Showing posts sorted by relevance for query film. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query film. Sort by date Show all posts

Tuesday, January 8, 2013

Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Selasa, 08 Januari 2013 10:49

Ade Irwansyah

HINGGA selesai menulis artikel ini, jujur, saya belum nonton film terbaru Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda.

Saya tak tertarik menontonnya. Saya sedang malas nonton film bertema “berat.” Sebab, jika menonton, saya akan repot menuliskan ulasannya. Tapi, kontroversi soal filmnya, bahkan kabar Hanung memutuskan menarik filmnya dari peredaran sampai dilaporkan ke polisi segala mendorong saya menulis artikel ini.

Karena belum nonton, saya tak berhak menilai Cinta Tapi Beda. Namun, saya sudah nonton beberapa film yang mengangkat soal cinta beda agama sebelum yang ini. Jadi, menurut saya, sah saja saya punya pendapat soal tema yang diangkatnya: tentang cinta beda agama.

Negeri kita yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sudah sejak dulu menjadi bahan baku cerita fiksi, termasuk film cerita. Kritikus film Eric Sasono pernah menulis di situs Rumah Film (2011), dahulu setidaknya ada dua pendekatan utama pembuat film menceritakan keragaman di Indonesia ini. Pendekatan pertama humoristis, dengan bercerita tentang tokoh-tokoh komikal dan stereotip etnis sebagai bahan lawakan atau ejekan. Tujuan pendekatan ini untuk mengajak penonton menertawakan diri sendiri. Humor yang semacam mendamaikan diri sendiri ini (morbid humor) dianggap efektif untuk menerima kenyataan ketimbang dipendam dan dibiarkan hingga jadi bisul kronis.

Pendekatan kedua adalah pendekatan yang menceritakan keragaman itu sebagai bagian komentar—atau kritik sosial budaya. Pendekatan ini melihat bahwa keragaman itu merupakan sebuah hal kompleks yang harus dijalani oleh manusia Indonesia. Pendekatan kedua ini menceritakan orang-orang yang harus bersiasat dengan beragam identitas yang berkumpul dalam diri mereka.

Untuk pendekatan pertama, Eric memberi contoh film-film komedi Nya’ Abbas Akup, sedang contoh pendekatan kedua di antaranya dilakukan Sjumandjaja lewat, misalnya, Si Doel Anak Modern.

Salah satu ciri yang menonjol di sinema Indonesia pasca Soeharto adalah sifat individualistis. Para pembuat film pasca Soeharto tak terlalu memusingkan keragaman latar belakang etnis, kebudayaan atau agama. Yang dikejar melulu capaian individual si tokoh. Keadaan sekitar tak kelewat dipedulikan, dan film Indonesia sekarang lebih senang membuat cerita yang berpusat pada aspirasi (capaian psikologis dan material) orang per orang yang khas kelas menengah.

Maka, kita melihat kisah-kisah from zero to hero tentang orang miskin jadi orang sukses, orang saleh mencari jodoh, dan sebagainya.

***

Namun, tentu, selalu ada yang menyempal bergeser dari titik mainstream. Kondisi pasca Soeharto yang relatif bebas juga memungkinkan mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi wacana di layar lebar. Dari sini menyempal film yang membincangkan cinta beda agama.

Film tentang cinta beda agama di sinema Indonesia pasca Soeharto dimulai oleh Cin(T)a karya Sammaria Simanjuntak yang rilis tahun 2009. Judulnya memberi simbol yang kira-kira bisa diartikan—saya meminjamnya dari tulisan Ifan Adriansyah Ismail di majalah Madina—di antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta ada “T” yang menghalangi. “T” itu adalah perbedaan dalam menyebut Tuhan. (O ya, sebetulnya, setahun sebelumnya, 2008, rilis Ayat-Ayat Cinta [sutradara Hanung Bramantyo] yang di dalamnya ada kisah cinta beda agama antara Fahri [Fedi Nuril], penganut Islam, dengan Maria yang menganut Kristen Koptik. Tapi persolan cinta beda agama itu tak menjadi soal berarti karena Maria kemudian masuk Islam.)

Kembali ke Cin(T)a, film itu tampak samar-samar mengisahkan cinta beda agama dengan membalutnya sebagai film esai. Tokoh-tokohnya dipinjam sineasnya untuk mengutarakan gagasan ataupun pertanyaan seputar cinta, Tuhan, dan agama. “Kenapa Allah nyiaptain kita beda-beda. Kalau Allah ingin disembah dengan satu cara?” “Makanya Allah ciptain cinta. Biar yang beda-beda bisa nyatu.”

Film berikutnya, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta (2010). Kita bertemu Rosid (Reza rahadian) telah menetapkan hatinya pada Delia (Laura Basuki). Rosid, Islam. Delia, Katolik. Film arahan Benni Setiawan yang kisahnya diambil dari dua novel (Da Peci Code dan Rosid Delia) ini mengambil jalan ke inti persoalan: seperti apa problema yang akan ditemukan bila dua sejoli beda agama memadu kasih?

Film ini tak mencoba memberi putusan bahwa hal itu dilarang (atau juga dibolehkan). Sebaliknya, film ini menyajikan serangkaian hal untuk direnungkan penonton usai menonton. Misalnya, ada dialog soal persoalan nikah beda agama akan meninggalkan beban psikologis pada pelaku, keluarga, bahkan anak yang mereka lahirkan kelak. Ditanya bagaimana sebaiknya, malah dijawab dengan tawa. Kemudian, ada dialog, dari sudut Islam, ada pendapat ulama yang mengatakan nikah beda agama boleh asal prianya Islam. Tapi, dengan bijak, film ini tak menganjurkan mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal itu, melainkan taati agama dengan baik dulu, baru pahami betul-betul sebelum akhirnya ikut pendapat yang mana. SPOILER ALERT pada akhirnya Rosid dan Delia tak melanjutkan hubungan cinta mereka.

Kemudian juga ada sedikit cerita cinta beda agama yang terselip di film ? (Tanda Tanya) rilis tahun 2011 karya Hanung Bramantyo. Yang sudah nonton pasti ingat sub plot tentang Ping Hen (Rio Dewanto) yang memendam cinta pada Menuk (Revalina S. Temat). Di ujung film, SPOILER ALERT lagi, setelah Menuk menjanda, Ping Hen masuk Islam dan mendapatkan cinta lamanya.

Nah, yang terakhir kisah cinta beda agama hadir lewat Cinta Tapi Beda. Saya belum nonton, jadi tak berhak mengulasnya. Namun, kawan yang menulis resensi filmnya di tabloid ini mengatakan di ulasannya, “… tidak mudah melaksanakan pernikahan beda agama. Sistem di Indonesia tidak memberi dukungan pada cinta yang didasari dua Mahacinta. Ini pesan Cinta Tapi Beda. Untuk kita renungkan.”

Yang jelas, filmnya rilis di penghujung 2012, ini artinya setiap tahun sejak 2009 lahir film yang mengangkat tema itu.

Kenyataan ini lebih menarik ditelisik. Kenapa sekarang saban tahun muncul film tentang cinta beda agama?

***

Sesungguhnya, cinta beda agama terbilang sebuah keniscayaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri atas beragam agama. Kita hidup berdampingan dengan orang beragama lain, tak mungkin rasanya jika sampai tidak terjadi kisah cinta berlatar agama berbeda. Anda mungkin pernah mengalaminya, atau pastilah kenal orang-orang yang mengalaminya.

Sesungguhnya pula, cinta beda agama bisa terjadi di belahan mana saja di dunia ini. Namun, rasanya, di Barat sana hal semacam ini tak menjadi masalah. Beda dengan di Indonesia. Nilai religiusitas dan kekeluargaan yang erat dianut masyarakat kita membuat persoalan cinta beda agama jadi pelik.

Di Barat sana yang individualis boleh saja orangtua membiarkan anaknya berkasih-kasihan dengan yang lain agama karena menganggap itu sebagai hak asasi. Tapi tak demikian halnya di Indonesia. Apalagi bila hubungan beda agama itu hendak berlanjut jadi serius ke pernikahan. Percintaan, apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan semata urusan dua pribadi yang jatuh cinta, tapi urusan dua keluarga.

Pertama niatan sineas melahirkan kisah ini karena sudah saatnya hal tabu itu diangkat ke permukaan, dibicarakan secara terbuka. Yang saya ingat, baik Cin(T)a dan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tak mendatangkan kontroversi lantaran mengangkat konfliknya dengan halus: Cin(T)a lewat penuturan bergaya esai, sedang 3 Hati lewat penyelesaian harmonis. ? (Tanda Tanya) mengundang kontroversi lebih kepada tema pluralisme religius yang diangkatnya.

Pun kontroversi terbaru ini, di Cinta Tapi Beda lebih berupa protes pada tokohnya yang digambarkan sebagai orang Minang.

Ini menandakan, meski di luar sana masih ada pro-kontra atas hubungan cinta beda agama, sebetulnya sebagian besar masyarakat relatif memberi kebebasan pada sineas untuk mengangkat tema ini.

Yang tidak setuju, misalnya, pada akhirnya memilih tidak menontonnya. Mereka lebih memilih kisah cinta sejati Habibe dengan Ainun atau semangat nasionalismenya dibakar di puncak Mahameru lewat 5 cm..

Pertanyaannya kemudian, apa kontroversi Cinta Tapi Beda ini akan menghentikan sineas membuat lagi film tentang cinta beda agama?

Saya kok ragu, ya. Sebab, hubungan cinta beda agama adalah bahan baku cemerlang untuk sebuah kisah dramatis khas Indonesia. Dalam hubungan cinta beda agama ada konflik yang menggigit penuh dilema. Di situ, cinta seakan dipertentangkan dengan agama. Ada pula tradisi dan nilai keluarga yang mungkin menentang.

Siapa yang untung? Oh, tentu produser film. Orang-orang yang penasaran jadi kepingin nonton. Apalagi sampai filmnya jadi kontroversi segala. Yuk, ke bioskop sebelum filmnya betulan berhenti tayang….

(ade/ade)

 

Berita Terkait:

Film Cinta Tapi Beda Digugat, Produser Siap MeladeniSejak Muncul Kontroversi, Penonton Cinta Tapi Beda Bertambah Lebih dari 80 RibuFilm Cahaya Kecil Siap DiproduksiKontroversi Film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo Meminta Maaf

Komentar   

Jambanizer

habibiainun

Berikan komentar

Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/11/peringatan-hari-anti-korupsi-di-makassar-berujung-bentrok


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Thursday, January 10, 2013

'Cinta Tapi Beda' digugat masyarakat Minang

Kontroversi film layar lebar ‘Cinta tapi Beda’ yang diangkat dari kehidupan nyata garapan dua sutradara, Hanung Brahmantyo dan Hestu Saputra, akhirnya belanjut hingga proses hukum.

Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia, IPPMI, dan Badan Koordinasi Kebudayaan dan Kemasyarakatan Alam Minangkabau melaporkan keduanya ke polisi karena dituding menanamkan kebencian terhadap suku Minangkabau dari gambaran cerita film.

Mereka juga menuntut film yang bercerita tentang liku kisah cinta dua muda-mudi dari latar belakang agama dan budaya berbeda itu ditarik serta agar lembaga sensor film menghentikan penayangannya dari bioskop.

Pasalnya, mereka tidak setuju atas gambaran penggunaan kata dan simbol yang bertabrakan dengan kebudayaan Minang yang menjadi identitas salah satu pemeran.

Salah satu peran utama diasumsikan berasal dari suku Minang yang beragama Katolik.

Sekjen IPPMI, Dedi Warman menyatakan penggunaan itulah yang tidak disepakati, karena menganggap kebudayaan Minang lebih identik dengan Islam.

“Orang dari Minang itu ya berarti orang Muslim yang taat, rajin beribadah dong, ternyata si [karakter film Minang] Diana-nya muncul dengan kalung Salib…ini kan sudah di luar falsafah kita yang seratus persen islam. Ini yang kita lihat bertentangan,” katanya. 

Ini adalah film kedua besutan Hanung Bramantyo yang mendapat reaksi keras dari masyarakat. Sebelumnya, film berjudul dengan ikon “?” (tanda tanya) yang juga bercerita polemik budaya dan agama juga mendapat protes serupa.

Hanung sendiri kepada Radio Australia menyampaikan, sesungguhnya yang hendak dia nyatakan ke publik dari film-filmnya adalah bercerita tentang problem pluralitas yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Khusus menanggapi gugatan dari Ikatan Pemuda Pemudi Minang, dia menyebut bahwa sebagian kelompok masyarakat Indonesia memang belum siap dengan perbedaan dan menerima pluralitas yang memang terjadi.

Hanung juga menolak jika film “Cinta tapi Beda’ dianggap menghina dan menggunakan adat Minang sebagai latar belakang cerita, selain juga menyatakan kalau film ini sudah dinyatakan lulus sensor oleh lembaga yang bertanggung jawab.

“Film ini tidak merujuk satu suku tertentu. Film ini sudah masuk lembaga sensor, dan sudah dinyatakan lembaga sensor tidak akan terjadi apa-apa, karena di dalam lembaga sensor itu juga mestinya ada tokoh agama di situ. Dan sebagaimana dulu film Tanda Tanya, kalau film ini akan menjadi kontroversial atau tidak, tentunya dari lembaga sensor sudah memanggil saya dulu untuk menyatakan film ini berbahaya.”

Hanung melanjutkan, untuk meredam polemik dan gugatan akibat pemutaran film ini, dia bersedia agar filmnya ditarik dari bioskop di seluruh Indonesia, khususnya di daerah daerah, selain di kota besar yang masyarakatnya sudah bisa menerima.

Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/27/167484/Unjuk-Rasa-Mahasiswa-di-Pandeglang-Ricuh/6


'Cinta Tapi Beda' digugat masyarakat Minang

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article

Saturday, October 12, 2013

Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

JAKARTA – Warna rambut boleh sama hitam, namun setiap orang punya pendapat beragam tentang segala sesuatu. Apalagi menyangkut masalah keyakinan. Meskipun sama-sama muslim, umat Nabi Muhammad punya cara dan pendapat yang beragam soal ritual dan ajaran Islam. Itulah sebagian ‘warna’ yang ingin ditampilkan dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’.


 Selain menampilkan perjalanan spiritual Hanum Rais (Acha Septriasa) di tanah Eropa, film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ juga melibatkan karakter-karakter lain yang memiliki pandangan sendiri soal kepercayaan. Mereka adalah teman-teman Rangga (Abimana) di lingkungan kampus.


Sosok pria yang tak percaya dengan agama, akan dimainkan oleh Nino Fernandez sebagai Stefan. Sedangkan Alex Abbad, memerankan tokoh Khan, pemuda keturunan Pakistan yang sangat memegang ketat ajaran agamanya.


“Khan ini orang Pakistan yang sangat strict sampai disertasinya dia tentang halal dan haram, dan ini memang real,” ujar sutradara Guntur Soeharjanto disela-sela lokasi syuting di Wina, Austria akhir September lalu.


Khan yang merupakan kalangan minoritas sebagai muslim di Wina, ‘menuntut’ haknya akan label halal dan haram sehingga ia bisa menjalankan perintah agamanya dengan tenang.  “Karena dia butuh pernyataan itu dari pemerintah, bahwa dia seorang muslim harus dijamin,” tambah Guntur.


Sementara karakter Stefan, selalu berargumen dengan logika. Ketika suatu hal tidak masuk rasionalnya, akan terjadi benturan pandangan antara si Khan dan Stefan melalui Rangga.


“Stefan sering mempertanyakan kenapa makan babi dilarang, dan sebagainya. Stefan kan porsinya lumayan banyak, karena film butuh sesuatu yang detail, akhirnya kita kembangkan dari bukunya,” jelas sutradara yang sebelumnya mengarahkan ‘Tampan Tailor’ itu.


Isu besar yang dibawa dalam film adalah ingin menampilkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Eksekutif Produser Yoen K menjelaskan, contoh menjadi agen muslim yang baik seperti digambarkan dalam film, misalnya, ada beberapa kali tokoh anak muslim yang di-bully, tetapi dia bukan membalas dengan melakukan hal sama.


 


Tetapi dia memberikan pelajaran dengan menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang menebar kebencian atas nama agama, seperti yang lebih sering disorot dunia Barat.


“Ini juga bukan film tentang bagaimana seorang wanita mendapat hidayah untuk berhijab, itu kan sebuah proses ya,” tambah Yoen.


Film ini juga dibuat dengan semangat toleransi yang besar. Meskipun bertema religi Islam, menurut Yoen film ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.



“Yang terlibat di film ini bukan cuma teman-teman dari Muslim. Katolik, Kristen, Budha, Hindu pun ada. Ini film dari awal sudah ditegaskan bahwa film ini bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memberikan gambaran rahmatan lil alamin,” terangnya dilansir detik.


‘99 Cahaya di Langit Eropa’ menampilkan Raline Shah, Acha Septriasa, Abimana, Nino Fernandezz, Alex Abbad, dan Marissa Nasution. Fatin Shidqia Lubis dan Dian Pelangi juga akan memeriahkan film produksi Maxima Pictures ini.


Proses syuting sudah dimulai sejak 9 September lalu di Wina, Austria. Dilanjutkan pengambilan gambar di Paris, Cordoba dan Istanbul. dtc



Article source: http://international.okezone.com/read/2013/10/10/412/879780/80-prajurit-israel-gerebek-masjid-al-aqsa


Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
̢ۢ Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
̢ۢ Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
̢ۢ Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
̢ۢ Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
̢ۢ Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>̢ۢ | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Wednesday, December 26, 2012

10 Film berkompetisi jadi Best Visual Effect Oscar 2013

10 Film telah masuk dalam daftar pendek nominasi Oscar untuk kategori Visual Effects. Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan daftar pendek tersebut, Jumat (30/11).

Daftar tersebut menyertakan 4 film terlaris tahun ini seperti THE AVENGERS, THE DARK KNIGHT RISES, THE AMAZING SPIDER-MAN, dan SKYFALL. Sepuluh film yang ada dalam daftar memang semuanya menghadirkan efek visual yang menawan, mulai dari fiksi ilmiah seperti PROMETHEUS sampai film fantasi seperti THE HOBBIT: AN UNEXPECTED JOURNEY.

Hulk adalah salah satu pencapaian efek visual dalam THE AVENGERS.

Para anggota AMPAS divisi Efek Visual akan diundang untuk melihat klip sepanjang 10 menit dari tiap film untuk kemudian dipilih 5 yang terbaik pada tanggal 3 Januari nanti. Film yang menang di kategori ini pada Oscar tahun lalu adalah HUGO arahan Martin Scorcese

Berikut ini daftar lengkapnya:

  1. THE AMAZING SPIDER-MAN
  2. CLOUD ATLAS
  3. THE DARK KNIGHT RISES
  4. THE HOBBIT: AN UNEXPECTED JOURNEY
  5. JOHN CARTER
  6. LIFE OF PI
  7. THE AVENGERS
  8. PROMETHEUS
  9. SKYFALL
  10. SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN

Siapa yang nantinya keluar sebagai pemenangnya. Tonton dulu kesemuanya untuk menentukan siapa yang layak jadi pemenangnya.

(dgs/dka)

Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/23/19584684/Dianggap.Sesat.Seorang.Dosen.Syahadat.Lagi


10 Film berkompetisi jadi Best Visual Effect Oscar 2013

Saturday, February 23, 2013

Ringgo Agus Rahman Bingung Ben Affleck Tidak Masuk Nominasi

JAKARTA, KOMPAS,com – Aktor Ringgo Agus Rahman (30) rupanya sangat kagum dengan  film arahan Ben Affleck, ‘Argo’.

Banyak hal yang membuat Ringgo mendukung film yang diangkat dari kisah nyata “Canadian Caper”, tentang upaya agen CIA Tony Mendez memimpin penyelamatan enam diplomat AS di Teheran, Iran di tengah Revolusi Islam pada 1979 lalu.

“Film sebenarnya susah sih ya, banyak banget yang bagus. Tapi gila satu hal yang buat terkagum-kagum. Apalagi kalau sudah nonton, menurut gue film yang sangat potensial untuk juara,” kata Ringgo.

Namun Ringgo sangat heran karena Ben Affleck justru tidak masuk dalam nominasi Best Director di Piala Oscar 2013. Padahal ‘Argo’ masuk sebagai salah satu nominasi film terbaik.

Kemampuan Ben Affleck menyutradarai film tersebut juga diakui ajang Golden Globe Award ke-70 dengan membawa pulang dua piala, yakni Film Terbaik (Drama) dan Sutradara Terbaik.

“Yang gue heran kenapa sutradara Argo (Ben Affleck) enggak masuk nominasi ya, padahal filmnya masuk,” ujar Ringgo.

Persaingan sutradara terbaik dalam ajang Oscar 2013 melibatkan Maichael Haneke (Amour), Ang Lee (Life of Pi), David O. Russell (Silver Linings Playbook), Steven Spielberg (Lincoln) dan Benh Zeitlin, (Beasts of the Southern Wild).

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=e80d4d616f46f3621ad07534a8d4f7df&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


Ringgo Agus Rahman Bingung Ben Affleck Tidak Masuk Nominasi

Saturday, September 28, 2013

Pembuat Film Anti-Islam Dibebaskan Pengadilan

INILAH.COM, Los Angeles – Produser film murahan yang menimbulkan amarah dunia Islam terhadap Amerika Serikat dibebaskan dari hukuman percobaan oleh pengadilan California , Kamis (26/9/2013).


Ia dinyatakan lulus dari hukuman percobaan setelah dibui karena melakukan pelanggaran dan berperan dalam membuat video anti-Muslim tersebut, tulis Reuters.


Mark Basseley Youssef, berumur 56 tahun yang lahir di Mesir dan memeluk agama Kristen Koptik, yang dihukum penjara karena kasus pembobolan bank tahun 2010, kembali masuk “hotel prodeo” November lalu karena melanggar aturan hukuman percobaan.


Ia masuk kembali ke pengadilan karena melanggar syarat-sayarat hukuman percobaan itu, termasuk menggunakan nama palsu, mengakses Internet dan memproduksi video yang menghina Nabi Mohamad yang digambarkan sebagai seorang yang bodoh dan menyimpang secara seksual.


Film menjijikkan sepanjang 13 menit itu diunggah di Internet dengan beberapa judul, salah satunya The Innocence of Muslims, yang kontan menyulut sentimen anti-Amerika di dunia Arab dan negara-negara Islam.


Kerusuhan mulai merebak pada 11 September 2012, bersamaan dengan serangan ke Konsulat Jenderal AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya dan tiga orang staf Kedubes AS lainnya.Kaitan antara serangan Benghazi dan film Youssef, sejak itu menyulut prasangka keagamaan.


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/01/14/hunian-eksotik-hadir-di-tengah-kegalauan-individualistik


Pembuat Film Anti-Islam Dibebaskan Pengadilan

Wednesday, February 20, 2013

Jenderal polisi: Personel harus sadar pentingnya anjing pelacak

Direktur Polisi (Dir Pol) Satwa Mabes Polri, Brigjen Pol Machfud Arifin terus menyidir personel Polri yang enggan memanfaatkan anjing pelacak. Menurutnya, akibat tak percaya pada satwa didikan satuannya, banyak polisi yang melakukan tindakan sia-sia, salah satunya adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan.

Tangan perwira menengah Polri itu putus karena mengutak-atik bom buku yang ditujukan untuk aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla, pada 2011 lalu.

“Tidak perlu Kasat Reserse tangannya putus kalau dia pakai binatang. Karena tidak percaya sih. Kemampuan anjing saya unggul melacak kriminal umum, handak dan narkoba. Nggak perlu tuh Gegana itu kalau sudah terdeteksi bom untuk di mal kalau anjing sudah turun, dia jongkok itu berarti bom,” terang Brigjen Machfud Arifin di Humas Polri, Rabu (20/2).

Menurut Machfud, polisi Indonesia harus sadar pentingnya anjing pelacak. Bahkan film-film luar negeri pun sudah mencontohkannya. Dia juga mengklaim anjing pelacak didikan satuannya pernah digunakan oleh pasukan pengamanan presiden Amerika Serikat untuk sterilisasi.

“Waktu kehadiran Bush dan Hillary Clinton, satwa kita yang masuk. Di film-film nyari pelaku cari pakai anjing di film Rambo, penangkapan Osama juga masuk pakai satwa ini,” jelas dia.

Jenderal polisi bintang satu ini juga pamer soal kehebatan anjing pelacak milik satuannya.

“Satwa kita mampu mendeteksi kecelakaan lalu lintas padahal yang nabrak enggak tahu, diendus anjing kita tahu kendaraannya. Kasus di Bogor longsor, kita bantu kalau terlambat pasti mati. Sekarang menyiapkan pelatihan BNPB untuk peranan dalam kemanusiaan itu,” bangganya.

Machfud mengimbau agar polisi di kesatuan lain tak usah segan menggunakan satwa didikannya. “Seharusnya mereka sangat bersyukur kita ada, nggak usah dikasih makan manfaatkan kita, rugi kalau merasa bisa mengatasinya. Di unjuk rasa juga ada protapnya, ada satwa yang berperan, sebelum Brimob,” tutupnya.

Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/02/20/mahasiswa-stain-pamekasan-tuntut-pergantian-pengelola-perpustakaan.html


Jenderal polisi: Personel harus sadar pentingnya anjing pelacak

Tuesday, May 28, 2013

Ayah Michael Jackson dilarang masuk Cannes Film Festival

Ayah Michael Jackson, Joe Jackson dilaporkan dilarang masuk area premiere di Cannes Film Festival karena lupa tiketnya.



Pria berusia 84 tahun tersebut berjalan di red carpet premiere film Michael Kohlhaas.Namun begitu berada di pintu masuk, menurut The Mirror pria tersebut dilarang masuk.



Ayah Michael Jackson dilaporkan dilarang masuk premiere Cannes Film Festival.



Sebelumnya ada press release yang menyebut ayah Michael Jackson tersebut berada di Perancis untuk menghadiri Perayaan Minggu Michael Jackson di Cannes.



Perayaan tersebut digelar di Private Villa Oxygen. Diundang pula karakter peniru Michael Jackson dan ada pula program donasi untuk Yayasan Keluarga Jackson. (nyd/sjw)












Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/khazanah/12/05/20/m4bxg7-mujahidah-ummu-athiyyah-pejuang-islam-nan-gigih-1


Ayah Michael Jackson dilarang masuk Cannes Film Festival

Saturday, October 5, 2013

Rowan Atkinson Masuk Islam Cuma Hoax?

Mr Bean aka Rowan Atkinson


Rowan Atkinson masuk Islam, topik ini dalam dua hari terakhir ramai diperbincangkan di internet. Apakah kabar ini benar atau sekadar hoax semata, pemeran Mr. Bean sendiri bungkam. Di akun Facebook-nya ia tak berikan keterangan sama sekali.


Ini sangat berbeda saat pemberitaan film Mr. Bean Kesurupan Depe tahun 2012 lalu. Gencar diberitakan bermain di film tersebut, Rowan Atkinson lewat akun FB-nya berikan sanggahan. Ia tak ikut ambil bagian di film tersebut dan merasa namanya dicatut.


Kini nama Rowan Atkinson kembali mencuat. Bukan karena persoalan hak cipta (film) namun lebih ke sisi religi. Mengutip sejumlah media, Rowan Atkinson dikabarkan telah masuk Islam. Berita ini mulanya mencuat lewat situs Israellcooy.com yang kemudian dikutip sejumlah media nasional.


Menurut penelusuran Hidayatullah.com, mulanya situs Sadabladi.com yang diperkuat situs Israellcooy.com yang mengabarkan kabar heboh tersebut. Ternyata berita tersebut juga mereka kutip dari situs pro-Palestina Pls48.net.


Diyakini pelbagai media, Rowan Atkinson masuk Islam setelah menonton film yang mengina Nabi Muhammad SAW, ‘Innocent of Muslim’. Situs Israellcooy.com sendiri sejatinya menulis pemberitaan jika situs mereka tidak mempercayai apa yang ditulis Pls48.net soal kabar Mr. Bean masuk Islam.


Pls48.net yang mengutip situs Sadabladli.com, situs berbahasa Arab asal Maroko Shada Bladi menulis jika tak mungkin berikan kredibilitas jika berita yang ada bukan dari sumber resmi. Situs tersebut kemudian juga sertakan tautan Youtube akun Majda benkhadda yang tampilkan video berisi potongan gambar fakta keislaman Rowan Atkinson yang sedang acungkan jari telunjuk.


Sejurus kemudian lalu ramai diberitakan jika Rowan Atkinson telah masuk Islam. Di media sosial pun perbincangannya tak kalah marak. Bukan kali ini pesohor dunia dikabarkan telah memeluk Islam. Selain Rowan Atkinson, ada pula pemberitaan Michael Jackson dan juga Cristiano Ronaldo.


Article source: http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-ingin-gereja-ayam-jadi-obyek-wisata.html


Rowan Atkinson Masuk Islam Cuma Hoax?

Monday, August 12, 2013

Aktor Hollywood Ben Youcef Kumandangkan Azan di Gereja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski masjid bisa dihitung dengan jadi di Los Angeles, Amerika Serikat, bukan berarti menghentikan kumandang azan di Negeri Paman Sam. Beruntung, Muslim Amerika memiliki Bin Youcef, aktris Hollywood yang kini mengabdikan diri menjadi seorang muazin.


Ya, Bin Youcef atau Ben Youcef yang sebelumnya hanya menjadi bintang iklan, mulai dikenal sebagai bintang film Hollywood ketika bermain di film ‘Law and Order’ dan ‘Munich’. Karier pria pemilik nama lengkap Abdul Wahab Bin Yusuf di Hollywood melesat pascatragedi 11 September 2001.


Keimanan Bin Youcef sempat terguncang pascaperistiwa 11 September. “Saya bertanya-tanya mengapa orang berpikir buruk tentang agama saya. Saya bingung dengan apa yang terjadi di dunia ini. Mereka menyerang keyakinan saya dan agama saya,” ujarnya seperti dilansir Voanews.com, Sabtu (10/8).


Tapi, peristiwa 11/9 membawanya masuk ke dunia peran. Kepiawaian Bin Youcef bermain peran menuai decak kagum sejumlah sutradara di Amerika. Akhirnya, ia ditawari berlaga di sejumlah film berlatar Islam. Film yang diperankannya, terkait dengan ekstremisme agama dan topik lain yang berkaitan dengan serangan 11 September.


Direktur Artists Group, Robert Malcolm adalah orang pertama untuk menangkap karakteristik unik Bin Youcef. Saat itu, aktor berwajah etnis Arab memang tiba-tiba banyak dicari.


Bin Youcef menerima panggilan untuk audisi dengan sebuah rumah produksi di Los Angeles. Ketika itu, ia memerankan lima menit adegan dari drama ‘A Hatfull of Rain’. Drama itu menjadi pintu pembuka karier Bin Youcef.


Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai pertanyaan yang ia dapat mengenai Islam mendorongnya untuk mengkaji lebih dalam tentang berbagai isu yang berkaitan dengan Islam. “Saya sempat berhenti shalat, hingga saya berumur 20 tahun dan mulai shalat lagi. Sejak itu, saya mulai mengumandangkan azan dan saya merasa saya telah menemukan keyakinan saya,” ujarnya.


Kini ia tak begitu serius melakoni kariernya di dunia perfilman. Ia lebih dikenal sebagai seorang muadzin. Beberapa kalangan menggambarkan Abdul Wahab bin Youcef sebagai simbol toleransi beragama di Amerika, terutama aktivitasnya dalam berbagai kegiatan lintas agama.


Bin Youcef meyakini, kegiatan lintas agama cukup berpengaruh kepada orang-orang di AS, terlepas apakah mereka seseorang adalah Muslim, Kristen, Yahudi, Budha atau tanpa agama sekalipun. Dalam aktifitas lintas agamanya, Bin Youcef pernah diundang ke Gereja Marble Collegiate di kawasan Manhattan, New York untuk mengumandangkan azan di hadapan pemuka-pemuka berbagai agama saat dialog tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi.


“Saya ingin menunjukkan kepada dunia agama saya,” kata Bin Youcef. “Bahwa Islam adalah agama yang indah, tetapi beberapa orang telah salah paham dan menyalahgunakannya,” sambungnya.


Article source: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2012/07/07/11530699/Jalur.Ujian.Tulis.UI.Tampung.2.000.Mahasiswa.Baru


Aktor Hollywood Ben Youcef Kumandangkan Azan di Gereja

Wednesday, July 3, 2013

Jo Taslim jadi mualaf?

WASPADA ONLINE

Johannes Taslim alias Joe Taslim sudah nggak berperan sebagai Jah lagi, tokoh antagonis dalam film Hollywood “Fast Furious 6 (2013)”. Dia sekarang siap beralih peran dan bakal menjadi seorang pemuda baik-baik keturunan Indonesia-Jepang di film terbarunya, La Tahzan (Jangan Bersedih).


Nah, di film ini, Joe berperan sebagai Yamada, pemuda Jepang yang kepincut sama gadis asal Indonesia bernama Viona (diperankan Atiqah Hasiholan), sehingga keduanya pun merajut jalinan asmara yang mengarah ke urusan yang lebih serius, yaitu keluarga.


Dari trailer “La Tahzan” yang sudah rilis, Joe sebagai Yamada tampak serius memutuskan untuk melamar Atiqah dan mau memulai belajar bagaimana cara menjadi seorang muslim yang baik. Dapat dilihat, Joe serius belajar soal islam, dan ia mengenakan pecinya. Tetapi konflik kemudian muncul diantara keduanya saat sosok Ariyo Bayu muncul. Keharuan pun muncul saat ketiganya dipertemukan.


Nah, bagaimana kelanjutan kisah cinta Atiqah, Joe , dan Ariyo dalam film garapan sutradara Danial Rifki ini? Tunggu deh penayangannya pada 2 Agustus mendatang, satu minggu sebelom lebaran. Karena bisa jadi, kalian bagian dari saksi, seorang Yamada memantapkan pilihan soal agama dan cintanya.
(dat16/haionline)




Name *
URL
Code

  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Jo Taslim jadi mualaf?

Monday, December 16, 2013

Keluarga Bantah Jonas-Asmirandah Menikah Lagi

Grafis Terkait


Obat-obatan Di Tubuh Jackson


Foto Terkait


Sehari Bersama Aktris Ranggani Puspandya Banuarti


Video Terkait


Slank Luncurkan Slankers.TV Bagi Penggemar




TEMPO.CO, Depok – Setelah pernikahan pasangan artis Asmirandah (baca: Asmirandah Bikin Film Pendek) dan Jonas Rivanno (baca: Jonas: Tak Berniat Permainkan Agama dan Asmirandah) resmi dibatalkan di Pengadilan Negeri Depok, keluarga Asmirandah sangat tertutup. Rumah Asmirandah, di Jalan Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Beji, Depok, selalu tertutup dan keluarganya enggan menerima kedatangan orang luar.


Belakangan, ada isu bahwa Asmirandah telah dibaptis masuk agama Jonas dan mereka akan menikah kembali di luar negeri. Paman Asmirandah yang dihubungi lewat pesan pendek pada Senin, 16 Desember 2013, menyatakan isu yang berkembang di media sosial membuat keluarga kaget. Namun, dirinya mengaku tidak tahu jika mereka menikah lagi. “Masalah pernikahan Asmirandah dan Jonas saya pribadi tidak tahu,” katanya.


Armand juga memastikan bahwa kedua orang tua Asmirandah tidak akan setuju jika anaknya menikah lagi dengan Jonas. “Orang tua tidak merestui bila pernikahan tersebut terjadi, apalagi sampai ke Singapura seperti isu yang tersebar,” kata dia.


Meski begitu, Armand dan keluarga besarnya berharap tidak ada pernikahan kembali. “Harapan saya dan keluarga, semoga tidak terjadi pernikahan yang kedua antara Andah (sapaan Asmirandah) dan Jonas.”


Dia juga meminta semua pihak mendoakan kebaikan bagi keluarga mereka. Terutama untuk Asmirandah agar terhindar dari musibah dan perpindahan agama. “Mohon bantu doa juga,” katanya.


Masalah Asmirandah ramai setelah mencuat isu pernikahan diam-diamnya dengan aktor Jonas Rivanno pada Oktober lalu. Permasalahan semakin pelik ketika Jonas membantah telah masuk agama Islam sebelum menikahi Asmirandah. Padahal, orang tua Asmirandah sendiri menjadi perantara masuknya Jonas dalam agama Islam.


Belakangan, Jonas mengakui pernah masuk Islam dan telah kembali ke agama sebelumnya. Hal ini membuat orang tua Asmirandah terpukul sehingga berakhir pada pembatalan pernikahan mereka pekan lalu.


ILHAM TIRTA


Topik Terhangat
Kecelakaan Kereta Bintaro | SEA Games Myanmar | Pelonco Maut ITN | Vila Liar Puncak | 100 Surga Tersembunyi |


Berita Terpopuler
David Beckham Cengeng Bila Nonton Film
Pelupa, Randi Nidji Sukses Akting di Film
Sm*sh Geser Agnes Monica di MAMA 2013
Pelajar Seni Yogya Melukis Bersama
Bruno Mars Raih Artist of the Year Versi Billboard



 



 



 





Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29094/24/06/2013/sesat-pikir-perjalanan-ke-israel.html


Keluarga Bantah Jonas-Asmirandah Menikah Lagi

Friday, February 15, 2013

Amerika Tayangkan Film yang Dilarang di Iran

Film Rhino Season, yang disutradarai Bahman Ghobadi dan telah meraih sejumlah penghargaan, ditayangkan dalam siaran satelit ke rumah Jumat malam di Iran dan juga dapat ditonton online.

Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2859


Amerika Tayangkan Film yang Dilarang di Iran

Friday, January 24, 2014

Shandy Aulia Berbagi Kisah Cinta dan Kepedihan Dalam Buku Incomplete

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apa yang sudah terjadi di masa lalu, bukan alasan untuk membuat hidup seseorang terpuruk, tetapi harus bisa menjadi motivasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi.


Pesan inilah yang ingin disampaikan Shandy Aulia melalui buku terbarunya Incomplete, yang resmi diluncurkan di Kinokuniya Bookstores, Plaza Senayan.


Lahir dan besar dalam keluarga yang memiliki perbedaan baik dalam suku maupun agama, Shandy Aulia tumbuh menjadi sosok yang sangat menghargai perbedaan dan memiliki pemikiran yang terbuka dalam segala hal.


Ibunya berdarah Manado dan memeluk agama Kristen, sedangkan ayahnya berdarah Palembang dan memeluk agama Islam..


Perceraian orangtuanya pada saat ia masih kecil, membuatnya menjadi pribadi yang lebih dewasa, tegar, dan selalu memandang hidup jauh ke depan.


“Shandy membagi kisah pribadinya dengan lugas. Kita diajak mengikuti naik-turun perjalanan emosi dan intrik kariernya,” ungkap Siti Gretiani, General Manager Gramedia Pustaka Utama, penerbit yang menerbitkan Incomplete, Jumat (24/1/2014).


Ketika membaca buku itu, kita akan ikut merasakan cinta dan kepedihan yang dirasakan Shandy. “Walaupun hidupnya tampak seperti lingkaran yang masih incomplete, namun ia mampu menyentuh hati pembacanya,” katanya.


Dalam buku 272 halaman ini, Shandy berbagi cerita tentang peristiwa-peristiwa berkesan dalam hidupnya, termasuk cerita keberhasilannya mengalahkan 5.000 peserta casting dan mendapatkan peran utama di film Eiffel I’m in Love (2003), film yang kemudian sukses besar dan melambungkan namanya hingga saat ini.


Ada juga bagian yang mengisahkan tentang bakat, kecintaan, dan passion Shandy di dunia seni peran, yang membuatnya selalu ingin mencoba berbagai peran baik di film maupun sinetron, dan
memberikan kualitas terbaiknya.


Incomplete adalah bentuk terima kasih dan syukur Shandy Aulia, bahwa baginya, apa yang sudah diraihnya bukanlah semata-mata karena kemampuannya tapi juga karena kasih karunia Tuhan.


Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/01/140112_foto_ariel_sharon.shtml


Shandy Aulia Berbagi Kisah Cinta dan Kepedihan Dalam Buku Incomplete

Thursday, August 1, 2013

Pencarian Paling Ngetren di Google jelang Lebaran

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam minggu ketiga bulan Ramadan, pencarian terpopuler di Google Indonesia diisi oleh berita-berita yang tengah paling dibicarakan masyarakat. Mulai dari kisah ilmuwan DNA hingga lahirnya Pangeran George.



Berikut adalah sepuluh pencarian terpopuler oleh pengguna internet Indonesia di Google selama 25 sampai 31 Juli 2013.



1.  Rosalind Franklin



Ahli biofisika dan peneliti susunan atom dalam benda padat (chrystallography) asal Inggris ini membantu menemukan struktur DNA pada mahluk hidup.  Pada 25 Juli yang lalu, Rosalind Franklin yang juga dijadikan tema Google Doodle untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-93.



2.  Bella Saphira



Aktris Bella Saphira dikabarkan akan segera menikah dengan seorang Jenderal Kopasus pada 17 Agustus mendatang.  Pada 26 Juli lalu, Bella juga telah menjadi seorang mualaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta.



3. Chelsea vs Indonesia



Setelah tim sepak bola Arsenal dan Liverpool, Chelsea Football Club datang ke Indonesia untuk sebuah pertandingan persahabatan melawan tim Indonesia All Stars. Sayangnya, Indonesia kalah 0-7.



4. Royal Baby



Untuk minggu kedua, putra pertama Pangeran William dan Catherine Middleton dari Inggris yang lahir pada 22 Juli 2013 yang lalu, George Alexander Louis, kembali masuk daftar sepuluh besar pencarian Google.



5. Goyang Cesar



Setelah Gangnam Style dan Harlem Shake, sepertinya ada tren dansa baru, kali ini dari sebuah program TV di Indonesia. ‘Goyang Cesar’ diciptakan oleh Cesar, salah satu pelawak suatu acara televisi pada jam sahur. Apakah Anda sudah mencoba dansanya?



6. The Conjuring



Film horor tentang penyidik paranormal di Amerika Serikat, Ed dan Lorraine Warren, kembali masuk daftar popular pencarian di Indonesia.  Film yang dikabarkan berdasarkan cerita nyata ini diikisahkan sangat seram.



7. FPI



Menindaklanjuti bentrokan antara anggota Front Pembela Islam (FPI) dan warga di Kendal, Jawa Tengah, yang menewaskan satu orang, berita di berbagai media di Indonesia terus membahas isu ini.



8. Bandara Internasional Kuala Namu



Kuala Namu (KNIA) di Medan diresmikan pada 25 Juli yang lalu. Anda bisa melihat foto-foto fasilitas transportasi yang bertaraf internasional ini di Google Images.



9. Wolverine



Aktor kawakan Australia Hugh Jackman kembali memerankan pahlawan X-Men, Wolverine, dalam film terbarunya.



10. Nikita Mirzani



Artis dan model Nikita Mirzani melaporkan dugaan penganiayaan atas dirinya yang diberitakan terjadi dini hari Sabtu, 27 Juli di sebuah kafe di kawasan Dago, Kota Bandung. (RO)


Editor: Afwan Albasit



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/29/mqj6y0-jadi-mualaf-bella-saphira-tak-diwajibkan-ganti-nama


Pencarian Paling Ngetren di Google jelang Lebaran

Tuesday, January 15, 2013

Dewi Perssik siap jalani ritual untuk peran di Nyi Blorong

Dewi Perssik siap menjalani ritual demi peran terbarunya dalam film NYI BLORONG. Depe bakal berperan sebagai tokoh utama, yakni Laras/Larasati yang merupakan titisan Ratu Pantai Selatan. Nyi Blorong dalam film tak lain adalah titisan Ratu Pantai Selatan, atau yang lebih dikenal sebagai Dewi Ular.

Ditemui saat syukuran di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (14/1), Depe mengaku akan mendatangi tempat-tempat yang menurut mitos adalah tempat tinggal dari Ratu Pantai Selatan.

“Selain di Pelabuhan Ratu, ada dua tempat lagi di Bali dan Yogyakarta yang menurut mitos yang saya tahu adalah tempat istirahat Ratu Pantai Selatan. Di situ ga boleh sembarangan orang masuk kamarnya. Nanti kami juga akan mendatangi tempat-tempat itu, terutama saya sebagai pemeran utama,” ujar Depe.

Namun semua tantangan tersebut tak dirasa berat oleh Depe. Pasalnya, jauh sebelum Depe memulai syuting film garapan Chiska Doppert ini, dirinya punya kebiasaan memakan laron. Selain karena sebagai ritualnya, memakan laron dianggap Depe merupakan cara untuk menjaga kesehatan.

“Saya dulu di rumah suka makan laron mati yang digoreng. Saya kan menganut Islam Kejawen juga, jadi hal-hal seperti ini sudah biasa. Selain, itu makan laron membuat badan lebih sehat,” pungkas Depe. (kpl/pur/dka)

Article source: http://news.detik.com/read/2012/04/04/145237/1885108/103/menyoal-sikap-dua-kaki-pks?9922032


Dewi Perssik siap jalani ritual untuk peran di Nyi Blorong

Wednesday, January 9, 2013

LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Jakarta, GATRAnewsLian Gogali menggagas sekolah perempuan untuk ibu-ibu korban konflik Poso. Usahanya yang menginspirasi dan tanpa lelah mengantarkannya menjadi penerima Coexist Prize.

Kota Poso yang terik, awal November lalu, sekitar 50 ibu-ibu berkerumun di bawah tugu Jam Kota Poso, yang terletak di Jalan Kalimang. Mereka membawa poster kertas putih bertulisan ajakan agar menciptakan perdamaian di kota yang pernah terpecah oleh konflik selama hampir satu dekade itu. ”Kami Perempuan Poso Ingin Damai”, ”Ciptakan Poso yang Bebas dari Ketakutan”, ”Damai Tak Butuh Kekerasan”, begitu beberapa kalimat dalam poster yang dipertontonkan para perempuan setengah baya itu.

Mereka juga meneriakkan yel-yel agar perempuan Poso maju bersama membangun perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan, sembari membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat. Seorang peserta aksi kadang memberikan seruan dan disambut balasan teriakan, ”Sintuwu maroso,” yang berarti bersatu dan kuat. ”Peristiwa kekerasan di Poso bukanlah kasus agama. Kekerasan Poso adalah bentuk kegagalan pemerintah, dan kami menolak segala bentuk kekerasan,” begitu pesan aksi damai itu yang dibacakan Lina Laando, koordinator lapangan.

Ibu-ibu pendemo dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berasal dari Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Kota, Lage, dan wilayah Tentena itu memang ingin kampung mereka damai, tak ada pertikaian lagi. Sejak ada konflik horizontal sekitar tahun 2000, hingga yang paling terbaru adanya pembantaian warga oleh oknum tak bertanggung jawab, akhir Agustus lalu, Poso memang seperti tak henti dirundung teror.

Trauma itu membuat perempuan Poso tenggelam dalam ketakutan. Jangankan menyuarakan pendapat, berkumpul atau berkomunikasi dengan orang berbeda keyakinan pun tak berani. Namun hari itu para perempuan yang merupakan anggota Sekolah Perempuan Mosintuwu itu sudah tak punya rasa takut untuk bersuara.

Ketakutan yang kini berganti menjadi kekuatan itu adalah salah satu hasil usaha panjang perempuan bernama Lian Gogali. Perempuan kelahiran Poso, 24 April 1978, ini tahu benar kondisi sosial budaya masyarakat di sana. Konflik telah memicu saling curiga, kebencian, dan permusuhan antar-warga.

Ketika konflik Poso pecah, keluarga Lian menjadi korban. Harta dijarah, rumah juga dihancurkan oleh api dan banyak yang terluka. Pada saat itu, Lian sedang belajar untuk meraih gelar master di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Dia sempat pulang ke rumahnya, menyaksikan dan mengalami langsung getirnya konflik yang terjadi. Meski sedih, dia menyatakan tidak memegang dendam. Ia pun kemudian memutuskan menulis tentang resolusi konflik untuk tesisnya.

Maka, pada 2002-2004, Lian melakukan penelitian di beberapa wilayah pengungsian saat konflik Poso. Ia mewawancarai ratusan perempuan dan anak-anak. Selama penelitiannya itu, Lian menemukan bahwa perempuan adalah yang pertama memulai gerakan perdamaian pra dan pasca-konflik.

Seperti di masa lalu, selama konflik, sayuran, buah, dan lauk memiliki “agama”. Kristen menolak ikan yang berasal Poso Timur karena takut diracun. Sebaliknya, umat Islam di Poso menyingkirkan sayuran dari permukiman Kristen. Tapi para wanita tidak peduli. Bagi mereka, ini adalah masalah bertahan hidup. Suami dan anak-anak butuh makan.

Ratusan wanita juga membantu satu sama lain selama bentrokan. Seorang ibu muslim di Lage menyembunyikan wanita Kristen selama serangan. Di sisi lain, para pengungsi muslim menerima makanan dari pengungsi Kristen.

Dalam penelitian itu, Lian juga menemukan sesuatu yang kelak mengubah jalan hidupnya. Saat itu, seorang responden bertanya kepadanya, ”Setelah meneliti, menulis, dan mendapat gelar, lalu mau apa dengan wawancara ini?” Pertanyaan sederhana itu membuat Lian tersadar. Pertanyaan itu selalu diingatnya, bahkan setelah dia kembali ke Yogya untuk menyempurnakan tesisnya. “Saya memutuskan kelak kembali ke Poso dan bekerja untuk isu perempuan dan anak-anak,” katanya.

Dan, memang, begitu kuliahnya kelar sekitar tahun 2009, Lian memilih bekerja pada Asian Muslim Action Network (AMAN) sebagai fasilitator sekolah perempuan (SP) yang dibangun di Poso. Ketika AMAN menghentikan programnya, berbekal pengalaman dan pembelajaran yang didapat, Lian memutuskan membuat SP sendiri. “Saya percaya, ada kebutuhan mendesak bagi perempuan untuk berbicara dan berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Lalu didatangilah desa-desa di Poso, bertemu para wanitanya, untuk mengenal karakter mereka. Waktu itu, Lian sudah berketetapan hati untuk mengajar perempuan berpenghasilan rendah serta kelompok-kelompok minoritas yang tidak memiliki akses terhadap gender dan pengetahuan soal membangun perdamaian. Dia sengaja tak minta rekomendasi dari aparat desa atau tetua desa. Sebab biasanya dia diarahkan kepada pribadi-pribadi yang punya pamrih, bukan mereka yang benar-benar ingin memperbaiki diri.

Jadi, ada beberapa kriteria calon muridnya waktu itu. Pertama, mereka harus memiliki visi perdamaian inklusif dan keadilan. Mereka juga harus memiliki kemauan berjuang untuk orang lain. Lian pun mengutamakan muridnya adalah para korban kekerasan, karena mereka memiliki akses terbatas pada informasi dan biasanya tak berdaya.

Dengan dana yang terbatas, pada 2011 Lian bisa menyelenggarakan sesi awal SP Mosintuwu di teras rumah kontrakannya di Pamona. Sebuah ruang besar terbuka dengan dinding kayu. Angkatan pertama SP ini, kata Lian, awalnya sekitar 80 orang saja, terdiri dari umat Kristen 50%, Islam 40%, dan Hindu 10%. Semuanya ibu rumah tangga biasa, lulusan SD, maksimal SMP. Mereka juga diajari menonton film bersama, bermain peran, mengunjungi rumah ibadah, dan sebagainya.

***

Pada awalnya, kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan lancar. Pertemuan pertama diawali tatapan mata saling curiga. Beberapa peserta juga ada yang tidak memiliki komitmen dan meninggalkan kelas. Mosintuwu yang berarti hidup bersama ini pun mengembangkan kurikulumnya sendiri di sekolah itu. Akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan perempuan diundang untuk duduk bersama mendiskusikan kebutuhan bahan kurikulum sekitar seminggu. Lantas kurikulum dielaborasi oleh Lian dan dibantu Jhon Lusikooy, seorang akademisi yang juga aktivis sosial di Tentena.

Meski tertatih, lambat laun sekolah itu bisa digelar sekali sepekan selama empat jam. Dalam menjalankan SP dan kemudian dilengkapi dengan sanggar anak, Lian membiayainya dari honor bekerja sebagai peneliti dan penulis. Suatu ketika, seorang kawan peneliti dari Belanda merekomendasikannya untuk menceritakan mimpi-mimpinya tentang SP ke organisasi Mensen Men Een Missie. “Mereka pun membiayai operasional SP,” tuturnya.

Ternyata dana dari Belanda itu sangat berguna. Begitu lulusan pertama kelar, banyak desa yang minta agar perempuannya dilibatkan dalam SP dan meminta agar SP berdiri di sana. Lian pun bersiap memperluas jaringannya. Apalagi, bila hanya membuka di Pamona, program pemulihan konflik berlatar keyakinan ini tak akan efektif.

Lian akhirnya dengan cepat bisa mendirikan SP setidaknya di 10 desa di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Lage yang terdiri dari Desa Toyado, Labuan, Malei, Bategencu; Kecamatan Poso Kota yang terdiri dari Desa Bukit Bambu, Sayo, Tegalrejo; dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang terdiri dari Desa Tangkura, Betalembah, Patiwunga. Mereka dari berbagai suku, seperti Pamona, Toraja, Bugis, Gorontalo, Bajo, dan Mori.

Namun, karena keterbatasan dana, tempat mengajar ini juga sederhana. Lian sudah biasa mengajar di rumah-rumah penduduk dan teras mereka, bahkan di ladang. Untuk menjaga semangat para perempuan itu, Lian rutin berpatroli ke tiap desa.

Saking semangatnya, ia pernah mengalami kecelakaan hingga perlu menggunakan kruk. Kakinya patah dan menderita infeksi. Dia sempat menjalani sembilan kali operasi. Namun ibu satu anak ini tetap bersemangat. Ia senang murid-muridnya menemukan ruang yang aman dan terbuka untuk berbicara.

Awalnya memang tak mudah menggandeng para perempuan itu. “Ada yang datang dengan dugaan ada uang duduk, setelah tahu tidak ada, terus mundur,” kata Lian. Lalu, karena pesertanya ibu rumah tangga, sang suami kerap melarangnya. “Ada anggapan, istrinya sudah tidak memperhatikan rumah tangga dan hanya mau sekolah,” ia menambahkan.

Sementara itu, beberapa warga berpikir, bekerja atau belajar di luar rumah tanpa izin suami tidaklah baik. Muncul pula asumsi, jika ikut SP, ibu-ibu berbicara lebih lantang dan melawan. “Beberapa sempat mengancam lewat SMS,” ungkapnya.

Namun ada pula warga yang mendukung karena istrinya bertambah pintar dan berwawasan ketika diajak berdiskusi. Perubahan paling nyata, menurut Lian, dirasakan para perempuan peserta SP sendiri. “Mereka mulai paham, saling menaruh respek, dan terbuka terhadap perbedaan agama yang ada,” kata perempuan yang telah menulis tiga buku, antara lain Konflik Poso: Suara Perempuan dan Anak Menuju Rekonsiliasi Ingatan, itu.

Di sebuah SP yang ada di Pamona, misalnya, sekolah dibuka para peserta dengan menceritakan persoalan yang dialami, seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Lalu mereka mencoba saling mendukung, berempati, dan bersumbang saran. Kegiatan juga diisi dengan diskusi, bermain drama, menonton film, analisis film, kunjungan lapangan ke rumah ibadah agama Islam, Kristen, dan Hindu untuk mengenal dan mengetahui agama, membuat film pendek, dan permainan.

Hasil tempaan Lian memang luar biasa. Pada upacara wisuda angkatan pertama di Tentena, lulusan Mosintuwu sepakat untuk mengabdikan diri bagi masyarakat dengan membangun sebuah rumah untuk perlindungan perempuan dan anak.

***

SP Mosintuwu kini memiliki delapan modul kurikulum dan yang bisa diselesaikan dalam 10 bulan. Mata pelajaran yang diajarkan adalah toleransi dan perdamaian, gender dan isu-isu politik, berbicara di depan umum dan pembangunan ekonomi. Melalui kurikulum ini, para anggota diminta menghilangkan praduga, kecurigaan, trauma, dan dendam, membangun kepercayaan diri serta saling percaya, dan meningkatkan kerja sama.

Tahun ini, SP angkatan kedua, menurut Lian, dibiayai dari hasil Coexist Prize, yang diterimanya pada 20 Maret lalu di Skirball Center, Universitas New York, Amerika Serikat. Penghargaan internasional dari Coexist Foundation yang bermarkas di Inggris itu diberikan kepada mereka yang dianggap sebagai unsung hero, sosok tidak dikenal yang bekerja dan memperjuangkan isu perdamaian serta gerakan interfaith.

“Saya tidak tahu dan mendadak masuk daftar panjang nominasi. Setelah itu lupa, tidak ingat lagi,” katanya, merendah. Lian terpilih dari 300 lebih nominator yang masuk dari seluruh dunia. Lian dan para finalis lolos setelah melalui tahap penjurian yang ketat oleh Dr. Ali Gomaa, Rabbi David Superstein, Bishop Mark S. Hanson, dan Mary Robinson.

Dalam penjelasan resmi di website Coexist Foundation disebutkan bahwa Coexist Prize baru pertama kali diadakan pada 2012 ini. Para juri memilih enam nominator sebagai finalis. Hingga akhirnya, juri berkeputusan bulat memilih Lian sebagai penerima Coexist Prize. ”Lian Gogali menjadi pemenang karena dia contoh terbaik dari sebuah pengalaman pribadi dan sebuah proyek yang menginspirasi,” kata David Ford, profesor di Universitas Cambridge, Inggris, mewakili para juri.

Saat menerima hadiah senilai US$ 100.000 itu, Lian Gogali menuturkan bahwa Coexist Prize yang diterimanya adalah penghargaan untuk semua perempuan dan anak-anak yang selama ini bekerja bersama-sama dengannya dalam segala keterbatasan untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Termasuk untuk semua pihak yang tetap percaya dan terus berjuang bagi kesetaraan, untuk perdamaian dan keadilan, melalui gerakan interfaith.

Coexist merupakan yayasan yang sejak 2006 mengupayakan pendekatan antar-keyakinan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam, juga masyarakat lain, melalui pendidikan, dialog, dan penelitian. Penghargaan buat Lian itu adalah sebuah pengakuan atas usahanya membangun perempuan Poso menjadi bagian terbaik dalam mereduksi pengaruh hasutan ideologi kebencian.

Kini, setelah satu langkah dilalui Lian, ada satu harapan lagi yang ingin dia wujudkan. Lian ingin menggelar Kongres Perempuan Poso. Kongres ini dimaksudkan untuk membuka ruang bicara perempuan Poso serta akses ruang publik dan ruang politik, sehingga perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan mendapatkan keadilan. “Saya pun ingin membangun sekolah perempuan di beberapa tempat di Indonesia, juga di luar, khususnya di daerah-daerah pasca-konflik,” katanya. (Mukhlison S. Widodo dan Rach Alida Bahaweres)


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Sunday, January 26, 2014

Angel Lelga, 'insyaf' dari artis panas jadi caleg PPP

Berita Terkait



  • Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014

    Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014


  • ‘Model seksi punya hak untuk nyaleg, toh rakyat yang memilih’


  • Jadi caleg, model seksi ini siap perjuangkan wanita Indramayu

Merdeka.com – Artis seksi Angel Lelga memutuskan terjun ke dunia politik dengan mencoba peruntungannya di Pemilu 2014. Janda Raja Dangdut Rhoma Irama itu menjadi caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta.


Angel memiliki alasan mengapa maju sebagai caleg dari partai berhaluan Islam. Salah satunya karena Angel adalah seorang mualaf.


“Kenapa mau masuk ke PPP karena saya mualaf. Karena bekerja yang begitu besar amanahnya buat masyarakat, saya mau berlandaskan agama yang baik,” kata Angel dalam acara diskusi di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Rabu (4/9).


Angel yang dulu terbiasa mengenakan pakaian seksi kini berubah dengan mengenakan busana muslim yang menutupi auratnya. Namun, Angel membantah penggunaan jilbab itu dilakukannya setelah dia maju sebagai caleg.


“Saya tidak merasa ada perubahan. Karena memang Angel Lelga dari dulu senang dengan busana sopan elegant dan humble,” ujarnya kepada KapanLagi.com, Senin (24/6)


Angel berjanji akan konsen menjadi wakil rakyat jika terpilih sebagai anggota DPR di Pemilu mendatang. Dia bahkan berjanji akan meninggalkan dunia entertainment demi mengemban amanah rakyat.


PPP sebagai kendaraan politik Angel di Pemilu 2014 tak masalah atas masa lalu Angel. PPP menghargai pertobatan yang dilakukan oleh penyanyi dangdut itu.


“Setiap orang punya masa lalu. PPP menghargai niat dan kesungguhan angel untuk menjadi muslimah yang lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Sekjen PPP M Romahurmuziy, Selasa (30/4).


Romy yakin Angel sudah bertobat dan menjadi sosok yang lebih baik lagi saat ini. Waktu yang nantinya, kata dia, akan menguji kesungguhan Angel sebagai kader PPP.


“Dunia selebritis memang dapat menarik orang menjadi jauh dari ajaran agama, namun tidak sedikit yang kemudian sadar dan kembali. Tentu waktu yang akan menguji kesungguhan Angel,” imbuhnya.


Nama Angel Lelga pertama mencuat saat terendus media menjadi istri siri dari Rhoma Irama. Angel Lelga dan Rhoma Irama sempat dekat lantaran pernah beradu akting dalam sinetron yang sama. Namun tak lama setelah diketahui media, Rhoma akhirnya menceraikan Angel Lelga.


Angel sempat mencoba peruntungan sebagai penyanyi dangdut dengan menyanyikan lagu ‘Jera’ karya Rhoma Irama. Namun karirnya di bidang tarik suara belum bisa mendongkrak namanya.


Wanita yang pernah tinggal lama di Solo, Jawa Tengah ini pun pernah membintangi sebuah film horor erotis khas film Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Angel beradu akting dengan bintang porno asal Amerika Serikat Tera Patrick.


Baca juga:
Benarkah caleg artis tak ada isinya?
Kisah Destiara, model seksi yang banting setir jadi caleg PKPI
5 Wakil rakyat ini dulunya model seksi
Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014
‘Model seksi punya hak untuk nyaleg, toh rakyat yang memilih’


Topik Pilihan
#Gempa Kebumen | #Banjir Jakarta | #Jokowi Ahok | #Kakek Dibuang Dari Ambulans | #Caleg Seksi












Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/09/27/mtrte4-dubes-paraguay-untuk-asean-masuk-islam-di-masjid-istiqlal


Angel Lelga, 'insyaf' dari artis panas jadi caleg PPP