Showing posts sorted by relevance for query terharu. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query terharu. Sort by date Show all posts

Monday, February 25, 2013

Uli Auliani Terharu Diberi Cincin Oleh Nenek Pacar

Kapanlagi.com – Diam-diam Uli Auliani tengah menjalani hubungan asmara dengan pria asal Amerika Serikat. Meski belum dilamar, ternyata Uli Auliani telah mendapatkan kepercayaan dari keluarga pacar.

“Lamaran belum, cuma saya dititip cincin dari neneknya. Jadi cincin ini diberikan oleh neneknya. Karena udah nggak ada perempuan lagi. Neneknya memilih saya untuk cincin ini padahal saya belum menikah,” ujarnya di sela launching official trailer poster film SULE DETEKTIF TOKEK restoran Sate Pancoran, Jakarta, Kamis (21/2).

Uli Auliani juga menekuni dunia DJ

Baca Juga:

Uli Auliani Jadi Juragan Kentang
Uli Auliani Pilih Job Off Air Daripada Tampil di TV
 

Dia pun mengaku terharu lantaran diberikan cincin yang telah menjadi warisan turun temurun dari keluarga kekasihnya. “Saya terharu, karena dikasih cincin yang sudah turun menurun ini,” lanjutnya.

Disinggung pernikahan, Uli Auliani belum mau gamblang menjelaskan. Apalagi saat ini mereka sedang sibuk dalam bisnis.

“Kami masih menjalani seperti biasa. Tapi agak berbeda karena dia sudah mualaf. Cuma yang beda lagi, kita long distance. Insya Allah, secepatnya kalau ada waktu saya yang ke sana,” tandasnya. (kpl/ato/dis/rth)

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=bf035fe908df8e23597b6bc1d8503fb6&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc


Uli Auliani Terharu Diberi Cincin Oleh Nenek Pacar

Friday, April 19, 2013

Persib Terharu Abanda Herman Jadi Mualaf - Sidomi News

Abanda Herman


Sejumlah tokoh Persib yang menghadiri prosesi pengucapan kalimat syahadat oleh Abanda Herman larut dalam keharuan. Bek Persib Bandung asal Kamerun itu memang sudah mantap masuk Islam dan berganti nama menjadi Ahmad Abanda Herman. Manajer Persib, Umuh Muchtar, pun merasa terharu sekaligus bangga karena salah satu pemainnya telah menjadi mualaf.


“Saya terharu, benar-benar bangga karena dia sudah beberapa lama memohon dan meminta ke saya, tapi karena faktor kesibukan, saya harus meyakinkan dulu. Beberapa kali ditanya dia selalu bilang yakin dan yakin. Akhirnya setelah dia mengatakan siap tadi malam dan minta segera diislamkan akhirnya hari ini alhamdulillah semuanya lancar,” ujar Umuh Muchtar di Bandung, kemarin.



Selain Umuh Muchtar, hadir pula pelatih Persib dan jajarannya, termasuk Jajang Nurjaman (pelatih kepala) dan Dino Sefrianto (pelatih fisik), serta sejumlah punggawa tim Maung Bandung seperti Maman Abdurahman, I Made Wiryawan, Cecep Supriatna, Airlangga Sucipto, Atep, Jajang Sukmara, dan lainnya.


Abanda Herman mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Bek kelahiran 20 Februari 1984 ini pun menegaskan kemantapannya memeluk agama Islam.


“Ya, karena aku juga sudah lama melihat bagaimana muslim hidup bersama satu sama lain. Dan mereka selalu shalat sama-sama. Itu juga yang bikin saya masuk Islam. Keluarga juga sudah tahu dan mereka sepenuhnya mendukung keputusan saya,” kata Abanda Herman.



Article source: http://www.analisadaily.com/news/2013/2761/paus-fransiskus-pilih-pelantikan-sederhana/


Persib Terharu Abanda Herman Jadi Mualaf - Sidomi News

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U So Much for Visit this News

Wednesday, July 10, 2013

Pacar memeluk agama Islam, Winda Viska terharu

Rasa haru dialami oleh Winda Viska ketika sang pacar memilih untuk menyamakan keyakinannya dengan dirinya. Mulyadi Tan, pacarnya menyatakan diri untuk menjadi mualaf.



“Enggak dipungkiri karena awal berkenalan aku, kalau di Islam kan menikah dengan seagama, kita enggak tau hidayah dapat dari mana saja,” kata Winda saat dijumpai di Ruang Serbaguna, Gedung Trans TV, Jalan Kapt. P. Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).



Winda Viska bersama kekasih




Lihat Juga:



Anggunnya Dewi Sandra Dalam Gaun Rancangan Dian Pelangi
Gaya Para Selebritis Ketika di Atas Catwalk
Foto Suasana Launching Album Karya Uje
Zaskia Sungkar Bicara Soal Kesibukan di Bulan Ramadan – Dilarang Syuting
Para Selebritis Ini Punya Ukuran Kaki Ekstra!




“Aku niatin 2 jam sebelum ke masjid aku minta yakinin dia benar atau enggak. Aku bilang, kalau mau serius saya enggak bisa dengan anda karena beda keyakinan. Untuk rumah tangga, kita harus satu keyakinan. Tanggal 8 Juli kemarin Di Masjid Ijtihad, Pondok Indah,” tuturnya.



Winda pun tak kuasa meneteskan air mata ketika sang pacar melakukan sholat 2 rakaat setelah memeluk Islam.



“Dia sudah menemukan kedamaian. Aku sempat nangis dia salat dua rakaat habis jadi mualaf, dia nanya di mana kiblatnya,” lanjutnya.



Mengenai ibadah puasa yang telah menjelang, Winda tak mau memaksakan kepada Mulyadi untuk melakukannya. “Aku enggak memaksa, setengah dulu baru niat dulu, tapi katanya dia kuat,” tandasnya. (kpl/ato/rth)












Article source: http://news.okezone.com/read/2013/07/03/502/831240/zainuddin-mz-sang-da-i-sejuta-ummat


Pacar memeluk agama Islam, Winda Viska terharu

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U Very Much for Visit this News

Saturday, April 20, 2013

“Sebelum Konflik Tahun 2000, Umat Islam - Agama Lain Hidup Rukun”

Home Wawancara




14 Tahun Konflik Poso dan Tuduhan “Teror” (2)


“Sebelum Konflik Tahun 2000, Umat Islam – Agama Lain Hidup Rukun”





 


 




Sabtu, 20 April 2013


22 SEPTEMBER 2006, dini hari, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu menjalani eksekusi mati di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah di hadapan regu tembak dari kesatuan Brimob Polda setempat. Mereka menjalani eksekusi mati secara serentak selama kurang dari lima menit mulai pukul 01:10 WITA di sebuah tempat yang masih dirahasiakan di pinggiran selatan Kota Palu. Tibo CS, mengingatkan kasus kerusuhan di Poso Sulawesi Tengah tahun 1999 yang menelan korban pihak Muslim dan Kristen dengan jumlah yang tidak sedikit.


Luka lama yang berumur tidak kurang 14 tahun itu kini mulai muncul kembali seiring berbagai tuduhan miring yang muncul, termasuk tuduhan “teroris”.


Hari Ahad, (14/04/2013), hidayatullah.com mewawancarai tokoh umat dari Poso, Adnan Abdul Rahman Saleh yang juga Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Poso.


Adnan kebetulan berada di Jakarta guna menghadiri acara diskusi bertopik “Memberantas Terorisme Tanpa Teror Melanggar HAM” di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, hari Kamis (11/4/2013).


Ustad Adnan Arsal, demikian ia akrab disapa menceritakan panjang lebar duka mendalam warga Sulawesi Tengah yang menurutnya kini difitnah dengan isu “terorisme”.


“Fitnah teroris yang telah menciptakan ketakutan baru di Poso,“ apa maksudnya? Inilai petikan wawancara pria dengan kelahiran 11 Desember 1967 yang akan dimuat selama empat seri.*


Sebenarnya apa yang terjadi di Poso?  Bagaimana hubungan agama Islam dengan agama lain?


Sebelum terjadi konflik Poso tahun 2000, umat Islam dan agama lain itu rukun sekali. Kita justru bertanya mengapa kerukunan ini bisa hancur dan susah diobati bertahun-tahun. Pada masa itu memang ada banyak kepentingan politis. Baik dari pemerintah pusat maupun oknum yang memiliki kepentingan di Poso.


Kami masyarakat Poso saat itu begitu merasakan ada kepentingan yang menunggangi konflik Poso. Tahun 2000 itu masa reformasi, terjadi pengalihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie. Pada saat yang sama ada pengalihan kewenangan kekuasaan keamanan dari TNI ke Polri. Hal ini juga membawa dampak tidak sedikit.


Jika TNI turun saat itu merelai dan meredakan, dimungkinkan sangat mampu meredam konflik Poso hingga tak berlarut-larut seperti ini. Sebab


polisi saat itu masih berjumlah sedikit jelas tidak mampu dan berani melawan amuk massa kelompok yang berlebihan. Sementara setelah itu semua menjadi rumit setelah hadir perlawanan massa dari umat Islam. Akhirnya ada indikasi persaiangan aparat yang berujung mengorbankan masyarakat sipil.


Apakah ada kemungkinan faktor lain?


Ini juga titik penyebab kenapa konflik SARA di Poso itu berkembang dan semakin rumit. Pada kondisi lain pertumbuhan program transmigrai membuat kekuatan ekonomi umat Islam bertumbuh pesat. Lahan-lahan subur seperti pertanian dan tambang ketika dikelola umat Islam berjalan baik.


Akhirnya banyak lahan-lahan ekonomi agama lain bergeser peran. Dominasi umat Islam dalam ekonomi terus bertumbuh. Tanah-tanah di Poso semakin dikuasi umat Islam. Namun kekuasaan itu murni karena ekonomi, karena bisnis, karena jual beli yang baik bukan karena perang dan pembantaian.


Ketika umat Islam mulai masuk ke daerah-daerah yang 100% sebelumnya beragama agama lain akibat pengaruh perdagangan, yang terjadi adalah kecemburuan di kalangan umat agama lain.  Kecemburuan inilah yang terus meledak saat kasus pertengkaran anak muda karena minuman keras pertama kali terjadi.*/bersambung


Baca wawancara 1; MengapaTuduhan Terorisme Tak Habis-habis untuk Kami?


 


Rep: Thufail al Ghifari
Red: Cholis Akbar


Article source: http://sidomi.com/179276/persib-terharu-abanda-herman-jadi-mualaf/


“Sebelum Konflik Tahun 2000, Umat Islam - Agama Lain Hidup Rukun”

Monday, August 26, 2013

Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja


MEDIA lokal Inggris bubblenews.com melansir cerita keislaman seorang wanita Belgia keturunan Perancis baru-baru ini. Namanya Josette Marie yang kemudian memakai nama Nur berarti cahaya setelah memeluk Islam di usia 92 tahun.



Nur menceritakan keislamannya saat berkunjung ke wilayah timur Arab Saudi. Di sana, dia bertemu dengan 300 wanita Dammam karena mendapat undangan dari Kantor Kerjasama Bidang Dakwah dan Al Irsyad wilayah Dammam Selatan bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Brussel. Kisahnya membuat wanita-wanita Dammam yang menghadiri pertemuan tersebut jadi terharu.



Nur menceritakan kehidupan sebenarnya dimulai sejak 2010 saat ia memutuskan diri menjadi Muslim. “Saya tidak pernah berpikir untuk masuk Islam, walaupun sejak lama saya telah banyak bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang Muslim. Saya berinteraksi dengan orang-orang muslim dengan menghargai mereka juga menghormati ibadah-ibadah mereka,” katanya.



Dia menceritakan, saat bulan Ramadan tiba dirinya menghindari berkunjung ke rumah muslim saat siang hari. Dia tahu adat muslim menghormati tamu dengan menyuguhkan makanan dan minuman meski mereka sedang berpuasa.



“Saya tidak ingin membuat fitnah dan mengganggu peribadatan mereka. Saya menghormati agama Islam ini dan saya optimis dengan Islam di mana saya selalu membeli daging dan ayam di toko-toko milik orang muslim karena daging mereka disembelih dengan cara Islam, keyakinan saya juga daging-daging itu lebih bersih dan suci,” ujarnya.



Interaksi muslim dan tingginya akhlak mereka, khususnya cara muslim menghormati orang tua menjadi pemicu dirinya menerima Islam. Dia kerap memperhatikan bagaimana muslim menghormati orang lain walau berbeda agama. Mereka, kata dia, juga mengucapkan dan menyampaikan salam kepada Nur dan turut membantunya dalam kehidupan sehari-hari.



“Padahal saat itu saya masih beragama Kristen. Saya menganut Islam tanpa imbalan atau kepentingan apa pun,” katanya.



Dia mengaku terkejut saat diberikan jamuan dari seorang wanita Maroko sebelum Nur memeluk Islam. Nur dirawat tanpa meminta imbalan apa pun. “Semuanya didasarkan atas dasar cinta dan penghormatan serta kasih sayang mereka karena usiaku yang telah tua. Akhlak inilah yang membuat saya cinta kepada Islam dan memanggil saya masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujarnya.



Selain itu, pemicu lainnya ia memeluk Islam juga disebabkan saat ia berkunjung ke Maroko. Di sana, Nur menyaksikan kejadian yang membuatnya menangis. Pasalnya, keluargga Fatimah yang menerimanya terdiri dari seorang kakek dan nenek serta cucu-cucunya. Semua hidup dengan saling menghormati dan menghormati yang lebih tua. Mereka, kata dia, mencium kepala dan tangan yang membuat air matanya bercucuran menyaksikan keindahan Islam ini.



“Hal yang paling membuat saya sakit hati, adalah perlakuan putri saya satu-satunya yang usianya telah mencapai 74 tahun. Ia seorang kristen, ia hidup bersama suami dan empat orang anaknya di Perancis, setelah putriku mendengar kabar ke-Islaman saya, ia menjauhkan diri dari saya dan tidak mengakui saya. Bahkan ia mengganggap saya mengidap penyakit demensia dan mengatakan bahwa rumah jompo adalah tempat yang layak buat saya,” katanya.



“Ucapannya sama sekali tidak berbudi. Saya masih ingat peristiwa yang terjadi tahun 1930, saya masih dapat menceritakannya, keluargaku dari orang-orang Perancis. Mereka adalah dari keluarga borjuis aristokrat, mereka memutuskan saya setelah saya bersuami Belgia yang miskin,” kisahnya.



Setelah mengetahui dirinya masuk Islam, keluarga besar Nur memutuskan untuk tidak memberikan harta warisan kepadanya. Bahkan, kata dia, media-media Belgia juga menuduh dirinya telah menerima imbalan yang menyebabkan dirinya menjadi muslim.



Nur juga menceritakan dirinya kini telah menunaikan haji. Dia menolak untuk menggunakan kursi roda dan lebih memilih tawaf dengan berjalan kaki.



“Saya masih mampu melakukan hal tersebut dan saya tidak sakit, dulu saya membiasakan diri berolahraga dengan berjalan dan berenang. Allah juga telah memberikan petunjuk serta masih bisa berpuasa di Ramadan selama dua tahun berturu-turut,” katanya.



Dia menyesali kehidupannya sebelum memeluk Islam. Bahkan dia menyatakan terlahir kembali sejak 2010 setelah menjadi muslim. “Inilah kehidupan saya yang sebenarnya dan masa lalu adalah kerugian,” tuturnya.



Nur memiliki cita-cita terakhir di usianya yang kian senja sebagai seorang muslim. “Harapan saya bisa kembali ke Makkah dan melakukan umrah dan saya meninggal di tanah suci dan dikuburkan di kuburan orang-orang muslim,” ujarnya.[](bna)


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja

Friday, May 3, 2013

Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

JANTHO – Pasangan suami istri, Sobar (50 th) dan Ukurta (45 th) asal Tanah Karo, Sumatera Utara mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam, Jumat (3/5/2013). Pensyahadatan mereka dibimbing oleh pengurus MPU Aceh Besar, Tgk Syahabuddin dan dilakukan usai shalat Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.


Usai disyahadatkan, Sobar berganti nama Islam menjadi Muhammad Sabar dan istrinya berubah nama menjadi Siti Aisyah. Pasangan suami istri yang sebelumnya beragama Kristen itu menyatakan masuk Islam tanpa paksaan dari siapapun.


Airmata terharu juga terlihat dari wajah pasangan suami istri yang kini menetap di perumahan mualaf binaan Baitul Mal Aceh Besar di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho.


Hadir dalam kegiatan pensyahadatan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Tgk Zaini ZA SAg MH, Kadis Syariat Islam Aceh Besar T Hasbi SH, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, KepalaTatausaha Kemenag Aceh Besar Nasrullah SAg dan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Drs M Zain MPd, anggota DPRK Aceh Besar Iwan Sulaiman, para PNS, serta tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Kota Jantho.


Dalam bimbingannya, Tgk Syahabuddin mengharapkan agar pasangan suami istri tersebut terus mendalami ajaran Islam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariaan.


Kepada tokoh dan warga muslim, diharapkan dapat membimbing kedua saudara seiman tersebut, sehingga menjadi umat Islam yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT. ”Alhamdulillah, Saudara Muhammad Sabar dan istri telah dengan kerelaan hati memeluk agama Islam dan memperoleh hidayah dari Allah SWT. Semoga dapat terus mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.  


Pensyahatan pasangan suami istri ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jantho yang ke-29 yang jatuh pada Jumat (3/5/2013). Pemkab Aceh Besar sendiri pagi tadi menggelar upacara HUT Aceh Besar dan Sidang Paripurna DPRK.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/03/mm6nzv-saat-dihina


Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

Tuesday, August 6, 2013

Wako Ingin Pesantren Menasional

Wako Ingin Pesantren Menasional


Padang Ekspres • Selasa, 06/08/2013 13:58 WIB • Redaksi • 47 klik


M Yamin, Padek—Wali Kota Padang Fauzi Bahar berharap kegiatan Pesantren Ramadhan ya­ng rutin diadakan Pemko Pa­dang selama Ramadhan menjadi program nasional. Program ini ber­manfaat dalam pembentukan ka­rak­ter anak sejak dini.


 


Seperti diketahui Pesantren Ramadhan diikuti 54.897 murid SD, 47.435 siswa SMP, dan 42.790 siswa SMA dan siswa nonmuslim 4.766 siswa mulai dari SD hingga SMA.


 


“Ini hendaknya menjadi program nasional. Inilah yang dibilang Pak Presiden character building (pembangunan karakter). Ini se­ba­gai upaya pembentukannya dari awal,” kata Fauzi Bahar kepada sejumlah wartawan, usai pe­nu­tupan kegiatan pastoral di Gereja HKBP Padang, kemarin (5/8). Kegiatan pastoral dilaksanakan oleh siswa beragama Kristen.


 


Saat menutup Pesantren Ra­mad­han di Masjid Nurul Yakin, Kompleks Perumahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Mi­nggu (4/8) malam, Fauzi me­nga­takan, banyak manfaat yang di­dapat dari kegiatan tersebut, te­ru­tama meminimalisir kriminalitas.


 


“Orang Islam yang tidak taat pada agamanya rentan menjadi pelaku kriminal, kejahatan, ko­rup­si dan sebagainya. Begitu juga penganut Kristen, yang tidak taat akan melakukan kejahatan,” jelas­nya.


 


Melalui Pesantren Ramadhan, salah satu upaya menanami nilai-nilai agama bagi generasi muda sejak usia dini. “Negara ini men­jamin setiap umat, setiap warga untuk memeluk agama dan beri­ba­dah menurut agama dan ke­per­cayaan masing-masing,” tu­tur­nya.


 


Pembentukan karakter, ka­tanya, akan lebih ber­man­faat kendati mengeluarkan biaya besar. Manfaatnya akan dirasakan secara luas. “Jika kita bina olahraga sepakbola dengan biaya Rp 5 miliar ha­silnya tentu tidak akan begitu besar kita rasakan. Tapi jika kita bina anak-anak ini dengan pembentukan akhlak dan budi pekerti akan lebih bermanfaat karena akan langsung dira­sakan dampaknya. Ayah mana yang tidak suka anaknya da­tang ke gereja, masjid, vihara, dan pura,” terangnya.


 


Melalui kegiatan tersebut, intensitas beribadah anak-anak bertambah dari hari bia­sanya. “Saya terharu pada anak-anak tadi begitu antu­sias. Anak-anak ini berada di gereja 3 minggu berturut-turut. Tingkat intensitasnya beribadah meningkat diban­ding hari-hari biasa. Yang biasanya hanya sehari ke ge­reja, itu pun bersama ke­luarga. Kini mereka setiap hari selama tiga minggu ke gereja,” im­buhnya.


 


Di samping manfaat ter­se­but, pembentukan karak­ter dan akhlak ini dapat me­redam ge­sekan antaragama. “Selama ini terjadi gesekan antaragama di­sebabkan le­mah­nya pen­ge­ta­­huan agama mereka,” tu­kuk­nya. Fauzi berharap Pesantren Ramadhan dilanjutkan oleh wali kota terpilih nantinya. “Kalau wali kota berikutnya tidak melakukan hal ini, warga harus mendesaknya. Hal ini dibutuhkan warga,” paparnya.


 


Senada dengan itu, pen­deta gereja HKBP Padang, Afolo Waruwu, juga berharap kegiatan serupa dapat dilan­jutkan oleh wali kota Padang baru nantinya. “Disayangkan tidak dilanjutkan,” ujarnya.


 


Dia mengatakan, pem­bina­an rohani bagi siswa siswi Kristen bermanfaat mem­be­ntuk karakter mereka. De­ngan demikian, anak-anak terfokus untuk belajar pemahaman agama. “Anak-anak kita an­tusias” katanya.


 


Paraklaweh Unggul


 


Secara terpisah, Kelurahan Paraklaweh Kecamatan Lu­buk­begalung berhasil me­ngung­guli 14 kelurahan dalam pe­laksanaan Pesantren Ra­mad­han 1434 H/2013 M. Ini predikat terbaik ketiga kalinya yang diraih secara berturut-turut sejak 2011 lalu pada kegiatan yang sama.


 


“Ini prestasi yang ketiga kalinya untuk tingkat Ke­ca­ma­tan Lubeg. Jadi harapan kita tinggal selangkah lagi, yakni mengukir prestasi di tingkat Kota Padang nantinya,” ujar Lurah Paraklaweh Ganefardi, saat penutupan Pesantren Ramadhan tingkat Kecamatan di Masjid At Taubah, Parak Laweh, Lubeg, kemarin.


 


Total peserta pesantren 171 siswa terdiri dari 60 murid SD dan sederajat, 59 siswa dari SLTP serta sisanya pelajar SLTA.


 


Selain itu, aparatur kelurahan yang bekerja sama dengan Karang Taruna Aster Biru, Parak Laweh, juga men­ye­rahkan bantuan kepada 89 orang anak yatim yang ma­sing-masingnya mendapat santuan sebesar Rp 500 ribu.


 


Ketua Karang Taruna Aster Biru, Paraklaweh, Febrinal me­ngu­ngkapkan, selain fokus pada kegiatan sosial ke­mas­ya­rakatan, organisasinya juga aktif dalam mendukung pem­ben­tukan men­tal generasi muda salah satunya melalui Pesantren Ramadhan ini. (bis/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/207819


Wako Ingin Pesantren Menasional

Tuesday, November 19, 2013

Pelajar Muslim AS Tak Bisa Rayakan Hari Besar Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MONTGOMERY — Pelajar Muslim Montgomery Couty, Maryland kehilangan kesempatan merayakan hari besar Islam bersama keluarga. Ini karena, Dewan Pendidikan Montgomery County tidak menjadikan hari besar Islam sebagai hari libur dalam kurikulum baru.


Michael Durso, anggota Montgomery COunty mengatakan keputusan ini telah dibahas selama berbulan-bulan. Karena itu, orang tua berkewajiban memberitahu anak-anaknya.”Putusan ini memang tidak seperti apa yang diperoleh keluarga lain,” kata dia seperti dilansir washington post, Selasa (19/11).


Persoalan ini sempat menjadi perdebatan cukup lama. Komunitas Muslim telah mengajukan permohonan agar hari besar Islam dimasukan sebagai hari libur, serupa dengan hari besar Kristen dan Yahudi. “Kami ingin anak-anak diperlakukan sama seperti teman mereka yang beragama Yahudi dan Kristen,” ungkap Khaled Abuhatab, salah seorang orang tua siswa.


Secara terpisah, dewan sekolah menilai faktor ketidakhadiran pelajar dikhawatirkan bertambah seiring pengakuan terhadap hari besar Islam. “Kami meminta sesuatu yang berbeda dengan komunitas Muslim dengan Yahudi dan Kristen. Tapi kami punya pertimbangannya, yakni data statistik 1973,” ungkap Philip Kauffman, Wakil Presiden Dewan Sekolah Montgomery County.


Philip mengungkap, ada 5.6 persen pelajar dan 5 persen guru tidak masuk ketika Idul Adha. Persentase ini diatas rata-rata Montgomery county, yakni 3.2 persen pelajar dan 4.2 persen guru.


Saqib Ali, mantan anggota parlemen negara bagian putusan ini bukanlah akhir. Yang pasti, mulai ada dukungan terhadap hak Muslim. “Pasti ada beberapa kemajuan sejak tahun lalu,” kata Ali .


Selama pertemuan dewan sekolah, kata Ali, masalah ini menjadi prioritas. Dalam waktu dekat, dewan juga akan membahas kembali kemungkinan aturan dan mekanisme hari libur Islam.


Article source: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/10/26/69538/438/13/Zahra-Baintner-terharu-dengan-ritual-Haji


Pelajar Muslim AS Tak Bisa Rayakan Hari Besar Islam

Thursday, February 21, 2013

Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Liputan6.com, Jakarta : Menjalin cinta dengan pria bule itu susah-susah gampang. Yang harus dimaklumi ialah bentang jarak dua benua yang memisahkan. Itu yang dialami bintang seksi Uli Auliani dan Reid Spencer Garrett.

Setelah menjadi mualaf tahun lalu, Reid kini sedang bekerja di Amerika. “Jauh banget, dia di Amerika saya disini. Kita masih menjalani seperti biasa. Tapi agak berbeda karena dia sudah mualaf. Cuma yang beda lagi, kami long distance. Insya Allah, secepatnya kalau ada waktu saya yang kesana,” timpal Uli di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013) siang.

Pacaran jarak jauh ini menjadi kuat dengan cincin yang dititipi nenek pacar kepada Uli. Cewek kelahiran Bandung, 20 November 1985 merasa dapat penghargaan. Apalagi, di keluarga sang pacar ada kebiasaan memberikan cincin turun temurun kepada anak perempuan di keluarga mereka.

“Saya dititip cincin dari neneknya. Jadi cincin ini diberikan oleh neneknya. Karena sudah nggak ada perempuan lagi, neneknya memilih saya untuk cincin ini. Padahal saya belum menikah dengan Reid, saya terharu, karena dikasih cincin yang sudah turun menurun ini,” pungkas Uli.(JUL/MER)

Article source: http://www.antaranews.com/berita/302418/mahasiswa-iain-ambon-unjuk-rasa-tolak-kenaikan-bbm


Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Tuesday, November 19, 2013

MUI Khawatir Banyak Orang Yang Meniru Asmirandah dan Jonas

Rancah Post merupakan portal berita digital modern yang setia dan fokus untuk pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri. Informasi yang di publish RancahPost.com diupdate selama 24 jam.



Rancah Post memiliki aneka ragam konten dari berita umum, nasional, internasional, ekonomi, lifestyle, selebriti, sports, bola, otomotif, teknologi, dan lainnya.


Article source: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/10/26/69538/438/13/Zahra-Baintner-terharu-dengan-ritual-Haji


MUI Khawatir Banyak Orang Yang Meniru Asmirandah dan Jonas

Tuesday, December 10, 2013

Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

REPUBLIKA.CO.ID,


Ia memutuskan menjadi seorang Muslimah karena tertarik dengan keramahan Muslim di sekelilingnya.


Dalam usianya yang menginjak 91 tahun, Georgette Lepaulle memutuskan masuk Islam. Meski sudah tua nan renta, ia tidak pernah merasa terlambat dalam membuat langkah terbaik dalam hidupnya.


Georgette sebenarnya sudah lama tahu tentang Islam karena ia mempunyai tetangga Muslim. Rumahnya yang berada di Berchem, di sebuah kota di provinsi Antwerpen, Belgia, berdekatan dengan rumah sebuah keluarga Muslim yang sangat baik kepadanya.


Selama 40 tahun bertetangga dengan seorang Muslim bernama Muhammad, membuat Georgette kagum dengan Islam karena tak pernah sekalipun ia diperlakukan tidak baik. Keluarga Muhammad selalu senyum dan baik hati kepadanya, padahal ia bukanlah bagian dari Islam.


Hingga akhirnya dua tahun yang lalu, terjadilah peristiwa yang membuat Georgette semakin dekat dengan keluarga Muhammad. Saat itu, karena usianya telah dianggap sangat tua, keluarga Georgette ingin memasukkannya ke panti jompo.


Muhammad yang tidak tega terhadap Georgette pun menghalang-halangi niatan tersebut hingga akhirnya ia mengajak Goergette untuk tinggal bersama. Karena ibu Muhammad telah meninggal, Georgette telah dianggap layaknya ibu sendiri.


Sejak tinggal bersama keluarga Muhammad, Georgette semakin tertarik mempelajari Islam. Nenek ini selalu melihat keluarga Muhammad sering melakukan shalat berjamaah, penuh kasih sayang, dan saling berbagi. Ia melihat makna “keluarga” yang begitu indah dalam keluarga Muhammad, sangat berbeda dengan kondisi keluarganya.


Hingga 2012 lalu, Gorgette akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia memberanikan diri untuk mengucapkan kalimat syahadat. Saat itu, Georgette tercatat sebagai mualaf tertua di dunia dengan usia 91 tahun.


Ia memutuskan untuk menjadi seorang Muslimah karena tertarik dengan keramahan Muslim yang berada di sekelilingnya dan beberapa kali ia merasa Allah mengabulkan doanya.


Setahun berlalu setelah masuk Islam, ia pun melakukan semua perintah Allah dengan tegas, menjalankan ibadah, serta tidak melanggar apa yang diharamkan.


Ia masih sehat hingga sekarang dan bisa melakukan perjalanan spiritual untuk bertemu dengan umat Islam yang bermacam-macam tipenya dari seluruh dunia.


Georgette sebelumnya memeluk Katolik. Ia pernah dibaptis, menimba ilmu di sekolah biarawati, menikah di gereja hingga dua kali, dua suaminya yang telah meninggal pun dimakamkan dengan tata cara gereja setempat.


Ia bekerja sebagai seorang pembantu di sebuah keluarga Yahudi. Perilaku yang tidak sehat selalu mengiringi hidupnya.


Ia kecanduan merokok dari usia lima tahun hingga 78 tahun dan setiap hari selalu menenggak minimal setenggah botol alkohol sejak ia berusia tujuh tahun. Itulah kebiasaan yang mengisi hari-harinya sebelum Georgette masuk Islam.


Pertengahan 2012 lalu, Georgette ikut dengan keluarga Muhammad pulang kampung, mengunjungi keluarganya di Maroko. Saat itu adalah bulan Ramadhan.


Georgette mengenal apa itu puasa karena ia besar dalam lingkungan Katolik, yang sering berpuasa menjelang hari Paskah.


Namun, puasa yang dilakukan umat Islam, menurutnya berbeda. “Saya sadar, mengapa baru sekarang saya merasakan pengalaman ini, saya mulai percaya dengan sesuatu yang lebih tinggi dari semuanya, merasakan hubungan dengan Allah,” katanya.


Ia merasa keikutsertaannya saat Ramadhan tahun lalu itu membangkitkan jiwa religiusnya. “Saya percaya kepada Allah yang selalu terbuka dan selalu mencintai makhluk ciptaan-Nya,” ujarnya.


Georgette pernah berdoa dengan khusyuk, meminta kesembuhan seorang temannya dan mendoakan keselamatan seorang anak muda yang ditemuinya, yang dianggapnya salah jalan. Alhamdulillah, kedua doanya tersebut terkabul. “Ini sudah cukup menguatkan diri saya untuk masuk Islam,” ujarnya.


Di Maroko inilah ia mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelumnya, para Muslimah di sana membersihkan tubuh Georgette dengan tata cara mandi besar, sebuah hal yang diwajibkan sebelum seseorang masuk Islam.


Setelah syahadat terucap dari mulutnya, puluhan Muslimah yang datang menyaksikan menghujani Georgette dengan ciuman.


“Saya belum pernah menerima ciuman sebanyak itu sepanjang hidup saya,” katanya. Ia merasa terharu karena mereka semua menganggapnya sebagai saudara.


Ketika pulang ke Belgia, Georgette diantar untuk mengurus sertifikat keislamannya di masjid besar setempat. Ia menyandang nama Muslim baru, Noor. Kemudian, masjid tersebut melaporkannya ke masjid di Makkah.


Ternyata, data di Makkah menyatakan tidak ada mualaf yang lebih tua dari usia Georgette saat itu, yakni 91 tahun.


Segera kabar ini ditanggapi oleh Kerajaan Saudi dengan memberikan apresiasi, diberikan undangan khusus untuk naik haji tahun berikutnya, dan sebuah jam tangan emas.


Meski masuk Islam dalam usia yang sangat tua, tak membuat Georgette berkomitmen setengah-setengah. Sejak masuk Islam, ia mantap meninggalkan kebiasaannya selama ini yang dilarang oleh Islam, seperti menenggak minuman keras, merokok, mengonsumsi daging babi, dan ber-make-up berlebihan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/12/10/mxktk1-gairah-islam-di-negeri-tango


Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

Tuesday, May 7, 2013

Ini Alasan Bek Persib Abanda Herman Tertarik Masuk Islam

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana


TRIBUNNEWS.COM – Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar, mengaku sangat terharu dan bahagia, karena selama memimpin tim Persib, baru kali ini ada seorang pemain asing yang menyatakan diri sebagai mualaf. Hal itu diungkapkan Umuh, saat menjadi saksi pengucapan syahadat yang dilakukan oleh bek Persib, Abanda Herman


“Sebetulnya sudah lama Abanda menginginkan masuk Islam, tapi saya memberi waktu kepada dia agar merenungkan kembali hal itu, jangan sampai dia pindah keyakinan karena keterpaksaan. Namun dia benar-benar mengungkapkan bahwa dirinya sangat serius dan penuh kesadaran hati ingin memeluk Islam. Saya pun menyambut gembira dan haru,” kata Umuh dengan mata berkaca-kaca di depan jemaah.


Hal yang sama diungkapkan pelatih Djadjang Nurdjaman. Menurut Djanur, hari itu merupakan hari yang tidak akan pernah dia lupakan dan membuat dirinya merasa sangat bahagia. “Saya sangat senang dan bahagia melihat ada pemain yang menjadi mualaf,” ujar Djanur singkat.


Setelah mengucapkan syahadat, Abanda mengaku bahwa hatinya sangat merasa damai dan tenang. Terlebih karena dia merasa memiliki suasana baru di dalam hidupnya.


“Aku sangat bahagia bisa masuk Islam. Semua ini adalah berdasarkan kesadaran aku tanpa ada paksaan dari orang lain. Ini murni kesadaran aku pribadi,” ucap Abanda.


Abanda juga mengaku tidak memiliki masalah hubungan dia dan keluarganya di Kamerun. “Aku sudah dewasa, dan keluarga aku pun sangat mengerti dengan keputusan aku ini,” kata defender jangkung berusia 29 tahun ini.


Abanda mengungkapkan ketertarikannya memilih Islam karena dia melihat di dalam Islam semua sudah diatur sedemikian rupa dan ada tata cara atau doa-doanya dalam melakukan hal apa pun. Apalagi dia sering melihat rekan-rekannya melakukan salat berjemaah di mana pun dan kapan pun berada, baik sedang di Bandung maupun sedang melakukan tur luar kota.


“Aku senang melihat rekan-rekan salat berjemaah, hal itu membuat aku tertarik untuk mendalami Islam. Aku sadar bahwa Islam adalah agama sempurna bagi umat manusia,” katanya.


Terkait dengan khitan yang merupakan hal yang wajib dilakukan seorang muslim, Abanda mengaku hal itu sudah dilakukannya sejak dia masih kecil. Untuk ke depannya, kata Abanda, ia akan terus mempelajari hal-hal tentang Islam termasuk belajar mengaji dengan Alquran yang diberikan Jujun Junaedi kepadanya saat mengucapkan syahadat.


“Aku akan membaca Alquran dan memperdalam Islam. Nama aku pun sekarang menjadi Ahmad Abanda Herman,” katanya. Ditanya soal kemungkinan menjadi warga negara Indonesia, Abanda hanya bisa tersenyum. “Kita lihat saja nanti,” katanya.


Article source: http://food.detik.com/read/2012/12/26/142440/2126959/901/asosiasi-islam-shanghai-jalin-kerjasama-dengan-lppom-mui?sbk901


Ini Alasan Bek Persib Abanda Herman Tertarik Masuk Islam

Sunday, September 15, 2013

Jejak Bintang: 'Botak' sanggup berselipar ke sekolah

Jejak Bintang minggu ini, RAP menyelongkar kisah pelakon yang sedang mencipta nama iaitu Johan Ariff As’ari, 27, atau nama pentasnya Johan As’ari. Dia mula dikenali ramai menerusi aksi hebatnya dalam drama bersiri Juvana, arahan Faizal Ishak dan sejak itu dia terus melakar kejayaan dalam kerjaya seninya.


Pasti penonton menyampah melihat aksi jahatnya sebagai Botak dalam Juvana, tetapi di luar lokasi, perwatakan dan karektor sebenarnya amat berbeza.


Johan dilahirkan pada 3 Disember, 1986. Dia anak kedua daripada empat beradik. Untuk mengenali secara dekat peribadi Johan, RAP menemubual ibunya, Datin Firdaus Datuk Abdul Kader, 56, iaitu wanita yang melahir dan membesarkannya.


“Johan seorang anak yang baik dan tidak kedekut. Bukan saja dengan saya, ayah dan adik-beradiknya malah dia juga tidak pernah berkira dengan sepupu dan kawan-kawannya,” kata ibu Johan, Datin Firdaus Datuk Abdul Kader, 56, mengenai aktor yang dikenali selepas membintangi drama bersiri Juvana yang disiarkan di TV3, pada April 2011.



Seperti pada Ramadan lalu, Firdaus beritahu Johan yang telefon bimbitnya tidak berfungsi dengan baik.


“Apabila saya menceritakannya kepada Johan, saya tak bermaksud minta dia belikan saya telefon baru kerana saya bercadang minta ayahnya (Datuk As’ari Ibrahim) yang belikan. Namun sehari sebelum Aidilfitri lalu, dia bawa balik telefon baru bagi menggantikan telefon saya yang rosak itu.


“Paling membuatkan saya terharu dia belikan saya telefon Ipone 5 (64G), sedangkan untuk dirinya sendiri dia beli Ipone 5 (32G). Dia kata untuk saya, dia belikan telefon yang paling canggih dan terbaik. Dia punya yang biasa-biasa saja, tak mengapa.


“Macam itulah sikap Johan, kalau dia dengar saja saya atau adik-beradiknya teringinkan apa-apa, dia akan cari. Beberapa hari sebelum hari raya dia berikan saya duit untuk belikan hadiah kepada semua sepupu perempuannya. Dia tak ada, tak apa, asalkan dia boleh menggembirakan hari orang lain,” kata Firdaus ketika penulis berkunjung ke kediamannya di Ampang, baru-baru ini.


Apabila mengenangkan kebaikan dan keluhuran hati anak kedua daripada empat beradik itu, Firdaus teringatkan kisah Johan dan adiknya (Muhammad Hazwan, kini berusia 23 tahun) sewaktu mereka bersama-sama bersekolah di Sekolah Menengah Tinggi Melaka (SMTM).


“Sudah sampai di sekolah baru Hazwan perasan yang dia tertinggal tali leher di rumah. Di SMTM, pelajar lelaki diwajibkan pakai tali leher. Melihatkan adiknya yang dah nak menangis, Johan berikan tali lehernya kepada Hazwan. Katanya, biar dia yang kena denda kerana dia lebih besar.


“Saya yang menghantar mereka ke sekolah pagi itu, bergenang air mata saya melihatkan gelagat mereka dua beradik. Betapa Johan sayangkan adiknya,” katanya.


Adik beradik Johan yang lain, Farah Alya, 29, dan Siti Aisyah, 25.


Cerita Firdaus lagi, ketika dia pergi bercuti di Palembang minggu lalu, Johan beri kad debit bank miliknya kepada ibunya itu agar Firdaus boleh membeli-belah di sana.


“Dia beri kadnya untuk saya berbelanja di sana dan dia tidak meletakkan had keluaran,” katanya.


Ketika Johan belajar di sekolah rendah, dia beri kasut sekolahnya kepada kawan kerana kasut kawannya itu sudah buruk.


“Selepas itu dia sendiri ke sekolah dengan berselipar. Yang ini saya marah kerana dia sanggup berkorban untuk orang lain sampai menyusahkan diri sendiri. Saya beritahu padanya, kalau nak tolong kawan pun, tengoklah juga keadaannya. Tetapi itulah Johan, dia tak sanggup tengok orang susah.


“Pada ketika yang lain, dia nak keluar dengan kawan-kawannya. Saya beri dia RM10 dan ada juga bekalkan dia makanan. Saya fikir dengan bekal itu dia dapat simpan duit belanja yang saya beri kepadanya. Rupanya dia gunakan duit itu belanja kawan-kawan pula.


“Johan seorang yang hatinya lembut dan kalau kita nak tegur dia pun kena cakap perlahan-lahan. Kita tak boleh berkasar dengannya,” katanya.


Menyambung perbualan, jelas Firdaus pada November ini, Johan akan bercuti ke Dubai bersama peminatnya dan dia mengajak semua ahli keluarganya pergi bersama.


“Insya-Allah jika tiada aral, kami akan ikut Johan. Kemudian pada Disember, sekali lagi dia akan ke sana untuk menjalani penggambaran drama. Dalam apa situasi pun, Johan tidak pernah melupakan keluarga,” katanya.


Imbas zaman kecil Johan, selepas melahirkan Johan, mereka sekeluarga berpindah dari Kuala Lumpur (KL) dan menetap di Melaka kerana mengikut bapanya yang aktif politik bertugas di negeri itu.


“Sebelum berkahwin dan sehingga lahirnya Farah, saya bekerja dengan FELDA. Waktu itu, suami sibuk dengan aktiviti politiknya di Melaka dan dia terpaksa berulang-alik antara Melaka dan KL. Kalau suami sibuk, saya akan bawa Farah balik ke Melaka. Selepas saya melahirkan Johan saya berhenti kerja dengan FELDA kerana sukar nak menguruskan anak kecil dan pada sama suami pula tinggal berasingan.


“Kami tinggal di Ayer Molek, Melaka. Di sana saya bekerja dengan Yayasan Melaka. Tidak lama selepas itu saya berhenti kerja menguruskan rumah tangga sepenuh masa. Johan dan tiga adik-beradiknya membesar di sana dan kami sekeluarga berpindah semula ke KL lima tahun lalu,” katanya.


Johan agak nakal ketika kecil.


“Waktu dia berusia sekitar tiga, empat tahun, pintu almari yang menyimpan pinggan mangkuk kena ikat dengan tali kerana dia suka memunggah barang. Dia jenis yang tak duduk diam, ada saja benda yang nak dibuatnya.


“Pernah sekali, ketika itu saya masih bekerja, saya tinggalkan Johan bersama kakak dan adiknya di rumah bersama pembantu, tetapi pembantu rumah saya ini suka berkebun. Tiba-tiba, jiran hubungi saya beritahu salah satu bilik di rumah kami berasap tebal. Nasib baik rumah tak terbakar.


“Rupanya Johan ambil bunga api yang saya simpan atas para dan bawa masuk ke bilik saya. Apabila saya tanya dia macam mana bilik saya boleh terbakar, katanya selepas bermain bunga api dia membuangnya dalam tong sampah yang terdapat dalam bilik itu. Dia tak tahu yang bara daripada batang bunga api itu lama-lama boleh membakar sampah dalam tong sampah itu.


“Mujur api itu hanya menyambar tilam dan ia membakar dalam tilam itu perlahan-lahan sehingga mengeluarkan asap hitam. Api belum sempat merebak ke ruang lain, kalau tidak saya tak tahu apa jadi dengan rumah dan mereka adik-beradik. Ngeri saya nak membayangkannya,” katanya.


Johan suka main parang.


“Dia libas-libas parang itu pada kakaknya yang buat kerja sekolah dan terkena belakang Farah sampai kena jahitlah,” katanya.


Selepas tamat sekolah menengah, Johan menyambung pengajiannya di Universiti Telekom Malaysia Melaka. Namun, selepas dua tahun belajar di sana, dia beritahu ayahnya yang dia tidak mampu meneruskan pengajiannya di sana.


“Kemudian ayahnya minta dia belajar agama dan seterusnya dia dihantar mendalami agama di Jambi, Indonesia. Dia belajar di sana pun tak lama kerana selepas dua tahun dia nak balik kerana dia tak tahan dengan disiplinnya yang ketat.


“Sebagai pelajar agama yang belajar menghafal al-Quran, mereka tidak boleh makan dan minum sebarangan. Kali kedua ayahnya pergi melawat dia di sana, dia minta dikeluarkan daripada sana dan balik ke sini dia belajar pula di Kolej Universiti Islam Antarabangsa Melaka, dalam jurusan Kaunseling. Apabila dapat berlakon dalam Juvana, dia minta cuti dengan pihak kolej selama setahun tetapi sekarang dah masuk tahun kedua.


“Saya harap dia dapat menyambung pengajiannya yang tertangguh itu,” katanya.
Jelas Firdaus, Johan sebenarnya suka menyanyi dan tidak pernah terlintas pun nak jadi pelakon. Ini mungkin kerana dia mengikut hobi ayahnya yang suka menyanyi.


“Sewaktu musim pertama Akademi Fantasia, dia belajar dalam tingkatan lima dan dia sanggup turun ke KL untuk menyaksikan program itu di sana. Barangkali tak ramai yang tahu Johan pernah pergi menghadiri uji bakat Mentor musim kelima dan bercita-cita nak jadi protege kepada Afdlin Shauki kerana dia amat meminati pelakon itu, tetapi tidak berjaya.


“Ketika uji bakat itu dia buat lawak dan Afdlin kata dia lebih sesuai jadi pelakon daripada penyanyi. Dia jadi pelakon hanya kebetulan kerana Farah yang menulis skrip dan bekerja di belakang tabir dunia penerbitan beritahu Johan, ada uji bakat mencari pelakon Juvana dan waktu itu Johan bercuti semester.


“Dia pergi ke uji bakat itu dan pengarah Juvana, Kamal Ishak mengambilnya berlakon untuk pilot drama itu untuk ditunjukkan kepada TV3. Pihak stesen TV suka dengan lakonan Johan dan Kamal terus mengambilnya berlakon dalam Juvana,” katanya.


Bapa Johan tak suka dia berlakon kerana mahu anak lelakinya itu menyelesaikan pengajiannya setahun saja lagi. Johan berkeras mahu berlakon dan dia memujuk bapanya serta berjanji untuk menamatkan pengajiannya.


“Melihatkan kesungguhan Johan, ayahnya terpaksa mengalah. Selepas dia dah berlakon banyaklah pula gosip yang timbul, tetapi kami sekeluarga tidak terkejut sangat kerana dah tahu industri ini macam mana. Namun sebagai ibu bapa kami berpesan kepadanya supaya berhati-hati dalam setiap tindak tanduk dan percakapannya,” katanya.


Apabila dia digosipkan dengan artis wanita terutamanya Nabila Huda, Firdaus tidak pernah melarang atau pun membantah.


“Siapa pun wanita yang Johan pilih sebagai kawannya atau calon isterinya, kami terima. Apa yang penting ialah kebahagiaan Johan dan siapa pun jodohnya kelak sama ada artis atau orang biasa, saya harap dia bertemu dengan wanita yang baik dan dapat menerima Johan seadanya serta menghormati orang tua.


“Johan ada beritahu saya yang dia nak berkahwin tetapi belum ada calon,” katanya.


Artikel ini disiarkan pada : 2013/09/16





Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=282185:artis-masuk-politik-jangan-hanya-popularitas&catid=17:politik&ItemId=30


Jejak Bintang: 'Botak' sanggup berselipar ke sekolah