Showing posts sorted by relevance for query Hubungan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Hubungan. Sort by date Show all posts

Thursday, August 22, 2013

Nopol BE, Wako Bilang Pajak Bus Trans Metro Masuk Pekanbaru

orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..

anak SD jenius,membaca baru berkomentar
kan kata om fidau dlm proses pengalihan ke BM dan 3 Minggu lagi sdh siap BM nya…trs kalau sdh BM hrs setor di lampung,bapak2 yg sudah tua harap baca beritanya dulu baru koment soalnya ntr nampak kali b***h nya nanti


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


orang dekat firdaus
Dari dulu sudah dibilang, firdausitu tidak ada apa2nya. Dah 2 thn jd walikota belum ada yg diradakan. Kbrnya firdaus 3hari dalam seminggu wajib ke jkt jenguk istri mudanya. Hubungan sama ayatjuga semakin renggang..


supri
Astaqfirullah… Pernyataan wako ini,sama saja memper%@!*i masyarakat,undang2 tahun 2047 itu pak,belum lahir kebijakan hal yg seperti itu.

Kir dibayar di pekanbaru,tu baru bisa.

Pak wali,kalau munyuruk jangan tanggung2,buntut masih keliatan.

Sebut saja armada pihak ketiga,cukup.


berita ini mungkin aja Fitnah (son/nop)….
SAATNYA MENUNJUKKAN BAHWA UMMAT ISLAM TIDAK BISA DIADU DOMBA oleh orang yg ingin menghancurkan Islam…. ALLAHHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…. ALLAHU AKBAR… UMMAT ISLAM RIAU diingatkan : hati2 terhadap orang2 yg ingin menghancurkan ISLAM dari dalam… hati2 trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Meelayuu ini… Apa lagi trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negri Melaayu ini ??? . orang2 bayaran Dajjal: telah berhasil menolak ISG….. dengan sengaja merusak suasana MTQ di Rokan Hulu.. Kampanye…. membawa Artis Sexy……….. apakah ini tidak cukup … sebagai. Bukti….. Herman Abdullah 2 periode (10 tahun) jadi Walikota Pekanbaru…tidak punya perhatian terhadap Islam….. yg dibangun Berhala dan menjamurnya Diskotik dan sejenisnya,,,,,, apakah ini bukan bukti nyata …….. . Terus maju Pak Achmad… syiarkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…..? . untuk menegakkan kebenaran memang banyak rintangan dan perlu perjuangan ….. karna Pelacur,Dajjal dan pengikutnya tidak akan tinggal diam , mereka akan terus berusaha untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…….. INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSATU …… Jihad memilih nomor 4 tanggal 4…. INSYA ALLAH satu putaran…. Yakin Islam makin kuat…..



SAATNYA MENUNJUKKAN BAHWA UMMAT ISLAM TIDAK BISA DIADU DOMBA oleh orang yg ingin menghancurkan Islam…. ALLAHHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…. ALLAHU AKBAR… UMMAT ISLAM RIAU diingatkan : hati2 terhadap orang2 yg ingin menghancurkan ISLAM dari dalam… hati2 trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Meelayuu ini… Apa lagi trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negri Melaayu ini ??? . orang2 bayaran Dajjal: telah berhasil menolak ISG….. dengan sengaja merusak suasana MTQ di Rokan Hulu.. Kampanye…. membawa Artis Sexy……….. apakah ini tidak cukup … sebagai. Bukti….. Herman Abdullah 2 periode (10 tahun) jadi Walikota Pekanbaru…tidak punya perhatian terhadap Islam….. yg dibangun Berhala dan menjamurnya Diskotik dan sejenisnya,,,,,, apakah ini bukan bukti nyata …….. . Terus maju Pak Achmad… syiarkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…..? . untuk menegakkan kebenaran memang banyak rintangan dan perlu perjuangan ….. karna Pelacur,Dajjal dan pengikutnya tidak akan tinggal diam , mereka akan terus berusaha untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…….. INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSATU …… Jihad memilih nomor 4 tanggal 4…. INSYA ALLAH satu putaran…. Yakin Islam makin kuat…..


ughang kampoo
Firdaus bongak…..makonyo jaan boli gelar koja waang


pemerhati kota pekanbaru
Itu akal2an walikota, bus transmetro tsb disewa dari lampung, bukandibeli, mana mungkin plat no nya diganti bm, akal2an saja, biaya sewanya 7, 5 m, buat setahun, jd masyarakat mau di%@!*i.


KKK
Biaa uwaang Kampao dee, kok iyo marampok piti uwang Pokan dee..yo tangkok Sajo Firdaus tu..laaah duit sajo pangonanyoo…dek lah tontu dak ka piliah bisuk ko agaknyo


Kiri Kanan Kampar
Pidau…Engkau ni memang lah rusak, ngkau %@!*i masyarakat. Mana ada pula plat BE bayar pajak ke Pekanbaru? Jangan pulak Ngkau %@!*i masyarakat. Media boleh dibayar !! Tapi kami tak %@!*. RTC milik orang PKS kami tau. hayooo Kejaksaan, usuuut tuntaaas sampai ke Akto intelektualnya


Rakyat jelata
Firdaus firdaus,rakyat jelata spt kami aja tau kalo platnya BE tentu pajaknya ke lampung ,masak kalo platnya B pajak nya ke riau kalo gitu kenapa di razia mobil mobil plat non BM, bohong bohong,nauzubilah min zaliq


Rakyat jelata
Firdaus firdaus,rakyat jelata spt kami aja tau kalo platnya BE tentu pajaknya ke lampung ,masak kalo platnya B pajak nya ke riau kalo gitu kenapa di razia mobil mobil plat non BM, bohong bohong,nauzubilah min zaliq



masak operasi di Riau platnya BE maleset ko



SAATNYA MENUNJUKKAN BAHWA UMMAT ISLAM TIDAK BISA DIADU DOMBA oleh orang yg ingin menghancurkan Islam…. ALLAHHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…. ALLAHU AKBAR… UMMAT ISLAM RIAU diingatkan : hati2 terhadap orang2 yg ingin menghancurkan ISLAM dari dalam… hati2 trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Meelayuu ini… Apa lagi trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negri Melaayu ini ??? . orang2 bayaran Dajjal: telah berhasil menolak ISG….. dengan sengaja merusak suasana MTQ di Rokan Hulu.. Kampanye…. membawa Artis Sexy……….. apakah ini tidak cukup … sebagai. Bukti….. Herman Abdullah 2 periode (10 tahun) jadi Walikota Pekanbaru…tidak punya perhatian terhadap Islam….. yg dibangun Berhala dan menjamurnya Diskotik dan sejenisnya,,,,,, apakah ini bukan bukti nyata …….. . Terus maju Pak Achmad… syiarkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…..? . untuk menegakkan kebenaran memang banyak rintangan dan perlu perjuangan ….. karna Pelacur,Dajjal dan pengikutnya tidak akan tinggal diam , mereka akan terus berusaha untuk menghancurkan ISLAM di Negeri Melaayu ini…….. INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSATU …… Jihad memilih nomor 4 tanggal 4…. INSYA ALLAH satu putaran…. Yakin Islam makin kuat…..



Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/celoteh-kang-erick/12/05/01/m3c3e6-trial-and-error-dalam-menjalani-kehidupan


Nopol BE, Wako Bilang Pajak Bus Trans Metro Masuk Pekanbaru

Sunday, March 17, 2013

Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Diplomat
Australia Makin Serius
Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Senin, 18 Maret 2013

Australia kini semakin serius mempererat hubungan dengan Indonesia. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengungkapkan yang dia hubungi pertama lewat telepon setelah ditunjuk sebagai Menlu baru Australia adalah Menlu RI, Marty Natalegawa. Carr menilai Indonesia adalah tetangga utama dan mitra terpenting bagi Australia.

Menlu Carr menilai hubungan kedua negara kini mencapai titik tertinggi. Jumlah kunjungan antarmenteri dalam 5 tahun terakhir lebih dari 120 kali. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Australia telah membangun kebiasaan berkonsultasi satu sama lain. Kebiasaan berkonsultasi ini untuk membahas tantangan-tantangan yang sedang dihadapi sehingga ini merupakan tugas yang tidak pernah selesai. Australia tahun ini berkomitmen menambah program visa kerja khusus untuk turis (working holiday visa) dari 100 menjadi 1.000 orang setiap tahun. Ini tentunya program yang bagus untuk memperbanyak warga Australia yang berlibur sambil bekerja di Indonesia. Begitu juga makin banyak warga Indonesia yang memperoleh pengalaman bekerja sambil berlibur di Australia. “Kami juga mempersiapkan program saling kunjung di bidang seni, budaya, sains, dan teknologi kedua negara pada 2014. Di Australia, Kota Perth disiapkan menjadi lokasi pertama program pelatihan kejuruan untuk peserta dari Indonesia,” kata Carr sambil menambahkan pihaknya juga terus melibatkan lebih banyak lagi peserta program pertukaran sekolah lanjutan. Dia mengungkapkan program pertukaran kunjungan sekolah bernama BRIDGE. Dalam kunjungan proyek BRIDGE di Bali November 2012, Carr mengaku terkesan atas interaksi Sekolah Kristen Tasmania dengan Sekolah Islam setempat dengan saling mengenalkan bahasa dan budaya masing-masing. Kedua negara pun sedang mempersiapkan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (yang ditargetkan bisa selesai pada 2014). Dengan demikian kedua negara berupaya untuk menambah lagi fundamental hubungan bilateral. Carr memastikan Pemerintah Australia punya komitmen besar untuk turut membangun Indonesia. Pemerintah federal menganggarkan 1 miliar dolar untuk memenuhi komitmen itu. Lalu kini mulai rutin digelar dialog yang mempertemukan kalangan pebisnis, cendekiawan, tokoh masyarakat, dan media dari Indonesia dan Australia. Kini ada sekitar 50.000 warga Indonesia di Australia menurut data per 2011 dan sebanyak 18.000 dari mereka adalah pelajar. Mereka adalah para duta besar yang berperan bagi Indonesia dalam budaya dan bahasa. Program pertukaran pelajar dari kedua negara pun berjalan lancar. “Ada perbedaan besar dari skema yang terdahulu dengan yang diterapkan pemerintah saat ini. Dulu, melalui The Old Colombo Plan, ditawarkan 570 tempat untuk belajar di Australia per tahun. Namun pada skema saat ini, yang kami sebut sebagai The Australia Awards, menawarkan 5.000 tempat untuk belajar di Australia setiap tahun. Jumlah itu 10 kali lipat lebih besar dari skema Colombo Plan,” katanya. Bagi Carr kebijakan-kebijakan kompleks yang menjadi tantangan bagi kedua negara, berkisar pada penyelundupan manusia, kontra terorisme, perubahan iklim, perlindungan maritim, dan dialog antarkeyakinan. Indonesia selama ini dijadikan sebagai tempat singgah orang-orang yang ingin masuk ke Australia secara tidak sah. Maka kedua pemerintah berkesempatan bekerja sama untuk menanggulanginya. “Kedua negara sama-sama punya kepentingan untuk memperbaiki masalah itu pada asalnya dan saya pikir kami bisa melakukannya. Itulah sebabnya kami terus-menerus membicarakannya dengan Indonesia untuk mencari solusi yang ampuh melalui mekanisme yang disebut Bali Process,” tambah dia. Beberapa pekan lalu, 23 warga Indonesia berencana untuk menggugat pemerintah Australia setelah karena ditahan di penjara dewasa padahal masih berstatus anak-anak dalam kasus penyelundupan manusia. (*/Kardeni)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/04/25/125382/Jawara-Pembunuh-Mahasiswi-Diburu-


Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Friday, August 30, 2013

Bella Saphira, Tak Pernah Langgeng karena Perbedaan Keyakinan

Liputan6.com, Jakarta : Menjadi artis sukses ternyata tak membuat Bella Saphira mudah untuk mendapatkan pasangan. Kisah cinta Bella yang banyak diketahui adalah ketika dirinya berpacaran dengan aktor Adjie Massaid di tahun 1996 lalu.

Hubungan keduanya dijalani secara beda keyakinan. Baik Adjie dan Bella tetap dengan keyakinannya masing-masing. Sayangnya, setelah 20 bulan lamanya berpacaran jalinan kasih keduanya harus kandas di tengah jalan. Perbedaan keyakinan juga lah yang membuat keduanya putus.


“Hubungan aku sama dia nggak bisa berjalan mulus karena memang perbedaan keyakinan dan dulu aku juga masih tinggal sama orang tua, sehingga 80 persen keputusan aku itu dari orang tua,” kata Bella beberapa waktu yang lalu.



Perjalanan cinta keduanya pun sempat dihebohkan dengan tersebarnya video panas yang pelakunya mirip dengan wajah mereka. Namun mengenai hal ini, keduanya enggan untuk berkomentar.


Ditinggal Adjie yang menikah dengan penyanyi Reza Artamevira, tak membuat Bella sedih. Kisah cintanya pun tak tercium oleh media. Padahal Bella yang sedang jomblo dikabarkan beberapa kali putus dengan sejumlah pria.


Sampai akhirnya, Adjie dan Reza diketahui bercerai, dan wartawan kembali mengejar keterangan dari Bella. Keduanya juga sempat dikabarkan CLBK. Ini lantaran Adjie dan Bella tepergok sedang makan malam di Hotel Sultan, Jakarta. Tapi, dara kelahiran Magelang, 6 Agustus 1973 ini membantahnya.


“Nggak ada. Perasaan yang dulu pernah ada itu sudah hilang,” kata Bella.



Bantahan ini juga diperkuat dengan hubungan antara Adjie dan mantan Puteri Indonesia, Angelina Sondakh yang memilih mualaf untuk memulai berhubungan dengan serius.


Bella sendiri menilai keputusan Angie saat itu yang punya latar belakang keluarga dengan keyakinan agama non muslim yang kuat, tapi tetap memutuskan untuk pindah keyakinan, adalah tindakan yang berani.


Usia Bella yang mendekati 40 tahun juga tak juga membuat dirinya untuk segera menikah. Beberapa pemberitaan menyebutkan jika dirinya hanya menjalani hubungan dengan orang biasa.


“Aku sudah setahunan jalan sama seseorang,” ucap Bella yang dikabarkan berhubungan dengan pengusaha itu.


Namun, Bella saat itu tidak merasa yakin dengan pasangannya karena belum juga mengajaknya untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


“Aku setiap tahun pasti memiliki rencana di hati sendiri (nikah). Dialog tiap hari pasti ada, nggak mungkin main-main, mau langsung serius. Dari dulu nggak pernah main-main kok,” kata Bella.


Saking seringnya ditanya mengenai sang pacar yang tak juga mengajaknya nikah, Bella pun mengaku merasa tidak nyaman. Menurutnya, hubungan asmara merupakan privasi yang tidak layak untuk dikonsumsi publik.


“Aku orangnya nggak terlalu nyaman kalau ngomongin pasangan di media,” lanjutnya.


Seakan pasrah, Bella pun tak tahu kapan dirinya akan menyandang status sebagai seorang istri.


“Nunggu apa ya nggak tau, ya sudah dijalani aja dulu tapi kan usaha keseriusan itu tetap ada. Aku nggak mau main-main dalam hubungan asmara dalam usiaku yang sekarang,” pungkasnya.


Lama tak terdengar beritanya, masyarakat pun dihebohkan oleh Bella yang memilih untuk masuk Islam atau mualaf. Gosip yang beredar saat itu, pilihan Bella itu adalah karena dirinya akan dinikahi oleh seorang anggota TNI.(Adt)




Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/675882/madonna-artis-terkaya-di-dunia


Bella Saphira, Tak Pernah Langgeng karena Perbedaan Keyakinan

Tuesday, November 26, 2013

Lima Tahun Teror Mumbai


Malam 26 November 2008 di kota metropolis Mumbai berdenyut selazimnya. Ratusan ribu pegawai terjebak macet saat hendak pulang ke rumah. Hotel dan penginapan di selatan kota masih dipenuhi tamu dari luar dan dalam negeri. Lalu terjadilah ledakan yang kini masuk dalam ingatan kolektif dengan akronim 26/11 itu: kelompok teror Islam tanpa aba-aba melepaskan tembakan dari senjata otomatis terhadap pejalan kaki, meledakan bom dan melemparkan granat tangan ke arah jalan.



Mereka membunuh semua yang teridentifikasi sebagai warga Amerika Serikat, Inggris atau Yahudi. Sandera disekap di dalam hotel dan pertokoan, sebuah tempat peribadatan Yahudi diserbu dan diluluhlantakkan.



Media-media India menampilkan gambar kehancuran, korban yang tewas atau yang sedang meregang nyawa. Pertempuran antara aparat keamanan dan kelompok teroris berlangsung hingga 29 November. Pada akhirnya sembilan orang teroris tewas terbunuh. Seorang pelaku, warga Pakistan, Ahmal Kasab berhasil ditangkap aparat keamanan. Sedikitnya 166 penduduk, sebagian besar warga India, tewas. Amnesty International mengklaim pihaknya mencatat lebih dari 300 korban luka-luka.



“Perang melawan India”


Reaksi demonstran terhadap eksekusi hukuman mati terhadap salah satu pelaku serangan teror Mumbai, Ajmal Kasab di penjara Pune.


Sesaat setelah serangan pemerintah Pakistan menangkap sejumlah tersangka. Saat ini, lima tahun kemudian, mereka dibebaskan lantaran diklaim kekurangan bukti. Sebaliknya warga AS, David Coleman Headly divonis 35 tahun penjara di Chicago lantaran terbukti ikut merencanakan serangan. Sementara Kasab disidang di India dengan dakwaan memicu “perang melawan India”. Ia kemudian divonis hukuman mati dan digantung pada November 2012.



Lima tahun setelah serangan, kasus yang sempat mengguncang dunia itu telah terungkap nyaris sepenuhnya, terutama berkat pengakuan Headley dan Kasab. Adalah Laskar-e Toyiba yang berada di belakang serangan tersebut, sebuah organisasi militan Islam di Lahore yang memiliki kedetakan dengan Dinas Militer Pakistan ISI dan sejak lama berulangkali melakukan serangan terhadap fasilitas militer India di Kashmir.



Amerika Serikat sejak 2001 telah mendeklarasikan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris. 2002 pemerintah Pakistan memasukan Laskar-e Toiba ke dalam daftar hitam keamanan. 2010 Uni Eropa menyusul.



Pakistan tidak serius mengungkap


Seorang penduduk Mumbai memperingati korban serangan teror India


Pakistan hingga kini tidak berbuat banyak untuk mengungkap kasus tersebut. Kepada Deutsche Welle Arsgad Mahmood, sejarahwan Pakistan, mengklaim pemerintahannya “menuduh India tidak memaparkan bukti-bukti terkait tersangka. Padalah Pakistan jelas tidak ingin pengadilan membuktikan keterlibatannya dalam serangan tersebut, karena akan sangat memalukan.”



Buat Toqeer Gilani, seorang aktivis di Kashmir, sikap non kooperatif yang ditunjukkan Islamabad tidak cuma sekedar karena ingin menyelamatkan wajah sendiri, “Saya sangat yakin, organisasi Islam Laskar-e Toiba mendapat dukungan dari dinas rahasia Pakistan. Melawan organisasi itu seakan-akan menyerang pemerintahan sendiri.”



Lima tahun kemudian dialog keamanan antara kedua negara yang berlangsung alot belum membuahkan hasil signifikan. Vinod Sharma, wartawan “Hindustan Times”, mengatakan kecurigaan India bertambah besar ketika “jelas bahwa Pakitan tidak memiliki niat menghukum para tersangka.” Menurut Arshad Mahmood, India akan kesulitan berdamai dengan trauma bom Mumbai selama Pakistan tidak berbuat apapun terhadap dalang serangan.



Dialog berlangsung alot



Buat Sharma media di kedua negara ikut memikul tanggungjawab terhadap stagnasi dalam hubungan antara Pakistan dan India. Adalah hal yang lumrah bagi media Pakistan untuk menyerang India, begitupula sebaliknya. “Politik harus berlandaskan dialog. Tapi pandangan ini diacuhkan oleh media-media di kedua negara,” katanya.



Kendati begitu Vinod Sharma tetap optimis terkait masa depan hubungan bilateral kedua negara. Setidaknya Perdana Menteri baru Pakistan, Narwaz Shariif sempat berjanji akan mendorong normalisasi hubungan dengan India.



“Kami yakin terpilihnya Sharif adalah peluang terbaik untuk memperbaiki hubungan bilateral. Tapi segalanya beragantung pada kemampuannya mengatasi perlawanan di dalam negeri,” tukasnya. Menurut pengamat Pakistan, upaya normalisasi hubungan dipersulit lantaran dukungan untuk kelompok ekstrimis Islam sangat meluas di Pakistan, antara lain di Muslimliga, partai pimpinan Sharif.


Article source: http://www.poskotanews.com/2013/10/25/ayah-terbaring-sakit-ratna-dilla-tunda-tur-show/


Lima Tahun Teror Mumbai

Tuesday, January 8, 2013

Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Selasa, 08 Januari 2013 10:49

Ade Irwansyah

HINGGA selesai menulis artikel ini, jujur, saya belum nonton film terbaru Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda.

Saya tak tertarik menontonnya. Saya sedang malas nonton film bertema “berat.” Sebab, jika menonton, saya akan repot menuliskan ulasannya. Tapi, kontroversi soal filmnya, bahkan kabar Hanung memutuskan menarik filmnya dari peredaran sampai dilaporkan ke polisi segala mendorong saya menulis artikel ini.

Karena belum nonton, saya tak berhak menilai Cinta Tapi Beda. Namun, saya sudah nonton beberapa film yang mengangkat soal cinta beda agama sebelum yang ini. Jadi, menurut saya, sah saja saya punya pendapat soal tema yang diangkatnya: tentang cinta beda agama.

Negeri kita yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sudah sejak dulu menjadi bahan baku cerita fiksi, termasuk film cerita. Kritikus film Eric Sasono pernah menulis di situs Rumah Film (2011), dahulu setidaknya ada dua pendekatan utama pembuat film menceritakan keragaman di Indonesia ini. Pendekatan pertama humoristis, dengan bercerita tentang tokoh-tokoh komikal dan stereotip etnis sebagai bahan lawakan atau ejekan. Tujuan pendekatan ini untuk mengajak penonton menertawakan diri sendiri. Humor yang semacam mendamaikan diri sendiri ini (morbid humor) dianggap efektif untuk menerima kenyataan ketimbang dipendam dan dibiarkan hingga jadi bisul kronis.

Pendekatan kedua adalah pendekatan yang menceritakan keragaman itu sebagai bagian komentar—atau kritik sosial budaya. Pendekatan ini melihat bahwa keragaman itu merupakan sebuah hal kompleks yang harus dijalani oleh manusia Indonesia. Pendekatan kedua ini menceritakan orang-orang yang harus bersiasat dengan beragam identitas yang berkumpul dalam diri mereka.

Untuk pendekatan pertama, Eric memberi contoh film-film komedi Nya’ Abbas Akup, sedang contoh pendekatan kedua di antaranya dilakukan Sjumandjaja lewat, misalnya, Si Doel Anak Modern.

Salah satu ciri yang menonjol di sinema Indonesia pasca Soeharto adalah sifat individualistis. Para pembuat film pasca Soeharto tak terlalu memusingkan keragaman latar belakang etnis, kebudayaan atau agama. Yang dikejar melulu capaian individual si tokoh. Keadaan sekitar tak kelewat dipedulikan, dan film Indonesia sekarang lebih senang membuat cerita yang berpusat pada aspirasi (capaian psikologis dan material) orang per orang yang khas kelas menengah.

Maka, kita melihat kisah-kisah from zero to hero tentang orang miskin jadi orang sukses, orang saleh mencari jodoh, dan sebagainya.

***

Namun, tentu, selalu ada yang menyempal bergeser dari titik mainstream. Kondisi pasca Soeharto yang relatif bebas juga memungkinkan mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi wacana di layar lebar. Dari sini menyempal film yang membincangkan cinta beda agama.

Film tentang cinta beda agama di sinema Indonesia pasca Soeharto dimulai oleh Cin(T)a karya Sammaria Simanjuntak yang rilis tahun 2009. Judulnya memberi simbol yang kira-kira bisa diartikan—saya meminjamnya dari tulisan Ifan Adriansyah Ismail di majalah Madina—di antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta ada “T” yang menghalangi. “T” itu adalah perbedaan dalam menyebut Tuhan. (O ya, sebetulnya, setahun sebelumnya, 2008, rilis Ayat-Ayat Cinta [sutradara Hanung Bramantyo] yang di dalamnya ada kisah cinta beda agama antara Fahri [Fedi Nuril], penganut Islam, dengan Maria yang menganut Kristen Koptik. Tapi persolan cinta beda agama itu tak menjadi soal berarti karena Maria kemudian masuk Islam.)

Kembali ke Cin(T)a, film itu tampak samar-samar mengisahkan cinta beda agama dengan membalutnya sebagai film esai. Tokoh-tokohnya dipinjam sineasnya untuk mengutarakan gagasan ataupun pertanyaan seputar cinta, Tuhan, dan agama. “Kenapa Allah nyiaptain kita beda-beda. Kalau Allah ingin disembah dengan satu cara?” “Makanya Allah ciptain cinta. Biar yang beda-beda bisa nyatu.”

Film berikutnya, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta (2010). Kita bertemu Rosid (Reza rahadian) telah menetapkan hatinya pada Delia (Laura Basuki). Rosid, Islam. Delia, Katolik. Film arahan Benni Setiawan yang kisahnya diambil dari dua novel (Da Peci Code dan Rosid Delia) ini mengambil jalan ke inti persoalan: seperti apa problema yang akan ditemukan bila dua sejoli beda agama memadu kasih?

Film ini tak mencoba memberi putusan bahwa hal itu dilarang (atau juga dibolehkan). Sebaliknya, film ini menyajikan serangkaian hal untuk direnungkan penonton usai menonton. Misalnya, ada dialog soal persoalan nikah beda agama akan meninggalkan beban psikologis pada pelaku, keluarga, bahkan anak yang mereka lahirkan kelak. Ditanya bagaimana sebaiknya, malah dijawab dengan tawa. Kemudian, ada dialog, dari sudut Islam, ada pendapat ulama yang mengatakan nikah beda agama boleh asal prianya Islam. Tapi, dengan bijak, film ini tak menganjurkan mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal itu, melainkan taati agama dengan baik dulu, baru pahami betul-betul sebelum akhirnya ikut pendapat yang mana. SPOILER ALERT pada akhirnya Rosid dan Delia tak melanjutkan hubungan cinta mereka.

Kemudian juga ada sedikit cerita cinta beda agama yang terselip di film ? (Tanda Tanya) rilis tahun 2011 karya Hanung Bramantyo. Yang sudah nonton pasti ingat sub plot tentang Ping Hen (Rio Dewanto) yang memendam cinta pada Menuk (Revalina S. Temat). Di ujung film, SPOILER ALERT lagi, setelah Menuk menjanda, Ping Hen masuk Islam dan mendapatkan cinta lamanya.

Nah, yang terakhir kisah cinta beda agama hadir lewat Cinta Tapi Beda. Saya belum nonton, jadi tak berhak mengulasnya. Namun, kawan yang menulis resensi filmnya di tabloid ini mengatakan di ulasannya, “… tidak mudah melaksanakan pernikahan beda agama. Sistem di Indonesia tidak memberi dukungan pada cinta yang didasari dua Mahacinta. Ini pesan Cinta Tapi Beda. Untuk kita renungkan.”

Yang jelas, filmnya rilis di penghujung 2012, ini artinya setiap tahun sejak 2009 lahir film yang mengangkat tema itu.

Kenyataan ini lebih menarik ditelisik. Kenapa sekarang saban tahun muncul film tentang cinta beda agama?

***

Sesungguhnya, cinta beda agama terbilang sebuah keniscayaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri atas beragam agama. Kita hidup berdampingan dengan orang beragama lain, tak mungkin rasanya jika sampai tidak terjadi kisah cinta berlatar agama berbeda. Anda mungkin pernah mengalaminya, atau pastilah kenal orang-orang yang mengalaminya.

Sesungguhnya pula, cinta beda agama bisa terjadi di belahan mana saja di dunia ini. Namun, rasanya, di Barat sana hal semacam ini tak menjadi masalah. Beda dengan di Indonesia. Nilai religiusitas dan kekeluargaan yang erat dianut masyarakat kita membuat persoalan cinta beda agama jadi pelik.

Di Barat sana yang individualis boleh saja orangtua membiarkan anaknya berkasih-kasihan dengan yang lain agama karena menganggap itu sebagai hak asasi. Tapi tak demikian halnya di Indonesia. Apalagi bila hubungan beda agama itu hendak berlanjut jadi serius ke pernikahan. Percintaan, apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan semata urusan dua pribadi yang jatuh cinta, tapi urusan dua keluarga.

Pertama niatan sineas melahirkan kisah ini karena sudah saatnya hal tabu itu diangkat ke permukaan, dibicarakan secara terbuka. Yang saya ingat, baik Cin(T)a dan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tak mendatangkan kontroversi lantaran mengangkat konfliknya dengan halus: Cin(T)a lewat penuturan bergaya esai, sedang 3 Hati lewat penyelesaian harmonis. ? (Tanda Tanya) mengundang kontroversi lebih kepada tema pluralisme religius yang diangkatnya.

Pun kontroversi terbaru ini, di Cinta Tapi Beda lebih berupa protes pada tokohnya yang digambarkan sebagai orang Minang.

Ini menandakan, meski di luar sana masih ada pro-kontra atas hubungan cinta beda agama, sebetulnya sebagian besar masyarakat relatif memberi kebebasan pada sineas untuk mengangkat tema ini.

Yang tidak setuju, misalnya, pada akhirnya memilih tidak menontonnya. Mereka lebih memilih kisah cinta sejati Habibe dengan Ainun atau semangat nasionalismenya dibakar di puncak Mahameru lewat 5 cm..

Pertanyaannya kemudian, apa kontroversi Cinta Tapi Beda ini akan menghentikan sineas membuat lagi film tentang cinta beda agama?

Saya kok ragu, ya. Sebab, hubungan cinta beda agama adalah bahan baku cemerlang untuk sebuah kisah dramatis khas Indonesia. Dalam hubungan cinta beda agama ada konflik yang menggigit penuh dilema. Di situ, cinta seakan dipertentangkan dengan agama. Ada pula tradisi dan nilai keluarga yang mungkin menentang.

Siapa yang untung? Oh, tentu produser film. Orang-orang yang penasaran jadi kepingin nonton. Apalagi sampai filmnya jadi kontroversi segala. Yuk, ke bioskop sebelum filmnya betulan berhenti tayang….

(ade/ade)

 

Berita Terkait:

Film Cinta Tapi Beda Digugat, Produser Siap MeladeniSejak Muncul Kontroversi, Penonton Cinta Tapi Beda Bertambah Lebih dari 80 RibuFilm Cahaya Kecil Siap DiproduksiKontroversi Film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo Meminta Maaf

Komentar   

Jambanizer

habibiainun

Berikan komentar

Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/11/peringatan-hari-anti-korupsi-di-makassar-berujung-bentrok


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Monday, December 17, 2012

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

DI BAWAH jepretan kamera para jurnalis, Khalid Misy’al menyungkurkan dahinya ke tanah. Ia bersujud syukur karena setelah sekian tahun lamanya, Ketua Biro Politik HAMAS itu dapat kembali lagi ke tanah Gaza untuk menghadiri peringatan Ulang Tahun Harakah Al-Muqawah Al-Ismaliyyah (Gerakan Perlawan Islam) atau disingkat HAMAS yang ke-25. Walaupun jatuh pada 14 Desember, selebrasinya sudah dilangsungkan pada 8 Desember 2012 lalu.
Selebrasi ini seolah melengkapi momen-momen bersejarah dalam perjalanan HAMAS. Awal bulan ini, Israel terpaksa mengajukan genjatan senjata setelah 8 hari pertempuran antara negara Yahudi itu dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, utamanya HAMAS. Memungkas kemenangan, lewat Misy’al, pada 22 November 2012, HAMAS berterimakasih pada Mesir dan Iran.
Ucapan terima kasih ini seolah menguak kebenaran dari desas-desus yang selama ini berkembang, yaitu apakah Iran bermain dalam konflik ini, atau sederhananya apakah Iran mendukung perlawanan HAMAS?
Ketika HAMAS meluncurkan roket Fajr 5 yang memporakporandakan Iron Dome-nya Israel, sebagian kalangan mengklaim roket itu adalah buatan Iran, walaupun hampir mustahil sebuah senjata semisal roket dapat diselundupkan ke Gaza yang dikepung oleh garis yang dikuasai otoritas Israel.
Belakangan muncul kabar bahwa Iran menghentikan bantuan finansialnya ke Hamas dengan jumlah mencapai USD300 juta  atau sekira Rp2,8 triliun (Rp9.624 per USD). Hal ini menunjukan bahwa bantuan itu memang ada. Menurut seorang pejabat HAMAS, Usama Hamdan, penyebab berkurangnya jumlah bantuan itu adalah lantaran HAMAS tidak mengikuti kebijakan Iran yang mendukung rezim Suriah Bashar Asaad.
Sebelumnya, pada Selasa, (20/11/12) ketika konflik 8 hari Israel-Gaza masih berlangsung, Misy’al dalam konferensi persnya di Kairo mengatakan bahwa HAMAS berterimakasih kepada Iran atas bantuan dana dan persenjataannya. Ini bukti bahwa hubungan ini bukan hubungan baru, melainkan sudah terjalin sejak lama. Namun, untuk apa Iran membantu HAMAS? Hal ini membawa kita untuk menelusuri garis kebijakan politik luar negeri Iran sejak revolusi, terutama soal Timur Tengah dan Palestina.
Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah
Setelah revolusi Iran 1979 yang menumbangkan Shah Pahlevi yang pro-Barat, politik luar negeri Iran berubah haluan. Imam Khomeini menggariskan kebijakan tersebut dengan ungkapan, “Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah”, artinya Tidak Barat dan juga Tidak Timur.
Maksudnya, Republik Islam Iran mesti menjadi blok ideologis tersendiri. Tentu saja term ideologi ini harus kita pahami dalam konteks Islam-Syiah yang menjadi sekte resmi di negara.
Politik tersebut juga berarti tuntutan bagi Iran untuk menjadi kuasa hegemonik di kawasan Timur Tengah. Karenanya, Iran terus menerus berusaha meraih hati umat Islam sedunia dan bangsa Arab dengan menggunakan semangat anti-Israel. Ini bisa dilihat retorika-retorika Ahmadinejad yang seringkali berapi-api dan froaaaaantal terhadap Israel. Pada 27 Mei 2008, kepada Khalid Misy’al yang mewakili delegasi HAMAS dalam kunjungan ke Teheran, Ahmadinejad mengatakan, “bangsa Iran dan pemerintahnya akan terus mendukung bangsa Palestina.”
Hal ini melengkapi retorika pemimpin-pemimpin Iran yang lain, di antaranya sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, Khamanei mengatakan pada Misy’al, “Hari ini menjadi jelas bahwa rezim Zionis berada pada titik terendah dan tidak dapat menahan kesabaran bangsa Palestina.”
Melengkapi hal itu, pada 1 Oktober 2008, dalam khutbah Idul Fithri ia menyebut Ismail Haniyah sebagai mujahid lalu mengatakan, “bangsa Iran tidak akan membiarkan Anda sendirian.”
Seolah berbalas pantun, Haniyah pada 2 Desember 2008 mengucapkan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada “Hari Jerusalem International”. Sumber di kantor Ismail Haniyah, telah menegaskan kepada Al-Sharq al-Awsat bahwa ia telah mengirim pesan kepada pemimpin tertinggi revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamene’i, dan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menandai Hari Internasional Jerusalem, berdoa kepada Tuhan untuk melindungi mereka, dan menyuarakan harapan untuk berdoa bersama di Yerusalem.
Dukungan moral ini diikuti oleh dukungan materiil. Sepanjang tahun 2008 dilaporkan Iran memasok 120 mm mortir kepada HAMAS, di samping juga menyelundupkan roket dan senjata-senjata lainnya.
Jadi sekilas Iran menjadi “mendua”. Setelah ia menjadikan milisi Syiah itu sebagai “perwakilan resmi” di front perlawanan dengan Israel, sekarang Iran ingin masuk lebih jauh dengan menempatkan sahamnya di dalam batas wilayah Palestina, Gaza, di tengah-tengah pejuang yang lebih berhadapan langsung dengan Israel, faksi-faksi yang merupakan insider.
Namun patut didicatat bahwa laporan-laporan ini sebagiannya berasal dari laporan lembaga intelejen Zionis-Israel, yang entah fakta ataukah dugaan yang disengaja, mencerminkan ketakutan Israel akan aliansi Iran-Fatah, atau bisa juga sebagai upaya Israel untuk menempatkan HAMAS dan Iran pada satu blok musuh untuk menggiring publik dunia, khususnya Amerika, akan bahaya HAMAS. Sebagaimana dimaklumi, Israel giat melakukan monsterisasi Iran. Dan jika HAMAS ditempatkan sepihak dengan Iran, akan lebih mudah melakukan monsterisasi HAMAS, sebagaimana AS melakukan monsterisasi terhadap kelompok Islam yang lain dengan dalih “terkait jaringan al-Qaidah”.
Walaupun pernyataan-pernyataan HAMAS sebagaimana dipaparkan di awal mencerminkan adanya hubungan dengan Iran, di samping juga adanya laporan bahwa Iran juga memberi bantuan dana lewat Damaskus, hal ini tidak membuat gerakan perlawanan itu menjadi kepanjangan tangan Iran. HAMAS sendiri menegaskan bahwa ia independen dari Iran. Pada 3 Desember 2008, deputi Biro Politik HAMAS Abu Marzuq membuat klarifikasi, “Kami telah menjelaskan sikap kami ke Mesir yakni bahwa tidak ada campur tangan Iran dalam urusan Palestina. Hamas adalah gerakan yang paling independen dalam pengambilan keputusan.”
Palestina, Kartu Penting Bagi Iran
Mengapa Iran penting untuk membantu HAMAS? Setidaknya mengumbar retorika yang bernada dukungan terhadap HAMAS dan Palestina? Mengapa Iran tidak cukup puas dengan dukungannya terhadap Hizbullah atau Jihad Islam yang jelas-jelas milisi Syiah?  Ada beberapa indikasi yang dapat kit abaca bersama sebagai tujuan Iran di balik langkah-langkahnya ini;
Pertama, dengan memberi bantuan pada HAMAS, Iran ingin membeli hati rakyat Palestina yang sedang melawan. Kebetulan negara-negara Arab lain tidaklah memberi bantuan yang besar pada Palestina, di samping pemerintah-pemerintah Arab pada umumnya tidak bisa lepas dari kebijakan AS, berbeda dengan Iran yang, karena kebijakan politik dan terutama energi, dapat mandiri dari kepentingan Barat. Untuk apa Iran membeli hati Palestina? Hal ini terkait dengan tujuan kedua.
Kedua, kartu palestina dapat digunakan oleh Iran untuk menguatkan hegemoni di kawasan. Iran sangat menyadari bahwa konflik Arab-Israel menjadi sentra permasalahan Timur Tengah, maka siapapun yang mengendalikan jalannya konflik ini akan menjadi “penguasa kawasan”. Dalam hal ini, rivalitas Iran dengan blok AS-Israel memang betul-betul ada.
Tidak ada keterangan jelas apa motif di balik ambisi Iran mengintervensi Palestina. Apakah ia murni dorongan pembelaan terhadap Muslim dan Arab? Ataukah berdasar pada motif ideologis Syiah? Yang jelas, pertumbuhan pengaruh Iran seiring dengan penyebaran pengaruh Syiah pula. Ini dapat dilihat di Iraq dan Bahrain. Sebaliknya pula, adanya basis Syiah di berbagai negara turut membantu menopang perluasan pengaruh Iran (hal terakhir ini dapat kita lihat realitasnya di Indonesia). Jadi, dengan kaitan yang unik, politik luar negeri Iran selalu seiring sejalan dengan perluasan pengaruh Syiah.
Hanya saja, slogan-slogan ke-syiahan terlihat sedapat mungkin tidak dibunyikan dalam kancah politik luar negeri Iran. Ahmadinejad selalu ingin mewakili pikiran Arab tentang Palestina tanpa mengaitkan dengan Syiah. Dengan demikian umat Islam akan selalu berpikir bahwa Iran tidak berjuang untuk ke-syiahannya. Apalagi, jelas HAMAS bukan organisasi militan Syiah seperti Hizbullah, melainkan berafilisasi ke al Ikhwan al Muslimun yang Sunni. Mayoritas warga Palestina pun adalah penganut Sunni.
Penting dicatat bahwa di sini Iran tidak terlalu memberi perhatian kepada Jihad Islam yang Syiah, atau tidak mengekspos dukungannya pada faksi tersebut. Padahal milisi tersebut juga adalah insider sebagaimana HAMAS, tidak seperti Hizbullah yang outsider (di Libanon). Jadi, ada semacam pembangunan opini bahwa Iran membela umat Islam secara keseluruhan dan tidak ada kait mengkait dengan Syiah dan penyebarannya.
Konflik Suriah: Akhir Hubungan dengan Iran?
Iran nampaknya secara sungguh-sungguh dan secara konsisten membangun opini dan citra itu dengan beberapa harapan, setidaknya hasil yang menguntungkan bagi Iran.
Pertama, media-media internasional secara besar-besaran mengopinikan Iran sebagai negara paling anti-Israel dan anti-Amerika. Kedua, Iran diposisikan sebagai leader bagi umat Islam dan bangsa Arab di tengah-tengah diamnya negara-negara Arab terhadap AS, dengan mengesankan pengabaiannya terhadap aspek sektarian: Iran adalah pembela Muslim, tidak peduli Sunni ataupun Iran.
Namun, secara tak terduga, sejarah memperlihatkan kita kandasnya upaya ini ketika meletus konflik Suriah. Pada revolusi-revolusi sebelum Suriah yang lebih kental tuntutan demokratisasinya dibandingkan Islamnya.Terhadap revolusi Suriah yang telah berlangsung hampir 2 tahun dan telah mengorbankan ribuan syuhada dalam perlawanannya terhadap diktator lalim, Iran dan Hizbullah justru lebih kentara membela rezim.
Mengetahui bahwa yang terjadi di Suriah adalah bangkitnya perlawanan kaum Sunni melawan rezim bersekte sesat Syiah Nushairiyah, Iran dan Hizbullah membela habis-habisan rezim Asaad yang katanya aliansi penting untuk melawan Israel, tidak peduli pada fakta bahwa diktator itu telah membantai rakyatnya sendiri dan telah lama mengebiri pelaksanaan Islam yang benar.
Ahmadinejad dan Hasan Nasrallah,  memperlihatkan keberpihakan tersebut dalam wawancara-wawancara mereka di media elektronik (lihat di http://hidayatullah.com/read/25361/11/10/2012/the-innocence-of-shiah.html ). Ini menunjukkan bahwa blok Syiah itu adalah nyata.
Bagaimanapun,  kedok Iran mulai terkuak. Kebijakan hegemonik yang seiring dengan sentimen sektarian, yang jelas-jelas nampak pada pembelaan Iran kepada rezim Suriah, akan menodai pembelaan Iran atas umat Islam. Inilah yang dapat kita pahami dari pernyataan Usama Hamdan, “Perbedaan sikap mengenai konflik Suriah membuat Iran menghentikan sejumlah bantuannya ke pemerintahan Hamas di Gaza pimpinan Ismail Haniyah.” Walaupun kemudian Usama menambahkan, “sampai saat ini kami masih menjalin hubungan baik dengan Iran,” dapat diprediksi intervensi Iran pada Palestina perlahan akan berkurang. Apalagi, jika di Suriah umat Islam berhasil menumbangkan Asaad dan mendirikan negara Islam berbasis Sunni, tentu hentakan besar bagi Iran akan mengubah peta kekuatan di Palestina.
Bagaimana dengan HAMAS?
Bagi HAMAS, tentu posisinya tidak mudah. Berjuang di dalam sebuah penjara besar bernama Gaza, tidak akan berkutik tanpa bantuan yang berarti dari negara-negara di sekelilingnya. Dalam kunjungan delegasi Indonesia ke Gaza, pimpinan HAMAS Ismail Haniya mengatakan bahwa bantuan yang paling dibutuhkan rakyat Gaza adalah senjata. Sayangnya, selama ini negara-negara Arab masih malu-malu untuk membantu. Gejala inilah yang rupanya mainkan dan dimanfaatkan Iran.
Namun, kabar terbaru memperlihatkan perubahan di kalangan pemerintahan-pemerintahan Arab. Dalam sebuah konferensi pers bulan November di Universitas Kairo, Mesir, beberapa hari sebelum gencatan senjata, Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al  mengatakan, “Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami.” [baca juga: “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Quran Mengabarkan Itu]
Beberapa hari yang lalu Liga Arab juga telah sepakat untuk memberi bantuan ratusan juta dolar kepada Palestina setelah diakuinya Palestina oleh PBB sebagai negara pengamat non-anggota.
Apakah ini secercah harapan agar Palestina bisa lepas dari intervensi Iran, ataukah hanya hiburan sesaat sebagaimana selama ini berlangsung? Kita lihat saja.*
Penulis pemerhari masalah sosial keagamaaan
Red: Cholis Akbar
Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=54310

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

Thursday, December 12, 2013

Hubungan Rivano dan Asmirandah Baik-baik Saja

Jakarta – Kuasa hukum Asmirandah, Afdal Zikri, kembali menegaskan hubungan kliennya dengan Jonas Rivano baik-baik saja. Menurutnya, yang bermasalah hanyalah pernikahan mereka.

“Sejauh ini sudah kita sampaikan, yang dibatalkan perkawinan, kalau pribadi baik-baik saja. Semoga masalah ini jadi lebih terang,” katanya usai menjalani pemeriksaan di Unit 3 Krimsus Polres Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/12/2013).


Asmirandah dan Rivano hadir memenuhi panggilan Polres Bogor. Saat dimintai keterangan, keduanya berada dalam satu ruangan.


“Kondisi mereka santai, karena menjawab pertanyaan itu kan harus rileks,” ujarnya.


Asmirandah telah resmi menikah dengan Rivano pada Oktober lalu. Tapi, ia mengajukan pembatalan pernikahan ke Pengadilan Agama Depok karena perbedaan keyakinan dengan suaminya itu.


Atas pernyataan Rivano yang menyebutkan dirinya sempat menjadi mualaf, ormas Islam melaporkannya ke Polres Bogor. Selama pemeriksaan itu, Andah ditanya 22 pertanyaan oleh penyidik.


(dar/nu2)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS Windows Phone. Install sekarang!



Article source: http://bm.harakahdaily.net/index.php/berita-utama/21866-rm80000-disumbang-dalam-konsert-pray-4


Hubungan Rivano dan Asmirandah Baik-baik Saja

Tuesday, May 14, 2013

Telepon yang Menggetarkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kamis, 17 Juni 2010, sekitar pukul 07.30. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (saat itu) Usman Hamid bersiap meninggalkan rumahnya di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Hari itu, dia berencana menjawab tawaran Ketua Umum Partai Demokrat (saat itu) Anas Urbaningrum untuk masuk ke partainya.


Saat di halaman rumah, tiba-tiba telepon seluler Usman berbunyi. ”Dari Pak Oetomo (Oetomo Rahardjo, ayah Petrus Bima, satu dari 13 aktivis korban penculikan 1997/1998 yang sampai sekarang belum diketahui nasibnya),” kenang Usman.


Dalam teleponnya, Oetomo menanyakan kebenaran berita di sejumlah media bahwa Usman akan bergabung dengan Partai Demokrat.


”Mas Usman, kita sudah sekitar 12 tahun berjuang bersama. Kami semua sebenarnya lelah karena sampai sekarang belum ada hasil. Namun, jika Mas Usman masuk partai, saya merasa ditinggalkan,” tutur Usman tentang pernyataan Oetomo di telepon tersebut.


Usman, salah satu pegiat gerakan hak asasi manusia, mengaku merasakan getaran berbeda dalam telepon itu. Pernyataan Oetomo di telepon yang dilakukan sambil menangis tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor yang membuatnya batal bergabung ke Partai Demokrat.


Sekitar dua minggu sebelumnya, Anas yang baru memenangi pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada Mei 2010 memang menawari Usman masuk Partai Demokrat.


”Kami memang mengajak aktivis, termasuk Usman, untuk bergabung agar Partai Demokrat lebih baik dan dinamis. Apalagi, sudah ada beberapa aktivis yang bergabung,” kenang Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, rekan dekat Anas.


Partai dan politik praktis pada umumnya, lanjut Saan, membutuhkan aktivis. Pasalnya, mereka punya pengalaman organisasi, jaringan, dan idealisme.


Saking seriusnya menawari Usman, Anas dan Saan menemui Usman dan teman-temannya di kantor Kontras, Rabu, 16 Juni 2010, malam. Dalam diskusi yang berlangsung hingga Kamis dini hari itu, Anas, antara lain, menegaskan, yang dilakukan Usman di Kontras perlu dilanjutkan di Partai Demokrat.


”Suasana pertemuan sampai Kamis dini hari itu, Usman bergabung dengan kami. Namun, dia minta waktu sampai Kamis siang untuk berpikir. Kamis siang, ternyata dia batal bergabung,” kenang Saan.


Masukan


Usman mengaku meminta masukan dari sekitar 1.000 temannya saat menerima tawaran dari Partai Demokrat. ”(Aktivis perempuan) Karlina Supelli pernah mengatakan, saatnya aktivis turun dari langit ke bumi, tak hanya bicara asas, tetapi juga strategi. (Intelektual) Daniel Dhakidae tidak mendorong atau menghalangi saya masuk partai. Namun, dia akan membela saya jika ada yang mencela keputusan saya masuk partai. Sebab, menurut dia, sudah saatnya mengisi ruang politik dengan energi positif,” kenang Usman.


Upaya minta pertimbangan, lanjut Usman, dilakukan karena ingin menempatkan keputusan untuk masuk partai sebagai keputusan bersama dan bukan pribadi. Dengan demikian, keputusan itu tidak membuatnya tercerabut dari kategori sosial dan komunitasnya selama ini.


”Kategori sosial dan komunitas amat penting bagi aktivis yang berpolitik. Pasalnya, mereka yang akan mendukung, mengingatkan, dan membela kami saat menghadapi tantangan di politik,” ucap Usman.


Ace Hasan Sadzily, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab Institut Agama Islam Negeri Jakarta periode 1997-1998 yang kini anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, juga berusaha menjaga hubungan dengan teman-temannya sesama aktivis yang kini berada di luar dunia politik praktis. Hal itu sebagai salah satu cara menghindari jebakan dalam permainan politik praktis yang penuh godaan.


Ketua Partai Amanat Nasional Bima Arya Sugiarto tetap mengajar di Universitas Paramadina, Jakarta, aktivitas yang telah dia lakukan sejak sebelum berpolitik praktis. Dengan mengajar, Bima berharap dapat merawat kemampuan berpikir dan kategori sosialnya sebelum berpolitik praktis, yaitu sebagai intelektual.


”Mengajar juga menjadi sarana pengingat dan pengaman saya agar tak tersesat di politik praktis. Pasalnya, jika saya mulai melenceng, ada mahasiswa atau dosen yang mengingatkan,” tutur Bima.


Akhirnya, hubungan yang intensif dengan komunitas dan kategori sosialnya membuat aktivis tetap punya identitas jelas dan posisi tawar dalam kerasnya persaingan di politik praktis.


Masalahnya, seberapa banyak aktivis yang menjadikan aktivitas politik sebagai keputusan bersama dan selalu menjaga hubungan dengan komunitas asal serta konsisten menjaga kategori sosialnya? Yang pasti, sejumlah aktivis muda telah berguguran di politik, baik karena terlibat korupsi, tak punya agenda yang jelas, maupun gagal dalam persaingan di internal partai.(IAM/EDN/RYO/NWO)


 


















Article source: http://www.merdeka.com/dunia/158-orang-serawak-masuk-islam.html


Telepon yang Menggetarkan

Wednesday, October 23, 2013

Fenomena baharu dasar luar Riyadh?

MEMBINGUNGKAN, mengejutkan dan tidak masuk akal adalah antara reaksi masyarakat diplomatik antarabangsa terhadap keputusan Riyadh menolak kerusi Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) yang dimenangi oleh Arab Saudi pada proses pemilihan yang dikatakan berlangsung agak sengit.


Mengejutkan kerana diplomat Arab Sausekian lama telah berusaha dengan begitu keras bagi mendapatkan sokongan negara PBB lain untuk mengundi pencalonan Riyadh kerana Majlis Keselamatan dianggap forum terpenting dalam arena politik antarabangsa. Malah sebagai salah satu langkah persediaan, Riyadh telah membentuk satu kumpulan khas yang terdiri daripada diplomat berpengalaman untuk melobi negara lain.


Terdapat lima kekosongan tempat sebagai ahli tidak tetap Majlis Keselamatan berikutan akan tamatnya keahlian Azerbaijan, Guatemala, Maghribi, Pakistan dan Togo pada 31 Disember 2013. Pada pemilihan terbaru Chad, Chile, Lithuania, Nigeria dan Arab Saudi terpilih untuk penggal selama dua tahun.


Di antara kelima-lima negara yang baharu dilantik, Arab Saudi dijangkakan memainkan peranan paling efektif kerana Riyadh mempunyai pengaruh yang agak kuat terhadap ahli tetap Majlis Keselamatan iaitu Amerika Syarikat (AS), Britain, Peranchis, Rusia dan China.


Lebih membingungkan lagi adalah keputusan Riyadh menempelak kerusi Majlis Keselamatan hanya selepas beberapa jam diumumkan secara rasmi oleh PBB adalah kerana tidak puas hati terhadap kaedah PBB menangani krisis Syria, Palestin dan kegagalan badan tersebut menwujudkan Timur Tengah sebagai kawasan bebas senjata pemusnah besar-besaran.


Sebab itulah terdapat diplomat antarabangsa meluahkan perasaan dengan menyatakan keputusan Riyadh tersebut tidak masuk akal kerana dengan berada dalam Majlis Keselamatan, ketiga-tiga isu tersebut boleh dibawa ke dalam agenda perbincangan.


Memang benar Riyadh kurang berpuas hati dengan status ahli tidak tetap kerana tidak mempunyai kuasa pembatal seperti mana lima ahli tetap. Tetapi setiap ahli tidak tetap berpeluang menjadi pengerusi badan tersebut kerana jawatan itu dilaksanakan secara bergilir. Pengerusi mempunyai tanggung-jawab yang agak besar kerana mampu mewarnai agenda perbincangan Majlis Keselamatan.


Tindakan Riyadh juga dianggap satu fenomena baru bagi pengamalan dasar luar Arab Saudi yang selama ini lebih bersifat di sebalik tabir dan tidak begitu menonjol jika hendak dibandingkan dengan negara Arab lain.


Langkah Riyadh dengan secara langsung ditafsirkan telah mengkritik secara terbuka terhadap organisasi Majlis Keselamatan dan ini dinilaikan sebagai bertentangan dengan pengamalan dasar luar berprofil rendah Arab Saudi.


Begitu juga dengan mengkritik krisis Syria, Riyadh sebenarnya tidak berpuas hati dengan Washington yang telah menjalin persefahaman dengan Moscow mengenai isu penggunaan senjata kimia yang dikatakan didalangi oleh tentera kerajaan Bashar al Assad. Bukan menjadi rahsia lagi Riyadh banyak membantu tentera pemberontak Syria untuk menjatuhkan kerajaan Bashar dan keengganan Washington meneruskan operasi ketenteraan telah membantut usaha menggulingkan Bashar.


Begitu juga dengan meluahkan rasa tidak puas hati terhadap proses perdamaian kemelut Palestin-Isreal sebenarnya juga mengkritik AS secara terbuka. Ini adalah kerana Washington mempunyai pengaruh terhadap Israel terutama sekali terhadap isu yang melibatkan pembangunan penempatan haram Yahudi di Tebing Barat.


Memang benar selama ini Riyadh sememangnya tidak berpuas hati dengan sikap Israel tetapi mengkritik secara terbuka sekutu kuatnya AS melalui tindakan drastik menempelak Majlis Keselamatan juga ditafsirkan sebagai fenomena baru pengamalan dasar luar Riyadh.


Kegagalan Majlis Keselamatan memperjuangkan isu kawasan bebas senjata pemusnah besar-besaran Timur Tengah yang menjadi salah satu sebab tindakan drastik Riyadh adalah berkaitan dengan pembangunan nuklear oleh Israel dan Iran.


Tanpa perlu berselindung Israel sememangnya mempunyai kemampuan senjata nuklear dan keadaan ini berlaku kerana perlindungan dan sokongan yang diberikan oleh AS kepada Tel Aviv. Sekali lagi walaupun isunya adalah Israel tetapi sebenarnya Riyadh menempelak Washington.


Tetapi paling menarik adalah mengapa isu senjata nuklear menjadi salah satu pencetus adalah bukan sangat kerana pemilikan senjata nuklear Israel tetapi disebabkan senario hubungan diplomatik Washington dan Teheran sudah mula menunjukkan tanda- tanda berbaik bermula dengan pelantikan Presiden Iran iaitu Hassan Rouhani. Riyadh mentafsirkan hubungan yang baik di antara Washington dan Teheran akan memulihkan ekonomi Iran yang dianggap seteru kepada Arab Saudi.


Tidak kira apa jua tuduhan masyarakat diplomatik antarabangsa terhadap tindakan Riyadh tersebut yang dikatakan merugikan negara Arab dan juga negara Islam lain, ia adalah satu fenomena baru dan tidak dijangka boleh berlaku kerana ia melibatkan secara langsung hubungan Riyadh-Washington.


Bibit-bibit rasa tidak puas hati Riyadh terhadap Washington mula kelihatan berlaku secara terbuka apabila Washington mengumumkan untuk mengenakan sekatan bantuan ketenteraan berjumlah AS$1.3 bilion yang diberikan kepada Mesir setiap tahun akibat peristiwa rampasan kuasa tentera terhadap kerajaan Mohammed Morsi beberapa bulan lepas.


Mungkin ada hikmahnya tindak-tanduk Riyadh menarik diri kerana tidak dinafikan struktur Majlis Keselamatan adalah begitu pincang sekali. Bayangkan dari 193 negara yang menganggotai PBB hanya lima negara ahli tetap Majlis Keselamatan yang mempunyai kuasa mutlak untuk mengadili dan menghukum negara lain sementara negara lain hanya memainkan peranan sisi sahaja. Semoga tindakan Riyadh dapat menyedarkan kuasa besar akan kepincangan tersebut.


PENULIS ialah Geostrategis Institut Geospatial dan Sekolah Perdana UTM.



Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Fenomena baharu dasar luar Riyadh?

Thursday, March 28, 2013

Preman Yogya, dari satgas partai kini masuk kalangan mahasiswa

Penelitian Skripsi Ulil Amri yang berjudul: “Preman di Yogyakarta: Studi Antropologis Premanisme Kontemporer di Yogyakarta”, memuat kisah muasal preman, aksi, hingga tokoh-tokoh pentingnya di Yogyakarta. Studi yang disusun untuk Jurusan Antropologi, UGM itu dilakukan pada 2004-2005.

Dalam studinya, Ulil menjelaskan, komposisi preman di Yogyakarta bisa ditelisik sejak zaman Orde Baru. Terutama saat masih menggunakan tiga partai sebagai peserta pemilu. Menurut Ulil, pada masa itu kelompok preman memiliki ideologi politik sesuai dengan partai yang diikutinya.

“Sebutan preman hijau untuk sebutan Gerakan Pemuda Kabah, hubungannya ke PPP, kemudian pasukan Cakra untuk Golkar saat itu,” kata Ulil saat dihubungi merdeka.com pada Kamis (28/3) malam.

Bahkan menurut Ulil, sistem perekrutan preman sebagai satgas partai masih berlangsung saat ini di Yogyakarta. Ulil enggan menyebut nama kelompok itu, demikian juga nama partai yang membawahinya. Ulil memberi kode, kelompok itu sekarang pindah ke salah satu partai berlabel Islam saat ini. Bagi Ulil, hal itu adalah hal yang lumrah dalam dunia preman.

Dalam penelitiannya, hubungan preman dan partai adalah bentuk hubungan yang saling menguntungkan. Tidak hanya itu, menurut Ulil, pemerintah juga menggunakan preman dalam menjalankan segala misi dan ambisinya.

“Hubungannya saling menguntungkan, preman dengan kemampuan menteror dan bikin onar di tingkat bawah, sedangkan elit tetap menjaga citra. Padahal dalam memuluskan misi politik dan ekonominya banyak menggunakan preman sebagai kaki tangan,” ujar Ulil lebih lanjut.

Dengan pola hubungan seperti itu, preman dan kelompoknya memiliki kuasa atas lokasi atau tempat sebagai ladang uang. Menurut Ulil, di Yogyakarta tempat-tempat tertentu memiliki penguasa tersendiri dan kelompok preman itu mendapatkan upeti dari daerah kekuasaannya itu, seperti laiknya upeti dari pemakai lahan seperti pedagang kaki lima hingga perjudian.

Dalam penjelasan Ulil, lokasi kekuasaan preman di Yogya meliputi lahan-lahan bisnis yang dianggap basah secara ekonomi, seperti kafe-kafe, pusat perbelanjaan, hingga Pasar Kembang (Sarkem). “Saat penelitian, saya pernah mengikuti preman kondang di Yogya untuk mengambil upeti di Sarkem sampai membagikan uang itu ke anak buahnya,” ujar Ulil lebih lanjut.

Saat ini perkembangan kelompok preman di Yogyakarta kian meluas. Menurut Ulil, jika dulu preman-preman di Yogya adalah afiliasi dari partai-partai tertentu, saat ini sudah sedikit berbeda. Dalam pengamatan Ulil, perkembangan kelompok preman di Yogyakarta sudah berkembang ke tingkat mahasiswa yang bercorak etnis hingga tingkat pelajar.

“Kalau mahasiswa biasanya dari luar Jawa atau yang merantau di Yogya. Biasanya drop out dari kampusnya, kemudian berkumpul dengan teman-teman satu etnis, klan keluarga kemudian berlanjut membuat kelompok,” kata Ulil lebih lanjut.

Menurut Ulil, perubahan kelompok perkumpulan pertemanan yang berdasar etnis itu berubah menjadi preman biasanya karena tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan untuk pulang kampung, sudah kadung malu di kampungnya.

Sejak terjadinya kejadian pembantaian terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (23/3) dini hari lalu yang salah satu korbannya diindikasikan berafiliasi kelompok dengan etnis mahasiswa Nusa Tenggara Timur membuat marah Sultan Hemengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada Rabu (27/3) kemarin, Sultan meminta kepada pendatang dan mahasiswa di Yogyakarta untuk berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan Kota Yogyakarta. “Jika masih ada kekerasan yang melibatkan etnis, lebih baik keluar dari Yogyakarta,” kata Sultan dengan nada marah.


{paging_prev_label}

{paging_next_label}


Article source: http://www.analisadaily.com/news/2013/2761/paus-fransiskus-pilih-pelantikan-sederhana/


Preman Yogya, dari satgas partai kini masuk kalangan mahasiswa

Thursday, December 8, 2016

Dekat dengan Syaiful Djarat, Angel Karamoy Mualaf dan Dipoligami?

>Update
download
Angel Karamoy/ Foto: Net
>RUMAH Tangga Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, kini tengah dilanda kabar tak sedap. Keduanya kini tengah mengalami kemelut rumah tangga yang mengguncang keharmonisan mereka. Kabar ini muncul saat salah satu foto yang tersebar di sosial media, Anggel Karamoy tengah menikmati liburan bersama keluarga Syaiful Djarat, salah seorang produser yang disebut-sebut tengah menjalin asmara dengan Angel. Syaiful Djarat diketahui juga terlah beristri yang bernama Afifa Syahira. Afifa merupakan salah seorang artis senior yang juga berakting dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala’. Keduanya menikah pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini juga belum ada konfirlasi dari Afifa Syahira yang merupakan Istri Syaiful Djarat. Lantas apakah Angel bakal dipoligami dan pindah Agama mengikuti Syaiful Djarat? Belum ada konfitmasi resmi dari Angel maupun Syaiful. Namun asumsi netizen di sosial media mulai termakan dengan opini. Pasalnya, lewat salah satu foto yang diposting oleh salah satu akun gosip, @Lambe_Turah, Angel terlihat akrab dengan keluarga Syaiful, tak hanya itu, Ia juga mengenakan Hijab berwarnah pink, dengan memamerkan Henna di tangannya. (Semacam tato khusus yang dibuat dalam hari pernikahan-red). angel-karamoy Sementara hubungan Rumah tangga Angel Karamoy dengan Suaminya, Stevan Rumangkang, dikabarakn telah retak lama. Diketahui, Angle dan Stevam menikah pada 26 januari 2008. Rumah tangga mereka bukan saja retak pada kasus Angel dengan Stevan Rumangkan, namun jauh sebelumnya, mereka dikabarkan bercerai lantaran Angel Karamoy diisukan sempat mempunyai hubungan khusus dengan Pasha Ungu. Bahkan, Foto mesra dengan Pasha Ungu juga tersebar luas di sosial media kala itu. (dal/fajar) image
loading...
"

| Dekat | dengan | Syaiful | Djarat, | Angel | Karamoy | Mualaf | Dipoligami? | Update< | span>< | a> < | div> Editor< | span> | edal< | div> Posted | December | 2016 | @11:22 | div> < | div> Angel | Foto: | Net< | div> < | a> < | a> RUMAH< | strong> | Tangga | Karamoy dan | Steven | Rumangkang | kini | tengah | dilanda | kabar | sedap | Keduanya | mengalami | kemelut | rumah | tangga | yang | mengguncang | keharmonisan | Kabar | muncul | saat | salah | satu | foto | tersebar | sosial | media | Anggel | menikmati | liburan | bersama | keluarga | Djarat | seorang | produser | disebut | sebut | menjalin | asmara | Syaiful | diketahui | juga | terlah | beristri | bernama | Afifa | Syahira | merup | artis | senior | berakting | dalam | sinetron | Ganteng | ganteng | Serigala’ |  Keduanya | menikah | pada | tahun | 2014 | Namun | konfirlasi | Istri | Lantas | apakah | bakal | dipoligami dan | pindah | Agama | mengikuti | Belum | konfitmasi | resmi | maupun | Namun | asumsi | netizen | mulai | term | opini | Pasalnya | lewat | diposting | oleh | akun | gosip | @Lambe_Turah | terlihat | akrab | hanya | mengen | Hijab | berwarnah | pink | memamerkan | Henna | tangannya | (Semacam | tato | khusus | dibuat | hari | pernikahan | red) | Sementara | hubungan | Rumah | Suaminya | Stevan | dikabarakn | telah | retak | lama | Diketahui | Angle | Stevam | januari | 2008 | Rumah | bukan | kasus | Rumangkan | jauh | senya | dikabarkan | bercerai | lantaran | diisukan | sempat | mempunyai | Pasha | Ungu | Bahkan | Foto | mesra | luas | kala |  (dal | fajar)< | strong> < | div> Recommended | you< | h4> < | div> loading | div> | ins>< | div> |

Thank Very Much for Visiting this Article

Tuesday, January 28, 2014

Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama

Perjalanan Karir Angel (2)





Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama




Liputan6.com, Jakarta : Dunia hiburan Indonesia sempat dihebohkan dengan kabar pernikahan siri Raja Dangdut Rhoma Irama dengan Angel Lelga. Awalnya, keduanya memang hanya bermain bareng dalam sebuah sinetron berjudul Ibnu Sabil. Namun, siapa sangka kalau Rhoma pernah menolak Angel karena kalah ukuran tinggi badan.


Berita Terkait



Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis


Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis



Punya 1000 Lagu, Berapa Royalti yang Diterima Rhoma Irama?


Punya 1000 Lagu, Berapa Royalti yang Diterima Rhoma Irama?


Saat sedang mencari lawan main di sinetron Ibnu Sabil, para kru sudah mengajukan enam calon pemain wanita yang cantik-cantik, namun semuanya selalu ditolak Rhoma. Awak Ibnu Sabil yang tak ingin terlalu lama menunggu jadwal pengambilan gambar, berinisiatif menawarkan Angel Lelga. Lantaran postur tubuh Angel cukup tinggi (170 cm) dianggap terlalu tinggi ketimbang Rhoma, Angel pun sempat ditolak.


Namun, sutradara Ibnu Sabil, Mathias Harun tak patah arang. Dia meminta penulis skenario bernegosiasi dengan Rhoma. Akhirnya Rhoma bersedia mempertimbangkan Angel sebagai lawan main. Rhoma meminta Angel datang ke kediamannya di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Sikap Rhoma pun meluntur. Ia kemudian menerima Angel sebagai lawan main sebagai wanita penghibur yang memeluk Islam. Ternyata, Angel kemudian tidak hanya mampu meluluhkan hati Rhoma sebagai pemain utama, tetapi juga meluluhkan hatinya sebagai seorang lelaki.


Pada saat sinetron Ibnu Sabil tengah diproduksi, Rhoma tepergok tengah berada di apartemen Angel pada tengah malam. Saat itu Pangki Suwito, suami Yatti Octavia bersama sejumlah kru infotainment memergokinya. Rhoma mengklarifikasi dengan mengatakan kedatangannya ke apartemen Angel hanya sekadar mengambil skrip sinetron yang tertinggal. Namun, bisik-bisik yang menyebut Rhoma telah menikahi Angel semakin santer terdengar.


Sampai kemudian, Angel tersangkut perkara kriminal. Ia dituduh mencuri perhiasan senilai puluhan juta rupiah milik seorang wanita bernama Hilda. Sang Raja Dangdut kembali tersangkut kasus ini. Ia turut dimintai keterangan oleh polisi karena dianggap tahu darimana asal perhiasan yang dimiliki Angel ketika itu. Mulailah terkuak dari mulutnya, bahwa Angel telah menjadi wanita halal baginya. Meski ia masih tak juga mau berterus terang telah menikahi Angel.


Untuk kali kedua, akhir Juli lalu, Rhoma kepergok ada di rumah Angel di Cibubur. Rhoma dan Angel terekam kamera tengah cekcok hebat. Bahkan, pertengkaran keduanya sempat terekam sebuah tayangan infotainmen. Angel diketahui sempat memukul dada kanan Rhoma yang diperkirakan menjadi penyebab sakitnya sang Raja Dangdut itu hingga harus dirawat di rumah sakit.



Angel sendiri sempat mendatangi tempat di mana Rhoma dirawat. Angel beralasan jika dirinya ingin menjenguk suaminya. Padahal disitu, banyak wartawan yang sengaja menunggu. Alhasil, kedatangan Angel ini membuat heboh dan Angel sempat pingsan sampai akhirnya dibawa masuk ke ruangan Rhoma.


Ketika dirawat itulah, Rhoma akhirnya mengaku telah menikah Angel secara siri, tetapi kemudian langsung menceraikannya. Tak ada yang bisa menjawab apakah Angel Lelga diceraikan karena tersangkut perkara kriminal tempo hari atau karena menuntut sang suami memberikan status perkawinan yang jelas.


Tak jelas memang kapan Angel dinikahi Rhoma. Baik Rhoma maupun Angel memang tidak lagi menjelaskan mengenai hubungan keduanya. Kabarnya, pernikahan keduanya dilakukan di Pondok Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara pada 6 Maret 2003 lalu. Konon, dai sejuta umat, mendiang KH Zainuddin MZ yang menjadi saksi pernikahannya.



“Pada awal Maret 2003 lalu, saya sedang berada di Cirebon. Dan sepulang ke Jakarta, saya jatuh sakit dan dirawat selama tiga hari di RS Pertamina karena penyakit infeksi lambung,” kata KH Zainuddin MZ, waktu itu.


Menjawab pertanyaan seputar hebohnya Rhoma-Angel Lelga yang dipergoki sekamar di Apartemen Semanggi, KH Zainuddin MZ tak mau menanggapinya.


“Karena saya memang enggak tahu kejadiannya, dan saya enggak ingin berlarut-larut. Saya dan Rhoma memang bersahabat (dulu keduanya pernah sama-sama aktif di Yayasan Hira, red) sebatas dalam hubungan kerja, di luar itu, misalnya hubungan rumah tangganya, saya enggak tahu dan enggak mau ikut campur,” kata Zainuddin.



Pasca menikah dengan Rhoma, Angel pun menjalani kehidupannya di dunia entertainmen dengan menggunakan embel-embel janda Rhoma Irama. Pernikahan sirri yang pernah dilakukannya itu pun membuat dirinya kapok.


“Nikah siri lagi? Ih amit-amit, lebih enjoy jadi janda bisa cari duit sendiri,” kata Angel yang mengaku kapok jika kelak harus menikah siri lagi.


Bahkan, pasca bercerai dengan Rhoma, Angel mengaku belum mau memiliki pacar. Walau mengaku tidak trauma, Angel belajar banyak dari kegagalannya berumah tangga.



“Biarlah semua menjadi pelajaran hidup buat aku. Kalau punya pacar, aku ingin enggak satu profesi lagi. Yang penting, orang itu mengerti dan mendukung karier aku. Dia juga mencintai aku dan cerdas,” jelasnya.(Adt)


Baca juga:
Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis



1 Komentar Untuk Artikel Ini



  • Eso Sukarso


    2014-01-28 21:29:38


    TUJUANYA baik CARANYA juga harus baik.TUJUANYA :Menikah siri secara Agama xxxxx baik(halal)sah, asal sudah terpenuhi syarat rukunya.CARANYA :Kurang baik,karena Menikah tidak didaftarkan(dicatat)di KUA.Sebagai orang yang Beragama dan sebagai warga Negara y






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://music.okezone.com/read/2013/03/07/389/772722/lim-bun-uh-yang-xue-ling-duo-mualaf-rilis-album-religi


Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama

Wednesday, January 30, 2013

Jejak Raden Saleh di Leipzig

Oleh Zeynita Gibbons

Lukisan cat minyak berjudul Stierjagd auf Java atau “Berburu Banteng Jawa” yang dibuat Raden Saleh tahun 1842 di kanvas berukuran 85 x 140 sentimeter tergantung di ruang pameran mini karya Raden Saleh koleksi Museum Sejarah Leipzig di Balai Kota Leipzig, Jerman.

Beberapa lukisan Raden Saleh ditampilkan dalam pameran yang diselenggarakan Perkumpulan Masyarakat Indonesia-Jerman di Leipzig yang berlangsung hingga 17 Februari mendatang itu.

Direktur Museum Sejarah Leipzig, Volker Rodekamp, dan Deputy Chief of Mission KBRI Berlin, Siswo Pramono, membuka pameran yang dihadiri sekitar 100 pengunjung yang terdiri atas anggota Perkumpulan Masyarakat Indonesia-Jerman, anggota Lion Club serta akademisi dan pecinta seni di Kota Leipzig itu.

Menurut Siswo, Raden Saleh termasuk sosok yang penting dalam hubungan Indonesia dan Jerman.

Bapak seni lukis modern Indonesia itu, ia menjelaskan, termasuk duta Indonesia yang pertama yang ikut membangun landasan hubungan antara Indonesia dan Jerman.

Di Jerman, Raden Saleh melahirkan karya lukis bergaya oriental, lukisan-lukisan tentang eksotika Asia yang dia buat menggunakan teknik melukis Eropa yang telah dia pelajari di Belanda.

Karya-karyanya menjadi daya tarik dalam tata pergaulan seni Eropa dan membuat Raden Saleh menjadi sorotan masyarakat seni saat berkunjung ke Frankfurt, Berlin dan Dressden.

Bersama karya-karyanya, Raden Saleh masuk ke lingkungan pergaulan kaum aristokrat Jerman pada masa itu. Duke of Saxe-Coburg and Gotha serta adiknya, Pangeran Albert, yang kemudian menikah dengan Ratu Victoria dari Inggris tercatat sebagai sahabat Raden Saleh.

Gaya berbusana Raden Saleh yang tak biasa saat menghadiri pesta-pesta yang diselenggarakan kelompok masyarakat Eropa pun ikut menjadi perhatian, membuat dia menjadi salah satu perbincangan pada masa itu. Dia sering memadukan unsur Jawa dan Eropa dalam berpakaian.

Hal inilah yang membuat Raden Saleh berhasil meruntuhkan hati perempuan-perempuan cantik di Eropa pada jaman itu, kata Dr Werner Kraus pada pembukaan pameran mini karya Raden Saleh di Balai Kota Leipzig.

Kraus adalah akademisi di Universitas Passau yang selama 25 tahun meneliti kiprah dan karya Raden Saleh dan menuangkannya dalam buku berjudul “Raden Saleh and the Beginning of Modern Indonesian Painting.”

Selama melakukan penelitian, dia menemukan berbagai manuskrip tentang Raden Saleh di Dressden. Dalam salah satu manuskrip Raden Saleh menuliskan kalimat:

“A lot of my life was dedicated exactly to this purpose, trying to connect two very different cultures. But behind each and every culture there are human beings, and human beings are not so different.”

(Sebagian besar hidup saya dedikasikan untuk tujuan ini, mencoba menghubungkan dua budaya yang berbeda. Tapi dibalik masing-masing dan setiap budaya manusia, dan manusia tidak terlalu berbeda.”

Kraus melihat tulisan itu sebagai cerminan usaha Raden Saleh untuk menjembatani hubungan antara dua budaya, yang dalam hal ini budaya dari tanah asalnya dan budaya Eropa.

Paduan

Kraus menjelaskan, di satu sisi Raden Saleh menampilkan realitas Timur yang dianggap eksotis oleh khalayak Eropa.

Saat peradaban Barat tengah tergila-gila dengan apapun yang berbau eksotisme Timur, Raden Saleh menampilkan karya-karya orientalis dengan teknik seni rupa Barat.

Namun di sisi lain, Raden Saleh juga terkesima dengan Eropa dan kemewahan istana-istananya yang seperti dongeng.

“Itu adalah pengalaman eksotis baginya, sama seperti orang Eropa waktu itu memandang eksotisme alam Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan pula bahwa penerimaan masyarakat Jerman ikut membantu Raden Saleh menemukan jati diri dan mengembangkan kemampuan artistiknya.

Di Belanda, Raden Saleh tetap mendapat cibiran sebagai inlander meski sudah setengah terpaksa mengenakan busana ala Eropa. Sementara saat di Dressden, Raden Saleh justru mengundang penasaran dan kekaguman saat mengenakan busana Jawa.

Penerimaan itu, menurut Krauss, membuat Raden Saleh bisa lebih banyak belajar dengan tetap mempertahankan identitas diri sebagai orang Asia dan orang Islam. Dan dia terbukti bisa.

Sekitar 15 kilometer dari Kota Dressden, tak jauh dari Istana Maxen yang pernah menjadi tempat Raden Saleh tinggal, sebuah masjid dibangun.

Di Masjid Kubah Biru itu ada tulisan kalimat Raden Saleh dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Jawa, “Sembahlah Tuhanmu dan Cintailah Sesama Manusia.”






Article source: http://index.okezone.com/read/2013/01/30/339/754141/jadi-caleg-ppp-putri-panji-gumilang-masuk-dapil-indramayu


Jejak Raden Saleh di Leipzig

Sunday, February 17, 2013

Malaysia Deportasi Senator Australia

Katanya Negara Demokrasi

Malaysia Deportasi Senator Australia
Senin, 18 Februari 2013 | 6:59

Nick Xenophon. [ABC]Nick Xenophon. [ABC]

[MELBOURNE]  Senator independen Australia, Nick
Xenophon telah kembali  ke
 Australia setelah dideportasi dari Malaysia.

Senator Xenophon ditahan di Bandara Kuala Lumpur,  Minggu (17/2), dan diberitahu ia dilarang
masuk Malaysia karena dipandang sebagai ancaman keamanan.

Senator Xenophon, yang sering berbicara lantang mengenai masalah hak asasi
manusia di Malaysia, naik pesawat pulang tadi pagi. 

Ia tiba di Melbourne sekitar  pukul  9.20 pagi waktu setempat, dan mengatakan dalam
konferensi pers ia lega sudah kembali di Australia. 

Katanya ia berencana akan membingkai surat perintah deportasinya, dan akan
menjadi kebanggaan di ruang kantornya. “Saya rasa keluarga saya sudah
terbiasa saya menghadapi masalah, tapi tentunya tidak yang seperti ini,”
katanya. 

“Tapi saya meyakinkan mereka bahwa saya diurus dengan baik, Komisaris
Tinggi Australia dan stafnya luar biasa dalam memberikan dukungan. Untuk itu saya
sangat berterimakasih.” 

Kata Senator Xenophon, ia kaget sewaktu dibawa untuk ditahan selama sembilan
jam.  “Saya diberitahu bahwa saya dideportasi berdasarkan pasal
tertentu dalam undang-undang immigrasi, yang pada dasarnya berkaitan dengan
risiko keamanan,” katanya. 

“Tapi agaknya satu-satunya risiko yang saya timbulkan adalah membuat
kikuk pemerintah Malaysia karena advokasi saya bagi pemilu yang bersih di
Malaysia,” tambah dia.

Kata Senator Xenophon, penasihat hukumnya menduga perintah penahanannya
datang dari atas. 

“Sepemahaman mereka, perintah itu datang dari tingkat yang mungkin
berasal dari kantor Perdana Menteri. Itu spekulasi, tapi kantor Perdana Menteri
lah yang perlu mengkonfirmasi atau membantahnya,” katanya.

Senator dari Australia Selatan itu sedianya akan bergabung dengan delegasi
yang sudah punya rencana untuk bertemu dengan anggota-anggota oposisi Malaysia
dan pejabat-pejabat komisi pemilu menjelang pemilihan umum tahun ini. 

Akan tetapi ia malah ditahan, suatu kejadian yang dilukiskan Menlu Australia,
Senator Bob Carr, sebagai menyedihkan dan mengecewakan. 

Kata Menlu Carr, ia sudah berbicara dengan  Menlu Malaysia Dato Sri
Anifah HJ Aman dan menyatakan kekecewaan atas insiden itu.

“Katanya Malaysia keberatan sekali orang-orang asing mencampuri kampanye
pemilu mereka. Katanya, demokrasi Malaysia tidak menerima campur tangan dari
seorang politisi dari luar negeri,” kata Menlu Carr.

Mantan Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan, penahanan itu tidak bisa
diterima dan Australia perlu tegas dalam menanggapinya. ”Kita tegas
dalam demokrasi kita dan oleh karenanya harus tegas dalam respons kita,”
katanya. 

“Senator Xenophon adalah anggota parlemen terpilih Australia dan
sepantasnya diperlakukan dengan respek,” katanya.

Mantan pemimpin Partai Hijau, Bob Brown, mengatakan, deportasi itu
menunjukkan betapa Malaysia nyaris merupakan suatu police state.

“Perlu ada lebih banyak orang dari luar masuk ke negara-negara seperti
Malaysia, yang mengaku demokrasi, tapi memenjarakan siapa saja yang tidak
disukai pemerintah,” katanya. 

Senator
Xenophon berharap insiden ini akan menuai desakan terhadap Malaysia, tapi tidak
berpendapat akan merusak hubungan antar kedua negara. 

“Australia dan
Malaysia bersahabat erat,” katanya.

“Ini tidak bakalan berpengaruh pada hubungan itu, tapi saya pikir kalau
pemerintah Malaysia mengira tindakan ini smart, saya rasa hal itu akan
berbalik menampar keras mereka.”

“Ini tadinya cuma kunjungan yang tidak menonjol … tidak akan
terdengar oleh kalian. Tapi kalau itu berarti lebih banyak warga Australia di
kawasan menjadi tahu betapa menakutkan dan kritisnya keadaan demokrasi di
Malaysia, dan bagaimana demokrasi Malaysia kini berada di persimpangan jalan,
maka itu jelas bagus,” katanya.

Senator Xenophon mengatakan tidak tahu  sampai kapan ia akan dipandang sebagai ancaman
keamanan oleh Malaysia. 

“Saya diberitahu bahwa saya sekarang masuk daftar orang yang diawasi,
dan bahwa saya masuk daftar orang yang dilarang masuk Malaysia untuk waktu yang
tidak ditentukan,” katanya.  

Senator John Williams dari Partai Nasional, anggota parlemen dari
Partai Buruh Steve Georganas, dan anggota parlemen dari Partai Liberal Mal
Washer sedianya juga ikut dalam delegasi itu bersama Senator Xenophon, tapi
sekarang sudah menarik diri. 

Direktur Jenderal immigrasi Malaysia, Alias Ahmad, mengatakan, Senator
Xenophon dilarang masuk karena telah melanggar hukum dalam kunjungan
sebelumnya.

Ahmad mengatakan dalam suatu pernyataan pemerintah bahwa “Malaysia
adalah negara bebas dan demokratis, tapi tidak ada orang yang luput dari
ketentuan hukum.”

Senator Xenophon tahun lalu diundang ke Malaysia untuk misi
pencari fakta oleh pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Dalam kunjungannya,  dia mengamati
salah satu demonstrasi paling besar di Malaysia dalam puluhan tahun menuntut
perombakan sistem pemilu. 

Ia kemudian mengeritik cara pemerintah Malaysia
menangani acara demo  itu dan peliputan
oleh media pemerintah yang disebutnya bias. 

Sementara itu, Anwar Ibrahim mengeritik keputusan untuk mendeportasi has
Senator Xenophon.

“Ini mencerminkan kenekadan pihak berwenang, pemerintah yang berkuasa,
untuk membungkam para pengeritiknya dan tidak membolehkan masyarakat
internasional mengamati proses pemilu yang curang,” katanya.

Akan tetapi pakar hubungan internasional Amrita Malhi mengatakan, tidak
heran bahwa Malaysia memandang Senator Xenophon sebagai suatu risiko terhadap
keamanan pemilu dan otonominya. 

Katanya,  Malaysia – yang pernah dijajah negara lain – terutama sangat
sensitif terhadap keterlibatan pihak asing. 

Ketua Majelis Ahli Hukum Malaysia, Lee Chee Wee, mengatakan, tidak ada
alasan mengapa Senator Xenophon harus dideportasi, dan memandangnya
sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Saya pikir Perdana Menteri, yang punya aspirasi tinggi Malaysia
merupakan suatu negara demokrasi modern, perlu menyadari bahwa aspirasi itu
harus diikuti dengan tindakan,” katanya.

Senator Xenophon juga ikut dalam kelompok pengamat yang mengeluarkan laporan
mengenai sistem pemilu Malaysia April lalu. 

Ia sekarang ini sedang menggugat suatu media dukungan pemerintah di Malaysia
yang keliru menyebutkan pidatonya mengenai aliran agama Scientology sebagai
membicarakan Islam. [ABC/L-8]


Kirim Komentar Anda


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/23/mh27sv-alhamdulillah-islam-bersemi-di-jeju-korea-selatan-1


Malaysia Deportasi Senator Australia