ali, Nabi Muhammad SAW tak bisa diilustrasikan dengan gambar apapun. Itu adalah materi sensitif yang bisa menimbulkan keresahan umat Islam.


Sementara, Lembar kerja siswa (LKS) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan. Belum lama beredar LKS bergambar Miyabi, kali ini LKS Agama Islam tingkat SMP terdapat materi keagamaan yang dianggap tidak sesuai dengan fiqih.


Kesalahan buku itu terdapat pada pendefinisian salat jumat dan salat jenazah. Pada LKS ini, kedua salat itu hukumnya sunah, bukan fardu ain dan fardu kifayah atau salat wajib. Beberapa kesalahan konten tersebut dianggap tidak sesuai dengan kaidah fiqih.


“Beberapa konten yang diajarkan kami anggap itu menyesatkan,” ungkap Riha Mustofa, guru agama SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto. Pihak MUI pun sepakat buku itu harus segera diluruskan dan ditarik dari peredaran.


Kepala Sekolah SDN 155 Syafri Effendi membenarkan adanya buku tersebut. Informasi itu diterima setelah seorang orangtua siswa protes dan menganggap bahasanya tidak layak dibaca siswa SD. “Namun sekarang kami menarik buku tersebut. Kami menilai secara psikologi memang belum layak materi dan bahasanya untuk anak SD,” kata Effendi.ins


Sanksi ke Penerbit Lemah


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui jika pemerintah belum mampu memberikan sanksi tegas kepada penerbit buku pelajaran yang nakal. Menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Ramon Mohandas inilah yang menyebabkan penerbit nakal tak jera memasukan materi yang tak sesuai dengan pelajaran.


“Kami akui, hukuman buat penerbit nakal masih lemah,” kata Ramon. Pernyataan Ramon ini menanggapi keluhan beradarnya buku pelajaran bermuatan materi porno di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VI yang digunakan oleh sejumlah SDN di Kota Bogor.


Ramon menuturkan sudah melihat cerita yang dimaksud. Dia mengatakan buku tersebut bukan buku resmi yang diwajibkan melainkan buku pengayaan. Buku itu melewati proses penilaian layak atau tidak.


 “Jadi penerbit langsung ke sekolah-sekolah terus mengiming-imingi sejumlah kompensasi,” ucap Ramon. Mestinya, ucap dia, para guru memperhatikan konten isi dulu sebelum sepakat untuk menggunakan.


Ramon mengatakan, ke depan perlu ada sanksi yang tegas untuk penerbit nakal agar menimbulkan efek jera. Menurut dia, DPR RI saat ini sedang menggodok Rancangan Undang Undang Perbukuan yang salah satu isinya tentang sanksi terhadap penerbit nakal.


Untuk Kurikulum Pendidikan 2013, Ramon menuturkan semua buku berasal dari pusat. Sekolah boleh menyediakan buku pengaya asal isinya lebih baik dibanding buku induk. “Buku induk itu hanya standar minimum,” ucap Ramon. Buku pengayaan itu harus melewati penilaian di dinas pendidikan setempat.ins




Pornografi di Buku Anak, Tragedi!

Monday, November 11, 2013

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia




Liputan6.com, Jakarta : Setelah resmi mendarat di perangkat Android dan iPhone, euforia aplikasi BlackBerry Messenger lintas platform cenderung menurun. Namun bukan berarti informasi seputar dunia teknologi tidak lagi diminati oleh pengguna internet di Tanah Air.


Berita Terkait



Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet


Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet



`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


Meski tidak seramai pencarian informasi mengenai BlackBerry Messenger lintas platform, namun kehadiran aplikasi karikatur dan smartphone untuk kelas menengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Berikut 10 tema yang banyak dicari oleh pengguna internet yang berhasil dihimpun oleh Google Indonesia.


1. Doa Awal Tahun, Doa Akhir Tahun, Tahun Baru Islam


Minggu lalu atau tepatnya 5 November, umat muslim di seluruh dunia baru saja melewati pergantian tahun Hijriah. Dalam pergantian tahun Hijriah, umat muslim lokal banyak mencari informasi mengenai doa awal tahun, doa akhir tahun, dan tahun baru Islam.


Tradisi pawai obor pun banyak dilakukan oleh sejumlah muslim di beberapa daerah di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menyambut malam pergantian tahun dengan hal-hal menarik yang menarik dan membawa suasana meriah.

2. Anggara Putra Trisula


Sejak kasus kecelakaan massal malam pergantian tahun yang melibatkan nama Afriani, hingga kini kejadian serupa kerap terulang di beberapa lokasi. Kali ini kasus kecelakaan maut melibatkan salah satu siswi bernama Anggara Putra Trisula.


Anggara diketahui menabrak sejumlah SMA 2 Hang Tuah Sidoarjo pada akhir Oktober lalu. Kasus kecelakaan ini mencuat terkait dengan statur Anggara sebagai salah satu anak Purnawirawan Jenderal Kepolisian.


3. Hasil Liga Champion


Indonesia dan sepak bola seakan sudah menjadi satu hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Sejumlah tayangan olahraga ‘rakyat’ di televisi pun tidak pernah sepi peminat dan kerap menjadi bahan perbincangan yang menarik.


Salah satunya merupakan euforia liga champion yang telah memasuki matchday 4 pada pekan pertama November. Hasil pertandingan antar klub dari masing-masing grup di Liga Champion pun banyak dicari oleh netter lokal.


4. Moment Camera


Informasi mengenai aplikasi edit foto asal China dengan nama Moman Xiang Ji masuk dalam daftar pencarian terpopuler Google. Aplikasi yang bisa diunduh gratis di Apple AppStore dan Google Play Store ini memungkinkan foto pengguna diubah menjadi layaknya sebuah karikatur.


Menariknya, aplikasi ini masuk dalam aplikasi yang paling banyak diunduh di kedua platform populer tersebut. Bahkan ketertarikan pengguna Android dan iOS terhadap aplikasi ini berhasil membawa Moment Camera sebagai yang paling banyak diunduh. Ketenarannya berhasil melampaui aplikasi BlackBerry Messenger dan WhatsApp Messenger di kedua toko aplikasi online tersebut.


5. Andi Soraya


Nama artis cantik Andi Soraya atau lebih dikenal dengan panggilan Aya kembali menjadi sorota. Artis yang sempat tinggal serumah dan melahirkan seorang anak dari hubungannya dengan Steve Immanuel kali ini dikabarkan tengah diambang perceraian.


Aya dikabarkan telah ditalak melalui pesan singkat oleh sang suami, Rudi Sutopo. Bahkan sang suami yang juga berprofesi sebagai pengusaha kabarnya telah mendatarkan gugatan cerai tersebut ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


6. Hari Pahlawan


Makna perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah kembali muncul saat peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya. Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November kerap diisi dengan upacara pengibaran bendera dan ziarah mengunjungi makam sejumlah pahlawan.


Dalam peringatan kali ini, pemerintah menghimbau agar masyarakat mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 untuk sekedar mendoakan dan mengingat jasa para pejuang bangsa.


7. Anggita Sari


Kasus perceraian pedangdut Ayu Ting Ting dengan Enji melibatkan nama wanita cantik Anggita Sari. Anggita yang diketahui juga sebagai mantan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman mengaku sempat bertunangan dan dihamili oleh Enji.



8. Samsung Galaxy Ace 3


Dominasi Samsung pada bisnis ponsel pintar berbasis Android masih terasa kental. Salah satu kehadiran ponsel kelas menengah, Galaxy Ace 3 berhasil mencuri perhatian pecinta gadget tanah air.


Informasi mengenai ponsel yang mengusung spesifikasi memadai dengan banderol harga yang relatif terjangkau banyak menarik minat netter di Indonesia untuk mencari tahu informasi tersebut secara lebih rinci.


9. Ayu Ting Ting


Jika sebelumnya nama Ayu Ting Ting sempat melonjak melalui lagu berjudul Alamat Palsu, kali ini kabar mengani kehidupan pribadinya banyak dicari pengguna internet. Sayangnya bukan kabar baik mengenai kehamilannya, namun kabar mengenai retaknya hubungan pernikahannya dengan Enji.


Kisruhnya hubungan rumah tangga yang dijalani keduanya menyita perhatian banyak orang. Mengingat usia pernikahan yang belum genap satu tahun tersebut juga melibatkan nama wanita cantik yang kabarnya menjadi orang ketiga diantara Ayu dan Enji.


10. Miss Universe


Ajang pencarian ratu sejagat ‘Miss Universe’ yang diadakan setiap tahunnya kembali menyita perhatian banyak orang. Tahun ini Indonesia kembali mengirimkan wakilnya di ajang prestijius tersebut.


Meskipun tidak terpilih sebagai pemenang, namun Whulandary Herman sebagai wakil Indonesia mampu masuk dalam daftar 16 besar. (vin/dew)







Article source: http://sabili.co.id/berita/inter/item/657-inilah-politisi-belanda-anti-islam-yang-kini-masuk-islam.html


Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Saturday, October 5, 2013

Gosip atau Fakta?

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh M Husnaini*


Gosip dan fakta merupakan dua istilah yang bertolak punggung. Istilah pertama bermakna pergunjingan seputar keburukan orang lain. Gosip juga semakna dengan kabar burung yang penyampaiannya minim akurasi data. Berbeda dengan itu, istilah kedua merupakan keadaan atau peristiwa yang nyata. Sesuatu dikatakan fakta biasanya karena didukung data yang kuat dan benar-benar terjadi di lapangan.


Kebenaran fakta bisa diuji secara ilmiah, sementara gosip kerap menyebar ke segala penjuru arah tanpa bisa dilacak juntrungannya. Fakta mampu mengurai kerumitan masalah, sementara gosip justru mengeruhkan masalah. Gara-gara gosip, hubungan harmonis berubah menjadi luapan dendam dan permusuhan. Itulah kenapa Al-Qur’an mengajarkan orang beriman agar senantiasa selektif menerima berita, memilah antara gosip dan fakta.


“Wahai orang-orang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti supaya kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan mereka, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” [QS Al-Hujurat: 6].


Allah hendak membimbing orang beriman agar tidak mudah termakan fitnah dan adu domba. Langkah pertamanya adalah meneliti keabsahan berita. Setiap yang sampai pada telinga dan mata orang beriman harus melewati uji data. Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan seketika dimuntahkan. Sikap bijak itulah yang harus dipedomani orang beriman agar dapat memungut mutiara fakta di antara serpihan gosip.
 
Kendati demikian, tidak mudah membedakan mana gosip dan mana fakta. Lebih susah lagi ketika kita berada dalam era keterbukaan media seperti sekarang. Masing-masing pihak absah membuat berita, yang tidak jarang di dalamnya campuk aduk antara berita dan fitnah. Dalam situasi demikian, tentu saja orang pusing membedakan mana gosip dan mana fakta.


Sekadar ilustrasi sederhana, sebuah media memberitakan Fulanah kini terancam dipecat dari jabatannya karena terbukti berselingkuh dengan rekan pria sekerjanya. Membaca berita itu, seketika orang membayangkan betapa rendah martabat wanita itu. Sudah berumah tangga dan memiliki tiga putra, kok masih saja doyan bermain api. Di mana gerangan naluri keibuannya.


Tetapi, media lain justru mengabarkan berita berbeda untuk kasus yang sama. Fulanah hanya korban kedengkian rekan-rekannya sehingga digosipkan berselingkuh dengan PIL alias pria idaman lain. Fulanah sesungguhnya wanita jujur. Hanya karena memutuskan menjadi mualaf, banyak rekan sekantornya yang membencinya, sehingga harus dirancang beragam cara untuk menghancurkan reputasinya.


Demikianlah. Beragam berita yang menjadi menu keseharian kita sesungguhnya juga tidak pernah sepi dari gosip dan fakta. Apalagi setiap media pasti mengantongi visi dan misinya masing-masing. Boleh jadi seorang tokoh digambarkan sebagai pahlawan oleh sebuah media, tetapi media lain justru menilainya sebagai pecundang. Juga bukan mustahil seorang pejabat dianggap berjasa oleh sebuah media, tetapi media lain malah melihatnya sebagai perampas hak sesama. Demikian seterusnya.


Pastinya, era keterbukaan ini seakan mengikis semua rahasia. Hampir setiap sisi kehidupan, terutama orang-orang terkenal, layak menjadi berita. Tidak peduli apakah itu aib atau bukan, yang penting dapat menarik minat publik. Anehnya, kita malah tampak antusias menikmati berita sampah itu layaknya santapan wajib keseharian.


Lihatlah mereka yang begitu khusyuk memelototi televisi, koran, dan majalah yang memuat berita seputar kisruh rumah tangga dan permusuhan artis atau tokoh. Disangkanya itu sebuah tontonan hiburan, alih-alih mengonsumsi berita sampah berbau fitnah. Lambat laun, tradisi demikian akan meruntuhkan sendi-sendi moralitas kita sebagai orang beriman.


Untuk dapat memilah antara gosip dan fakta, terutama sekali harus diteliti dengan cermat kredibilitas pembawa berita. Sekiranya berita itu disampaikan media, perhatikan apa kira-kira kepentingan media bersangkutan. Jernihkan nalar dan hati, kemudian pastikan untuk meneliti sumber berita tidak hanya dari satu media. Jangan terburu menyimpulkan sebelum melakukan kajian secara teliti dan mendalam.


Sesulit bagaimana pun, orang beriman harus mampu memastikan bahwa berita yang diterima adalah fakta, bukan gosip. Poin utamanya, jangan sampai menimpakan stigma negatif kepada individu atau kelompok semata berdasarkan kebencian. Nalar dan hati selayaknya dikerahkan untuk menilai segala macam berita secara adil dan berimbang. Menarik merenungkan pesan Allah berikut.


“Wahai orang-orang beriman, hendaklah kalian jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al-Maidah: 8].


*Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’. Alamat Email: hus_surya06@yahoo.co.id


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Gosip atau Fakta?

Saturday, June 15, 2013

Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>




SEBUAH bangunan kayu berbentuk segi empat berdiri apik di antara perbukitan menjulang di sekelilingnya. Atapnya berundak dengan lambang bulan dan bintang menyembul di ujungnya menandakan bangunan ini adalah rumah ibadah. Di salah satu sisi bagian atapnya berbentuk gonjong atau runcing seperti kebanyakan rumah adat tempatnya berada yakni di tanah Minang.


Di samping bangunan ada aliran anak sungai. Alirannya tak begitu deras namun sangat jernih. Saat suasana senyap gemericik air terdengar riuh sangat nyaman didengar. Untuk menuju ke tempat ini melewati jalan-jalan kecil desa yang masih mengandung kerikil-kerikil belum dipelur. Lokasi bangunan berada lebih rendah dibanding jalan. Ada satu papan nama telah usang yang menginformasikan nama bangunan ini yaitu Masjid Tuo Kayu Jao.


Pada papan nama juga tertulis bahwa bangunan ini adalah “situs cagar budaya” yang menandakan bangunan ini dilindungi oleh pemerintah daerah. Juru pelihara masjid, Firman, saat ditemui Kompas.com, menceritakan bahwa masjid ini merupakan salah satu yang tertua Sumatera Barat bahkan di nusantara. Masjid didirikan oleh pemuka agama, penduduk sekitar menyebutnya dengan Imam Musaur. Ia mengajak penduduk setempat secara bergotong royong mendirikan masjid.


Pada masanya, wilayah ini bisa dibilang sebagai pusat penyebaran Agama Islam. Sedangkan masjid yang berada di Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat tersebut dijadikan sebagai pusat kegiatan 3 anak nagari di Kanagarian Batang Barus.


Meski usia masjid sudah ratusan tahun tetapi masjid ini masih berfungsi selayaknya tempat ibadah. Bahkan anak-anak kecil masih menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu dengan belajar mengaji pada waktu-waktu tertentu.


Kayu-kayu jati hitam menandakan bangunan ini pernah menjadi yang termegah pada masanya. Pilar-pilar kayu pun masih kokoh berdiri meski pada beberapa pilar terlihat memiliki warna berbeda menunjukkan bangunan ini pernah direnovasi. Bagian-bagian masjid sangat sederhana. Tak ada ukiran rumit terpatri di dinding, pilar, mimbar masjid bahkan jendela dan pintu. Hanya saja, jumlah jendela yang ada adalah melambangkan jumlah rukun dalam solat yaitu 13.


Seolah tak lengkap masjid tanpa adanya bedug sebagai pengingat waktu salat. Masjid Tuo Kayu Jao juga memiliki bedug sebagai “pasangannya”. Bedug masjid atau tabuah berbentuk cukup besar, digadang memiliki usia yang sama dengan masjid. Bedug juga beratap gonjong berada persis di depan pintu masuk masjid.


Meski terlihat sepi, ternyata masjid ini telah menjadi salah satu masjid yang ramai dikunjungi wisatawan yang sedang berpelesir di Sumatera Barat. Pada buku tamu yang dimiliki oleh masjid tercatat beberapa pengunjung yang datang berasal dari Banten, Jambi, Pekanbaru, Medan, Samarinda, dan Banjarmasin. Tak hanya pengunjung lokal, dalam catatan pun tertulis beberapa nama asing seperti dari Belanda, Perancis, dan Polandia.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>


































Article source: http://internasional.kompas.com/read/2013/01/02/23032881/Panglima.Perang.Afganistan.Berniat.Serang.Pasukan.NATO


Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar

Friday, February 7, 2014

SMA Muslimah Preston, Sekolah Unggulan di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–Nilai sangat baik dalam sertifikasi sekolah menengah (GCSE) yang diraih SMA Muslimlah Preston menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga sekolah.


Kepala Sekolah SMA Muslimlah Preston Mufti Javid merasa sangat gembira dengan prestasi itu. ”Saya tercengang sendiri melihat transformasi yang terjadi. Masuk dalam daftar 100 sekolah favorit. Siapa sangka?” kata Javid yang dimuat surat kabar Lancashire Evening Post, Kamis (6/2), seperti dikutip Onislam.


Di luar itu semua, Javid sangat bangga atas semua siswa dan semua hal yang telah mereka usahakan. Ia juga senang kabar gembira ini bisa diketahui publik yang membuat para orangtua dan komunitas Muslim juga merasa bahagia dengan perkembangan sekolah Islam itu.


Apa yang diraih SMA Muslimah Preston, lanjut Javid, merupakan buah kerja keras bertahun-tahun sejak sekolah itu dibuka 25 tahun lalu.


”Sekolah ini telah melewati masa panjang dengan awal yang sangat sederhana. Pertama kali di buka 25 tahun lalu, sekolah ini merupakan sekolah swasta dan mulai menjadi sekolah negeri pada 2011 lalu,” tutur Javid.


Kala itu sekolah ini hanya memiliki dua kelas di bangunan bekas kincir angin. Hanya ada dua guru paruh waktu dan beberap murid yang membuat aktifitas belajar di sekolah itu hidup. Saat itu, uang dan sumber daya yang dimiliki pun masih terbatas.


Berdasarkan data Dewan Muslim Inggris (MBC), Muslim di Inggris diperkirakan berjumlah 2,7 juta orang dengan jumlah siswa Muslim sekitar 400 ribu orang. Sekitar 7.000 sekolah di Inggris merupakan sekolah berbasis agama yang mendidik sekitar 1,7 juta siswa.


Dari 590 sekolah menengah berbasis agama, terdapat lima sekolah Yahudi, tiga sekolah Islam, satu Sikh, dan sisanya sekolah gereja Inggris, Katolik Roma, dan kepercayaan Kristen lainnya.


Article source: http://www.solopos.com/2013/12/17/fpi-anggap-kabar-asmirandah-pindah-agama-hanya-isu-475149


SMA Muslimah Preston, Sekolah Unggulan di Inggris

Friday, June 21, 2013

Jelang Naiknya Harga BBM, Kampus UKI Cawang Sepi Pendemo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang beberapa jam naiknya harga bahan bakar minyak(BBM), beberapa elemen mahasiswa seperti mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM, Jumat (21/6/2013) malam.


Namun hal serupa tak tampak di depan Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Cawang, Jakarta Timur. Pantauan Tribunnews.com, pukul 21.30 wib, tak tampak tanda-tanda mahasiswa UKI Cawang akan menggelar aksi demo.


Kemudian situasi dan kondisi serta aktivitas masyarakat di sekitar kampus UKI Cawang juga tampak normal. Para pedagang kaki lima di depan kampus juga berjualan seperti biasa. Dan tidak ada pengamanan dari kepolisian.


“Biasa-biasa saja, sepertinya tidak ada demo. Karena mobil polisi dan anggota tidak ada yang siaga disini. Saya juga jualan seperti biasa,” tutur Tobi, penjual minuman di depan kampus UKI Cawang.


Padahal, Jumat (14/6/2013) sore, puluhan mahasiswa UKI Cawang Jakata Timur melakukan aksi tutup jalan didepan kampus mereka, Jalan Mayjend Sutoyo Cawang, Jakarta Timur lantaran menolak rencana kenaikan harga BBM.


Mahasiswa tersebut juga menutup jalan dari arah Cililitan menuju Dewi Sartika dan MT Haryono. Akibatnya penumpukan kendaraan pun tak dapat dihindarkan. Seluruh kendaraan yang ingin mengarah ke Jalan MT Haryono atau masuk Tol Cikampek harus melewati underpass Cawang.


Dalam aksinya, mahasiswa juga membakar ban di tengah jalan sambil berorasi dan memalangkan jalan menggunakan bambu. Aksi mahasiswa tersebut berujung rusuh sampai akhirnya, kepolisian mengamankan dua mahasiswa yang menjadi biang ricuh.


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/192046


Jelang Naiknya Harga BBM, Kampus UKI Cawang Sepi Pendemo

Monday, December 17, 2012

Teroris Gunakan Facebook untuk Rekrut Kader

INILAH.COM, Kuala Lumpur–Kelompok teroris Malaysia Jamaah Islamiyah (JI) yang beroperasi di Asia Tenggara kini mulai menggunakan jejaring sosial Facebook untuk merekrut rookies alias anak bawang.
Warga Malaysia bernama Mohd Noor Fikrie Abd Kahar, anak seorang pensiunan polisi, belajar terorisme dari Facebook. Ia mencoba membunuh dalam sebuah misi teror yang gagal di Filipina.
Apa yang menjadi sasaran teror anak bawang ini masih menjadi misteri. Polisi Filipina mengatakan bahan peledak yang dibawanya bisa meledakkan mall, hotel atau gereja saat misa subuh pada hari Natal tak lama lagi akan digelar.
Juga muncul spekulasi bahwa Fikrie si anak bawang ini sedang melewati masa perpeloncoannya sebagai anggota JI untuk menaikkan peringkatnya.
Meskipun anak bawang, Fikrie memiliki kontak dekat dengan pemimpin top JI sesama Melayu Malaysia bernama Zulkifli Abdul Hir alias Marwan.
Marwan diyakini lolos dari serangan pasukan keamanan Filipina pada 2 Ferbuari, yang membunuh Abu Sayyaf atawa Dr Abu, pemimpin kelompok teroris Filipina Umbra Jumdali Gumbhali. .
Mohd Noor Fikrie, yang lahir di Kedah, berhubungan dengan Marwan dan Dr Abu melalui Facebook dan menggunakan kontak warga Sabah untuk melintas antara Sandakan (Malaysia Timur) dan Kota Zamboanga di Filipina Selatan.
Menurut sumber intelijen, Fikrie diketahui bersama gembong teroris Marwan dan Dr Abu saat digebrek tentara dan polisi Filipina beberapa bulan yang lalu.
“JI dan Abu Sayyaf beroperasi bersama di wilayah Sulu, namun JI pindah ke Mindanao ketika pasukan kemanan Filipina, dengan dukungan AS dan Australia, menekan mereka,” ujar sumber intelijen seperti dikutip The Star, koran Malaysia, Selasa (18/9/2012).
Setelah serangan dilakukan ke pesembunyiannya, Fikrie termasuk dalam gerombolan yang lolos. Tapi kartu tanda penduduk (KTP) Malaysia Fikrie tertinggal. Polisi Filipina terus melacak keberadaan Fikrie. Ia dikeatahui menikah dengan wanita katolik yang masuk Islam bernama Annabelle Nieva Lee, setelah bercerai dengan istrinya di Malaysia.
Ia ditangkap polisi Filipina di Davao, pada Jumat malam pekan lalu, bersama isterinya. Fikrie menggendong ransel yang berisi bom.
Fikrie tamat sekolah menengah dan bekerja serabutan di Malaka ketika ayahnya, seorang sersan yang bertugas di pusat pelatihan polisi ditempatkan di sana sampai pensiun pada 2002. Fikrie kemudian meninggalkan kota asal keluarganya di Benut, Pontian, negara bagian Johor.
Fikrie kemudian menikah dengan wanita bernama Nuzul dan tinggal di Kampung Bahagia di Malaka sampai pasangan ini bercerai tahun lalu. Ia kemudian berkelana di Mindanao dan segera mengawini Lee yang berasal dari Sorsogon, kota yang menjadi pintu masuk Filipina Selatan.
Dalam beberapa tahun terakhir Fikrie di ketahui direkrut JI dan berhubungan dengan para gembong JI melalui media sosial. [tjs]

Teroris Gunakan Facebook untuk Rekrut Kader

Friday, July 26, 2013

Rasulullah dan penaklukan wilayah Yahudi di Arab

Perang Khaibar merupakan salah satu peperangan besar yang dijalankan Rasulullah. Perang ini muncul akibat keangkuhan kaum Yahudi yang menolak masuk Islam.


Kaum Yahudi pun pada akhirnya menyerah kepada pasukan Islam setelah benteng Khaibar digempur habis-habisan. Namun demikian, ternyata masih ada kelompok Yahudi di beberapa wilayah yang tidak mau menerima dakwah Nabi SAW.


Usai pertempuran Khaibar, Rasulullah beserta seluruh pasukan Islam kembali ke Madinah. Mereka melewati sebuah desa yang dihuni oleh kelompok Yahudi, yang bernama Wadil Qura.


Sesampai di Wadil Qura, Rasulullah memutuskan untuk berhenti sejenak. Rasulullah kemudian mengajak umat Yahudi untuk memeluk Islam.


Namun, seruan Rasulullah yang disampaikan secara damai ternyata ditentang dengan kekerasan oleh umat Yahudi Wadil Qura. Mereka malah memancing timbulnya perang kembali antara pasukan Muslim dengan Yahudi.


Rasulullah kembali mengajak mereka untuk mengikuti Islam dengan damai. Tetapi, dengan sombong mereka menolak ajakan itu dan mengeluarkan para satrianya untuk melawan umat Islam.


Pertarungan itu dilakukan secara duel satu lawan satu. Duel terjadi selama sebelas kali dan tak satupun dimenangkan oleh pihak Yahudi.


Akhirnya mereka menyerah kepada Rasulullah dan mengajukan permohonan damai. Hal itu dikabulkan oleh Rasulullah dengan syarat mereka harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.


Tetapi, Rasulullah tidak lantas memaksa mereka untuk memeluk Islam. Mereka dibiarkan tetap beragama Yahudi serta diperbolehkan tinggal di Wadil Qura.


(Disarikan dari buku ‘Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad’ Moenawar Chalil)












Article source: http://www.bolanews.com/read/tinju/internasional/29421-Petinju-Jepang-Ikuti-Jejak-Seterunya-Muhammad-Ali.html


Rasulullah dan penaklukan wilayah Yahudi di Arab

Wednesday, June 26, 2013

Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Mohammad Akbar


Deretan pohon kurma dan palem menghiasi tampilan Masjid Baitul Ihsan. Sebuah keindahan yang asri tersaji di halaman depan masjid yang berada di lingkungan kompleks PLN Gandul, Depok. Dari luar, pesona masjid yang berdiri di atas hamparan sekitar 1.000 meter persegi ini telah terlihat.


Bangunan utamanya berbentuk kotak. Luas bangunan masjid ini sekitar 800 meter persegi. Tetapi, sebagai ornamen penghiasnya dihadirkan bentuk lengkung an yang lebih mencerminkan adopsi gaya arsitektural bangunan Islam di Kordoba, Spanyol.


Secara umum, masjid ini memiliki empat kubah. Kubah utama berukuran diameter sekitar 20 meter. Letaknya ber ada di bagian tengah bangunan. Pada bagian kubah utama ini, terlihat ku bah kecil yang ditumpukkan pada bagian atas dengan lambang bulan sabit di bagian ujungnya. Tampilan kubah kecil yang menumpuk ini pada dasarnya hanya sebagai bentuk hiasan saja bagi kubah utama.


Selain kubah utama, terdapat pula dua kubah yang berukuran lebih kecil. Posisi kubah tersebut tepat berada di atas menara. Sedangkan, satu kubah lainnya berada di bagian mihrab. Sayang nya, untuk kubah yang terakhir ini tidak begitu jelas terlihat jika kita berada di sisi halaman muka masjid.


Lengkung-lengkungan
Dua menara menghiasi bagian mu ka masjid. Adopsi desain menara ini lebih menyerupai tampilan fasad di Masjid Raya Bogor. Tampilannya mengadopsi desain hypostyle atau Arabplan. Gaya ini menjadi salah satu keagungan seni arsitektur Islam yang pernah tumbuh pada masa Abbasiyah dan Umayyah.


Bagian menara ini menyatu dengan bagian inti masjid. Bagian dasar menaranya berbentuk kotak. Dengan posisinya yang menyatu dan berbentuk kotak itulah yang memberikan ke san gagah bagi tampilan fasad mas jid. Sedangkan, untuk bagian selasar masjid, dihiasi oleh atap yang melengkung. Lengkunganlengkungan itu menghiasi setiap ruas antartiang. Tampilan lengkungan semacam ini juga banyak terlihat pada bangunan bergaya hypostyle.


Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan, menceritakan tampilan yang ada sekarang ini sebenarnya merupakan hasil renovasi. Dulu, masjid ini berbentuk persegi enam dengan bentuknya yang sederhana.


Lantas merujuk pada prasasti yang tertempel di dinding masjid, renovasi masjid ini peresmiannya ditandatangani oleh Eddie Widiono, direktur Utama PT PLN, 17 November 2006. “Tampilan bergaya Eropa yang muncul sekarang ini lebih ditujukan pada kepentingan artistiknya saja, tak banyak makna yang disimpannya,” kata dia saat berbincang kepada Republika.


Lalu, ketika melihat ke bagian interior, sentuhan seni tak terlalu begitu menonjol. Bentuk melengkung justru lebih menonjol pada bagian jendela. Dengan menggunakan material kayu, kusen dan jendela masjid yang dipilih berbentuk melengkung. Bentuk tersebut terlihat serasi dengan tempias yang juga membentuk tampilan melengkung.


Sedangkan, pada bagian mihrab yang lebih ditonjolkan adalah hiasan dari bahan granit. Setiap sisi dari hamparan granit itu dibuat dengan sisi miring 45 derajat. Hiasan semacam ini juga selaras dengan kacakaca jendela masjid yang dibuat dengan teknik kaca bevel.


Di bagian atas mihrab terdapat sebuah bulatan yang memancar sinar. Di dalam bulatan itu tertulis kalimat Allah dalam bahasa Arab. Sedangkan, cahaya yang muncul itu tak lepas dari pilihan kaca patri yang dipakai. Sebagaimana fungsi dari kaca patri maka cahaya yang masuk tidak langsung menyeluruh, sehingga membuat suasana di dalam menjadi panas. Cahaya yang melewati kaca patri ini menjadi me mendar se hingga mem berikan efek luas bagi cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Inilah yang tersaji pada bagian interior masjid.


Mengutamakan pemanfaatan
Pada bagian mihrab ter dapat pula bentuk ce kungan atau ceruk. Di bagian ceruk inilah terdapat lubang. Di bagian atasnya menjadi tempat kubah. Di bagian ini tak terlalu banyak dihadirkan ornamenornamen yang mendetail.


Sementara, pada bagian bawah kubah utama juga demikian. Tampilan yang tersaji hanya dominasi sebaran cat berwarna putih tanpa diberikan hiasan yang menambah nilai estetika. Permainan seni kaligrafi yang ada di masjid ini hanya tersaji di beberapa bagian saja. Di antaranya, mengelilingi bagian balokan di bawah kubah yang berbentuk kotak persegi empat.


Adapun kaligrafi yang menghiasinya berasal dari penggalanpenggalan surat di dalam Alquran, seperti Surat atTaubah ayat 18, atTaubah (108), alBaqarah (284), atTahrib (6), dan alAnkabut (45). Hiasan kaligrafi lainnya berisi huruf Arab tentang namanama baik Allah atau As maul Husna. Penempatan As maul Husna itu disebar ke setiap sudut ruangan. Setiap Asmaul Husna itu dibingkai dalam ruang bujur sangkar.


S e c a r a umum pada bagian interior ini terdapat dua lantai. Lantai bawah digunakan sebagai ruang ibadah bagi jamaah lelaki, sedangkan pada lantai balkon menjadi tempat ibadah bagi kaum hawa dan juga seba gai tempat pe nampung tambahan jika lantai ba wah sudah terisi penuh. “Daya tampung di sini bisa mencapai 1.000 jamaah lebih,” ungkap Cecep.


Cecep menjelaskan secara konsep masjid ini tidak terlalu terpatok pada sebuah adopsi desain Eropa atau Timur Tengah. “Tetapi, lebih mengedepankan sisi manfaatnya saja. Kalaupun terlihat indah, itu menjadi nilai tambah bagi masjid ini,” ujarnya.


Semarak Kegiatan di Rumah Kebaikan
Kehadiran sebuah masjid tak selamanya hanya mengandalkan sisi keindahannya. Tapi, jauh lebih bermanfaat adalah bagaimana menjadikan peran masjid ini mampu memberi faedah bagi lingkungan sekitar. “Konsep itulah yang coba kami ke depankan. Sebagaimana makna dari Baitul Ihsan maka kami ingin masjid ini bisa menjadi tempat yang memberi kebaikan dan manfaat bagi orangorang yang ada di sekitarnya,” kata Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan.


Cecep pun menjelaskan sejumlah aktivitas yang diharapkan bisa menyemaikan nilai-nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar. Di antaranya, di masjid ini terdapat juga sekolah setingkat SMP dan SMK. “Sekolah ini ditujukan bagi kaum dhuafa. Biayanya gratis,” kata dia.


Selain menyediakan pendidikan formal, Cecep juga menjelaskan, secara rutin pula pihaknya menggelar kegiatan yang mempertebal nilai keimanan. Bentuknya majelis taklim, kajian keilmuan dan Alquran, hingga pembinaan Alquran bagi anak-anak. “Alhamdulillah untuk kegiatan kajian Islam kami melakukannya secara rutin, mulai dari Senin hingga Ahad selalu ada,” ujarnya.


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Bicara_Agama/20130626/ba_03/Pengalaman-jadi-kelebihan


Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

Sunday, January 13, 2013

Hunian Eksotik Hadir di Tengah Kegalauan Individualistik

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNNEWS.COM – Kediaman Ambar Polah Tjahyono sangat mudah ditemui diantara rumah permukiman penduduk. Bangunan khas Joglo lengkap dengan arsitektur tradisional Jawa menjadi ciri khas yang membedakan dengan hunian lainnya. Rumah yang masih masuk dalam kompleks perumahan Wiromulyo itu memang begitu eksotik.

Memang lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu alasan bagi seseorang untuk memilih letak rumah hunian. Berada di tengah-tengah permukiman penduduk sebagai tempat tinggal bagi seluruh keluarga mungkin akan jarang dijumpai untuk saat ini. Terutama karena seringnya anggapan jika perkampungan terkesan berdesak-desakan, sempit, dan juga kotor.

Tapi tunggu dulu. Semua bergantung dengan komunitas yang ada dalam ruang lingkup lingkungan tersebut. Boleh jadi, di tengah-tengah kegalauan zaman yang mengakibatkan pola pikir individualistik seperti sekarang ini, kampung kembali memberi ruang bagi orang-orang yang rindu dengan kebersamaan, sosialisasi, dan juga saling berbagi dan merasakan sebagaimana hubungan manusia satu dengan yang lain.

Ambar Polah adalah salah satu dari sekian orang yang memilih hidup yang tidak jauh berbeda dengan di masyarakat perkampungan. “Karena dengan begitu saya dan keluarga justru bisa saling berkomunikasi dengan baik dengan lingkungan. Prinsipnya saya itu bisa tersenyum dan bertegur sapa dengan tetangga kanan kiri,” terang Ambar kepada Tribun Jogja, beberapa waktu lalu.

Tak heran kalau rumah Ketua Asmindo Pusat ini, benar-benar difungsikan secara maksimal untuk kepentingan kegiatan-kegiatan sosial di lingkungannya. “Pokoknya rumah ini terbuka bagi siapa saja, untuk arisan boleh, numppang tidur boleh, main musik juga oke, he-he-he,” kelakar Ambar.

Memasuki rumah yang didominasi warna matang kayu ini akan mulai tampak unik. Seluruh dinding bagian depan rumah memakai gebyok ukiran yang didatangkan langsung dari Kudus, Jawa Tengah. Gebyok tersebut asli dari rumah penduduk yang berdiri kira-kira pada abad 13 ketika Islam mulai masuk. Detail ukiran tersebut sungguh menarik mengingat pada tiap bagian dikerjakan sangat rapi, teliti, dan kecil-kecil, sehingga membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi.

Berjalan melewati ruang dalam, kita lalu masuk ke ruang santai. Ruangan ini lebih familiar untuk menerima tamu-tamu dan juga untuk bersantai. Jalan yang menghubungkan dari ruang tamu depan dengan ruangan ini dibuat lantai berundak. Di ruang ini pula kita akan banyak menyaksikan barang-barang kuno yang menjadi koleksi Ambar. Mulai dari patung gajah Majapahit zaman Puteri Bali, Kelaparan, dan Kejayaan.

Di dinding terdapat topeng penthul gebyar dan wayang dari berbagai versi. Studio musik juga berada di ruang ini.

Rumah yang dibangun pada tahun 1999 ini terdiri dari dua kavling rumah yang digabung menjadi satu. Sisi ruang untuk publik lebih banyak memakan tempat jika dibandingkan dengan ruang keluarga. Bahkan sekalipun terdapat ruang pribadi, semua kamar didesain secara terbuka. Selain taman sebagai penyegar udara, juga berfungsi memisahkan ruang pribadi dengan ruang untuk publik tersebut. Tetap dalam konsep menyatu, seperti ruang makan, kerja, keluarga, dan kamar mandi dibuat saling berhubungan.

“Ya, bagi saya rumah adalah tempat untuk bisa saling bersosialisasi dengan tetangga kanan kiri, sehingga saya dan keluarga tidak merasa menjadi manusia aneh yang harus hidup individu seperti sekarang ini,” pesannya.

Bahkan untuk urusan desain, Ambar mengaku melakukannya sendiri, sehingga beberapa bagian dalam rumah yang terdiri dari 2 lantai ini memang terdapat bagian-bagian yang menunjukkan bangunan tambahan. Ambar mengaku, dengan konsep yang dikerjakannya sendiri akan benar-benar dapat disebut sebagai rumah rakyat untuk semua kalangan.

Article source: http://internasional.kompas.com/read/2012/09/27/18151274/Penasihat.Media.Presiden.Iran.Masuk.Bui


Hunian Eksotik Hadir di Tengah Kegalauan Individualistik

Friday, January 11, 2013

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)

Home Gazw Al-Fikr

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)


 


Sabtu, 12 Januari 2013

oleh: Nuim Hidayat

Misi Dakwah Islam

Kini kita tahu bersama, banyak masyarakat yang antipati terhadap partai politik atau politik. Golongan putih makin lama makin menaik. Mereka muak terhadap tingkah laku banyak para politisi yang tidak peka terhadap kondisi rakyat. Di tengah-tengah rakyat Indonesia yang masih 40 juta miskin, malah menurut Bank Dunia, kalau kategori miskin di bawah 2 dolar US per hari, jumlah penduduk miskin bisa mencapai 100 juta orang, para politisi seenaknya bepergian ke luar negeri menghabiskan uang negara dan seterusnya.

Di sisi lain, banyak aktivis-aktivis Muslim yang tidak lagi istiqamah dalam memperjuangkan dakwah Islam. Dakwah Islam sebagai inti dari dibentuknya sebuah partai atau organisasi Islam, kini hanya tinggal slogan. Para politisi Muslim banyak yang tidak memberikan keteladanan dakwah ketika ia menjabat sebagai politisi atau eksekutif. Gaya hidup dan pergaulan tidak lagi mencerminkan sebagai seorang dai. Padahal dulu mereka diajari “Aku adalah Muslim (dai) sebelum segala sesuatu”.

Konsep-konsep dan praktek-praktek dalam politik tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai mendasar dalam Islam. Sehingga banyak politisi-politisi muda akhirnya kecewa terhadap partai Islam. Ada teman penulis yang kecewa dengan tingkah laku para politisi partai Islam, akhirnya membuat partai sekuler.

Tentu hal itu tidak kita ingini bersama. Kita menginginkan politisi-politisi di Partai Islam, makin Islami dan politisi-politisi Muslim di partai-partai sekuler berani melakukan islamisasi di partainya.

Lihatlah kini media massa dan masyarakat, gegap gempita menyiarkan gebrakan-gebrakan yang dilakukan Jokowi dan Ahok. Turun langsung ke masyarakat, berani memotong anggaran-anggaran yang mubazir, menggaji para pemulung dan lain-lain. Seharusnya politisi-politisi Muslim –terutama yang di partai-partai Islam- malu kalah gebrakannya dengan mereka berdua. Seharusnya politisi-politisi Muslim membuat gebrakan yang lebih hebat dari mereka. Misalnya minta penurunan gaji baik sebagai pejabat eksekutif atau legislatif, karena masih puluhan juta orang miskin di tanah air atau seperti Dahlan Iskan yang berani mengumumkan orang yang mencoba menyuap dan sebagainya.

Bila para politisi Muslim tidak berbuat demikian, kukuh terhadap akidah Islam dan membuat gebrakan-gebrakan yang ‘revolusioner’, maka masyarakat akan antipati terhadap politik Islam. Dan ini bisa disebut kegagalan politik Islam.  Kalau sudah demikian apa makna membentuk partai politik Islam? Apa makna dari pentingnya politisi Muslim memegang jabatan? Ya menjadi tidak bermakna.

Renungkanlah mengapa dulu Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin (dan dilanjutkan sahabat-sahabat terkemuka) berhasil dalam dakwahnya. Dakwah di masa mereka menyebar cepat, tidak sampai 50 tahun Islam menyebar ke seluruh jazirah Arab, Afrika, Asia dan Eropa. Tidak lain karena menyatunya antara konsep dan praktik (akhlak) mereka. Hidup sederhana menjadi ciri para pemimpin Muslim saat itu. Para ulama di saat itu selalu mengingatkan bahaya hidup bermewah-mewah, apalagi bila uang yang dipakai uang rakyat dan seterusnya. Selain itu, juga keteguhan aqidah dan semangat dakwah yang tinggi yang menjadikan Islam adalah agama yang tercepat pertumbuhannya dalam sejarah dunia.

Para pemimpin Islam itu bangga dengan Islamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wassalam dalam surat-suratnya sering menyerukan ‘Aslim taslam’. Masuk Islam lah engkau pasti selamat. Sayyidina Umar ra, begitu teguhnya memegang Islam dan begitu tinggi tasamuhnya (misalnya ketika menaklukkan Yerusalem), sehingga para pendeta pun hormat kepadanya.

Umar ra  selalu menggelorakan dakwah Islam dan menyampaikan kemuliaan Islam, karena rasa kasihannya terhadap nasib non Muslim di akherat nanti.

Pernah suatu waktu, khalifah Umar melewati sebuah tempat ibadah seorang rahib/pendeta, lalu ia berhenti sejenak. Rahib itu kemudian dipanggil dan diberi tahu bahwa khalifah Umar datang. “Ini adalah Amirul Mukminin”. Rahib itu kemudian menghadap Umar ra. Keadaaannya kurus dan lemah karena lelah dan kesulitan hidupnya. Rahib itu dalam hidupnya berusaha meninggalkan dunia. Umar ra kemudian menangis melihat kondisi Rahib itu. Seorang sahabat mengingatkan.”Rahib itu seorang Nasrani.” Umar ra menjawab,”Aku tahu itu. Dan aku teringat firman Allah Subhanahu wata’ala yang berbunyi,”Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas.”  (al Ghasyiyah 3-4). Aku merasa kasihan pada nasib dan kesungguhannya itu, padahal ia akan masuk neraka nantinya.”

Begitulah nurani yang halus dan keteguhan Umar. Ia memberikan keteladanan yang tinggi dalam memimpin, hidup sederhana, selalu berkeliling memantau kondisi rakyat, selalu aktif menggelorakan dakwah dll, karena menginginkan Islam ini dipeluk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena Umar ra faham, Islam ini nilainya lebih dari emas sepenuh langit dan bumi.
Al-Qur’an yang mulia mengingatkan;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

“Sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seorang diantara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri mereka dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.” (QS: Ali Imran [3]: 91).

Jadi bila dakwah menjadi inti utama partai Islam, maka kebanggaan sebenarnya adalah bila berhasil partai Islam itu mengislamkan orang-orang non Muslim atau berhasil dalam program Islamisasinya. Bukan bangga memasukkan orang-orang non Muslim dalam partainya.

Mengapa kita perhatian terhadap partai Islam? Ya karena merekalah ujung tombak dakwah Islam dalam bidang politik. Bila citra mereka anjlok di kalangan masyarakat, berarti bisa dikatakan dakwah Islam gagal dalam bidang politik.

Politik memang tidak segalanya. Tapi politik banyak mempengaruhi kehidupan kita. Undang-undang dilahirkan dalam keputusan politik, kebijakan pembagian keuangan pusat dan daerah diputuskan lewat politik, kebijakan pendidikan siapa yang boleh mengajar, siapa guru yang akan diberi uang negara adalah keputusan politik. Keputusan memberikan modal baik bagi pengusaha besar maupun kecil juga keputusan politik. Pengangkatan hakim agung yang akan memutuskan perkara juga keputusan politik.  Jadi bila umat meninggalkan politik, maka alangkah ruginya umat Islam ini. Bisa dikatakan mereka telah meninggalkan tanggungjawab dan amanat yang besar dalam pengaturan tanah air, yang merupakan bumi Allah ini. Padahal Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan kita sebagai khalifah adalah untuk memakmurkan bumi ini.

Entah bagaimana wajah politik Islam tahun 2014 nanti, ketika presiden berganti. Tapi bila politisi Muslim –terutama yang berada di partai-partai Islam- tidak memperbaiki sikapnya, mungkin partai-partai sekuler akan terus menguasai negeri ini. Dan negeri ini, yang telah diperjuangkan oleh para ulama dan ‘wali’ dalam sejarahnya, sulit menjadi negeri Muslim yang disegani dunia. Apalagi menjadi pemimpin dunia Muslim. Mungkin hanya jadi pemimpi.
Akhirnya marilah kita renungkan, nasihat Sayidina Ali kepada gubernur di Mesir saat itu yang isinya aktual hingga kini:

“Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu.  Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.”

Ali melanjutkan: ”Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka.  Sesungguhnya rakyat akan berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka… Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu.  Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di bawah kendali dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang.  Dengan sikap yang waspada itu,   kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.

Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rakyatmu dengan lemah lembut.  Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka.  Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka.

Jangan katakan:”Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bisa memerintahkan dan harus ditaati”, karena hal itu akan merusak hatimu sendiri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu. Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaan atau malah merasakan semacam gejala rasa bangga dan ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan meredakan ambisimu, mengekang kesewenang-wenangan dan mengembalikan pemikiranmu yang terlalu jauh.

Sesungguhnya tiang agama, kekuatan kaum Muslimin dan senjata untuk menghadapi musuh adalah rakyat jelata.  Karena itu, jagalah hubungan baik dengan mereka dan perhatikan kesejahteraan mereka.” Wallahu aliimun hakim.* Habis

Penulis adalah Dosen STEI Husnayain, Jakarta
 

Baca juga: Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)

Red: Cholis Akbar

Article source: http://news.okezone.com/read/2013/01/12/340/745083/silaturahmi-ke-mui-chairuman-minta-umat-islam-jangan-golput


Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)

Thursday, June 27, 2013

Istanbul: Ibu Kota Kekaisaran Utsmani

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Chairul Akhmad


Sultan Mehmet II melangkah masuk ke kota dengan penuh kemenangan pada Selasa sore, 29 Mei 1453 M, melewati Gerbang Adrianopolis yang kini dikenal dengan Eirne Kapi. Bangsa Turki menyebutnya sebagai Fatih, sang Penakluk. Julukan ini yang membuat Mehmet II terkenal di kemudian hari.


Dia baru berusia 21 tahun saat menjadi sultan selama dua tahun terakhir, tapi kini menaklukkan kota yang paling terkenal di seluruh dunia yang dikenal bangsa Turki sebagai Istanbul.


Sebuah plakat di gerbang mencatat perjalanan masuk Fatih yang penuh kemenangan. Saat itu, sang sultan mengenakan serban lancip di kepalanya dan sepatu berwarna biru langit di kakinya, menunggang seekor keledai dan membawa pedang Nabi Muhammad di tangannya. Ia berjalan di depan 70 – 80 ribu ksatria, sambil berseru, “Jangan berhenti para penakluk! Kalian adalah penakluk Konstantinopel!”


Sang Penakluk kemudian berkuda menuju Gereja Aya Sofia. Tiba di sana, ia turun dari tunggangannya lalu berlutut mengucurkan sejumput tanah ke atas serbannya sebagai tanda kerendahan hati. Fatih menatap gereja itu dan memerintahkan agar dialihfungsikan menjadi masjid dengan nama Aya Sofia Camii Kabir, Masjid Agung Aya Sofia.


Sehari setelah penaklukan, tepatnya 30 Mei 1453, dia pun memeriksa isi kota, setelah itu mengumumkan bahwa Istanbul akan dijadikan ibu kota negara. Fatih mendorong orang-orang Yunani yang melarikan diri dari Konstantinopel sebelum penaklukan itu untuk pulang kampung. Dia juga menempatkan para tahanan yang menjadi bagiannya dari rampasan perang di kota. Fatih memberikan tanah dan rumah kepada orang-orang ini dan membebaskan mereka dari pajak untuk waktu tertentu.


Di samping itu, sebagian besar populasi baru dipicu ketetapan kekaisaran yang memanggil orang-orang untuk menetap di ibu kota. John Freely dalam Istanbul: The Imperial City mengatakan, para penduduk baru ini yang terdiri atas kaum Muslim, Kristen, dan Yahudi berasal dari seluruh pelosok kekaisaran. “Banyak di antara mereka yang ikut serta dalam sejumlah ekspedisi yang dilakukan Fatih dalam penaklukan Konstantinopel,” tulisnya.


Kaum Muslim segera membangun masjid atau mengubah gereja-gereja Bizantium menjadi masjid seperti yang dilakukan Fatih atas Aya Sofia. Beberapa masjid pertama yang didirikan setelah penaklukan masih bisa dilihat di daerah pasar di sepanjang Tanduk Emas antara Galata dan Jembatan Ataturk—walau semuanya dibangun kembali atau dipugar pada abad-abad berikutnya.


Pengembangan ibu kota
Penduduk yang bukan beragama Islam dikelompokkan dalam millet atau “bangsa” menurut agamanya. Masing-masing dipimpin kepala agamanya, sehingga millet Yunani dipimpin patriark Ortodoks, bangsa Armenia dipimpin patriark Gregorian, dan Yahudi dipimpin kepala rabi.


Kewenangan yang diberikan Fatih, menurut Freely, tak hanya untuk urusan keagamaan. Tapi, juga pada sebagian besar masalah hukum selain kasus kriminalitas yang harus ditangani hakim-hakim sang sultan. Dan, sistem millet yang dilanjutkan penerus Fatih sampai akhir Kesaisaran Utsmani menjadi sebuah alat dalam kebijakan pemerintah. “Sesuatu yang berjalan dengan baik dalam Negara Utsmani yang berkarakter multietnis,” kata Freely.


Tak lama setelah penaklukan, Fatih membangun sebuah benteng dalam Gerbang Emas bernama Yedikule, Puri Tujuh Menara. Pada akhir 1453 M, ia pun memindahkan istananya dari Edirne ke Istanbul. Saat itu, dia membangun sebuah istana di Bukit Ketiga yang digambarkan sebagai “lokasi terindah di kota”. Istana ini kemudian dikenal sebagai Eski Saray, Istana Tua. Sebab, enam tahun kemudian Fatih memutuskan untuk membangun sebuah istana baru di Bukit Pertama, Topkapi Saray yang terkenal.


Atas desakannya, sejumlah wazir pun mendirikan kompleks masjid kota itu yang tiga di antaranya masih berfungsi. Kota Turki baru, Istanbul, berkembang di sekeliling kompleks-kompleks masjid yang dibangun sang sultan dan para wazirnya—perkembangan yang berlanjut pada zaman penerus Fatih.


Fatih juga mendirikan Kapali Carsi atau Bazar Tertutup, sebuah pasar raksasa di Bukit Ketiga di dekat Beyazit Meydani. Di sekeliling Kapali Carsi terhampar han besar atau caravanserai, di mana para pedagang Utsmani membawa barang dagangan mereka di toko-toko berkubah yang masih memenuhi gang beratap dari labirin yang luas ini. Ini adalah jantung perdagangan Istanbul pada masa pemerintahan Fatih dan masih bertahan hingga kini.


Sensus Pertama di Istanbul
Sensus pertama di ibu kota Istanbul, termasuk Galata, diperintahkan Fatih pada 1477 M. Sensus yang hanya meliputi kediaman sipil dan tak menyertakan kelas militer atau mereka yang hidup di istana kekaisaran, menghitung keluarga dalam kategori agama dan etnis.


Hasilnya, tercatat 9.486 Muslim, 4.127 Yunani, 1.687 Yahudi, 434 Armenia, 267 Genoa, dan 332 keluarga Eropa selain Genoa. Semua anggota kelompok terakhir hidup di Galata. Jumlah populasi Istanbul dari sensus itu diperkirakan mencapai 80 – 100 ribu orang, menggandakan populasi yang menempati kota itu sebelum penaklukan.


Warga yang berada dalam Kota Istanbul di balik tembok tuanya meliputi 88 persen dari populasi ibu kota tersebut. Sisanya, hidup di Galata dan sebagian lagi hidup desa-desa Bosporus atau lingkungan di ibu kota di kedua sisi selat. Tujuh puluh persen yang tinggal di Kota Istanbul yang dilindungi tembok pertahanan adalah Muslim Turki dan sisanya non-Muslim. Sedangkan, di Galata sebaliknya.


Sensus pada 1477 M itu juga mencatat ada 31 keluarga Gipsi di Istanbul. Semuanya tinggal di mahalle yang dikenal sebagai Sulukule, tepat di dalam Tembok Theodosius di Bukit Keenam. Tempat perkemahan mereka tercatat sejak abad ke-14 dan keturunan mereka masih hidup hingga saat ini.


Article source: http://index.okezone.com/read/2012/05/30/373/638184/mico-fasilitasi-keberagaman-agama-di-tanah-air


Istanbul: Ibu Kota Kekaisaran Utsmani

Sunday, October 6, 2013

Gosip atau fakta?


Oleh M Husnaini*



Gosip dan fakta merupakan dua istilah yang bertolak punggung. Istilah pertama bermakna pergunjingan seputar keburukan orang lain. Gosip juga semakna dengan kabar burung yang penyampaiannya minim akurasi data. Berbeda dengan itu, istilah kedua merupakan keadaan atau peristiwa yang nyata. Sesuatu dikatakan fakta biasanya karena didukung data yang kuat dan benar-benar terjadi di lapangan.



Kebenaran fakta bisa diuji secara ilmiah, sementara gosip kerap menyebar ke segala penjuru arah tanpa bisa dilacak juntrungannya. Fakta mampu mengurai kerumitan masalah, sementara gosip justru mengeruhkan masalah. Gara-gara gosip, hubungan harmonis berubah menjadi luapan dendam dan permusuhan. Itulah kenapa Al-Qur’an mengajarkan orang beriman agar senantiasa selektif menerima berita, memilah antara gosip dan fakta.



“Wahai orang-orang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti supaya kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan mereka, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” [QS Al-Hujurat: 6].



Allah hendak membimbing orang beriman agar tidak mudah termakan fitnah dan adu domba. Langkah pertamanya adalah meneliti keabsahan berita. Setiap yang sampai pada telinga dan mata orang beriman harus melewati uji data. Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan seketika dimuntahkan. Sikap bijak itulah yang harus dipedomani orang beriman agar dapat memungut mutiara fakta di antara serpihan gosip.

 

Kendati demikian, tidak mudah membedakan mana gosip dan mana fakta. Lebih susah lagi ketika kita berada dalam era keterbukaan media seperti sekarang. Masing-masing pihak absah membuat berita, yang tidak jarang di dalamnya campuk aduk antara berita dan fitnah. Dalam situasi demikian, tentu saja orang pusing membedakan mana gosip dan mana fakta.



Sekadar ilustrasi sederhana, sebuah media memberitakan Fulanah kini terancam dipecat dari jabatannya karena terbukti berselingkuh dengan rekan pria sekerjanya. Membaca berita itu, seketika orang membayangkan betapa rendah martabat wanita itu. Sudah berumah tangga dan memiliki tiga putra, kok masih saja doyan bermain api. Di mana gerangan naluri keibuannya.



Tetapi, media lain justru mengabarkan berita berbeda untuk kasus yang sama. Fulanah hanya korban kedengkian rekan-rekannya sehingga digosipkan berselingkuh dengan PIL alias pria idaman lain. Fulanah sesungguhnya wanita jujur. Hanya karena memutuskan menjadi mualaf, banyak rekan sekantornya yang membencinya, sehingga harus dirancang beragam cara untuk menghancurkan reputasinya.



Demikianlah. Beragam berita yang menjadi menu keseharian kita sesungguhnya juga tidak pernah sepi dari gosip dan fakta. Apalagi setiap media pasti mengantongi visi dan misinya masing-masing. Boleh jadi seorang tokoh digambarkan sebagai pahlawan oleh sebuah media, tetapi media lain justru menilainya sebagai pecundang. Juga bukan mustahil seorang pejabat dianggap berjasa oleh sebuah media, tetapi media lain malah melihatnya sebagai perampas hak sesama. Demikian seterusnya.



Pastinya, era keterbukaan ini seakan mengikis semua rahasia. Hampir setiap sisi kehidupan, terutama orang-orang terkenal, layak menjadi berita. Tidak peduli apakah itu aib atau bukan, yang penting dapat menarik minat publik. Anehnya, kita malah tampak antusias menikmati berita sampah itu layaknya santapan wajib keseharian.



Lihatlah mereka yang begitu khusyuk memelototi televisi, koran, dan majalah yang memuat berita seputar kisruh rumah tangga dan permusuhan artis atau tokoh. Disangkanya itu sebuah tontonan hiburan, alih-alih mengonsumsi berita sampah berbau fitnah. Lambat laun, tradisi demikian akan meruntuhkan sendi-sendi moralitas kita sebagai orang beriman.



Untuk dapat memilah antara gosip dan fakta, terutama sekali harus diteliti dengan cermat kredibilitas pembawa berita. Sekiranya berita itu disampaikan media, perhatikan apa kira-kira kepentingan media bersangkutan. Jernihkan nalar dan hati, kemudian pastikan untuk meneliti sumber berita tidak hanya dari satu media. Jangan terburu menyimpulkan sebelum melakukan kajian secara teliti dan mendalam.



Sesulit bagaimana pun, orang beriman harus mampu memastikan bahwa berita yang diterima adalah fakta, bukan gosip. Poin utamanya, jangan sampai menimpakan stigma negatif kepada individu atau kelompok semata berdasarkan kebencian. Nalar dan hati selayaknya dikerahkan untuk menilai segala macam berita secara adil dan berimbang. Menarik merenungkan pesan Allah berikut.



“Wahai orang-orang beriman, hendaklah kalian jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al-Maidah: 8].




*Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’.



| sumber : republika


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Gosip atau fakta?

Tuesday, July 23, 2013

Jalan Islam Sam Brodie




VIVAlife-Lelaki itu dulu kerap tampil di layar televisi sebagai perempuan. Namanya mencuat sejak tampil di acara reality show ‘Living the Dream’ dan ‘Big Brother 7 UK’. Dia kelahiran Medan, 14 Maret 1987. Dia adalah Samuel David Alexander Brodie, akrab disapa sebagai Sam Brodie.
 
Sejak umur 12 tahun, Sam mengubah penampilannya dari lelaki menjadi perempuan. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dipoles make up, dan jemarinya lentik terawat. Meski dikecam keluarga, tapi penampilannya itu justru membuatnya moncer menjadi artis.


Di Inggris, dia meraih banyak prestasi, antara lain Nicest Big Brother Housemate Award dari BBLB Channel 4  pada 2010. Dia kerap muncul di majalah, surat kabar, stasiun radio, dan sejumlah program televisi lainnya.


Rezekinya pun yahud. Sam getol berbisnis dengan menjual DVD, dan lagu-lagu single. Dia juga rajin menulis sebagai kolumnis. Sekali tampil di iklan TV, dia dibayar sekitar 100.000 Poundsterling. Sebagai model ia juga teken  kontrak dengan Burberry. Terakhir penghasilan Sam tercatat US$4,6 juta.


Tapi, sukses sebagai pesohor di negara makmur rupanya tak membuat Sam bahagia. Ia tetap seorang lelaki yang menyaru perempuan. Itu membuatnya tak tenang. Akhirnya Sam buka rahasia. Kepada publik, ia mengaku sejatinya ia adalah seorang pria.
 
Kejujuran itu malah kian melambungkan namanya. Sam makin terkenal. Tapi batinnya tambah meradang. Ia sungguh ingin kembali menjadi lelaki. Dalam keadaan galau itu dia rajin membaca kitab suci. Dan, sejumlah ayat Al-Quran membuatnya tersentak.


Saat ditemui di ANTV, Gedung Epicentrum kawasan Jakarta Selatan, Sam bercerita panjang lebar soal perjalanan spiritualnya.


Pada suatu hari, Sam yang masih tampil sebagai perempuan itu membaca salah satu ayat Al Quran. Isi terjemahan dalam kitab itu mengungkapkan larangan pria berpenampilan seperti wanita dan sebaliknya. Itu membuatnya menangis.


“Ada bisikan seperti mengatakan pada saya, hidup yang saya jalani selama ini penuh dosa”, ujarnya.


Dia mengatakan kitab suci umat Islam itu memberinya petunjuk bahwa sekarang waktunya dia harus berubah. Kembali ke jati dirinya sebagai laki-laki diakuinya tidak mudah. Selama satu dekade dia tampil sebagai perempuan.  Dalam keseharian, ia juga hidup layaknya sebagai perempuan.
 
Tapi keputusan Sam telah mantap. Ia tak lagi berdandan sebagai wanita. Risikonya jelas ada. Ia harus meninggalkan gemerlap, dan renyahnya dunia hiburan di Inggris, negeri yang memberinya kelimpahan materi dan ketenaran.


Keputusan itu rupanya memberikannya hikmah yang lain. Keluarga yang dulu menjauhinya, kini kembali menerima Sam. Keputusan besar lain yang diambil Sam adalah pulang ke Indonesia, dan menetap di tanah air untuk seterusnya.


Terinspirasi Maia Estianty


Sam pergi ke Inggris setelah dia lulus dari Jakarta International School (JIS), dan melanjutkan pendidikan ke Greenwood Academy di Dreghorn. Pada 2008, Sam pulang kembali ke Indonesia.
 
Dia berkisah, sebelum ikut dalam acara Big Brother di televisi Inggris, dia bukanlah siapa-siapa. Ia bahkan sempat menjadi pembantu hingga karyawan sebuah kafe.


Banyak sejarah pahit dalam hidupnya. Dia, misalnya, pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil. Dia juga pernah ditelantarkan keluarganya hingga hidup di sebuah panti asuhan di Inggris.
 
Sejak kembali ke tanah air, Sam memutuskan tampil sebagai manusia baru. Dia total meninggalkan atribut keperempuanannya itu. Ia menumbuhkan kumis, dan merawat jenggotnya.
 
Di Indonesia,  Sam mulai menjajal dunia tarik suara di bawah manajemen Ahmad Dani. Dari situ ia bertemu Maia Estianty, yang kini menjadi mantan istri Dhani.


Bertemu Maia, Sam seperti menemukan guru. Rasa penasarannya tentang isi Al Quran dan Islam, sering pula ia curahkan pada Maia. “Awalnya setiap hari aku datang ke rumah Bunda Maia. Setiap kali aku ke sana, aku tanya soal Islam,” katanya.


Tapi Maia merasa dia sendiri masih belajar, dan belum sempurna menjadi muslim. Akhirnya, Maia memberikan Sam sebuah kitab suci. “Bunda bilang, kamu mending baca Al Quran saja,” ujarnya.


Tak berhenti di situ, Sam makin penasaran pada Islam.  “Setiap kali aku datang ke rumah Bunda, aku tanya terus. Tapi bunda Maia bilang, dia bukan guru agama, jadi saya disuruh belajar Islam pada guru agama,” ceritanya.


Dari situ, Sam pun memperdalam agama Islam, dengan guru agama. Diakui Sam, Maia memang memberinya ilham untuk memeluk Islam. “Tapi sekarang, karena kesibukan masing-masing, kami sudah jarang bertemu,” tuturnya.


Menjadi muslim


Setelah melewati proses pencarian selama 18 bulan, Sam akhirnya memutuskan menjadi seorang muslim di tahun 2010.  Dia tertarik pada Islam lantaran ia melihat adanya kebersamaan. Sam merasa punya keluarga besar, ketika ia melihat para muslim merayakan Lebaran, dan juga saat menajalankan ibadah puasa.


“Maklum, 14 tahun saya hidup sendiri, kesepian jauh dari keluarga. Saat saya ke Bandung saya merasakan suasana Lebaran, begitu indah.”


Saat buka puasa, katanya, juga begitu. Ada sesuatu yang menarik untuknya. Ia melihat kebersamaan dalam Islam. Setelah memeluk Islam, lelaki keturunan Skotlandia itu dihujani  banyak pertanyaan, misalnya kenapa memilih agama itu, dan sebagainya.
 
Tapi Sam menjawabnya santai. Bagi dia, agama seperti handphone dengan fitur dan aplikasi yang selalu up to date.  “Jadi sama seperti Islam, kenapa saya memilih Islam, karena Al Quran itu paling up to date.”


Menjadi muslim, bagi Sam, punya banyak tantangan.  Saat itu, timbul pro dan kontra di keluarganya. “Untuk yang bukan dari agama Islam, mereka berpikir saya memilih agama yang salah.”


Tapi Sam justru semakin yakin, bahwa  tidak ada agama yang salah. Kepercayaan itu, kata Sam, sangat personal. “Bagi saya, ya Islam itu agama itu paling benar,” ujarnya. Ia kini mengganti namanya menjadi Muhammad Sam.


Dia juga tak menyesal dengan pengalaman hidupnya yang pernah kelam. Justru karena itulah ia bisa menemukan hidayah.  “Bagi saya, lebih baik punya pengalaman hidup yang buruk dan penuh kontroversi. Sekarang saya bisa menghargai segala sesuatu yang sudah pernah saya alami. “


Belajar ikhlas


Menjadi muslim, Sam lalu giat belajar tentang Islam. Awalnya, ia sulit menjalankan ibadah shalat lima waktu. Di masjid atau musholla, ia sering bingung.
“Saya selalu lihat kanan dan kiri, karena belum  mengerti adat-adatnya bagaimana. Tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah lancar shalat.”


Ia mulai dari nol, seperti anak TK yang belajar mengaji. “Aku juga belajar Iqra,” ujarnya. Tapi rasa ingin tahunya lebih besar dari mereka yang sejak lahir sudah menjadi muslim. Ia juga belajar tentang makna ikhlas, sikap menerima karena ketakwaan. Sikap ikhlas, kata dia, sangat penting dalam segala hal.  Baginya, butuh waktu sangat lama untuk bisa bersikap ikhlas.
 
Kini Sam telah menemukan pendamping hidup. Ia menikah dengan sahabatnya, Indry, seorang wanita Indonesia. Mereka kini punya seorang putri yang lucu, Kimmy Caitlyn Malika, lahir 2011.
 
Sam juga makin mantap ingin berkiprah di tanah air. “Saya orang Indonesia, saya ingin maju di sini,” kata pria yang mengaku dekat dengan sosialita Paris Hilton.


Sewaktu hijrah ke Indonesia, semua penghasilannya selama di London ia titipkan pada notaris di sana. Di Jakarta, dia kini bekerja di perusahaan multinasional. Ia juga menolak sejumlah tawaran kerja di luar negeri, karena ingin berkarir di tanah air.


Dan Sam memang tak bisa jauh dari dunia televisi.


Saat ini, dalam momen Ramadan, dia mengisi acara sahur sebulan penuh untuk program Pesbukers di ANTV.  “Saat Lebaran aku juga ada acara syuting film layar lebar, dan ada jadwal tiga program FTV. Semua acara itu saya anggap rezeki,” ujar Sam.


Article source: http://ramadan.detik.com/read/2013/07/23/074216/2310922/631/yarlina-haliwah-alhamdulillah-orangtuaku-ikhlas-aku-masuk-islam?992204cbr


Jalan Islam Sam Brodie