Showing posts sorted by relevance for query Ajak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Ajak. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Monday, February 18, 2013

Dubai Ajak Wisatawan Masuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID,  Organisasi masyarakat Dar Al Ber mengelola sebuah Pusat Informasi Islam di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka melayani segala informasi bagi para calon muallaf.

Sejak didirikan tahun 1993, pusat informasi tersebut telah mengislamkan 15 ribu orang dari 200 kebangsaan.

Tak hanya memberikan informasi Islam semata, pusat tersebut juga menjadi wahana pertemuan para muallaf UEA. Mereka saling berbagi kisah perjalanan mereka hingga akhirnya memeluk agama Islam.

Acara “sharing”tersebut juga terbuka bagi pengunjung non-muallaf dan non-muslim.

“Non-Muslim juga memiliki kesempatan yang baik untuk bertemu Muslim baru dan mendengaran kisah syahadat rekan-rekan mereka dalam bahasa mereka masing-masing,” ujar Direktur Pusat Informasi Islam Dar Al Ber, Rashid Aljunaibi, dikutip dari media lokal Khaleej Times.

Selain itu, mereka yang tertarik akan Islam dapat memperoleh booklet, CD ataupun kaset tentang Islam dengan bahasa yang beragam sesuai kemampuan mereka. Beragam ceramah dan pelatihan pun seringkali digelar tak hanya bagi para muallaf namun juga keluarga mereka.

Bersama Departemen Urusan Islam dan Kegiaan Amal (DIACA) UAE, Dar Al Ber telah memuslimkan 4.229 orang pada tahun lalu. Sebanyak 2.322 muallaf berasal dari 77 negara berbeda.

Uniknya, jumlah muallaf tersebut didominasi oleh wanita. Dari 2.322 muallaf, 1.630 diantaranya merupakan perempuan.

Direktur DIACA, Hamad Bin Al Sheikh Ahmed Al Shaibani mengatakan, pihaknya hanya mengupayakan penyampaian pesan toleransi Islam, pengembangan sadar budaya Islam serta membangun identitas nasional.

DIACA, kata Al Shaibani, menyediakan para muallaf baru dengan beragam fasilitas yang dibutuhkan mereka untuk benar-benar memeluk agama Islam, Dewan tersebut pula yang meresmikan keislaman mereka selain menjawab segala pertanyaan tentang ajaran Islam.

Kepala Orientasi Agama dan Bagian Pendidikan, Aisha Al Kash mengatakan, para muallaf memeluk agama Islam atas kemauan pribadi, tanpa paksaan. Sebagian besar mereka tersentuh pada ajaran budi pekerti luhur dalam Islam. “Orang-oranmg tersentuh oleh petunjuk Islam yang penuh kasih yang memerintahkan umat untuk bersikap jujur, adil dan baik pada semua orang tanpa peduli agama, ras, bahasa dan warna kulit,” ujarnya.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/19/mc4v7w-islam-mulai-bersemi-di-tonga-1


Dubai Ajak Wisatawan Masuk Islam

Sunday, June 16, 2013

Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Jelang pemilu 2014 mendatang,  partai peserta pemilu terus berupaya menambah perolehan suara.


Salah satu cara dilakukan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali yang kembali mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam dan organisasi keagamaan Islam lain untuk kembali ke rumah besar-PPP.


Hal itu disampaikan Suryadharma dalam kunjungan politiknya ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Ahad (16/6).


“Ayo bersama tokoh dan Ulama serta simpatisan NU, Muhammadiyah dan Persis yang dulu pernah ikut membesarkan PPP dan keluar menjadi pengurus partai lain, kembali ke rumah besar (kabah) PPP,” ujar Suryadharma di hadapan para Tuan Guru (Ulama) di Lombok Tengah di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Kecamatan Praya Barat, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah NTB.


Suryadharma mengatakan, setelah momentum reformasi, para tokoh dan Ulama dari NU, Muhammadiyah dan Persis banyak yang keluar dari PPP. Masing-masing mereka mendirikan partai yang juga berasaskan Islam. Namun dengan seiringnya waktu, saat ini partai-partai itu tidak masuk dalam parlemen. Bahkan beberapa kali sudah tidak aktif lagi keikutsertaan mereka dalam pemilu.


Oleh sebab itu, kata dia, disaat partai-partai itu sudah tidak terdaftar lagi sebagai peserta pemilu 2014 mendayang. Sudah saatnya para tokoh dan Ulama NU, Muhammadiyah, Persis dan ormas Islam lainnya, yang dulu sempat keluar dari PPP kembali ke rumah besar.


“Kita ingin umat Islam bersatu lagi dalam satu naungan seperti jaman dahulu, walaupun ada perbedaan pemahaman tetapi tetap satu dalam kiprah politik,” katanya menjelaskan.


Keinginan ini disambut Pemilik Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Tuan Guru Ma’arif Makmun. Tuan Guru Ma’arif mengakui dirinya merupakan salah satu pengembang PPP di Lombok Tengah pada masa Orde Baru lalu.


Akan tetapi, sejak masuknya era reformasi, ia memutuskan keluar dari PPP dan bergabung mengembangkan PKNU di Lombok Tengah.


Dengan tidak berkiprah lagi PKNU di pemilu 2014, Tuan Guru Ma’arif mengakui rindu kembali membesarkan PPP seperti rumah besar umat Islam seperti dahulu. Walaupun ia menyadari, saat ini PPP semakin jauh pendukungnya dari partai lain sejamannya.


“Karena itulah penting bagi saya untuk mengajak tokoh dan ulama kembali membesarkan rumah yang dulu pernah menjadi tempat naungan politik umat Islam,” katanya.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Suryadharma Ajak, NU dan Muhammadiyah Pulang ke Rumah Besar

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article

Monday, July 22, 2013

Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

— Selama akhir pekan, mulai Jumat (19/7) sampai Minggu, halaman Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, diubah menjadi tempat pertunjukan musik jazz yang disebut Festival Jazz Ramadan 2013.


Diprakarsasi oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, namun juga penggalangan amal, salah satunya untuk korban gempa di Aceh.



Pertunjukan ini tidak memungut biaya, namun setiap penonton diminta menyerahkan buku layak baca untuk selanjutnya akan diberikan kepada anak-anaka yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil maupun daerah yang terkena dampak bencana alam.



Musisi Shadu Saah Rasidi yang turut mengisi acara mengatakan festival tersebut memberi pengalaman yang sangat mengesankan bagi ia dan empat personel dalam grup musiknya.



“Aku merasa sangat merasa terhormat main di rumah Tuhan. Kapan lagi kita habis tarawih terus main musik, rasanya luar biasa,” ujarnya mengenai festival yang juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kristen Bouer, para musisi jazz, pengamat, serta pecinta musik jazz dari kalangan pelajar dan mahasiswa.



Pertunjukkan dimulai setelah ibadah shalat tarawih yaitu sekitar jam 21.00 dan berlangsung hingga pukul 2 dini hari. Untuk pertunjukan musik jazz berlangsung selama dua malam, sementara kegiatan lainnya berlangsung selama tiga malam.



Panitia mengklaim sekitar 1.500 penonton hadir setiap malam dan tidak hanya dari kalangan muslim namun dari pemeluk agama lain yang menyukai musik jazz sekaligus ingin beramal.



Pengamat musik Bens Leo mengatakan festival ini adalah kegiatan yang positif bagi para remaja dan musisi.



“Ini bagian dari satu apresiasi untuk musisi, terutama  digerakkan oleh remaja masjid, dan yang paling menarik ini juga ada kaitannya dengan kegiatan sosial. Jadi sebetulnya jazz itu sudah tidak dibatasi oleh tempat, oleh komunitas  sosial, karena setiap orang bisa menikmati ini termasuk di  Masjid Cut Meutia ini,” ujarnya.



Mahasiswa Universitas Gunadarma, Baihaki mengatakan, selain ingin menyaksikan penampilan musisi jazz ia juga tertarik dengan adanya kegiatan sosial dalam Festival Jazz Ramadan 2013. Ia meyerahkan dua buku saat memasuki lokasi pertunjukan.



“Buku Biologi untuk SMP, dua buku,” ujarnya. “Ini cukup asik menurut saya, bagus juga buat setiap Ramadan karena acara amal juga ya.”



Selain setiap penonton menyerahkan buku layak baca sebagai pengganti tiket masuk, dalam Festival Jazz Ramadan 2013 juga terdapat posko bantuan untuk korban gempa Aceh.



Koordinator posko yang juga anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau PBHMI, Fajri Akmal mengatakan, PBHMI bekerjasama dengan RICMA ingin Festival Jazz Ramadan tidak hanya menampilkan kegiatan bermusik, melainkan juga punya nilai tambah.



Dengan menjual gelang bertuliskan “Tanah Rencong, Kami Peduli,” dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 14.500.000 dan akan diserahkan langsung ke lokasi terkena dampak gempa di Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.



“Satu gelang (berharga) sekitar Rp 10.000. Acara ini menurut saya acara yang luar biasa sebagai bentuk lain dari dakwah yang berbeda, bahwa mengenali Islam tidak hanya di ruang-ruang masjid tapi dengan ruang-ruang musik pun bisa”



Tahun ini adalah kali ketiga Festival Jazz Ramadan diadakan, setelah yang pertama pada 2011.



Penyelenggara acara, Almira Della mengatakan kegiatan sama akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang.



“Kami meyakini bahwa musik adalah sarana dakwah  paling efektif  untuk remaja, dan kenapa musik jazz, karena event-event jazz sekarang ini banyak sekali digandrungi oleh remaja, inginnya sih tahun depan artisnya internasional  kali ya,” ujarnya.



Article source: http://www.bola.net/indonesia/abanda-optimis-persib-atasi-mitra-kukar-22d0b9.html


Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

Friday, September 6, 2013

FUI Ajak Hary Tanoe Masuk Islam dan Hentikan Kontes Miss World

JAKARTA - Aksi demonstrasi ormas-ormas islam di depan Gedung MNC Group, Kebon Sirih, Jakarta Pusat guna menuntut pembatalan kontes Miss World di Indonesia, Jumat (6/9) petang tadi diwarnai dengan penyebaran surat terbuka dari Forum Umat Islam (FUI) untuk Bos MNC, Hary Tanoesoedibjo. Surat yang  dibacakan oleh Sekjen FUI KH Muhammad al Khaththath itu berisi ajakan kepada pengusaha yang dikenal dengan nama Hary Tanoe itu agar masuk Islam dan menghentikan kontes Miss World.


“Setelah bertemu anda pada hari Selasa 3 September lalu, kami kembali datang kepada anda untuk mengajak anda dengan ajakan Islam. Masuk Islamlah supaya anda selamat,” kata al Khathtath membacakan surat terbuka FUI.


Surat FUI itu juga menegaskan bahwa ajang Miss World bertentangan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 287 tahun 2001 yang  menyatakan bahwa memamerkan aurat, memakai pakaian ketat, melakukan gerakan-gerakan yang merangsang birahi mengambil gambar dan menyiarkannya adalah perbuatan haram. “Membantu dan atau membiarkan tanpa mengingatkan terhadap perbuatan-perbuatan yang diharamkan di atas juga adalah haran,” tulis FUI mengutip fatwa MUI.


Dalam suratnya, FUI juga mendesak kepada semua pihak untuk segera menghentikan segala bentuk aktivitas yang diharamkan sebagaimana tertuang dalam fatwa MUI. Tak terkecuali kepada Presiden dan Kapolri agar menghentikan segala bentuk perbuatan haram dan melarang penyelenggaraan Miss World.


Aksi demo yang berlangsung sekitar dua jam itu berakhir damai meski suasana sempat panas karena orang tak dikenal yang melepar kerumunan demonstran dari atas rel kereta yang melintas di depan Gedung MNC.(fat/jpnn)



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/11/mo7rnc-lima-tokoh-muslim-paling-berpengaruh-untuk-inggris


FUI Ajak Hary Tanoe Masuk Islam dan Hentikan Kontes Miss World

Wednesday, June 12, 2013

Ikut Membangun Masjid, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Afriza Hanifa


Dari kota metro New York, Umar Abdul Aziz memilih pindah ke Abiquiu, sebuah kota kecil di New Mexico. Mencari pekerjaan, demikian niat awalnya pindah. Ia merupakan seorang pekerja konstruksi yang tergiur ikut serta pada proyek pembangunan besar di Abiquiu. Ya, Umar melamar menjadi tukang bangunan masjid.


Tapi, siapa sangka kepindahannya ke Abiquiu merupakan pintu awal menuju hidayah. Bekerja membangun masjid bersama pekerja Muslim membuat Umar jatuh hati pada agama ini.


“Aku benar-benar menikmatinya. Itu adalah pengalaman yang indah,” ujar Umar menggambarkan perasaannya saat menjadi bagian dari pembangunan masjid Abiquiu.


Kisah Umar memang berawal dari kesulitan hidup karena menganggur. Ditambah lagi, ia harus menafkahi dua putranya yang saat itu masih berusia sembilan dan 10 tahun. Umar sempat pindah ke Santa Fe dan tinggal bersama adiknya di sana.


Tapi, di kota tersebut Umar tetap saja tak mendapat pekerjaan. Hingga pada suatu pagi, ia membaca sebuah artikel surat kabar mengenai yayasan yang berencana membangun masjid di Abiquiu. Dengan keahlian pertukangan yang ia miliki, ia pun bersemangat untuk mendaftar sebagai pekerja konstruksi di yayasan tersebut.


Keesokan hari, dengan semangat Umar menuju Abiquiu dengan mengendarai truk tua milik adiknya. Ia melamar kerja dan langsung diterima. Ia pun senang bukan kepalang, akhirnya pekerjaan yang ia impikan datang juga. Tak banyak membuang waktu, Umar segera mengemasi barang-barang dan pindah dari rumah adiknya menuju Abiquiu. Di kota kecil itu, dia dan putranya tinggal di sebuah kamp di belakang masjid. Banyak pekerja konstruksi masjid yang tinggal di sana.


Sejak saat itu, Umar pun bertetangga dengan beberapa Muslim. Sosialisasi yang menyenangkan dirasakan oleh Umar. Ia sering kali diajak masak, sarapan, dan jalan-jalan bersama. Setiap kali waktu Subuh tiba, para Muslimin telah terjaga. Umar pun terbiasa mengikuti ritme mereka. Saat bekerja membangun masjid pun mereka menjadi teman yang menyenangkan.
 
“Kami tinggal di perkemahan di belakang masjid dan kami tinggal sepanjang musim panas. Saat itu, kami amat sangat menikmati. Anak-anak saya benar-benar menikmatinya dan itu adalah pengalaman yang indah,” ujar Umar.


Itulah kali pertama ia tertarik pada Islam. Umar pun merasakan budaya yang beragam tak membuat teman-teman Muslimnya itu tak akur. Satu Tuhan dan satu agama membuat beragam etnis hidup rukun. “Aku bertemu banyak orang baik dari tim kerja yang tinggal di desa Abiquiu. Jadi, itu adalah tim yang amat beragam. Aku bertemu Muslim dari Amerika, Eropa, Turki, dan Arab yang ikut serta dalam proyek pembangunan masjid ini,” kata Umar.


Saat mengerjakan proyek masjid, ia mendapat kesempatan untuk belajar teknik bangunan. Menurut Umar, masjid yang dibangun di Abuquiu itu merupakan masjid pertama di Amerika yang bahan bangunannya dari batako. Lengkungan kubah ala Mesir yang tak pernah dijumpai di Amerika diterapkan saat membuat masjid tersebut. Sebagai pencinta konstruksi, Umar pun merasakan kebahagiaan saat ikut membangunnya. “Banyak orang New Mexico yang datang kemari untuk belajar bangunan ala Mesir,” tuturnya.


Alhasil, selama bekerja membangun masjid, hidupnya yang selama ini terlunta tiba-tiba menjadi hal yang menyenangkan. Ia sangat bahagia dapat bergabung bersama Muslimin. Bergaul dengan Muslimin membuatnya mengenal Islam. Sehingga, bukan hanya rezeki yang ia dapat setelah bekerja di sana, hidayah pun kemudian merasuki lubuk hati Umar. Ia mempelajari agama Islam, kemudian memantapkan diri di atas agama yang diridhai Allah. Ia pun memeluk Islam pada 1969.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/02/19/mig9w8-dubai-ajak-wisatawan-masuk-islam


Ikut Membangun Masjid, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

Monday, September 16, 2013

Terpesona ajaran wudhu, pria Amerika ini akhirnya memeluk Islam


ISLAM sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun.



Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam.



Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, terlihat dari gelar master yang ia dapatkan sebagai tenaga kesehatan dari Universitas Ohio.



“Islam memiliki praktik kesehatan yang baik seperti mencuci tangan, kaki dan wajah sebelum shalat lima kali sehari,” ujarnya.



Ketertarikan Braun pada Islam dimulai saat ia mengenyam pendidikan sarjana di Beloit College. Di sana, ia aktif berorganisasi hingga kemudian bertemu dengan seorang gadis asal Kuwait.



Pertemuan itu merupakan kontak pertama Braun dengan muslim. Ia pun kemudian mempelajari apa itu Islam. Saat mempelajarinya, ia terkejut.



“Saya terkejut teryata Islam adalah salah satu dari tiga agama samawi selain Yahudi dan Kristen,” ujarnya.



Braun pun makin tertarik pada Islam, namun belum memutuskan menjadi seorang muslim. Hingga kemudian ia tahu bagaimana Islam sangat menganjurkan kebersihan. Hal itu diketahuinya ketika menempuh pendidikan master studi kesehatan di University of Miami di Ohio. Tak lama, Braun pun kemudian memantapkan hati pada Islam. Ia pun resmi menjadi mualaf pada tahun 1995 di Ohio.



“Banyak alasan saya memeluk Islam. Namun minat awal saya bersyahadat adalah karena tertarik bagaimana Islam memiliki praktik kesehatan yang sangat baik,” tuturnya dikutip dari Beloit Daily News.



Braun melihat praktik wudhu sebagai upaya kebersihan yang sangat brilian. Menurutnya, itu merupakan bagian dari praktik menjaga kesehatan. Mencuci tangan kaki dan membasuh wajah lima kali sehari merupakan praktik kesehatan yang sangat baik. Terpesona dengan ajaran wudhu itulah Braun melabuhkan hati pada Islam.



Setelah memeluk Islam, ia makin jatuh hati pada agama ini. Ia pun mulai rajin menjalankan ibadah wajib. Ia meninggalkan hal-hal haram seperti minum alkohol dan berjudi.



Tentu saja sulit karena hal haram tersebut merupakan gaya hidup pemuda Amerika. Namun Braun mampu mengatasinya. Ia bahkan menjalankan sunnah Rasulullah seperti menumbuhkan jengot.



Kehidupan Braun sebagai muslim nyaris tak mendapat hambatan ataupun tantangan. Hingga kemudian insiden 9/11 mengubah citra Islam menjadi sangat buruk. Ia yang telah berislam hampir tujuh tahun itu tiba-tiba dikucilkan.



Keluarganya yang tak pernah mempertanyakan keputusannya berislam tiba-tiba menginterogasinya. Penampilan Braun pun kemudian dituding sebagai penampilan para teroris. Itu merupakan fase yang berat bagi Braun.



Namun kemudian ia memilih pindah ke Dubai bersama istrinya. Di sana, ia membangun kepedulian terhadap penolakan terorisme. Lebih tepatnya, Braun membentuk komunitas yang menentang keras aksi ekstrem dan radikal.



Terjun ke Masyarakat

Braun yang merupakan seorang tenaga kesehatan tiba-tiba beralih haluan. Ia merasa prihatin yang sangat terhadap kasus bom 11 september di gedung WTC AS tersebut. Ia pun kemudian mengkampanykan antiradikalisme.



“Saya khawatir akan persepsi publik tentang Islam pasca serangan teroris di Amerika Serikat pada 9/11,” kata Braun.



Ia mencatat bahwa para ekstremis dan teroris ada dari semua latar belakang agama. Namun tak ada agama yang mengajarkan terorisme. Mayoritas Muslim, kata braun, seperti penganut agama lain, tidak melakukan teroris dan tidak bersikap ekstrem.



“Kesalahpahaman lain yang populer adalah bahwa madrasah , sekolah Islam yag menggunakan nama Arab, merupakan jaringan terorisme. Padahal sebagian besar sekolah tersebut mengajarkan perdamaian seperti sekolah agama lain,” katanya.



Braun pun kemudian menjadi koordinator P4E Support Group, sebuah organisasi berbasis di Kanada yang memberikan layanan kemanusiaan. Salah satu kegiatan organisasi tersebut yakni mendidik muslim menjadi produktif dan menentang keyakinan dan praktek ekstrim seperti terorisme. “Banyak orang datang kepada saya dan bertanya karena ingin tahu lebih banyak,” pungkasnya. | sumber: republika.co.id


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/09/07/189727/FUI-Ajak-Hary-Tanoe-Masuk-Islam-dan-Hentikan-Kontes-Miss-World-


Terpesona ajaran wudhu, pria Amerika ini akhirnya memeluk Islam

Tuesday, September 10, 2013

Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

REPUBLIKA.CO.ID, FREETOWN — Masa lalunya, Musa Bangura adalah seorang misionaris. Ternyata, Tuhan punya cerita lain. Kini, ia seorang ulama yang disegani. Tercatat, ratusan warga Sierra Leon ia bimbing memeluk Islam.


“Untuk beberapa tahun belakangan, saya ajak Muslim di negara saya untuk berpindah agama lain, lalu saya bermimpin diajak memeluk Islam,” kenang dia seperti dilansir, Anadolu Agency, Senin (9/9).


Mimpi itu membuat Musa penasaran. Tentu yang ia pahami ada maksud dari mimpi ini. Tuhan pun memberikan jawaban atas pencariannya itu. Alhamdulillah, Musa kembali pada Islam.


Tak perlu waktu lama bagi Musa untuk berdakwah. Ia sambangi seluruh masyarakat Afrika dengan menyampaikan pesan Islam Rahmatan lil Alamin. “Langkah awal yang aku lakukan saat itu berdakwah kepada para misionaris dan pendeta. Aku coba buktikan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang sesungguhnya,” ujar dia.


Banyak inovasi yang dilakukannya selama berdakwah. Laman “Why Islam” merupakan salah satunya. Melalui laman ini, Musa membimbing ribuan warga Sierra Leon memeluk Islam.


Tak hanya berdakwah, Musa juga bergiat mendorong Muslim Sierra Leon untuk maju. Ia satukan umat Islam dengan harapan persatuan itu mempermudah pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. 


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Misionaris Ini Kini Jadi Ulama yang Disegani

Friday, July 12, 2013

Amru bin Ash, Si Cerdik dari Arab










Masjid Amr bin AshJakarta – Amru bin Ash adalah anak dari seorang pemuka Quraisy yang bernama Ash dan ibunya bernama Nabighah binti Harmalah. Ayahnya pernah hidup di masa Islam namun dia tidak pernah memeluk Islam sampai akhir hayatnya.

Amru bin Ash berprofesi sebagai pedagang sehingga dia sempat menjelajah Mesir, Habasyah, dan Yaman. Dari perjalanan ini pula dia mendapatkan banyak pengalaman, terutama pengalaman beramsyarakat, dan banyak mempelajari budaya-budaya negara


yang pernah dia singgahi. Dari pengalaman inilah juga dia menjadi seorang yang cakap, berwawasan luas serta intelektual di negeri Arab. Orang yang terkenal cakap, berwawasan luas dan intelektul selain Amru bin Ash adalah, Muawiyah bin Abu Sufiyan, dan Mughirah bin Syu’bah.


Beberapa sahabat Nabi yang taat tapi dia lemah oleh Nabi diperintahkanya untuk berhijrah ke negeri Habasyah yang menganut agama Nasrani. Negeri ini dipimpin oleh seorang Raja Negus yang sangat taat dan paham betul dengan ajaran Agama Nasrani.


Sahabat nabi yang hijrah ke negeri ini untuk menghindar dari kekejaman orang-orang Quraisy yang tidak suka dengan keimananya dan untuk menjaga agamanya.


Maka ketika para pemuka Quraisy mendengar hijrahnya para sahabat Nabi ke negeri Habasyah, spontan mereka marah dan kemudian menyuru Amru Bin Ash untuk menjemputnya. Amru bin Ash kemudian menjemput kaum muslim yang lemah itu ke ke negeri


Habasyah, dengan membawa hadiah yang sangat banyak untuk dipersembahkan kepada Raja Negus agar Raja Negus mau mengembalikan kaum muslimin ke negerinya. Terjadilah percakapan antara Amru dan Raja Negus. Sang Raja berkata, “Kenapa kau tidak ikut agama baru yang dibawa Muhammad?”


“Apakah demikian wahai baginda?”


“Memang benar demikian adanya, demi Allah!” jawab Raja Negus.


Hal ini membuat Amru bin Ash terngiang-ngiang dalam kepalanya ketika dia kembali pulang dengan tangan Hampa. Sampailah Amru bin Ash di Mekah. Kemudian dia dan Khalid bin Walid datang menghadap Rasulullah untuk menyatakan keislaman mereka.


Setelah Amru bin Ash masuk Islam, Rasulullah mengutusnya untuk menyampaikan sepucuk surat ke penguasa Oman Jaifar bin Julanda dan saudarana Abd bin Julanda. Surat itu berisikan ajakan kepada penguasa Oman untuk memeluk Islam. Namun Amru bin Ash tahu bahwa Abd bin Julanda memiliki sikap lemah lembut sehingga Abd lah yang dia temui dulu dan mengajaknya memeluk Islam. Sehingga sampai keduanya memeluk Islam dan Amru bin Ash pun menetap di Oman sampai wafatnya Rasulullah.


Pada masa Khalifah Abu Bakar, Amru bin Ash diutus untuk menumpas kaum murtad di daerah Qudha’ah. Hasilnya, dia berhasil menumpas orang-orang murtad di daerah tersebut.


Pembebasan Palestina


Amru bin Ash adalah salah satu prajurit yang ikut berperan dalam futuhat Islamiyah (pembebasan berbagai negeri oleh pasukan muslim). Pada saat pertempuran dengan Romawi, pertempuran pertama kali yang dijalani Amru bin Ash adalah pembebasan Palestina termasuk Gaza, Nablus dan Rafah. Selanjutnya Amru bin Ash bergerak menuju Ajnadain yang saat itu masih dikuasai oleh Romawi. Pada sat itu gubernurnya adalah Artavon. Amru bin Ash dan pasukan Muslimin berhasil mengepung


Ajnadain, sehingga Artavon tidak bisa bergerak sama sekali walaupun dengan jalan diplomasi. Amru bin Ash bergerak sendirian dengan menyamar sebagai utusan. Amru bin Ash menyampaikan maksudnya, di samping itu juga dia menyimak ucapan Artavon baik-baik dan melihat kekuatanya. Namun Artavon adalah Gubernur cerdik sehingga dia bisa mengetahui bahwa utusan yang datang kepadanya pasti bukan orang biasa. Dia pasti seorang pemimpin atau juga utusan yang sangat didengar oleh pemimpinnya. Maka Artavon menyuruh pengawalnya untuk mencegat Amru.


Amru bin Ash tahu niat buruk Artavon maka kemudian dia berkata kepada Artavon, “Aku telah mendengar informasi darimu dan engkaupun juga mendengar dariku. Aku sangat kagum dengan pembicaraanmu. Aku ini hanyalah 10 dari salah satu orang yang diutus oleh Umar bin Khatab kepada penguasa negeri ini untuk mengepungnya hingga penguasa negeri ini mau memberikan kondisinya. Oleh karena itu, aku pulang terlebih dahulu dan aku akan ajak teman-temanku itu (untuk kesini lagi). Maksudku, jika teman-temanku mengetahui sendiri sebagaimana yang aku lihat tentang kondisinya ini, tentu panglima kami dan para pasukan akan mengetahuinya. Tetapi jika teman-temanmu tidak mau melihatnya aku akan kembalikan mereka ke markas mereka, dan aku akan kembali lagi ke sini dan selanjutnya terserah kamu”.


Artavon berkata “baiklah”. Lalu menyuruh pengawal yang dipanggilnya agar menyingkir. Artavon berkata kepada Amru, “Pergilah dan kemudian datang lagi bersama teman-temanmu”.


Ketika Romawi telah ditaklukan dan Artavon menjadi tawanan dia baru tahu kalau utusan yang dulu datang kepadanya adalah panglima perang Amru bin Ash.


Pembebasan Baitul Maqdish


Pada tahun 16 H, tepatnya pada bulan Rabiul Awal, Baitul Maqdis berhasil dibebaskan oleh Amru bin Ash dari cengkeraman Romawi. Amru bin Ash juga membebaskan Gaza dan Nablus. Amru bin Ash hendak menaklukan kota Elia, Artavon menulis surat kepada Amru bin Ash dengan mengatakan “demi Allah, Amru tidak akan bisa membebaskan suatu negeripun setelah Ajnadian.”


Amru pun kemudian menulis surat kepada Khalifah Umar dengan mengatakan,“Sungguh, aku menghadapi musuh yang amat licik dan kuat, dan menghadapi negeri untuk anda taklukan. Bagaimana pendapat anda?”


Pembesar Mesir


Mesir adalah kota Fir’aun yang berpenduduk 10 juta Jiwa. bukan hanya itu Mesir juga memiliki kesuburan alam yang luar biasa. Hal ini yang membuat Amru bin Ash tertarik untuk menduduki Mesir. Namun keberanian Amru bin Ash untuk menduduki Mesir dengan membawa pasukan Muslimin sebanyak kurang dari 4.000 orang. Pertama kali tiba Amru di Arisy dan membebaskanya, kemudian membebaskan Farma, lalu Dimyath, lalu melakukan pengepungan terhadap kota Bilbis, pasukan Muslim mulai menyerang pasukan Bilbis dan menawan 1.000 orang. Sedangkan sisanya melarikan diri berlindung kepada Raja Muqaquis. Amru bin Ash dalam menghadapi Raja Muqaquis memilih lunak dengan membebaskan putri sang raja yang tertawanya. Hal ini dilakukan untuk membuka diplomasi dengan Raja Muqaquis.


Pengepungan Benteng Babylon


Benteng Babylon sangatlah kuat sehingga kekuatan benteng itu masih bisa kita saksikan sampai abad ke-20. Pada waktu pengepungan benteng itu, pasukan Muslim yang dipimpin Amru bin Ash hanya sebanyak 3.500 personil. Hal ini dirasa tidak mungkin bisa menaklukan benteng sekuat itu, sehingga Amru bin Ash meminta bantuan kepada Khalifah Umar agar menambah pasukan. Maka dikirimlah sebanyak 12.000 personil yang di dalamnya ada Zubair bin Awwam. Amru bin Ash langsung saja menyambut kedatangan pasukan ini dan kemudian sama-sama menuju benteng untuk mengepungnya. Setelah berhasil menguasai benteng tersebut, tentara Kristen-Koptik pun melarikan diri ke Gezirah (Jazirat Ar-Raudhah).


Pembebasan Alexandria


Selanjutnya, Amru bin Ash menulis surat kepada Khalifah Umar agar memberi izin untuk melanjutkan ekspedisi pembebasan Iskandaria (Alexandaria). Khalifah Umar memberi izin maka Amru bin Ash pun langsung bergerak bersama pasukanya menuju Alexandaria. Di sana pasukan Romawi telah berkumpul untuk menyambut kedatangan pasukan Muslimin. Pasukan muslimpun melakukan pengepungan dan terjadi pertempuran yang berakhir dengan kemenangan di pihak pasukan muslimin.


Pembebasan Zuwailah dan Tripoli


Setelah berhasil menaklukan Alexandaria Amru bin Ash melanjutkan perjalanan ke Maroko. Ketika Amru bin Ash dan pasukannya sampai di kota Riqqah, penduduk kota itu sepakat untuk membayar jizyah kepada kaum muslim. Amru bin Ash dan pasukannya melanjutkan perjalanan ke Zuwailah dan Tripoli. Saat di Tripoli, Khalifah Umar memberi perintah untuk menghentikan ekspedisi. Sejak itulah Amru bin Ash kembali ke Fushat dan bermukim di sana. Amru bin Ash kemudian membangun Masjid yang diberi nama Masjid Jami’ Amru bin Ash. Masjid ini pertama kali dibangun di Mesir.


Amru bin Ash diberhentikan


Di Mesir, Amru menjadi Gubenur pada masa Khalifah Umar dan Usman namun ketika Khalifah Usman melihat perkembangan Mesir dengan menghabiskan banyak dana sedangkan pajak yang diperoleh dari Mesir sangat sedikit, maka Khilafah Usman memberhentikan Amru bin Ash sebagai Gubenur Mesir. Hal ini membuat sangat kecewa hati Amru bin Ash.


Setelah wafatnya Khilafah Usman digantikan Khalifah Ali, terjadilah persoalan di mana Gubenur Syam Muawiyah bin Abu Sufyan memproklamirkan diri berdiri sendiri tidak di bawah Khalifah Ali di Madinah. Amru bin Ash melihat ini sebagai peluang untuk menjalankan dua siasatnya. Pertama, pada perang Siffin, dia mengangkat Mushaf di hadapan para pendukung Ali.


Kedua, Amru bin Ash berhasil memperdaya Abu Musa Al-Asy’ari dalam peristiwa tahkim yang saat itu Abu Musa Al-Asy’ari mendapatkan kesempatan dahulu mencopot jabatan Khalifah dari Ali. Melihat Abu Musa Al-Asy’ari mencopot jabatan Ali maka kemudian Amru bin Ash menyematkan jabatan tersebut terhadap temannya Muawiyah bin Abu Sufyan.


Setelah kemenangan itu akhirnya Amru bin Ash diangkat kembali oleh Muawiyah sebagai gubernur Mesir dan Amru bin Ash melanjutkan kembali Masjid yang sempat dirobohkan oleh Khalifah Usman dan Ali.






( rmd / rmd )









Tutup


 Share to Facebook:


You are redirected to Facebook


 Share to Twitter:


You are redirected to Twitter


Sending your message


Message has successfully sent


An Error has Occured




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/06/05/mnwkx2-dahsyatnya-shalat-subuh


Amru bin Ash, Si Cerdik dari Arab

Saturday, July 20, 2013

Nafsu, Qalbu, wa Ruh

Nafsu, Qalbu, wa Ruh


Oleh : H. Sutan Zaili Asril


Wartawan Senior


Padang Ekspres • Minggu, 21/07/2013 01:57 WIB • 21 klik


H. Sutan Zaili Asril


SEBAGAIMANA kebanyakan dari kita, masa di bulan Ramadlan digunakan Cucu Magek Dirih mengulangi kaji/menyegarkan berbagai pemahaman tentang ajaran agama Islam. Salah satunya, memahami kembali nafs, qalb, dan ruh. Ia membaca kitab-kitab atau banyak buku yang ada dalam perpustakaan pribadinya, dan masih pula kitab-kitab atau banyak buku pada library online. Misalnya, an-nafs berasal dari kata Arab, bisa bermakna: napas, nafsu, jiwa, diri, ruh, jasad, qolbu. Kata nafs berhubungan dengan nephes di dalam Hebrew (bahasa Ibrani). Dalam bahasa Inggris, kata mendekati/sering digunakan menerjemahkan nafs adalah soul, tapi, soul terbatas penggunaan suatu yang bersifat teologis dan metafisik. Kadangkala nafs diterjemahkan sebagai mind (Inggris) yang berarti pikiran, benak, tapi, mind tidak bisa mewakili kedalaman makna nafs. Dalam bahasa Indonesia nafs diterjemahkan sebagai jiwa, walau sering rancu dengan makna hawa nafsu, tapi, pemaknaan jiwa (perpaduan antara ruh dan jasad.) sering digunakan dalam istilah psikologi Islam. Kata nafs banyak disebutkan di dalam Al Quran, ada beberapa makna yang terkandung di dalamnya.


 


Pertama (QS 5:32), seorang manusia (seutuhnya): ”Oleh kare­na itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (mem­bu­nuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan ia/dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang­siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, seolah-olah ia/dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, lalu banyak di antara mereka sesu­dah itu sungguh-sungguh melam­paui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.” Kedua, apa yang terdapat (bagian) dalam diri ma­nu­sia yang menghasilkan tingkah laku (QS 13:11): ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Ketiga, me­nunjukkan diri Allah SWT (QS 6:12): ”Katakanlah: Kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang.” Dalam Al Quran, nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna sebagai sarana menampung dan mendo­rong manusia untuk berbuat ke­baikan dan keburukkan (QS 91:7-8): ”Dan jiwa serta penyempur­naan­nya (ciptaan), Allah me­ng­ilham­kan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” Mengilhamkan berarti memberi potensi agar manusia melalui nafs dapat menangkap makna baik dan baru, serta dapat mendorongnya untuk melakukan kebaikan dan keburukkan. Setelah ruh dan ja­sad disatukan maka munculah pengaruh yang ditimbulkan jasad terhadap ruh, pengaruh tersebut kemudian memunculkan kebu­tuh­an-kebutuhan jasad yang di­bangun oleh ruh. Kebutuhan atau dorongan jiwa inilah yang dikenal dengan hawa nafsu.


 


Berkatalah Ibnu Abbas RA: ”Sumber dari maksiat, nafsu birahi, dan kelalaian adalah hawa nafsu. Bagimu berteman dengan orang bodoh yang membenci hawa nafsu lebih baik ketimbang berteman dengan orang pandai yang menyu­kai hawa nafsunya. Ilmu macam apakah yang dimiliki orang alim (pandai) yang menyukai hawa nafsunya atau kebodohan apakah yang akan dimiliki orang bodoh yang membenci hawa nafsunya?” Al-Quran selalu mengajak manusia untuk selalu menjaga/mensuci­kan jiwa-nya dari dorongan hawa nafsu (QS 4:29): ”Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesung­guhnya Allah adalah yang Maha Penyayang padamu.” Atau (QS. 91:8-10), ”Sesungguhnya berun­tung orang yang mensucikan jiwa itu. Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya


 


Al-Ghazali memjelaskan pe­nger­tian-pengertian aql, qalb, ruh, dan nafs. Menurut Al Ghazali, ’aql adalah pengetahuan yang dikate­gorikan dalam tiga: pertama, pengetahuan aksiomatis (al-’ulum al-dharuriyyah), muncul dalam diri manusia saat ia mencapai usia tertentu. Ini mencakup penge­tahuan tentang yang kemung­kinan suatu yang mungkin dan kemustahilan mustahil. Seperti tiga lebih banyak dari dua atau sebuah benda tak mungkin berada lebih dari satu tempat di dalam waktu bersamaan. Kedua, penge­ta­huan didapat dari pengalaman/interrelasi pada lingkungan. Di sini, ’aql dipertentangkan dengan jahl (kebodohan). Ketiga, pengeta­huan memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan mengendalikan diri/hawa nafsu dan tidak lagi terjebak dengan ke­senangan-kesenangan tempo­rer—yang berakhir buruk. Dalam pe­ngertian kedua, ’aql berarti kuali­tas (washf) yang membedakan manusia dari hewan, memung­kin­kan paham ilmu-ilmu speku­latif, dan menyadari operasi mental psikologis yang terjadi dalam diri. Secara sederhana ’aql adalah fakultas penyerap pengetahuan.


 


Lalu, qalb—sebagaimana ’aql—mempunyai dua pengertian. Per­ta­ma, qalb sebagai entitas fisik yang merupakan hati, segumpal daging yang tergantung di dalam rongga dada sebelah kiri manusia. Kedua, qalb adalah esensi paling mendasar dari manusia yang dapat menalar/mengetahui infor­ma­si atau pengetahuan. Dalam definisi kedua ini kelihatan ada persamaan yang mendasar de­ngan definisi ’aql yang kedua. Ruh, sebagai fakultas psikologi adalah sama dengan qalb, meski dalam definisi material berbeda. Ruh adalah materi halus yang merupa­kan tonggak kehidupan manusia. Kehilangan ruh berarti kematian. Materi halus ini bersumber dalam hati qalb (dalam arti material) yang disebarkan oleh darah keselu­ruh bagian tubuh manusia. Lalu, nafs juga memiliki dua pengertian. Pertama, entitas immaterial yang merupakan sumber dari sifat-sifat negatif manusia seperti marah, dengki, dan sebagainya. Kedua, nafs dapat berarti esensi manusia yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pemahaman-pema­haman dan pengetahuan (sama dengan ’aql dalam definisinya yang kedua).


 


Wa ma huwa ar-ruh? Roh atau ruuh (bahasa Arab) unsur non­ma­teri yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penye­bab ada kehidupan. Dalam pan­dang­an agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir diciptakan Allah, setelah makhluk lain seperti malaikat, jin (iblis), alam semesta, hewan (binatang), tum­buhan, dan lain-lainnya, di­cip­ta­kan. Allah menciptakan ma­nusia dengan dipersiapkan untuk jadi makhluk paling sem­purna. Manusia diciptakan untuk jadi khalifah di muka bumi dan me­makmurkan bumi.


 


Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian/kesaksian dari calon manusia. Yaitu, ruh-ruh manusia yang ada di alam arwah. Allah mengambil sumpah (Al Quran, surat Al A’raf ayat 172). Dengan kesaksian dan perjanjian itu, seluruh manusia yang lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai (fitrah) beriman pada Allah dan ajaran yang lurus (agama Islam).


 


Dalam Kristen, secara etimo­logis, roh/ru-ach (Ibrani) unsur ketiga yang membentuk kehidu­pan manusia. Paulus menye­but­kan, bahwa manusia terdiri tiga unsur: roh, jiwa, dan tubuh. Unsur tubuh jasmani, wadag, yang dapat diraba. Jiwa atau nyawa, ada di dalam darah. Roh memberi manu­sia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, roh manusia kekal. Dalam Kristen diakui, Allah ada­lah roh (Yohanes 4:24). Yesus Kris­tus disebut Allah atau Bapa. Bapa adalah roh. Roh Kudus, roh Tuhan. Roh Kudus tidak diciptakan, tapi, keluar dari Bapa (Yohanes 15:26). Roh Kudus hanya satu, sekaligus me­menuhi banyak manusia/mem­­berikan rupa-rupa karunia roh (1 Korintus 12:4). Arwah, roh dari manusia meninggal. Kristen mem­percayai, tiap arwah manu­sia yang benar ditempatkan ma­lai­kat Tuhan di Firdaus Allah—ke pa­ngkuan Abraham (Lukas 16:23), sedang arwah orang yang tidak benar ditempatkan di Hades. Iblis pun disebut satan, dalam Kristen dipercaya sebagai pribadi roh (tunggal, bukan jamak), asal dari penghulu malaikat yang memberontak pada Allah, dan diusir dari surga. Setan-setan disebut roh-roh jahat—bermakna banyak. Sepertiga jumlah malai­kat yang terpengaruh iblis dan ikut memberontak, lalu diusir dari surga, dijatuhkan ke bumi. Iblis dan roh-roh jahat mempunyai ke­cenderungan menggoda manu­sia berbuat dosa—kelak mendapatkan hukuman Tuhan di neraka di Hari Penghakiman.


 


BEGITULAH, ulama menyu­sun tingkatan dan derajah nafs dalam tujuh tingkatan: amarah, lawwamah,  mulhimmah, mut­main­nah, radhiah, mardhiah, dan kamilah. Nafs amarah (akan selalu menyeru berbuat jahat, Surat Yusuf ayat 53) adalah tingkatan nafsu manusia yang terendah: sifat dan watah manusia pada tingkat ini sangat buruk. Ciri-ciri (QS 10:53): orangnya gampang tersinggung, selalu marah-ma­rah, merasa benar sendiri atau tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu seksual tidak terken­dali, tidak ada pengendali dalam diri (norma/etika). Kedua, nafs law­wamah (pencela/Surat Al Qiyamah ayat 2), yang setingkat le­bih baik daripada nafs amarah, tapi, diri belum stabil, karena terkadang ia/dia kembali jatuh ke tingkat nafsu amarah. Ciri-ciri (QS 75:2): tidak stabil, setelah menjadi baik, bahkan mengajak orang untuk baik, setelah ada ujian/godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat)/tidak sabar.


 


Ketiga, nafsu mulhimah, adalah telah cukup mengetahui tentang kebenaran (al-haq) dan kesalahan (al-bathil), tapi, belum mampu untuk melaksanakan dengan/secara baik karena kelema­han­nya. Ciri-cirinya (QS 91:8): telah mengetahui kebathilan dan atau kemaksiatan tapi tetap mela­ku­kannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi, tidak ada kemauan melaksanakannya. Keempat, nafsu muthmainah (te­nang, Surat al-Fajr ayat 27-28), pada tingkatan ini orang telah dijanjikan Allah SWT masuk ke dalam surga-Nya. Ciri-cirinya (QS 89:27-30): Jiwa tenang, kem­bali kepada Rabbnya dengan hati puas, kepribadian mantap menger­jakan perintah Allah, mening­gal­kan larangan, tak mudah ter­penga­ruh/istiqamah. Kelima, nafs radhiah, pada tingkatan ini ma­nusia setingkat di atas nafs mu­thmainah, ditambah rasa ikhlas/penyerahan diri total pada Allah, kesusahan/musibah/tantangan menjadi nikmat baginya. Ciri-ciri (QS 2:45; dan QS 3:146): penuh ketakwaan, menerima segala ujian/musibah/tantangan dgn keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah).


 


Keenam, nafsu mardhiah, pada tingkatan ini manusia berada setingkat lagi di atas nafsu radhiah. Baginya, sesuatu yang sunnah dilaksanakannya seakan ibadat itu juga yang (nyaris sama de­ngan) diwajibkan dan memperla­kukan hal-hal yang subhat sebagai haram. Ciri-cirinya (QS 3:104; dan QS 19:97): Semua yang dimi­li­ki pada tingkatan nafsu radhiah ditambah mempunyai daya me­lak­sanakan/menegakkan amal ma’ruf nahi dan mungkar secara sejati, menjadi pemberi peringa­tan dan atau berita gembira. Ketujuh, nafsu kamilah. Manusia pada tingkatan nafsu yang sem­pur­na, ini hanya dimiliki oleh setingkat para Nabi dan para Rasul: nafs yang sudah berada pada tingkat penyerahan diri secara totalitas dengan pengabdian pada Allah. Ciri-ciri (QS 3:110; QS 33:21): memiliki sifat utama para Nabi/Rasul: siddiq (jujur/benar), amanah (dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (menyam­pai­kan).


 


KIRANYA, kita yang berpuasa Ramadhan mampu menaklukkan dan mengendalikan diri dalam arti, selain menahan lapar/daha­ga/berhubungan dengan isteri/suami, adalah berusaha melatih mengendalikan pikiran dan hati—orang bertakwa mengendalikan/terpelihara hati, pikiran, dan perbuatannya. Insya Allah berkah. (*)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://beritasore.com/2013/06/27/azerbaijan-ajak-indonesia-mengesahkan-rsolusi-khusus/


Nafsu, Qalbu, wa Ruh

Sunday, April 21, 2013

Tantangan Ber-Islam di Zaman Modern

foto googleSungguh berat nian untuk ber-Islam dengan baik di jaman moderen ini. Jaman disaat perubahan terjadi begitu drastis. Jaman dimana banyak hal dalam Islam yang katanya sudah tidak lagi sesuai. Islam kemudian terpinggirkan, dianggap ketinggalan jaman dan tidak lagi sesuai dengan nafas pembaharuan. Padahal dahulu Islam datang menyerukan pembaharuan. Hampir di semua lini kehidupan Rasulullah memberikan panduannya. Islam dahulu menjadi panduan yang komplit bagi setiap manusia untuk menjadi lebih baik, lebih baik dari kondisi orang-orang di jamannya.


Islam itu (seharusnya) progresif dan revolusioner. Tapi mengapa saat ini, wajah Islam seolah-olah kasar, kaku, miskin, tidak berpendidikan dan tertinggal? Adakah yang salah dengan Islam ini? Banyak orang kemudian berdalih untuk tidak membandingkan Islam dengan penganutnya. Kemudian pertanyaannya adalah, darimana kita melihat keagungan dan keunggulan Islam? Logika sangat sederhana untuk melihat kehebatan koki dari masakannya, kehebatan sebuah sekolah dari lulusannya. Saya yakin ada yang salah dalam hal ini. Islamkah yang salah?


Saya sedikit penasaran, bagaimana generasi emas, para pengukir sejarah Islam hidup dan berkembang dahulu. Saya sempatkan untuk mencari-cari dan membaca-baca literatur, hingga akhirnya saya membaca kembali tulisan lama dari penulis favorit saya, Yusuf Qardhawi, dengan tulisannya Fiqih Prioritas. Saya pikir tulisan ini cukup mewakili sudut pandang orang-orang yang hidup sebagai generasi emas Islam. Setidaknya begitu bagi saya, sudut pandang yang diberikan Yusuf Qardhawi dalam buku tersebut sangat progresif dan revolusioner. Dan seperti itulah Islam seharusnya, gerbong perubahan. Tidak berniat untuk menjadi hiperbolis mengatakan bahwa dengan ber-Islam-lah Anda bisa berubah, tapi ada beberapa semangat dalam ber-Islam yang seharusnya bisa mengubah kita. Dengan begitu, jika Islam mengalami stagnansi, itu bukanlah Islam, bukan semangat ke-Islam-an yang dulu pernah digelorakan generasi pertama.


Di sini saya kemudian juga harus jujur, bahwa hampir semua ajaran yang ada di muka bumi ini datang dengan semangat yang sama, semangat perubahan, tidak hanya Islam. Tulisan ini dibuat bukan untuk membandingkan atau melebihkan, tidak ada kapasitas saya untuk melakukan itu. Inti yang ingin saya sampaikan adalah, mempertanyakan kembali kalimat Islam sebagai rahmatan lil’alamin, karena semangat dan nafasnya Islam itu yah letaknya disana, bahwa Islam itu mempunyai semangat perbaikan, dimana semangat perbaikan itu berbeda dengan nilai konservatif dan status-quo yang cenderung stagnan.


Saya akan coba ulas beberapa hal yang saat ini sering menjadi pokok masalah didalam umat Islam sendiri, yang menurut saya menjadi sumber kemerosotan kebermanfaatan muslim di lingkungan sekitar. Kadang permasalahan ini malah menggerogoti keindahan Islam itu sendiri.


1. Fatwa-fatwa yang sudah tidak sesuai dengan jaman sudah seharusnya direvisi


Perubahan kondisi dunia hingga seperti saat ini memerlukan perubahan cara pandang di diri seorang muslim. Para ahli fiqih harus mengubah fatwa-fatwa lama yang sekiranya sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman, dengan berpegang pada faktor keluwesan dan keleluasan dalam syariat Islam yang sejalan dengan As Sunnah dan Al Quran. Kondisi saat ini tentu berbeda dengan jaman dahulu sehingga pendekatan-pendekatan dalam pembuatan fatwa pun tentu berbeda, sehingga peninjauan terhadap fatwa-fatwa lama pun harus dilakukan.


Contoh yang diberikan Yusuf Qardhawi adalah bagaimana seharusnya muslim saat ini melihat dunia muslim dan dunia selain muslim. Jaman dahulu ada fatwa di dunia muslim yang membagi dunia ke dalam Dar Islam dan Dar Harb, sebuah pandangan mengenai hubungan dunia muslim dengan bukan muslim adalah peperangan. Selain tidak sesuai dengan kondisi saat ini, fatwa ini juga dinilai lemah karena banyak penjelasan-penjelasan di As Sunnah dan Al Quran yang menyatakan kebalikannya, seperti
… dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…“(al-Hujurat: 13) dan ”..Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari peperangan...” (al-Ahzab: 25)


Walaupun saya yakin banyak muslim saat ini yang memiliki pandangan bahwa peperangan bukan jalan dakwah yang bisa ditempuh saat ini. Namun pandangan anarkis dalam menyebarkan keindahan Islam ini masih saja menodai langkah perjalanannya saat ini, seperti aksi kekerasan terhadap golongan lainnya dengan mengatasnamakan dakwah.


Fatwa-fatwa lama, bisa jadi telah mendarah daging sehingga tanpa kita sadari telah menjadi keseharian muslim-muslim di dunia tanpa mengetahui jika itu tidak lagi sesuai jamannya. Muslim-muslim mengikuti fatwa-fatwa tanpa mengetahui sebab musababnya dan tanpa pengetahuan, sehingga yang ada hanya sikap fanatisme kosong. Ada teguran yang cukup jelas tentang hal ini.


Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...” (al-Isra’: 36)


Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl : 43)


Untuk masalah ini kadangkala masyarakat kita sangat mudah percaya bahwa sesuatu adalah benar jika itu mengatasnamakan Islam ataupun dakwah. Sudah jelas dalam ayat diatas bahwa ijtihad itu di atas taqlid, artinya kebiasaan menggali informasi serta memperkaya diri dengan informasi dan pengetahuan merupakan salah satu muslim sejati. Sehingga wajar saja di jamannya dulu, generasi emas Islam menorehkan banyak karya untuk ilmu pengetahuan. Rasa penasaran begitu besar memang tertanam dan diperintahkan.


2. Memperbaiki diri sebelum memperbaiki lingkungan lebih besar


…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (ar-Ra’d: 11)


Ada beberapa orang yang beranggapan, sistem dulu diperbaiki baru semuanya bisa lebih baik. Saya sangat menyangsikan proposisi ini, bahkan Rasulullah yang utusan langsung saja melakukan pembinaan bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa membina sebuah masyarakat yang memiliki aturan dan sistem. Tapi itu kan dulu? Saya pikir sama saja, hidup ini kan terus berputar dan menurut saya cara Rasul adalah sebaik-baiknya cara.


Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana Rasulullah ini menjalankan perbaikan sistem di tempat-tempat baru. Beliau tidak kemudian memaksakan sistem dan pemahamanan-pemahaman yang ada dalam Islam untuk dipaksakan pada orang-orang bukan Islam. Ke-khalifah-an bukanlah tujuan akhir yang ingin Rasulullah kejar, tapi menyebarkan indahnya Islam sebagai rahmatan lil’alamin, ke-khalifah-an bisa jadi salah satu cara yang ditempuh. Intinya adalah kita harus jeli melihat mana yang tujuan dan mana yang cara. Jika melihat bagaimana kisah Rasul, jelas terlihat bahwa pembinaan individu itu senantiasa dilakukan oleh Rasulullah dengan menyebarkan kebaikan demi kebaikan ke setiap individu sampai akhir hayatnya, dan itu cara yang dipilih oleh beliau.


Ini bukan berarti sistem atau lingkungan tidak penting, karena individu adalah pembentuk sistem. Layaknya sebuah perusahaan yang fokus terhadap pengembangan personal sumberdaya manusianya, maka dia akan mendapatkan sistem yang lebih optimal.


3. Memahami perbedaan itu sebagai sebuah keluwesan dan keleluasaan yang dikarunia Allah


Hal yang tersulit dilakukan saat ini adalah menghargai perbedaan. Perbedaan itu fitrah dan berkah. Namun sebagian besar manusia memang tidak menyadari itu dan menjadi perbedaan itu sebagai dasar perpecahan dan persengketaan yang berkepanjangan. Termasuk diantaranya adalah bagaimana umat muslim mengintrepretasikan isi Al Quran, banyak sekali pendekatan-pendekatan berbeda sehingga memunculkan istilah aliran-aliran tertentu. Patut disadari bahwa dalam Al Quran memang ada ayat-ayat yang sifatnya muhkamat (terang-benderang) dan mutasyabihat (yang mengandung beberapa pengertian). Jika seandainya Allah menginginkan manusia dalam satu pemahaman maka isi Al Quran tentunya mengandung ayat-ayat muhkamat.


Yang paling penting itu adalah kemudian untuk tidak merubah-rubah ayat muhkamat menjadi mutasyabihat ataupun sebaliknya. Banyak sekali perdebatan yang muncul akibat kondisi yang dijelaskan sebelumnya. Yusuf Qardhawi dengan jelas menuliskan bahwa masalah-masalah yang dinggap besar selalu dituliskan sebagai ayat muhkamat, dan kita dilarang untuk berselisih di dalam hal ini, misalnya seperti masalah aqidah. Sedangkan untuk masalah kecil yang tersirat dalam ayat mutasyabihat memang terkadang memunculkan perbedaan hukum oleh fuqaha-fuqaha, dan ini diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan ayat-ayat muhkamat. Dalam hal ini kemudian umat Islam tidak boleh dengan mudahnya tercerai berai, inilah yang dijelaskan diawal sebagai berkah perbedaan.


Allah memberikan ruang keleluasaan dan keluwesan bagi manusia untuk berinovasi dalam koridor tertentu, bahkan disini Allah menunjukkan bahwasanya Islam bisa terus bersifat progresif dan revolusioner disesuaikan dengan jamannya. Satu hal yang paling penting, ukhuwah Islamiyah adalah hal yang tetap patut dijaga terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada.


4. Fokus kepada isu-isu sentral yang ada dalam Al Quran


Sebelum memikirkan apa yang harus diperbaiki dari umat Islam ini, ada baiknya kita kembali ke Al Quran. Penekanan yang diperlihatkan di dalam Al Quran dengan mengulang-ulang kata-kata dan istilah-istilah tertentu, adalah tanda bahwa hal-hal tersebut sudah seharusnya menjadi prioritas. Seperti pokok-pokok ibadah dan syiar-syiarnya, mendirikan shalat dan membayar zakat, puasa, haji, zikir kepada Allah, bertasbih, tahmid, istighfar, tobat, tawakkal kepada-Nya, mengharapkan rahmat dan takut terhadap azab-Nya, syukur kepada nikmat-nikmat-Nya, bersabar terhadap cobaan-Nya, dan ibadah-ibadah batiniah, serta maqam-maqam ketuhanan yang tinggi. Dan juga pokok-pokok keutamaan, akhlak yang mulia, sifat-sifat yang baik, kejujuran, kebenaran, kesederhanaan, ketulusan, kelembutan, rasa malu, rendah hati, pemurah, rendah hati terhadap orang-orang yang beriman dan berbesar hati menghadapi orang kafir, mengasihi orang yang lemah, berbuat baik terhadap kedua orangtua, silaturahim, menghormati tetangga, memelihara orang miskin, anak yatim dan orang yang sedang dalam perjalanan.


Sebenernya dengan melihat penekanan-penekanan dalam Al Quran ini kita bisa menilai mana yang kemudian lebih penting ketimbang lainnya. Sehingga dalam bersikap kita bisa lebih proporsional terhadap perintah-perintah Allah, tidak kemudian memakai kacamata kuda untuk bersikeras memaksakan ayat-ayat yang dia sukai saja. Tiap ayat di Al Quran saling terkait satu sama lain, sehingga jika menerapkannya dalam keseharian berdasarkan prioritas tentu kita bisa melihat gambaran kebesaran Rasulullah didalamnya. Beliau bisa begitu lembut pada siapa pun, bahkan musuh Allah sekalipun. Beliau tidak membenci kecuali atas seizin Allah.


Saya rasa propaganda kebencian umat Islam terhadap umat lain memang sudah saatnya dihentikan, karena sudah tidak sesuai semangat yang ditunjukkan oleh Al Quran dan As Sunnah. Ada hal yang menarik sebenarnya, di Al Quran disebutkan, misalnya contoh bentuk kebencian terhadap kaum Yahudi. Tetapi disisi lain kita juga dihadapkan contoh dimana Rasul kita bisa begitu sabar dan lembutnya menghadapi orang-orang Yahudi. Dan bagaimana toleran dan luwesnya Rasul kita dalam membuat perjanjian-perjanjian dengan pihak-pihak di luar Islam.


Menurut pendapat saya kebencian yang kita miliki pun harus proporsional, bukan tanpa alasan dan bukan fanatisme kosong belaka. Sudah jelas bahwa kebencian Rasulullah bukannlah kebencian terhadap personal, bukan kebencian yang pada dasarnya adalah kepada manusia. Rasulullah memperlakukan binatang pun penuh dengan perasaan apalagi manusia, sejahat apapun mereka. Kebencian kita memang sudah sepatutnya ditujukan kepada sifat-sifat jeleknya yang melekat pada personal-personal itu, dan tugas kita untuk menjauhkan diri dari sifat-sifat itu, menjauhkan keluarga dari sifat-sifat itu dan menjauhkan sifat-sifat itu dari personal-personal umat manusia. Itulah dakwah yang diajarkan Rasulullah, sehingga tidak ada alasan bagi Rasulullah untuk membenci personal, bagi Rasullah setiap pribadi adalah manusia yang wajib beliau ajak ke jalan ke-Islam-an. Itupun berlaku bagi kita, umatnya.


Kemudian bagaimana peperangan yang dahulu umat Islam lakukan. Seperti yang saya jelaskan, dalam Al Quran ayat peperangan ini bahkan tidak masuk prioritas. Peperangan ini ada karena memang pada zamannya itu tidak bisa dihindarkan. Dan kalaupun ada peperangan bukan kebenciannya yang ditebarkan, sekali lagi peperangan itu hanyalah metode yang diambil pada zaman itu dan tidak bisa dihindarkan.


Melihat kondisi dunia seperti saat ini, isu-isu kemanusiaan mungkin bisa dijadikan sebagai sarana menyebarkan kebaikan Islam. Umat muslim sudah seharusnya ada di garda terdepan memerangi kemiskinan sebagaimana banyak ayat-ayat yang membahas tentang zakat, shadaqah dan fakir miskin, memberantas kebodohan sebagaimana banyaknya ayat yang membicarakan tentang ilmu dan menghentikan kemerosotan akhlak individu sebagaimana banyaknya ayat yang membahas bagaimana seharusnya pribadi muslim sejati itu.


Ijtihad-ijtihad dalam hal-hal ini diperlukan, ketika kita berbicara masalah kemiskinan, umat muslim harus terdepan memoderenisasikan pokok-pokok keIslaman dalam tatanan kehidupan berekonomi, saat berbicara kebodohan, umat muslim harus memiliki seribu satu gerakan untuk menyebarkan ilmu ke seluruh pelosok daerah, dan ketika berbicara masalah akhlak, muslim juga harus memiliki standar etika yang jelas, standar pribadi muslim. Bukan muslim yang bermuka dua, yaitu mereka menebar kebencian terhadap personal tetapi muslim yang menebar kebaikan dan memusuhi kejelekan, kepada siapapun orangnya. Dengan semangat ini semangat Islam sebagai rahmatan lil’alamin tentu bisa kita perlihatkan dan buktikan bukan hanya pada umat Islam saja, juga umat-umat lainnya. Kata kunci yang harus dipegang muslim saat ini adalah kebermanfaatan untuk umat manusia, bukan hanya umat muslim saja.


Tulisan ini dibuat tidak kemudian untuk menjadikan Islam terlihat lebih hebat dan superior dari ajaran apapun. Tetapi ini adalah hak dan kewajiban dari umat Islam untuk menjadikan diri mereka lebih baik bagi lingkungan sekitarnya berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. InshaAllah dengan menjadi lebih baik, cahaya Islam itu sendiri tidak kemudian tertutup oleh debu-debu keterbatasan manusia. Memberikan manfaat kepada sesama, bukankah itu sebaik-baiknya manusia. Pun rekan-rekan yang beragama lain pun dipersilakan mencari mutiara didalam ajarannya masing-masing dan mari menjadi lebih baik bagi lingkungan dan dunia. Mari kita hiasi dunia dengan indahnya kebersamaan dan kebermanfaatan dalam rasa cinta dan kasih sayang.


Wallahualam Bishowab


Oleh: Iwa Kartiwa, Seoul


[006-fimadani]


 


Article source: http://index.okezone.com/read/2012/12/29/337/738766/fpi-wahid-institute-sebar-berita-fitnah


Tantangan Ber-Islam di Zaman Modern