Showing posts sorted by relevance for query depannya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query depannya. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U So Much for Visit this News

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U Very Much for Visit this News

Tuesday, October 1, 2013

Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Pendapatan pesepakbola dunia terbesar dari luar lapangan hijau yaitu iklan produk. Di Indonesia, muncul wacana agar Garuda Muda “diharamkan” memasuki dunia gemerlap itu. Demi prestasi lah alasannya.

Tak bisa dipungkiri, dunia selebritas dan sepakbola memiliki hubungan spesial. Bintang lapangan hijau banyak yang mengeruk uang dari acara televisi hingga iklan. Bahkan di luar negeri, WAGS (wives and girlfriends) pesepakbola mayoritas artis.Namun, di Indonesia diwacanakan agar pemain sepakbola di tim nasional tidak dekat-dekat dengan dunia ikaln. Seperti diketahui, lama paceklik prestasi membuat publik Tanah Air risau dengan masa depan sepakbola Indonesia. Meski digandrungi publik, persepakbolaan Indonesia seolah tak bertaji.


Namun harapan akan membaiknya dunia si kulit bundar itu seakan membuncah saat Timnas U-19 menjuarai piala AFF. Paceklik prestasi selama 22 tahun seakan terobati dengan kemenangan Maldini cs atas timnas Vietnam dalam drama adu penalti.


Prestasi sepakbola Indonesia di tingkat kawasan selama ini hanya bisa dibilang “nyaris” sempurna. Lihat saja tahun 1997, 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2011 lalu, Timnas hanya bisa masuk final lalu tunduk kepada lawan baik di ajang Piala Tiger, AFF, maupun Sea Games. Namun kemenangan tim berjuluk Garuda Jaya ini pun diselimuti awan gelap. Menjadi pemain bintang dan berprestasi terkadang banyak godaan.


Lihat saja nasib timnas senior Piala AFF 2010 yang dirusak persiapannya dengan berbagai kunjungan yang tidak penting. Banyaknya tawaran iklan dan menghadiri acara tak penting bisa membuat mereka terlena.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo mewanti-wanti agar timnas U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Roy Suryo juga tidak ingin mereka menjadi bintang iklan. Politisi Demokrat ini meminta agar kekompakan tim terus dijaga dan tidak diganggu kepentingan iklan dan komersil lainnya. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan di tubuh Garuda Jaya.


Selain Roy Suryo , Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti juga mengingatkan hal yang sama. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media. Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.


“Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,” ujar La Nyalla.


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan memagari para pemain timnas Indonesia U-19 dari godaan bintang iklan dan syuting untuk tayangan televisi.


“Kami khawatir akan terkontaminasi dunia hiburan dan menjadi terlalu sibuk dengan agenda di luar sepak bola. Sebab itu akan merugikan pemain sendiri dan berpengaruh ke mental,” ujar La Nyalla Mahmud Mattalitti.


Menurutnya, pihaknya telah belajar dari pengalaman beberapa pemain sepakbola yang mulai tenar dan masuk dunia hiburan. Dia menilai, karir sepakbolanya akan terganggu dan berimbas pada berkurangnya kemampuannya dalam urusan si kulit bundar.


Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.


“Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,” katanya.


Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. “Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,” kata Roy menegaskan.


Perlukah pelarangan “ngratis” seperti ini? Ins


Pemain Bola Ini Berpenghasilan Besar dari Iklan
Faktor pemain menjadi salah satu magnet menarik dalam sepakbola. Tidak di pungkiri pemain sepak bola adalah suatu profesi yang dekat dengan ketenaran dan publisitas yang tinggi. Apalagi jika pemain itu memiliki kemampuan hebat atau tampang menawan. Dua aspek itulah yang membuat seorang pemain menjadi incaran pengusaha.


Bayaran dari iklan, tentunya membuat kekayaan sang pemain menebal. Berikut 5 pemain terkaya dunia versi Forbes yang juga menjadi bintang iklan.


Cristiano Ronaldo
Forbes merilis bahwa pendapatan mega bintang klub Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mencapai 44 juta dollar atau setara Rp 507 miliar per tahunnya. Hampir setengah dari pendapatan Ronaldo berasal dari iklan.


Pemain Portugal ini mengikat kerjasama dengan Nike, Castrol, Clear Shampoo, Mobitti, Konami, Banco Espirito Santo. Ketenaran Ronaldo setelah 2 kali menjadi runner up pemain terbaik dunia membuatnya menjadi incaran banyak perusahaan lainnya yang mengantre untuk menjadikannya bintang iklan.


Lionel Messi
Lionel Messi, menurut catatan Forbes, memiliki pendapatan per tahun mencapai sekitar 40,3 juta dollar atau setara Rp 464,9 miliar. Pendapatan Messi ini berasal dari gaji sebesar 14 juta dollar, 2 juta dollar dari bonus dan 24 juta dollar dari iklan.


Messi, sebagai seorang pemain sepakbola dengan raihan 4 gelar pemain terbaik dunia, tidak di pungkiri dirinya mencatatkan diri sebagai seorang pesepakbola paling terkenal di dunia. Messi memiliki sponsor dari Adidas yang menyumbang 4 juta dollar per tahun lalu yakni Konami, PepsiCo, Cher, KFC, Gillete.


Sergio Aguero
Pemain asal Negeri Tango ini memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,8 juta dollar atau setara Rp 239,9 miliar. Aguero telah mengikat kontrak kerjasama dengan beberapa produk dunia di antaranya Puma dan Pepsi.


Aguero dibeli Manchester City dari Atletico Madrid senilai 60 juta dollar. Selama dua tahun keduanya bersama Manchester City, Aguero selalu menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi klub rival Manchester United ini. Performa apik Aguero membuat masa depannya di dunia sepak bola masih cerah. Dengan umur Aguero yang masih muda yakni 24 tahun membuat Puma terpikat untuk mengikatnya dengan kontrak kerjasama jangka panjang sebagai bintang iklan.


Wayne Rooney
Wayne Rooney, pemain yang mendapat julukan si bengal, memiliki pendapatan per tahunnya mencapai 20,3 juta dollar atau setara Rp 234,2 miliar. Sponsor terbesar Rooney ialah Nike dan Harper Collins. Rooney saat ini tengah mengalami kekeringan dana dari iklan. Pasalnya, EA Sport, sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar memutus kontrak kerjasama 7 tahunnya.ins


Pesepakbola Indonesia Juga Laris Manis
Iklan, menjadi salah satu cara para atlet Indonesia untuk menambah pundi rupiah mereka. Tentunya, mereka juga kerap berlaku selektif terhadap iklan yang ditawarkan. Jika tidak ada korelasi dengan profesi mereka sebagai atlet, sudah barang tentu tidak akan diterima karena ha tersebut hanya akan mencoreng citra yang sudah melekat dalam dirinya.


Sebut saja iklan sepatu olah raga, makanan ringan penambah daya tahan tubuh hingga iklan sebuah sepeda motor yang kerap menonjolkan sifat macho seorang pria. Berikut beberapa nama pemain Timnas Sepak Bola Indonesia yang menambah pundi-pundi uang melalui jalur hiburan:


1. Irfan Bachdim
Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 11 Agustus 1988 silam tersebut mencuat namanya setelah menjebol gawang Malaysia dalam laga dua tahunan di Asia Tenggara, Piala AFF 2010. Dalam laga perdana, Indonesia berhasil membungkam Malaysia dengan perolehan skor 5-1 dan Bachdim menjadi salah satu pemain yang menjebol gawang Negeri Jiran tersebut.


Rupa yang kebule-bulean membuat seluruh pasang mata tidak bosan memandangnya. Ahasil, wajah blasteran Bachdim pun acap kali menghiasi layar kaca, tentunya di luar pertandingan yang ia lakoni.


Wajah Bachdim yang mulai menghiasi layar kaca dan sampul beberapa media cetak kerap disebut pelaku industri hiburan sangat berpotensial menyedot perhatian konsumen. Alhasil, Bachdim pun menjelma dari seorang atlet muda Indonesia menjadi superstar di dunia hiburan.


Dalam suatu kesempatan, Bachdim sempat menuturkan alasannya menerima sejumlah tawaran iklan yang berdatangan lantaran mengikuti jejak sang idola, Cristiano Ronaldo atau yang akrab disapa CR7.


“Idola saya Cristiano Ronaldo, itu juga salah satu alasannya saya ambil pekerjaan ini (bintang iklan),” tutur suami dari model Jennifer Kurniawan saat itu.


Sebut saja, iklan sampo, iklan minuman berisotonik hingga iklan sebuah sepeda motor mempercayakan Bachdim sebagai top brand mereka.


Namun, sayang, popularitas Bachdim yang meroket di dunia hiburan berbanding terbalik dengan profesinya yang sebenarnya yakni sebagai atlet Indonesia. Harapan sejumlah masyarakat harus pupus dikarenakan gelandang Persema Malang ini lebih menekuni profesi barunya di dunia hiburan.


Nama Bachdim dicoret sang pelatih, Rachmad Dharmawan (RD) dari susunan pemain Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang lantaran mangkir dari latihan Timnas U-23.


Sikap indisipliner dan perubahan gaya hidup juga yang membuat Bachdim tersandung masalah di klub yang selama ini ia bela, yakni Persema Malang.


2. Bambang Pamungkas
Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas. Striker klub Persija yang akrab disapa Bepe ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Selain kemampuan bermain sepak bola yang tidak lagi diragukan, wajah Bepe yang mengeluarkan aura karismatik kerap membuat sejumlah pasang mata tidak bosan untuk memandang.


Ketajaman Bepe ketika berhadapan langsung dengan gawang lawan dalam adu penalty menjadi salah satu alas an mengapa banyak penikmat Sepak Bola di Tanah Air menaruh kagum terhadapnya. Energi positif yang dipancarkan sang mantan kapten Timnas Indonesia tersebut dilirik sejumlah pelaku di industri hiburan,


Bepe pun dipercaya membintangi sejumlah iklan, seperti iklan makanan ringan yang dipercaya dapat menambah daya tahan tubuh, kemudian ada iklan sepatu dengan merk ternama, iklan handphone hingga iklan obat sakit kepala.


Diharapkan, dengan dijadikannya pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 silam tersebut menjadi icon sejumlah produk dapat dengan serta merta menyedot perhatian para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.


3. Christian Gonzalez
Cristian Gonzales merupakan salah satu striker Indonesia yang ditakuti oleh lawannya. Pasalnya, pemain naturalisasi kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1978 ini handal dalam posisi penyerang tengah ataupun penyerang tunggal saat di lapangan hijau dan terkenal dengan sundulan mautnya yang dapat menjebol gawang lawan.


Prestasinya di lapangan hijau yang terbilang cemerlang membuat suami dari Eva Nurida Siregar ini dilirik beberapa produser iklan yang mempercayakan Cristian sebagai top brand produk mereka. Alhasil, Pria yang telah mencetak gol sebanyak 173 gol ini dikontrak sebuah produk sepatu olah raga.


Selain menjadi bintang iklan, pria yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak 1 November 2010 ini juga dipercayakan membintangi sebuah sinetron yang berjudul Islam KTP. Kendati tawaran dari dunia hiburan mengalir deras, pemain yang dijuluki El Locco tersebut tetap berkomitmen penuh dengan profesinya sebagai atlet Sepak Bola Indonesia. Menurutnya, selama jadwal syuting tidak mengganggu hingga membuat kinerjanya menurun saat merumput, maka hal tersebut akan tetap dilakoni.


4. Andik Firmansyah
Nama Andik Vermansyah kian menjadi tidak asing didengar di telinga saat dirinya ditekling keras oleh bintang David Beckham dalam laga Tim Nasional Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 30 November 2011silam.


Selain itu, gerak yang lincah saat merumput pun juga menjadikan pria kelahiran Jember, 23 November 1991 dijuluki Lionel Messi Indonesia. Seperti para pendahulunya, keunikan Andik juga dilirik sejumlah pelaku industri hiburan khususnya iklan.


Pemain asal klub Persebaya U-18 ini pun dipercayakan membintangi sebuah iklan produk kacang yang sudah tidak asing lagi.ins


Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/09/09/1252305/Panel.Konstitusi.Mesir.Beragam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Kala Garuda Muda Dilarang Ngartis

Tuesday, December 3, 2013

Dulu sinis, sekarang Rhoma Irama ngebet nyapres dengan Jokowi

Berita Terkait



  • Usul bubarkan MK, Rhoma Irama tegaskan sudah baca UUD

    Usul bubarkan MK, Rhoma Irama tegaskan sudah baca UUD


  • Rhoma desak Kapolri segera buat aturan polwan berjilbab


  • Rhoma Irama samakan Jokowi dengan musik dangdut

Merdeka.com – Jelang 2014, sejumlah tokoh yang digadang-gadang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai melancarkan manuvernya. Tak terkecuali dengan Raja Dangdut Rhoma Irama.


Pria yang akrab disapa Bang Haji itu masuk dalam bursa capres yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rhoma sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai capres dari PKB.


Rhoma bahkan mengaku yakin akan dipilih PKB menjadi capres ketimbang dua kandidat capres PKB lainnya, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan mantan Wapres Jusuf Kalla.


“Kadang-kadang politik seru. Jadi sampai saat kemarin ketemu bahwa capres PKB Rhoma, semua berita-berita di media masih dalam bentuk wacana. DPP sampai saat ini masih konsisten,” ujar Rhoma di Studio Orange Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).


Tak hanya itu, pria yang dijuluki ‘Satria Bergitar’ itu belakangan mulai melancarkan manuvernya. Salah satunya adalah soal keinginannya duet di Pilpres bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Rhoma bahkan yakin keinginannya itu dapat terwujud.


“Bila Rhoma Irama sama Jokowi itu mungkin bisa saja terjadi,” ujar Rhoma di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (3/12).


Rhoma juga memuji Jokowi sebagai sosok yang merakyat. Dia bahkan menyamakan Jokowi dengan musik dangdut yang biasa dibawakannya. Menurutnya, akan menjadi lengkap jika dirinya bersanding dengan Jokowi sebagai pasangan capres cawapres.


“Seandainya di-merger (satukan) kan jadi komplet. Namun, ini masih wacana ya,” jelasnya.


Tingkat elektabilitas yang dimiliki Jokowi saat ini pastinya menjadi nilai plus yang membuat Rhoma kepincut. Sebab, dalam berbagai hasil survei, elektabilitas Jokowi selalu berada di deretan teratas. Karenanya, tak aneh jika para tokoh yang hendak mencalonkan diri di Pilpres 2014, kepincut ingin berduet dengan Jokowi.


Selain itu, Rhoma juga memiliki kenangan tersendiri pada Jokowi. Saat kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu, Rhoma pernah bersikap sinis terhadap mantan wali kota Solo itu. Rhoma yang saat itu menjadi salah satu dari barisan artis pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) pernah berceramah di sebuah masjid di Tanjung Duren, Jakarta Barat.


Saat itu, Rhoma berceramah dan menyarankan jamaah untuk tidak memilih pemimpin yang tidak seakidah. Dia bahkan menuding ibu Jokowi bukan seorang muslim. Ceramah itu akhirnya membawa Rhoma pada pemeriksaan oleh Panwaslu DKI Jakarta.


Setelah sempat menjalani pemeriksaan, Rhoma yang diduga melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan isu SARA, bebas dari segala tuduhan. Panwaslu menyatakan tuduhan terhadap Rhoma tidak terbukti. Tim Sukses Foke-Nara juga membantah jika si Raja Dangdut adalah salah satu juru kampanye pasangan tersebut.


Akankah Rhoma berpasangan dengan Jokowi sebagai capres cawapres di Pilpres 2014? Kita lihat saja ke depannya.












Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25267/06/10/2012/puluhan-kaum-muslim-terluka-setelah-zionis-serbu-masjidil-aqsha.html


Dulu sinis, sekarang Rhoma Irama ngebet nyapres dengan Jokowi

Tuesday, June 18, 2013

Menengok Jejak Pangeran Wiraguna di Ragunan

Jika menyebut nama Ragunan maka yang terbersit pertama kali dalam benak kita adalah tempat rekreasi fauna Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Namun tidak banyak yang tahu kalau nama Ragunan diambil dari nama Pangeran Wiraguna yang merupakan seorang warga negara Belanda bernama asli Hendrick Lucaasz Cardeel yang hidup di abad ke-16.

Hendrick sendiri mendapat gelar itu dari putra Sultan Ageng Tirtayasa Raja Banten, yang bernama Sultan Abunasar Abdul Qohar atau Sultan Haji. Ini dilakukan karena Hendrick telah membantu pihak Kerajaan Banten untuk membangun kembali bangunan kompleks kerajaan yang hangus terbakar saat itu. Sultan Haji yang ingin menguasai singgasana ayahnya, juga memberikan kepercayaan penuh kepada Pangeran Wiraguna dalam menjalin hubungan dengan pihak VOC di Batavia.


“Dahulu Pangeran Wiraguna sempat masuk Islam dan menikah dengan seorang perempuan muslimah. Dia dipercaya sebagai utusan untuk berhubungan dengan VOC dan membantu Sultan Haji merebut kekuasaan ayahnya,” ujar Kamaludin (56), penjaga makam Pangeran Putra Wiraguna, Rabu (19/6).


Setelah lama tinggal di nusantara, sekitar tahun 1689, Pangeran Wiraguna memohon izin kepada Sultan Haji untuk pulang ke Belanda. Namun karena jasanya juga membantu VOC menguasai wilayah jajahannya, ia diberikan lahan yang cukup luas di Batavia hingga ia mengurungkan niat pulang ke tanah kelahirannya. Dan pada tahun yang sama, Pangeran Wiraguna meninggalkan Islam untuk kembali ke agama Kristen. “Meninggalnya saya tidak tahu pasti kapan, sampai dikuburkan di sini, Sehingga orang menyebut kawasan ini jadi Ragunan,” ucapnya.


Saat ini, makam Pengeran Wiraguna berada di Jl Pekayon Pejatenbarat RT 05/03, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Kemajuan zaman, membuat lahan pekuburan wakaf yang juga terdapat makam pangeran tersebut kini mulai terjepit oleh bangunan-bangunan besar. Pintu masuk untuk menuju makam pun, melalui gang sempit. Bahkan di depannya hampir tertutup dengan usaha tambal ban.


“Di sini setiap malam Jumat sangat banyak peziarah yang berdoa. Mereka mulai datang dari sore hari, untuk melakukan doa dan lainnya. Tidak tahu juga kalau ada yang meminta pesugihan atau suatu maksud, biasanya sampai subuh banyak orang,” tuturnya.


Kamaludin sendiri baru menjadi penjaga makam pada 2007 lalu. Di tempat itu dirinya diberikan mandat untuk menjaga dan merawat makam tersebut. “Juru kuncinya sudah meninggal beberapa tahun lalu, saya hanya merawat dan menjaga. Baru direnovasi menjadi seperti rumah sekitar tahun 2010, dan pintu baru saya buka kalau malam Jumat saja,” ucapnya.
 
Karena banyak peziarah yang datang dengan maksud tertentu, untuk mencegah penyimpangan di dinding dan di atas pintu makam Pangeran Wiraguna diberikan peringatan untuk para peziarah. “Mudah-mudahan mereka mengerti hakekat dari berziarah itu, jangan sampai meminta sesuatu kepada selain Allah,” harap Kamaludin.


 


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700


Menengok Jejak Pangeran Wiraguna di Ragunan

Thursday, December 12, 2013

Membangun Amal Usaha

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ani Nursalikah


Kerja sama antarormas kembangkan amal usaha belum ada gaungnya.


Muhammadiyah melesat mengandalkan amal usaha. Pendidikan, kesehatan, serta pelayanan sosial dan dakwah menjadi inti amal usaha persyarikatan ini. “Ketiga hal itulah yang berkembang pesat,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Selasa (19/11).


Ia menjelaskan yang dimaksud amal usaha di Muhammadiyah adalah gabungan dari sosial dan bisnis. Kalau sosial saja, ia mengaku Muhammadiyah tak mampu mendanai operasional organisasi. Sedangkan, kalau bisnis saja, Muhamamdiyah bukan lembaga bisnis.


Menurutnya, yang dimaksud dengan usaha adalah mampu menghidupkan diri sendiri untuk operasional. Namun, orientasinya bukan keuntungan. Nilai sosialnya tecermin dari adanya subsidi silang dari masyarakat yang mampu untuk masyarakat yang tidak mampu.
 
Persentase subsidi silang tersebut diserahkan kepada pengurus wilayah masing-masing dan tidak diatur pusat. Pada milad ke-101 Muhammadiyah, Yunahar ingin meningkatkan kualitas amal usaha yang ada ormas Islam ini.


Ia melihat dari segi kuantitas sudah banyak. Namun, amal usaha yang ada saat ini belum mempunyai kualitas yang seragam. Sesuai tema milad, “Meraih Keunggulan untuk kemajuan Bangsa”, Muhammadiyah didirikan bukan untuk warga Muhammadiyah dan orang Islam saja.


Muhammadiyah ada untuk bangsa Indonesia. Ia menguraikan makna ini. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, misalnya, 70 persen mahasiswa universitas milik Muhammadiyah di sana merupakan penganut agama Kristen. Begitu juga di Manokwari, Papua.


Yunahar mengakui Muhammadiyah masih sangat kurang dalam bidang ekonomi. Saat ini, harus terus berusaha untuk mengembangkannya agar juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami dirikan minimarket,” katanya.


Bahkan, beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah didorong agar masuk bisnis. Menurut Yunahar, ini juga sesuai dengan visi pemerintah agar perguruan tinggi jangan membiayai dirinya hanya dari sumbangan pendidikan mahasiswanya. Harus ada usaha lain.


Seperti dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membeli taman rekreasi. Menurutnya, amal usaha di organisasi bentukan Kiai haji Ahmad Dahlan ini dimulai dari kecil dan secara bertahap mampu mengembangkan diri.


Di bidang dakwah, Yunahar menjelaskan, peningkatan difokuskan bagaimana agar mampu menjawab persoalan zaman. Berdakwah di bidang multimedia dan media sosial juga dirasa masih kurang. Oleh karena itu, mesti ada langkah terobosan.


Diluncurkannya TV Muhammadiyah (TVMu) awal pekan lalu menjadi salah satu cara meningkatkan jangkauan dakwah. Yunahar menilai sumber daya manusia bukanlah penyebabnya. Karena itulah, hal ini tengah dievaluasi.


Ke depannya hal ini akan menjadi perhatian. Muhammadiyah memulainya dari kelembagaan dulu. Namanya Majelis Pustaka dan Informasi. Majelis inilah yang bertugas mewujudkan itu, baik melalui website atau blog, radio, dan televisi.


Untuk mengatasi kekurangan itu, pimpinan pusat Muhammadiyah mengingatkan dan mendorong agar lebih baik. Ia berharap kelemahan ini bisa diperbaiki. Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin bersyukur ada pengembangan amal usaha oleh ormas Islam.


Misalnya, amal usaha yang dikembangkan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), dan ormas lainnya. Ia mengatakan, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk kebaikan dan nyata dirasakan masyarakat manfaatnya.


“Hanya kini persoalannya bagaimana menyinergikan kegiatan berbagai ormas yang ada satu sama lain,” kata Didin. Menurutnya, jangan organisasinya saja yang menonjol, tetapi harus umatnya secara keseluruhan.


Sekuat apa pun suatu organisasi tidak bisa mengerjakan sendiri, kecuali dengan bekerja sama. Ia menilai kerja sama yang nyata antarormas belum terdengar gaungnya. Padahal amal usaha, seperti sekolah yang dimiliki Muhammadiyah, banyak yang telah berstandar internasional.


Didin mengakui mengajak bersatu memang sulit dijalankan meski mudah diucapkan. Amal usaha yang dilakukan ormas telah maksimal dilakukan, tapi dampaknya akan lebih terasa bila bekerja sama dengan berbagai pihak.


Contohnya, pengiriman dai ke daerah. Pengiriman ini membutuhkan biaya besar, mulai dari pelatihan, biaya hidup, dan manajemen. Dengan adanya kerja sama tentu akan lebih mudah terlaksana. Didin mengimbau sebaiknya kerja sama dilakukan secara sektoral.


Misalnya, di bidang perbankan atau pendidikan. Nota kesepahaman dibuat, tetapi sebagai payung hukum. Ia menilai memasuki tahun baru Islam menjadi momentum yang pas untuk mewujudkannya. Ormas-ormas Islam bersinergi dalam mengembangkan amal usaha.


Article source: http://www.sinarharian.com.my/rojak-bukan-hanya-di-tanjung-1.229772


Membangun Amal Usaha

Tuesday, May 7, 2013

Ini Alasan Bek Persib Abanda Herman Tertarik Masuk Islam

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana


TRIBUNNEWS.COM – Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar, mengaku sangat terharu dan bahagia, karena selama memimpin tim Persib, baru kali ini ada seorang pemain asing yang menyatakan diri sebagai mualaf. Hal itu diungkapkan Umuh, saat menjadi saksi pengucapan syahadat yang dilakukan oleh bek Persib, Abanda Herman


“Sebetulnya sudah lama Abanda menginginkan masuk Islam, tapi saya memberi waktu kepada dia agar merenungkan kembali hal itu, jangan sampai dia pindah keyakinan karena keterpaksaan. Namun dia benar-benar mengungkapkan bahwa dirinya sangat serius dan penuh kesadaran hati ingin memeluk Islam. Saya pun menyambut gembira dan haru,” kata Umuh dengan mata berkaca-kaca di depan jemaah.


Hal yang sama diungkapkan pelatih Djadjang Nurdjaman. Menurut Djanur, hari itu merupakan hari yang tidak akan pernah dia lupakan dan membuat dirinya merasa sangat bahagia. “Saya sangat senang dan bahagia melihat ada pemain yang menjadi mualaf,” ujar Djanur singkat.


Setelah mengucapkan syahadat, Abanda mengaku bahwa hatinya sangat merasa damai dan tenang. Terlebih karena dia merasa memiliki suasana baru di dalam hidupnya.


“Aku sangat bahagia bisa masuk Islam. Semua ini adalah berdasarkan kesadaran aku tanpa ada paksaan dari orang lain. Ini murni kesadaran aku pribadi,” ucap Abanda.


Abanda juga mengaku tidak memiliki masalah hubungan dia dan keluarganya di Kamerun. “Aku sudah dewasa, dan keluarga aku pun sangat mengerti dengan keputusan aku ini,” kata defender jangkung berusia 29 tahun ini.


Abanda mengungkapkan ketertarikannya memilih Islam karena dia melihat di dalam Islam semua sudah diatur sedemikian rupa dan ada tata cara atau doa-doanya dalam melakukan hal apa pun. Apalagi dia sering melihat rekan-rekannya melakukan salat berjemaah di mana pun dan kapan pun berada, baik sedang di Bandung maupun sedang melakukan tur luar kota.


“Aku senang melihat rekan-rekan salat berjemaah, hal itu membuat aku tertarik untuk mendalami Islam. Aku sadar bahwa Islam adalah agama sempurna bagi umat manusia,” katanya.


Terkait dengan khitan yang merupakan hal yang wajib dilakukan seorang muslim, Abanda mengaku hal itu sudah dilakukannya sejak dia masih kecil. Untuk ke depannya, kata Abanda, ia akan terus mempelajari hal-hal tentang Islam termasuk belajar mengaji dengan Alquran yang diberikan Jujun Junaedi kepadanya saat mengucapkan syahadat.


“Aku akan membaca Alquran dan memperdalam Islam. Nama aku pun sekarang menjadi Ahmad Abanda Herman,” katanya. Ditanya soal kemungkinan menjadi warga negara Indonesia, Abanda hanya bisa tersenyum. “Kita lihat saja nanti,” katanya.


Article source: http://food.detik.com/read/2012/12/26/142440/2126959/901/asosiasi-islam-shanghai-jalin-kerjasama-dengan-lppom-mui?sbk901


Ini Alasan Bek Persib Abanda Herman Tertarik Masuk Islam

Saturday, May 25, 2013

Implementasi Isra' Mi'raj dalam Kehidupan

Implementasi Isra’ Mi’raj dalam Kehidupan


Oleh : Asasriwarni


Guru Besar Hukum Islam pada Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang


Padang Ekspres • Jumat, 24/05/2013 11:43 WIB • 50 klik


Maha Suci Allah, yang Telah mem­perjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Se­sungguhnya Dia adalah Maha men­dengar lagi Maha Mengetahui.



 



(QS. Al-Isra ayat 1)


 


Firman Allah dalam Surat al-Isra (17) ayat 1 di atas merupakan dalil yang kuat akan peristiwa Isra’ Mi’raj.  Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa suci yang di­alami oleh Nabi Muhammad SAW pada suatu malam tanggal 27 Rajab 10 tahun setelah Rasulullah SAW me­ne­rima wahyu kenabian. Dalam peristiwa ter­sebut Allah memperjalankan ham­ba-Nya yang terkasih, yaitu Mu­ham­mad SAW dari Masjidil Haram – Mekah ke Masjidil Aqsha –Palestina, atau yang disebut dengan Isra’ ,  kemudian dari Masjidil Aqsha naik ke langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha, atau yang disebut dengan Mi’raj.


 


Peristiwa Isra’ Mi’raj ini terjadi pada masa-masa kesedihan yang di­a­lami oleh Nabi Muhammad SAW atau yang disebut juga dengan ‘ammul huzni  (tahun kesedihan). Dikatakan masa ini de­ngan tahun kesedihan, karena pada saat itu Rasulullah masih dalam masa berduka kerena berpulangnya ke rah­ma­tullah Istri beliau yang tercinta, yaitu Siti Khadijah. Disamping itu beliau juga bersedih karena meninggalnya Paman beliau yaitu Abu Thalib.


 


Kepergian kedua orang yang sangat dekat dengan Rasulullah ini sangat mem­buat duka di hati Rasulullah SAW. di samping kedua orang ini adalah ke­luarga Rasulullah sendiri, dan me­rupakan orang-orang yang membela dak­wah Rasul di tengah-tengah ma­syarakat kafir Quraisy yang selalu me­nentang dakwah beliau. Dengan de­mi­kian, Isra’ Mi’raj juga merupakan rihlah spri­ritual yang juga sebagai pengobat du­ka di hati Rasulullah SAW. 


 


Peristiwa Isra’ Mi’raj ini bukanlah pe­ristiwa biasa yang tanpa makna. Sungguh banyak pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari peristia Isra’ Mi’raj tersebut, diantaranya adalah:


 


Pertama, Isra’ Mi’raj adalah per­ja­lanan yang nyata, bukan perjalanan ru­hani/mimpi atau khayalan. Sungguh tak bisa dibayangkan apabila per­ja­lanan Isra’ Mi’raj yang Rasulullah ja­lan­kan merupakan hanya perjalanan ru­hani alias hanya mimpi, karena jika hal itu yang terjadi maka perjalanan Isra’ Mi’raj tidak ada bedanya dengan wa­h­yu-wahyu yang Rasulullah terima baik melalui bisikan Jibril maupun dari mim­pi. Sehingga peristiwa Isra’ Mi’raj tidak bisa dijadikan pembuktian ke­imanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sepulangnya Rasulullah dari per­ja­lanan Isra’ dan Mi’raj-nya, beliau me­ngu­mumkan tentang apa yang telah di­ala­minya semalam kepada kaumnya. Dan sebagaimana yang diceritakan oleh Ra­sulullah bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut sebuah perjalanan yang di­lakukannya dengan jiwa dan ruhnya, maka seketika itu banyak dari kaum Quraisy yang menentang dan men­ce­moohnya dengan sebutan ‘gila’. Kaum­nya beranggapan mana mungkin per­ja­lanan dari Masjidil Haram yang di Me­kah ke Masjidil Aqsha yang ada di ne­geri Syam (Palestina) hanya dengan wak­tu semalaman, padahal mereka jika hendak ke negeri Syam untuk ber­da­gang membutuhkan waktu hingga 1 bu­lan lamanya. Tak pelak peristiwa Isra’ Mi’raj yang menurut mereka tidak ma­suk akal membuat beberapa orang yang baru masuk Islam tergoyahkan ke­ima­nan­nya dan kembali menjadi murtad.


 


Kedua, Isra’ Mi’raj adalah jamuan ke­muliaan dari Allah, penghibur hati, dan pengganti dari apa yang dialami Rasulullah SAW ketika berada di Thaif yang mendapatkan penghinaan, pe­no­lakan dan pengusiran. Sebelum pe­ris­tiwa Isra’ Mi’raj terjadi, Rasulullah SAW terus mengalami ujian yang sa­ngat berat. Mulai dari embargo e­ko­nomi hingga dikucilkan dari kehidupan sosial yang dilakukan oleh Kaum Qu­raisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib, kemudian cobaan yang sa­ngat berat diterima oleh Rasulullah SAW adalah meninggalnya orang-orang yang terkasihinya dalam waktu yang berdekatan yaitu meninggalnya pamannya Abu Thalib bin Abdul Mu­thalib serta istrinya tercinta Khadijah yang selalu menemaninya dan men­du­kungnya dengan jiwa, raga dan har­tanya dalam perjalanan dakwah Ra­su­lullah. Lalu hingga pengusiran, pe­no­lakan dan penghinaan kepada apa yang Rasulullah dakwahkan kepada pen­duduk kota Thaif.


 


Ketiga, Isra’ bukanlah peristiwa yang sederhana. Tetapi peristiwa yang me­nampakkan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah yang paling besar. Se­bagaimana yang telah dijelaskan dalam su­rat Al-Isra’: 1 dan An-Najm: 13-18 bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj me­ru­pakan pembuktian dan me­nam­pakkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling besar. Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa ti­dak ada yang tidak bisa Allah lakukan, dan hal tersebut terkadang masih saja di ­antara kita yang meragukan tentang ke­kuasaan Allah yang sangatlah besar, se­hingga membuat kita menjadi ingkar ke­pada Allah dan Rasul-Nya.


 


Keempat, peristiwa Isra’ Mi’raj mem­buktikan bahwa risalah yang di­bawa oleh Rasulullah adalah bersifat uni­versal. Perjalanan Isra’ dari Masjidil Ha­ram yang ada di Mekah ke Masjidil Aqsha yang ada di Syam melintasi ri­buan kilometer yang jauh dari Mekah tem­pat Rasulullah dilahirkan, hal ini Allah ingin membuktikan bahwa ajaran yang Rasulullah bawa bukan hanya un­tuk penduduk Mekah saja tetapi untuk se­luruh wilayah yang ada di bumi ini. Setibanya Rasulullah SAW di Masjidil Aqsha, beliau memimpin shalat para Nabi dan Rasul-Rasul Allah. Hal ter­se­but menandakan bahwa baginda Ra­su­l­ullah SAW merupakan pemimpin dan pe­­nghulu para Nabi dan Rasul yang te­lah Allah turunkan sebelumnya. Dan a­gama Islam beserta syariatnya yang Ra­s­u­lullah bawa menjadi ajaran dan syariat yang berlaku untuk seluruh kaum dan umat manusia di seluruh du­nia.


 


Kelima, dalam Isra’ Mi’raj di­tu­run­kannya perintah shalat wajib 5 kali dalam sehari semalam . Ketika Ra­su­lullah sampai di Sidratul Muntaha dan meng­hadap kepada Allah, lalu Allah me­nurunkan syariat shalat 5 waktu ke­pada Rasulullah SAW dan kepada para umat­nya. Dan perintah shalat yang Ra­sulullah terima menjadi perintah yang Rasulullah pegang erat dan Rasulullah te­guh­kan kepada umatnya agar jangan sampai umatnya melalaikannya, ka­rena ibadah shalat menjadi kunci u­tama diterimanya amalan-amalan umat­nya yang lainnya hingga sampai Ra­sulullah mewasiatkannya pada de­tik-detik meninggalnya Rasulullah saw.


 


Diantara hikmah tersebut, Shalat me­rupakan inti dari Isra’ Mi’raj. Shalat a­dalah Mi’rajnya orang-orang mukmin. Dari shalat itu sendiri dapat dipetik be­berapa hikmah, diantaranya adalah; per­tama dimensi waktu, dimana shalat ter­sebut tidak wajib kalau belum ma­suk waktunya. Shalat juga tidak sah apa­bila dikerjakan di luar waktunya. De­ngan demikian umat Islam sangat di­tuntut untuk menghargai waktu dan di­siplin. Tidak akan terlambat dalam melaksanakan tugas, tidak terlambat masuk ke kantor,  tidak terlambat menghadiri rapat, dan lain sebagainya.


 


Kedua dimensi thaharah, atau di­mensi kebersihan dan kesucian. Ke­ber­sihan dan kesucian merupakan salah sa­tu syarat sahnya shalat. Shalat yang di­lakukan tidak akan sah apabila pa­kaian dan tempat shalat kotor, atau ti­dak suci. Demikian juga dalam ke­hi­dupan sehari-hari, seorang mukmin sa­ngat dituntut untuk memperhatikan ke­sucian diri, baik yang akan dimakan, di­minum, pakaian, dan tempat tinggal. Meng­hindarkan diri dari memakan dan me­minum dari yang haram, baik zatnya, maupun dari segi cara men­dapat­kannya.


 


Dimensi ketiga adalah menutup aurat. Shalat tidak sah kalau aurat orang yang mengerjakannya terbuka. De­mikian pula hendaknya di luar shalat. De­n­gan memperhatikan ketentuan me­nutup aurat tersebut, tentunya tidak di­te­mukan lagi anak gadis kita yang ber­pakaian serba senteng, pendek, dan ke­tat. Demikian pula halnya dengan anak laki-laki yang berpakaian di atas lutut.


 


Dimensi keempat, adalah meng­hadap kiblat, shalat tidak sah kalau tidak menghadap kiblat, kecuali dalam kon­disi yang tidak normal, yang tidak di­ketahui arahnya, seperti dalam kendaraan, di hutan, dan lain se­bagai­nya. Dengan ketentuan menghadap kiblat ini, tentunya seorang muslim me­natap masa depannya terarah jauh ke depan. Dimensi kelima, yaitu di­men­si khusu’. Dimensi khusu’ sangat di­perlukan dalam shalat, mes­ki­pun sa­ngat berat. Dengan demikian, be­rarti se­orang muslim mengerjakan se­suatu de­ngan penuh kesungguhan  dan kon­­sentrasi dan hati-hati.


 


Dimensi Keenam patuh kepada imam dalam shalat berjama’ah. Apabila imam rukuk, makmumpun ikut rukuk, ka­lau imam sujud, makmum juga su­jud, selama wuhdhu’ imam belum ba­tal. Te­tapi apabila ada imam yang keliru atau lu­pa dalam bacaan shalat, maka mak­mum boleh mengingatkannya de­ngan penuh etika, yaitu dengan ucapan su­bha­nallah, bukan ditarik ke­be­la­kang. Dengan ke­tentuan ini berarti se­orang muslim ha­rus loyal dan patuh kepada pimpinan. A­pabila ada pim­pinan yang keliru dan ter­salah, maka akan diingatkan dengan pe­nuh ke­sopanan. Apabila setiap dimensi hik­­mah perintah shalat ini diperhatikan dan diamalkan dengan baik, maka insya Allah kehidupan yang baik kan diperoleh oleh setiap muslim.(*)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/04/10/10062185/Pesan.PPP.dari.Bangkalan.


Implementasi Isra' Mi'raj dalam Kehidupan

Monday, June 17, 2013

Syiah, Dokumen Prancis dan Penghianatan di Balik Runtuhnya Kekhilafahan ...

Home Sejarah



Syiah, Dokumen Prancis dan Penghianatan di Balik Runtuhnya Kekhilafahan Islam





 

Kaum Alawi rayakan festival di Banyas, Suriah, selama Perang Dunia II (foto: Wikipedia)



 




Selasa, 18 Juni 2013


Oleh: Artawijaya


BAGHDAD baru saja ditaklukkan oleh pasukan Tartar. Pusat pemerintahan Dinasti Abbasiyah dan situs-situs peradaban Islam diluluhlantakkan. Pasukan yang dipimpin oleh Hulagu Khan dari ras Mongolia itu berhasil menaklukkan salah satu kota yang menjadi simbol gemilangnya peradaban Islam pada 656 Hijriyah. Sejarah menceritakan, sungai di Baghdad yang jernih berubah pekat menghitam akibat ribuan, bahkan jutaan buku yang ditenggelamkan. Sebagian lagi terbakar oleh keganasan invasi pasukan kafir tersebut. Takluknya Baghdad menandai runtuhnya imperium Khilafah Abbasiyah yang dikenal sebagai salah satu pusat peradan Islam.


Mengenai keruntuhan Baghdad dan penyerangan pasukan Tartar, sejarawan Dr. Raghib As-Sirjani menceritakan kisah ini dalam bukunya “Qishah At-Tatar min Al-Bidayah ila ‘Ain Jalut” (hlm. 129-170). Sedangkan sejarawan lainnya, Dr. Muhammad Ali Ash-Shalabi menceritakan dengan apik dalam bukunya “Al-Moghul Baina Al-Intisyar wa Al-Inkisyar” (hlm.310-312). Kedua sejarawan tersebut sangat mumpuni dalam bidangnya, karena disamping sebagai sejarawan (mu’arrikh), mereka juga ahli hadits (muhaddits), yang bisa memilah mana kisah-kisah palsu dan mana yang mu’tabar.


Kejatuhan Daulah Abbasiyah ke tangan pasukan Tartar tak lepas dari pengkhianatan tokoh Syiah Rafidhah bernama Alauddin Ibnu Alqami. Dalam keterangan lain, kejatuhan Baghdad karena adanya konspirasi antara pasukan Tartar dan kelompok Syiah Qaramithah yang mempunyai hasrat menjatuhkan pemerintahan Daulah Abbasiyah, kemudian menggantikannya dengan Daulah Fathimiyah.


Ia diangkat sebagai perdana menteri oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah. Namun Ibnu Alqani memendam hasrat untuk merampas kekhilafahan Abbasiyah agar jatuh ke tangan Dinasti Fathimiyah. Ibnu Alqani berkorespondensi dengan pimpinan bangsa Tartar dan mendukung pasukan kafir tersebut masuk dan menyerang kota Baghdad. Ibnu Katsir menceritakan, “Ibnu Alqani menulis surat kepada pasukan Tartar yang intinya mendukung mereka menguasai Baghdad dan siap melicinkan jalan bagi mereka (Tartar). Ia membeberkan kepada mereka kondisi terakhir Khilafah Abbasiyah, termasuk kelemahan pasukan Al-Mu’tashim. Itu semua tiada lain karena pada tahun tersebut ia ingin melihat Khalifah Abbasiyah, Al-Mu’tashim, tumbang, dan bid’ah aliran sesat Syiah Rafidhah berkembang pesat. Khalifah diambil oleh Dinasti Fathimiyah, para ulama  dan mufti sunnah musnah.” (Lihat: Al-Bidayah wa An-Nihayah, XIII/202)


Baghdad berhasil takluk. Khalifah Al-Mu’tashim Billah wafat terbunuh pada 14 Shafar 656 H/1258 M. Pembunuhan Al-Mu’tashim tak lepas dari pengkhianatan Ibnu Alqani dan Nashiruddin Ath-Thusi, yang menjalin hubungan dengan Hulagu Khan. Pengkhianatan itu mengakibatkan banyaknya ulama yang terbunuh, sekolah-sekolah dan masjid yang hancur, perpustakaan sebagai gudang ilmu luluhlantak, dan kekejaman lainnya yang luar biasa. Baghdad yang indah dan megah bersimbah darah. Kaum muslimin ketika itu berduka. Pusat peradaban Islam yang gemilang, tinggal kenangan.


Setelah berhasil menaklukkan Baghdad, pada 22 Shafar 657 Hijriyah pasukan Tartar yang dipimpin oleh Hulagu Khan kemudian bergerak menuju Syam, wilayah yang menjadi pusat kekuasaan Islam pada masa itu. Mereka melakukan invasi dengan menyeberangi sungai Furat dan mengepung pintu masuk Syam selama tujuh hari. Pengepungan berhasil, bangsa Tartar kemudian masuk menyerbu kota. Sejarawan Ali Muhammad Ash-Shalabi mengatakan, Aleppo (halb) adalah kota pertama yang menjadi tujuan penaklukan Hulagu dan pasukannya, yang ketika itu dipimpin oleh Al-Malik Al-Mu’zham Tauran Syah, wakil dari Malik An-Nashir. Sebelum memasuki Aleppo, sebagaimana kebiasaan Hulagu, ia memberi peringatan penguasa agar tunduk dan menyerah. Namun, peringatan Hulagu Khan ditanggapi oleh Al-Malik Al-Mu’zham Tauran Syah dengan mengatakan, “Tidak ada yang pantas bagi kalian dari kami, kecuali pedang…!”


Hulagu Khan kemudian mengirim panglimanya yang bernama Katabgha untuk menaklukkan kota Damaskus pada akhir bulan Rajab, tahun 658 Hijriyah. Penaklukan berlangsung tanpa perlawanan, hingga akhirnya Damaskus yang merupakan kota terbesar di Suriah selain Aleppo, berhasil  tunduk pada kekuasaan Tartar.


Negeri Syam yang dikenal sebagai tanah yang berkah, saat itu terkotori dengan ulah pasukan Tartar. Kemenangan pasukan Tartar kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang Nashrani untuk mendekati Hulagu Khan. Mereka membujuknya agar Hulagu membiarkan umat Nashrani menyiarkan agamanya. Setelah mendapat persetujuan, umat Nashrani berkeliling kota mengangkat salib-salib mereka di atas kepala, sambil berteriak mengatakan, “Agama yang benar adalah agama Al-Masih..”.  Mereka mengarak salib-salib besar mereka keliling kota, kemudian memaksa para penduduk untuk berdiri menghormati salib tersebut. Tartar ketika itu mengangkat seorang pemimpin di Damaskus yang bernama Ibil Siyan, pemimpin yang dikenal sangat melindungi kaum Nashrani.


Kota Damaskus dan Aleppo berhasil ditaklukkan. Kota yang bersejarah dan menyimpan peradaban Islam itu harus menyerah pada kekuatan pasukan Tartar. Jika Baghdad berhasil ditaklukkan oleh bangsa Tartar karena pengkhianatan Syiah Rafidhah, maka diantara faktor yang melemahkan semangat jihad umat Islam di negeri Syam saat itu adalah pengkhianatan kelompok Syiah Nushairiyah. Melalui para pemimpinnya, mereka berusaha merapat pada Hulagu Khan, dengan iming-iming yang ditawarkan pada pimpinan pasukan Tartar itu berupa harta milik kaum Muslimin yang berhasil dilumpuhkan. Diantara pemimpin Syiah yang berkhianat terhadap umat Islam adalah Syaikh Al-Fahr Muhammad bin Yusuf bin Muhammad Al-Kanji. Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menceritakan hal ini dalam buku monumentalnya, Al-Bidayah wa An-Nihayah, dengan menulis, “Ia adalah tokoh Syiah yang telah membujuk bangsa Tartar dengan harta kaum Muslimin. Ia sosok berhati busuk, orientalistik, dan meminta bantuan mereka (Tartar) dengan harta kaum muslimin…”


Dr. Imad Ali Abdus Sami Husain dalam bukunya “Khianaat Asy-Syiah wa Atsaruha fi Hazaimi Al-Ummah Al-Islamiyah” menceritakan bahwa ketika pasukan Tartar masuk ke kota Aleppo pada 658 Hijriyah, merampas dan mencuri harta dan tanah kaum muslimin di kota itu, pimpinan Syiah yang bernama Zainuddin Al-Hafizhi justru mengagung-agungkan Hulagu Khan dan meminta kepada umat Islam untuk tunduk menyerah dan tidak mengobarkan api perlawanan terhadap pasukan penjajah tersebut.


Padahal  Ketika itu, Raja An-Nashir yang berasal dari kalangan sunni sudah berkirim surat kepada Raja Al-Mughits di Kurk dan Al-Muzhaffar Qutuz di Mesir untuk mengirimkan bala bantuan kepada kaum muslimin di Aleppo. Namun sayang, kondisi mereka yang ketika itu juga dalam keadaan lemah, tidak mampu memenuhi permintaan Raja An-Nashir.


Sikap pemimpin Syiah Nushairiyah, Zainuddin Al-Hafizhi, memantik kemarahan Malik Az-Zhahir Ruknuddin Baybars Al-Bunduqdari. Ia begitu marah kepada pemimpin Syiah itu, kemudian memukulnya sambil mengatakan, “Kalianlah penyebab kehancuran kaum Muslimin!” Baybars adalah tokoh pejuang Muslim asal Kazakhstan yang kemudian berjihad melawan bangsa Tartar dan kaum Kristen, dan wafat di Damaskus. Namanya begitu dikenal sebagai pahlawan Islam yang cukup ditakuti dan disegani musuh. (Mausu’ah At-Tarikh Al-Islamiy: Al-Ashr Al-Muluki, Amman: Dar Usamah li An-Nasyr, 2003, hlm. 24-36)


Seorang ulama bernama Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Abdul Salam bin Taimiyah Al-Harrani atau biasa disebut Syaikh Ibnu Taimiyah, yang berjuluk hujjatul Islam, termasuk orang yang berjuang melawan pasukan Tartar. Ia juga mengetahui bagaimana kelompok Syiah Nushairiyah berkhianat terhadap kaum muslimin. Karenanya, Ibnu Taimiyah yang tahu persis bagaimana sepak terjang kelompok Syiah ekstrem ini, menyatakan bahwa mereka adalah kaum kafir dan non muslim yang harus diperangi. Ketika orang-orang Tartar mengepung kota Damaskus, Ibnu  Taimiyah dengan lantang mengatakan,”Jangan kalian serahkan benteng ini, meskipun tinggal satu batu bata saja, karena benteng ini adalah untuk kepentingan kaum muslimin. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjaga benteng ini untuk kaum muslimin, sebagai perisai bagi penduduk Syam yang menjadi pusat iman dan sunnah, sampai  Isa Ibnu Maryam Alaihissalam turun di sana.”


Dalam buku Tarikh Al-Alawiyyin yang ditulis penganut Syiah Nushairiyah, Muhammad Amin Ghalib Ath-Thawil dijelaskan bahwa sikap kooperatif mereka dengan bangsa Tartar adalah bagian dari siasat untuk mengembalikan kekuasaan mereka, yang menurutnya telah dirampas oleh kaum Sunni.


Tarikh Al-Alawiyyin juga menjelaskan bagaimana kerjasama tokoh Syiah di Aleppo, Thamur Thusi, yang bekerjasama dengan Timur Lenk untuk menguasai kota tersebut. Timur Lenk membunuh kaum muslimin sunni dan membiarkan mereka yang menjadi pengikut Alawiyah. Timur Lenk adalah penganut Syiah Rafidhah yang wafat pada 808 Hijriyah. Anak keturunannya pun mengikuti jejak keyakinan Timur Lenk sebagai penganut ajaran Syiah. Karenanya, di setiap wilayah kekuasannya, Syiah banyak terlibat dalam pemerintahan, termasuk di negeri Persia (Iran). (Lihat:Tarikh Alawiyyin, hlm. 407)


Negeri Syam, termasuk wilayah Damaskus, berhasil kembali ke tangan kaum muslimin, setelah pasukan Syaifuddin Quthuz dan panglima Malik Azh-Zhahir Ruknuddin Baibars Al-Bunduqdari berhasil mengalahkan pasukan Tartar dalam Perang Ain Jalut, sebuah wilayah di Palestina.


Perang yang berlangsung pada 25 Ramadhan 659 H/September 1260 M itu berhasil memukul mundul pasukan Tartar dan membuat mereka lari tunggang langgang menyebar ke beberapa wilayah. Pasukan yang dipimpin oleh Syaifuddin Quthuz dan panglima Baibars, berhasil membunuh seorang pemimpin dari sekte Syiah Rafidhah di Damaskus, karena keberpihakan tokoh tersebut kepada pasukan Tartar dalam merampas dan menjarah harta kaum muslimin.


Dengan kemenangan di Perang Ain Jalut ini, Syaifuddin Quthuz yang berasal dari Kerajaan Mamalik Bahriyah (kerajaan wilayah maritim yang dibangun oleh para budak)  kemudian menggabungkan negeri Syam dengan Mesir, sehingga kekuasaannya semakin luas.


Ada yang menarik dalam buku “Al-Maushu’ah Al-Muyassarah fi At-Tarikh Al-Islamiy”. Tim Riset dan Studi Islam sebagai penyusun buku itu, membuat sub bab berjudul “Baybars dan Sekte Bathiniyah”. Buku yang diberi kata pengantar oleh ahli sejarah dari Mesir, Dr. Raghib As-Sirjani ini menulis, “Baibars berhasil menundukkan Sekte Bathiniyah, cabang dari Sekte Ismailiyah di Syam. Orang-orang Eropa menyebut sekte ini Al-Hasyasyin. Sebelumnya mereka adalah ancaman bagi raja-raja Mesir, sejak masa pemerintahan Shalahuddin Al-Ayyubi.” (Tim Riset dan Studi Islam Mesir, Ensiklopedi Sejarah Islam Jilid I (terj), Jakarta:Pustaka Al-Kautsar, 2013, hlm.478)


Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa pada masa lalu, Syiah Rafidhah, baik itu Sekte Ismailiyah, Nushairiyah, Qaramithah, dan Syiah ekstrem lainnya telah melakukan pengkhianatan terhadap umat Islam di Syam. Sejarah juga mencatat, mereka kemudian diperangi oleh para pemimpin Islam. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi yang dikenal sebagai penakluk Baitul Maqdis, semasa berkuasa terus berusaha mengikis habis pengaruh Syiah Rafidhah, baik pengaruh dari buku-buku, maupun pengaruh dari para pemimpin mereka. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berusaha memerangi kelompok Syiah Rafidhah yang bercokol di Mesir, Yaman, dan Syam. (Lihat: Dr. Ali Muhamamd Ash-Shallabi, Shalahuddin Al-Ayyubi wa juhduhu fi Al-Qadha Ad-Daulah Al-Fathimiyah wa Tahrir Bait Al-Muqaddas, Mesir: Daar Ibnu Al-Jauzi, 2007, hlm. 257-258


Pengkhianatan Selanjutnya


Ketika Daulah Utsmaniyah berusaha menguasai Syam dan merebutnya dari penjajahan bangsa Eropa; Perancis dan Inggris, pengkhianatan kelompok Syiah Nushairiyah juga terus berlangsung. Jumlah mereka yang minoritas, selalu menyimpan ketakutan akan sikap diskriminasi kelompok Sunni yang menjadi warga mayoritas di Syam. Karenanya, Tokoh Syiah Nushairiyah Shaleh Al-Alawi bahkan menjalin hubungan dan menandatangani nota kesepahaman dengan tokoh sekular Yahudi Dunamah Turki, Mustafa Kamal Attaturk pada tahun 1920. Nota kesepahamaman ini tentu saja bertujuan membendung pengaruh imperium Utsmani di Syam, khususnya di wilayah Suriah yang juga menjadi musuh kaum sekularis seperti Attaturk. Karenanya, Attaturk dengan organisasinya Ittihad wa At-Taraqi (Partai Persatuan dan Kemajuan) berhasil menumbangkan  Khilafah Utsmaniyah pada 1924.


Kelompok Syiah Nushairiyah tentu mempunyai kepentingan untuk menyelamatkan entitasnya jika Daulah Utsmaniyah tetap bercokol di Syam. Mereka khawatir, Daulah Utsmaniyah yang Sunni akan memposisikan mereka secara diskriminatif. Kekhawaturan inilah yang kemudian terus terpelihara sehingga mereka merasa perlu melakukan berbagai pengkhianatan terhadap umat Islam dengan berkolaborasi pada musuh-musuhnya. Padahal sesungguhnya sikap khianat mereka adalah ambisi untuk merebut kekuasaan sehingga terbentuk rezim Syiah. Belakangan terbukti, rezim Syiah Nushairiyah yang minoritas, justru melakukan berbagai aksi diskriminasi dan kekejaman terhadap kaum muslimin di Suriah.


Sebuah dokumen luar negeri Prancis, Nomor 3547 tertanggal 15 Juni 1936 melansir adanya surat dari tokoh-tokoh Alawiyah/Nushairiyah kepada pemerintah Perancis, yang di antaranya ditandatangani oleh Sulaiman Al-Asad, kakek dari Hafizh Asad.


Surat tersebut berisi permohonan agar Prancis tetap bersedia berada di wilayah Suriah, karena mereka khawatir, jika Prancis hengkang, keberadaan mereka terancam. Surat tersebut berbunyi:


 
“Presiden Prancis yang terhormat,


Sesungguhnya bangsa Alawiyah yang mempertahankan kemerdekaannya dari tahun ke tahun dengan penuh semangat dan pengorbanan banyak nyawa. Mereka adalah masyarakat yang berbeda dengan masyarakat Muslim (Sunni), dalam hal keyakinan beragama, adat istiadat, dan sejarahnya. Mereka tidak pernah tunduk pada penguasa dalam negeri.


Sekarang kami lihat bagaimana penduduk Damaskus memaksa warga Yahudi yang tinggal bersama mereka untuk tidak mengirim bahan pangan kepada saudara-saudara mereka kaum Yahudi yang tertimpa bencana di Palestina! Kaum Yahudi yang baik, yang datang ke negeri Arab yang Muslim dengan membawa peradaban dan perdamaian, serta menebarkan emas dan kesejahteraan di negeri Palestina, tanpa menyakiti seorang pun, tak pernah mengambil sesuatupun dengan paksa. Namun demikian, kaum muslimin menyerukan “Perang Suci” untuk melawan mereka, meskipun ada Inggris di Palestina dan Perancis di Suriah.


Kita menghargai kemuliaan bangsa yang membawa kalian membela rakyat Suriah dan keinginannya untuk merealisasikan kemerdekaannya. Akan tetapi Suriah masih jauh dari tujuan yang mulia. Ia masih tunduk pada ruh feodalisme agama terhadap kaum muslimin.


Kami sebagai rakyat Alawiyah yang diwakili oleh orang-orang yang bertandatangan di surat ini berharap, pemerintah Perancis bisa menjamin kebebasan dan kemerdekaannya, dan menyerahkan nasib dan masa depannya kepadanya (Alawiyah, pen). Kami yakin bahwa harapan kami pasti mendapaykan dukungan yang kuat dari mereka untuk rakyat Alawiyah, teman yang telah memberikan pelayanan besar untuk Prancis.”


Demikian surat yang ditulis oleh tokoh-tokoh Syiah Nushairiyah, yang membujuk Prancis untuk tetap menjamin dan mendukung keberadaan mereka. Surat tersebut ditandatangani oleh Sulaiman Asad (kakek Hafizh Asad), Muhammad Sulaiman Ahmad, Mahmud Agha Hadid, Aziz Agha Hawwasy, Sulaiman Mursyid, dan Muhammad Beik Junaid. (Lihat:Syaikh Abu Mus’ab As-Suri, Rezim Nushairiyah: Sejarah, Aqidah dan Kekejaman Terhadap Ahlu Sunnah di Syiria (terj), Solo: Jazeera, 2013, hlm. 65-66)


Pada saat ini, keberadaan rezim Syiah Nushairiyah di Suriah mendapat dukungan yang kuat dari kelompok Syiah Itsna Asyariyah atau Syiah Imamiyah di Libanon dan Iran. Mereka mempunyai kesamaan ajaran, ideologi, bahkan cita-cita, untuk mewujudkan dendam mereka merebut kekuasaan dari kelompok Sunni. Mereka yang hidup minoritas di Suriah, kemudian berkolaborasi dengan bantuan Syiah di Libanon, melalui kelompok militer Hizbullah yang dipimpin oleh Hasan Nashrullah, untuk bertahan dan survive, serta mengamankan kekuasaan mereka yang direpresentasikan dalam kekuasaan Rezim Bashar Al-Asad. Dimanapun, kelompok minoritas akan selalu waspada, struggle,  dan berjuang habis-habisan untuk mengamankan eksistensinya. Bahkan, dalam kasus Suriah saat ini, mereka berusaha mengamankan kekuasaan yang sudah sejak tahun 70-an mereka pegang. Mereka khawatir, jika umat Islam berkuasa, maka keberadaan mereka akan terusik. Padahal, mereka sesungguhnya adalah pengkhianat yang tak bisa hidup berdampingan dengan kaum muslimin, selama akidah mereka melecehkan para sahabat, dan mengganggap Ali  bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu sebagai tuhan atau menyatu dengan Tuhan.


Untuk mempertahankan keberadaanya, Syiah Nushairiyah sampai hari ini tak segan-segan untuk berkhianat, bahkan berkolaborasi dengan musuh-musuh Islam sekalipun. Sebagai kelompok minoritas di Suriah, mereka menerapkan prinsip, “Sebaik-baik pertahanan adalah menyerang!”


Penulis adalah editor Pustaka Al-Kautsar dan Dosen STID Mohammad Natsir Jakarta


Red: Cholis Akbar


Article source: http://news.liputan6.com/read/559376/ikatan-pelajar-nu-kecam-penyerangan-pesantren-al-idrisiyyah


Syiah, Dokumen Prancis dan Penghianatan di Balik Runtuhnya Kekhilafahan ...