Showing posts sorted by relevance for query gagal. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query gagal. Sort by date Show all posts

Monday, March 25, 2013

Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

JAKARTA – Penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Jogjakarta,yang menewaskan 4 tahanan merupakan teror terhadap publik, hukum dan negara. Apalagi hingga tiga hari berlalu, aparat belum bisa mengidentifikasi pelaku.

Polisi sendiri memastikan ukuran peluru yang ditemukan di LP Cebongan memiliki kaliber 7,62 milimeter (MM). Peluru kaliber 7,62 memang merupakan peluru dari senjata laras panjang yang biasa digunakan untuk kebutuhan keamanan di suatu negara.

Di Indonesia, TNI dan Polri yang memiliki senjata berpeluru jenis ini. Pihak sipil bisa memilikinya, tapi harus mengantongi surat kepemilikan khusus.

“Sebenarnya soal kaliber memang tidak bisa dituduhkan itu punya siapa, namun memang biasanya peluru dengan kaliber seperti itu merupakan milik TNI atau pun Polri,” ujar pengamat militer Mufti Makarim, Selasa (26/3). 

Sekadar diketahui, bukti-bukti mulai ditemukan di tempat kejadian perkar, itu misalnya 31 selongsong peluru kaliber 7,62 milimeter.Menurut penelusuran, senjata laras panjang dengan kaliber peluru 7,62 MM bisa mencapai Rp 25 jutaan.

Menurut Mufti, untuk membuktikan itu memang harus ada uji balistik agar bisa mengetahui jenis senjata apa yang digunakan dalam penyerangan dalam Lapas Cebongan. “Harus dilakukan uji balistik dengan cara melakukan uji tembak. Jika ditemukan senjata itu pun juga bisa diuji untuk membuktikan,” ujarnya.

Mufti mengatakan, pihak di luar TNI dan Polri juga mungkin bisa menggunakan senjata laras panjang dengan peluru kaliber 7,62 MM. Namun harus dengan surat kepemilikan khusus.

“Jenis senjata dengan kaliber peluru seperti itu memang dibutukan surat kepemilikan khusus. Karena senjata jenis tersebut khusus untuk kebutuhan keamanan. Namun, masalahnya kita punya persoalan penyelundupan senjata dan segala macam perang yang terjadi saat GAM dan di Papau. Jadi banyak kelompok yang bisa mempunyai jenis senjata itu,” ujar Mufti.

Sebelumnya, Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Sarojo membantah dengan tegas pelaku penyerangan Lapas Cebongan Sleman adalah anggota Kopassus. Komandan Garnisun yang meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta ini juga membawahi satuan organik dan non organik Kodam IV Diponegoro. “Penyerangan lapas dilakukan oleh orang tidak dikenal,” kata dia, Senin 25 Maret 2013.

Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo juga mengatakan bahwa seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan pada saat penyerbuan dilakukan. “Kami belum bisa mengomentari kejadian itu,” kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto. Dia memastikan bahwa pada saat kejadian penyerangan tersebut, 800 anggotanya tidak ada yang keluar dari markas.

LP Sleman diserbu selompok orang, Sabtu (23/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku membawa senpi dan granat serta memaksa masuk LP. Mereka mencari 4 tersangka pengeroyokan anggota Kopassus Sertu Santoso yang dititipkan di LP tersebut.

Empat tahanan yang jadi ‘target’ kelompok itu adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan. Mereka tewas dengan luka tembakan. Belum diketahui siapa dan dari kelompok mana pelaku tindakan brutal tersebut

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkapkan, Indonesia dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api. Siluman itu bisa mencabut nyawa kapan pun dan di mana pun.

Tanpa pengungkapan pembunuhan empat tahanan di lapas itu, Indonesia tidak layak lagi disebut negara yang menjunjung tinggi penegakan hukum. Sebaliknya, di Indonesia berlaku hukum rimba. Karena hal ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara gagal.

Dalam Indeks Negara Gagal (Failed States Index/FSI) 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara yang disurvei. Dalam posisi itu, Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal.

Beberapa indikator dalam FSI 2012 itu antara lain ketegangan dan kekerasan antarkelompok. Kemampuan negara memberi keamanan dirusak atau dikurangi. Lalu, ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan aturan hukum.

Desakan dibentuknya tim investigasi atau pencari fakta disuarakan sejumlah kalangan, antara lain Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat; Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno dan Mudji Sutrisno; Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra; Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar; dan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, secara terpisah, Senin (25/3).

”Sangat perlu Presiden membentuk tim pencari fakta. Kalau (fakta) tidak dibuka dan pelaku tidak dihukum, negara dalam keadaan bahaya karena negara dikuasai kelompok preman dan penegakan hukum tidak berjalan,” kata Magnis.

Dianiaya Dulu

Terpisah, Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, menyebut kliennya tidak hanya diberondong timah panas saja. Dia menduga para pelaku misterius sempat melakukan tindakan penganiayaan sebelum mengeksekusi dengan berondongan peluru.

“Banyak ditemukan bekas luka memar dan sayatan senjata tajam di tubuh korban,” kata Riyo.

Sebagai contoh, dia menemukan luka memar di wajah Juan, salah satu korban. Perut Almarhum juga robek akibat sayatan benda tajam. Bahkan lengan kiri Juan patah. “Luka-luka itu jelas bukan karena tembakan,” kata Riyo. Dia mengaku mengetahui kondisi keempat jenasah sesaat kejadian.

Menurut Riyo apa yang telah terjadi kepada keempat kliennya adalah pembantaian. Sebab keempat korban mendapat siksaan dan berondongan peluru dalam kondisi tidak berdaya. “Kami akan terus dorong kasus ini hingga tuntas, jangan sampai ini berhenti karena bisa jadi catatan buruk hukum Indonesia,” kata Riyo.ins,tmp

 

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=5a3f2c554cbe19e778b48b8b458b258b&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b


Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

Wednesday, December 26, 2012

One Direction lebih butuh fans daripada Grammy Awards!

Selain Justin Bieber dan Nicki Minaj, One Direction juga merupakan nama yang gagal masuk nominasi Grammy Awards 2013. Meski begitu pihak One Direction memilih untuk bersikap tenang dan berpikir positif.

Simon Cowell lebih pilih fans dan penjualan album @foto: virginmedia.com

“Kalian tahu apa yang lebih penting? Fans, penjualan album. Aku selalu mengatakan hal itu,” ujar Simon Cowell, orang paling penting di belakang One Direction menanggapi kegagalan One Direction masuk nominasi Grammy Awards 2013.

“Mungkin tahun depan mereka bakal mendapatkan sesuatu. Percayalah padaku, tak ada yang perlu dikeluhkan,” tambahnya pada MTV.

Tak ada yang perluh dikeluhkan One Direction @foto: seventeen.com

Sebelumnya baik manajer Justin Bieber maupun Nicki Minaj sama-sama kecewa setelah artisnya gagal masuk nominasi Grammy Awards. Kedua pihak itu sama-sama melampiaskan kekecewaannya melalui Twitter mereka.

GAGAL MASUK GRAMMY AWARDS, MANAJER JUSTIN BIEBER KECEWA!
MANAJER NICKI MINAJ JUGA KECAM GRAMMY AWARDS 2013 (kpl/dgs/adb)

Article source: http://www.merdeka.com/artis/daftar-lengkap-nominasi-golden-globe-awards-ke-70.html


One Direction lebih butuh fans daripada Grammy Awards!

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article

Wednesday, May 29, 2013

Demo Anti-Islam di Inggris Gagal gara-gara Tawaran Teh

Metrotvnews.com, London: Masjid di York, di Inggris utara, dipuji setelah menawari teh dan biskuit kepada para pendukung kelompok kanan English Defence League (EDL), yang tadinya berencana menggelar unjuk rasa anti-Islam.



Sekitar enam anggota EDL muncul di masjid tersebut pada Minggu (26/5) dan mereka ditawari teh dan setelah itu diajak bermain sepak bola oleh jamaah masjid.



Uskup Agung York, John Sentanu, menyebut keputusan pengurus masjid tersebut fantastik. “Teh, biskuit, dan sepak bola adalah kombinasi khas ala Yorkshire. Ini cara ampuh untuk menghadapi pandangan yang keras dan ekstrem,” kata Sentanu.



Pendeta Tim Jones, seorang pengurus gereja, mengatakan, “Saya tahu mereka (pengurus dan jamaah masjid) adalah orang-orang yang cerdas.”



“Ini juga menunjukkan mereka orang-orang yang berani dan memiliki standar moral yang tinggi,” ujar Jones.



“Saya kira dunia bisa belajar dari apa yang terjadi di masjid ini,” katanya.



Sempat muncul kekhawatiran akan terjadi bentrok ketika para pendukung EDL setempat menyerukan demonstrasi di luar masjid itu.



Seruan melalui Facebook ini dikeluarkan hanya beberapa hari setelah seorang tentara tewas diserang di daerah Woolwich di London.



Imam Abid Salik, pengurus masjid di York, mengatakan ia memang sengaja mengundang masuk para pendukung EDL ke dalam masjid.



“Jamaah datang membawa teh dan biskuit. Mereka mengobrol selama 30 hingga 40 menit dan kemudian mereka masuk. Ini kejadian yang sungguh indah,” kata Imam Salik. (BBC)



Editor: Asnawi Khaddaf



Share:






 


cbn



Article source: http://bola.inilah.com/read/detail/1950910/bintang-arsenal-pun-segan-pada-miroslav-janu


Demo Anti-Islam di Inggris Gagal gara-gara Tawaran Teh

Saturday, January 5, 2013

Perubahan dari dalam Diri

Perubahan dari dalam Diri

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 06/01/2013 09:06 WIB • 15 klik

H. Sutan Zaili Asril

Di antara kegiatan manusia, khususnya kegiatan otak dan terlebih hati, yang sangat menguras energi adalah mendengki, bahkan dibandingkan dari ambisius dan tamak. Dengki artinya menaruh perasaan marah (karena benci dan tidak suka), karena perasaan iri hati yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain (ada istilah tak senang melihat keberuntungan oranglain/senang melihat orang gagal/tersungkur/bersalah). Hati merasa dengki dan atau mendengki, membenci perasaan karena iri hati pada orang lain/tetangga/teman sekerja—sebetulnya lebih baik energi digunakan secara positif/memilih berusaha menyamai. Kalau tamak dan ambisi pula dapat dipandang ”secara positif” karena kedua perasaan/sifat itu dapat menghasilkan/memberi hasil—hanya seringkali berlebihan dan mungkin merugikan orang lain.

 

Yang menjadi masalah, bilamana kedengkian/keben­cian/keirihatian itu menga­pung karena ketidakmampuan untuk berbuat sebaik/seting­kat orang yang didengki (orang yang menjadi sasaran keben­cian). Ada usaha memaksakan diri di atas keberdayaan men­jadi tumbuh/berkembang da­lam bentuk dengki/keben­cian terhadap orang lain/tetangga/teman sekantor yang tampil lebih baik/lebih berhasil/lebih menghasilkan/lebih sukses. Maka bentuk penyaluran ener­gi berupa kedengkian/keben­cian karena tidak berdaya itu sangat menguras energi/sa­ngat melelahkan. Sebetulnya, kita harus merasa kasihan ke­pada orang yang men­dengki/membenci karena tidak dapat berbuat/menyalurkan ener­ginya secara positif. Seringkali, orang yang marah karena men­­dengki/merasa iri hati putus asa, dan hanya dapat berharap orang yang dideng­kinya gagal/jatuh/hancur.

 

Pengalaman Cucu Magek Dirih, seringkali ia mem­per­hatikan adalah banyak orang-orang yang begitu mendengki/beriri hati padanya, tapi, Cucu Magek Dirih pula menga­bai­kannya saja. Itu karena Cucu Magek Dirih menerapkan aja­ran dari inyiaknya—dari falsa­fah silat tinggi luambek, bahwa tak semua serangan harus di­terima/ditahankan, tapi, di­biarkan lewat—hal yang mung­kin membuat orang yang ber­sangkutan menahankan hati/perasaan entah ke mana hen­dak dilepaskan/perasaan hen­dak ke mana dikatakan atau dicurhatkan. Jadi, dari penga­laman Cucu Magek Dirih, ia mengetahui ada orang yang ber­niat jahat/melakukan se­sua­tu yang jahat terhadapnya pun, maka ia memperlakukan seakan hal itu tidak ada—mengabaikannya/tidak dipi­kirkannya. Cucu Magek Dirih pun menerapkan ajaran in­yiak­nya, balas keburukan/niat jahat/perbuatan jahat orang kepada kita dengan bersikap baik/berbuat baik kepada yang bersangkutan—setidak-tidak­nya memaafkan dengan ikhlas.

 

Bagi Cucu Magek Dirih, sebaiknya beban pikiran dan hati harus selalu diringankan. Cucu Magek Dirih mengatakan kepada istrinya bahwa tidak semua dimasukkan ke dalam pikiran dan tidak semua harus dirasa-rasakan karena hanya menguras energi secara tidak berguna. Jikalau semua hal dimasukkan ke dalam otak sementara luas areal/kapasitas muat otak tak mampu menam­pungnya—nanti otak akan penuh dan sampai meleleh keluar. Jikalau semua dima­suk­kan dalam perasaan se­men­tara luas areal/kapasitas me­nampung hati tidak pula luas—nanti dada akan meledak sampai sakit hati/jantung kambuh pula. Orang yang memasukan semua ke dalam pikiran dan perasaannya, ma­ka orang itu akan gelisah, tidak bisa tidur, dan membenci/mendengki/meirihati pada orang lain/tetangganya/teman sekerja di kantornya dan atau orang-orang di kantor/peru­sahaan pesaingnya.

 

AGAMA Islam sangat tegas dalam hal orang/setiap orang setiap kelompok berusaha untuk berubah. Perubahan yang paling penting adalah tingkat kendali diri, menga­rah­kan diri, dan mengerahkan diri, sehingga mampu menya­lurkan energi secara positif (berjalan/bekerja di atas dan sesuai kodrat/takdir atau destination semampu/sedaya upaya/sesungguh-sungguh yang mungkin—sejujurnya saja pada diri sendiri/tidak karena hendak berlagak/agar diketahui dan dilihat orang lain) dan dapat menghasilkan secara lebih baik (kuantitas dan kualitas). Perubahan pula, bagi Cucu Magek Dirih diletak­kannya pada perspektif ber­syu­kur karena ada periode yang dipakai secara tentatif untuk mengevaluasi diri. Se­per­ti halnya dengan bersyukur, maka perubahan ke arah/tingkat yang baik menjadi hal yang wajib pula.

 

Perubahan diri pula, dalam pandangan Cucu Magek Dirih, adalah berusaha mengeluar­kan semua/segala hal dan sifat buruk dalam diri—pemikiran  yang counter productive dan perasaan benci/dengki/iri hati dan atau pun mengulangi ke­sa­lahan—ibaratkan unta yang terperosok di lubang yang sama, dan atau berkutat pada posisi yang sama yang sudah sebetulnya diketahui salah/keliru/tidak berguna—apakah yang bersangkutan tdak me­nge­tahui/menyadarinya, se­hingga mereka tidak mau ke­luar dari lobang hitam/me­ngeluarkan semua dan segala hal yang buruk/tidak berguna dalam dirinya. Seperti itu Cucu Magek Dirih memahami ayat Al Quran ”tidak akan berubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu sendiri tidak berusaha untuk berubah”.

 

Berubah dari dalam diri sendiri memang terutama membersihkan hati dari sega­la/semua hal yang buruk/jahat/tidak berguna. Setidak­nya, demikian Cucu Magek Dirih memahaminya. Bahwa, kisah Nabi Muhammad SAW yang dibedah malaikat saat ia masih kecil, maka malaikat mengeluarkan segala/semua hal dan sifat atau kecen­de­rungan yang tidak baik dari dalam hati Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, malaikat me­masukan sifat/kecen­de­rung­an hati yang baik ke dalam hati Nabi Muhammad SAW. Di antara sifat baik yang utama itu adalah shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Selain itu, Cucu Magek Dirih mema­hami pula al-asmau al-husna sebagai potensi/peluang dan juga energi positif.

 

Shiddiq artinya benar—mustahil Nabi Muhammad SAW berdusta. Artinya nabi dan rasul bersiafat benar, baik dalam tutur kata maupun per­buatannya, yakni sesuai de­ngan ajaran Allah SWT. Seperti disebutkan Allah da­lam QS Maryam ayat 50. Kami me­nga­nugrahkan kepada mere­ka sebagian rahmat Kami, dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi mulia. Lalu, amanah (dapat dipercaya/dapat diandala­kan)—mustahil nabi Muham­mad khianat (curang/culas atau sejenisnya). Artinya, pa­ra nabi dan rasul itu bersifat jujur pada saat menerima ajaran Allah SWT, dan meme­lihara keutuhannya, serta menyampaikannya kepada umat manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Mustahil me­re­ka menyelewengkan atau berbuat curang atas ajaran Allah SWT.

 

Kemudian, tabligh (me­nyampaikan wahyu kepada umatnya—menyampaikan ke­be­naran atau ajakan kepada keluarga/sesama/masyarakat) untuk berbuat baik. Mustahil Nabi Muhammad SAW kit­man (menyembunyikan wah­yu). Artinya para nabi dan rasul itu pastilah menyam­pai­kan seluruh ajaran Allah SWT sekalipun mengakibatkan ji­wa­nya terancam. Seperti Allah menyebut pada QS Ali Imran ayat 20: Dan, katakanlah kepa­da orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan orang-orang yang ummi (buta huruf), sudahkah kamu masuk Islam? Jika mereka telah masuk Islam niscaya mereka mendapatkan petunjuk, dan bilamana mere­ka itu berpaling, maka kewa­ji­banmu hanyalah menyam­paikan (ayat-ayat Allah SWT). Dan Allah selalu Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. La­lu, fathanah (cerdas)—musta­hil Nabi Muhammad SAW itu jahlun (bodoh). Artinya, para nabi dan rasul itu bijaksana dalam semua sikap, perkataan, dan perbuatannya atas dasar kecerdasannya. Dengan demi­kian mustahil mereka dapat/mudah dipengaruhi/diom­bang-ambingkan oleh orang lain. 

 

MAKA berkaitan dengan perkisaran tahun yang secara kelaziman dijadikan kesem­patan untuk mengevaluasi diri sendiri, bersyukur, dan beru­bah—ke arah situasi/keadaan/posisi/tingkat yang lebih baik, maka di dalam perspektif dan pemahaman Cucu Magek Di­rih, perubahan itu memang harus terutama dari dalam diri sendiri. Mengharapkan terjadi perubahan dari luar diri malah mungkin akan membawa pe­nga­ruh/dampak buruk. Kata­kan, ada perubahan secara evolutif (evolusi) dan atau perubahan pula secara demon­trati dan atau revolutif (revo­lusi) akan memberikan sesua­tu yang dominan yang mung­kin bukan yang dicitakan/dipikirkan/diperhitungkan dan atau bukan yang dira­sa­kan/diharapkan, misalnya. Bah­kan, mungkin tidak mus­tahil perubahan ari uar diri merusak/menghancurkan hal baik yang sudah ada dalam diri.

 

Cucu Magek Dirih dapat se­paham/menerima analogi pe­rubahan pada telur—dan telur yang ditetaskan. Dikata­kan, bilamana telur ditekan dari luar—apalagi tekanan yang kuat/keras, maka mung­kin telur itu akan pecah, dan kulit telur hancur serta isinya tumpah tak dapat digunakan. Sebaliknya, kalau telur itu dipecahkan dari dalam, tentu ibarat telur yang dieramkan induknya/ditetaskan, maka anak unggas itu sendiri yang memecahkan dinding kulit telur, dan akan ayam muncul/keluar. Ibarat­nya, kalau telur dipecahakan dari dalam maka artinya muncul satu kehidu­pan baru. Lalu, apa mungkin, dalam perkisaran tahun kita mengevaluasi diri dan bersyu­kur serta berubah, maka kita seakan memperbaruhi hidup kita seakan kita memasuki satu kehidupan yang baru.

 

Mungkin perspektif/pe­mahaman Cucu Magek Dirih di atas tidak lazim dan tidak memberi pengaruh kepada kita—karena kita seringkali tahu tapi tidak mengamalkan/melembagakan/menjadi akh­lak (perbuatan pikiran dan perbuatan hati). Karena itu, apakah kita memang mengeta­hui/menyadari hal buruk/tidak berguna dalam diri kita, dan bilamana kuta mengeya­hui dan menyadarinya, kenapa pula kita tidak mau menge­luar­kannya/berubah ke arah dan tingkat, serta situasi yang lebih baik. Siapa yang meno­long kita untuk mengevaluasi diri/bersyukur/berubah? Se­ba­gai orang beriman, tentulah kota akan menujuk pada diri kita sendiri, lalu bertanya/minta pandangan dan penda­pat orang cerdas/pandai/ber­pengetahuan/berakhlak mu­lia—karena dalam pemaha­man Islam tidak ada lagi nabi dan rasul sesudah Muhammad SAW. (*)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.freemalaysiatoday.com/category/world/2012/07/11/new-arab-spring-triumph-eluding-islamists-in-libya/


Perubahan dari dalam Diri

Wednesday, August 14, 2013

Kronologi 2,5 Tahun Revolusi Berdarah Mesir

Kairo – Mesir menjadi salah satu pelakon utama dalam gelombang Arab Spring di mana banyak negara di Timur Tengah bangkit menuntut diakhirinya kekuasaan monarki dan pemerintahan otoriter yang bercokol selama beberapa dekade atau turun temurun.


Namun dalam 2,5 tahun sejak digulingkannya Presiden Hosni Mubarak, negara itu tak pernah mengecap manisnya hasil revolusi politik, dan justru dilanda konflik berkepanjangan sampai satu lagi presiden digulingkan.


Peristiwa paling akhir adalah serbuan militer atas kelompok pendukung mantan presiden Muhammad Morsi dan Muslim Brotherhood yang mengakibatkan sedikitnya 149 orang tewas, Rabu (14/8).


Berikut kronologi peristiwa-peristiwa penting di Mesir dalam kurun waktu tersebut:


25 Jan. – 11 Feb. 2011 — Rakyat Mesir melakukan demonstrasi di seluruh negeri menentang 30 tahun kekuasaan Mubarak. Ratusan orang dilaporkan tewas karena Mubarak dan sekutunya mencoba melawan.


11 Feb.— Mubarak mundur dan militer mengambil alih. Militer juga membubarkan parlemen dan membekukan konstitusi sesuai permintaan para demonstran.


28 Nov. 2011-15 Feb. 2012 — Mesir melakukan serangkaian pemilu legislatif selama beberapa pekan. Di majelis rendah, kelompok Muslim Brotherhood memenangi hampir separuh jumlah kursi dan kelompok ultra konservatif Salafis mendapatkan seperempat jumlah kursi parlemen. Sisanya dibagi antara kelompok liberal, independen dan politisi sekuler. Di majelis tinggi yang relatif tidak punya gigi, kelompok Islamis merebut sekitar 90% kursi.


23-24 Mei 2012 — Putaran pertama pemilihan presiden (pilpres) menjaring 13 kandidat, dan akhirnya berakhir pada persaingan Morsi dan Ahmed Shafiq, perdana menteri terakhir di era Mubarak.


14 Juni — Mahkamah Konstitusi memerintahkan dibubarkannya majelis rendah parlemen.


16-17 Juni — Pilpres dilakukan, Morsi menang dengan 51,7% suara.


30 Juni — Morsi diambil sumpahnya sebagai presiden.


19 Nov.— Para anggota partai liberal dan perwakilan gereja di Mesir mundur dari tim perumus konstitusi yang beranggotakan 100 orang, sebagai protes atas kelompok Islamis yang dinilai memaksakan kehendak.


22 Nov. — Morsi secara sepihak mengeluarkan dekrit yang menambah kekuasaannya, sehingga setiap keputusan yang dibuat mendapat imunitas dari pemeriksaan hukum, dan melarang pengadilan membubarkan majelis tinggi parlemen. Manuver ini memicu aksi protes selama berhari-hari.


30 Nov.— Kelompok Islam mempercepat perumusan konstitusi baru, dan Morsi memberi tenggat waktu hingga 15 Desember 2012 untuk dilakukan referendum.


4 Des. — Lebih dari 100.000 demonstran menyerbu istana presiden menuntut dibatalkannya referendum dan perumusan konstitusi. Hari berikutnya, kelompok Islamis menyerang demonstran sehingga pecah kerusuhan di jalan yang mengakibatkan 10 orang tewas.


15 dan 22 Des. — Dalam referendum dua putaran, rakyat Mesir menyetujui konstitusi baru dengan suara 63,8%, namun tingkat partisipasi rendah.


25 Jan. 2013 — Ratusan ribu orang berdemo menentang Morsi dalam peringatan tahun kedua dimulainya perlawanan atas Mubarak. Kerusuhan pecah di banyak tempat.


Feb.-Maret 2013 — Aksi protes pecah di Port Said dan kota-kota lain selama beberapa pekan, mengakibatkan puluhan orang tewas.


7 April — Kelompok Islamis menyerbu katedral Gereja Ortodoks Coptic di mana saat itu sedang melakukan prosesi pemakaman dan peringatan atas meninggalnya empat jemaat Kristen dalam konflik sectarian sehari sebelumnya.


23 Juni — Empat penganut Shiah dipukuli hingga tewas di sebuah desa di pinggiran Kairo.


30 Juni — Jutaan orang berdemo menentang Morsi tepat pada ulang tahun pertama kekuasaannya. Sedikitnya delapan orang tewas dalam kerusuhan di luar markas Muslim Brotherhood di Kairo.


1 Juli — Demonstrasi berlanjut, militer Mesir memberi waktu 48 jam kepada presiden dan kelompok oposisi untuk menyelesaikan sengketa, atau mereka akan turun tangan.


2 Juli — Pihak militer merinci rencana mereka jika kesepakatan gagal diraih: mengganti Morsi dengan pemerintahan sementara, membatalkan konstitusi yang dirumus kelompok Islamis dan mengadakan pemilu dalam tempo satu tahun. Malamnya Morsi berpidato menyatakan tekad untuk mempertahankan legitimasi dan menolak mundur.


3 Juli — Panglima militer Mesir mengumumkan Morsi telah digulingkan dan akan diganti oleh Ketua Mahkamah Konstitusi sampai dilakukannya pilpres baru. Tidak ada jangka waktu yang dibuat, dan para pemimpin Muslim Brotherhood ditangkap. Puluhan ribu pendukung Morsi berkemah di jalanan Kairo dalam aksi demo besar-besaran.


4 Juli — Ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour diambil sumpah sebagai pejabat pelaksana presiden.


5 Juli — Mansour membubarkan majelis tinggi yang didominasi kelompok Islamis, sementara konflik antara pendukung dan penentang Morsi pecah di Kairo dan Alexandria, seidkitnya 36 orang tewas. Petinggi Muslim Brotherhood Khairat el-Shater ditangkap.


8 Juli — Tentara Mesir menembaki para pendukung Morsi di depan pangkalan militer di Kairo dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Mansour memberi tenggat waktu hingga pertengahan Februari 2014 untuk pilpres dan pileg, namun Muslim Brotherhood menolak berpartisipasi.


9 Juli — Mansour menunjuk ekonom Hazem el-Beblawi sebagai perdana menteri dan pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei sebagai wakil presiden. Militer mendukung keputusan ini.


26 Juli — Jutaan orang membanjiri jalanan Mesir setelah panglima militer menyerukan agar dia diberi mandat untuk menghentikan setiap “potensi tindak terorisme” oleh pendukung Morsi. Kejaksaan mengumumkan Morsi disidik dalam berbagai kasus termasuk pembunuhan dan konspirasi dengan kelompok militant Palestina, Hamas.


27 Juli — Pasukan keamanan bersama kelompok pria bersenjata berbaju sipil terlibat bentrok dengan para pendukung Morsi di Kairo, sedikitnya 80 orang tewas.


7 Agt. — Kantor kepresidenan Mesir menyatakan upaya diplomatik untuk mencari jalan keluar damai antara pemerintahan interim dukungan militer dengan Muslim Brotherhood gagal.


11 Agt. — Tentara Mesir mengumumkan akan mengepung dua lokasi demo besar selama 24 jam demi mencegah ada yang masuk ke sana.


12 Agt. — Otoritas setempat menunda rencana mengambil tindakan atas pendemo di tenda-tenda untuk menghindari pertumpahan darah setelah ribuan orang lagi ikut bergabung.


14 Agt. — Pasukan keamanan dengan kendaraan lapis baja dan buldoser menyerbu masuk dan menghancurkan tenda-tenda. Para pendukung Morsi terlibat perang jalanan dengan polisi di Kairo dan kota-kota lain. Sedikitnya 149 orang tewas dan kelompok Islamis yang marah membakar kantor polisi, gedung-gedung pemerintah dan gereja. Kantor presiden mengumumkan kondisi darurat selama satu bulan.


Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/08/14/33/849567/mualaf-sam-brodie-dibimbing-maia-estianty


Kronologi 2,5 Tahun Revolusi Berdarah Mesir

Sunday, October 13, 2013

Menambah seri Islam di Selangor

 


SELEPAS memenangi kerusi  Dewan Undangan Negeri (Dun) Sabak pada pilihan raya umum (PRU) 2013 lalu, rutin hidup  USTAZ SALLEHEN MUKHYI berubah. Walaupun pernah bergelar Adun apabila menang buat pertama kali pada PRU1999, beliau hanya memanaskan kerusi pembangkang di Dun Selangor selama sepenggal. Kini tugas beliau semakin mencabar apabila diamanahkan sebagai Pengerusi Jawatankuasa Tetap Hal Ehwal Islam, Pemodenan Pertanian dan Pembangunan Desa Selangor pada penggal kedua pemerintahan Pakatan Rakyat di Selangor. Ketiga-tiga portfolio ini berhubung rapat dengan masyarakat Melayu luar bandar – segmen masyarakat yang masih gagal dikuasai Pakatan Rakyat khususnya di wilayah-wilayah koridor utara Selangor. Ikuti wawancara wartawan Harakahdaily, AHMAD TAJDID  dan SAIDAH HAIRAN bagi meninjau sudut pandang Ustaz Sallehen terhadap portfolio yang diketuainya. Wawancara berlangsung di pejabat beliau di Tingkat 15, Bangunan Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam.


 



 


Bagaimana ustaz melihat kepercayaan Menteri Besar, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim terhadap ustaz untuk mempengerusikan  portfolio berhubung Islam, pertanian dan desa?


 


Pertama sekali saya merujuk kepada keperluan untuk kita menangani 2.8 juta umat Islam di Selangor bagi  dibangunkan melalui pembangunan Hal Ehwal Islam.  Saya pun tidak tahu apa pertimbangan sebenar (MB) memilih saya mengetuai portfolio ini. Kepercayaan yang diberikan kepada saya akan saya laksanakan khususnya untuk 2.8 juta umat Islam di Selangor.


 


Portfolio yang saya sandang ini merangkumi  pembangunan ilmu sampai kepada pembangunan fizikal sama ada masjid, sekolah, maahad dan lain-lain.


 


Jadi ini satu peluang kepada saya untuk memastikan seluruh umat Islam di Selangor dapat merasai pembangunan Islam melalui kerajaan negeri. Pada era pemerintahan Pakatan Rakyat ini, kita mempunyai fokus yang lebih terarah dan hala tuju yang lebih jelas terhadap Hal Ehwal Islam. Itu yang saya rasa  Tan Sri (Menteri Besar) kehendaki.


 


Setakat ini apa aspek tentang Hal Ehwal Islam ustaz rasa perlu diberi perhatian khusus?


 


Bila bercakap soal tuntutan,  saya kena melihat kepada keperluan dan kehendak masyarakat. Bukan sahaja tuntutan saya tetapi lebih dilihat tuntutan masyarakat. Yang lebih besar dan menonjol adalah soal  jaminan pendidikan anak-anak atau generasi melalui satu pendidikan yang lebih terjamin.


 


Kita memfokuskan kali ini untuk menyediakan Maahad Tahfiz Sains di setiap daerah. Ini kerana menyedari bahawa ia merupakan satu tuntutan yang paling besar masa kini. Saya fikir ini dapat membantu meningkatkan kefahaman umat Islam.


 


Kedua adalah keperluan untuk menyediakan sumber tenaga manusia iaitu guru atau murabbi dan para ulama. Ini fokus yang besar juga. Sebab apabila kita semak melalui kesempatan saya dalam ruang yang ada ini, kita selama ini ramai menghantar pelajar mengikuti pengajian di Timur Tengah. Masalahanya kita kita tidak dapat’ pegang’ mereka.  Sehingga masalah kita sekarang ini jika hendak membina sekolah bukan masalah duit sangat tetapi tenaga pengajar. Ini juga menjadi fokus untuk saya cuba hadapi dan melihat pendidikan sebagai satu segmen yang mesti diberi penekanan berbanding yang lain.


 


Perkara yang lain sudah nampak sama ada dari pengurusan masjid walaupun masih ada lagi yang merungut. Bagaimanapun, masjid kita sudah bertambah berseri cuma daripada sudut asas sahaja.


 


Tentang Maahad Tahfiz Sains sekarang ini ada projek perintis?


 


Maahad tahfiz kita sudah ada tiga tempat di Kuala Langat, Klang dan di Sabak Bernam. Cuma di Sabak, kita letak sementara di Institut Latihan Dakwah. Bahkan di Sabak Bernam bukan sahaja Maahad Tahfiz Sains biasa. Kita wujudkan kelas Turath iaitu pelajar tingkatan satu yang  akan didedahkan satu pendidikan yang kurikulumnya menggunakan kitab Turath iaitu kitab besar yang lazimnya menjadi rujukan pelajar universiti.


 


Pelajar diberi penekanan mempelajari  bahasa Arab, bagaimana hendak baca kitab. Ini penekanan daripada tingkatan satu. Hasilnya, pelajar ini ada keupayaan bahkan setaraf bahasa Arab dengan SPM walaupun baru berada tingkatan satu dan dua.


 


Maahad Tahfiz Sains di Sabak ini kita akan pindahkan di bangunan IKYS di Bagan Terap. Ia akan jadi (Maahad Tahfiz) terbesar di Selangor.


 


Perancangan akan datang di mana ustaz?


 


Kita tengah mengintai beberapa tempat lain tetapi yang kita sedang cadangkan di Sepang. Kemungkinan kita akan buat dalam kawasan Kolej Universiti Islam Selangor (Kuis).  Ada satu bangunan di Kuis yang diperuntukkan untuk program bina Insan tetapi akan diambil alih kerajaan negeri bagi tujuan ini.


 


Yang lain kita tengah lihat daerah Hulu Langat dan Hulu Selangor. Pada waktu yang sama di  Kuis telah kita wujudkan satu bidang pengajian tahfiz sains atau pengajian tahfiz. Sebab di negara kita ini hanya ada tiga orang sahaja yang pakar tahfiz tafsir. Jadi kita hendak melahirkan ini. Di Kuis sudah ada hampir 90 pelajar (perintis).





Ada perancangan kerajaan negeri untuk wujudkan Kafa Menengah. Bagaimana perkembangannya?


 


Kafa Menengah setakat ini kita sudah mengenal pasti beberapa sekolah yang akan kita wujudkan sebagai projek perintis. Kita akan membuat perkhidmatan tambahan dengan memasukkan program Kafa Menengah di bangunan Sekolah Rendah Agama (SRA)  dan ia akan berjalan tiga hari dalam seminggu.


 


Jadi pelajar sekolah menengah kalau dia biasa tingkatan satu belajar petang, maka pagi akan mengikuti kelas Kafa. Petang sekolah menengah biasa. Kita tidak dapat memenuhi lagi di semua sekolah. Kita akan buat  satu daerah satu sekolah sebagai perintis.


 


Ini kerana kita perlu melihat kecenderungan pelajar sama ada mereka sendiri atau ibu bapa mereka (yang mahu pendidikan agama). Sebab suara yang datang kepada kita, ramai daripada ibu bapa. Dalam soal pendidikan, jika minat datang daripada ibu bapa biasanya kita akan gagal. Biar minat itu datang daripada pelajar. Ibu bapa mesti mendorong anak-anak dengan cara memberi motivasi.


 


Jika Kafa Menengah menjadi pilihan kepada anak-anak, sama ada dia hendak belajar atau tidak, mereka akan naik terus sekolah menengah.  Buat masa ini kita hendak wujudkan satu sekolah di setiap daerah.


 


Dalam waktu yang sama kita membuka peluang dan galakan kepada Kafa persendirian. Jika itu boleh dibuat oleh banyak pihak maka ia akan membantu usaha kita untuk mewujudkan  Kafa Menengah.


 


Bila projek Perintis ini akan dilaksanakan?


 


Tahun 2014. Kalau berjaya dengan projek perintis yang kita buat di setiap daerah, kita akan laksanakan Kafa Menengah pada tahun 2015.


 


Beralih kepada pengurusan masjid. Apa pembaharuan yang patut dilakukan di masjid dan surau khususnya bagi menarik kehadiran jemaah?


 


Kita akan cuba untuk laksanakan satu program baru iaitu masjid sebagai pusat komuniti masyarakat. Bagaimana kita hendak mengkomunitikan masjid itu. Antaranya yang kita akan buat adalah masjid dengan persekitarannya perlu dibangunkan melalui beberapa program yang menarik minat masyarakat.


 


Jika masjid ada ruang untuk membuat padang futsal maka masjid boleh buat padang futsal. Jika masjid ada ruang untuk buat bengkel  jahitan kepada golongan wanita, masjid kena buat. Jika masjid ada ruang untuk majlis kenduri umpamanya dewan, masjid boleh buat.


 


Saya fikir kalau itu kita boleh buat, orang yang datang meletakkan hati penggantungan kepada masjid, maka ini boleh menyemarakkan program masjid.


 


Kita akan semak melalui ketua kampung dan nazir masjid, bagaimana masjid perlu belajar pada persekitaran dan cadangkan kepada kita. Sekarang ini ada bebeberapa masjid yang mempunyai klinik dalam kawasan masjid. Macam Masjid Bandar Baru Sungai Buloh dan sebuah masjid di Ijok.


 


Kita juga hendak menjadikan kemakmuran masjid itu sebagai KPI (Indeks Prestasi Utama) kepada imam dan nazir. Ini bertujuan menilai sejauh mana masyarakat berjaya mengurus masjid. Kita jadikan kemakmuran masjid sebagai KPI tahap kepuasan.


 


Mula tahun depan masjid perlu menyediakan Pegawai Mualaf atau saudara baru. Selama ini Pegawai Mualaf hanya seorang sahaja di Pejabat Agama Daerah. Sedangkan peruntukan zakat untuk saudara baru tidak kurang RM40 juta setahun.


 


Kalau kita agihkan maknanya sembilan daerah, ada seorang Pegawai Mualaf yang jaga peruntukan RM4 juta. Ini tidak efisyen. Setiap masjid kena ada rekod dan buat program untuk mualaf. Kita hendak melihat keadaan rumah mereka, anak-anak mereka bersekolah atau tidak dan sebagainya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Menambah seri Islam di Selangor

Saturday, December 21, 2013

Tanjung yang berlumpur



 Kerja-kerja memasak berlanjutan selama 12 hari, berakhir pada 15 Dis, namun kerja-kerja membersihkan rumah mangsa berlarutan sehingga ke hari ini, atas permintaan, jika ada. Hampir 10 ribu bungkusan barangan dan beras telah diedarkan termasuk juga di Kampung Semangat, Ubai, Kg Belukar, Kg Pahang dan Cherok Paloh yang berada didalam DUN Inderapura. Ada sebahagiannya saya sendiri yang menghantarnya, ada juga rakan-rakan Unit Amal. Terkadang tu rasa malu juga dengan sebahagian sikap masyarakat Melayu dalam kawasan saya, sesetengah tu umpama orang Somalia yang sepertinya kebuluran sangat, bila masuk je lori, menderu datang mengejar lori dan berebut-rebut barangan, ish .. takde akhlak sungguh lah. Saya minta semua bersabar dan saya akan hantar kerumah masing, tapi tak nak berganjak juga, tetap juga bergayut ditepi lori, tak kira lelaki atau perempuan, serupa je.


Seorang rakan daripada Kuala Lumpur, dia dan rakan-rakan bawa dapur gas dan barangan dapur, dia berhasrat untuk cuba bagi sendiri dan meminta izin dari saya, saya benarkan. Lori langsung tak dapat bergerak, diserbu, semua nak ambil dapur, sepertinya semua rumah rosak dapur, seorang terkadang ambil dua tiga biji, sampai kepada peringkat mereka memanjat lori, setelah habis separuh lori, rakan saya terpaksa menutup pagar lori dan cabut lari, sebab kelihatannya barangan hanya berkisar pada orang yang sama. Sangat memalukan, dia datang ke rumah saya dan menurunkan sebahagian yang lain “maaf deh, itu lah sebahagian rakyat ana”.. dia ketawa dan ligat menggelengkan kepala “fuhh, teruk betul, macam artis ana kena serbu, bukan nak autograf, tapi nak dapur gas”, katanya sambil ketawa. Namun keadaan ini tidak berlaku di Sungai Isap, orang Sungai Isap kelihatannya agak lebih tabah dan lebih berdisplin. Tak hairanlah, kerana Masjid dan Surau di Kawasan ini agak makmur dengan majlis ilmu menjadikan mereka sabar dengan dugaan dan memiliki kemuliaan diri. Kemiskinan jiwa ini hanya boleh diubati jika mereka kembali kepada Islam, ini adalah diantara tanggungjawab saya, InsyaAllah saya mencuba sedaya upaya.


Kerja-kerja pembersihan bermula dari 6 Dis, saya pun turut serta membantu rakan-rakan Unit Amal, rumah pertama yang saya bantu bersihkan ialah rumah Allahyarham Tuan Haji Jamin di Sg Isap Damai, beliau meninggal pada 5 dis, ketika banjir masih besar dan ketika saya sedang gawat untuk menghantar nasi ke Masjid Sg Isap Damai. Saya tak sempat pergi menziarahi jenazahnya yang di kebumikan di Bukit Ubi, namun terasa juga kehilangannya, sebab dia adalah orang yang sering juga menyumbang untuk Ma’had Tahfiz Darul Fikri dan sosok tubuhnya sentiasa kelihatan ketika saya berkuliah di Masjid Sg Isap Damai dan Surau RRM Permatang Badak. Saya memilih rumah beliau sebagai rumah pertama yang saya bantu untuk mengambil kesempatan mengucapkan takziah pada Isterinya Kak Pah dan juga anak-anaknya.


Pelbagai peristiwa berlaku ketika kerja pembersihan rumah mangsa, ada sebuah rumah tu, tak lah besar sangat, masih sebahagiannya belum dibaik pulih, saya terjumpa sebuah bekas berisi barangan kemas, disebabkan berselut, saya hampir membuangnya, tapi terlintas hati nak bukak dulu, rupanya barangan kemas, semuanya emas, berat juga tu, saya jangkakan mungkis ratusan ribu kot, rupanya tuan rumah dah melilau mencari, “Alhamdulillah Ustaz, nasib baik jumpa, akak dah puas mencari” .. nampak kelegaan dan kegembiraan di wajahnya. Almari tempat dia menyimpan barangan kemasnya pecah, bekas itu agak hanyut dan tenggelam dalam selut di penjuru rumah bersama timbunan barangan lain. Masa air naik, dia tak ambil tahu pun pasal barang tu, nak selamatkan diri je, sempat juga saya selitkan tazkirah kepadanya “begitulah kak, walau banyak manapun pun harta kita, berapa mahal pun emas kita, dia tak dapat jadi penolong kita, yang tolong kita adalah Allah swt, masa akak ditimpa banjir, emas akak semuanya tenggelam, lansung tak dapat tolong akak, begitulah kalau kita mati nanti, emas ni tak boleh buat apa-apa kecuali amal dan aqidah kita je yang jadi harta untuk bebaskan diri dari neraka” .. dia angguk “betul Ustaz”.


Ada juga yang malu-malu, bila saya sendiri yang bersihkan rumah mereka, “Ustaz gi lah rumah orang lain”, ngapa nya?.. tanya saya..”malulah Ustaz, ada ke wakil rakyat dok cuci rumah saya” .. kata dia, saya kata “sekarang tak jadi wakil rakyat dah, saya sekarang adalah Unit Amal”, saya nak cuci juga rumah ni” ..dia pun diam. Sebenarnya kalaulah orang memahami betapa antara sebab yang mendatang ketenangan jiwa ialah apabila kita dapat membantu manusia yang sedang kesusahan, nescaya manusia ni tak kan duduk diam apabila melihat saudaranya yang ditimpa kesusahan. “Barang siapa yang membantu orang yang kesusahan, nescaya Allah swt akan melapangkan kehidupannya”. Saya dah biasa dengan kerja kasar begini, lagi pun inilah antara kerja Unit Amal, saya kan Unit Amal, dah hampir 25 tahun saya jadi Unit Amal, dari belum kawin sampai sekarang dah 11 anak tetap juga jadi Unit Amal, pastu apa nak hairan ..Unit Amal cuci rumah..biasalah tu..


6 Dis, saya semakin mendapat kekuatan, kerana dua buah surau lain yang turut sama memasak untuk diagihkan kepada mangsa, malahan dua buah bot rakan kami dari Kempadang telah berjaya dibawa ke Sungai Isap, ini memudahkan kami untuk menghantar makanan dan keperluan lain ke Sungai Isap Damai dan juga kawasan-kawasan lain walaupun bukan dalam kawasan saya seperti pedalaman Kampung Badak dan Kg Chendering. Terkadang orang memohon bantuan bukan kerana kawasan tetapi kerana mengenali saya, saya pun ambil sikap tak kisah, selagi ada saya bagi, saya pun tak suka dan tak minat nak simpan hak orang, barang-barang yang banyak ni bukan saya punya, semuanya untuk mangsa banjir. Orang UMNO yang dok kat Kampung saya ni pun datang jugak, bukan UMNO biasa tapi UMNO gred A, dari jauh dah berbau, saya kenal sangat mereka ni, sebab mereka ni sekampung. Keadaan saya pulak semakin sibuk, pimpinan dari seluruh negara datang ke rumah termasuk Dato Sri Presiden dan beliau sempat turut serta berjalan kaki menghantar sumbangan dari rumah ke rumah di Sungai Isap Taman Murni bersama Ust Dato Tuan Ibrahim, Ust Yusof Embong, Ust Suhaimi Saad dan beberapa pimpinan yang lain, rasa bangga gak bila TGHH dok pikul plastik ada gambar saya.


Tak tidur malam dibuatnya, hampir sepanjang masa talipon berbunyi dan tetamu datang samada untuk bertugas ataupun menghantar bantuan dari jauh dan dekat, samada organisasi parti, ngo atau orang perseorangan. Semua PAS Negeri-negeri menghantar bantuan samaada tenaga ataupun sumbangan, juga dari DAP Pahang, DAP Yong Peng dan DAP Teratai, persatuan-persatuan Cina juga datang menghulurkan sumbangan, persatuan pemandu-pemandu bas sekolah dan macam-macam lagi ngo yang datang, entah apa nama pun saya dah tak ingat, yang pasti UMNO tak de. Dengan bantuan surau-surau juga pihak kami boleh menyediakan lebih 2500 bungkus nasi sehari untuk diedarkan. Alhamdulillah juga berkat selama ni berkuliah di Masjid-Masjid dan Surau-Surau, banyaklah Masjid Surau dari seluruh negara menghantar sumbangan begitu juga rakan-rakan termasuk juga rakan FB, bebanan menjadi sangat ringan dek pertolongan orang ramai, hingga ketikanya ruang rumah saya tidak boleh dilalui lansung kerana dipenuhi barangan.


Aduan kekurangan makanan masih berlaku, di SEMSAS ada mangsa yang menghubungi bahawa mereka tidak dibekalkan makanan, saya dimaklumkan lebih 300 orang mangsa dari Sg Isap yang ditempatkan disitu, yang ramainya daripada Seri Damai dan pengurusan disitu diketuai oleh geng UMNO Seri Damai, disebabkan orang Sg Isap bukan orang kawasan tersebut, maka keutamaan diberikan kepada orang Seri Damai, kebiasaannya orang Sg Isap tak dapat apa-apa, Alhamdulillah mereka menghubungi saya dan setiap hari pihak saya menghantar bekalan kesana. Kini saya dah agak bebas bergerak untuk menghantar bekalan, bot dah ada, kenderaan darat pun dah boleh bergerak walaupun trafik masih perlahan, bekalan boleh dihantar mengikut permintaan, tenaga pun dah ramai, anggota Unit Amal pun dah mula bertugas, Ust Saharudin pun dah boleh bertugas untuk membantu saya, banyaklah pusat penempatan yang dapat kami hantarkan bantuan seperti Sg Isap, Chung Ching, SEMSAS, Medan Warisan, SK Tanah Putih, SK Belukar, SK Permatang Badak, Chendering dan juga kawasan-kawasan rumah kampung yang masih terperangkap tiada bekalan makanan.


Kerja-kerja menghantar sumbangan dari rumah-kerumah juga bermula, sebanyak hampir 10 ribu bungkusan telah diedarkan dalam masa 8 hari, namun ada juga yang mengadu tak dapat, saya pun tak boleh berbuat apa-apa sebab mungkin mereka tiada dirumah dan yang menghantar itu bukannya saya, tetapi Unit Amal dari luar, pastinya mereka tidak mahir dengan perumahan disini hingga ada yang tertinggal ataupun tempat yang sama berulang kali. Ada juga insan jenis tamak, dah dapat pun kata tak dapat, ada juga UMNO gred A yang sombong dan tidak mahu menerima sumbangan dari PAS dan ada pulak cerita dari seorang anggota Unit Amal yang saya tugaskan untuk menghantar sarapan pagi, setiap bungkusan ada air mineral, roti saiz besar dan sardin, bila bagi bungkusan dia buka “hari-hari roti, takde makanan lain ke, dah tiga hari asyik roti je, tak nak lah” , sabar je lah, itu hanya kes terpencil, hampir keseluruhannya menerima dengan senyuman dan ucapan terima kasih, berhadapan dengan manusia yang ramai begitulah, kita tak mungkin akan dapat menyempurnakan kehendak orang ramai. Isteri dan anak-anak kita yang hanya beberapa orang itu pun kekadang kita gagal nak puaskan hati mereka, inikan pula ribuan manusia.


Pada 5 Dis, air telah mula menurun, tetapi terlalu perlahan, sms masih bertalu tentang keadaan mangsa-mangsa banjir yang berada di Pusat Penempatan, makanan tak cukuplah, susu bayi tak adalah dan macam-macamlah aduannya yang hanya menambahkan rasa kasihan, namun air masih dalam, bot Unit Amal masih bertugas untuk memindahkan mangsa banjir di Kawasan baru yang dinaiki air, rakan-rakan dari sebelah Kempadang masih gagal untuk menyeberangi banjir yang menutupi jalan untuk sampai ke Sungai Isap bagi membawa bot yang lain. Bungkusan nasi ditambah lagi, kerja-kerja memasak semakin bertambah dan memenatkan, melebihi kenduri kawin, cumanya, Alhamdulillah petugas semakin ramai, ahli-ahli PAS cawangan Seri Damai turut datang membantu terutama muslimat.


Sebelah petang saya menerima panggilan daripada Ust Husni, beliau terperangkap dan berada di tingkat atas rumahnya, antara jelas dan tidak jelas beliau memaklumkan bahawa ada seramai lebih 300 orang mangsa yang berada di Masjid Sungai Damai, dari semalam belum makan. ya Allah, sedihnya rasa, saya dan rakan-rakan segera memasak lagi untuk mereka, setelah siap dibungkus, saya menghubungi rakan Unit Amal untuk menggunakan bot, tapi malangnya mereka berada di Teluk Mahang untuk memindahkan mangsa dan sememangnya bot awam tidak dibenarkan untuk beroperasi oleh pihak bomba pada waktu malam, sementelah lagi, baru sahaja ada dua orang anak beranak yang mati lemas disitu. kami sampai di Permatang Badak seusai solat maghrib, memohon jasa baik bomba, namun sepertinya keberatan, macam-macam alasan, alasannya baik tapi mengecewakan, mujurlah ada seorang lelaki yang baru saya kenali pada malam itu, dia ‘lelaki bermulut laser’, setelah saya ceritakan padanya, lalu dia segera bertemu dengan pihak bomba, entah apa yang dileterkannya, pihak bomba bersetuju untuk membawa saya kesana, dia tak kenal saya, begitu juga pihak bomba dan saya pun tak pernah kenal mereka.


Kami memunggah nasi kedalam bot bomba, bersama saya juga seorang lelaki yang membawa banyak bekalan makanan, beliau dari K.L … Beliau membawa makanan untuk Ibu Bapa dan keluarganya yang berada di Penempatan Sg Isap setelah dimaklumkan mangsa menghadapi masaalah dengan bekalan makanan, beliau dah sampai disitu sejak jam 2.00 petang lagi, beberapa kali beliau minta tolong dengan pihak bomba dan pertahanan awam untuk diizinkan bealiau menaiki bot bomba untuk menghantar makanan, tapi hampa. Kami dibawa dengan bot bomba yang besar, tetapi hanya lima orang sahaja yang dibenarkan untuk naik, saya turut naik bersama seorang rakan dan lelaki tersebut, bersama dua orang pihak bomba, bot melalui Permatang Badak, saya bertanya kepada pihak bomba “kenapa melalui jalan ini, jauh, kenapa tak melalui laluan biasa, lebih jelas dan mudah”, dia diam dan meneruskan perjalanan. Saya pun diam kerana menganggap bahawa dia dah tahu jalan tu, sebab dia dah dua hari bertugas”. Bot besi yang begitu besar bergerak perlahan, sesekali tersangkut pokok-pokok menjalar, hingga ada ketikanya kami terpaksa turun untuk menolak bot.


Agak mengecewakan apabila bot yang dah hampir sampai ke jambatan permatang badak tidak dapat meneruskan perjalanan, saya dimaklumkan kipasnya pecah, terkena jalan, tidak dapat dibayangkan betapa kecewanya saya, terbayang-bayang wajah yang saya kenali, sedang menunggu makanan daripada kami di Masjid Sg Isap Damai. Kami terpaksa bantu pihak bomba menolak bot untuk kembali semula ke Simpang Permatang Badak, tempat mula kami bergerak, hampir satu kilometer kami terpaksa menolak bot besi yang begitu besar, nak patah pinggang rasanya bila ada ketikanya terpaksa mengawal bot agar tidak hanyut bila bertembung dengan arus deras. Sabar dan terus sabar dan terus tolak, akhirnya sampai juga semula ke Jalan Besar, saya diminta agar memohon pertolongan dengan pihak bomba yang lain di Simpang Sungai Isap pula, terpaksa pulak punggah semula makanan dan barang-barang kedalam lori untuk dibawa ke Simpang Sungai Isap.


Pihak bomba bersetuju untuk menghantar dengan bot yang lebih kecil, ketika baru nak memulakan perjalanan, datang pulak sorang Ketua Pemuda Bahagian UMNO, saya lihat dia buat pengarahan pada pihak bomba, bomba pulak sepertinya bekerja untuk dia, saya bagitahu padanya supaya diberikan keutamaan pada saya untuk menghantar makanan ke Sungai Isap Damai, saya ceritakan padanya tentang keadaan mangsa disana yang dah tak makan nasi selama dua hari..”Ok lah YB , YB pergi hantar dahulu”, saya pun tak pasti apa akan berlaku jika saya tiada disitu, namun saya dah tak berdaya, cuma arahkan anak buah saya Ust Afif untuk mewakili saya, saya dimaklumkan oleh anak buah saya, bahawa nak sampai ke Masjid Sg Isap Damai pun pihak bomba singgah di tempat lain beberapa kali, hinggakan makan masa hampir sejam setengah untuk sampai ke Masjid Sg Isap Damai, dah lah tolak bot dan punggah semula barang tadi dah makan masa hampir dua jam, sangat menyakitkan hati. Bot bomba, tentera, pertahanan awam, polis berlambak-lambak dalam negeri Pahang, semuanya dibeli dengan cukai rakyat kenapa tak digunakan untuk membantu rakyat di Sg Isap, hinggakan sebiji bot bomba terpaksa buat berpuluh-puluh kerja?.


Begitu juga dengan bekalan makanan, mengapa masih tak mencukupi, apakah pihak tentera, polis atau mana-mana agensi yang memiliki kemudahan untuk memasak, tak boleh nak masak dan dihantarkan ke situ?, kenapa masih mengharapkan pihak JKKK untuk memasak di pusat penempatan dalam keadaan kelengkapan yang agak minima, dah la tu rumah JKKK pun tenggelam air juga, pastinya dia pun kelam kabut juga, pastu pulak sesetengah tu dok pelihara syaitan, hinggakan dalam keadaan begitu pun masih nak berdendam dengan orang PR hinggakan berlakunya sikap dikriminasi. Lebih kurang jam 12 malam, saya terima SMS “terima kasih ustaz, nasi dah sampai, inilah nasi yang pertama kami makan sejak semalam”, ngalir jugak air mata lelaki saya, bukannya apa, dok fikirkan kasihan kat anak-anak kecil, cuba kalau kena kat anak-anak kita sendiri, apa perasaan?, kalaulah sekiranya kelambatan dan kelemahan pengurusan banjir ini adalah berpunca dari sikap balas dendam kerajaan kepada PR, apa yang saya boleh katakan “memang mereka ni sepertinya takde hati perut lansung” …….


Pada pagi 4 Dis, saya pulang dari batu 3 dengan mengharung air ke Kampung Seri Damai, sebak dada melihat Masjid Al Fatah yang sebahagian besarnya ditenggelami air, lebih sebab disepanjang berjalan kaki melihat ribuan manusia berada dijalanan, ada yang menangis, ada yang kelihatan tenang, ada yang kelihatan tension, pelbagai wajah kelihatan. Saya sempat bertanya dengan beberapa orang “kenapa tidak berada di penempatan” ada yang menjawap “dari semalam tak dapat makan-makan lagi, sebab tu mereka keluar juga, moga-moga dapat cari kedai untuk membeli makanan”, tapi malangnya semua kedai tutup, kelihatan semuanya mundar mandir, ada juga yang memang dihantar ke situ kerana pusat penempatan penuh, menunggu arahan dari pihak bomba, kasihan sungguh …akhirnya saya sampai juga kerumah dengan menumpang sebuah motorsikal di Permatang Badak, tiada apa difikirkan kecuali saya mesti segera membantu.


Saya tidak memikirkan untuk melawat pusat penempatan, kalau saya pergi dengan tangan kosong hanya akan menambahkan kesedihan sahaja, apatah lagi banyak sms yang diterima, mereka mengadu kelaparan, tidur atas simen, anak-anak tiada pampers dan macam-macam. Bagi saya, saya mesti cuba selesaikan apa yang penting dahulu, mereka lapar, anak-anak kecil kelihatan menangis mungkin kelaparan, tak berguna kalau saya hanya sibuk berkeliaran di Pusat Penempatan untuk tunjuk muka, tetapi hanya sekadar jual muka semata-mata tapi tak dapat menolong, lebih baik saya berbuat sesuatu yang dapat ringankan beban mereka. Dua orang pembantu yang mengikuti saya kata “nanti apa kata orang, kalau ustaz tak pergi pusat penempatan” .. saya kata “takpe, kita buat yang penting dulu dan buat sesuatu kerana Allah swt, bukan manusia, yang penting ikhlaskan diri, nanti Allah swt sendiri akan bagitahu kepada mereka”. Kalau sekadar nak tunjuk muka, baik saya berdiri je kat tepi jalan, simpang masuk ke Sg Isap tu, tapi apa kerja pun tak jadi, dah la rakan-rakan jadi mangsa banjir, takkan saya yang mampu bergerak dan mengatur kerja, nak tercegat je, konon tunjuk muka .. rasanya kalau sekadar nak tunjuk muka je kat tepi jalan, sama je taraf saya dengan tiang letrik kat tepi jalan Sungai Isap tu, tercegat je, tapi takde faedah lansung.


Tanpa bertangguh sesampainya di rumah saya segera ke Pasar Ikan Jaya Gading, Alhamdulillah jalan kerumah saya telah boleh dilalui, agak menghairankan sebenarnya, sebab kebiasaannya air banjir di Kampung saya agak sukar untuk surut, tetapi kali ini, ianya surut dalam masa sehari, ini memudahkan saya untuk berulang alik kepasar. Saya kerahkan seluruh keluarga saya untuk turut membantu, juga Ustaz-ustaz kat Darul Fikri, kami memasak sebanyak yang boleh, selesai memasak kami hantarkan kepada penghuni jalan di Sungai Isap, sedihnya bila lihat mereka berebut-rebut, kemudian masak lagi, hantar lagi, masak lagi, hantar lagi, masak lagi tak henti-henti hingga malam, hantar sebanyak mungkin makanan yang boleh. Lauk tak kira dah, asalkan boleh alas perut. Bantuan masih belum datang, gunakan segala duit yang ada untuk beli barangan basah, panggilan talipon dari seluruh negara hampir menyebabkan saya tak boleh berbuat apa-apa, kerja nak jawap talipon je, tangan kanan pegang senduk, tangan kiri pegang talipon, tak jawap tak boleh, kerana itulah cara untuk saya dapatkan bantuan luar.


Saya mencuri ruang masa untuk menghubungi sahabat-sahabat seluruh negara untuk mendapatkan bantuan, disamping saya update perkembangan semasa dalam FB, Alhamdulillah bermula dari petang 5 Dis, bantuan mula datang dan mencurah-curah setiap hari, rombongan yang pertama datang menghantar bantuan ialah daripada Temerloh. Ma’had Tahfiz Darul Fikri menjadi sangat sibuk selepas itu dengan kehadiran ratusan petugas dan kenderaan keluar masuk untuk menghantar bantuan makanan dan sebagainya. Sms masih lagi bertalu dengan aduan dari pusat penempatan terutama di Sungai Isap, Tanah Putih dan SK Chun Ching, semua peti undi di tempat ini telah dimenangi oleh PAS pada PRU yang lalu. Terlalu banyak aduan atas sikap diskriminasi ketua kampung dan JKK yang mengetuai pusat penempatan, saya akan dedahkan pengakuan mangsa nanti. Begitu juga dengan jentera kerajaan yang terlalu maksima untuk membantu mangsa dalam banjir yang begini besar, apakah ini adalah balas dendam terhadap kawasan-kawasan yang dikuasai oleh PR ?…


Pada pagi 3 Dis, saya dah rakan-rakan Unit Amal Kuantan termasuk Ayah Ngah (Imam Masjid Al Fatah) memulakan kerja-kerja memasak, jentera PAS Tanjung Lumpur kebanyakkannya sudah tidak dapat bersama kerana rumah mereka telah dinaiki air terutama yang tinggal di Sungai Isap dan Tanah Putih, ada sebahagian dari mereka telah berpindah ke Pusat penempatan mangsa banjir, tak mungkin mereka dapat membantu saya, jalan untama ke Rumah saya pun dah dinaiki air ke paras pinggang, namun saya keluar juga mengharung air ke Masjid Al Fatah untuk bersama dengan Unit Amal memasak untuk mangsa banjir. Sewaktu kami mula memasak air diperkarangan Masjid Al Fatah hanya separas buku lali, air begitu cepat naik, hinggakan api dapur gas yang digunakan untuk memasak terpadam beberapa kali akibat dinaiki air, bila padam kami alas dengan batu, terpadam lagi, alas lagi, entah berapa kali terpadam dan kami alas lagi dengan batu sehinggalah siap membungkus lebih kurang pukul 3.30 petang, ketika itu air didalam Masjid Al Fatah telah pun hampir mencecah paras pinggang. Hari tu kali pertama saya solat zohor dalam air bersama Ust Yusof Embong (Tim Pesuruhjaya PAS Pahang)


Saya dan rakan-rakan menghantarnya ke penempatan Sekolah Sg Isap Taman Murni dengan menaiki bot, saya terus ke kantin sekolah, bertemu dengan Dato Tengku Zul (calon BN yang menentang saya waktu PRU 13 baru ni), kami berbual seketika, bertanya khabar dan perkembangan semasa berkaitan banjir, mungkin beliau adalah ketua operasi penempatan mangsa banjir, saya balik dan berjanji untuk membantu menghantar bantuan makanan ke Pusat tersebut. Selesai menghantar makanan, kelihatan air semakin naik dengan mendadak, hari semakin malam, kebetulannya pulak malam tersebut air pasang besar, saya minta Ust Saharudin menghantar saya balik, bimbang juga kat Isteri dan anak-anak yang masih kecil, namun jalan kerumah saya telah dipenuhi air hingga keparas dada dengan arus yang sangat deras, pihak bomba tidak membenarkan sesiapapun melalui jalan tersebut, memang begitulah keadaan di Kampung saya hampir setiap tahun. Talian talipon pulak agak terganggu, bila tanya isteri keadaan dirumah, entahlah dengar tak dengar, bunyi macam ok jer, saya pun berpatah balik, lupakan soal mereka.


Malam tu saya tinggal di Pondok Pemuda Al Kalthumiah, bt 3, panggilan talipon hampir tak henti-henti dari rakan-rakan jamaah, terutama dari Sungai Isap, ada yang terperangkap, ada yang minta tolong ambil mereka dan macam-macam lagi, untuk berjalan kaki ke Sungai Isap dah tak boleh, bot yang digunakan oleh Unit Amal terpaksa pergi membantu mangsa, bukannya sekejap, apatah lagi di tengah malam yang gelap diiringi pula oleh hujan lebat, jalan dah terputus, rakan-rakan dari Kempadang dan sebelah Tanjung Lumpur tidak dapat membantu kerana terputus hubungan, Tanjung Lumpur pula dinaiki air pasang, Sg Soi dan Kempadang pun dinaiki air juga, buntu juga saya dibuatnya untuk mendapatkan tenaga membantu saya. Semua jalan untuk ke Kuantan terputus, sedihnya bila baca sms rakan yang mengharapkan pertolongan, tiada apa yang boleh saya lakukan dalam keadaan begini kecuali perbanyakkan berdoa. Tamparan hebat bagi saya bila semua jentera PAS dan Unit Amal tidak dapat membantu saya kerana kesemua rumah mereka telah dinaiki air termasuk rumah Ust Saharudin (Pengarah Jab Amal Negeri), beliau juga berpindah, bawa lari isteri dan anak-anaknya, saya terputus hubungan dengannya selama dua hari disebabkan tiada line talipon, saya pun tak tahu beliau dimana, entahkan hidup atau mati.


Malam tu tak lena tidur, namun dek keletihan terlelap juga seketika di Pondok Pemuda, tapi tak boleh lama, baru nak terlelap, air naik membasah tubuh, lari pula ke tempat lain, pun serupa juga, akhirnya dah tak de tempat boleh tidur, tunggu je la sampai pagi sambil memikirkan apakah tindakan yang akan dibuat esok , saya menghubungi pihak bomba dan polis untuk bertanya tentang perkembangan semasa, namun takde jawapan lansung, kecewa juga saya dibuatnya. Saya mengharapkan dalam keadaan begini sepatutnya pihak keselamatan ‘all out’ untuk membantu rakyat, dengan segala kemudahan yang mereka ada hasil dari cukai rakyat, mereka boleh gunakan segala jenis kenderaan darat, air dan udara untuk membantu rakyat, bukannya selalu pun, apalah salahnya gunakan helikopter untuk selamatkan mangsa yang terperangkap dan mengapa dalam keadaan banjir yang begini besar, bot yang digunakan untuk membantu mangsa hanya boleh dibilang dengan jari sahaja, dah habis ke bot dalam negeri Pahang ni, saya sempat bertanya kepada anggota bomba dan pertahanan awam, kenapa hanya sebanyak ini sahaja bot yang digunakan?, jawapannya ‘tiada arahan menyeluruh’ , jika benar tiada arahan menyeluruh ertinya kerajaan tidak all out untuk membantu mangsa, kerajaan apakah ini ……..


Musim tengkujuh dah mula berlabuh, memang saya agak risau juga, takut-takut banjir besar akan berlaku, rupanya apa yang saya bimbangkan benar-benar terjadi. Saya dan Unit Amal Kuantan sememangnya dah menubuhkan jawatankuasa untuk persiapan menghadapi kemungkinan banjir, memang setiap tahun pun kami begitu semenjak tahun 2001 lagi, selepas banjir besar di Sungai Isap. Masa tu memang kelam kabut dibuatnya, kami tiada persediaan, sebab tak pernah berlaku dan lansung tak terduga ianya akan berlaku di Sungai Isap, saya memegang jawatan sebagai ketua Dewan Pemuda PAS Kaw Paya Besar, masa tu Sungai Isap berada di dalam DUN Penur yang dimenangi oleh PAS, banjir naik dengan mendadak, rumah saya di Kampung Seri Damai juga dinaiki air separas pinggang, namun bila dengar keadaan yang buruk di Sungai Isap, saya segera turun untuk membantu.


Air mula naik sebelah pagi, saya sampai di Taman Guru hampir waktu asar, orang dah ramai kat Masjid Al Hidayah Batu 5, semua mereka belum makan sejak pagi, saya dan beberapa orang rakan dok bincang macamana nak masak, maklum tiada persediaan, nak pergi beli makanan bukannya senang, dalam keadaan jalan dah dipenuhi air, kereta pulak jem dan banyak yang tersangkut tengah jalan, agak sukar nak pergi, nak jalan kaki, jauh la pulak, nak menghala ke Kuantan dah tak boleh, dalam keadaan begitu saya ternampak sebuah ambulan, saya menahannya dan minta tolong dengan pemandu ambulan supaya bawa saya ke pasaraya di Taman Tas untuk membeli bahan makanan, agak lucu juga, saya beli mee hon, dapur, gas, kuali dan bahan-bahan memasak dengan menaiki ambulan, masa balik dari pasaraya, pemandu memasang siren kecemasan agar kami cepat sampai, kami memasak di Markas Taman Guru, walaupun air dah naik tapi kami tetap juga goreng mee hon “mee bodo” je, kasihan kat orang, terutama kanak-kanak yang dah lapar.


Keadaan yang hampir sama juga berlaku pada banjir 2013 baru-baru ni, apa yang berlaku diluar jangkaan, saya tak menduga banjir kali ini begitu besar dan cepat, dah la tu, meliputi pulak seluruh Kuantan, hingga melibatkan hampir semua rumah anggota Unit Amal dan jentera PAS Kuantan. Pada 2 Dis baru ni, saya sepatutnya berkuliah di Jerantut, saya bertolak ke Jerantut lebih kurang jam 5.30 petang, ketika itu hujan lebat, hati sentiasa berdebar-debar takut berlaku banjir, ketika saya sampai di Gambang, melihat hujan begitu lebat dan tidak henti-henti saya mengambil keputusan untuk berpatah balik. Saya pulang kerumah untuk solat maghrib dan menukar pakaian, terus ke Sg Isap dan memang betul, apa yang saya resah kan betul-betul terjadi, air dah mula melimpah masuk kedalam rumah terutama di Sg Isap Damai, malam tersebut saya dan rakan-rakan sempat untuk membantu 2 keluarga di Sg Isap Damai untuk berpindah.


Setelah itu saya ke Tanah Putih untuk meninjau keadaan disana, Alhamdulillah sahabat-sahabat pemuda dan Unit Amal bertindak pantas untuk mengawasi jalanraya agar kenderaan melalui jalan alternatif kerana jalan di Tanah Putih sebelum jambatan Sungai Kuantan telah dipenuhi air dan tidak selamat untuk dilalui, saya turut sama membantu sehingga tengah malam, saya , Ust Sahrudin (pengarah Jab Amal Negeri Pahang) dan anggota Unit Amal Kuantan berkumpul pula di Masjid Al Fatah untuk perbincangan persiapan seterusnya sehingga lah kami segera ke Kg Kurnia kerana telah dimaklumkan air naik dengan mendadak disana, kami sempat membantu memindahkan sebuah keluarga ke PASTI Al Fatah .. hampir pagi barulah kami pulang kerumah masing-masing. Pada esoknya 3 Dis seawal pagi kami telah berkumpul di Masjid Al Fatah untuk memulakan kerja-kerja memasak setelah dimaklumkan telah ramai mangsa yang berpindah ke penempatan mangsa banjir, tiada lain yang difikirkan kecuali kebimbangan apa yang berlaku pada tahun 2001 itu berulang, takut mangsa kelaparan, kalau masa tu mungkin saya tidak dipersalahkan, cuma mungkin rasa bersalah kalau tak membantu, tetapi 2013 saya bukan lagi ketua pemuda tapi saya adalah YDP PAS Kuantan yang juga sebagai ADUN, saya mesti berusaha sedaya upaya untuk membantu rakyat dan pengundi saya.


Masa yang berbaki beberapa jam untuk menunggu pagi 3 Dis lansung tidak melelapkan mata, kalau dulu, waktu muda-muda, masa sedang segak, banjir adalah kegembiraan bagi saya, maklum takde tanggung jawap, apa yang saya fikirkan ialah mengatur strategi untuk menahan pukat, memasang ‘taut’, meredah hutan memburu ikan baung dan tapah kat dalam hutan belakang rumah saya. Bila musim banjir memang lumayan, seronok dapat ikan sungai, besar-besar pulak tu, orang kena banjir, itu dia punya pasal, saya tak fikir pun pasal orang, maklum ‘tengah tolol’. Bila ingat-ingat ‘bodohnya aku’, serupa je macam memerang yang dok cari ikan sampai lupa kesusahan orang lain, sedangkan kalau saya susah bukan ikan-ikan tu yang menolong saya, malahan manusialah yang akan menolong saya, doa dan solatkan jenazah saya bila saya mati, cari ikan tak salah, tapi kalau sampai tak tolong orang dalam kesusahan rasanya susah sikit nak menjawap di hadapan Allah swt bila mati nanti, apatah lagi kalau dah jadi wakil rakyat, terpaksalah lupakan semua kesukaan saya, sebab PAS Tanjung Lumpur menang bukan dengan sebab undi dari ikan tapi rakyat.


Ustaz Rosli ialah Adun Tanjung Lumpur, Kuantan.


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/kian-sukses-jadi-musisi-setelah-masuk-islam.html


Tanjung yang berlumpur

Wednesday, June 19, 2013

Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

REPUBLIKA.CO.ID, Wawancara Karen Armstrong Pakar Agama: Alquran Mengajarkan Belas Kasih


Di ambang pintu, Karen Armstrong menyungging senyum. Ia mempersilakan masuk, menyapa ramah, dan mengucapkan “How do you do?” Lalu, ia duduk di sofa putih di kamar hotel ia menginap. Perempuan Inggris ini mengisahkan konsep belas kasih yang ia dengungkan, Islam, dan dirinya kepada wartawan Republika, Ferry Kisihandi, dan fotografer, Prayogi, Jumat (14/6) sore. Berikut petikannya.


Sebegitu pentingkah belas kasih bagi Anda?

Saya pikir ini merupakan hal terpenting di dunia. Ini juga menjadi ujian bagi pemeluk agama untuk menjalankannya. Di Alquran, misalnya, bertebaran ajaran yang mendorong untuk berlaku belas kasih terhadap orang lain. Di antaranya, memperlakukan orang dengan hormat, menyantuni fakir miskin, dan menciptakan masyarakat berkeadilan.


Menurut saya, ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi semua agama. Ini juga sarana untuk membantu kita bertahan. Jika kita memperlakukan orang lain dengan buruk tentu dampaknya juga akan menimpa diri kita. Dan, kita melihat dunia sekarang mengalami hal seperti ini. Maka, sudah seharusnya kondisi semacam itu tak lagi berlangsung. Saya melihat Sang Buddha, Konfusius, dan Yesus semuanya bekerja di sebuah masyarakat yang penuh keserakahan. Tapi, mereka mampu bertahan dengan menggerakkan sikap belas kasih.


Bagaimana mempraktikkannya di tengah dunia yang sekarang sarat kekerasan dan konflik ini?


Saya akui, kini kita tinggal di tempat yang sangat terpolarisasi dan berbahaya. Tapi, pada dasarnya, kita tak bisa mengabaikan pengembangan ide belas kasih ini. Karena itu, sangat mendesak membangun kesadaran global soal ini. Lalu, membangun hubungan lebih baik dengan orang-orang yang berbeda dengan kita.


Semua sudah melihat, hampir semua musnah oleh senjata yang manusia buat. Demikian pula kalau merunut pada sejarah perang ratusan tahun silam. Itu berulang dan meletuslah perang di Afghanistan, Irak, dan sekarang terjadi di Suriah. Ini situasi berbahaya. Bila agama tak mampu tampil dengan pesan belas kasih yang ada pada ajarannya, mereka akan gagal mengatasi ini semua. Dengan demikian, mereka harus mampu. Apa yang mereka lakukan adalah untuk generasi kita sekarang.


Anda optimistis agama bisa memainkan perannya dengan baik?

Tergantung. Kita semua mempunyai jejak rekam bagus dalam mendorong upaya yang baik. Namun, karena rasa malas, hal itu tak berkembang. Saya bahagia dengan respons terhadap pesan belas kasih yang kemudian dituangkan dalam Piagam Belas Kasih. Muncul gerakan yang begitu aktif di Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Pakistan juga di Indonesia. Jadi, secara alamiah, saya optimistis.


Tapi, kita masih menghadapi kendala utama, yaitu prasangka walaupun telah ada serangkaian dialog antarkeyakinan yang digelar?


Ini sisi alamiah manusia dan pada prinsipnya prasangka harus diatasi. Anda dapat melakukan seperti apa yang ditempuh Islamic Society of North America (ISNA), sebuah organisasi Muslim besar di Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa tahun lalu mereka menegaskan untuk menerapkan prinsip belas kasih lewat Piagam Belas Kasih.


Imam masjid yang memimpin kegiatan ISNA menetapkan tekad menciptakan masjid yang penuh belas kasih. Ini maknanya, masjid harus ramah gender dan pemuda, mesti memperluas dialog antarkeyakinan, serta mempelajari cara dalam mengahadapi terjadinya penyalahgunaan agama oleh segelintir orang.


Mereka juga menyebarkan pesan belas kasih yang juga terdapat pada ajaran Islam dalam berbagai pelatihan imam. Maka intinya, akar rumput menjadi bagian yang vital. Di sisi lain, saya melihat adanya dialog di antara para pemimpin agama. Namun sebaiknya, ini tak berakhir pada konferensi. Dan, cara terbaik adalah dengan bekerja bersama-sama.


Langkah ini dapat dilakukan oleh Yahudi, Muslim, Kristen, Buddhis, maupun pemeluk Hindu. Karena itu, alangkah baiknya setiap masjid, gereja, maupun kuil saling menjalankan program untuk saling merangkul dan berdialog dengan orang lain.


Tak jarang, peristiwa semacam pengeboman di Boston membuat seluruh komunitas Muslim disalahkan?

Saya pikir, komunitas Muslim perlu benar-benar proaktif. Terkadang tak ada yang menaruh perhatian penuh saat muncul pernyataan bahwa Islam menentang pembunuhan terhadap orang tak berdosa. Tak pernah digambarkan oleh media mainstream. Di sisi lain, umat Islam harus terus memperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa Muslim berbelas kasih dan menentang kekerasan.


Apakah Anda berpikir Muslim akan mampu melakukannya?


Saya tidak tahu. Muslim harus mencoba melakukannya sendiri. Tuhan menyatakan, Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tak mengubahnya. Ini pernyataan yang terkandung dalam Alquran. Saya pikir, jihad sebenarnya adalah berusaha menjadikan hal itu terwujud.


Anda pernah menulis buku tentang Muhammad, kapan pertama kali tertarik mengkaji Islam?

Saat saya bekerja di televisi. Saya membuat program mengenai Perang Salib. Ini berarti saya harus mempelajari tentang Islam. Banyak orang memandang miring agama ini, saya tak paham apa yang mereka katakan. Saya dapat mempelajari Islam dengan baik. Lalu, saya ingin membuat Islam dapat diakses bagi warga Barat sehingga mereka lebih memahami agama ini.


Bagaiman pandangan Anda tentang Muslim di Indonesia?


Saya diundang oleh penerbit buku (Mizan) saya di sini. Dalam kurun 10 tahun ini saya sibuk bepergian ke sejumlah tempat. Pernah juga singgah ke Malaysia. Bagi saya, mesti tinggal beberapa saat dulu di Indonesia, berbicara dengan orang-orangnya, dan mempelajarinya, baru saya bisa menyampaikan opini mengenai Muslim di sini. Saya baru berada di sini pada Rabu (12/6) malam lalu.


Anda menikmati saat berbicara dari satu kuliah umum ke kuliah umum lainnya?

(Karen menjawab sambil tertawa). Tidak benar-benar. Saat kuliah umum, saya selalu mengatakan kepada setiap orang tentang apa yang mesti dilakukan. Saya pergi dari sini kemudian menuju tempat lainnya. Meski tak benar-benar menikmati, saya terkesan dengan sambutan-sambutan yang hangat dan saya sangat menghargainya. Anda tahu, sebenarnya saya adalah seorang yang sangat soliter.


Saya hidup sendiri, saya menyukai keheningan. Saya membutuhkannya termasuk saat menulis. Terlalu berat bagi saya untuk selalu berada di tengah orang banyak. Ini bukan nature saya. Tapi, dalam kunjungan ke Indonesia ini, saya tersentuh. Sebab, ada sambutan hangat dan banyak yang berbuat baik kepada saya. n ed: nur hasan murtiaji


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.harianterbit.com/2013/03/23/ratusan-biksu-budha-kejar-warga-muslim-di-meiktila/


Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih