Showing posts sorted by relevance for query berbentuk. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query berbentuk. Sort by date Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Mohammad Akbar


Deretan pohon kurma dan palem menghiasi tampilan Masjid Baitul Ihsan. Sebuah keindahan yang asri tersaji di halaman depan masjid yang berada di lingkungan kompleks PLN Gandul, Depok. Dari luar, pesona masjid yang berdiri di atas hamparan sekitar 1.000 meter persegi ini telah terlihat.


Bangunan utamanya berbentuk kotak. Luas bangunan masjid ini sekitar 800 meter persegi. Tetapi, sebagai ornamen penghiasnya dihadirkan bentuk lengkung an yang lebih mencerminkan adopsi gaya arsitektural bangunan Islam di Kordoba, Spanyol.


Secara umum, masjid ini memiliki empat kubah. Kubah utama berukuran diameter sekitar 20 meter. Letaknya ber ada di bagian tengah bangunan. Pada bagian kubah utama ini, terlihat ku bah kecil yang ditumpukkan pada bagian atas dengan lambang bulan sabit di bagian ujungnya. Tampilan kubah kecil yang menumpuk ini pada dasarnya hanya sebagai bentuk hiasan saja bagi kubah utama.


Selain kubah utama, terdapat pula dua kubah yang berukuran lebih kecil. Posisi kubah tersebut tepat berada di atas menara. Sedangkan, satu kubah lainnya berada di bagian mihrab. Sayang nya, untuk kubah yang terakhir ini tidak begitu jelas terlihat jika kita berada di sisi halaman muka masjid.


Lengkung-lengkungan
Dua menara menghiasi bagian mu ka masjid. Adopsi desain menara ini lebih menyerupai tampilan fasad di Masjid Raya Bogor. Tampilannya mengadopsi desain hypostyle atau Arabplan. Gaya ini menjadi salah satu keagungan seni arsitektur Islam yang pernah tumbuh pada masa Abbasiyah dan Umayyah.


Bagian menara ini menyatu dengan bagian inti masjid. Bagian dasar menaranya berbentuk kotak. Dengan posisinya yang menyatu dan berbentuk kotak itulah yang memberikan ke san gagah bagi tampilan fasad mas jid. Sedangkan, untuk bagian selasar masjid, dihiasi oleh atap yang melengkung. Lengkunganlengkungan itu menghiasi setiap ruas antartiang. Tampilan lengkungan semacam ini juga banyak terlihat pada bangunan bergaya hypostyle.


Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan, menceritakan tampilan yang ada sekarang ini sebenarnya merupakan hasil renovasi. Dulu, masjid ini berbentuk persegi enam dengan bentuknya yang sederhana.


Lantas merujuk pada prasasti yang tertempel di dinding masjid, renovasi masjid ini peresmiannya ditandatangani oleh Eddie Widiono, direktur Utama PT PLN, 17 November 2006. “Tampilan bergaya Eropa yang muncul sekarang ini lebih ditujukan pada kepentingan artistiknya saja, tak banyak makna yang disimpannya,” kata dia saat berbincang kepada Republika.


Lalu, ketika melihat ke bagian interior, sentuhan seni tak terlalu begitu menonjol. Bentuk melengkung justru lebih menonjol pada bagian jendela. Dengan menggunakan material kayu, kusen dan jendela masjid yang dipilih berbentuk melengkung. Bentuk tersebut terlihat serasi dengan tempias yang juga membentuk tampilan melengkung.


Sedangkan, pada bagian mihrab yang lebih ditonjolkan adalah hiasan dari bahan granit. Setiap sisi dari hamparan granit itu dibuat dengan sisi miring 45 derajat. Hiasan semacam ini juga selaras dengan kacakaca jendela masjid yang dibuat dengan teknik kaca bevel.


Di bagian atas mihrab terdapat sebuah bulatan yang memancar sinar. Di dalam bulatan itu tertulis kalimat Allah dalam bahasa Arab. Sedangkan, cahaya yang muncul itu tak lepas dari pilihan kaca patri yang dipakai. Sebagaimana fungsi dari kaca patri maka cahaya yang masuk tidak langsung menyeluruh, sehingga membuat suasana di dalam menjadi panas. Cahaya yang melewati kaca patri ini menjadi me mendar se hingga mem berikan efek luas bagi cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Inilah yang tersaji pada bagian interior masjid.


Mengutamakan pemanfaatan
Pada bagian mihrab ter dapat pula bentuk ce kungan atau ceruk. Di bagian ceruk inilah terdapat lubang. Di bagian atasnya menjadi tempat kubah. Di bagian ini tak terlalu banyak dihadirkan ornamenornamen yang mendetail.


Sementara, pada bagian bawah kubah utama juga demikian. Tampilan yang tersaji hanya dominasi sebaran cat berwarna putih tanpa diberikan hiasan yang menambah nilai estetika. Permainan seni kaligrafi yang ada di masjid ini hanya tersaji di beberapa bagian saja. Di antaranya, mengelilingi bagian balokan di bawah kubah yang berbentuk kotak persegi empat.


Adapun kaligrafi yang menghiasinya berasal dari penggalanpenggalan surat di dalam Alquran, seperti Surat atTaubah ayat 18, atTaubah (108), alBaqarah (284), atTahrib (6), dan alAnkabut (45). Hiasan kaligrafi lainnya berisi huruf Arab tentang namanama baik Allah atau As maul Husna. Penempatan As maul Husna itu disebar ke setiap sudut ruangan. Setiap Asmaul Husna itu dibingkai dalam ruang bujur sangkar.


S e c a r a umum pada bagian interior ini terdapat dua lantai. Lantai bawah digunakan sebagai ruang ibadah bagi jamaah lelaki, sedangkan pada lantai balkon menjadi tempat ibadah bagi kaum hawa dan juga seba gai tempat pe nampung tambahan jika lantai ba wah sudah terisi penuh. “Daya tampung di sini bisa mencapai 1.000 jamaah lebih,” ungkap Cecep.


Cecep menjelaskan secara konsep masjid ini tidak terlalu terpatok pada sebuah adopsi desain Eropa atau Timur Tengah. “Tetapi, lebih mengedepankan sisi manfaatnya saja. Kalaupun terlihat indah, itu menjadi nilai tambah bagi masjid ini,” ujarnya.


Semarak Kegiatan di Rumah Kebaikan
Kehadiran sebuah masjid tak selamanya hanya mengandalkan sisi keindahannya. Tapi, jauh lebih bermanfaat adalah bagaimana menjadikan peran masjid ini mampu memberi faedah bagi lingkungan sekitar. “Konsep itulah yang coba kami ke depankan. Sebagaimana makna dari Baitul Ihsan maka kami ingin masjid ini bisa menjadi tempat yang memberi kebaikan dan manfaat bagi orangorang yang ada di sekitarnya,” kata Cecep Supendi, manajer operasional Masjid Baitul Ihsan.


Cecep pun menjelaskan sejumlah aktivitas yang diharapkan bisa menyemaikan nilai-nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar. Di antaranya, di masjid ini terdapat juga sekolah setingkat SMP dan SMK. “Sekolah ini ditujukan bagi kaum dhuafa. Biayanya gratis,” kata dia.


Selain menyediakan pendidikan formal, Cecep juga menjelaskan, secara rutin pula pihaknya menggelar kegiatan yang mempertebal nilai keimanan. Bentuknya majelis taklim, kajian keilmuan dan Alquran, hingga pembinaan Alquran bagi anak-anak. “Alhamdulillah untuk kegiatan kajian Islam kami melakukannya secara rutin, mulai dari Senin hingga Ahad selalu ada,” ujarnya.


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Bicara_Agama/20130626/ba_03/Pengalaman-jadi-kelebihan


Masjid Baitul Ihsan Keindahan yang Jadi Nilai Tambah

Saturday, June 15, 2013

Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>




SEBUAH bangunan kayu berbentuk segi empat berdiri apik di antara perbukitan menjulang di sekelilingnya. Atapnya berundak dengan lambang bulan dan bintang menyembul di ujungnya menandakan bangunan ini adalah rumah ibadah. Di salah satu sisi bagian atapnya berbentuk gonjong atau runcing seperti kebanyakan rumah adat tempatnya berada yakni di tanah Minang.


Di samping bangunan ada aliran anak sungai. Alirannya tak begitu deras namun sangat jernih. Saat suasana senyap gemericik air terdengar riuh sangat nyaman didengar. Untuk menuju ke tempat ini melewati jalan-jalan kecil desa yang masih mengandung kerikil-kerikil belum dipelur. Lokasi bangunan berada lebih rendah dibanding jalan. Ada satu papan nama telah usang yang menginformasikan nama bangunan ini yaitu Masjid Tuo Kayu Jao.


Pada papan nama juga tertulis bahwa bangunan ini adalah “situs cagar budaya” yang menandakan bangunan ini dilindungi oleh pemerintah daerah. Juru pelihara masjid, Firman, saat ditemui Kompas.com, menceritakan bahwa masjid ini merupakan salah satu yang tertua Sumatera Barat bahkan di nusantara. Masjid didirikan oleh pemuka agama, penduduk sekitar menyebutnya dengan Imam Musaur. Ia mengajak penduduk setempat secara bergotong royong mendirikan masjid.


Pada masanya, wilayah ini bisa dibilang sebagai pusat penyebaran Agama Islam. Sedangkan masjid yang berada di Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat tersebut dijadikan sebagai pusat kegiatan 3 anak nagari di Kanagarian Batang Barus.


Meski usia masjid sudah ratusan tahun tetapi masjid ini masih berfungsi selayaknya tempat ibadah. Bahkan anak-anak kecil masih menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu dengan belajar mengaji pada waktu-waktu tertentu.


Kayu-kayu jati hitam menandakan bangunan ini pernah menjadi yang termegah pada masanya. Pilar-pilar kayu pun masih kokoh berdiri meski pada beberapa pilar terlihat memiliki warna berbeda menunjukkan bangunan ini pernah direnovasi. Bagian-bagian masjid sangat sederhana. Tak ada ukiran rumit terpatri di dinding, pilar, mimbar masjid bahkan jendela dan pintu. Hanya saja, jumlah jendela yang ada adalah melambangkan jumlah rukun dalam solat yaitu 13.


Seolah tak lengkap masjid tanpa adanya bedug sebagai pengingat waktu salat. Masjid Tuo Kayu Jao juga memiliki bedug sebagai “pasangannya”. Bedug masjid atau tabuah berbentuk cukup besar, digadang memiliki usia yang sama dengan masjid. Bedug juga beratap gonjong berada persis di depan pintu masuk masjid.


Meski terlihat sepi, ternyata masjid ini telah menjadi salah satu masjid yang ramai dikunjungi wisatawan yang sedang berpelesir di Sumatera Barat. Pada buku tamu yang dimiliki oleh masjid tercatat beberapa pengunjung yang datang berasal dari Banten, Jambi, Pekanbaru, Medan, Samarinda, dan Banjarmasin. Tak hanya pengunjung lokal, dalam catatan pun tertulis beberapa nama asing seperti dari Belanda, Perancis, dan Polandia.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>


































Article source: http://internasional.kompas.com/read/2013/01/02/23032881/Panglima.Perang.Afganistan.Berniat.Serang.Pasukan.NATO


Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U So Much for Visit this News

Wednesday, June 12, 2013

Kaasiyaatun 'Aariyaat

Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”


Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”


Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.


Kemudian Nabi saw bwesabda :


“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).


Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, ‘kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).


Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).


Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.


Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.


                                                        Penulis, pemerhati masalah keislaman.


Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/03/29/154627/mui-sumut-pelaku-kumpul-kebo-harus-dihukum-berat


Kaasiyaatun 'Aariyaat

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U Very Much for Visit this News

Monday, August 19, 2013

Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Senin, 19 Agustus 2013 13:52 wib

Edi Hidayat – Okezone

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

JAKARTA – Kasus pembatalan tausiah secara sepihak yang dilakukan Ustadz Solmed semakin memanas. Yang terkini, muncul sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk Solmed.


Surat tersebut ditulis oleh seseorang bernama Rihanu Alifa, yang mengaku sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong. Dia merasa sakit hati dengan kicauan Solmed di Twitter yang menaruh curiga ada unsur komunis dalam kisruh tersebut.


Berikut isi suratnya:

Kepada Yth :
Ustaz Solmed


Ustaz Solmed yang terhormat, saya adalah salah satu TKI Hong Kong yang terluka dengan pernyataan ustaz di twitter yang mencurigai kami (TKI Hong Kong) sebagai jaringan dari komunis. Saya (masih) memaklumi jika ustaz memasang tarif saat diundang untuk berceramah.


Itu hak ustaz. Pun, saya juga mengerti jika ustaz membela diri ketika ustaz dituding menaikkan tarif saat diminta ceramah di Hong Kong, terlepas dari benar atau tidaknya argumen yang ustad sampaikan. Namun, ketika ustad “berkicau” di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong merupakan bagian dari jaringan komunis, maka saya sebagai bagian dari TKI Hong Kong merasa terluka, teriris hati saya mendengar hal ini.


Saya suka menulis, saya menyampaikan hal ini melalui tulisan dan mem-broadcastnya di sosmed bukan untuk mencari sensasi, apalagi popularitas. Ini adalah suara hati saya. Sedih tak terkira saya melihat seorang ustad “memerangi” saudara seagamanya dengan bersenjatakan media.


Miris, melihat dan mendengar pemberitaan beberapa media yang menurunkan berita timpang (tidak balance, hanya memaparkan berita dari pihak ustad Solmed, tidak berusaha melakukan cross check dengan pihak EO di Hong Kong).


Secara pribadi, saya tidak ada dendam dengan ustad. Saya pertama kali melihat ustazmelalui tayangan sinetron di televisi (saya lupa judulnya). Tayangan itu saya saksikan melalui internet. Saya bukan pecinta sinetron, hanya saja saya tertarik menyaksikan sinetron tersebut karena ada Maher Zain yang ikut syuting di dalamnya (sewaktu dia berkunjung ke Indonesia).


Sebagai TKI Hong Kong, saya memang mengikuti perkembangan konflik ustad dengan salah satu event organizer (EO) di Hong Kong yang mengundang ustad untuk berceramah. Namun, saya tak ikut ambil pusing.


Saya bukan bagian dari EO tersebut, dan (tadinya) saya pikir, perselisihan ustad dengan EO tersebut dapat menemui titik temu (damai). Tetapi, semakin lama, ustad semakin membuat pernyataan yang tidak-tidak, bahkan cenderung memfitnah. Di infotainment, ustad menyebut angka Rp150 juta yang bakalan dikeruk oleh EO di Hong Kong dari penjualan tiket masuk yang dijual kepada para jamaah.


Izinkan saya bertanya, dari mana ustaz dapatkan angka fantastis tersebut?


Hampir tujuh tahun saya di Hong Kong dan selama empat tahun terakhir ini saya berkecimpung dalam organisasi yang kadang menjadi EO suatau acara dengan mengundang bintang tamu artis dari Indonesia.


Sedikit banyak, saya tahu seluk-beluk penyelenggaraan acara di Hong Kong. Untuk gedung di Sheung Wan yang rencananya akan dipakai untuk acara yang sedianya akan ustad hadiri tersebut, setidaknya sudah tiga kali saya memasukinya.


Gedung tersebut merupakan ruangan berbentuk L yang kapasitasnya (menurut pengamatan orang awam seperti saya), hanya muat untuk 500 orang (itu juga kalau dijejal-jejal).


Jika tiket masuk dijual seharga 50 (Hong Kong dolar), dan pengajian diadakan dua sesi, maka hasil dari penjualan tiket adalah : 50 x 1000 orang = 50.000 (Hong Kong dolar).


Kurs saat ini : HK$ 1 = Rp. 1300 (kurang lebih, karena kurs naik turun). Jadi, jika ustazmenyebut angka 150 juta rupiah, maka saya katakan hal tersebut adalah AJAIB (kalau tak mau dikatakan OMONG KOSONG).


Lagipula, angka HK$50. 000 itu dengan asumsi bahwa tiket terjual habis (sold out)*. Pada kenyataanya, tidak semua tiket bisa terjual habis.


Dan uang sejumlah itu bisa dikatakan sangat pas-pasan untuk membiayai sebuah acara di Hong Kong. Ini berdasarkan pengalaman saya selama bergelut dalam organisasi Forum Lingkar Pena Hong Kong.


Perlu ustaz ketahui, pengajian di Hong Kong dengan menjual tiket (entah itu HK$20, 50, atau 100) itu sudah lazim di kalangan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ini.


Di Hong Kong ini, memakai mesjid atau gedung TIDAK BISA GRATIS. Minimal perlu HK$ 4.000 untuk sewa satu gedung (ini harga sewa gedung di pelosok, kalau di pusat kota minimal bisa dua kali lipatnya).


Belum lagi sewa sound systemnya (tidak mungkin ‘kan ustad teriak-teriak atau lari sana-sini agar suara ustad dapat didengar oleh jamaah yang hadir).


Harga sewa sound system bisa berkisar HK$ 5.000 ke atas. Belum lagi ditambah biaya pembelian tiket pesawat untuk ustad dan manajer ustad, biaya hotel, konsumsi,transportasi, dll. Jika pun acara dilaksanakan di tempat terbuka, seperti lapangan Victoria Park, itu juga harus ada izin dari pengelolanya.


Setidaknya, penyelenggara acara harus membayar uang asuransi pada pengelola taman jika ingin menggunakan area tersebut. Hal ini saya ketahui saat mencari info tentang penggunaan lapangan rumput dan tenda putih atas Victoria Park.


Dan lebih fantastis lagi, sound system kalau untuk outdoor seperti di lapangan Victoria Park, harga sewanya bisa mencapai belasan juta rupiah. Jadi, jika ustad mengatakan bahwa dakwah ustad dijadikan lahan bisnis oleh EO di Hong Kong, saya sangat meragukan hal ini.


Karena, yang saya tahu, jika pun acara pengajian itu memperoleh keuntungan dari penjulan tiket serta dana dari kotak amal (yang diedarkan saat pengajian berlangsung), maka dana tersebut tidak akan masuk ke kantong panitia penyelenggara, melainkan disumbangkan ke Indonesia, entah itu untuk pembangunan masjid, pesantren, dll.


Mengenai hal ini, mungkin ustaz bisa bertanya pada EO yang mengundang ustaz, berapa pondok pesantren yang sudah mereka biayai dari uang sisa yang didapat dari acara pengajian yang mereka adakan.


Ustad akan lebih tercengang lagi, jika melihat fakta bahwa begitu banyak mujahidah di Hong Kong ini yang rela berpanas-hujan menjual majalah, meminjamkan buku melalui perpustakaan lesehan, menjual buku, dll demi mendapat keuntungan 1 atau 2 dolar yang mereka kumpulkan untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia.


Bayangkan, mereka rela berlelah-lelah di hari yang seharusnya menjadi hari libur mereka. Saya sendiri pun pernah mengalaminya, menggeret-geret koper besar berisi buku-buku untuk dipinjamkan.


Uang penyewaan buku hanya numpang lewat di tangan saya,untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia. Jika ustad mengatakan bahwa seluruh biaya yang saya sebutkan itu (tiket pesawat, hotel, dll) sudah ditanggung oleh sponsor, maka silakan disebutkan siapa saja sponsor acara tersebut, berapa banyak uang yang mereka berikan sehingga bisa mengcover seluruh biaya tersebut?


Setahu saya, untuk satu event semisal pengajian, 3 atau 4 sponsor saja itu belum tentu ada, karena kini semakin banyak organisasi TKI di Hong Kong, banyak acara yang bisa mereka pilih untuk didukung.


Satu sponsor saja, biasanya member support materi yang tidak begitu banyak, sekitar HK$500 – HK$ 2.000, sangat jauh untuk bisa menutup biaya-biaya yang harus dikeluarkan.


Saya berbicara berdasarkan fakta. Menurut pengalaman saya dalam mencari dana dari sponsor, kadang dana dari sponsor tidak diberikan dalam bentuk tunai, tapi berupa barang yang harus dijual, jadi tidak berbentuk cash money.


Well, dua pertanyaan itu (dari mana angka 150 juta itu ustad dapat dan sponsor mana yang mau mendanai penuh acara yang akan ustad hadiri), akan membuktikan kebenaran dari ucapan ustad.


Mari bicara fakta, atau diam jika hanya menimbulkan fitnah, menyakiti kami (TKI Hong Kong) yang ustad sebut sebagai “saudara”. Sekali lagi, saya sangat maklum jika benar ustad memasang tariff dan meminta fasilitas ini-itu pada panitia. Saya juga tidak menyalahkan jika ustad (mungkin) berbohong di media untuk menjaga reputasi ustad. Itu manusiawi.


Silakan saja, dosa ditanggung ustad sendiri. Namun, jika konfliknya melebar sampai ustad koar-koar di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong adalah jaringan dari komunis, itu sudah keterlaluan.


Curiga boleh saja, tapi tak harus berkicau di sosmed tanpa fakta, tanpa tabayyun, karena itu semua akan menjadi fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan.


Untuk media-media di Indonesia Di Indonesia, mungkin nama ustad Solmed sangat layak jual. Sehingga otomatis, berita yang menyangkut dirinya akan menarik bagi masyarakat.


Namun, setahu saya setiap berita yang diturunkan haruslah berimbang, tidak boleh hanya dari satu sisi saja. Meskipun narasumber berita jauh, wartawan harus tetap mengusahakan untuk mewawancarainya meski hanya melalui saluran telefon.


Jika si narasumber tidak dapat dihubungi, maka hal tersebut juga harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa si wartawan sudah berusaha menghubungi, namun hingga saat berita diturunkan, narasumber belum memberikan jawaban.


Silakan menghubungi dan mewawancarai langsung EO yang mengundang ustad Solmed ke Hong Kong, agar berita yang disampaikan pada masyarakat tidak berat sebelah, dan tidak lebay (saya pernah melihat tayangan infotainment yang menampilan media yang memuat berita dengan judul “Astaga, tarif ustad Solmed 150 juta”.


Menurut saya judul tersebut sangatlah lebay karena angka 150 juta tersebut bukan tarif yang dipatok sang ustad, melainkan angka perkiraan sang ustad dari penghitungan penjulan tiket yang dijual oleh panitia). Memang, judul bombastis bisa menaikkan berita, tapi akan merugikan media sendiri jika judul tak sesuai dengan isi.


Akibatnya, bukan tidak mungkin media yang seperti itu akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang berimbas pada kematian media itu sendiri.


TKI di Hong Kong mudah dijumpai di jejaring social Facebook. Itulah mengapa, ketika ustad Solmed koar-koar di Twitter, yang ikut me-retweet dari kalangan TKI Hong Kong hanya mempunyai beberapa follower, karena memang TKI Hong Kong hanya sedikit saja yang ber-twitter ria. Kami lebih nyaman di Facebook karena bisa membaca info-info menarik dari catatan fans fage, sharing foto, dll, sedangkan twitter tidak memungkinkan hal itu, karena membatasi penulisan hanya 140 karakter saja.


Untuk teman-teman TKI/BMI Hong Kong, kita adalah satu tubuh, ketika ada pihak yang menyakiti bagian dari diri kita, tentu kita akan ikut terluka. Demikian pula halnya dengan diri saya. Awalnya saya tak ingin angkat bicara, malas koar-koar di sosmed.


Tetapi, saya melihat beberapa aktivis BMI HK yang biasanya vocal membela BMI, diam melihat hal ini, sama sekali tak berkomentar. Dan yang bukan aktivis, ada saja yang nyinyir dengan mengatakan bahwa pengajian harus gratis lah, salah panitia ngundangnya artis lah, dll. Untuk yang belum pernah berkecimpung di organisasi BMI, tentu pernyataan “gratis” tadi wajar saja, karena ketidaktahuan mereka bahwa tidak ada yang gratis di Hong Kong ini.


Lagipula, tiket dijual kepada mereka yang bersedia membayar, tak ada paksaan. Pun dengan kotak amal, tidak ada paksaan untuk mengisinya. Saya ungkapkan di sini, event pengajian yang diadakan berbagai organisasi BMI di Hong Kong, tidaklah bertujuan untuk mengeruk untung ataupun dijadikan lahan bisnis seperti yang dikatakan ustaz Solmed. Saudara-saudara kita berjuang menegakkan agama islam di negeri non muslim ini.


Jika pun ada yang membisniskan pengajian, itu adalah oknum, jangan pernah melakukan generalisir dengan menyebutkan BMI/TKI Hong Kong, karena akan sangat fatal akibatnya, menjadi fitnah yang menyakiti semua.


Kita bisa saja memaafkan ustad Solmed atas pernyataannya di twitter yang mencurigai TKI Hong Kong sebagai komunis, kita juga bisa memboikot ustad Solmed dengan menganjurkan keluarga kita agar meninggalkan segala tontonan yang menampilkan ustad Solmed. Kita adalah kekuatan yang besar jika bersatu. Kita dikatakan komunis, komunis itu tak bertuhan, rela kita dikatakan demikian?


Untuk teman-teman yang berkecimpung di organisasi, terutama dalam bidang keagamaan, mari jadikan kasus ini sebagai pelajaran. Selama ini, mungkin teman-teman tidak pernah membuat perjanjian (kontrak) tertulis dengan tamu (ustaz/artis) yang akan diundang. 


Belajar dari hal ini, tawarkanlan surat perjanjian pada tamu yang akan diundang. Jika hal itu dianggap merepotkan, maka gunakan fasilitas rekam suara di HP. Kita bisa merekam pembicaraan di HP dengan sang tamu yang akan diundang.


Atau, simpanlah bukti sms/whatsapp untuk setiap deal yang teman-teman lakukan dengan calon tamu. Jadi, jika di kemudian hari terjadi konflik seperti ustad Solmed di atas, teman-teman punya bukti kuat.


Demikian yang ingin saya ungkapkan. Mohon maaf jika ada pembaca yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini. Silakan diluruskan jika da kekeliruan dalam tulisan saya ini.
Saya Rihanu Alifa, saya TKI Hong Kong, tidak kenal ustad Solmed, juga tidak kenal dengan organisasi TKI Hong Kong yang berseteru dengannya. Saya tidak memihak siapapun.


Saya menuliskan hal ini karena bagaimanapun juga, saya adalah bagian dari TKI Hong Kong yang akan terluka jika nama TKI Hong Kong dinodai. Yang benar hanya dari Allah. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan ada hikmah yang dapat dipetik di dalamnya, tidak menjadi ghibah, apalagi fitnah.


 
Shatin, 17 Agustus 2013


Salam santun,
Rihanu Alifa.


(nsa)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://peraktoday.com/?p=130819


Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Friday, July 26, 2013

Subhanallah, cantik dan megahnya Masjid Qolsarif di Rusia ini


Masjid berarsitektur indah yang didominasi warna biru dan putih ini merupakan masjid terbesar di Rusia, bahkan di Eropa yang berada di wilayah Kazan. Di Rusia, Islam adalah agama terbesar setelah Kristen Ortodok. Pada masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin, Islam di Rusia mulai mendapat perhatian khusus. Masjid-masjid yang pernah ditutup pada masa Uni Soviet perlahan kembali dibuka dan aktif. Ratusan masjid mulai dibangun di berbagai tempat di Rusia yang terdapat banyak komunitas muslim.



Tahun 2005 masjid yang juga disebut Kul Sharif ini didirkan bertepatan dengan seribu tahun Kota Kazan. Dinamakan Kul Sharif, untuk menghormati pahlawan nasional mereka dari etnis Tatar bernama Kul Sharif. Kul Sharif atau juga Qolsarif meninggal dunia dengan sejumlah muridnya ketika mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia tahun 1.552.



Masjid yang dirancang dengan megah ini bisa menampung sekitar setengah ribu orang dan di alun-alunnya bisa menampung sekitar sepuluh ribu orang. Bangunan masjid mempunyai delapan menara masing-masing tingginya 57 meter. Kubah-kubahnya memiliki bentuk dan corak dekoratif khas Kazan, berbentuk seperti mahkota khan pada masa Kekhazanan Kaza sekitar abad ke-16.



Sebenarnya masjid ini dibangun pada abad ke-16 di Kazan Kremlin (benteng). Bangunan ini memiliki minaret (menara), keduanya dalam bentuk cupola (kanan) dan tenda (kiri). Bentuknya bergaya tradisional Volga Bulgaria, dengan sentuhan elemen Renaisans awal dan arsitektur Ottoman (Turki Utsmani). Saat penyerangan ke Kazan tahun 1.552 masjid ini dihancurkan oleh Rusia.



Bangunan masjid didesain oleh para arsitek Rusia bernama Sayfullin dan S Shakurov. Interiornya dirancang oleh A Sattarov. Sentuhan tradisional tidak menghilangkan kesan modern dari masjid ini. Beberapa temuan sejarah menjelaskan Islam telah ada di wilayah Federasi Rusia sejak abad ke-10. Persisnya di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan dan salah satu kota terbesar di Rusia yang masuk wilayah Eropa Timur.



Penjelasan tersebut merujuk pada penemuan masjid yang diyakini berusia seribu tahun lebih. Para arkeolog menemukan reruntuhan lain berupa bebatuan putih di dekat salah satu benteng kuni. Menurut peneliti, bangunan itu menghadar ke arah Mekkah. Di lokasi bekas temuan reruntuhan masjid itulah berdiri megah masjid Qolsarif. Paduan warna putih dan biru dari masjid ini mengingatkan kita pada gradasi langit biru yang cerah dan indah, serta menawan.



Qolsarif terdiri dari dua tingkat. Lantai atas untuk ruang salat sedangkan di bawah digunakan untuk keperluan pendidikan, museum dan administrasi. Di halaman ada dua paviliun besar dan kolam dengan ornamen Timur Yengah. Masjid ini menjadi titik lanskap terpenting di Kazan. Di sini juga terdapat ruang perpustakaan, ruang publikasi dan ruang khusus bagi para Imam.



Masjid ini berdampingan dengan sebuah katedral. Kini masjid tersebut sering digunakan untuk kepentingan umat muslim di Rusia serta menjadi islamic center untuk merayakan hari raya, dan hari-hari besar keagamaan lainnya. | berbagai sumber



Lihat vide kemegahan dan cantiknya interior Qolsarif di sini


Article source: http://www.tribunnews.com/2012/06/17/hti-adalah-partai-politik-islam


Subhanallah, cantik dan megahnya Masjid Qolsarif di Rusia ini

Wednesday, November 6, 2013

Hijrah Shamsul, Nora


  • Shamsul dan Nora muncul dalam rancangan bual bicara baru berjudul Hijrah Munawwarah yang ditayangkan di saluran TV Alhijrah. – Foto Sinar Harian oleh SAFWAN MANSOR


MAAL Hijrah atau Awal Muharram adalah hari paling bermakna bagi umat Islam kerana memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 Masihi.



Ia menandakan tahun baru dan segala amalan pada tahun ini akan dihisab dan amalan seterusnya akan dikira dalam buku baru.



Hijrah Rasulullah SAW memberi kesan besar kepada umat Islam dan tidak terkecuali melibatkan beberapa selebriti.



Sejak akhir-akhir ini menyaksikan beberapa selebriti yang dahulunya mengaku alpa, tetapi kini hati mereka semakin mendekati Islam.



Antara artis yang telah berhijrah ialah Nora dan Shamsul Ghau Ghau.



Ternyata, perubahan mereka bukan untuk menunjuk-nunjuk sebaliknya ia lahir daripada kesedaran sendiri dan kedua-dua penggiat seni itu bakal muncul dalam sebuah rancangan bual bicara baru berjudul Hijrah Munawwarah yang ditayangkan di saluran TV Alhijrah.



Rancangan 13 episod yang mula bersiaran pada 25 Oktober lalu itu menampilkan Shamsul sebagai pengacara bersama tetamu jemputan pada setiap minggu untuk berkongsi kisah penghijrahan mereka.



Akui Shamsul, dia kini lebih selesa dengan program berbentuk keagamaan apatah lagi setelah terpilih mengacarakan program tersebut.



“Apabila mereka tawarkan untuk jadi pengacara program ini, saya terus rebut peluang tanpa fikir panjang kerana rancangan ini berkisarkan penghijrahan seseorang dan bagaimana melaluinya.



“Selain sebagai rezeki, kandungan program ini juga bagus, maka ini adalah peluang keemasan buat saya,” jelasnya.



Manakala bagi Nora pula tawaran dari penerbit, Iswati Ishak, untuk dia berkongsi kisah hijrah dalam hidup sememangnya tidak disia-siakan.



“Saya berbesar hati untuk berkongsi dengan masyarakat mengenai penghijrahan saya. Benda baik, elok kalau kita kongsi bersama.



“Lagipun saya selesa dengan pendekatan yang dibawa Shamsul, mungkin sebab dia juga orang seni seperti saya,” ujar Nora mengenai program itu.



Selain Nora, barisan selebriti seperti Nazrey Johani, Catriona Ross, Adam Corrie Lee dan Ustaz Ebit Lew merupakan antara tetamu jemputan dalam setiap episod berasingan.



Justeru sempena sambutan Maal Hijrah kali ini, mari kita ikuti cerita penghijrahan penyanyi Nora dan  Shamsul.




Tanda kesyukuran – Nora



Lima tahun lalu, sempena sambutan ulang tahun yang ke-35, Nora atau pemilik nama sebenar Wan Norafizah Ariffin ini mengambil keputusan untuk tampil dengan imej barunya, bertudung.



Penyanyi kelahiran Cik Siti Wan Kembang itu menyifatkan, penghijrahannya melalui satu fasa baru dalam kehidupannya.



“Hijrah itu adalah suatu perubahan. Pada usia tertentu, sudah pasti kita mahu sesuatu perubahan ke arah lebih baik dalam diri kita.



“Tidak kiralah perubahan itu kecil atau besar, asalkan kita menjadi lebih baik,” katanya yang anggap detik hijrah itu sebagai tanda syukur kepada nikmat ALLAH SWT.



“Saya bersyukur apabila lihat anak-anak di depan mata. Tetapi pada ketika itu, saya sekadar mengucapkannya di bibir sahaja.



“Apabila saya fikirkan semula, saya tertanya-tanya adakah itu cara untuk bersyukur? Bertitik tolak daripada perasaan itu pada lima tahun lalu, saya tekad mahu berubah.



“Lalu, pada usia 35 tahun saya buat keputusan untuk lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT,” jelasnya.



Ceritanya lagi, pada peringkat awal penghijrahannya, dia terpaksa berdepan dengan cabaran dan penerimaan masyarakat yang agak skeptikal namun itu semua dapat diatasinya.



“Pada peringkat permulaan berhijrah, saya akui agak tertekan apatah lagi ada ‘bisikan’ seperti menyuruh saya membuat konsert terlebih dahulu, tunggu umur 40 tahun atau selepas tunaikan haji barulah menutup aurat.



“Namun, saya tekad ingin berhijrah kerana apabila sudah mendapat hidayah, janganlah kita berpaling kerana mungkin hidayah itu akan ditarik balik.



“Tetapi kini, cabaran itu hanya lebih kepada bagaimana mahu menyesuaikan diri lebih-lebih lagi saya terlibat dalam industri hiburan,” katanya.



Ujarnya, sebagai seorang artis bertudung, had dan batasan perlu diletakkan agar tidak dipandang serong oleh masyarakat.



“Saya banyak rujuk pada ustaz dan membaca buku-buku agama mengenai apa yang boleh dan tidak.



“Kita masih lagi boleh menyanyi atau menyampaikan sesuatu yang baik, tetapi perlu menjaga setiap kelakuan, penampilan, percakapan dan apa yang kita sampaikan.



“Jika saya rasa perjuangan saya betul, maka saya akan teruskan. Kita juga jangan sesekali menegakkan benang yang basah. Jika kita melakukan kesilapan, tak salah jika kita mengakuinya,” katanya.




Siri kartun animasi



Melihat kepada tanggungjawabnya sebagai anak seni, Nora sambil dibantu suaminya yang juga komposer, Johan Nawawi dan anak-anaknya menghasilkan siri kartun animasi bertajuk Ummi…Ceritalah Pada Kami! yang kini sudah masuk musim kedua.



“Penghasilan kartun animasi ini adalah salah satu tanggungjawab kami dalam mendidik kanak-kanak dengan cara Islam.



“Saya boleh menyanyi dan suami pula boleh buat lagu untuk rancangan itu,” jelasnya.



Kata ibu kepada empat anak ini, idea untuk menghasilkan siri kartun animasi itu tercetus atas kesedaran untuk menghidangkan program bermanfaat untuk tontonan kanak-kanak dan keluarga yang bukan sahaja menghiburkan malah memberikan pengajaran.



“Sebagai seorang ibu, saya terpanggil untuk menghasilkan sesuatu bermanfaat di samping menghiburkan kanak-kanak.



“Penerbitan siri animasi ini adalah jawapan terbaik untuk menarik perhatian mereka kerana ia paling dekat dan relevan dengan golongan cilik,” katanya.



Siri kartun animasi  itu akan ditayang semula pada Januari depan di TV9 pada Khamis jam 8.30 pagi dan Sabtu pada jam 6 petang.




Tinggal di depan rumah Allah



Tidak seperti Nora, pengalaman Shamsul agak berbeza. Ramai beranggapan pelakon dan pelawak ini mula berhijrah setelah pulang mengerjakan ibadah haji, tahun lalu.



Hakikatnya, bapa kepada tiga anak ini berubah mendekatkan diri kepada ALLAH SWT secara beransur-ansur sejak beberapa tahun kebelakangan ini.



“Seperti kita ketahui, pengertian hijrah sebenar adalah perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Tetapi untuk kita di zaman ini, hijrah membawa erti luas.



“Berubah daripada yang baik menjadi jahat juga sesuatu penghijrahan. Tetapi pastinya kita mahu berhijrah daripada tidak baik menjadi lebih bagus,” katanya.



Jelasnya lagi, titik tolak penghijrahannya bermula setelah berpindah dari Cheras ke Bangi sementelah lagi rumah itu pula letaknya betul-betul di hadapan sebuah masjid.



“Rumah di depan masjid, tetapi saya tidak pernah pergi ke masjid untuk solat berjemaah.



“Tetapi, saban waktu surah Ar-Rahman sering diperdengarkan dari corong pembesar suara masjid sehingga satu hari saya terdetik untuk mencari maksud akan surah itu.



“Selepas mengetahui maksudnya mengenai kebesaran dan kekuasaan ALLAH SWT, hati saya terdetik untuk mengikut ajaran yang diperintahkannya,” katanya.



Pemilik nama sebenar Shamsul Azahar Aliddin ini berkata, cabaran terbesar perlu dihadapinya adalah bagaimana dia mahu memperbetulkan keluarganya terlebih dahulu terutama mengajar isterinya menutup aurat.



“Saya ambil pendekatan Rasulullah SAW, kita jangan terlalu pandang jauh hendak mengajar orang terutamanya akhlak sebaliknya betulkan diri kita dahulu. Apabila akhlak kita bagus, maka orang sekeliling kita juga akan bagus seperti anak-anak, keluarga, jiran-jiran dan lain-lain.



“Berat untuk saya menyatakan hasrat berubah kepada isteri sendiri apatah lagi untuk mengajak dia menutup aurat dan bertudung sebab sebenarnya untuk membentuk dan memberi dakwah pada isteri bukanlah senang. Tapi lama-kelamaan isteri menerimanya dengan sikap terbuka dan ALLAH SWT telah kabul permintaan saya,” katanya berhasrat bergelar pendakwah suatu hari nanti.




Tidak tinggal dunia seni



Tambah Shamsul, penghijrahannya itu bukanlah bererti dia akan meninggalkan dunia hiburan sebaliknya akan terus menerima tawaran berlakon dan nyanyian jika bersesuaian.



“Tiada masalah untuk melakukan sesuatu yang mengikut perintah ALLAH, tetapi saya  cuba elak hal bercanggah. Saya ada juga terima tawaran untuk mengendalikan majlis keagamaan.



“Aktiviti lakonan masih ada, tetapi aktiviti itu semakin kurang kerana turut memberi tumpuan kepada mencari ilmu dan menghabiskan masa bersama anak-anak,” katanya.



Dalam pada itu, pada awal hijrah, dia ada terfikir kemungkinan untuk berundur dari dunia seni.



“Saya ada bertanya kepada ustaz tentang hasrat untuk berundur daripada dunia hiburan, tetapi dia kata kalau saya berhenti, anak-anak nak makan apa?



“Apabila difikirkan, saya masih ada tanggungjawab kepada keluarga dan masyarakat. Saya kena mempamerkan lakonan yang boleh memberi kebaikan dan menjauhi kemungkaran,” katanya yang bakal muncul dengan telefilem Lelaki Buaya terbitan TV3

di samping Shah Jazle dan Jasmin Hamid.


Article source: http://www.freemalaysiatoday.com/category/world/2012/07/16/stalled-iran-nuclear-probe-raises-diplomatic-pressure/


Hijrah Shamsul, Nora

Sunday, January 12, 2014

Masjid-Masjid Agung di Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Anjar Fahmiarto


Benua Eropa menyimpan cerita dan sejarah panjang tentang Islam. Ratusan tahun lalu kekhalifahan Islam menguasai Benua Biru dan menancapkan pengaruhnya yang sangat kuat. Kemajuan di berbagai bidang pun dicapai umat Islam kala itu.


Kini, setelah ratusan tahun berlalu, Islam kembali menancapkan pengaruhnya di Eropa. Perkembangan Islam di benua ini menunjukkan tanda-tanda yang sangat positif. Kegairahan masyarakat untuk memeluk Islam menjadi penanda positif bangkitnya Islam di Eropa.


Sejumlah masjid agung dibangun. Arsitektur dan bangunannya megah. Selain untuk ibadah, masjid ini juga digunakan untuk berbagai keperluan lain.


Lokasi pembangunannya pun berada di tempat yang strategis. Tentu, kita menjadi bangga menyaksikan berdirinya masjid-masjid yang megah di Eropa.


Masjid Agung Roma

Masjid agung ini didesain arsitek Italia Paulo Porthogesi, berdekatan dengan Kota Vatikan dan Sinagog Yahudi. Artinya, tak ada masalah jika tiga tempat peribadatan itu saling berdekatan. Pencetusnya adalah Raja Faizal bin Abdul Aziz pada 1974.


Dari lembah Tiber, masjid itu tampak menjulang tinggi menyaingi Montenne, sebuah bukit yang sangat subur di utara Kota Roma. Bagi penduduk Roma yang mayoritasnya penganut Katolik Roma, mereka juga bangga dengan adanya sebuah bangunan yang didominasi warna kuning muda itu.


Bangunan pusat kegiatan umat Islam tersebut memiliki keistimewaan di banding dengan berbagai bangunan megah lainnya yang ada di kota itu.


Di antaranya, 16 kubah ditambah sebuah kubah besar di tengah yang atasnya dihiasi dengan bulan sabit serta sebuah menara berbentuk pohon palem setinggi 40 meter.


Masjid Schwetzingen, Jerman

Bangunan masjid pertama di Jerman ini cukup unik karena lokasinya yang berada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Masjid Schwetzingen dibangun untuk menghormati toleransi.


Dirancang dan dibangun pada 1779 arsitek berkebangsaan Perancis Nicolas de Pigage (1723-1796). Proses pembangunan Kompleks Masjid Schwetzingen sendiri memakan waktu lima belas tahun lamanya (1779-1796).


Masjid Schwetzingen merupakan bangunan terbesar pertama yang mengedepankan gaya arsitektur oriental. Pigage menggabungkan elemen-elemen dari arsitektur Islam Moor dengan eksotisme dari kisah-kisah dongeng 1.001 Malam.


Oleh sang arsitek, Masjid Schwetzingen juga dirancang dan dibangun dengan menggunakan konsep taman. Karenanya, masjid ini menjadi masjid taman pertama yang dibangun pada abad ke-18 dan hingga kini masih berdiri megah di kawasan Eropa. Taman yang berada di sekeliling bangunan masjid mengadopsi konsep taman-taman di Turki.


Masjid Central London


Masjid Sentral London atau The London Central Mosque and Islamic Cultural Centre (ICC) atau biasa disebut sebagai Masjid Regents Park dibangun pada 1978.


Ciri khasnya adalah kubah keemasan. Masjid yang sangat terkenal di Inggris Raya ini dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada kaum Muslimin di Inggris raya yang turut berjuang membela Inggris dan sekutu selama Perang Dunia II.


Seluruh permukaan lantai masjid ini ditutup dengan karpet dan candilier yang cantik bergantung di atas ruang utama. Sedangkan, di bagian dalam kubahnya dihiasi dengan dekorasi tradisi Islam.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Masjid-Masjid Agung di Eropa

Monday, July 22, 2013

Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Melihat Aktivitas Ibadah Ramadan di Pertuni Sumut


Tak ada manusia yang sempurna. Namun, ketidaksempurnaan bukan alasan untuk tidak beribadah, termasuk bagi mereka yang tunanetra. Dan, di bulan suci ini para tunanetra makin bersemangat mendekatkan diri dengan Tuhan. Meski tanpa mata, mereka seakan tiada henti bertadarus, melafazkan ayat-ayat alquran.


M Sahbainy Nasution, Medan


BACA ALQURAN: Para tunanetra membaca alquran Pertuni Jalan Sampul No 30 Medan Petisah.//aminoer rasyid/SUMUT POS

BACA ALQURAN: Para tunanetra membaca alquran di Pertuni di Jalan Sampul No 30 Medan Petisah.//aminoer rasyid/SUMUT POS



Jika tidak percaya silakan kunjungi Jalan Sampul No 30 Medan Petisah. Ya, di tempat itulah sekumpulan orang  tunanetra yang membaca Alquran selayaknya orang normal. Lantuanan ayat suci sangat terdengar saat memasuki bangunan berwarna putih, bertuliskan PersatuanTunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut yang berukuran sekitar 1.035 meter persegi ini. Dengan meja yang berukuran 3 meter  berwarna coklat dan bangku kayu, para tunanetra tampak serius membaca alquran.


Mata mereka tak aktif. Banyak dari mereka pun tak hafal alquran. Namun, ayat-ayat itu seakan mengalir begitu indah. Mereka sangat mengandalkan kulit yang ada di jari-jari mereka untuk mengeja alquran. Layaknya orang normal saja mereka asyik  membaca alquran tersebut. Mereka ditentori tiga orang guru yang notabene tunanetra juga. Ya, memang mereka memakai alquran braille. Sebuah alquran yang berbentuk huruf timbul, sedikit lubang kecil, dan bentuknya lebih besar dari alquran biasa. Secara keseluruhan, peserta tadarus ini berbagai daerah seperti Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Tebingtinggi dan daerah lainnya. Memang, pada bulan suci Ramadan setiap umat Muslim mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dianggap ibadah. Oleh karenanya, banyak umat muslim yang berlomba-lomba mengejar pahala di bulan nan indah ini, termasuk membaca kita suci alquran. Itulah sebagian aktivitas peserta Pertuni Sumut ini.


Sekretaris Daerah (Sekda) Pertuni Sumut, Rusman (40) cukup banyak menceritakan Pertuni Sumut ini. Ia juga seorang tunanetra. Biasanya, pada hari Kamis, anggota yang tergabung di Pertuni Sumut memang melakukan tadarusan. Seiring kebutuhan, selain hari Kamis, Selasa pun dijadikan waktu untuk mengaji. Selain itu, selama Ramadan bisa tiap hari mereka tadarusan.


Rusman menjelaskan, dengan didampingi tiga mentor mereka, peserta tunanetra dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang dikatagorikan pemula, pemantapan, dan yang terakhir  kemahiran.


Dari pembagian inilah mereka bisa fasih membaca alquran. Salah satunya, yang dialami oleh Rusman. Pada saat ini ia masih dikatagorikan  pemantapan. “Saya belajar tidak pada hari yang ditentukan saja. Setiap selesai salat magrib, saya sering mengulang bacaan yang sudah diajarkan,” ungkapnya.

Menurut Rusman, mempelajari alquran braille dan tulisan braille ini tak jauh berbeda banyak. Hanya saja alquran menggunakan bahasa Arab. “Untuk dapat belajar ini kita harus belajar iqra dulu,” kata bapak yang sudah memiliki satu orang anak ini.


Lebih lanjut, ia mengatakan untuk melakukan tadarusan dan belajar alquran selama Ramdan biasanya dimulai dari pagi jam 09.00 dan disudahi sebelum waktu dzuhur tiba. Saat ini saja dengan membaca ramai-ramai mereka sudah sampai juz ke-10. Artinya, tinggal 20 juz lagi mereka khatam. “Karena kami setiap pertemuan biasanya 1 juz baru selesai. Kalau untuk bulan puasa, kita bukan hanya belajar alquran saja, di tempat ini juga kita lakukan untuk salat tasbih,” ujarnya.


Selain Rusman, Kasi (40) dan Supriadi (49) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) mau bebrbagi kisah. Psangan ni tingga di Serdang,Medan. Mereka baru masuk pada tahun ini di Pertuni. Kasi menyatakan, belajar di Pertuni jauh lebih nyaman dari pada di rumah sendiri. “Jadinya, di tempat ini kita berbagi ilmu kepada teman-teman. Setelah sampai ke rumah kita mengulangi apa yang kita pelajari di Pertuni Sumut ini,” ujar singkat wanita yang berjilbab putih itu.


Setelah mereka selesai membaca alquran, tak lama kumandang azan pun tiba. Puluhan tunanetra itupun melaksanakan salat dzuhur berjamaah. Setelah selesai, peserta pun kembali ke rumahnya masing-masing. Setiap orang diberikan uang transport sekitar Rp20 ribu per orang.  Ada yang naik becak motor ada juga yang naik bus yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut. “Pertuni Sumut kerja sama dengan Baznas untuk transpor mereka yang rumahnya di luar Kota Medan,” terang Rusman.


Pada dasarnya Pertuni memang diperuntukkan bagi kumpulan tunanetra. Pertuni berdiri pada 1964 di Kota Solo yang diprakarsai 6 orang tunanetra. Singkat cerita, tahun 1966 Presiden Soeharto mengesahkan organisasi ini bernama Pertuni di Jakarta.


Dengan perkembangan waktu, Pertuni ini pun semakin banyak anggotanya.  Pertuni masuk di Sumut sekitar 1998 yang disahkan oleh Gubernur Sumut, Edward Waldemar Pahala (EWP) Tambunan. Awalnya hanya 15 tunanetra yang menjadi anggota. Pada saat ini, untuk di Sumut sudah beranggotakan 1.000 tunanerta yang mempunyai 21 cabang di kabupaten/kota. “Pada dasarnya bersifat sosial, seperti belajar ibadah, memasak, buat grup nasyid dan lainnya,” kata Rusman lagi.


Menurut Rusman, anggota Pertuni tidak hanya beragama Islam. Sebagian ada yang beragama Kristen dan Buddha. “Jadi, di tempat ini ada juga belajar agama Kristen bagi yang memeluknya, sedangkan untuk Buddha sampai sekarang kita masih membutuhkan guru,” tutupnya. (*)




Share on facebook



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Tuesday, April 2, 2013

Bagian-Bagian Penuh Makna di Keraton Yogyakarta

Selasa, 2 April 2013 – 23:17 wib

Keraton Yogyakarta (foto: Adhia/Okezone)

Keraton Yogyakarta (foto: Adhia/Okezone)

BERKELILING Keraton Yogyakarta mungkin sudah biasa bagi wisatawan Nusantara. Namun, tahukah Anda makna beberapa sudut di dalamnya.
 
Bangunan Keraton Yogyakarta seluruhnya seluas 14.000 meter persegi. Di dalamnya terdapat dari beberapa bangunan dan bangsal. Jika bangsal adalah bangunan terbuka tanpa pintu dan jendela, lain lagi dengan gedung yang lebih tertutup.
 
Keraton juga dikelilingi pohon beringin yang berjumlah 64 buah. Jumlahnya menyiratkan usia Nabi Muhammad saat wafat jika dihitung berdasarkan penanggalan Jawa. Dua buah pohon beringin yang ada di bagian depan Keraton Yogyakarta merupakan hadiah dari Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Majapahit. Di antara kedua beringin itulah, pemerintahan raja pertama hingga ke delapan memberlakukan hukuman kepada para penjahat.
 
Ketika memasuki Keraton Yogyakarta, Anda akan disambut bangsal pagelaran yang digunakan untuk menggelar upacara adat keraton. Bangsal ini pernah dipugar 1934 oleh Sultan Hamengkubuwono VIII.
 
Motif lantainya berbentuk bintang delapan. Bangsal pagelaran ini juga memiliki tiang penyangga sebanyak 63 buah yang bertujuan mengingat usia wafat Nabi Muhammad jika dihitung berdasarkan kalender Masehi.
 
Tiang-tiang bangsal juga mengandung simbol agama. Misalnya, yang paling atas adalah bunga lotus yang merupakan lambang agama Hindu, bunga teratai yang merupakan lambang Budha, dan alat baca Quran yang melambangkan agama Islam.
 
Peletakan simbol tersebut diurut berdasarkan urutan masuknya agama ke Indonesia. Sayangnya, lambang Kristen dan Katolik tidak disertakan karena baru masuk ke Indonesia setelah tiang tersebut dipancangkan. Ini artinya, agama itu seperti tiang kerajaan, jadi apapun agamanya yang penting tetap damai dan bersatu.
 
Berjalan ke bagian belakang, Anda akan disambut dua buah bangsal kecil di bagian kiri dan kanan. Ini adalah bangsal Pacikeran yang digunakan sebagai tempat berdiam diri para abdi dalem yang bertugas sebagai algojo.
 
Tugas mereka memang menunggu perintah untuk membunuh penjahat. Bangsal Pacikeran ini memang sengaja dibuat pendek agar semua algojo hanya dapat duduk di dalam bangsal dan menghormati para tamu yang datang sehingga mereka tidak akan semena-mena.

mobile
Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com
untuk BlackBerry

Article source: http://sidomi.com/161056/diego-michiels-masuk-agama-islam/


Bagian-Bagian Penuh Makna di Keraton Yogyakarta

Friday, October 18, 2013

Unik! Ada Gereja Dalam Gua di Kairo

Kairo – Di beberapa tempat di dunia, gua dijadikan tempat ibadah. Di Kairo, Mesir, ada sebuah gua yang menjadi objek wisata religi Kristiani yang bernama Monastery of Saint Simon atau lebih dikenal dengan nama Cave Church.

Cave Church berlokasi di Gunung Mokattam di tenggara Kota Kairo, Mesir, di daerah Zabbaleen. Dari situs Association for The Protection of The Environment (APE) Mesir, Kamis (17/10/2013) disebutkan kebanyakan warga Zabbaleen adalah orang miskin yang kerjanya sebagai pemulung sampah.


Namun Zabbaleen punya pesona lain, karena Gunung Mokattam punya gua alami. Terlebih lagi, 90 persen warga Zabbaleen adalah umat Kristen Koptik. Mereka pun membangun gereja di sana.


Gereja Koptik pertama kali dibangun di Desa Mokattam pada 1975. Setelah gereja berdiri, warga Zabbaleen perlahan-lahan membangun gereja dengan bahan material bangunan yang lebih permanen seperti batu dan bata.


Pada tahun 1976 terjadi kebakaran di daerah Manshiyat Nasir. Dari situ, mulailah masyarakat membangun gereja di gua di dalam Gunung Mokattam agar lebih aman. Gereja Gua atau Cave Church, begitulah orang-orang menyebutnya.


Ada area di dalam gua seluas 1.000 meter persegi yang pelan-pelan dibangun menjadi beberapa gereja. Bangunan gereja yang paling besar adalah Monastery of Saint Simon. Gereja ini memiliki kapasitas tempat duduk untuk 20.000 jemaat.


Yang banyak wisatawan belum tahu adalah, gereja dalam gua ini merupakan gereja paling besar di Timur Tengah yang kebanyakan adalah negara-negara Islam. Dengan segala keunikan itu, Cave Church pun menjadi daya tarik wisatawan.


Bangunan fasad gereja tetap didirikan di mulut gua sebagai bangunan permanen. Masuk ke dalam pintunya, barulah wisatawan bisa melihat gereja di dalam gua.


Area utama di dalam gua berbentuk seperti auditorium setengah lingkaran dengan mimbar khotbah untuk pendeta di atas panggung. Dinding gua pun diukir dengan berbagai tokoh dalam kisah Injil. Ayat-ayat Injil dalam bahasa Inggris dan Arab juga menghiasi dinding gua.


Tidak terlupa adalah sejumlah altar dan lukisan Yesus Kristus. Wisata religi ke Cave Church mungkin akan menjadi pengalaman unik untuk wisatawan Kristiani.






Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Unik! Ada Gereja Dalam Gua di Kairo

Tuesday, July 23, 2013

Baca Alquran Melalui Indra Perasa

TIDAK ada manusia yang sempurna. Namun, ketidaksempurnaan bukan alasan untuk tidak beribadah, termasuk bagi mereka yang tunanetra. Dan, di bulan suci ini para tunanetra makin bersemangat mendekatkan diri dengan Tuhan. Meski tanpa mata, mereka seakan tiada henti bertadarus, melafazkan ayat-ayat Al-Quran.

———

M Sahbainy Nasution, Medan

———

Jika tidak percaya silakan kunjungi Jalan Sampul No 30 Medan Petisah. Ya, di tempat itulah sekumpulan orang  tunanetra yang membaca Alquran selayaknya orang normal. Lantuanan ayat suci sangat terdengar saat memasuki bangunan berwarna putih, bertuliskan PersatuanTunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut yang berukuran sekitar 1.035 meter persegi ini.


Dengan meja yang berukuran 3 meter  berwarna coklat dan bangku kayu, para tunanetra tampak serius membaca alquran.


Mata mereka tak aktif. Banyak dari mereka pun tak hafal Al-Quran. Namun, ayat-ayat itu seakan mengalir begitu indah. Mereka sangat mengandalkan kulit yang ada di jari-jari mereka untuk mengeja alquran. Layaknya orang normal saja mereka asyik  membaca Al-Quran tersebut. Mereka ditentori tiga orang guru yang notabene tunanetra juga.


Ya, memang mereka memakai alquran braille. Sebuah Al-Quran yang berbentuk huruf timbul, sedikit lubang kecil, dan bentuknya lebih besar dari Al-Quran biasa. Secara keseluruhan, peserta tadarus ini berbagai daerah seperti Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Tebingtinggi dan daerah lainnya.


Memang, pada bulan suci Ramadan setiap umat Muslim mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dianggap ibadah. Oleh karenanya, banyak umat muslim yang berlomba-lomba mengejar pahala di bulan nan indah ini, termasuk membaca kita suci alquran. Itulah sebagian aktivitas peserta Pertuni Sumut ini.


Sekretaris Daerah (Sekda) Pertuni Sumut, Rusman (40) cukup banyak menceritakan Pertuni Sumut ini. Ia juga seorang tunanetra. Biasanya, pada hari Kamis, anggota yang tergabung di Pertuni Sumut memang melakukan tadarusan. Seiring kebutuhan, selain hari Kamis, Selasa pun dijadikan waktu untuk mengaji. Selain itu, selama Ramadan bisa tiap hari mereka tadarusan.


Rusman menjelaskan, dengan didampingi tiga mentor mereka, peserta tunanetra dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang dikatagorikan pemula, pemantapan, dan yang terakhir  kemahiran.


Dari pembagian inilah mereka bisa fasih membaca alquran. Salah satunya, yang dialami oleh Rusman. Pada saat ini ia masih dikatagorikan  pemantapan. “Saya belajar tidak pada hari yang ditentukan saja. Setiap selesai salat magrib, saya sering mengulang bacaan yang sudah diajarkan,” ungkapnya.


Menurut Rusman, mempelajari Al-Quran braille dan tulisan braille ini tak jauh berbeda banyak. Hanya saja alquran menggunakan bahasa Arab. “Untuk dapat belajar ini kita harus belajar iqra dulu,” kata bapak yang sudah memiliki satu orang anak ini.


Lebih lanjut, ia mengatakan untuk melakukan tadarusan dan belajar alquran selama Ramdan biasanya dimulai dari pagi jam 09.00 dan disudahi sebelum waktu dzuhur tiba. Saat ini saja dengan membaca ramai-ramai mereka sudah sampai juz ke-10. Artinya, tinggal 20 juz lagi mereka khatam.


“Karena kami setiap pertemuan biasanya 1 juz baru selesai. Kalau untuk bulan puasa, kita bukan hanya belajar alquran saja, di tempat ini juga kita lakukan untuk salat tasbih,” ujarnya.


Selain Rusman, Kasi (40) dan Supriadi (49) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) mau bebrbagi kisah. Pasangan ini tinggal di Serdang,Medan. Mereka baru masuk pada tahun ini di Pertuni. Kasi menyatakan, belajar di Pertuni jauh lebih nyaman dari pada di rumah sendiri.


“Jadinya, di tempat ini kita berbagi ilmu kepada teman-teman. Setelah sampai ke rumah kita mengulangi apa yang kita pelajari di Pertuni Sumut ini,” ujar singkat wanita yang berjilbab putih itu.


Setelah mereka selesai membaca Al-Quran, tak lama kumandang azan pun tiba. Puluhan tunanetra itupun melaksanakan salat dzuhur berjamaah. Setelah selesai, peserta pun kembali ke rumahnya masing-masing. Setiap orang diberikan uang transport sekitar Rp20 ribu per orang.


Ada yang naik becak motor ada juga yang naik bus yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut. “Pertuni Sumut kerja sama dengan Baznas untuk transpor mereka yang rumahnya di luar Kota Medan,” terang Rusman.


Pada dasarnya Pertuni memang diperuntukkan bagi kumpulan tunanetra. Pertuni berdiri pada 1964 di Kota Solo yang diprakarsai 6 orang tunanetra. Singkat cerita, tahun 1966 Presiden Soeharto mengesahkan organisasi ini bernama Pertuni di Jakarta.


Dengan perkembangan waktu, Pertuni ini pun semakin banyak anggotanya.  Pertuni masuk di Sumut sekitar 1998 yang disahkan oleh Gubernur Sumut, Edward Waldemar Pahala (EWP) Tambunan. Awalnya hanya 15 tunanetra yang menjadi anggota. Pada saat ini, untuk di Sumut sudah beranggotakan 1.000 tunanerta yang mempunyai 21 cabang di kabupaten/kota.


“Pada dasarnya bersifat sosial, seperti belajar ibadah, memasak, buat grup nasyid dan lainnya,” kata Rusman lagi.


Menurut Rusman, anggota Pertuni tidak hanya beragama Islam. Sebagian ada yang beragama Kristen dan Buddha. “Jadi, di tempat ini ada juga belajar agama Kristen bagi yang memeluknya, sedangkan untuk Buddha sampai sekarang kita masih membutuhkan guru,” tutupnya. (*)


 



Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/03/26/121949/Dody-Kangen-Band-Pernah-Sakit-Jiwa-


Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Tuesday, December 24, 2013

Umno ingin jaga kesucian Islam?



KEMENTERIAN Dalam Negeri ( KDN ) bercadang untuk perkenalkan rang undang undang baru dalam usaha memerangi fitnah dan penghinaan ke atas agama Islam dan institusi Raja, khasnya dari media alternatif. Demikianlah kenyataan Timbalan Menteri KDN, Datuk Dr Wan Junaidi di Dewan Negara baru baru ini  ( lihat Malaysian Insider 20 Disember 2013 ).


Komen saya kita tidak perlu undang undang memerangi fitnah kerana undang-undang sedia ada sudah cukup untuk memerangi fitnah. Kita sudah ada Akta Fitnah 1957 dan kita juga sudah ada seksyen 500 Kanun Keseksaaan untuk kesalahan fitnah. Benarkan media alternatif yang suka memfitnah dalam keadaan semua tahu Utusan Malaysia sering kalah di Mahkamah dalam kes fitnah?


Jaga institusi Raja? Bukankah Umno juara bertahan menghina institusi Raja? Jika tidak percaya tanyalah YB Datuk Seri Annuar Musa siapakah yang nak tabal Raja di bawah pohon Ketapang?


Mengenai Islam, sekali pandang nampak macam Umno benar-benar ingin menjaga kesucian Islam. Sebab itulah dicadangkan undang undang khusus untuk jaga agama Islam. Sudah tentu PAS akan ditempelak jika rang undang undang itu tidak dipersetujui oleh PAS.


Mungkin terlalu awal untuk dibuat satu komentar yang terperinci atas perkara tersebut di peringkat ini kerana kita masih kabur apakah bentuk dan isi undang undang itu . Cuma saya boleh jangkakan akan ada peruntukan untuk menghukum orang yang menghina kesucian Islam. Apakah hukumannya, itu kita kena tunggu pembentangannya di Dewan Rakyat kelak.


Adakah idea untuk mewujudkan undang undang ini datang dari wujudnya undang undang di beberapa buah negara Eropah yang melarang anti-Semitism (anti-Yahudi) masih tidak dapat dipastikan. Undang undang anti-Semitism menjadikan mana mana perbuatan yang dilihat membenci Yahudi sebagai perbuatan jenayah dan boleh dihukum. Di Perancis bekas cendekiawan Yahudi yang masuk Islam Almarhum Dr Roger Garaudy antara tokoh yang pernah didakwa dan dihukum di bawah undang-undang anti-Semitism ini.


Berbalik kepada cadangan KDN untuk mewujudkan undang-undang bagi menjaga agama Islam, perlukah diwujudkan undang-undang seperti itu?  Saya tidak fikir ianya satu keperluan. Kenapa kita perlu undang-undang ala anti-Semitism itu?


Islam, tidak seperti agama agama lain, adalah agama yang  berdiri tegas atas hujah (burhan) dan dalil. Ia insya Allah boleh menjaga dirinya sendiri kerana pemilik Islam adalah Allah. Jika Allah berjanji dalam Al Quran bahawa Allah yang menurunkan Al-Quran  dan Allah pasti akan menjaganya maka apa masalah untuk Allah menjaga Islam?


Apa yang Islam minta hanyalah ruang untuk ia dibenarkan menyeru manusia kepada Allah dengan secara hikmah, dengan nasihat yang baik ( mau’izah al hasanah ) dan dengan perdebatan (mujadalah) melalui kaedah yang paling terbaik. Jika ruang itu diberi nescaya Islam tidak perlu kepada undang undang khas ciptaan manusia untuk lindungi Islam. Umno perlu tahu bahawa manusia perlukan Islam bukannya Islam perlukan manusia.


Malangnya Umno  telah gagal membenarkan ruang selesa dan secukupnya untuk Islam berkembang secara baik. Sekatan sekatan yang berbentuk drakonian terlalu banyak diwujudkan di negara ini sekaligus ruang untuk  Islam berhujah dan berdialog serta mempamerkan kebenaran dan kecantikannya semakin kecil.


Keistimewaan Islam adalah ia tidak takut untuk dicerca , dikritik dan dihina oleh mana mana pihak selagi mana ia dalam masa yang sama dibenarkan untuk menjawab segala isu yang dibangkitkan untuk mempertikai Islam.


Saya pernah membaca bahawa Saidina Ali k.w.j. pernah dilaporkan berkata, “janganlah khuatir orang menghina atau mengkritik Islam kerana dengan kritikan itulah Islam mendapat peluang untuk mempamerkan kebenarannya”.


Sebab itulah seorang Atheist yang tidak percaya kepada Tuhan boleh menerima Islam apabila ia berani mendekati Islam dan berdialog dengan Islam. Sarjana Amerika Dr Jeffery Lang adalah seorang Ahteist sebelum masuk Islam. Beliau tidak percaya kepada Allah kerana dia merasa pelik bagaimanakah jika Allah benar-benar wujud dan mencipta alam dan manusia, Dia  juga dalam masa yang sama mewujudkan kebinasaan dan kerosakan di dunia ini.


Apabila beliau membaca terjemahan Al Quran di dalam surah Al Baqarah ayat 30, Dr Jeffery menemui jawapan kepada persoalan tersebut. Dalam syarahannya yang saya ikuti, beliau menyatakan persoalan yang terbenak dalam pemikiran beliau adalah persoalan yang sama yang Malaikat tanya kepada Allah. Malaikat, seperti Dr Jeffery, musykil mengapakah Allah ingin jadikan manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi sedangkan manusia suka membuat kerosakan dan menumpahkam darah sedangkan malaikat sentiasa bertasbih memuja dan memuji Allah.


Itulah kelebihan Islam. Ia tidak perlu undang-undang ciptaan manusia untuk menjaga kesuciannya. Satu perkara aneh adalah Umno/BN telah lama meninggalkan perintah Allah supaya ditegakkan undang undang Allah di bumi Malaysia ini. Kini Umno/BN pula nak buat undang-undang untuk menjaga kesucian Islam. Jika Umno/BN rasa Islam itu suci, mengapakah undang undang Islam kamu tinggalkan sekian lama?


Peliknya Umno, apa yang Allah perintahkan ia tidak mahu laksanakan sebaliknya apa yang Allah tidak perintahkan, itu yang ingin dilaksanakan.


Article source: http://sg.news.yahoo.com/kiram-declares-jihad-against-malaysia-085414183.html


Umno ingin jaga kesucian Islam?

Sunday, June 30, 2013

Abdul Malik Haramain Pastikan RUU Ormas Tak Kebiri Kebebasan Warga Negara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain menegaskan RUU tersebut tidak akan mengancam kebebasan warga negara. Apalagi bila dikaitkan dengan sejumlah pasal-pasal dalam RUU Ormas.


“Oleh karena itu pendapat yang mengatakan bahwa RUU ini akan mengebiri kebebasan warga negara, sebetulnya tidaklah berdasar dan tidak relevan,” kata Malik di Jakarta, Minggu (30/6/2013).


Namun, Malik menganggap kritik dan penolakan terhadap RUU Ormas sebagai masukan bagi pihaknya. Politisi PKB itu mengakui kritik tersebut membuat pihaknya berhati-hati dalam memutuskan isi RUU tersebut.


“Kalau kemudian ada tuduhan negatif termasuk ada kepentingan besar di belakang pansus, kami nyatakan sama sekali tidak benar. Kami berusaha tetap jernih dan tidak emosional menyikapi hal itu. Karena itu kami selalu terbuka kpd siapapun, termasuk kepada yang menolak RUU ini,” ungkapnya.


Malik menjelaskan sejumlah pasal telah diubah setelah pansus bertemu dengan ormas besar dan masukan saat paripurna. Pertemuan ormas dilakukan Rabu (23/6/2013) yang dihadiri NU, Muhammadiyah, KWI, PGI dan Lembaga Persahabatan Ormas Islam.


Beberapa perubahan itu antara lain ;


1. Pasal 7 tentang pembidangan Ormas, diubah menjadi bidang kegiatan Ormas diserahkan ke AD/ART masing-masing sesuai dengan tujuan dan peran Ormas


2. Pasal tentang Keputusan Organisasi dihapus, diserahkan ke masing-masing Ormas sesuai dengan mekanisme dan AD/ART masing-masing.


“Ini untuk memberikan kebebasan seluas-luasnya agar pembidangan dan penyelesaian sengketa menjadi urusan internal ormas,” katanya.


3. Tentang isi AD/ART, hanya menyebutkan nama lambang, kedudukan, azas, tujuan, kepengurusan, hak dan kewajiban anggota, pengelolaan keuangan, mekanisme penyelesaian sengketa dan pengawasan internal.


4. Penegasan, Pendaftaran Ormas bisa berbentuk badan hukum (yayasan atau perkumpulan, SKT, surat keterangan domisili. Ormas berbadan hukum tidak memerlukan SKT


5. Ruang lingkup Ormas (nasional, propinsi atau kabupaten /kota) bukanlah kewajiban tapi hanya opsi untuk kebutuhan pemberdyaan ormas.


6. Pasal 27 : ormas dapat melakukan kegiatan di seluruh wilayah NRI. Tanpa dipengaruhi ruang lingkup Ormas. Artinya ormas apapun level/ruanglingkup bisa dan boleh beraktivitas di manapun.


7. Dalam hal pemberian sanksi, RUU menegaskan konteksnya pembinaan. Sehingga semua sanksi harus melalui SP (surat peringatan) sampai 3 kali  


8.  Dalam bab larangan pasal 59, ayat 5 dihapus untuk memastikan tidak ada tindakan-tindakan sewenang-wenang dari aparat.


9. Ada penegasan pasal pasal 17 ayat 3, bahwa pemerintah harus menerbitkan SKT dalam jangka 7 hari sejak persyaratan administrasi ormas lengkap.


“Ini memastikan agar tidak ada politisasi misalnya diulur-ulur. Perubahan-perubahan itu lebih banyak mengakomodasi dua hal,” katanya.


Pertama, usulan bahwa pemerintah tidak boleh terlalu masuk pada ranah intern ormas. Kedua, wilayah kegiatan dan aktivitas ormas tidak dibatasi.  Ketiga, ormas diberikan otoritas untuk mengambil keputusan secara mandiri tanpa intervensi negara.


“Selalu kami tegaskan sejak awal, terutama kepada yang menolak RUU ini, tunjukkan dan sampaikan kepada kami mana bab, pasal-pasal, ayat-ayat atau isi RUU ini yg berpotensi mengancam kebebasan dan berpotensi represif. Prinsip kami jelas : bahwa kebebasan harus dilindungi karena itu perintah UUD,” tuturnya.


Malik mengungkapkan RUU tersebut hanya mengelola kebebasan, sesuai perintah UUD, agar kebebasan itu tidak mengancam kebebasan warga negara lain. Situasi seperti ini sangat faktual di kehidupan berbangsa kita.


“Sejak awal pembahasan RUU ini sangat terbuka, tidak hanya  mengundang ormas-ormas besar yang memiliki sejarah dan konstribusi cemerlang kepada bangsa ini, aktivis LSM/NGO besar nasional maupun asing, para civitas akademika,” katanya.


Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/17/orang-jepang-tertarik-mengetahui-kehidupan-kaum-muslim


Abdul Malik Haramain Pastikan RUU Ormas Tak Kebiri Kebebasan Warga Negara