Showing posts sorted by relevance for query Australia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Australia. Sort by date Show all posts

Sunday, March 17, 2013

Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Diplomat
Australia Makin Serius
Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Senin, 18 Maret 2013

Australia kini semakin serius mempererat hubungan dengan Indonesia. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengungkapkan yang dia hubungi pertama lewat telepon setelah ditunjuk sebagai Menlu baru Australia adalah Menlu RI, Marty Natalegawa. Carr menilai Indonesia adalah tetangga utama dan mitra terpenting bagi Australia.

Menlu Carr menilai hubungan kedua negara kini mencapai titik tertinggi. Jumlah kunjungan antarmenteri dalam 5 tahun terakhir lebih dari 120 kali. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Australia telah membangun kebiasaan berkonsultasi satu sama lain. Kebiasaan berkonsultasi ini untuk membahas tantangan-tantangan yang sedang dihadapi sehingga ini merupakan tugas yang tidak pernah selesai. Australia tahun ini berkomitmen menambah program visa kerja khusus untuk turis (working holiday visa) dari 100 menjadi 1.000 orang setiap tahun. Ini tentunya program yang bagus untuk memperbanyak warga Australia yang berlibur sambil bekerja di Indonesia. Begitu juga makin banyak warga Indonesia yang memperoleh pengalaman bekerja sambil berlibur di Australia. “Kami juga mempersiapkan program saling kunjung di bidang seni, budaya, sains, dan teknologi kedua negara pada 2014. Di Australia, Kota Perth disiapkan menjadi lokasi pertama program pelatihan kejuruan untuk peserta dari Indonesia,” kata Carr sambil menambahkan pihaknya juga terus melibatkan lebih banyak lagi peserta program pertukaran sekolah lanjutan. Dia mengungkapkan program pertukaran kunjungan sekolah bernama BRIDGE. Dalam kunjungan proyek BRIDGE di Bali November 2012, Carr mengaku terkesan atas interaksi Sekolah Kristen Tasmania dengan Sekolah Islam setempat dengan saling mengenalkan bahasa dan budaya masing-masing. Kedua negara pun sedang mempersiapkan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (yang ditargetkan bisa selesai pada 2014). Dengan demikian kedua negara berupaya untuk menambah lagi fundamental hubungan bilateral. Carr memastikan Pemerintah Australia punya komitmen besar untuk turut membangun Indonesia. Pemerintah federal menganggarkan 1 miliar dolar untuk memenuhi komitmen itu. Lalu kini mulai rutin digelar dialog yang mempertemukan kalangan pebisnis, cendekiawan, tokoh masyarakat, dan media dari Indonesia dan Australia. Kini ada sekitar 50.000 warga Indonesia di Australia menurut data per 2011 dan sebanyak 18.000 dari mereka adalah pelajar. Mereka adalah para duta besar yang berperan bagi Indonesia dalam budaya dan bahasa. Program pertukaran pelajar dari kedua negara pun berjalan lancar. “Ada perbedaan besar dari skema yang terdahulu dengan yang diterapkan pemerintah saat ini. Dulu, melalui The Old Colombo Plan, ditawarkan 570 tempat untuk belajar di Australia per tahun. Namun pada skema saat ini, yang kami sebut sebagai The Australia Awards, menawarkan 5.000 tempat untuk belajar di Australia setiap tahun. Jumlah itu 10 kali lipat lebih besar dari skema Colombo Plan,” katanya. Bagi Carr kebijakan-kebijakan kompleks yang menjadi tantangan bagi kedua negara, berkisar pada penyelundupan manusia, kontra terorisme, perubahan iklim, perlindungan maritim, dan dialog antarkeyakinan. Indonesia selama ini dijadikan sebagai tempat singgah orang-orang yang ingin masuk ke Australia secara tidak sah. Maka kedua pemerintah berkesempatan bekerja sama untuk menanggulanginya. “Kedua negara sama-sama punya kepentingan untuk memperbaiki masalah itu pada asalnya dan saya pikir kami bisa melakukannya. Itulah sebabnya kami terus-menerus membicarakannya dengan Indonesia untuk mencari solusi yang ampuh melalui mekanisme yang disebut Bali Process,” tambah dia. Beberapa pekan lalu, 23 warga Indonesia berencana untuk menggugat pemerintah Australia setelah karena ditahan di penjara dewasa padahal masih berstatus anak-anak dalam kasus penyelundupan manusia. (*/Kardeni)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/04/25/125382/Jawara-Pembunuh-Mahasiswi-Diburu-


Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Sunday, February 17, 2013

Malaysia Deportasi Senator Australia

Katanya Negara Demokrasi

Malaysia Deportasi Senator Australia
Senin, 18 Februari 2013 | 6:59

Nick Xenophon. [ABC]Nick Xenophon. [ABC]

[MELBOURNE]  Senator independen Australia, Nick
Xenophon telah kembali  ke
 Australia setelah dideportasi dari Malaysia.

Senator Xenophon ditahan di Bandara Kuala Lumpur,  Minggu (17/2), dan diberitahu ia dilarang
masuk Malaysia karena dipandang sebagai ancaman keamanan.

Senator Xenophon, yang sering berbicara lantang mengenai masalah hak asasi
manusia di Malaysia, naik pesawat pulang tadi pagi. 

Ia tiba di Melbourne sekitar  pukul  9.20 pagi waktu setempat, dan mengatakan dalam
konferensi pers ia lega sudah kembali di Australia. 

Katanya ia berencana akan membingkai surat perintah deportasinya, dan akan
menjadi kebanggaan di ruang kantornya. “Saya rasa keluarga saya sudah
terbiasa saya menghadapi masalah, tapi tentunya tidak yang seperti ini,”
katanya. 

“Tapi saya meyakinkan mereka bahwa saya diurus dengan baik, Komisaris
Tinggi Australia dan stafnya luar biasa dalam memberikan dukungan. Untuk itu saya
sangat berterimakasih.” 

Kata Senator Xenophon, ia kaget sewaktu dibawa untuk ditahan selama sembilan
jam.  “Saya diberitahu bahwa saya dideportasi berdasarkan pasal
tertentu dalam undang-undang immigrasi, yang pada dasarnya berkaitan dengan
risiko keamanan,” katanya. 

“Tapi agaknya satu-satunya risiko yang saya timbulkan adalah membuat
kikuk pemerintah Malaysia karena advokasi saya bagi pemilu yang bersih di
Malaysia,” tambah dia.

Kata Senator Xenophon, penasihat hukumnya menduga perintah penahanannya
datang dari atas. 

“Sepemahaman mereka, perintah itu datang dari tingkat yang mungkin
berasal dari kantor Perdana Menteri. Itu spekulasi, tapi kantor Perdana Menteri
lah yang perlu mengkonfirmasi atau membantahnya,” katanya.

Senator dari Australia Selatan itu sedianya akan bergabung dengan delegasi
yang sudah punya rencana untuk bertemu dengan anggota-anggota oposisi Malaysia
dan pejabat-pejabat komisi pemilu menjelang pemilihan umum tahun ini. 

Akan tetapi ia malah ditahan, suatu kejadian yang dilukiskan Menlu Australia,
Senator Bob Carr, sebagai menyedihkan dan mengecewakan. 

Kata Menlu Carr, ia sudah berbicara dengan  Menlu Malaysia Dato Sri
Anifah HJ Aman dan menyatakan kekecewaan atas insiden itu.

“Katanya Malaysia keberatan sekali orang-orang asing mencampuri kampanye
pemilu mereka. Katanya, demokrasi Malaysia tidak menerima campur tangan dari
seorang politisi dari luar negeri,” kata Menlu Carr.

Mantan Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan, penahanan itu tidak bisa
diterima dan Australia perlu tegas dalam menanggapinya. ”Kita tegas
dalam demokrasi kita dan oleh karenanya harus tegas dalam respons kita,”
katanya. 

“Senator Xenophon adalah anggota parlemen terpilih Australia dan
sepantasnya diperlakukan dengan respek,” katanya.

Mantan pemimpin Partai Hijau, Bob Brown, mengatakan, deportasi itu
menunjukkan betapa Malaysia nyaris merupakan suatu police state.

“Perlu ada lebih banyak orang dari luar masuk ke negara-negara seperti
Malaysia, yang mengaku demokrasi, tapi memenjarakan siapa saja yang tidak
disukai pemerintah,” katanya. 

Senator
Xenophon berharap insiden ini akan menuai desakan terhadap Malaysia, tapi tidak
berpendapat akan merusak hubungan antar kedua negara. 

“Australia dan
Malaysia bersahabat erat,” katanya.

“Ini tidak bakalan berpengaruh pada hubungan itu, tapi saya pikir kalau
pemerintah Malaysia mengira tindakan ini smart, saya rasa hal itu akan
berbalik menampar keras mereka.”

“Ini tadinya cuma kunjungan yang tidak menonjol … tidak akan
terdengar oleh kalian. Tapi kalau itu berarti lebih banyak warga Australia di
kawasan menjadi tahu betapa menakutkan dan kritisnya keadaan demokrasi di
Malaysia, dan bagaimana demokrasi Malaysia kini berada di persimpangan jalan,
maka itu jelas bagus,” katanya.

Senator Xenophon mengatakan tidak tahu  sampai kapan ia akan dipandang sebagai ancaman
keamanan oleh Malaysia. 

“Saya diberitahu bahwa saya sekarang masuk daftar orang yang diawasi,
dan bahwa saya masuk daftar orang yang dilarang masuk Malaysia untuk waktu yang
tidak ditentukan,” katanya.  

Senator John Williams dari Partai Nasional, anggota parlemen dari
Partai Buruh Steve Georganas, dan anggota parlemen dari Partai Liberal Mal
Washer sedianya juga ikut dalam delegasi itu bersama Senator Xenophon, tapi
sekarang sudah menarik diri. 

Direktur Jenderal immigrasi Malaysia, Alias Ahmad, mengatakan, Senator
Xenophon dilarang masuk karena telah melanggar hukum dalam kunjungan
sebelumnya.

Ahmad mengatakan dalam suatu pernyataan pemerintah bahwa “Malaysia
adalah negara bebas dan demokratis, tapi tidak ada orang yang luput dari
ketentuan hukum.”

Senator Xenophon tahun lalu diundang ke Malaysia untuk misi
pencari fakta oleh pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Dalam kunjungannya,  dia mengamati
salah satu demonstrasi paling besar di Malaysia dalam puluhan tahun menuntut
perombakan sistem pemilu. 

Ia kemudian mengeritik cara pemerintah Malaysia
menangani acara demo  itu dan peliputan
oleh media pemerintah yang disebutnya bias. 

Sementara itu, Anwar Ibrahim mengeritik keputusan untuk mendeportasi has
Senator Xenophon.

“Ini mencerminkan kenekadan pihak berwenang, pemerintah yang berkuasa,
untuk membungkam para pengeritiknya dan tidak membolehkan masyarakat
internasional mengamati proses pemilu yang curang,” katanya.

Akan tetapi pakar hubungan internasional Amrita Malhi mengatakan, tidak
heran bahwa Malaysia memandang Senator Xenophon sebagai suatu risiko terhadap
keamanan pemilu dan otonominya. 

Katanya,  Malaysia – yang pernah dijajah negara lain – terutama sangat
sensitif terhadap keterlibatan pihak asing. 

Ketua Majelis Ahli Hukum Malaysia, Lee Chee Wee, mengatakan, tidak ada
alasan mengapa Senator Xenophon harus dideportasi, dan memandangnya
sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Saya pikir Perdana Menteri, yang punya aspirasi tinggi Malaysia
merupakan suatu negara demokrasi modern, perlu menyadari bahwa aspirasi itu
harus diikuti dengan tindakan,” katanya.

Senator Xenophon juga ikut dalam kelompok pengamat yang mengeluarkan laporan
mengenai sistem pemilu Malaysia April lalu. 

Ia sekarang ini sedang menggugat suatu media dukungan pemerintah di Malaysia
yang keliru menyebutkan pidatonya mengenai aliran agama Scientology sebagai
membicarakan Islam. [ABC/L-8]


Kirim Komentar Anda


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/23/mh27sv-alhamdulillah-islam-bersemi-di-jeju-korea-selatan-1


Malaysia Deportasi Senator Australia

Saturday, July 27, 2013

Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

REPUBLIKA.CO.ID, Daya tarik Sydney Opera House yang megah mendadak sirna, tergantikan oleh kesederhanaan Masjid Tempe yang mengobati kerinduan untuk melaksanakan sholat tarawih di tanah air. Berikut ragam cerita pengalaman mengenai aktivitas yang dilakukan oleh komunitas masyarakat islam Indonesia di Sydney, Australia.


                                                                   *******
“Jamaah yang parkir di pom bensin dan Railway station road, mohon memindahkan mobilnya ke tempat yang agak jauh, kita harus menjaga dengan tetangga-tetangga di sekitar kita. Kalau memang ada tempat kosong yang kita gunakan tapi alangkah baiknya kita agak jalan jauh sedikit demi menjaga agar kita semua dapat menyambut berkah kehadiran bulan Ramadhan ini” demikian pengumuman Ustadz Lukman Hakim, President Center of Islamic Dakwah and Education (CIDE) usai shalat Isya pada malam pertama menyongsong bulan Ramadhan 1434 H.


“Kehati-hatian” yang disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim tersebut, bukan hanya karena umat Muslim minoritas di Australia. Sebagai umat mayoritas pun, Islam selalu mengajarkan untuk menghormati tetangga dan orang-orang di sekitar lingkungan kita.


Umat Islam di Australia memang hanya 2,2 persen, ini jauh berbanding terbalik dengan di tanah air yang mayoritas penduduknya Muslim. Dari data wikipedia, 61 persen penduduk Australia adalah Kristen, termasuk diantaranya 25,3 persen adalah Katolik Roma dan 17,1 persen Protestan. Sementara 22,2 persen adalah pemeluk nonagama termasuk mereka yang atheis, humanis dan agnostik. Jumlah 2,2 persen umat Muslim di Australia berarti hanya kurang dari 500 ribu orang, bila dihitung dari populasi seluruh Australia sebesar 22 juta jiwa yang berarti hanya sepersepuluh dari penduduk Indonesia.


Perbedaannya, bila di tanah air hampir di setiap kelurahan atau daerah memiliki masjid atau mushola, tidak demikian halnya dengan di Australia. Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah tarawih harus melakukan perjalanan untuk mencari masjid yang dekat di wilayah mereka. Beberapa kota bahkan tidak memiliki masjid sama sekali. Meskipun untuk kota-kota besar di Australia seperti Sydney, Melbourne, Perth, Adeleaide dan Canberra, mereka memiliki masjid.


Sydney tergolong kota yang banyak masjidnya karena selain banyak penduduk Australia yang berasal dari Timur Tengah seperti Libanon, Irak, Afghanistan, maupun komunitas Turki, Indonesia dan negara-negara yang banyak memiliki penduduk Muslim. Khusus di Sydney, jamaah Indonesia memiliki masjid sendiri. Masjid al Hijrah atau biasa juga dikenal dengan Masjid Tempe merupakan salah satu masjid dimana mayoritas pengurusnya adalah umat Islam dari Indonesia. 


Di Sydney, terdapat kurang lebih 20 masjid yang tersebar di beberapa suburbs (kecamatan). Salah satu masjid terbesar dan tertua ada di suburb Auburn, yakni Masjid Auburn Galipoli. Dengan kubah birunya yang berukuran cukup besar maka masjid Auburn ini mirip dengan masjid berukuran menengah di tanah air.


Selain Auburn, suburb lain yang merupakan pusat komunitas Timur tengah adalah Lakemba. Di Lakemba terdapat mushola yang juga menjadi tempat bagi komunitas Timur Tengah untuk melaksanakan ibadah sholat termasuk sholat tarawih pada bulan Ramadhan. Selain masjid, Lakemba juga banyak menawarkan jajanan khas Timur Tengah yang mengggugah selera, seperti Pide,Baklava asal Turki. Ini mengingatkan pada Masjid Ampel di Surabaya yang juga memiliki ragam wisata kuliner beragam mulai dari sambosa, roti mariam atau cane yang khas.


Kedua masjid tersebut merupakan dua masjid yang relatif besar di Sydney, selain kedua masjid tersebut, ada masjid Surry Hills yang lebih kecil namun terletak cukup strategis di tengah kota. Ada juga beberapa hall yang disewa oleh komunitas muslim yang biasanya pada hari jumat disulap menjadi tempat sholat jumat dan pada bulan Ramadhan, apabila banyak jamaah yang ingin tarawih, mereka patungan untuk bersama-sama menyewa hall tersebut untuk dijadikan tempat shalat tarawih.


Sedangkan Masjid Al Hijrah berada di Eastern Suburb, pinggiran kota Sydney yang terletak dekat dengan Airport Sydney. Hanya berjarak kurang 400 meter dari IKEA, brand furniture asal Swedia yang cukup favorit di Sydney.


Suasana masjid Al Hijrah rata-rata selalu penuh tiap malam. Dengan luas sekitar 10 x 25 meter persegi, maka kurang lebih 200-250 jamaah setiap harinya hadir sholat tarawih di masjid tersebut. Masjid yang tegolong kecil tersebut menjadi oase bagi umat Muslim Indonesia di Australia untuk menyambut bulan penuh berkah, bulan dimana terdapat didalamnya malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Dari segi waktu, puasa Ramadhan di Sydney cukup pendek bila dibandingkan dengan di Indonesia. Waktu subuh mulai pukul 05.28, sedangkan waktu berbuka adzan maghrib masuk sejak pukul 17.03. Artinya, waktu puasa kurang dari 12 jam. Ini karena Australia sedang dalam musim dingin. Berkebalikan dengan musim di Eropa dan Amerika yang sedang musim panas. Meskipun Sydney tergolong kota yang musim dinginnya tidak terlalu dingin dengan suhu 7-17 derajat celcius, namun khususnya wudhu untuk shalat subuh, hawa dingin yang merasuk tubuh cukup mengemertakkan gigi dan membuat badan menggigil. 


Tausiyah yang disampaikan di Masjid al Hijrah biasanya dalam bahasa Indonesia, namun demikian, dalam beberapa kesempatan juga menghadirkan beberapa ustadz yang memberikan tausiyah dalam bahasa Inggris. Meskipun waktu Isya sudah masuk sejak pukul 18.35, shalat Isya dan tarawih di Masjid Tempe dilaksanakan pada pukul 19.30. Ini untuk mengakomodasi jamaah-jamaah yang tinggalnya jauh


Jadi setelah shalat Isya, akan disampaikan kultum selama kurang lebih 7-15 menit, setelah itu shalat tarawih dan witir, baru kemudian dilanjutkan oleh kajian ramadhan setiap harinya yang disampaikan oleh Ustadz Aep Saepulloh Lc Ma. Ustadz Aep malam itu memberikan khutbah dengan tema ‘Mengenal Surga rupanya mendapat sambutan yang cukup antusias oleh jamaah yang hadir. Meskipun waktu telah menunjukkan pukul  22.00, mayoritas jamaah masih menyimak penjelasan mengenai sungai-sungai di surga.


“Jadi ada empat sungai di dunia yang nanti juga ada di Surga yakni Jeihan, Saihan, Furat (Eufrat), dan Nil. ini merupakan nama-nama sungai di surga. Dalam ayat lain, sungai di surga itu akan mengali sungai madu, sungai susu, dan sunga arak. Namun araknya tidak akan memabukkan. Jadi kalau punya anak perempuan kalau bisa diberi nama empat ini, artinya sungai di Surga. Subhanallah” kata Ustadz Aep.


Selain tarawih, pengurus CIDE juga menyambut Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Diantaranya Kultum short course Ramadhan, Family Talk in English, kajian dhuha, kajian Ashar, I’tikaf 10 malam terakhir, dan shalat Idul Fitri di lapangan masjid Tempe. Mereka yang mengikuti Kultum short course Ramadhan akan diberikan kesempatan untuk ‘manggung’ dan menyampaikan kultum pada saat tarawih.


Kiriman:
Mohammad Ridwansyah Saidi Ungsi, WNI di Sidney, Australia


Article source: http://www.rancahpost.com/2013075813/masuk-islam-bella-saphira-pilih-diam-seribu-bahasa/


Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

Wednesday, May 15, 2013

Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Anggaran bantuan pemerintah Australia saat ini meningkat hingga $100 juta.


Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sektor pendidikan masih menjadi salah satu sasaran bantuan demi mempercepat pemerataan pembangunan.


Dalam situs resmi lembaga penyalur bantuan AusAID, Kepala AusAID Indonesia Jacqui de Lacy, mengatakan bahwa bantuan di sektor pendidikan merupakan program prioritas dari AusAID.


Selain untuk pembangunan sekolah-sekolah dan perbaikan penyediaan pendidikan di tingkat dasar, menengah, dan pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi, Australia pun kini memberikan bantuan kepada ribuan pesantren di Indonesia.


Australia berkomitmen membangun lebih dari 2000 sekolah terutama sekolah Islam Madrasah dan Pondok Pesantren, salah satunya adalah Pondok pesantren Tarbiyatul Huda, di Jawa Barat.


Pesantren ini mendapat bantuan Australia sebesar Rp. 1 miliar pada tahun 2009, yang dipakai untuk perbaikan fasilitas mengajar, termasuk menambah enam ruangan kelas, ditambah sejumlah sarana penunjang seperti ruang laboratorium.


“Kami hanya menyediakan tanah, semua keperluan pembangunan sekolah ditanggung dari dana hibah itu. Sampai gambar dan layout sekolah juga AusAID yang sediakan.” tutur Kepala Sekolah Ponpes Tarbiyatul Huda, Ridwansyah.


Menurut Pembantu Rektor I Univesitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jamhari Ma’ruf, program bantuan pembangunan sekolah-sekolah Islam yang dilakukan Australia bisa membantu infrastruktur yang buruk, dan keterbatasan finansial lainnya.


Siapa yang sebenarnya diuntungkan?


Pemberian bantuan asing kepada pesantren-pesantren di Indonesia menimbulkan sejumlah pertanyaan, salah satunya adalah kecurigaan agar menciptakan Islam yang lebih moderat dan berpihak kepada negara-negara barat.


“Saya rasa ini adalah kecurigaan yang masuk akal, karena selama ini pesantren tidak pernah mendapatkan bantuan dari luar dan selalu konsisten dengan prinspinya yang memperjuangkan kemandirian,” jelas Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi , MPhil, MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.


Dr Hamid, yang juga akrab disebut Gus Hamid mengatakan bahwa kemandirian yang dimaksud bukan sekedar kemandirian secara finansial, tetapi juga dalam segi menentukan kurikulum.


Ia juga menegaskan adanya asumsi di negara-negara barat bahwa selama ini Islam mengajarkan kekerasan atau radikalisme.


“Ini hanya karena melihat Amrozy dan kawan-kawan adalah alumni pesantren, kemudian disimpulkan bahwa seluruh pesantren mengajarkan pemikiran-pemikiran yang radikal,” tegasnya.


“Ada kesimpulan yang salah bahwa pesantren melahirkan pemikiran yang radikal, sehingga harus diubah, dan yang dapat mengubah adalah orang asing.”


“Berapa pesantren yang mengajarkan pemikiran-pemikiran radikal di Indonesia? Jumlah pesantren di Indonesia itu 24.000, dan itu baru satu dan dua.”


Gus Hamid juga menjelaskan bahwa jika prinsip-prinsip kemandirian itu hilang dan malah mengandalkan bantuan-bantuan asing, justru keberadaan pesantren tidak akan berkesinambungan.


Sementara itu, Deputi VII Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Sujana Royat, mengatakan Australia juga diuntungkan dengan memberikan bantuan karena kestabilan politik dan keamanan di Indonesia memberikan jaminan keamanan bagi Australia.


Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=91692:in-kuala-selangor-dzulkefly-not-spared-by-gutter-politics&Itemid=2


Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Wednesday, December 4, 2013

Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, — Tak seperti kebanyakan mualaf yang menghadapi banyak kendala ketika memilih Islam, Mahsita D Sari berjalan mulus.


Wanita kelahiran Jakarta, 16 November 1981, bersyukur mendapatkan kemudahan ketika menyatakan sebagai seorang Muslimah.


”Alhamdulillah tak ada kendala yang berarti,” ungkap wanita yang bekerja di Manufacturing Engineer Section Leader di ResMed LTD, Sydney, Australia melalui surat elektrnoik kepada Republika.


Master Engineering Science dari University of New South Wales ini mengaku justru mamanya yang sangat berperan ia menjadi seorang Muslimah.


”Yang paling banyak mendukung dalam mempelajari Islam adalah mama. Kami belajar Islam di waktu yang sama dan secara tidak sadar kami saling memacu satu sama lain,” paparnya.


Sita, begitu ia akrab disapa, dibesarkan di sekolah Katolik mulai Taman Kanak-kanak hingga SMP. Demikian juga dengan kakak-kakak dan adik-adiknya, waktu itu ibunya seorang Kristiani.


Sewaktu kecil, Sita sering diajak orang tuanya ke panti asuhan Kristen. ”Kami dididik orang tua jika ingin pakaian baru, maka pakaian lama harus diberikan kepada panti asuhan. Istilahnya beli satu baju baru berarti memberi satu baju lama,” kenangnya.


Begitu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Sita mengaku tergugah mencari tahu tentang Islam. Karena itu, ia berminat masuk SMA Negeri karena ada pelajaran agama Islam.


”Inilah awal dorongan untuk memeluk Islam. Waktu itu saya ada pilihan untuk melanjutkan ke sekolah Katolik atau di sekolah Negeri. Hati saya gundah gulana setiap kali saya ke SMA Katolik,” ungkapnya.


Akhirnya ia memutuskan masuk SMU Negeri walaupun diakuinya ada rasa takut karena harus belajar agama Islam. ”Agama yang tidak saya kenal walaupun di waktu kecil pernah belajar mengaji sebentar,” paparnya polos.


Rasanya saat itu, kata dia, pelajaran IPA tidak semenakutkan belajar agama Islam. ”Saya sempat stress karena waktu Penataran ada jadwal Shalat Zhuhur yang dilanjutkan dengan membaca Alqur’an sementara saya tidak bisa membaca Alqur’an.”


Jalan keluarnya, bersama sang mama, ia mencari Alqur’an dan terjemah. ”Alhamdulillah di sebuah toko buku Islam di Jakarta ada yang menjual Alqur’an dengan bahasa Arab dan latin. Hati agak tenang walau saya belum tahu bagaimana menavigasi isi Alqur’an,” ujarnya.


Sebagai upaya agar nilai pelajaran Agama tidak merah dan bisa naik kelas, Sita mulai belajar mengaji di rumah. Melalui besan dari kakaknya mama, keluarga Sita mendapatkan guru mengaji. ”Alhamdulillah, bersamaan dengan Sita belajar Islam di sekolah, kami sekeluarga juga mulai terbuka terhadap agama Islam,” jelasnya.


Awal belajar Islam di SMA penuh suka duka. Pertama kali ulangan agama stressnya luar biasa. Tulisan Arab ia hafalkan, belajar semalam suntuk dan besoknya curi-curi belajar di kelas sedangkan teman-teman dari Al Azhar tenang-tenang saja.


Waktu menerima hasil ulangan lebih was-was lagi dan kecewa berat karena guru Agama memberinya nilai huruf V terbalik sementara teman-teman kebanyakan paling tidak mendapat huruf V yang masih ada artinya dibanding V terbalik… Beberapa bulan baru saya tahu kalau V terbalik itu adalah angka delapan dalam bahasa Arab.


Tidak lama kemudian sang mama memberitahu Sita dan keluarga akan pergi umrah. ”Saya pun mencari tahu apa itu umrah? Apa yang harus dilakukan, apa maknanya. Berbagai buku saya baca mulai dari bacaan shalat sampai tata cara umrah.”


Semuanya mengenai ibadah. ”Fokus saya saat itu, saya harus tahu tentang agama Islam supaya saya bisa naik kelas dan tahu umrah itu apa. Hal ini ternyata membuka tidak hanya wawasan, juga hati saya. Kedekatan saya kepada Allah semakin terasa di waktu umrah,” ungkapnya penuh syukur.


Lantas, kenikmatan apa yang ia rasakan setelah menjadi Muslimah? Menurut Sita, Islam itu begitu pribadi, menenangkan jiwa dan kedekatan kepada Allah terasa lebih mudah. ”Sesuatu yang tidak saya rasakan sebelumnya,” ungkapnya penuh syukur.


Dalam kesulitan membaca Al Qur’an, kata dia, Allah SWT meringankan dan mendekatkan hati untuk membacanya dan terus berusaha. Saat hati gundah dan pikiran kusut, berdzikr menenangkan hati dan pikiran.


”Saat bingung harus bagaimana dan diri pasrah seringkali jawaban itu hadir saat membuka Al Qur’an. Halaman yang terbuka mengandung ayat jawaban dari masalah yang ada,” ujar Sita yang pernah aktif di The Dawn Quranic Institute dan Daar Aisha College, Sydney secara part time.


Sita membenarkan nasihat sang mama. when you are close to Allah problems will revolve around you and it won’t affect you  (Ketika kamu dekat dengan Allah SWT, persoalan yang berputar di sekitarmu, tidak akan memengaruhimu).


Sita mengaku tahu tentang Islam melalui tetangga yang juga guru ngaji di waktu kecil. Waktu itu pengetahuannya terbatas pada soal Ramadaan dan shalat taraweh di Komplek.


”Saya mulai mengenal dan belajar apa itu Islam tahun 1997 saat SMA. Umrah adalah titik balik dari hidup saya. Saat umrah ada seorang ibu asing yang mengajarkan tata cara shalat kepada Mama dan Sita di Masjid Nabawi waktu kami sedang menunggu waktu Shalat di Raudhah,” ungkapnya.


”Ibu tersebut mengantar kami ke Raudhah dan menuntun kami ke makam Rasulullah SAW. Ibu itu juga menunjukkan lokasi rumah Rasulullah SAW dan Fatimah Al Zahra. Perjalanan umrah itu menjadi perjalanan spiritual yang sangat berkesan,” paparnya haru.


Enam bulan kemudian, kata Sita, ia dan sekeluarga pergi haji. ”Subhanallah, dalam ibadah yang sibuk dan memerlukan banyak energy, banyak kemudahan yang kami rasakan,” ujarnya.


Menjelang kepulangan ke Tanah Air, sang kakak bertanya apakah ia akan tetap memakai hijab. ”Jawaban saya saat itu saya ingin pakai tapi saya masih ingin bermain basket dan segala kegiatan lain,” kata Sita.


”Kakak saya bilang dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman memakai hijab itu wajib. Pipi saya panas seperti ditampar, saya baru tahu memakai hijab itu wajib. Sepulang haji, saya memutuskan memakai hijab. Waktu itu saya kelas 2 SMA,” ungkapnya.


Sita yang aktif dalam berbagai kegiatan Islam di Australia seperti menjadi mentor Islamic Youth Camp di Canberra tahun lalu serta kegiatan Islam lainnya, mengaku senang tinggal di Australia.


Di Sydney misalnya, kata Sita, bisa memilih untuk hidup di lokasi yang banyak komunitas Muslimnya dan sepanjang mata memandang mayoritas adalah kaum Muslimin atau di lokasi-lokasi lain.


Walau demikian, sambung Sita, ber-Islam di Australia bisa dibilang memerlukan kepercayaan diri untuk tampil berbeda.


”Pertama tiba di Australia saya tinggal dengan Paman yang tinggal di daerah Northern Beaches di Sydney yang Muslimnya masih sangat sedikit.”


Menuju tempat kuliah, ia memerlukan perjalanan 1,5 jam dengan transport umum dari rumah. Sepanjang perjalanan selalu bertemu orang Australia, baru bertemu warga Asia kalau sudah di daerah kota (Sydney City).


Sita mengaku tak jarang mendapatkan pertanyaan, ”Mengapa kamu menutup kepala kamu? Apa kamu tidak kepanasan, ini kan sedang musim panas? Kamu Islam liberal atau radikal?” ungkapnya getir.


Semua itu memuncak, setelah peristiwa jatuhnya Twin Tower – September 11, tak lama ia menetap di Sydney. Ujiannya, sambung Sita, tak hanya sekadar ditanya mengenai hijab atau Islam tapi juga ujian kesabaran.


”Kebencian terhadap Islam memuncak saat itu karena kebencian itu didasari oleh ketidaktahuan. Beberapa kali saya dimaki karena saya seorang Muslimah dan mereka tidak terima “saya” atau “kaum muslimin” menghancurkan the twin towers dan menyebabkan banyak nyawa melayang.”


Sekali waktu di jalan, Sita disemprot dan dimaki orang-orang yang sedang naik mobil padahal mereka tak mengenal Sita. Tetapi melalui semua ini, ia dan kawan-kawannya dalam the Islamic Society di University of New South Wales dan di pengajian Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) justru semakin dekat dengan satu sama lain dan semakin teguh iman Islamnya.


”Persaudaraan kami menjadi lebih erat dan kami jadi mencari tahu lebih lagi tentang Islam terutama bagaimana cara terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Islam dan berdakwah.”


Sita mengungkapkan, dua sahabat terdekatnya memakai jilbab waktu di Sydney. Di perusahaannya, awalnya hanya Sita yang memakai hijab. ”Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir sudah ada dua Muslimah lain yang mengenakan hijab dan diterima bekerja di perusahaan saya. Semua itu ada hikmahnya. Alhamdulillah,” ungkapnya semringah.


Di Sydney selain bekerja sita mengajar anak-anak di salah satu TPA, bantu-bantu di kepengurusan Masjid Al Hijrah dan sekarang belajar tajwid dan hafalan Al Qur’an.


Sita bersyukur, banyak masjid yang menyelenggarakan kegiatan agama seperti ceramah Sabtu malam atau pun ceramah Jum’at. Ada juga TPA (Taman Pendidikan Alquran) yang di Australia dikenal sebagai Saturday School. ”Juga ada organisasi kemasyarakatan dan institusi pendidikan yang menyelenggarakan belajar agama baik secara gratis ataupun membayar.”


Ia mengakui, suasana ber-Islam di Australia sangat terasa terutama di bulan Ramadhaan. ”Masjid-masjid menyelenggarakan i’tikaf terutama di 10 hari terakhir. Banyak kawan yang mengambil cuti di 10 hari terakhir agar bisa memaksimalkan ibadah.”


Masjid Al Hijrah, Tempat Sita aktif membantu, biasanya mengundang ustadz dari Indonesia mengisi kegiatan sepanjang bulan Ramadhaan. ”Masjid lainnya, ada juga yang mengundang sheikh dari negara lain.”


Jum’at, Sabtu dan Ahad malam di bulan Ramadhan, kata Sita, biasanya penuh dengan iftar (buka puasa) di masjid atau iftar fundraising untuk berbagai kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia. Pernah juga ada iklan billboard tentang Islam beberapa waktu lalu.


Aktivitas Sita dalam kegiatan TPA di Sydney memberikan pengalaman menarik baginya. Siswanya mulai usia 2.5 tahun, yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang agama dan belajar sambil main-main atau lari-lari karena usianya memang usia bermain, berubah menjadi ingin belajar dan selalu menunggu-nunggu waktu shalat.


”Pernah saat perubahan waktu shalat, anak-anak yang biasanya shalat dulu baru makan siang jadwalnya diganti menjadi makan siang dulu sebelum shalat. Saat disajikan makan siang beberapa dari mereka spontan bilang  “kita kan belum shalat. Makannya setelah shalat saja.” 
 
Yang menarik, sambung Sita, semangat belajar para siswanya akhrinya menarik orang tuanya untuk lebih serius belajar agama.


”Saat anak-anak belajar, ibu-ibu yang menunggu pun mengaji. Anak dan ibu kadang berlomba untuk bisa membaca Al Qur’an. Sungguh suatu keberkahan bisa menyaksikan dan terlibat dalam perubahan baik ini,” ungkapnya penuh syukur.
 
Sita menuturkan, dari berbagai observasi menyebutkan, dakwah terbaik adalah melalui amal perbuatan. Kawan-kawannya non-Muslim mengatakan perilaku umat Muslim membentuk persepsi mereka akan Islam.


Selain aktif membina di TPA, Sita dan teman-teman Muslim di Australia juga sering berdakwah melalui kegiatan sosial seperti Feed the Homeless (Memberi makan para tunawisma0, Clean-Up Australia Day dan kegiatan lainnya.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/13/10/14/munb2r-jamaah-haji-tamu-raja-berada-di-arafah


Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

Wednesday, June 12, 2013

Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Home Perjalanan



Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan





 

Jamaah Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE)



 




Rabu, 12 Juni 2013


TANGGAL 5-15 Mei 2013 yang lalu, saya mengunjungi Sydney Australia untuk yang kedua kali dalam rangka memenuhi undangan dakwah dari Centre For Islamic Dakwah and Education (CIDE), sebuah organisasi Islam komunitas Muslim Indonesia dan Australia. Program selama 10 hari adalah Pelatihan Manajemen Masjid, Manajemen Dakwah dan Tablig Akbar. Berikut catatan singkat saya dalam bahasa tutur untuk pembaca.*


SEBUT saja Lakemba, ini merupakan salah satu kecamatan di Sydney. Bila di Jakarta ada daerah mayoritas China yang non Muslim, maka salah satu keunikan Lakemba adalah kawasan ini boleh dibilang kawasan Muslim karena memang penduduknya mayoritas Muslim asal dari Libanon, Pakistan, Banglades, Indonesia, Turki, dll.


Suasana Arab terasa di kawasan ini, termasuk pertokoannya. Sangat mudah mendapatkan masjid di kawasan ini, bahkan ada masjid terbesar yang bernama Masjid Ali bin Abi Thalib.


Warga Indonesia punya Iqra Centre, orang Bangladesh punya masjid bekas gereja, ada masjid di pertokoan, dan ada beberapa masjid kecil lainnya, serta ada lagi masjid yang sedang dibangun. Tidak jauh dari Lakemba, ada pula Ashabul Kahfi Center yang didirikan oleh Ustad Chalidin Yakub (Mantan Ketua PB PII). Di tempat lain seperti di Auburn, berdiri masjid besar yang didirikan oleh komunitas Turki, sehingga dikawasan itu suasana Islam juga sangat terasa. Adapun masyarakat Indonesia terpencar jauh-jauh di banyak tempat dan mereka sering bertemu di Masjid Al Hijrah yang juga bekas gereja.


Kapasitas Masjid Al Hijrah 300 jamaah, bekas gereja yang dibeli oleh kaum Muslimin asal Indonesia. Sabtu dan Ahad biasanya masjid ini lebih semarak dengan kelompok pengajian anak-anak, remaja dan orang dewasa. Masjid ini juga sudah memiliki rumah dan halaman. Sejak beberapa tahun lalu, saya dan isteri menginap di rumah itu dan kondisinya sekarang sudah bagus setelah direnovasi 3 tahun lalu.


Rumah ini dilengkapi dengan perpustakaan dan karena banyaknya kelompok pengajian, maka di rumah ini juga digunakan untuk klas pengajian dengan ruang aula yang cukup luas, aula ini juga digunakan oleh umat Islam untuk menjadi tempat resepsi pernikahan.


Umat Islam bertambah banyak, baik karena orang masuk Islam maupun pendatang yang sekolah dan kerja membuat keberadaan masjid di Sydney semakin dibutuhkan.


Yang menanrik, tidak mudah untuk mendapatkan izin mendirikan rumah ibadah seperti masjid. Alternatifnya adalah membeli gereja lalu mengubahnya menjadi masjid sehingga izinnya memang sudah sebagai rumah ibadah.



Muslimah di Lakemba rayakan Idul Adha/foto: SHM


Karena itu jangan heran, jika banyak masjid adalah bekas gereja, bahkan 90 Persen masjid seluruh Australia bekas gereja. Pilihan lainnya adalah membeli rumah dan menjadikannya sebagai mushalla meskipun tetap digunakan untuk ibadah Jumat seperti mushalla Iqra Centre, Ashhabul Kahfi dan saya juga sempat mampir untuk shalat ashar di Masjid Malik Faishal di Surry Hills. Rumah 4 lantai ini sudah dijadikan masjid sejak lama, yang menarik rumah di sebelah kanan dan kirinya dibeli juga dan digunakan untuk shalat Jumat sehingga dari luar tidak nampak kalau itu bagian dari masjid. Jadi mirip dengan orang Kristen di Indonesia yang menjadikan rumah sebagai gereja


Kota dan Penduduknya.


Sebagaimana umumnya negara-negara maju, tata kota dibuat rapi sedemikian rupa sehingga menjadi terasa nyaman. Sebagai contoh Jalan-jalan utama terdiri dari 4-6 jalur mobil, sedangkan jalan lingkungan rata-rata 3-4 jalur sehingga warga dan tamunya bisa parkir di pinggir jalan kanan kiri dan tidak menimbulkan kemacetan. Taman-taman dengan rumput yang hijau dan pohon yang besar juga sangat banyak, ada di mana-mana. Selain menambah kenyamanan anak dan warga bisa rileks di taman-taman itu.


Kalau di negeri kita bayar tol naik tiap 2 tahun, di Australia tol hanya berlaku 10 tahun. Setelah itu menjadi jalan biasa yang tidak bayar karena investasi pembangunannya sudah kembali dalam 10 tahun. Meskipun begitu, pada tol yang masih bayar, di jalan tol ternyata tidak ada pintu tol untuk mengambil kartu atau bayar. Hal ini karena setiap pemilik mobil harus punya semacam kartu yang sudah ada barkotnya, bisa ditempel di kaca mobil atau pada saat lewat ditunjukkan untuk di scan, kalau sudah bunyi tit seperti hitungan belanja di toko, maka itu berarti sudah diambil dari deposit yang dimasukkan.


Disiplin lalu lintas tidak cukup hanya dihimbau. Tapi ditegakkan aturannya, suka atau tidak suka. Di Aussie, termasuk di Sydney dan di negara lain dengan disiplin tinggi seperti Eropa, Jepang dan Korea, Para pelanggar lalu lintas cukup dipotret dari kamera yang dipasang di jalan-jalan.


Tidak hanya ditilang dalam bentuk membayar denda hingga 300 dollar, tapi juga dikenakan 2-3 poin pelanggaran, padahal SIM itu hanya 12 poin. Jadi bila sampai 6 kali melakukan pelanggaran lalu lintas, SIM nya dicabut dan baru bisa diberikan lagi 3 tahun kemudian.


Dengan penegakan hukum lalu lintas, pengemudi sangat takut melakukan penggaran sehingga disiplin dan tertib lalu lintas bisa dirasakan meski tidak ada polisi di jalan raya
Hal yang menarik untuk diceritakan adalah dalam soal keuangan. Di Sydney tidak ada istilah tanggal muda, tanggal tua apalagi tanggung bulan. Hal ini karena orang umumnya menerima gaji setiap pekan. Berbeda di negeri kita yang gajian seminggu sekali biasanya buruh bangunan, tukang jahit konveksi, dll.


Di Aussie semua orang gajiannya tiap minggu atau dua mingguan, tidak ada gaji bulanan. Karenanya bayar kost, sewa rumah dan toko bayarnya juga mingguan atau dua pekanan. Jadi di Aussie ini tidak ada istilah duit habis karena tanggal tua. Tiap pekan tanggalnya muda lagi.


Pengangguran juga digaji oleh negara dengan standar sebesar 360 dolar jumlahnya 5% dari 24 jt penduduk. Karenanya setiap orang terjamin hidupnya. Namun tetap saja ada gepeng (gelandangan dan pengemis) di tempat tertentu di keramaian kota, namun bisa dipastikan bahwa mereka bukan tidak ditanggung hidupnya, tapi mereka adalah pemabuk, narkoba dan sejenisnya sehingga untuk hal-hal itu tunjangan dari pemerintah tidak cukup buat mereka.


Pajak untuk rakyat bukan hanya sebagai jargon sebagaimana di Indonesia. Tapi memang betul-betul dirasakan oleh rakyat Australia, termasuk di Sydney. Salah satunya adalah berobat gratis di rumah sakit manapun. Rakyat memiliki kartu untuk berobat dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit dengan pelayanan terbaik, tidak ada istilah rumah sakit kelas tiga.


Yang mendapatkan kartu siapa saja, tidak hanya orang miskin, apalagi memang tidak ada yang tergolong miskin karena yang menganggur saja dapat tunjangan hidup, mulai dari anak yang baru lahir sampai lansia. Dari pajak, sekolah juga gratis sampai SMA.


Kegiatan ceramah saya sampaikan juga dihadapan KPII (Keluarga Pelajar Islam Indonesia) yang merupakan mahasiswa S1-S3 di UNSW (Univ of New South Wales), cerita yang saya peroleh adalah betapa banyak Mahasiswa Cina yang kuliah di sana, bahkan boleh dibilang jumlahnya 60% dari jumlah mahasiswa disitu. Sekitar 4 hari sebelum saya memasuki kampus itu, saya memang lewat di depan Univ tersebut dan saat mahasiswa bubar, pemandangan memang nampak sekali betapa banyak mahasiswa dengan wajah Cina berkerumum untuk menyeberang jalan. Orang Australi sendiri sedikit yang sampai ke jenjang perguruan tinggi.


Mungkin mereka merasa sudah cukup untuk bisa bekerja dan mendapat gaji yang memadai. Karenanya bila tidak ada mahasiswa dari Asia, banyak Universitas disana yang bangkrut.


Ali Bule dan Robot Stroke


Selain Lakemba saya mengenal orang-orangn istimewa.  Sebut saja Ali Abdullah, Nama ali adalah nama hijrah, sebab dulu namanya Theis Greentree. Namanya diganti  setelah memeluk Islam tahun 1993 di masjid Al Hijrah Sydney. Sehari-hari ia lebih dikenal dengan Ali Bule.
Saya berjumpa pertama kali dengan Ali Bule tahun 2007 saat ia transit di Hotel Milenium Jakarta hendak menunaikan haji bersama rombongan dari Australia yang kebanyakan orang Indonesia, termasuk isterinya yang asal Bandung.


Kala itu, saya memberikan ceramah pembekalan haji kepada mereka. Sesudah haji ia nyantri di PP Darussalam Gontor Ponorogo selama 3,5 tahun sehingga bacaan arabnya sangat fasih.


Selain bekerja, ia juga mengelola komunitas Muslim Al Ikhlas di West, mengadakan kelas pengajian untuk anak-anak dan remaja di rumahnya. Beliau juga menjadi pengurus yang aktif di CIDE, lembaga yang mengundang saya. Bahkan Ali Bule juga menjemput kedatangan saya di Bandara Sydney setelah menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al Hijrah menggantikan saya yang datang terlambat karena delay pesawat. Ia memang ikut pelatihan dakwah yang saya pandu tahun 2011 di Al Hijrah. Terus terang, saya tertarik dengan kesungguhannya sebagai Muslim.


Salah satu hal yang menarik adalah undangan masuk Islam dilakukan oleh Ali Bule kepada ibunya Margaret Joy Greentree. Sejak masuk Islam ia berusaha mempengaruhi ibunya agar masuk Islam, tapi sang ibu selalu mengalihkan pembicaraan, begitu cerita Ali saat saya dan isteri berkunjung ke rumahnya di Sydney West.


Akhirnya Ali menggunakan cara menulis surat agar dibaca sang ibu yang dicintainya.
Penyakit Kanker Otak yang dialami sang ibu membuatnya lebih serius dalam dakwah. Mungkin doa anak cucu dan para santri di PP Gontor membuat sang ibu menunjukan tanda ketertarikan kepada Islam.


Akhirnya sang Ibu betul-betul masuk Islam  21 Maret 2012 dihadapan keluarga yang lain. Ini merupakan kebahagiaan terbesar bagi Ali dan keluarganya, karena dengan begitu ia tidak hanya mendoakan sang ibu saat hidup, tapi juga setelah wafat nanti.


Setelah masuk Islam, sang ibu diberi nama dengan Mardhiyyah oleh seorang ustadz asal Gontor. Allah berkehendak lain, Mardhiyyah dipanggil menghadap ilahi akibat didera tumor otak,  dua bulan setelah memeluk Islam.


Peristiwa ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Ali karena sang ibu telah menyambut undangannya untuk masuk Islam.


Terakhir, saya berkenalan dengan Khairul Anam, seorang mahasiswa S3 di UTS (University of Teknology Sydney). Khairul Anama berasal dari Jember, Jawa Timur.Dia mendapat beasiswa dari Diknas sejak setahun yang lalu. Penelitiannya tentang robot untuk orang yang stroke.  Menurut Khairul, beasiswa dari Diknas ada 1000 orang tiap tahun, tapi hanya 500 orang yang bisa diberangkatkan karena kendala bahasa asing.


Yang cukup menarik, hafalan al-Quran Anam cukup lumayan sehingga mulai tanggal 10 Mei 2013 ia dipercaya menjadi imam rawatib di Masjid Al Hijrah. Sebelumnya ia menjadi imam tidak resmi di Iqra Centre. Sedikit kisah ini merupakan kenangan yang tak dapat saya lupakan, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang lain.*/Kiriman Drs. H. Ahmad Yani


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=58071


Tiga Kenangan dari Syndey yang Menyenangkan

Wednesday, April 24, 2013

Mehreen Faruqi: Perempuan Muslim Pertama Anggota Parlemen Australia

Seorang imigran kelahiran Pakistan akan menjadi perempuan Muslim pertama anggota parlemen Australia dan akan memulai jabatannya bulan Juli mendatang.


Article source: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1942926/menjadi-ahli-tauhid-di-akhir-zaman


Mehreen Faruqi: Perempuan Muslim Pertama Anggota Parlemen Australia

Friday, June 14, 2013

Hukum Cambuk Warga Australia, Pria Dipenjara 2 Tahun

Wassim merupakan satu dari empat orang yang terlibat dalam kasus pencambukan ini. Ketiga orang lainnya telah diberikan keringanan hukuman karena berperilaku baik.


Dalam pembelaannya di persidangan, Wassim Fayad mengatakan, tindakannya dibenarkan oleh agama kepercayaannya, tetapi dia menyatakan memahami Australia bukan negara Islam.


Wassim Fayad bersama tiga orang lainnya menerobos masuk ke rumah milik Christian Martinez di Silverwater, sebelah barat Sydney pada 2011.


Korban, Christian Martinez, mengatakan, empat orang berjenggot masuk ke kamar tidurnya dan menelungkupkan dirinya di tempat tidur, kemudian mencambuknya dengan kabel listrik sebanyak 40 kali. Penyiksaan itu berlangsung selama 30 menit.


Korban mengatakan, pelaku menghukum cambuk dirinya sebagai penerapan syariah Islam karena telah meminum minuman keras.


Akibat hukuman cambuk yang diterimanya, korban mengalami luka-luka di bagian punggung dan tulang belikat.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/30/m1n98n-anggota-dpr-dpd-menolak-dansa-masuk-pon


Hukum Cambuk Warga Australia, Pria Dipenjara 2 Tahun

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Thursday, May 9, 2013

Asia Terancam Teroris Mancanegara

TEHERAN – Ketua Majelis (Parlemen) Iran Ali Larijani mengingatkan, Asia kini menghadapi teroris asal mancanegara. Saat berpidato dalam penutupan sidang Dialog Kerja Sama Asia (ACD), Rabu, Larijani mengatakan bahwa gejala terorisme dan ekstremisme di kawasan itu didukung AS dan jaringan mata-mata Barat, yang bertekad mengganggu perdamaian dan keamanan di Asia. “Pada abad terakhir, India, China, Jepang dan Iran menjadi kekuatan berpengaruh di dunia dan semua berada di benua Asia,” katanya. Meskipun menyebabkan masalah untuk Asia, pelatihan kelompok teroris oleh Barat dinilainya akan lebih berbahaya.



Diserang, Napi Pakistan Tewas


AMRITSAR – Seorang narapidana (napi) Pakistan yang diserang di penjara India akhirnya meninggal di rumah sakit, Kamis, setelah mengalami cedera dalam saling-balas serangan pekan lalu. Sanaullah Ranjay menderita cedera kepala parah di satu penjara di kota utara Jammu, dalam serangan tak lama setelah kematian seorang tahanan India, Sarabjit Singh, yang diserang di penjara Pakistan. Ranjay, seorang pembunuh dari kota Pakistan Sialkot, diserang oleh seorang tahanan diidentifikasi sebagai mantan tentara angkatan darat India hanya 24 jam setelah kematian Singh di penjara Lahore. Insiden ini bisa menyulut ketegangan baru antara India dan Pakistan. Sekitar 535 tahanan India, termasuk 483 nelayan, berada di penjara-penjara Pakistan, sementara 272 tahanan Pakistan berada di penjara-penjara di India.




Yordania Usir Duta Besar Israel


AMMAN – Parlemen Yordania setuju untuk mengusir duta besar Israel. Pengusiran itu merupakan balasan atas agresi Israel ke Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem akhir-akhir ini. Kondisi di area masjid Al Aqsa saat ini memang sedang panas. Sekelompok ekstrimis Yahudi tiba-tiba menyerang masjid Al-Aqsa Selasa (7/5). Warga Palestina pun segera melindungi masjid yang dianggap suci oleh umat Islam itu. Mereka membangun blokade untuk melindungi area masjid Al-Aqsa. Yordania sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Israel. Negara itu merupakan salah satu dari segelintir Negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel.




PM Australia Ditimpuk Roti


BRISBANE – Sandwich atau roti isi berisi Vegemite dilempar oleh seorang pelajar ke arah PM Australia Julia Gillard yang sedang mengunjungi sebuah sekolah di dekat Brisbane. Untungnya, sandwich itu tidak mendarat di wajah Gillard. Keramaian menyambut Gillard yang baru saja sampai di sekolah tersebut, banyak pelajar menyambut Gillard dengan sorak sorai dan foto bersama. Meski demikian, sejumlah pelajar terlihat mencemoohnya dan salah seorang diantara mereka melempar sandwich ke arahnya. Gillard justru terlihat santai dan bergurau mengenai insiden pelemparan itu. Gillard tidak memandang pelemparan sandwich itu sebagai tindakan protes atau penghinaan terhadap dirinya.




Beranak 7, Sutradara China Didenda


BEIJING – Pemerintah China tengah menyelidiki laporan bahwa sutradara ternama Zhang Yimou melanggar aturan keluarga berencana di negara tersebut dengan memiliki 7 anak, sehingga terancam denda sebanyak 160 juta yuan (26,05 juta dolar AS). China punya kebijakan 1 anak. Zhang mengundang decak kagum dunia dengan kemegahan pembukaan Olimpiade di Beijing yang ditanganinya pada 2008. Belum jelas dimana anak-anak Zhang dilahirkan, namun Komisi Populasi dan Keluarga Berencana Provinsi Jiangsu masih melakukan investigasi. Zhang (61) dikenal sebagai anak nakal di kalangan perfilman China karena beberapa filmnya pernah dilarang beredar di dalam negeri meski cukup tenar di luar negeri.




Biarawati Menyusup Reaktor Nuklir


TENNESSEE – Seorang biarawati ditahan petugas setelah menyusup masuk ke dalam reaktor nuklir di Negara Bagian Tennesse, AS. Dia pun terancam menerima hukuman 20 tahun penjara. Megan Rice melakukan aksinya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan nuklir AS. Menurutnya, nuklir hanya akan membawa kematian. Perempuan berusia 83 tahun itu menyusup ke dalam reaktor nuklir bersama 2 rekannya. Mereka menerobos pagar lalu mencoret-coret tembok bangunan reaktor dengan pesan anti-nuklir. Aksi Rice membuat malu Pemerintah AS. Mereka tidak menyangka reaktor nuklir yang harusnya dijaga ketat dapat disusupi dengan mudah oleh seorang lansia. Beberapa pejabat keamanan dimutasi akibat insiden ini dan perusahaan yang menjaga reaktor nuklir itu juga diputus kontraknya.




Meninggal Tersedak Hot-Dog


CHICAGO – Seorang guru yang berusia 28 tahun, Maureen Oleskewics, menghembuskan napas terakhir setelah ia tersedak hot dog saat menyaksikan pertandingan tim baseball Chicago Cubs di Wirgley Field, Chicago, dan jantungnya berhenti berdenyut secara mendadak. Maureeen tiba-tiba tersedak dan jatuh di antara barisan bangku stadion. Sang adik, Martin, mulanya mengira kakak perempuannya bercanda. Namun saat lagu nasional dikumandangkan, beberapa petugas tampak melakukan pernapasan buatan pada kakaknya. (AP/Ant/Adi)



Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/05/08/08335887/Militan.Boko.Haram.Serang.Kota..55.Orang.Tewas


Asia Terancam Teroris Mancanegara

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article

Friday, December 14, 2012

Israel Semakin Brutal

Jakarta, GATRAnews – Jalur Gaza semakin bersimbah darah. Meski dikecam para pemimpin seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, aksi negara zionis itu tak berhenti memberangus Palestina.Sejak Rabu pekan lalu hingga Selasa (20/11/2012) kemarin, roket Israel telah menghantam 1.400 titik di kota Gaza. Dengan dalih menghancurkan markas Hamas yang mereka anggap teroris, Israel telah menewaskan 110 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Kebanyakan serangan Israel dilakukan dari udara menggunakan pesawat tempur F-16, dibantu oleh kapal perang yang bersiaga di perairan Gaza. Sementara itu, menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), pejuang militan Hamas telah menembakkan 544 roket ke wilayah Israel. Sebanyak 290 di antaranya gagal mendarat karena ditangkal oleh sistem pertahanan Iron Dome.
Agresi Israel atas Gaza dimulai dengan penyerangan dari udara yang menewaskan Komandan Militer Hamas Ahmed al-Jabari. Serangan tersebut lantas diteruskan dengan serangan-serangan lainnya yang menewaskan banyak warga sipil Gaza.
Israel mengklaim, serangan mereka berhasil menghancurkan ratusan gudang senjata Gaza, termasuk bunker yang menyimpan persediaan roket Grad yang mampu mencapai jarak 40km. Israel juga mengaku telah menghancurkan banyak roket Fajr-5 buatan Iran yang bisa masuk ke wilayah Israel sedalam 60km.
Pemusnahan etnis itu berlangsung di depan mata publik dunia. Saat Mesir menggalang upaya diplomatik untuk gencatan senjata, pihak Israel malah bersiap melakukan invasi darat ke Gaza. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren.
Menurut Oren, invasi darat adalah cara terakhir untuk membasmi Hamas jika solusi diplomatis tidak dihasilkan. “Persenjataan berat seperti tank, artileri dan infanteri telah kami tempatkan di dekat perbatasan dengan Gaza,” ujarnya. Ia menambahkan, sebanyak 75.000 tentara Israel telah ditugaskan untuk mengepung Palestina, dan setengahnya telah disiagakan di perbatasan.
Dikhawatirkan, invasi Israel ke Gaza akan memicu banyak korban seperti perang tahun 2008 yang menewaskan 1.400 warga Gaza.
Menghadapi rencana serangan darat itu, pemimpin Hamas Khaled Meshaal tidak merasa jerih. “Kami tidak ingin peningkatan ketegangan, atau perang di darat. Tapi jika itu terjadi, kami tidak takut dan tidak akan mundur,” tegasnya.
Upaya diplomasi untuk menghentikan kekerasan di Gaza masih terus dilakukan. Kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan delegasi Israel menyambangi Mesir untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Mesir sebagai pihak mediator mengaku optimis pembicaraan tiga pihak akan berlangsung positif.
Menurut pihak Mesir, Hamas setuju gencatan senjata, jika Israel menghentikan agresinya, menghentikan pembantaian dan menghapuskan blokade Gaza. Sementara Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaalon menuding bahwa pemicu perang adalah ulah Hamas yang melontarkan roket dan rudal ke warga Israel. “Jika ketenangan terjadi di selatan dan tidak ada serangan teroris dari Jalur Gaza, kami tidak akan menyerang,” tegasnya.
Hujan Kutukan
Tragedi di Jalur Gaza itu mengundang solidaritas masyarakat internasional. Aksi protes pun bermunculan di mancanegara. Para pemrotes, walau berbeda gaya dan pendekatan, memiliki sikap yang sama: serangan apapun yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan tidak bersenjata patut dikutuk.
Walau berdalih membalas serangan ratusan roket Hamas dari Gaza, serangan udara Israel sejak 14 November 2012 telah mengundang kemarahan karena turut menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak Palestina. Tidak kurang, para aktivis di Korea Selatan, pemuka umat Yahudi di Amerika Serikat, hingga anak-anak sekolah di Indonesia menyuarakan sikap yang sama: menentang serangan brutal Israel.
Demonstrasi massal hingga doa bersama berlangsung di beberapa tempat sejak akhir pekan lalu. Ratusan unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir telah digelar secara serentak, tidak saja di negara-negara Islam maupun negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim seperti di Tunisia, Yaman, Mesir, dan Aljazair. Warga di Australia, Italia, Korea Selatan, Spanyol dan lain-lain pun kompak menyuarakan kemarahan atas Israel.
Ali Golin termasuk yang berdemonstrasi di Kota Istanbul, Turki, pada Jumat pekan lalu. “Saya yakin bahwa semua umat Muslim harus menunjukkan solidaritasnya. Semua faksi dan perbedaan hanya menghacurkan tujuan kita,” kata Golin seperti dikutip Ynet.com.
Seorang demonstran di Istanbul, Ali Golin, menyerukan kepada dunia bahwa bila ingin menentang Israel, semua umat harus kompak. “Kita tidak dapat mencapai apa-apa hanya dengan mengecam Israel. Kita harus mengambil aksi yang nyata,” ujarnya.
Seorang warga Korea Selatan pun menyatakan solidaritasnya bagi warga Palestina dengan ikut berdemosntrasi di luar Kedutaan Besar Israel di Seoul. “Kalian tidak boleh memaksa warga Palestina jadi korban. Kalian tidak boleh membunuh anak-anak di mana pun,” seru aktivis tersebut.
Seruan serupa juga dilontarkan warga Australia saat ikut berdemonstrasi di Kota Sydney. “Israel tengah menerapkan kebijakan yang membantai banyak orang di Gaza,” kata wanita bernama Sylvia Hale, yang mantan anggota parlemen dari Partai Hijau.
Sebagian publik di Amerika Serikat pun menyuarakan simpati yang sama. Saat pemerintahnya menyatakan dukungan kepada Israel, tidak sedikit para warga yang mengecam aksi militer negara zionis yang menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil itu.
Dalam suatu aksi yang berlangsung di Kota New York pada Minggu (18/11/2012), sekitar 500 orang memprotes atas jatuhnya banyak korban di kalangan warga Palestina.  Saat itu, sedikitnya sudah ada 70 warga Palestina –termasuk 20 anak-anak– yang tewas dan 600 orang lainnya luka-luka.
Bahkan ada seorang pemuka Yahudi yang turut mengecam aksi Israel. Menurut harian The New York Times, seorang rabi bernama Yisroel Dovid Weiss menyatakan simpatinya kepada warga Palestina. “Kami malu atas aksi yang sedang berlangsung mewakili bangsa kami. Kami justru menangisi para korban,” kata Weiss.
Reaksi PBB
Saat tekanan publik dari penjuru dunia kian menguat, PBB pun terus berupaya mengakhiri kekerasan brutal di Gaza dengan cara diplomasi. Menurut stasiun berita Al Jazeera, Sekjen PBB Ban Ki-moon pekan ini akan mengunjungi Yerusalem dan Ramallah, yang masing-masing adalah ibukota Israel dan Otoritas Palestina.
Ban Ki-moon, Ahad (18/11/2012), menyerukan Israel dan Hamas untuk menyepakati gencatan senjata. Ban meminta kedua pihak merundingkannya dengan Mesir dalam mewujudkan upaya perdamaian ini.
Dalam pernyataannya, Ban mengatakan ingin bertolak ke dua negara yang terlibat konflik untuk mendukung upaya gencatan senjata. Namun, PBB belum memberikan jadwal Ban akan menuju kesana. Media Israel mengatakan bahwa ia akan pergi ke Yerusalem, sementara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan Ban juga akan pergi ke wilayah Palestina.
Sekjen PBB mengatakan dirinya “sangat sedih” dengan laporan-laporan tewasnya warga Palestina, termasuk 10 anggota dari satu keluarga. Ia mengaku “cemas” atas penembakan roket-roket dari Gaza ke Israel.
“Ini harus dihentikan. Saya sangat mendorong para pihak untuk bekerja sama dengan semua upaya dipimpin oleh Mesir untuk segera mencapai gencatan senjata. Setiap eskalasi lebih lanjut pasti akan meningkatkan penderitaan penduduk sipil yang terkena dampak dan itu harus dihindari,” kata Ban.
Ban Ki-moon akan melobi para pemimpin Israel dan Palestina untuk mengakhiri krisis. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi, dan menyatakan dukungan kepada Presiden Mesir, Mohamed Morsi, untuk menjadi mediator bagi perundingan damai Israel dan kelompok Hamas.
Ini merupakan tugas yang sangat mendesak bagi Sekjen PBB, mengingat dalam seminggu ini jumlah korban sipil di Gaza sudah melebihi seratus jiwa. (HP, dari berbagai sumber)

Israel Semakin Brutal

Monday, August 19, 2013

Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY — Jenna Govan lahir dan besar di Australia. Orang tuanya bercerai ketika ia remaja. Sejak itu, ia dididik ibunya.


Secara psikologis, perceraian orang tuanya memberikan pengaruh. Namun, ketelatenan ibunya mendekatkan Jenna dengan agama sangat membantu.


Bersama ibu dan adiknya, ia rutin pergi ke gereja setiap Ahad. Jenna juga aktif menjalani aktivitas gereja. Selama menjalani aktivitas itu, ia mengagumi kisah-kisah para Nabi. Namun, pemahaman agama yang masuk dalam pemikirannya adalah berdoa hanya dilakukan di gereja.


Memasuki usia remaja, ibu Jenna kembali menikah. Pernikahan itu rupanya tidak membuat Jenna bahagia. Ia selalu bertengkar dengan ayah tirinya itu.


Ketika bertengkar, Jenna mulai melampiaskan kemarahannya dengan narkoba. Saat itu pula, ia mulai berkenalan dengan teman suaminya kelak yang seorang Muslim. Melalui dia, ia banyak mendapat pengetahuan tentang Islam dan Muslim.


Melalui pengetahuan yang didapatnya, Jenna kembali ingat tentang konsep Ketuhanan Yesus dari sudut pandang Kristen. Ketika membandingkan dengan pandangan Islam, ia menemukan satu fakta sederhana dan logis. Ia pun mengucapkan syahadat di usianya yang masih belia. Di saat bersamaan, ia dilamar seorang pria Melayu.


Ketika menjadi Muslim, Jenna banyak bergaul dengan komunitas Melayu di Australia. Sejujurnya ia sangat kurang nyaman dengan pandangan komunitas itu terhadap dirinya. Sejak itu, ia merasa terisolasi. Merasa terisoloasi, membuat Jenna kurang lepas dalam mempelajari Islam. Itu terlihat ketika ia merasa ragu ketika mencoba mengenakan jilbab. Ia semakin bingung bagaimana ia menjalani kehidupannya sebagai Muslim.


Pada satu fase memuncak, ia memutuskan meninggalkan suaminya. Rasa frustasi kembali mendera. Godaan menghabiskan waktu di dunia malam mulai datang. Alhamdulillah, Jenna ogah menyerah dengan gaya hidup yang dilarang Islam.


Selang beberapa lama, Jenna mulai menemukan kembali dirinya, ia kembali berteman dengan komunitas Muslim yang kali beragam. Bersama mereka, ia mempelajari Islam lebih intensif. Selanjutnya, Jenna kembali menikah dengan seorang pria Muslim. Ia juga kembali kuliah sembari mendalami Islam.


“Sejak itu, aku mencoba untuk membantu mereka yang menjadi mualaf,” kenang dia seperti dikutip onislam.net, Senin (19/8).


Pernikahan kali ini membuatnya begitu bahagia. Keluarga suaminya begitu mendukung usaha Jenna untuk menjadi Muslim yang kaffah. Kebahagiaan Jenna kembali bertambah ketika keluarganya mulai menerima statusnya sebagai Muslim. “Ibuku melihat banyak perubahan dalam diriku. Aku dinilai begitu bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Jenna.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29077/23/06/2013/22-juni-1945-dan-5-juli-1959.html


Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

Monday, September 23, 2013

Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, THAILAND — Sebagai sebuah negara plural dengan mayoritas penduduk Muslim, kondisi Indonesia mirip dengan Madinah di jaman Nabi Muhammad AS.


Untuk menyatukan masyarakat, Nabi AS lalu membuat Piagam Madinah sebagai dasar negara. Sedangkan Indonesia mempunyai Pancasila untuk fungsi yang sama.


“Meskipun hukum agama bukan dasar negara, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk menjamin kehidupan beragama rakyatnya,” ujar Menteri Agama Suryadarma Ali di Islamic Academy and Arabic Study, Princess of Naradhiwas University, Kok Kian Sub-district, Amphur Muang, Narathiwat Province, Thailand, Senin (23/9).


Islam tidak diragukan lagi mengambil peran dalam politik pada awal pembentukan Indonesia. Namun pembentukan negara sekuler tidak cocok di Indonesia karena beragamnya etnis dan agama yang hidup bersama.


Pemerintah sejak awal telah mengambil jalan tengah dengan menempatkan Pancasila sebagai acuan untuk membangun Indonesia. Pancasila juga menjadi dasar untuk merespon banyaknya mahzab Islam yang ada di Indonesia. 


Menag mengingatkan agar berjuang di jalan agama tidak identik dengan kemenangan politik. Selain itu, menjaga persatuan dan menghindari pertumpahan darah juga harus diprioritaskan.


“Akan menjadi sia-sia, ketika agama dan nilai Islam justru tidak ditemukan dalam jiwa pejuangnya. Artinya, tidak ada rasa keadilan, toleransi dan kasih sayang,” Menag melanjutkan.


Semua umat Muslim yang berjuang demi perbaikan nasib, diimbau untuk tetap berdiri pada kedaulatan negara yang sudah diputuskan sejak awal.


Pengalaman mengajarkan bahwa target utama bukan pada kemenangan politik, melainkan keadilan ekonomi dan sosial. Untuk itu, komunitas muslim harus menemukan nilai umum yang bisa menyatukan masyarakat demi mencapai nilai-nilai bersama.


Kasus di Indoensia untuk taraf tertentu sangat relevan dengan kondisi muslim di Thailand. Pertama, kedua negara memasukkan konsep politik Islam dalam membentuk negara di jaman modern. Lalu, kedua negara juga terdiri dari ragam agama dan budaya yang mencoba untuk hidup harmonis.


Latar belakang historis diharapkan bisa mempengaruhi umat Islam dalam bersikap terkait negaranya. Islam sejak dahulu tidak memisahkan agama dengan politik. 


Lalu, Islam yang solutif harus kembali ditempatkan mengisi ruang pubil. “Pemikiran yang memisahkan Islam dan politik tidak dapat diterima, begitupun sekulerisasi,” ia melanjutkan.


Dekan Academic Pengajian Islam dan Bahasa Arab Princess of Naradhiwas University, Abdulrashid Abdullah Hameeyae mengatakan Islam berkembang di Thailand pada abad ke-15 oleh rakyat Patani. Namun penyebaran ajaran Islam masih sembunyi-sembunyi dan dalam lingkup kecil.


Setelah penguasa saat itu, Raja Patani Sultan Ismail Shah dan keluarganya masuk Islam, barulah Islam dengan terang-terang. Peradaban umat Islam pernah mencapai puncak sebelum Thailand melancarkan serangan terhadap rakyat Patani.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27288/15/02/2013/di-australia,-geert-wilders-akan-kampanye-anti-islam-.html


Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim