Showing posts sorted by relevance for query sekali. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sekali. Sort by date Show all posts

Monday, September 2, 2013

Status Sengketa Rohul-Kampar , KPU Riau Tunda Pilgubri di Lima Desa

Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at sholat jum’at,sabtu- Minggu off.

Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at sholat jum’at,sabtu- Minggu off.


Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at- sabtu kerumah sepia/wil.(wanita idaman lain) ha.ha…


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


semuaaa waaarrrgaaa pekannnbaaaruuuu
kami semua warga pekanbaru telah sepakat dan musyawarah pada tanggal 31 agustus 2013.dan hasil nya telah bulat.insyaallah semua warga yang ada di wilayah kota pekanbaru Siap Memenangkan pasangan nomor Urut.1 yaitu BAPAK DRS H.HERMAN ABDULAH MM beliaulah yang bisa memimpin riau yang kita cintai.dan pak herman bersih.sudah 10 tahun pak herman menjadi wali kota.tak ada satu pun kasus yg di sandang nya.karna dahulu pak herman masih menjabat.pak herman mendahulukan kepentingan warga pekanbaru,dan ramah tamah.WARGA PEKANBARU NOMOR 1 SANGAT TEPAT


rakyat rohul
maka nya kampar tu pilih nomor 1 besok.kalau menang nomor 1.yang lima desa tu bisa kembali ke kampar.kami ngak mau masuk ke kabupaten rohul.enak di kampar lagi,orang nya ramah tamah.


rakyat rohul
maka nya kampar tu pilih nomor 1 besok.kalau menang nomor 1.yang lima desa tu bisa kembali ke kampar.kami ngak mau masuk ke kabupaten rohul.enak di kampar lagi,orang nya ramah tamah.


BUKAN TOMAT SEMBARANG TOMAT , BUAH KUNDUR ADA DI TANAH… BUKAN ACHMAD SEMBARANG ACHMAD, ORANG NYA JUJUR LAGI AMANAH… DENGANMENGUCAPKAN BISMILLAH… MARI KITA COBLOS NO 4 AMIN…


BUKAN TOMAT SEMBARANG TOMAT , BUAH KUNDUR ADA DI TANAH… BUKAN ACHMAD SEMBARANG ACHMAD, ORANG NYA JUJUR LAGI AMANAH… DENGANMENGUCAPKAN BISMILLAH… MARI KITA COBLOS NO 4 AMIN…


saling mengingatkan Saudara seiman
masyarakat sudah tau mana yg terbukti dan mana yg cuma Fitnah …………… para Pendukung Dajjal .. semakin Panik… melancarkan Fitnahnya , diingatkan Ummat Islam Riau : hati2 terhadap orang2 yg ingin menghancurkan ISLAM dari dalam… hati2 terhadap trik2 Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negeri ini… Apa lagi trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negri ini ??? . orang2 bayaran Dajjal: telah berhasil menolak ISG (MM). dengan sengaja merusak suasana MTQ di Rokan Hulu.(MM sengaja untuk cari simpati) Kampanye…. membawa Artis Sexy (di Dumai)……. apakah ini tidak cukup … sebagai. Bukti….. Herman Abdullah 2 periode (10 tahun) jadi Walikota Pekanbaru…tidak punya perhatian terhadap Islam….. yg dibangun Berhala dan menjamurnya Diskotik dan sejenisnya,,,,,, apakah ini bukan bukti nyata …….. . Terus maju Pak Achmad… syiarkan ISLAM di Bumi Lancang Kuning ini…..? . ANAS dgn bangga menunjuk PRESIDEN PELACUR (Eddy RM) sebagiai TIM pemenangannya..Astaghfirullah… apakah ini belum cukup untuk membuka hati kita..kalau isu Anas PKI belum terbukti………. untuk menegakkan kebenaran memang banyak rintangan dan perlu perjuangan ….. karna Pelacur,Dajjal dan pengikutnya tidak akan tinggal diam , mereka akan terus berusaha untuk menghancurkan ISLAM di Negeri ini…….. INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSATU …… Jihad memilih nomor 4 tanggal 4…. INSYA ALLAH satu putaran…. Yakin Islam makin kuat…..


Oryza Sativa
ada seorang wakil gubernur,

sekali lagi WAKIL GUBERNUR,

orang No 2 setelah Gubernur, di

salah satu daerah di sebuah

provinsi, tepat di rumah dinas

nya, sekali lagi RUMAH DINASNYA,

yang notabene sudah barang

tentu di jaga super ketat oleh

Satpol PP, sekali lagi, DIJAGA SUPER

KETAT OLEH SATPOL PP, 24 jam,

sekali lagi, 24 JAM, kemalingan.

Sekali lagi, KE-MA-LING-AN.

Masuk akal kah ?

Jika di rampok, kita mungkin

tidak akan terlalu shock dan

kaget, karna memang rampok

sifatnya blak2an dan terang2an.

Lah ini ? Maling rumahan sekelas

dan selevel maling ayam, bisa

dengan bebas lancar menerobos

masuk rumah seorang pejabat

besar.

Masuk akal kah ?

Satu hal yang perlu di ketahui, 2

hari lagi orang ini alias Wakil

gubernur ini beserta masyarakat

di daerahnya, akan menghadapi

agenda atau event besar daerah

di tempat ia menjabat perihal

pemilihan Gubernur dan wakil

Gubernur yang baru.

Mudah2an isu atau kejadian ini

tidak dengan sengaja di buat,

mengingat orang ini atau si

tokoh utama ini sudah acapkali

melakukan hal2 atau taktik2 basi

dan drama guna mencari

perhatian dan simpati

masyarakat.

Masuk akal ???

Mari tertawa berjama’ah…


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


EDI SATRIA
MANA PULA PAK HERMAN ABDULLAH BERSIH DARI KORUPSI, 1. PEMASANGAN LAMPU JALAN 1 MILIAR LEBIH WAKTU BELIAU JADI WALKOT DI PL KAN MELANGGAR KEPRES 2. PEREMAJAAN PASAR DIPEKANBARU DENGAN HARGA TINGGI YG MENCEKIK PEDAGANG DENGAN MEMPERKAYA DIRI SENDIRI 3. MENAIKKAN HARGA GANTI RUGI LAHAN DI KULIM, SEHINGGA DITUMBALKAN IDRUS YAKUB SAMPAI MASUK PENJARA. 4. PROYEK2 DI PEMKO YG SELALU DIKERJAKAN OLEH ADIK KANDUNG, ADEK IPAR,SANAK SAUDARA N TEMAN DEKATNYA.


HERMAN NAZAR
KEPADA S U K U SELAIN K AM PAR, JANGAN PERCAYA JANJI PAK HERMAN, SAYA KORBAN JANJI PALSUNYA, WAKTU PAK HERMAN ABDULLAH MENCALONKAN DIRI JADI WALIKOTA KE 2, SAYA DISURUHNYA MERANGKUL ORNG MI NANG DGN JANJI JABATAN YG BAGUS, TAPI APA SETELAH DIA MENANG SAYA DICAMPAKKANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28032/07/04/2013/perbedaan-sunni-syiah-masuk-haq-dan-bathil.html


Status Sengketa Rohul-Kampar , KPU Riau Tunda Pilgubri di Lima Desa

Sunday, February 2, 2014

Si mata sepet, berkulit putih

SEJAK seminggu ini saya turut sama menerima ucapan Selamat Tahun Baharu Cina. Terima kasih. Saya tidak marah apatah lagi ucapan tersebut datang daripada orang yang tidak saya kenali sama sekali. Daripada rakan-rakan, saya tahu mereka kuat mengusik.


Lagipun, hendak marah apa? Hendak menyorok mata sepet dan kulit putih melepak ini? Tidak mungkin. Kerana malu? Tidak sama sekali. Memang sebelah mak berdarah Cina. Mak dan kakak yang bertudung pun sampai hari ini masih ada yang bertanya Cina masuk Islam ke?”


Kepada soalan itu, tidak juga kami jawab. Malas hendak layan. Bukan kerana malu mengaku mualaf. Sebab bukan mualaf pun. Dan apa hinakah menjadi mualaf? Kurang sedarjat awak selaku orang Islam di Malaysia? Ini sudah menyeleweng. Darjat kita sebagai orang Islam dikira daripada amalan, bukan sama ada awak lahir Islam atau baharu memeluk Islam.


Hujung tahun lepas saya sekeluarga ke utara. Singgah makan nasi beriani di Seberang Jaya. Seperti biasa, akan ada orang datang ke meja makan minta sedekah atau mahu menjual cakera padat atau buku agama. Luar biasa bila tidak seorang pun berhenti di meja saya.


Ini berbeza di Shah Alam. Penjual atau peminta sedekah guna konsep pukul rata. Semua orang dimintanya. Di Seberang Jaya, ada sedikit privacy. Perkara ini tidaklah suatu isu negara tetapi sekadar menjadi bahan jenaka kami sekeluarga.


Sebenarnya, daripada kecil mata sepet dan kulit putih pucat ini menyebabkan saya menjadi sedikit canggung walaupun secara jujurnya saya tidak endahkan sangat. Kawan sekolah menggelar saya Jo Jepun. Ejekan itu lumrah pada zaman persekolahan, kata saya kepada anak-anak yang mewarisi wajah Cina ini. Tidak perlu jadi hal pergaduhan. Anggapnya sebagai keistimewaan.


Memiliki wajah Pan-Oriental ini semasa zaman remaja memang ada disalahgunakan terutama pada bulan Ramadan. Malah pernah dipaksa rakan-rakan untuk menolong membeli makanan kepada mereka. Tetapi ini cerita zaman jahiliah. Bab mencari pacaran, ada yang melabel orang kacukan sebagai eksotik. Sila guna imaginasi anda.


Daripada kecil hinggalah dewasa, setiap hari akan ada sahaja orang bertanya mengenai identiti diri. Di negeri asal Sarawak, spesies mata sepet dan kulit cerah bukan eksotik. Tetapi sudah biasa. Di Semenanjung ini, nampaknya masih suatu konsep yang dipelajari, baik oleh masyarakat Melayu mahupun Cina dan India.


Memang mahu ketawa dibuatnya bila orang Cina menegur saya sebab tidak tahu berbahasa Cina. Menegur ini mirip-mirip kesal dan marah. Terpaksalah dinyatakan ringkas mak Cina, bapa Melayu… Apek kedai pun mengangguk faham.


Dewasa ini, bila bersemuka dengan orang Melayu, mereka pantas berbahasa Inggeris dengan saya. Mungkin was-was saya tidak fasih berbahasa Melayu. Mungkin syak saya orang Singapura. Lazimnya saya jawab dengan ucapan Terima Kasih. Bukan disebabkan hendak tunjuk saya sebenarnya bukan Cina tetapi mahu galakkan penggunaan bahasa Melayu.


Untuk pengetahuan ringkas anda yang belum tahu, spesies kami ini terhasil daripada perkahwinan campur Melayu-Cina jauh lebih awal daripada pembentukan Malaysia, jauh lebih awal daripada kempen integrasi nasional. Bukan seperti masyarakat Baba dan Nyonya di Melaka. Tetapi telah melalui proses asimilasi sepenuhnya dari Cina kepada adat resam, bahasa dan agama Melayu-Melanau-Islam. Tidak juga buang Cina sama sekali. Masakan bisa? Mata sepet dan kulit putih pucat terus kekal bagi mengingatkan asal-usul kami dari Tanah Besar. Cuma tidak ada lagilah tradisi atau pakaian, apalagi bahasa diamalkan. Setakat berbahasa Hokkien untuk menyumpah seranah, rasanya skil itu masih terpelihara.


Bermata sepet dan kulit putih pucat ini juga menjadi ironi dengan kerjaya saya di Utusan Melayu. Bagi sahabat sekerja yang kenal lama, ironi itu hanya sekadar pada wajah. Jiwa dan jati diri ini tiada ragu-ragu. Mereka juga tahu saya mengaku jati diri sebagai orang Melayu berketurunan Melanau atau istilah politiknya ialah Bumiputera, sekali gus mendorong saya kekal menyokong Parti Pusaka Bumiputera Bersatu Sarawak (PBB) walaupun bermastautin di Selangor.


Cuma bila berangan-angan menjadi ahli politik, mungkin sukar untuk saya ke pentas melaungkan slogan disebabkan mata sepet saya. Walaupun demikian, hakikat itu tidak menghalang saya membuat keputusan politik untuk mengundi calon Perkasa di Shah Alam.


Perkara mata sepet dan kulit cerah orang Melayu yang mirip orang Cina ini sengaja saya ketengahkan di sini agar boleh sama-sama direnungkan hari ini, sempena sambutan Tahun Baharu Cina agar usaha ke arah perpaduan nasional tidak terhenti tetapi sebaliknya diperteguhkan.


Aspek perpaduan nasional sekarang seolah-olah diabaikan, kebanyakan masa demi meraih undi. Yang mempertahankan Melayu dikata rasis. Yang berhujah hal jurang kekayaan ekonomi antara Melayu dan Cina dipertikai sebagai ekstremis.


Isu-isu semasa yang dipalit oleh unsur politik melampau hari ini, amat merimaskan. Satu benda pun tidak menyumbang kepada usaha perpaduan nasional. Ada parti bergaduh sesama sendiri dan paksa bikin pilihan raya. Isu pengundi Cina-Melayu juga ditimbulkan.


Boleh tak untuk sekali ini, semua ahli politik berhenti menggunakan modal perkauman? Boleh tak fokus kepada soal integriti parti yang bertanding? Bermoralkah penyandang meletak jawatan, bagi memberi laluan kepada ketuanya untuk mencapai cita-cita politik? Kata mahu jimat duit rakyat tapi paksa pilihan raya sama sahaja bazir duit rakyat. Fokus hal ini. Tidak perlu cerita hal kaum.



Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Si mata sepet, berkulit putih

Tuesday, September 3, 2013

Rebut Rp 4 Juta, Rampok Tembak Warga Rohil

TONGGOS TANGGIANG

DOSA PILIH CAGUB HOMMOO….PILIH YG LAINNYA….TERSERAH MANA AJA…


DOSA PILIH CAGUB HOMMOO….PILIH YG LAINNYA….TERSERAH MANA AJA…


DOSA PILIH CAGUB HOMMOO….PILIH YG LAINNYA….TERSERAH MANA AJA…


DOSA PILIH CAGUB HOMMOO….PILIH YG LAINNYA….TERSERAH MANA AJA…


DOSA PILIH CAGUB HOMMOO….PILIH YG LAINNYA….TERSERAH MANA AJA…


Masyarakat Ikut Memilih
RALAT KOMENTAR SEBELUMNYA ” yang kami maksud bukan nomor 1 tapi no 4. 4 September hari tepat untuk memilih nomor urut 4, yang lain dilupakan. maaf ya masyarakat Riau salah sebelumnya.


Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at sholat jum’at,sabtu- Minggu off.


Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at sholat jum’at,sabtu- Minggu off.


Dokter RSj
WAHAI KANDIDAT BAKAL CALON GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR RIAU. ANDA KALAH PILGUBRI “RUMAH SAKIT JIWA “SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN ANDA SEBAGAI PASIEN. TTD Dokter bramtis SPESIALIS DOKTER ahli Kandungan utk ibu-ibu muda ingin hamil.siap melayani 24 jam jadwal praktek senen- kamis buka,jum’at- sabtu kerumah sepia/wil.(wanita idaman lain) ha.ha…


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


MASYARAKAT RIAU
Dari tanda-tanda alam sudah menunjukkan siapa pemenang Pilgubri 2013-2018…. Pemilihan hari ke 4 (Rab’a), tanggal 4… Nomor urut 4. INSYA ALLAH…..


semuaaa waaarrrgaaa pekannnbaaaruuuu
kami semua warga pekanbaru telah sepakat dan musyawarah pada tanggal 31 agustus 2013.dan hasil nya telah bulat.insyaallah semua warga yang ada di wilayah kota pekanbaru Siap Memenangkan pasangan nomor Urut.1 yaitu BAPAK DRS H.HERMAN ABDULAH MM beliaulah yang bisa memimpin riau yang kita cintai.dan pak herman bersih.sudah 10 tahun pak herman menjadi wali kota.tak ada satu pun kasus yg di sandang nya.karna dahulu pak herman masih menjabat.pak herman mendahulukan kepentingan warga pekanbaru,dan ramah tamah.WARGA PEKANBARU NOMOR 1 SANGAT TEPAT


rakyat rohul
maka nya kampar tu pilih nomor 1 besok.kalau menang nomor 1.yang lima desa tu bisa kembali ke kampar.kami ngak mau masuk ke kabupaten rohul.enak di kampar lagi,orang nya ramah tamah.


rakyat rohul
maka nya kampar tu pilih nomor 1 besok.kalau menang nomor 1.yang lima desa tu bisa kembali ke kampar.kami ngak mau masuk ke kabupaten rohul.enak di kampar lagi,orang nya ramah tamah.


BUKAN TOMAT SEMBARANG TOMAT , BUAH KUNDUR ADA DI TANAH… BUKAN ACHMAD SEMBARANG ACHMAD, ORANG NYA JUJUR LAGI AMANAH… DENGANMENGUCAPKAN BISMILLAH… MARI KITA COBLOS NO 4 AMIN…


BUKAN TOMAT SEMBARANG TOMAT , BUAH KUNDUR ADA DI TANAH… BUKAN ACHMAD SEMBARANG ACHMAD, ORANG NYA JUJUR LAGI AMANAH… DENGANMENGUCAPKAN BISMILLAH… MARI KITA COBLOS NO 4 AMIN…


saling mengingatkan Saudara seiman
masyarakat sudah tau mana yg terbukti dan mana yg cuma Fitnah …………… para Pendukung Dajjal .. semakin Panik… melancarkan Fitnahnya , diingatkan Ummat Islam Riau : hati2 terhadap orang2 yg ingin menghancurkan ISLAM dari dalam… hati2 terhadap trik2 Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negeri ini… Apa lagi trik Dajjal untuk menghancurkan ISLAM di Negri ini ??? . orang2 bayaran Dajjal: telah berhasil menolak ISG (MM). dengan sengaja merusak suasana MTQ di Rokan Hulu.(MM sengaja untuk cari simpati) Kampanye…. membawa Artis Sexy (di Dumai)……. apakah ini tidak cukup … sebagai. Bukti….. Herman Abdullah 2 periode (10 tahun) jadi Walikota Pekanbaru…tidak punya perhatian terhadap Islam….. yg dibangun Berhala dan menjamurnya Diskotik dan sejenisnya,,,,,, apakah ini bukan bukti nyata …….. . Terus maju Pak Achmad… syiarkan ISLAM di Bumi Lancang Kuning ini…..? . ANAS dgn bangga menunjuk PRESIDEN PELACUR (Eddy RM) sebagiai TIM pemenangannya..Astaghfirullah… apakah ini belum cukup untuk membuka hati kita..kalau isu Anas PKI belum terbukti………. untuk menegakkan kebenaran memang banyak rintangan dan perlu perjuangan ….. karna Pelacur,Dajjal dan pengikutnya tidak akan tinggal diam , mereka akan terus berusaha untuk menghancurkan ISLAM di Negeri ini…….. INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSATU …… Jihad memilih nomor 4 tanggal 4…. INSYA ALLAH satu putaran…. Yakin Islam makin kuat…..


Oryza Sativa
ada seorang wakil gubernur,

sekali lagi WAKIL GUBERNUR,

orang No 2 setelah Gubernur, di

salah satu daerah di sebuah

provinsi, tepat di rumah dinas

nya, sekali lagi RUMAH DINASNYA,

yang notabene sudah barang

tentu di jaga super ketat oleh

Satpol PP, sekali lagi, DIJAGA SUPER

KETAT OLEH SATPOL PP, 24 jam,

sekali lagi, 24 JAM, kemalingan.

Sekali lagi, KE-MA-LING-AN.

Masuk akal kah ?

Jika di rampok, kita mungkin

tidak akan terlalu shock dan

kaget, karna memang rampok

sifatnya blak2an dan terang2an.

Lah ini ? Maling rumahan sekelas

dan selevel maling ayam, bisa

dengan bebas lancar menerobos

masuk rumah seorang pejabat

besar.

Masuk akal kah ?

Satu hal yang perlu di ketahui, 2

hari lagi orang ini alias Wakil

gubernur ini beserta masyarakat

di daerahnya, akan menghadapi

agenda atau event besar daerah

di tempat ia menjabat perihal

pemilihan Gubernur dan wakil

Gubernur yang baru.

Mudah2an isu atau kejadian ini

tidak dengan sengaja di buat,

mengingat orang ini atau si

tokoh utama ini sudah acapkali

melakukan hal2 atau taktik2 basi

dan drama guna mencari

perhatian dan simpati

masyarakat.

Masuk akal ???

Mari tertawa berjama’ah…


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


Masyarat Ikut Memilih
Apapun komentar kalian Kami tetap memilih Herman Abdullah, “TEPAT”, ingat Tgl. 4 September 2013, Pilih Nomor 1 Herman Abdullah dan Agus Widayat, Suai…………….


EDI SATRIA
MANA PULA PAK HERMAN ABDULLAH BERSIH DARI KORUPSI, 1. PEMASANGAN LAMPU JALAN 1 MILIAR LEBIH WAKTU BELIAU JADI WALKOT DI PL KAN MELANGGAR KEPRES 2. PEREMAJAAN PASAR DIPEKANBARU DENGAN HARGA TINGGI YG MENCEKIK PEDAGANG DENGAN MEMPERKAYA DIRI SENDIRI 3. MENAIKKAN HARGA GANTI RUGI LAHAN DI KULIM, SEHINGGA DITUMBALKAN IDRUS YAKUB SAMPAI MASUK PENJARA. 4. PROYEK2 DI PEMKO YG SELALU DIKERJAKAN OLEH ADIK KANDUNG, ADEK IPAR,SANAK SAUDARA N TEMAN DEKATNYA.


HERMAN NAZAR
KEPADA S U K U SELAIN K AM PAR, JANGAN PERCAYA JANJI PAK HERMAN, SAYA KORBAN JANJI PALSUNYA, WAKTU PAK HERMAN ABDULLAH MENCALONKAN DIRI JADI WALIKOTA KE 2, SAYA DISURUHNYA MERANGKUL ORNG MI NANG DGN JANJI JABATAN YG BAGUS, TAPI APA SETELAH DIA MENANG SAYA DICAMPAKKANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



HERMAN ABDULLAH ITU BERSIH:: BERSIH DARI SUKU MELA,YU JA,WA, MI,NANG BA,TAK DIDALAM JAJARAN PEMERINTAHANNYA. CUMA ADA SATU SUKU, SUKU OCU DIDALAM PEMERINTAHANNYA.



Article source: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00038589.html


Rebut Rp 4 Juta, Rampok Tembak Warga Rohil

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U So Much for Visit this News

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U Very Much for Visit this News

Saturday, February 8, 2014

Nabil, &#34;lu kena fikirlah sendiri&#34;.....

Syabas Astro kerana memberikan ruang untuk mencungkil bakat para pelawak. Syabas juga kerana pelawak inilah yang bakal menjadi pelapis pelawak-pelawak yang ada. Kerana jika tidak, dunia lawak negara akan mati sebab mereka adalah hero yang tidak didendang, berbanding hero-hero lain dalam industri hiburan.


Dan tentunya yang saya maksudkan ialah Maharaja Lawak Mega yang baru saja berlalu dengan kemenangan Sepahtu. Ada yang suka ada yang tak puas rasa sebab kumpulan kegemaran gagal jadi juara. Tapi ini adalah adat, bukan semua keputusan itu boleh menepati kehendak semua.


Syabas Sepahtu kerana mempunyai gandingan yang mantap sekalipun ada minggu-minggu yang mereka sangat tidak kelakar. Dan, siapa sangka pendatang baru seperti Bocey boleh pukul kumpulan yang lebih senior.


Meskipun bukan setiap minggu saya berpeluang menyaksikan MLM ini namun saya percaya rancangan ini punya peminat tersendiri. Bahkan ramai yang boleh baca dan kenal pelawak yang naik pentas dengan tangan kosong (tak bersedia) bila merekamerepek meraban saja dari mula tunjuk muka sampai lah bila signal berbunyi.


Memang boleh kenal siapa yang naik dengan tak bersedia dan hanya merapu, tapi juri bagi empat bintang jugak!!


Apapun, seperti komen standard juri yang sangat apologetik, “Bukan senang melawak”, saya memahami bukan mudah mencari modal untuk buat orang ketawa setiap minggu. Mungkin ada sampai kena mental block, tak ada idea dan tak ada modal.


Ini bukan perkara mustahil. Untuk buat orang menangis memang senang tapi lebih sukar membuat orang ketawa. Sebab itu ada masa Sepahtu pun turun kedudukan kerana merapu entah apa-apa.


Ada juga cadangan agar akan datang MLM ini dibuat dua minggu sekali, agar memberikan lebih waktu untuk para peserta/pelawak menimba ilham dengan idea yang lebih mantap. Tapi itulah namanya bersaing siapa yang lebih mega dan terbaik.


Ramai yang menonton peringkat akhir Maharaja Lawak Mega Jumaat lepas memberikan pelbagai reaksi. Ada yang suka dengan keputusan yang menyaksikan kumpulan Sepahtu sebagai Juara MLM , Shiro tempat kedua dan kupulan baru, Boceytempat ketiga.


Seperti mana-mana pertandingan, tidak kurang juga yang kurang senang dengan kedudukan kerana calon kegemaran tidak mendapat tempat pertama. Begitulah, selalunya.


Namun, bagaimana berbeza pun pendapat dan pandangan, pada akhirnya masyarakatpenonton rancangan hiburan boleh terima setiap keputusan. Maksudnya tidaklah sampai nak baling kerusi atau baling botol ke pentas atau bertumbuk di belakang pentas atau di bilik solek, semata-mata kerana tidak puas hati.


Dalam bab ini, kita jauh lebih stabil emosi daripada penonton bolasepak, tak ada yang berkelahi sekalipun tak suka dengan juri atau tak suka dengan kemenangan Sepahtu. (Contoh).


Kerana kita ini kelompok yang bertamaddun, sudah semestinya apa yang disajikan juga haruslah seiring bahkan jauh lebih besar. Cerita dan isinya perlulah sejajar dengan kematangan penonton masakini. Maksudnya, orang yang masuk bersaing untuk melawak itu perlukan isi cerita yang mantap. Melawak pun harus ada ilmu.


Teknik dan cara mesti kena dan melawak pun mesti ada batas batas tertentu. Sebab itu apabila Nabil ‘mengenakan” Luna Maya, ramai orang tidak menyenanginya.


Malahan ia telah menjejaskan reputasi pelawak solo ini yang nampak macam ada gaya untuk berjaya dalam “stand-up comedy” seperti Harith Iskandar. Semuanya macam okay, sehinggalah beliau cuba kaitkan masa silam Luna Maya yang pada saya adalah satu cara yang bukan saja tidak manis, bahkan sangat tidak patut, tidak gentleman, apatah lagi yang dikenakan itu adalah seorang wanita.


Betul ia hanya lawak dan mungkin Nabil tidak berniat jahat, tapi ia telah dibuat dengan “bad taste” kata orang putih. Tak kena cara dan gaya.


Memang sindiran-sindiran begini adalah biasa dalam standup comedy terutama di Barat. Tetapi itu Barat yang jauh sekali berbeza dengan masyarakat kita yang penuh dengan adab dan kesopanan serta sikap saling hormat menghormati.


Kalau di Baratitu, berbogel atau separuh bogel pun sudah tak jadi apa. Tapi kita ini orang Malaysia dan lawak kita semestinya punya batas dan tidak mengguris hati orang lain.


Apatah lagi untuk membuat lawak tentang masa silam orang sedangkan hari ini orang itu sudah berubah, tentu sekali tidak kena. Dalam Islam pun, adalah tidak elok kita membuka aib orang, apatah lagi ianya benda yang sudah lama berlalu.


Ini bukan kerana saya membela Luna Maya, dan juga bukan kerana saya ini tidak suka Nabil kerana dalam satu rencana Nabil telah memberikan komen yang semua ini dilakukan oleh para haters beliau.


Lebih mengejutkan beliau hairan mengapa dibesar-besarkan isu beliau usik Luna Maya sedangkan artis kita sendiri lagi teruk dikutuk di Indonesia. Tidak tahulah sama ada itu komen sebenar Nabil, tapi yang jelas sebagai pelawak, bukan semua benda boleh jadi bahan. Kita ada akal, pandailah kita sendiri menapisnya.


Jadi, ia bukan soal Luna Maya atau mana-mana orang luar. Ini soal menghormati orang, apatah lagi wanita. Apakah kita suka jika kisah aib isteri atau ibu atau adik kita sendiri ditelanjangkan di khalayak ramai?


Sifirnya senang saja. Melawaklah macam mana sekalipun asal jangan aibkan orang lain. Ceritalah apa saja, tak perlulah sampai jatuhkan air muka orang. Melawak juga seperti seni lain dalam dunia hiburan – ia perlu ada imaginasi, kreativiti dan ilmu.


Sepatutnya Nabil hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesilapannya. Titik.


Tutup cerita. Kerana dalam dunia hiburan, itu adalah cara yang paling wajar dan lebih selamat. Tidak ada siapa yang tidak pernah buat silap, Jadi akuilah kesilapan dan buka lembaran baru.


Naik ke pentas dengan cerita baru – itu yang sepatutnya dilakukan bila Nabil naik pentas akhir malam itu. Dia seharusnya berbekal semangat baru dan mencabar diri untuk tebus kesilapan, dengan CERITA BARU. Bukan sambung cerita lama.


Tapi, sayangnya. Dia jadi emosional dengan melakukan perkara yang tak sepatutnya dilakukan, iaitu menyambung cerita lama dan mengait balik Luna Maya. Lalu ia menjadi seperti ucapan selamat tinggal seorang bekas penagih di depan madrasah kampungnya yang sebak dan penuh dramatik.


Maka jadilah malam itu sepertio dia tersalah pentas. Kalau dah cerita sebak dan sayu macam itu, macam mana penonton nak ketawa? Mana lawaknya?


Nabil sepatutnya, “move on” bukan “get carried away” dengan separuh menangis.


Ia telah membunuh mood penonton. Macam mana nak gelak kalau dah cerita sedih macam tu?


Saya harap apa yang ditulis ini tidak dianggap sebagai komen seorang pembenci,Tidak. Anggaplah ini sebagai komen ikhlas kerana Nabil seorang yang berbakat dan perlu lebih menghalusi lagi lawak jenakanya yang ada kalanya dianggap sedikit kesar.


Usah kecewa tapi bangkit dengan semangat yang teguh. Akui kesilapan dan kelemahan. Terima kritikan dengan lebih positif, bukan berburuk sangka dengan menganggap anda ramai pembenci. Sebaliknya, anggaplah ini sebagai satu titik permulaan untuk terus maju dalam dunia lawak.


Sindiran ke arah kebaikan bukan tidak boleh tapi mestilah kena cara dan gaya…alah Nabil, macam you selalu cakap tu, “Lu pikirlah sendiri!”-8/2/2014



IKLAN


Radioterapi Kimoterapi dah buat?Jom cuba ini pula!!.


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/10/mz5p58-ikut-jadi-mualaf-ibu-nina-meninggal-saat-belajar-shalat


Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Saturday, July 27, 2013

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.


Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.


Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar.


Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah bagian dari mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.


Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit.


Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.


Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat.


Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman—dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang.


Dengan memercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.


Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan “Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).


Pada puncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.


“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku segera!” perintah beliau.


Hudzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan dingin yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”


“Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa,” tutur Hudzaifah.


Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, “Hai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”


“Saya siap, ya Rasulullah,” jawab Hudzaifah. Hudzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam.


Ia berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah anggota pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.


“Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”


Mendengar ucapan Abu Sufyan, Hudzaifah segera memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku si Fulan, anak si Fulan.”


Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi.


Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”


Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat.


Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.


Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun. Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?” Jika mereka menjawab, “Ada,” Umar turut menyalatkannya.


Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik, “Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?”"Ada seorang,” jawab Hudzaifah.


“Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar. Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya.”


Walau demikian, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai.


Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Persia. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.


Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”


Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka.”Ia bertanya kembali, “Adakah kalian membawa kafan?”


Mereka menjawab, “Ada.” Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.”


Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”


Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.


 


 


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/240107


Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

Friday, May 3, 2013

Syariat Islam di Aceh omong kosong - Waspada

WASPADA ONLINE


LHOKSEUMAWE – Ustadz Awi Chengho (Chou Cin Wie) (45) dalam berdakwah patut diacungi jempol. Mualaf yang masuk Islam akhir tahun 2000 itu, melakukan perjalanan dakwah keliling Indonesia dengan menggunakan sepeda motor.

Namun sayang, harapannya ingin melihat Provinsi Aceh sebagai daerah syariat Islam, ternyata tidak berbeda dengan kota lainnya di Indonesia.


Mualaf keturunan Cina dari Medan, Sumatera Utara ini, tidak menyangka kalau Provinsi Aceh yang dikenal daerah Syariat Islam, ternyata hanya menggema sebatas nama saja. Sementara realisasi penegakkan Syariat Islam di Aceh tidak berjalan.


“Lihat aja di tempat keramaian dan rumah makan yang ada, tidak ada bedanya dengan di kota-kota lainnya di Indonesia. Jadi tidak nampak sama sekali daerah ini sebagai daerah penegakkan syariat Islam,” terang pria ini yang memiliki lima orang anak dalam kunjungannya di kota Lhokseumawe.


Suami Nur Baeti ini menyebutkan, seharusnya Aceh yang telah menerapkan Syariat Islam harus benar-benar menjalankan dan tidak hanya sebatas omongan semata. Sebab yang terlihat di lapangan tidak nampak sama sekali sebagai provinsi satu-satunya yang menjalankan syariat islam.


“Sama aja melihat tidak ada perbedaan sama sekali dengan daerah lain. Lihat saja sekarang ini contohnya,” terangnya kemarin, memperlihat salah satu rumah makan di kota Lhokseumawe, di mana para pengunjung yang duduk tidak ada pemisahan yang dilakukan antara muhrim dengan yang tidak muhrim.


Editor: SASTROY BANGUN

(dat06/jpnn)




Name *
URL
Code

  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/04/28/08254881/Caleg.Rangkap.Bukti.Manajemen.Partai.Amburadul.


Syariat Islam di Aceh omong kosong - Waspada

Wednesday, October 23, 2013

Fenomena baharu dasar luar Riyadh?

MEMBINGUNGKAN, mengejutkan dan tidak masuk akal adalah antara reaksi masyarakat diplomatik antarabangsa terhadap keputusan Riyadh menolak kerusi Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) yang dimenangi oleh Arab Saudi pada proses pemilihan yang dikatakan berlangsung agak sengit.


Mengejutkan kerana diplomat Arab Sausekian lama telah berusaha dengan begitu keras bagi mendapatkan sokongan negara PBB lain untuk mengundi pencalonan Riyadh kerana Majlis Keselamatan dianggap forum terpenting dalam arena politik antarabangsa. Malah sebagai salah satu langkah persediaan, Riyadh telah membentuk satu kumpulan khas yang terdiri daripada diplomat berpengalaman untuk melobi negara lain.


Terdapat lima kekosongan tempat sebagai ahli tidak tetap Majlis Keselamatan berikutan akan tamatnya keahlian Azerbaijan, Guatemala, Maghribi, Pakistan dan Togo pada 31 Disember 2013. Pada pemilihan terbaru Chad, Chile, Lithuania, Nigeria dan Arab Saudi terpilih untuk penggal selama dua tahun.


Di antara kelima-lima negara yang baharu dilantik, Arab Saudi dijangkakan memainkan peranan paling efektif kerana Riyadh mempunyai pengaruh yang agak kuat terhadap ahli tetap Majlis Keselamatan iaitu Amerika Syarikat (AS), Britain, Peranchis, Rusia dan China.


Lebih membingungkan lagi adalah keputusan Riyadh menempelak kerusi Majlis Keselamatan hanya selepas beberapa jam diumumkan secara rasmi oleh PBB adalah kerana tidak puas hati terhadap kaedah PBB menangani krisis Syria, Palestin dan kegagalan badan tersebut menwujudkan Timur Tengah sebagai kawasan bebas senjata pemusnah besar-besaran.


Sebab itulah terdapat diplomat antarabangsa meluahkan perasaan dengan menyatakan keputusan Riyadh tersebut tidak masuk akal kerana dengan berada dalam Majlis Keselamatan, ketiga-tiga isu tersebut boleh dibawa ke dalam agenda perbincangan.


Memang benar Riyadh kurang berpuas hati dengan status ahli tidak tetap kerana tidak mempunyai kuasa pembatal seperti mana lima ahli tetap. Tetapi setiap ahli tidak tetap berpeluang menjadi pengerusi badan tersebut kerana jawatan itu dilaksanakan secara bergilir. Pengerusi mempunyai tanggung-jawab yang agak besar kerana mampu mewarnai agenda perbincangan Majlis Keselamatan.


Tindakan Riyadh juga dianggap satu fenomena baru bagi pengamalan dasar luar Arab Saudi yang selama ini lebih bersifat di sebalik tabir dan tidak begitu menonjol jika hendak dibandingkan dengan negara Arab lain.


Langkah Riyadh dengan secara langsung ditafsirkan telah mengkritik secara terbuka terhadap organisasi Majlis Keselamatan dan ini dinilaikan sebagai bertentangan dengan pengamalan dasar luar berprofil rendah Arab Saudi.


Begitu juga dengan mengkritik krisis Syria, Riyadh sebenarnya tidak berpuas hati dengan Washington yang telah menjalin persefahaman dengan Moscow mengenai isu penggunaan senjata kimia yang dikatakan didalangi oleh tentera kerajaan Bashar al Assad. Bukan menjadi rahsia lagi Riyadh banyak membantu tentera pemberontak Syria untuk menjatuhkan kerajaan Bashar dan keengganan Washington meneruskan operasi ketenteraan telah membantut usaha menggulingkan Bashar.


Begitu juga dengan meluahkan rasa tidak puas hati terhadap proses perdamaian kemelut Palestin-Isreal sebenarnya juga mengkritik AS secara terbuka. Ini adalah kerana Washington mempunyai pengaruh terhadap Israel terutama sekali terhadap isu yang melibatkan pembangunan penempatan haram Yahudi di Tebing Barat.


Memang benar selama ini Riyadh sememangnya tidak berpuas hati dengan sikap Israel tetapi mengkritik secara terbuka sekutu kuatnya AS melalui tindakan drastik menempelak Majlis Keselamatan juga ditafsirkan sebagai fenomena baru pengamalan dasar luar Riyadh.


Kegagalan Majlis Keselamatan memperjuangkan isu kawasan bebas senjata pemusnah besar-besaran Timur Tengah yang menjadi salah satu sebab tindakan drastik Riyadh adalah berkaitan dengan pembangunan nuklear oleh Israel dan Iran.


Tanpa perlu berselindung Israel sememangnya mempunyai kemampuan senjata nuklear dan keadaan ini berlaku kerana perlindungan dan sokongan yang diberikan oleh AS kepada Tel Aviv. Sekali lagi walaupun isunya adalah Israel tetapi sebenarnya Riyadh menempelak Washington.


Tetapi paling menarik adalah mengapa isu senjata nuklear menjadi salah satu pencetus adalah bukan sangat kerana pemilikan senjata nuklear Israel tetapi disebabkan senario hubungan diplomatik Washington dan Teheran sudah mula menunjukkan tanda- tanda berbaik bermula dengan pelantikan Presiden Iran iaitu Hassan Rouhani. Riyadh mentafsirkan hubungan yang baik di antara Washington dan Teheran akan memulihkan ekonomi Iran yang dianggap seteru kepada Arab Saudi.


Tidak kira apa jua tuduhan masyarakat diplomatik antarabangsa terhadap tindakan Riyadh tersebut yang dikatakan merugikan negara Arab dan juga negara Islam lain, ia adalah satu fenomena baru dan tidak dijangka boleh berlaku kerana ia melibatkan secara langsung hubungan Riyadh-Washington.


Bibit-bibit rasa tidak puas hati Riyadh terhadap Washington mula kelihatan berlaku secara terbuka apabila Washington mengumumkan untuk mengenakan sekatan bantuan ketenteraan berjumlah AS$1.3 bilion yang diberikan kepada Mesir setiap tahun akibat peristiwa rampasan kuasa tentera terhadap kerajaan Mohammed Morsi beberapa bulan lepas.


Mungkin ada hikmahnya tindak-tanduk Riyadh menarik diri kerana tidak dinafikan struktur Majlis Keselamatan adalah begitu pincang sekali. Bayangkan dari 193 negara yang menganggotai PBB hanya lima negara ahli tetap Majlis Keselamatan yang mempunyai kuasa mutlak untuk mengadili dan menghukum negara lain sementara negara lain hanya memainkan peranan sisi sahaja. Semoga tindakan Riyadh dapat menyedarkan kuasa besar akan kepincangan tersebut.


PENULIS ialah Geostrategis Institut Geospatial dan Sekolah Perdana UTM.



Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Fenomena baharu dasar luar Riyadh?

Saturday, July 20, 2013

Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Nia Sjarifudin (tengah) terpanggil melakukan pembelaan terhadap kelompok minoritas.


Nia Sjarifudin mendampingi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi agama dengan pendekatan personal.


Beberapa menit setelah masjid milik Jemaat Ahmadiyah di Jati Bening, Bekasi, disegel oleh aparat Satpol Pamong Praja Kota Bekasi dan aparat kepolisian setempat, awal April 2013 lalu, sejumlah perempuan tua anggota Jemaat Ahmadiyah terlihat menangis sesenggukan.


Mereka akhirnya harus meninggalkan tempat ibadah miliknya, setelah aparat memaksakan penyegelan pada petang harinya, karena dianggap menyalahi aturan setempat.


Namun demikian, proses penyegelan itu tidak berjalan mudah, karena warga Ahmadiyah dan didukung para aktivis kemanusiaan, sejak pagi hari menolak dan melawannya.


Di antara orang-orang yang melakukan perlawanan terhadap upaya penyegelan masjid itu, ada seorang perempuan berkacamata dan berambut pendek.


Bersama pegiat lainnya dan pimpinan Ahmadiyah, dia saat itu terlibat pembicaraan serius dengan aparat kepolisian, mengajukan argumen dan alasan penolakan penyegelan itu.


Nia Sjarifudin (berkaca mata) mendampingi seorang warga Ahmadiyah di Bekasi yang masjidnya disegel oleh pemerintah kota itu, April 2013 lalu.


Dia terlihat pula memberi semangat kepada beberapa perempuan tua warga Ahmadiyah yang menangis dan terlihat syok, akibat penyegelan tempat ibadah mereka.


Nia Sjarifudin, nama perempuan itu, selama ini memang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan yang menaruh peduli terhadap nasib kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.


Seperti yang dilakukannya terhadap warga Ahmadiyah di Bekasi, Nia — begitu sapaan akrab perempuan kelahiran 1966 ini — juga melakukan pembelaan terhadap warga Islam Syiah di Sampang, warga Kristen di Bekasi dan Bogor yang dipersulit beribadat, serta para penganut kepercayaan yang tidak pernah diakui oleh negara.


“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini,” ungkap Nia Sjarifudin dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (28/06) lalu.



“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini.“



Hal ini dia utarakan saat saya tanyakan apa yang membuatnya melakukan pembelaan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.


Menurutnya, kepedulian terhadap nasib kelompok minoritas juga dilatari situasi saat ini yang disebutnya “banyak melahirkan kebijakan diskriminatif.”


“Karena itu, berdasarkan kesepakatan di antara teman-teman, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), kita prioritaskan memperjuangkan kelompok minoritas keagamaan dan keyakinan,” kata ibu dua anak ini, menjelaskan.


ANBTI didirikan pada 2006 lalu oleh orang-orang yang merasa prihatin (termasuk mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) atas persoalan intoleransi dan kasus-kasus diskriminasi terhadap kelompok minoritas.Sejak 2010 lalu, Nia Sjarifudin dipercaya sebagai sekjen ANBTI.


Keyakinan diri


Pemihakan Nia Sjarifudin terhadap kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, tentu saja, dapat membuatnya berhadap-hadapan langsung dengan kelompok atau orang-orang yang dianggap sebagai pelaku diskriminasi.


Di benak masyarakat awam, situasi seperti ini seolah-olah merupakan sesuatu yang tidak gampang dilakukan.


Dalam berbagai kesempatan, Nia dan aktivis kemanusiaan lainnya memang terlibat langsung dalam unjuk rasa menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, dan berhadapan dengan kelompok yang mendukung penyegelan.


Tetapi menurut Nia, kekhawatiran seperti itu bisa dia atasi. Alasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperjuangkan kelompok minoritas terhadap hak-haknya dilindungi oleh Konstitusi, UUD 1945.


“Ya, memang persoalan resistensi kelihatannya seperti itu ya, kalau bicara agama. Tapi kita tidak bicara soal agamanya, tapi bagaimana hak-hak konstitusinya banyak sekali dilanggar terhadap beberapa pemeluk agama, yang sebetulnya mereka sudah hidup dengan kita sejak awal jauh sebelum kemerdekaan,” jelas Nia.


Nia dan sejumlah aktivis menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, Jabar.


Dan lebih dari itu, menurutnya, “Keyakinan saya sendiri terhadap apa yang menjadi komitmen kebangsaan kita, saya rasa itu yang menguatkan saya,” kata Nia, dengan nada tegas.


Jadi, persoalan psikologi sudah Anda anggap selesai ya? Tanya saya.


“Ha-ha-ha… Saya rasa, manusiawi ya, kadang-kadang kita melihat ‘Waduh kita melawan sekelompok orang yang, mohon maaf, sering melakukan kekerasan, dan negara sering melakukan pembiaran’,” ungkap Nia, yang semasa kuliah, sudah aktif sebagai pencinta alam.


“Tapi, buat saya yang lebih menguatkan saya adalah bagaimana saya melihat saudara-saudara saya yang masih terdiskriminasi,” kali ini Nia berkata serius.



“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri.“



“Itu buat saya jauh lebih penting, ketimbang saya melihat sekelompok orang yang melakukan pelanggaran atau sering melakukan pelanggaran”.


Dia kemudian mencontohkan, aksi Jemaat Gereja Yasmin di Bogor yang berthana dan terus memperjuangkan hak-haknya atas gerejanya, walaupun “dicaci maki, menjadi korban kekerasan, bahkan secara fisik.”


“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri,” akunya.


Nia menambahkan, hal lain yang menguatkan dirinya adalah bahwa para korban sangat sadar dan memahami hak-hak Konstitusinya.


Pendekatan pribadi


Terjun sebagai aktivis kemanusiaan yang peduli terhadap kelompok agama minoritas, Nia dikenal melalui pendekatan kulturalnya.


Dia tidak segan-segan melakukan pendekatan pribadi saat mendampingi orang-orang dari kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, kata juru bicara masyarakat adat Sunda Wiwitan, Dewi Kanti.


Bersama organisasi yang dipimpinnya, ANBTI, Nia tampil untuk berbagi pengalaman di Sekolah Pluralisme Kewarganegaraan yang didirikan UGM Yogyakarta.


“Dia itu turun langsung dan secara pribadi agak berbeda dengan sifat yang dimiliki beberapa NGO yang hanya melihat hubungan sekedar organisasi,” kata Dewi.


Melalui pendekatan kulturalnya, imbuh Dewi, Nia sering melakukan pendekatan yang sangat personal dan humanis. “Dia merekatkan kekuatan yang hampir tercecer,” tambahnya.


“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri,” katanya lebih lanjut.


Nia Sjarifudin sendiri mengaku, dirinya sengaja melakukan pendekatan pribadi, karena pola hubungan seperti inilah yang dibutuhkan dalam mendampingi para korban diskriminasi, yaitu antara lain kepercayaan (trust).



“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri.“



“Mungkin karena sekian lama ya diskriminasi itu dialami (korban), mereka juga tidak bisa secara langsung, atau bercerita dengan orang yang tidak dikenal,” kata Nia. “Kan tadinya kita tidak kenal”.


Melalui pendekatan personal, Nia mengharapkan dapat mengetahui dan memahami persoalan mereka. “Buat saya, hal-hal seperti itu tidak bisa dengan pendekatan yang kaku,” tambah istri Bambang Joedopramono ini.


“Saya mesti merasa sejajar dengan mereka. Duduk bersama dan saya berusaha untuk menempatkan diri, mencoba merasakan empati dengan apa yang mereka rasakan”.


Pengalaman emosional


“Paling menyentuh buat saya adalah persoalan anak,” ungkap Nia, saat saya menanyakan pengalaman emosional seperti apa yang pernah dialaminya selama melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang menyebut dirinya sebagai korban diskriminasi.


Menurutnya, anak yang dilahirkan dari pasangan orang tua yang agama atau keyakinannya tidak diakui negara, membuat dirinya tersentuh secara emosional.



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat.“



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat,” ungkapnya.


“Bagaimana saya melihat seorang anak lahir tanpa dosa, tetapi karena orang tuanya menikah, dan agamanya dianggap tidak resmi oleh negara, kemudian pernikahannya tidak dicatatkan oleh negara, maka anak itu menjadi anak yang kalau ke ruang publik itu, anak yang bisa dikatakan anak yang lahir dari orang tua yang tidak menikah,” paparnya.


“Anak yang tidak berdosa, karena aturan negara, dia lahir menjadi — kalau dia dicap secara kasar di ruang publik — dianggap sebagai anak haram”.


Pengamalan menyedihkan seperti ini, lanjutnya, bakal berdampak pula pada masa depan anak itu.


“Itu membuat saya miris,” kata ibu dari Omar Rolihlahla Hakeem (14 tahun) dan Putri Malahayati Hangkalea Bourguiba (8 tahun) ini, dengan nada bergetar.


Sosok Gus Dur


Pada pekan ketiga Juni lalu, Nia Sjarifudin sibuk melakukan konsolidasi organisasi yang dipimpinnya, yaitu Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, ANBTI. Usai kunjungannya ke Aceh, barulah wawancara dengan dirinya bisa dilakukan.


“Kita memetakan persoalan di tingkat propinsi, misalnya kejadian atau kasus yang berpotensi terhadap keberagaman kita,” ungkap Nia, mengungkapkan salah-satu bentuk konsolidasi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya di seluruh Indonesia.


Selain melakukan advokasi langsung terhadap kasus-kasus diskrimnasi, Nia melalui organisasinya juga mengunjungi lokasi pengungsian warga Syiah di Sampang, Madura (sebelum dpindahkan ke Sidoarjo, Jatim).


Menurut NIa, mereka juga mendorong para korban kebijakan diskriminasi untuk menyatukan gerakan.


Nia mengunjungi warga Syiah di Sampang sebelum mereka diserang kelompok penentangnya.


“Kita banyak mendorong para korban untuk survival, untuk melakukan advokasi. Dan ini sudah jalan setelah terbentuk Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB),” ungkapnya.


Dalam wawancara, Nia Sjarifudin menjelaskan panjang lebar visi, tujuan serta organisasi ANBTI. Tetapi siapa yang paling menginspirasi atau mempengaruhi Anda sehingga Anda bisa seperti sekarang? Tanya saya.


“Buat saya, perjumpaan saya selalu dengan setiap korban (diskriminasi), menurut saya, itu terus menerus mempengaruhi saya,” akunya, seraya menambahkan bahwa peningkatan intolrenasi saat ini mendorognnya pula untuk lebih berjuang keras.


Nia kemudian beberapa nama, dan salah-satunya mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang disebutnya sebagai inspirator dirinya.


“Setiap orang berpikir: kalau ada apa-apa, ke Gus Dur dulu, kalau ada apa-apa ke Gus Dur, baik itu orang Kristen, orang penghayat, dan lain-lain. Buat saya itu menjadi patokan,” katanya.



“Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting.“



Pihak lain yang ikut mempengaruhi sikapnya dalam bertoleransi adalah kedua orang tuanya, melalui landasan agama yang ditanamkan sejak dirinya kanak-kanak.


“Misalnya Islam itu universal, buat saya itu sebuah pegangan. Islam itu Rahmatan lil alamin. Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting,” ungkapnya.


“Dan buat saya, dukungan paling besar itu terutama dari pasangan hidup saya, suami saya, itu dia yang banyak sekali memberi support kepada saya,” katanya, menyebut suaminya yang bernama Bambang Joedopramono.


Menurutnya, suaminya mendukung sepenuhnya aktivitasnya sosialnya saat ini.


Seperti Nia, sang suami juga aktivis di masa kuliah. “Kami menikah tahun 1998, setelah Suharto turun dari kekuasaan,” kata Nia, yang memiliki hobi berjalan-jalan ke pasar tradisional, setiap mengunjungi setiap daerah di berbagai pelosok Indonesia.


Mempengaruhi kebijakan


Pada akhir wawancara, saya bertanya kepada Nia Sjarifudin: “jika bisa mengulang waktu, apa yang ingin dia lakukan.”


Nia Sjarifudin dalam aksi di depan Istana Merdeka, menentang kebijakan diskrimitaif terhadap kelompok minoritas.


“Saya merasa terlambat sadar bahwa saya seharusnya dulu berani mengambil jalur sebagai pengambil kebijakan. Itu yang selalu saya pikirkan sampai sekarang…ha-ha-ha…”


Nia kemudian mengisahkan pengalamannya sebagai aktivis sejak tahun 80-an, yang lebih memilih sebagai aktivis ‘parlemen jalanan’.


“Saya memikirkan, dengan kondisi parlemen sekarang, mestinya orang-orang seperti saya dulu itu masuk ke dalam, setidaknya setelah reformasi,” kata Nia yang dulu pernah aktif di organisasi Komite Independen Pemantau Pemilu, KIPP, yang mengkritisi pelaksanaan pemilu pada periode akhir Rezim Orde Baru.



“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang.“



“Seharusnya saya berani masuk ke dunia politik praktis. Kalau saya bisa mengulang ya. Kalau sekarang kayaknya terlambat,” katanya, kemudian disusul tawanya. “Karena sebenarnya di situ banyak sekali persoalan yang sekarang itu muncul, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat di dalam”.


“Paling tidak,” lanjutnya,”dengan pengalaman (kita melakukan) advokasi masyarakat, bisa menjadi satu pengalaman kita untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak meminggirkan siapapun.”


“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang,” akunya sekaligus menutup wawancara.


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=3479


Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Sunday, January 13, 2013

Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Leon Agusta

Tak ada yang baru di bawah langit. Begitu sering kita dengar banyak orang mengatakan. Namun, selalu ada cara pandang yang baru tentang apa atau bagaimana adanya sesuatu di bawah langit. Selalu pula ada cara pendekatan baru terhadap sesuatu yang sudah berlalu—terhadap sesuatu—misalnya karya dari masa silam. Dari segala sesuatu yang ada sebagian elemen sudah dieksplorasi, tetapi ini tidak berarti bahwa tidak mungkin ada elemen lain yang dapat dieksplorasi.

Setiap generasi baru dalam seni selalu melihat atau menyiasati apa yang sudah dilakukan oleh seniman generasi sebelumnya dengan cara pandang yang berbeda. Perbedaan konteks dan pengalaman akan melahirkan berbagai pertanyaan baru dengan fokus pada elemen-elemen tertentu. Semuanya ini mendorong mereka untuk melahirkan sesuatu yang baru di luar paradigma dan wacana lama. Hasilnya, adakalanya melahirkan paradigma baru yang pada gilirannya akan menghasilkan karya yang baru pula.

Dari eksplorasi semacam ini, lahirlah karya Denny JA, Atas Nama Cinta, yang disebutnya sebagai puisi-esai. Lalu, dari sebutan puisi-esai muncul pertanyaan: bagaimana mendefinisikan esai untuk membedakannya dengan puisi? Apakah perbedaannya terletak pada isi, bentuk, persepsi, atau perspektif? Kemudian muncul sebuah pertanyaan lagi: apakah puisi dapat berfungsi sebagai pemicu pemikiran rasional untuk menggerakkan lahirnya sebuah puisi-esai?

Jurnalisme dan statistik serta analisis mampu menghadirkan fakta atau kenyataan dari suatu situasi dan kondisi suatu kehidupan masyarakat di suatu waktu dan tempat tertentu. Hal ini tecermin pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai esai. Adapun estetika memiliki potensi untuk mengungkapkan sensitivitas kemanusiaan, kedalaman perasaan, intuisi, dan imajinasi sehingga menghadirkan kesan mendalam terhadap pembaca bagaimana wajah nasib dan penderitaan manusia ke dalam rasionalitas melalui empati pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai puisi. Jadi, apakah mungkin puisi-esai dapat mengantarkan pembaca pada penghayatan dengan warna perasaan yang kaya nuansa?

Dalam konteks di atas, puisi esai Denny JA berakar pada realitas masyarakat berupa kejadian dan peristiwa dalam berbagai kategori analisis dengan fokus tunggal pada problematik diskriminasi di Indonesia. Sejak awal, bentuk, konteks, dan isi karya Denny JA adalah esai dalam format puisi.

Bukan baru 

Sebenarnya, dalam sejarah sastra Indonesia, upaya mempertemukan atau menggabungkan bentuk-bentuk tulisan yang berbeda dalam satu karya bukan sesuatu yang baru. Dalam hal ini mungkin sebaiknya ada sedikit perbandingan dengan karya Rendra. ”Si Burung Merak” ini menulis puisinya, seperti diakuinya sendiri, dalam bahasa pamflet. Ini dilakukannya untuk merespons kenyataan sosial politik pada waktu itu. Ungkapan-ungkapannya lugas, sama sekali tidak rumit. Begitu mendengar, maksudnya langsung bisa ditangkap. Pesan politiknya tampak lebih diutamakan ketimbang estetika puisi.

Denny menggali sumber kekuatan estetik jauh lebih dalam pada buku puisi-esainya Atas Nama Cinta yang merupakan gugatan terhadap isu sosial dalam bingkai diskriminasi. Dalam konteks ini, kekuatan estetika dalam narasi akan merupakan jembatan emas untuk menyampaikan pengalaman emosional, sedangkan catatan kaki memperkuatnya dengan pengalaman intelektual. Dengan demikian, ditemukan satu titik temu untuk mencapai keseimbangan antara penghayatan dan pengertian.

Dalam hal ini, pendekatan puisi-esai Denny, yang merupakan upaya menyatukan pengalaman emosional dan rasional dalam sebuah karya, mungkin bisa dikatakan lebih dekat dengan teknik penyair Toeti Heraty dalam Calon Arang (Yayasan Obor Indonesia Tahun 2000).

Seperti yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dalam pengantar buku ini, yang disebut karya ”prosa lirik” oleh penulisnya sendiri, tak pelak lagi, ini adalah karya seorang pejuang feminisme. Di awal pengantarnya Seno menulis, ”…setidaknya terdapat dua jalan menuju buku ini. Jalan pertama adalah tradisi Calon Arang. Jalan kedua, tentu kedudukan perempuan dalam puisipuisi Toeti Heraty.”

Jadi, prosa lirik Calon Arang karya Toeti Heraty dapat dimasuki melalui pintu dunia kepenyairan Toeti Heraty sendiri yang sikap dan pandangannya sudah diungkapkan, misalnya pada kumpulan puisi Sajak-Sajak 33 and Mimpi dan Pretensi.

Dalam buku Calon Arang, Toeti Heraty tidak memakai catatan kaki dalam memunculkan unsur rasional untuk mengimbangi narasi emosional. Dia lebih memilih mengarahkan kesadaran pembaca melalui anak judul ”Kisah Perempuan Korban Patriarki” dan mendedikasikan karyanya kepada ”setiap perempuan yang meredam kemarahan”. Dengan demikian Toeti Heraty menerapkan bingkai yang kuat dan ketat untuk menjaga agar fokus pembacaan sesuai dengan teks.

Dalam buku Atas Nama Cinta, Denny JA juga memberi petunjuk mengenai isi intelektualnya dengan anak judul ”Sebuah Puisi Esai: Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta yang Menggetarkan Hati”. Dengan demikian, isu sentral yang diajukan melalui lima kisah cinta pada buku ini disampaikan sekaligus dengan kriteria puisi esai.

Pemahaman tentang pendekatan dan alasan seorang penyair menulis puisi pamflet, puisi esai, prosa lirik, atau apa pun namanya, memang diperlukan. Pemahaman tentang keanekaragaman alasan para penyair dalam menulis puisi dapat membantu kita dalam upaya memahami keberagaman karya yang dihasilkan para penyair dari masa ke masa. Dengan ini, jika ada perbincangan, kita akan berada dalam jalur yang mengasyikkan. Konteks zamannya terjaga. Begitu pula dengan otentisitas masing-masing penyair.

Jika terjadi pencampuradukan dalam membandingkan, misalnya karena mengabaikan konteks zamannya atau otentisitas seorang penyair tak diindahkan, perbincangan takkan mengasyikkan lagi.

Penamaan puisi-esai, menurut Denny JA, adalah karena kebutuhan ekspresi kisah-kisahnya. Wujudnya adalah puisi dengan cita rasa esai, esai tentang isu sosial yang diungkapkan secara puitis.

Cita rasa 

Untuk lebih mengesankan cita rasa esai, Denny JA juga secara sadar membutuhkan pencantuman catatan kaki, di antaranya ada yang sangat mengejutkan. Misalnya, catatan kaki (4) halaman 164 mengenai ”Tafsir Baru atas Nikah Beda Agama” tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dan beberapa sahabat dengan perempuan yang bukan panganut agama Islam (http//icrp-online.org/o82008/post-17.htmi). Ada banyak informasi ataupun pengetahuan berharga dari catatan kaki yang dapat mengantarkan pembaca pada pemahaman lebih mendalam tentang puisi esai. Catatan kaki ini berperan bagaikan paru-paru bagi kisah-kisah yang disajikan sehingga puisi esai hidup dan bernapas bukan hanya sebatas lingkungan masyarakat sastra, melainkan menerobos ke tengah masyarakat luas.

Semua topik yang disajikan Atas Nama Cinta jelas sekali lebih merupakan bahan baku untuk penulisan esai, yakni isu-isu sosial yang relevan dan aktual. Denny JA ingin menyajikannya dalam format sebuah esai yang lazim untuk mengisi otak. Dia juga memiliki dorongan kuat untuk memanfaatkan estetika bahasa yang mampu membuat pembacanya masuk ke dunia nyata melalui penghayatan seni.

Dengan demikian, Denny JA mempunyai pengalaman dan pandangan yang khas terhadap kehidupan sosial, terutama sastra. Mungkin ia merasa terhina jika dikatakan menjadi sekadar peniru atau seorang murid penurut terhadap fatwa-fatwa para guru. Penulis yakin, Denny JA sama sekali tidak merasa terlalu penting untuk dibandingkan kehadirannya dengan para penyair terdahulu.

Dengan puisi esai yang disajikannya, Denny JA sudah membuka jendela baru bagi masyarakat sastra Indonesia untuk melihat kenyataan sejarah peradaban dengan cara yang baru pula, kemudian mengungkapkannya dengan pendekatan yang juga baru. Masalah kemanusiaan dan ketidakadilan membelenggu masyarakat kita di mana-mana. Kreativitas seni berupaya membebaskan belenggu itu dengan memberikan pencerahan kesadaran terhadap kompleksitas kondisi zamannya. Di sinilah peranan puisi esai yang dilahirkan Denny JA.

Dalam konteks ini, tampaknya Maman S Mahayana (MSM) tidak terkesan dengan kehadiran puisi esai Atas Nama Cinta.

Kritik MSM dalam artikel ”Posisi Puisi, Posisi Esai” (Kompas, Minggu, 30 Desember 2012, halaman 20) ada satu pertanyaan menarik seputar perbincangan puisi esai Denny JA: ”Lalu bagaimana dengan catatan Ignas Kleden, Sapardi Djoko Damono dan Sutardji Calzoum Bachri dalam antologi itu? Apakah itu sebagai stempel legitimasi tentang konsep puisi esai?”

Pertanyaan ini langsung dijawabnya sendiri berupa kesimpulan dengan nada yang terkesan merendahkan: ”Catatan mereka adalah bentuk apresiasi yang tentu saja berbeda dengan legitimasi”.

Penulis jadi bertanya-tanya: apakah kehadiran puisi esai harus dilegitimasi? Apakah puisi esai mengganggu dunia kelangenan para penyair yang secara kultural harus memelihara tatanan, hierarki, ketertiban, dan kepatuhan?

Sekarang pertanyaan yang perlu ditambahkan adalah: legitimasi dari siapa? Siapa sesungguhnya yang berhak memberikan ”stempel legitimasi” terhadap konsep puisi esai atau konsep puisi penyair mana pun? Dari mana seseorang mendapatkan hak sedemikian? Apakah Denny JA memerlukan legitimasi seperti yang dipahamkan MSM? Sejauh pengenalan saya tentang cara berpikir dan sepak terjang Denny JA dalam dunia perpuisian yang dibangunnya, cara berpikir, pertanyaan, dan kesimpulan MSM sepertinya sudah jauh ketinggalan zaman.

Pertanyaan dan kesimpulan MSM itu membuat penulis terkenang pada satu komentar penyair yang menetap di Padang, Rusli Marzuki Saria (75), dalam satu perbincangan santai di sela-sela Pertemuan Sastrawan Indonesia 2012 di Makassar, akhir November lalu. Ia mensinyalir adanya ”budaya feodalisme yang menguasai dunia sastra kita”.

Leon Agusta Penyair Tinggal di Jakarta






Article source: http://beritasore.com/2013/01/11/bi-terbaik-dalam-promosikan-keuangan-syariah/


Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Thursday, July 18, 2013

Nia memperjuangkan kelompok minoritas

Nia Sjarifudin mendampingi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi agama dengan pendekatan personal.


Beberapa menit setelah masjid milik Jemaat Ahmadiyah di Jati Bening, Bekasi, disegel oleh aparat Satpol Pamong Praja Kota Bekasi dan aparat kepolisian setempat, awal April 2013 lalu, sejumlah perempuan tua anggota Jemaat Ahmadiyah terlihat menangis sesenggukan.



Mereka akhirnya harus meninggalkan tempat ibadah miliknya, setelah aparat memaksakan penyegelan pada petang harinya, karena dianggap menyalahi aturan setempat.



Namun demikian, proses penyegelan itu tidak berjalan mudah, karena warga Ahmadiyah dan didukung para aktivis kemanusiaan, sejak pagi hari menolak dan melawannya.



Di antara orang-orang yang melakukan perlawanan terhadap upaya penyegelan masjid itu, ada seorang perempuan berkacamata dan berambut pendek.



Bersama pegiat lainnya dan pimpinan Ahmadiyah, dia saat itu terlibat pembicaraan serius dengan aparat kepolisian, mengajukan argumen dan alasan penolakan penyegelan itu.



Nia Sjarifudin (berkaca mata) mendampingi seorang warga Ahmadiyah di Bekasi yang masjidnya disegel oleh pemerintah kota itu, April 2013 lalu.


Dia terlihat pula memberi semangat kepada beberapa perempuan tua warga Ahmadiyah yang menangis dan terlihat syok, akibat penyegelan tempat ibadah mereka.



Nia Sjarifudin, nama perempuan itu, selama ini memang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan yang menaruh peduli terhadap nasib kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.



Seperti yang dilakukannya terhadap warga Ahmadiyah di Bekasi, Nia — begitu sapaan akrab perempuan kelahiran 1966 ini — juga melakukan pembelaan terhadap warga Islam Syiah di Sampang, warga Kristen di Bekasi dan Bogor yang dipersulit beribadat, serta para penganut kepercayaan yang tidak pernah diakui oleh negara.



“Belum banyak gerakan masyarakat sipil, atau kepedulian kita terhadap isu kelompok minoritas. Masih sedikit sekali yang punya concern terhadap isu kelompok minoritas ini,” ungkap Nia Sjarifudin dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (28/06) lalu.



Hal ini dia utarakan saat saya tanyakan apa yang membuatnya melakukan pembelaan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.



Menurutnya, kepedulian terhadap nasib kelompok minoritas juga dilatari situasi saat ini yang disebutnya “banyak melahirkan kebijakan diskriminatif.”



“Karena itu, berdasarkan kesepakatan di antara teman-teman, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), kita prioritaskan memperjuangkan kelompok minoritas keagamaan dan keyakinan,” kata ibu dua anak ini, menjelaskan.



ANBTI didirikan pada 2006 lalu oleh orang-orang yang merasa prihatin (termasuk mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) atas persoalan intoleransi dan kasus-kasus diskriminasi terhadap kelompok minoritas.Sejak 2010 lalu, Nia Sjarifudin dipercaya sebagai sekjen ANBTI.



Keyakinan diri


Pemihakan Nia Sjarifudin terhadap kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, tentu saja, dapat membuatnya berhadap-hadapan langsung dengan kelompok atau orang-orang yang dianggap sebagai pelaku diskriminasi.


Di benak masyarakat awam, situasi seperti ini seolah-olah merupakan sesuatu yang tidak gampang dilakukan.



Dalam berbagai kesempatan, Nia dan aktivis kemanusiaan lainnya memang terlibat langsung dalam unjuk rasa menolak penyegelan Gereja Yasmin di Bogor, dan berhadapan dengan kelompok yang mendukung penyegelan.



Tetapi menurut Nia, kekhawatiran seperti itu bisa dia atasi. Alasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperjuangkan kelompok minoritas terhadap hak-haknya dilindungi oleh Konstitusi, UUD 1945.



“Ya, memang persoalan resistensi kelihatannya seperti itu ya, kalau bicara agama. Tapi kita tidak bicara soal agamanya, tapi bagaimana hak-hak konstitusinya banyak sekali dilanggar terhadap beberapa pemeluk agama, yang sebetulnya mereka sudah hidup dengan kita sejak awal jauh sebelum kemerdekaan,” jelas Nia.



Dan lebih dari itu, menurutnya, “Keyakinan saya sendiri terhadap apa yang menjadi komitmen kebangsaan kita, saya rasa itu yang menguatkan saya,” kata Nia, dengan nada tegas.



Jadi, persoalan psikologi sudah Anda anggap selesai ya? Tanya saya.



“Ha-ha-ha… Saya rasa, manusiawi ya, kadang-kadang kita melihat Waduh kita melawan sekelompok orang yang, mohon maaf, sering melakukan kekerasan, dan negara sering melakukan pembiaran,” ungkap Nia, yang semasa kuliah, sudah aktif sebagai pencinta alam.



“Tapi, buat saya yang lebih menguatkan saya adalah bagaimana saya melihat saudara-saudara saya yang masih terdiskriminasi,” kali ini Nia berkata serius.



“Itu buat saya jauh lebih penting, ketimbang saya melihat sekelompok orang yang melakukan pelanggaran atau sering melakukan pelanggaran”.



Dia kemudian mencontohkan, aksi Jemaat Gereja Yasmin di Bogor yang berthana dan terus memperjuangkan hak-haknya atas gerejanya, walaupun “dicaci maki, menjadi korban kekerasan, bahkan secara fisik.”



“Mereka kuat tetap bertahan, justru disitu yang sering menguatkan saya sendiri,” akunya.



Nia menambahkan, hal lain yang menguatkan dirinya adalah bahwa para korban sangat sadar dan memahami hak-hak Konstitusinya.



Pendekatan pribadi


Terjun sebagai aktivis kemanusiaan yang peduli terhadap kelompok agama minoritas, Nia dikenal melalui pendekatan kulturalnya.


Dia tidak segan-segan melakukan pendekatan pribadi saat mendampingi orang-orang dari kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi, kata juru bicara masyarakat adat Sunda Wiwitan, Dewi Kanti.



Bersama organisasi yang dipimpinnya, ANBTI, Nia tampil untuk berbagi pengalaman di Sekolah Pluralisme Kewarganegaraan yang didirikan UGM Yogyakarta.


“Dia itu turun langsung dan secara pribadi agak berbeda dengan sifat yang dimiliki beberapa NGO yang hanya melihat hubungan sekedar organisasi,” kata Dewi.



Melalui pendekatan kulturalnya, imbuh Dewi, Nia sering melakukan pendekatan yang sangat personal dan humanis. “Dia merekatkan kekuatan yang hampir tercecer,” tambahnya.



“Sekarang butuh orang-orang seperti Nia, yang bisa menembus batas, sekat perbedaan dan ego lembaga itu sendiri,” katanya lebih lanjut.



Nia Sjarifudin sendiri mengaku, dirinya sengaja melakukan pendekatan pribadi, karena pola hubungan seperti inilah yang dibutuhkan dalam mendampingi para korban diskriminasi, yaitu antara lain kepercayaan (trust).



“Mungkin karena sekian lama ya diskriminasi itu dialami (korban), mereka juga tidak bisa secara langsung, atau bercerita dengan orang yang tidak dikenal,” kata Nia. “Kan tadinya kita tidak kenal”.



Melalui pendekatan personal, Nia mengharapkan dapat mengetahui dan memahami persoalan mereka. “Buat saya, hal-hal seperti itu tidak bisa dengan pendekatan yang kaku,” tambah istri Bambang Joedopramono ini.



“Saya mesti merasa sejajar dengan mereka. Duduk bersama dan saya berusaha untuk menempatkan diri, mencoba merasakan empati dengan apa yang mereka rasakan”.



Pengalaman emosional


“Paling menyentuh buat saya adalah persoalan anak,” ungkap Nia, saat saya menanyakan pengalaman emosional seperti apa yang pernah dialaminya selama melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang menyebut dirinya sebagai korban diskriminasi.


Menurutnya, anak yang dilahirkan dari pasangan orang tua yang agama atau keyakinannya tidak diakui negara, membuat dirinya tersentuh secara emosional.



“Saya baru bisa memahami, seorang anak lahir dari orang tua yang menikah secara cinta dan direstui keluarga, tetapi negara masih memberikan suatu bentuk diskriminasi dalam aturan terhadap kaum penghayat,” ungkapnya.



“Bagaimana saya melihat seorang anak lahir tanpa dosa, tetapi karena orang tuanya menikah, dan agamanya dianggap tidak resmi oleh negara, kemudian pernikahannya tidak dicatatkan oleh negara, maka anak itu menjadi anak yang kalau ke ruang publik itu, anak yang bisa dikatakan anak yang lahir dari orang tua yang tidak menikah,” paparnya.



“Anak yang tidak berdosa, karena aturan negara, dia lahir menjadi — kalau dia dicap secara kasar di ruang publik — dianggap sebagai anak haram”.



Pengamalan menyedihkan seperti ini, lanjutnya, bakal berdampak pula pada masa depan anak itu.



“Itu membuat saya miris,” kata ibu dari Omar Rolihlahla Hakeem (14 tahun) dan Putri Malahayati Hangkalea Bourguiba (8 tahun) ini, dengan nada bergetar.



Sosok Gus Dur


Pada pekan ketiga Juni lalu, Nia Sjarifudin sibuk melakukan konsolidasi organisasi yang dipimpinnya, yaitu Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, ANBTI. Usai kunjungannya ke Aceh, barulah wawancara dengan dirinya bisa dilakukan.


“Kita memetakan persoalan di tingkat propinsi, misalnya kejadian atau kasus yang berpotensi terhadap keberagaman kita,” ungkap Nia, mengungkapkan salah-satu bentuk konsolidasi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya di seluruh Indonesia.



Selain melakukan advokasi langsung terhadap kasus-kasus diskrimnasi, Nia melalui organisasinya juga mengunjungi lokasi pengungsian warga Syiah di Sampang, Madura (sebelum dpindahkan ke Sidoarjo, Jatim).



Menurut NIa, mereka juga mendorong para korban kebijakan diskriminasi untuk menyatukan gerakan.



“Kita banyak mendorong para korban untuk survival, untuk melakukan advokasi. Dan ini sudah jalan setelah terbentuk Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB),” ungkapnya.



Dalam wawancara, Nia Sjarifudin menjelaskan panjang lebar visi, tujuan serta organisasi ANBTI. Tetapi siapa yang paling menginspirasi atau mempengaruhi Anda sehingga Anda bisa seperti sekarang? Tanya saya.



“Buat saya, perjumpaan saya selalu dengan setiap korban (diskriminasi), menurut saya, itu terus menerus mempengaruhi saya,” akunya, seraya menambahkan bahwa peningkatan intolrenasi saat ini mendorognnya pula untuk lebih berjuang keras.



Nia kemudian beberapa nama, dan salah-satunya mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang disebutnya sebagai inspirator dirinya.



“Setiap orang berpikir: kalau ada apa-apa, ke Gus Dur dulu, kalau ada apa-apa ke Gus Dur, baik itu orang Kristen, orang penghayat, dan lain-lain. Buat saya itu menjadi patokan,” katanya.



Pihak lain yang ikut mempengaruhi sikapnya dalam bertoleransi adalah kedua orang tuanya, melalui landasan agama yang ditanamkan sejak dirinya kanak-kanak.



“Misalnya Islam itu universal, buat saya itu sebuah pegangan. Islam itu Rahmatan lil alamin. Saya merasa sebagai individu Muslim, saya merasa bahwa apapun yang saya lakukan, itu menjadi rahmat buat semuanya. Itu pegangan paling penting,” ungkapnya.



“Dan buat saya, dukungan paling besar itu terutama dari pasangan hidup saya, suami saya, itu dia yang banyak sekali memberi support kepada saya,” katanya, menyebut suaminya yang bernama Bambang Joedopramono.



Menurutnya, suaminya mendukung sepenuhnya aktivitasnya sosialnya saat ini.



Seperti Nia, sang suami juga aktivis di masa kuliah. “Kami menikah tahun 1998, setelah Suharto turun dari kekuasaan,” kata Nia, yang memiliki hobi berjalan-jalan ke pasar tradisional, setiap mengunjungi setiap daerah di berbagai pelosok Indonesia.



Mempengaruhi kebijakan


Pada akhir wawancara, saya bertanya kepada Nia Sjarifudin: “jika bisa mengulang waktu, apa yang ingin dia lakukan.”


Nia Sjarifudin dalam aksi di depan Istana Merdeka, menentang kebijakan diskrimitaif terhadap kelompok minoritas.


“Saya merasa terlambat sadar bahwa saya seharusnya dulu berani mengambil jalur sebagai pengambil kebijakan. Itu yang selalu saya pikirkan sampai sekarang…ha-ha-ha…”



Nia kemudian mengisahkan pengalamannya sebagai aktivis sejak tahun 80-an, yang lebih memilih sebagai aktivis parlemen jalanan.



“Saya memikirkan, dengan kondisi parlemen sekarang, mestinya orang-orang seperti saya dulu itu masuk ke dalam, setidaknya setelah reformasi,” kata Nia yang dulu pernah aktif di organisasi Komite Independen Pemantau Pemilu, KIPP, yang mengkritisi pelaksanaan pemilu pada periode akhir Rezim Orde Baru.



“Seharusnya saya berani masuk ke dunia politik praktis. Kalau saya bisa mengulang ya. Kalau sekarang kayaknya terlambat,” katanya, kemudian disusul tawanya. “Karena sebenarnya di situ banyak sekali persoalan yang sekarang itu muncul, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat di dalam”.



“Paling tidak,” lanjutnya,”dengan pengalaman (kita melakukan) advokasi masyarakat, bisa menjadi satu pengalaman kita untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak meminggirkan siapapun.”



“Tapi, saya memang memikirkan bagaimana saya bertahan dengan idealisme saya di dalam (dunia politik praktis) dengan situasi sekarang,” akunya sekaligus menutup wawancara.


(bbc/bbc)





Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:


BBC





Lapsus


Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Nia memperjuangkan kelompok minoritas