Showing posts sorted by relevance for query soal. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query soal. Sort by date Show all posts

Monday, April 15, 2013

Sidak DPRD Solo: Ada Soal UN yang Rusak

<!––>




dok.timlo.net/daryono


Solo –  Hasil inspeksi mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Solo terkait pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA/SMK hari pertama, Senin (15/4) di sejumlah sekolah, rata-rata berjalan baik. Hanya ada beberapa soal rusak yang kemudian diganti dengan soal cadangan yang tersedia.


Rombongan Sidak Komisi IV dibagi dalam dua tim. Tim satu memantau sekolah-sekolah di Solo utara yang dipimpin Sekretaris Komisi IV Abdul Ghofar Ismail. Sementara tim dua dipimpin Ketua Komisi IV Teguh Prakosa yang memantau sekolah-sekolah di Solo selatan.


Sidak Komisi IV tim dua dimulai dengan memantau pelaksanaan UN di SMK N 3 Surakarta. Di sekolah itu sebanyak 335 siswa mengikuti UN secara penuh. ” Masuk semua, 335 siswa yang terbagi dalam 18 ruang dimana satu ruang 20 siswa,” ujar Kepala SMK N 3 Solo, Sri Haryanti kepada rombongan Komisi IV, Senin (15/4).


Selanjutnya, Komisi IV melanjutkan sidaknya ke SMK Kasatriyan, SMA MTA, SMK Muhammadiyah 1, SMA Al Islam dan SMK Kristen 1. Dalam pantauan tersebut, di SMK Kasatriyan dilaporkan adanya kerusakan soal. “Ada laporan soal rusak tetapi sudah diganti dengan cadangan. Jumlahnya berapa belum diketahui, tetapi ada laporan itu dari pengawas,” kata Kepala SMK Kasatriyan, Drs Danang Giyarso MSi.


Selain itu, kerusakan soal juga ditemukan di SMA MTA. Kerusakan berupa adanya satu soal yang rusak karena garis tengah. Namun seperti sekolah yang sebelumnya, kerusakan dicukupi dengan adanya cadangan.


Ketua Komisi IV DPRD Solo Teguh Prakosa menyatakan secara umum pelaksanaan UN berjalan dengan baik. “Kondisinya aman dan tidak ada temuan signifikan. Harapannya ini mencerminkan pelaksanaan UN sekolah-sekolah lainnya,” tandasnya.



<!–Dikirim melalui Timlo.Net – Portal Informasi Solo–>


 
 

 
 
 

<!––>


Berita Terkait




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan




Article source: http://surabaya.detik.com/read/2013/04/14/215739/2219926/475/lima-anggota-fpi-diamankan-terkait-sweeping-toko-waralaba-di-pasuruan


Sidak DPRD Solo: Ada Soal UN yang Rusak

Saturday, June 1, 2013

Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>



MAGELANG, KOMPAS.com — Menduduki peringkat pertama nasional dalam perolehan nilai hasil ujian nasional (UN) 2013/2013 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebab, prestasi ini adalah yang pertama kali dicapai dalam sepanjang sejarah.


“Pada tahun ajaran ini sekolah kami mampu mencapai nilai rata-rata hasil UN 9,14. Pencapaian ini adalah yang terbaik dalam sepanjang sejarah,” ungkap Kunadi, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Sabtu (1/6/2013).


Menurutnya, tahun ajaran lalu, sekolah tersebut hanya dapat mencapai peringkat 6 nasional. Padahal, kata Kunadi, tahun ajaran ini tingkat kesulitan soal-soal lebih tinggi dibanding tahun lalu. Ditambah lagi dengan sistem 20 paket soal yang berbeda tiap kelas. Sementara itu, tahun lalu hanya 5 paket soal berbeda tiap ruang.


Kunadi menyebutkan, dari 162 siswa peserta UN, sebanyak 71 di antaranya meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, kemudian dua siswa nilai 10 untuk Bahasa Inggris, dan tiga siswa meraih nilai 10 untuk IPA.


“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kami, bukan hanya para siswa akan tetapi adanya sinergitas antara siswa, tim guru, karyawan, komite, dan juga orangtua wali murid,” tuturnya.


Untuk dapat meraih prestasi tersebut, Kunadi mengakui, memang harus ada strategi antara lain selalu menerapkan profesionalitas guru, utamanya guru yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menekankan pada proses dan kualitas pembelajaran pada siswa.


“Meski status sekolah kami sudah tidak Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) lagi sejak Januari lalu, tapi kami tetap optimistis, bekerja keras dan tetap mepertahankan prestasi belajar anak didik kami,” tuturnya.


Wakil Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang Sri Endah Cahyani menambahkan, untuk memacu prestasi siswa, pihak sekolah sudah menerapkan disiplin sejak mulai masuk kelas IX. Siswa sudah diwajibkan mengikuti pendalaman materi atau biasa disebut jam ke-0 (pukul 06.00 – 07.00 WIB).


“Pada jam tersebut mereka harus mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Kemudian dibahas bersama guru mata pelajaran yang bersangkutan. Setiap sebulan sekali siswa juga wajib mengikuti tes kompetisi. Di sini siswa menjadi terbiasa mengerjakan soal-soal dan berkompetisi secara sehat,” jelasnya.


Selain latihan soal secara intensif, pihaknya juga melatih siswa untuk disiplin dalam berdoa. Setiap hari siswa-siswa yang beragama Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat dhuha berjemaah di masjid sekolah. Demikian pula bagi yang non-muslim, juga disediakan waktu khusus untuk berdoa di sekolah.


Yang lebih penting pula, kata Sri, pihak guru juga senantiasa menerapkan sikap jujur dan mandiri. Hampir setiap ujian sekolah maupun ujian nasional, guru-guru tidak pernah melakukan pengawasan yang berlebihan.


“Ini kami terapkan untuk melatih kejujuran dan percaya diri anak-anak. Jika kami para guru sudah terlalu ketat dalam pengawasan, misalnya keliling kelas memperhatikan siswa satu persatu justru membuat anak takut dan merasa tidak diberi kepercayaan,” pungkasnya.


Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Magelang ini memang dikenal dengan sekolah unggulan terbaik di Kota Magelang. Ribuan prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswa dan para guru sekolah ini. Tidak hanya prestasi akademik tapi juga nonakademik, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional bahkan Internasional.


Untuk bisa masuk di sekolah ini pun, calon siswa harus mengikut beberapa tahapan seleksi. Antara lain harus mengikuti tes tulis khusus yang diselenggarakan sekolah. Kemudian hasil tes tersebut akan ditambah dengan rata-rata nilai SD.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>







































Article source: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/gavin-susantio-bahagia-memiliki-keluarga-campur-5bba37.html


Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional

Monday, June 10, 2013

Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Muslim Inggris diminta tidak berspekulasi soal kebakaran yang menimpa Islamic Center dan sebuah sekolah di London Utara. Permintaan ini disampaikan anggota parlemen Inggris, Bob Neil.


“Kami merasa prihatin soal ini, dan kita akan mencari tahu lebih lanjut soal masalah ini. Jangan terlalu dini melompat pada satu kesimpulan lantaran penyelidikan terus dilakukan,” kata Neil seperti dikutip BBC, Senin (10/6).


Semenjak kebekaran itu, komunitas Muslim merasa khawatir dengan keselamatan mereka. Sebab, kebakaran yang menimpa dua bangunan miliki komunitas Muslim terjadi tak lama sejak serangan terhadap tentara Inggris. Kekhawatiran bertambah lantaran ada indikasi keterlibatan kelompok sayap kanan.


Untuk menenangkan situasi, kepolisian Metropolitan London meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi soal kebakaran. “Kebakaran ini memang masuk dalam kategori mencurigakan. Tapi masyarakat jangan berspekulasi soal ini sebelum penyelidikan dilakukan secara tuntas,” tutur Neil.


Usai kebakaran Sabtu lalu, pelajar dan staf sekolah mulai kembali ke sekolah. Mereka menolak diminta komentar soal kebakaran itu lantaran ada permintaan dari pihak sekolah dan kepolisian. Namun, mereka berharap penyelidikan segera tuntas untuk mengungkap siapa pelakunnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, merujuk pada proyek TellMama, tercatat lebih dari 212 insiden serangan terhadap Muslim terjadi. Sekitar sebelas serangan diantarannya menyasar masjid.


Article source: http://www.merdeka.com/khas/merasa-damai-usai-bersyahadat-franck-ribery-3.html


Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

Thursday, April 11, 2013

Pengesahan RUU Ormas Ditunda

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia khusus (Pansus) RUU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) akhirnya bersepakat menunda pengesahan rancangan undang-undang ini yang seharusnya dilakukan dalam rapat paripurna pada Jumat (12/4/2013) pagi ini. Penundaan pengesahan dilakukan lantaran masih ada penyusunan bagian penjelasan yang belum rampung.


“Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara prinsipil, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan terakhir yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir. Hanya penjelasan belum rapi, ada beberapa redaksi yang belum rapi, faktor teknis prosedur aja,” ujar Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain saat dihubungi, Jumat.


Dengan belum selesainya penyusunan bagian penjelasan RUU ini, kata Malik, maka Pansus pun tidak akan membawanya ke rapat paripurna. Pimpinan pansus sudah berkirim surat kepada pimpinan DPR agar tidak mengagendakan pengesahan RUU ini. Pengesahan akan dilakukan setelah masa reses DPR yang akan mulai dilakukan besok hingga sebulan mendatang berakhir.


“Jadi ini ditunda sampai masa sidang berikutnya akan kita bahas lagi lalu kita rapikan dan selanjutnya kita agendakan (untuk pengesahan),” imbuh Malik.


Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan bahwa semua fraksi telah bersepakat untuk tidak membatalkan keseluruhan pembahasan RUU Ormas. Pasalnya, kata Malik, RUU ini masih dianggap penting. “Fraksi bulat menyepakatinya,” tutur Malik.


Sebelumnya, sejumlah unsur organisasi Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Muhammadiyah akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan atas RUU Ormas ini. Mereka masih belum sepakat tentang pokok penjelasan.


Bukan lagi soal asa


Dalam perbincangan dengan Kompas.com, juru bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, isu yang dipersoalkan ormas berbasis massa Islam atas RUU itu tak lagi soal asas. Dia mengatakan, sudah ada perubahan yang patut diapresiasi dari pembahasan RUU ini, merujuk kesepakatan pansus 9 April 2013. “(Termasuk soal) asas yang diatur dalam Pasal 2 RUU Ormas,” kata dia.


Menurut Ismail, berdasarkan kesepakatan pansus pada tanggal itu, rumusan soal asas ormas disepakati merujuk ketentuan yang dipakai dalam UU 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. “Asas ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Itu saja,” sebut Ismail.


Ismail mengatakan, bila rumusannya demikian, ormas Islam tak lagi punya masalah soal pengaturan asas. Rumusan sebelumnya soal asas ini mengharuskan pencantuman Pancasila sebagai asas ormas, tetapi mengizinkan penggunaan asas lain selama tak bertentangan dengan Pancasila.


Namun itu bukan berarti sudah tak ada masalah dalam RUU Ormas. Ismail mengatakan, salah satu ganjalan yang akan terus mereka pertanyakan ke pansus adalah terkait penjelasan Pasal 61 RUU Ormas. “Bukan di batang tubuhnya, tapi penjelasan atas pasal tersebut,” ujar dia.


Pasal 61 RUU Ormas mengatur tentang larangan bagi ormas mengembangkan paham atau pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Penjelasan pasal tersebut dalam rumusan awal, ujar Ismail, menderetkan beragam paham itu mulai dari komunisme, ateisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme.


“Namun, dalam rumusan terakhir per 9 April 2013, beberapa paham seperti kapitalisme dan liberalisme sudah tak lagi tercantum. Sementara di negara asalnya, kapitalisme sudah dipertanyakan, masa di sini dibolehkan? Apa kapitalisme yang eksploitatif sesuai dengan Pancasila?” tanya Ismail.


Ketentuan lain yang juga masih patut disayangkan, sebut Ismail, adalah rumusan Pasal 7 RUU Ormas. Pasal itu mengatur soal ranah kegiatan ormas. “Politik tidak masuk dalam ranah yang diperbolehkan dilakukan ormas,” kata dia.


Padahal, kegiatan ormas terkait politik bukanlah soal kekuasaan dan pragmatisme, tetapi terkait pendidikan dan penerapan ilmu politik yang lebih luas. “Itu kami sayangkan,” kata dia.
















Article source: http://www.voaindonesia.com/content/sejumlah-jemaat-rayakan-paskah-dalam-keprihatinan/1630685.html


Pengesahan RUU Ormas Ditunda

Tuesday, January 8, 2013

Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Selasa, 08 Januari 2013 10:49

| Ade Irwansyah

HINGGA selesai menulis artikel ini, jujur, saya belum nonton film terbaru Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda.

Saya tak tertarik menontonnya. Saya sedang malas nonton film bertema “berat.” Sebab, jika menonton, saya akan repot menuliskan ulasannya. Tapi, kontroversi soal filmnya, bahkan kabar Hanung memutuskan menarik filmnya dari peredaran sampai dilaporkan ke polisi segala mendorong saya menulis artikel ini.

Karena belum nonton, saya tak berhak menilai Cinta Tapi Beda. Namun, saya sudah nonton beberapa film yang mengangkat soal cinta beda agama sebelum yang ini. Jadi, menurut saya, sah saja saya punya pendapat soal tema yang diangkatnya: tentang cinta beda agama.

Negeri kita yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sudah sejak dulu menjadi bahan baku cerita fiksi, termasuk film cerita. Kritikus film Eric Sasono pernah menulis di situs Rumah Film (2011), dahulu setidaknya ada dua pendekatan utama pembuat film menceritakan keragaman di Indonesia ini. Pendekatan pertama humoristis, dengan bercerita tentang tokoh-tokoh komikal dan stereotip etnis sebagai bahan lawakan atau ejekan. Tujuan pendekatan ini untuk mengajak penonton menertawakan diri sendiri. Humor yang semacam mendamaikan diri sendiri ini (morbid humor) dianggap efektif untuk menerima kenyataan ketimbang dipendam dan dibiarkan hingga jadi bisul kronis.

Pendekatan kedua adalah pendekatan yang menceritakan keragaman itu sebagai bagian komentar—atau kritik sosial budaya. Pendekatan ini melihat bahwa keragaman itu merupakan sebuah hal kompleks yang harus dijalani oleh manusia Indonesia. Pendekatan kedua ini menceritakan orang-orang yang harus bersiasat dengan beragam identitas yang berkumpul dalam diri mereka.

Untuk pendekatan pertama, Eric memberi contoh film-film komedi Nya’ Abbas Akup, sedang contoh pendekatan kedua di antaranya dilakukan Sjumandjaja lewat, misalnya, Si Doel Anak Modern.

Salah satu ciri yang menonjol di sinema Indonesia pasca Soeharto adalah sifat individualistis. Para pembuat film pasca Soeharto tak terlalu memusingkan keragaman latar belakang etnis, kebudayaan atau agama. Yang dikejar melulu capaian individual si tokoh. Keadaan sekitar tak kelewat dipedulikan, dan film Indonesia sekarang lebih senang membuat cerita yang berpusat pada aspirasi (capaian psikologis dan material) orang per orang yang khas kelas menengah.

Maka, kita melihat kisah-kisah from zero to hero tentang orang miskin jadi orang sukses, orang saleh mencari jodoh, dan sebagainya.

***

Namun, tentu, selalu ada yang menyempal bergeser dari titik mainstream. Kondisi pasca Soeharto yang relatif bebas juga memungkinkan mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi wacana di layar lebar. Dari sini menyempal film yang membincangkan cinta beda agama.

Film tentang cinta beda agama di sinema Indonesia pasca Soeharto dimulai oleh Cin(T)a karya Sammaria Simanjuntak yang rilis tahun 2009. Judulnya memberi simbol yang kira-kira bisa diartikan—saya meminjamnya dari tulisan Ifan Adriansyah Ismail di majalah Madina—di antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta ada “T” yang menghalangi. “T” itu adalah perbedaan dalam menyebut Tuhan. (O ya, sebetulnya, setahun sebelumnya, 2008, rilis Ayat-Ayat Cinta [sutradara Hanung Bramantyo] yang di dalamnya ada kisah cinta beda agama antara Fahri [Fedi Nuril], penganut Islam, dengan Maria yang menganut Kristen Koptik. Tapi persolan cinta beda agama itu tak menjadi soal berarti karena Maria kemudian masuk Islam.)

Kembali ke Cin(T)a, film itu tampak samar-samar mengisahkan cinta beda agama dengan membalutnya sebagai film esai. Tokoh-tokohnya dipinjam sineasnya untuk mengutarakan gagasan ataupun pertanyaan seputar cinta, Tuhan, dan agama. “Kenapa Allah nyiaptain kita beda-beda. Kalau Allah ingin disembah dengan satu cara?” “Makanya Allah ciptain cinta. Biar yang beda-beda bisa nyatu.”

Film berikutnya, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta (2010). Kita bertemu Rosid (Reza rahadian) telah menetapkan hatinya pada Delia (Laura Basuki). Rosid, Islam. Delia, Katolik. Film arahan Benni Setiawan yang kisahnya diambil dari dua novel (Da Peci Code dan Rosid Delia) ini mengambil jalan ke inti persoalan: seperti apa problema yang akan ditemukan bila dua sejoli beda agama memadu kasih?

Film ini tak mencoba memberi putusan bahwa hal itu dilarang (atau juga dibolehkan). Sebaliknya, film ini menyajikan serangkaian hal untuk direnungkan penonton usai menonton. Misalnya, ada dialog soal persoalan nikah beda agama akan meninggalkan beban psikologis pada pelaku, keluarga, bahkan anak yang mereka lahirkan kelak. Ditanya bagaimana sebaiknya, malah dijawab dengan tawa. Kemudian, ada dialog, dari sudut Islam, ada pendapat ulama yang mengatakan nikah beda agama boleh asal prianya Islam. Tapi, dengan bijak, film ini tak menganjurkan mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal itu, melainkan taati agama dengan baik dulu, baru pahami betul-betul sebelum akhirnya ikut pendapat yang mana. SPOILER ALERT pada akhirnya Rosid dan Delia tak melanjutkan hubungan cinta mereka.

Kemudian juga ada sedikit cerita cinta beda agama yang terselip di film ? (Tanda Tanya) rilis tahun 2011 karya Hanung Bramantyo. Yang sudah nonton pasti ingat sub plot tentang Ping Hen (Rio Dewanto) yang memendam cinta pada Menuk (Revalina S. Temat). Di ujung film, SPOILER ALERT lagi, setelah Menuk menjanda, Ping Hen masuk Islam dan mendapatkan cinta lamanya.

Nah, yang terakhir kisah cinta beda agama hadir lewat Cinta Tapi Beda. Saya belum nonton, jadi tak berhak mengulasnya. Namun, kawan yang menulis resensi filmnya di tabloid ini mengatakan di ulasannya, “… tidak mudah melaksanakan pernikahan beda agama. Sistem di Indonesia tidak memberi dukungan pada cinta yang didasari dua Mahacinta. Ini pesan Cinta Tapi Beda. Untuk kita renungkan.”

Yang jelas, filmnya rilis di penghujung 2012, ini artinya setiap tahun sejak 2009 lahir film yang mengangkat tema itu.

Kenyataan ini lebih menarik ditelisik. Kenapa sekarang saban tahun muncul film tentang cinta beda agama?

***

Sesungguhnya, cinta beda agama terbilang sebuah keniscayaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri atas beragam agama. Kita hidup berdampingan dengan orang beragama lain, tak mungkin rasanya jika sampai tidak terjadi kisah cinta berlatar agama berbeda. Anda mungkin pernah mengalaminya, atau pastilah kenal orang-orang yang mengalaminya.

Sesungguhnya pula, cinta beda agama bisa terjadi di belahan mana saja di dunia ini. Namun, rasanya, di Barat sana hal semacam ini tak menjadi masalah. Beda dengan di Indonesia. Nilai religiusitas dan kekeluargaan yang erat dianut masyarakat kita membuat persoalan cinta beda agama jadi pelik.

Di Barat sana yang individualis boleh saja orangtua membiarkan anaknya berkasih-kasihan dengan yang lain agama karena menganggap itu sebagai hak asasi. Tapi tak demikian halnya di Indonesia. Apalagi bila hubungan beda agama itu hendak berlanjut jadi serius ke pernikahan. Percintaan, apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan semata urusan dua pribadi yang jatuh cinta, tapi urusan dua keluarga.

Pertama niatan sineas melahirkan kisah ini karena sudah saatnya hal tabu itu diangkat ke permukaan, dibicarakan secara terbuka. Yang saya ingat, baik Cin(T)a dan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tak mendatangkan kontroversi lantaran mengangkat konfliknya dengan halus: Cin(T)a lewat penuturan bergaya esai, sedang 3 Hati lewat penyelesaian harmonis. ? (Tanda Tanya) mengundang kontroversi lebih kepada tema pluralisme religius yang diangkatnya.

Pun kontroversi terbaru ini, di Cinta Tapi Beda lebih berupa protes pada tokohnya yang digambarkan sebagai orang Minang.

Ini menandakan, meski di luar sana masih ada pro-kontra atas hubungan cinta beda agama, sebetulnya sebagian besar masyarakat relatif memberi kebebasan pada sineas untuk mengangkat tema ini.

Yang tidak setuju, misalnya, pada akhirnya memilih tidak menontonnya. Mereka lebih memilih kisah cinta sejati Habibe dengan Ainun atau semangat nasionalismenya dibakar di puncak Mahameru lewat 5 cm..

Pertanyaannya kemudian, apa kontroversi Cinta Tapi Beda ini akan menghentikan sineas membuat lagi film tentang cinta beda agama?

Saya kok ragu, ya. Sebab, hubungan cinta beda agama adalah bahan baku cemerlang untuk sebuah kisah dramatis khas Indonesia. Dalam hubungan cinta beda agama ada konflik yang menggigit penuh dilema. Di situ, cinta seakan dipertentangkan dengan agama. Ada pula tradisi dan nilai keluarga yang mungkin menentang.

Siapa yang untung? Oh, tentu produser film. Orang-orang yang penasaran jadi kepingin nonton. Apalagi sampai filmnya jadi kontroversi segala. Yuk, ke bioskop sebelum filmnya betulan berhenti tayang….

(ade/ade)

 

Berita Terkait:

Film Cinta Tapi Beda Digugat, Produser Siap MeladeniSejak Muncul Kontroversi, Penonton Cinta Tapi Beda Bertambah Lebih dari 80 RibuFilm Cahaya Kecil Siap DiproduksiKontroversi Film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo Meminta Maaf

Komentar   

Jambanizer

habibiainun

Berikan komentar

Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/11/peringatan-hari-anti-korupsi-di-makassar-berujung-bentrok


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Thursday, August 15, 2013

Sufisme Menangkal Ekstrimisme


Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.



Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Pekalongan, pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.



Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.



Sufisme vs. Ekstrimisme



Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.



“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.



“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“



Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.



Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifat ekstrim.



“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”


“Sufi sangat toleran dengan perbedaan” Pakar Sufisme Media Zainul Bahri



Surga Sufisme



Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.



Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.



Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.



Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.



Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.



Cendekiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaluddin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.



Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.



Sufi Twitter



Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.


Sufi Twitter @candramalik


Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.



Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.



“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.



“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“



Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.



Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.



“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“



Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.



“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Sufisme Menangkal Ekstrimisme

Friday, January 4, 2013

Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.

Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Malang, sebuah kota sejuk yang ada di bagian Timur pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.

Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.

Sufisme vs. Ekstrimisme

Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.

“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.

“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“

Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.

Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifar ekstrim.

“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”

Surga Sufisme

Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.

Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.

Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.

Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.

Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.

Cendikiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaludin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.

Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.

Sufi Twitter

Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.

Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.

Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.

“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.

“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“

Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.

Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.

“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“

Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.

“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.

Andy Budiman

Editor: Christa Saloh Foerster

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25321/09/10/2012/muhammadiyah-masuk-anggota-icg-untuk-bantu-damaikan-konflik-moro.html


Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Friday, January 25, 2013

Politisi 'Kutu Loncat' Merebak

Karena sudah tidak sejalan dengan para petinggi parpol sebelumnya

JAKARTA- Menjelang Pemilu 2014 mendatang, dunia politik Indonesia kerap diwarnai dengan aksi politisi yang pindah dari satu partai ke partai lain atau biasa disebut kutu loncat. Fenomena itu dianggap wajar. Karena, partai politik (parpol) di Indonesia dinilai belum memiliki ideologi dan program kerja yang jelas.

Pengamat politik dan sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sudjito  menga­takan, pada tahun 2013, jumlah politisi kutu loncat akan mengalami peningkatan. Apalagi dengan sema­kin sederha­nanya jumlah parpol, peta kekuatan politik akan semakin mudah dibaca.

Akibatnya, para politisi lang­sung sigap mencari partai yang lebih besar, ketimbang bernaung di partai ping­giran. “Kutu loncat akan besar-besaran. Ini modus lama, karena partai saat ini hanya menjadi institusi administatif politik,” kata Arie.

Banyak politisi, lanjut Arie, yang menilai semua partai politik sama saja. Partai tak lagi diperhitungkan sebagai institusi dengan nilai dan ideologi yang harus dijaga dan diperjuangkan.

Sehingga menjelang pemilu 2014 diperkirakan kapasitas dan kelem­bagaan partai tak akan sejalan. Partai politik, bahkan yang sudah mapan dan tua sekalipun diniainya akan mengalami pengikisan nilai.

Lantaran partai diisi oleh individu-individu yang lebih mem­per­timbang­kan oligarki ketimbang rakyat, menu­rut Arie, jati diri partai akan meluntur. Semua partai di mata rakyat akan terlihat sama dan monoton.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto, menilai anggota Dewan yang mengundurkan diri dari parlemen dan pindah ke partai politik lainnya sah-sah saja dari sudut pandang konstitusi. Pasalnya, semua parpol yang ada di Indonesia tidak memiliki ideologi dan program kerja yang jelas. Akhirnya, anggota Dewan di parlemen menjadi tidak jelas dalam hal arah memperjuangkan rakyatnya.

 

“Kalau di kita kan partai itu ideologinya enggak jelas, program kerjanya juga enggak jelas. Jadi perpindahan seseorang dari satu partai ke partai lain enggak ada pengaruhnya,” kata Gun Gun di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (25/1).

 

Gun Gun menambahkan, di Indonesia seorang wakil rakyat “kutu loncat” lebih disebabkan karena sudah tidak sejalan dengan para petinggi parpol sebelumnya. Dengan demikian, anggota Dewan “kutu loncat” itu merasa khawatir tidak dicalonkan lagi oleh partainya pada pemilu.

 

“Saya yakin ini masalah slot, jadi dia sekarang mungkin tidak lagi berada dalam satu perahu yang sama dengan elite utama partai. Makanya dia mencari perahu lain yang dianggap memiliki kesamaan dengan keinginannya sehingga memungkinkan dia untuk kembali ke parlemen,” tuturnya.

 

Selain itu, menurutnya, juga tidak ada sanksi atas anggota Dewan “kutu loncat” itu. Menurut Gun Gun, sanksi yang nyata hanyalah menyangkut etika di masyarakat. Sebab, mereka meninggalkan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya. Namun, hal itu kembali lagi ke masyarakat akan memberikan sanksi moral atau tidak pada mereka.

 

“Ini hanya soal etis saja. Contohnya seperti seorang bupati atau wali kota di sebuah daerah, nah enggak ada kan peraturan yang dia langgar ketika dia mencalonkan diri di tempat lain. Seperti Jokowi. Soal etis saja. Kalau soal etika kan tidak bisa disanksi. Hanya soal kepatutan,” pungkasnya.

 

Seperti diwartakan, sejumlah politisi memutuskan untuk pindah partai. Mereka diantaranya anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Enggartiasto Lukita, yang memutuskan pindah ke Partai Nasdem. Kemudian bekas politikus PDI Perjuangan Ramson Siagian yang mendeklarasikan diri masuk menjadi kader Partai Gerindra dan maju menjadi caleg dalam Pemilu 2014. kpc, ins

Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=55684


Politisi 'Kutu Loncat' Merebak

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
• Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
• Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
• Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
• Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
• Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>• | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Much for Visit this News

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
• Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
• Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
• Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
• Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
• Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>• | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You So Much for Read this Article

Saturday, January 12, 2013

Nuh: Eks-RSBI Harus Tetap Berkualitas

Nuh: Eks-RSBI Harus Tetap Berkualitas

Padang Ekspres • Minggu, 13/01/2013 08:05 WIB • • 60 klik

Mohammad Nuh

Tangerang, Padek—Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus sekolah negeri ber­taraf internasional atau rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI/RSBI) diduga me­ngun­tu­ngkan sekolah swasta berlabel internasional. Sekarang mereka menjadi pemain tunggal penyedia lanyanan pendidikan berkualitas meskipun biayanya mahal.

 

Potensi itu saat ini menjadi kegelisahan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untuk itu, me­reka meminta sekolah negeri eks RSBI bisa menjaga kualitasnya.

 

”Kalau bisa kualitasnya harus naik dibandingkan ketika masih dila­beli RSBI,” tandas Mendikbud Mohammad Nuh usai bertemu dengan guru se-Kota Tangerang Selatan di Univeristas Terbuka (UT) kemarin.

 

Pihak Kemendikbud me­mas­ti­kan jika MK tidak mela­rang se­kolah negeri eks-RSBI untuk te­rus menggenjot kualitas layanan pen­didikan. Begitu juga untuk se­kolah-sekolah negeri lainnya. Se­­bab yang menjadi amar pu­tu­san MK adalah penghapusan pasal di UU Sisdiknas yang me­lan­dasi pengoperasional SBI/RSBI.

 

Perkara biaya untuk meng­gen­jot kualitas tersebut, Nuh mengatakan, pengelola tidak perlu khawatir. Dia mengatakan, pemerintah tidak akan tinggal diam.

 

”Masak salah kalau kami pemerintah ingin menciptakan sekolah berkualitas. Coba nilai dengan hati,” ujar menteri asal Surabaya itu.

 

Kemendikbud sedang menjajaki pemberian hibah kompetisi untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah eks-RSBI dan sekolah umum lainnya berhak berkompetisi untuk merebutkan hibah ini. Dengan hibah ini, diharapkan bisa membantu pembiayaan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

 

Dengan terjaganya kualitas pendidikan di sekolah-sekolah eks-RSBI itu, Nuh mengatakan layanan pendidikan unggul tidak akan dimonopoli sekolah-sekolah swasta berlabel international yang menjamur di kota-kota besar. Diantaranya di Jakarta dan Surabaya.

 

Nuh mengatakan ketika RSBI masih ada masyarakat memiliki dua alternatif untuk menerima layanan pendidikan unggul. Yakni melalui sekolah negeri berlabel RSBI atau ke sekolah swasta internasional itu. ”Bagi golongan tertentu mungkin tidak masalah masuk sekolah swasta top yang biayanya juga top itu,” kata Nuh.

 

Tetapi untuk kalangan masyarakat dengan tingkat ekonomi pas-pasan, tentu sulit untuk mengenyam pendidikan bertaraf internasional di sekolah swasta itu. Jalan satu-satunya adalah dengan masuk sekolah negeri yang juga bertaraf internasional (RSBI).

 

Mantan rektor ITS itu mengakui jika dalam praktiknya banyak masyarakat kurang mampu mengeluh sulitnya akses masuk ke sekolah RSBI. Tetapi dia mengatakan jika kasus seperti ini sebagian besar hanya terjadi di Jakarta saja. Di kota-kota lainnya, seperti Surabaya, pemko setempat mengklaim jika sekolah RSBI tidak memungut biaya apapun kepada siswa.

 

”Kalau dalam praktiknya (pembiayaan RSBI, red) ada yang melenceng, ya ayo kita perbaiki,” tandasnya. Nuh mengatakan, kurang tepat ketika dalam urusan RSBI ini yang melenceng adalah tataran implementasi tetapi langsung mencabut dasar hukumnya.

 

Sumber di internal Kemendikbud menduga ada konspirasi besar di balik putusan MK ini. Dengan digugurkannya sekolah RSBI dia menduga saat ini sekolah-sekolah swasta internasional itu tertawa lebar. Sebab, muncul dugaan jika RSBI dibiarkan berjalan terus hingga beralih status menjadi SBI, posisi sekolah-sekolah swasta internasional itu terancam.

 

Terkait tudingan ini, Nuh tidak mau berpolemik lebih jauh. Intinya karena putusan penghapusan RSBI ini sudah digedok MK, maka Kemendikbud dengan legawa harus menjalankannya. Dia bahkan mengatakan, hari ini (13/1) akan bertemu langsung dengan Ketua MK Mahfud MD dalam forum alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Jakarta.

 

Dalam forum ini, Nuh mengatakan, akan berkomunikasi secara nonformal dengan Mahfud. Inti pembahasannya adalah soal putusan penghapusan RSBI. ”Soal RSBI ini murni urusan akademik. Jangan sampai ditunggani kepentingan politik,” ujar mantan Menkominfo itu.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dirjen Dikdas) Kemendikbud Suyanto mengatakan, sebelum ada RSBI siswa-siswa yang mampu menembus olimpiade internasional didominasi sekolah-sekolah swasta internasional. Sayangnya Suyaeminta nama-nama sekolah langganan olimpiade internasional itu tidak dikorankan.

 

Setelah sekolah negeri RSBI mulai tumbuh di Indonesia, mantan rektor UNY itu mengatakan banyak siswanya mampu tembus ke olimpiade internasional. Bahkan berhasil menyabet juara atau medali emas. ”Banyak itu dari pelosok Semarang, Jawa Timur, dan lain-lainnya,” tutur Suyanto.

 

Untuk itu Suyanto berharap sekolah-sekolah eks RSBI tidak melunturkan tradisi mengikuti olimpiade internasional. Dia mengatakan untuk mengikuti olimpiade internasional ini tidak ujug-ujug. Tetapi melalui seleksi berjenjang mulai dari level kabupaten/kota hingga nasional dulu.

 

Selain menyanjung soal keunggulan RSBI, Suyanto mengakui juga sekolah dengan label itu memang memiliki kelemahan. Dia mengatakan kelemahan utama adalah soal akuntabilitas. Suyanto mengatakan seharusnya pemda yang menaungi sekolah RSBI harus mendorong akuntabilitas pengelolaan keuangan di sekolah.

 

Mulai dari komite sekolah, orangtua siswa hingga LSM bahkan media massa tidak perlu ditutup-tutupi untuk mengakses laporan keuangan di RSBI. Sebab, bagaimana pun juga sekolah RSBI negeri memiliki tanggung jawab transparansi kepada masyarakat karena memang lembaga publik. (wan/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/01/12/154084/WN-Vietnam-Ketahuan-Bikin-Paspor-RI-


Nuh: Eks-RSBI Harus Tetap Berkualitas

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Wednesday, October 16, 2013

Dikonfirmasi Kabar Gaston Jadi Mualaf, Ini Jawaban Julia Perez

Laporan Willem Jonata


TRIBUNNEWS.COM , KEPULAUAN SERIBU – Julia Perez alias Jupe punya keyakinan berbeda dengan kekasihnya, Gaston Castano. Kenyataan itu, menjadi kendala ketika keduanya menyatukan cintanya dalam ikatan pernikahan. Hal itu, kemudian ditanyakan oleh wartawan.


“Sudah capek bahas soal itu lagi, itu lagi. Jadi, kalian lihat saja nanti di acara lamarannya akan seperti apa. Soal itu akan terjawab di acara lamaran,” ucapnya, Rabu, (16/10/2013), di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta.


Konon Gaston dikabarkan pindah keyakinan demi menikah dengan Jupe. Namun, pelantun “Belah Duren” itu, enggan berterus terang mengungkapkannya. Ia bersikeras merahasiakannya sampai acara lamaran yang berlangsung pada 30 November 2013.


“Nah itu dia, saya enggak mau mengekspos soal agamanya nanti. Pastinya akan banyak pihak yang tersakiti, keluaga gaston juga,” ucapnya.


“Jadi saya enggak mau faktor agama ini dieksplorasikan lebih, sebaiknya mengeksplor cinta kasih kami berdua,” tandasnya.


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/selentingan-agama-sengaja-dipelihara.html


Dikonfirmasi Kabar Gaston Jadi Mualaf, Ini Jawaban Julia Perez

Saturday, January 12, 2013

Lanskap Baru Politik 2014

Muhammad Qodari 

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil rapat pleno KPU soal verifikasi faktual parpol peserta Pemilu 2014 diperkirakan meloloskan 10 partai dari 34 yang mendaftar ke KPU (Kompas, 8/1). Ke-10 partai itu adalah PAN, Demokrat, PDI-P, Hanura, Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, PPP, dan Nasdem.

Bagi yang optimistis, lolosnya 10 parpol untuk Pemilu 2014 membuka lanskap baru politik Indonesia ke depan. Lanskap pertama, harapan bahwa pilihan masyarakat akan lebih berkualitas karena jumlah partai jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Bandingkan jumlah parpol peserta Pemilu 2014 dengan Pemilu 1999 yang 48 parpol, 2004 (24), dan 2009 (38).

Pilihan yang sedikit ini diharapkan kondusif untuk masyarakat membuat pilihan berkualitas. Apalagi 9 dari 10 parpol yang lolos adalah partai lama yang sudah dikenal kiprahnya, baik di legislatif, eksekutif, di media, maupun di masyarakat. Jadi, masyarakat punya catatan tentang kinerja mereka. Pemilu 2014 akan menjadi hari penilaian bagi parpol-parpol tersebut.

Harapan yang lebih berkualitas juga diharapkan terjadi untuk level calon anggota legislatif (caleg). Berkurangnya jumlah partai secara signifikan secara dramatis juga mengurangi jumlah caleg.

Lanskap berikutnya, kemungkinan perubahan wajah politik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Saat ini terjadi perbedaan situasi antara konstelasi politik di pusat (DPR) dan di daerah (DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota). Jika di pusat hanya ada 9 partai politik, di daerah jumlah parpol jauh lebih banyak sehingga lebih ”hiruk-pikuk”. Di DPRD 2009, jumlah parpol lebih banyak sebagai kombinasi dari tiadanya ambang batas parlemen untuk masuk DPRD dan jumlah peserta pemilu 38 parpol. Akibat tak ada ambang batas parlemen untuk DPRD, tak ada kursi DPRD yang ”hangus” seperti terjadi di DPR.

Pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi, aturan Pemilu 2014 hanya memberlakukan ambang batas di tingkat nasional seperti pada 2009 (sebelum keputusan itu ambang batas juga berlaku di tingkat daerah). Namun, dengan jumlah peserta pemilu yang hanya 10 parpol, jumlah parpol di DPRD juga tidak akan lebih dari 10. Ini membuat komposisi parpol di DPRD kurang lebih akan sama dengan DPR. Perbedaannya pada posisi dan jumlah kursi sesuai daerah masing-masing.

Skeptisisme

Jika analisis di atas menampilkan kemungkinan perubahan dan harapan pada Pemilu 2014, bagian berikut menampilkan kekhawatiran dan skeptisisme. Skeptisisme pertama adalah kinerja DPR hasil Pemilu 2014. Disinyalir salah satu sebab rendahnya produktivitas legislasi DPR akibat jumlah partai dan fraksi yang terlalu banyak di Senayan.

Salah satu solusinya mengurangi jumlah partai dan fraksi di DPR dengan ambang batas parlemen. Namun, ambang batas 3 persen yang ditetapkan untuk Pemilu 2014 (naik 0,5 persen dibanding Pemilu 2009) diduga tidak akan mampu mengurangi jumlah parpol di DPR secara signifikan. Bahkan, bukan mustahil jumlah parpol di DPR justru naik dari 9 ke 10 parpol, dengan asumsi 9 partai lama dan satu partai baru (Nasdem) semua mendapat suara di atas ambang batas. Kemungkinan ini besar karena Hanura sebagai partai ”bontot” dalam Pemilu 2009 meraih suara di atas 3 persen pada pemilu itu. Sementara Nasdem telah menembus suara di atas 3 persen dalam aneka survei akhir-akhir ini.

Skeptisisme berikutnya soal wajah politik nasional Indonesia secara umum di masa yang akan datang. Mafhum diketahui banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap kinerja parpol, politisi, dan aneka lembaga pemerintahan. Kenyataan bahwa 9 dari 10 parpol yang lolos pemilu adalah partai lama dapat ditafsirkan: wajah politik Indonesia ke depan tidak akan berubah banyak karena aktornya secara garis besar yang itu-itu saja. Termasuk peta calon presiden yang notabene akan keluar dari parpol-parpol tersebut di atas.

Sekarang, bagaimana cara menjawab potensi kekecewaan tersebut di atas? Soal ambang batas tidak mungkin diubah. Karena itu, harus diterima kemungkinan jumlah parpol di DPR tetap 9 atau malah jadi 10. Berdasarkan pengalaman pemilu di era Reformasi, memang angka ambang batas yang bisa memangkas jumlah parpol di DPR adalah minimal 5 persen. Solusinya adalah memperbaiki mekanisme pembahasan UU di DPR dan di tiap parpol agar target legislasi dapat tercapai.

Adapun solusi kekecewaan terhadap parpol di masa depan secara inheren terkandung dalam mekanisme demokrasi itu sendiri. Dalam demokrasi diharapkan terjadi proses reward and punishment (hadiah dan hukuman) dari masyarakat terhadap peserta pemilu dan selanjutnya proses belajar dan memperbaiki diri dari para peserta pemilu itu terhadap kesalahannya. Saya meyakini mekanisme hadiah dan hukuman itu berlaku dalam politik Indonesia. Buktinya PDI-P yang menang Pemilu 1999 bisa kalah di 2004, sedangkan Partai Golkar yang menang di 2004 kalah di 2009, sementara hasil survei menunjukkan dukungan terhadap Demokrat yang menang Pemilu 2009 turun.

Tentang calon presiden 2014, ada tiga langkah untuk memunculkan alternatif wajah calon pemimpin nasional. Pertama, menurunkan aturan presidential threshold (ambang batas capres) Pemilu 2009 yang mencapai 20 persen suara dan/atau 25 persen kursi. Pilihan yang mudah adalah ”menyamakan”-nya dengan ambang batas parlemen, yakni 3 persen, untuk mengajukan pasangan calon sendiri. Namun, melihat pengalaman politik selama ini, agaknya angka itu akan bertemu di tengah, yaitu di rentang 10 persen-15 persen. Kedua, partai membuka kesempatan kepada tokoh-tokoh muda untuk tampil sebagai calon. Ketiga, partai membuka pintu bagi tokoh-tokoh di luar partai.

Agamis vs nasionalis

Lepas dari harapan dan skeptisisme terhadap calon peserta Pemilu 2014, jumlah peserta yang 10 sebetulnya kian mendekati opini masyarakat. Paling tidak ini terungkap dari hasil berbagai survei, di antaranya survei oleh Indo Barometer pada Juni 2008 dan Agustus 2010.

Secara ideologi, 10 partai peserta pemilu juga cukup mencerminkan konstruksi ideologi parpol di Indonesia yang kerap dibagi dalam dua spektrum. Untuk spektrum partai agamis/berbasis massa agama versus nasionalis/sekuler, ke-10 partai itu dapat dibagi dalam partai agamis (PKS, PPP, PAN, PKB) dan nasionalis (PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem).

Dalam spektrum partai agamis, ada dua subspektrum, yakni agamis Islam dan Kristen. Subspektrum agamis Islam bisa dibagi lagi dalam sub-subspektrum agamis Islam modernis dan agamis Islam tradisionalis. Adapun yang hilang dalam 10 parpol peserta Pemilu 2014 adalah wakil dari subspektrum agamis Kristen.

Sementara untuk spektrum partai nasionalis, dapat dibagi lagi dalam subspektrum kanan/developmentalis versus kiri/ populis. Tentu penggolongan ini relatif dan dapat diperdebatkan. Akan tetapi, pesannya adalah: walau jumlah partai peserta pemilu menurun jauh dibandingkan 2009, sebetulnya cukup mewakili spektrum ideologi politik yang ada.

Muhammad Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer

 







Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26737/12/01/2013/dsn-mui:-ulama-mesir-haramkan-sukuk-karena-alasan-maslahat-.html


Lanskap Baru Politik 2014