Showing posts sorted by relevance for query meminta. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query meminta. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Sunday, January 19, 2014

Sensitiviti rakyat, ketegasan pihak berkuasa perlu seimbang - Khairy

KUALA LUMPUR 19 Jan. – Aspek sensitiviti rakyat serta ketegasan pihak berkuasa perlu diseimbangkan dalam usaha membendung sebarang tindakan mempersendakan agama Islam di negara ini.


Ketua Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin berpandangan, sekiranya rakyat sahaja yang sensitif untuk bangun menentang tindakan mempersenda Islam tetapi tiada ketegasan pihak berkuasa, ia akan menjadi sia-sia.


Tegas beliau, pihak berkuasa tidak boleh menganggap tindakan mempersenda agama sebagai sesuatu yang remeh tetapi sebaliknya, perlu mengambil tindakan lebih tegas bagi memberi pengajaran kepada semua.


“Kita perlu lebih sensitif dan berhati-hati dan sekiranya perlu kita mesti ambil tindakan tegas. Kadang-kadang kita merayu kepada rakyat untuk lebih sensitif tanpa apa-apa tindakan pun.


“Saya rasa tidak boleh juga. Jadi pihak berkuasa kena melihat dengan serius perkara ini. Kita perlu sensitif terhadap satu sama lain. Jangan kita anggap perkara ini remeh,” katanya kepada pemberita selepas menyertai Perlumbaan Basikal OCBC Cycle 2014 di sini hari ini.


Khairy berkata demikian ketika diminta mengulas berhubung tindakan mempersenda kesucian Islam pasca pilihan raya umum oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab membabitkan pelbagai isu terutama berkenaan penggunaan kalimah Allah serta pemakaian tudung.


Beliau yang juga Menteri Belia dan Sukan berkata, sensitiviti dalam kalangan rakyat boleh dilihat menerusi insiden membabitkan seorang guru mualaf yang dipaksa membuka tudung jika ingin terus mengajar di sebuah sekolah jenis kebangsaan Cina (SJKC) sebelum ini.


Beliau berkata, isu berkenaan mendapat perhatian selepas beberapa pertubuhan bukan kerajaan (NGO) dan Pemuda UMNO sendiri bersuara sehingga memaksa si pelaku meminta maaf kepada mangsa.


“Selepas Pemuda UMNO dan NGO-NGO lain bersuara barulah dia meminta maaf, kita tidak mahu panjangkan isu ini. Guru tersebut juga telah meminta maaf dan mangsa pun sudah menerima permohonan maaf itu,” ujarnya.


Sementara itu, dalam isu berasingan, Khairy memberitahu, Pemuda UMNO bersedia membantu membawa pulang pasangan warga Malaysia, yang ditahan polis Sweden setelah didakwa memukul anak mereka kerana enggan bersolat bersama keempat-empat anak mereka.


Bagaimanapun, kata beliau, pergerakan berkenaan akan merujuk pihak Wisma Putra terlebih dahulu kerana isu berkenaan adalah tertakluk kepada undang-undang di Sweden.


“Kita dalam proses mendapat maklumat dari Kementerian Dalam Negeri dan saya meminta Biro Aduan Komuniti Pemuda UMNO untuk merujuk kepada Wisma Putra dalam perkara ini.


“Namun begitu, kita masih menunggu jawapan dari Wisma Putra apakah langkah seterusnya kerana ia melibatkan undang-undang Sweden,” katanya.



Article source: http://regional.kompas.com/read/2013/01/03/02452412/Banyak.Dosen.Lulusan.S-1.Mahasiswa.Bone.Ngamuk


Sensitiviti rakyat, ketegasan pihak berkuasa perlu seimbang - Khairy

Tuesday, October 1, 2013

Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Pendapatan pesepakbola dunia terbesar dari luar lapangan hijau yaitu iklan produk. Di Indonesia, muncul wacana agar Garuda Muda “diharamkan” memasuki dunia gemerlap itu. Demi prestasi lah alasannya.

Tak bisa dipungkiri, dunia selebritas dan sepakbola memiliki hubungan spesial. Bintang lapangan hijau banyak yang mengeruk uang dari acara televisi hingga iklan. Bahkan di luar negeri, WAGS (wives and girlfriends) pesepakbola mayoritas artis.Namun, di Indonesia diwacanakan agar pemain sepakbola di tim nasional tidak dekat-dekat dengan dunia ikaln. Seperti diketahui, lama paceklik prestasi membuat publik Tanah Air risau dengan masa depan sepakbola Indonesia. Meski digandrungi publik, persepakbolaan Indonesia seolah tak bertaji.


Namun harapan akan membaiknya dunia si kulit bundar itu seakan membuncah saat Timnas U-19 menjuarai piala AFF. Paceklik prestasi selama 22 tahun seakan terobati dengan kemenangan Maldini cs atas timnas Vietnam dalam drama adu penalti.


Prestasi sepakbola Indonesia di tingkat kawasan selama ini hanya bisa dibilang “nyaris” sempurna. Lihat saja tahun 1997, 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2011 lalu, Timnas hanya bisa masuk final lalu tunduk kepada lawan baik di ajang Piala Tiger, AFF, maupun Sea Games. Namun kemenangan tim berjuluk Garuda Jaya ini pun diselimuti awan gelap. Menjadi pemain bintang dan berprestasi terkadang banyak godaan.


Lihat saja nasib timnas senior Piala AFF 2010 yang dirusak persiapannya dengan berbagai kunjungan yang tidak penting. Banyaknya tawaran iklan dan menghadiri acara tak penting bisa membuat mereka terlena.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo mewanti-wanti agar timnas U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan. Politisi Demokrat ini meminta agar kekompakan tim terus dijaga dan tidak diganggu kepentingan iklan dan komersil lainnya. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan di tubuh Garuda Jaya.


Selain Roy Suryo , Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti juga mengingatkan hal yang sama. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media. Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.


“Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,” ujar La Nyalla.


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan memagari para pemain timnas Indonesia U-19 dari godaan bintang iklan dan syuting untuk tayangan televisi.


“Kami khawatir akan terkontaminasi dunia hiburan dan menjadi terlalu sibuk dengan agenda di luar sepak bola. Sebab itu akan merugikan pemain sendiri dan berpengaruh ke mental,” ujar La Nyalla Mahmud Mattalitti.


Menurutnya, pihaknya telah belajar dari pengalaman beberapa pemain sepakbola yang mulai tenar dan masuk dunia hiburan. Dia menilai, karir sepakbolanya akan terganggu dan berimbas pada berkurangnya kemampuannya dalam urusan si kulit bundar.


Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.


“Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,” katanya.


Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. “Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,” kata Roy menegaskan.


Perlukah pelarangan “ngratis” seperti ini? Ins


Pemain Bola Ini Berpenghasilan Besar dari Iklan
Faktor pemain menjadi salah satu magnet menarik dalam sepakbola. Tidak di pungkiri pemain sepak bola adalah suatu profesi yang dekat dengan ketenaran dan publisitas yang tinggi. Apalagi jika pemain itu memiliki kemampuan hebat atau tampang menawan. Dua aspek itulah yang membuat seorang pemain menjadi incaran pengusaha.


Bayaran dari iklan, tentunya membuat kekayaan sang pemain menebal. Berikut 5 pemain terkaya dunia versi Forbes yang juga menjadi bintang iklan.


Cristiano Ronaldo
Forbes merilis bahwa pendapatan mega bintang klub Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mencapai 44 juta dollar atau setara Rp 507 miliar per tahunnya. Hampir setengah dari pendapatan Ronaldo berasal dari iklan.


Pemain Portugal ini mengikat kerjasama dengan Nike, Castrol, Clear Shampoo, Mobitti, Konami, Banco Espirito Santo. Ketenaran Ronaldo setelah 2 kali menjadi runner up pemain terbaik dunia membuatnya menjadi incaran banyak perusahaan lainnya yang mengantre untuk menjadikannya bintang iklan.


Lionel Messi
Lionel Messi, menurut catatan Forbes, memiliki pendapatan per tahun mencapai sekitar 40,3 juta dollar atau setara Rp 464,9 miliar. Pendapatan Messi ini berasal dari gaji sebesar 14 juta dollar, 2 juta dollar dari bonus dan 24 juta dollar dari iklan.


Messi, sebagai seorang pemain sepakbola dengan raihan 4 gelar pemain terbaik dunia, tidak di pungkiri dirinya mencatatkan diri sebagai seorang pesepakbola paling terkenal di dunia. Messi memiliki sponsor dari Adidas yang menyumbang 4 juta dollar per tahun lalu yakni Konami, PepsiCo, Cher, KFC, Gillete.


Sergio Aguero
Pemain asal Negeri Tango ini memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,8 juta dollar atau setara Rp 239,9 miliar. Aguero telah mengikat kontrak kerjasama dengan beberapa produk dunia di antaranya Puma dan Pepsi.


Aguero dibeli Manchester City dari Atletico Madrid senilai 60 juta dollar. Selama dua tahun keduanya bersama Manchester City, Aguero selalu menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi klub rival Manchester United ini. Performa apik Aguero membuat masa depannya di dunia sepak bola masih cerah. Dengan umur Aguero yang masih muda yakni 24 tahun membuat Puma terpikat untuk mengikatnya dengan kontrak kerjasama jangka panjang sebagai bintang iklan.


Wayne Rooney
Wayne Rooney, pemain yang mendapat julukan si bengal, memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,3 juta dollar atau setara Rp 234,2 miliar. Sponsor terbesar Rooney ialah Nike dan Harper Collins. Rooney saat ini tengah mengalami kekeringan dana dari iklan. Pasalnya, EA Sport, sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar memutus kontrak kerjasama 7 tahunnya.ins


Pesepakbola Indonesia Juga Laris Manis
Iklan, menjadi salah satu cara para atlet Indonesia untuk menambah pundi rupiah mereka. Tentunya, mereka juga kerap berlaku selektif terhadap iklan yang ditawarkan. Jika tidak ada korelasi dengan profesi mereka sebagai atlet, sudah barang tentu tidak akan diterima karena ha tersebut hanya akan mencoreng citra yang sudah melekat dalam dirinya.


Sebut saja iklan sepatu olah raga, makanan ringan penambah daya tahan tubuh hingga iklan sebuah sepeda motor yang kerap menonjolkan sifat macho seorang pria. Berikut beberapa nama pemain Timnas Sepak Bola Indonesia yang menambah pundi-pundi uang melalui jalur hiburan:


1. Irfan Bachdim
Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988 silam tersebut mencuat namanya setelah menjebol gawang Malaysia dalam laga dua tahunan di Asia Tenggara, Piala AFF 2010. Dalam laga perdana, Indonesia berhasil membungkam Malaysia dengan perolehan skor 5-1 dan Bachdim menjadi salah satu pemain yang menjebol gawang Negeri Jiran tersebut.


Rupa yang kebule-bulean membuat seluruh pasang mata tidak bosan memandangnya. Ahasil, wajah blasteran Bachdim pun acap kali menghiasi layar kaca, tentunya di luar pertandingan yang ia lakoni.


Wajah Bachdim yang mulai menghiasi layar kaca dan sampul beberapa media cetak kerap disebut pelaku industri hiburan sangat berpotensial menyedot perhatian konsumen. Alhasil, Bachdim pun menjelma dari seorang atlet muda Indonesia menjadi superstar di dunia hiburan.


Dalam suatu kesempatan, Bachdim sempat menuturkan alasannya menerima sejumlah tawaran iklan yang berdatangan lantaran mengikuti jejak sang idola, Cristiano Ronaldo atau yang akrab disapa CR7.


“Idola saya Cristiano Ronaldo, itu juga salah satu alasannya saya ambil pekerjaan ini (bintang iklan),” tutur suami dari model Jennifer Kurniawan saat itu.


Sebut saja, iklan sampo, iklan minuman berisotonik hingga iklan sebuah sepeda motor mempercayakan Bachdim sebagai top brand mereka.


Namun, sayang, popularitas Bachdim yang meroket di dunia hiburan berbanding terbalik dengan profesinya yang sebenarnya yakni sebagai atlet Indonesia. Harapan sejumlah masyarakat harus pupus dikarenakan gelandang Persema Malang ini lebih menekuni profesi barunya di dunia hiburan.


Nama Bachdim dicoret sang pelatih, Rachmad Dharmawan (RD) dari susunan pemain Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang lantaran mangkir dari latihan Timnas U-23.


Sikap indisipliner dan perubahan gaya hidup juga yang membuat Bachdim tersandung masalah di klub yang selama ini ia bela, yakni Persema Malang.


2. Bambang Pamungkas
Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas. Striker klub Persija yang akrab disapa Bepe ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Selain kemampuan bermain sepak bola yang tidak lagi diragukan, wajah Bepe yang mengeluarkan aura karismatik kerap membuat sejumlah pasang mata tidak bosan untuk memandang.


Ketajaman Bepe ketika berhadapan langsung dengan gawang lawan dalam adu penalty menjadi salah satu alas an mengapa banyak penikmat Sepak Bola di Tanah Air menaruh kagum terhadapnya. Energi positif yang dipancarkan sang mantan kapten Timnas Indonesia tersebut dilirik sejumlah pelaku di industri hiburan,


Bepe pun dipercaya membintangi sejumlah iklan, seperti iklan makanan ringan yang dipercaya dapat menambah daya tahan tubuh, kemudian ada iklan sepatu dengan merk ternama, iklan handphone hingga iklan obat sakit kepala.


Diharapkan, dengan dijadikannya pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 silam tersebut menjadi icon sejumlah produk dapat dengan serta merta menyedot perhatian para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.


3. Christian Gonzalez
Cristian Gonzales merupakan salah satu striker Indonesia yang ditakuti oleh lawannya. Pasalnya, pemain naturalisasi kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1978 ini handal dalam posisi penyerang tengah ataupun penyerang tunggal saat di lapangan hijau dan terkenal dengan sundulan mautnya yang dapat menjebol gawang lawan.


Prestasinya di lapangan hijau yang terbilang cemerlang membuat suami dari Eva Nurida Siregar ini dilirik beberapa produser iklan yang mempercayakan Cristian sebagai top brand produk mereka. Alhasil, Pria yang telah mencetak gol sebanyak 173 gol ini dikontrak sebuah produk sepatu olah raga.


Selain menjadi bintang iklan, pria yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak 1 November 2010 ini juga dipercayakan membintangi sebuah sinetron yang berjudul Islam KTP. Kendati tawaran dari dunia hiburan mengalir deras, pemain yang dijuluki El Locco tersebut tetap berkomitmen penuh dengan profesinya sebagai atlet Sepak Bola Indonesia. Menurutnya, selama jadwal syuting tidak mengganggu hingga membuat kinerjanya menurun saat merumput, maka hal tersebut akan tetap dilakoni.


4. Andik Firmansyah
Nama Andik Vermansyah kian menjadi tidak asing didengar di telinga saat dirinya ditekling keras oleh bintang David Beckham dalam laga Tim Nasional Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011silam.


Selain itu, gerak yang lincah saat merumput pun juga menjadikan pria kelahiran Jember, 23 November 1991 dijuluki Lionel Messi Indonesia. Seperti para pendahulunya, keunikan Andik juga dilirik sejumlah pelaku industri hiburan khususnya iklan.


Pemain asal klub Persebaya U-18 ini pun dipercayakan membintangi sebuah iklan produk kacang yang sudah tidak asing lagi.ins


Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/09/09/1252305/Panel.Konstitusi.Mesir.Beragam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Sunday, November 17, 2013

Asmirandah: Saya yang Minta Vanno Jadi Mualaf

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK – Asmirandah mengakui dirinya yang meminta Jonas Rivanno untuk menjadi seorang mualaf. Ia meminta Jonas memeluk agama Islam, menyatukan cintanya dalam ikatan pernikahan.


“Saya yang meminta Vanno (sapaan akrab Jonas) untuk menjadi mualaf,” ucapnya, Jumat, (15/11/2013).


Vanno kemudian menyetujui permintaan Andah, yang kini berstatus sebagai istrinya. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid An Nur, Depok, Jawa Barat, 21 Agustus 2013.


Andah dan Vanno juga melangsungkan akad nikah pada 15 Oktober 2013. Namun, mereka menutupinya dari publik. Bahkan, sampai mengadakan jumpa pers, pada 29 Oktober 2013, untuk menegaskan kalau mereka belum pernah melangsungkan pernikahan. Vanno juga membantah dirinya mualaf.


Andah dan Vanno sekarang mengaku telah berbohong. Keduanya kemudian menarik kembali kata-kata yang diucapkannya dalam jumpa pers pada 29 Oktober silam.


“Dengan ketulusan hati, saya meminta maaf kepada masyarakat umum, instansi terkait MUI, KUA, dan masjid An Nur yang merasa telah kami rugikan,” katanya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/08/21/mrvdhl-geliat-islam-di-polandia


Asmirandah: Saya yang Minta Vanno Jadi Mualaf

Saturday, November 30, 2013

Pencatatan Kependudukan Masih Diskriminatif

JAKARTA, (PRLM).- Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk membuat aturan pelaksana pencatatan kependudukan yang tidak membedakan warga negara atas dasar agama/kepercayaan.


Komnas Perempuan menyesalkan sikap pemerintah yang terus melanggengkan pelembagaan diskriminasi terhadap warga negara berdasarkan agama atau kepercayaannya.


Komisioner Komnas Perempuan Arimbi Heroepoetri menyatakan hingga saat ini tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah dalam pengaturan pencatatan kependudukan.

Dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), tambahnya, hanya ada enam agama resmi yang boleh ditulis yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Khonghucu. Sedangkan bagi pemeluk agama lain dan kepercayaan tambahnya mereka tetap memperoleh e-KTP dengan kolom yang dikosongkan.


Aturan seperti itu, menurut Arimbi, sangat menghalangi negara dalam menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi hak asasi warga negara, terutama hak kemerdekaan tiap-tiap warga negara untuk memeluk agama dan menganut kepercayaannya, hak untuk bebas dari diskriminasi serta hak untuk sama kedudukan di depan hukum dan pemerintahan.


Dia menambahkan peraturan yang diskriminatif tersebut menempatkan warga negara rentan diskriminasi, kriminalisasi dan kekerasan.


Warga negara yang KTP-nya mencantumkan kolom agama yang dikosongkan rentan mendapatkan stigmatisasi di dalam masyarakat, ujar Arimbi, dan sulit mengakses layanan publik dan program-program pemerintah lainnya.


“Harusnya dalam konteks HAM, negara harus mengakui eksistensi kebebasan bereskpresi dan agama leluhur yang dianut oleh teman-teman penganut ini,” ujarnya.


Perwakilan dari penganut penghayat kepercayaan Arnold Panahal meminta pemerintah memperlakukan sama semua warga negara tidak terkecuali mereka yang menganut paham kepercayaan.


Para penghayat kepercayaan, lanjut Arnold, juga warga negara Indonesia yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya.


“Diskriminasi misalnya dalam hal pendidikan maupun kesempatan kerja. Umpamanya berobat itu (ditanya) agamanya apa dan kalau kita menyatakan penghayat itu ditertawakan dan sering tidak dilayani,” ujarnya.


Sementara itu, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Raydonizar Moenek mengungkapkan dalam membuat kartu tanda penduduk, petugas tidak boleh mempersulit para penganut penghayat kepercayaan memperoleh KTP.


Dia mengakui kolom agama di KTP penganut penghayat kepercayaan memang tidak boleh diisi karena penghayat kepercayaan bukan termasuk kelompok agama yang diakui oleh negara.


“Kita menghormati semua punya kebebasan beragama, berserikat diakui semua itu keberadaannya. Namun kalau meminta secara spesifik agar ditulis nanti ada kelompok ini, ada kelompok itu yang minta ditulis, ada berapa sedangkan itu tidak masuk dalam klasifikasi agama,” ujarnya. (voa/A-147)***


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Pencatatan Kependudukan Masih Diskriminatif

Sunday, November 10, 2013

Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Rugi ratusan juta Rupiah, Panitia bakal gugat Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akhirnya membatalkan pergelaran pesta musik Disc Jockey (DJ) yang rencananya digelar Sabtu (9/11) tadi malam, di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo. Pemkab melarang kegiatan tersebut karena panitia pergelaran tidak mengantongi izin keramaian sesuai ketentuan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan DR Alwi SH MM menegaskan bahwa Pemkab tidak menggagalkan event tersebut, namun hanya meminta agar pelaksanaan kegiatan itu tidak dilaksanakan karena ada persyaratan  yang tidak bisa dipenuhi oleh panitia, yaitu izin keramaian dari Polres Pamekasan. Karena belum lengkapnya izin yang dikantongi itulah, kata Alwi, maka otomatis pergelaran tidak bisa dilaksanakan.


Pihak panitia sendiri mengaku telah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan oleh Kantor Perizinan Pemkab Pamekasan.


Bagaimana jika panitia mensomasi dan menuntut Pemkab Pamekasan atas peristiwa itu ?  Alwi  mempersilakan panitia untuk menggugat. “Yang pasti kami tidak pernah membatalkan acara itu. Ini karena izinnya tidak lengkap,” tandasnya.


Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan Polres merasa tidak mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut. Karena itu dia meminta membongkar panggung di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo yang telah dipersiapkan oleh  Panitia.


Dia mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan izin keramaian karena pihak Pemkab melalui Wabup Khalil Asyari  telah menyatakan akan membatalkan pergelaran tersebut.


Khalil Asyari mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan kegiatan pergelaran musik itu pada saat menerima aksi demontrasi yang menolak pagelaran  DJ itu, Jumat (8/11). Saat itu dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan batal dan tidak akan terjadi. Dia menilai kegiatan tersebut berbau maksiat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.


Sementara itu, karena merasa tidak bersalah dan dirugikan, panitia pesta music bertajuk Let’s Night Party dengan mendatangkan Disc DJ Jimmy dari Surabaya itu berencana menuntut Pemkab Pamekasan secara perdata. Ini dilakukan karena Pemkab dinilai telah melakukan pembatalan sepihak, sehari sebelum acara digelar. Padahal sebelumnya Pemkab sudah mengeluarkan izin prinsip atas even tersebut.


Yang membuat panitia tidak terima adalah panggung yang sudah mulai terpasang mulai Jumat sore, terpaksa harus dibongkar pada malam harinya sekitar pukul 19.00 atas perintah Kapolres Pamekasan.


Panitia awalnya menolak atas pembongkaran itu, sebab izin penyelenggaraan sudah dikantongi dari Pemkab Pamekasan. Termasuk izin dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, Camat Pademawu, dan Lurah Lawangan daya. Namun karena Kapolres tetap meminta panitia untuk membongkar, maka akhirnya dibongkar.


“Saya tidak paham dengan aturan di Pamekasan ini. Kalau memang even ini tidak boleh di gelar, kenapa izinnya dikeluarkan oleh Pemkab, dan dibatalkan secara sepihak sehari sebelum pelaksanaan. Kan kami yang dirugikan. Sementara kami telah mengeluarkan banyak dana untuk persiapan acara ini,” kata Achmad Fariji, Ketua Panitia Pelaksana.


Dia mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk biaya kontrak dengan para artis, promosi, pembayaran pajak hiburan, sewa hotel, pemain musik, sewa music, sewa panggung, serta kebutuhan dan peralatan lainnya.


Disamping itu, tiket masuk seharga Rp 25.000 sudah terjual sebanyak 2.500 lembar di seluruh Madura. “Bisa dipastikan, pembeli tiket akan komplain dan kami harus mengembalikannya. Apa pemkab mau bertanggung jawab atas semua kerugian ini,” paparnya.  mas


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20131019/dn_08/Festival-Kesenian-Kebudayaan-Islam-Antarabangsa-sasar-500000-pengunjung


Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Tuesday, February 5, 2013

Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut dalam posisi  terancam. Sejumlah senior partai yang masuk dalam struktur kepengurusan Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai meminta Anas mundur untuk menyematkan partai yang kini berada di tubir kehancuran.

Namun Anas bergeming. Dia menolak mundur dari jabatannya. “Tidak ada saya, tidak mendengar apa-apa itu (meminta mundur). Siapa yang ngomong?” kata Anas

Bahkan barisan pendukung Anas di DPP Demokrat seperti Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa turun tangan membela Anas. “Kalau desakan mundur itu kan sudah ada dari bab awal, sementara kami sudah mau bab terakhir. Jadi enggak ada masalah,” ujar Pasek dikutip Kompas.com.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menyebut Gede Pasek dan Saan Mustofa sebagai barisan pendukung Anas. Selain Nurhayati Assegaf, Ahmad Mubarok, dan beberapa pengurus DPP Demokrat lainnya.

Anas Urbaningrum tampaknya percaya diri tetap akan bertahan di Demokrat.

Apalagi karena Anas yakin memiliki basis massa pendukung setia hingga ke tingkat DPC Demokrat (kabupaten/kota).

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, dua tahun menjabat ketua umum Demokrat tampaknya dimanfaatkan oleh Anas untuk memperkuat basis pendukungnya di berbagai daerah dengan rajin turun menemui pimpinan Demokrat di daerah.
Anas memasukkan sejumlah orang-orangnya menjabat ketua DPD 1 Demokrat tingkat provinsi dan DPD II Demokrat tingkat kabupaten/kota.

Jika mengemuka wacana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengganti ketua umum partai maka tentu saja bisa digelar dengan syarat yang diatur dalam AD/ART partai yakni  atas permintaan majelis tinggi partai atau permintaan sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota Dewan Pimpinan Daerah dan setengah jumlah anggota Dewan Pimpinan Cabang.

Pengamat Politik M Qodari mengakui upaya  sejumlah senior Demokrat  melengserkan Anas akan berhadapan dengan para pendukung Anas yang ada di pusat dan daerah.

“Ini bakal jadi ramai di tahun ini,” kata Qodari.

Menurut Qodari, pendukung Anas paling besar berada di daerah, termasuk sejumlah ketua DPD dan DPC Demokrat.

“Kalau pendukungnya dari daerah tidak besar  kan tidak menang Anas jadi Ketua Umum Demokrat,” kata Qodari.

Lanjut Qodari, sebelum menjadi ketua umum Demokrat saja Anas  sudah besar apalagi setelah 2 tahun konsolidasi.

“Problem Anas kan kesan bahwa dia terlibat kasus Nazar. Kalau secara jaringan dan kerja politik mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Dijelaskan, soal citra PD sebagai partai korup bukan karena Anas semata tapi karena kader PD yang lain yang sudah jadi tersangka atau terdakwa seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Hartati, Andi Mallarangeng, dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya 5 menteri dari Demokrat dan sejumlah gubernur dari Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan menyelamatkan Partai Demokrat.
Ini menyusul hasil survei Partai Demokrat yang terus merosot.Dalam survei SMRC yang dirilis kemarin menyebut perolehan suara Demokrat sekitar 8 persen kalau Pemilu dilakukan sekarang.

Diduga penyebab utama suara Demokrat anjlok karena partai tersandera oleh Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Jero mengatakan akan lebih bagus kalau Anas mundur.

(aco)

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27092/04/02/2013/berani-berkata-dan-berani-berbuat,-ciri-beriman!.html


Mengukur Kekuatan Anas Urbaningrum di Demokrat

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank So Much for Visit this Article

Saturday, January 18, 2014

Razali: Hukum penghina Islam sebelum jadi trend

Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Razali Ibrahim menggesa tindakan diambil terhadap mana-mana pihak yang menghina atau mempersenda agama Islam, sebagai pengajaran agar perkara itu tidak berulang pada masa hadapan.


Beliau berkata perbuatan meminta maaf secara terbuka sahaja tidak boleh diterima kerana agak sukar menentukan sama ada kemaafan yang dipinta disertai dengan keinsafan.



“Jika tidak, perbuatan menghina Islam akan menjadi ‘trend’ kepada mana-mana pihak melakukannya secara sengaja atau tidak sengaja kerana ia boleh selesai dengan cara meminta maaf,” katanya.



Beliau bercakap kepada pemberita selepas mengetuai pasukan sukarela Bees Ant (BN) bergotong royong membersih kawasan perumahan Taman Guru di Jalan Temenggung di Muar petang semalam.



Beliau diminta mengulas kewajaran penyelesaian isu guru besar Sekolah Jenis Kebangsaan Cina Nan Ya, Kota Tinggi, Chew Swee Tuan yang melarang seorang guru mualaf wanita daripada memakai tudung ketika mengajar di sekolah tersebut.



Semalam Chew bersama Pengerusi Lembaga Pengurusan sekolah berkenaan Phang Ah Ngang telah membuat kenyataan meminta maaf secara terbuka berhubung isu tersebut.



- Bernama


Article source: http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/12/25/mfl18m-mesir-negeri-yang-terbelah-1


Razali: Hukum penghina Islam sebelum jadi trend

Thursday, November 14, 2013

FPI Terhina Jonas Rivanno Tak Mengaku Masuk Islam

WowKeren.com – FPI merasa kesal karena Jonas Rivanno sempat membantah sudah masuk Islam. Ketua DPW FPI Depok, Habib Idrus Al-Ghadri, berharap Vanno segera meminta maaf pada umat muslim di Indonesia.



“Saya minta Jonas tolong hargai agama kami, kalau muslim katakan muslim, non muslim non muslim,” kata Habib Idrus, Rabu (13/11). “Kami meminta secara arif dan bijaksana untuk dia meminta maaf.”



Habib Idrus juga mengharamkan pernikahan Vanno dan Asmirandah yang konon sudah digelar 17 Oktober lalu di Depok. “Haram, karena dia (Vanno) mengakui Islam pura-pura, dia hanya ingin melakukan legalitas untuk menikahi Andah. Itu hukumnya haram,” sahut Habib Idrus.



Sejauh ini, Vanno maupun Andah belum memberikan pernyataan soal keterangan Habib Idrus. Pasangan yang cinlok saat di “Binar Bening Berlian” sebelumnya menegaskan kalau baru mendaftarkan pernikahan yang rencananya akan digelar tahun depan. (wk/ri)








Berita Jonas Rivanno terkait :

• Jonas Akui Belum Mualaf, Keluarga Asmirandah Kecewa

• Jonas Rivanno dan Asmirandah Kompak Bantah Kabar Mualaf

• Saat Masuk Islam, Jonas Rivanno Tidak Didampingi Keluarganya

• Jonas Rivanno Juga Sangkal Rumor Nikah di Belanda


Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/2047082/asmirandah-jonas-rivano-menikah-islam-17-10-2013


FPI Terhina Jonas Rivanno Tak Mengaku Masuk Islam

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank U Very Very Much for Read this News

Saturday, April 27, 2013

Sang Panutan Telah Berpulang - Makassar Terkini

JAKARTA – Indonesia kehilangan dai kondang, Ustaz Jefry Al Bukhory, 40, kemarin. Wafatnya dai muda secara mendadak ini menyisakan duka mendalam. Ribuan orang pun larut dalam kesedihan dalam pemakamannya


Sebelum dikebumikan, ribuan jamaah turut menyalati jenazah Uje seusai salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ketika rombongan memasuki pelataran Istiqlal, ribuan pelayat yang sudah menunggu di dalam masjid, langsung tak kuasa menahan air mata begitu melihat keranda berisikan jenazah ustaz yang dicintainya itu.


Mereka saling berebut bisa menggotong keranda ataupun mendekat ke jasad sang “dai gaul” ini. Prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin Tanah Abang, Jakarta Pusat pun tak kalah tumpah ruah dipenuhi ribuan pelayat. TPU yang berada di samping Jalan Mas Mansyur ini dipenuhi kendaraan bermotor serta mobil. Karena banyaknya masyarakat yang hendak melihat prosesi ini, sejumlah anggota ormas keagamaan membantu menjadi sweeper agar ambulans yang membawa jenazah Ustaz Jefry bisa lewat.


Tak lama kemudian, seorang yang menggunakan kopiah putih datang membawa foto diri Ustaz Jefry berjalan di depan ambulans yang membawa jasad Jefry. Sesekali terdengar suara pria yang meminta masyarakat untuk mundur. Butuh waktu 15 menit untuk membawa jasad Jefry sampai depan liang lahatnya. Siang kemarin, ribuan orang mulai keluarga, saudara, tetangga, pejabat, sahabat, hingga anggota jamaah pengajian sengaja ikut hadir langsung dalam pemakaman demi bisa melihat Uje untuk terakhir kalinya. Jasad Uje dimakamkan satu liang dengan ayahnya, Haji Ismail Modal, yang meninggal pada 1992 lalu.


Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Uje selesai dimakamkan. Meski demikian, ribuan pelayat masih berada di pemakaman, bahkan masih banyak yang berdatangan. Ustaz Jefry meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya menabrak sebuah pohon di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB. Korban sempat mendapatkan perawatan selama setengah jam di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.


Namun, nyawa Uje tak terselamatkan karena luka di kepalanya yang cukup parah. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan AKBP Hindarsono mengatakan, Uje diketahui mengendarai sepeda motor Kawasaki ER 6N bernopol B 3590 SGQ. “Saat kecelakaan, helm korban terlepas, sedangkan kondisi sepeda motornya cukup parah,” katanya. Saat helm terlepas, kepalanya diduga terbentur yang mengakibatkan kepalanya terluka parah. Diduga, luka tersebut yang membuat Uje meninggal dunia. Sebelum kecelakaan, Uje melintas dari arah timur menuju barat di Jalan Gedung Hijau Raya.


Sesampainya di depan rumah No 17 PB-38, motor korban menabrak trotoar dan pohon palem di sebelah kiri jalan. Akibatnya, korban terpental beberapa meter dalam posisi telungkup. Korban yang kala itu sendirian mengendarai sepeda motornya, kemudian ditolong oleh pengawalnya di belakang motornya. Uje langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Namun karena lukanya yang cukup parah, dia akhirnya menghadap Sang Ilahi. Polisi sempat membawa Ustaz Uje ke RS Fatmawati.


Namun, pihak keluarga akhirnya meminta jenazah untuk tidak divisum dan menganggap apa yang terjadi adalah musibah. Setelah itu, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. Almarhummeninggalkanseorangistri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. Adik kandung almarhum, Deki Fajar Sidiq, menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan, Ustaz Uje minum kopi bersama rekanrekannya di kawasan Kemang.


Malam itu kondisi Uje sebenarnya sedang dalam keadaan kurang sehat. Bahkan, dia sempat meminta kakaknya agar tidak ikut dalam kongko tersebut. Namun, permintaannya ditolak. “Beliau mengajak saya. Awalnya saya menolak dan mengingatkan agar istirahat, karena kondisi beliau sedang tak terlalu sehat. Tapi begitulah, kalau beliau punya kemauan susah dilarang. Akhirnya saya ikut juga,” ujarnya. Sambil minum kopi di Kemang, Ustaz Uje membahas rencana kegiatan pada bulan Ramadan mendatang dan syuting di Arab Saudi. “Kita pulang sekitar pukul 24.00 WIB,” katanya.


Saat pulang, Uje kembali mengendarai motornya sendirian. Ketika tiba di lokasi kejadian, di Gedung Hijau Raya Pondok Indah tepat di depan rumah No 17 PB 38, Jakarta Selatan, Uje mengalami kecelakaan, sekitar pukul 01.00. Deki menilai Ustaz Uje adalah sosok yang amat baik dan sayang keluarga. “Dia merupakan panutan. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah serta diberikan tempat di sisi-Nya,” jelas dia. Ruslia, 27, salah seorang pelayat, mengatakan sengaja ikut salat ke Masjid Istiqlal demi bisa melayat mendiang Ustaz Jefry. Menurutnya, Ustaz Jefry telah mengajarkan agama Islam dengan baik dan mudah dipahami.


“Saya kan mualaf, ketika saya mendengar ceramah beliau, saya jadi cepat mengerti. Karena cara mengajarnya yang mudah dicerna. Tentu ini sebuah kehilangan besar bagi saya,” ujar warga Pulogadung, Jakarta Timur tersebut. Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan Ustaz Uje telah berjasa membimbing umat agar tetap beriman dan berada di jalan Allah. “Indonesia telah kehilangan ustaz muda yang menjadi panutan,” kata Suryadharma sambil meneteskan air mata ketika melepas jenazah Uje di Masjid Istiqlal.


Pengakuan senada dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar. Di sejumlah daerah, salat gaib untuk Ustaz Uje juga dilaksanakan, seperti di Bogor, Batam, dan Bali. KORAN SINDO – helmisyarif/ridwansyah/ ayurachamaningtyas/ ant


Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/06/11/17145258/Mahasiswa.Akan.Demo.Kedatangan.Boediono


Sang Panutan Telah Berpulang - Makassar Terkini

Saturday, January 18, 2014

Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika menteri-menteri dalam pemerintahan Israel memicu amuk massal, menyebut imigran Afrika ‘kanker’, kaum minoritas di sana juga menghadapi wajah lain rasisme yang selalu dialami warga Palestina.


Hanya saja situasi itu sangat jarang masuk media arus besar. Salah satunya video di bawah “Israel’s New Racism: The Persecution of African Migrants in the Holy Land” yang diproduksi oleh David Sheen dan  Max Blumenthal.


Blumenthal, yang pernah bergabung pula di Daily Beast, dikenal kerap mereportase gerakan sayap kanan di AS dan rasisme di Israel. Reputasi hasil reportasi yang nyaris tanpa bias membuat ia dihormati di Barat dan juga di dunia Islam terutama Timur Tengah.


Atas alasan itu pula, satu media terbesar di Amerika Serikat, The New York Times, memintanya membuat video dokumenter mengenari rasisme di Israel dengan durasi kurang lebih 11 menit. Ia menjelaskan kepada Consortium News, mengenai permintaan New York Times Hanya saja begitu para redaktur koran melihat hasilnya, mereka menolak menayangkan.


“Saya diminta membuat video oleh opini dokumenter The New York Times, rubrik terbaru dalam website mereka yang menayangkan video dokumenter. Saya dikenal untuk video pendek dokumenter-dokumenter mengenai sayap kanan di AS dan ekstremisme di Israel, mereka khusus meminta video dari saya,” tutur Blumenthal kepada Consortium News awal pekan ini.


Ketika ia tidak berhasil menggarap videonya tepat waktu, New York Times bahkan memanggilnya dan mengatakan mereka menginginkan video dari Blumenthal segera.


‘Jadi saya pun mengirimkan satu video yang saya buat bersama kolega saya, David Sheen, seorang jurnalis Israel yang juga selalu meliputi situasi dan kondisi non-Yahudi Afrika di Israel dengan topik sangat luas dibanding jurnalis siapa pun di dunia.


Ia mengakui mengambil juga adegan menggambarkan program-program membuat syok dari pemerintah terhadap komunitas Afrika di Tel Aviv dan mewawancara aktivis hak asasi manusia. “Saya pikir itu adalah dokumenter jujur yang dibuat baik menggambarkan situasi di sana, yang sangat sedikit diketahui oleh orang Amerika di sini,” paparnya.


Inti video Blumenthal dan Sheen ialah penggambaran bagaimana tak hanya warganya tetapi juga pemerintah Israel dalam memperlakukan imigran Afrika. Kesimpulannya, sangat mengejutkan.


“Kami juga memasukkan analisa. Kami merangkaianya dalam gaya mereka (New York Times) dan ditolak, begitu saja tanpa penjelasan setelah mereka sendiri yang meminta,” ungkap Blumenthal. Ia juga mengirim vide tersebut ke situs berita portal utama di sana dan mereka tidak meresponnya. “Padahal mereka sering kali meminta artikel khusus dari saya di masa lalu,” paparnya.


Akhirnya, The Nation–yang sebenarnya tipe media cukup ‘pemalu’ dalam menayangkan kritik terhadap Israel–setuju mempublikasikan video tersebut. Saat itulah video itu menyebar dan juga tayang di YouTube.


Komentar Sheen, termasuk menu utama yang bagus bagi mereka yang tidak akrab dengan topik tersebut.


Di dalamnya juga ada wawancara dengan Michael Ben-Ari yang tak pernah dipublikasikan. Tokoh ini adalah salah satu rasis anti-Afrika paling terkenal di Israel dan mantan anggota parlemen Israel, Knesset.


Ben Ari juga memiliki sejarah panjang menyulut rasisme dan kebencian terhadap Palestina dan Kristen.


Seperti juga videonya, buku baru Blumenthal juga menggabarkan realitas blak-blak rasisme di Israel, yang hingga kini media arus besar Amerika tak punya nyali dan tak mau untuk menghadapinya.


Article source: http://news.liputan6.com/read/784415/kisah-anis-matta-taklukkan-gadis-hungaria


Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

Wednesday, December 12, 2012

ICMI Desak Presiden Tunda Kunjungan ke Malaysia

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nanat Fatah Natsir mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda kunjungannya ke Malaysia terkait pernyataan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin kepada mantan Presiden RI BJ Habibie.
Nanat berharap setidaknya Malaysia meminta maaf terlebih dulu kepada pemerintah Indonesia, atas pernyataan Maidin yang telah menganggap BJ Habibie sebagai ‘Dog of Imperialism’.
“Presiden harus mempertimbangkan lagi bila ingin berkunjung ke Malaysia. Dan pemerintah Indonesia juga mestinya menuntut Malaysia meminta maaf kepada pemerintah Indonesa terkait hinaan terhadap mantan Presiden RI BJ Habibie,” ujarnya.
Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Universitas Islam Negeri Bandung itu mengecam keras pernyataan pejabat Malaysia yang telah menghina mantan Presiden BJ Habibie. Karena hal itu tidak sesuai dengan sejarah Indonesia.
“Justru pintu masuk demokrasi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan BJ Habibie. Mestinya pejabat Malaysia itu menarik pernyataan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia,” tambahnya. [ANT]

ICMI Desak Presiden Tunda Kunjungan ke Malaysia

Friday, December 13, 2013

Islam di Gorontalo Masuk Lewat Perkawinan

Gorontalo adalah provinsi baru yang letaknya di Sulawesi bagian utara. Daerah ini  punya jejak zaman kepemimpinan di masa dulu, termasuk kepemimpinan dalam kerajaan Islam.


Sebelum berdiri kerajaan Islam, di Gorontalo ada banyak kerajaan-kerajaan kecil. Hingga pada 1385, sejumlah 17 kerajaan kecil tersebut sepakat membentuk sebuah serikat kerajaan. Diangkatlah Maharaja Ilahudu untuk memimpin serikat kerajaan yang disebut dengan Kerajaan Hulondalo.


Menyebut Hulondalo, berarti sama artinya dengan Gorontalo. Hulondaloberasal dari kata Hulonthalangi dari istilah Huta Langi-langi, yang dalam bahasa setempat artinya genangan air. Orang Belanda menyebutnya dengan Holontalo, yang apabila ditulis dalam abjad latin menjadi Gorontalo.


Nilai budaya yang dianut adalah yang berbasiskan pandangan harmoni dengan mengambil pelajaran yang ditunjukkan oleh alam. Ini berarti penduduknya menganut kepercayaan animisme. Kemudian, Islam mulai masuk ke Gorontalo.


Peneliti sejarah sosial dari Universitas Negeri Gorontalo, Basri Amin, menjelaskan mengenai masa-masa ketika Islam masuk ke Gorontalo. “‘Sekitar 1525, Islam mulai masuk dalam wilayah kerajaan ini. Islam dibawa oleh sang raja saat itu, Raja Amai,” ujarnya.


Islam kala itu masuk melalui jalur perkawinan. Raja Amai menikahi putri dari kerajaan Palasa, bernama Owutango. Kerajaan Palasa ini berada di Teluk Tomini dan rajanya sudah Islam. Sang putri sendiri punya hubungan keluarga dengan pihak kerajaan di Ternate, yang telah lebih dahulu mengenal Islam.


Dari sini bisa terlihat, pihak kerajaan memahami Islam dan ingin menjalankan kerajaan sesuai tuntunan Islam. “Karena Islam, maka bentuk kerajaannya pun menjadi kesultanan,” ujarnya.


Pendapat berbeda diungkapkan oleh guru besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta, Prof Dien Majid. Menurutnya, bentuk kerajaan tetap bisa dipertahankan meski rajanya telah Islam.


Dalam bentuk pemerintahan dulu, ia menjelaskan, dikenal bentuk kerajaan yang bersifat tradisional. Mulai abad ke-13, ketika Islam mulai masuk nusantara, maka dikenallah sistem pemerintah yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu kesultanan.


“Meski demikian, masih ada yang tetap menggunakan nama kerajaan, namun jabatan pemimpinnya disebut dengan sultan,” ujarnya.


Salah satunya, ia mencontohkan adalah kerajaan di Aceh, namanya tetap kerajaan, namun pemimpinnya bergelar sultan. Hal yang sama terjadi juga di Gorontalo.


Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Mohammad Karmin Baruadi, juga menjelaskan sejarah kerajaan Gorontalo dalam tulisannya yang berjudul Sendi Adat Dan Eksistensi Sastra: Pengaruh Islam Dalam Nuansa Budaya Lokal Gorontalo. 


“Tokoh yang sangat berperan dengan pemikirannya yang religius Islami adalah istri Amai sendiri yang bernama putri raja Palasa,” tulisnya.


Awalnya, saat Raja Amai ingin meminangnya, sang putri yang berasal dari kerajaan Islam di Sulawesi Tengah inipun mengajukan beberapa persyaratan. 


Pertama, Sultan Amai dan rakyat Gorontalo harus diislamkan, dan yang kedua adat kebiasaan dalam masyarakat Gorontalo harus  bersumber dari Alquran. “Dua syarat itu diterima oleh Amai. Di sinilah awal Islam menjadi kepercayaan penduduk Gorontalo,” tulisnya.


Sebelum menikah Raja Amai mengumpulkan seluruh rakyatnya. Raja Amai dengan terang-terangan mengumumkan diri telah memeluk agama Islam secara sah dan kemudian meminta seluruh pengikutnya untuk melakukan pesta meriah. 


Pada pesta tersebut Raja Amai meminta kepada rakyatnya untuk menyembelih babi disertai dengan pelaksanaan sumpah adat. Saat pendeklarasian sumpah tersebut, adalah hari terakhir rakyat Gorontalo memakan babi.


Usai proses sumpah adat, Raja Amai kemudian meminta rakyatnya untuk masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia sendiri kemudian mengganti gelarnya dengan gelar raja Islam, yaitu sultan.


Prinsip hidup baru ini, mudah diterima oleh masyarakat Gorontalo saat itu, yang tidak tersentuh oleh Hindu-Buddha. Masyarakat merasakan tidak ada pertentangan antara adat dan Islam, namun justru memperkuat dan membimbing pelaksanaannya.


Pada 1550, Sultan Amai digantikan oleh putera mahkotanya, Matolodula Kiki. Sultan kedua kesultanan Gorontalo ini menyempurnakan konsep kerajaan Islam yang dirintis oleh ayahnya. 


Ia pun melahirkan rumusan adati hula-hula’a to sara’a dan sara’a hula-hula’a to adati, yang artinya adat bersendi syarak, syarak bersendi adat. Islam dan adat, saling melengkapi.


Islam resmi menjadi agama kerajaan ketika kesultanan Gorontalo ada di bawah pemerintahan Sultan Eyato. Konsepnya pun berubah, mirip dengan prinsip masyarakat Minangkabau, adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Di bawah kepimpinannnya, Kesultanan Gorontalo mencapai puncak kejayaan.


Bagi masyarakat Uduluwo limo lo Pohalaqa Gorontalo (serikat kerajaan di bawah dua kerajaan Gorontalo dan Limboto), syarak kitabullah dipahami bahwa hukum dan aturan-aturan yang berlaku bersumber dari kitab suci Alquran dan hadis Rasulullah SAW.


Beberapa perubahan


Pada masa itu, beberapa perubahan dilakukan, menjadi lebih Islami. Sistem pemerintahannya kini didasarkan pada ilmu akidah atau pokok-pokok keyakinan dalam ajaran Islam. 


Dalam ilmu akidah  tersebut diajarkan dua puluh sifat Allah SWT, untuk itu Eyato mewajibkan sifat-sifat itu menjadi sifat dan sikap semua aparat kerajaan mulai dari pejabat tertinggi sampai dengan jabatan terendah. Sumpah-sumpah dan adat istiadat yang dipakai, bersumber pada Islam.


Penerapan sistem budaya Islam pada sikap dan perilaku pejabat tersebut telah mengawali pemantapan karakteristik budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. 


Eyato sendiri awalnya memang seorang ahli agama dan cendekiawan. “Sebelum menjadi raja, Eyato merupakan seorang hatibida’a yang tergolong ulama pada masa itu,” tulisnya.


Struktur pemerintahan dalam kerajaan terbagi atas tiga bagian dalam suasana kerja sama yang disebut Buatula Totolu, yaitu Buatula Bantayoyang dikepalai oleh Bate yang bertugas menciptakan peraturan-peraturan dan garis-garis besar tujuan kerajaan, Buatula Bubato yang dikepalai olehRaja (Olongia) dan bertugas melaksanakan peraturan serta berusaha menyejahterakan masyarakat, dan Buatula Bala yang pada mulanya dikepalai oleh Pulubala, bertugas dalam bidang pertahanan dan keamanan. [ROL]


 


Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/11/18/535/898819/demi-cinta-artis-pun-rela-pindah-agama


Islam di Gorontalo Masuk Lewat Perkawinan

Sunday, March 31, 2013

Artis, Guru Spiritual, Dukun

Ariel Noah, Qory Sandioriva dan Andre Taulany

Keberadaan guru spiritual  di kalangan para public figure bukan hal aneh lagi. Peran mereka diharapkan bisa menjadi ‘penyejuk hati’. Namun dalam praktiknya, tak sedikit dari mereka yang melakukan ritual dukun.

Di era serba canggih, ilmu pelet atau santet masih laku di ‘pasaran’. Buktinya? Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  RI sampai merasa perlu untuk mengunjungi 4 negara di Eropa, untuk studi banding tentang hukum pidana dan hukum acara pidana, salah satunya soal santet.
 
Hari gini bicara ilmu ghaib yang sulit diterawang atau dilihat secara kasat mata? Memangnya siapa yang berkepentingan? DPR yang mestinya bekerja atas nama rakyat, sehingga melaksanakan tugas-tugasnya yang punya kaitan dengan masyarakat luas tanpa berdosa mengatakan, “Yang menggunakan ilmu gaib itu rata-rata oknum atau publik figur, pejabat, artis, pengusaha. Orang-orang yang merasa bersaing. Ada yang pelet, ada yang menginginkan perusahaan hancur, ada yang ingin sakit dan sebagainya”.  Kalimat itu dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR, Achmad Dimyati.

Boleh jadi karena menyinggung profesi artis, perkataan Achmad Dimyati ini menjadi menarik. Apalagi kemudian, publik diramaikan oleh berita artis Adi Bing Slamet yang merasa ‘dikerjain’ oleh Eyang Subur. Adi mengatakan Eyang Subur adalah dukun yang mengajarkan aliran sesat kepada pengikutnya. Namun sebagian rekan Adi yang juga sama-sama berprofesi artis, menyebut mantan tukang jahit itu adalah guru spiritual. Nah lho!
 
Istilah dukun dan guru spiritual jelas berbeda. Menurut sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Suprapto, masyarakat harus bisa membedakan antara guru spiritual dengan dukun. Meskipun biasanya mereka sama-sama memiliki keahlian khusus yaitu bisa “menyembuhkan”. “Kata spiritual lebih merujuk ke hubungan manusia dengan Tuhan. Jadi, guru spiritual itu sifatnya menolong dan membantu orang memahami masalah kebatinan/kejiwaan terkait dengan hubungannya dengan sang Pencipta,” kata dia dilansir tempo.
 
Ajaran yang diberikan kepada pengikutnya pun tidak akan bertentangan dengan agama atau kepercayaan yang diyakininya. Suprapto mencontohkan, guru-guru spiritual yang benar tentu menyarankan untuk banyak beramal, rajin berpuasa senin-kamis, atau puasa Nabi Daud. “Tapi kalau ada yang melarang sedekah, tidak salat berjamaah, itu saya kira menjadi tanda tanya. Apa motivasi kegiatan spiritual mereka,” ujarnya.
 
 Sedangkan dukun, adalah orang yang mengobati atau menolong orang sakit dengan memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya. Dan saat ini, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah marak bermunculan guru-guru spiritual yang sebenarnya lebih mendekati kategori sebagai dukun. “Memang sekarang lebih bervariasi, kalau banyak yang memberi syarat-syarat aneh dan pantangan yang nggak masuk akal itu berarti dukun,” kata dia.
 
Suprapto, mengatakan ada pergeseran peran dan fungsi dari penasihat atau guru spiritual yang beredar di masyarakat saat ini. Banyak di antara mereka lebih berorientasi untuk kepentingan pribadi. “Dari yang semula tujuannya membantu orang dan pengabdian, sekarang bergeser ke arah ekonomi, yaitu mencari keuntungan,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika kliennya sudah resmi menjadi pengikutnya, mereka kemudian minta imbalan tinggi,” kata pengajar mata kuliah Sosiologi Kriminalitas ini.

Persoalannya, sering kali masyarakat terjebak dengan mengatakan dukun sebagai guru spiritual mereka. Kasus artis Adi Bing Slamet yang kini murka kepada Eyang Subur karena merasa ditipu baik secara ‘spiritual’ maupun materi awalnya juga menganggap Eyang Subur adalah guru spiritual. Padahal, setelah melihat ajaran-ajaran yang disampaikan, Adi menyimpulkan Eyang Subur tak lebih sebagai dukun.
 
Lepas dari kasus Adi, keberadaan guru spiritual dan dukun tetap dicari dan dibutuhkan masyarakat sesuai dengan kepentingan yang hanya mereka sendiri yang tahu. Namun, agar tak merasa kecewa seperti Adi Bing Slamet, pengajar mata kuliah sosiologi kriminalitas di UGM ini mengingatkan agar masyarakat tak mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan “berguru” pada orang-orang tertentu.
 
Jika memang tertarik untuk datang dengan tujuan penenang hati atau membangun percaya diri, setidaknya harus memegang satu hal penting. “Kuncinya tetap berfikir rasional, namanya konsultasi ya bayar sewajarnya saja. Kalau sampai terkuras hartanya, kita harus sensitif itu tidak benar,” kata dia. Apalagi kalau sudah sampai mengajarkan ilmu-ilmu yang jelas bertentangan dengan ajaran agama.
 
Dengan demikian bukan berarti praktik ilmu hitam bukan tidak bisa dicegah, semua bisa dihentikan, hal ini tergantung seberapa besar usaha manusia untuk memerangi hal yang demikian itu. Dan bukan tak mungkin sengketa yang seperti terjadi pada kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet tidak akan ada lagi untuk kemudian hari. ins,tmp

Dituduh Main Pelet hingga Kena Santet
Praktik ke dukun untuk main pelet atau santet di dunia hiburan bukan hal asing lagi. Maklum, inilah salah satu ceruk ‘favorit’ untuk membuat orang terkenal sekaligus kaya. Namun ketatnya persaingan di industri seni membuat tak semua orang mendapatkan jalan mulus meraih ‘bintang’.

Ada yang menyerah, ada yang tetap gigih berjuang, namun tak sedikit pula yang memilih jalan pintas misalnya dengan cara mencari sensasi, hingga datang ke orang ‘pintar’. Berikut sejumlah artis yang punya pengalaman tentang dunia klenik. Tak semuanya menjadi ‘pelaku’ , ada pula malah yang menjadi korban gara-gara label artis yang disandangnya.

Cut Memey : Kaya dengan Celana Dalam
Pengusaha Jackson Peranginangin mengaku terkena guna-guna dan diporoti hingga miliaran rupiah ketika pernikahannya secara diam-diam dengan artis Cut Memey terungkap ke publik. Memey dituduh meraup kekayaan Rp 1,5 miliar dengan ilmu pelet.

Sahabat host Olga Syahputra itu dituduh kerap datang ke dukun dan meminta pengasihan agar Jackson tidak sadar menyerahkan kekayaannya. Praktik yang digunakan sang dukun, konon dengan menggunakan celana dalam yang sudah dipakai Memey. Entah apakah ada kaitan ‘sadar’nya Jackson membuat ilmu pelet Memey tidak manjur lagi? Yang pasti pernikahan yang terjadi pada tahun 2003 itu akhirnya kandas, setelah kasus ini mencuat di akhir 2005 hingga pertengahan 2006.

Jackson mengaku sadar setelah datang pada orang pintar yang membuang pengaruh pelet.

Namun Memey menolak semua tuduhan Jackson. Uang yang diberikan Jakson tidak lebih dari kewajiban seorang suami pada istrinya. Beberapa barang kemudian dikembalikan termasuk mobil dan berlian, sebagai pertanda perdamaian mereka.

Iva Trio Macan : Keris di Kasur
Pengalaman mistis pernah dialami oleh personil Trio Macan, Iva Novanda. Dia pernah dua kali terkena pelet dan santet yang salah satunya diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya. Gejala yang dirasakan saat itu, semakin nempel dengan pacar, yang menurutnya tidak mungkin terjadi.

“Saat itu jadi sangat nurut sama dia,” ucap Iva Novanda beberapa waktu lalu.

Pengalaman kedua dalam bentuk santet. Saat itu dia melihat keris kecil yang diletakkan di kamarnya. Keris sepanjang jari tengah itu, sudah karatan Diduga benda itu kiriman dari orang yang menginginkan dirinya sakit-sakitan. “Kata bunda itu kenapa Iva masih sakit-sakitan,” kisahnya.
 
Qory Sandioriva : Pelet untuk Kontes
Praktik perdukunan diduga dilakukan oleh Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva agar memenangkan kontes kecantikan yang diikutinya, termasuk Miss Universe di Amerika Serikat.

Praktik tersebut dibongkar oleh ibu Qory sendiri, Ny. Fariawati, yang khawatir dengan kondisi aqidah putrinya.

Dia menggelar konferensi pers meminta agar sang anak meninggalkan ilmu perdukunan yang dilarang oleh agamanya. Sang ibu juga meminta pria berinisial R, yang diduga sebagai penasehat spiritual anaknya, untuk melepas putrinya.

“Dia (lelaki berinisial R) mengubah tingkah laku Qory dengan mengajak mandi kembang dan percaya pada alat-alat tertentu, melepaskan burung pipit, kura-kura dan belut di sungai yang berjalan. Ini sudah menyimpang dari Syariat Islam,” ungkap Fariawati tiga tahun silam.

“Saya ingin meluruskan, bukan membuka aib. Hanya ingin menyelamatkan anak di mata Tuhan dan bertanggung-jawab sebagai orang tua. Agar dia meninggalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan Syariat Islam,” sambungnya. Persoalan itu membuat hubungan Qory dengan ibunya sempat merenggang.

Yenny 3 Macan : Sinar Merah
Pedangdut Yenny Anggraeny atau Yenny 3 Macan Asli pernah mendadak pingsan di atas panggung. Dia menghubungkan, pingsannya malam itu karena guna-guna. Sebelumnya sang pembantu melihat benda menyala warna merah yang jatuh di rumahnya.

“Pernah mau kena santet, tapi kena pembantu. Dia sakit, akhirnya pamit pulang, nggak balik karena ketakutan. Pembantu cerita kalau ada cahaya merah mengenai dia pas malam,” tutur Yenny.

Yenny akhirnya mengambil jasa ‘orang pintar’ dan menurutnya santet itu memang dialamatkan kepadanya. Dia pun diberi tips untuk terhindar dari santet dan ilmu-ilmu hitam lainnya, yaitu rajin shalat dan baca Alquran.
 
Andre Taulany : Telur dan Kain Putih
Rumah Andre Taulany di Jl. Gelatik Atas RT 04/RW 09, Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten pernah dilempar telur dan kembang yang dibungkus dengan kain putih.

Pelakunya segerombolan orang tidak dikenal.

“Jam tujuh saya dibangunin istri, dibilangin kalau di depan halaman rumah, atap dan tiangnya sudah penuh sama telur dan bungkusan kain yang dilempar. Ada tiga bungkusan kain dan isinya masing-masing kembang, silet, dan potongan cuter, telur, dan kertas bertuliskan kata-kata kasar dibungkus kain putih dan dilempar secara menyebar,” katanya.

Diduga, barang-barang praktik perdukunan  tersebut untuk mencelakai pemain Opera Van Java itu. Maklum Andre saat itu maju sebagai wakil walikota Tangerang Selatan. Anehnya dalam bungkusan itu ada kalimat yang dia sendiri tidak mengerti. Bunyi kalimatnya ‘Axxing Sia, Dxxor Sia dan So Suci Sia”. Tiga kalimat tersebut dituliskan pada masing-masing kain dengan dua tulisan bertinta merah dan satu tulisan bertinta hitam.
 
Ariel Noah: Muntah Keris dan Batu
Saat santer kasus video pornonya bareng Luna Maya dan Cut Tary, penyanyi Ariel jadi sasaran santet orang-orang yang memusuhinya. Kakak kandung Ariel, Nazlin Fachridzal mengungkapkan kejadian mistik yang dialami adiknya itu.

“Teman Ariel berkata kepada saya dari dalam perut Ariel keluar benda keris, batu, dan lain sebagainya,” kata Nazlin Fachridzal.

Nazlin memperkirakan ada yang iri atau sirik dengan kesuksesan karir adiknya di dunia hiburan. “Itu bisa jadi terjadi, tapi kemungkinan memang ada yang iri dan si pelaku ingin merusak citra adik saya sebagai public figur,” katanya. kpl

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257675:hanya-lima-persen-umat-islam-sumbang-ekonomi&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Artis, Guru Spiritual, Dukun

Wednesday, June 5, 2013

Pemimpin Berhati Suci

Pemimpin Berhati Suci


(Refleksi Peringatan Israk Mikraj 1434 H)


Oleh : Muhammad Kosim


Guru MTsN di Padang


Padang Ekspres • Rabu, 05/06/2013 12:41 WIB • 84 klik


Nabi Muhammad SAW merupakan pe­mimpin ideal yang mesti diteladani oleh umat Islam. Beliau tidak saja tampil se­bagai pemimpin agama di kalangan kaum muslimin, tetapi juga sebagai pe­mimpin masyarakat yang beragam suku, agama dan bangsa.


 


Ini pula yang menjadi alasan Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada posisi pertama di antara 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Ia menulis: “Muhammad bukan semata pe­mimpin agama tapi juga pemimpin duniawi.”


 


Jika ditelusuri sirah perjuangan hidupnya, setelah diangkat menjadi Nabi di usia 40 tahun, ia melalui dua fase perjuangan penting, yaitu periode Mekah dan Madinah. Pada periode Mekkah, Nabi SAW hanya berperan sebagai pemimpin agama. Selama periode ini, ia mendidik aqidah dan spiritual para sahabatnya sebagai modal utama untuk menjalankan kepemimpinan di masa mendatang.


 


Sedangkan pada periode Madinah, Nabi Muhammad SAW memiliki peran ganda: sebagai pemimpin agama se­ka­ligus pemimpin duniawi. Sebagai pe­mim­pin duniawi, Nabi SAW tidak saja me­mim­pin umat Islam, tetapi juga ma­sya­ra­kat Madinah yang plural; lintas agama dan suku bangsa. Pada periode Madinah inilah kepemimpinan Nabi SAW men­ca­pai puncak kejayaannya dan menjadi mo­del bagi umat Islam khususnya, di masa-ma­sa sesudahnya.


 


Perlu dicatat, sebelum hijrah ke Ma­dinah, Nabi SAW terlebih dahulu me­nga­lami peristiwa Israk Mikraj. Peristiwa pen­ting ini sebagai prasyarat yang harus di­­l­alui Nabi SAW sebelum menjalankan pe­rannya sebagai pemimpin umat pada pe­riode Madinah.


 


Apa hubungan antara Israk Mikraj dengan kepemimpinan Nabi SAW? Peristiwa israk mikraj merupakan puncak per­jalanan seorang hamba (al-abd) me­nuju sang pencipta (al-Khalik). Israk Mikraj adalah perjalanan menuju ke­sem­pur­naan ruhani (insan kamil). Para sufi pun memandang perjalanan ini sebagai per­jalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi. Per­ja­la­nan meninggalkan orientasi materi ke­pa­da orientasi kesempurnaan hidup.


 


Bahkan beberapa riwayat men­jelas­kan bahwa sebelum Rasulullah SAW me­la­ku­kan perjalanan, dadanya dibedah untuk disucikan. Kesucian hati ini men­ja­di modal yang amat penting untuk bisa “ber­temu” dengan Allah Yang Mahasuci.


 


Dalam peristiwa tersebut juga di­ri­wa­yat­kan bahwa beliau ditawari susu dan khamar, lalu ia memilih susu. Di­ka­ta­kan­lah pada beliau: “Engkau telah di­anu­ge­rah­kan fitrah. Jika engkau mengambil kha­mar, berarti engkau menyesatkan umat­mu.”


 


Jadi, peristiwa Israk Mikraj adalah me­ng­gambarkan puncak spiritual Nabi SAW sehingga dikemudian hari ia men­ja­di pemimpin yang berhati suci. Inilah kunci keberhasilan Rasulullah me­mim­pin masyarakat Madinah. Tidak pernah ter­besit di hatinya untuk disanjung, di­puja, dan dihormati sebagai penguasa lak­sa­na raja. Ia juga tidak pernah benci apalagi menyakiti orang-orang yang tidak se­­paham dengannya.


 


Kecuali itu, ia bisa berubah menjadi tentara yang kuat ketika musuh-mu­suh­nya datang menyerang. Tetapi ketika musuh itu tertawan, ia tetap mem­per­la­ku­kan­nya dengan baik tanpa pernah mem­bujuk dan memaksa mereka agar ma­suk Islam.


 


Ia malah bersabda: “Takutlah kepada doa orang yang dizalimi walau pun dia orang kafir, karena pada saat itu tidak ada hijab baginya.” Hadis ini merupakan wa­siat bagi pemimpin agar tidak berlaku zalim, walaupun kepada musuh sendiri.


 


Allah juga menegaskan: Dan ja­nganlah sekali-kali kebencianmu ter­ha­dap sesuatu kaum, mendorong kamu un­tuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, ka­rena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, se­sung­guh­nya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al-Maidah/5: 8).


 


Dalam konteks kekinian, pemimpin hari ini sejatinya meneladani ke­pe­mim­pinan Nabi SAW. Seorang pemimpin mes­ti berhati suci. Syarat utama yang mes­ti dimilikinya adalah memiliki aqidah yang kokoh. Lebih 12 tahun Nabi SAW berjuang untuk membina dan mem­per­kokoh aqidah diri dan para sahabatnya pada periode Mekkah. Setelah itu, ba­ru­lah ia menjadi pemimpin umat di Ma­dinah.


 


Jika aqidah goyah, maka ia akan mu­dah tergoda dengan kenikmatan duniawi yang semakin mudah diperoleh jika diberi we­we­nang mengendalikan kekuasaan. Ia Cen­derung menghalalkan segala cara un­tuk meraih kenikmatan sesaat itu. Meski me­langgar hukum, jika aqidah goyah, pe­ne­gak hukum bisa dikelabui, saksi dan ba­rang bukti bisa saja dilenyapkan.


 


Se­baliknya, ketika aqidah kokoh, ma­ka dirinya senantiasa merasakan pe­nga­wa­san Allah. Meski ia diberi peluang un­tuk melakukan tindak kejahatan dan dipastikan tidak ada orang yang me­nge­tahuinya, tetapi keyakinannya pada pe­nga­wasan Allah membuatnya tidak be­rani melakukan praktik melanggar hu­kum tersebut.


 


Karena itu pula Syekh Sulaiman ar-Ra­suli dalam kitabnya “Asal Pangkat Peng­hulu dan Pendiriannya” me­ne­gas­kan bahwa penghulu atau pemimpin yang se­benarnya adalah Nabi Muhammad SAW yang mampu mengurus persoalan akhi­rat dan duniawi. Hal itu diteruskan oleh khalifah yang empat. Setelah itu, tidak lagi terhimpun siyasah dunia dan akhirat pada satu orang. Tetapi urusan du­niawi dipimpin oleh umara, raja, kha­lifah atau semacamnya, sedangkan u­ru­san akhirat dipimpin oleh ulama.


 


Untuk itu, antara umara dengan u­lama harus sejalan. Sulaiman ar-Rasuli me­nye­but: “Kedua orang itu umpama orang yang melayarkan kapal. Seorang ja­ga haluan dan seorang jaga kemudi, kalau ke­duanya ada sepakat alamat pelayaran akan sampai dan si penumpang akan se­la­mat, dan kalau keduanya bersalahan tan­da pelayaran tidak akan sampai dan si penumpang akan dapat kecelakaan.”


 


Dalam sejarah Minangkabau, dikenal pula “Sumpah Sati Sumpah Satie Bukit Ma­rapalam,” yang mendamaikan antara adat dan agama. Salah satu rumusan da­lam sumpah sati itu adalah “Alim­ ulama­memfat­wakan­ dan­ Pang­hulu­ ma­ma­rintah­kan.”


 


Ini menunjukkan bahwa seorang pe­mim­pin tidak mesti dari kalangan ulama atau yang memiliki keilmuan di bidang tafaqquh fi al-din secara mendalam. Akan tetapi, seorang pemimpin harus men­dekati ulama untuk meminta fat­wa­nya.


 


Ahli hikmah pernah berkata: “Se­bu­ruk-buruk ulama ialah ulama yang men­dekat dengan umara, dan sebaik-ba­ik umara adalah yang mendekat dengan ulama.”


 


Na­mun kedekatan pemimpin dengan ula­ma bukan untuk dipolitisir, diperalat, atau mencarai simpati banyak orang. Te­tapi kedekatan pemimpin dengan ulama adalah untuk meminta fatwa, men­jadi­kan­nya guru, sehingga langkah dan arah sang pemimpin tetap berjalan sesuai de­ngan hukum-hukum Tuhan.


 


Sebaliknya, seorang ulama dilarang mendekati penguasa karena di­kha­wa­tir­kan ia akan diperalat. Namun ulama juga ti­dak dilarang menjadi penguasa, tetapi ke­u­lamaannya tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan. Ke­ula­maan­nya sejatinya memberi arah ke­bi­ja­kan­nya dalam memimpin dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip ke­adi­lan.


 


Dengan demikian, pemimpin yang ber­hati suci adalah pemimpin yang se­nan­tiasa dekat dengan bimbingan para ula­ma yang berhati suci pula. Hatinya se­nan­tiasa bergetar ketika melihat ke­mis­kinan, kebodohan dan penderitaan rak­yatnya. 


 


Itulah yang dicontohkan oleh Ra­su­lul­lah SAW. Ia tidak pernah membentak orang-orang yang dipimpinnya. Ia sangat sa­yang dan mencintai banyak orang; tidak den­dam dan tidak pula dengki.


 


Bahkan ia dikenal sebagai seorang in­ter­preneur yang sukses, namun hartanya di­habiskan untuk memperjuangkan ke­benaran, menampilkan Islam sebagai rah­matan lil-‘alamin, dan mengabdikan diri untuk keadilan dan kemakmuran rak­yat­nya.


 


Ia tidak pernah menginginkan, apa­lagi meminta jabatan. Bahkan ketika Abu Lahb bersama pembesar Quraisy lainnya, melalui Abu Thalib, menawarkan ke­pa­da­nya harta, tahta dan wanita untuk meng­hentikan dakwahnya, dengan tegas ia menolaknya dan berkata: “Wahai pamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan ka­nan­ku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan me­ning­galkannya.”


 


Sifat ini pula yang harus dimiliki oleh pe­mimpin di negeri ini. Jangan sekali-kali me­lakukan money politic karena akan be­ru­jung pada penindasan terhadap rakyat kecil demi mengembalikan uang yang su­dah dihabiskan sebagai kos politik.


 


Abbas Muhammad al-Aqqad dalam bu­kunya: “Kejeniusan Rasulullah SAW” men­ceritakan tentang kepemimpinan Nabi SAW. Di antaranya, ketika kaum mus­limin menggali parit (khandak) di se­kitar kota Madinah, beliau pun ikut serta da­lam pekerjaan itu. Ia dekat dengan kalangan mustadh’afin, sehingga me­na­se­hatinya para sahabatnya: “Carikan aku orang-orang yang lemah sesungguhnya yang membawa rezeki dan pertolongan ka­lian adalah orang-orang yang lemah (mustadh’afin).”


 


Kisah ini mengajarkan kepada pe­mim­pin yang berhati suci melayani bukan di­layani, turut berjuang bersama rakyat dan merasakan beban mereka, bukan si­buk menebar citra menarik simpati tapi me­meras keringat dan abai terhadap pen­de­ritaan mereka.


 


Lalu bagaimanakah untuk mengasah dan membersihkan hati agar tetap bening dan suci?


 


Ibn ‘Athaillah dalam kitab Bahjat an-Nufus menulis: “Kalbu/hati baru bersinar dan bercahaya dengan memakan yang halal, selalu berzikir dan membaca al-Qur’an, disertai tadabbur, duduk bersama pa­ra ulama dan orang-orang mukmin, men­jaga diri dari melihat sesuatu yang mu­bah, memelihara diri dari yang ter­la­rang dan makruh, serta cemas terhadap se­gala maksiat.”


 


Peringatan Israk Mikraj Nabi Mu­ham­mad SAW 1434 H ini seyogyanya menjadi momentum bagi kita untuk men­cari, menemukan, memilih dan mem­perjuangkan pemimpin yang ber­hati suci, dengan tetap mengharap pe­tunjuk dan bimbingan Allah Yang Ma­ha­suci. Jangan pernah mendukung pe­mim­pin yang berhati kotor; hanya berorientasi pada kepentingan dunia dan menghalal­kan se­gala cara. Wallahu a’lam.(*)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/05/30/mnlg54-yulio-muslim-da-costa-mualaf-hafal-alquran-30-juz-bagian2


Pemimpin Berhati Suci