Showing posts sorted by relevance for query berhijab. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query berhijab. Sort by date Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Selama Berhijab, Angel Lelga Tak Wajib ke Salon

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski memutuskan berhijab karena pengaruh partainya, artis Angel Lelga turut merasakan manfaat saat dirinya mengenakan hijab. Satu diantaranya, ia tak wajib rutin ke salon.


“Saya bilang, kenapa enggak dari dulu berhijab. Enggak terlalu ribet mesti ke salon. Kontrol diri juga,” kata mantan istri Rhoma Irama ini, Selasa (9/7/2013) di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan.


Angel pun merasakan perubahan lain semenjak berhijab, terutama mengenai perilaku saat beribadah. Menurutnya saat baru pertama menjadi mualaf, salatnya masih sering bolong-bolong.


“Begitu berhijab, dengar adzan langsung salat. Jadi alarm juga buat saya. Berhijab mengontrol diri kita,” ucapnya.


Pemilik nama asli Angel Lelga Anggreyani ini menambahkan, ia tak berusaha menjadi orang lain saat berhijab. Gaya berhijab, kata Angel, tetap disesuaikan dengan kepribadiannya.


“Saya sih berusaha apa adanya. Enggak berhijab untuk jadi orang lain. Mengalir saja, enggak usah jadi orang lain. Berhijab dengan gaya sendiri,” imbuhnya.


Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=91692:in-kuala-selangor-dzulkefly-not-spared-by-gutter-politics&Itemid=2


Selama Berhijab, Angel Lelga Tak Wajib ke Salon

Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji P


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis Angel Lelga mengakui keputusannya untuk berhijab lantaran dirinya maju sebagai caleg dari Partai Persatuan Pembangunan. Ia mengaku tak enak jika tak berhijab, sementara kader perempuan PPP lainnya berhijab.


“Saya berhijab karena masuk parpol Islam. Dan lihat contoh bagaimana ibu Menteri, teman-teman saya berhijab, enggak ada satu orang pun yang suruh saya. Enggak nyaman kalau saya sendiri yang mengurai rambut dan yang lain tertutup,” ceplos Angel di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2013).


Bintang film ‘Rintihan Kuntilanak Perawan’ itu menuturkan dirinya saat ini memang tengah fokus di Dapil Jawa Tengah V, yang menjadi daerah pemilihannya. Menurutnya saat ini ia terus melakukan kegiatan sosialisasi, apalagi pada bulan Ramadan.


“Aku fokus di caleg, bolak-balik terbang kesana. Kegiatan sosialisasi terus, apalagi mau masuk Ramadan, datangi ustaz-ustaz,” tuturnya.


Mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama itu kemabli menegaskan, ia memutuskan berhijab bukan karena kebetulan. “Enggak ada semua yang serba kebetulan. Mungkin lewat PPP saya berhijab, saya lihat lingkungan partai dan tergerak hatinya,” imbuhnya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29185/01/07/2013/15-anggota-jamaah-ahmadiyah-tasikmalaya-kembali-bersyahadat.html


Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Friday, July 19, 2013

6 Bulan berhijab, Angel Lelga pilih-pilih pakaian

Setelah masuk partai Islam, Angel Lelga yang saat ini akan maju ‘nyaleg’ mengubah gaya penampilannya. Tampilan tertutup dengan kerudung pun sudah dijalankannya. Diakui sudah 6 bulan terakhir dirinya getol berhijab.



“Alhamdulillah, udah 6 bulan ya. Saya merasa dapat hidayah aja,” tutur Angel di Senayan City, Jakarta Pusat (18/7).



Angel Lelga kini berhijab



Alhasil, kebiasaan tampil glamour dan seksi pun ditinggalkannya. Angel pun jadi rajin untuk membuka kembali koleksi pakaiannya yang bisa dipadu-padan dalam berhijab.



“Sebenernya waktu saya belum berhijab bajunya yang klasik-klasik. Jadi apa yang bisa dipakai saya pakai lagi, kalau yang gak bisa ya saya simpan aja, PRnya ya harus lebih milih-milih lagi,” imbuhnya.



Angel merasa sangat beruntung bisa mengenakan tutup aurat. Karena menurutnya, pakaian muslimah adalah benteng baginya untuk menghindari hal yang negatif dan terus melakukan kebajikan.



“Alhamdulillah puasa untungnya berhijab, kalau dulu saya belum hijab ada azan ada aja alasan, kalau pake hijab saya jadi malu sama diri sendiri (kalau tidak salat), saya akhirnya protect diri,” tandasnya. (kpl/ato/rth)












Article source: http://www.analisadaily.com/news/2013/3208/nu-dukung-pasal-santet-di-ruu-kuhp/


6 Bulan berhijab, Angel Lelga pilih-pilih pakaian

Friday, October 18, 2013

Angel Lelga Bantah Berjilbab Karena Jadi Caleg, Ini Klarifikasi Dia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angel Lelga memutuskan untuk berhijab sejak sembilan bulan lalu. Keputusannya untuk berhijab sempat dihinggapi isu miring lantaran ingin bergabung ke dalam sebuah partai berbasis Islam.


Kabarnya itu juga karena dia maju jadi calon legislatif dari partai tersebut.


Namun, hal itu langsung dibantah oleh mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama.


“Saya berhijab karena hidayah. Hidayah datang kapan dan dimana saja, enggak ada yang tahu,” tutur  Angel saat ditemui di Studio Neumat, Jalan Kemang Raya No.23, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).
 
Diakui Angel, hidayah yang membuat ia  bertahan dengan hijab. Menurutnya, jika mengenakan hijab bukan karena hidayah, pastilah akan sulit untuk dijalankan.


“Kalau bukan karena hidayah, saya bisa enggak tahan berhijab. Saya tetap memakai hijab kalau keluar rumah,” ucap wanita yang sempat mengganti namanya menjadi Angelic itu. “Saya mualaf, setelah dapat hidayah pakai hijab lebih merasa jadi wanita muslim, ini karena Allah. Hijab itu sudah prinsip saya, konsisten,” katanya.
 
Saat pertama mengenakan hijab, Angel harus menyesuaikan diri lagi. Hal kecil yang ia perhatikan adalah soal gaya pakaian yang harus ia ubah. “Baju masih bisa diakali, kalau punya dress panjang, tinggal ditambahin apanya, dadanya ditutup, kalau baju enggak sampai leher, ya, pakai manset,” ucap Angel.
 


Okki/Tabloidnova.com


Klik foto-foto *Angel Lelga


Article source: http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=63609


Angel Lelga Bantah Berjilbab Karena Jadi Caleg, Ini Klarifikasi Dia

Monday, February 3, 2014

PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan mengaku menggaet artis seksi Angel Lelga sebagai calon legislator bukan semata untuk meraup suara yang banyak. Tapi lebih dari itu, yakni sisi syiarnya.


Ketua Dewan Pengurus Pusat PPP Reni Marlinawati menjelaskan maksud sisi syiar adalah partai berlambang kabah ini bisa menyampaikan pesan agama serta moral lewat kadernya. Justru, dengan pemilihan Angel ini dinilai PPP tepat karena sebagai publik figur yang berlatar belakang seksi.


Reni menyoroti perubahan sosok Angel yang dari seksi menjadi berhijab merupakan hal yang harus dilihat masyarakat. “Justru ini pengaruh syiarnya. Perubahan Angel yang dilihat ke arah benar. Bukan jadi alasan kenapa PPP menginginkan artis yang kemarin pakai rok mini, seksi atau rambut diwarnain,” katanya kepada detikcom, Kamis (30/01).


“Kami ini partai Islam. Bukan hanya kekuasaan yang diraih tapi ada sisi syiarnya,” lanjut Reni menegaskan.


Kalau Angel nanti terpilih, Reni tidak berani sesumbar menyebut bekas istri Rhoma Irama itu bakal ditempatkan di Komisi 8 yang membidangi agama atau komisi berapapun. Baginya, terlalu dini karena belum dimulai kampanye.


Ia hanya berharap setiap kader termasuk Angel harus siap ditempatkan komisi mana pun oleh fraksi. “Kalau bisa milih ya milih kan. Tapi, setiap kader harus siap perang kalau ditempatkan partai,” tuturnya.


Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP Fernita Darwis mengatakan kepopuleran seseorang tidak menjamin seorang caleg lolos ke Senayan. “Tapi, kalau Angel lolos ya dia berarti punya kualitas,” ujar Fernita dihubungi detikcom, Kamis (30/01).


Dia menjelaskan PPP tidak pernah memaksa setiap artis untuk menjadi calegnya di Pemilu nanti. Setiap artis termasuk Angel memiliki visi dan misi untuk mewujudkan perjuangan bersama parpol. Fernita pun menegaskan para caleg sudah menjadi daftar calon tetap yang berarti memiliki kualitas dan sudah kompeten untuk bertarung di Pemilu.


Adapun Koordinator Forum Masyarakat Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang berpandangan Angle Lelga bukan sosok yang mumpuni untuk menjadi anggota DPR. Jika kelak terpilih, Angle akan masuk ke bagian orang yang hanya diam saja di DPR. Sebab, Angle tak memiliki pengalaman di organisasi politik.


“Jika dia terpilih ya gak apa-apa, tapi kan Anda tahu tidak sedikit orang yang hanya diam saja di DPR gak pernah ngomong. Kalau Angle terpilih mungkin dia jadi bagian orang yang diam aja di DPR,” ujar Sebastian kepada detikcom akhir pekan lalu.


 


Article source: http://nasional.inilah.com/read/detail/2033366/dubes-paraguay-menjadi-pemeluk-agama-islam


PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U So Much for Visit this News

Thursday, October 24, 2013

Friday, September 13, 2013

Tanpa Bikini, World Muslimah Diklaim Beda dengan Miss World


Peserta World Muslimah saat menjalani karantina. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Konsep acara World Muslimah diklaim berbeda dengan kontes ratu kecantikan lainnya. Pagelaran ini menurut pendiri World Muslimah Foundation, Eka Shanty akan menonjolkan sisi spiritualisme. Dari segi kostum, dipastikan tidak akan ada sesi mengenakan bikini.

Sebaliknya semua pakaian modis kontestan harus sesuai syariat islam. Apalagi tahun ini aspek penilain tak hanya melibatkan unsur kecantikan. Melainkan didasarkan pada tiga hal yakni Sholeha, Smart dan Stylish.


Sholeha adalah penilaian karakter di mana peserta akan mengaji bersama untuk mendapatkan 10 besar. Setelah itu ada segmen SMART yakni menilai komitmen hingga terpilih lima besar.


Sisanya akan masuk ke segmen stylish, dan memilih satu dari enam kategori pertanyaan. Yakni 6 gaya hidup Islam yang akan dikampanyekan jika nanti terpilih sebagai World Muslimah. Keenamnya yakni Islamic fashion, Islamic syariah, food halal, fundamental education, funding, dan tourism.


Hanya memang dalam pagelaran nanti, peserta tetap akan berlenggak lenggok di atas catwalk. “Ya kami tetap ada runway tapi bukan untuk berpose atau hanya berlenggak lenggok hanya untuk dilihat. Tapi saat dia berjalan tentu dengan koreografi,” kata Eka kepada detikcom, Kamis (12/9) kemarin di Menteng, Jakarta Pusat.


Pada saat malam final nanti ada beberapa artis tanah air yang akan meramaikan acara World Muslimah. Seperti Raisa, Melly Goeslaw, dan Opick. Meski berlabel World Muslimah, namun beberapa bintang tamu tidak berhijab saat mengisi acara.


“Itu sebagai salah satu keberpihakan bahwa ini bukan perempuan berhijab saja yang bisa Sholeha, Smart dan Stylish. Ketiganya bisa dipakai oleh perempuan mana pun, agama apapun,”kata Eka.Next


Empat benda berupa emas bersejarah peninggalan Mataram kuno koleksi museum gajah hilang digasak pencuri. Saksikan beritanya di “Reportase Malam” pukul 00.20 WIB Hanya di Trans TV


(erd/erd)







Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2013/08/29/33/857705/imam-besar-istiqlal-jadi-saksi-nikah-bella-saphira


Tanpa Bikini, World Muslimah Diklaim Beda dengan Miss World

Thursday, December 8, 2016

CIMB Niaga Sponsori MTQ Mualaf Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kedua mualaf tahun ini tak lepas dari antusiasnya para mualaf yang ikut berlomba dan mengunjungi acara yang digelar selama 2 hari di halaman Masjid Agung Al Ma’arif belum lama ini.

Hal lain juga karena panitia MTQ tahun ini secara khusus menyediakan banyak hadiah, baik untuk para pemenang lomba maupun berbentuk doorprize untuk para pengunjung yang mendatngi arena MTQ.

Ketua Panitia MTQ ke-2 Mualaf Kota Tarakan H.Ramli, S.Ag kepada Radar Tarakan bahwa pihaknya merangkul beberapa donatur untuk mendukung acara mualaf tersebut.  

“Memang untuk memeriahkan MTQ Mualaf tahun ini, kami mencoba merangkul beberapa donatur guna mendukung acara ini, terutama dalam menambah nilai hadiahnya. Alhamdulillah beberapa donatur telah memberikan sumbangannya. Diantaranya adalah tambahan hadiah kepada para juara dari Bank CIMB Niaga,” kata Ramli.

“Kepada para pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 diberikan tambahan hadiah berupa tabungan di Bank CIMB Niaga Tarakan,” tambahnya. 

Dari pihak Bank CIMB Niaga sendiri menjanjikan akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan Baznas Tarakan di masa mendatang dan siap untuk berpartisipasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Leader Marketing Bank CIMB Niaga, Chaterina Sophia Chandra kepada awak media ini.

“Alhamdulillah kami bisa ikut berpartisipasi di MTQ Mualaf ini, walaupun mungkin tidak banyak. Insya Allah ke depannya kami dari CIMB Niaga siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan Baznas Tarakan,” katanya. Masih menurut wanita berhijab yang ternyata juga mualaf ini, dirinya senang sekali dengan kegiatan mualaf yang digagas oleh Baznas Tarakan.

“Terus terang saya sangat terharu dan merasa senang sekali dengan acara Baznas ini. Saya juga seorang mualaf, acara MTQ ini sangat menyentuh sekali buat saya,” ungkap Chaterina. (adv/har) 

"

| CIMB | Niaga | Sponsori | Mualaf | PROKAL | strong> | TARAKAN | Kemeriahan | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | kedua | mualaf | tahun | lepas | antusiasnya | para | yang | ikut | berlomba | mengunjungi | acara | digelar | selama | hari | halaman | Masjid | Agung | Ma’arif | lama | p> Hal | lain | juga | karena | panitia | secara | khusus | menyedi | banyak | hadiah | baik | untuk | pemenang | lomba | maupun | berbentuk | doorprize | pengunjung | mendatngi | arena | p> Ketua | Panitia | Kota | Ramli | kepada | Radar | Tar< | bahwa | pihaknya | merangkul | beberapa | donatur | mendukung | tersebut | p> “Memang | memeriahkan | kami | mencoba | guna | terutama | dalam | menambah | nilai | hadiahnya | Alhamdulillah< | telah | memberikan | sumbangannya | Diantaranya | adalah | tambahan | juara | Bank | kata | p> “Kepada | diberikan | berupa | tabungan | tambahnya | p> Dari | pihak | sendiri | menjanjikan | senantiasa | kegiatan | Baznas | masa | mendatang | siap | berpartisipasi | p> Sebagaimana | diungkapkan | oleh | Leader | Marketing | Chaterina | Sophia | Chandra | awak | media | p> “Alhamdulillah | walaupun | mungkin | Insya | Allah< | depannya | dilaksan | katanya | Masih | menurut | wanita | berhijab | ternyata | dirinya | senang | sekali | dengan | digagas | p> “Terus | terang | saya | sangat | terharu | merasa | Saya | seorang | menyentuh | buat | ungkap | (adv | har) < | p> |

Thank U Very Much for Visit this News

Sunday, July 21, 2013

Monday, October 21, 2013

Monday, November 4, 2013

Masuk Islam, Artis Seksi Nigeria Putuskan Berhijab

REPUBLIKA.CO.ID, LAGOS – Seorang artis terkemuka dari Nigeria, Lizzy Anjorin, resmi memeluk Islam. Keputusannya ini membuat jutaan penggemarnya terkejut.


Namun ia mengatakan keputusannya ini sudah bulat. Artis yang kerap tampil dengan busana seksi ini sebenarnya sudah lama menginginkannya tapi belum pernah berani karena ayahnya yang non-muslim.


“Selama ini saya merasa seperti separuh dari diri saya ini Muslim. Ibu saya seorang Muslim, meski ayah saya bukan, dan saya selalu punya mimpi suatu hari bisa menjadi Muslim sepenuhnya,” ujarnya dilansir dari onislam, Selasa (4/11).


“Hari itu telah datang, dan inilah saya, sepenuhnya Muslim. Alhamdulillah,” ujarnya. Lizzy adalah anak tunggal dari orangtua yang ibunya Muslim dan ayahnya Kristen.


Ia menjadi artis ternama di negara ini dengan meraih berbagai penghargaan dalam industri film yang disebut dengan The Nollywood. Hingga kini, rekornya sebagai artis yang paling giat dengan karya terbanyak, belum terpecahkan.


Setelah memutuskan menjadi mualaf, Lizzy tampil di depan publik dengan mengenakan jilbab dan mengumumkan nama barunya menjadi Aisha. Namun, sebagai bintang film, ia tetap mempertahankan nama Lizzy Anjorin. 


Ia pun menepis keputusannya untuk masuk Islam adalah karena ia punya tunangan seorang Muslim. “Itu tidak benar, Islam adalah mimpi saya sejak lama,” katanya.


Banyak rekannya sesama artis, menanggapi secara negatif keputusannya untuk masuk Islam. Pun juga dengan jutaan penggemarnya.


Namun hal itu tak membuat Lizzy gentar. Ia tetap merasa mantap bahwa Islamlah yang lebih sesuai baginya. “Ini adalah mimpi saya. Saya lahir setengah muslim setengah kristen, dan ketika anak-anak saya pergi gereja karena disuruh oleh ayahku. Kini saya sudah dewasa bisa memilih apa yang saya inginkan. Setelah ayah meninggal, saya pun mantap untuk sepenuhnya masuk Islam, agama dari ibuku,” ujarnya.


Apa yang membuatnya mantap masuk Islam? Ia bercerita keputusannya itu memang datang tiba-tiba, meski ia sebenarnya telah mengharapkan sejak lama. Untuk menyempurnakan keislamannya, Lizzy pun menunaikan ibadah haji di tahun 2013 ini.


Article source: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00041352.html


Masuk Islam, Artis Seksi Nigeria Putuskan Berhijab

Sunday, December 23, 2012

CATATAN 2012: "The Rise of Hijab Style", atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab


CATATAN 2012: “The Rise of Hijab Style”, atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab

Minggu, 23 Desember 2012 19:37

| Ade Irwansyah

PERINGATAN: Tulisan yang akan Anda baca terbilang panjang. Bersiaplah.

PERNAH bertanya-tanya kenapa wanita berkerudung zaman sekarang lebih ingin memakai istilah hijab ketimbang jilbab?

Di majalah Tempo edisi 19 Agustus 2012 Dian Pelangi, perancang busana muslimah yang boleh jadi ikon bagi para hijabist tanah air saat ini, memberi jawab begini: “Jilbab itu kan hanya kerudung, sedangkan hijab itu busana yang menutup semua aurat.”

Benarkah defenisi itu?

Mengecek ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di lemari buku saya (yang saya miliki Edisi Ketiga, 2005) “hijab” berarti: 1) Dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain; 2) Isi dinding yang membatasi hati manusia dan Alllah; dan 3) Dinding yang membatasi seseorang dari mendapat harta waris (contoh kalimatnya: Anak laki-laki adalah hijab dari saudara sebapak). (KBBI, ed.3, 2005, hal. 401.)

Sedangkan KBBI mengartikan “jilbab” sebagai “kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.” (KKBI, ed.3, 2005, hal.473.)

Mengacu pada defenisi menurut kamus, tentu hijab dan jilbab yang disebut Dian tak sinkron. KBBI tidak (belum) mengenal istilah hijab sebagai kerudung maupun pakaian yang menutupi tubuh (baca: aurat) wanita muslimah.

Dengan demikian, pengertiannya mesti ditarik lebih jauh, hingga ke kitab suci Al-Quran. Dalam Islam, tata cara berpakaian bagi wanita muslimah memang diatur. Bahkan aturannya tidak lewat aturan yang dibuat manusia, melainkan oleh Tuhan langsung lewat firman-Nya.

Ayat pertama yang mengatur aurat wanita adalah firman Allah di QS. Al Ahzab (33): 53. Di ayat itu ada petikan kalimat begini: “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (hijab). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka.”

Di buku Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah (Lentera Hati, 2004), M. Quraish Shihab menulis, secara bahasa “hijab” berarti “sesuatu yang menghalangi antara dua lainnya.” Shihab melanjutkan, seseorang yang menghalangi orang lain sehingga tidak dapat bertemu disebut hajib. Kata ini juga berarti “penutup.” Tim Departemen Agama yang menyusun Al Quran dan Terjemahannya menerjemahkan kata “hijab” dengan tabir. Dalam perkembangan lebih jauh, tulis Shihab, “wanita yang menutup diri atau seluruh badannya dengan pakaian, dinamai mutahajjibah.”

Kata “tabir” juga dimaknai banyak ulama sebagai perintah bahwa seluruh badan wanita aurat. Karena makna “tabir” berarti menutupi serta menghalangi terlihatnya sesuatu yang berada di belakangnya. Sebuah tafsir yang dikutip Shihab menerangkan, “Ayat ini menunjukkan … perempuan semuanya aurat—badannya dan terbentuknya—maka tidak boleh membukanya kecuali bila ada darurat atau kebutuhan seperti untuk menyampaikan persaksian atau karena adanya penyakit di badannya (dalam rangka pengobatan).” (M. Quraish Shihab, Jilbab, 2004, hal. 75.)

Lalu ada pula firman Allah beriikutnya yang jelas-jelas menyebut kata “jilbab.” Di QS. Al-Ahzab (33): 59, Allah berfirman: “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, dan aanak-anak perempuanmu dan wanita-wanita orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka jilbab mereka. Itu menjadikn mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jika mengacu ke Al Quran dan pandangan ulama, tak ada beda hijab dengan jilbab. Dua-duanya dimaksudkan sebagai penghalang dan penutup badan bagi wanita muslimah. Jilbab bisa dimaknai sekadar kerudung maupun pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Shibab, 2004: 88.)

***

Dari sini, yang menarik untuk lebih ditelisik adalah bagaimana kata “jilbab” di Indonesia kini seakan hendak berganti jadi “hijab”?

Saat mengulas film Khalifah (Nurman Hakim, 2011), tentang kehidupan wanita wanita berjilbab cadar, saya mengurai perkembangan jilbab mengutip artikel “Jalan Panjang Kaum Jilbabers.”

Saya kutip saja bagian “sejarah” jilbab 30 tahun terakhir di Indonesia dari ulasan saya:

“Kesadaran ber-Islam di kalangan kaum muda perkotaan sejak akhir 1970-an kemudian juga termasuk di antaranya, bagi perempuan, yakni menutup tubuh mereka dengan jilbab.

Namun, di awal 1980-an lampau berjilbab tidaklah segampang sekarang, tinggal datang ke toko, beli jilbab, lalu pakai. Dulu, berjilbab, terutama di lingkungan sekolah umum termasuk hal yang dilarang. Masa itu, yang memakai jilbab (waktu itu lebih pas disebut kerudung) umumnya ibu-ibu yang sudah berumur, punya suami, atau jika masih muda, umumnya sekolah di sekolah khusus Islam seperti Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) atau Aliyah (setingkat SMA). Berjilbab ke sekolah umum masa itu mendatangkan kecurigaan.

Silakan tanya aktivis dakwah yang mengalami pahit getir berjilbab di sekolah umum hingga awal 1990-an. Mereka pasti akan cerita betapa susahnya menjalani perintah Tuhan yang satu itu.

Anda tentu mafhum, Indonesia tahun 1980-an di masa Soeharto terhitung tak akrab dengan Islam yang mereka sebut radikal. Rezim hanya mau “Islam yang mereka terima.” Waktu itu, rezim sedang gerah dengan Islam radikal yang melakukan aksi teror mengebom Candi Borobudor, membajak pesawat Garuda, mengebom Bank BCA, hingga tragedi Tanjung Priok dan Lampung.

Perempuan berjilbab dianggap representasi dari kaum Islam radikal. Maka, berjilbab dilarang. Tidak langsung, tentu. Pada 1982, Departemen P K Republik Indonesia mengeluarkan SK 052/c/Kep/D/82 (kemudian dikenal dengan sebutan SK 052) untuk mengatur penggunaan seragam sekolah. Semua tahu, ini SK untuk melarang jilbab di sekolah-sekolah umum.

Sejak ada SK itu, tekanan pada siswi berjilbab makin keras. Para siswi dipaksa melepas jilbab atau tidak boleh mengikuti pelajaran. Pada 1980-an juga marak insiden pelarangan jibab. Dari buku Revolusi Jilbab (2002) karya Alwi Alatas, kasus jilbab versus siswi sekolah muncul pertama kali 1979 di Bandung. Sejumlah siswi Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bandung mulai menggunakan jilbab. Pihak sekolah kemudian berniat mengumpulkan mereka dalam kelas terpisah. Para siswi menolak. Ketegangan ini lalu juga mengundang MUI Jawa Barat turun tangan menyurati Kanwil P dan K Jawa Barat, meminta siswi yang memakai jilbab di sekolah tak dipersulit.

Setelah muncul SK di atas, ada pelarangan jilbab di SMAN 3 Bandung. Guru olahraga sekolah itu, bukan hanya melarang siswi yang pakai jilbab ikut pelajarannya, tapi juga mewajibkan mereka pakai hot pants untuk olahraga.

Pada 1983, pelarangan atas jilbab semakin memanas. Dalam catatan MUI di tahun itu ada 100 siswi dipindahpaksa dari sekolah-sekolah mereka ke sekolah lain karena pakai jilbab. Kemudian, di tahun itu juga, tepatnya 9 Agustus, terjadi insiden kekerasan di SMAN 30 Jakarta. Para siswa-siswi SMA itu yang melakukan aksi protes pelarangan jilbab malah dihadapi dengan kekerasan oleh aparat. Mereka memukul beberapa siswa dengan popor senjata, membuat sejumlah siswa masuk rumah sakit.

Tragedi Tanjung Priok tahun 1984 kemudian makin membuat pemakai jilbab terjepit hingga sudut tersempit. Rezim Orde Baru makin mengkotakkan Islam ke dalam “yang diterima” dan “yang tidak diterima.” Dan jilbab masuk kategori Islam “yang tak diterima.” Di sekolah-sekolah negeri di Bandung pada 1984 diklaim bersih dari jilbab.

Bukannya tak ada yang pakai jilbab lagi. Tapi, masa itu, akhirnya pemakai jilbab memilih tiarap. Jika tak pindah sekolah, banyak aktivis Islam masa itu yang memilih berkompromi. Para siswi berjilbab mmemilih manut, melepas kerudung saat masuk pelataran sekolah. Catat artikel “Jalan Panjang Kaum Jilbabers”, aktivis dakwah masa itu akhirnya memilih merapatkan barisan dan kaderisasi.

Berbagai pelatihan keislaman mulai marak. Biasanya dilakukan dengan nama pesantren kilat (sanlat) dan para siswa ini membentuk organisasi keislaman yang berinduk pada OSIS yakni Rohani Islam (Rohis). Kemudian, siswa-siswa ini juga aktif dalam pengkaderan keislaman dalam kelompok-kelompok kecil (metode usroh) dan tarbiyah (pengkaderan intensif).

Para siswi hanya menanggalkan jilbab di sekolah. Di luar itu, mereka menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan sesuai syariat. Laki-laki dan perempuan ditempatkan terpisah. Di kalangan mereka juga muncul sebutan ikhwan (saudara laki-laki) dan akhwat (saudara perempuan). Yang laki-laki dipanggil “akhi”, yang perempuan “ukhti.”

Pada akhirnya, rezim tak bisa lama-lama lagi melarang jilbab. Bukannya surut, pemakai jilbab malah makin banyak. Di awal 1990-an juga Soeharto konon lebih akrab dengan Islam. Momentumnya saat ia mengizinkan ICMI berdiri. Simpati masyarakat pada penindasan siswi berjilbab juga makin dreas.

Maka, pada 1991, Mendikbud Fuad Hasan mengeluarkan SK nomor 100 yang membolehkan siswi umum berjilbab. 

Sejak itu, jilbab semakin banyak. Maknanya juga kemudian bukan lagi simbol perlawanan atau ketaatan maksimal. Bahkan kemudian jilbab jadi bagian dari mode. Jilbab pun dikotakkan ke dalam beberapa jenis. Ada jilbab panjang, juga ada sebutan jilbab gaul, yang bisa diartikan berkerudung tapi memakai jeans atau bahkan tetap memakai kaus ukuran sang adik.”

***

Jilbab di Indonesia telah melewati sejarah panjang, jatuh-bangun. Jilbab sebagai mode gaya hidup kemudian melahirkan perancang busana muslim, seperti Ida Royani atau Ida Leman. Setelahh Reformasi 1998, perancang koleksi premium untuk perempuan berjilbab kian banyak. Hanya, rancangan mereka terlalu unik dan tampaknya ribet untuk dipakai. Ikon untuk jilbab jenis ini yang kerap dipakai Neno Warisman. Neno memakai jilbab berlapis-lapis.

Nah, anak-anak muda yang ingin tampil kasual tak melirik rancangan model begitu. Akhirnya yang terjadi salah kaprah dalam berjilbab. Berkerudung tapi pakaian tampak ketat. Dari sini muncul istilah jilbab gaul. Dicatat majalah Madina edisi Mei 2008, jilbab yang dulu dianggap tanda-tanda kebangkitan Revolusi Islam, kini dipandang sebagai bagian dari budaya pop saja. Jilbab yang di awal didasari semangat untuk menjalankan hidup yang murni secara Islam, kini diperlakukan sebagai gaya berpakaian yang “funky.” Semua dihadapi serba rileks. Istilah jilbab gaul—yang dalam istilah percakapan sehari-hari adalah berjilbab tapi juga ber-jins, dan bisa jadi menampakkan lekuk tubuh—adalah contoh sikap santai itu.

Para hijabist alias kaum berjilbab pasca dekade 2000-an semisal Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara Nasution, Fifi Alvianto, dan Ghaida Tsurayya tampaknya tak ingin terkontaminasi makna jilbab gaul yang sudah berkonotasi negatif. Pun mereka ingin membedakan diri dari perancang busana muslimah generasi orangtua mereka.

Seorang kawan yang menulis fashion dan membuat profil Dian di tabloid ini mengatakan, istilah “hijab” lebih meng-internasional ketimbang “jilbab.” Di Barat sana, misalnya, kata Arab “hijab” lebih dikenal ketimbang “jilbab.” Boleh jadi ada benarnya.

Nyatanya, yang membedakan perancang busana muslim generasi Dian dkk dengan angkatan Ida Royani dkk adalah, salah satunya, tulis Tempo, dulu para perancang menjual busana muslimah satu set: dari atas hingga bawah. Kini para perancang muda cenderung menujal dalam potongan terpisah. Pembeli, kaum jilbabers eh hijabers atau hijabist ini, bebas berkreasi. “Intinya adalah mix and match,” kata Dian. Dengan adanya internet dan majalah mode sebagai bahan referensi , setiap hijabist bisa berkreasi melakukan padu padan busana muslimah sesuai selera.

Ini dia, mau tak mau, ketika sudah bertemu dengan mode dan gaya hidup, berjilbab atau berhijab bukan lagi sekadar mematuhi tuntutan agama.***

(ade/ade)   

Berita Terkait:

KALEIDOSKOP: 10 Film Indonesia Terbaik Tahun 2012 (Dengan Sedikit Catatan)KALEIDOSKOP: 5 Adegan Film Horor Seks Paling Panas 2012Dewi Sandra Sudah Mantap Berhijab?10 Video YouTube yang Paling Banyak Disaksikan di 2012

Berikan komentar

Article source: http://news.detik.com/read/2012/12/18/165313/2121674/934/kristen-dan-islam-agama-terbesar-di-dunia?881101934


CATATAN 2012: "The Rise of Hijab Style", atau: Kenapa Kata Jilbab Berganti Hijab

Saturday, October 12, 2013

Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

JAKARTA – Warna rambut boleh sama hitam, namun setiap orang punya pendapat beragam tentang segala sesuatu. Apalagi menyangkut masalah keyakinan. Meskipun sama-sama muslim, umat Nabi Muhammad punya cara dan pendapat yang beragam soal ritual dan ajaran Islam. Itulah sebagian ‘warna’ yang ingin ditampilkan dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’.


 Selain menampilkan perjalanan spiritual Hanum Rais (Acha Septriasa) di tanah Eropa, film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ juga melibatkan karakter-karakter lain yang memiliki pandangan sendiri soal kepercayaan. Mereka adalah teman-teman Rangga (Abimana) di lingkungan kampus.


Sosok pria yang tak percaya dengan agama, akan dimainkan oleh Nino Fernandez sebagai Stefan. Sedangkan Alex Abbad, memerankan tokoh Khan, pemuda keturunan Pakistan yang sangat memegang ketat ajaran agamanya.


“Khan ini orang Pakistan yang sangat strict sampai disertasinya dia tentang halal dan haram, dan ini memang real,” ujar sutradara Guntur Soeharjanto disela-sela lokasi syuting di Wina, Austria akhir September lalu.


Khan yang merupakan kalangan minoritas sebagai muslim di Wina, ‘menuntut’ haknya akan label halal dan haram sehingga ia bisa menjalankan perintah agamanya dengan tenang.  “Karena dia butuh pernyataan itu dari pemerintah, bahwa dia seorang muslim harus dijamin,” tambah Guntur.


Sementara karakter Stefan, selalu berargumen dengan logika. Ketika suatu hal tidak masuk rasionalnya, akan terjadi benturan pandangan antara si Khan dan Stefan melalui Rangga.


“Stefan sering mempertanyakan kenapa makan babi dilarang, dan sebagainya. Stefan kan porsinya lumayan banyak, karena film butuh sesuatu yang detail, akhirnya kita kembangkan dari bukunya,” jelas sutradara yang sebelumnya mengarahkan ‘Tampan Tailor’ itu.


Isu besar yang dibawa dalam film adalah ingin menampilkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Eksekutif Produser Yoen K menjelaskan, contoh menjadi agen muslim yang baik seperti digambarkan dalam film, misalnya, ada beberapa kali tokoh anak muslim yang di-bully, tetapi dia bukan membalas dengan melakukan hal sama.


 


Tetapi dia memberikan pelajaran dengan menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang menebar kebencian atas nama agama, seperti yang lebih sering disorot dunia Barat.


“Ini juga bukan film tentang bagaimana seorang wanita mendapat hidayah untuk berhijab, itu kan sebuah proses ya,” tambah Yoen.


Film ini juga dibuat dengan semangat toleransi yang besar. Meskipun bertema religi Islam, menurut Yoen film ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.



“Yang terlibat di film ini bukan cuma teman-teman dari Muslim. Katolik, Kristen, Budha, Hindu pun ada. Ini film dari awal sudah ditegaskan bahwa film ini bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memberikan gambaran rahmatan lil alamin,” terangnya dilansir detik.


‘99 Cahaya di Langit Eropa’ menampilkan Raline Shah, Acha Septriasa, Abimana, Nino Fernandezz, Alex Abbad, dan Marissa Nasution. Fatin Shidqia Lubis dan Dian Pelangi juga akan memeriahkan film produksi Maxima Pictures ini.


Proses syuting sudah dimulai sejak 9 September lalu di Wina, Austria. Dilanjutkan pengambilan gambar di Paris, Cordoba dan Istanbul. dtc



Article source: http://international.okezone.com/read/2013/10/10/412/879780/80-prajurit-israel-gerebek-masjid-al-aqsa


Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

Monday, November 18, 2013

Ridhuan Tee dan Bajet 2014




SAYA terkejut beruk, apabila perbahasan Bajet 2014 di Parlimen yang mulia dua minggu lalu, digunakan sepenuh ruang dan peluang oleh seorang ahli Parlimen ultra kiasu, untuk menghentam saya membutatuli.



Dia mendakwa, beliau mendapat maklumat daripada beberapa pensyarah di tempat saya. Siapakah pensyarah malang itu?



Saya kenal orang itu, juga seorang ultra kiasu, pensyarah kriminologi.



Peliknya, apa kaitan saya dengan Bajet 2014? Terima kasih kerana mempopularkan lagi nama saya yang sudah pun popular, berbanding profesor ultra kiasu itu.



Beberapa pertuduhan mengenai saya dibangkitkan di Parlimen. Pertama, pensyarah dan penuntut tidak senang dengan pengajaran saya di universiti.



Siapa tu? Jika mereka adalah kalangan ultra kiasu, itu tidak mustahil, sebab mereka bermasalah, anti-Islam dan antikerajaan.



Saya pula sebaliknya. Siapa tidak kenal Ridhuan Tee? Seorang yang berani dan vokal, bukan pengecut dan tiada telur seperti ahli Parlimen dan pensyarah ultra kiasu itu. Maaf, masuk bakul sendiri.



Jika berani, mari berdepan dan berdebat. Mohon ahli Parlimen ultra kiasu beritahu siapa pemberi maklumat tersebut. Saya cabar.



Kedua, saya tidak faham maksud pertahanan kerana menggalakkan perang, dikaitkan dengan artikel saya mengenai perebutan Pulau Batu Putih yang sudah pun terlepas kepada Singapura apabila perkara ini dibawa kepada Mahkamah Keadilan Antarabangsa (ICJ).



Jawapan, ijazahijazah saya semua berkaitan dengan pertahanan, bukan seperti pensyarah tersebut, latar belakang kriminologi tetapi mengajar subjek strategi. Apa kaitan? Kelakar sungguh?



Lagi pun, pemimpin China berkalikali menggalakkan perang dengan kenyataan sesiapa yang berani memasuki Kepulauan Spratly yang

menjadi milik bersama beberapa negara termasuk Malaysia, jawapannya perang.



Kenapa tidak berani kutuk pemimpin China? Sama juga kenyataan Lee Kuan Yew, jika Malaysia berani menghentikan bekalan air, jawapannya, perang. Kenapa tidak kutuk Lee Kuan Yew? Bila saya memberi pandangan, tidak boleh?

Salahkah saya memberikan pandangan atas dasar kebebasan berkarya dalam akademik?



Ketiga, saya menggalakkan ethnic cleansing dengan menyokong Hitler, berkaitan tindakan Hitler membunuh Yahudi beramai-ramai dalam peristiwa Holocust. Sebelum komen, bacalah buku Hitler bertajuk Main Kamp, baru boleh bergelar pensyarah strategi. Cari jawapan

kenapa Hitler bunuh orang Yahudi.



Baca juga, kenapa Yahudi memusuhi Islam. Keempat, komen saya terhadap perayaan kaum tertentu sehingga menyebabkan kesesakan jalan raya.



Apakah tidak betul? Kenapa tidak pertikai mereka yang mempersendakan sembelihan korban di sekolah? Kena pada Islam, tidak mengapa. Kena pada mereka tidak boleh.



Kelima, tulisan saya dituduh sebagai sesat. Sudah lama saya dikenakan tindakan jika tulisan saya sesat.



Sebenarnya, bukan saya yang sesat sebab saya orang Islam. Saya tukar agama dahulu yang sesat kepada agama yang lagi terang agar tidak sesat. Saya punyai pengikut yang ramai dalam Facebook dan fan FB.



Keenam, saya dituduh rasis. Peliknya, macam mana saya boleh rasis. Saya tidak mempertahankan Cina walaupun saya Cina. Malah saya dituduh lebih Melayu daripada Melayu. Jadi, di mana rasisnya?



Sebenarnya ultra kiasu itu yang rasis. Partinya hanya untuk satu kaum. Ketika baru menjadi Exco Selangor, beliau mendesak mahu mewujudkan bandar Cina yang penuh kecinaan di Selangor, termasuk industri Cina, universiti Cina, sekolah Cina dan semua berkaitan Cina untuk tarik pelaburan China.



Tidakkah ultra kiasu sedar kita tinggal dalam sebuah negara berasaskan kepada Malay Polity? Jika tidak faham, mari profesor sains politik dan strategi ajarkan.



Apakah mungkin saya tidak dituduh rasis, jika saya mengajar mempertahankan komunis dan MPAJA sebagaimana yang didewa-dewakan oleh ultra kiasu? Pendirian saya, biar saya khianat kepada bangsa daripada khianat kepada agama dan negara. Lagipun, yang ditanya malaikat nanti bukannya bangsa dan keturunan nenek moyang, tetapi Tuhan, Rasul dan Agama.



Kesimpulannya, dalam dunia akademik, kami bebas memberikan pandangan. Perkara yang sensitif boleh dibincangkan dalam perbahasan akademik, terutama dalam kelas, barulah berlaku percambahan idea. Jika tidak,

penuntut kita akan jadi jumud.


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/729351/jauh-sebelum-jadi-mualaf-bella-saphira-sudah-berhijab?wp.trkn


Ridhuan Tee dan Bajet 2014

Sunday, September 22, 2013

Denny Malik Tawarkan Cerita Sejarah Islam di ISG

Foto Terkait


Bromo Marathon, Berlari Sambil Menikmati Pemandangan


Video Terkait


Promosikan Tinju Untuk Kurangi Kejahatan




TEMPO.CO, Palembang – Koreografer Denny Malik menjanjikan sebuah penampilan cerita yang menarik dalam pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-III di Palembang, Minggu malam nanti, 22 September 2013 nanti. Cerita tersebut dia ambil dari sejarah masuknya agama Islam di bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan, puluhan abad silam. Sementara itu, sejumlah artis papan atas, seperti Iyed Bustami, Iis Dahlia, Afgan, dan Warna Band, akan tampil menghibur penonton dengan lagu hit mereka.


“Sejarah panjang Islam dari sekitar abad ke-7 akan kita rangkum dalam tampilan apik anak SMA se-Palembang,” kata Denny.


Dia menyebutkan tidak kurang dari 600 pelajar sudah ia didik selama dua pekan terakhir untuk tampil di hadapan ribuan penonton yang terdiri dari para atlet hingga tamu kenegaraan. Menurut Denny, pada awalnya dia menginginkan acara pembukaan menyajikan sejarah masuknya Islam di seluruh Indonesia. Namun, karena alasan teknis, dia pun memutuskan untuk fokus pada sejarah di Sumsel.


Ia menerangkan, acara pembukaan itu akan diawali dengan tarian Gending Sriwijaya yang menceritakan bahwa Kota Palembang sempat mengalami masa keemasan pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Kemudian masa itu dilanjutkan dengan masuknya agama Islam dan munculnya Kesultanan Palembang Darussalam, yang berkaitan erat dengan budaya Melayu. Selanjutnya, suguhan menarik itu diteruskan dengan penampilan penari binaannya dari Jakarta.


Denny menerangkan, meskipun ajang pembukaan ini ditampilkan dengan konsep yang lebih sederhana bila dibandingkan SEA Games lalu, dia memastikan event ISG ini akan tetap menyajikan keindahan perpaduan gerak penari, musik, dan tata lampu. Dalam satu kali sesi penampilan penarinya, Denny akan menyuguhkan tarian yang cukup terkenal di Sumsel dan di kalangan dunia Melayu, yakni Sriwijaya Agung, saman, dan piring.


Adapun Ketua Deputi IV panitia daerah yang membidangi acara pembukaan dan penutupan, Ahmad Najib, menjelaskan, acara pembukaan ISG akan dimulai dengan penampilan seni dan budaya tradisional dari beberapa daerah dan juga negara-negara peserta ISG. Selanjutnya, perwakilan kontingen akan memasuki lapangan utama Gelora Sriwijaya Jakabaring untuk berparade di hadapan penonton serta Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Pangeran Arab Saudi Nawaf bi Faisal, dan tamu VVIP dari negara peserta.


“Mereka akan masuk ke dalam stadion berparade berdasarkan abjad negara masing-masing,” kata Ahmad Najib. Acara tersebut akan dipandu oleh Irgi Fahrezi, April Koeshendratmo, Fuad Baradja, dan Rosita Suroso.


PARLIZA HENDRAWAN


Berita Lain:
Gareth Bale `Ditantang` Lima Debutan Terbaik
Alexandra Asmasoebrata Jago Bikin Cheese Cake
Steven Gerrard Mulai Pikir Karir Selepas Pensiun



Article source: http://www.tribunnews.com/2013/07/09/selama-berhijab-angel-lelga-tak-wajib-ke-salon


Denny Malik Tawarkan Cerita Sejarah Islam di ISG

Saturday, October 26, 2013

Fesyen Islam Dalam IFF Ikut Perkembangan Dunia

Shah Rezza, 52, berkata, bagaimanapun setiap rekaan yang bakal diperagakan perlu mengikut garis panduan dan syarat yang telah ditetapkan IFF.


“Apa yang boleh saya katakan ialah rekaan fesyen yang dipertontonkan adalah realistik, di mana ia digayakan oleh masyarakat Islam di seluruh dunia.


“Ya… memang ada pakaian yang diperagakan agak ketat menampakkan sedikit bahagian leher atau rambut tapi secara realistiknya ramai Muslimah yang bergaya seperti itu, ia adalah pilihan fesyen, jika tidak suka tidak apa,” katanya kepada mStar Online .


Shah Rezza ditemui pada sidang media Festival Fesyen Islam 2013 – ‘KL.London. Paris. New York’ di Hotel JW Marriot, di sini, Jumaat.


Beliau berkata demikian ketika mengulas tentang kritikan segelintir masyarakat tentang fesyen yang diperagakan tidak mengikut gaya pemakaian menurut peraturan Islam sebenar.


Masyarakat luar sudah mula memahami konsep cara pemakaian Islam.


 


Tambah Shah Reza, dia menganggap kritikan tersebut sebagai pembakar semangat kepadanya dalam memperluaskan lagi penganjuran IFF di serata dunia.


“Susah untuk puaskan hati semua pihak, setiap perkara ada sahaja yang akan dikritik, namun saya tidak kisah. Orang seperti saya yang lahir daripada kalangan artis ini sudah biasa dikritik,” katanya.


Sementara itu, tambah Shah Rezza, pertunjukan fesyen Muslimah yang dianjurkannya sejak lapan tahun lalu boleh dianggap sebagai salah satu dakwah dalam memperkenalkan Islam di mata dunia.


Katanya, masyarakat luar mula memahami konsep cara pemakaian Islam dan sedia menerimanya sebagai salah satu perkembangan fesyen dunia.


“Alhamdulillah, apa yang saya lihat bukan pelbagai kaum di negara ini sahaja yang menerima fesyen Islam, malah masyarakat luar negara juga sekurang-kurangnya lebih terbuka menerima fesyen Muslimah ini.


“Apa yang saya sedar, beberapa rakan yang sentiasa memberi sokongan dalam IFF ini sudah terbuka hati untuk berhijab penuh, malah pereka fesyen seperti Calvin Thoo sudah memeluk Islam, secara tidak langsung IFF ini adalah satu dakwah kecil,” katanya.


Dalam pada itu, IFF KL 2013 kali ke 28 ini bakal menyaksikan penyertaan sepenuhnya daripada pereka fesyen tempatan.


“Sebelum ini kita buka penyertaan dari negara luar terutamanya Indonesia, namun kali ini kita hanya mengehadkan untuk warganegara tempatan sahaja.


“Pereka fesyen tempatan terutamanya yang belum dikenali sudah berani tampil untuk menyertai IFF, bagi saya ia adalah satu perkembangan yang sangat baik,” katanya.


IFF 2013 “KL. London. Paris. New York” akan diadakan pada 18 hingga 20 November ini di Hotel JW Marriot di sini.


Majlis akan dimeriahkan dengan persembahan Datuk AC Mizal, Mawi, Retro Queens, Ahmad Fauzee, Memento dan Liza Aziz.


-mStar


Article source: http://www.merdeka.com/dunia/agama-anak-di-malaysia-bakal-ditentukan-bapak-ibunya.html


Fesyen Islam Dalam IFF Ikut Perkembangan Dunia

Wednesday, July 3, 2013

Jo Taslim jadi mualaf?

WASPADA ONLINE

Johannes Taslim alias Joe Taslim sudah nggak berperan sebagai Jah lagi, tokoh antagonis dalam film Hollywood “Fast Furious 6 (2013)”. Dia sekarang siap beralih peran dan bakal menjadi seorang pemuda baik-baik keturunan Indonesia-Jepang di film terbarunya, La Tahzan (Jangan Bersedih).


Nah, di film ini, Joe berperan sebagai Yamada, pemuda Jepang yang kepincut sama gadis asal Indonesia bernama Viona (diperankan Atiqah Hasiholan), sehingga keduanya pun merajut jalinan asmara yang mengarah ke urusan yang lebih serius, yaitu keluarga.


Dari trailer “La Tahzan” yang sudah rilis, Joe sebagai Yamada tampak serius memutuskan untuk melamar Atiqah dan mau memulai belajar bagaimana cara menjadi seorang muslim yang baik. Dapat dilihat, Joe serius belajar soal islam, dan ia mengenakan pecinya. Tetapi konflik kemudian muncul diantara keduanya saat sosok Ariyo Bayu muncul. Keharuan pun muncul saat ketiganya dipertemukan.


Nah, bagaimana kelanjutan kisah cinta Atiqah, Joe , dan Ariyo dalam film garapan sutradara Danial Rifki ini? Tunggu deh penayangannya pada 2 Agustus mendatang, satu minggu sebelom lebaran. Karena bisa jadi, kalian bagian dari saksi, seorang Yamada memantapkan pilihan soal agama dan cintanya.
(dat16/haionline)




Name *
URL
Code

  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Jo Taslim jadi mualaf?

Tuesday, October 22, 2013

Vicky Prasetyo Senang Bisa Meng-Islam-kan Corrien

Grafis Terkait


Penjelasan Analisis Tulisan Tangan Vicky


Foto Terkait


Nikita Mirzani Resmi Diperistri Sajad Ukra


Video Terkait


Slank Luncurkan Slankers.TV Bagi Penggemar




TEMPO.CO, Jakarta – Hubungan Vicky Prasetyo dengan gadis Prancis, Corrien, ternyata sudah terjalin lama. Mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Abigail, 3 tahun. Meski lama tak bertemu, keduanya mengklaim tetap sering berkomunikasi lewat Skype. Bahkan Corrien, yang mengaku pernah menjadi pramugari dan model di negaranya, sudah menjadi mualaf demi Vicky.


Meski begitu, Corrien yang kini berusia 25 tahun terkejut ketika melihat video di YouTube mengenai Vicky yang telah memiliki istri dan tiga anak. Juga pemberitaan pesta pertunangan Vicky dengan pedangdut Zaskia Gotik.


“You’re a liar,” kata Corrien kepada Vicky di Lapas Bulak Kapal, Bekasi, Senin, 21 Oktober 2013. Selama pertemuan, Corrien tak banyak bicara. Dia hanya diam dan sesekali mengusap mata di balik kacamata hitamnya. Kedatangan Corrien ditemani artis Cynthiara Alona, yang tak lain adalah sahabat Vicky.


“Bayangin, bro, dia jauh-jauh datang dari Prancis demi elo. Dia rela masuk Islam demi elo. Gue sebagai sesama perempuan kasihan melihat dia,” kata Alona di depan Vicky dan Corrien. Corrien yang tak mengerti bahasa Indonesia hanya terdiam.


“Baguslah, gue bisa Islam-in anak orang,” kata Vicky sambil mengusap wajahnya. “Kalau gue bisa Islam-in orang itu bagus, suatu hal yang berprestasi,” ujar Vicky.


Karena sudah Islam, Corrien menuntut Vicky untuk menikahinya segera. Bahkan, dia langsung bertanya kepada Tempo apakah napi bisa menikah di dalam lapas. Namun Vicky justru terlihat enggan. “Enggak bisa sekarang, aku terpenjara, sabarlah menunggu beberapa bulan lagi. Aku akan bertanggung jawab,” kata Vicky, yang siang itu mengenakan kemeja biru dan jins.


ALIA FATHIYAH



Berita Lama:
Sefty Sanustika Pasrah Menanti Vonis Fathanah
Sandra Bullock Nikmati Pesta Halloween Berdua Anak
Hadir di Pernikahan Sultan Yogya, Jokowi Pakai Jas




 



Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/725691/rihanna-dikecam-berhijab-dan-foto-di-depan-masjid


Vicky Prasetyo Senang Bisa Meng-Islam-kan Corrien

Sunday, October 6, 2013

Gosip atau fakta?


Oleh M Husnaini*



Gosip dan fakta merupakan dua istilah yang bertolak punggung. Istilah pertama bermakna pergunjingan seputar keburukan orang lain. Gosip juga semakna dengan kabar burung yang penyampaiannya minim akurasi data. Berbeda dengan itu, istilah kedua merupakan keadaan atau peristiwa yang nyata. Sesuatu dikatakan fakta biasanya karena didukung data yang kuat dan benar-benar terjadi di lapangan.



Kebenaran fakta bisa diuji secara ilmiah, sementara gosip kerap menyebar ke segala penjuru arah tanpa bisa dilacak juntrungannya. Fakta mampu mengurai kerumitan masalah, sementara gosip justru mengeruhkan masalah. Gara-gara gosip, hubungan harmonis berubah menjadi luapan dendam dan permusuhan. Itulah kenapa Al-Qur’an mengajarkan orang beriman agar senantiasa selektif menerima berita, memilah antara gosip dan fakta.



“Wahai orang-orang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti supaya kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan mereka, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” [QS Al-Hujurat: 6].



Allah hendak membimbing orang beriman agar tidak mudah termakan fitnah dan adu domba. Langkah pertamanya adalah meneliti keabsahan berita. Setiap yang sampai pada telinga dan mata orang beriman harus melewati uji data. Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan seketika dimuntahkan. Sikap bijak itulah yang harus dipedomani orang beriman agar dapat memungut mutiara fakta di antara serpihan gosip.

 

Kendati demikian, tidak mudah membedakan mana gosip dan mana fakta. Lebih susah lagi ketika kita berada dalam era keterbukaan media seperti sekarang. Masing-masing pihak absah membuat berita, yang tidak jarang di dalamnya campuk aduk antara berita dan fitnah. Dalam situasi demikian, tentu saja orang pusing membedakan mana gosip dan mana fakta.



Sekadar ilustrasi sederhana, sebuah media memberitakan Fulanah kini terancam dipecat dari jabatannya karena terbukti berselingkuh dengan rekan pria sekerjanya. Membaca berita itu, seketika orang membayangkan betapa rendah martabat wanita itu. Sudah berumah tangga dan memiliki tiga putra, kok masih saja doyan bermain api. Di mana gerangan naluri keibuannya.



Tetapi, media lain justru mengabarkan berita berbeda untuk kasus yang sama. Fulanah hanya korban kedengkian rekan-rekannya sehingga digosipkan berselingkuh dengan PIL alias pria idaman lain. Fulanah sesungguhnya wanita jujur. Hanya karena memutuskan menjadi mualaf, banyak rekan sekantornya yang membencinya, sehingga harus dirancang beragam cara untuk menghancurkan reputasinya.



Demikianlah. Beragam berita yang menjadi menu keseharian kita sesungguhnya juga tidak pernah sepi dari gosip dan fakta. Apalagi setiap media pasti mengantongi visi dan misinya masing-masing. Boleh jadi seorang tokoh digambarkan sebagai pahlawan oleh sebuah media, tetapi media lain justru menilainya sebagai pecundang. Juga bukan mustahil seorang pejabat dianggap berjasa oleh sebuah media, tetapi media lain malah melihatnya sebagai perampas hak sesama. Demikian seterusnya.



Pastinya, era keterbukaan ini seakan mengikis semua rahasia. Hampir setiap sisi kehidupan, terutama orang-orang terkenal, layak menjadi berita. Tidak peduli apakah itu aib atau bukan, yang penting dapat menarik minat publik. Anehnya, kita malah tampak antusias menikmati berita sampah itu layaknya santapan wajib keseharian.



Lihatlah mereka yang begitu khusyuk memelototi televisi, koran, dan majalah yang memuat berita seputar kisruh rumah tangga dan permusuhan artis atau tokoh. Disangkanya itu sebuah tontonan hiburan, alih-alih mengonsumsi berita sampah berbau fitnah. Lambat laun, tradisi demikian akan meruntuhkan sendi-sendi moralitas kita sebagai orang beriman.



Untuk dapat memilah antara gosip dan fakta, terutama sekali harus diteliti dengan cermat kredibilitas pembawa berita. Sekiranya berita itu disampaikan media, perhatikan apa kira-kira kepentingan media bersangkutan. Jernihkan nalar dan hati, kemudian pastikan untuk meneliti sumber berita tidak hanya dari satu media. Jangan terburu menyimpulkan sebelum melakukan kajian secara teliti dan mendalam.



Sesulit bagaimana pun, orang beriman harus mampu memastikan bahwa berita yang diterima adalah fakta, bukan gosip. Poin utamanya, jangan sampai menimpakan stigma negatif kepada individu atau kelompok semata berdasarkan kebencian. Nalar dan hati selayaknya dikerahkan untuk menilai segala macam berita secara adil dan berimbang. Menarik merenungkan pesan Allah berikut.



“Wahai orang-orang beriman, hendaklah kalian jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al-Maidah: 8].




*Penulis Buku ‘Menemukan Bahagia’.



| sumber : republika


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Gosip atau fakta?