Showing posts sorted by relevance for query Bali. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Bali. Sort by date Show all posts

Wednesday, May 8, 2013

Muslim Bisa Jadi Jembatan Bagi Bali

REPUBLIKA.CO.ID, Keberadaan umat Islam di Bali menguntungkan bagi daerah pariwisata itu. Karena secara tidak langsung umat Islam bisa menjadi jembatan dalam mengundang wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, HM Taufik Asadi, mengemukakan sekurangnya ada 30 paguyuban nusantara di Bali dan sebagian besar beragama Islam. Mereka bisa mengundang dan memperkenalkan Bali kepada karib kerabat di daerah asalnya. “Ini cara promosi yang sangat efektif untuk mendatangkan wisatawan ke Bali,” kata Taufik, Rabu (8/5) malam.


Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa Bali patut bersandar pada umat Islam. Pertama secara teologis, umat Islam mengenal doktrin untuk menjaga dan membangun daerah tempat tinggalnya. Kedua, sejarah umat Islam di Bali menunjukkan bahwa umat Islam ikut bahu membahu membela dan mempertahankan daerahnya saat melawan penjajahan Belanda.


Secara kebetulan umat Islam yang masuk ke Bali pada generasi awal sebagai pedagang yang sering kontak dengan dunia luar. “Hubungan bisnis antara Bali dengan dunia luar dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bundar, Desa Loloan, Kabupaten Jembrana,” kata Taufik.


Umat Islam di Bali berjumlah sekitar 550.000 orang dari 4,2 juta penduduk. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai pedagang, petani, nelayan, dan pekerja bangunan. Kegiatan ekonomi yang dijalani ummat Islam ini, memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan Bali. “Jadi sejak dulu, ummat Islam senantiasa ikut menjaga keamanan dan kemakmuran Bali,” kata pensiunan pegawai Departemen Agama itu.


Meningkatnya jumlah ummat Islam di Bali jelas Taufik, juga menambah jumlah lembaga-lembaga keislaman, baik lembaga pendidikan maupun sarana ibadahnya. Ke depan, harap Taufik, lembaga-lembaga itu jangan hanya berkembang secara fisik, tetapi juga lebih berperan dalam pembinaan umat.


Article source: http://berita8.com/berita/2013/04/penghina-nabi-muhammad-kini-jadi-mualaf


Muslim Bisa Jadi Jembatan Bagi Bali

Wednesday, February 6, 2013

Bali Punya 5 Tempat Ibadah Dalam 1 Komplek


Masjid Agung Ibnu Batutah

Masjid Agung Ibnu Batutah

detikTravel Community - 

Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua, Bali, punya pemandangan yang beda. Di sini, Anda dapat melihat 5 rumah ibadah yang terletak dalam satu komplek. Suasananya yang tenang pun mampu mendamaikan hati ini.

Dalam perjalanan dari Nusa Dua menuju ke Uluwatu, saya melihat sesuatu yang unik. Nama tempat tersebut ialah Pusat Peribadatan Puja Mandala. Ada 5 bangunan di sini. Masing-masing bangunan dalam lokasi tersebut merupakan tempat ibadah umat Islam, Katholik, Protestan, Buddha, dan Hindu. 

1. Masjid Agung Ibnu Batutah

Interior luar Masjid Agung Ibnu Batutah, seperti masjid-masjid pada umumnya. Warna kuning lebih mendominasi masjid ini. Masjid Agung Ibnu Batutah memiliki tiga lantai dan lantai pertama diperuntukkan bagi kaum wanita.

2. Gereja Katholik, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa

Bangunan gereja ini sama seperti kayaknya gereja yang ada di luar Bali. Tidak seperti gereja-gereja Katholik di Bali yang umumnya mempunyai bentuk unik. Di depan bangunan utama terdapat menara lonceng. Saya paling suka mendengar bunyi lonceng dari gereja. 

Sesuai dengan agama saya, jadi saya pun menyempatkan masuk ke dalam Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa. Interior di dalamnya juga seperti gereja-gereja pada umumnya. Ruangannya cukup besar dengan altar dan barisan kursi umat. Yang menarik dari gereja ini ialah lantainya yang bersih menimbulkan refleksi altar serta kursi. Cantik!

3. Vihara Buddha Guna

Nah, ini dia yang saya suka. Banyak patung cantik di luar bangunan Vihara Buddha Guna. Dari patung gajah putih di bagian depan, naga putih di samping, dan tentunya patung Buddha. Warna putih dan emas mendominasi vihara ini. Pantulan cahaya matahari waktu itu pun membuatnya semakin cantik.

4. Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua

Di Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, juga memiliki menara lonceng. Walaupun, bentuk lonceng di gereja ini berdeda bentuk. Bangunan utama gereja ini terdiri dari dua lantai, dengan dinding marmer. Sayang, saya tidak meihat interior di dalam, mungkin saja ada yang menarik.

5. Pura Jagatnatha

Keberadaan pura memang sudah umum di Bali. Pura Jagatnatha yang ada di lokasi ini juga sama seperti pura pada umumnya. Bangunan puranya terbuat dari batu berwarna hitam dan terdapat gapura pintu masuk. Karena pintunya tertutup, saya pun tidak bisa melihat bagian dalam.

Sungguh kagum saya melihat kompleks ini. Yuk, kita jalin kerukunan antar umat beragama di Indonesia tercinta.


Bali Punya 5 Tempat Ibadah Dalam 1 Komplek

Friday, September 20, 2013

Polisi tak temukan massa FPI terkait rencana demo di Nusa Dua

Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Laut Gilimanuk, Bali, belum menemukan massa Front Pembela Islam (FPI) yang hendak melakukan unjuk rasa menolak kontes kecantikan Miss World 2013.



“Sepanjang pengawasan yang kami lakukan, belum ada rombongan FPI yang masuk ke Bali lewat Gilimanuk,” kata Kepala Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris Made Prihenjagat saat dihubungi dari Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (19/9).



Pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi gangguan keamanan. “Kami tidak melarang siapa pun masuk Bali. Yang penting bisa menjaga keamanan pulau ini,” ujarnya.





Sementara Kepala Sub-Bagian Humas Polres Jembrana Ajun Komisaris Wayan Setiajaya menambahkan bahwa penjagaan wilayah barat Pulau Bali itu diperketat setelah ada kabar massa FPI hendak berunjuk rasa di Nusa Dua, Jumat (20/9).



“Untuk wilayah barat yaitu Kabupaten Jembrana, kami siap melakukan pengamanan terkait pelaksanaan Miss Word,” katanya.



Ia mengungkapkan, selain di pintu masuk resmi seperti Pelabuhan Gilimanuk, pengamanan juga dilakukan di wilayah pesisir yang rawan penyusupan.



Menurut dia, seluruh kekuatan di Polres Jembrana dikerahkan, mulai dari intel, reserse, hingga Polisi Perairan.





Baca Juga:



Juara World Muslimah Promosikan Label Halal dan Non Riba
Juara World Muslimah Diusahakan Bertemu Miss World 2013
Diberi Waktu 15 Menit, Kontestan Miss World Borong Camilan
Hary Tanoesoedibjo Bantah Miss World Hanya Bernilai Komersial
Panitia Miss World 2013 Rugi, Tapi Tak Akan Tuntut Pemerintah



“Ada yang melakukan pengamanan terbuka seperti di Pelabuhan Gilimanuk, ada juga yang mengawasi secara tertutup seperti yang dilakukan unit intel. Patroli di kawasan laut juga kami tingkatkan, lewat Polisi Perairan,” ujarnya.



Selain di wilayah Jembrana, Setiajaya mengaku bahwa komunikasi dan koordinasi dilakukan dengan Polres Banyuwangi, Jawa Timur.



Baca Juga:



Suami Ayu Ting Ting: Rumah Tangga Saya Bukan Konsumsi Publik
Keluarga Vicky Prasetyo Ribut Dengan Petugas Lapas
Panitia Miss World 2013 Rugi, Tapi Tak Akan Tuntut Pemerintah
Hary Tanoe Kecewa Final Miss World 2013 Dilarang di Sentul
Juara World Muslimah 2013 Siap Sosialisasi Hijab
Obabiyi Aishah Ajibola Tak Menyangka Juara World Muslimah 2013 (kpl/antara/dar)












Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/19/110514862/Ini-5-Kategori-Pemenang-di-World-Muslimah


Polisi tak temukan massa FPI terkait rencana demo di Nusa Dua

Friday, July 12, 2013

Kala Beragam Manusia Melebur



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>





PELABUHAN Sunda Kelapa, yang sebelumnya selalu berada di bawah bayang-bayang Pelabuhan Banten, pada akhirnya menarik perhatian para saudagar asing di abad ke-16. Sunda Kelapa berkembang menjadi bandar di mana produk-produk berharga, seperti kemenyan, porselen, sutra, kayu gaharu, bulu cenderawasih, dan mutiara, diperdagangkan.

Sebagai rangsangan tambahan bagi pelaut-pelaut yang kelelahan dan kehausan, Sunda Kelapa menyediakan arak bermutu baik, air tebu sulingan, dan air tape yang dibuat pemukim Cina. Woodes Rodgers, kapten kapal galleon Spanyol yang berlabuh di Batavia tahun 1710, mencatat, ”Awak kapal kami saling berangkulan dan mengucapkan rasa syukur karena mereka tiba di tempat pesta minum-minum yang gembira sekali” (Willard A Hanna, 1988).


Seiring dengan perkembangan perdagangan, Sunda Kelapa dengan cepat menjadi daerah yang kosmopolitan. Kawasan itu menjadi lebih kosmopolitan lagi ketika Coen membangun Kota Benteng Batavia sebagai markas perdagangan VOC di Nusantara tahun 1619. Awalnya, ia merancang Batavia sebagai kota koloni bercorak Eropa yang dihuni orang-orang Eropa. Apa daya, ambisinya gagal total karena sedikit sekali orang Eropa yang bersedia datang ke Batavia. Adapun orang Eropa yang sudah ada di Batavia ia anggap ”sampah masyarakat”.


Ia pun sempat mendesak Heeren XVII, 17 direktur VOC yang bermarkas di Belanda, agar mengirim orang-orang terhormat, terutama para gadis. Namun, permintaan itu ditolak dengan berbagai alasan (S Blackburn, 2011).


Agar Batavia yang masih kosong melompong itu berpenghuni, Coen mendatangkan imigran Cina, Ambon, Filipina, dan Jepang. Orang Cina diharapkan menggerakkan perekonomian, sementara Ambon, Filipina, dan Jepang sebagai tenaga keamanan. Ia juga membawa masuk budak-budak dari Coromandel, Benggala, dan budak-budak dari seluruh wilayah Indonesia, seperti Bali, Makassar, Sumbawa, dan Timor, untuk dijadikan tenaga kerja. Ketika Batavia menjadi pelabuhan yang ramai, pedagang-pedagang dari Gujarat dan belakangan Hadramaut juga datang dan menetap di Batavia.


Begitulah sejak awal pendiriannya, penduduk di dalam Kota Benteng Batavia sudah sangat majemuk. Di daerah luar Kota Benteng (Ommenlanden), penduduk lebih majemuk lagi. Awalnya, Ommenlanden hanya dihuni sejumlah kecil penduduk. Seiring dengan perluasan daerah perkebunan VOC dan pedagang Cina ke daerah Ommenlanden, masuklah gelombang imigran bebas baik dari Cina, Jawa, dan Banten. Para mestizo (penduduk beragama Kristen hasil perkawinan orang Eropa dan Asia), mardijker (budak yang telah merdeka), para prajurit, dan mantan prajurit juga masuk ke Ommenlanden dan menetap di sana.


Ramco Raben mencatat, orang Eropa atau Indo- Eropa biasanya tinggal berkerumun di dekat pusat kota. Orang mardijker, komunitas Arab dan Cina mendominasi pinggiran sebelah timur, barat daya, dan barat Ommenlanden. Sebagian orang Cina juga tinggal dalam radius cukup jauh dari kota.


Secara umum, orang Jawa menempati daerah-daerah terjauh dari Ommenlanden, sedangkan orang Bali dan Bugis tidak memperlihatkan pola tinggal yang jelas (K Grijns, P JM Nas (ed), Jakarta Batavia, Esai Sosio-Kultural, 2007).


Belanda sebenarnya menerapkan kebijakan pemisahan (segregasi) permukiman penduduk berdasarkan latar belakangnya. Tujuannya agar penduduk yang beragam itu tidak akan menyatu. Kenyataannya, kebijakan itu tidak jalan di lapangan. Di dalam Kota Benteng, laki-laki Eropa melirik perempuan lokal akibat minimnya gadis-gadis Eropa di Batavia. Imigran awal Cina dan Hadramaut— terutama imigran generasi awal—juga kawin dengan perempuan lokal. Pangkal soalnya sama saja, yakni mereka tidak membawa perempuan dari negeri leluhur ke tanah rantau di Batavia.


Di wilayah Ommenlanden, kawin campur lebih luas lagi dan melibatkan lebih banyak etnis. Lewat perkawinan campur semacam inilah akulturasi budaya terjadi.


Peran perempuan, menurut Susan Blackburn, sangat penting dalam proses akulturasi tersebut. Selain lewat perkawinan, pertemuan budaya terjadi lewat hubungan antara budak dan tuan atau pelayan dan majikan di keluarga orang Eropa ataupun Cina. Betapa tidak, mereka memegang peranan kunci dalam mengurus rumah tangga, mulai dari mengurus rumah, mengasuh anak, hingga memasak. Dari mereka, orang-orang Eropa atau Indo-Eropa mengenal masakan Indonesia.



KOMPAS/LASTI KURNIA Rombongan turis mancanegara menggunakan sepeda sewaan berkeliling di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (30/3/2011). Wisata kota tua dengan mengunjungi situs bangunan tua dan lokasi bersejarah merupakan salah satu paket yang digemari turis mancanegara yang berkunjung ke Jakarta.

Gaya hidup keluarga-keluarga campuran semakin lama memang semakin mengindonesia pada abad ke-19. Orang Belanda yang kaya ataupun miskin mengenakan sarung, menikmati tidur siang setelah makan, dan doyan rijsttafel.

Sebagian dari perempuan indo yang pandai memasak menyebarkan makanan lokal bercita rasa barat atau sebaliknya lewat buku-buku. Buku-buku tersebut antara lain Boekoe Masakan Baroe yang ditulis Nyonya Johanna dan diterbitkan di Batavia tahun 1897 serta Kokki Bitja yang ditulis Nonna Cornelia dan cetakan kesembilannya diterbitkan tahun 1880 (Susan Blackburn, 2011).


Hal itu juga terjadi pada keluarga Cina Peranakan. Mereka kehilangan sebagian karakter asli pendahulunya. Sebagian memeluk agama Islam dan mengganti nama mereka dengan nama-nama Islam. Dengan demikian, mereka terserap ke dalam komunitas pribumi.


Orang-orang Bali yang lama tinggal di Batavia juga terserap ke dalam komunitas lokal. Jejak mereka sebagai orang Bali benar-benar hilang di Jakarta dan menjadi Betawi (Lance Castles, Profil Etnik Jakarta, 2007).


Begitulah, beragam manusia dari berbagai latar belakang etnis dan ras melebur menjadi Betawi. Jejak mereka mewarnai produk-produk kebudayaan Betawi, mulai dari pakaian, musik, hingga makanan.


Namun, tidak semua pendatang asing mengalami proses peleburan yang sama. Ketika Terusan Suez dibuka tahun 1869, perempuan-perempuan Eropa dan Cina berdatangan ke Batavia dalam jumlah cukup banyak. Kedatangan perempuan Cina dan Eropa secara mendadak menghentikan kebiasaan kawin campur laki-laki Eropa dan Cina dengan perempuan lokal yang telah berlangsung sejak abad ke-17. Akibatnya, terbentuklah subkomunitas totok dalam komunitas-komunitas keturunan itu (Anthony Reid: Nusa Jawa: Silang Budaya Jaringan Asia, 2008). (Budi Suwarna/Iwan Santosa/Ahmad Arif)


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>





































Article source: http://www.sinarharian.com.my/global/pelampau-yahudi-cemari-al-aqsa-1.181553


Kala Beragam Manusia Melebur

Sunday, September 15, 2013

Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

JAKARTA - Pada saat peserta pemilihan Miss World 2013 sedang menjalani karantina di Bali sejak minggu lalu, di Jakarta digelar kontes World Muslimah mulai Rabu (11/9). Ajang tersebut digelar sebagai wadah bagi para perempuan berjilbab yang tidak mau melepaskan pakaiannya untuk mengikuti kontes ratu kecantikan. 





Pendiri World Muslimah Foundation Eka Shanty mengatakan, penyelenggaraan ini tidak didesain untuk menyaingi kontes Miss World. “Kami sudah tiga kali mengadakan, justru Miss World yang datang ke sini,” ujarnya.





Sejak kali pertama diadakan pada 2011, World Muslimah juga selalu berlangsung pada September. 





Tahun ini ajang kecantikan bagi perempuan muslim sedunia itu akan diikuti 20 kontestan yang berasal dari enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, dan Iran. Eka menjelaskan, audisi peserta World Muslimah dilaksanakan secara online.





Mulanya, audisi awal diikuti sebelas negara dengan 551 peserta pada Juni hingga Juli 2013. Dari jumlah itu, terpilih top 100 semifinalis. Mereka lantas menyampaikan video tentang diri dan beragam aktivitas sosial yang sudah dilakukan. “Seleksi video dilakukan melalui YouTube,” tambahnya. 





Nah, saat ini terpilih 20 finalis yang berkumpul di Jakarta dari berbagai negara. Mereka akan bersaing untuk meraih gelar World Muslimah 2013, runner-up I, dan runner-up II. Selain itu, ada beberapa kategori baru. Yakni The Most Inspiring Video, The Most Favorite, The Most Talented, The Best Alquran Recitation, dan The World Netizen Muslimah. 





Konsep acara World Muslimah juga diklaim Eka berbeda dengan kontes ratu kecantikan lainnya. Pergelaran tersebut, menurut dia, lebih menonjolkan sisi spiritualisme. Dari segi kostum, dipastikan tidak akan ada sesi mengenakan pakaian minim. 





”Sebaliknya, semua pakaian modis kontestan harus sesuai dengan syariat Islam. “Apalagi, tahun ini aspek penilaian tak hanya melibatkan unsur kecantikan,” terang Eka, “tapi didasarkan pada tiga hal, yakni  salihah, smart, dan stylish.





Salihah adalah penilaian karakter dengan peserta akan mengaji bersama untuk mendapatkan sepuluh besar. Setelah itu ada segmen smart, yakni menilai komitmen, hingga terpilih lima besar. Sisanya akan masuk ke segmen stylish dan memilih satu di antara enam kategori pertanyaan. Enam kategori tersebut mengacu pada enam gaya hidup Islam yang akan dikampanyekan jika nanti terpilih sebagai World Muslimah. Keenamnya adalah islamic fashion, islamic syariah, food halal, fundamental education, funding, dan tourism. 





Eka mengakui, dalam pergelaran nanti, peserta tetap akan berlenggak-lenggok di atas catwalk. “Ya, kami tetap ada runway, tapi bukan untuk berpose atau hanya berlenggak-lenggok hanya untuk dilihat. Tapi, saat dia berjalan tentu dengan koreografi,” jelas Eka. 





Selain unik dari busana para finalisnya yang berjilbab serta proses seleksi, keunikan ditemukan dalam sistem penjurian. Tim juri akan menyeleksi kontestan hingga dua besar. “Selanjutnya, ada seratus anak yatim yang akan memilih pemenang dari dua besar yang terpilih,” terang Eka.





Malam final World Muslimah pada 18 September akan diramaikan artis-artis tanah air seperti The Massive, Opick, Melly Goeslaw, dan penyanyi cantik Raissa. “Selain itu, ajang kecantikan ini didukung desainer-desainer ternama yang akan menampilkan busana muslim,” ujar Eka. (puj/hen/c9/kim)



 



Article source: http://beritasore.com/2013/06/12/pemkab-labuhanbatu-beri-beasiswa-420-siswa-masuk-ptn/


Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

Sunday, April 14, 2013

Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Perpolitikan nasional semakin mengkhawatirkan. Para pemimpin bangsa, dan daerah lahir dari proses politik yang semakin pragmatis dan transaksional yang ditandai dengan fenomena ongkos politik teramat mahal. Akibatnya para aktifis idealis tersingkir dari panggung politik, digantikan orang-orang berduit. Pengusaha makin dominan di partai politik.


Sejumlah senior dari organisasi ekstra universitas yang dikenal dengan sebutan Kelompok Cipayung hadir dan berbicara di forum Konferensi Nasional III Forkoma PMKRI di Denpasar, Bali, yang berakhir Minggu (14/4/2013).


Mereka tampil sebagai pembicara tentang kepemimpinan nasional. Mereka adalah Ketua Harian Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) M Alfan Alfian, Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, Sekjen Persatuan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)/mantan anggota DPR dari PKB Effendy Choirie, dan Sekjen Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Andaru Sanyoto.


Dari tuan rumah adalah Ketua Forkoma PMKRI Bali Yohanes Usfunan
dan Ketua Forum Komunikasi Alumni PMKRI Hermawi Fransiskus Taslim.


Forum Alumni Kelompok Cipayung di deklarasikan tanggal 25 Januari 2012, bertepatan memperingati 40 tahun dibentuknya Kelompok Cipayung, di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, 25 Januari 1972.


Saat itu forum bersama ini dibentuk lima organisasi kemahasiswaan, yakni Mahasiswa Islam (MI), Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


Para pembicara memetakan kekuatan dan kelemah, teladan atau contoh, dan mengkritisi kepemimpinan nasional sejak Indonesia merdeka, sampai saat ini. Menurut Alfan Alfian, saat pendiri bangsa, Soekarno-Hatta mempimpin negeri ini, Indonesia berada dalam kondisi pasang- surut untuk ukuran demokrasi.


Kebebasan demokrasi mengalami puncaknya saat diterapkan demokrasi liberal yang ditandai pemilu bebas tahun 1955. Era Soekarno berakhir, dan digantikan Soeharto. Pengganti baru ini kemudian dikenal dengan Orde Baru, ditandai dengan yang berkuasa adalah elite militer. Kemudian pada era reofrmasi, tampilnya presiden BJ Habibie, disusul Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kondisi terkini, pemimpin bangsa lahir dari situasi politik yang semakin pragmatis dan traksaksional. “Politik kita hari-hari ini, semakin pragmatisme-transaksional. Saya sekadar menguatkan elite politik dari kalangan pebisnis. Kalaupun ada aktifis, barangkali aktifis yang berbisnis,” ujar Alfan.


Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, senada memotret peta politik nasional. “Transaksional ini mewarisi Orde Baru terlalu prosedural administratif. Saat ini, situasi terbolak-balik. Pengusaha yang meng-engineer parpol sedemikian rupa, penguasa masuk ke parpol dan akan menjadi penguasa,” katanya.


Jika pada zaman Oder Baru, segala sesuatu dibatasi, karena pemimpin dari militer sangat kuat, sedangkan sekarang sebaliknya. “Seharusnya, pemimpin dengan postur militer yang sangat kuat, tetapi senyatanya lebih lembek dari sipil.”


Menurutnya, sektor politik, semakin ditandai transaksional. Biaya politik terlalu mahal. Prosedural pelaksanaan kongres satu parpol misalnya, untuk 459 cabang di 34 provinsi, peserta harus diongkosi dari daerah masing-masing ke lokasi kongres. Untuk pemilihan presiden satu kali putaran saja, seorang calon harus menyiapkan dana minimal 250 miliar.


“Ini persoalan bangsa. Belum lagi soal diskriminasi. Tujuh kata sudah dicabut dari pembukaan UUD 45, tetapi pemimpin masih tetap harus orang Jawa dan Muslim. Ini diskriminasi. Mestinya siapa pun boleh mencalonkan diri, tidak perlu dilarang, masalah terpilih atau nggak, itu urusan lain,” kata Riad.


Gurubesar Universitas Udayana yang menbajat Ketua Forkoma PMKRI Bali Drs Yohanes Usfunan mengatakan, dia dua kali mencoba maju sebagai calon bupati di NTT namun selalu gagal. “Mungkin karena saya terlalu idealis, tidak mau money politics,” ujarnya.


Ada pun Andaru Sanyoto mengatakan, republik ini lahir hanya dari satu pernyataan Sumpah Pemuda menjadi Sumpah bangsa. Kalau sudah perkataan tidak sama dengan perbuatan, entah masih adakah NKRI ke depan.


“Tuntutan zaman, meminta pemimpin yang mampu mendengar dan memutuskan. “Saya sudah memantau, saya sudah mengunjungi, tapi keberanian memutuskan tidak ada. Pemimpin ke depan, tidak hanya gagah perwira, tetapi harus juga berani memutuskan,” kata Andaru. (tribunnews.com/domu d ambarita)


Article source: http://www.solopos.com/2013/02/08/kover-sesuai-isi-376867


Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

Saturday, September 14, 2013

Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

JAKARTA,FAJAR — Pada saat peserta pemilihan Miss World 2013 sedang menjalani karantina di Bali sejak minggu lalu, di Jakarta digelar kontes World Muslimah mulai Rabu (11/9). Ajang tersebut digelar sebagai wadah bagi para perempuan berjilbab yang tidak mau melepaskan pakaiannya untuk mengikuti kontes ratu kecantikan.



Pendiri World Muslimah Foundation Eka Shanty mengatakan, penyelenggaraan ini tidak didesain untuk menyaingi kontes Miss World. “Kami sudah tiga kali mengadakan, justru Miss World yang datang ke sini,” ujarnya.



Sejak kali pertama diadakan pada 2011, World Muslimah juga selalu berlangsung pada September.



Tahun ini ajang kecantikan bagi perempuan muslim sedunia itu akan diikuti 20 kontestan yang berasal dari enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, dan Iran. Eka menjelaskan, audisi peserta World Muslimah dilaksanakan secara online.



Mulanya, audisi awal diikuti sebelas negara dengan 551 peserta pada Juni hingga Juli 2013. Dari jumlah itu, terpilih top 100 semifinalis. Mereka lantas menyampaikan video tentang diri dan beragam aktivitas sosial yang sudah dilakukan. “Seleksi video dilakukan melalui YouTube,” tambahnya.



Nah, saat ini terpilih 20 finalis yang berkumpul di Jakarta dari berbagai negara. Mereka akan bersaing untuk meraih gelar World Muslimah 2013, runner-up I, dan runner-up II. Selain itu, ada beberapa kategori baru. Yakni The Most Inspiring Video, The Most Favorite, The Most Talented, The Best Alquran Recitation, dan The World Netizen Muslimah.



Konsep acara World Muslimah juga diklaim Eka berbeda dengan kontes ratu kecantikan lainnya. Pergelaran tersebut, menurut dia, lebih menonjolkan sisi spiritualisme. Dari segi kostum, dipastikan tidak akan ada sesi mengenakan pakaian minim.



“Sebaliknya, semua pakaian modis kontestan harus sesuai dengan syariat Islam. “Apalagi, tahun ini aspek penilaian tak hanya melibatkan unsur kecantikan,” terang Eka, “tapi didasarkan pada tiga hal, yakni  salihah, smart, dan stylish.



Salihah adalah penilaian karakter dengan peserta akan mengaji bersama untuk mendapatkan sepuluh besar. Setelah itu ada segmen smart, yakni menilai komitmen, hingga terpilih lima besar. Sisanya akan masuk ke segmen stylish dan memilih satu di antara enam kategori pertanyaan. Enam kategori tersebut mengacu pada enam gaya hidup Islam yang akan dikampanyekan jika nanti terpilih sebagai World Muslimah. Keenamnya adalah islamic fashion, islamic syariah, food halal, fundamental education, funding, dan tourism.



Eka mengakui, dalam pergelaran nanti, peserta tetap akan berlenggak-lenggok di atas catwalk. “Ya, kami tetap ada runway, tapi bukan untuk berpose atau hanya berlenggak-lenggok hanya untuk dilihat. Tapi, saat dia berjalan tentu dengan koreografi,” jelas Eka.



Selain unik dari busana para finalisnya yang berjilbab serta proses seleksi, keunikan ditemukan dalam sistem penjurian. Tim juri akan menyeleksi kontestan hingga dua besar. “Selanjutnya, ada seratus anak yatim yang akan memilih pemenang dari dua besar yang terpilih,” terang Eka.



Malam final World Muslimah pada 18 September akan diramaikan artis-artis tanah air seperti The Massive, Opick, Melly Goeslaw, dan penyanyi cantik Raissa. “Selain itu, ajang kecantikan ini didukung desainer-desainer ternama yang akan menampilkan busana muslim,” ujar Eka. (puj/hen/c9/kim)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/13/09/11/msyswl-rimini-meeting-3


Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

Tuesday, September 24, 2013

Orang Jerman merasa aneh Miss World diprotes

Orang Jerman merasa aneh kalau pemilihan Miss World di Indonesia diprotes oleh kelompok muslim tertentu dan main organ di malam hari juga dilarang di Aceh.



“Bagi orang Jerman itu tidak masuk akal,” kata seorang pakar tentang Indonesia atau Indonesianis dari Jerman, Dr Bernhard May di sela diskusi Islam dan Media di Indonesia di Frakfurt, Senin (23/9) malam.


Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh KJRI Frankfurt dan Frankfruters Press Club itu tampil sebagai pembicara Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi, pengajar Universitas Paramadina Suratno dan Saiful Akmal, kandidat doktor dari Universitas Goethe.





Sebelumnya, pagelaran Miss World batal dilaksanakan di Sentul karena protes dari sekelompok Muslim, sehingga tetap dilangsungkan di Pulau Bali. Di Jakarta, sebagai tandingan digelar World Muslimah tanpa ada gangguan.



Menurut Bernard, meskipun tidak mewakili mayoritas muslim Indonesia yang moderat, kelompol radikal menarik perhatian masyarakat Jerman karena pemikiran dan tindakannya.



Sebagai contoh, katanya, adanya peraturan daerah di Aceh yang melarang memainkan keyboard atau alat musik lainnya pada malam hari selepas pukul 18.00.



“Berita razia oleh polisi syariah terhadap orang memainkan musik di malam hari tidak bisa dipahami oleh kami orang Jerman,” kata Bernard yang pernah bertugas di Kalimantan Timur.





Bernard juga merasa heran kenapa aparat keamanan dan pemerintah tidak bisa bertindak terhadap aktivitas kelompok radikal tersebut. “Mestinya pemerintah tidak membiarkan hal-hal seperti itu,” tegasnya.



Ia mengatakan berita-berita semacam itu tentunya berpengaruh bagi orang Jerman dalam memandang Indonesia, termasuk berpengaruh terhadap kunjungan warga Jerman ke Indonesia.



“Untung banyak orang Jerman tidak tahu kalau Bali itu bagian dari Indonesia,” katanya seraya mengatakan turis Jerman masih melihat Bali sebagai tujuan wisata di Asia.



(kpl/antara/dar)












Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/04/219510329/Angel-Lelga-Jadi-Murid-Suryadharma-Ali


Orang Jerman merasa aneh Miss World diprotes

Sunday, November 17, 2013

Gedung Ibadah di Kota Tua



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>





Oleh: Windoro Adi

Ada banyak museum di Kota Tua—Museum Jakarta, Museum Keramik, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bahari. Bosan dengan itu, ternyata ada sederet gedung ibadah yang menjadi saksi kemegahan dan keakraban masyarakat yang tinggal di Batavia.


Yuk menyusur gedung-gedung ibadah tersebut. Ada beragam rumah ibadah di Kota Tua. Jika langkah mulai menyusuri Jalan Perniagaan Raya menuju Jalan Tubagus Angke, ada beberapa masjid dan langgar yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Di tepi Kali Angke, dekat persimpangan Jalan KH Moh Mansyur Jembatan Lima-Jalan Tubagus Angke, tak jauh dari Jalan Perniagaan Raya, tampak gedung Langgar Tinggi yang dibangun tahun 1833 atau 1249 Hijriah. Hingga kini, masih digunakan untuk ibadah.


Ketika itu, langgar ini menjadi tempat favorit bagi pedagang serta awak perahu dan rakit yang datang dari Banten dan Tangerang.


Dari sana mereka membawa bahan-bahan bangunan, beraneka buah dan rempah, serta bermacam barang kelontong dan tekstil yang akan mereka jual di Batavia. Mereka menyusuri Kali Cisadane ke sodetan kali bernama Mookevart (di tepian Jalan Daan Mogot) sebelum masuk ke Kali Angke.


Langgar dengan luas lantai dasar 8 x 24 meter ini berada di lingkungan RT 002 RW 001, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora. Lantai bawah digunakan sebagai tempat wudu dan tempat penginapan pedagang serta awak rakit dan perahu.


Arsitektur langgar berunsur Eropa klasik tampak pada tiang-tiangnya, dipadu unsur China pada penyangga balok-balok kayunya dan Jawa pada denah dasarnya.


Tak jauh dari langgar terdapat masjid tertua di Jakarta yang masih berdiri, Masjid Al Anshor (1648), di Jalan Pengukiran II. Juga Masjid Annawar (1760) di Jalan Pekojan Nomor 71.


Di seberang Kali Angke, di Gang Mesjid 1, berdiri Masjid Angke atau Masjid Al Anwar (1761) yang dibangun seorang kontraktor China untuk orang Bali yang beragama Islam.


Selain Masjid Angke, ada pula Masjid Kebon Jeruk (1786) yang berarsitek Bali, Belanda, Jawa, dan China. Lokasi masjid ini berada di Jalan Hayam Wuruk Nomor 8 (masih di lingkungan Jakarta Barat, tetapi sudah di luar batas Kota Tua).


Tentang kedua masjid ini, penulis banyak buku tentang Batavia, Heuken SJ, menyebutkan, orang Belanda menganggap kaum pribumi adalah orang-orang yang tinggal di tanah Jawa. Jadi, orang pribumi itu orang Jawa. Orang Jawa itu beragama Islam. Artinya, tunduk pada peraturan hukum Islam. Maka, orang Bali yang tinggal di tanah Jawa (termasuk Batavia) yang beragama Hindu pun harus tunduk pada hukum Islam.


Berbeda dengan orang-orang China yang masuk Islam kala itu. Mereka masuk Islam agar dianggap golongan pribumi sehingga mereka bisa bebas dari pajak kuncir rambut dan beban pajak lainnya yang hanya ditanggung orang China.


Klenteng


Jangan heran apabila jumlah masjid di kawasan Kota Tua jauh lebih sedikit daripada jumlah klenteng di sana. Sebab, ada satu masa di era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Persatuan Dagang Hindia Timur, jumlah orang China mendominasi Batavia.


Dari perempatan Jalan Perniagaan Barat-Tambora 8 dan Jalan Perniagaan Raya-Pangeran Tubagus Angke, masuklah ke Jalan Tambora 8 di tepi Kali Opak. Tak berapa lama menyisir jalan tersebut, di sisi kiri jalan akan tampak gapura dengan papan bertulis ”Kwan Tee Bio d/n Lamceng, Jakarta Barat”, pertanda masuk ke kompleks Kelenteng Arya Marga atau Nan Jing Miao.


Klenteng dibangun di atas tanah seluas 3.000 meter persegi, dikelilingi 12 rumah petak sewa milik yayasan pengelola klenteng. Klenteng terbagi dalam empat ruang besar.


Di ruang belakang ada dua altar untuk menghormati mendiang Kapitan The Liong Hui. Di atas altar utama disimpan abu dan patung kayu sang kapitan asal Nanjing, Kabupaten Zhanzhou (Fujian) itu.


Tahun 1824, Kapitan The membangun kelenteng ini. Karena tidak memiliki keturunan, seluruh kekayaan ia habiskan untuk membangun rumah ibadah ini. Pengelolaan rumah ibadah ia percayakan kepada Tjhung See Gan.


Agar biaya pemeliharaan kelenteng terjamin, tahun 1839 Kapitan The meminta Tjhung membangun 12 rumah petak sewa yang hasil sewanya untuk ”menghidupi” kelenteng.


Sepeninggal Tjhung, kelenteng terbengkalai dan menjadi tempat tinggal pengemis. Beruntung, kondisi merana tersebut berakhir setelah tahun 1978, kelenteng dibersihkan, dikelola, dan dirawat Kepala Kelenteng Basri Oemar (Oey Sek Hai).


Jika dibandingkan dengan plafon Kelenteng Tian-Hou atau Wihara Dewi Samudera (1784) di Bandengan Selatan atau dengan Kelenteng Feng-shan Miao (1751) di Jalan Kemenangan III/48, plafon Kelenteng Kapitan The pasti kalah indah.


Altarnya pun kalah bagus dengan altar yang ada dalam Kelenteng Lu Ban Gong (1784) yang terletak di Jalan Bandengan Selatan 36. Meskipun demikian, Kelenteng Arya Marga menjadi satu-satunya kelenteng yang dibangun kapitan China di Batavia.


Pada periode 1812-1847, pembangunan kelenteng (Taois) dan wihara (Buddhis) umumnya dilakukan kongsi dagang dan lebih banyak ditujukan menghormati dewa dagang atau yang berhubungan dengan perdagangan. Lingkungan kelenteng pun sering dijadikan tempat pertemuan untuk membahas rencana bisnis.


Sebelum era ini, kelenteng di Kota Tua dibangun dengan berbagai tujuan. Dewa yang diletakkan di altar pun beragam, tidak didominasi dewa dagang. Kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan kelenteng lebih sering dilakukan daripada pertemuan-pertemuan dagang.


Kelenteng Li Tie-guai atau Wihara Budhidharma di Jalan Perniagaan Selatan, yang menjadi tempat beribadah orang China terpopuler di kawasan Glodok, adalah salah satu kelenteng yang dibangun untuk dua di antara ”Delapan Hyang Mulia”, pelindung kongsi dagang.


Gereja


Di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Mangga Dua berdiri megah Gereja Sion. Sebuah mimbar bergaya barok karya H Bruyn (1695) berdiri di tengah altar. Di atasnya terpasang kanopi Gereja Kubah, yang juga ada kota Batavia tapi sudah dibongkar Gubernur Jenderal Belanda Daendels tahun 1808.



DHONI SETIAWAN Gereja Sion dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis terletak di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat. Pembangunan Gereja dimulai pada tahun 1693 dan diresmikan 1695.

Pembuatan mimbar bersegi delapan dengan paduan ukiran China, Eropa, dan India ini menghabiskan biaya 260 ringgit, sedangkan biaya pembangunan gereja ini 3.000 ringgit pada 1695. Menghadap altar, di sebelah kanan, berderet kursi besar berukir buatan pertengahan abad ke-17. Kursi itu dibuat khusus bagi petinggi VOC, termasuk buat para Gubernur Jenderal Belanda. Di tengah atas sandaran kursi yang terbuat dari kayu hitam itu terukir kitab suci yang terbuka. Di kiri-kanannya ada dua malaikat kecil.

Di salah satu dinding gereja ada batu bertulis dalam bahasa Belanda yang artinya, ”Batu pertama gereja ini diletakkan 19 Oktober 1693 oleh Pieter van Hoorn”. Meski menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Kristen di Kota Tua, kondisi gereja ini terawat baik dibandingkan dengan semua tempat ibadah bersejarah di Kota Tua. (JOS)


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>



































Article source: http://news.liputan6.com/read/708601/euforia-pelantikan-kalemnya-jokowi-garangnya-ahok?wp.hdln


Gedung Ibadah di Kota Tua

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'Hamish Daud Sempat Terlibat di Film 'Rectoverso'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'Hamish Daud Hadir di Media Luncheon Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional KomodoHamish Daud dan Vicky Nitinegoro di Taman Nasional Komodo>
Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud Hadiri Indonesia Movie Actors Awards 2016>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Very Much for Visit this Article

Thursday, March 7, 2013

Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Kamis, 07 Maret 2013 14:14

Nana Rohanawati

BERBEDA latar belakang budaya dan keyakinan, tak membuat Shogo, pengusaha asal Jepang ini gentar saat mendekati Tiwi T2.

Kesungguhannya untuk mendapatkan cinta personel T2 ini bahkan dia buktikan dengan berganti keyakinannya, menjadi seorang mualaf.

Cerita ini disampaikan oleh Tiwi, saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (7/3). Penyanyi jebolan AFI Indosiar ini menuturkan bahwa suaminya resmi menjadi mualaf sejak 19 Februari lalu, 3 hari setelah mereka resmi menikah. Tiwi-Shogo menikah di Bali, 16 Februari lalu.

“Dia itu mualaf, setelah kami menikah. Tepatnya sejak tanggal 19 Februari,” ujar penyanyi bernama lengkap Prastiwi Dwiarti itu kepada wartawan.

Tiwi telah menjalin hubungan dengan Shogo sejak setahun yang lalu. Shogo memang telah lama menetap di Bali. Sejak awal berkenalan dan menjalin kedekatan dengan Shogo, Tiwi mengaku kerap kali menjejalkan ajaran-ajaran Islam pada pria yang kini jadi suaminya itu.

“Dari awal ketemu juga aku sudah kasih penjelasan soal Islam,” tutur Tiwi yang mengaku bahwa bahasa Indonesia suaminya masih belum terlalu lancar.

(Nana/yb)

Foto-foto: Tiwi T2

Berita Terkait:

Menikah dengan Pria Jepang, Tiwi T2 Punya Kebiasaan BaruHari Ini, Tiwi T2 Menikah Dengan Pengusaha Asal JepangTiwi T2 Menikah Awal Tahun 2013Terlanjur Beli Tiket VIP Konser Lady Gaga, Tiwi T2 Kecewa Jika Sampai Gagal

Berikan komentar

Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1965407/polisi-israel-masuk-masjid-al-aqsa-picu-bentrokan


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Sunday, March 17, 2013

Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Diplomat
Australia Makin Serius
Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Senin, 18 Maret 2013

Australia kini semakin serius mempererat hubungan dengan Indonesia. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengungkapkan yang dia hubungi pertama lewat telepon setelah ditunjuk sebagai Menlu baru Australia adalah Menlu RI, Marty Natalegawa. Carr menilai Indonesia adalah tetangga utama dan mitra terpenting bagi Australia.

Menlu Carr menilai hubungan kedua negara kini mencapai titik tertinggi. Jumlah kunjungan antarmenteri dalam 5 tahun terakhir lebih dari 120 kali. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Australia telah membangun kebiasaan berkonsultasi satu sama lain. Kebiasaan berkonsultasi ini untuk membahas tantangan-tantangan yang sedang dihadapi sehingga ini merupakan tugas yang tidak pernah selesai. Australia tahun ini berkomitmen menambah program visa kerja khusus untuk turis (working holiday visa) dari 100 menjadi 1.000 orang setiap tahun. Ini tentunya program yang bagus untuk memperbanyak warga Australia yang berlibur sambil bekerja di Indonesia. Begitu juga makin banyak warga Indonesia yang memperoleh pengalaman bekerja sambil berlibur di Australia. “Kami juga mempersiapkan program saling kunjung di bidang seni, budaya, sains, dan teknologi kedua negara pada 2014. Di Australia, Kota Perth disiapkan menjadi lokasi pertama program pelatihan kejuruan untuk peserta dari Indonesia,” kata Carr sambil menambahkan pihaknya juga terus melibatkan lebih banyak lagi peserta program pertukaran sekolah lanjutan. Dia mengungkapkan program pertukaran kunjungan sekolah bernama BRIDGE. Dalam kunjungan proyek BRIDGE di Bali November 2012, Carr mengaku terkesan atas interaksi Sekolah Kristen Tasmania dengan Sekolah Islam setempat dengan saling mengenalkan bahasa dan budaya masing-masing. Kedua negara pun sedang mempersiapkan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (yang ditargetkan bisa selesai pada 2014). Dengan demikian kedua negara berupaya untuk menambah lagi fundamental hubungan bilateral. Carr memastikan Pemerintah Australia punya komitmen besar untuk turut membangun Indonesia. Pemerintah federal menganggarkan 1 miliar dolar untuk memenuhi komitmen itu. Lalu kini mulai rutin digelar dialog yang mempertemukan kalangan pebisnis, cendekiawan, tokoh masyarakat, dan media dari Indonesia dan Australia. Kini ada sekitar 50.000 warga Indonesia di Australia menurut data per 2011 dan sebanyak 18.000 dari mereka adalah pelajar. Mereka adalah para duta besar yang berperan bagi Indonesia dalam budaya dan bahasa. Program pertukaran pelajar dari kedua negara pun berjalan lancar. “Ada perbedaan besar dari skema yang terdahulu dengan yang diterapkan pemerintah saat ini. Dulu, melalui The Old Colombo Plan, ditawarkan 570 tempat untuk belajar di Australia per tahun. Namun pada skema saat ini, yang kami sebut sebagai The Australia Awards, menawarkan 5.000 tempat untuk belajar di Australia setiap tahun. Jumlah itu 10 kali lipat lebih besar dari skema Colombo Plan,” katanya. Bagi Carr kebijakan-kebijakan kompleks yang menjadi tantangan bagi kedua negara, berkisar pada penyelundupan manusia, kontra terorisme, perubahan iklim, perlindungan maritim, dan dialog antarkeyakinan. Indonesia selama ini dijadikan sebagai tempat singgah orang-orang yang ingin masuk ke Australia secara tidak sah. Maka kedua pemerintah berkesempatan bekerja sama untuk menanggulanginya. “Kedua negara sama-sama punya kepentingan untuk memperbaiki masalah itu pada asalnya dan saya pikir kami bisa melakukannya. Itulah sebabnya kami terus-menerus membicarakannya dengan Indonesia untuk mencari solusi yang ampuh melalui mekanisme yang disebut Bali Process,” tambah dia. Beberapa pekan lalu, 23 warga Indonesia berencana untuk menggugat pemerintah Australia setelah karena ditahan di penjara dewasa padahal masih berstatus anak-anak dalam kasus penyelundupan manusia. (*/Kardeni)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/04/25/125382/Jawara-Pembunuh-Mahasiswi-Diburu-


Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Thursday, December 8, 2016

Beredar Foto Hamish Daud Berangkat Umrah, Netter: Sudah Mualaf? | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Netter pun langsung heboh mengetahui Hamish berangkat umrah...

image

WowKeren.com - Hamish Daud belakangan ini membuat heboh dengan kabar jalinan asmaranya bersama Raisa. Namun aktor kelahiran Australia itu kembali membuat geger saat sejumlah foto dirinya berangkat umrah beredar.

Dikutip dari akun gosip @lambe_turah, tampak Hamish mengenakan kemeja batik berwarna hijau. Busana yang dipakainya itu sendiri seragam dengan beberapa orang yang ikut berangkat umrah bersamanya.

Keberangkatan Hamish umrah itu sontak langsung membuat netter geger. Pasalnya selama ini netter mengira bintang film "Love You.. Love You Not.." itu seorang non muslim.

image

Netter pun lantas berspekulasi jika Hamish diam-diam telah memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf. Namun sebagian juga ada yang menebak bahwa aktor 36 tahun ini memang seorang muslim.

"Pernah search tanya sm mba google riwayatnya dia non muslim lah... udh mualaf yah?? Makin cinta," komentar netter. "Oh muslim tohhh kayaknya dulu nonis dehh udah jadi mualaf kali yaa," tambah yang lain. "Lah babang hamish kan emg islam, kabarnya gagal kewong sama mbak nadine ya gitu gegara beda agama," seru lainnya. (wk/kr)

loading...

loading...

Berita Hamish Daud terkait :
• Raisa 'Bantah' Punya Hubungan Spesial, Netter Mendadak Kasihan ke Hamish Daud
• Posting Foto di Masjid Nabawi, Manisnya Hamish Daud Ajak Raisa Ikut Umrah
• Hamish Daud Curhat Soal Umroh, Raisa Bikin Heboh Tiba-Tiba Kirim Pesan Cinta
• Ditanya Soal Raisa Usai Foto Liburan di Bali Menyebar, Hamish Daud: Siapa?
• Lihat berita terbaru Hamish Daud ...

Koleksi foto Hamish Daud terkini (44 foto):
Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'Hamish Daud Hadiri Gala Premier Film 'Gangster'>
Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'Hamish Daud dan Ganindra Bimo Saat Syuting Film 'Gangster'>
Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016Hamish Daud di Indonesia Movie Actors Awards 2016>
Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'Launching Teaser, Buku, Poster Film 'Spy in Love'>
Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'Hamish Daud di Jumpa Pers Film 'Spy in Love'>
"

| Beredar | Foto | Hamish | Daud | Berangkat | Umrah, | Netter: | Sudah | Mualaf? | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Netter | langsung | heboh | mengetahui | berangkat | umrah | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Daud< | belgan | membuat | dengan | kabar | jalinan | asmaranya | bersama | Raisa< | Namun | aktor | kelahiran | Australia | kembali | geger | saat | sejumlah | foto | dirinya | beredar | p>Dikutip | akun | gosip | @lambe_turah< | tampak | mengen | kemeja | batik | berwarna | hijau | Busana | yang | dipakainya | sendiri | seragam | beberapa | orang | ikut | bersamanya | p>Keberangkatan | sontak | netter | Pasalnya | selama | mengira | bintang | film | Love | seorang | muslim | p>Netter | lantas | berspekulasi | jika | diam | telah | memeluk | Islam | menjadi | mualaf | sebagian | juga | menebak | bahwa | tahun | memang | p>Pernah | search | tanya | google | riwayatnya | Makin | cinta | komentar | tohhh | kayaknya | dulu | nonis | dehh | udah | jadi | kali | tambah | lain | babang | hamish | islam | kabarnya | gagal | kewong | sama | mbak | nadine | gitu | gegara | beda | agama | seru | lainnya | kr)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :• | Raisa | Bantah | Punya | Hubungan | Spesial | Mendadak | Kasihan | a>• | Posting | Masjid | Nabawi | Manisnya | Ajak | Ikut | Umrah< | Curhat | Soal | Umroh | Bikin | Heboh | Tiba | Kirim | Pesan | Cinta< | Ditanya | Usai | Liburan | Bali | Menyebar | Daud: | Siapa | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> < | div> |

Thank Very Much for Read this Article