Showing posts sorted by relevance for query Pesan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Pesan. Sort by date Show all posts

Thursday, June 6, 2013

Isra Miraj: SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia

Isra Miraj SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia


Hari ini, Kamis, 6 Juni 2013 umat Islam di seluruh dunia memperingati Isra Miraj 1434 Hijriyah. Peristiwa ketika Nabi Muhammad Saw. dibawa menuju Sidratul Muntaha dalam waktu semalam di antaranya untuk menerima perintah salat lima waktu. Presiden SBY sendiri memberikan pesan kepada umat Islam pada peringatan kali ini. Apa pesannya?


“Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” demikian tweet SBY melalui akun twitternya, @SBYudhoyono.



Peristiwa Isra Miraj sendiri terbagi dalam dua kejadian berbeda. Yang pertama, Isra. Pada kejadian ini Nabi Muhammad saw. diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Tempat Bersujud Yang Jauh). Hal inilah yang terlukiskan dalam Q.S. Al-Isra:1, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Kemudian, dari tempat ini beliau diMirajkan ke Sidratul Muntaha dalam sebuah perjalanan yang penuh metafora; bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, untuk kemudian menerima perintah salat dari Allah. Kisahnya tercantum dalam Q.S. An-Najm:13-18, “Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha.


Di dekat (Sidratul Muntaha) ada surga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”


Seiring dengan perkembanga zaman, semakin banyak muncul tafsir seputar perjalanan Nabi dalam Isra Miraj. Berbagai teori dikemukakan untuk membuat peristiwa tersebut terlihat ‘logis’ atau masuk akal. Sejatinya, yang perlu kita yakini adalah yang tercantum dalam Alquran, dengan diperkuat riwayat-riwayat yang shahih.


Banyak amanat yang bisa didapatkan dalam Peristiwa Isra Miraj. Bukan hanya wajibnya seorang muslim menegakkan perintah salat. Bukan pula hukuman yang akan didapatkan seseorang yang berbuat buruk, seperti yang terlihat Rasululah saw. sepanjang perjalanan ke Sidratul Muntaha. Lebih jauh, kita bisa memahami bahwa bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin.


Memperjalankan Rasul-Nya dalam waktu semalam dalam sebuah perjalanan spiritual bukanlah hal mustahil. Kita yang hanya menggunakan logika, tak akan cukup meyakini hal ini. Akan tetapi, bagi mereka yang menyadari, hidup bukanlah masalah masuk akal dan tidak masuk akal, Isra Miraj memiliki segudang rahasia kekuasaan Allah yang mungkin tak bisa diurai kata-kata.


Foto: cflounge.blogspot.com


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2937


Isra Miraj: SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia

Wednesday, June 19, 2013

Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

REPUBLIKA.CO.ID, Wawancara Karen Armstrong Pakar Agama: Alquran Mengajarkan Belas Kasih


Di ambang pintu, Karen Armstrong menyungging senyum. Ia mempersilakan masuk, menyapa ramah, dan mengucapkan “How do you do?” Lalu, ia duduk di sofa putih di kamar hotel ia menginap. Perempuan Inggris ini mengisahkan konsep belas kasih yang ia dengungkan, Islam, dan dirinya kepada wartawan Republika, Ferry Kisihandi, dan fotografer, Prayogi, Jumat (14/6) sore. Berikut petikannya.


Sebegitu pentingkah belas kasih bagi Anda?

Saya pikir ini merupakan hal terpenting di dunia. Ini juga menjadi ujian bagi pemeluk agama untuk menjalankannya. Di Alquran, misalnya, bertebaran ajaran yang mendorong untuk berlaku belas kasih terhadap orang lain. Di antaranya, memperlakukan orang dengan hormat, menyantuni fakir miskin, dan menciptakan masyarakat berkeadilan.


Menurut saya, ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi semua agama. Ini juga sarana untuk membantu kita bertahan. Jika kita memperlakukan orang lain dengan buruk tentu dampaknya juga akan menimpa diri kita. Dan, kita melihat dunia sekarang mengalami hal seperti ini. Maka, sudah seharusnya kondisi semacam itu tak lagi berlangsung. Saya melihat Sang Buddha, Konfusius, dan Yesus semuanya bekerja di sebuah masyarakat yang penuh keserakahan. Tapi, mereka mampu bertahan dengan menggerakkan sikap belas kasih.


Bagaimana mempraktikkannya di tengah dunia yang sekarang sarat kekerasan dan konflik ini?


Saya akui, kini kita tinggal di tempat yang sangat terpolarisasi dan berbahaya. Tapi, pada dasarnya, kita tak bisa mengabaikan pengembangan ide belas kasih ini. Karena itu, sangat mendesak membangun kesadaran global soal ini. Lalu, membangun hubungan lebih baik dengan orang-orang yang berbeda dengan kita.


Semua sudah melihat, hampir semua musnah oleh senjata yang manusia buat. Demikian pula kalau merunut pada sejarah perang ratusan tahun silam. Itu berulang dan meletuslah perang di Afghanistan, Irak, dan sekarang terjadi di Suriah. Ini situasi berbahaya. Bila agama tak mampu tampil dengan pesan belas kasih yang ada pada ajarannya, mereka akan gagal mengatasi ini semua. Dengan demikian, mereka harus mampu. Apa yang mereka lakukan adalah untuk generasi kita sekarang.


Anda optimistis agama bisa memainkan perannya dengan baik?

Tergantung. Kita semua mempunyai jejak rekam bagus dalam mendorong upaya yang baik. Namun, karena rasa malas, hal itu tak berkembang. Saya bahagia dengan respons terhadap pesan belas kasih yang kemudian dituangkan dalam Piagam Belas Kasih. Muncul gerakan yang begitu aktif di Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Pakistan juga di Indonesia. Jadi, secara alamiah, saya optimistis.


Tapi, kita masih menghadapi kendala utama, yaitu prasangka walaupun telah ada serangkaian dialog antarkeyakinan yang digelar?


Ini sisi alamiah manusia dan pada prinsipnya prasangka harus diatasi. Anda dapat melakukan seperti apa yang ditempuh Islamic Society of North America (ISNA), sebuah organisasi Muslim besar di Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa tahun lalu mereka menegaskan untuk menerapkan prinsip belas kasih lewat Piagam Belas Kasih.


Imam masjid yang memimpin kegiatan ISNA menetapkan tekad menciptakan masjid yang penuh belas kasih. Ini maknanya, masjid harus ramah gender dan pemuda, mesti memperluas dialog antarkeyakinan, serta mempelajari cara dalam mengahadapi terjadinya penyalahgunaan agama oleh segelintir orang.


Mereka juga menyebarkan pesan belas kasih yang juga terdapat pada ajaran Islam dalam berbagai pelatihan imam. Maka intinya, akar rumput menjadi bagian yang vital. Di sisi lain, saya melihat adanya dialog di antara para pemimpin agama. Namun sebaiknya, ini tak berakhir pada konferensi. Dan, cara terbaik adalah dengan bekerja bersama-sama.


Langkah ini dapat dilakukan oleh Yahudi, Muslim, Kristen, Buddhis, maupun pemeluk Hindu. Karena itu, alangkah baiknya setiap masjid, gereja, maupun kuil saling menjalankan program untuk saling merangkul dan berdialog dengan orang lain.


Tak jarang, peristiwa semacam pengeboman di Boston membuat seluruh komunitas Muslim disalahkan?

Saya pikir, komunitas Muslim perlu benar-benar proaktif. Terkadang tak ada yang menaruh perhatian penuh saat muncul pernyataan bahwa Islam menentang pembunuhan terhadap orang tak berdosa. Tak pernah digambarkan oleh media mainstream. Di sisi lain, umat Islam harus terus memperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa Muslim berbelas kasih dan menentang kekerasan.


Apakah Anda berpikir Muslim akan mampu melakukannya?


Saya tidak tahu. Muslim harus mencoba melakukannya sendiri. Tuhan menyatakan, Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tak mengubahnya. Ini pernyataan yang terkandung dalam Alquran. Saya pikir, jihad sebenarnya adalah berusaha menjadikan hal itu terwujud.


Anda pernah menulis buku tentang Muhammad, kapan pertama kali tertarik mengkaji Islam?

Saat saya bekerja di televisi. Saya membuat program mengenai Perang Salib. Ini berarti saya harus mempelajari tentang Islam. Banyak orang memandang miring agama ini, saya tak paham apa yang mereka katakan. Saya dapat mempelajari Islam dengan baik. Lalu, saya ingin membuat Islam dapat diakses bagi warga Barat sehingga mereka lebih memahami agama ini.


Bagaiman pandangan Anda tentang Muslim di Indonesia?


Saya diundang oleh penerbit buku (Mizan) saya di sini. Dalam kurun 10 tahun ini saya sibuk bepergian ke sejumlah tempat. Pernah juga singgah ke Malaysia. Bagi saya, mesti tinggal beberapa saat dulu di Indonesia, berbicara dengan orang-orangnya, dan mempelajarinya, baru saya bisa menyampaikan opini mengenai Muslim di sini. Saya baru berada di sini pada Rabu (12/6) malam lalu.


Anda menikmati saat berbicara dari satu kuliah umum ke kuliah umum lainnya?

(Karen menjawab sambil tertawa). Tidak benar-benar. Saat kuliah umum, saya selalu mengatakan kepada setiap orang tentang apa yang mesti dilakukan. Saya pergi dari sini kemudian menuju tempat lainnya. Meski tak benar-benar menikmati, saya terkesan dengan sambutan-sambutan yang hangat dan saya sangat menghargainya. Anda tahu, sebenarnya saya adalah seorang yang sangat soliter.


Saya hidup sendiri, saya menyukai keheningan. Saya membutuhkannya termasuk saat menulis. Terlalu berat bagi saya untuk selalu berada di tengah orang banyak. Ini bukan nature saya. Tapi, dalam kunjungan ke Indonesia ini, saya tersentuh. Sebab, ada sambutan hangat dan banyak yang berbuat baik kepada saya. n ed: nur hasan murtiaji


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.harianterbit.com/2013/03/23/ratusan-biksu-budha-kejar-warga-muslim-di-meiktila/


Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

Sunday, January 20, 2013

FPI dan JAT Buka Pos Bantuan Banjir

JAKARTA-–Pesan gelap berantai melalui blackberry messenger beredar luas di Jakarta kemarin (20/01). Intinya mempertanyakan Front Pembala Islam (FPI) yang dianggap tak perduli dengan banjir Jakarta. “Kemana FPI, mengapa mereka berteriak anti kemaksiatan tapi tidak melakukan tindakan kemanusiaan?” tulis pesan berantai itu.

Pesan itu ditanggapi santai oleh jajaran pengurus Front Pembela Islam. “Prinsipnya kami beramal saja, posko sudah ada sejak hari pertama banjir (17/01) tapi kami tak perlu gembar gembor,” ujar Ketua DPW FPI Jakarta Habib Selon kemarin.

FPI telah membangun posko di 21 titik  di Jakarta. Di daerah Jakarta Timur mereka membangun pos di Bukit Duri, Kampung Pulo dan Jatinegara. Pusat komando FPI di Petamburan juga menampung beragam bantuan untuk disalurkan. “Di tiap pos kita buka dapur umum dan juga layanan pengobatan,” katanya.    

Organisasi lain yang juga dicap radikal, Jamaah Ansharut Tauhid, juga membuka pos layanan darurat banjir. Organisasi yang dibentuk oleh Abu Bakar Baasyir ini membuka posko induk di jalan Siagara Raya 42 Pejaten Jakarta Selatan.

“Kami mobile dengan personel untuk membawa obat-obatan dan makanan siap santap,” ujar qoid dawlam markaziah (juru bicara) JAT Sonhadi di sela-sela kegiatan pelayanan pengungsi kemarin.

Menurut Sonhadi, JAT fokus pada bantuan makanan dan obat serta pakaian untuk balita. “Kami mengerahkan anggota dan simpatisan JAT yang jumlahnya ribuan di jakarta,” kata pria yang masuk daftar hitam teroris versi Kementrian Keuangan (US Treasury) Amerika Serikat ini.(rdl)

Article source: http://www.solopos.com/2013/01/18/mencetak-ulama-yang-ahli-sains-369848


FPI dan JAT Buka Pos Bantuan Banjir

Monday, January 14, 2013

Minum Kopi Bersama "Salafi“

Dekat sebuah stasiun pengisian bahan bakar-SPBU di sebuah lokasi di kota Bonn. Ada banyak pria muda dengan baju olahraga santai berdiri di pinggir jalan. Hujan turun rintik-rintik. Ini tempat saya berjanji bertemu dengan dua anggota Salafi yang disebut-sebut sebagai pengkhotbah radikal.

Jam lima sore lewat satu menit, seorang pria menemui saya. ”Ya, kami ini radikal”. Dia tersenyum. Usianya awal dua puluhan, bercukur rapih, setelah jeda sejenak dia menambahkan: ”Kami radikal tepat waktu.” Senyumannya melebar.

Dia tidak mengulurkan tangan untuk bersalaman. ”Anda harus mengerti tentang hal ini”. Pemahamannya yang ketat tentang Al Quran tidak mengijinkan dia bersalaman dengan seorang perempuan, demikian dia menjelaskan.

Orang muda itu lebih jauh menerangkan, pembicaraan saya dengan kedua pengkhotbah Salafi akan direkam dengan kamera. ”Ini lebih aman untuk kamu, ini lebih aman untuk kami. Tapi kamu tentu tidak wajahmu ingin ikut terekam dalam film ini, atau bagaimana?

Kedua pengkhotbah Salafi ingin penampilan mereka direkam. Mereka menunggu di sebuah Cafe di seberang pompa bensin. Kami lalu pergi ke sana. Musik Turki mengalun dari pengeras suara. Yang lebih tua, Abu Nagie mengaduk kopinya, yang lebih muda, Abu Dujana, bermain dengan iPhone putihnya. Mereka mengucapkan salam dengan ramah dan memanggil pelayan Cafe: ”Tolong bawa satu kopi lagi”.

Mencari Islam yang ”murni”

Juru bicara Dinas Perlindungan Konstitusi, Verfassungsschutz, dari negara bagian Nordrhein Westfalen yang saya temui sebelumnya, menyebut kedua orang itu sebagai „pengkhotbah Salafi yang berbahaya.“

Tapi seorang pakar Islam dari Universitas Osnabrück membantah. Salafi adalah kelompok yang ultraortodoks, tapi apa mereka berbahaya? ”Tidak harus demikian”, kata Elhakam Sukhni. Ia calon doktor di Institut untuk Studi Islam di Osnabrück.

Sukhni menjelaskan, Salafisme adalah aliran Islam yang sangat konservatif, yang mengacu pada masa-masa awal Islam, jadi pada masa kehidupan Nabi Muhammad dan para wali generasi awal. ”Kelompok Salafi menolak interpretasi dan ajaran yang disebarkan setelah masa-masa awal itu.”

Abu Dujana: “Anda tentu bertanya tentang Syariah.”

”Ini Islam yang sebenarnya”, demikian disebutkan oleh anggota Salafi di Bonn, Ibrahim Abu Nagie. Ia sendiri menyebut dirinya sebagai seorang muslim biasa. Ia tidak ingin disebut sebagai Salafi. Itu adalah sebutan yang digunakan oleh media dan politik untuk memecah-belah Islam, katanya.

Anggota Salafi yang lain, Abu Dujana menerangkan, memang ada ”kampanye terencana” yang dilakukan media dan politik untuk menyerang Salafi. ”Para penesehat zionis” yang menyarankan pemerintah Jerman melakukan itu, tambah Abu Nagie sambil tersenyum. Dia berasal dari Palestina dan datang ke Jerman pada usia 18 tahun. Di Gaza, katanya, dia bermimpi tentang Jerman: tentang teknik dan disiplin.

”Anda sekarang tentu akan bertanya tentang Syariah”, kata Abu Dujana. Ia mengelus janggut hitamnya, yang terlihat seperti seorang gerilyawan Kuba. Dia pintar, terdidik, dan terdaftar sebagai mahasiswa, tegas Abu Dujana. Tentu saja dia ingin Syariah diberlakukan di Jerman, tapi itu tidak mungkin. Belum mungkin. Dalam sistem Syariah, orang tidak begitu saja dipotong tangannya. Ada peraturan dan ada ahli hukumnya, jelas dia.

Diawasi dengan cermat

Menurut perkiraan Verfassungsschutz, ada sekitar 3800 pengikut Salafisme di Jerman. Jumlahnya terus naik, Tapi dari jumlah ini, hanya sedikit yang setuju dengan aksi kekerasan. Tapi batasan dari salafisme yang berkiprah secara politis dan yang siap melakukan kekerasan tidak jelas. Anggota Verfassungschutz dari Nordrhein-Westfalen menyatakan, mereka mengawasi perkembangan ini dengan cermat dan juga dengan cemas.

Kelompok Salafi yang siap melakukan kekerasan adalah „minoritas di dalam kalangan minoritas“, jelas pengamat Islam Elhakam Sukhni. Dari tiga kelompok yang termasuk Salafi di Jerman, yang mendukung kekerasan hanya sebagian kecil saja. Masih ada kelompok lain, yaitu ultraortodoks.

”Yang perempuan memakai cadar penutup muka, yang lelaki memakai baju panjang”. Menurut Sukhni, kelompok ini jarang tampil ke publik, karena mereka hidup terisolasi seperti dalam sebuah masyarakat paralel. Lalu ada lagi kelompok seperti Abu Nagie dan Abu Dujana. ”Belakangan mereka sangat sering disorot, terutama karena kegiatan ”dakwah” yang mereka lakukan.”

Anggota Salafi membagikan terjemahan Quran bahasa Jerman

Abu Nagia dan Abu Dujana berkenalan di sebuah mesjid di kota Köln. Sejak delapan tahun mereka melakukan ”dakwah”. Mereka menamakannya: undangan menjadi Islam. Ibrahim Abu Nagie menyebut kegiatan itu sebagai ”marketing” atau ”mengasihi sesama manusia”.

Pada awalnya, mereka merekam khotbah-khotbah dan menyebarkannya lewat CD. Lalu mereka mengunggah rekaman itu ke internet. Kemudian mereka melakukan kegiatan membagikan Quran dan melakukan berbagai seminar. Peminatnya juga cukup banyak.

Pengamat Islam Sukhni juga mengamati kecenderungan ini. ”Untuk pertama kalinya khotbah disampaikan dalam bahasa Jerman, dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ini tentu menarik.”

Ibrahim Abu Nagie bercerita tentang pelayanan lewat telpon. Setiap hari banyak anak muda menelpon, sekitar 200 percakapan telpon per hari. Misalnya banyak murid perempuan Muslim yang menelpon dan meminta nasehat karena mereka tidak mau ikut pelajaran renang di sekolah. Abu Nagie mengatakan, ia menasehati para murid agar memberi hadiah Quran kepada kepala sekolah dan selanjutnya bersabar.

Menarik Untuk Orang Muda

Mengapa Salafisme jadi menarik untuk anak muda? Saya mengunjungi salah satu mesjid di kota Bonn untuk mencari jawabnya. Saya menaiki tangga ke mesjid dan menemui seorang gadis anak sekolah. Dia sedang bercakap dengan temannya dan menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan saya.

”Kamu juga sudah masuk Islam?”, dia bertanya. Dia tersenyum lembut. Lantai mesjid dipenuhi dengan sajadah yang tersebar seperti mosaik. Dari jendela yang tidak terisolasi dengan baik masuk udara dingin dan suara bising kendaraan di jalan.

”Insya Allah dia bisa mengenali Islam yang benar,” kata seorang wanita yang lebih tua dalam bahasa Arab sambil menunjuk dengan dagunya ke arah saya. Wanita yang lebih muda mengangguk dan menjawab: ”Insya Allah”. Tubuhnya ditutupi oleh kain hitam, yang membuat dia kelihatan lebih tua. Dia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak terganggu bahwa banyak orang sering menatapnya dan dia punya banyak masalah di sekolah. Allah akan memberi imbalan untuk semua kesulitan yang dia hadapi, kata anak sekolah itu.

”Terutama remaja antara 15 sampai 20 tahun yang tertarik pada Salafisme”, papar pengamat islam Elhakam Sukhni. Mereka akan bersikeras telah menemukan kebenaran yang absolut. Tentu saja ada kemungkinan, bahwa sebagian kecil dari antara mereka mendukung aksi kekerasan.

”Radikalisasi sendiri lewat internet”, demikian kata Sukhni. Maksudnya adalah anak-anak muda yang mengikuti dengan bersemangat pesan-pesan ekstrimis lewat Youtube, misalnya dari Al Qaida. Abu Nagie dan Abu Dujana mengatakan, mereka tidak menyerukan aksi kekerasan. Orang mungkin hanya bisa menuduh mereka tidak mengambil posisi yang tegas tentang kekerasan.

Masalah Kekerasan

Bentrokan antara Pro NRW dan Salafi di Bonn, 5 Mei 2012

Kedua pengkhotbah Salafi dari Bonn yang bertemu dengan saya di Cafe ini memang tidak memberi pandangan tegas tentang kekerasan. Kalau ada remaja yang tertarik dengan tema kekerasan, mereka tentu akan membahas hal itu dengan para remaja, kata Abu Dujana. ”Ini bukan tema yang tabu”. Tapi seringnya, anak muda yang memang mau melakukan aksi kekerasan tidak akan datang kepada mereka.

Bulan Mei tahun lalu ada kelompok ekstrim kanan yang menamakan diri Pro NRW melakukan aksi di Bonn. Mereka sengaja melakukan provokasi dengan menunjukkan foto karikatur Nabi Muhammad.

Abu Nagie dan Abu Dujana menceritakan, ketika itu mereka berdua berkeliling dari mesjid ke mesjid. ”Saya mengatakan pada orang-orang, jangan pergi keluar. Jangan biarkan kalian diprovokasi.”

Tapi tetap saja banyak anggota Salafi yang kemudian melakukan aksi demonstrasi tandingan di Bonn. Akhirnya terjadi bentrokan dengan polisi. Seorang polisi terluka ditusuk oleh seorang demonstran dan harus dirawat di rumah sakit.

”Tentu saja ada beberaoa pelaku kekerasan”, kata Abu Dujana. Suaranya terdengar kesal. Ia menuturkan, setiap minggu dalam pertandingan sepakbola atau demonstrasi kelompok kiri terjadi juga kekerasan. Tapi kalau menyangkut kelompok Salafi, semua orang langsung mengeritik.

Dia menyatakan tidak mengerti, mengapa politisi tidak mencoba mengajak kelompok Salafi duduk di satu meja, ”berbicara dengan kami”. Tapi Ibrahim Abu Nagie segera menggeleng kepala. Tidak, dia tidak mau bertemu dengan politisi, juga tidak dengan kanselir Angela Merkel. ”Hanya kalau dia masuk Islam.” Orang lain yang ada di Cafe tertawa.

Abu Dujana meletakkan sebuah Quran untuk saya di atas meja. ”Ini untuk Anda, khusus dilaminasi”. Abu Nagie tersenyum: ”Bahwa saya bisa menyampaikan pesan Allah kepada Anda, ini adalah kebahagian terbesar bagi saya”.

Dia lalu menunjuk pada iPhone putihnya: “Dinas pelindung konstitusi – Verfassungsschutz selalu ikut mendengar”, kata dia. Tapi ini tidak mengganggunya. Malah sebaliknya: „Ini betul-betul menyenangkan!“ Dia sering berbicara dengan telpon genggamnya tentang kasih Allah, kata dia. Yang dia maksud tentu para pegawai Verfassungsschutz yang menyadap percakapan telponnya. Dia yakin, beberapa pekerja Verfassungsschutz sudah ada yang masuk Islam.

Abu Nagie bertanya, apa saya tidak mau membawa beberapa kitab Quran dan membagikannya di redaksi saya. Dia masih punya beberapa eksemplar di mobil, yang bisa saya bawa.

Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/01/12/17543741/Lanskap.Baru.Politik.2014


Minum Kopi Bersama "Salafi“

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Tuesday, January 29, 2013

'Ngaku' Sering SMS Nabi Khidir, Kades Didemo Warga

MALANG, KOMPAS.com — Joko Sudirman, Kepala Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang mengaku sering saling berkirim pesan pendek (SMS) dengan Nabi Khidir, didemo warganya. Ratusan warga di halaman kantor desa setempat, Selasa (29/1/2013), mendesak Joko segera mundur dari jabatan kepala desa.

Koordinator aksi, Didik Prasetyo Prihantono, mengaku bahwa warga tidak suka dengan Joko karena pejabat itu menyukai hal mistis. “Dia mengaku sering SMS-an dengan Nabi Khidir. Ini pelecehan dan tidak masuk akal. Suka hal mistis itu jelas syirik dalam Islam. Dia dinilai berbuat syirik karena telah membuat sebuah cungkup di halaman depan rumahnya,” kata Didik.

“Joko kerap mengatakan kepada warga bahwa dirinya sering bertukar pesan lewat handphone dengan Nabi Khidir,” kata Didik lagi.

Wilayah Sumbermajing Wetan, kata Didik, banyak dihuni oleh ulama yang taat beragama. “Karenanya, kades di sini jangan hanya bertindak dengan mendengarkan suara mistis,” ungkap Didik. “Warga mendesak Joko harus mundur karena sudah melakukan perbuatan syirikdan meresahkan warga di sini,” sambungnya.

Selain terkait persoalan mistis, Joko Sudirman juga dianggap kurang aspiratif dan argumentatif dalam melayani masyarakat terkait surat-menyurat di desa. “Dalam hal penggunaan uang kas desa dan pengelolaan tanah bengkok, Kades itu juga tidak pernah transparan. Pelayanannya kepada warga tidak baik,” kata Didik lagi.

Sementara itu, Agus Hariyanto, Sekretaris Kecamatan Sumbermanjing Wetan, mengatakan bahwa warga harus menyikapi persoalan ini dengan cara musyawarah. “Soal Kades telah membuat cungkup (atap kuburan), tidak semudah itu. Harus dilihat dasar hukumnya maupun silsilahnya,” kata Agus.

Jika membuat cungkup tidak ada dasar hukumnya, maka cungkup itu harus dibongkar. “Jika cungkup itu akan dinilai menyesatkan warga, harus dibongkar,” kata Agus.






Article source: http://nasional.kompas.com/read/2012/10/29/12033158/Kegagalan.Partai.Islam


'Ngaku' Sering SMS Nabi Khidir, Kades Didemo Warga

Monday, June 3, 2013

Anaknya dibully, ibu Zayn Malik damprat publik lewat Twitter

Gara-gara memeluk agama Islam dan memiliki darah Asia, Zayn Malik memang sempat dibully para haters. Rupanya hal ini membuat ibu Zayn, Tricia Malik, geram.



Untuk membela putranya dari kecaman, wanita 41 tahun itu nekat bergabung di Twitter. Lewat akun pribadinya, dia menyerang balik orang-orang yang selama ini memojokkan anaknya.



Zayn Malik dan ibunya @ Istimewa



“Semoga kalian senang saat tahu Zayn membaca pesanmu! Kalian tak bisa bayangkan bagaimana terkejutnya dia, dasar psikopat,” demikian tulis wanita asal Bradford, Yorkshire Barat itu.



Pada 39.000 followernya, Tricia juga mengatakan bahwa dia telah meminta anaknya untuk mengabaikan pesan-pesan haters itu. Dia menegaskan bahwa putranya cukup kuat untuk menghadapi ini semua.



Tahun lalu, Zayn sempat menutup akun Twitter karena tak tahan dengan tuduhan yang mengatakan bahwa dia teroris. Meski demikian, hujatan itu tak pernah mempengaruhi prestasi grup musiknya, One Direction.



OMG! Penampilan George Clooney Makin Mirip Kakek-Kakek
Ternyata Pangeran Harry Mulai Botak!
Wajah Superstar Hollywood Saat Sudah Keriput, Masih Keren?
Cantiknya Undangan Baby Shower Dari Kim Kardashian
Ternyata Harry Styles Punya Hobi Bersih-Bersih
Pria Sehebat David Beckham Juga Bisa Menangis
(sun/ris)












Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/04/28/16274786/LKP.Inilah.Sebab.Parpol.Islam.Terseok


Anaknya dibully, ibu Zayn Malik damprat publik lewat Twitter

Friday, May 3, 2013

Terpidana Kasus Korupsi Susno Duadji Serahkan Diri - VOA Indonesia

— Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Komjen (Purn.) Susno Duadji, yang juga terpidana korupsi, menyerahkan diri kepada pihak berwenang Kamis (2/5) menjelang tengah malam, setelah sekian lama menjadi buron.


Jaksa Agung Basrief Arief dalam keterangan persnya di kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat, menjelaskan, penyerahan diri itu merupakan hasil negosiasi dirinya dengan terpidana kasus korupsi itu, yang diwakili oleh Untung Sumaryo selaku penasihat hukum keluarga Susno.



Dalam pertemuan itu, tambah Basrief, Untung menyampaikan pesan dari Susno dan keluarga, agar eksekusi dilakukan hanya oleh tim jaksa penuntut umum. Untuk itu, ujar Basrief, dirinya kemudian mengerahkan empat orang petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menjemput Susno.



Menurut Basrief, Susno sudah masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Cibinong sejak Kamis menjelang tengah malam.



“Saya nyatakan dengan pelaksanaan eksekusi yang sudah selesai ini, pencantuman Pak Susno sebagai buron tidak berlaku lagi. Dan yang kedua, saya ucapkan terima kasih atas semua dukungan terlebih pada keluarga pak Susno. Yang telah berjiwa besar untuk mencapai kesepakatan sehingga terlaksananya eksekusi ini, demikian juga untuk pak Susno,” ujar Basrief.



Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Didiek Darmanto mengatakan Susno mengatakan akan mengajukan peninjauan kembali atas putusan kasasi Mahkamah Agung.



“Pesan yang disampaikan Susno adalah bahwa ia bukan menyerahkan diri melainkan patuh pada hukum. Jaksa dan Polisi adalah sahabat bagi saya dan telah bekerja dengan baik. Lalu Susno juga mengatakan, walaupun putusan (kasasi MA) membuat multitafsir tapi saya tetap menjalani putusan. Yang ketiga, Susno meminta, jangan mengadu domba polisi dan jaksa karena akan dapat dipolitisir, polisi dan jaksa telah bekerja dengan baik. Susno juga berpesan bahwa ia dalam kondisi baik dan akan mengajukan peninjauan kembali,” ujarnya.



Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Maret 2011 memutuskan Susno bersalah karena menerima uang sogokan Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus yang menyangkut PT Salmah Arowana. Susno juga dinyatakan bersalah karena terbukti menyalahgunakan wewenangnya dalam penggunaan dana pengamanan pemilihan kepala daerah Jawa Barat pada 2008 sebesar Rp 4 Miliar saat menjabat menjadi kepala polisi daerah Jawa Barat.



Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun enam bulan kepadanya. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dan Susno juga didenda Rp 200 juta dan dihukum membayar uang pengganti kerugian negara Rp 4,2 miliar. Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Susno Duadji.



Terkait putusan kasasi MA itu, Susno sebelumnya menolak dieksekusi, karena dalam putusan kasasi MA itu tidak dicantumkan bahwa Susno harus menjalani penahanan  selama tiga tahun enam bulan sebagaimana putusan pengadilan negeri yang dikuatkan oleh pengadilan tinggi.



Pada Senin, Susno tampil dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube, mengejek Kejaksaan Agung yang gagal menahannya di Bandung, Jawa Barat. Susno mengatakan ia masih di Bandung dan bersikeras bahwa keputusannya untuk tetap buron adalah bagian dari upayanya menegakkan keadilan.



Article source: http://surabaya.detik.com/read/2013/04/14/173327/2219886/475/pelaku-sweeping-toko-waralaba-di-pandaan-akan-ditindak-tegas


Terpidana Kasus Korupsi Susno Duadji Serahkan Diri - VOA Indonesia

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Very Much for Visiting this Blog

Wednesday, December 12, 2012

Tak Pantas Lagi Maju Jadi Cabub Garut

aceng fikriJAKARTA–Bupati Garut Aceng HM Fikri ini memang kekterlaluan. Sudah cacat sosial masih juga ngotot mau maju lagi jadi calon bupati. Saat menjabat saat ini pun sudah banyak kalanganpun meminta dia mundur lantaran kelakuannya menikahi gadis yang cuma 4 hari lalu diceriakan lewat SMS. Yang menyesakkan, alasan dia karena sang istri sudah tak perawan.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, apabila Aceng mencalonkan kembali itu sama dengan dia melakukan bunuh diri. Sebagai Bupati Garut saat ini saja ia sudah berani melecehkan hak-hak perempuan.

“Jika Aceng cerdas, dia tidak akan mencalonkan kembali. Ibaratnya, baunya sudah membusuk, tidak mempunyai aroma wangi lagi seperti sebelum-sebelumnya,” tegas Siti kepada Harian Terbit, Selasa (4/12).

Menurut Siti, jika Aceng memaksa tetap mencalonkan diri kembali, nampaknya Partai Golkar sudah tidak peduli lagi. Jika demikian, Aceng akan Independen mencalonkan kembali dirinya.

“Aceng akan disisihkan dari partai Golkar dan ditambah lagi ada ketidakpercayaan masyarakat kepadanya. Sepertinya masyarakat Garut sendiri sudah marah kepada Aceng yang telah menjadi Bupati Garut yang dinilai salah urus soal perempuan,” tegasnya.

Siti Sendiri menganjurkan Aceng HM Fikri bertobat saja daripada mencalonkan kembali menjadi bupati Garut. Apalagi Fany Octora mantan istrinya yang baru diceraikan mengguat Aceng ke Polisi.

“Sepertinya akan ada banyak gugatan kepada Aceng, Selain mantan istrinya, akan banyak gugatan dari berbagai kalangan masyarakat. Sepertinya, Aceng sudah tamat riwayatnya,” tutur pengamat politik ini.

Fany, Senin kemarin mendatangi Mabes Polri pukul 13.40 WIB. Fany datang dengan mengenakan baju panjang kembang-kembang putih dan kerudung berwarna senada. Perempuan yang tampak cantik ini datang dengan ditemani kuasa hukumnya.

Aceng HM Fikri terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra. Saat itu dia mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara. Pada September 2011, Wakilnya Diky Candra mengajukan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan keduanya.

Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.

Pada 14 Juli 2012, dia menikahi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda. Gadis bernama Fany Octora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka.

Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat. Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fany: “Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan”.

Sang bupati sendiri menampik bahwa hubungannya dengan Fany adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi dari lawan politiknya menjelang pilkada untuk menjegal dirinya.

Sedangkan pernyataan-pernyataan kontroversi sang bupati terkait pernikahan kilatnya, seperti, “Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu.” Selain itu, pernytaan lainnya adalah, “Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan.

Aceng lahir di Garut pada 6 September 1972. Pria bernama lengkap Aceng HM Fikri ini meraih gelar S.Ag dari Insitut Agama Islam Al Musaddadiyah (IAIM). Status perkawinan Menikah. Nama Istrinya, Nurrohimah (istri), Fany (diceraikan setelah 4 hari menikah). Aceng beralamat di Kp Sukamentri RT/RW 01/14, Sukamentri, Garut Kota, Garut

Aceng menempuh pendidikan dasar di SD Sukamentri Garut, kemudian ke MTS. Negeri Garut, PGN Garut, IAI Al Musaddadiyah. Sebelum menjadi bupati, Aceng bekerja di koperasi peternak unggas Garut, PT Mandala Food Garut, Koperasi konveksi raksa sawarga, Kopontren Kabupaten Garut.

Aceng juga tercatat sebagai anggota GP Ansor Garut, Garda Bangsa PKB, DPC PKB Garut, Masyarakat Pecinta Garut, Plt DPC Golkar Garut, Wakil Ketua DPD Golkar Jabar.



Tak Pantas Lagi Maju Jadi Cabub Garut

Thursday, December 8, 2016

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Thursday, March 14, 2013

Raheem Green: Ayahku Masuk Islam Sebelum Meninggal

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Lebih dari 23 tahun, ayah Abdur Raheem Green menolak Islam. Tapi di penghujung ajalnya, ia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim sebelum meninggal dunia.

“Ini yang hendak saya bagi dengan Anda. Sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberikan hidayah oleh Allah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat,” papar Green seperti dikutip onislam.net, Kamis (14/3).

Green menyatakan ia menyampaikan pesan Islam kepada ayahnya. Segala upaya telah dilakukan, namun ayahnya tetap kukuh pada pendiriannya. Namun, Allah SWT pada akhirnya mengubah pendirian ayahnya.

“Saya tidak pernah memaksa Islam sebagai agamanya. Tapi saya selalu menyampaikan pesan Islam,” kenang dia.

Green menilai sosok ayahnya sebagai pribadi yang menakjubkan. Karenanya, ia memutuskan memberikan hal yang terbaik tanpa memaksakan ayahnya untuk memeluk Islam. Green meyakini Islam mengajarkan setiap Muslim menghormati orang tua.

“Saya pikir, pikiran ayahku tertutup tentang Islam. Jadi, saya tidak berharap banyak,” kata Green.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/03/07/mja9um-jk-sebut-masjid-seperti-karung


Raheem Green: Ayahku Masuk Islam Sebelum Meninggal

Monday, October 14, 2013

Jamaah Haji Tamu Raja Berada di Arafah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Seperti tiga juta jamaah haji dari seluruh dunia, jamaah haji yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, saat ini sudah berada di Arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf.


Alhamdulillah, kondisi Bella Saphira dan suaminya baik-baik. Bersama puluhan jamaah haji Indonesia yang menjadi Tamu Raja Arab Saudi, Bella sudah berada di Arafah melaksanakan wukuf,” jelas Imam Besar Masjidil Istiqlal Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub MA melalui pesan singkat kepada Republika Senin (14/10).


Pakar Hadis dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan, Bella dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi, meninggalkan Kota Makkah Ahad (13/10) malam waktu Saudi.


Insya Allah, malam ini pukul 01.00 wib atau pukul 21.00 waktu Saudi, Bella Shapira dan rombongan jamaah haji tamu Raja Saudi meninggalkan Makkah menuju Arafah,” jelas Prof Ali.


Ia meminta untuk mendoakan Bella agar menjadi Muslimah shalihah. ”Doakan semoga Allah SWT memudahkan segalanya, memabrurkan hajinya dan menjadikannya sebagai Muslimah shalihah,” ujarnya.


Jamaah haji Indonesia yang menjadi tamu Raja Arab Saudi, dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al-Mubarak di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).


Total jumlah undangan mencapai 90 orang. Mayoritas mereka berasal dari kalangan akademisi, ulama dan guru. Setiap tahun, Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengundang sekitar seribu jamaah haji dari seluruh dunia dengan semua fasilitas, tiket dan akomodasi ditanggung penuh kerajaan.


Ikut dalam rombongan tamu raja ini artis Bella Saphira yang baru saja masuk Islam dengan ditemani suaminya Mayor Jenderal (TNI) Agus Surya Bakti.


“Ttahun ini terjadi pengurangan kuota besar-besaran hingga 20 persen. Namun begitu, kami berharap agar program ini tetap berjalan meski dengan situasi sulit ini dan diharapkan dapat dipergunakan seluas-luasnya oleh saudara-saudara kami di Indonesia,” ujar Mubarak dalam sambutannya.


Tujuan program ini, menurut dubes yang meraih masternya di bidang politik dari Kanada ini, ada dua: pertama, sebagai saluran komunikasi antara Arab Saudi dan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, bahkan dengan negara-negara yang tidak dihuni oleh mayoritas Muslim.


Kedua, untuk menyampaikan pesan kepada saudara-saudara semuslim tentang proyek perluasan dan pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


Selain rombongan tamu raja yang berjumlah 90 orang, di hari yang sama, Duta Besar juga melepas rombongan jamaah haji yang termasuk dalam program bersama Kedutaan Besar dan Atase Agama Arab Saudi yang berjumlah 100 orang.


“Sebenarnya program ini tidak diadakan pada tahun ini. Namun, atas desakan dari Duta Besar Al-Mubarak yang menekankan agar program ini harus terlaksana, alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik. Karena itu, peran dubes sangat besar di sini,” ujar Atase Agama Arab Saudi, Dr. Ibrahim An-Nughaimisy.


Duta Besar Al-Mubarak menjelaskan, proyek perluasan Masjidil Haram ini merupakan yang terbesar dalam sejarah dan mendapat arahan langsung dari Pelayan Dua Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Azis.


“Ini tahun yang sangat sulit untuk menunaikan haji akibat pengurangan kuota sebesar 20 persen dari seluruh jamaah haji dunia. Kebijakan yang biasanya diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk haji atas kerjasama dengan yayasan sosial Ar-Rajhi distop. Sementara itu, masyarakat Indonesia sangat mengharapkan.”


Karena itu, pihak kedutaan lantas membuat program alternatif. “Program ini terwujud atas kerjasama semua
pihak: konsulter, atase agama dan kantor duta besar. Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.


Dubes menambahkan, ”Konsuler Arab Saudi, Turky Al-Waily, bukan hanya membantu, tapi ikut menekan dubes agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Al-Mubarak sambil tersenyum yang disambut tawa hadirin. 


Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/11/121123_warga_baduy_ktp_sundawiwitan.shtml


Jamaah Haji Tamu Raja Berada di Arafah

Monday, April 15, 2013

Dalam Sebulan, 374 Orang Masuk Islam di Saudi - Sabili

CYBER SABILI-RIYADH: 154 pria dan 220 wanita dari berbagai bangsa masuk Islam selama bulan Febuari lalu, menurut laporan dari Yayasan Pendidikan Islam (IEF) di Riyadh, yang diliris Arabnews, Kamis (28/3/13).


IEF yang menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada non-Muslim, seperti melalui kuliah, seminar dan distribusi buku, kaset, dan selebaran. IEF juga mengirimkan mubaligh-nya untuk berdakwah di wilayah pemukiman non-muslim dan di tempat kerja di mana karyawannya sebagian besar adalah non-Muslim.


Selama 20 tahun terakhir, lebih dari 20.000 pekerja asing memeluk Islam sejak berdirinya cabang IEF pada tahun 1993.


Pusat Dakwah Islam Saudi (IDC)telah mengajak warga asing untuk masuk ke Islam. IDC tidak memaksakan orang untuk memeluk Islam tetapi memberikan kesempatan bagi non-Muslim untuk mewujudkan nilai-nilai dan keindahan Islam. Banyak orang yang tertarik kepada Islam melalui pengalaman kehidupan dan kegiatan Muslim yang sesama rekan kerja mereka.


Muslim Saudi dan non-Saudi banyak yang percaya bahwa membantu orang untuk memeluk Islam adalah salah satu keberhasilan terbesar yang mereka peroleh. Orang-orang Islam secara dinamis terlibat dalam penyebaran Islam di kalangan non-muslim wanita dan pria.


Menurut laporan IEF, pria dan wanita Filipina adalah pekerja asing yang paling banyak memeluk Islam di Saudi. Sejumlah orang Amerika dan Eropa juga telah memeluk Islam di Kerajaan Saudi.


Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia dan banyak orang yang sedang mencari tahu tentang Islam.


Saleh Al-Dulaiqan, Direktur cabang IEF telah berterima kasih atas usaha dari perusahaan-perusahaan dalam Kerjasama dakwah dan bimbingan Islam yang IEF jalankan. (arn)


Article source: http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/26/rahmat-rampok-bank-saat-khutbah-jumat


Dalam Sebulan, 374 Orang Masuk Islam di Saudi - Sabili

Thursday, December 26, 2013

&#34;Cinta Rumit&#34; Asmirandah &#38; Jonas Rivanno

Artis Terheboh 2013


Kamis, 26 Desember 2013 16:31 wib

Alan Pamungkas – Okezone

Jonas Rivanno Asmirandah (Foto: Alan P)

Jonas Rivanno Asmirandah (Foto: Alan P)

JAKARTA - Jonas Rivanno (Vanno) dan Asmirandah (Andah) adalah pasangan selebriti yang paling mendapat sorotan di pengujung tahun 2013.


Andah dan Vanno sudah lama menjalin hubungan dimulai dari sinetron Kemilau Cinta Kamila (2010), dan Binar Bening Berlian (2012). Hubungan pacaran pun diteruskan ke jenjang pernikahan.


Namun, pernikahan keduanya dilangsungkan secara diam-diam, dan terkesan ditutupi. Ternyata, Vanno diam-diam telah pindah agama dan menjadi mualaf, pada 21 Agustus 2013.


Dia diislamkan oleh Ketua MUI Kecamatan Beji, H. Mahari Madarif dengan disaksikan ayahanda Asmirandah, Anton Zantman. Telah sah menjadi mualaf, Vanno pun memberanikan diri menikahi pada 17 Oktober, dua bulan setelah mualaf.


Hal itu membuat awak media memburu Andah untuk meminta klarifikasi tentang kebenaran dua peristiwa sakral itu. Namun, pada 29 Oktober pagi, Andah menggelar jumpa pers di kawasan Kota Wisata Cibubur. Dia membantah proses mualaf Vanno dan pernikahan yang telah dilangsungkan, saat itu Andah masih mengaku single.


Namun, bukti-bukti telah menjelaskan Vanno telah mualaf. Hal itu juga telah dibenarkan oleh Ketua MUI Kecamatan Beji, H Mahari Madarif, dia telah mengislamkan Vanno selepas salat subuh di Mesjid An-Nur. Pernikahan juga telah dilangsungkan Andah, dan dibenarkan salah satu petugas KUA Beji.


Masih tanggal 29 Oktober, malam hari gilirian Jonas Rivanno yang menggelar jumpa pers, dan lagi-lagi membantah isu yang berkembang tentang dia dan pernikahannya. Isu tersebut pun akhirnya menghilang seiring pembatahan dari Andah dan Vanno.


Tiba-tiba, pada 15 November, Andah dan Vanno menggelar jumpa pers lagi. Mengejutkan keduanya menghapus pernyataan pertama dan mengakui telah menikah. Vanno pun membenarkan dirinya “pernah” mualaf. Keduanya pun tinggal serumah.


Pernyataan Vanno “pernah mualaf” membuat permasalah baru. Kalangan ormas keagamaan seperti Front Pembela Islam (FPI) Depok merasa terhina, bagi mereka Vanno telah menginjak-injak agama Islam, karena mualaf hanya untuk bisa menikah gadis muslim. FPI pun melaporkan Vanno ke Polres Bogor.


Dari segi hukum agama, pernikahnya pun telah gugur seiring kembalinya Vanno ke agama semula. Di sisi lain, orangtua Andah kecewa dengan sikap putri dan menantunya itu. Anton Zantman dan Sanni merasa dibohongi oleh Vanno.


Pada saat menggelar jumpa pers kedua itu, Vanno dan Andah terlihat sangat mesra dan harmonis. Tak disangka, pada 7 November ternyata Andah telah mengajukan permohonan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama (PA) Depok.


 Pernikahan mereka yang telah gugur di mata agama harus disahkan oleh instistusi, yakni pengadilan agama.


Selama persidangan, keduanya tidak pernah hadir. Hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing. Pada sidang kedua, 4 Desember lalu, Anton Zantman hadir sebagai saksi di persidangan. Dia memberikan keterangan seputar pernikahan anaknya, selain dia, ada pula Ketua KUA Beji, H Misro dan teman Vanno, Andreas Sungkono.


Masalah pembatalan perkawinan belum selesai, Andah kembali menjadi incaran awak media. Timbul pesan berantai bahwa dirinya telah masuk ke agama Kristen mengikuti Vanno. Dalam pesan itu, Andah telah melakukan kesaksian di Gereja Tiberias, Menara BCA lantai 42 Bundaran HI. Namun isu itu hanya isapan jempol semata.


Tak lama dari kejadian itu, status pernikahan Andah dan Vanno pun ditentukan. Pada tanggal 18 Desember, majelis hakim PA Depok mengabulkan pembatalan perkawinan Andah dan Vanno. Setelah keputusan itu keduanya bukan lagi suami istri.


Dalam kesempatan kali itu, kuasa hukum Andah, Afdal Zikri SH menjelaskan Andah belum hamil, dan membatah kliennya telah melakukan kesaksian di Gereja Tiberias.


Kini, Asmirandah telah menjadi janda batal nikah. Andah dan Vanno telah resmi berpisah, dan status pernikahnya pun dihapuskan. Tidak akan pernah adalagi catatan yang ditulis bahwa mereka telah menikah.


(nsa)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/23/mcc38s-damainya-islam-di-kamboja-2habis


"Cinta Rumit" Asmirandah & Jonas Rivanno

Thursday, January 9, 2014

Perginya seorang amil

PEMBACA budiman, kali ini saya ingin mendedikasikan tulisan ini buat sahabat saya, Almarhum Aidi Munawer Ahmed Shukri, mantan Pengurus Besar, Lembaga Zakat Selangor (LZS). Lebih 10 tahun dahulu, beliaulah insan yang telah memperkenalkan LZS kepada saya. Beliau jugalah yang meyakini bakat dakwah yang tersemai dalam diri saya, lalu memberikan peluang hingga akhirnya saya mampu menjadi seperti hari ini.


Insya-Allah, dalam setiap usaha dakwah yang saya lakukan, pasti ada sebahagian pahala yang tertitip untuknya di alam barzakh sana. Sebelum itu, beberapa bulan yang lalu kala menjelangnya tarikh 1 Januari 2014, saya telah menerima satu pesanan ringkas (SMS) daripada Aidi.


“Tuan-puan dijemput ke majlis bacaan Yaasin, tahlil dan doa selamat sempena perasmian perusahaan ikan salai saya pada 1 Januari 2014…”


Saya terkejut dengan SMS berkenaan. Untuk makluman, sahabat saya ini telah berjuang lebih dari lima tahun melawan serangan jantungnya.


Selama itu, Institut Jantung Negara (IJN) telah menjadi rumah utamanya dan rumahnya sendiri menjadi rumah kedua. Malah dadanya juga telah beberapa kali dibelah, ditebuk dan dibelah.


Saya tidak akan lupa saat beliau mengisahkan, sakitnya dada dibelah tidak tergambar dengan kata-kata dan beliau seboleh mungkin tidak mahu lagi menjalaninya.


Malam 31 Disember 2013, lebih kurang pukul 8.20 malam, sahabat saya itu berjuang untuk saat-saat akhir mencicipi saki baki nafas yang terukir di dunia ini.


Kala itu, saya sedang menyampaikan kuliah Maghrib di sebuah surau dan yakin ribuan orang lain bersiap-siap demi menanti detik 12 tengah malam, sama ada di program penuh hiburan mahu pun di majlis ilmu penuh peringatan. Sahabat saya itu pula, sedang bersiap-siap menerima panggilan Ilahi.


Esoknya, 1 Januari 2014 saya menerima khabar kematian. Sayangnya, saya tidak dapat mengunjunginya lantaran anak perlu mendaftar masuk ke asrama.


Namun, saya gagahi menziarahi isterinya Kak Yati selepas itu. Apatah lagi kami memang jiran lama dan saling mengenali. Kak Yati pun berkongsi kisah 40 hari sebelum suaminya, Aidi dijemput Ilahi. Saya yakin, kisah ini ada iktibar besar yang wajar dikongsi.



Majlis tahlil



“Pada 1 Januari 2014 baru-baru ini, benar-benar kami adakan majlis tahlil besar-besaran seperti yang Aidi mahu. Tapi, bukan sebagai perasmian perniagaanya, sebaliknya atas kematiannya.”


Kak Yati kelihatan begitu tabah menghadapi suasana. Benar, ujian berat yang telah dia dan anak-anaknya lalui sekian lama, membuatkan mereka lebih kuat mendepani ujian kehilangan.


Sejak Aidi mengidap sakit jantung sekitar 2006, kehidupan mereka sekeluarga berubah warna. Jangankan anak-anak dan isterinya, saya sebagai teman sepejabat pun turut merasai kehilangannya di tempat kerja.


“Aidi tidak guna langsung wang pampasan persaraan daripada LZS (Aidi telah bersara awal ekoran masalah kesihatan). Seluruh wangnya lebih daripada RM300,000 itu, dia manfaatkan untuk membuka kilang menyalai ikan.


“Malah dia pesan sangat-sangat, apa pun yang terjadi selepas ini, sama ada dia masih ada atau pergi, kilang itu mesti terus beroperasi. Tetapi, bukan untuk kami anak-beranak, sebaliknya untuk para asnaf zakat,” kata Kak Yati.


Itulah kesungguhan sahabat saya ini dalam meladeni amanah zakat. Biarpun nyawa sudah di hujung usia, dia tidak pernah melupakan asnaf zakat, khususnya kaum fuqara wal masakin dan mualaf yang melata.


“Kami membuka kilang itu di Subang Bestari dan Aidi mahu agar para pekerjanya diambil daripada kalangan asnaf zakat yang memang ditempatkan di sana oleh LZS. Baginya, dia mahu kilang itu menjadi nadi pembangunan diri asnaf,” kata Kak Yati.


Hakikatnya, komitmen Aidi menyantuni para asnaf bukanlah perkara baharu. Dalam buku Diari Seorang Amil (terbitan Galeri Ilmu), ada saya paparkan perihal kisah kami sama-sama menyelamatkan seorang bapa tunggal dan dua anak gadis suntinya di hutan simpan Kemensah pada 2003.


Malah, sebelum saya menjawat jawatan amil pun, Aidi pernah membawa saya mengunjungi sebuah keluarga miskin di Kampung Tok Pinang, Serendah dalam bulan Ramadan dan membawa pelbagai barangan untuk disedekahkan.


Saya juga tidak akan lupa saat seorang penerima bantuan bertaraf Orang Kurang Upaya (OKU) yang datang ke Pejabat LZS di Shah Alam pada 2013 untuk meminta LZS membaiki kerusi rodanya yang sudah rosak. Kebetulan dia bertemu Aidi, langsung kerusi rodanya digantikan dengan yang baharu. Malah siap berkuasa elektrik lagi. Menangis pakcik itu menerima hadiah kerusi roda baharu berkenaan.


Justeru, pengalaman saya dalam memikul tugas sebagai amil zakat bersama Aidi amat mengesankan. Maka, saya tidak hairan kecintaannya kepada para asnaf telah membuatkan dia sanggup menafkahkan seluruh wang pampasannya untuk tujuan menyediakan pekerjaan kepada sebilangan asnaf yang memerlukan. Calang-calang orang, pasti tidak sanggup melakukan sedemikian.


“Aidi juga berpesan, jika perniagaan itu menghasilkan keuntungan, maka jangan lupa tunaikan zakat. Malah, dia juga pesan agar lebihkan bahagian untuk diinfak.


“Bagi kami anak-beranak, sudah ada bahagian lain yang dia tinggalkan. Jadi, kami tidak perlu terlalu mengharap kepada perniagaan,” ujar Kak Yati.


Demikianlah wasiat yang Aidi titipkan kepada isterinya, kala usia 40 harinya kian mengensot meninggalkannya. Kesungguhan Aidi merealisasikan perniagaannya itu, dengan ‘kebugaran’ kira-kira sebulan yang Allah SWT berikan sebelum mentakdirkan dia harus pulang kepada Allah SWT, ibarat memberikan kesempatan terbaik buat Aidi merealisasikan impian.


Ya, impian menyantuni asnaf zakat selagi usia masih terpahat, kala 40 hari kian mendekat.



Bina sekolah tahfiz



“Aidi sebenarnya berhasrat untuk membina sekolah tahfiz selain daripada membina perniagaan demi membantu asnaf. Amat besar cita-citanya, tapi tidak sempat dia penuhi semua,” kata isterinya.


Demikianlah, masa yang berenjak, namun saya tetap terkenangkan betapa Aidi dan saya dahulu sama-sama mengimarahkan rumah Allah, bertadarus sepanjang malam di bulan Ramadan. Sama-sama turun mencari orang susah hingga kawasan pedalaman, sama-sama bergelut menjayakan Karnival Ummah dan banyak lagi memori indah yang telah kami catatkan di kanvas persahabatan kami.


Di akhir kalam ini, saya hanya mengharapkan semoga Aidi diberikan Allah SWT kelapangan dalam kuburnya. Selapang hatinya dahulu yang tega menyisihkan ‘masa dan harta’ demi melunasi maslahah ummah. Duhai sahabat, terimalah daripadaku dan pembaca sekalian, hadiah berupa sakalung surah buatmu dalam menagih kasihnya Allah, al-Fatihah.



PENULIS ialah Eksekutif Dakwah di Lembaga Zakat Selangor (MAIS)



Nota: Dalam tempoh tiga bulan ini, LZS telah kehilangan tiga orang amil, iaitu Mohd. Rais Jamil, Aidi Munawer dan Mohd. Lutfi Ibni Hijar, semoga mereka ditempatkan dalam kalangan orang-orang yang soleh. Amin.




Article source: http://www.theglobejournal.com/Opini/memahami-konflik-berdarah-di-mesir/index.php


Perginya seorang amil