Showing posts sorted by relevance for query dilakukan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dilakukan. Sort by date Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

Sepak Bola dan Sujud Syukur

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Imron Baehaqi


Cabang olahraga yang paling digandrungi masyarakat dunia adalah sepak bola. Sekalipun tidak mahir bermain bola, bahkan menendangnya pun kaku atau sama sekali tidak bisa, tetapi menontonnya hobi luar biasa. Begitulah faktanya.


Ada sebuah fenomena menarik dari dunia bola, yaitu pada saat terciptanya gol kemenangan yang disertai sujud syukur. Seperti dilakukan oleh pemain-pemain Muslim kelas dunia, salah satunya adalah Demba Ba.


Bintang pemain sepakbola yang sekarang mengabdi di klub Chelsea Inggris ini selalu melakukan aksi sujud syukur setiap mencetak gol. Sebuah aksi yang berani sekaligus mengharumkan Islam di tengah kehidupan Inggris yang mayoritas non Muslim.


Aksi sujud syukur yang dilakukan di tengah lapangan tersebut menunjukkan adegan spiritual dari sosok pemain yang berkepribadian Muslim. Meskipun berada di antara suasana gemuruh dan pujian para suporternya, Demba Ba masih ingat Allah dengan menjatuhkan keningnya ke tanah. Sujud syukur.


Konon khabarnya, pemain bola asal Senegal ini jauh dari kebiasaan minuman alkohol, menjaga shalat lima waktu dan tetap berpuasa di bulan Ramadhan. Sosok pemain bola yang masih langka dan jarang ditemukan, khususnya di  dunia Eropa yang kehidupan masyarakatnya penuh dengan kebebasan dan materialistik.


Selain itu, ia juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sehingga sesekali ia menyisihkan sebagian gajinya untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin di negaranya.  Kekentalan akidah, kerendahan hati dan kedermawanannya ini sepatutnya menjadi teladan bagi segenap umat Islam, khusunya para pesepakbola Muslim lainnya.
 
Dalam konteks Nasional, terutama di tanah air, aksi sujud syukur yang dilakukan oleh pemain-pemain Muslim kita sering juga dilakukan. Misalnya baru-baru ini, Evan Dimas dan kawan-kawan melakukan sujud syukur karena gol-gol kemenangannya pada saat menghadapi timnas Malaysia dan Timor Leste yang menentukan keberhasilan mereka untuk melaju ke semi final dan final Piala AFF U-19. Dan di babak penentuan yang menegangkan, aksi sujud syukur dilakukan kembali setelah mereka menjadi juara di laga bergengsi Asia itu setelah mengalahkan Timnas Vietnam lewat adu penalti.


Menurut Jumhur atau mayoritas pendapat ulama, sujud syukur adalah sunnah, karena hal tersebut pernah dilakukan oleh Nabi SAW, para sahabat, dan para tabi’in.
Sebagimana diriwayatkan oleh Abu Bakrah, ”Bahwa Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan kabar gembira beliau bersujud karena bersyukur kepada Allah”. (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan Turmudzi).


Dan dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi, bahwa Rasulullah SAW melakukan sujud syukur kepada Allah ketika mendengar berita bahwa raja Hamadan masuk Islam.


Perbuatan Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian diteladani oleh para sahabat dan tabi’in. Salah satunya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA yang melakukan aksi sujud syukur ketika mendapat kabar bahwa Musailamah Al-Kadzdzab (nabi palsu) terbunuh oleh pasukan Muslim.


Hakikatnya, pada saat seseorang melakukan sujud syukur dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, pemain bola atau siapa saja, berarti ia telah bertawakal dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Pujian, kesyukuran, pensucian dan pengagungan itu diyakininya hanya milik Allah SWT.


Di samping itu, hikmah dan faedah dari sujud syukur adalah dapat melahirkan sifat tawadhu (rendah hati) atau mencegah dan menghilangkan sifat sombong atau takabur pada pelakunya.


Orang yang tawadhu menyadari bahwa apa saja yang dimilikinya, rupa cantik atau tampan, ilmu pengetahuan, harta kekayaan, kemenangan atau keberhasilan, pangkat dan jabatan dan lain sebagainya, semuanya itu adalah karunia dari Allah.


Oleh sebab itu, penting kiranya kita membaca dan merenungkan kembali firman Allah SWT berikut ini, “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka itu semua datang dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepadaNya kamu meminta pertolongan.” (QS.An-Nahl [16]:53). Wallahu Al-Musta’an.





 


Article source: http://female.kompas.com/read/2012/12/01/11411196/Ingin.Jadi.Model.Berjilbab?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kfmwp


Sepak Bola dan Sujud Syukur

Monday, December 30, 2013

Selebrasi Hormat Ala Nazi Anelka Berujung Sanksi

TRIBUNNEWS.COM – Gara-gara gerakan selebrasi ala Nazi, Nicolas Anelka terancam hukuman dari Asosiasi Sepak Bola Inggris. Mantan striker timnas Prancis yang memperkuat klub West Bromwich Albion melakukan gerakan anti-semit saat merayakan gol yang dicetaknya pada pertandingan melawan West Ham United, di Upton Park-London, Sabtu (28/12/2013).


Usai mencetak gol, Anelka berlari ke sisi kanan gawang lawan. Kemudian tangan kiri dilipat dan diarahkan di dekat dada, sedangkan tangan kanan lurus mengarah ke depan namun pada posisi agak ke bawah.


Gerakan yang dilakukan tersebut cukup dikenal di Prancis. Di sana, gerakan itu disebut dengan istilah ‘la quenelle’. Sebuah gerakan dengan menempatkan tangan kiri memegang lengan kanan, sedangkan tangan kanan mengarah ke bawah itu juga dikenal sebagai gerakan hormat Nazi-terbalik.


Anelka melakukan gerakan selebrasi itu pada saat dia mencetak gol pertama dari dua gol yang dibuatnya pada pertandingan yang hasil akhirnya imbang 3-3 tersebut. Gerakan tersebut dilakukan Anelka karena terinspirasi oleh gerakan yang dipopulerkan oleh komedian asal Prancis, Dieudonne M’bala M’bala.


Pelawak teman Anelka itu mendapat kecaman karena pikiran dan pemahamannya yang dinilai termasuk kelompok sayap kanan. Dia juga sudah untuk memberikan penjelasan terkait dia yang dianggap anti-Semit.


Baru-baru ini, gerakan itu juga mendapat tanggapan serius dari Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls. Dia menyebut gerakan tersebut sebagai isyarat anti-Yahudi.


Valls mengatakan dia akan melakukan apa pun untuk mencegah Dieudonne mengkampanyekan gerakan yang dinilai rasis karena termasuk anti-Semitis (anti Yahudi).


Dieudonne merupakan teman Anelka. Dia menyebut gerakan itu sebagai simbol anti kemapanan. Gara-gara “kreativitasnya” membuat gerakan itu dalam aksi komedinya, dia harus berhadapan dengan pengadilan Prancis.


Dukungan buat Dieudonne juga mengalir dari masyarakat, mereka bahkan sengaja secara bersama-sama melakukan gerakan yang biasa dilakukan Dieudonne pada saat di Pengadilan. Sedangkan bentuk dukungan Anelka pada Dieudonne adalah dengan membuat gerakan yang sama sebagai selebrasi usai mencetak gol.


Karena dipicu ulah Anelka, Menteri Olahraga Prancis, Valerie Fourneyron pun merasa perlu ikut berkomentar. Malam hari setelah terjadinya selebrasi Anelka itu menilai selebrasi yang dilakukan Anelkan itu sebagai sebuah gerakan yang ‘provokatif, mengejutkan, dan menjijikkan’. Dia menambahkan: ‘Anti-Semitisme dan hasutan untuk kebencian tidak memiliki tempat di lapangan sepak bola,” seperti dilansir Dailymail.


Anelka yang merupakan pemain sepak bola berusia 34 tahun itu adalah pemain yang lahir di Paris. Dia telah masuk Islam pada tahun 2004. Perubahan yang terlihat dari penampilannya sekarang adalah dia tetap memelihara janggut, sebuah kebiasaan yang jarang dilakukan oleh banyak pemain sepak bola.


Usai pertandingan, dia tidak segera mengomentari kehebohan atas sikapnya itu. Keith Downing, Manajer sementara Albion, menjelaskan apa yang dilakukan oleh striker nya itu hanya untuk menunjukkan dukungan dia kepada seorang teman.


Dia ingin ikut mendongkrak popularitas temannya yang seorang komedian itu dengan ikut melakukan gerakan yang dipopulerkan oleh temannya itu.


“Dia (Anelka) melakukan itu sebagai bentuk dedikasi untuk seorang komedian Prancis yang dia kenal sangat baik. Ini adalah bentuk dari candaan komik yang diungkapkan dengan sebuah gerakan, ” kata Downing.


Setelah ramai jadi sorotan, Anelka pun akhirnya merasa perlu untuk memberikan penjelasan terhadap selebrasi yang dilakukannya itu. Dia mengungkapkan itu melalui akun twitternya untuk konfirmasi.


“Gerakan ini hanya sebuah gerakan yang saya dedikasikan khusus untuk teman saya yang seorang pelawak, Dieudonne’,” katanya. (*)


Article source: http://sidomi.com/251469/foto-istri-muda-anis-matta-szilvia-fabula-asal-hungaria/


Selebrasi Hormat Ala Nazi Anelka Berujung Sanksi

Thursday, April 11, 2013

Pengesahan RUU Ormas Ditunda

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia khusus (Pansus) RUU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) akhirnya bersepakat menunda pengesahan rancangan undang-undang ini yang seharusnya dilakukan dalam rapat paripurna pada Jumat (12/4/2013) pagi ini. Penundaan pengesahan dilakukan lantaran masih ada penyusunan bagian penjelasan yang belum rampung.


“Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara prinsipil, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan terakhir yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir. Hanya penjelasan belum rapi, ada beberapa redaksi yang belum rapi, faktor teknis prosedur aja,” ujar Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain saat dihubungi, Jumat.


Dengan belum selesainya penyusunan bagian penjelasan RUU ini, kata Malik, maka Pansus pun tidak akan membawanya ke rapat paripurna. Pimpinan pansus sudah berkirim surat kepada pimpinan DPR agar tidak mengagendakan pengesahan RUU ini. Pengesahan akan dilakukan setelah masa reses DPR yang akan mulai dilakukan besok hingga sebulan mendatang berakhir.


“Jadi ini ditunda sampai masa sidang berikutnya akan kita bahas lagi lalu kita rapikan dan selanjutnya kita agendakan (untuk pengesahan),” imbuh Malik.


Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan bahwa semua fraksi telah bersepakat untuk tidak membatalkan keseluruhan pembahasan RUU Ormas. Pasalnya, kata Malik, RUU ini masih dianggap penting. “Fraksi bulat menyepakatinya,” tutur Malik.


Sebelumnya, sejumlah unsur organisasi Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Muhammadiyah akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan atas RUU Ormas ini. Mereka masih belum sepakat tentang pokok penjelasan.


Bukan lagi soal asa


Dalam perbincangan dengan Kompas.com, juru bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, isu yang dipersoalkan ormas berbasis massa Islam atas RUU itu tak lagi soal asas. Dia mengatakan, sudah ada perubahan yang patut diapresiasi dari pembahasan RUU ini, merujuk kesepakatan pansus 9 April 2013. “(Termasuk soal) asas yang diatur dalam Pasal 2 RUU Ormas,” kata dia.


Menurut Ismail, berdasarkan kesepakatan pansus pada tanggal itu, rumusan soal asas ormas disepakati merujuk ketentuan yang dipakai dalam UU 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. “Asas ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Itu saja,” sebut Ismail.


Ismail mengatakan, bila rumusannya demikian, ormas Islam tak lagi punya masalah soal pengaturan asas. Rumusan sebelumnya soal asas ini mengharuskan pencantuman Pancasila sebagai asas ormas, tetapi mengizinkan penggunaan asas lain selama tak bertentangan dengan Pancasila.


Namun itu bukan berarti sudah tak ada masalah dalam RUU Ormas. Ismail mengatakan, salah satu ganjalan yang akan terus mereka pertanyakan ke pansus adalah terkait penjelasan Pasal 61 RUU Ormas. “Bukan di batang tubuhnya, tapi penjelasan atas pasal tersebut,” ujar dia.


Pasal 61 RUU Ormas mengatur tentang larangan bagi ormas mengembangkan paham atau pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Penjelasan pasal tersebut dalam rumusan awal, ujar Ismail, menderetkan beragam paham itu mulai dari komunisme, ateisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme.


“Namun, dalam rumusan terakhir per 9 April 2013, beberapa paham seperti kapitalisme dan liberalisme sudah tak lagi tercantum. Sementara di negara asalnya, kapitalisme sudah dipertanyakan, masa di sini dibolehkan? Apa kapitalisme yang eksploitatif sesuai dengan Pancasila?” tanya Ismail.


Ketentuan lain yang juga masih patut disayangkan, sebut Ismail, adalah rumusan Pasal 7 RUU Ormas. Pasal itu mengatur soal ranah kegiatan ormas. “Politik tidak masuk dalam ranah yang diperbolehkan dilakukan ormas,” kata dia.


Padahal, kegiatan ormas terkait politik bukanlah soal kekuasaan dan pragmatisme, tetapi terkait pendidikan dan penerapan ilmu politik yang lebih luas. “Itu kami sayangkan,” kata dia.
















Article source: http://www.voaindonesia.com/content/sejumlah-jemaat-rayakan-paskah-dalam-keprihatinan/1630685.html


Pengesahan RUU Ormas Ditunda

Thursday, January 17, 2013

Polisi akan Panggil Farhat Abbas Pekan Ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan melayangkan panggilan kepada terlapor atas kasus kicauan Farhat Abbas di Twitter yang dinilai rasis dan juga mengandung SARA. Pemanggilan akan dilakukan minggu ini.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, terlebih dulu, penyidik akan memanggil saksi dan terlapor, memeriksa barang bukti, dan barulah memeriksa terlapor yaitu, Farhat Abbas. ”Panggilan di minggu ini. Kemungkinan di minggu depan, dilakukan pemeriksaan,” kata Rikwanto, Kamis (17/1), di Jakarta.

Karena ada tiga laporan yang diterima kepolisian melalui Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), maka mengenai siapa dan kapan jadwal pemeriksaan akan dilakukan, juga menjadi ketentuan penyidik. Ketiga laporan yang masuk tersebut, merupakan laporan dari pihak yang berbeda. Namun dengan nama terlapor yang sama, yaitu Farhat.

Sebelumnya pengacara sekaligus suami dari artis Nia Daniati tersebut, dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya oleh Ramdan Alamsyah dan Anton Medan. Pelaporan ini dilakukan pada Kamis (10/1). terkait kicauan di jejaring sosial dari  pria yang juga mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden itu. Dalam akunnya, Farhat menuliskan soal pelat nomor kendaraan yang statusnya dipertanyakan Wakil Gubernur DKI, yaitu Basuki Tjahaja Purnama.

Ramdan melaporkan hal ini dengan mengatasnamakan dirinya sebagai warga Jakarta serta mewakili Komunitas Intelektual Muda Betawi dan Himpunan Advokat Muda Indonesia. Nomor atas laporan ini ialah TBL/82/I/2013/PMJ/Dit Reskrimsus.

Sementara, masih terkait hal yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI), Anton Medan, melaporkan Farhat, dengan nomor laporan TBL/86/I/2013/PMJ Dit Reskrimsus.

Kemudian, laporan ketiga atas Farhat yaitu, oleh Ketua Masyarakat Muslim Tionghoa M Jusuf Hamka. Laporan ini dilakukan Jumat (11/1) lalu ke SPK Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan TBL /100/I/2013/PMJ Dit Reskrimsus.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/17/mgr4lt-hebat-muslim-california-jadi-delegasi-partai-demokrat


Polisi akan Panggil Farhat Abbas Pekan Ini

Friday, July 19, 2013

Anggota Rabithah Ulama Palestina Galang Dukungan Muslim Indonesia

Jakarta – Selama beberapa hari, Kalimantan Timur mendapatkan kunjungan istimewa dari Syaikh Mahmud Muhammad Ashiyam, anggota Rabithah Ulama Palestina. Syaikh Mahmud menyempatkan diri melawat ke Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Sangatta untuk menggalang dukungan atas perjuangan rakyat Palestina.

Dalam kunjungan itu, Syaikh Mahmud menjelaskan situasi dan fakta-fakta penting di Palestina yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia, selaku saudara mereka sesama Muslim.


Awalnya, ia menjelaskan beberapa hikmah dan rahasia dibalik perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. “Alasan pertama adalah aspek aqidah. Allah ingin mengaitkan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha, agar umat muslim memahami bahwa kedua masjid tersebut merupakan saudara kembar,” kata Syaikh Mahmud, sebagaimana tulisan yang diterima detikramadan, Selasa (16/7/2013).


Alasan kedua, dalam peristiwa Isra Mi’raj, Allah memerintahkan Rasulullah menjadi imam shalat saat bersama para Nabi dan Rasul. “Ini menjadi simbol estafet kenabian yang berakhir di Rasulullah. Kita tahu pula bahwa dalam peristiwa itu, Allah mensyariatkan salat yang wajib dilaksanakan lima waktu dalam sehari,” katanya.


Dan sejak itu, ketika shalat Rasulullah menghadap arah Masjidil Aqsha. Hal ini berlangsung selama 17 bulan. “Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Masjidil Aqsha merupakan kiblat pertama kaum Muslimin,” jelas Syaikh Mahmud. Rasulullah pun menyatakan terdapat keistimewaan untuk beribadah di tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.


Kondisi saat ini, Masjidil Aqsha telah dikepung oleh Zionis Israel. “Tidak hanya itu, mereka telah mengepung dari seluruh penjuru dan melakukan penggalian di sekelilingnya untuk merobohkan Masjidil Aqsha,” imbuhnya.


Hari ini pun Zionis melakukan pengepungan di Palestina dan jalur Gaza. Mereka melarang masuk BBM dan bahan makanan dan minuman, sehingga masyarakat menjadi kesulitan. Bahkan sebuah laporan menyebutkan, di bulan Ramadan, rakyat Palestina hanya mendapatkan air dan garam saja, yang bisa digunakan untuk sahur dan berbuka puasa.


“Lantas apa kewajiban kita sebagai kaum muslimin pada masyarakat Palestina dan Masjidil Aqsa? Allah dalam banyak ayat memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa. Untuk situasi Palestina, saat ini perlu dikedepankan jihad harta, karena bantuan dana sangat diperlukan dalam perjuangan,” katanya.


Membantu rakyat Palestina, merupakan perintah agama, sebagaimana Firman Allah, Jika ada yang meminta tolong kepadamu dalam urusan agama, maka wajib kita menolong. “Bila ada umat muslim di dunia yang meminta tolong, wajib kita menolong. Para pejuang di Palestina berjanji di hadapan Allah, bahwa mereka tidak akan membiarkan panji tauhid terjatuh. Walaupun hanya memakan air dan garam saja,” katanya.


Syaikh mengatakan, banyak pertanyaan di kalangan ummat Islam, bagaimana bisa menjadi relawan ke Palestina. “Kami katakan, kami di Palestina banyak antrean pejuang. Kaum lelaki kami siap untuk berjuang. Kami tidak membutuhkan mujahid dari luar. Yang kami butuhkan adalah bantuan materi. Sehingga kami bisa bertahan, membeli makanan dan minuman, serta senjata,” katanya.


Ketika kaum Muslimin memberikan bantuan, hal tersebut akan menjadi dukungan yang teramat penting untuk menyelamatkan masyarakat Palestina dan Masjidil Aqsha.


“Dengan bantuan itu, kami bisa menyelamatkan rakyat dari kebodohan, keterbelakangan, dan dari pembantaian zionis Israel. Semboyan kami, jihad dan terus melawan Israel. Dengan itu kami akan menang atau syahid di jalan Allah,” katanya.


Syaikh mengatakan, secara khusus ada bantuan yang dibutuhkan dalam sifatnya untuk pertahanan dan perlawanan. Juga kebutuhan untuk membangun kembali infrastruktur yang dihancurkan oleh Israel. Juga berbagai kebutuhan primer.


Syaikh Mahmud juga memberi pandangannya terhadap tindakan sebagian kalangan yang menyerang asset negara sekutu barat dengan dalih solidaritas sesama Muslim.


“Tindakan yang dilakukan sebagian kelompok itu tidak selayaknya dilakukan. Antara kita dengan negara lain ada perjanjian. Ketika ada orang masuk ke wilayah kita harus dijaga keamanannya. Bangunan mereka juga harus dilindungi,” katanya.


Bentuk solidaritas tidak harus dilakukan dengan kekerasan atau penghancuran. “Misalnya bisa dengan demonstrasi damai, yang diliput media. Kemudian dari peliputan media itu rakyat Palestina menyaksikannya. Hal itu memberikan makna dan sentuhan semangat yang mendalam bagi perjuangan rakyat Palestina,” katanya.


Terkait masa depan konflik di Palestina, apakah perdamaian merupakan solusi? “Dalam Alquran diajarkan, kalau mereka condong pada perdamaian, lakukan itu. Tapi niat itu tidak dimiliki orang Yahudi. Hakikatnya Yahudi itu tidak menghendaki perdamaian. Selama ini yang digembar-gemborkan hanya perspektif media saja,” kata Syaikh.


“Bicara soal perundingan, mereka itu mencuri dan mengambil tanah kami. Harusnya yang dilakukan adalah menghukum orang yang mencuri tadi dan dikeluarkan dari tanah kami. Baru setelah itu bicara perdamaian,” katanya menambahkan.


Syaikh Mahmud juga berbicara mengenai masalah politik yang sedang terjadi di Mesir saat ini. Menurut dia, dampak kudeta di Mesir terhadap roda pemerintahan Palestina relatif berpengaruh. “Namun pengaruh itu dalam skala terbatas. Karena siapapun penguasa di Mesir atau Palestina, bisa kita katakan Palestina butuh Mesir dan Mesir butuh Palestina. Siapapun penguasanya, kita akan saling membutuhkan,” katanya.


Syaikh Mahmud baru pertama kali berkunjung ke Indonesia. Ia mengaku terkejut dengan kemeriahan dan euforia dalam beragama, khususnya di bulan Ramadhan. Ia telah membaca banyak laporan di internet, tentang antusiasme muslim Indonesia menyambut Ramadhan, dan ia kagum akan hal tersebut.


Sementara itu, Taufiq Hidayat, relawan Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kaltim, membuka peluang bagi warga Kaltim yang ingin membantu rakyat Palestina.


“Penyaluran bantuan bisa melalui rekening BPD Kaltim Syariah nomor 5101407001 dan Bank Syari’ah Mandiri 55555 87874 atas nama Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kaltim,” kata Taufiq.



*Citizen Journalism dari warga Kabupaten Kutai Timur



Article source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=319503


Anggota Rabithah Ulama Palestina Galang Dukungan Muslim Indonesia

Thursday, December 12, 2013

Membangun Amal Usaha

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ani Nursalikah


Kerja sama antarormas kembangkan amal usaha belum ada gaungnya.


Muhammadiyah melesat mengandalkan amal usaha. Pendidikan, kesehatan, serta pelayanan sosial dan dakwah menjadi inti amal usaha persyarikatan ini. “Ketiga hal itulah yang berkembang pesat,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Selasa (19/11).


Ia menjelaskan yang dimaksud amal usaha di Muhammadiyah adalah gabungan dari sosial dan bisnis. Kalau sosial saja, ia mengaku Muhammadiyah tak mampu mendanai operasional organisasi. Sedangkan, kalau bisnis saja, Muhamamdiyah bukan lembaga bisnis.


Menurutnya, yang dimaksud dengan usaha adalah mampu menghidupkan diri sendiri untuk operasional. Namun, orientasinya bukan keuntungan. Nilai sosialnya tecermin dari adanya subsidi silang dari masyarakat yang mampu untuk masyarakat yang tidak mampu.
 
Persentase subsidi silang tersebut diserahkan kepada pengurus wilayah masing-masing dan tidak diatur pusat. Pada milad ke-101 Muhammadiyah, Yunahar ingin meningkatkan kualitas amal usaha yang ada ormas Islam ini.


Ia melihat dari segi kuantitas sudah banyak. Namun, amal usaha yang ada saat ini belum mempunyai kualitas yang seragam. Sesuai tema milad, “Meraih Keunggulan untuk kemajuan Bangsa”, Muhammadiyah didirikan bukan untuk warga Muhammadiyah dan orang Islam saja.


Muhammadiyah ada untuk bangsa Indonesia. Ia menguraikan makna ini. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, misalnya, 70 persen mahasiswa universitas milik Muhammadiyah di sana merupakan penganut agama Kristen. Begitu juga di Manokwari, Papua.


Yunahar mengakui Muhammadiyah masih sangat kurang dalam bidang ekonomi. Saat ini, harus terus berusaha untuk mengembangkannya agar juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami dirikan minimarket,” katanya.


Bahkan, beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah didorong agar masuk bisnis. Menurut Yunahar, ini juga sesuai dengan visi pemerintah agar perguruan tinggi jangan membiayai dirinya hanya dari sumbangan pendidikan mahasiswanya. Harus ada usaha lain.


Seperti dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membeli taman rekreasi. Menurutnya, amal usaha di organisasi bentukan Kiai haji Ahmad Dahlan ini dimulai dari kecil dan secara bertahap mampu mengembangkan diri.


Di bidang dakwah, Yunahar menjelaskan, peningkatan difokuskan bagaimana agar mampu menjawab persoalan zaman. Berdakwah di bidang multimedia dan media sosial juga dirasa masih kurang. Oleh karena itu, mesti ada langkah terobosan.


Diluncurkannya TV Muhammadiyah (TVMu) awal pekan lalu menjadi salah satu cara meningkatkan jangkauan dakwah. Yunahar menilai sumber daya manusia bukanlah penyebabnya. Karena itulah, hal ini tengah dievaluasi.


Ke depannya hal ini akan menjadi perhatian. Muhammadiyah memulainya dari kelembagaan dulu. Namanya Majelis Pustaka dan Informasi. Majelis inilah yang bertugas mewujudkan itu, baik melalui website atau blog, radio, dan televisi.


Untuk mengatasi kekurangan itu, pimpinan pusat Muhammadiyah mengingatkan dan mendorong agar lebih baik. Ia berharap kelemahan ini bisa diperbaiki. Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin bersyukur ada pengembangan amal usaha oleh ormas Islam.


Misalnya, amal usaha yang dikembangkan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), dan ormas lainnya. Ia mengatakan, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk kebaikan dan nyata dirasakan masyarakat manfaatnya.


“Hanya kini persoalannya bagaimana menyinergikan kegiatan berbagai ormas yang ada satu sama lain,” kata Didin. Menurutnya, jangan organisasinya saja yang menonjol, tetapi harus umatnya secara keseluruhan.


Sekuat apa pun suatu organisasi tidak bisa mengerjakan sendiri, kecuali dengan bekerja sama. Ia menilai kerja sama yang nyata antarormas belum terdengar gaungnya. Padahal amal usaha, seperti sekolah yang dimiliki Muhammadiyah, banyak yang telah berstandar internasional.


Didin mengakui mengajak bersatu memang sulit dijalankan meski mudah diucapkan. Amal usaha yang dilakukan ormas telah maksimal dilakukan, tapi dampaknya akan lebih terasa bila bekerja sama dengan berbagai pihak.


Contohnya, pengiriman dai ke daerah. Pengiriman ini membutuhkan biaya besar, mulai dari pelatihan, biaya hidup, dan manajemen. Dengan adanya kerja sama tentu akan lebih mudah terlaksana. Didin mengimbau sebaiknya kerja sama dilakukan secara sektoral.


Misalnya, di bidang perbankan atau pendidikan. Nota kesepahaman dibuat, tetapi sebagai payung hukum. Ia menilai memasuki tahun baru Islam menjadi momentum yang pas untuk mewujudkannya. Ormas-ormas Islam bersinergi dalam mengembangkan amal usaha.


Article source: http://www.sinarharian.com.my/rojak-bukan-hanya-di-tanjung-1.229772


Membangun Amal Usaha

Saturday, February 16, 2013

"Dalam Politik Semua Mungkin Terjadi"


GAYA kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) yang sering turun langsung ke lapangan di Jakarta membuat masyarakat senang. Bahkan mereka berharap para pemimpin itu seperti Jokowi. “Pemimpin Jakarta harus memahami lebih detail rakyatnya, dekat dengan rakyat. Karena itu saya mengajak Jokowi masuk ke Jakarta,” kata Jusuf Kalla
 
Menurut Kalla, dirinya mengajak Jokowi ke Jakarta karena kepemimpinan itu harus efektif. Apa yang dilaksanakan Jokowi dapat dinilai orang efektif, bukan pencitraan, apa adanya. “Saya melihat Jokowi seperti itu dan mungkin ada juga orang yang menilai apa yang saya kerjakan juga seperti itu,” katanya.
 
Kepada Arya Sinulingga, Pemimpin Redaksi MNC News, dalam program One on One, Jusuf Kalla menyampaikan alasannya mengajak Jokowi ke Jakarta. Selain itu, Ketua Umum PMI ini juga menyatakan siap memimpin bangsa jika diperlukan. Bahkan dia sudah punya kriteria pendampingnya untuk memimpin negeri ini.
 
Kemarin ada hasil survei yang cukup mengejutkan, popularitas Jokowi dikatakan sudah melampaui Megawati. Hal ini sangat fenomenal, bagaimana Anda melihatnya?
 
Ya. Memang kelihatannya masyarakat sekarang menginginkan pemimpin yang dekat dengan rakyat. Saya kira pendekatan yang dilakukan Jokowi seperti itu, sehingga masyarakat ingin pemimpin seperti itu. Tidak berarti hanya Jokowi yang punya, tapi memang ekspektasi masyarakat kepada Jokowi untuk mengelola Jakarta ini besar.
 
Saya dengar Pak Jusuf Kalla adalah orang pertama yang meminta Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Benarkah itu?
 
Iya, saya melihat seperti itu, tipe itu, yakni pemimpin Jakarta harus memahami lebih detail rakyatnya, dekat dengan rakyat. Dia tidak hanya memiliki image yang tinggi. Karena itu saya mengajak Jokowi masuk ke Jakarta.
 
Saya melihat ada kemiripan antara Anda dan Jokowi. Apa adanya, langsung-langsung saja, apa yang dilihat langsung disikapi. Saya sempat terpikir Pak Jokowi ini tipe mudanya seorang Jusuf Kalla.
 
Masyarakat menilai itu. Mungkin karena saya menganggap kepemimpinan itu harus efektif. Bagi saya apa yang dilaksanakan Jokowi dan apa yang saya laksanakan dapat dinilai orang efektif. Bukan pencitraan, apa adanya. Saya melihat Jokowi seperti itu dan mungkin ada juga orang yang menilai apa yang saya kerjakan juga seperti itu. Tapi saya mengajak Pak Jokowi itu karena melihat kepemimpinannya yang efektif.
 
Pada 2009 yang lalu, Anda maju dengan gaya yang sama seperti Jokowi. Tapi pada masa itu masyarakat belum seperti sekarang. Bagaimana Anda melihat fenomena ini?
Sebenarnya dalam pemilihan itu kan tergantung lawannya siapa. Waktu zaman saya, pemerintah dianggap berhasil. Saya sama-sama Pak SBY, karena dinilai berhasil ya orang melihat ke Pak SBY. Lalu menilai baiknya SBY melanjutkan.
 
Itu mungkin berbeda dengan Gubernur Jakarta sebelumnya. Banyak permasalahan seperti banjir dan macet sehingga membuat orang ingin suatu perubahan. Justru pada zaman saya, orang hanya ingin perbaikan, belum perubahan seperti sekarang ini.
 
Anda banyak melakukan perubahan itu. Salah satu contohnya di PMI. Orang melihat PMI dulu terkesan birokratif dan jauh dari pelayanan. Tapi semenjak Anda masuk, banyak perubahan terjadi. Apa yang Anda terapkan sampai terjadi perubahan seperti itu?
 
Saya cuma melihat tujuan PMI itu untuk melayani masyarakat. Dalam melayani masyarakat itu kan seringkali darurat, maka harus cepat. Sebaik mungkin tapi cepat. Inilah yang mengubah hal-hal yang lama, jadi berkualitas dan cepat.
 
Inilah yang sering dilihat orang. PMI yang dulu hanya donor darah, sekarang menjadi terdepan bila terjadi bencana.
 
Sebenarnya sejak dulu juga begitu, hanya mungkin belum terlalu besar effort-nya. Masih lambat, terlalu menunggu perintah dan sebagainya. Nah, dengan kualitas dan kecepatannya akan memberikan hasil yang baik.
 
Banyak juga konflik di negara ini dan Anda yang menyelesaikan. Misalnya Poso dan Aceh yang bertahun-tahun bergolak, Anda yang menyelesaikan. Bagaimana sejarahnya sampai Anda menjadi penyelesai konflik di Indonesia ini?
 
Saat itu saya di pemerintahan, dan masalahnya itu dapat selesai dengan dialog.
 
Apakah hanya dengan dialog?
 
Ya dengan konsesi tertentu pastinya. Tapi ya sekarang itu sudah menjadi bagian dari sejarah.
 
Kita ingat betul yang mendamaikan Aceh itu JK, tapi yang mengambil keuntungan dari itu adalah Pak SBY. Bagaimana Anda melihat ini?
 
Saya tidak pernah berpikir bila melakukan sesuatu hanya untuk manfaat pribadi, biar masyarakat yang menikmati. Dan bila kemarin suara saya itu hanya 4 persen, ya itu kan politik, hehehe.
 
Anda tidak terkejut dengan angka Anda saat itu?
 
Sangat terkejut.
 
Anda melihat tertangkapnya Presiden PKS hanya permainan politik?
 
Ya kalau kita dengar prosesnya kan tangkap tangan, karena itu lebih cepat. Tapi saya yakin KPK juga lebih profesional. Kemarin kita dengar kan penyidiknya banyak yang diambil, jadinya lebih lambat.
 
Masalah impor sapi ini, orang hanya melihat korupsinya saja. Padahal di negeri kita ini daging sapi menjadi termahal di dunia. Bagaimana Anda melihat hal itu?
 
Ya, efek kasus impor sapi ini luar biasa. Dibutuhkan perubahan kebijakan pemerintah yang betul-betul tepat. Sapi ini kan makanan pokok, daging itu makanan pokok, mahal itu merugikan masyarakat, dosa itu. Apalagi mahal karena korupsi, lebih salah lagi kan. Ada juga masalah bagi orang Islam yang berdampak sangat berbahaya. Akibat mahal, banyak orang yang makan babi. Iya kan? Karena mahal, daging sapi dicampur dengan daging babi. Siapa yang berdosa, ya yang membuat kebijakan ini.
 
Apakah Pemerintahan SBY tidak melihat ini menjadi kesalahannya?
 
Harusnya otomatis, pemerintah harus ikut bertanggung jawab. Yang ini bagian dari kebijakan umum. Dulu saat saya di pemerintahan sudah ada perencanaannya, yakni membuat kredit murah untuk para peternak. Itu sudah dimulai, tapi sekarang balik lagi. Kebijakan impor yang terlalu cepat membuat harga naik lagi. Sayang sekali.
 
Banyak masyarakat melihat, tanpa pemerintah pun pertumbuhan ekonomi ini dapat berjalan. Bagaimana Anda melihat kinerja pemerintah ini?
 
Ya tentu kita tidak bisa mengatakan pemerintah itu tidak punya prestasi. Pertumbuhan ekonomi kita tetap tumbuh dengan baik. Walaupun ada risiko akibat defisit dan subsidi yang terlalu tinggi. Kita akan menjadi negara sosialis terbesar di dunia apabila 30 persen dari anggaran kita itu subsidi, dan itu sangat berbahaya.
 
Pemerintah mengatakan subsidi harus dihentikan, tapi masalah konversi energi tidak juga dilakukan. Anda dulu pernah membuat satu gerakan besar konversi energi, bagaimana Anda mendapatkan ide ini?
 
Waktu itu kita punya konsumsi minyak tanah 11 juta kiloliter per tahun, subsidinya bisa Rp60 triliun per tahun. Kita cari cara bagaimana agar subsidi hilang, tapi tidak memberatkan masyarakat. Agar masyarakat mendapatkan yang lebih bersih, murah, cepat, dan sebagainya. Nah, cara awalnya dengan fokus dan menghitungnya dengan betul. Lalu memberikan tanggung jawab pada tim kecil di Pertamina dan antar-departemen tapi memiliki wewenang yang baik untuk melakukannya.
 
Perencanaannya hanya tiga bulan dan langsung dilakukan. Dalam tiga tahun kita selesai dan langsung melupakan minyak tanah. Nah, sekarang pemerintah ingin mengonversi mobil, memang tidak mudah. Kita harus ganti mobilnya, butuh biaya lebih dan memang cukup lama. Tapi yang sangat penting siapkan dulu infrastrukturnya. Bila tidak ada tempat pengisian gas, bagaimana mau melangkah ke konversi.
 
Masalahnya pemerintah ini membuat perencanaan itu untuk pencitraan saja, sehingga takut menaikkan harga BBM. Ya sebenarnya menaikkan BBM itu pekerjaan yang mudah. Lihat dulu yang kita takutkan dari faktor minyak tanah, sekarang sudah tidak lagi.
 
Jadi benar bila dikatakan ini hanya pencitraan daripada penyelesaian masalah?
 
Tidak pencitraan juga sebenarnya. Akibatnya juga orang marah, lihat saja bila jalan berlubang, sekolah tidak diperbaiki, itu akan menjadi pencitraan terbalik ya, negatif juga. Tapi kalau ada uang subsidi dikurangi dan diganti untuk membangun infrastruktur, pastinya citra itu akan lebih baik.
 
Anda memiliki begitu banyak ide, mulai dari perdamaian, konversi energi, hingga birokrasi. Banyak langkah yang Anda lakukan, apa yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya sudah Anda lakukan. Kini masyarakat rindu dengan gaya Anda ini. Mungkinkah Anda maju kembali untuk memimpin negeri ini?
 
Ya dalam politik semua mungkin terjadi walaupun harus melalui syarat-syarat, ketentuan, dan politik. Dan itu kan harus didukung oleh partai, tidak semua orang bisa memenuhi itu. Tapi selalu saya katakan seperti ini, saya tidak mencari jabatan, namun bila diharapkan pasti siap. Pengalaman saya, Indonesia bukan bangsa yang susah diatur, kita punya potensi yang luar biasa sekali.
 
Bila Anda menjadi calon presiden, siapa pesaing kuat Anda nanti?
 
Hahaha. Saya tidak bisa melihat, kita belum tahu struktur yang akan datang. Belum bisa memprediksi siapa yang akan ikut nanti. Mengira-ngira boleh, tapi belum terlihat.
 
Bila Anda jadi presiden nanti, kira-kira pasangan Anda siapa?
 
Hahaha, saya belum memikirkan orang. Tetapi kalau kriteria pasangan itu harus selalu terbalik dengan presidennya, Jawa-luar Jawa, harus kombinasi. Di mana pun terjadi, di mana-mana harus melengkapi, saling mengisi dengan tujuan untuk Indonesia.

(//ful)

Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/28/14581286/Demo.Kritisi.Pendidikan.di.NTB.Berakhir.Ricuh


"Dalam Politik Semua Mungkin Terjadi"

Tuesday, December 17, 2013

Jonas Rivanno dianggap pria gentle

Berita Terkait



  • Jika nikah lagi, Asmirandah - Vano tak perlu ke luar negeri

    Jika nikah lagi, Asmirandah – Vano tak perlu ke luar negeri


  • Sidang kedua pembatalan aikah, Asmirandah hadirkan tiga saksi


  • Pengacara pastikan Asmirandah dan Vanno tak tinggal serumah

Merdeka.com – Artis sinetron Jonas Rivanno menjadi sasaran hujatan banyak orang. Dia dianggap mempermainkan agama, karena telah berbohong dengan berpura-pura menjadi mualaf. Pemain sinetron Anugerah ini dianggap hanya menjadi mualaf ketika menikahi Asmirandah pada 17 Oktober 2013.



Akibat pernyataannya tersebut, pernikahan Jonas dan Asmirandah kandas. Andah langsung mengajukan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama (PA) Depok, Jawa Barat.



Pengacara Jonas Rivanno, M. Nuzul Wibawa, SH. MH menyebut kalau kliennya sebagai pria gentle. Dia bisa menerima konsekuensi atas pembatalan nikah Asmirandah, saat tidak bisa menjadi muslim.





“Dia (Vanno) gentle. Ketika dia nggak bisa jadi muslim ia menerima pembatalan nikah dari ibu Asmirandah. Lain halnya kalau sudah enam bulan, pembatalan nikah tidak bisa dilakukan,” ungkap Nuzul saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12).




Perlu diketahui, pembatalan nikah yang diajukan Asmirandah bisa dilakukan ketika pernikahan itu belum berjalan enam bulan. Nuzul pun terang-terangan mendukung sikap Andah yang langsung mengajukan pembatalan nikah karena Vanno bukan lagi sebagai mualaf.



“Kalau menurut UU jika ada salah sangka sebelum enam bulan bisa lakukan pembatalan. Dalam hal ini, bu Andah yang awalnya 100 persen percaya pak Jonas Islam, tapi ternyata tidak, akhirnya mengajukan pembatalan nikah. Jadi saya kira tepat yang dilakukan Bu Andah,” paparnya.



(kpl/pur/dar)












Article source: http://news.liputan6.com/read/567920/jadi-mualaf-artis-angel-lelga-nyaleg-dari-ppp


Jonas Rivanno dianggap pria gentle

Thursday, February 14, 2013

Kandidat Kepala CIA Muslim?

Calon kepala dinas intelijen CIA, yang dinominasikan Presiden Barack Obama, diisukan seorang Muslim. Ada juga yang meragukan kredibilitasnya dan menyebutnya tidak cocok berada di posisi puncak badan intelijen AS tersebut.

 

Hal ini disampaikan oleh mantan agen FBI yang pensiun tahun 2008, John Guandolo, di acara U.S. Trento Radio Show, Selasa 12 Februari 2013, dilansir Al Arabiya. Melalui Skype, dia mengatakan bahwa Brennan telah masuk Islam antara tahun 1996 dan 1999 saat dia menjadi kepala pos CIA di Riyadh, Arab Saudi.

 

Dalam wawancara yang dilakukan lewat Skype itu, Guandolo merujuk pada rekaman video yang menunjukkan Brennan mengatakan hal tersebut saat berada di Arab Saudi, bahwa dia “terheran-heran dengan keagungan haji dan ketaatan mereka yang telah memenuhi kewajibannya sebagai Muslim dengan melaksanakan ibadah tersebut.”

 

Guandolo menyimpulkan, “video ini mengkonfirmasi Brennan masuk Islam” sebab non-Muslim tidak diperbolehkan mengunjungi Makkah dan Madinah terutama saat musim haji.

 

Mantan agen FBI Guandolo, yang digambarkan sebagai aktivis anti-Islam oleh stasiun televisi MSNBC yang menyampaikan cerita itu, mengatakan bahwa Brennan “tidak cocok” untuk memimpin CIA.

 

“Fakta-faktu itu … dikonfirmasi oleh para pejabat pemerintah AS yang juga berada di Arab Saudi saat John Brennan bertugas … mereka adalah saksi langsung dari hubungannya yang terus tumbuh dengan orang-orang yang bekerja di pemerintahan Saudi dan mereka menyaksikannya pindah ke agama Islam,” kata Guandolo.

 

Presiden Barack Obama menjagokan Brennan sebagai pimpinan CIA mendampingin Chuck Hagel yang dicalonkan sebagai menteri pertahanan untuk menjadi garda keamanan Amerika Serikat. Namun, sementara Hagel diperkirakan bakal lolos dan mendapat persetujuan Senat, banyak pihak menilai Brennan belum dipastikan akan mulus jalannya menuju kursi pimpinan CIA.

 

Tangan Brennan masih bersimbah darah para tahanan yang disiksa di penjara-penjara CIA selama George W. Bush berkuasa. Selain itu, meskipun mengaku secara pribadi tidak setuju dengan waterboarding, Brennan mengaku sangat mendukung serangan-serangan yang dilakukan AS dengan menggunakan pesawat-pesawat tanpa awak (drone), yang mana hal itu tidak disetujui oleh sebagian anggota Senat. Senat berpendapat, serangan drone yang banyak memakan korban sipil, justru menjadi alat masyarakat internasional untuk menyudutkan Washington dalam perang melawan terorisme.

 

Brennan menjadi penasehat Obama dalam urusan kontraterorisme sejak presiden kulit hitam pertama AS itu menjabat dan dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain kunci di belakang skenario operasi penyerbuan yang menewaskan Usamah bin Ladin di Abbottabad, Pakistan, tahun 2011.

 

Pencalonan Brennan untuk menjabat direktur CIA ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh Presiden Obama. Pada periode pertamnya sebagai presiden, Obama juga pernah mencalonkan Brennan namun ditolak karena dia dianggap bermasalah terkait metode penyiksaan atas para tahanan CIA semasa presiden George W. Bush yang dikritik tajam oleh dunia internasional.

Article source: http://ramadan.detik.com/read/2012/08/07/195011/1985684/631/100-mualaf-di-masjid-polda-metro-dari-tukang-asongan-hingga-anggota-polri?992204cbr


Kandidat Kepala CIA Muslim?

Friday, March 29, 2013

Pendidikan Karakter Setengah Hati

Pendidikan Karakter Setengah Hati

Oleh : Muhammad Kosim

Guru MTsN di Padang

Padang Ekspres • Jumat, 29/03/2013 12:26 WIB • 84 klik

”Pendidikan Karakter Hanya Slogan”, demikian berita Padang Ekspres, Rabu (27/3). Hal ini be­rangkat dari beragam kasus pelajar yang melanggar hukum sehingga disimpulkan bahwa kenalan pelajar kian meningkat. Berita itu sejatinya bahan renungan bagi pemikir dan praktisi pendidikan yang selama ini mendengungkan pentingnya pen­didikan karakter di sekolah.

 

Apalagi bagi pemegang kebijakan di Sumatera Barat, Pendidikan Karak­ter telah menghabiskan dana miliaran rupiah. Pemerintah Daerah Sumatera Barat telah menetapkan Pergub No. 73 Tahun 2012 tentang “Pendidikan Karakter pada Sekolah/Madrasah di Sumatera Barat”. Bahkan Pemprov Sumbar telah menetapkan satu SMP tiap kabupan/kota sebagai sekolah piloting dengan anggaran fantastis, 300 juta rupiah. Di tahun ini, rencananya dana tersebut akan ditambah 125 juta rupiah untuk tingkat SMP dan 75 juta rupiah untuk SD.

 

Namun, setelah satu tahun berja­lan, apa yang diperoleh dari program tersebut?

 

Jika mengukur keberhasilan pen­di­dikan karakter yang masih “seumur jagung” itu dengan fenomena kenalan remaja yang kian meningkat, seperti yang diberitakan Padek, tentulah kurang adil. Sebab, untuk mem­bangun karakter peserta didik tidak semudah membalik telapak tangan.

 

Tetapi perlu mengevaluasi dan melihat beragam persoalan yang ada sehingga dibutuhkan upaya serius untuk mengatasinya. Banyak persoa­lan yang melatarbelakangi fenomena tersebut, seperti kurangnya pendidi­kan dan perhatian orangtua, pudarnya peran dan tanggung jawab ninik-mamak, ketidakpedulian masyarakat sekitar, kinerja guru di sekolah yang tidak optimal, hingga kebijakan peme­rintah yang kadang bertentangan antara konsepsi dan aplikasi.

 

Namun, tanpa mencari “kambing hitam”, paling tidak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang diberi amanah oleh orangtua, melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dalam mendidik karakter siswa.

 

Di antara persoalan yang harus menjadi perhatian pengelola pendi­dikan, khususnya di Sumatera Barat, dalam pelaksanaan pendidikan karak­ter adalah: pertama, kurangnya kesia­pan guru menjadi model atau teladan bagi peserta didik. Selama ini, guru lebih dibebani untuk melaksanaan pendidikan yang berorientasi pada kognitif. Sementara aspek afektif nyaris diabaikan.

 

Hal itu terjadi secara sistemik. Sejak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa yang kuliah di jurusan keguruan lebih dipersiapkan untuk menguasai materi dan terampil mengajar. Sementara sisi afektif mahasiswa yang akan menjadi calon guru tersebut kurang mendapat perhatian dan pembinaan.

 

Ketika dilakukan rekruitmen guru, termasuk penerimaan CPNS, yang diuji lebih kepada kognitifnya, bahkan banyak fakta yang menunjukkan tes CPNS tersebut tidak menyentuh aspek kepribadian sama sekali.

 

Di saat menjadi guru, lalu dila­kukan pembinaan dengan berbagai training, workshop, lokakarya, dan sejenisnya. Lagi-lagi, materi yang diajarkan tetap berorientasi pada kognitif dan psikomotor/skill guru untuk menyusun perangkat pem­belajaran. Bahkan ketika guru me­ngikuti Pendidikan dan Latihan Pro­fesi Guru (PLPG) untuk memperoleh Sertifikasi Guru, materi yang di­ajarkan tidak jauh berbeda dengan pola training di atas.

 

Akibatnya, ketika di lapangan, guru lebih disibukkan dengan pe­nyam­paian materi yang bersifat kog­nitif (transfer of knowledge), se­mentara proses pendidikan karakter yang berorientasi pada afektif (internalization of values) kurang men­dapat perhatian.

 

Lain lagi dengan aturan bagi guru yang diwajibkan harus memenuhi 24 jam sebagai salah satu syarat mem­peroleh tunjangan sertifikasi, mereka justru disibukkan dengan tugas ter­sebut. Ada yang berpindah-pindah di beberapa sekolah untuk memenuhi tugas wajib 24 jam, ada pula yang disibukkan dengan seonggok pe­rangkat pembelajaran.

 

Ketika diminta melakukan pem­binaan karakter siswa di luar PBM dan tidak dihitung sebagai jam tatap muka, maka banyak yang enggan. Maka berbagai program pengembangan diri yang sarat akan pendidikan karakter, seperti pramuka, kesenian, olah raga, ROHIS, dan sebagainya kurang ber­jalan dengan optimal karena tidak diakui sebagai jam tatap muka. Ironis memang.

 

Begitu juga memberi penghargaan pada siswa, yang diumumkan sebagai juara hanyalah mereka yang mengum­pulkan angka-angka kognitif, semen­tara siswa yang berbudi luhur, tetapi kemampuan kognitifnya tergolong menengah tidak mendapat peng­har­gaan dan tempat istimewa.

 

Maka bagi sebagian siswa—bah­kan sekolah—menghalalkan segala cara agar nilai ujian akhir (seperti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional) mendapat angka-angka yang tinggi. Dengan begitu mereka akan dihargai oleh kepada dinas bahkan masyarakat, karena dianggap berhasil meluluskan siswa 100% dengan nilai rata-rata yang tinggi.

 

Dalam perspektif pendidikan Islam, tanggung jawab pendidikan akhlak anak sepenuhnya ada pada orangtuanya. Namun, orangtua sadar akan keterbatasannya sehingga ia menyerahkan anaknya kepada guru di sekolah. Guru menerima amanah mulia dari orangtua. Hukum me­ngem­ban amanah adalah wajib. Kare­na itu, guru disebut sebagai orang tua ruhani (abu al-ruh/spiritual father).

 

Untuk itu, setiap guru harus ber­upaya semaksimal mungkin untuk terlibat aktif membina dan mendidik ranah afektif siswa, di samping ranah kognitif dan psikomotornya.

 

Kedua,bergesernya paradigma tentang agama. Di satu sisi, banyak pakar yang menyebut bahwa agama memiliki peran yang signifikan dalam mendidik karakter setiap manusia. Sebab agama sarat akan nilai-nilai karakter. Apalagi di Sumatera Barat, kultur masyarakatnya demikian kental dengan nuansa agama sehingga di­kenal filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

 

 Namun di sisi lain, agama mulai dipandang sebagai urusan pirvasi seseorang. Negara tidak boleh banyak campur tangan terhadap agama. Misalnya, penulis mendengar per­nyataan beberapa orang mengkritik Pergub No. 73 Tahun 2012 tentang Pendidikan Karakter Sumbar itu “tidak netral”, lebih cenderung pada tataran agama. Bukankah bangsa ini dibangun atas dasar Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa? Bukankah paradigma pendidi­kan yang dikembangkan sesuai de­ngan kearifan lokal, tanpa melakukan deskriminasi terhadap kelompok lain?

 

Tidak itu saja, program-program yang telah disusun dan difasilitasi oleh pemerintah daerah Sumbar terkait dengan agama juga tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Misalnya, satu-satunya propinsi yang membuat Perda (Perda No. 3 Tahun 2007) dan Pergub (Pergub No. 70 dan 71 Tahun 2010) tentang Muatan Lokal Pendidikan Alquran adalah Sumatera Barat.

 

Muatan lokal ini dirasa sangat penting mengingat masyarakat di wilayah ini mayoritas muslim dan dikenal sangat dekat dengan al-Qur’an (ABS-SBK). Nyatanya, seiring kelang­kaan surau sebagai lembaga pendi­dikan, banyak fakta yang menun­jukkan bahwa remaja muslim tidak lagi fasih membaca Al-Quran, apalagi memahami dan mengamalkannya. Padahal Mulok ini diyakini menjadi salah satu upaya yang efektif untuk mendidik karakter siswa.

 

Coba terapkan, seluruh siswa mus­lim dibimbing membaca Al-Quran, lalu mengartikan memahami dan berupaya mengamalkannya. Begitu pula di dalam tas mereka ada al-Qur’an, apakah mereka berani juga mencuri, tawuran, atau berbuat onar, paling tidak ketika memakai seragam sekolah?

 

Akan tetapi, berapa banyak seko­lah yang tak kunjung ridho menerap­kan Pendidikan Alquran sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal di sekolahnya. Apalagi pada kurikulum 2013, kedudukan Mulok itu akan semakin terancam karena Mulok lebih diintegrasikan pada Olahraga, Kese­nian, dan Prakarya.

 

Ketiga, kurangnya ketegasan dan kerjasama kepala daerah, khususnya tingkat kota/kabupaten dalam mene­rapkan, mengawal, mengevaluasi, dan menindaklanjuti program pendidikan karakter. Program pendidikan karak­ter kadang dianggap hanya sebatas proyek, kebijakan dari atasan, dan tentu akan bertahan selagi dana proyek yang tersedia masih ada.

 

Seperti yang telah disebutkan di muka, setiap kota/kabupaten di Sum­bar terdapat sekolah piloting. Akan tetapi sumber dana yang diberikan hanya dari APBD Propinsi, sementara APBD tingkat Kota/Kabupaten ku­rang mendapat perhatian di beberapa tempat.

 

Seharusnya, pelaksanaan pendi­dikan karakter tidak saja di sekolah piloting, tetapi seiring dengan itu dikembangkan oleh sekolah-sekolah lain. Maka untuk mendukung program tersebut, butuh dukungan dan ketegasan kepala daerah.

 

Ketegasan dan kerjasama yang dimaksud tidak sekedar meminta guru buat perangkat pembelajaran dengan nilai-nilai karakter, tetapi memberi perhatian dan penghargaan kepada sekolah yang mengedepankan pen­didikan akhlak.

 

Selama ini, masih saja terdengar suara sumbang, kepala sekolah dimin­ta untuk pandai-pandai meningkatkan hasil UN siswa-siswanya. Kepala sekolah yang diberi amanah bukan karena kompetensinya, tetapi karena masuk dalam jajaran tim sukses kepala daerah yang berkuasa.

 

Ketika pendidikan dipolitisir demi kepentingan sekelompok orang, maka hal inilah yang menjadi penyebab utama gagalnya pelaksanaan pen­didikan karakter. Jika di hulu telah keruh, maka sangat sulit untuk me­nyaringnya agar jernih di hilir.

 

Masih banyak persoalan-persoalan lain yang perlu dievaluasi dan ditin­daklanjuti. Tentu butuh keseriusan dan kesungguhan hati. Jika tidak, maka jelaslah pendidikan karakter hanya setengah hati, atau malah hanya slogan. Maka bagi pemegang ke­bijakan, pengelola dan praktisi pen­didikan, sejatinya konsisten antara kata dan perbuatan; antara konsepsi dan aplikasi. Semoga Allah memberi kita pertolongan. Amin. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.analisadaily.com/news/read/2013/02/11/106612/forbumi_hadirkan_penceramah_nasional/


Pendidikan Karakter Setengah Hati

Tuesday, May 14, 2013

Telepon yang Menggetarkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kamis, 17 Juni 2010, sekitar pukul 07.30. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (saat itu) Usman Hamid bersiap meninggalkan rumahnya di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Hari itu, dia berencana menjawab tawaran Ketua Umum Partai Demokrat (saat itu) Anas Urbaningrum untuk masuk ke partainya.


Saat di halaman rumah, tiba-tiba telepon seluler Usman berbunyi. ”Dari Pak Oetomo (Oetomo Rahardjo, ayah Petrus Bima, satu dari 13 aktivis korban penculikan 1997/1998 yang sampai sekarang belum diketahui nasibnya),” kenang Usman.


Dalam teleponnya, Oetomo menanyakan kebenaran berita di sejumlah media bahwa Usman akan bergabung dengan Partai Demokrat.


”Mas Usman, kita sudah sekitar 12 tahun berjuang bersama. Kami semua sebenarnya lelah karena sampai sekarang belum ada hasil. Namun, jika Mas Usman masuk partai, saya merasa ditinggalkan,” tutur Usman tentang pernyataan Oetomo di telepon tersebut.


Usman, salah satu pegiat gerakan hak asasi manusia, mengaku merasakan getaran berbeda dalam telepon itu. Pernyataan Oetomo di telepon yang dilakukan sambil menangis tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor yang membuatnya batal bergabung ke Partai Demokrat.


Sekitar dua minggu sebelumnya, Anas yang baru memenangi pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada Mei 2010 memang menawari Usman masuk Partai Demokrat.


”Kami memang mengajak aktivis, termasuk Usman, untuk bergabung agar Partai Demokrat lebih baik dan dinamis. Apalagi, sudah ada beberapa aktivis yang bergabung,” kenang Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, rekan dekat Anas.


Partai dan politik praktis pada umumnya, lanjut Saan, membutuhkan aktivis. Pasalnya, mereka punya pengalaman organisasi, jaringan, dan idealisme.


Saking seriusnya menawari Usman, Anas dan Saan menemui Usman dan teman-temannya di kantor Kontras, Rabu, 16 Juni 2010, malam. Dalam diskusi yang berlangsung hingga Kamis dini hari itu, Anas, antara lain, menegaskan, yang dilakukan Usman di Kontras perlu dilanjutkan di Partai Demokrat.


”Suasana pertemuan sampai Kamis dini hari itu, Usman bergabung dengan kami. Namun, dia minta waktu sampai Kamis siang untuk berpikir. Kamis siang, ternyata dia batal bergabung,” kenang Saan.


Masukan


Usman mengaku meminta masukan dari sekitar 1.000 temannya saat menerima tawaran dari Partai Demokrat. ”(Aktivis perempuan) Karlina Supelli pernah mengatakan, saatnya aktivis turun dari langit ke bumi, tak hanya bicara asas, tetapi juga strategi. (Intelektual) Daniel Dhakidae tidak mendorong atau menghalangi saya masuk partai. Namun, dia akan membela saya jika ada yang mencela keputusan saya masuk partai. Sebab, menurut dia, sudah saatnya mengisi ruang politik dengan energi positif,” kenang Usman.


Upaya minta pertimbangan, lanjut Usman, dilakukan karena ingin menempatkan keputusan untuk masuk partai sebagai keputusan bersama dan bukan pribadi. Dengan demikian, keputusan itu tidak membuatnya tercerabut dari kategori sosial dan komunitasnya selama ini.


”Kategori sosial dan komunitas amat penting bagi aktivis yang berpolitik. Pasalnya, mereka yang akan mendukung, mengingatkan, dan membela kami saat menghadapi tantangan di politik,” ucap Usman.


Ace Hasan Sadzily, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab Institut Agama Islam Negeri Jakarta periode 1997-1998 yang kini anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, juga berusaha menjaga hubungan dengan teman-temannya sesama aktivis yang kini berada di luar dunia politik praktis. Hal itu sebagai salah satu cara menghindari jebakan dalam permainan politik praktis yang penuh godaan.


Ketua Partai Amanat Nasional Bima Arya Sugiarto tetap mengajar di Universitas Paramadina, Jakarta, aktivitas yang telah dia lakukan sejak sebelum berpolitik praktis. Dengan mengajar, Bima berharap dapat merawat kemampuan berpikir dan kategori sosialnya sebelum berpolitik praktis, yaitu sebagai intelektual.


”Mengajar juga menjadi sarana pengingat dan pengaman saya agar tak tersesat di politik praktis. Pasalnya, jika saya mulai melenceng, ada mahasiswa atau dosen yang mengingatkan,” tutur Bima.


Akhirnya, hubungan yang intensif dengan komunitas dan kategori sosialnya membuat aktivis tetap punya identitas jelas dan posisi tawar dalam kerasnya persaingan di politik praktis.


Masalahnya, seberapa banyak aktivis yang menjadikan aktivitas politik sebagai keputusan bersama dan selalu menjaga hubungan dengan komunitas asal serta konsisten menjaga kategori sosialnya? Yang pasti, sejumlah aktivis muda telah berguguran di politik, baik karena terlibat korupsi, tak punya agenda yang jelas, maupun gagal dalam persaingan di internal partai.(IAM/EDN/RYO/NWO)


 


















Article source: http://www.merdeka.com/dunia/158-orang-serawak-masuk-islam.html


Telepon yang Menggetarkan

Friday, September 20, 2013

Polisi tak temukan massa FPI terkait rencana demo di Nusa Dua

Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Laut Gilimanuk, Bali, belum menemukan massa Front Pembela Islam (FPI) yang hendak melakukan unjuk rasa menolak kontes kecantikan Miss World 2013.



“Sepanjang pengawasan yang kami lakukan, belum ada rombongan FPI yang masuk ke Bali lewat Gilimanuk,” kata Kepala Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris Made Prihenjagat saat dihubungi dari Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (19/9).



Pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi gangguan keamanan. “Kami tidak melarang siapa pun masuk Bali. Yang penting bisa menjaga keamanan pulau ini,” ujarnya.





Sementara Kepala Sub-Bagian Humas Polres Jembrana Ajun Komisaris Wayan Setiajaya menambahkan bahwa penjagaan wilayah barat Pulau Bali itu diperketat setelah ada kabar massa FPI hendak berunjuk rasa di Nusa Dua, Jumat (20/9).



“Untuk wilayah barat yaitu Kabupaten Jembrana, kami siap melakukan pengamanan terkait pelaksanaan Miss Word,” katanya.



Ia mengungkapkan, selain di pintu masuk resmi seperti Pelabuhan Gilimanuk, pengamanan juga dilakukan di wilayah pesisir yang rawan penyusupan.



Menurut dia, seluruh kekuatan di Polres Jembrana dikerahkan, mulai dari intel, reserse, hingga Polisi Perairan.





Baca Juga:



Juara World Muslimah Promosikan Label Halal dan Non Riba
Juara World Muslimah Diusahakan Bertemu Miss World 2013
Diberi Waktu 15 Menit, Kontestan Miss World Borong Camilan
Hary Tanoesoedibjo Bantah Miss World Hanya Bernilai Komersial
Panitia Miss World 2013 Rugi, Tapi Tak Akan Tuntut Pemerintah



“Ada yang melakukan pengamanan terbuka seperti di Pelabuhan Gilimanuk, ada juga yang mengawasi secara tertutup seperti yang dilakukan unit intel. Patroli di kawasan laut juga kami tingkatkan, lewat Polisi Perairan,” ujarnya.



Selain di wilayah Jembrana, Setiajaya mengaku bahwa komunikasi dan koordinasi dilakukan dengan Polres Banyuwangi, Jawa Timur.



Baca Juga:



Suami Ayu Ting Ting: Rumah Tangga Saya Bukan Konsumsi Publik
Keluarga Vicky Prasetyo Ribut Dengan Petugas Lapas
Panitia Miss World 2013 Rugi, Tapi Tak Akan Tuntut Pemerintah
Hary Tanoe Kecewa Final Miss World 2013 Dilarang di Sentul
Juara World Muslimah 2013 Siap Sosialisasi Hijab
Obabiyi Aishah Ajibola Tak Menyangka Juara World Muslimah 2013 (kpl/antara/dar)












Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/19/110514862/Ini-5-Kategori-Pemenang-di-World-Muslimah


Polisi tak temukan massa FPI terkait rencana demo di Nusa Dua

Monday, March 25, 2013

Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

JAKARTA – Penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Jogjakarta,yang menewaskan 4 tahanan merupakan teror terhadap publik, hukum dan negara. Apalagi hingga tiga hari berlalu, aparat belum bisa mengidentifikasi pelaku.

Polisi sendiri memastikan ukuran peluru yang ditemukan di LP Cebongan memiliki kaliber 7,62 milimeter (MM). Peluru kaliber 7,62 memang merupakan peluru dari senjata laras panjang yang biasa digunakan untuk kebutuhan keamanan di suatu negara.

Di Indonesia, TNI dan Polri yang memiliki senjata berpeluru jenis ini. Pihak sipil bisa memilikinya, tapi harus mengantongi surat kepemilikan khusus.

“Sebenarnya soal kaliber memang tidak bisa dituduhkan itu punya siapa, namun memang biasanya peluru dengan kaliber seperti itu merupakan milik TNI atau pun Polri,” ujar pengamat militer Mufti Makarim, Selasa (26/3). 

Sekadar diketahui, bukti-bukti mulai ditemukan di tempat kejadian perkar, itu misalnya 31 selongsong peluru kaliber 7,62 milimeter.Menurut penelusuran, senjata laras panjang dengan kaliber peluru 7,62 MM bisa mencapai Rp 25 jutaan.

Menurut Mufti, untuk membuktikan itu memang harus ada uji balistik agar bisa mengetahui jenis senjata apa yang digunakan dalam penyerangan dalam Lapas Cebongan. “Harus dilakukan uji balistik dengan cara melakukan uji tembak. Jika ditemukan senjata itu pun juga bisa diuji untuk membuktikan,” ujarnya.

Mufti mengatakan, pihak di luar TNI dan Polri juga mungkin bisa menggunakan senjata laras panjang dengan peluru kaliber 7,62 MM. Namun harus dengan surat kepemilikan khusus.

“Jenis senjata dengan kaliber peluru seperti itu memang dibutukan surat kepemilikan khusus. Karena senjata jenis tersebut khusus untuk kebutuhan keamanan. Namun, masalahnya kita punya persoalan penyelundupan senjata dan segala macam perang yang terjadi saat GAM dan di Papau. Jadi banyak kelompok yang bisa mempunyai jenis senjata itu,” ujar Mufti.

Sebelumnya, Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Sarojo membantah dengan tegas pelaku penyerangan Lapas Cebongan Sleman adalah anggota Kopassus. Komandan Garnisun yang meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta ini juga membawahi satuan organik dan non organik Kodam IV Diponegoro. “Penyerangan lapas dilakukan oleh orang tidak dikenal,” kata dia, Senin 25 Maret 2013.

Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo juga mengatakan bahwa seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan pada saat penyerbuan dilakukan. “Kami belum bisa mengomentari kejadian itu,” kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto. Dia memastikan bahwa pada saat kejadian penyerangan tersebut, 800 anggotanya tidak ada yang keluar dari markas.

LP Sleman diserbu selompok orang, Sabtu (23/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku membawa senpi dan granat serta memaksa masuk LP. Mereka mencari 4 tersangka pengeroyokan anggota Kopassus Sertu Santoso yang dititipkan di LP tersebut.

Empat tahanan yang jadi ‘target’ kelompok itu adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan. Mereka tewas dengan luka tembakan. Belum diketahui siapa dan dari kelompok mana pelaku tindakan brutal tersebut

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkapkan, Indonesia dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api. Siluman itu bisa mencabut nyawa kapan pun dan di mana pun.

Tanpa pengungkapan pembunuhan empat tahanan di lapas itu, Indonesia tidak layak lagi disebut negara yang menjunjung tinggi penegakan hukum. Sebaliknya, di Indonesia berlaku hukum rimba. Karena hal ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara gagal.

Dalam Indeks Negara Gagal (Failed States Index/FSI) 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara yang disurvei. Dalam posisi itu, Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal.

Beberapa indikator dalam FSI 2012 itu antara lain ketegangan dan kekerasan antarkelompok. Kemampuan negara memberi keamanan dirusak atau dikurangi. Lalu, ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan aturan hukum.

Desakan dibentuknya tim investigasi atau pencari fakta disuarakan sejumlah kalangan, antara lain Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat; Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno dan Mudji Sutrisno; Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra; Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar; dan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, secara terpisah, Senin (25/3).

”Sangat perlu Presiden membentuk tim pencari fakta. Kalau (fakta) tidak dibuka dan pelaku tidak dihukum, negara dalam keadaan bahaya karena negara dikuasai kelompok preman dan penegakan hukum tidak berjalan,” kata Magnis.

Dianiaya Dulu

Terpisah, Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, menyebut kliennya tidak hanya diberondong timah panas saja. Dia menduga para pelaku misterius sempat melakukan tindakan penganiayaan sebelum mengeksekusi dengan berondongan peluru.

“Banyak ditemukan bekas luka memar dan sayatan senjata tajam di tubuh korban,” kata Riyo.

Sebagai contoh, dia menemukan luka memar di wajah Juan, salah satu korban. Perut Almarhum juga robek akibat sayatan benda tajam. Bahkan lengan kiri Juan patah. “Luka-luka itu jelas bukan karena tembakan,” kata Riyo. Dia mengaku mengetahui kondisi keempat jenasah sesaat kejadian.

Menurut Riyo apa yang telah terjadi kepada keempat kliennya adalah pembantaian. Sebab keempat korban mendapat siksaan dan berondongan peluru dalam kondisi tidak berdaya. “Kami akan terus dorong kasus ini hingga tuntas, jangan sampai ini berhenti karena bisa jadi catatan buruk hukum Indonesia,” kata Riyo.ins,tmp

 

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=5a3f2c554cbe19e778b48b8b458b258b&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b


Peluru Kaliber 7,62 MM, Polisi-TNI Memiliki

Friday, January 25, 2013

Perampok Bank Muamalat Menangis di Tahanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Rahmat (46), tersangka tunggal perampokan Bank Muamalat yang terletak di dalam kawasan Yayasan Pendidikan Jenderal Sudirman, Jalan Pendidikan, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menangis di dalam tahanan. Rahmat meminta maaf kepada mantan atasannya atas aksi nekatnya tersebut.

“Pak Budi, saya minta maaf pak, sungguh, saya minta maaf. Kepala saya isinya setan semua pak, setan semua,” teriaknya sambil menangis di ruang tahanan Polsek Pasar Rebo saat dihampiri oleh salah seorang mantan atasannya di Bank Muamalat, Jumat (25/1/2013) sore.

Warga RT 05 RW 03, Paseban, Senen, Jakarta Pusat tersebut mengaku motif perampokan itu dilakukan tak hanya karena sakit hati terhadap sistem di perusahaan tersebut, namun tersangka juga membutuhkan biaya sehari-hari dua anak yang baru berumur 13 dan 16 serta seorang istri. Pasalnya sudah tujuh tahun tersangka nganggur.

“Saya butuh uang buat biaya hidup. Saya kan nganggur sudah lima tahun lebih. Anak-anak saya butuh makan dan sekolah,” lanjutnya.

“Tapi kamu pakai pisau, pakai ngancam teller, itu sudah keterlaluan Mat. Ya sudah, sekarang jangan pikir kami gimana-gimana lagi, kamu harus terima akibatnya,” jawab mantan atasannya.

Latar belakang tersangka, diketahui mantan karyawan Bank Muamalat yang saat itu berposisi sebagai pengawas operasional bank. Tersangka bekerja di Bank Muamalat di Jakarta Selatan sejak 2005 hingga pada akhirnya kontraknya tidak lagi diperpanjang pada tahun 2010 lalu, karena surat permohonan pemindahan tersangka tidak dikabulkan oleh pihak perusahaan.

Kepala Kepolisian Sektor Pasar Rebo, Kompol L. Sutardi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka bekerja seorang diri. Dari kronologi kejadian yang dihimpun dari saksi dan korban, tersangka pun diperkirakan amatiran. Hal tersebut dapat dilihat dari cara tersangka dalam menjalankan aksi perampokannya dengan cara konvensional yakni menodong kasir dengan pisau.

Meski demikian, Sutardi tetap akan melakukan pengembangan atas kasus perampokan nekat tersebut. Polisi tetap akan menyelidiki apakah ada kemungkinan bahwa benar tersangka bekerja seorang diri atau masih terdapat tersangka lain.

“Pengembangan tetap akan kita lakukan, apakah ada dugaan tersangka lain atau tidak. Tapi hingga saat ini, aksi perampokan ini dilakukan tersangka tunggal,” lanjut Sutardi.

Aksi perampokan tersebut dilakukan Rahmat, Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, saat umat Islam tengah menunaikan ibadah shalat Jumat. Dengan berlagak sebagai karyawan bank, Rahmat yang mengenakan seragam Bank Muamalat masuk ke dalam bank berpura-pura mengantarkan berkas.

Namun, setelah sampai di meja kasir, tersangka mengeluarkan sebilah pisau serta mengancam 4 orang karyawan bank agar tidak berteriak. Ia pun mengikat empat karyawan itu dengan tali serta menutup matanya dengan lakban hitam serta mengambil uang Rp 55.390.000 di atas meja.

Beruntung, saat tersangka hendak melarikan diri menggunakan motor, salah satu dari empat karyawan berhasil melepaskan diri. Ia berteriak minta tolong bahwa bank itu usai dirampok. Tiga orang, yakni sekuriti, sopir serta anggota TNI AD yang mendengar teriakan korban sekaligus melihat tersangka kabur langsung menghalaunya. Tersangka pun diserahkan ke kepolisian bersama dengan uang hasil rampasan dan barang bukti.

“Tersangka akan kita hukum berat, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ujar Sutardi.






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26848/19/01/2013/suripto:-waspadai-agenda-tersembunyi-dibalik-isu-suriah-dan-sampang.html


Perampok Bank Muamalat Menangis di Tahanan

Wednesday, April 24, 2013

Eyang Subur Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Jakarta - Artis Adi Bing Slamet melaporkan Eyang Subur ke Polda Metro Jaya terkait penyebaran aliran sesat, Rabu (24/4). Langkah tersebut dilakukan Adi menyusul laporan Eyang Subur ke Polda Metro Jaya pada Jumat (20/4) lalu, soal tindakan perbuatan tidak menyenaangkan dan fitnah.


“Kami di sini datang untuk melaporkan Eyang Subur terkait penodaan terhadap Islam, sesuai dengan yang tercantum dalam pasal 156 A tentang penodaan agama, yang ancamannya mencapai lima tahun penjara,” kata kuasa hukum Adi Bing Slamet, Fachmi Bahmid.


Lebih lanjut Fachmi menjelaskan bahwa pelaporannya ke Polda Metro Jaya bukan sebagai balasan atas tindakan yang dilakukan Eyang subur. Menurutnya, laporan tersebut merupakan respon atas Fatwa MUI yang telah diumumkan kemarin.


“Kami ke sini bukannya latah, gara-gara Eyang Subur melaporkan saya. Tapi selama ini saya belum melaporkan Eyang Subur karena masih menunggu Fatwa yang keluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Nah setelah MUI menjelaskan bahwa Ajaran Eyang Subur sesat maka kami baru melaporkan Eyang Subur atas tuduhan penistaan Agama,” Ungkap Adi Bing Slamet.


“Laporan ini dibuat bukan karena Adi kesal sama Eyang Subur secara pribadi, tapi ini persoalannya adalah sakit hati adi sebagai umat Islam yang dinodai dan dibuat mainan oleh Eyang Subur,” Jelas Fahmi.


Dalam pelaporannya tersebut mantan penyanyi cilik itu menyertakan bukti-bukti permulaan berupa rekaman gambar, foto dan saksi-saksi yang pernah mengikuti ajaran Eyang Subur.


“Kami bawa semua bukti-buktinya, termasuk saksi-saksinya dan ini baru permulaan. Karena nanti kami akan serahkan kembali membawa bukti-bukti lengkap penodaan agama yang dilakukan Eyang Subur,” lanjut Fachmi.


Polemik antara Adi Bing Slamet terhadap Eyang Subur kian memanas, beberapa hari ini. Polemik tersebut bermula dari tudingan Adi yang menggangap Eyang Subur telah membawanya membelot dari Islam. Adi sendiri telah menjadi pengikut Eyang Subur selama 17 tahun.


Pascatudingan tersebut, perang argumen di antara kedua kubu pun tak terelakan. Akhirnya, Majelis Ulama Indonesia pun turun tangan dan menyatakan bahwa Eyang Subur mengandung kesesatan. MUI juga meminta Eyang Subur segera bertaubat.


Adi yang datang kePolda pukul 17.30 disertai mantan pengikut Eyang Subur dan Kuasa hukumnya langsung masuk ke unit SPK Polda Metro Jaya untuk membuatlaporan terhadap Eyang Subur atas dakwaan Penistaan Agama. Usai Melapor Adi dan para mantan pengikut Eyang Subur serta pengacaranya melakukan presskon pers menjelaskan kedatangan mereka ke Polda Metro Jaya hari ini.


” Kami disini datang untuk melaporkan Eyang Subur terkait penodaan Agama Islam yang tercantum dalam pasal 156 A tentang Penodaan Agama, yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” ungkap Fachmi Bahmid saat mendampingi Adi Bing Slamaet di Polda Metro Jaya hari ini.


Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/entertainmen/2012/07/30/6744/Tak-Direstui-Orang-Tua-Kekasih-Uli-Auliani-Siap-Masuk-Islam


Eyang Subur Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Sunday, June 16, 2013

Kisah Carlos Menem Bakal Berakhir di Penjara

INILAH.COM, Buenos Aires Bekas presiden Argentina Carlos Saul Menen Kamis (13/6/2013) diputus pengadilan untuk masuk bui selama tujuh tahun karena didakwa mengorganisasi penyelundupan senjata ke Krotia dan Ekuador saat kedua negara itu dilanda konflik berdarah.


Menem, 82 tahun, yang saat ini menjadi senator, semestinya segera dijebloskan ke penjara sesuai keputusan majelis hakim Buenos Aires. Karena statusnya sebagai senator, Menem masih tak serta merta bisa langsung dikerangkeng. Ia masih memiliki kekebalan dan mesti dimakzulkan dulu oleh para anggota senat lainnya. Namun kabarnya ia hanya dikenakan tahanan rumah.


Jika senat tak berdaya memakzulkannya, Menem masih bisa menikmati kebebasan hingga masa tugasnya sebagai senator berakhir pada 2017. Pengadilan banding yang digelar Maret memutuskan Menem bersalah. Ia, yang pernah berkuasa sebagai presiden Argentina selama dua masa jabatan (1989-1999), bersama bekas menteri pertahan Oscar Camilion, didakwa menyelundupkan 6.500 ton senjata dan amunisinya ke Koatia dan Ekuador.


Ia didakwa secara jorok menyelundupkan senjata dan dianggap melakukan pelanggaran serius dalam kejahatan mengirim material perang, apalagi kejahatan itu dilakukan oleh para pejabat pemerintah.


Persenjataan yang dikirim ke Krotia itu dilakukan sebanyak tujuh kali pengapalan antara tahun 1991 dan 1995. Sedangkan senjata yang dikirim ke Ekuador dilakukan dengan tiga kali pengapalan pada 1995. Pada waktu itu, sebagian besar negara-negara Balkan dikenakan sanksi embargo senjata oleh PBB meyusul pecahnya wilayah Yugoslavia.


Persenjataan itu seolah dikirim ke Panama dan Venezuela, padahal kapal-kapal itu sengaja berubah haluan dan berlayar menuju Krotia dan Ekuador. Saat itu Ecuador sedang bersengkarut soal perbatasan dengan Peru, dan Argentina sebagai penjamin perjanjian damai tak boleh menjual senjata ke Ekuador maupun Peru.


Menurut Menem, transaksi itu sah karena persenjataan seperti senapan, artileri, meriam, roket anti-tank dan amunisinya itu dikirimkan ke negara-negara yang sedang damai, tulis AFP, Jumat (14/6).


Carlos Saul Menem sebetulnya dari kecil dibesarkan keluarganya secara Islam. Orang tuanya adalah imigran dari Suriah dan penganut aliran Sunni yang tinggal di Yabroud, sekitar 80 kilometer dari Damaskus. Ia berpindah agama karena tuntutan politik di Argentina. Negara Katolik itu mensyaratkan presiden Agentina haruslah seorang Katolik Roma, dan Menem masuk Katolik pada 1994.


Menem ingin menaiki jenjang yang lebih tinggi dan kewajiban syariat Islam dianggapnya terlalu berat, ujar Kareem, sahabat kecil Menem yang puluhan tahun tak berkomunikasi dengan bekas presiden itu, seperti ditulis Los Angeles Time.


Politik membuat Menem sibuk dan tak berfikir lagi agama apa yang harus dianutnya. Bahkan ia sudah tak memikirkan hubungan dengan isterinya Zulema Menem meninggalkan kediaman presiden yang besar di pinggiran Buenos Aires pada Juni 1990. Secara hukum, presiden Argentina memiliki hak sepenuhnya yang menentukan siapa yang bisa tinggal di rumah besar itu.


Carlos Menem yang flamboyant dan dicap sebagai play boy sempat menikahi Miss Universe asal Chile, Cecilia Bolocco, ketika Menem berusia 76 tahun, namun keduanya sudah bercerai.


Menurut Kareem, sahabat masa kecil Menem, Zulema Fatima Yoma, kerap mengunjungi kerabat muslimnya secara diam-diam. Menem pun, kata Kareem, dalam hatinya tetaplah seorang Muslim. Itu terbukti ketika puteranya tewas lima tahun silam. Saya secara pribadi meminta Menem menguburkan anaknya secara Islam di pemakaman Muslim, ujar Kareem.


Menem memang masih terus memendam perasaan sebagai Muslim. Ia menyumbangkan tanah di kawasan kedutaan besar di pinggiran Buenos Aires yang mahal kepada komunitas Islam di sana.


Muslim di Argentina tersebar di Buenos Aires, Cordoba, Mendoza, Tucuman dan Rosario. Pupulasi mereka mencapai 700.000. Namu menurut Kareem ada sekitar sembilan hingga 10 juta Muslim atau mereka yang nenek moyangnya Muslim di Argentina. [Dari berbagai sumber]


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/20/116474793/Pengakuan-Mertua-Pengebom-Boston


Kisah Carlos Menem Bakal Berakhir di Penjara