Showing posts sorted by relevance for query permintaan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query permintaan. Sort by date Show all posts

Friday, December 21, 2012

Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)

Home Sejarah


Perang Salib

Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)


 

Menjelang Perang Salib III, Shalahuddin yang menggantikan Nuruddin Zanki


Jum’at, 21 Desember 2012

Oleh: Alwi Alatas

Kekalahan yang diikuti dengan kemenangan pada peristiwa Perang Salib

Bagaimanapun, bukan hanya kemenangan yang bisa berakhir dengan kekalahan. Kekalahan juga bisa disikapi dan dikelola dengan baik sehingga akhirnya berbalik menjadi kemenangan. Hal ini bisa kita lihat pada peristiwa Perang Salib.

Perang Salib I dimulai dengan seruan Paus Urbanus II pada sidang gereja di Clermont, Prancis. Seruan ini pada asalnya merupakan tanggapan positif gereja Katholik atas permintaan bantuan dari Byzantium untuk menghadapi pasukan-pasukan Turki Saljuk yang mengganggu wilayahnya. Namun isu ini kemudian dikembangkan dan diarahkan oleh Paus untuk merebut kota al-Quds atau Yerusalem. Paus tentu mempunyai pertimbangan pribadi saat menyampaikan seruannya. Gereja Katholik ketika itu sedang banyak masalah: perselisihan gereja dengan kaisar Jerman (Holy Roman Empire), adanya paus tandingan (anti-pope), perpecahan Katholik dengan Kristen Orthodoks yang berpusat di Byzantium, ditambah lagi dengan berbagai masalah sosial di Prancis dan beberapa negara Eropa Barat lainnya. Penguasaan Yerusalem, yang mereka yakini sebagai tempat disalibnya Yesus tentu akan menjadi prestasi yang menonjol dan meningkatkan pengaruh gereja Katholik di Eropa (Paine, 2005: 32).

Orang-orang yang hadir menyambut seruan Paus itu dengan penuh semangat. Sepanjang khutbah Paus Urbanus II mereka berseru, ”Deus Vult! Deus Vult! (Tuhan menghendakinya! Tuhan menghendakinya!) (Cole, 1991: 1-2). Setelah itu, beberapa pendeta mengkhususkan diri untuk menyebarluaskan seruan Paus kepada masyarakat. Manusia kemudian berbondong-bondong datang untuk menyertai Perang Salib yang pertama (1095-1099). Kata Edward Gibbon, seorang Sejarawan Inggris abad ke-18, khutbah Paus itu telah ”menyentuh syaraf perasaan (Eropa) yang paling halus” dan mendorong mereka untuk menyambutnya dengan penuh semangat. 

Terjadinya pasukan Salib I bertepatan dengan keadaan kekhalifahan Abbasiyah yang sedang mengalami perpecahan. Pemerintahan di kekhalifahan Abbasiyah ketika itu dipimpin oleh orang-orang Turki Saljuk. Ketika pemimpin tertingginya meninggal dunia pada tahun 1092, keadaan menjadi tidak stabil dan para emir saling memperebutkan wilayah dan memperjuangkan kepentingannya sendiri-sendiri. Perpecahan ini membuka jalan bagi pasukan Salib untuk masuk ke wilayah Muslim di Asia Minor, Suriah dan Palestina dan menguasai beberapa kota. Kota Nicaea (Iznik) jatuh pada tahun 1097, Antioch (Antakya) pada tahun 1098, dan Yerusalem (al-Quds) pada tahun 1099. Beberapa kota Muslim lainnya juga jatuh ke tangan pasukan Salib pada tahun-tahun tersebut. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kekuatan di dunia Islam yang mampu membebaskan kota-kota tersebut dan menghadapi pasukan Salib secara efektif.

Kaum Muslimin mengalami kekalahan yang telak. Kekalahan itu bukan disebabkan oleh musuh yang sangat hebat, tetapi lebih disebabkan oleh kelemahan yang menimpa kaum Muslimin. Mereka terkena penyakit cinta dunia dan jatuh dalam perpecahan dan permusuhan di antara sesama mereka. ”Para penguasa semuanya dalam keadaan berselisih …,” kata Ibn al-Athir (2006: 22), ”dan demikianlah orang-orang Frank menaklukkan negeri-negeri (Muslim).” Dr. Majid Irsan al-Kilani (2007: 49) memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemunduran dan kelemahan kaum Muslimin pada masa itu, termasuk para ulamanya:

“Mereka menjalani rutinitas harian tanpa arahan yang benar, standar nilai Islam lenyap dari panggung kehidupan nyata, sedangkan nafsu dan syahwat merajalela. Pengaruh-pengaruh negatif terasa begitu kental dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan kemiliteran. Bidang-bidang tersebut hancur, fundamen internal masyarakat rapuh dan daya tahannya lemah serta rentan terhadap segala macam krisis dan keterpurukan.”

Keadaan ini menyebabkan mereka kalah, walaupun sebenarnya jumlah mereka lebih banyak dibandingkan musuh dan peradaban mereka jauh lebih maju. Untungnya keadaan ini tidak berlangsung terus menerus. Belakangan ada beberapa ulama yang berupaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki keadaan ummat. Mereka memahami bahwa semua kekalahan itu adalah disebabkan oleh masalah internal kaum Muslimin. Maka mereka pun berusaha memperbaiki kondisi internal kaum Muslimin, khususnya memperbaiki barisan ulamanya agar menjadi ulama yang lurus dan mampu menerangi ummat (Al-Kilani, 2007).

Kemudian muncul juga seorang peminpin yang shaleh di Suriah, yaitu Nuruddin Zanki, sehingga semakin menyempurnakan perjuangan kaum Muslimin dalam menghadapi pasukan Salib. Nuruddin Zanki menjadi sultan menggantikan ayahnya pada tahun 1146, hampir bersamaan dengan terjadinya Perang Salib II (1147-1148). Pada Perang Salib II inilah mulai terlihat perubahan signifikan di dunia Islam, dan juga di kalangan orang-orang Frank (Prancis) dan Kristen pada umumnya. Dalam menghadapi gelombang kedatangan pasukan Salib yang baru ini, para pemimpin Muslim di Suriah mulai berupaya untuk menjalin kerja sama. Ketika pasukan Salib menjadikan Damaskus sebagai target serangan, emir Damaskus mengirim surat permintaan bantuan kepada Nuruddin Zanki di Aleppo dan kakaknya yang memerintah di Mosul. Keduanya segera menyambut permintaan bantuan itu.

Sebaliknya, orang-orang Kristen justru mulai mengalami perpecahan. Kaisar Byzantium mengijinkan pasukan Prancis dan Jerman melewati wilayahnya dan memfasilitasi mereka untuk menyeberang ke Asia Minor, tetapi tampaknya diam-diam memberikan informasi kepada orang-orang Turki Saljuk di wilayah itu untuk menghadang pasukan dari Prancis dan Jerman ini. Orang-orang Eropa yang baru datang itu juga belakangan mengalami perselisihan dengan orang-orang Frank yang telah lama berada di Palestina. Semua itu menyebabkan pasukan Salib mengalami kekalahan dan pasukan Salib II itu terpaksa kembali ke negerinya masing-masing dengan tangan hampa (Alatas, 2012: 286-292). Steven Runciman (1987: 288), seorang sejarawan yang menulis tentang sejarah Perang Salib mengomentari Perang Salib II dengan kata-kata berikut:

”Tidak ada usaha (enterprise) abad pertengahan yang dimulai dengan harapan yang begitu baiknya. Direncanakan oleh Paus, dikhotbahkan dan diinspirasikan oleh Santo Bernard, dan dipimpin oleh dua raja utama Eropa Barat, ia menjanjikan begitu banyak kejayaan dan keselamatan bagi dunia Kristen. Namun ketika ia sampai pada akhir yang begitu memalukan berupa penarikan pasukan dari Damaskus, semua yang berhasil dicapainya adalah memperburuk hubungan antara orang-orang Kristen di (Eropa) Barat dan orang-orang Byzantium hingga ke titik yang paling serius, menaburkan kecurigaan di antara tentara-tentara Salib yang baru datang dengan orang-orang Frank yang menetap di Suriah, memisahkan para bangsawan Frank di antara sesama mereka, menarik kaum Muslimin untuk saling mendekat dan bersatu, dan menghancurkan reputasi orang-orang Frank dalam hal kecakapan militer.”

Pada perang-perang Salib berikutnya kaum Muslimin juga mampu menahan serangan pasukan Salib. Menjelang Perang Salib III, Shalahuddin yang menggantikan Nuruddin Zanki yang meninggal dunia pada tahun 1174 berhasil membebaskan al-Quds. Pasukan Salib tidak pernah lagi mampu merebut kota al-Quds sejak saat itu. 

Kaum Muslimin memang kalah pada Perang Salib I. Tetapi para ulama dan pemimpinnya dapat merespon kekalahan itu dengan baik dan berjuang untuk mengubah keadaan internal kaum Muslimin sehingga mereka akhirnya mampu menghadapi lawan dan membebaskan kembali kota-kota di Palestina dan Suriah.

Kaum Muslimin pada hari ini juga sedang mengalami kekalahan. Mereka telah dikalahkan sejak lama. Mampukah para ulama dan pemimpinnya untuk bangkit memperbaiki ummat sehingga suatu saat nanti mereka dapat mengubah kekalahan menjadi kemenangan? Semoga saja.*/Jakarta, 3 Safar 1434/ 17 Desember 2012 

Daftar Pustaka

Alatas, Alwi. Nuruddin Zanki dan Perang Salib. Jakarta: Zikrul Hakim. 2012.

Ibn al-Athir. The Chronicle of Ibn al-Athīr for the Crusading Period from al-Kāmil fi’l-ta’rīkh, part 1, The 

Years 491-541/ 1097-1146, The Coming of the Franks and the Muslim Response (terjemahan oleh  D.S. Richards). Aldershot: Ashgate. 2006.

Gibbon, Edward. History of the Decline And Fall of the Roman Empire, vol. 5. e-text edition by David Reed.

Al-Kilani, Dr. Majid ‘Irsan. Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib (terjemahan dari Hakadza Zhahara Jil Salah al-Din wa Hakadza ‘Adat al-Quds). Bekasi: Kalam Aulia Mediatama. 2007.

Al-Maqqari, Ahmed ibn Muhammed. 1984. The History of the Mohammedan Dynasties in Spain, extracted from the Nafhu-t-Tib min Ghosni-l-Andalusi-r-Rattib wa Tarikh Lisanu-d-din Ibni-l-Khattib, vol. I II, translated and ilustrated with critical notes by Pascual de Gayangos. Delhi: Idarah-I Adabiyat-I Delhi.

Paine, Michael. The Crusades. Harpenden: Pocket Essentials. 2005.

Runciman, Steven. A History of the Crusades, 2: The Kingdom of Jerusalem. Cambridge: Cambridge University Press. 1987.

 

Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26448/21/12/2012/penyesatan-opini-paham-pembela-kebathilan.html


Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)

Monday, June 10, 2013

Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Muslim Inggris diminta tidak berspekulasi soal kebakaran yang menimpa Islamic Center dan sebuah sekolah di London Utara. Permintaan ini disampaikan anggota parlemen Inggris, Bob Neil.


“Kami merasa prihatin soal ini, dan kita akan mencari tahu lebih lanjut soal masalah ini. Jangan terlalu dini melompat pada satu kesimpulan lantaran penyelidikan terus dilakukan,” kata Neil seperti dikutip BBC, Senin (10/6).


Semenjak kebekaran itu, komunitas Muslim merasa khawatir dengan keselamatan mereka. Sebab, kebakaran yang menimpa dua bangunan miliki komunitas Muslim terjadi tak lama sejak serangan terhadap tentara Inggris. Kekhawatiran bertambah lantaran ada indikasi keterlibatan kelompok sayap kanan.


Untuk menenangkan situasi, kepolisian Metropolitan London meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi soal kebakaran. “Kebakaran ini memang masuk dalam kategori mencurigakan. Tapi masyarakat jangan berspekulasi soal ini sebelum penyelidikan dilakukan secara tuntas,” tutur Neil.


Usai kebakaran Sabtu lalu, pelajar dan staf sekolah mulai kembali ke sekolah. Mereka menolak diminta komentar soal kebakaran itu lantaran ada permintaan dari pihak sekolah dan kepolisian. Namun, mereka berharap penyelidikan segera tuntas untuk mengungkap siapa pelakunnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, merujuk pada proyek TellMama, tercatat lebih dari 212 insiden serangan terhadap Muslim terjadi. Sekitar sebelas serangan diantarannya menyasar masjid.


Article source: http://www.merdeka.com/khas/merasa-damai-usai-bersyahadat-franck-ribery-3.html


Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

Tuesday, February 5, 2013

Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut dalam posisi  terancam. Sejumlah senior partai yang masuk dalam struktur kepengurusan Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai meminta Anas mundur untuk menyematkan partai yang kini berada di tubir kehancuran.

Namun Anas bergeming. Dia menolak mundur dari jabatannya. “Tidak ada saya, tidak mendengar apa-apa itu (meminta mundur). Siapa yang ngomong?” kata Anas

Bahkan barisan pendukung Anas di DPP Demokrat seperti Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa turun tangan membela Anas. “Kalau desakan mundur itu kan sudah ada dari bab awal, sementara kami sudah mau bab terakhir. Jadi enggak ada masalah,” ujar Pasek dikutip Kompas.com.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menyebut Gede Pasek dan Saan Mustofa sebagai barisan pendukung Anas. Selain Nurhayati Assegaf, Ahmad Mubarok, dan beberapa pengurus DPP Demokrat lainnya.

Anas Urbaningrum tampaknya percaya diri tetap akan bertahan di Demokrat.

Apalagi karena Anas yakin memiliki basis massa pendukung setia hingga ke tingkat DPC Demokrat (kabupaten/kota).

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, dua tahun menjabat ketua umum Demokrat tampaknya dimanfaatkan oleh Anas untuk memperkuat basis pendukungnya di berbagai daerah dengan rajin turun menemui pimpinan Demokrat di daerah.
Anas memasukkan sejumlah orang-orangnya menjabat ketua DPD 1 Demokrat tingkat provinsi dan DPD II Demokrat tingkat kabupaten/kota.

Jika mengemuka wacana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengganti ketua umum partai maka tentu saja bisa digelar dengan syarat yang diatur dalam AD/ART partai yakni  atas permintaan majelis tinggi partai atau permintaan sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota Dewan Pimpinan Daerah dan setengah jumlah anggota Dewan Pimpinan Cabang.

Pengamat Politik M Qodari mengakui upaya  sejumlah senior Demokrat  melengserkan Anas akan berhadapan dengan para pendukung Anas yang ada di pusat dan daerah.

“Ini bakal jadi ramai di tahun ini,” kata Qodari.

Menurut Qodari, pendukung Anas paling besar berada di daerah, termasuk sejumlah ketua DPD dan DPC Demokrat.

“Kalau pendukungnya dari daerah tidak besar  kan tidak menang Anas jadi Ketua Umum Demokrat,” kata Qodari.

Lanjut Qodari, sebelum menjadi ketua umum Demokrat saja Anas  sudah besar apalagi setelah 2 tahun konsolidasi.

“Problem Anas kan kesan bahwa dia terlibat kasus Nazar. Kalau secara jaringan dan kerja politik mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Dijelaskan, soal citra PD sebagai partai korup bukan karena Anas semata tapi karena kader PD yang lain yang sudah jadi tersangka atau terdakwa seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Hartati, Andi Mallarangeng, dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya 5 menteri dari Demokrat dan sejumlah gubernur dari Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan menyelamatkan Partai Demokrat.
Ini menyusul hasil survei Partai Demokrat yang terus merosot.Dalam survei SMRC yang dirilis kemarin menyebut perolehan suara Demokrat sekitar 8 persen kalau Pemilu dilakukan sekarang.

Diduga penyebab utama suara Demokrat anjlok karena partai tersandera oleh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Jero mengatakan akan lebih bagus kalau Anas mundur.

(aco)

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27092/04/02/2013/berani-berkata-dan-berani-berbuat,-ciri-beriman!.html


Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank So Much for Visit this Article

Sunday, February 10, 2013

Ke Jepang Bukan Susah Bahasa, Tetapi Susah Makanan Berlabel Halal

Richard Susilo *)

TRIBUNNEWS.COM - Banyak sekali orang Indonesia yang mau ke Jepang. Selain untuk belajar, mencari pengalaman kerja, serta menimba ilmu lebih banyak lagi dari negeri Sakura, tentu juga untuk memahami bahasa Jepang serta budayanya.

Namun kita sering tidak menyadari, bahwa Heiwa no Kuni (negeri damai) tersebut banyak sekali  menggunakan minyak babi, sedangkan orang Indonesia umumnya beragama Islam. Bahkan satu-satunya negara di dunia di mana McDonald menjual makanan dengan menu Po-ku Hanba-ga (Hamburger Babi), hanyalah Jepang.

Inilah yang memberatkan kaum muslim dunia tinggal di Jepang. Harus banyak memilih makanan kalau tak mau makan makanan yang diharamkan agama Islam.

Makanan adalah salah satu sumber utama kehidupan manusia. Manusia akan meninggal kalau tak makan, tapi manusia tidak akan meninggal hanya karena tidak bisa berbahasa asing. Jadi sebenarnya unsur bahasa, walaupun penting, masih kalah  penting dibandingkan makanan, khususnya bagi umat Islam yang mau ke Jepang. Hal ini jelas perlu benar-benar disadari terlebih dulu dan lebih lanjut oleh orang yang mau ke Jepang.

Permintaan Perusahaan

Dalam pertemuan dengan para pimpinan perusahaan Jepang, penulis selalu mendapatkan permintaan agar mencarikan tenaga kerja Indonesia, khususnya bagi perusahaan mereka yang ada di Indonesia, terutama yang mampu berbahasa Jepang sehingga komunikasi antara staf dengan pimpinan orang Jepang dapat berlangsung dengan baik.

Satu bukti sangat nyata bahwa memang bagi yang ingin bekerja di perusahaan Jepang, apalagi di negeri Sakura, harus bisa berbahasa Jepang agar dapat meningkatkan performance-nya lebih baik. Salah satu lembaga yang dapat direkomendasikan adalah Pandan College (www.pandan.ac.id) tidak hanya mengajarkan bahasa Jepang tetapi juga budaya, pola pikir dan cara bisnis orang Jepang dengan pengajar professional. Bahkan lulusan terbaik dari sekolah itu dijamin bisa ke Jepang.

Investasi Jepang di Indonesia saat ini memang masih sedikit sekitar 400 juta dolar AS dibandingkan 20 tahun lalu yang sekitar 4 miliar dolar AS. Jumlah investasi perusahaan Indonesia di Jepang pun sangat kecil hanya sekitar 8 juta dolar AS, paling kecil di antara negara Asean lain.

Hasil survei Jetro dan lembaga lain menunjukkan bahwa kestabilan politik dan keamanan, kepastian hukum, perburuhan (sumber daya manusia yang masih lemah, banyak unjuk rasa), infrastruktur , soal pajak (restitusi pajak tidak lancar berjalan), banyak korupsi, menjadi kendala investor Jepang masuk ke Indonesia.

Tapi lebih konkrit lagi mereka melihat soal perizinan usaha baru di Indonesia yang berbelit-belit. Belum lagi peraturan daerah satu dengan lainnya sering tidak sinkron. Misalnya ada satu kabupaten di Bali mensyaratkan perusahaan asing (PMA) yang mendirikan hotel di sana minimal harus bintang dua. Tetapi di kabupaten lain, juga di Bali, mensyaratkan minimal bintang tiga.

Proses perizinan di Indonesia mencapai 86 hari (hasil survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia [LPEM-UI] September 2007). Sementara negara lain seperti di New Zealand hanya seminggu diurus sudah selesai. Jauh berbeda bukan?

Data dari Bank Dunia (World Bank Investment Climate Surveys 2005) menunjukkan bahwa Indonesia  yang kaya dengan sumber energi dan alam ini masih kalah cepat dalam pengurusan perizinan bagi investor asing dibandingkan Moroko, Uganda, China, India dan bahkan El-Savador.

Keadaan di dalam negeri sendiri yang belum beres ini kenyataan di lapangan memang banyak dikeluhan pengusaha Jepang, “Kalau Indonesia sudah cantik berbenah diri, tak usah kampanye untuk menarik investor asing, dengan sendirinya mereka pasti datang sendiri,” papar seorang Presdir perusahaan besar Jepang kepada penulis.

Memang benar, mungkin ada baiknya kita berkaca diri dulu sebelum bertindak lebih lanjut. Jangan mau di-ninabobo-kan oleh kekayaan alam kita sendiri. Mungkin ada baiknya kita renungkan bersama menjelang peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang ini.
 
Informasi lengkap lihat: http://www.tribunnews.com/topics/tips-bisnis-jepang.
Konsultasi, kritik, saran, ide dan segalanya silakan email ke: info@promosi.jp

*) Penulis adalah CEO Office Promosi Ltd, Tokyo Japan, berdomisili dan berpengalaman lebih dari 20 tahun di Jepang

Article source: http://news.detik.com/read/2012/05/28/180046/1926703/10/pemalsu-ijazah-dibekuk-di-semarang-gaet-klien-di-bimbingan-belajar?9922032


Ke Jepang Bukan Susah Bahasa, Tetapi Susah Makanan Berlabel Halal

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank U Very Very Much for Read this News

Thursday, January 23, 2014

Pentagon: Tentara Muslim, Sikh, Yahudi Boleh Pelihara Janggut

Pentagon: Tentara Muslim, Sikh, Yahudi Boleh Pelihara Janggut




Liputan6.com, Washington DC : Militer Amerika Serikat melonggarkan aturan pemakaian pakaian dinas atau seragam, yang memungkinkan pemeluk agama tertentu mempertahankan identitas sesuai dengan keyakinannya: turban, kupluk, janggot, atau tato.


Berita Terkait



`ChocoChicken` Kombinasi Cokelat dan Ayam, Tertarik?


`ChocoChicken` Kombinasi Cokelat dan Ayam, Tertarik?



[VIDEO] Mobil Kereta Membeku di Eropa - Thailand Darurat 60 Hari


[VIDEO] Mobil Kereta Membeku di Eropa – Thailand Darurat 60 Hari


Tentara Muslim, Sikh, Yahudi, Wiccan (kepercayaan pagan modern), juga marinir, pelaut dan penerbang kini bisa mengajukan pengecualian terkait aturan seragam seragam militer yang ketat.


Setiap permohonan akan dievaluasi secara individu. Bisa diterima atau ditolak, tergantung ada atau tidaknya potensi gangguan terhadap kesiapan militer. Sedikitnya permohonan 3 pemeluk Sikh telah dikabulkan.


“Permintaan anggota terkait penggunaan atribut keagamaan akan dipertimbangkan kasus per kasus, untuk memastikan tidak akan mempengaruhi capaian sebuah misi, kesatuan unit, dan pelaksanaan perintah dan disiplin,” kata pejabat militer AS, Lt Cmdr Nate Christensen, seperti dimuat BBC, 22 Januari 2014.


Pemohon yang mendapat izin dibolehkan memelihara janggut atau atribut khusus. Namun, jika dianggap menghalangi keamanan operasi senjata dan perlengkapan militer, termasuk pemakaian helm dan masker pelindung — bakal ditolak.


Izin hanya berlaku untuk seorang anggota dalam dalam kesatuannya saat ini. Permohonan baru harus diajukan jika ia dipindahkan ke unit lain.


Kebijakan baru tersebut efektif sejak Rabu 22 Januari 2014, akan berlaku untuk semua agama yang diakui oleh militer AS di semua unit.


Data militer AS menyebut, ada 3.700 tentaranya yang memeluk Islam dan 1.500 Wiccan. Namun belum jelas berapa dari mereka yang mengajukan permohonan.


“Kami tak tahu berapa permintaan yang akan kami terima,” kata Lt Cmdr Christensen.


Sementara, Amardeep Singh, pendiri Sikh Coalition menilai, kebijakan baru Pentagon adalah ‘langkah maju. Meski belum mengakomodasi pemeluk Sikh — yang agamanya menyarankan pria untuk memakai turban, memelihara janggut, dan rambut panjang.


“Apapun, ini adalah langkah maju. Bahwa militer menyatakan komitmen untuk melindungi kebebasan beragama,” kata dia.


Sementara itu, di Kanada, sejumlah kepolisian lokal di negara itu mengizinkan pemakaian jilbab bagi anggota perempuannya. Sesuatu yang bahkan belum diimplementasikan di Indonesia. Salah satunya di Kota Edmonton.


Ibukota Ontario, Toronto, bahkan memberi ruang lebih luas bagi penduduknya untuk memakai simbol-simbol agama saat bertugas di sektor pelayanan publik. Bahkan ada kampanye untuk membuat jilbab diizinkan di rumah sakit. (Ein/Yus)


Baca juga:


Polwan di Edmonton Kanada Boleh Pakai Jilbab
Canggih! Teknologi Militer AS Ubah Tentara Jadi `Iron Man`






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2013&dt=1120&pub=Kosmo&sec=Hiburan&pg=hi_01.htm


Pentagon: Tentara Muslim, Sikh, Yahudi Boleh Pelihara Janggut

Tuesday, April 23, 2013

Bacaleg Artis Menjamur

Bacaleg Artis Menjamur


Di Sumbar, 31 Orang Mendaftar Balon DPD RI


Padang Ekspres • Selasa, 23/04/2013 11:38 WIB • REDAKSI • 114 klik


-


Jakarta, Padek—Fenomena calon legislatif dari kalangan artis sudah berkembang saat pen­calonan anggota dewan di pemilu 2009. Namun, meski kualitasnya masih diragukan, jumlah caleg artis yang maju untuk Pemilu Legislatif 2014 ternyata makin bertambah. Sedangkan di Sum­bar, sebanyak 31 orang bakal calon DPD RI bersaing.


 


Menjamurnya caleg artis ter­ung­kap saat peserta Pemilu 2014 mendaftarkan caleg­nya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Puncaknya kema­rin (22/4), saat caleg artis itu ditampilkan bak pajangan setiap parpol.


 


Dimulai dari Partai NasDem yang datang paling pagi ke kantor KPU. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mem­perkenalkan sejumlah caleg artis­nya. “Ada pendatang baru yang sebetulnya tidak pernah di bidang politik seperti Donny Damara, Ricky Subagja, mudah-mudahan membawa perubahan,” ujar Rio.


 


Donny ditempatkan di dae­rah pemilihan Jawa Barat IX (Subang, Majalengka, Suka­bumi). Setelah Partai NasDem, Partai Gerakan Indonesia Raya pim­pinan Prabowo Subianto pun me­miliki stok artis tak kalah banyak. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menjagokan caleg artisnya seperti Irwansyah, Bella Saphira dan Iis Sugiarto.


 


Sementara PAN memiliki deretan nama artis yang panjang. Beberapa di antaranya Ikang Fawzi, Marissa Ha­que, Dessy Ratnasari, Gading Martin, Alex Djodi, Eko Patrio, Anang Her­man­syah, Primus Yustisio, Dwiki Dharmawan, Ayu Azhari, dan Norman Camaru.


 


PAN juga memiliki caleg dari olahragawan seperti mantan petenis nasional Yayuk Basuki, atlet atletik Emma Tahapary serta legenda judo Krisna Bayu.


 


Sedangkan caleg artis dari PPP seperti Angel Lelga dan Mat Solar. Masih ada caleg artis incumbent seperti Ratih Sanggarwati. Emilia Contessa yang gagal di pemilu 2009 juga siap maju kembali. “Saya kan mualaf, jadi pas dengan PPP sebagai rumah besar umat Islam,” ujar Angel saat ditemui di kantor KPU. Angel ditempatkan di dapil Jateng.


 


Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencalonkan Yessy Gusman, Edo Kondologit, presenter Nico Siahaan dan Sonny Tu­lung. Anggota Komisi IX Rieke Diah Pitaloka juga dipastikan tetap maju.


 


Partai Kebangkitan Bangsa pun tak mau kalah. Beberapa caleg artis direkrut seperti Arzetti Bilbina, Said Bajuri, Aditya ‘Sayuti’ Warman, Krisna Mukti, dan Vicki Rhoma Irama. PKB juga memiliki stok artis di incumbent DPR seperti Gita KDI.


 


Bakal Bersaing


 


Di Sumbar, tercatat 31 orang men­daftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI ke KPU Sumbar di hari penu­tupan pendaftaran, (Selengkapnya Lihat Grafis, Klik disini!) kemarin (22/4). Beberapa wajah lama ikut men­calon­kan diri kembali adalah Emma Yohan­na, Irman Gusman, dan Alirman Sori.


 


“Saya mencalonkan diri lagi untuk melanjutkan kembali perjuangan saya untuk masyarakat Sumbar. Juga, menampung kembali aspirasi demi kemajuan Sumbar,” ujar Ketua DPD RI, Irman Gusman kepada wartawan usai mendaftar ke KPU Sumbar.


 


Jumlah dukungan yang dikantongi Irman, lebih 11 ribu dari syarat minimal 3.000 dukungan yang ditetapkan KPU.


 


Zulkarnain Kamsya, balon anggota DPD RI lainnya, mengklaim telah mengantongi 6 ribu dukungan masya­rakat di 16 daerah minus Pariaman, Bukittinggi dan Sawahlunto. “Jika saya terpilih, saya memperjuangkan nasib fakir miskin,” ungkap Ketua Yayasan Lembaga Penyantun Anak Yatim, Piatu dan Miskin Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) Kota Padang tersebut.


 


Lalu Muhammad Rahmad, balon DPD, menyatakan tekadnya menarik dana pusat lebih besar untuk Sumbar untuk peningkatan kualitas pen­didikan.


 


Irdinansyah Tarmizi mengatakan keinginannya maju lewat jalur DPD didasari permintaan pendukungnya setelah mendapatkan restu dari Golkar Sumbar yang merupakan partainya.


 


“Dukungan lebih dari 3.000 KTP ini telah menjadi modal saya maju ke DPD RI. Selain itu, keinginan saya untuk maju ini juga atas permintaan masyarakat Sumbar yang me­ngi­nginkan perubahan,” ujar anggota DPRD Sumbar ini.


 


Ketua DPRD Padang, Zulher­man juga menyatakan kesiapannya maju ke Senayan via DPD. Dia telah mengum­pulkan 4.000 dukungan masyarakat. “Ini kesempatan bagi saya membuk­tikan diri memberikan yang terbaik untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Sum­bar,” ungkapnya. (jpnn/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/232149


Bacaleg Artis Menjamur

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Saturday, December 21, 2013

Tanjung yang berlumpur



 Kerja-kerja memasak berlanjutan selama 12 hari, berakhir pada 15 Dis, namun kerja-kerja membersihkan rumah mangsa berlarutan sehingga ke hari ini, atas permintaan, jika ada. Hampir 10 ribu bungkusan barangan dan beras telah diedarkan termasuk juga di Kampung Semangat, Ubai, Kg Belukar, Kg Pahang dan Cherok Paloh yang berada didalam DUN Inderapura. Ada sebahagiannya saya sendiri yang menghantarnya, ada juga rakan-rakan Unit Amal. Terkadang tu rasa malu juga dengan sebahagian sikap masyarakat Melayu dalam kawasan saya, sesetengah tu umpama orang Somalia yang sepertinya kebuluran sangat, bila masuk je lori, menderu datang mengejar lori dan berebut-rebut barangan, ish .. takde akhlak sungguh lah. Saya minta semua bersabar dan saya akan hantar kerumah masing, tapi tak nak berganjak juga, tetap juga bergayut ditepi lori, tak kira lelaki atau perempuan, serupa je.


Seorang rakan daripada Kuala Lumpur, dia dan rakan-rakan bawa dapur gas dan barangan dapur, dia berhasrat untuk cuba bagi sendiri dan meminta izin dari saya, saya benarkan. Lori langsung tak dapat bergerak, diserbu, semua nak ambil dapur, sepertinya semua rumah rosak dapur, seorang terkadang ambil dua tiga biji, sampai kepada peringkat mereka memanjat lori, setelah habis separuh lori, rakan saya terpaksa menutup pagar lori dan cabut lari, sebab kelihatannya barangan hanya berkisar pada orang yang sama. Sangat memalukan, dia datang ke rumah saya dan menurunkan sebahagian yang lain “maaf deh, itu lah sebahagian rakyat ana”.. dia ketawa dan ligat menggelengkan kepala “fuhh, teruk betul, macam artis ana kena serbu, bukan nak autograf, tapi nak dapur gas”, katanya sambil ketawa. Namun keadaan ini tidak berlaku di Sungai Isap, orang Sungai Isap kelihatannya agak lebih tabah dan lebih berdisplin. Tak hairanlah, kerana Masjid dan Surau di Kawasan ini agak makmur dengan majlis ilmu menjadikan mereka sabar dengan dugaan dan memiliki kemuliaan diri. Kemiskinan jiwa ini hanya boleh diubati jika mereka kembali kepada Islam, ini adalah diantara tanggungjawab saya, InsyaAllah saya mencuba sedaya upaya.


Kerja-kerja pembersihan bermula dari 6 Dis, saya pun turut serta membantu rakan-rakan Unit Amal, rumah pertama yang saya bantu bersihkan ialah rumah Allahyarham Tuan Haji Jamin di Sg Isap Damai, beliau meninggal pada 5 dis, ketika banjir masih besar dan ketika saya sedang gawat untuk menghantar nasi ke Masjid Sg Isap Damai. Saya tak sempat pergi menziarahi jenazahnya yang di kebumikan di Bukit Ubi, namun terasa juga kehilangannya, sebab dia adalah orang yang sering juga menyumbang untuk Ma’had Tahfiz Darul Fikri dan sosok tubuhnya sentiasa kelihatan ketika saya berkuliah di Masjid Sg Isap Damai dan Surau RRM Permatang Badak. Saya memilih rumah beliau sebagai rumah pertama yang saya bantu untuk mengambil kesempatan mengucapkan takziah pada Isterinya Kak Pah dan juga anak-anaknya.


Pelbagai peristiwa berlaku ketika kerja pembersihan rumah mangsa, ada sebuah rumah tu, tak lah besar sangat, masih sebahagiannya belum dibaik pulih, saya terjumpa sebuah bekas berisi barangan kemas, disebabkan berselut, saya hampir membuangnya, tapi terlintas hati nak bukak dulu, rupanya barangan kemas, semuanya emas, berat juga tu, saya jangkakan mungkis ratusan ribu kot, rupanya tuan rumah dah melilau mencari, “Alhamdulillah Ustaz, nasib baik jumpa, akak dah puas mencari” .. nampak kelegaan dan kegembiraan di wajahnya. Almari tempat dia menyimpan barangan kemasnya pecah, bekas itu agak hanyut dan tenggelam dalam selut di penjuru rumah bersama timbunan barangan lain. Masa air naik, dia tak ambil tahu pun pasal barang tu, nak selamatkan diri je, sempat juga saya selitkan tazkirah kepadanya “begitulah kak, walau banyak manapun pun harta kita, berapa mahal pun emas kita, dia tak dapat jadi penolong kita, yang tolong kita adalah Allah swt, masa akak ditimpa banjir, emas akak semuanya tenggelam, lansung tak dapat tolong akak, begitulah kalau kita mati nanti, emas ni tak boleh buat apa-apa kecuali amal dan aqidah kita je yang jadi harta untuk bebaskan diri dari neraka” .. dia angguk “betul Ustaz”.


Ada juga yang malu-malu, bila saya sendiri yang bersihkan rumah mereka, “Ustaz gi lah rumah orang lain”, ngapa nya?.. tanya saya..”malulah Ustaz, ada ke wakil rakyat dok cuci rumah saya” .. kata dia, saya kata “sekarang tak jadi wakil rakyat dah, saya sekarang adalah Unit Amal”, saya nak cuci juga rumah ni” ..dia pun diam. Sebenarnya kalaulah orang memahami betapa antara sebab yang mendatang ketenangan jiwa ialah apabila kita dapat membantu manusia yang sedang kesusahan, nescaya manusia ni tak kan duduk diam apabila melihat saudaranya yang ditimpa kesusahan. “Barang siapa yang membantu orang yang kesusahan, nescaya Allah swt akan melapangkan kehidupannya”. Saya dah biasa dengan kerja kasar begini, lagi pun inilah antara kerja Unit Amal, saya kan Unit Amal, dah hampir 25 tahun saya jadi Unit Amal, dari belum kawin sampai sekarang dah 11 anak tetap juga jadi Unit Amal, pastu apa nak hairan ..Unit Amal cuci rumah..biasalah tu..


6 Dis, saya semakin mendapat kekuatan, kerana dua buah surau lain yang turut sama memasak untuk diagihkan kepada mangsa, malahan dua buah bot rakan kami dari Kempadang telah berjaya dibawa ke Sungai Isap, ini memudahkan kami untuk menghantar makanan dan keperluan lain ke Sungai Isap Damai dan juga kawasan-kawasan lain walaupun bukan dalam kawasan saya seperti pedalaman Kampung Badak dan Kg Chendering. Terkadang orang memohon bantuan bukan kerana kawasan tetapi kerana mengenali saya, saya pun ambil sikap tak kisah, selagi ada saya bagi, saya pun tak suka dan tak minat nak simpan hak orang, barang-barang yang banyak ni bukan saya punya, semuanya untuk mangsa banjir. Orang UMNO yang dok kat Kampung saya ni pun datang jugak, bukan UMNO biasa tapi UMNO gred A, dari jauh dah berbau, saya kenal sangat mereka ni, sebab mereka ni sekampung. Keadaan saya pulak semakin sibuk, pimpinan dari seluruh negara datang ke rumah termasuk Dato Sri Presiden dan beliau sempat turut serta berjalan kaki menghantar sumbangan dari rumah ke rumah di Sungai Isap Taman Murni bersama Ust Dato Tuan Ibrahim, Ust Yusof Embong, Ust Suhaimi Saad dan beberapa pimpinan yang lain, rasa bangga gak bila TGHH dok pikul plastik ada gambar saya.


Tak tidur malam dibuatnya, hampir sepanjang masa talipon berbunyi dan tetamu datang samada untuk bertugas ataupun menghantar bantuan dari jauh dan dekat, samada organisasi parti, ngo atau orang perseorangan. Semua PAS Negeri-negeri menghantar bantuan samaada tenaga ataupun sumbangan, juga dari DAP Pahang, DAP Yong Peng dan DAP Teratai, persatuan-persatuan Cina juga datang menghulurkan sumbangan, persatuan pemandu-pemandu bas sekolah dan macam-macam lagi ngo yang datang, entah apa nama pun saya dah tak ingat, yang pasti UMNO tak de. Dengan bantuan surau-surau juga pihak kami boleh menyediakan lebih 2500 bungkus nasi sehari untuk diedarkan. Alhamdulillah juga berkat selama ni berkuliah di Masjid-Masjid dan Surau-Surau, banyaklah Masjid Surau dari seluruh negara menghantar sumbangan begitu juga rakan-rakan termasuk juga rakan FB, bebanan menjadi sangat ringan dek pertolongan orang ramai, hingga ketikanya ruang rumah saya tidak boleh dilalui lansung kerana dipenuhi barangan.


Aduan kekurangan makanan masih berlaku, di SEMSAS ada mangsa yang menghubungi bahawa mereka tidak dibekalkan makanan, saya dimaklumkan lebih 300 orang mangsa dari Sg Isap yang ditempatkan disitu, yang ramainya daripada Seri Damai dan pengurusan disitu diketuai oleh geng UMNO Seri Damai, disebabkan orang Sg Isap bukan orang kawasan tersebut, maka keutamaan diberikan kepada orang Seri Damai, kebiasaannya orang Sg Isap tak dapat apa-apa, Alhamdulillah mereka menghubungi saya dan setiap hari pihak saya menghantar bekalan kesana. Kini saya dah agak bebas bergerak untuk menghantar bekalan, bot dah ada, kenderaan darat pun dah boleh bergerak walaupun trafik masih perlahan, bekalan boleh dihantar mengikut permintaan, tenaga pun dah ramai, anggota Unit Amal pun dah mula bertugas, Ust Saharudin pun dah boleh bertugas untuk membantu saya, banyaklah pusat penempatan yang dapat kami hantarkan bantuan seperti Sg Isap, Chung Ching, SEMSAS, Medan Warisan, SK Tanah Putih, SK Belukar, SK Permatang Badak, Chendering dan juga kawasan-kawasan rumah kampung yang masih terperangkap tiada bekalan makanan.


Kerja-kerja menghantar sumbangan dari rumah-kerumah juga bermula, sebanyak hampir 10 ribu bungkusan telah diedarkan dalam masa 8 hari, namun ada juga yang mengadu tak dapat, saya pun tak boleh berbuat apa-apa sebab mungkin mereka tiada dirumah dan yang menghantar itu bukannya saya, tetapi Unit Amal dari luar, pastinya mereka tidak mahir dengan perumahan disini hingga ada yang tertinggal ataupun tempat yang sama berulang kali. Ada juga insan jenis tamak, dah dapat pun kata tak dapat, ada juga UMNO gred A yang sombong dan tidak mahu menerima sumbangan dari PAS dan ada pulak cerita dari seorang anggota Unit Amal yang saya tugaskan untuk menghantar sarapan pagi, setiap bungkusan ada air mineral, roti saiz besar dan sardin, bila bagi bungkusan dia buka “hari-hari roti, takde makanan lain ke, dah tiga hari asyik roti je, tak nak lah” , sabar je lah, itu hanya kes terpencil, hampir keseluruhannya menerima dengan senyuman dan ucapan terima kasih, berhadapan dengan manusia yang ramai begitulah, kita tak mungkin akan dapat menyempurnakan kehendak orang ramai. Isteri dan anak-anak kita yang hanya beberapa orang itu pun kekadang kita gagal nak puaskan hati mereka, inikan pula ribuan manusia.


Pada 5 Dis, air telah mula menurun, tetapi terlalu perlahan, sms masih bertalu tentang keadaan mangsa-mangsa banjir yang berada di Pusat Penempatan, makanan tak cukuplah, susu bayi tak adalah dan macam-macamlah aduannya yang hanya menambahkan rasa kasihan, namun air masih dalam, bot Unit Amal masih bertugas untuk memindahkan mangsa banjir di Kawasan baru yang dinaiki air, rakan-rakan dari sebelah Kempadang masih gagal untuk menyeberangi banjir yang menutupi jalan untuk sampai ke Sungai Isap bagi membawa bot yang lain. Bungkusan nasi ditambah lagi, kerja-kerja memasak semakin bertambah dan memenatkan, melebihi kenduri kawin, cumanya, Alhamdulillah petugas semakin ramai, ahli-ahli PAS cawangan Seri Damai turut datang membantu terutama muslimat.


Sebelah petang saya menerima panggilan daripada Ust Husni, beliau terperangkap dan berada di tingkat atas rumahnya, antara jelas dan tidak jelas beliau memaklumkan bahawa ada seramai lebih 300 orang mangsa yang berada di Masjid Sungai Damai, dari semalam belum makan. ya Allah, sedihnya rasa, saya dan rakan-rakan segera memasak lagi untuk mereka, setelah siap dibungkus, saya menghubungi rakan Unit Amal untuk menggunakan bot, tapi malangnya mereka berada di Teluk Mahang untuk memindahkan mangsa dan sememangnya bot awam tidak dibenarkan untuk beroperasi oleh pihak bomba pada waktu malam, sementelah lagi, baru sahaja ada dua orang anak beranak yang mati lemas disitu. kami sampai di Permatang Badak seusai solat maghrib, memohon jasa baik bomba, namun sepertinya keberatan, macam-macam alasan, alasannya baik tapi mengecewakan, mujurlah ada seorang lelaki yang baru saya kenali pada malam itu, dia ‘lelaki bermulut laser’, setelah saya ceritakan padanya, lalu dia segera bertemu dengan pihak bomba, entah apa yang dileterkannya, pihak bomba bersetuju untuk membawa saya kesana, dia tak kenal saya, begitu juga pihak bomba dan saya pun tak pernah kenal mereka.


Kami memunggah nasi kedalam bot bomba, bersama saya juga seorang lelaki yang membawa banyak bekalan makanan, beliau dari K.L … Beliau membawa makanan untuk Ibu Bapa dan keluarganya yang berada di Penempatan Sg Isap setelah dimaklumkan mangsa menghadapi masaalah dengan bekalan makanan, beliau dah sampai disitu sejak jam 2.00 petang lagi, beberapa kali beliau minta tolong dengan pihak bomba dan pertahanan awam untuk diizinkan bealiau menaiki bot bomba untuk menghantar makanan, tapi hampa. Kami dibawa dengan bot bomba yang besar, tetapi hanya lima orang sahaja yang dibenarkan untuk naik, saya turut naik bersama seorang rakan dan lelaki tersebut, bersama dua orang pihak bomba, bot melalui Permatang Badak, saya bertanya kepada pihak bomba “kenapa melalui jalan ini, jauh, kenapa tak melalui laluan biasa, lebih jelas dan mudah”, dia diam dan meneruskan perjalanan. Saya pun diam kerana menganggap bahawa dia dah tahu jalan tu, sebab dia dah dua hari bertugas”. Bot besi yang begitu besar bergerak perlahan, sesekali tersangkut pokok-pokok menjalar, hingga ada ketikanya kami terpaksa turun untuk menolak bot.


Agak mengecewakan apabila bot yang dah hampir sampai ke jambatan permatang badak tidak dapat meneruskan perjalanan, saya dimaklumkan kipasnya pecah, terkena jalan, tidak dapat dibayangkan betapa kecewanya saya, terbayang-bayang wajah yang saya kenali, sedang menunggu makanan daripada kami di Masjid Sg Isap Damai. Kami terpaksa bantu pihak bomba menolak bot untuk kembali semula ke Simpang Permatang Badak, tempat mula kami bergerak, hampir satu kilometer kami terpaksa menolak bot besi yang begitu besar, nak patah pinggang rasanya bila ada ketikanya terpaksa mengawal bot agar tidak hanyut bila bertembung dengan arus deras. Sabar dan terus sabar dan terus tolak, akhirnya sampai juga semula ke Jalan Besar, saya diminta agar memohon pertolongan dengan pihak bomba yang lain di Simpang Sungai Isap pula, terpaksa pulak punggah semula makanan dan barang-barang kedalam lori untuk dibawa ke Simpang Sungai Isap.


Pihak bomba bersetuju untuk menghantar dengan bot yang lebih kecil, ketika baru nak memulakan perjalanan, datang pulak sorang Ketua Pemuda Bahagian UMNO, saya lihat dia buat pengarahan pada pihak bomba, bomba pulak sepertinya bekerja untuk dia, saya bagitahu padanya supaya diberikan keutamaan pada saya untuk menghantar makanan ke Sungai Isap Damai, saya ceritakan padanya tentang keadaan mangsa disana yang dah tak makan nasi selama dua hari..”Ok lah YB , YB pergi hantar dahulu”, saya pun tak pasti apa akan berlaku jika saya tiada disitu, namun saya dah tak berdaya, cuma arahkan anak buah saya Ust Afif untuk mewakili saya, saya dimaklumkan oleh anak buah saya, bahawa nak sampai ke Masjid Sg Isap Damai pun pihak bomba singgah di tempat lain beberapa kali, hinggakan makan masa hampir sejam setengah untuk sampai ke Masjid Sg Isap Damai, dah lah tolak bot dan punggah semula barang tadi dah makan masa hampir dua jam, sangat menyakitkan hati. Bot bomba, tentera, pertahanan awam, polis berlambak-lambak dalam negeri Pahang, semuanya dibeli dengan cukai rakyat kenapa tak digunakan untuk membantu rakyat di Sg Isap, hinggakan sebiji bot bomba terpaksa buat berpuluh-puluh kerja?.


Begitu juga dengan bekalan makanan, mengapa masih tak mencukupi, apakah pihak tentera, polis atau mana-mana agensi yang memiliki kemudahan untuk memasak, tak boleh nak masak dan dihantarkan ke situ?, kenapa masih mengharapkan pihak JKKK untuk memasak di pusat penempatan dalam keadaan kelengkapan yang agak minima, dah la tu rumah JKKK pun tenggelam air juga, pastinya dia pun kelam kabut juga, pastu pulak sesetengah tu dok pelihara syaitan, hinggakan dalam keadaan begitu pun masih nak berdendam dengan orang PR hinggakan berlakunya sikap dikriminasi. Lebih kurang jam 12 malam, saya terima SMS “terima kasih ustaz, nasi dah sampai, inilah nasi yang pertama kami makan sejak semalam”, ngalir jugak air mata lelaki saya, bukannya apa, dok fikirkan kasihan kat anak-anak kecil, cuba kalau kena kat anak-anak kita sendiri, apa perasaan?, kalaulah sekiranya kelambatan dan kelemahan pengurusan banjir ini adalah berpunca dari sikap balas dendam kerajaan kepada PR, apa yang saya boleh katakan “memang mereka ni sepertinya takde hati perut lansung” …….


Pada pagi 4 Dis, saya pulang dari batu 3 dengan mengharung air ke Kampung Seri Damai, sebak dada melihat Masjid Al Fatah yang sebahagian besarnya ditenggelami air, lebih sebab disepanjang berjalan kaki melihat ribuan manusia berada dijalanan, ada yang menangis, ada yang kelihatan tenang, ada yang kelihatan tension, pelbagai wajah kelihatan. Saya sempat bertanya dengan beberapa orang “kenapa tidak berada di penempatan” ada yang menjawap “dari semalam tak dapat makan-makan lagi, sebab tu mereka keluar juga, moga-moga dapat cari kedai untuk membeli makanan”, tapi malangnya semua kedai tutup, kelihatan semuanya mundar mandir, ada juga yang memang dihantar ke situ kerana pusat penempatan penuh, menunggu arahan dari pihak bomba, kasihan sungguh …akhirnya saya sampai juga kerumah dengan menumpang sebuah motorsikal di Permatang Badak, tiada apa difikirkan kecuali saya mesti segera membantu.


Saya tidak memikirkan untuk melawat pusat penempatan, kalau saya pergi dengan tangan kosong hanya akan menambahkan kesedihan sahaja, apatah lagi banyak sms yang diterima, mereka mengadu kelaparan, tidur atas simen, anak-anak tiada pampers dan macam-macam. Bagi saya, saya mesti cuba selesaikan apa yang penting dahulu, mereka lapar, anak-anak kecil kelihatan menangis mungkin kelaparan, tak berguna kalau saya hanya sibuk berkeliaran di Pusat Penempatan untuk tunjuk muka, tetapi hanya sekadar jual muka semata-mata tapi tak dapat menolong, lebih baik saya berbuat sesuatu yang dapat ringankan beban mereka. Dua orang pembantu yang mengikuti saya kata “nanti apa kata orang, kalau ustaz tak pergi pusat penempatan” .. saya kata “takpe, kita buat yang penting dulu dan buat sesuatu kerana Allah swt, bukan manusia, yang penting ikhlaskan diri, nanti Allah swt sendiri akan bagitahu kepada mereka”. Kalau sekadar nak tunjuk muka, baik saya berdiri je kat tepi jalan, simpang masuk ke Sg Isap tu, tapi apa kerja pun tak jadi, dah la rakan-rakan jadi mangsa banjir, takkan saya yang mampu bergerak dan mengatur kerja, nak tercegat je, konon tunjuk muka .. rasanya kalau sekadar nak tunjuk muka je kat tepi jalan, sama je taraf saya dengan tiang letrik kat tepi jalan Sungai Isap tu, tercegat je, tapi takde faedah lansung.


Tanpa bertangguh sesampainya di rumah saya segera ke Pasar Ikan Jaya Gading, Alhamdulillah jalan kerumah saya telah boleh dilalui, agak menghairankan sebenarnya, sebab kebiasaannya air banjir di Kampung saya agak sukar untuk surut, tetapi kali ini, ianya surut dalam masa sehari, ini memudahkan saya untuk berulang alik kepasar. Saya kerahkan seluruh keluarga saya untuk turut membantu, juga Ustaz-ustaz kat Darul Fikri, kami memasak sebanyak yang boleh, selesai memasak kami hantarkan kepada penghuni jalan di Sungai Isap, sedihnya bila lihat mereka berebut-rebut, kemudian masak lagi, hantar lagi, masak lagi, hantar lagi, masak lagi tak henti-henti hingga malam, hantar sebanyak mungkin makanan yang boleh. Lauk tak kira dah, asalkan boleh alas perut. Bantuan masih belum datang, gunakan segala duit yang ada untuk beli barangan basah, panggilan talipon dari seluruh negara hampir menyebabkan saya tak boleh berbuat apa-apa, kerja nak jawap talipon je, tangan kanan pegang senduk, tangan kiri pegang talipon, tak jawap tak boleh, kerana itulah cara untuk saya dapatkan bantuan luar.


Saya mencuri ruang masa untuk menghubungi sahabat-sahabat seluruh negara untuk mendapatkan bantuan, disamping saya update perkembangan semasa dalam FB, Alhamdulillah bermula dari petang 5 Dis, bantuan mula datang dan mencurah-curah setiap hari, rombongan yang pertama datang menghantar bantuan ialah daripada Temerloh. Ma’had Tahfiz Darul Fikri menjadi sangat sibuk selepas itu dengan kehadiran ratusan petugas dan kenderaan keluar masuk untuk menghantar bantuan makanan dan sebagainya. Sms masih lagi bertalu dengan aduan dari pusat penempatan terutama di Sungai Isap, Tanah Putih dan SK Chun Ching, semua peti undi di tempat ini telah dimenangi oleh PAS pada PRU yang lalu. Terlalu banyak aduan atas sikap diskriminasi ketua kampung dan JKK yang mengetuai pusat penempatan, saya akan dedahkan pengakuan mangsa nanti. Begitu juga dengan jentera kerajaan yang terlalu maksima untuk membantu mangsa dalam banjir yang begini besar, apakah ini adalah balas dendam terhadap kawasan-kawasan yang dikuasai oleh PR ?…


Pada pagi 3 Dis, saya dah rakan-rakan Unit Amal Kuantan termasuk Ayah Ngah (Imam Masjid Al Fatah) memulakan kerja-kerja memasak, jentera PAS Tanjung Lumpur kebanyakkannya sudah tidak dapat bersama kerana rumah mereka telah dinaiki air terutama yang tinggal di Sungai Isap dan Tanah Putih, ada sebahagian dari mereka telah berpindah ke Pusat penempatan mangsa banjir, tak mungkin mereka dapat membantu saya, jalan untama ke Rumah saya pun dah dinaiki air ke paras pinggang, namun saya keluar juga mengharung air ke Masjid Al Fatah untuk bersama dengan Unit Amal memasak untuk mangsa banjir. Sewaktu kami mula memasak air diperkarangan Masjid Al Fatah hanya separas buku lali, air begitu cepat naik, hinggakan api dapur gas yang digunakan untuk memasak terpadam beberapa kali akibat dinaiki air, bila padam kami alas dengan batu, terpadam lagi, alas lagi, entah berapa kali terpadam dan kami alas lagi dengan batu sehinggalah siap membungkus lebih kurang pukul 3.30 petang, ketika itu air didalam Masjid Al Fatah telah pun hampir mencecah paras pinggang. Hari tu kali pertama saya solat zohor dalam air bersama Ust Yusof Embong (Tim Pesuruhjaya PAS Pahang)


Saya dan rakan-rakan menghantarnya ke penempatan Sekolah Sg Isap Taman Murni dengan menaiki bot, saya terus ke kantin sekolah, bertemu dengan Dato Tengku Zul (calon BN yang menentang saya waktu PRU 13 baru ni), kami berbual seketika, bertanya khabar dan perkembangan semasa berkaitan banjir, mungkin beliau adalah ketua operasi penempatan mangsa banjir, saya balik dan berjanji untuk membantu menghantar bantuan makanan ke Pusat tersebut. Selesai menghantar makanan, kelihatan air semakin naik dengan mendadak, hari semakin malam, kebetulannya pulak malam tersebut air pasang besar, saya minta Ust Saharudin menghantar saya balik, bimbang juga kat Isteri dan anak-anak yang masih kecil, namun jalan kerumah saya telah dipenuhi air hingga keparas dada dengan arus yang sangat deras, pihak bomba tidak membenarkan sesiapapun melalui jalan tersebut, memang begitulah keadaan di Kampung saya hampir setiap tahun. Talian talipon pulak agak terganggu, bila tanya isteri keadaan dirumah, entahlah dengar tak dengar, bunyi macam ok jer, saya pun berpatah balik, lupakan soal mereka.


Malam tu saya tinggal di Pondok Pemuda Al Kalthumiah, bt 3, panggilan talipon hampir tak henti-henti dari rakan-rakan jamaah, terutama dari Sungai Isap, ada yang terperangkap, ada yang minta tolong ambil mereka dan macam-macam lagi, untuk berjalan kaki ke Sungai Isap dah tak boleh, bot yang digunakan oleh Unit Amal terpaksa pergi membantu mangsa, bukannya sekejap, apatah lagi di tengah malam yang gelap diiringi pula oleh hujan lebat, jalan dah terputus, rakan-rakan dari Kempadang dan sebelah Tanjung Lumpur tidak dapat membantu kerana terputus hubungan, Tanjung Lumpur pula dinaiki air pasang, Sg Soi dan Kempadang pun dinaiki air juga, buntu juga saya dibuatnya untuk mendapatkan tenaga membantu saya. Semua jalan untuk ke Kuantan terputus, sedihnya bila baca sms rakan yang mengharapkan pertolongan, tiada apa yang boleh saya lakukan dalam keadaan begini kecuali perbanyakkan berdoa. Tamparan hebat bagi saya bila semua jentera PAS dan Unit Amal tidak dapat membantu saya kerana kesemua rumah mereka telah dinaiki air termasuk rumah Ust Saharudin (Pengarah Jab Amal Negeri), beliau juga berpindah, bawa lari isteri dan anak-anaknya, saya terputus hubungan dengannya selama dua hari disebabkan tiada line talipon, saya pun tak tahu beliau dimana, entahkan hidup atau mati.


Malam tu tak lena tidur, namun dek keletihan terlelap juga seketika di Pondok Pemuda, tapi tak boleh lama, baru nak terlelap, air naik membasah tubuh, lari pula ke tempat lain, pun serupa juga, akhirnya dah tak de tempat boleh tidur, tunggu je la sampai pagi sambil memikirkan apakah tindakan yang akan dibuat esok , saya menghubungi pihak bomba dan polis untuk bertanya tentang perkembangan semasa, namun takde jawapan lansung, kecewa juga saya dibuatnya. Saya mengharapkan dalam keadaan begini sepatutnya pihak keselamatan ‘all out’ untuk membantu rakyat, dengan segala kemudahan yang mereka ada hasil dari cukai rakyat, mereka boleh gunakan segala jenis kenderaan darat, air dan udara untuk membantu rakyat, bukannya selalu pun, apalah salahnya gunakan helikopter untuk selamatkan mangsa yang terperangkap dan mengapa dalam keadaan banjir yang begini besar, bot yang digunakan untuk membantu mangsa hanya boleh dibilang dengan jari sahaja, dah habis ke bot dalam negeri Pahang ni, saya sempat bertanya kepada anggota bomba dan pertahanan awam, kenapa hanya sebanyak ini sahaja bot yang digunakan?, jawapannya ‘tiada arahan menyeluruh’ , jika benar tiada arahan menyeluruh ertinya kerajaan tidak all out untuk membantu mangsa, kerajaan apakah ini ……..


Musim tengkujuh dah mula berlabuh, memang saya agak risau juga, takut-takut banjir besar akan berlaku, rupanya apa yang saya bimbangkan benar-benar terjadi. Saya dan Unit Amal Kuantan sememangnya dah menubuhkan jawatankuasa untuk persiapan menghadapi kemungkinan banjir, memang setiap tahun pun kami begitu semenjak tahun 2001 lagi, selepas banjir besar di Sungai Isap. Masa tu memang kelam kabut dibuatnya, kami tiada persediaan, sebab tak pernah berlaku dan lansung tak terduga ianya akan berlaku di Sungai Isap, saya memegang jawatan sebagai ketua Dewan Pemuda PAS Kaw Paya Besar, masa tu Sungai Isap berada di dalam DUN Penur yang dimenangi oleh PAS, banjir naik dengan mendadak, rumah saya di Kampung Seri Damai juga dinaiki air separas pinggang, namun bila dengar keadaan yang buruk di Sungai Isap, saya segera turun untuk membantu.


Air mula naik sebelah pagi, saya sampai di Taman Guru hampir waktu asar, orang dah ramai kat Masjid Al Hidayah Batu 5, semua mereka belum makan sejak pagi, saya dan beberapa orang rakan dok bincang macamana nak masak, maklum tiada persediaan, nak pergi beli makanan bukannya senang, dalam keadaan jalan dah dipenuhi air, kereta pulak jem dan banyak yang tersangkut tengah jalan, agak sukar nak pergi, nak jalan kaki, jauh la pulak, nak menghala ke Kuantan dah tak boleh, dalam keadaan begitu saya ternampak sebuah ambulan, saya menahannya dan minta tolong dengan pemandu ambulan supaya bawa saya ke pasaraya di Taman Tas untuk membeli bahan makanan, agak lucu juga, saya beli mee hon, dapur, gas, kuali dan bahan-bahan memasak dengan menaiki ambulan, masa balik dari pasaraya, pemandu memasang siren kecemasan agar kami cepat sampai, kami memasak di Markas Taman Guru, walaupun air dah naik tapi kami tetap juga goreng mee hon “mee bodo” je, kasihan kat orang, terutama kanak-kanak yang dah lapar.


Keadaan yang hampir sama juga berlaku pada banjir 2013 baru-baru ni, apa yang berlaku diluar jangkaan, saya tak menduga banjir kali ini begitu besar dan cepat, dah la tu, meliputi pulak seluruh Kuantan, hingga melibatkan hampir semua rumah anggota Unit Amal dan jentera PAS Kuantan. Pada 2 Dis baru ni, saya sepatutnya berkuliah di Jerantut, saya bertolak ke Jerantut lebih kurang jam 5.30 petang, ketika itu hujan lebat, hati sentiasa berdebar-debar takut berlaku banjir, ketika saya sampai di Gambang, melihat hujan begitu lebat dan tidak henti-henti saya mengambil keputusan untuk berpatah balik. Saya pulang kerumah untuk solat maghrib dan menukar pakaian, terus ke Sg Isap dan memang betul, apa yang saya resah kan betul-betul terjadi, air dah mula melimpah masuk kedalam rumah terutama di Sg Isap Damai, malam tersebut saya dan rakan-rakan sempat untuk membantu 2 keluarga di Sg Isap Damai untuk berpindah.


Setelah itu saya ke Tanah Putih untuk meninjau keadaan disana, Alhamdulillah sahabat-sahabat pemuda dan Unit Amal bertindak pantas untuk mengawasi jalanraya agar kenderaan melalui jalan alternatif kerana jalan di Tanah Putih sebelum jambatan Sungai Kuantan telah dipenuhi air dan tidak selamat untuk dilalui, saya turut sama membantu sehingga tengah malam, saya , Ust Sahrudin (pengarah Jab Amal Negeri Pahang) dan anggota Unit Amal Kuantan berkumpul pula di Masjid Al Fatah untuk perbincangan persiapan seterusnya sehingga lah kami segera ke Kg Kurnia kerana telah dimaklumkan air naik dengan mendadak disana, kami sempat membantu memindahkan sebuah keluarga ke PASTI Al Fatah .. hampir pagi barulah kami pulang kerumah masing-masing. Pada esoknya 3 Dis seawal pagi kami telah berkumpul di Masjid Al Fatah untuk memulakan kerja-kerja memasak setelah dimaklumkan telah ramai mangsa yang berpindah ke penempatan mangsa banjir, tiada lain yang difikirkan kecuali kebimbangan apa yang berlaku pada tahun 2001 itu berulang, takut mangsa kelaparan, kalau masa tu mungkin saya tidak dipersalahkan, cuma mungkin rasa bersalah kalau tak membantu, tetapi 2013 saya bukan lagi ketua pemuda tapi saya adalah YDP PAS Kuantan yang juga sebagai ADUN, saya mesti berusaha sedaya upaya untuk membantu rakyat dan pengundi saya.


Masa yang berbaki beberapa jam untuk menunggu pagi 3 Dis lansung tidak melelapkan mata, kalau dulu, waktu muda-muda, masa sedang segak, banjir adalah kegembiraan bagi saya, maklum takde tanggung jawap, apa yang saya fikirkan ialah mengatur strategi untuk menahan pukat, memasang ‘taut’, meredah hutan memburu ikan baung dan tapah kat dalam hutan belakang rumah saya. Bila musim banjir memang lumayan, seronok dapat ikan sungai, besar-besar pulak tu, orang kena banjir, itu dia punya pasal, saya tak fikir pun pasal orang, maklum ‘tengah tolol’. Bila ingat-ingat ‘bodohnya aku’, serupa je macam memerang yang dok cari ikan sampai lupa kesusahan orang lain, sedangkan kalau saya susah bukan ikan-ikan tu yang menolong saya, malahan manusialah yang akan menolong saya, doa dan solatkan jenazah saya bila saya mati, cari ikan tak salah, tapi kalau sampai tak tolong orang dalam kesusahan rasanya susah sikit nak menjawap di hadapan Allah swt bila mati nanti, apatah lagi kalau dah jadi wakil rakyat, terpaksalah lupakan semua kesukaan saya, sebab PAS Tanjung Lumpur menang bukan dengan sebab undi dari ikan tapi rakyat.


Ustaz Rosli ialah Adun Tanjung Lumpur, Kuantan.


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/kian-sukses-jadi-musisi-setelah-masuk-islam.html


Tanjung yang berlumpur

Friday, August 16, 2013

Kekerasan berdarah kembali pecah di Mesir

Bentrok di Mesir

Bentrok antara kelompok pendukung Morsi dan pasukan keamanan terjadi sejak 14 Agustus.


Polisi antihuru-hara menyerbu dua kamp kelompok pendukung mantan presiden yang digulingkan militer, Mohammed Morsi di Kairo pada 14 Agustus yang menyebabkan tewasnya lebih 600 orang.


Sejumlah pasukan keamanan juga tewas. Ini adalah kerusuhan terburuk di Mesir sejak gerakan prodemokrasi dilancarkan dua tahun silam yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak. Kekerasan di Mesir berawal tanggal 3 Juli saat jabatan Morsi sebagai presiden yang terpilih melalui pemilu dicopot.


Apa yang terjadi di kamp pendukung Morsi?


Pasukan antihuru-hara menyerbu dan membubarkan secara paksa dua kamp pengunjuk rasa di Masjid al-Adawiya dan Lapangan Nahda pada 14 Agustus.


Mereka menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes dan melancarkan tembakan. Selain itu mereka juga mengerahkan buldoser.


Lebih 600 orang tewas dalam operasi ini, menurut pemerintah. Sementara Ikhwanul Muslimin, yang mendukung aksi protes, menyebut angka lebih 2.000 jiwa.


Kedua kamp diduduki para pengunjuk rasa yang menginginkan Mohammed Morsi ditetapkan kembali sebagai presiden Mesir yang sah, setelah digulingkan militer menyusul massa yang melakukan protes menentangnya.


Pendukung Morsi mengabaikkan peringatan pemerintah yang menginginkan agar mereka mengakhiri protes.


Apa yang menyebabkan Presiden Morsi digulingkan?


Mesir

Pendukung Mohammed Morsi menuntut dia dipulihkan ke jabatan presiden.


Saat tahun pertama ia menjabat, Presiden Islamis berselisih dengan beberapa institusi utama dan beberapa sektor masyarakat dan banyak rakyat Mesir menganggapnya kurang berupaya mengatasi masalah ekonomi dan sosial.


Sejak itu Mesir terpecah antara kelompok pendukung Morsi yang Islamis dan lawannya, termasuk partai sayap kiri, liberal, dan sekuler.


Pada 30 Juni 2013 jutaan orang turun ke jalan untuk memperingati satu tahun pelantikan presiden dalam sebuah protes yang diprakarsai oleh gerakan Tamarod.


Protes ini mendorong militer untuk memberikan peringatan bagi Morsi pada 1 Juli bahwa mereka akan turun tangan dan menjalankan rencananya jika dia tidak dapat memenuhi permintaan publik dalam jangka waktu 48 jam.


Saat mendekati batas waktu, Morsi bersikeras bahwa ia adalah pemimpin Mesir yang sah.


Pada 3 Juli panglima militer, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mengumumkan pelengseran Morsi dan menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi, Adly Mansour untuk mengawasi masa peralihan yang dijalankan oleh para teknokrat hingga terpilihnya presiden dan parlemen yang baru.


Beberapa tokoh berpengaruh Mesir menyetujui langkah ini, termasuk Imam Besar Al-Azhar, kepala Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei, dan partai garis keras Salafist Nour.


Tentara dilengkapi dengan kendaraan bersenjata mengamankan lokasi-lokasi penting di Kairo saat para pengunjuk rasa pendukung Morsi mulai turun ke jalan-jalan.


ElBaradei menjadi wakil presiden sementara tetapi akhirnya mengundurkan diri saat aksi militer pada 14 Agustus.


Siapakah Mohammed Morsi dan apa yang terjadi pada dirinya?


Mohammed Morsi masuk ke jajaran petinggi Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis yang dilarang selama beberapa dekade di bawah pemerintahan Husni Mubarak, kemudian menjadi kepala partai politik, Partai Keadilan dan Kemerdekaan.


Ia menang tipis dalam pemilu pada Juni 2012 dan menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Pemilu yang dianggap bebas dan adil menyusul Revolusi Mesir yang berhasil menggulingkan pemerintahan Hosni Mubarak pada Februari 2011.


Sejak itu Morsi ditahan di lokasi yang tidak disebutkan dan dituduh merencanakan serangan di penjara saat pemberontakan 2011 menentang Presiden Hosni Mubarak.


Beberapa tokoh senior dari kelompok Ikhwanul Muslimin juga sempat ditahan, termasuk wakil pemimpin kelompok, Khairat al-Shater yang dituduh menghasut.


Apa yang terjadi menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer?


Militer Mesir mengerahkan kendaraan berlapis baja dan buldoser untuk membubarkan kamp pengunjuk rasa.


Para pendukung Morsi menggelar unjuk rasa yang menyerukan pengangkatan kembali Morsi sebagai presiden, dengan perhatian tertuju pada markas militer yang diyakini sebagai tempat penahanan Morsi.


Berbicara setelah korban mencapai setidaknya 51 orang di luar Markas Militer pada 8 Juli, Partai Keadilan dan Kemerdekaan menyerukan untuk melakukan pemberontakan menentang “mereka yang ingin mencuri revolusi dengan tank”.


Pada 27 Juli, lebih 70 orang terbunuh dalam bentrok dengan pasukan keamanan di kamp Rabaa al-Adawiya. Pasukan dituduh menggunakan senjata yang dianggap tidak perlu. Sementara kementrian dalam negeri menuduh para pengunjuk rasa memakai senjata api.


Kelompok anti-Morsi juga turun ke jalan. Jenderal Sisi mendorong mereka untuk beraksi pada 26 Juli, sekaligus memberikan “mandat untuk melawan segala bentuk kekerasan dan terorisme” kepada tentara.


Bahkan sebelum operasi pembubaran kamp, lebih 250 orang terbunuh dalam demonstrasi dan bentrokan dengan pasukan keamanan. Sebagian besar korban jiwa adalah pendukung Morsi.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer, Jenderal Sisi mengatakan bahwa Adly Mansour akan memimpin selama “masa transisi hingga presiden berikutnya terpilih”.


Adly Mansour menjelaskan rencana untuk masa transisi termasuk peninjauan kembali konstitusi yang didukung oleh Morsi dan pemilihan parlemen pada awal 2014. Rencana ini ditentang oleh Ikhwanul Muslimin dan juga dikritik oleh partai sayap kiri dan liberal.


Jenderal Sisi berjanji untuk “tidak akan mengabaikan satu orang atau satu kelompok pun” dan mendorong memperkuat kaum muda dan mengintegrasikan mereka ke dalam institusi negara”.


Tetapi ia tidak menyebutkan jangka waktu masa transisi atau peran apa yang akan dijalankan oleh militer.



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26618/02/01/2013/catatan-kritis-untuk-buku-40-masalah-syi%E2%80%99ah-(1).html


Kekerasan berdarah kembali pecah di Mesir